I Love You Even Though I Hate You part 3

i love you copy

Title : I Love You Even Though I Hate You

Author : Oh Honey

Lenght : Chapter

Genre : Romance, Married Life

Cast : Cho Kyuhyun | Hwang Eunbi | Lee donghae | Kim Soe Hye

Part 1 | Part 2

Author’s Note : author balik lagi dengan ILY part 3, semoga part ini tidak mengecewakan. Maaf kalau ceritanya tambah geje dan juga penulisannya yang masih amburadul tapi ff ini murni dari pemikiranku. So, jangan lupa untuk RCL dan HAPPY READING.

 

Pernahkah kalian merasa sakit hati yang teramat dalam sampai rasanya dada ini terasak sesak dan tidak sanggup lagi untuk bernafas, seolah ada ribuan benda tajam yang memenuhi setiap rongga dada kalian? Kalau iya, pasti itu sangat menyakitkan. Dan itulah yang saat ini kyuhyun rasakan. Ia seakan tidak sanggup lagi untuk menahan rasa kecewanya. Mempunyai istri yang sangat mencintainya adalah impian terbesar kyuhyun, mungkin tidak hanya impian kyuhyun tapi impian semua laki laki didunia ini. dan menurut kalian apa jadian kalau impian itu seolah akan hilang?. Sangat menyedihkan.

***

Tanpa ingin keluar dari mobil mewahnya yang telah membawanya sampai ke depan rumahnya, kyuhyun memperhatikan dengan seksama setiap lembar foto yang ada ditangannya, memastikan bahwa apa yang dilihatnya adalah salah. Tapi berulang kali ia mencoba memastikan semua itu berulang kali juga ia merasa sangat kecewa.

***

Dengan kasar kyuhyun membuka pintu rumahnya, ingin rasanya ia meluapkan segala rasa kecewa dan juga marahnya pada istri yang sangat dicintainya. Ia tidak menyangka kalau istrinya akan setega ini mengkhianati cintanya. Segala rasa cinta, kasih dan sayang telah kyuhyun berikan pada eunbi tapi apa yang ia dapat. Ia hanya mendapatkan bukti pengkhianatan cintanya. Entah siapa yang mengirim foto itu pada kyuhyun tapi yang jelas semua foto itu telah membuat darah kyuhyun seolah mendidih, hatinya bagai tertusuk pisau yang sangat tajam sampai menembus jantungnya.

Dengan tatapan yang penuh emosi kyuhyun menatap eunbi yang berdiri sekitar 5 meter dari hadapannya. Hanya tatapan bingung yang eunbi tampilkan, bingung dengan sikap kyuhyun. tidak biasanya ia membuka pintu seperti itu. Dan ada apa dengan tatapannya. Kenapa tidak selembut biasanya.

Seolah tahu apa yang kyuhyun inginkan eunbi hanya berdiri mematung ditempatnya tanpa mengeluarkan satu patah katapun.

Kini jarak mereka telah terkikis menyisakan sekitar setengah meter. Dengan kasar kyuhyun melemparkan semua foto yang telah ia genggam dengan sangat kuat sedari tadi ke hadapan eunbi.

“aku tidak menyangka kau akan setega ini padaku. Apa salahku padamu? Apa aku pernah menyakitimu? Apa aku pernah melukaimu? Huh!!”

Suara kyuhyun benar benar memekakan telinga, baru kali ini ia berteriak pada eunbi. Saat ini mata kyuhyun terlihat memerah entah karena marahnya atau karena ia menahan tangisnya atau karena keduanya. Entahlah .

Dengan sedikit ragu eunbi mengambil salah satu foto yang sudah tercecer dilantai karena ulah kyuhyun. matanya membulat sempurna melihat foto itu. Saat ini eunbi mengerti kenapa kyuhyun bisa semarah ini. tapi eunbi tidak mengerti kenapa foto itu bisa ada ditangan kyuhyun dan juga.. kenapa ia terlihat seperti itu. eunbi hanya menatap kyuhyun sedih. Tidak tahu lagi apa yang harus ia lakukan.

