Hold Me Tight {Part 9- End}

hols-me-copy

Title : Hold Me Tight

Author : Oh Honey

Genre : romance, sad, married life

cast : cho kyuhyun-oc/hwang eunbi

lenght : chapter

author’s note : akhirnya selesai juga ff yang satu ini. sebenarnya part ini mau aku jadikan satu sama part sebelumnya, tapi terlalu panjang jadi aku jadikan dua part.

aku harap kalian engk kecewa sama ending ff ini hehehe. terima kasih yang uda coment di part-part selanjutnya 🙂

aku selalu menanti komen kalian di part ini 🙂 gomawo 🙂 🙂

==HAPPY READING==

Eunbi menginjak gas mobilnya begitu dalam, dia tidak peduli jika dia mati sekarang tujuannya hanya satu segera datang dirumah lamanya. Tangannya bergetar hebat dan dia sudah hampir menangis.

‘jangan kyuhyun. aku mohon jangan’ gumamnya

**

15 menit yang lalu

Kyuhyun mengambil ponselnya saat dirasa ada pesan masuk.

From eunbi:

Datanglah ke rumahku. Ada sesuatu yang ingin aku katakan. Datanglah sendiri, aku tidak ingin ada yang menganggu.

“ada apa dia memintaku datang kesana?” pikir kyuhyun

 

Meskipun dia merasa sedikit aneh karena tiba-tiba eunbi ingin bertemu di rumahnya, tapi kyuhyun tetap saja pergi. Pria itu bahkan mengendarai mobilnya sendiri dan menyuruh pengawal min untuk tidak mengikutinya.

 

Rumah itu tampak sangat sepi saat kyuhyun masuk kesana, tidak ada siapapun selain kursi dan meja yang sudah ditutupi dengan kain putih agar tidak terkena debu.

“eunbi ah, kau di dalam?” teriak kyuhyun

Pria itu terus masuk ke dalam rumah mewah itu, sampai

“akh” kyuhyun meringis kesakitan karena merasakan ada yang memukulnya dari belakang.

Tubuhnya roboh dilantai yang dingin, dan pandangannya mulai mengabur.

**

Kim tae hyun menyeringai menatap ponselnya yang bergetar dia yakin bahwa yang menghubunginya itu adalah eunbi.

“kurasa istrimu itu sudah menyadarinya” katanya pada kyuhyun yang terikat dikursi kayu. Tangan dan kakinya tidak bisa bergerak karena dua orang yang berdiri disampingnya, anak buah kim tae hyun begitu kuat mengikatnya.

 

Setelah sambungan telepon itu terputus, tae hyun menatap kyuhyun

“Dia akan datang sebentar lagi. Bersabarlah”

“jangan ganggu dia” kata kyuhyun tegas

“entahlah. Aku tidak tahu apa yang akan terjadi nanti”

**

Untuk pertama kalinya setelah dia hampir mati dirumahnya sendiri. Eunbi menginjakkan kakinya lagi disini. Beberapa anak buah kim tae hyun berjaga di depan rumah, seperti berjaga-jaga kalau eunbi membawa seseorang. Tapi persetan dengan mereka semua, eunbi hanya ingin bertemu kyuhyun. hanya itu.

 

Dia langsung menerobos masuk mencari dimana kyuhyun dan pria bernama kim tae hyun itu.

 

Kim tae hyun sudah duduk di sofa ruang tamu seperti sudah menunggunya.

“kau sudah datang?” tanyanya basa basi

“dimana cho kyuhyun?”

Kim tae hyun menepuk tangannya, dan beberapa langkah kaki itu mendekat.

Eunbi melihat kyuhyun yang dipegangi oleh dua orang bertubuh besar dengan tangan yang terikat. Pria itu tampak berantakan sekarang, kemeja putih yang membungkus tubuhnya sudah tidak serapi tadi.

“kyu” eunbi berlari mendekati kyuhyun dan menyentuh pipinya. Air matanya keluar lagi, melihat bagaimana orang yang dia cintai harus berada dalam bahaya lagi.

“pergilah. Cepat pergilah” kata kyuhyun

Eunbi menggeleng

“tidak. Aku tidak mau”

“turuti kata-kataku kali ini. pergilah. Cepat” kata kyuhyun tidak mau kalah.

Eunbi lagi-lagi menggeleng.

 

“apakah aku sedang menonton drama, mengharukan sekali” suara kim tae hyun membuat eunbi sadar, pria itu memang tak jauh berbeda dengan ayahnya.

“apa yang kau mau?” kata eunbi menuntut

“kau memang sepupuku yang pengertian”

“hubungi pengacaramu dan suruh cabut tuntutanmu atas kematian ayah dan kakakmu” lanjutnya.

Kim tae hyun meletakkan ponsel eunbi yang tadi hilang diatas meja, seperti menyuruhnya untuk segera menghubungi pengacaranya.

