Beautiful Lie Part 3

beautiful lie copy

Green Café

Setelah kejadian dua hari yang lalu yang membuat eunbi tidak bisa tidur karena terus memikirkannya, disinilah eunbi sekarang. Menunggu kyuhyun memberikan sebuah jawaban. Setelah kyuhyun mengirimi pesan untuk bertemu eunbi langsung meninggalkan pekerjaannya dan berlari ke sini. Sebenarnya dia sudah tidak punya keberanian untuk datang tapi eunbi tetap harus menyelesaikan semua yang sudah dimulai.

 

Eunbi memandang lurus ke depan saat orang yang ditunggunya berjalan dengan tegas mendekat ke arahnya. Seperti adegan dalam drama – drama saat sang pemeran utama datang, tidak ada satu pun orang yang berkedip melihatnya. Seperti sekarang ini, semua orang serasa tersihir dengan pesona kyuhyun. Hidung yang mancung, bentuk tubuh yang proposional, kulit putih menjadi perpaduan yang pas dengan wajah asianya. Semua orang mulai berbisik membicarakannya, entah karena mereka kaget melihat kyuhyun di tempat ini atau karena ketampanan kyuhyun yang di luar batas.

 

Kyuhyun’s Apartement

1 jam yang lalu…

Kyuhyun memandangi jalanan yang begitu ramai dari jendela apartementnya melihat beberapa mobil yang berjejer rapi di sana menunggu lampu hijau menyala. Apartement kyuhyun memang menawarkan pemandangan yang bagus, kalian bahkan bisa melihat sungai han dari atas sini dan gedung – gedung pencakar langit yang berdiri kokoh. Tapi siapa yang tahu, kalau sebenarnya pikiran kyuhyun tidak pada betapa padatnya jalanan di bawah sana. Pikirannya terpusat pada perkataan eunbi yang memintanya untuk memulai sebuah hubungan dengannya. Seharusnya kyuhyun senang saat eunbi mengatakan itu, tapi kenapa dia merasa sedikit marah saat permintaan itu datang karena orang lain. Donghae, cinta pertama eunbi. Seolah – olah semua harga dirinya hilang begitu saja tapi bukan hanya harga dirinya saja yang terluka hatinya juga sangat terluka, saat orang yang dia cintai lebih memandang cinta pertamanya dari pada dirinya yang terang – terangan berdiri di depannya menunggunya datang ke arahnya dengan cinta dan ketulusan. Bukan seperti ini, eunbi datang kepadanya bukan karena dia ingin memeluk kyuhyun tapi karena orang lain.

 

Kyuhyun sadar semua kesempatan ini, penawaran eunbi tidak akan datang dua kali dan sejujurnya kyuhyun tidak ingin melewatkan ini semua. Tapi, apa yang harus kyuhyun lakukan sekarang? Dia jatuh cinta untuk pertama kalinya, haruskah dia juga mengalami patah hati yang begitu sakit bahkan sebelum dia bisa merasakan manisnya kebersamaan yang sesungguhnya?. Dia ingin eunbi tahu bahwa kyuhyun tidak main – main dengan ini semua, tapi bodohnya, eunbi hanya menganggap itu semua sebagai lelucon yang menggelitik perut saat kalian mendengarnya. Semua situasi ini membuat kyuhyun kesal, kenapa cinta pertamanya begitu rumit?.

 

Kyuhyun meneguk sedikit teh yang sudah mulai dingin di tangannya. Lalu merogoh ponselnya dari saku celananya dan mengetikan beberapa baris kata sebelum mengklik tombol send disana.

 

Green Café

Setelah kedatangan kyuhyun beberapa menit yang lalu, tidak ada yang membuka suara. Mereka bingung harus memulai pembicaraan ini dari mana. Hanya terdengar suara music yang diputar di café ini.

 

“kau tahu kenapa aku menghubungimu kan? Aku tidak punya banyak waktu, jadi ayo kita percepat.”

Eunbi hanya mengangguk mengiyakan pertanyaan kyuhyun.

“Tentang permintaanmu. Kita bisa melakukan itu. Tapi aku punya peraturan.”

“permintaanku? Kyuhyun shi dari awal ini permintaanmu. Baiklah – baiklah sekarang ini adalah permintaanku dan permintaanmu.”

“ dulu permintaanku tapi sekarang berubah eunbi shi” kyuhyun mengingatkan

“terserah kau saja.” Jawab eunbi malas

“Jadi apa maksudmu tentang peraturan?” lanjutnya

“seperti yang kau mau kita hanya akan berperan di depan donghae dan selebihnya kita tidak punya hubungan apa – apa. Kau tetap dengan kehidupanmu dan aku tetap dengan kehidupanku. Aku tidak akan mencampuri urusanmu lagi mulai sekarang.”

Eunbi Nampak berfikir sejenak. Kenapa dari kalimat yang keluar dari bibir kyuhyun tadi terasa menyakitkan. Ini pertama kalinya kyuhyun bertindak sangat dingin seperti ini. Selama ini dia tidak pernah menatap eunbi seperti sekarang. Tatapannya tidak sedamai biasanya saat dia berbicara kepada eunbi.

“baiklah. Kita lakukan seperti itu.”

Hanya kalimat itu yang menjadi penutup pembicaraan ini. kyuhyun segera keluar dari café meninggalkan kopi yang belum tersentuh sedikitpun dan eunbi yang duduk mematung memandang punggung kyuhyun yang pergi menjauh. Ini pertama kalinya eunbi menatap kepergian kyuhyun. Entah kenapa eunbi merasa ada yang aneh dengan dirinya tapi eunbi tidak tahu apa itu, dia tidak bisa menemukan dimana keanehan itu berasal.

 

Sama seperti apa yang mereka berdua sepakati dua minggu yang lalu, kyuhyun dan eunbi akan menjadi kekasih jika dihadapan donghae dan ha neul setelah itu mereka akan menjadi orang asing yang canggung ketika bertemu. Ini jauh lebih canggung dari pertama mereka bertemu. Kyuhyun tidak pernah lagi datang ke tempat kerja eunbi atau mengajaknya makan bersama. Semua kebiasaan – kebiasaan itu berhenti setelah kesepakatan mereka berdua tempo hari.

 

Kyuhyun kembali pada dirinya yang dulu, menjadi seorang cassanova. Semua rasa sakit akibat cinta bertepuk sebelah tangannya membuat dia tidak memandang lagi apa itu cinta. Butuh bertahun – tahun kyuhyun untuk percaya tentang adanya sesuatu yang dinamakan cinta. Perceraian kedua orang tuanya dan permasalahan lain yang mengiringinya membuatnya sempat berfikir bahwa tidak ada yang namanya cinta di dunia ini. Yang kyuhyun tahu cinta hanya akan membuat kedua orang lain saling melukai dan membenci seperti orang tuanya.

 

Club Malam

Kyuhyun menolehkan pandangannya saat seseorang menepuk bahunya.

“aku pikir kau tidak akan melihat wanita – wanita sexy itu lagi setelah bertemu dengan eunbi.” Donghae mendudukan dirinya di samping kyuhyun, mulai memesan minuman kepada bartender di depannya.

Kyuhyun menyesap minumannya dan tersenyum miris “pria tetaplah pria lee donghae” lanjutnya

“kau benar. tidak akan ada yang berubah dari pria, dia akan tetap suka memandang wanita – wanita sexy itu”

Kyuhyun hanya tersenyum kecut dibalik gelas minumannya.

 

Suara dering ponsel kyuhyun di atas meja mengalihkan focus kedua pria itu dari minuman yang dari tadi disesapnya.

Donghae memicingkan matanya menatap nama yang tertera di layar ponsel kyuhyun, ‘park nayoung’

“kau masih berhubungan dengannya?”

“hanya untuk bersenang – senang” jawab kyuhyun acuh, setelah itu dia meraih ponselnya dan mengangkat teleponnya.

 

“oh, baiklah.” Setelah itu sambungan telepon terputus.

Kyuhyun beranjak dari tempat duduknya.

“kau mau pergi?” Tanya donghae setelah kyuhyun memberikan beberapa lembar won kepada bartender.

“aku harus menemui nayoung. Terima kasih sudah menemaniku” kyuhyun menepuk pundak donghae dan berjalan menuju parkiran mobil.

