Beautiful Lie Part 7

beautiful lie copy

Judul: Beautiful Lie

Length : Chapter

Genre: Romance

Cast: Cho Kyuhyun, Hwang Eunbi, Lee Donghae, Kim Ha Neul

Author: Oh Honey

author’s note: oke author kembali lagi dengan ff satu ini. aku tidak tahu part ini bakal lebih seru atau tidak. tapi author harap kalian menikmati ff ini.

wajib bagi yang uda baca untuk komen dan like 🙂 gomawo:):)

HAPPY READING ALL

Setelah mengisi perut mereka, eunbi dan kyuhyun sedikit merilekskan tubuhnya pada sofa dan tontonan televise yang hampir sama setiap harinya.

 

Eunbi berada dalam pelukan kyuhyun, seperti menjadikannya sandaran. Sangat nyaman. Tangan kyuhyun begitu posesive melingkar pada tubuh eunbi seperti tidak merasakan bagaimana pegalnya lengannya.

Satu toples makanan ringan berada pada pelukan eunbi. Suara televise dan renyahkan keripik kentang yang mereka makan mengisi setiap sudut ruangan persegi ini.

 

“apa kau tidak melanjutkan pekerjaanmu?” Tanya eunbi yang masih sibuk mengunyah dan menelan keripik kentang

“aku tidak akan bisa melanjutkan pekerjaanku jika kau ada disini”

Eunbi menjauhkan tubuhnya dari kyuhyun membuat eunbi berhadapan dengan kyuhyun.

“apa kau mengusirku?”

“tentu saja tidak. Aku hanya tidak bisa bekerja jika kau ada disini dan memilih mengacuhkanmu”

“kau bisa tidak mempedulikanku, aku hanya ingin menonton drama ini.”

Kyuhyun menarik tubuh eunbi untuk kembali pada posisinya tadi. Menemani wanita ini menonton drama yang sama sekali tidak pernah kyuhyun tonton lebih baik dari pada harus bekerja dan mengacuhkan eunbi. Bukankah dia hanya bisa bertemu eunbi di akir pekan? Jadi biarkanlah di akhir pekan kyuhyun melupakan sedikit tentang pekerjaannya. Itu tidak buruk kan?

“sudah aku bilang aku tidak bisa”

Eunbi tersenyum di balik keripik kentang yang belum habis dikunyahnya. Hal kecil seperti ini setidaknya menunjukkan bahwa kyuhyun memang tidak mempermainkannya atau hanya menganggap eunbi seperti wanita-wanita kyuhyun sebelumnya. Dan itu membuat eunbi sedikit lega atas keputusannya menerima kyuhyun kembali.

 

“sudah berapa lama ha neul menjalin hubungan dengan donghae?” setelah beberapa menit mereka saling diam. Kini eunbi membuka sebuah topic yang bahkan eunbi tidak sadar telah mengatakannya.

“1 tahun kenapa?”

“ng.. hanya bertanya”

“apa kau masih merasa cemburu karena donghae dengan ha neul?” Tanya kyuhyun mendesak. Ayolah, seorang pria juga merasa jengah saat kekasihnya membahas tentang pria yang pernah singgah dihati wanitanya. Meskipun itu adalah donghae, sahabatnya. Kyuhyun tidak suka dengan topic ini.

“apa? Tidak. Untuk apa? Aku sudah tidak mencintainya”

“anggaplah aku percaya dengan perkataanmu”

“kau memang harus mempercayai itu”

 

Keheningan dan suara televise yang lebih mendominasi terjadi lagi. Suara keripik kentang yang renyah di dalam mulut menjadi pendamping.

“ha neul adalah temanku sejak kecil, bisa dibilang kita bersahabat. Dan donghae adalah sahabatku saat di high school, sejak saat itu kita bertiga menjadi sahabat. Tapi pria itu diam-diam menyukai ha neul” kata kyuhyun memecah konsentrasi eunbi pada layar persegi di depannya. Kyuhyun tidak tahu kenapa tiba-tiba dia ingin menceritakan hal ini kepada eunbi, sebenarnya ini bukanlah informasi yang penting yang harus kyuhyun ceritakan kepada eunbi.

