Beautiful Lie Part 6

beautiful lie copy

Title : Beautiful Lie Part 6

Author : Oh Honey

lenght : Chapter

genre : Romance

Author’s Note : Yeay,, akhirnya part 6 selesai juga. terima kasih buat para reader yang udah comment dipart part sebelumnya. semoga part 6 ini tidak mengecewakan.

maaf kalau banyak typo

Happy Reading and jangan lupa ninggalin jejaknya.

comment dari kalian sangat bermanfaat buat author 🙂 biar cepet publish part selanjutnya 😀

Inikah alasan kyuhyun melarangnya datang? Sebegitu pentingkah perempuan itu? Apa kyuhyun tidak benar – benar mencintainya? Jika kalian pikir eunbi akan diam saja ditempatnya mematung seperti hiasan di pojok ruangan, maka eunbi tidak sebodoh itu. Dengan kesadaran dan perasaan kecewanya eunbi segera memutar tubuhnya. Mungkin kyuhyun benar, tidak seharusnya dia datang kesini, tidak seharusnya dia melihat ini semua. Penjelasan kyuhyun? lupakan itu. Eunbi tidak ingin mendengarnya sekarang.

Dia tidak berlari dan menangis, eunbi hanya berjalan cepat berharap dia sudah sampai di dalam kamar apartemennya dalam waktu sekejab.

“pulanglah. Aku masih ada urusan” katanya pada perempuan yang masih berdiri manis di depan pintu apartementnya, menepuk pundaknya setelah itu dengan secepat kilat kyuhyun berusaha mengejar eunbi. Dia yakin pasti sekarang eunbi sendang marah karena kesalahpahaman ini. ya, kyuhyun akui kesalahan ini terjadi karenanya tapi kyuhyun punya alasan untuk melakukan itu.

“ne? oppa?” suara perempuan itu memenuhi seluruh lorong gedung apartement ini, tapi seperti angin lalu yang dipanggil tidak merespon sama sekali.

Kakinya dihentakkan ke lantai sampai menimbulkan suara yang keras.

“ada apa dengan wanita itu sampai oppa harus mengejarnya.” Gerutunya.

Dia memutuskan masuk kedalam apartement setelah menekan beberapa digit angka yang sudah dihapalnya atau mungkin tidak perlu dihapal? 123456 bukanlah angka yang patut dihapalkan bukan? Bahkan ini bukan seperti password apartement.

Tangganya dengan cepat membalik tubuh wanita itu sampai menghadap ke arahnya.

“eunbi ah dengarkan aku” katanya kemudian.

Dengan mudah tangannya dihempaskan menampar angin.

“aku tidak ingin mendengarmu. Lagi pula kau masih ada tamu bukan?” kata eunbi penuh penekanan. Entah ini untuk mengingatkan kyuhyun tentang tamu yang sudah menunggunya atau mengingatkan kyuhyun bahwa karena tamu itu kyuhyun telah membuatnya kecewa.

Eunbi hanya menatap kyuhyun marah. Dia memang tidak menangis untuk menunjukkan betapa sakit dan kecewanya hatinya sekarang tapi siapapun pasti akan tahu begaimana perasaannya sekarang hanya dengan melihat tatapan matanya, bahkan kyuhyun bisa melihat itu.

Sekali lagi tangannya diraih oleh tangan kekar itu. Baiklah untuk kali ini saja, dia akan mendengarkan kyuhyun.

“siapa dia?” suaranya sudah tidak selantang tadi.

“Cho Yuju. Adikku” jawab kyuhyun mantap.

Eunbi hanya mendengus. Apakah sekarang dia harus percaya? Adik? Apakah hanya alasan itu yang mampu dipikirkan kyuhyun?

Kyuhyun tidak tahu harus mulai dari mana dia menjelaskannya. Kenyataan yang ada sekarang, perempuan itu adalah adiknya itu kebenaran dan eunbi yang tidak akan semudah itu percaya itu adalah konsekuensi yang harus kyuhyun tanggung. Melarang eunbi datang dan mengatakan kalau perempuan yang berkunjung ke apartementnya adalah adiknya, bukankah itu sebuah kejanggalan?