 

Eunbi’s Apartement

Eunbi menenteng satu kantong plastik penuh berisi snack, dia memang selalu bosan di apartement sendiri tanpa ada kegiatan, mengemil. Beruntunglah tubuhnya tidak gampang gemuk seperti kebanyakan orang, bahkan makan dan mengemil di tengah malam pun tidak akan menjadi masalah. Bentuk tubuhnya akan tetap seperti itu.

 

Eunbi menghentikan langkahnya, penglihatannya masih terlalu kaget dengan apa yang dilihatnya. Pria yang tampak begitu gagah keluar dari mobilnya dan pandangannya bertemu dengan eunbi yang berdiri mematung.

 

Kyuhyun terus melangkahkan kakinya memasuki gedung apartement, menghiraukan eunbi yang tetap berdiri di tempat. Memang mereka sudah sepakat untuk berpacaran, tapi ingatlah, itu jika ada donghae dan ha neul. Sejujurnya hubungan mereka menjadi jauh lebih buruk dan canggung.

 

Eunbi menghembuskan nafas dan mengikuti punggung kyuhyun masuk ke dalam gedung apartement.

Sekarang mereka seperti orang asing yang tidak pernah mengenal. Hanya saling diam sambil menunggu pintu lift terbuka.

-ting-

Bahkan sampai saat ini, saat mereka dalam sebuah kotak yang siap membawa mereka ke lantai atas suasana hening masih setia menyelimuti.

“kau akan menemui seseorang?”

“kekasihku” jawab kyuhyun dingin tanpa berniat menatap eunbi sekalipun. Sebenarnya kyuhyun ingin berbalik tapi dia akan mencoba sekuat tenaga untuk tidak berbalik. Entah apa yang sedang dia jaga dan pertahankan. Tapi percayalah ini lebih menyakitkan dari pada kamu menjaga cinta sepihakmu.

 

‘ah, kekasih. Kenapa kau tidak menyadarinya dari tadi hwang eunbi’ runtuk eunbi. Eunbi sudah pernah melihat kyuhyun berada di gedung apartement ini sebelumnya, jadi apa yang kau harapkan hwang eunbi? Kau ingin kyuhyun datang kesini karena dia ingin menemuimu? Itu tidak mungkin. Kau sudah membuatnya sakit hati dan kau ingin dia tetap berlaku baik padamu?

 

“aku harap kau tidak melupakan janji kita. Selain di depan donghae kau bukanlah siapa – siapaku”

Eunbi mengangkat kepalanya mendengar perkataan kyuhyun. semua itu benar tapi entah kenapa itu terasa menyakitkan untuk eunbi. ‘kau bukan siapa – siapaku’.

 

Pintu lift terbuka dan kyuhyun segera keluar sedangkan eunbi hanya terus menatapnya. Seperti adengan dalam sebuah drama saat eunbi menurunkan kembali pandangannya pada lantai lift dan kyuhyun mulai berbalik menatap eunbi seiring dengan pintu lift yang perlahan mulai menutup.

***

Nayoung menuangkan cairan berwarna merah pada gelas yang sudah ia tata sebelumnya. Beberapa hidangan ala eropa menghiasi meja makannya. Ini seperti acara makan malam romantis di restoran mewah tapi nayoung mengadakannya di apartementnya bersama kekasihnya. Kyuhyun.

 

Kyuhyun menggoyang – goyangkan gelasnya sebelum menyesap red wine miliknya.

“oppa aku senang kita menjadi pasangan kekasih lagi. Makanya aku menyiapkan makan malam ini” ucap nayoung malu – malu.

‘jelas saja kau senang. Kau bisa membeli barang – barang bermerk lagi sekarang’ batin kyuhyun.

 

Kyuhyun duduk tenang menyantap makan malamnya tidak mempedulikan nayoung yang dari tadi mulai bercerita kesana – kemari. Pikiran kyuhyun sedang sibuk dengan eunbi, ‘apakah tadi dia melukai hati eunbi’ pertanyaan itu selalu berputar di otaknya kemudian dia akan menyangkal ‘dia kan tidak mencintaiku jadi dia tidak akan merasa terluka’

Kyuhyun mengambil minumannya siap meneguknya habis tapi saat bibir gelas itu sudah berada dekat dengan bibirnya dia menghentikan gerakannya. Kyuhyun mengingat sesuatu, berada dalam satu lift dengan eunbi seperti de javu dan itu menyadarkan kyuhyun akan pertemuan pertamanya dengan eunbi.

“jadi ini maksudnya pertemuan yang panas” kyuhyun bergumam sendiri dan mulai meneguk minumannya dengan senyum yang menghiasi wajah tampannya. Meskipun itu terdengar lirih tapi nayoung masih bisa mendengar dengan jelas setiap kata yang keluar dari mulut kyuhyun.

“pertemuan panas apa?”

“bukan apa-apa.”

***

Eunbi memakan kripik kentang kesukaannya sambil tangannya tidak berhenti mengganti channel tv. Setidaknya inilah yang eunbi lakukan dari 10 menit lalu.

“aish menyebalkan” eunbi membanting remot tvnya dan beranjak dari sofa empuk miliknya. Dia ingin tidur sekarang, ya walaupun sebenarnya dia tidak mengantuk tapi dia akan berusaha memejamkan matanya.

 

15 menit kemudian

“aish aku bisa gila” eunbi menendang selimutnya dan duduk tegap. Sebenarnya apa yang eunbi pikirkan dari tadi.

“kenapa aku harus memikirkannya. Sudahlah hwang eunbi. Kau dan kyuhyun hanya partner tidak lebih” eunbi mencoba meyakinkan dirinya sendiri. Setelah mengatakan hal itu pada dirinya sendiri, dia memutuskan untuk kembali pada bantal dan selimut hangatnya.

 

Green café

Kang sira menatap sahabatnya khawatir. Kenapa sepagi ini dia sudah duduk manis disini bahkan cafenya saja baru akan dibuka. Kang sira mendudukan dirinya di depan eunbi.

“ada apa dengan matamu?” lingkaran hitam di bawah mata eunbi sungguh mengerikan, itu seperti lingkaran setan yang menakutkan.

“aish” eunbi menatap sahabatnya geram, kenapa menanyakan hal itu. Jika ini adalah hari kerja sudah dipastikan kalau eunbi akan berpura – pura sakit dan tidak masuk kerja tapi beruntung sekarang hari minggu. Mata panda? Uhh..itu menyebalkan. Eunbi baru bisa memejamkan matanya jam 3 pagi dan harus terbangun pagi – pagi karena telepon dari ibunya. Dan setelah itu, eunbi tidak bisa lagi memejamkan matanya. Ibunya memang seperti ini, selalu menelepon eunbi di akhir pekan dan menyuruhnya untuk datang kerumah. Eunbi akan senang – senang saja pulang ke rumah orang tuanya, tapi pertanyaan yang selalu datang menghujamnya ketika datang itu membuat eunbi memutar bola matanya malas dan lebih memilih mencari alasan yang tepat, setidaknya eunbi akan pulang 3 minggu sekali. “kapan kau akan mengenalkan ibu dengan kekasihmu? Jadi pria mana yang sedang berkencan denganmu? Ibu ingin cepat – cepat melihatmu menikah” aish..semua pertanyaan itu membuat eunbi benar – benar kesal. Apa tidak ada pertanyaan yang lebih mudah untuk dijawab olehnya.

“kau tidak mengunjungi orang tuamu hari ini?”

“aku sedang malas kang sira. Apa kau bisa membuatkanku minuman?”

“eiyy dasar. Baiklah – baiklah”

Eunbi menopang dagunya setelah kepergian kang sira dan lebih memilih memperhatikan pintu masuk café. Tidak menarik, tapi setidaknya eunbi bisa mengusir semua perasaan aneh ini. Meskipun eunbi tidak tahu kenapa perasaannya menjadi aneh seperti ini.

 

Sunday magazine

“aish aku bisa gila” eunbi menenggelamkan wajahnya pada meja kerja penuh tumpukan kertas. Ini tidak baik pikirnya. Eunbi bahkan tidak ingat kapan dia bertemu dengan kyuhyun, ya terakhir kali dua minggu yang lalu saat mereka tidak sengaja bertemu di gedung apartement eunbi.

