Destiny has not ended chapter 5

chapter 5.jpg

Judul: destiny has not ended chapter 5

author: oh honey

lenght: chapter

genre: romance

author’s note: akhirnya kembali juga dengan ff ini. maaf jika ceritanya semakin tidak jelas dan membingungkan. tapi semoga tidak mengecewakan.

HAPPY READING 🙂

DON’T BE A SILENT READER

Sudah seminggu ini hubungan kyuhyun dan eunbi tidak secanggung dulu. Mereka saling melempar senyuman dan sapaan saat bertemu, dan kyuhyun sering menghubungi eunbi hanya untuk menanyakan kemajuan pekerjaannya. Sesuatu yang sebenarnya tidak terlalu penting karena kyuhyun bisa menanyakannya langsung kepada manajer jung. Mungkin saat ini hanya pekerjaan yang dapat menyatukan mereka, hanya pembahasan tentang itu yang bisa membuat mereka tidak canggung lagi.

 

 

“ semua pemegang saham sudah setuju dengan proyek baru kyuhyun, tinggal mencari investor dan semuanya akan beres. Apa yang akan kamu lakukan hyunso ah” lelaki tua itu menatap mata anaknya intens.

“ aku sudah memikirkan segala sesuatu yang bisa terjadi appa. Jangan khawatir.” Hyunso mencoba meyakinkan ayahnya bahwa ia adalah anak yang bisa diandalkan.

 

 

“eunbi shi. Tolong kamu selesaikan laporan ini. Aku mau besok pagi sudah ada dimejaku.”

“ne, manajer jung.”

“oh iya, kau yang mengatur pertemuan sajangnim dengan tuan harada minggi ini ya.”

“saya?”

“ iya. Budepyonim yang minta” eunbi masih mencerna kalimat yang keluar dari manajer jung. Wah jangmi memang tahu bagaimana membuat eunbi kuwalahan. Batin eunbi. Jika eunbi menguasai bahasa asing khususnya inggris dengan baik mungkin ini hanya masalah kecil tapi tidak bagi eunbi.

 

Sudah pukul 9 malam dan laporan sialan ini belum juga selesai, bahkan eunbi belum menyantap makan malamnya satu sendok pun.

Kyuhyun hendak pulang, tapi ia mengurungkan niatnya saat tahu ruang kerja lantai 8 masih menyala. Apa masih ada orang jam segini. Jam kantor sudah selesai dari tadi. Kyuhyun mulai melangkahkan kakinya mendekat.

“ eunbi ah kenapa kamu masih disni?”

“YAK. Kau mengaketkanku” eunbi mengelus elus dadanya yang hampir saja meloncat

“ kau belum pulang?” kyuhyun mengeser sedikit kursi yang ada disebelah eunbi

“aku masih harus menyelesaikan laporan ini” eunbi menjawab pertanyaan kyuhyun dengan tetap focus memandangi computer di depannya.

“memangnya laporan apa?”

“ laporan mingguan. Aku harus menyerahkannya besok ke manajer jung.”

 

Hening. Tidak ada yang membuka suara. Kyuhyun masih setia menunggu eunbi, tapi untuk memulai pembicaraan dengannya. Kyuhyun bingung harus mulai dari mana.

“ minggu ini kau ada acara dengan investor dari jepang?” Eunbi mulai membuka suara. Meskipun dengan pertanyaan yang ia sudah tau apa jawabannya mengingat dialah yang bertanggung jawab atas pertemuan itu.

“iya, tuan harada adalah investor yang sangat penting bagi perusahaan ini. dia bekerja sama dengan CK Group sudah sangat lama dan suntikkan dana yang selalu dia berikan untuk setiap proyek baru kita tidak main – main.” Kyuhyun menjelaskan betapa pentingnya pertemuan ini. tapi hal ini justru sangat membebani Eunbi. Dia belum pernah menangangani tentang jamuan bisnis atau apalah itu. Karena memang itu sebenarnya bukan tugasnya.

“ kenapa aku yang harus mengangani pertemuanmu dengan tuan Harada, kalau hal ini sangat penting” eunbi mengeluarkan kekhawatirannya tentang tugas ini.

“kau??” apa kyuhyun tadi mendengar kalau eunbi yang bertanggung jawab untuk pertemuannya dengan tuan harada.

Eunbi memutar tubuhnya menghadap kyuhyun yang duduk disebelahnya. Eunbi mengangguk anggukan kepalanya dengan pasti, seolah meyakinkan kyuhyun bahwa apa yang didengarnya tidaklah salah.

“aku memang tau kalau jangmi tidak bisa mengurus pertemuan ini karena ada tugas mendadak yang diberikan hyung. Tapi aku tidak menyangka kalau yang ditunjuk untuk menggantikannya adalah kau” kyuhyun menggusap tengguknya. Dia juga tidak habis pikir kenapa jangmi memberikan tugas ini kepada eunbi.