“jangan eunbi ah. Kau tidak bisa membiarkan penjahat itu bebas. Dia telah membunuh ayah dan kakakmu” kyuhyun mencoba meyakinkan eunbi bahwa tidak seharusnya dia menuruti keinginan pria gila itu.

 

Seolah tuli eunbi tidak memperdulikan kyuhyun dan mendekati kim tae hyun, mengambil kasar ponselnya dan segera mendial up nomor pengacaranya.

“cabut tuntutan atas kim so hoon” kata eunbi pada sambungan telepon.

“aku ingin kau mencabutnya sekarang juga”

Telepon itu terputus, eunbi menatap tae hyun marah.

“sekarang lepaskan cho kyuhyun”

Tae hyun menyeringai

“ada satu hal lagi yang harus kau lakukan”

“Apa?”

Tae hyun melempar map berwarna merah itu ke bawah kaki eunbi.

“tanda tangani itu”

Kali ini eunbi menyeringai, seharusnya dia tahu tidak permintaan kim tae hyun tidak sesederhana hanya menyuruh membebaskan ayahnya tapi lebih dari itu.

“jadi ini keinginannmu yang sesungguhnya. Pada akhirnya kau tetap mengemis padaku. Apa kau tidak malu untuk itu?”

“apa katamu?” kim tae hyun sedikit menaikan nada bicaranya, menatap eunbi marah.

“kau dan ayahmu. Kalian hanya sampah yang mengemis kepada wanita sepertiku. Apa aku salah?”

“yak”

Kim tae hyun menarik pistol dari salah satu pengawalnya, menodongkannya pada kepala eunbi.

“kau akan benar-benar menyesal telah mengatakan itu” katanya penuh dengan kemarahan

“wae? Apa kau akan membunuhku? Bahkan setelah aku menandatangi itu kau tetap akan membunuhku”

Tae hyun tersenyum mengejek

“kau tahu diriku dengan sangat baik hwang eunbi”

 

“yak. Kim tae hyun. Singkirkan pistolmu. Aku tidak akan pernah mengampunimu jika kau melukai eunbi” kyuhyun berteriak, dia sudah sangat geram ingin memukul pria itu tapi sialan pria-pria ini bahkan memeganginya begitu kuat.

 

Tae hyun menoleh ke arah kyuhyun.

“wae? Apa kau takut aku akan membunuh eunbi? Lebih dari itu, aku rasa akan sangat menyenangkan jika romeo dan Juliet ini mati dengan pistolku. Bukan begitu eunbi ah?”

Eunbi hanya menata tae hyun marah, sudah cukup donghae yang mati di depannya. Dia tidak sanggup jika dia harus melihat hal itu lagi, terlebih itu kyuhyun. pria yang sekarang dia cintai

“jadi aku harus menembak ke kepala siapa dulu? Kau atau kau?” kata kim tae hyun dengan mengarahkan pistolnya ke arah eunbi dan kyuhyun bergantian.

“biarkan kyuhyun bebas. Aku akan menandatangani itu dan kau bisa membunuhku setelahnya” eunbi kembali bersuara

“aku tidak yakin bisa melakukan itu. Tapi aku tidak akan membunuhnya jika kau mendatangani itu sekarang”

“apa aku bodoh? Kau tidak sebaik itu kim tae hyun”

DOORRR

Tembakan itu lepas diudara, membuat kyuhyun dan eunbi tersentak kaget.

Kim tae hyun mengarahkan pistolnya ke arah kyuhyun. kesabaran pria itu sudah habis meladeni sepupunya ini.

“haruskah aku menembaknya sekarang? seperti keinginanmu?”

Tae hyun menatap eunbi yang balas menatapnya dengan air matanya yang tidak bisa dia tahan.

 

Suara sirine mobil polisi terdengar mendekat, tae hyun menurunkan pistolnya.

“apa yang terjadi?” tanyanya pada salah satu anak buahnya.

Pria itu berlari ke jendela melihat yang terjadi di luar.

“polisi dan beberapa pengawal ada di depan bos” katanya

“brengsek” tae hyun menatap eunbi garang.

“kau membawa mereka?” ini bukan pertanyaan tapi ini lebih kepada sebuah ancaman.

“wae? kau tidak bisa membunuhku sekarang?”

Lagi-lagi tae hyun mengarahkan pistolnya ke arah eunbi.

“aku akan membunuhmu setelah kau menandatangi surat itu”

 

Tae hyun menoleh ke arah pintu, mendengar perkelahian dan sedikit tembakan. Sepertinya anak buahnya sedang berkelahi dengan polisi-polisi itu.

Dia mengambil kasar dokumen di atas meja menyodorkannya pada eunbi.

“cepat tanda tangani ini” perintahnya

“aku tidak mau”

“yak” tae hyun sudah menarik sedikit pelatuknya

“apa kau ingin mati? Cepat tanda tangani”

Sebelah tangan pria itu, memaksa eunbi untuk mengenggam dokumen beserta pulpennya. Memaksa eunbi untuk cepat menandatanginya.