 

“jadi mereka bertiga bersahabat”batin eunbi

“kau bagaimana?” Tanya eunbi spontan

Kyuhyun mengerutkan keningnya tidak mengerti

“apa?”

“kau. Apa kau juga tidak tertarik dengan ha neul?” mungkin ini adalah pertanyaan yang dari dulu selalu ingin eunbi tanyakan kepada kyuhyun, pertanyaan yang selalu berputar di dalam pikirannya. Apakah kyuhyun tertarik kepada ha neul? Apakah kyuhyun pernah menyukai ha neul? Dan wanita itu, apa benar menyukai kyuhyun? semuanya menumpuk menjadi satu di dalam pikiran eunbi, mengusik setiap tidur malamnya, mengusik ketenangannya saat bersama kyuhyun.

Ayolah. Tidak ada persahabatan antara wanita dan pria yang murni, apakah eunbi terlalu munafik jika berpikiran begitu? Tapi setidaknya sekarang eunbi bisa bernafas lega mengetahui fakta bahwa hubungan antara kyuhyun dan ha neul hanyalah sahabat dan kyuhyun tidak menutupi itu semua. Bukankah eunbi harus percaya kepada kyuhyun bahwa tidak ada hal lain selain persahabatan?

 

“aku sudah menganggapnya sebagai adik sendiri, bagaimana mungkin aku mencintainya lagi pula dia sudah bersama donghae” lanjut kyuhyun.

Yang diajak bicara tiba-tiba tersenyum dibalik keripik kentang dimulutnya dan pandangannya tetap lurus ke depan.

“wae? Kenapa kau tersenyum? Kyuhyun memandang eunbi heran. Kyuhyun mengikuti arah pandang eunbi. Menatap layar televise dan eunbi bergantian. Tidak ada yang lucu dari acara televise sekarang hanya deretan iklan yang terus diputar berkali-kali. Tapi kenapa eunbi tersenyum? Apa dia sudah mulai…

Apa yang sedang kau pikirkan cho kyuhyun? apa kau mengira eunbi mendadak gila.

“apa ada yang salah sampai kau senyum-senyum sendiri?” tanya kyuhyun lagi.

 

Sadar akan tingkah bodohnya. Eunbi menatap kyuhyun.

“tidak ada apa-apa” jawab eunbi tak bersalah dan kembali mengambil keripik kentang.

“apa yang sedang kau pikirkan sampai kau senyum-senyum sendiri. Apa ada yang lucu dari ceritaku?”

Eunbi menggeleng tanda tidak ada.

“aku hanya senang”

Kyuhyun semakin mengerutkan keningnya tidak mengerti. Kenapa eunbi tiba-tiba merasa senang ditengah-tengah pembicaraannya.

“senang? Kenapa?”

“hanya senang”

“hanya?”

Eunbi menarik nafasnya dalam-dalam. Kenapa pria ini terus bertanya batin eunbi. Tidakkah kyuhyun seharusnya paham.

“dengarkan baik-baik” eunbi memutar tubuhnya menghadap kyuhyun.

“aku senang karena ternyata cho kyuhyun tidak tertarik kepada kim ha neul. Hanya itu”

“memang tidak ada apa-apa. Apakah kau berfikir selama ini aku tertarik pada ha neul?”

eunbi memutar tubuhnya dan memposisikan kembali tubuhnya pada dada bidang milik kyuhyun.

“hanya berfikir. Tapi sekarang tidak lagi”

Hanya lengkungan di bibir indah kyuhyun yang mampu dia tunjukkan. Dia tidak menyangka kalau eunbi bahkan berfikir hubungan antara kyuhyun dan ha neul lebih dari teman. Apakah eunbi begitu mencintainya sampai berfikir seperti itu? Ng…mungkin. dan kyuhyun sangat suka kalimat itu ‘sangat mencintainya’ terdengar begitu indah dan menggetarkan hati seperti berjuta-juta kelopak bunga menggelitik perutnya.