“kenapa bukan sekretarismu saja yang mengaturnya. Ini kan tugasnya” eunbi mencoba untuk mencari solusi agar dia bisa lepas dari tugas ini

“sekretarisku sedang cuti untuk beberapa minggu. Makanya aku menyuruh jangmi mengatur pertemuanku dengan tuan hanada”

“kalau begitu kau saja yang mengaturnya sendiri. Kau kan tahu aku tidak bisa bahasa jepang dan lagi bahasa inggrisku tidak sebaik dirimu”

“kau tidak perlu bisa bahasa jepang, sekretaris tuan harada orang korea jadi kau hanya perlu menghubunginya” penjelasan kyuhyun bagaikan angin surga untuk eunbi.

“baiklah” eunbi memutar kembali tubuhnya untuk menghadap computer.

 

Eunbi menghentikan jarinya yang bergerak lincah di atas keyboard.

“baegopha” eunbi mengelus perutnya yang memang minta diisi dari tadi

“ kau mau makan sesuatu?”

“ani, nanggung kalau aku harus berhenti sekarang”

“eiy, kalau kau lapar yang terjadi laporan ini akan salah semua” kyuhyun menjauhkan tangan eunbi dari atas keyboard.

“ sebentar lagi selesai, aku hanya perlu membuat penutupnya saja. Sudah jangan ganggu aku” eunbi kembali menggerakkan jari jarinya diatas keyboard

“percuma saja melarangmu kau itu benar benar keras kepala” kyuhyun tahu tidak ada gunanya membujuk eunbi. Percuma saja kyuhyun mencoba berbaik hati dengan menawarkan makanan untuk eunbi kalau akhirnya eunbi lebih memilih meneruskan pekerjaannya.

 

 

Eunbi melepaskan seat bealtnya dan memandang kyuhyun disampingnya. Benar, setelah menemani eunbi mengerjakan laporan, mereka berdua mampir sebentar di kedai pinggir jalan dan sekarang kyuhyun memberi tumpangan kepada eunbi.

“terima kasih atas tumpangannya.” Eunbi membuka pintu mobil disampingnya.

Tapi kyuhyun malah ikut turun dan berlari memutari mobil. Eunbi hanya memandangi kyuhyun yang berjalan ke arahnya.

“apa kau tidak mau menawariku untuk sekedar minum kopi”

“ini sudah malam, sebaiknya kau pulang”

“jadi yang mana apartemenmu?” kyuhyun terus melangkahkan kakinya memasuki apartemen eunbi.

“aishhhh” eunbi mengikuti langkah kaki kyuhyun dengan kesal. Kenapa ada orang seperti dia. Terlalu percaya diri sekali dia. Memasuki apartement orang lain tanpa permisi. Beberapa rentetan kekesalan tiba tiba muncul dikepala eunbi.

 

 

“ini kopinya, setelah itu kau harus pulang” eunbi meletakkan dua buah cangkir di atas meja.

“apartemen ini cukup bagus”kyuhyun Nampak memperhatikan setiap sudut ruangan ini

“terima kasih. Cepatlah minum kopinya”

“apa kau berusahan mengusirku sekarang?” kyuhyun mengambil cangkirnya dan menyeruput kopi yang masih mengepul itu.

 

 

Seperti ada ribuan duri yang tertancap di kursi ini, kenapa dari tadi eunbi berulang kali memperbaiki posisi duduknya, meremas remas jari jari tangannya dan menatap sekitar khawatir.

“tidak bisakah kau lebih tenang?”

“ne?”

Kyuhyun menghela nafasnya. Benarkah ini terlalu sulit untuk eunbi sampai dia tidak bisa duduk dengan tenang.

“kau. Duduklah dengan tenang. Kau tidak akan menjadi pengantin sekarang. kenapa kau begitu gelisah?”

Eunbi membulatkan matanya tidak percaya. Pernikahan katanya? Ah sudahlah, ini bukan waktu yang tepat membahas candaan garing yang keluar dari mulut kyuhyun.

“aku hanya khawatir saja. Bagaimana kalau tuan harada kecewa dengan jamuan bisnis ini lalu tuan harada membatalkan kontraknya dengan perusahaan. Bagaimana? Apa aku akan dipecat. Ah kenapa menanyakan itu tentu saja aku akan dipecat. Ahh aku bisa gila” eunbi menundukkan kepalanya dan memenganginya frustasi seolah olah kepalanya bisa meledak kapan saja.

“kau tidak hanya akan dipecat tapi kau akan dipenjara”

Eunbi menatap kyuhyun tidak percaya. Benarkah hal itu bisa terjadi? Bagaimana nasibnya jika harus menua dibalik tembok jeruji besi. Sungguh itu adalah hal yang menggerikkan.

“HAHAHAHA” mati matian kyuhyun menahan tawanya agar tidak meledak tapi semuanya sia sia melihat tampang bodoh seorang HWANG EUNBI.