 

Tanggan eunbi perlahan naik ke atas, melihat dokumen dan pulpen itu ragu. Haruskah dia menandatanginya atau haruskah dia menyerahkan nyawanya? Kedua pertanyaan itu berputar di otakknya sampai suara tembakan kembali mengisi gendang telinganya.

 

Kim tae hyun terduduk dilantai merasa kesakitan karena peluru yang menembus lengannya dan menjatuhkan pistolnya.

 

Polisi itu berhasil masuk, dan melepaskan tembakannya pada tae hyun.

 

Pengawal min buru-buru melepaskan ikatan di tangan kyuhyun, sepertinya pria itu diam-diam mengikuti eunbi dan memanggil polisi. Karena suara tembakan itu akhirnya mereka memberanikan diri menyerbu rumah itu.

 

Segera polisi itu mendekati tae hyun. Memaksanya berdiri dan akan memborgol pria itu, melupakan peluru yang baru saja menembus kulitnya.

 

Eunbi berjalan pelan menuju kyuhyun, dia tersenyum. Perasaan lega tiba-tiba menyelimutinya. Dia tidak kehilangan pria ini, setidaknya itu adalah sebuah kelegaan tersendiri untuk eunbi.

Wanita itu sudah berdiri di depan kyuhyun saat.

DOORRR

Suara tembakan itu terdengar lagi.

Tubuh eunbi roboh dan langsung ditangkap kyuhyun, darah itu keluar dari punggungnya membasahi tangan kyuhyun yang menompang berat eunbi.

 

Sebelum polisi itu berhasil memborgol kim tae hyun. Pria itu menarik pistol dari seragam polisi itu dan menembakknya begitu saja ke arah eunbi.

 

“eunbi ah. Eunbi ah” kyuhyun terus memanggil eunbi.

Tubuh itu sudah merosot, dan kyuhyun memangku wanita itu meletakkan tangannya dikepala eunbi seolah tidak membiarkan lantai dingin itu menyentuh kulitnya.

Tangan eunbi menyentuh pipi kyuhyun yang basah karena air mata, entah sejak kapan pria menangis.

“kyu, saranghae” eunbi berucap dengan rasa sakit yang begitu menguasai tubuhnya. Dia ingin mengatakan ini, mengatakan perasaannya pada pria itu sebelum dia tidak bisa mengatakannya.

“eunbi ah bertahanlah. Kau tidak boleh meninggalkanku. Bertahanlah” hanya kalimat itu yang mampu dia katakana disela rasa khawatir dan panik yang menghantuinya.

Tangan eunbi jatuh begitu saja kesamping tubuhnya, wajahnya memucat dan kesadarannya sudah hilang. Semuanya sudah benar-benar gelap untuk eunbi.

 

Kyuhyun segera mengendong eunbi, berlari dan berteriak untuk siapapun membukakan pintu mobil untuknya sekarang.

 

Pengawal min berlari membuka pintu penumpang untuk kyuhyun dan eunbi, dan segera masuk kedalam tempat kemudi melajukan mobilnya begitu cepat.

 

Kyuhyun berkali-kali menepuk pipi eunbi, memanggil nama wanita itu. Tapi sial, eunbi hanya membisu dengan mata tertutup.

**

Para perawat segera berlari menghapiri kyuhyun dan memindahkan tubuh gadis itu pada ranjang rumah sakit dan membawanya begitu cepat masuk ke dalam sebuah ruangan.

 

Kyuhyun duduk begitu gelisah di kursi rumah sakit, air matanya masih belum berhenti menumpahkan semua rasa sedihnya.

“kau tidak boleh meninggalkanku hwang eunbi” gumam kyuhyun

 

Pintu ruangan itu terbuka menampilkan orang berjas putih.

“kita harus segera memindahkannya keruang operasi” kata pria itu pada salah satu perawat dibelakangnya.

 

Kyuhyun bangkit dari duduknya menghadang pria berjas putih itu

“bagaimana keadaannya?” tanya kyuhyun panik

“kita harus mengambil peluru itu”

“tolong selamatkan dia. Aku mohon lakukan apapun.

Dokter itu menepuk pundak kyuhyun

“jangan khawatir aku akan menyelamatkannnya”

Setelah itu dokter itu pergi, meninggalkan kyuhyun yang masih berdiri dengan perasaan yang tidak menentu.

**

Operasi itu berjalan lancar, wanita itu masih berbaring di ranjang rumah sakit dengan wajah pucatnya. Kyuhyun duduk di kursi samping ranjang yang membaringkan istrinya, tangannya mengenggam tangan eunbi seperti memberikan kekuatan dan kehangatan.

“kenapa kau belum bangun juga?” tanya kyuhyun dan wanita itu masih terus membisu.

 

Mata beratnya perlahan terbuka, cahaya lampu membuatnya mengernyitkan matanya. Eunbi tersadar.

 

Merasa sedikit pergerakan dari tangan yang digengam kyuhyun, membuat pria itu membuka matanya.

“kau sudah bangun?” tanyanya pada eunbi yang baru saja membuka matanya.