***

Hari selasa adalah hari membosankan setelah senin. Sangat melelahkan dan membosankan.

Eunbi terus mengetukkan sepatu ketsnya ke lantai, menyesap sedikit demi sedikit kopi yang mengepul ditangannya. Langkah kakinya terus terajut menuju meja kerjanya, meja kerja yang sudah seperti tempat paling membosankan. Tumpukan kertas-kertas, dering telepon yang terus berbunyi. Ahh sungguh menyebalkan.

 

Eunbi sedikit membanting pantatnya dikursi kerja, meletakkan kopi panasnya disamping telepon. Otaknya masih tidak bisa diajak bekerja untuk saat ini, lebih tepatnya ada hal lain yang sedang dipikirkannya.

Kursi itu terus bergerak ke kanan dan ke kiri, mungkin jika kursi itu adalah manusia sudah dapat dipastikan dia akan segera pingsan karena eunbi terus menggerakannya ke kanan dan ke kiri.

Pandangan matanya terus menatap layar persegi itu kesal.

“ah. Menyebalkan dia bahkan tidak menghubungiku selama satu hari. Apa dia benar sesibuk itu sampai tidak bisa membalas pesanku?” omel eunbi pada dirinya sendiri.

 

BRAKK

Pertemuan antara meja kerja dan benda persegi itu, menimbulkan suara yang sedikit memekakkan telinga. Bahkan eunbi tidak peduli jika hal itu dapat menggores ponsel pintar miliknya.

 

“dia memang keterlaluan” omelnya untuk kesekian kali, entah sudah berapa banyak sumpah serapah yang dia keluarkan untuk kyuhyun

Mencoba terus berfikir positif dan menekan semua egonya nyatanya tidak cukup untuk menghilangkan rasa kesal yang lebih mendominasi hatinya. Rasanya ini lebih buruk dari pada dia tidak punya kekasih. Diabaikan kekasih jauh lebih menyebalkan.

 

***

Renggangan tangan dan menolehkan kepalanya ke kanan dan ke kiri seolah menjadi selebrasi atas semua kerja kerasnya selama beberapa hari ini.

 

“ah aku benar-benar capek” ucap pria yang tidak lebih tua dari kyuhyun. kelopak matanya sudah tidak sanggup lagi untuk terbuka bahkan lingkaran hitam di matanya seolah mempertegas bahwa dia butuh untuk sekedar tidur.

“pulanglah. Kau bisa istirahat dirumah” ucap kyuhyun pada staffnya. Lagu baru ciptaannya sudah selesai bahkan dia sudah melakukan rekaman. Mulai sekarang dia akan punya waktu untuk berkencan dengan eunbi, setidaknya dia tidak harus menghabiskan akhir pekannya diapartement bersama eunbi. Meskipun kyuhyun akui itu tidak terlalu buruk. Mengingat nama eunbi, membuat kyuhyun mengambil ponsel pintarnya.

Ternyata penyelesaian proyek ini begitu lama sampai ada 20 pesan dan 20 panggilan tidak terjawab. Kyuhyun tersenyum melihat nama yang telah memenuhi semua pesan masuk dan panggilan teleponnya. Hwang eunbi. Wanita itu selalu berhasil membuat kyuhyun tersenyum hanya memikirkannya. Merelakan waktu tidurnya untuk cepat-cepat menyelesaikan pekerjaannya bahkan kyuhyun harus menunda jam makannya demi ingin bertemu sepuasnya dengan eunbi tidak hanya di akhir pekan yang beberapa minggu ini mereka jalaninya.