“tentu saja aku bercanda. Kenapa kau sebodoh itu HAHAHA…..” bahkan sekarang kyuhyun memegangi perutnya yang terasa kaku karena tertawa berlebihan.

“KAU” eunbi hampir saja melempar kyuhyun dengan vas bunga di depannya kalau tamu yang ditunggunya tidak datang. Dan beruntunglah kyuhyun karena dia terselamatkan dari ancaman rumah sakit.

 

 

Sejauh ini, eunbi dapat melepas semua beban – beban yang dari tadi bertengger di bahunya. Sebentar lagi menu utama datang, dan apa ini, kenapa tiba – tiba eunbi ingin ke toilet. Ini pasti efek dari terlalu banyak menenguk air untuk menghilangkan rasa gugupnya.

 

 

Eunbi memoles sedikit lipstick dan menatap pantulan dirinya di cermin sebelum kembali ke acara yang membuatnya seminggu ini tidak bisa tidur dengan tenang.

 

“tuan harada apa yang terjadi?” kyuhyun memegang lengan tuan harada sambil mengoyang goyangkannya. Dan eunbi hanya terpaku di depan pintu ruang VIP hotel berbintang ini dengan semua tanda tanya yang tidak sanggup eunbi bayangkan. Melihat betapa khawatirnya kyuhyun dan sekretaris tuan harada membuatnya wajahnya seketika pucat. Tapi dia langsung menyadarkan dirinya dan berlari menuju kyuhyun.

“apa yang terjadi?”

“aku tidak tahu, dia tiba tiba seperti ini” kyuhyun kembali focus kepada tuan harada yang nafasnya semakin memendek.

 

 

Pria yang berada di samping tuan harada itu, mengambil menu di depannya dan memasukkan satu potong kecil ke dalam mulutnya.

“apa ini udang?” pria yang ternyata sekretaris tuan harada itu menatap kyuhyun dan eunbi bergantian.

 

Kyuhyun ingat tuan harada alergi terhadap udang, dia akan kesulitan bernafas jika memakan olahan seefood itu. Kyuhyun memalingkan wajahnya menatap eunbi, seperti mencari kebenaran dari wanita yang berdiri di sampingnya.

 

Eunbi tidak tahu apa yang terjadi sekarang. Tatapan kyuhyun membuatnya semakin takut. Ia segera mengambil sesendok makanan itu dan mencicipinya.

Eunbi berharap jika sekarang lidahnya salah mengenali rasa sesuatu, tapi kenapa rasa udang ini begitu kuat. Dia kembali menyendok makanan itu. Dua kali, dan rasanya sama.

 

Kyuhyun hanya memperhatikan eunbi yang sekarang tangannya sudah bergetar hebat. Berkali kali menyendok makanan yang sama entah untuk apa, tapi yang jelas itu bukan karena rasanya yang enak.

“ambulancenya sudah datang” suara sekretaris tuan harada membuyarkan focus kyuhyun.

 

 

Suara sirine sudah mulai menghilang dari pendengaran kyuhyun. Eunbi? Bagaimana dengan wanita itu?

 

Kyuhyun mendudukkan tubuhnya disamping eunbi. Lelehan air mata terlihat jelas di pipi eunbi.

“makanan itu memang udang, aku sudah mencicipinya berkali – kali. Dan rasanya memang udang” deretan kalimat dengan suara serak eunbi yang menahan tangisnya agar semakin tidak mengeras membuat kyuhyun menatap makanan pembawa bencana itu. Tapi dia juga tidak ingin menyalahkan eunbi atas semua ini, ya walaupun seharusnya eunbi lebih berhati – hati. Tidak mengetahui makanan apa yang berbahaya untuk tamunya adalah kesalahan besar. Tapi biarlah untuk saat ini pria ini menenangkan wanita disebelahnya yang nampak begitu mengerikan dan menyedihkan dengan make up yang sudah tidak berbentuk lagi.

“sudahlah, kau tidak perlu khawatir. Tim medis sudah menanganinya dan dia pasti akan baik baik saja” sebenaranya kalimat itu tidak mampu menenangkan eunbi tapi eunbi ingin sekali mempercayai kalimat yang diucapkan kyuhyun tadi.

 

 

Setelah memperbaiki dandannya yang kacau, disinilah eunbi dan kyuhyun sekarang. di depan ruangan yang didominasi warna putih dan bau obat yang menusuk hidung.

“bagaimana tuan harada?” kyuhyun mulai bersuara

“YA, apa yang kalian lakukan? Kalian ingin membunuh bosku. Dia hampir mati kalau tidak cepat – cepat mendapat pertolongan” pria yang sedikit lebih tua dari kyuhyun itu benar benar marah

“maafkan saya” eunbi menundukkan kepalanya meminta maaf

“apa kau pikir maafmu itu sekarang penting? Bagaimana kalau ambulance tidak cepat datang apa kau akan bertanggung jawab HAH?”