 

Eunbi menatap pria itu dan tersenyum. Ini ketiga kalinya dia terbangun di ranjang rumah sakit, tapi kali ini dia tidak terbangun dengan orang asing tetapi dengan kyuhyun yang berada disampingnya, menggenggam tangannya. Suaminya, pria itu ada disampingnya.

**

Kim so hoon, park jung soo dan kim tae hyun tidak bisa lagi mangkir dari dinginnya lantai penjara. Pada akhirnya inilah kehancuran yang harus mereka rasakan. Ketukan palu hakim menyatakan kalau ketiga pria itu harus mendekam di penjara karena pembunuhan yang mereka lakukan.

 

Kematian ayah eunbi, kakak eunbi, Sejeong dan donghae telah terbukti karena rencana jahat mereka. serapat-rapatnya kau menyimpan bangkai pasti akan tercium juga, sepertinya pepatah itu pantas untuk mereka

**

Setelah keluar dari rumah sakit, eunbi meminta kyuhyun mengantarnya ke villa kyuhyun yang pernah mereka kunjungi. Eunbi ingin menghirup udara segar, dia bosan berada di rumah sakit selama beberapa hari.

 

Kyuhyun masih memeluk eunbi dari belakang, wanita itu masih memandang langit sore dari pinggir pantai.

“apa kau capek?”

Eunbi menggeleng

Mereka kembali terdiam, sama-sama menikmati senja yang akan menenggelamkan sang surya.

 

Pikiran eunbi berkelana, mengingat kehidupannya yang dulu sampai dia bisa berada di titik sekarang ini. Merasakan kebahagiaan bersama orang yang dicintainya.

 

Dia bersyukur pada hari dimana dia akan menenggelamkan dirinya di sungai, pada saat salju pertama turun. Seharusnya dia mempercayai perkataan kakaknya itu, salju pertama turun akan mengabulkan doamu. Dan eunbi senang karena dia sempat berdoa disaat salju pertama tahun ini. Inikah kebahagian yang Tuhan rencakan untuknya? Inikah jawaban dari doanya disaat salju pertama turun waktu itu?

Semuanya terasa sangat indah sekarang ini untuk eunbi. Melupakan rasa sakit yang pernah dia rasakan.

“saranghae. Kyuhyun oppa” kata eunbi tiba-tiba

Kyuhyun terperanjat, ada jutaan kupu-kupu yang tiba-tiba beterbangan di perutnya, mengelitiknya dan membuat tarikan ujung bibir diwajahnya.

Kyuhyun suka kata-kata itu. saranghae dan oppa. Kyuhyun menyukai itu.

“nado. Saranghae hwang eunbi”

 

Kyuhyun mengeratkan pelukannya pada tubuh eunbi, dan tersenyum pada langit yang perlahan sudah membawa matahari itu turun.

 

Ketika hanya harapan dan doa yang mampu menguatkanmu, hanya bergantunglah pada Tuhan saat kau merasakan rasa sakit itu dan terimalah gengaman tangan seseorang. Dan percayalah bahwa setelah semua rasa sakit pasti ka nada kebahagian yang begitu indah sampai kau lupa bagaimana rasa sakit itu dulu.

Setidaknya eunbi sudah merasakan itu semua, betapa gengaman tangan kyuhyun bisa menariknya dalam mimpi buruk dan menenangkannya, betapa bahagianya dia karena dia sempat berdoa di saat salju pertama turun.

===THE END===

Hold Me Tight {Part 8}

hols-me-copy

Title : Hold Me Tight

Author : Oh Honey

Genre : romance, sad, married life

cast : cho kyuhyun-oc/hwang eunbi

lenght : chapter

author’s note : buat yang nungguin lanjutan ff Hold me tight, maaf baru bisa publish sekarang. semoga pada suka 🙂

jangan lupa tinggalin jejak yaa, PLEASE 🙂

==HAPPY READING==

Angin berhembus melewati jendela kamar yang eunbi buka, menerbangkan anak rambutnya.

“eunbi ah. Hwang eunbi” kyuhyun menggoyang lengan eunbi saat wanita itu tidak menjawab panggilannya

“ne?”

“oh kau sudah pulang” kata eunbi yang baru menyadari kedatangan suaminya itu.

“kau melamun? Apa yang sedang kau pikirkan?”

Eunbi berbalik mengambil secarik kertas di atas nakas dan memberikannya pada kyuhyun.

“apa ini?”

“aku menemukannya difoto eomma saat aku mengunjunginya. Itu tulisan oppa, aku rasa oppa mengetahui sesuatu”

Kyuhyun membaca kalimat yang tidak terlalu panjang itu

“itu adalah nomer loker di perpustakaan sepertinya oppa menyembunyikan sesuatu disana” kata eunbi menjelaskan

“kau sudah mengeceknya?”