***

Beberapa gossip mengiringi langkah beberapa pasang kaki menuju luar kantor. Jam pulang kantor memang selalu seperti ini saat hampir semua wanita keluar bersama. Tidak ada satu halpun yang terlewatkan untuk dibicarakan, tapi untuk saat ini eunbi tidak berada dalam mood yang baik untuk bergosip bahkan untuk sekedar menganggapi saja dia sudah malas. Dia hanya ingin cepat sampai rumah merebahkan tubuhnya yang kaku dan sejanak melupakan nama pria brengsek itu ‘cho kyuhyun’.

 

Langkah kaki yang tadi terdengar seirama tiba-tiba berhenti serempak seperti pasukan pengibar bendera. Eunbi yang dari tadi hanya focus pada lantai dan ujung sepatu yang terus bergerak diatas mengkilatnya lantai ikut menghentikan lantainya.

 

Matanya mengikuti kemana beberapa pasang mata itu tertuju.

 

Baru saja dia selesai memikirkan tentang kyuhyun. pria itu sudah berada di depan kantornya, berjalan mendekat dan semakin mendekat.

 

“ada apa kau datang kesini?” tanya eunbi cuek saat pria bertubuh jakung itu sudah berdiri 10 cm di depannya.

“apa lagi. Menemui kekasihku” jawab kyuhyun enteng diikuti dengan senyum yang bisa melelehkan semua kaum hawa. Bahkan teriakan menggila dari semua rekan kerja eunbi sudah membahana, mungkin jika mereka tidak sadar kalau kyuhyun adalah kekasih eunbi sudah dipastikan mereka akan terang-terangan mengoda kyuhyun. ayolah, siapa wanita yang tidak kagum melihat kyuhyun. perlakuannya sekarang kepada eunbi mampu membuat berjuta-juta wanita merasa iri.

 

Kyuhyun tahu eunbi sedang marah kepadanya itulah alasan kyuhyun memilih datang kesini terlebih dahulu, menemui eunbi setelah pulang dari studio yang menyita perhatiannya selama dua hari ini. dan melupakan kasur empuk apartementnya, tentu saja.

 

“untukmu” kyuhyun memberikan satu buket bunga mawar merah. Sejujurnya kyuhyun tidak tahu apakah cara ini mampu meredakan rasa kesal eunbi tapi tidak ada salahnya bukan untuk mencoba.

Yang diberi bunga hanya menatap mawar merah itu, tidak percaya mungkin. Ini adalah pertama kalinya kyuhyun memberinya bunga dan itu di depan semua rekan kerjanya. Senang? Tentu saja. Dia mungkin saja berteriak sangking senangnya dan melupakan rasa kesalanya. Oh, bahkan kekesalan itu sudah menguap dari tadi. Saat melihat prianya datang dan sekarang memberinya bunga. Jangan pernah tanyakan bagaimana nasib kekesalannya pada kyuhyun. tidak ada.

 

“apa kau mencoba merayuku dengan bunga ini” tangannya terulur menerima buket bunga itu, meskipun dengan nada yang sengaja dibuatnya jutek. Akan sangat kampungan jika sekarang eunbi berteriak dan memeluk kyuhyun sangkin senangnya. Tidak di depan rekan kerjanya. Pura-pura cool hanya itu yang eunbi coba tunjukan. Bukan eunbi yang mengoda kyuhyun dan bukan Cuma eunbi yang menggilai kyuhyun, tapi kyuhyun juga mencintai dan menggilai eunbi. Itulah point yang coba eunbi tunjukan pada rekan kerjanya, membungkam semua gossip yang beredar. Eunbi mengoda kyuhyun. eunbi muak mendengar itu semua.

Haruskah eunbi berterima kasih kepada kyuhyun setelah ini?

 

“jika itu bisa aku tidak keberatan”

Keduanya sama – sama tersenyum. Itu benar, entah ini merayu atau membujuk siapa yang peduli.

 

“kajja. Aku akan mengantarmu pulang” tangan kyuhyun telulur dan disambut hangat oleh eunbi.

 

Semua pasang mata seolah tiba-tiba menjadi patung es yang hanya terbengong dan membekap mulut mereka masing-masing. Beruntung sekali bisa mendapatkan kyuhyun. pikir mereka.