“baiklah dia adikmu. Lalu kenapa kau melarangku datang?”

Benar kenapa kyuhyun melarangnya datang kalau perempuan itu hanyalah adiknya. Apakah hubungannya dengan kyuhyun harus menjadi sebuah rahasia? Sampai adiknya tidak berhak tahu?

“aku punya alasan itu eunbi ah”

“apa itu?” tanyanya mendesak.

Kyuhyun menarik nafasnya, dia tidak tahu penjelasan apa yang harus ia berikan sekarang. Sejujurnya dia belum siap mengatakan alasan yang sebenarnya kenapa dia melarang eunbi datang. Kyuhyun hanya belum yakin tentang ini semua.

Merasa jenggah dengan kyuhyun yang hanya menatapnya tanpa mengeluarkan sepatah kata apapun membuat eunbi merasa tidak berarti sama sekali untuk kyuhyun.

“jika kau ingin aku percaya, maka berikan aku alasan.”

Kyuhyun masih betah dengan kebisuannya, seperti tidak tahu bagaimana cara mengeluarkan sepatah kata pun.

“apa kau akan diam saja? Katakanlah sesuatu” eunbi kembali mendesak menuntut kyuhyun untuk bersuara.

Eunbi segera menarik tangannya dari genggaman kyuhyun.

Bodoh, apa yang kau harapkan darinya? Runtuk eunbi dalam hati.

Suara sepatu yang bergesekan dengan lantai itu hampir menghilang di ujung koridor, tapi kyuhyun masih disini hanya mampu menatap tidak tahu harus berbuat apa. Tapi dia harus menyelesaikan ini. Harus. Tekadnya dalam hati.

Kaki itu dengan lancang mencegah lift itu tertutup.

Kyuhyun berdiri ditengah pintu, kedua tangannya berada di sisi – sisi pintu lift, mencegahnya agar tidak tertutup lagi.

Eunbi hanya bisa berdiri membisu seolah menantikan apa yang akan dilakukan kyuhyun. Dia akan mendengarkan semuanya karena itulah yang ia harapkan sekarang.

“aku tidak bisa memberikan alasan apapun. Tapi perempuan itu adalah adikku. Kalau kau tidak bisa mempercayai hal itu maka itu terserah padamu. Sekeras apapun kau menuntutku untuk memberikan alasan, aku belum bisa mengatakannya bahkan jika kau ingin kita berpisah setelah ini maka aku akan menerimanya.”

Deretan kata yang menyesakkan begitu lancar keluar dari mulut kyuhyun dan menggores luka baru untuk eunbi.

Kata- kata yang tidak pernah ia sangka akan didengarnya secepat ini membuat otaknya tiba-tiba lumpuh. Tidak bisa berfikir dan mengeluarkan sepatah katapun. Hanya menyimak dan menatap, pria brengsek yang begitu gampang mengatakan hal itu. Berpisah katanya? Bahkan hubungan ini belum genap dua bulan dan kyuhyun bilang berpisah? Apakah ini kisah cinta anak sma? Baiklah, eunbi akui kyuhyun seorang playboy yang pasti sering mengatakan kata berpisah. Tapi eunbi? Bahkan dia tidak pernah berani menjalin sebuah hubungan karena hatinya yang selalu terikat dengan cinta bertepuk sebelah tangannya. Dan sekarang setelah dia dapat merasakan apa itu dicintai dan mencintai, kyuhyun bilang berpisah? Hanya orang gila yang tidak marah dan kecewa dengan sikap kyuhyun.

Pintu itu perlahan menutup setelah kyuhyun menarik tangannya dan tubuhnya menjauh dari pintu lift. Dia terus menjauh sampai pintu lift itu tertutup dengan sendirinya menenggelamkan eunbi dan kebisuan yang menyelimuti. Kyuhyun tahu telah menyakiti hati wanitanya, tapi dia juga tidak ingin menyakiti adiknya. Itu seperti memilih diantara mereka. Sulit. Sangat sulit malah, tapi kyuhyun tetap harus memilih dan inilah pilihan yang ia rasa cukup adil, biarlah wanita itu yang memutuskan. Kyuhyun akan menerima semuanya, semua yang telah diputuskan eunbi. Berpisah? Kyuhyun hampir menampar mulutnya sendiri karena mengatakan hal itu, dia tidak pernah tahu kalau kata itu bisa sesakit ini. Kalau dia bisa memilih dia tidak ingin berpisah dengan eunbi, tapi menceritakan yang sebenarnya kyuhyun belum bisa untuk itu.