“kenapa kau hanya diam saja. Siapa laki laki itu?”

“aku tidak tahu siapa dia.”

“kau jangan berbohong lagi padaku. Kalau kau tidak kenal dengannya bagaimana bisa kalian terlihat semesra itu? Huh. Apa menurutmu aku terlihat bodoh?”

“aku tidak bohong padamu.”

“lalu bagaimana dengan semua ini?”

“aku.. aku.. benar benar tidak tahu siapa laki laki itu”

Air mata eunbi tak terbendung lagi saat kyuhyun memutuskaan pergi dari hadapannya dan meninggalkannya sendiri. Ia merasa sangat sedih dengan apa yang dilakukan kyuhyun. hanya suara tangisan yang mewakili bagaimana perasaan eunbi saat ini. ia benar benar tidak tahu siapa laki laki itu. Eunbi hanya bertemu dengannya sekali saat ia ingin menemui nyonya shin. Yah, nyonya shin. Waktu itu eunbi berjanji bertemu dengan nyonya shin disalah satu restoran eropa yang cukup terkenal. Awalnya eunbi merasa curiga dengan ibu angkatnya itu karena tidak biasanya ia mengajak bertemu di tempat mewah. Tapi semua itu tidak menghentikan niatan eunbi untuk bertemu nyonya shin.

Hampir 15 menit eunbi menunggu direstoran itu tapi nyonya shin tidak juga datang, yang datang justru laki laki difoto itu. Dengan alasan bahwa ia disuruh oleh nyonya shin akhirnya eunbi bersedia duduk dengan laki laki yang sama sekali tidak dikenalnya itu.

Dan kejadian yang menurut kyuhyun terlihat romantis itu adalah saat tidak sengaja dress yang eunbi pakai terkena tumpahan wine. Dan tanpa diduga laki laki itu berusaha untuk membantunya membersihkannya. Laki laki itu sedikit mencondongkan tubuhnya kehadapan eunbi jadi ketika difoto dalam arah yang tidak semestinya laki laki itu seolah ingin mencium eunbi.

Mengingat semua itu eunbi menghentikan tangisnya.

Jadi semua ini adalah ulah ibu. Batin eunbi

Bagaimana bisa ia setega ini padaku.

Tangis eunbi benar benar pecah air matanya semakin mengalir deras. Ia tidak tahu apa yang harus ia lakukan. Menjelaskan kepada kyuhyun cerita yang sebenarnya? Tentu itu sangat tidak mungkin. Membiarkan semua ini? rasanya eunbi tidak sanggup membiarkan kyuhyun terus membencinya. Lalu apa yang harus dilakukan eunbi?.

***

Pagi ini kyuhyun pergi kekantor sangat pagi bahkan saat eunbi belum membuka matanya. Untuk saat ini ia ingin menenangkan diri dengan tidak bertemu dengan eunbi. Apalagi setelah kejadian tadi malam yang membuat eunbi menanngis tak karuan. Rasanya saat itu kyuhyun ingin berlari kehadapannya dan memeluknya mencoba menenangkannya tapi semua itu telah terkalahkan oleh rasa emosi dan kecewanya. Ia tidak tahu apa yang harus ia perbuat. Memaafkannya atau tidak.

***

Rasa pusing menghampiri kepala eunbi, mungkin karena ia terlalu banyak menangis tadi malam sehingga ia baru bisa memejamkan matanya setelah pukul 2 malam.

Teringat apa yang menjadi alasannya menangis tadi malam, eunbi bangkit dari tempat tidurnya berlari keluar kamar bermaksud mencari kyuhyun. setelah semalaman berpikir eunbi memutuskan untuk meminta maaf pada kyuhyun walaupun sebenarnya ini bukan kesalahan eunbi. Tapi menurutnya ini adalah satu satu cara yang bisa ia lakukan saat ini.