 

“kalau begitu aku pulang dulu.sampai jumpa besok” pamit eunbi sopan dan melangkah maju mensejajarkan tubuhnya dengan kyuhyun.

 

Senyum penuh cinta itu terus mengembang sampai mobil kyuhyun hilang dibalik padatnya jalan seoul.

 

“kenapa tidak menjawab panggilan teleponku?” tanya eunbi dengan terus memperhatikan setiap kelopak bunga mawar dalam dekapannya seolah tidak rela jika satu kelopak saja layu.

“aku sibuk menyelesaikan lagu itu. Melakukan perekaman sampai pagi tadi dan langsung menemuimu”

“apa aku hanya akan jadi yang kedua setelah pekerjaanmu”

“ng..kurasa tidak. Itu hal yang berbeda. Aku tidak bisa meninggalkan pekerjaanku karena itu adalah tanggung jawab tapi kau. Aku tidak bisa meninggalkanmu karena aku mencintaimu”

Eunbi terkekeh geli.

“apa itu? Aku merasa merinding mendengarnya”

Apakah ini efek kyuhyun terlalu stress memikirkan lagunya. Ini terlalu menggelikan untuk di dengar dari mulut kyuhyun.

 

Kyuhyun ikut terkekeh.

***

“kenapa kau mengajakku kesini?” tanya eunbi penasaran

“aku ingin membeli kado untuk seseorang”

Seketika eunbi menghentikan langkahnya membuat kyuhyun juga berhenti.

“nugu?”

Kyuhyun tersenyum sebelum menjawab

“adikku. Cho yuju. Dia ulang tahun besok jadi aku ingin memberinya hadiah”

“ehm…benarkah. Baiklah ayo kita cari hadiahnya” kata eunbi terbata.

 

Memalukan-memalukan. Eunbi menggigit bibir bawahnya gemas. Pikirannya terlalu dangkal saat kyuhyun menyebut sesorang. Sepertinya eunbi harus bisa mengurangi sedikit rasa cemburunya pada kyuhyun. ohhh, tapi itu muncul begitu saja. Menyebalkan.

 

***

Eunbi memandang gugup rumah bergaya modern di depannya. Oh, kenapa rasanya segugup ini. jantungnya bekerja terlalu keras bahkan eunbi takut kalau detak jantungnya dapat di dengar kyuhyun.

 

“ayo” ajak kyuhyun.

 

Hari ini adalah hari ulang tahun yuju seperti tahun-tahun sebelumnya kyuhyun tidak akan pernah melewatkan moment satu tahun sekali ini. apalagi ini menyangkut adiknya. Kyuhyun memang sengaja mengajak eunbi ikut bersamanya, padahal seumur umur dia tidak pernah mengajak kekasihnya untuk merayakan ulang tahun yuju. Hanya keluarga dan dua sahabatnya donghae dan ha neul. Tapi untuk ulang tahun yuju tahun ini, kyuhyun sengaja mengajak eunbi meskipun kyuhyun tahun pertemuan pertama mereka tidaklah baik. Dia ingin mengenalkan eunbi kepada ibu dan adiknya. Apakah ini langkah awal kyuhyun untuk serius kepada eunbi? Ng… dia tidak berfikiran seperti itu tapi jika kalian menganggapnya begitu maka anggaplah begitu.

 

Dua langkah kecil mulai mensejajarkan posisinya dengan kyuhyun, menghadap pintu coklat dengan aroma khas kayu mahoni.

 

Citt..

Pintu itu terbuka sempurna menampilkan ruang tamu yang tidak terlalu besar tapi terlihat begitu berkelas.

 

“oppa” teriak perempuan itu dan buru-buru menuruni tangga bahkan hampir terlihat bahwa dia melewati dua anak tangga sekaligus.

“yuju ah” sapa kyuhyun

 

“kenapa oppa begitu telat bukannya oppa berjanji akan datang siang hari” kata yuju setelah sampai didepan mereka

“maaf tadi oppa ada sedikit urusan, lagi pula pestanya belum dimulaikan?”