Eunbi menggeleng

“aku tidak tahu password apa yang digunakan oppa. Aku sudah menggunakan tanggal ulang tahunku, tanggal ulang tahun oppa, bahkan tanggal pernikahan appa dan eomma tapi tidak ada satupun yang berhasil”

“Ketika salju pertama turun dan mengabulkan doamu” kyuhyun membaca kertas itu

“kau tahu artinya ini?” tanya kyuhyun lagi

“aku sudah memikirkan kalimat itu berulang kali tapi aku tidak tahu apa maksudnya”

“kau pasti akan mengingatnya. Pelan-pelan saja. Kau pasti bisa hwang eunbi”

**

‘Ketika salju pertama turun dan mengabulkan doamu’ kalimat itu lagi-lagi berputar dalam pikiran eunbi, memaksanya untuk mengingat dan mengingat setiap kejadian yang pernah terjadi dulu.

Seketika dia melompat dari tempat tidurnya dan berlari keluar.

Ketika salju pertama turun dan mengabulkan doamu, kalimat itu diucapkan kakaknya waktu mereka berkunjung ke Okinawa dan melihat salju pertama turun. Dan itu terjadi pada saat mereka sedang berlibur musim dingin, bertepatan dengan hari kelulusan eunbi. Dan mungkin tanggal itu adalah password loker milik kakak eunbi.

 

Kyuhyun menatap aneh kamarnya, dia baru saja selesai mandi tapi tidak menemukan eunbi dikamar. Pria itu turun ke lantai bawah, inign memastikan bahwa eunbi mungkin sedang berada di dapur atau mungkin sedang menonton tv di bawah.

“eomma kau lihat eunbi?” tanya kyuhyun pada ibunya yang tidak sengaja melintas di depannya.

“ani. Kenapa?”

“ahh. Bukan apa-apa.”

Kyuhyun keluar dari rumah ingin menanyakan kepada pengawalnya apakah dia melihat eunbi atau tidak.

“pengawal min. kau melihat eunbi?”

“salah satu anak buah saya mengatakan kalau nona sedang bersamanya”

“dimana?” tanya kyuhyun menuntut

“perpustakaan Seoul”

**

Mobil kyuhyun melaju begitu cepat membelah kepadatan kota seoul di malam hari. Pria itu duduk tidak tenang di kursi penumpang. Ini sudah malam dan eunbi pergi dengan tiba-tiba. Dia hanya berharap semoga ini bukanlah sesuatu yang buruk.

 

“tolong aku ahjushi. Tolong buka pintunya” eunbi menyatukan kedua tangannya seperti memohon sesuatu

“perpustakannya sudah tutup nona. Kau bisa datang kesini besok pagi” kata penjaga perpustakaan itu

“tidak. Aku hanya sebentar ahjushi. Tolong aku ini benar-benar penting”

“sudah aku bilang, apapun itu kau bisa datang kesini besok” kata penjaga itu agak kesal.

“buka pintunya” tiba-tiba suara seseorang menginterupsi

“cho kyuhyun” gumam eunbi

“tapi tuan. Perpustakaannya sudah tutup, kau bisa datang lagi kesini besok”

Kyuhyun menggerakkan kepalanya seperti memberi kode kepada pengawal min, dan seperti mengerti pengawal min mendekati penjaga itu

“yak. Yak apa yang kalian lakukan?” protes penjaga itu saat kedua tanggannya tiba-tiba ditarik kebelakang.

Cho kyuhyun mengambil kunci dari dalam saku baju penjaga itu, membuka pintu perpustakaan.

Eunbi segera berlari menuju deretan loker-loker yang berjejer rapi.

Tangan itu bergetar memasukan deretan angka, tangan itu menarik loker dan berhasil, dia akhirnya berhasil membuka loker itu.

 

Ada sebuah map coklat didalam loker itu dan sebuah surat diatasnya. Eunbi mengambil surat dan membacanya.

Apa ini kau eunbi ah?. Maafkan oppa karena tidak bisa disampingmu sampai sekarang. berhati-hatilah pada paman, dia orang yang jahat. Disini ada sebuah surat pernyataan dari dokter tentang kematian appa. Mereka menemukan sebuah zat yang menyebabkan tubuh appa tiba-tiba lumpuh. Tapi mereka tidak tahu itu apa. Aku tidak pernah berfikir kalau appa dibunuh sampai aku mendengar percakapan paman dan kim tae hyun. Berhati-hatilah pada mereka, aku masih belum bisa mengumpulkan bukti untuk menyelamatkanmu.

Eunbi buru-buru mengeluarkan surat dari map coklat itu, dia tidak tahu pasti apa yang tercantum disitu tapi membaca surat kakaknya membuat eunbi sedikit mengerti.

Tiba-tiba dia ingat sesuatu.

“racun yang mereka berikan pada appa sama seperti apa yang mereka berikan padaku waktu itu” gumam eunbi

 

Kyuhyun mengambil map dan surat dari tangan eunbi saat eunbi hampir menjatuhkannya. Wanita itu seperti mendadak kehilangan tulang-tulang yang menompang tubuhnya. Air matanya tumpah membahasi pipinya bahkan hidungnya sampai memerah.