Membayangkan hal itu membuat mata eunbi tergenangi oleh lautan cairan bening yang siap tumpah kapan saja. Dan yang bisa ia lakukan sekarang hanya menunduk menyembunyikan wajahnya.

“maafkan saya atas kejadian ini. tapi sungguh ini tidak disengaja”

“tuan cho. Kita sudah melakukan kerja sama dalam waktu yang lama. Dan kejadian ini sungguh memalukan”

“saya tahu. Maafkan saya”

 

 

Hanya suara sesenggukkan yang keluar dari bibir eunbi yang menjadi pemecah keheningan di mobil kyuhyun. Tapi percayalah ini sungguh membuat kyuhyun semakin pusing dengan situasi ini. pertama investornya baru saja masuk rumah sakit dan kedua kenapa wanita ini tidak bisa diam? Berkali kali kyuhyun menyuruhnya diam dan mencoba meyakinkannya bahwa semuanya akan baik baik saja. Tapi lihatlah sepanjang perjalanan dia tidak juga menghentikan tangisnya. Kyuhyun tahu ini sulit untuk eunbi tapi ini juga sulit untuk kyuhyun. Bagaimana nasib proyeknya nanti jika inverstornya hampir mati ditangannya.

 

“eunbi ah. Tidak bisakah kau diam. Aku benar – benar pusing sekarang” kyuhyun memijat pilipisnya dengan sebelah tangannya.

“mianhae, ini memang salahku”

“kau sudah mengatakan itu berkali – kali eunbi ah. Aku mohon berhentilah menangis”

“bagaimana bisa aku berhenti mengangis jika semua ini terjadi karenaku”

 

Ini tidak akan berhasil. Kyuhyun menepikan mobilnya dan mematikan mesin mobilnya.

“aku tidak akan menghidupkan mobilnya lagi. Sebelum kau berhenti mengangis”

“maafkan aku. Aku telah membuatmu dalam posisi yang sulit”

“Tuan harada tidak mati jadi aku masih bisa meyakinkannya kembali untuk menjadi investor di perusahan dan lagi, aku masih punya banyak inverstor yang setuju dengan proyek baru ini. jadi berhentilah menangis oh?”

 

 

Ini masih pagi hanya untuk sekedar berangkat ke kantor bahkan kabut tipis masih menyelimuti langit kota seoul. Tapi eunbi sudah melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh seperti takut kehilangan sesuatu. Dia tidak sedang mengejar sesuatu tapi dia hanya ingin memastikan sesuatu. Kepanikannya tadi malam membuatnya bodoh mendadak, Bagaimana dia bisa lupa menanyakan kepada pihak hotel tentang menu makanannya. Seingatnya dia memesan menu dengan bahan utama daging bukan udang. Eunbi sudah mencari tahu sebelumnya kalau tuan harada tidak bisa makan udang itulah sebabnya dia memilih daging sebagai menu utama. Tapi kenapa yang datang justru udang.

 

 

“bisa bertemu dengan manajer kang?” tanpa mendengar sapaan selamat datang khas receptionist, eunbi segera mengutarakan maksud kedatangannya.

“maaf apa sebelumnya ada sudah punya janji?”

“tidak aku belum punya janji”

“sebaiknya anda membuat janji terlebih dulu jika ingin bertemu dengan manajer”

“arra, tapi ini begitu penting. Aku tidak punya banyak waktu untuk mengatur janji dengan manajer kang”

“tapi ini sudah peraturannya nyonya”

 

 

Eunbi menyederkan tubuhnya pada kursi empuk mobilnya. Dia tidak pernah berhenti berfikir dan mengetuk ngetukkan jarinya di setir mobil setelah menemui manajer kang.

 

Flashback–

“bisa bertemu dengan manajer kang?” tanpa mendengar sapaan selamat datang khas receptionist, eunbi segera mengutarakan maksud kedatangannya.

“maaf apa sebelumnya ada sudah punya janji?”

“tidak aku belum punya janji”

“sebaiknya anda membuat janji terlebih dulu jika ingin bertemu dengan manajer”

“arra, tapi ini begitu penting. Aku tidak punya banyak waktu untuk mengatur janji dengan manajer kang”

“tapi ini sudah peraturannya nyonya”

 

Ini tidak akan berhasil. Eunbi menekan beberapa angka dan menggeser tombol hijau disana.

“manajer kang. Ini saya dari CK Group. Apa bisa saya bertemu anda sekarang?”

 

Eunbi segera menutup teleponnya dan berlari ke arah lift setelah mendengar suara manajer kang yang menyuruhnya datang ke ruangannya.