“selalu seperti itu”

Kyuhyun mengacak sedikit poni adiknya, sesuatu yang sering kyuhyun lakukan. Disaat seperti ini tidak ada kyuhyun yang playboy tapi kyuhyun yang penyanyang, tidak ada sisi buruk kyuhyun yang ada adalah betapa sempurnanya kyuhyun.

“eomma dimana?” tanya kyuhyun kemudian

“di dapur menyiapkan makanan”

 

Hanya memandang kyuhyun dan yuju bergantian, memperhatikan apa saja yang mereka bicarakan. Tidak ada yang lain. Hanya itu. Dan eunbi begitu takjub melihat kedekatan kakak beradik ini, dia tidak meyangka kyuhyun begitu berbeda saat berada di tengah keluarganya, begitu hangat.

 

“eunbi ah. Duduklah dulu. Aku ingin menemui eomma”

Suara berat itu membuyarkan lamunan eunbi, menariknya pada realita. Jantungnya kembali berdetak lebih cepat dari biasanya. Dia berada di dalam rumah keluarga kyuhyun, sungguh hal ini membuatnya sedikit merasa pusing.

Apakah keluarga kyuhyun akan menerima kedatangan eunbi? Apakah mereka akan baik kepada eunbi? Pertanyaan itu terus memenuhhi otaknya.

 

Suara kyuhyun menyadarkan yuju bahwa kakaknya tidak datang sendirian.

“nugu?”

Tidak biasanya kyuhyun mengajak seorang wanita kerumahnya apalagi dihari penting seperti ini. sekilas yuju berfikir bahwa dia pernah bertemu dengannya.

 

“bukankah kalian pernah bertemu?”

Bukannya menjawab kyuhyun kembali melemparkan pertanyaan kepada yuju, membuat tiga kerutan di dahinya.

 

“anyeong. Perkenalkan namaku hwang eunbi. Kita memang pernah bertemu sebelumnya atau ng…mungkin juga sedikit mengobrol. Saat di lift di apartement kyuhyun dan…” eunbi berfikir apakah dia harus meneruskan kalimatnya ‘dan aku berfikir kalau kau adalah kekasih kyuhyun, bahkan aku menangis setelah itu’ haruskah eunbi mengatakan itu?

 

“ahh aku ingat sekarang. kau wanita yang datang ke apartement kyuhyun oppa waktu itu kan?”

Oh, terima kasih tuhan. Setidaknya yuju bisa mengingat sendiri kejadian itu tanpa harus dia ceritakan.

 

***

Suasanan makan malam kali ini terasa sedikit berbeda bagi kyuhyun. jika sebelumnya meja makan ini hanya terisi oleh 3 orang saja sekarang terasa lebih penuh dengan pengunjung baru.

 

Eunbi bersyukur setidaknya eomma kyuhyun tidak seperti apa yang dia pikirkan sebelumnya. Wanita tua yang cerewet, tidak menyukainya tapi ternyata itu semua salah. wanita ini memang setengah baya tapi dia begitu baik dan penyayang setidaknya eunbi tidak takut untuk sekedar bertanya dan mengobrol dengannya.

 

“ahjumma biar aku bantu” he neul segera berdiri dari duduknya dan membereskan beberapa piring yang sudah kosong di atas meja.

“gomawo ha neul ah”

Ha neul memang tidak asing lagi dengan keluarga ini, dia sudah seperti anak sendiri bagi ibu kyuhyun.

 

Saat semua orang sedang sibuk dengan semua kegiatan mereka. Ha neul yang sibuk membantu ibu kyuhyun di dapur, mencuci beberapa perabotan makan. kyuhyun sedang asyik menonton pertandingan sepak bola dengan donghae. Dan eunbi hanya menatap kamar yang lebih didominasi dengan warna ungu dan beberapa boneka yang tertata rapi di atas tempat tidur. Eunbi hampir bosan duduk sendiri disini. Sebenarnya kemana yuju sekarang, dia mengajak eunbi masuk ke dalam kamarnya tapi kemudian dia pergi dan meninggalkan eunbi sendiri.