Wajahnya terlihat sangat kecewa saat tidak menemukan siapapun dirumah ini. ingin rasanya ia menangis mengasihani apa yang terjadi pada dirinya.

Suara pesan masuk dari handphonenya membuat eunbi melangkahkan kakinya menuju nakas samping tempat tidurnya. Eunbi segera membuka pesannya saat melihat nama nyonya shin yang terpampang pada layar handphonenya.

“kau sudah lihat fotonya? Bagus tidak? Aku rasa itu cukup bagus.

Itu hanya peringatan buatmu, kalau kau tidak segera melakukan apa yang aku perintahkan padamu maka aku bisa membuat sesuatu yang lebih indah dari itu.”

Membaca pesan dari nyonya shin membuat eunbi seolah mendapat ultimatum untuk perang dunia ke tiga. Ia membaringkan dirinya dikasur mencoba menerawang ke langit langit kamarnya. Kenapa Tuhan membuatnya berada dalam situasi sesulit ini?.

“Apa yang harus aku lakukan appa, unnie? Dan apa yang sebenarnya terjadi padamu unnie?, aku merasa ibu menyembunyikan sesuatu dariku. Jelaskanlah padaku unnie, apa yang sebenarnya terjadi” eunbi bergumam lirih mencoba mencurahkan apa yang menjadi beban pikirannya selama ini.

***

Berkali kali eunbi melihat jam dinding yang terpajang indah di ruang keluarganya. Ini sudah malam tapi kyuhyun belum juga pulang. Rasa kantuk sudah menggelanyuti eunbi sejak tadi tapi eunbi tak ingin kalah oleh rasa kantuk itu. Eunbi telah bertekad untuk meminta maaf pada kyuhyun, yah walaupun tanpa menceritakan apa yang sebenarnya terjadi.

Tanpa eunbi sadari laki laki yang ia tunggu sejak tadi sudah datang. Laki laki itu menghentikan langkahnya tepat disamping eunbi, memperhatikan setiap detail wajah cantik eunbi. Saat ini eunbi tengah tertidur pulas di sofa dengan posisi yang terlihat sangat tidak nyaman. Aku rasa siapapun yang tidur dengan posisi seperti itu pasti akan menderita sakit punggung keesokan harinya.

Menyadari posisi istrinya yang tidak dapat didiskripsikan dengan kata kata itu, kyuhyun mengenyampingkan rasa capeknya serta rasa kesalnya pada eunbi. Ia mengangkat tubuh ramping istrinya dan membawanya kekamar.

Merasa ada yang mengusik tidurnya eunbi membuka matanya perlahan saat ini kyuhyun tengah menurunkan eunbi dari kedongannya ke kasur ukuran king size mereka. Mata mereka bertemu untuk sepersekian detik. Tidak ada yang membuka suara sampai kyuhyun menyadari apa yang telah mereka lakukan.

“tidurlah, aku akan pergi ke ruang kerjaku.” Nada dingin benar benar ketara dari ucapan kyuhyun. sepertinya dia masih belum memaafkan kesalahan eunbi, ini memang bukan kesalahan kecil jadi wajar kalau kyuhyun tidak semudah itu memafkan eunbi, bahkan akan terasa sangat aneh kalau kyuhyun memaafkan eunbi secepat itu. tapi kenapa kyuhyun menggendong eunbi kekamar padahal guratan lelah tergambar jelas diwajahnya. Kenapa dia lebih mementingkan eunbi dari pada dirinya?. Apakah itu berarti kyuhyun tidak sepenuhnya marah pada eunbi?.

“ada yang ingin aku katakan padamu.”

Kyuhyun menghentikan langkahnya tanpa membalikkan tubuhnya kepada eunbi. Melihat kyuhyun yang tidak ingin membalikkan badannya dan menatapnya, terselip rasa sedih di dalam hati eunbi.