 

Tulisan tangan itu jelas membuktikan segala kebusukan kim so hoon. Dan kyuhyun ikut marah dan sedih saat melihat eunbi begitu hancur seperti ini.

 

Kyuhyun menarik eunbi dalam pelukannya, menenangkan wanita itu yang tubuhnya terus bergetar. Mengeratkan pelukannya dan mengelus-elus rambut eunbi.

“oppa tahu semuanya. Dan pria itu membunuh oppa” eunbi berucap disela tangisnya yang masih pecah

“arra.” hanya itu yang mampu dia katakan. Sungguh dia tidak tahu kalimat apa yang bisa menghibur eunbi sekarang. kyuhyun sekarang mengerti kenapa eunbi begitu membenci pria tua itu, membunuh keluarganya satu-persatu bukankah itu sangat kejam? Hatinya sakit dan marah hanya membayangkan bagaimana hancurnya hidup wanita ini dulu. Jika membunuh bukanlah sebuah kejahatan yang keji maka kyuhyun ingin mencekik pria tua itu, pria sekaligus paman eunbi yang membuat hidup wanitanya berada di neraka. Tapi kyuhyun sadar dia tidak akan menyelesaikan masalah jika membunuh kim so hoon, dia hanya akan sama kejamnya dengan pria tua itu dan kyuhyun tidak mau. Eunbi benar salah satu cara agar kim so hoon menebus semua kesalahannya hanya dengan menjebloskannya ke penjara.

**

Kyuhyun menuntun tubuh eunbi menaiki satu persatu tangga menuju kamar mereka. wanita itu masih terlihat sedih dan murung. Mendudukan eunbi diranjang milik mereka dan kyuhyun ikut duduk disampingnya.

“aku akan menyuruh semua orang-orangku untuk menyelidiki kematian ayah dan kakakmu. Kau jangan khawatir”

Wanita itu masih terus menunduk menyembunyikan tangisannya yang kembali pecah.

Sekali lagi kyuhyun memeluk eunbi, meredam suara tangisnya dan sedikit mencoba menenangkannya.

 

Setelah merasa eunbi sudah sedikit tenang, kyuhyun menjauhkan tubuhnya memegang kedua pundak eunbi.

“sekarang tidurlah. Sudah malam” kata kyuhyun lembut

Pria itu lalu membaringkan tubuh eunbi dan menarik selimut sampai batas dadanya. Kyuhyun memutar, ikut membaringkan tubuhnya disamping eunbi dan kembali merengkuh tubuh itu kedalam pelukannya. Membiarkan lengan kyuhyun menjadi bantalnya dan dada kyuhyun sebagai sandarannya.

**

Eunbi kembali termenung sendiri di kamarnya setelah pria yang menemaninya tadi malam berangkat bekerja.

‘Oppa sudah tahu kalau samchon yang membunuh appa dan dia juga akan membunuhnya dan aku’ itulah yang sejak tadi berada didalam pikiran eunbi.

Eunbi menarik laci dan mengambil jam tangan kakaknya, jam tangan yang diberikannya sebagai hadiah kepada kakaknya karena diangkat menjadi presdir.

“apa yang harus aku lakukan, oppa?” gumamnya. Ada kesedihan, kebingungan dan rasa frustasi disetiap kata eunbi. Entah sampai kapan semua rasa sakit ini akan tergantikan menjadi sebuah kebahagian.

 

Eunbi hendak mengembalikan jam tangan itu saat mengingat sesuatu. Jam tangan ini, bisa merekam sesuatu.

 

Eunbi segera membuka laptop miliknya dan menyambungkan jam tangan milik kakaknya dengan laptop. Ada beberapa file video disana. Lagi-lagi air mata eunbi memabasahi pipinya. Kenyataan baru ini membuatnya kembali terisak.

 

Flashback on

eunbi menunggu kakaknya disalah satu sudut café, dia tahu kakaknya pasti sangat sibuk sekarang Karena posisinya yang baru. Saat melihat kakaknya berada di ambang pintu eunbi melambaikan tangannya pada pria berjas itu. Membuatnya langsung melangkah ke meja di sudut café.

“ada apa kau memintaku datang kesini? Kau tahu aku mempunyai banyak pekerjaan” omel pria itu

“cih. Sombong sekali”

Eunbi mengambil sebuah jam tangan dari dalam tas miliknya

“mana tanganmu” perintahnya

“apa?”

Tidak sabar dengan itu, eunbi langsung menarik tangan kiri kakaknya dan memakaian jam tangan itu.

“jam tangan ini sangat mahal. Jadi oppa tidak boleh merusaknya terlebih itu dariku” kata eunbi sambil memaikan jam tangan itu pada pergelangan tangan kakaknya.

“aku punya jam tangan banyak dirumah”

“ini berbeda, oppa lihat disini ada kamera kecil? Oppa bisa merekam lewat jam ini. oppa tinggal menekan ini untuk merekam sebuah video dan menekan ini untuk merekam suara” eunbi begitu telaten menunjukkan bagaimana cara kerja jam tangan ini yang hanya mendapat anggukan dari kakaknya.