 

Untuk mengusir rasa bosannya eunbi memutuskan melihat beberapa barang yang ada didalam ruangan ini. ng.. apakah eunbi terlihat tidak sopan? Biarlah, dia hanya ingin melihat-lihat saja bukan mengambil sesuatu jadi tidak apa-apa kan.

 

Tidak ada yang istimewa, hampir sama seperti apa yang ada dalam kamarnya. Aksesoris, make up, foto-foto sesuatu yang biasanya ada dalam kamar wanita.

 

Eunbi melihat sesuatu, semacam buku sketsa.

Perlahan tangannya membuka halaman demi halaman.

“dia pintar mengambar rupanya” katanya dan terus membalik halaman buku sketsa itu.

 

“apa yang unnie lihat?”

Suara itu seperti hantu disiang bolong mengejutkan. Eunbi buru – buru menutup buku itu dan menatap yuju bingung saat dia sudah berjalan mendekat.

“it- itu aku tidak bermaksud lancang tapi aku merasa bosan dan ingin melihat-lihat.” Jawab eunbi gugup. Akankah setelah ini dia akan dicap sebagai wanita yang lancang? Sungguh ini bukanlah masa depan yang baik.

 

“kau melihat buku sketsaku?”

“iya. dan aku rasa gambarmu sangat bagus”

“gomawo. Hanya orang terdekat saja yang bisa melihat buku sketsaku”

 

Eunbi meremas jari jarinya dan menatap yuju yang sudah duduk manis di atas kasur empuk miliknya. Dia benar mengutuk dirinya sendiri karena telah berani melihat barang-barang yuju tanpa pamit.

“mian. Aku tidak bermaksud lancang sungguh”

 

“gwenchana. Karena bagi oppa kau bukan orang lain jadi aku juga akan mengangnya seperti itu”

Ternyata yuju tidak seburuk itu. Eunbi sudah berfikir akan medapat teriakkan dan makian dari wanita yang jauh dibawah umurnya.

“gomawo”

 

Beberapa detik mereka hanya saling diam, mematung ditempat mereka masing-masing.

“kau dari mana tadi?” tanya eunbi membuka suara

“menelepon pacarku”

“benarkah? Kenapa tidak menelepon disini saja”

“aku tidak suka orang lain medengar pembicaraanku”

“oh begitu rupanya”

“jadi unnie sudah berapa lama dengan oppa?”

“ne?”

“hubunganmu dengan oppaku”

“ah itu. Mungkin 4 bulan” eunbi mengaruk kepalanya yang tidak gatal. Sejujurnya dia lupa tepatnya kapan, ya dia memang tidak suka menghapal semua tanggal yang dibilang para wanita penting ‘tanggal jadian’.

“ini pertama kalinya oppa punya hubungan yang lama dengan wanita. Aku pikir dia benar-benar mencintai unnie”

 

Pipinya tiba-tiba memanas. Pertama? Apakah ini bisa disebut cinta pertama? Apa iya? tidak mungkin kalau eunbi adalah cinta pertama kyuhyun kan?

Tiba-tiba sebuah ide terbesit dalam otaknya.

 

“yuju ah”

“ehm”

“kau tidak keberatankan kalau aku bertanya sesuatu”

“apa?”

 

Mereka berdua tertawa bersama saat menuruni setiap anak tangga. Begitulah wanita, mereka gampang akrab dan gampang bertengkar, sifat alami para wanita.

Beberapa pasang mata tampak asik memperhatikan. Bagamana eunbi dan yuju saling bertukar tawa. Entah apa yang mereka tertawakan.

 

“rupanya kalian sudah sangat akrab” kata ha neul saat mereka sudah bersama diruang keluarga.

“benar. eunbi unnie sangat baik dan menyenangkan”

Eunbi hanya tersenyum. Oh lihatlah pipinya kembali memanas. Dipuji didepan kyuhyun dan ibunya oleh adik kyuhyun tidak pernah terbayangkan dalam benaknya.