 

2 menit yang lalu…

“eunbi ah kau tahu kyuhyun baru saja mendapat penghargaan kan?”

Eunbi hanya mengangguk mengiyakan pertanyaan manajernya.

“ini adalah penghargaan ke 5 dalam 2 tahun ini yang dia terima. Aku ingin sekali membuat berita tentangnya lagi. Kau tahu kyuhyun itu seperti magnet yang bisa menarik siapa saja masuk ke dalam pesonanya. Baiklah meskipun aku tidak kalah dengannya”

“kalian benar – benar beda manajer”umpat eunbi. Lihatlah perut buncitnya sama sekali tidak ada bandingannya dengan perut six pack kyuhyun, yang dia punya hanya tumpukan lemak yang melingkar di sekitar perutnya dan kaca mata itu, apakah dia merasa keren dengan itu?

“kau bisa kan melakukannya sekali lagi. Aku dengar kau sedang berkencan dengannya.”

Eunbi menghentikan tatapan tak percaya dan sedikit heran dimana rasa percaya diri itu datang dari manajernya, saat gendang telinganya mendengar kata ‘melakukannya’

“ne?”

***

Eunbi tidak tahu bagaimana harus memulai ini semua, keadaannya benar – benar tidak baik sekarang. Andai saja eunbi bisa mengabaikan semua rasa anehnya kepada kyuhyun dan kembali berfikir bahwa ini semua hanyalah sebuah lelucon gila yang mereka rencanakan tapi sayangnya eunbi tidak bisa mengabaikan semua ini. Ada yang selalu menganggu pikiran eunbi setiap mendengar nama kyuhyun, dan eunbi tidak tahu apa itu. Itulah yang paling menyebalkan.

 

Kyuhyun’s studio

Dering ponsel yang menandakan ada panggilan telepon membuat kyuhyun menghentikan tangannya yang bergerak lincah mengaransemen music. Melirik nama yang muncul di layar ponselnya yang terus menyala. Sedikit ragu untuk mengangkat teleponnya tapi kemudian tangannya tanpa disadari sudah meraih ponsel itu, menggeser tombol berwarna hijau dan meletakkan ponselnya mendekati gendang telinganya.

“yoboseyo” suara lembut yang terdengar dari seberang sana begitu merdu didengar. Seratus cara telah kyuhyun lakukan untuk tidak merindukan suara ini tapi kenapa semakin dia mencoba semakin dia akan berkhayal mendengar suara itu setiap hari menyebut namanya dan membangunkannya setiap pagi.

 

“ada apa?” lagi – lagi semua itu harus kembali kyuhyun simpan saat teringat tentang cinta bertepuk sebelah tangannya atau mungkin harga dirinya. Dia tidak ingin mengemis cinta tapi sejujurnya dia akan melakukan hal itu jika saingannya bukanlah sahabatnya sendiri. Ada kalanya memang kita harus mengalah untuk melihat orang yang kita cintai bahagia, meskipun kyuhyun tidak percaya dengan kalimat ‘cinta tidak harus memiliki’ baginya itu hanya kalimat untuk menghibur semua pecundang seperti kyuhyun. Begitu menyedihkan jika memikirkannya.

“aku ingin meminta bantuanmu”

 

Kyuhyun’s apartemet

Eunbi memandang setiap detail pojok ruangan yang tertata begitu rapi dengan beberapa barang apik dan beberapa alat musik. Desainnya tidak begitu berlebihan, sederhana tapi ini begitu berkelas. Eunbi berjalan ke arah jendela besar yang menampilkan deretan gedung – gedung bertingkat dengan semburat jingga yang menghiasi langit sore. apartement ini memang jauh lebih bagus dari pada apartement miliknya, bahkan kalian bisa melihatnya dari betapa besar ukuran apartement ini.

 

“Maaf membuatmu menunggu”

Eunbi membalikkan tubuhnya, menatap kyuhyun yang sudah berganti dengan pakaian rumahnya. Ya, setelah dia membuat janji dengan kyuhyun kemarin disinilah eunbi sekarang di dalam apartement kyuhyun.

 

“gwenchana. Maaf mengganggumu. kau pasti sangat sibuk” eunbi benar – benar tulus mengatakan ini. Dia tahu kyuhyun sangat sibuk sekarang, bahkan dia baru pulang menjelang makan malam di akhir pekan seperti ini.

“duduklah aku akan mengambilkan minuman untukmu”

Eunbi hanya mengangguk dan memperhatikan kyuhyun yang berjalan ke dapur.

 

Tidak butuh waktu lama untuk kyuhyun membawa minuman, dia hanya perlu menuangkan orange jus ke dalam gelas dan memberikannya kepada eunbi.

***

Eunbi sudah mengantongi semua bahan beritanya, wawancara kali ini tidak sepanjang dan semelelahkan seperti wawancaranya dulu. Kali ini kyuhyun membuatnya lebih cepat. Tapi kenapa sekarang dia ingin kyuhyun membuatnya lebih rumit dari dulu. Anggaplah eunbi gila karena menginginkan hal itu terjadi lagi.

“kyuhyun shi, dimana kau meletakkan semua penghargaanmu? Aku tidak melihatnya dari tadi”

“apa kau juga membutuhkan itu?”

“ne” jawab eunbi cepat. Sebenarnya eunbi tidak membutuhkan itu, tapi itu akan lebih baik jika kyuhyun mau menunjukkannya.

“ikutlah denganku”

Eunbi tersenyum cerah, mengikuti langkah kyuhyun.

 

Sebuah ruangan memanjang yang terlihat tidak begitu besar membuat eunbi membulatkan matanya. Lemari kaca yang berisi deretan penghargaan berdiri tegap di samping kanan dan kiri, lukisan – lukisan yang tertata rapi di tengah – tengah ruangan seperti pembatas. Ini seperti gallery pribadi. Batin eunbi.

 

Mata eunbi terus menjelajah setiap sudut dan benda yang berjejer rapi disana. Ada satu lukisan besar yang mengantung indah di tembok seolah – olah menjadi pusat ruangan ini.

“ini pasti keluargamu” celetuk eunbi yang tidak mendapat tanggapan dari kyuhyun.

Eunbi terus berkeliling membaca satu persatu tulisan di setiap penghargaan di dalam lemari kaca. Dan dia tidak bisa berhenti berdecak kagum.

 

“aku dengar kau selalu membuat lagu sedih. Kenapa tidak sekali – kali kau membuat lagu yang bahagia” eunbi menggerakkan tangannya menyentuh lemari kaca, mengeja huruf – huruf pada piala penghargaan yang berjejer rapi disana.

“aku sudah pernah. Satu kali” jawab kyuhyun asal. Dia memang pernah membuat lagu yang bahagia saat dia bertemu dengan eunbi tapi lagu itu batal dia dengarkan kepada semua orang saat eunbi memintanya menjadi kekasihnya karena donghae.

“kapan?” eunbi memutar tubuhnya menatap kyuhyun yang berdiri di seberangnya dengan tangan yang ia masukan ke dalam saku celananya.

“akhir musim semi lalu. Tapi aku hanya menyimpannya saat seseorang yang ku cintai lebih memilih orang lain”

Seperti tertusuk pisau tajam di dadanya, eunbi hanya menatap kyuhyun tanpa bisa berkata – kata. Kyuhyun memang tidak menyebut nama eunbi tapi kenapa eunbi merasa itu adalah dia. Mungkin eunbi terlalu percaya diri saat berfikir seperti ini mengingat ada banyak sekali wanita yang kyuhyun kencani. Tapi tatapan itu, tatapan yang sekarang sedang beradu dengan tatapan eunbi yang lembut sungguh mengatakan jika itu adalah eunbi.

Seolah tatapan mereka saling berbicara eunbi hanya menatap kyuhyun tepat pada manik matanya dan kyuhyun hanya diam menatap mata indah yang selalu dia rindukan. seperti tidak ada yang bisa mendeskripsikan setiap arti dari tatapan mereka berdua.

 

Hanya suara derap langkah kecil kyuhyun yang di ikuti langkah ragu dari eunbi yang terdengar seirama membawa mereka keluar dari ruangan rahasia milik kyuhyun.