“aku benar benar tidak tahu siapa laki laki yang difoto itu. Aku memang pernah bertemu dengannya sekali tapi itu semua karena ketidak sengajaan. Waktu itu aku ada janji dengan seorang teman tapi dia tidak bisa datang jadi dia menyuruh laki laki itu untuk datang menemuiku.”

Eunbi menghentikan pembicaraan pajang lebarnya menunggu respon dari kyuhyun. tapi sepertinya kyuhyun masih belum ingin menanggapi eunbi bahkan ia masih terdiam ditempatnya tanpa berpindah satu langkahpun.

“dan tentang pose difoto itu… itu tidak seperti apa yang kau pikirkan dan apa yang kau lihat. Waktu itu dia hanya membantuku membersihkan tumpahan wine yang mengenai dress.ku. maksudku dia memberikan sapu tangannya padaku. Memang waktu itu dia sedikit mencondongkan tubuhnya kehadapku sehingga dari posisi yang salah dia terlihat akan menciumku.” Eunbi menundukkan wajahnya dan merendahkan suaranya pada akhir kalimat.

Suasana kembali hening untuk beberapa saat, tidak ada yang membuka suara, Sampai kyuhyun melangkahkan kakinya keluar kamar. Lagi lagi langkahnya berhasil dihentikan oleh eunbi.

“kyuhyun ah, kau mencintaiku kan?”

Kali ini suara eunbi tidak hanya berhasil menghentikan langkah kyuhyun tapi eunbi juga berhasil membuat kyuhyun menatap wajahnya.

“kalau kau mencintaiku, kenapa kau tidak mencoba untuk mempercayaiku.?”

Kyuhyun memandang mata eunbi dalam dalam, ia seolah mencari kebenaran dari apa yang eunbi katakan.

“aku akan pergi”

Kyuhyun pergi perlahan dari hadapan eunbi dan hati eunbi seolah mencelos mendengar apa yang keluar dari mulut kyuhyun. itu bukan jawaban yang eunbi inginkan. Mungkin kyuhyun memang butuh waktu. Pikir eunbi.

***

Bahkan setelah apa yang telah eunbi katakan pada kyuhyun dua hari yang lalu tidak membuat hubungan mereka kembali seperti semula. Hal itu justru membuat eunbi tidak bisa melihat kyuhyun selama dua hari. kyuhyun akan pergi sebelum eunbi bangun dari tidurnya dan dia akan kembali setelah eunbi tertidur. Benar benar keadaan yang menyedihkan. Bagaimana tidak menyedihkan? kau tinggal satu rumah dengan seseorang dan seseorang itu adalah suamimu sendiri tapi kau sama sekali tidak bisa melihat wajahnya. Ironis bukan?.

Dengan malas eunbi bangun dari tempat tidurnya. Ia melirik jam yang terpajang di nakas samping tempat tidurnya.

“pasti kyuhyun sudah pergi sekarang” gumam eunbi lirih.

Masih dengan kesadaran yang belum sepenuhnya terkumpul eunbi keluar dari kamarnya. Tenggorakannya terasa sangat kering saat ini seolah ia tengah tinggal dipadang pasir, jadi ia ingin mengambil air untuk menghilangkan rasa dahaganya.

Dua anak tangga berhasil ia lewati dengan selamat tapi menginjak tangga yang ketiga membuat ia hampir saja terjatuh. Bukan karena tangganya yang licin tapi karena ia melihat pemandangan yang beberapa hari belakang ini sangat ia rindukan. Kyuhyun. keterkejutan eunbi tidak hanya sampai disitu saja, saat ini ia tengah mengedipkan matanya beberapa kali saat ia melihat senyum indah itu.

“sepertinya aku masih terlalu mengantuk” gumam eunbi pada dirinya sendiri.

“kenapa kau diam disitu, cepat turun.”

Kali ini eunbi hampir terjungkal kedepan, matanya membulat sempurna dan mulutnya menganga membentuk huruf O.

“bagaimana dia bisa bicara” tanya eunbi pada dirinya sendiri.

“cepatlah.”