Pandangannya sudah mengabur karena air yang menggenang di pelupuk matanya. Mendengar kyuhyun mengatakan kata berpisah jauh menyakitkan dari pada harus melihat kyuhyun dengan wanita lain. Apakah kisah cintanya yang ia harapkan akan berakhir indah harus secepat ini berlalu? Hanya karena perempuan yang katanya adik kyuhyun?

Suara pintu terbuka membuat perempuan yang tadi sedang asyik dengan tontonan televise dan cemilan ditangannya, menoleh ke sumber suara.

“oppa” tegurnya pada pria yang masuk dengan wajah lesu, ini bukan cho kyuhyun yang ia kenal.

“kau belum pulang yuju ah”

“belum. Kenapa dengan mukamu?”

“memangnya kenapa?” kyuhyun ikut mendudukkan dirinya di samping adiknya melupakan rencananya untuk bersantai di kamarnya atau lebih tepatnya berfikir di kamarnya.

Yuju, memperhatikan kakaknya seksama

“siapa wanita tadi?”

“kekasihku. Tapi mungkin sebentar lagi dia akan menjadi mantanku” katanya Nampak miris, bahkan senyum palsu yang ia terbitkan tak bisa menutupi suasana hatinya yang sedang kacau.

“kenapa? Apa kau menyakitinya?” ya, yuju tahu pertanyaan ini tidak seharusnya ia tanyakan pada kyuhyun. sudah berapa wanita yang kyuhyun sakiti dan yuju tidak heran jika hubungan kyuhyun akan berakhir dengan kata berpisah. Tapi kenapa melihat kakakknya sekarang nampak mengenaskan.

Kyuhyun hanya menatap adiknya. ‘aku telah banyak menyakitinya’ tambahnya dalam hati.

“bukankah aku memang selalu begini” dustanya menyembunyikan perasaannya yang sesungguhnya.

“berhentilah memainkan wanita oppa. Carilah wanita yang benar-benar kau cintai.”

“aku sudah mendapatkannya tapi lagi-lagi aku melepaskannya” jawab kyuhyun dalam hati.

***

Pagi ini rasanya begitu menyesakkan untuk eunbi. Mata yang sembab dengan lingkaran hitam di bawah matanya seperti mengejek betapa buruknya perasaannya saat ini. kyuhyun. eunbi tidak bisa berhenti untuk memikirkannya. Berpisah, haruskah eunbi mengatakan itu pada kyuhyun? hatinya menjerit saat kata itu terlintas dalam pikirannya. Tidak. Dia tidak ingin berpisah dengan kyuhyun. Tapi, sebagian egonya berteriak bahwa tidak ada gunanya mempertahankan sebuah hubungan tanpa adanya kepercayaan. Kyuhyun tidak percaya kepada eunbi, itulah kesimpulan yang eunbi ambil saat kyuhyun tidak bisa menceritakan alasannya. Jadi apa yang harus eunbi lakukan sekarang? berpisah? Atau bertahan dengan hubungan ini?

“aku bisa gila” teriak eunbi dengan mengacak sedikit rambutnya.

Bahkan disaat semua orang sudah mengisi perutnya yang kelaparan eunbi lebih memilih ke atap gedung perusahaannya, berfikir dan terus berfikir itulah yang eunbi lakukan dari tadi. Dia harus segera memberikan sebuah keputusan itulah tekadnya sekarang. Dia tidak mungkin membiarkan hubungan ini seperti ini terus seperti air yang mengalir, itu tidak benar. Eunbi harus memutuskan kemana hubungan ini akan berjalan.

Tekadnya dan langkahnya membawanya kesini. Gedung apartement ini, lagi-lagi gedung ini tempat yang selalu ia kunjungi di akhir pekan.