 

“ada apa nonya hwang?” pria dengan perut buncit dan kumis tipi situ menatap eunbi

“saya ingin bertanya tentang jamuan bisnis tadi malam. Bagaimana bisa menu makanannya berubah menjadi udang?”
“kami melakukannya atas permintaan nyonya. Dan semua menu yang kami sajikan juga sudah sesuai dengan apa yang nyonya pesan”

“tapi aku memesan daging bukan udang”
“anda memang memesan daging tapi setelah itu anda menggantinya dengan udang”

“kapan?” eunbi tidak percaya dengan apa yang didengarnya. Dia tidak pernah ingat kapan dia mengganti menunya

“satu minggu yang lalu beberapa menit setelah anda menghubungi saya untuk memastikan daftar menunya.”

 

Sampai sekarang dia tidak ingat kapan dia kembali menghubungi manajer kang untuk mengganti menunya. waktu itu setelah menghubungi manajer kang bahkan dia kehilangan ponselnya.

 

 

Flashback

Eunbi mengobrak abrik semua isi tasnya menumpahkan semua isinya ke atas meja, membuka setiap laci meja kerjanya. Tapi benda yang dari tadi dicarinya tidak ketemu juga. Seingatnya benda itu masih di pengangnya setelah menghubungi pihak hotel untuk acara jamuan bisnis dengan tuan harada dan setelah itu dia pergi ke toilet. Yups TOILET

Sejurus kemudian Eunbi langsung melenggang pergi meninggalkan sisa – sisa kekacauan meja kerjanya.

 

“dimana tadi aku menaruhnya? Kenapa tidak ada?” eunbi melihat setiap sudut toilet tapi itu hanya berakhir dengan desahan nafas beratnya. Tidak ketemu juga. Bagaimana kalau hilang? Habis sudah riwayatnya. Dia tidak akan bisa melakukan apapun. Ralat lebih tepatnya dia akan merasa tersiksa tanpa benda persegi itu. Haruskah eunbi mengucapkan sumpah atau janji semisal jika yang menemukan laki – laki akan dijadikan kekasihnya atau jika yang menemukan perempuan maka akan dijadikan saudaranya. Tidak – tidak, itu terlalu konyol diucapkan hanya karena kehilangan sebuah ponsel.

 

 

“apa yang anda lakukan disini?” bukankah aneh melihat seorang budepyonim berada di meja pegawai seperti eunbi. apa yang dia lakukan sekarang. berdiri di depan meja eunbi dan keterkejutannya saat melihat eunbi disini sungguh mencurigakan.

“aku hanya ingin mengembalikan ini” wanita dengan balutan kemeja kerja yang tampak sangat mahal itu mengoyang goyangkan benda persegi yang dari tadi menjadi penyebab kegalauan seorang eunbi.

“kenapa benda itu bisa ada ditangan anda?”

“kau meninggalnya di toilet”

 

Kalau dia tidak menghubungi manajer kang, ada satu orang yang berpeluang menghubungi manajer kang dengan ponselnya.JANGMI.

 

 

Eunbi segera menuju ruangan jangmi tanpa mempedulikan orang orang yang menyapanya, atau mereka yang diam diam membicarakan eunbi karena masalah semalam. Oh God secepat itukah berita menyebar. Bahkan, eunbi juga tidak mempedulikan panggilan manajernya Jung yang siap siap memarahinya karena keterlambatannya.

 

 

BRAK

Eunbi membuka pintu ruangan itu kasar. Dia sudah tidak peduli tentang sopan santun ataupun tata karma terhadap atasan. Tujuan hidupnya saat ini hanya ingin meminta penjelasan jangmi.

“YA apa yang kau lakukan HWANG EUNBI” jangmi benar benar membulatkan matanya melihat siapa yang datang dengan begitu tidak sopan seperti tadi.

“seharusnya aku yang bertanya apa yang kau lakukan?” eunbi tidak takut jika dia akan dipecat setelah ini.

“aku tidak tahu apa yang kau maksud HWANG EUNBI”

“masalah semalam. Kau kan penyebabnya?”

“ahh…masalah jamuan bisnis itu. Apa tuan harada baik baik saja. Aku dengar kondisinya sempat menghkawatirkan”

“YAK aku bertanya apa kau penyebabnya?” eunbi menaikkan nada suaranya. Berbicara dengan jangmi sangat menguji kesabarannya.

“YA apa kau tahu kau berbicara dengan siapa?”

“cepat jawab aku OH JANGMI”

“kau yang menyebabkan masalah kenapa kau menuduhku?”

“kau yang menghubungi manajer kang dan mengganti menunya kan?”

“aku tidak tahu apa yang kau maksud. Sekarang pergilah dari ruanganku. Aku sangat sibuk”
“kau sengaja mengambil ponselku yang tergeletak di toilet dan menghubungi manajer kang untuk mengganti menunya lalu mengembalikannya padaku seolah olah kau menemukan ponsel itu”
“hwang eunbi. Kau menuduhku tanpa bukti”

“memang tidak ada bukti tapi kau satu satunya orang yang berpeluang menghubungi manajer kang dengan ponselku. Sebenarnya apa masalahmu?”