Eunbi merutuki dirinya sendiri saat ia menyadari kebodohannya. Bagaimana dia bisa sebodoh itu. Laki laki yang sangat ia rindukkan telah menunggunya dimeja makan tapi eunbi malah mengira itu adalah halusinasi. Benar benar bodoh.

Lihatlah, apa yang eunbi lakukan sekarang, ia berlari ke kyuhyun persis seperti seorang anak kecil yang melihat ayahnya pulang dari perjalanan bisnis yang panjang dengan membawa sekantong mainan. Seharusnya ia melakukannya dari tadi. Dasar Eunbi babo.

“kenapa kau belum berangkat?” eunbi memilih pertanyaan itu untuk membuka perbincangan diantara keduanya. Sebenarnya banyak pertanyaan yang ingin eunbi tanyakan pada kyuhyun, seperti kenapa ia menghindarinya selama beberapa hari ini?, apakah dia sudah dimaafkan?, dan kenapa kyuhyun tidak mengatakan apa apa malam itu?. Semua pertanyaan itu benar benar membuat kepalanya pusing, tapi eunbi tidak ingin membuat paginya yang cerah ternodai dengan menanyakan hal yang sepertinya tidak ingin kyuhyun dengar.

“karena aku menunggumu” jawab kyuhyun datar.

“hah!!” sepertinya kyuhyun ingin membuat eunbi terkena serangan jatung pagi ini. pertama ia tidak pergi sepagi biasanya, kedua, ia menunggunya dimeja makan dengan berbagai makanan yang sudah tersaji yang bahkan eunbi tidak tahu dari mana datangnya semua makannan itu dan yang ketiga, kyuhyun mengatakan dengan mulutnya sendiri kalau ia menunggu eunbi bangun. Seperti ada jutaan bunga yang bermekaran menggelitik perutnya. Menyenangkan.

“kenapa kau diam saja, cepatlah duduk. Aku sudah terlambat.”

“bagaimana dia bisa berubah 180 derajat.” Batin eunbi. ia memperhatikan dengan seksama wajah kyuhyun, memastikan bahwa ini adalah benar cho kyuhyun, suaminya bukan orang lain.

“kenapa kau melihatku seperti itu. Apa aku terlihat aneh?”

Eunbi hanya menganggukkan kepalanya, rasa terkejutnya belum sepenuhnya hilang dari dirinya.

Kyuhyun memang terlihat sangat aneh, tingkah lakunya hari ini dan kemaren benar benar sangat berbeda.

Bukan tanpa alasan kyuhyun melakukan itu, selama beberapa hari ini sejak eunbi menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi dan menanyakan apakah ia mencintai eunbi, kyuhyun telah memikirkan semua ini.

Pertanyaan ‘apakah kau mencintaiku?’ terus berputar dikepalanya. Setiap kali kyuhyun mencoba menanyakan itu pada dirinya jawaban yang ia dapat selalu sama dan tidak pernah berubah, bahkan hati kecilnya berkata kalau kyuhyun sangat mencintai eunbi. itulah yang membuat kyuhyun berubah aneh pagi ini. untuk saat ini kyuhyun ingin memaafkan apa yang telah eunbi lakukan dan berusaha untuk mempercayainya seperti apa yang telah eunbi katakan. tidak mudah memang melakukan semua itu, tapi kyuhyun yakin ia bisa melakukannya dan kyuhyun yakin dengan keputusannya.

Mencintai dan mempercayai memang dua hal yang tidak dapat dipisahkan layaknya nadi dan jantung yang membentuk sistem kerja tubuh, keduanya tidak akan bisa hidup tanpa adanya satu sama lain.

Jika kita mencintai seseorang tapi tidak mempercayainya berarti kita belum sepenuhnya mencintainya, tapi jika kita mencintai dan mempercayainya sepenuh hati. Itulah cinta yang sebenarnya.