 

“oh kau ada disini eunbi ah” donghae tiba – tiba sudah berada di ambang pintu dengan satu kantong plastik berisi minuman kaleng dan beberapa snack, mengganti sepatu miliknya dengan sandal rumah.

“ada apa lagi kau kesini? Aku menyesal telah memberikan password apartementku padamu” kyuhyun melipat kedua tangannya di depan dada menatap wajah tak berdosa milik sahabatnya.

Donghae memamerkan deretan giginya dan mengangkat kantong plastik di udara.

“menonton sepak bola”

“apa kau tidak punya televisi sampai harus datang kemari”

 

Donghae tidak menghiraukan kekesalan kyuhyun dan mendudukkan tubuhnya di sofa depan televisi setelah sebelumnya mengeluarkan semua cemilannya.

“apa kau akan pulang eunbi ah?” donghae memandang eunbi yang sudah memakai tas selempang miliknya

“ne donghae ah. Ini sudah malam. Kalau begitu aku pulang dulu” eunbi sedikit membungkuk ke arah donghae dan kemudian pandangannya beralih menatap kyuhyun. Tiba – tiba perasaannya bersalah kembali menyelimuti hatinya.

“aku pulang dulu”

“tunggu eunbi ah” suara donghae membuat eunbi kembali berputar menatap dua pria dibelakangnya.

“besok sore apa kau ada acara?”

“tidak, wae?”

“bagaimana kalau kita pergi bersama, maksudku kita berempat kau, kyuhyun, ha neul dan aku. Double date” kata donghae antusias.

“kau bukan anak remaja lagi lee donghae” entah donghae kurang menikmati masa mudanya atau dia terjebak pada jiwa masa mudanya tapi ide ini sungguh menggelikan. Setidaknya itulah yang ada di pikiran kyuhyun.

“aku akan menghubungimu besok. Biar kyuhyun yang menjeputmu di tempat kerja”

“yak! Kenapa kau tidak menanyakan kepadaku apakah aku bisa atau tidak”

“aku tahu kau akan pergi jika bersama eunbi”

Kyuhyun meraih bantal sofa dan mendaratkannya tepat pada kepala donghae

“YAK CHO KYUHYUN”

 

Sunday magazine

Sama seperti apa yang direncanakan donghae. Kyuhyun sudah berada di depan tempat kerja eunbi 10 menit sebelum jam pulang kerja.

 

Eunbi menghentikan langkah yang sudah ia rajut, memandang kyuhyun di depan mobilnya rasanya ini seperti de javu. Dulu eunbi merasa sangat terbebani dengan ini semua tapi kenapa saat sekarang eunbi melihat kyuhyun berada di depan tempat kerjanya rasanya ada ratusan bunga bermekaran di sekelilingnya, membuat perasaannya terasa hangat secara tiba tiba.

 

 

Mall

Suasana hening menyelimuti kyuhyun dan eunbi. Entah mereka yang datang terlalu cepat atau donghae yang mengingkari ucapannya sendiri. Mereka ingin berencana menonton sebuah film di salah satu mall tapi donghae belum juga menampakkan batang hidungnya.

“dimana dia?” runtuk kyuhyun, berkali kali mengecek jam tangannya. Sudah 15 menit saat donghae mengatakan dia sedang dalam perjalanan.

 

“apa kau cho kyuhyun?” 2 orang wanita tiba – tiba menghampiri kyuhyun dan menatapnya malu – malu

“ne”

“wah, kau ternyata benar – benar tampan”

Kyuhyun menarik ujung bibirnya, meskipun kyuhyun tidak yakin siapa dua wanita ini. seingatnya dia tidak pernah bertemu dengan mereka.

 

Eunbi melirik melalui ekor matanya, apa dia seorang artis sampai harus dimintai foto? Dia hanya tidak mengerti jalan pikiran mereka.

“kau ternyata sangat terkenal” eunbi menatap kyuhyun sekilas dan menatap kepergian dua wanita itu.

“aku rasa hanya kau yang tidak mengenalku”

“memangnya siapa kau sampai aku harus mengenalmu?”

“setidaknya aku tidak akan membicarakan orang yang tidak kau kenal didepannya.” Kyuhyun menyunggingkan senyum mengejeknya

Eunbi menatap kyuhyun tajam. Pria ini memang pintar membuat darahku mendidih, batin eunbi. Tidak mau terlibat pertentangan terlalu jauh eunbi segera membalik tubuhnya dan berjalan menjauh dari kyuhyun.

“ah” eunbi berteriak saat tiba – tiba dia menabrak seseorang.

“gwenchana? Maaf aku tidak sengaja”

“oh gwenchana.” Eunbi hanya terdiam memperhatikan kemeja putihnya yang sekarang sudah penuh dengan noda berwarna merah. Minuman orang itu sukses membuat kemeja putihnya berubah warna dalam seketika.

***

“ah nodanya tidak bisa hilang” dia berkali – kali mencoba menghapus noda yang membentuk bentuk abstrak di kemejanya. Lima menit kemudian dia melempar tisunya ke dalam keranjang sampah di bawahnya.

“aku tidak akan bisa menghilangkannya”

Akhirnya eunbi memutuskan untuk keluar dari toilet dan membiarkan kemejanya basah dan kotor.

 

Eunbi berdiri mematung di depan pintu masuk toilet. Pria yang menyandarkan dirinya pada dinding di depan toilet wanita menjadi pusat perhatiannya.

“kenapa kau ada disini?”

Kyuhyun mengangkat kepalanya yang focus memandangi lantai saat gendang telinganya menangkap sebuah suara.

“ini” kyuhyun mengulurkan jaket berwarna hitam.

Sepertinya eunbi masih belum mengerti tentang ini semua. Apa jaket ini diberikan kepadanya? tapi kenapa? pertanyaan itu terus berputar di kepalanya.

 

Kyuhyun menghela nafas dan memakaikan jaketnya pada eunbi, sebenarnya tidak memakaikan kyuhyun hanya menyampirkannya pada pundak eunbi.

“aku tidak ingin berjalan dengan pakaianmu yang seperti itu.”

Eunbi mendengus kesal tapi setelah itu di tersenyum memperhatikan kyuhyun yang sudah berjalan menjauh. Eunbi segera menyusul langkah kyuhyun, membuat mereka sekarang melangkah beriringan, eunbi hanya mengikuti kemana langkah kyuhyun pergi.

 

Deretan mobil yang berjejer rapi menyadarkan eunbi bahwa sekarang dia sudah berada di basement mall.

“kyuhyun shi. Kita mau kemana?”

“pulang” kyuhyun segera melesat masuk ke dalam mobilnya menghiraukan eunbi yang masih berdiri ditempat

“apa kita tidak jadi menonton filmnya?’ Tanya eunbi polos

“kalau kau ingin menontonnya, tonton saja sendiri aku sudah malas. Tapi kalau kau ingin pulang sekarang. cepatlah naik.”

Sebenarnya eunbi ingin pulang dari tadi . double date? Tidak pernah sedetikpun eunbi setuju dengan rencana ini. Apalagi kemejanya yang seperti ini.

Eunbi segera berlari kecil masuk ke dalam mobil kyuhyun saat suara deru mesin kyuhyun mulai terdengar.

 

Berkali – kali kyuhyun mengosok – gosok hidungnya. Dia tidak merasa enak badan sejak pagi. Mungkin karena dia terlalu kecapekan, dia tidak punya istirahat yang cukup.

 

“apa kau sakit?”

“ani”

“kau tampak tidak sehat, dari tadi kau hanya bersin – bersin. Sebaiknya kau segera minum obat dan istirahat.”

Eunbi sedikit khawatir dengan keadaan kyuhyun, kenapa dia baru menyadari kalau wajah kyuhyun sedikit pucat. Apa kyuhyun sangat sibuk sampai tidak punya waktu untuk memperhatikan kesehatannya?

***

Kyuhyun tidak perlu menanyakan dimana apartement eunbi, dia sudah terlalu sering datang ke gedung ini entah untuk menemui nayoung atau eunbi. Mobilnya terparkir sempurna di depan gedung bertingkat yang berdiri begitu tegap.

 

“aku akan mengembalikan jaketnya setelah aku mencucinya.” Eunbi berdiri menghadap jendela mobil kyuhyun yang terbuka sedikit menampakkan wajah tampan kyuhyun.

