Diary #First Love

diary-frist-love

Title : Diary #First Love

Author : Oh Honey

Genre : sad

Lenght : series

Author’s Note : halo semua, author balik lagi kali ini dengan ff diary. ff ini sebelumnya author buat oneshoot tapi karena tiba tiba muncul ide buat ngelanjutin nih ff jadi author putuskan buat ngelanjut nih ff dan ff ini bakal author jadiin series.

semoga suka ya dengan ide author yang super geje ini 🙂

HAPPY READING, GUYS 🙂 🙂

Aku sering mendengar tentang kata, cinta itu tidak harus memiliki, cukup dengan melihat orang yang kita cintai bahagia maka kita juga akan merasa bahagia.  sekalipun dengan orang lain? aku TIDAK PERCAYA itu dan juga, cinta tidak harus memilki? BULLSHIT .

Aku rasa tidak ada manusia di dunia ini yang sanggup merealisasikannnya. CINTA TIDAK HARUS MEMILIKI, aku ingin tertawa rasanya. Entah siapa yang telah menciptakan kata kata itu, tapi aku rasa dia seorang malaikat paling baik yang pernah ada karena dia bisa mencintai seseorang tanpa harus memilikinya. Luar biasa.

 

Malam ini aku kembali menulis di buku dairy berwarna biru kesayanganku, aku mencoba  menumpahkan semua rasa yang ada didiriku semua beban yang ada dipikiran dan hatiku, layaknya langit malam ini yang menumpahkan semua bebannya lewat tetesan tetesan air hujan.

Lewat jendela kamarku aku dapat melihat tetesan tetesan air hujan membasahi setiap sudut kota, tidak menyisakan satu jengkalpun, nampaknya langit sudah sangat penggap untuk menanggung beribu ribu tetesan hujan dalam dirinya. Layaknya diriku.

Hari ini aku telah membuat keputusan yang berat, anni sangat berat karena aku harus menyakinkan appa untuk menyetujui keputusanku ini. tidak mudah memang untuk menjelaskan semua keputusanku ini pada appa, bahkan aku sampai menangis didepannya. Menyedihkan sekaligus memalukan.

Mengenai cinta tidak harus memiliki, awalnya aku percaya kalau itu mungkin saja terjadi, tapi pandanganku akan kata kata mutiara itu berubah saat aku mengalaminya sendiri. Cinta sepihak.

Aku tidak menyangka akan mengalami kisah melodrama ini, begitu klise dan menyakitkan. Cintaku pada kyuhyun tak akan pernah terbalas seperti yang aku harapkan. Seringkali aku berpikir untuk menunggunya tapi seringkali juga aku berpikir untuk melupakannya. Semua pikiran itu membuatku frustasi, aku tidak tahu langkah mana yang harus aku pilih. Menunggunya atau melupakannya. Keduanya sama sama menyakitkan dan menyiksa. Aku tidak yakin bisa melaluinya dengan mudah.

Kehidupanku bersama appa saat ini mungkin jauh lebih baik dari sebelumnya, tapi kisah cintaku, cinta pertamaku… jauh lebih buruk dari sebelumnya. Setiap hari aku harus melihat hal yang sama sekali tidak aku inginkan bahkan aku sangat membencinya. Kebersamaan kyuhyun dengan kekasihnya, park nana. Itulah alasan kenapa aku tidak percaya dengan kata CINTA TIDAK HARUS MEMILIKI. Terlalu menyakitkan saat harus melihat kebersamaan orang yang kita cintai bersama orang lain. harus aku akui mereka memang terlihat serasi saat jalan bersama, tapi kenyataan itu justru seperti garam yang dengan sengaja ditaburkan pada luka hatiku, menyakitkan.

Ingin rasanya aku berteriak kepada mereka,

tidakkah kalian tau kalau apa yang kalian lakukan itu melukaiku?, tidakkah kalian tau betapa sakitnya hatiku saat harus melihatnya?, tidakkah kalian tau kalau aku setengah mati menahan luka ini sendiri?, tidakkah kalian kasihan padaku? Anni, aku tidak ingin mereka kasihan padaku. Aku sama sekali tidak ingin dikasihani oleh siapapun. Aku hanya ingin mereka tau kalau aku tersakiti.

 

Seharian ini aku merapalkan sebuah doa dalam hatiku, aku tidak tau bagaimana kehidupanku selanjutnya tapi aku harap keputusanku ini adalah keputusan yang tepat. Yah, aku rasa memang ini keputusan yang tepat. Setelah apa yang telah aku lakukan, uhh sepertinya aku benar benar bodoh atau urat maluku sudah putus. Entahlah, yang jelas semua ini karena efek kyuhyun atau lebih tepatnya cintaku pada kyuhyun. Aku benci mengingatnya.