***

Entah ini langkah keberapa, ke 100 atau ke 1000?, entahlah. Aku rasa hanya Tuhan yang dapat menghitungnya. bagaimana tidak, sejak dari tadi eunbi hanya berjalan kesana kemari tidak jelas di dalam kamarnya, aku rasa saat ini dia terlihat seperti orang yang benar benar frustasi atau bahkan dia terlihat seperti gadis gila. sesekali eunbi memejamkan matanya dan menghela nafas dalam dalam kemudian bergumam tidak jelas.

seminggu ini eunbi memang terlihat sangat aneh, setiap suaminya telah berangkat kekantor ia akan menghabiskan berjam jam waktunya hanya untuk melakukan hal gila itu. Dan ini membuat kepalanya serasa akan meledak seperti ada bom yang telah tertanam di dalam otaknya. Mungkin terasa berlebihan tapi memang itulah yang eunbi rasakan, memikirkan hal ini terasa jauh lebih sulit dibanding dengan mengerjakan 100 soal matematika yang rumusnya sama sekali tidak ada dibuku. Benar benar membuat frustasi.

Eunbi benar benar berpikir keras untuk ini, sampai pada akhirnya.

“Buku diary”

Suaranya benar benar memekakan telinga. Untung saja tidak ada orang lain dirumah ini. kalau ada sudah pasti ia dikira tengah diserang binatang buas atau diserang alien.

Yah, walaupun eunbi sudah mendapatkan apa yang ia pikirkan dari tadi, tapi itu tidak cukup untuk membuat ia berhenti berpikir. Saat ini ia harus berpikir keras, memutar otaknya untuk menemukan cara agar ia bisa menemukan buku diary itu. Ibarat mencari jarum diatas tumpukan jerami itulah ungkapan yang tepat untuk menemukan buku itu karena eunbi memang sama sekali tidak tahu bentuk dan warna apa buku diary shin nara. Kakaknya.

Dan juga ada satu pertanyaan yang eunbi khawatirkan, apakah shin nara menulis buku diary?. Semoga saja iya.

***

Berbekal keberanian yang eunbi punya, disinilah ia sekarang. Sebuah rumah yang nampak sangat sederhana dengan halaman yang tidak terlalu luas. Eunbi ingat betul dulu halaman itu penuh dengan bunga daisy yang nampak sangat indah saat mereka mekar bersama tapi saat ini halaman kecil itu nampak mati. Gersang dan tak terawat.

Inilah tempat kelurga shin tinggal, tempat eunbi dibesarkan sampai umur 12 tahun. Tujuan eunbi datang kesini bukan untuk menemui nyonya shin tapi untuk mencari buku diary. Sejauh yang eunbi pikirkan ini adalah satu satunya cara agar ia bisa menemukan buku itu. Benar benar pekerjaan yang sulit tapi sesulit apapun pekerjaan itu eunbi telah memantapkan hatinya untuk melakukan apapun itu. Karena hanya lewat buku itulah eunbi bisa tahu cerita yang sebenarnya. Ia tidak ingin orang yang tidak bersalah menjadi korban dari ide gila nyonya shin. Eunbi memang bodoh telah menyetujui ide itu, tapi sebelum ide gila itu terealisasi sepenuhnya eunbi ingin tahu kebenarannya.

Eunbi beruntung karena ia datang tepat saat nyonya shin akan pergi meninggalkan rumahnya. Dengan keyakinan penuh eunbi melangkahkan kakinya masuk kedalam rumah. Desain dan interior rumah itu telah banyak berubah sangat berbeda saat eunbi masih tinggal disini.

Sebuah foto yang terpajang di samping televisi mampu membuat eunbi menghentikan langkahnya. Ia sedikit melebarkan senyumnya, eunbi merasa kalau orang dalam foto itu telah menunggu nunggu kehadirannya. Foto itu adalah foto tuan shin. Ayahnya .

Dengan frustasi eunbi mengacak ngacak rambut panjangnya. Semua sudut kamar ini telah ia teleti tapi satu lembar diarypu tidak ia lihat.