**

Moodnya kembali buruk saat dia harus berkali-kali mencoba membuat nada dan berakhir dengan umpatan. Perasaannya yang kacau dan bayangan wanita itu yang terus menghantuinya membuat kyuhyun harus menelan keinginannya untuk segera menyelesaikan pekerjaannya.

Dia mendesah frustasi dan menyandarkan kepalanya pada kursi kerja miliknya. Pikirannya menerawang ke langit-langit kamar mencoba menenangkan sejenak pikirannya.

Suara bel apartement itu membuyarkan lamunannya. Langkah kakinya yang malas menyeret kyuhyun mendekat ke sumber suara.

Eunbi berdiri kaku di depan pintu apartement yang sudah terbuka, menampilkan pria yang membuat hati dan perasaannya kacau seharian ini.

“masuklah” suara bass kyuhyun memecah keheningan.

Lama mereka hanya sama-sama membisu tidak ada yang berniat membuka suara. Sampai terdengar suara eunbi mengisi gedang telinga kyuhyun.

“jadi apa kau masih akan tetap diam dan tidak memberiku penjelasan?”

“aku sudah mengatakannya dia adikku. Hanya itu tidak ada yang lain” ya, tidak ada yang lain untuk sekarang. mungkin nanti kyuhyun akan memberi eunbi penjelasan, saat dia sudah yakin.

Eunbi menghembuskan nafasnya kasar.

“lalu sekarang kita harus bagaimana?”

“kau yang memutuskannya. Aku akan menurutimu.”

“kau yang membuat ini menjadi rumit dan aku yang harus memutuskannya? apa kau sedang bercanda deganku? kau tidak mencintaiku?”

Sebenarnya apa yang diinginkan kyuhyun sekarang? dia bertindak seperti dia tidak ingin melepaskan eunbi tapi juga bertindak seperti semuanya akan baik-baik saja kalaupun eunbi pergi. Jadi mana yang harus eunbi pilih? Berfikir kalau kyuhyun mencintainya atau kyuhyun yang main- main dengannya?

“aku mencintaimu, masih sama setiap harinya.”

“kalau kau mencintaiku kenapa kau tidak bilang jangan tinggalkan aku daripada kalau kau ingin kita berpisah maka kita akan berpisah?”

“aku masih tidak bisa mempercayaimu sepenuhnya, itulah kenapa kau yang harus memutuskan. Tetap bersamaku atau tidak”

‘Ini sulit, ini sangat sulit. Bersamamu atau tidak. Adakah pertanyaan yang lebih mudah dari itu?’ otak dan hati eunbi kembali berperang bersamanya atau tidak.

“kenapa kau tidak bisa percaya padaku? Apa aku pernah berbohong padamu?”

“aku hanya tidak bisa percaya dengan mudah kepada siapapun. Termasuk kau.” Terang kyuhyun

Kebisuan kembali menyelimuti mereka. Hanya fokus berfikir dan menimang-nimang semuanya.

Lama eunbi berfikir sampai keputusan ini akhirnya diambilnya.

“apakah kau punya rahasia lain selain ini?”

Kyuhyun menggeleng tanda tidak punya.

“baiklah kita jalani hubungan ini seperti semula. Aku tidak akan menuntutmu lagi untuk memberikan aku sebuah penjelasan.”

Anggaplah eunbi bodoh karena memutuskan hal ini, tapi rasa cintanya kepada kyuhyun mencoba menyingkarkan semua pikiran negative yang ada di otaknya. Mungkin kyuhyun punya alasan untuk melakukan ini semua, itulah pikirnya. Jadi eunbi akan menunggu sampai pria itu bisa mempercayainya dan menceritakan semuanya. Eunbi akan menunggu waktu itu datang.

“apa kau yakin dengan keputusanmu?”

Kyuhyun bertanya bukannya dia tidak suka dengan keputusan eunbi, dia bahkan hampir berteriak sangking senangnya. Tapi apakah wanita ini benar-benar memberikan keputusan yng tepat.

Eunbi melipat tangannya dan memasang tampang marah.

“jadi kau ingin bagaimana? Berpisah denganku?” tantangnya. Pria ini tidak pernah satu kali saja tidak membuat eunbi frustasi. Setelah dia berkata kau yang putuskan sekarang dia bilang apa kau yakin dengan keputusanmu.