“eoh” jawabnya singkat

 

Eunbi terus memperhatikan mobil itu menghilang di balik belokan di ujung jalan dan setelah itu dia memutuskan untuk masuk ke dalam apartementnya.

***

Meninggalkan orang sakit di rumah sendirian memang tidak enak, membuat semua yang kita kerjakan hanya berakhir dengan kesalahan. Bagaimana mungkin kita bisa mengerjakan tugas yang menumpuk itu dengan pikiran yang entah kemana. Seperti eunbi, dia hanya mengotak atik computer di depannya tanpa tahu harus melakukan apa.

“apa yang kau pikirkan eunbi ah, sadarlah” eunbi memukul mukul kepalanya, sesekali menggetok kepalanya dengan pulpen ditangannya.

“kau tidak seharusnya mengkhawatirkannya. Dia masih punya kekasih untuk mengurusinya.” Dia berbicara kepada dirinya sendiri mencoba membuang semua rasa khawatir yang dari tadi menghantuinya.

 

Dalam perjalanan ke kantor, eunbi menyempatkan datang ke apartement kyuhyun untuk mengembalikan jaket yang dipinjamnya. Wajah pucat kyuhyun terus berkeliaran di otaknya, bahkan dia bisa merasakan suhu tubuh kyuhyun yang panas saat menyentuh tangannya.

 

Kyuhyun’ apartement

Tanpa dia sadari eunbi sudah berada di depan gedung bertingkat yang menjulang tinggi, entah apa yang ada di dalam pikirannya saat ini. Tapi dia hanya ingin memastikan bahwa kyuhyun baik baik saja.

 

Lift itu membawanya naik ke lantai tempat tinggal kyuhyun. langkah langkah ragu kakinya perlahan mendekat ke pintu bertuliskan ‘8006’. Sedetik kemudian kakinya terasa membeku, matanya hanya mampu memandang lurus ke depan.

 

Park nayoung ke luar dari apartement kyuhyun. Dia terus berjalan melewati eunbi yang masih berdiri mematung sampai hilang masuk kedalam kotak yang membawanya turun ke lantai terbawah gedung ini.

 

‘seharusnya aku memang tidak datang kesini’gumam eunbi. Dia terus memegangi dadanya yang tiba tiba terasa sesak seperti ada ribuan batu yang menghimpit paru parunya. Pandangannya mulai kabur oleh cairan yang mengisi pelupuk matanya yang bahkan dia tidak tahu kenapa ini semua terasa menyakitkan. Melihat seorang wanita keluar dari apartement kyuhyun begitu menyayat hatinya.

 

Green café

“kau hanya perlu menanyakan semua pada hatimu eunbi ah” terang kang sira setelah mendengar penjelasan sahabatnya. Dia rasa sahabatnya ini memang telah mengalami masa yang sulit, tidak pernah dia tahu eunbi menangis seperti tadi bahkah setelah mengetahui donghae telah memiliki kekasih.

 

Eunbi hanya memandang mata sahabatnya tidak bermaksud untuk menanggapi semua perkataannya. Dia hanya tidak tahu apa yang terjadi sekarang. menceritakan semua apa yang dia rasakan hanya ingin membuat semua beban berat itu menghilang, tapi nyatanya tidak. Dia masih merasa sangat sesak. Cinta? kata itu terus diulang – ulang sira, tapi dia masih tidak yakin dengan itu.

“apa yang harus aku lakukan?”

 

Kang sira merubah posisi duduknya, mencondongkan tubuhnya pada eunbi.

“cinta tidak harus kau pecahkan dengan otak. Kau tidak perlu memikirkannya, cukup dengan hati. Semua pertanyaan pertanyaan, kenapa aku begitu sakit ketika melihatnya dengan wanita lain? Kenapa aku sangat merindukannya saat dia tidak datang? Kenapa aku terus memikirkannya? Semua itu tanyakan pada hatimu eunbi ah” terang kang sira.

 

Eunbi’s apartement

Eunbi menghentikan gerakan jarinya di keyboard laptop miliknya. Menangkupkan tangannya pada wajah mungilnya. Dia tampak berfikir seiring perkataan kang sira yang terus berputar di kepalanya ‘menanyakan pada hati’. Eunbi berdiri dan merebahkan tubuhnya pada kasur dengan sprei berwarna pink. ‘dengan hati’ dia memegangi dadanya mencoba memahami setiap perkataan sahabatnya. Berusaha menanyakan satu satu pertanyaan yang merubah perasaannya dan menjawabnya dengan hati. Ini tidak semudah menjawab soal matematika atau memcahkan rumus fisika, saat eunbi mulai mengingat setiap moment sederhana yang kyuhyun ciptakan membuatnya tersenyum gila dan menekan dadanya saat ingatannya berhenti pada wanita lain yang berada di sekiar kyuhyun. sakit, itulah yang dia rasakan.

***

Dia sudah memantapkan hatinya untuk tidak lagi menjadi eunbi yang bodoh memahami perasaannya sendiri. Mungkin butuh waktu dua hari untuk memikirkan ini semua, tapi mulai hari ini dia akan menunjukkan perasaannya yang sesungguhnya. Ternyata benar, kau tidak akan pernah tahu seberapa kau mencintai seseorang sebelum orang itu berjalan menjauh darimu. Dan eunbi tidak ingin orang itu menjauh darinya lagi.

 

Memilah milah dress mana yang cocok untuk dipakainya hari ini, menarik satu dress dari dalam lemari kemudian menjatuhkannya sembarang diatas kasur.

“ugh, mana yang harus aku pakai” eunbi mendengus kesal, melempar dressnya sembarang. Ini memang bukanlah acara yang sangat penting yang melibatkan presiden Negara, hanya acara makan malam atas rumah baru donghae. Sebenarnya bukan acaranya yang membuat eunbi berlama – lama memandang pantulan dirinya di cermin, dia ingin kyuhyun melihatnya ‘tampil cantik’ itu saja.

 

Pria itu memandang takjub pada wanita yang berdiri di ambang pintu apartement. Dia memang tahu eunbi cantik tapi dengan polesan make up yang tidak berlebihan ditambah balutan dress yang simple membuatnya semakin cantik. Jauh se-semakin cantik, pikirnya.

 

Eunbi tersenyum dan meraih anak rambutnya menyelipkannya pada daun telinga. Dia benar – benar sudah berubah dari eunbi yang tidak peka menjadi eunbi yang sedikit lebih agresif. Mungkin.

 

“kyuhyun oppa”

Suara itu membuat eunbi menghentikan senyum gilanya.

 

Nayoung berlari kecil menghampiri kyuhyun dan eunbi yang sudah berdiri di samping mobil. Senyuman manjanya pudar saat ekor matanya menangkap wanita lain yang berdiri di samping mobil kyuhyun.

“oppa dia siapa?” nayoung menatap eunbi dan kyuhyun bergantian.

“oh dia- dia…hanya teman”

 

Eunbi memutar bola matanya. Teman? Heol~ apa kyuhyun baru saja mengatakannya? Eunbi tahu peraturannya, diluar donghae dan ha neul mereka berdua hanyalah orang asing yang tidak saling mengenal. Dia hafal betul peraturan itu. Peraturan yang sekarang eunbi sesali telah menyetujuinya.

***

Ekor mata kyuhyun menangkap tatapan yang tak pernah lepas dari eunbi.

“kau ingin bilang sesuatu? Katakanlah” kata kyuhyun tenang dengan tangan yang masih focus memegangi setir mobil melajukannya membelah padatnya jalanan.

 

Eunbi merubah duduknya, sedikit memiringkan tubuhnya menghadap kyuhyun. sekarang dia bisa melihat kyuhyun dengan jelas.

“kenapa kau mengatakan kita hanya teman?”

 

Kyuhyun menatap eunbi sekilas.“jika kau lupa itu ada didalam peraturan”

“aku tahu maksudku-“eunbi menjeda kalimatnya, menarik nafas dalam dalam sebelum melanjutkan kalimatnya.

“bagaimana kalau aku tidak suka mendengarnya. Teman? Aku benci kata itu sekarang”

“apa maksudmu?”

“aku tahu kau tidak bodoh untuk tahu apa maksud ucapanku”

Kyuhyun segera menepikan mobilnya. Dia rasa ini akan menjadi pembahasan yang sedikit panjang.