**

Pria itu, kakak eunbi berjalan menuju sebuah ruangan. Ruangan pamannya, setelah menikmati makan siang bersama adiknya. Pria itu ingin menemui pamannya untuk menanyakan sesuatu tentang proyek perusahaan yang baru.

Pria itu masuk begitu saja setelah mengetuk.

“apa paman masih makan siang?” tanyanya pada diri sendiri saat melihat ruangan itu kosong.

Pria itu tanpa sungkan langsung duduk dikursi kebesaran pamannya dan melihat keluar jendela. Inilah salah satu hal yang dia suka dari ruangan ini, pemandangan kota seoul. Pria itu teringat tentang jam yang baru saja diberikan adiknya, dia melepas jam itu dan memainkannya.
“apa ini benar-benar bisa merekam?” gumamnya

Pria itu menekan tombol untuk merekam video yang diberitahu eunbi

“kau ada disini?”

Suara pamannya membuat pria itu memutar tubuhnya dan meletakkan jam tangannya pada meja kim so hoon

“ne. aku pikir paman masih makan siang jadi aku menunggu disini. Ada sesuatu yang ingin aku tanyakan tentang proyek baru kita”

 

Tok-tok

Ketukan pintu itu menginterupsi mereka berdua

“park jung soo ingin menemui anda” kata sekretaris kim so hoon

“suruh dia masuk”

“kita bahas itu nanti saja. Tidak apa-apakan?” tanya kim so hoon

“ne. aku bisa menanyakan itu nanti dirumah. Kalau begitu aku pamit dulu”

**

Pria muda itu hampir saja memasuki lift yang akan membawanya pada lantai tempatnya bekerja saat dia ingat sesuatu

“ah, aku meninggalkan jam tanganku” pria itu segera memutar langkahnya kembali ke ruangan kim so hoon.

Jika ini adalah sebuah kejuatan di hari ulang tahunnya atau mungkin april mop maka orang yang berada di dalam ruangan itu sukses membuatnya terkejut. Kakak eunbi mematung dipintu, dia sedikit menajamkan pendengarannya saat namanya dan keluarganya disebut-sebut.

 

“jadi kau masih disini setelah adik iparmu itu meninggal” kata park jung soo mengejek

“tenang saja aku akan segera menjadi presdir setelah aku membunuh anak itu”

“kau memang kejam, setelah membunuh tuan hwang kau juga akan membunuh anaknya. Kau memang pria tua kejam Hahahaha”

 

“presdir ada yang bisa saya bantu?”

Sekretaris kim so hoon mengalihkan fokus pria itu, membuatnya sedikit tersentak kaget.

“aku hanya ingin mengambil jam tanganku”

 

Mendengar ada seseorang yang berbicara diluar, kim so hoon berteriak dari dalam

“siapa itu?” tanyanya lebih kepada sekretarisnya

Pria itu membuka pintu dan merubah mimic wajahnya seperti tidak terjadi apa-apa. Melupakan sebuah kenyataan yang baru dia dengar.

“aku hanya ingin mengambil jam tanganku samchon”

Kakak eunbi segera mengambil jam tangannya dan berlalu setelah dia mengembangkan senyum palsunya di depan penjahat itu. Dia benci pada ketidak berdayaan ini, pada dirinya yang begitu pengecut hanya untuk menarik kerah baju kim so hoon dan melayangkan pukulannya. Hatinya menangis, menangis saat dia tidak bisa melakukan apa-apa sekarang.

 

Setelah kepergian ponakannya itu kim so hoon menatap park jung soo.

“bereskan dia secepatnya” perintahnya

**

Selama dua hari itu, tepatnya sebelum kecelakaan yang menimpanya. Dia tidak bisa tidur dengan tenang. Ada begitu kenyataan yang mengejutkan untuknya, pertama ayahnya dibunuh, kedua yang melakukan itu adalah pamannya, dan ketiga dirinya sendiri juga akan dibunuh. Hidupanya seperti sedang digantung disebuah jurang, hanya berharap takdir baik akan segera menghampirinya. Tapi dia harus berusaha bukan untuk mencapai takdir baik itu?

 

Dia memutuskan akan mengungkapkan ini semua sebelum, dia dan adiknya dibunuh. Dia harus bisa melindungi adiknya. Dia tidak tahu kapan waktu itu akan tiba, tapi sebelum itu dia akan sekuat tenanga mengumpulkan bukti-bukti itu.

Pria itu mamasukkan sebuah kertas dibelakang foto keluarganya disamping abu ibunya dan berniat kembali kerumah saat ponselnya bergetar. Park jung soo, pria itu menelepon dan memintanya datang ke sebuah bar.

 

Mobil itu berhenti pada persimpangan lampu merah, dia terus berfikir ada apa park jung soo meneleponnya. Sewaktu ditelepon pria itu mengatakan akan memberitahu tentang kematian ayahnya. Ya, karena alasan itu pria ini bersedia menemui park jung soo.