“baiklah karena aku sudah bilang akan menuruti keputusanmu. Maka mari kita berkencan seperti semula.”

Kyuhyun menghembuskan nafas lega. Dia seperti orang yang berada di ujung tombak karena pernyataannya sendiri. Berpisah. Kata – kata itu sungguh menyebalkan.

“tapi kau harus berjanji satu hal padaku”

“apa?”

“aku tidak tidak ingin memaksamu untuk bicara tapi saat kau sudah mempercayaiku, maka pada saat itu kau harus menceritaka semuanya padaku.” Benar, sekarang tugas eunbi adalah membuat kyuhyun percaya padanya. Kyuhyun bukanlah tipe orang yang mudah percaya dengan orang lain, eunbi tahu betul tentang itu. Itulah sebabnya kenapa eunbi lebih memilih menunggu kyuhyun bercerita dengan sendirinya.

“ehm. Baiklah”

Eunbi mengangguk mengiyakan

“kalau begitu apa kau punya sesuatu untuk dimakan? Aku benar-benar lapar sekarang”

Suasana ini sudah kembali seperti awal, sebelum perdebatan itu terjadi. menjadi lebih hangat dan manja.

“apa kau kesini hanya untuk makan?” kyuhyun tertawa geli mendengar pertanyaan eunbi. Setelah mereka berbicara serius apakah ini akhir dari semuanya? Makan?

“aku belum makan apapun dari tadi pagi” kata eunbi memelas

“aku punya beberapa bahan makanan di kulkas, jika kau ingin memasak tapi jika kita juga bisa memesan makanan”

“benar, adikmu baru kesini jadi isi kulkasmu pasti penuh. Baiklah kita lihat apa yang ada di dalam kulkasmu”

Eunbi berdiri menuju ruangan yang penuh dengan peralatan dapur dipojok ruangan.

“apa aku harus memakai ini?” kyuhyun memandang geli bayangannya. Pria cool dengan celemek pink bermotif hati, bukankah ini menggelikan?

Eunbi terkikik melihat kyuhyun

“tentu saja. Kau tampak keren dengan celemek itu”

“Aishhhh” tangan kyuhyun hampir melepas tali celemek itu keluar sebelum eunbi menghentikannya.

“apa aku harus memasak sendiri?” eunbi menggeleng seperti menjawab pertanyaannya sendiri

“kau harus membantuku” lanjutnya dan mendorong kyuhyun menghadap meja dapur yang sudah penuh dengan bahan-bahan memasak.

Eunbi tersenyum mengejek dibaik kesibukannya memotong sayuran. Ekor matanya melihat kyuhyun yang dari tadi mencoba mengelap air mata yang menerobos pelupuk matanya.
“aishh aku tidak bisa melakukan ini lagi” kyuhyun membuang pisau dapur itu kasar. Bawang itu, sungguh menyiksanya.

“kenapa? Kau melakukannya dengan sangat baik” kata eunbi pura-pura tidak tahu kekesalan kyuhyun.

“aku menyerah dengan bawang itu. Sebaiknya kau saja yang mengupas bawang dan aku yang memotong sayuran ini.”

Kyuhyun segera merebut sayuran dan pisau dari tangan eunbi. Mencoba merubah posisinya. Dan eunbi hanya menerima dan tersenyum melihat tingkah kyuhyun.

“kenapa kau menaruh banyak sekali minyak disana?” protes eunbi. Kyuhyun hampir menenggelamkan penggorengan itu dengan minyak yang mengapung diatasnya. Dia hanya ingin menggoreng telur bukan menenggelamkan telur itu ke dalam minyak.

“bukankah aku harus menaruh minyak untuk menggoreng telur?” Tanya kyuhyun polos.

“tapi kau tidak harus memberinya sebanyak itu tuan cho.”