 

Flashback

Hari ini adalah 7 hari sebelum hari kelulusanku dan itu berarti sebentar lagi aku akan benar benar menjadi wanita dewasa, ah senang sekali rasanya saat mengetahui kalau aku akan melepas gelar siswaku dan menggantinya menjadi MAHASISWA. Memikirkannya membuatku ingin berteriak sekeras kerasnya.

Dengan langkah tenang aku menyusuri koridor sekolah, hari ini aku ingin melepaskan semua beban yang menyiksaku. Berat memang, tapi aku telah memutuskan, aku akan mengungkapkan perasaanku pada kyuhyun. Terdengar gila?. Yah, sangat gila.

Walaupun aku sudah tau kata ‘penolakan’ yang akan aku dapatkan tapi aku tetap melanjutkan langkahku. Bodoh, yah aku benar benar bodoh, sudah tau kalau kyuhyun pasti akan menolakku tapi aku tetap nekat akan mengatakan perasaanku. Dasar bodoh. Tapi aku bisa apa saat aku tidak sanggup lagi menanggung perasaan ini. aku bisa apa saat rasa ini semakin membunuhku. Aku tidak ingin rasa ini membunuhku aku ingin aku yang MEMBUNUH rasa ini. yah, aku berpikir kalau kyuhyun benar benar menolakku itu akan membuatku membencinya dan melupakan semua rasa ini.

 

Kuhentikan langkahku saat aku hampir sampai di taman sekolah, kuhembuskan nafas beratku berharap ini dapat mengurangi rasa gugupku. Aku tidak menyangka kalau aku akan segugup ini sampai membuatku ingin kecing saat ini juga.

‘haruskah aku membatalkannya?’ Tanya ku dalam hati

‘anni, aku tidak boleh mundur’

‘tapi bagaimana kalau dia membenciku?’

Aku tertegun dengan pertanyaanku sendiri. Bagaimana kalau kyuhyun benar benar akan membencinku. Apakah aku sanggup menerimanya.

‘……itu akan memudahkanku melupakannya, karena aku juga akan membencinya’

Untuk terakhir kalinya kutarik nafasku dalam dalam sebelum aku melangkahkan kakiku kearah sosok jakung yang telah berdiri menatapku disamping bangku taman.

“kyuhyun ah..”

“kenapa kau lama sekali” rutuknya dengan wajah yang dibuat sebal.

“mianhae”

“eum, kenapa kau mengajakku bertemu disini tidak biasanya”

“…em.. itu.. karena..” ah, kenapa lidahku keluh sekali, padahal aku sudah berlatih sejak kemarin.

“karena, mwo?”

“karena ada yang ingin aku katakan.”

Kyuhyun menautkan alisnya, bingung.

“katakanlah”

“sebenarnya.. sebenarnya..”

“aissh sebenarnya apa?”

“sebenarnya aku menyukaimu” akhirnya, aku mengatakannya. Rasanya jantungku ingin meledak sekarang.

Kyuhyun menatapku tak percaya, aku bisa memaklumi sikapnya itu. Terlalu mengejutkan memang.

“mworago?”

“aku menyukaimu”

“eunbi ah, apa yang kau maksud menyukai adalah suka antara wanita dan pria?”

“eum”

“eunbi ah, bagaimana bisa.” Kyuhyun menjeda kata katanya.

“ Kita kan sudah berteman sudah cukup lama dan aku juga sudah..”

“arra, tapi aku bisa apa saat hatiku mengatakan itu, aku juga tau kau tak mungkin membalas perasaanku tapi aku hanya ingin mengatakannya, aku tidak ingin memendam ini seumur hidup”

“eunbi ah, mianhae” terlihat sekali dari wajahnya kalau ia sangat menyesal dengan apa yang ia katakan dan itu membuatku semakin ingin membencinya.

Kenapa dia harus meminta maaf dan menunjukkan wajah sedihnya?. Apa aku terlalu menyedihkan?. Rutukku dalam hati

“oh, kau tidak perlu minta maaf aku tidak berharap lebih darimu.” Ucapku dengan sedikit lirih, ini sangat bertolak belakang dengan apa yang hatiku katakan. Ingin rasanya aku menangis sekarang juga.

“aku pergi dulu kyuhyun ah”

Aku membalikkan tubuhku, sebelum air mataku mendesak keluar dihadapan kyuhyun. Aku tidak ingin terlihat menyedihkan dihadapannya. Dengan langkah tertatih kulangkahkan kakiku meninggalkan kyuhyun sendiri.

“auwww”

“gwenchana?” Tanya kyuhyun khawatir saat mengetahui aku terjatuh gara gara batu sialan ini.

Aku hanya mengacungkan tanganku membentuk tanda oke tanpa membalik wajahku kearahnya. Aku tidak ingin kyuhyun tahu kalau aku sedang menangis. Jika saja ini bukan disekolah sudah dipastikan kalau aku sudah menangis sesenggukan. Sakit sekali rasanya.