“benar. Semua yang kau katakana itu benar. Aku yang menyuruh menajer kang mengubah menunya. Dan kau bertanya apa masalahku. Masalahnya adalah KAU. Kau pikir aku tidak tahu kalau kau berusaha mendekati cho kyuhyun”
“KAU” eunbi benar benar kehabisan kata – kata, semudah itu jangmi mengakui kesalahannya tanpa penyesalan sedikit pun

“pergilah dari ruanganku sekarang”

 

 

Eunbi mengunci pintu toilet dan menangis sejadi jadinya disana. dia tidak peduli apakah orang orang akan mendadak merinding medengar suara tangisnya dari dalam toilet atau orang orang yang berkali kali mengetuk pintu toilet.

“sekarang apa yang harus aku lakukan. Aku bahkan tidak bisa membeberkan kalau jangmi adalah biang keroknya hiks…hiks…” entah kepada siapa eunbi berbicara sejak tadi, hanya kalimat itu yang ia eluhkan. Bahkan sekarang tisu toilet disampingnya sudah hampir habis untuk menghapus air matanya dan mengelap ingusnya yang ikut – ikutan keluar.

 

Flashback–

“kau benar benar keterlaluan oh jangmi. Apa karena kau menyukai kyuhyun sampai kau harus melakukan ini? sekarang kau ikut denganku. Kau harus mengatakan semuanya pada sajangnim” eunbi menarik pergelangan tangan jangmi tapi dengan mudah jangmi menghempaskannya

“kalau begitu berhentilah mendekati kyuhyun kalau kau tidak ingin lebih menderita. Dan mengatakan semuanya pada kyuhyun? Itu akan terjadi hanya dalam mimpimu”
“kau yang menyebabkan masalah tapi aku yang harus menanggungnya. Apa kau gila?”

“semua orang tahu kau yang mengurus jamuan bisnis itu dan memesan menunya. Kau tidak punya bukti untuk mengatakan kalau kau tidak bersalah. Sampai kapanpun orang akan menganggapmu yang bersalah.”

 

Kata kata jangmi tadi 100% benar. Eunbi tidak punya bukti untuk mengatakan kalau jangmi yang salah bukan dirinya dan kalaupun eunbi mengatakannya langsung kepada orang lain, mereka hanya menganggap eunbi mencari kambing hitam atas masalahnya. Semua orang tidak akan ada yang mempercayainya. Sekarang apa yang bisa eunbi lakukan.

 

 

Eunbi menghabiskan makan siangnya dalam diam. Dia mirip seperti anak sma korban pembulian duduk sendiri di meja makannya dan menikmati makan siang dengan tatapan tidak suka dari sekelilingnya. Berkali kali dia mencoba menelpon dan mengirimi pesan kepada sekretaris tuan harada. Tapi sampai sekarang tidak ada balasan apapun. Dia hanya ingin meminta maaf dan memohon agar tuan harada tidak membatalkan investasinya di perusahaan ini. Tapi kenapa sulit menghubunginya.

 

Eunbi menengadahkan kepalanya saat dirasa ada yang meletakkan makan siangnya di meja Eunbi

“kenapa kau melihatku seperti itu? Apa kau keberatan jika aku makan siang disini?”

“kenapa kau duduk disini?”
kyuhyun mengedarkan pandangannya

“dari yang aku lihat hanya tempat ini yang kosong”

Eunbi mengikuti kyuhyun, mengedarkan pandangannya keseluruh penjuru kantin

Benar tidak ada bangku yang kosong selain disini. Entah ini kebetulan atau tidak tapi eunbi sedikit bersyukur karena kedatangan kyuhyun. Setidaknya dia tidak terlalu terlihat menyedihkan.

 

Eunbi kembali focus pada ponsel, tidak ada notifikasi pesan masuk maupun tanda tanda sekretaris tuan harada menghubunginya.

“apa ponselmu itu bisa membuat kenyang? Dari tadi kau hanya memperhatikan ponselmu sampai sampai makananmu menjadi tak berbentuk karena terlalu sering kau aduk”

“aku hanya sedang berusaha menghubungi sekretaris tuan harada. Apakah kau sudah menghubunginya? Bagaimana kabarnya?” bodoh kenapa eunbi tidak menanyakan ini dari awal kepada kyuhyun.

“ani. Dia tidak menjawab panggilan teleponku. Mungkin mereka masih sibuk”

“kita memang dalam masalah yang besar.” Eunbi menundukkan kepalanya. Kalau kyuhyun saja tidak mendapat kabar apalagi eunbi.

 

 

 

Eunbi menelan ludahnya, dia terlalu sulit percaya kalau sekarang dia sedang berada di depan club malam yang terkenal dengan banyaknya wanita penghibur alias pelacur. Eunbi tidak pernah menginjakkan kaki ditempat seperti ini, dia hanya datang ke club – club biasa dipinggiran kota.

 

 

 

Song jiyeon memukul mukul lengannya. Ini adalah hari yang begitu melelahkan.