 

“benarkah?” tanya kyuhyun menggoda. Dia senang melihat eunbi dan yuju akrab mengingat yuju tidak punya teman lain selain ha neul dan ibunya.

 

Eunbi menatap kyuhyun membunuh. Jadi apa kyuhyun berfikir kalau dia adalah wanita yang menakutkan.

 

“eomma senang kalau kau bisa akrab eunbi”

“gomawo eunbi shi. Biasanya yuju hanya akan tertawa saat kyuhyun pulang atau saat ha neul dan donghae datang kesini. Aku senang dia punya teman baru” lanjut ibu kyuhyun.

“ah ne. yuju anak yang ceria aku senang bisa akrab dengannya”

“kalian memang harus akrab. Bukankah sebentar lagi kalian akan menjadi keluarga” donghae terkekeh dengan pernyataannya sendiri.

 

Dibalik wajahnya yang tertunduk kyuhyun menyunggingkan senyumnya. Dia senang eunbi berada ditengah-tengah keluarganya.

“aku rasa itu masih jauh. Bukankah hubungan mereka belum satu tahun. Kau seperti tidak tahu saja bagaimana kyuhyun” sindir ha neul.

 

Oh wanita ini sungguh mulutnya berbisa. Bagaiman bisa wanita dengan style yang begitu elegan bisa mengeluarkan kata-kata yang begitu mematikan.

Eunbi terus menggurutu dalam hati. Menyumpahi ha neul dengan berbagai mantra.

 

“ayo kita pulang oppa. Ini sudah malam” ajak ha neul kepada donghae

“baiklah kurasa ini memang sudah waktunya pulang”

 

“ahjumma aku pulang dulu ya. Lain kali aku pasti akan datang kesini lagi”

Apa lagi ini sekarang? setelah mengatakan hal yang menjengkelkan untuk eunbi sekarang dia berubah menjadi malaikat dengan senyum dan nada bicara yang begitu lembut.

Cih. Apa-apaan dengan wanita ini.

Kalau membunuh itu tidaklah berdosa, maka ijinkanlah eunbi menikam wanita penjilat ini dengan pisau dan menguburnya dihutan.

 

“sekali lagi selamat ulang tahun yuju ah”

“ne gomawo unnie. Dan terima kasih juga untuk kadonya.”

“kyuhyun ah. Aku pulang dulu”

 

“apakah aku tidak dianggap?” batin eunbi saat melihat wanita itu sudah melenggang pergi.

Setelah semua orang mendapat kata-kata perpisahan, dan wanita gila itu mengacuhkan eunbi. Kau berhasil kim ha neul, membuat eunbi seperti mati kutu sekarang.

=====TBC=====

Advertisements

17 thoughts on “Beautiful Lie Part 7

  1. Haneul kenapa sih? Kok tingkahnya nyebelin bgt. Jgn2 antara Haneul-Donghae-Kyuhyun-Eunbi ada cinta segitiga aja. Kasian Eunbi, kayak nggak dianggep gitu.
    Penasaran apa yg membuat Eunbi sama Yuju jadi akrab ya?
    Fighting buat next part !!!

    Like

  2. Ahhh kyu n eunbi gak jadi pisahh, n seneng krn eunbi bisa akrab ma yuji. Tp knp hanuel bgt gak mengnggsp eunbi yaaaa, apa mungkin hanuel mpy perasaan ma kyu????

    Like

  3. Cieeeee udh dikenalin ke keluarga
    Horeeee
    Tinggal tunggu keyakinan n lamaran gyu

    Tp itu gmn sih haneul kok kata2ny kasar
    Knp kesanny benci gitu ama eunbi

    Like

  4. aku rasa emang bener ada yang aneh ma haneul sepertinya dia ga suka kyu ma eunbi jadian
    apa dia juga suka ma kyu tapi dia kan sudah ada Donghae

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s