“ jadi apa sekarang kau berfikir sudah melupakan donghae dan beralih kepadaku?” kyuhyun tidak melepaskan genggaman tangannya pada setir mobil hanya menoleh menatap eunbi.

“ iya. Dan aku benci saat kau mengatakan ‘teman’ kepada wanita tadi”

Kyuhyun tersenyum mengejek.

“melupakan donghae? Anggaplah aku percaya itu. Tapi wanita tadi, dia kekasihku”

“apakah kau sangat mencintainya sampai kau harus berbohong kepadanya?” Tanya eunbi sedikit menuntut.

“berbohong? yang mana maksudmu eunbi shi?”

“aku tidak ingin hanya menjadi teman. Mungkin aku terlambat menyadari perasaanku. aku benar – benar ingin menjadi kekasihmu tidak hanya di depan donghae atau ha neul” eunbi menatap tepat pada mata kyuhyun. Dia sangat berharap kyuhyun percaya sekarang.

 

Mata mereka bertemu, kyuhyun sedikit mencondongkan tubuhnya menyisahkan jarak yang sangat sedikit diantara mereka.

“setelah kau mengatakan semuanya kepada donghae. Mari kita berkencan.” Ucapnya lirih tapi masih terdengar sangat jelas di telinga eunbi.

 

Donghae’s home

Ternyata pesta rumah baru donghae diadakan cukup meriah. Meskipun tidak semeriah pesta pernikahan atau persta ulang tahun. Tapi ada banyak tamu undangan yang eunbi pikir itu hanya dia kyuyun dan ha neul. Semua rekan kerjanya ikut memenuhi ruang tamu dengan makanan yang tersaji di atas meja.

 

“kyuhyun oppa” suara wanita itu sungguh menarik semua pasang mata yang asyik mengobrol, bahkan awalnya mereka tidak menyadari kedatangan eunbi dan kyuhyun.

 

“kyuhyun ah kau datang. Duduklah eunbi ah” donghae menghampiri mereka berdua dan mempersilahkan mereka duduk. Benar benar tuan rumah yang baik.

 

Kyuhyun ditarik oleh wanita – wanita teman kerja donghae, dan sekarang dia duduk diantara gadis gadis itu tepatnya disamping gadis yang memanggil namanya pertama kali tadi.

“sepertinya mereka akan menjadi sepasang kekasih lagi” suara wanita yang berumur sekitar 30 tahunan itu menggoda mereka berdua.

 

Rasanya orange jus ini berubah menjadi perasan jeruk panas sampai mendidihkan hatinya. Eunbi hanya tersenyum kecut melihat kyuhyun yang duduk di depannya dengan wanita itu.

 

“jangan bilang seperti itu. Ada kekasihnya disini” donghae menghentikan semua tawa yang meledak di dalam ruang tamunya.

 

“jadi wanita ini kekasihmu?”

Kyuhyun menatap eunbi “iya, tapi kurasa dia sebentar lagi akan menyatakan cinta kepada orang lain”kyuhyun mencoba tersenyum diakhir kalimatnya. Membuat orang berfikir bahwa itu hanyalah candaan belaka. Tapi tidak dengan eunbi, dia meraih gelas orange jusnya kasar dan meminumnya sampai habis dengan tatapan yang terus beradu dengan tatapan kyuhyun.

 

Eunbi merapikan dressnya dan menutup kembali pintu kamar mandi. Semua orang sudah asyik dengan kegiatan masing – masing meneguk cola, soju, mengobrol dan menikmati acara barbeque di taman belakang. Dia tampak bingung harus berjalan kemana, tidak ada yang eunbi kenal selain donghae dan kyuhyun. akhirnya dia memutuskan untuk berjalan ke samping rumah, eunbi tidak terlalu suka dengan pesta dan keramaian apalagi dengan orang orang yang tidak dikenalnya. Ada taman kecil disamping rumah ini, dan dia rasa itu cukup nyaman untuk menunggu acara ini selesai.

 

Mungkin eunbi tidak bisa melihat siapa yang berdiri membelakanginya sekarang, tapi eunbi hafal dengan suara dan postur tubuhnya. Kyuhyun dengan wanita tadi. Mereka tampak mesra dengan tangan wanita itu yang bergelanyut manja dilengan kyuhyun.

***

Eunbi menyodorkan kembali gelas yang sudah kosong ke bartender. Setelah melihat kyuhyun dengan wanita itu dia memutuskan untuk pergi dan merutuki dirinya di club ini. “kyuhyun brengsek. Brengsek. Aku pikir kau benar benar mencintaiku ternyata hanya mempermainkanku.eunbi pabo kau hampir percaya dengan rayuannya” eunbi segera meraih gelas yang baru saja di isi oleh bartender meneguknya dalam satu tegukan setelah menumpahkan semua kekesalannya.

 

Kyuhyun berjalan ke depan kebelakang hampir semua sudut ruangan di rumah ini sudah ia jelajahi tapi dia tidak melihat eunbi dimana – mana. Dia menekan pelipisnya saat suara operator menjawab panggilannya.

 

Ponsel itu terus bergetar tanpa berniat eunbi mengangkatnya. Melihat nama yang muncul dari layar ponselnya membuat darahnya mendidih. Entah ini sudah gelas keberapa yang dia tenguk rasanya belum cukup untuk membuat perasaannya tenang. Eunbi sedikit memicingkan matanya melihat seseorang yang duduk disampingnya penglihatannya sudah mulai kabur karena pengaruh alcohol.

“apa kau sendirian?” pria itu jelas jelas bertanya kepada eunbi, tapi wanita yang diajaknya bicara hanya focus meneguk kembali minumannya.

Eunbi membalikkan gelasnya sambil mengoyang goyangkannya di udara. Kemudian dia mendengus kesal karena minumannya sudah habis. Dia menoleh kesamping melihat gelasnya yang ditarik oleh pria yang duduk disampingnya mengisinya kembali sampai penuh. Rupanya dia memesan satu botol penuh. Tanpa ragu eunbi langsung menghabiskan semuanya dan menyerahkan gelas kosong itu kembali kepada pria disampingnya.

 

Pria itu hanya tersenyum geli melihat eunbi tapi akhirnya dia mengisi juga gelas kosong miliknya.

“siapa namamu?” tanyanya sambil terus menuangkan minuman

Eunbi langsung merampas gelasnya, dia tidak butuh berkenalan dengan pria ini dia hanya ingin minumannya saja.

“ponselmu terus bergetar. Apa kau tidak ingin mengangkatnya?”

Eunbi melirik ponselnya sebentar dan menatap pria disampingnya.

“dia hanya pria brengsek. Aku tidak perlu mengangkatnya.”

 

Entah apa yang ada dipikiran eunbi saat ini. Dia sedang asyik menari dengan pria yang baru dikenalnya di lantai dansa. Antara sadar dan tidak sadar dia terus menggerakkan tubuhnya mengikuti irama music.

 

Kyuhyun melajukan mobilnya diatas kecepatan yang seharusnya, mungkin dia akan segera ditangkap polisi karena mengendari mobil diatas kecepatan maksimal dan beberapa kali melanggar lampu lalu lintas. Setelah panggilannya diangkat oleh eunbi, bukan eunbi sebenarnya seorang bartender yang memberitahu kyuhyun kalau eunbi sekarang berada di club dia segera melajukan mobilnya seperti orang kesetanan.

 

Langkah kakinya yang lebar membawa cepat ke meja bartender.

“dimana dia sekarang?” Tanyanya memburu

Bartender itu menyerahkan ponsel eunbi yang tertinggal di mejanya “aku tidak tahu, sepertinya dia sedang dilantai dansa dengan seorang pria” lanjutnya.

 

‘apa yang ada dipikiranmu hwang eunbi’ gumam kyuhyun. Matanya terus mencari diantara padatnya pengunjung club. Dia terus menyingkirkan tangan tangan wanita nakal yang mencoba merayunya. Pandangannya menangkap bayangan wanita yang terus menggerakkan tubuhnya tidak jelas. Kyuhyun menajamkan penglihatannya pada pria yang berdiri didepan eunbi, yang ikut menikmati music sama seperti eunbi.