-ting-

Jiyeon masuk ke dalam lift, rasanya dia ingin cepat cepat pulang dan mandi air hangat untuk menenangkan otot- ototnya yang kaku.

Jiyeon buru buru merubah posisinya saat kyuhyun masuk ke dalam lift.

“annyeong haseyo sajangnim”

“ne jiyoen ah. Kau lembur hari ini?”

“ne. aku terpaksa harus menyelesaikan tugas eunbi. Ah ini benar – benar menjengkelkan”

“eunbi? Memangnya kemana dia?”

“aku tidak tahu, dia pergi setelah menerima telepon dan menanyakan lokasi club di daerah gangnam. Dia pasti sedang clubbing dan membuatku harus terkurung dengan semua tugas – tugasnya. Awas saja kalau besok aku bertemu dengannya .”

Eunbi? Club? Bukankah eunbi benci tempat seperti itu. Bahkan dia pemabuk yang payah. Kyuhyun tiba – tiba merasa ada sesuatu yang salah

“kau bisa memberikan alamatnya?”

“ne?”

“alamat club yang eunbi minta”

“ne. aku akan mencatatkannya untuk anda”

 

 

 

Kyuhyun berkali kali menggeser tombol hijau di ponselnya tapi hanya suara operator yang menjawabnya. Kyuhyun menginjak gas mobilnya lebih dalam lagi.

 

 

Eunbi masuk ke dalam suatu ruangan yang ada di dalam club. Dia tidak tahu kenapa sekretaris tuan harada menyuruhnya untuk datang ke tempat seperti ini. tidakkah ini sedikit mengerikan.

“duduklah nona hwang” pria itu menyesap minuman yang baunya sungguh kuat. Aroma alkohol.

Eunbi mendudukkan tubuhnya di sofa paling pinggir, tekadnya untuk meminta maaf ternyata tiba – tiba menciut saat melihat tempat seperti ini.

“ada apa kau memintaku untuk menemuimu?” suara berat laki – laki itu membuyarkan lamunan eunbi dan kembali sadar akan niat awalnya datang ke tempat ini.

“aku ingin meminta maaf akan kejadian beberapa waktu lalu. Sungguh itu bukan kesengajaan. Aku harap tuan harada tetap mau bekerja sama dengan CK Group. Aku harap tuan mau menyampaikan permintaan maaf ku kepada tuan harada”

“aku bisa saja membujuk bosku untuk tetap berinvestasi di perusahaanmu tapi…” pria itu menggantungkan kalimatnya dan menggeser duduknya dekat eunbi.

“tapi kau harus melakukan sesuatu untukku” pria itu semakin menggeser duduknya lebih dekat dengan eunbi.

Dan sial. Eunbi sudah tidak bisa menggeser duduknya sendiri. Dia sudah berada di ujung sofa.

“ap-apa yang harus saya lakukan” eunbi mendengar suaranya sendiri bergetar.

Pria itu mengelus sedikit lengan eunbi yang tidak tertupi oleh kemeja kerjanya. Dan lancangnya lagi pria itu menarik dagu eunbi untuk menghadap ke arahnya.

“kau itu wanita yang cantik, sayang kalau kau tidak bisa memanfaatkannya.semuanya akan menjadi mudah kalau mau berkorban”

Eunbi menarik tubuhnya sedikit menjauh dari pria itu.

“apa maksud tuan?”

Pria itu membisikkan kata – kata yang sukses membuat eunbi membulatkan matanya tidak percaya.

“tidurlah denganku”

 

Eunbi segera berdiri dari tempat duduknya dan menatap pria itu.

“apa yang anda maksud? Jangan kurang ajar”

“kau ingin aku membujuk tuan harada kan? Aku akan mengabulkannya” pria itu mendekat kearah eunbi dan berdiri di depannya.

“jadi tidurlah denganku”

Eunbi mendorong pria itu, tidak ini tidak benar. Sampai kapanpun eunbi tidak akan mau melakukan hal itu, dia akan lebih memilih dipenjara dari pada tidur dengan pria brengsek seperti dia.

“maaf tuan, saya tidak tertarik” eunbi berniat mengambil tasnya di sofa tapi sial pria itu memengang pundak eunbi

“ayolah jangan munafik. Aku akan memberimu banyak uang”

Lagi – lagi eunbi mendorong pria itu, tapi sial ini tidak semudah saat eunbi mendorong pria ini tadi. Ketara sekali kalau dia tidak mau melepaskan eunbi.

“tuan aku mohon. Jangan lakukan ini” sekuat tenaga eunbi meronta bahkan rasanya dia ingin menangis sekarang. tidak eunbi tidak boleh menyerah begitu saja.

Eunbi menginjak kaki pria itu , beruntunglah dia memakai hells sekarang. setidaknya itu berhasil melepaskannya dari pria ini sekarang.