“dimana unnie menyimpan bukunya”

“apakah dia tidak memiliki buku diary? Aku rasa dia menulisnya.” Eunbi berdialog sendiri.

Sepertinya hari ini eunbi harus menyerah untuk mendapatkan buku itu. Tidak mungkin ia berlama lama dirumah ini. kalau nyonya shin tahu pasti akan terjadi bencana besar, dan eunbi tidak ingin itu terjadi.

Dengan langkah yang sangat hati hati eunbi berjalan keluar takut kalau ada orang yang memergokinya. Padahal tidak ada satu orangpun dirumah ini kecuali nyamuk nyamuk yang sedang bersembunyi disudut sudut ruangan.

Eunbi terlonjak kaget saat pintu yang akan ia buka sudah terbuka dan menampakkan sesosok wanita paruh baya yang ia hindari akhir akhir ini. beberapa telepon darinya bahkan tidak dihiraukan oleh eunbi. tapi sepertinya saat ini Tuhan tidak membiarkan eunbi bebas dari wanita tua itu.

“kenapa kau ada disini?” tanya nyonya shin galak. Nada bicaranya dengan eunbi memang seperti itu. Tidak pernah berubah.

“aku.. aku hanya ingin mampir, aku ingin melihat ibu itu saja, tapi ternyata ibu sedang tidak ada dirumah.”

“untuk apa kau menemuiku? Apa kau punya kabar bagus?” rawut wajah nyonya shin berubah menjadi sumrigah saat mengatakan kabar bagus.

“sepertinya aku salah memberikan alasan” kata eunbi dalam hati.

“tidak ibu, aku hanya ingin melihatmu itu saja.”

“dengar ya, jangan coba coba menemuiku lagi kalau kau tidak punya kabar bagus itu. Apa kau mengerti?.”

Rasanya telinga eunbi akan tuli setelah mendengar betakan dari nyonya shin. Kenapa wanita ini bisa memiliki suara yang sekeras itu padahal kerutan disamping matanya sudah sangat banyak. Apakah dia dianugerahi suara yang berlebih?. Dasar menyebalkan.

“iya aku mengerti.” Jawab eunbi pasrah.

Serasa keluar dari kadang singa eunbi menghembuskan nafas leganya saat ia sudah sampai didalam mobil. Beruntung nyonya shin tidak memergokinya masuk ke dalam kamar shin nara. Mengingat kamar shin nara, bagaimana dengan bukunya?.

“ah, kepalaku pusing.” Eluh eunbi pada dirinya sendiri, ia menyandarkan kepalanya pada setir mobil sambil memejamkan matanya, menghirup setiap udara yang ada untuk mengisi setiap rongga dadanya yang terasa sesak setelah bertemu nyonya shin.

“aku harus berhasil menemukannya, bagaimanapun caranya”

————–TBC————–

14 thoughts on “I Love You Even Though I Hate You part 3

  1. Ternyata ibu ankat ton ya
    Knp eunbi mau diperalat yg akhirnya nanti eunbi sdri yg akan dibenci kyuhyun lihat baru sehitu aj marahnya udh banget apa lagi kl nanti ketahuan yg lainnya bisa” eunbi dicerai kyu

    Kasian eunbi tertekan

    Like

  2. penasaran bgt deh
    itu Diary Kalo ada tapii ditaruh dimana??

    semoga eunbi bisa nemuin

    untung Kyu udah Bisa Percaya ke eunbi

    semoga….semoga…..Masalahnya Terkuak deh

    Like

  3. sepertinya cerita ini akan panjang dan masih akan sangat panjang 🙂

    semogaaa semuanya cuma salah paham 🙂

    itu aja sih sebetulnya yang jadi perkaranya menurutku ^^

    selalu semangat yaa dearrr

    XOXO

    Like

  4. Ya semoga aja eunbi gk sampai hati mengikuti semua rencana nyonya shin
    Dia harus tahu dulu apa alasan nyonya shin melakukan itu semua
    Kyuhyun akan lebih daripada kecewa dan sakit hati

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s