Dalam perjalanan pulang aku merutuki kebodohanku sendiri, aku merutuki semua yang telah aku lakukan karena pada akhirnya aku tidak sanggup menahan rasa sakit karena kyuhyun.

Kenapa masih terasa sakit saat aku sudah tau kalau kata itu yang akan kyuhyun ucapkan. Kenapa masih terasa sakit saat aku sudah menyiapkan diriku untuk menerima semua itu. Kenapa rasanya dadaku sesak sekali dan kenapa batu sialan itu seolah meledekku dengan membuatku terjatuh. Kenapa semuanya terasa menyakitkan. KENAPA?

Flashback off

 

Setelah kejadian itu setiap hari aku berperang dengan hati dan pikiranku, memilih jawaban yang tepat menunggunya atau meninggalkannya. Dan pada akhirnya aku memilih untuk MENINGGALKANNYA.

Hari ini di hari kelulusanku aku memutuskan untuk meninggalkan kyuhyun dan semua tentangnya. Aku memohon pada appa untuk pindah ke kota lain, dan aku bersyukur karena appa mau mengabulkan keinginanku walaupun dia tidak tau alasan utamaku memintanya pindah. Aku mengatakan padanya kalau aku tidak punya teman disini dan aku ingin mencari teman ditempat lain.

 

Siang tadi saat perayaan kelulusanku, aku meninggalkan sekolah lebih awal.

“tok..tok..tok” kuketuk pintu didepanku beberapa kali sampai terlihat seorang wanita paruh baya yang membuka pintu untukku. wanita itu tersenyum kepadaku.

“oh, eunbi ah. Apa kau mencari tuan muda cho, bukankah kalian ada perayaan kelulusan disekolah?”

“ne ajumma, aku kesini hanya ingin menitipkan ini” kataku dengan menyodorkan sebuah surat dengan amplop berwarna biru laut.

“apakah ini untuk tuan muda cho?”

“ne ajumma, tolong berikan kepadanya”

“ne”

“terimakasih ajuma, aku pamit dulu.”

Aku tidak tau apa yang aku lakukan sekarang, kenapa aku harus meninggalkan surat untuk kyuhyun sementara aku memutuskan untuk meninggalkannya. Aku benar benar tidak tau dengan diriku sendiri aku hanya ingin melakukan apa yang hatiku katakan. Setidaknya sebelum benar benar meninggalkannya aku ingin mengungkapkan perasaanku sekali lagi dan pergi dari hidupnya secara baik baik.

 

Dibanding kata CINTA TIDAK HARUS MEMILIKI aku lebih percaya dengan kata TAK ADA CINTA PERTAMA YANG SUKSES. Karena pada akhirnya aku memilih pergi meninggalkannya dari pada aku menunggunya dengan terus melihat kebahagiannya bersama orang lain. mungkin aku terlihat sangat lemah dan pengecut saat ini karena telah menyerah dan memutuskan untuk pergi meninggalkan kyuhyun dan semua kenangan bersamanya. Tapi percayalah, melihat orang yang kita cintai bahagia bersama orang lain itu seakan sebuah racun yang membunuh kita perlahan. Sangat menyakitkan melebihi sebuah pisau yang menggores tepat dinadimu.

TAK ADA CINTA PERTAMA YANG SUKSES. Yah, pada akhirnya aku harus menerima kenyataan ini, kenyataan kalau cinta pertamaku tidak sukses dan berakhir menyedihkan.

 

Saat ini ditengah tetesan air hujan yang seolah ikut menangis bersamaku aku berdoa pada Tuhan kalau keputusan yang aku ambil adalah benar, dan aku berharap Tuhan mau membantuku untuk melupakan perasaan ini. perasaanku pada kyuhyun.

Terima kasih langit, karena malam ini kau ikut menangis bersamaku.

—THE END—

author’s note : gimana readers? suka gak? atau ngerasa geje banget? apapun yang kalian pikirkan silakan masukin dikolom komentar ya,

kamsahamida sudah mau baca 🙂 🙂

16 thoughts on “Diary #First Love

  1. Bagus saeng,lnjutin lg dong
    Eunbi blm2 udh nyerah,tp utk melupkn org yg kita cintai kita mmng hrs menjauh agr bisa membuka hati pd yg lain,tp itu hy teori praktekny ttp aj susah

    Like

    • iya bakal dilanjut kok 🙂

      terkadang teori dan praktek emang sangat berbeda
      dan kita gak bisa ngelupain orang yg kita cinta sebelum kita menemukan penggantinya, jdi intinya sebelum ada orang lain kita gak bisa ngelupain orang itu

      ditunggu c omment selanjutnya ya chingu 🙂

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s