 

“apa yang kau lakukan?” wanita itu melihat tangannya yang dicengkeram kuat oleh seseorang dan pandangannya naik ke atas menatap pria yang menarik pergelangan tangannya. Dengan sekali jurus eunbi menghempaskan tangannya. Dan berbalik kembali menikmati alunan music dengan teman barunya.

Kyuhyun merasa geram dan menarik kembali tangan eunbi, kali ini lebih keras dari sebelumnya.

“yak, yak, apa yang kau lakukan?” eunbi terus meronta mencoba melepaskan genggaman tangan kyuhyun.

“lepaskan dia bung. Dia tidak ingin bersamamu” suara pria asing itu menembus gendang telinga kyuhyun membuatnya menatapnya membunuh. Tidak kehabisan akal kesempatan ini digunakan eunbi untuk menghempaskan tangan kyuhyun untuk kedua kalinya.

“apa aku harus meminta ijinmu untuk membawa kekasihku pulang?”

“aku rasa dia baru saja bilang kalau dia tidak punya kekasih” pria itu menarik tangan eunbi membuatnya berdiri disampingnya.

BUGHH…

Pukulan yang cukup keras itu menghantam pria itu sampai tersungkur dilantai dansa. Kyuhyun tidak peduli jika dia menjadi pusat perhatian puluhan pasang mata.

“dan aku perkenalkan padamu. Aku adalah kekasihnya kuharap kau tidak mendekati kekasih orang tuan” ada penuh penekanan disetiap kata yang diucapkan kyuhyun, seperti mengintimidasi orang itu.

 

Eunbi hanya menurut mengikuti langkah kyuhyun yang lebar dengan tangan yang ditarik olehnya tanpa berniat untuk memberontak lagi.

 

“apa yang kau lakukan?” eunbi menghentikan langkahnya dan menghempaskan tangannya.

“aku yang seharusnya bertanya apa yang kau lakukan?” kyuhyun menatap geram eunbi.

“apa yang aku lakukan tidak ada urusannya denganmu tuan cho” eunbi merampas tas miliknya ditangan kyuhyun dan berjalan menjauh darinya. Belum satu meter dia menjauh tangannya kembali ditarik kyuhyun membawanya masuk kedalam mobil.

 

Kyuhyun segera memutar masuk kedalam kursi kemudi. Memasangkan sabuk pengaman. Dia memandang wajah damai eunbi yang tertidur memiringkan kepalanya menghadap kyuhyun. Dia baru saja memberontak ingin pergi tapi belum juga mobil ini melaju eunbi sudah tertidur pulas. Kyuhyun tersenyum memandangi wajah rupawan itu, memasangkan sabuk pengamannya agar dia tidak terjatuh.

***

Eunbi mencoba membiasakan matanya pada cahaya yang masuk kedalam retina matanya, sedikit merapatkan selimutnya. Rasanya tempat tidur ini sangat nyaman untuknya. Matanya membulat sempurna memandang setiap sudut ruangan ,wallpaper dinding, interior kamar semuanya berbeda dari kamar miliknya.

“dimana aku?” tanyanya frustasi

Dia langsung duduk tegap mencari dimana ponselnya dan tas.

 

Berjalan berjinjit – jinjit seolah langkahnya dapat membangunkan semut yang sedang tidur.

“ternyata kau sudah bangun”

Eunbi segera berbalik, dia hampir saja terjungkal karena kaget. Pria yang keluar dari dalam dapur.

“kyu-kyuhyun shi ba-bagaimana kau ada disini?”

Kyuhyun berjalan mendekat, meletakkan cangkir kopinya di atas meja dapur.

“ini rumahku jika kau belum tahu”

 

Rumah? Eunbi mengedarkan pandangannya. Dia tahu ini bukan rumahnya tapi eunbi baru sadar kalau ini adalah tempat tinggal kyuhyun.

“kau yang membawaku kesini? Apa yang kau lakukan?” eunbi menutupi dadanya dengan kedua tangannya dan menatap kyuhyun curiga.

“apa kau lupa dengan yang terjadi semalam?” kyuhyun berjalan perlahan mendekat ke arah eunbi.

“ap-apa yang mau kau lakukan?” eunbi mundur perlahan menjauh dari kyuhyun yang terus berjalan mendekat. Dan sial. Punggungnya sudah membentur sofa, dia sudah tidak punya lagi ruang untuk menjauh dan kyuhyun semakin mengkikis habis jarak diantara mereka menyisahkan satu jengkal.

“sebaiknya kau lihat dulu penampilanmu sebelum pulang eunbi shi”

Eunbi mengerutkan keningnya. Sebelah tangannya mencoba bergerak lincah di dalam tas mencoba mencari kaca kecil disana.

 

“huh?” dia menelan ludahnya sendiri. Lingkaran hitam bekas mascara di bawah matanya dan rambut yang tidak disisir rapi membuatnya terlihat sangat mengerikan.

***

“aish kenapa bisa begini” dia terus mengosok gosok bekas mascara. Kilasan kejadian tadi malam perlahan berputar di dalam otaknya. Eunbi mengigit jari mencoba menahan rasa malu. “aku tidak mengatakan hal buruk tentangnya kan?” gumam eunbi.

 

“makanlah. Aku hanya bisa memasak ini”

“kenapa tidak mengantarku pulang?”

“kau sudah ingat rupanya” kyuhyun terus berkutat menaruh sandwich diatas piring, menuangkan air putih ke dalam gelas

“kau tahu dimana apartementku. Jadi kenapa kau membawaku kesini?”

“dan kau lupa kalau aku tidak tahu password apartementmu.”

Eunbi mengusap wajahnya kasar. Sekarang dia benar benar terlihat idiot.

 

“kau mau kemana?”

Eunbi menghentikan langkahnya tanpa berbalik menatap kyuhyun.

“pulang tentu saja” setelah itu eunbi langsung melesat pergi.

Kyuhyun tersenyum geli, melihat sikap eunbi.

***

Eunbi’s apartement

“dimana aku meletakkannya. Aku rasa aku selalu membawanya didalam tas” eunbi menyikirkan anak rambut yang menghalangi, meletakkannya di belakang daun telinga. Dia nampak berfikir sejenak

“jangan – jangan terjatuh di apartement kyuhyun” eunbi mengira ngira dimana flashdisk miliknya tertinggal. Kantor? Eunbi sudah mengeceknya berulang kali mengobrak abrik laci miliknya tapi nihil. Rumah? eunbi sudah berkeliling mencarinya bahkan sampai ke kolong tempat tidur tapi tidak ketemu juga. Sekarang dia berharap benda itu jatuh di tempat kyuhyun, rasanya itu akan lebih baik dari pada benda itu jatuh dijalan. Semua pekerjaannya tergantung pada benda kecil itu.

***

Eunbi menatap dirinya di cermin sebelum keluar dari taxi yang membawanya ke kawasan elit di seoul.

 

Langkah kakinya yang ringan cepat membawanya pada tempat tinggal kyuhyun. Tinggal melewati satu belokan ke kanan dia akan sampai disana.

 

Langkahnya yang tadi terdengar begitu indah bergesekan dengan lantai menciptakan irama tersendiri tiba tiba terhenti seperti ada jutaan akar yang menahan kakinya. Pandangannya hanya lurus kedepan bahkan rasanya dia tidak sanggup untuk sekedar mengedipkan matanya.

 

Pria itu memberi kecupan singkat kepada kekasihnya, hanya kecupan perpisahan sebelum wanita itu pergi. Kyuhyun tersenyum menatap wanita itu pergi tapi senyuman itu pudar saat pandangannya beralih pada wanita di ujung sana.

 

Eunbi menghapus air matanya kasar, dia tidak sadar kapan air mata sialan itu keluar dari matanya. Sebentar pandangannya bertemu dengan kyuhyun tapi dia buru buru berbalik dan pergi.

 

Hanya terus berlari dan berlari. Dia hanya ingin cepat pergi dari tempat ini.

“ahh..” eunbi hampir terlempar karena tertabrak mobil. Beruntung pemilik mobil itu mempunyai resflek yang cepat.

 

donghae segera keluar dari mobil dan berjongkok dihadapan wanita yang hampir ditabraknya. Wanita itu mengangkat kepalanya.

“eunbi ah. Gwenchana?” mata donghae membulat sempurna.