Belum sempat eunbi keluar dari ruangan laknat itu, bahkan memegang gagang pintunya saja eunbi belum bisa. Pria itu kembali menarik tangan eunbi, sekarang jauh lebih erat dari sebelumnya.

“dasar wanita jalang” pria itu menarik tangan eunbi tapi untunglah tangan eunbi yang satunya berhasil menarik gagang pintu dan membukanya

 

Pria itu terdiam dan mengendorkan genggamannya pada eunbi. Tidak membuang waktu eunbi segera meloloskan dirinya dari pria brengsek itu.

 

Kyuhyun tidak percaya dengan apa yang dilihatnya sekarang. amarahnya sudah benar – benar memuncak sekarang. tidak perlu bertanya apa yang akan dilakukan pria brengsek ini, dia tahu betul apa yang akan terjadi selanjutnya.

 

BUGH

Satu hantaman kyuhyun berhasil mengenai pipi laki laki breksek itu, bahkan darah segar terlihat keluar dari sudut bibirnya.

“dasar pria brengsek” kyuhyun melayangkan pukulannya lagi

 

Eunbi mencoba memberanikan dirinya mendekati kyuhyun. Dia tidak mau masalah ini menjadi lebih rumit.

“kyu, sudahlah sekarang kita pergi” eunbi memohon sambil memegangi pundak kyuhyun. Entah sejak kapan air mata sialan ini keluar dari pelupuk matanya.

 

Kyuhyun membenarkan letak kemejanya dan menatap pria itu marah.

“kalau bosmu ingin mengakhiri investasi ini, aku akan dengan senang hati menerimanya. Kau bisa datang ke kantorku besok”

Hanya kalimat itu yang menjadi penutup, setelah itu kyuhyun menarik tangan eunbi. Membawanya menjauh dari tempat laknat itu.

 

 

Eunbi menghempaskan gengaman kyuhyun saat mereka sudah sampai di dekat mobil

“apa kau gila? Apa yang kau katakana tadi. Mengakhiri kerjasama?” eunbi benar benar tidak habis pikir kenapa kyuhyun sampai mengatakan hal mengerikan itu

“kau yang gila. Untuk apa kau menemui pria brengsek seperti dia?” kyuhyun tidak kalah marahnya dengan eunbi

“aku hanya ingin meminta maaf dan memohon agar dia mau membujuk tuan harada untuk tetap berinvestasi di perusahaan”

“dengan tubuhmu?” ini seperti pertanyaan kunci yang menusuk eunbi

Dia hanya bisa menggeleng lemah dengan air mata yang tidak mau berhenti

“aku yang memutuskannya. Aku tidak suka bekerjasama dengan orang seperti dia” kyuhyun mulai menurunkan nada bicaranya. Melihat eunbi seperti ini lebih menyakitkan dari pada harus kehilangan investornya.

“aku hanya ingin bertanggung jawab atas kekacauan yang aku timbulkan” kata eunbi lemah

Kyuhyun memegang tangan eunbi, seperti menyalurkan kehangatan

“aku bisa mencari banyak investor. Kau jangan khawatir”

Kalimat itu malah membuat eunbi semakin bersalah dan menangis sejadi jadinya. Dia merasa tidak berguna sekarang. dia yang membuat kekacauan dan sekarang kyuhyun yang harus menanggungnya.

 

Kyuhyun mendekat kearah eunbi. Dan memeluk wanita itu dengan penuh ketulusan. melihat wanita ini menangis membuat kyuhyun juga merasakan sakit.

“uljima…saranghae”

–TBC–

22 thoughts on “Destiny has not ended chapter 5

  1. Maaf utk part ini aq bener2 binggung, alurny terlalu cepat…. sebenernya ini bisa lbh panjang lg tulisannya.
    Maaf Aq hanya ngasih masukan j
    Tetep semangat ya

    Like

  2. Akhirnya kyu blg jg ‘ saranghae ‘ ternyata msih mencintai eun bi apakah dgn kejdian hari ini cinta mereka akan kembali bersatu tp gmn dgn ancaman jungmi apa eun bi akan menurutinya tw sebaliknya ?

    Untunk kburu ada kyu 🙂

    Like

  3. Oooomooo nice bgt, mlah bnyak hikmahnya drpda bencananya, jangmi bner2 lcik pntas dia menyruh eunbi utk menggantikanya krn ingin menjbak eunbi . Tp bkanya memshkan kyu dgn eui mlah membuat kyu megkui prsaan y dgn eunbo . Daebakkk

    Like

  4. Huuuuhhhh
    Unnntung ga terjadi apa2 ama eunbi
    Gyu jg. Sejauh. Ini mshh ga menghakimi eunbi
    Jangmi mkasih berkat ini jstru mereka tambah deket

    Like

  5. Huuu untung kyuhyun datang.ini paling juga kerjanya jangmi..

    Sarange akhirnya kata itu terucap juga oleh kyuhyun
    ku tunggu kelanjutannya

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s