Kyuhyun hanya memperhatikan eunbi yang mengurangi genangan minyak itu dipenggorengan. Memangnya siapa suruh menyuruh kyuhyun untuk membantunya memasak? Perlu diingat meskipun kyuhyun tinggal sendiri, dia tidak pernah memasak. Dia lebih memilih memesan makanan, atau membiarkan donghae atau ha neul memasak untuknya atau mungkin sekarang eunbi, atau membiarkan bahan makanan itu membusuk. Hanya tiga pilihan itu yang kyuhyun miliki. Memasak? Tidak tanpa pemasakan seperti sekarang.

“kau hanya perlu memecahkan telur itu diatas penggorengan” terang eunbi

Kyuhyun menggegam telur itu seperti akan memecahkannya ditangan.

“apa kau yakin ini aman?”

Pertanyaan apa ini? tentu saja itu aman. Itu hanya telur bukan bom yang harus kau ledakkan.

Eunbi mengangguk meyakinkan.

“tentu saja.”

Tarikan nafas yang kuat dan menghembuskannya perlahan menjadi pembuka untuk aksi kyuhyun.

Dia mengumpulkan keberaniannya untuk memecah telur itu dan menjadikannya telur goreng yang lezat, setidaknya tidak gosong. Tapi-

“auch” kyuhyun menjingkat karena minyak yang muncrat mengenai tangannya.

Eunbi menarik tangan kyuhyun panic, meneliti dengan seksama dimana minyak itu muncrat.

“gwenchana?” tanyanya panic

Kyuhyun hanya terdiam, asyik memandangi eunbi yang panik meniup dan mengipas-ngipaskan tangannya untuk mengurangi rasa sakit ditangannya. Sakit? Itu tidak sakit, kyuhyun hanya kaget saja.

“mianhae” sesal eunbi

“kenapa minta maaf. Ini sudah sembuh karena kau meniupnya”

“jangan bercanda”

“mungkin kau punya kekuatan untuk menyembuhkan orang lain”

“ck” eunbi memukul tangan kyuhyun. seharusnya dia tidak sepanik itu, bahkan kyuhyun tersenyum meringis menampilkan deretan giginya yang putih. Dan seharusnya eunbi sadar itu hanya muncratan minyak bukan tumpahan minyak.

“oh. Telurnya” teriak eunbi panic.

Pandangannya memelas menyaksikan terlur itu berubah warna menjadi hitam.

“ini tidak bisa dimakan” kata eunbi putus asa

“aku rasa juga begitu”

Setelah proses masak-memasak yang hampir mengerahkan seluruh kekuatan kyuhyun. Baiklah ini berlebihan, tapi yang jelas kyuhyun bekerja keras untuk ini.

Mereka berdua sibuk menyantap dan mengunyah hasil masakan mereka berdua. Suasana sekarang benar-benar terasa hangat saat beberapa percakapan ringan dan sedikit tawa terdengar mengiringi dentingan sendok dan piring.

====TBC====

17 thoughts on “Beautiful Lie Part 6

  1. Rahasia apa ya yg disembunyikan kyuhyun sma eunbi? Huu jd penasaran utk bca next chapter nya
    Lucu baca yg pas mereka msk bersama hehe
    Ditunggu next chapter nya(^^)/

    Like

  2. Utg eunbi mo mngalah jd bs baikan lg deh 🙂
    Mg rahasia kyu ga ngancurin hub mreka
    Krn pnasarn sm klnjutanny smgat thor bt ngelnjutinny….fighting…

    Like

  3. Y ,,mengalah sesekali demi cinta daripada menyesal & metatapi perpisahan. Lebih baik kehilangan harga diri demi cinta,daripada kehilangan cinta karna harga diri….

    Like

  4. Fuhh .. lagian kenapa kyuhyun larang eunbi dateng??
    kan cuma Adik saja kan

    Dan sebel sih sama kyuhyun Yang bilang begitu
    pasrah sama keputusannya Eunbi
    😩😩😩😩😩

    Semoga kyu percaya sama eunbi

    Like

  5. sesuatu bnget hubungan kyu ama eunbi mau sampe kapan klo kyuh susah buat percaya ama pasangannya 😯😯😯 … sebenrnya apah si hubungan kyuh ama adenya jangan2 kyuh ama adenya enga sedarah sampe2 dya blm bisa menceritaknnya ?? … tekateki yg harus dipecahkan …

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s