 

 

Eunbi terus terisak dengan lelehan air mata yang tidak bisa berhenti. Bukan karena sakit di lututnya ataupun kakinya. Hatinya. Rasanya sangat sakit disana. sudah lima menit dia menatap tenangnya air sungai han, tapi rasa sakit ini tidak juga meredah.

 

“minumlah” donghae menyerahkan minuman kaleng kepada eunbi. Dia tidak tahu eunbi kenapa. Apa dia begitu kesakitan karena terjatuh tadi? Berkali kali dia bertanya hanya suara isakan yang terdengar. Donghae juga tidak tahu kemana harus membawa eunbi untuk sekedar menenangkannya, dia yakin eunbi butuh waktu sekarang.

 

Pria itu terus melangkah. Awalnya kyuhyun membiarkan eunbi pergi meskipun rasa khawatir terus menyelimuti hatinya tapi saat donghae menghubunginya rasanya semua kekhawatiran itu bertambah dua kali lipat.

 

Dengan telaten donghae menaruh cairan merah di atas lutut eunbi. Membuat eunbi sedikit meringis perih.

“kyuhyun ah. Kau datang.” Suara donghae membuat eunbi mendongakkan kepalanya sekilas kemudian dia menundukkan kepalanya lagi.

Pria itu tidak menjawab hanya memandang eunbi.

“antarlah dia pulang. Dia menangis dari tadi aku tidak tahu apa yang terjadi. Kurasa lukanya benar benar menyakitkan, tadi aku tid-” sambung donghae.

 

“aku tidak ingin pulang dengannya donghae ah” sela eunbi memotong kalimat donghae

“wae? Apa kalian bertengkar?” donghae menatap kyuhyun dan eunbi bergantian.

“pulanglah donghae ah. Aku akan mengantarnya pulang” matanya tidak pernah lepas dari eunbi, melihatnya seperti itu membuatnya terluka.

“aku bilang aku tidak ingin pulang denganmu!” eunbi sedikit membentak menatap kyuhyun nyalang.

“kau ini kenapa? Baiklah kalau kau tidak ingin pulang” kyuhyun berbalik siap pergi.

Eunbi berdiri dan menatap punggung kyuhyun geram

“baik pulanglah, bukankah kau akan menemui kekasihmu?”

Kyuhyun menghentikan langkahnya, berbalik menatap eunbi.

“aku tidak butuh pria sepertimu cho kyuhyun shi” eunbi berdiri dengan sisa sisa kekuatannya dan berlalu melewati kyuhyun tapi sebelah tangannya berhasil ditahan kyuhyun.

“aku akan mengantarmu. Ayo”

“aku tidak mau” eunbi menghempaskan tangan kyuhyun kasar. ”kau tidak perlu berpura pura baik padaku. Aku tidak butuh itu”

“ya. Kau ini kenapa?!”

“kenapa?” eunbi tersenyum kecut.

“baiklah cho kyuhyun shi, kita selesaikan semuanya sekarang”

Eunbi menatap donghae

“donghae maaf aku dan kyuhyun tidak benar – benar berpacaran. Maaf karena aku telah membohongimu”

“yak, apa yang kau lakukan?!” kyuhyun menaikan nadanya seolah memberi peringatan kepada eunbi.

“wae? Bukannya ini yang ingin kau dengar. Mengatakan semuanya kepada donghae? Setelah itu kau tidak akan terikat denganku lagi”

“Aku melakukan ini karena aku menyukaimu donghae ah. Tapi tenanglah itu dulu. Aku harap ini tidak menjadi bebanmu. Maafkan aku” lanjutnya. Setelah mengatakan itu dia segera pergi meninggalkan dua pria yang sama sama berdiri mematung ditempatnya.

 

Donghae hanya berdiri kikuk, memandang kyuhyun. sejujurnya dia tidak tahu bagaimana harus bersikap sekarang. bukankah tadi itu pengakuan cinta dari eunbi?

 

“kejarlah dia.” Donghae menyikut kyuhyun dan memandang punggung eunbi yang berjalan tertatih tatih meninggalkan mereka.

***

Mungkin matanya sekarang sudah membengkak karena terlalu lama menangis. Dia tidak pernah tahu kalau rasanya akan sesakit ini. Rasa perih dilutunya semakin membuatnya merutuki nasibnya saat ini.

“aku akan mengantarmu” kyuhyun mencekeram pergelangan tangan eunbi.

“aku bilang tidak mau!” dia mencoba menghempaskan kembali tangan kyuhyun tapi cengkeramannya terlalu kuat sampai dia tidak bisa melepaskan.

“apa lagi maumu?” eunbi bertanya disela isak tangisnya. Sekarang suaranya tidak selantang tadi. dia sudah cukup lelah untuk memberontak ataupun berteriak.

“kau tidak akan bisa pulang dengan kaki seperti ini”

“kenapa kau seperti ini. aku sudah melepaskanmu jadi aku mohon per-“

Sret

Kyuhyun menarik tangan eunbi. Menempelkan bibirnya pada bibir eunbi, memotong semua kalimat yang belum diselesaikannya.

 

Matanya membulat sempurna, saat partikel lembut itu menyentuh bibirnya. Ciuman pertamanya. Semua sentuhan lembut itu seakan membuatnya terbang melayang. Dia tidak membalas hanya diam menikmatinya, menikmati keterkejutannya dan lembutnya bibir kyuhyun yang beradu dengan bibirnya.

 

Kyuhyun menjauhkan kepalanya dari eunbi, menatap lebih dalam mata coklat miliknya.

“jangan pernah katakana itu. Mulai sekarang kau adalah milikku. Saranghae hwang eunbi”

—-TBC—-

AUTHOR’S NOTE:

Akhirnya selesai juga part ini. apa kalian semua bosan dengan cerita ini? apa semakin tidak jelas? Maafkan author yang satu ini…. meskipun membosankan aku harap komentar kalian setelah membaca ff ini JJ

THANK YOU buat kalian yang udah baca dan komen.

14 thoughts on “Beautiful Lie Part 3

  1. Ceritanya sih sweet banget..cukup bikin penasaran…jadi kalo dbilang bosen kayaknya gak deh ^^

    Cuma karna post nya agak lama…yg bosen mungkin nungguin kelanjutannya 😂😃😁

    Like

  2. Jika udh diakui prsaan sma eunbi , jgn dkat2 lgi sma nayoung krna itu kana menykti eunbi . Ksian mrka berdua sma2 tersiksa krna sling tdak jujur dgn prsaab sbnrnya . Dan skrg udh diakui , smga mrka bsa memperbaiki hbgan mrka

    Like

  3. Menurutq alurnya kecepetan cinggu, tp gak pa2 sihhh, tp q sebel ma kyu, lw kyu cinta ma eunbi seharusnya kyu buktikan ma eunbi bukannya malah membuat eunbi sakit hati. Walaupu. Eunbi jg salah sihhh. Tp tetap saja lw kelakuan kyu spt itu wanita mana yg gak sakit hati lw lhat laki2 yg kita cintai sedang berduaan dg wanita lain.

    Like

  4. disini sudah jelasss banget yaaaa
    eunbi akhirnya bilang juga ke hae kalo dia suka sama hae
    dan yang bikin legaaa sih
    eunbi bilang juga kalo dia sudah lupain hae dan jatuh cinta ke kyuhyun

    soooo… cinta kyu gk bertepuk sebelah tangan lagii dong

    aaaaaa…..Ayolah selanjutnya Mereka emang benet bener jadi pasangan yang sesungguhnyaaa

    Like

  5. Kya,,,,geregetan banget,berasa nonton drakor bukan baca ff.
    Anyeong,reder baru lam kenal. Mianhe ru komen,keasyikan bacasih. Padahal udah niat komen di part 1 tapi malh maraton bacanya, jeongmal mianheyo,,,

    Like

  6. Akhir nya mereka saling jujur jga walaupun awal nya sedih bagi kyuhyun tp akhr nya kyuhyun menyatakan cinta nya pada eunbi
    Woah mkin penasaran dgn kelanjutan cerita nya^_^

    Like

  7. akhirnya mereka mengatakan kebenarannya walau agak canggung tapi Donghae tetep menyuruh kyu mengejar eunbi dan mereka ciuman tu he he he

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s