 

“kau sudah datang?” kata park jung soo, sepertinya pertemuan ini sudah direncanakan olehnya karena dia sudah memesan sebuah ruangan di bar ini.

“apa yang ingin anda katakan?”

“kau terburu-buru sekali. Duduklah dulu” ajak park jung soo

Pria itu akhirnya mendekat, mendudukkan dirinya di depan park jung soo.

 

“kalian pergilah dulu” perintah park jung soo pada beberapa anak buahnya.

Pada saat itu, pria itu tiba-tiba mengingat sesuatu. Jam tangan yang diberikan eunbi. Pria itu melepas jamnya dan meletakkannya di meja didepannya menghadap park jung soo setelah pria itu menekan tombol utnuk merekam. Bodoh, kenapa aku baru menyadari fungsi jam tangan ini, makinya dalam hati meruntuki kebodohannya.

 

“jadi apa yang ingin anda katakan?” tanyanya lagi setelah semua anak buah park jung soo pergi

“janganlah terburu-buru, kita bisa membicarkannya dengan minum” park jung soo menuangkan minuman yang disebut alcohol ke dalam gelas kosong didepan pria muda itu.

Pria itu langsung meneguk minuman dengan kadar alcohol yang cukup tinggi itu. dia ingin segera mendengar penjelasan park jung soo tanpa berniat menghabiskan minuman itu sedikit demi sedikit, setidaknya dia tidak perlu berlama-lama lagi disini.

“kau sungguh tidak sabaran”

“baiklah aku akan mengatakan sesuatu. Kau pasti sudah mendengarnya tempo hari di ruangan kim so hoon”

“tentang apa?”

Park jung soo menyeringai

“tentang kematian ayahmu”

“apa yang kau inginkan?”

“apa kau selalu langsung ke intinya? Baiklah aku suka pria sepertimu.”

“ijinkan perusahaanku bekerjasama lagi dengan daejung group” sambung park jung soo

“dan kau akan membuat daejung grup bangkrut karena permainan kotormu”

“hahahaha apa itu yang dikatakan ayahmu?”

Pria itu bungkam, tidak berniat mengatakan apapun

“aku akan mengatakannya kepada polisi tentang kebenaran itu asal kau memberikan kontrak kerjasama itu”

“apa kau sedang mengancamku?”

“tidak. Ini adalah semacam simbiosis mutualisme. Aku mengatakan kebenarannya dan kau mengijinkan JS company bekerjasama lagi dengan daejung grup. Bukankah ini adil?”

Park jung soo menyerahkan sebuah dokumen kepada kakak eunbi dan menyuruhnya untuk menandatanganinya.

“tanda tangani itu dan kau akan mendengar kebenarannya besok”

Jika kau masih hidup. Tambah park jung soo dalam hati

 

Dengan terpaksa pria muda itu menandatangani dokumen itu, meskipun dia tahu kerja sama dengan park jung soo hanya akan membuat perusahaannya lama-lama bangkrut. Pria itu sering mengambil keuntungan dari setiap proyek yang daejung kerjakan. Tapi itu tidak penting baginya, menyeret orang yang sudah membunuh ayahnya jauh lebih penting.

 

Setelah mendapat tanda tangan itu, park jung soo segera keluar dari ruangan itu.

“bereskan dia” katanya memerintah anak buahnya yang menunggu diluar

 

Kakak eunbi baru saja menekan tombol off pada jam tangannya dan berniat memakainya kembali, tapi dua orang pria berjas hitam tiba-tiba masuk dan memukul kepalanya. Jam tangan itu jatuh dibawah meja.

**

Pria itu tersadar dengan rasa pening dikepalanya, pria itu mendadak panic saat sadar bahwa mobilnya melaju begitu saja dengan dirinya yang sudah duduk di kursi kemudi. Entah bagaimana hal ini bisa terjadi, sepertinya anak buah park jung soo yang sudah melakukan ini semua.

 

Mobil itu melaju begitu saja, pria itu berusaha mengendalikan mobilnya dan dia menyadari bahwa rem mobilnya telah dirusak. Tikungan di depannya begitu tajam membuat dia membanting stir ke kanan dan ke kiri. Dan sialnya mobil itu menghantam begitu saja pagar pembatas jalan. Kepulan asap mulai keluar dari mobil itu.

Flashback off

Eunbi menghapus air matanya kasar, dan segera menutup laptopnya. Wanita itu meloncat dari ranjangnya dan berlari keluar rumah.

**

Kyuhyun baru saja akan pergi ke ruang rapat saat seseorang tiba-tiba berdiri didepan pintunya dengan nafas yang tersenggal-senggal, sepertinya wanita itu baru saja berlari.

“eunbi ah. Ada apa?” tanyanya panic

Eunbi langsung memeluk kyuhyun

“kyuhyun ah, aku menemukan buktinya. Aku menemukannya” katanya sambil menangis

Kyuhyun melepaskan pelukannya untuk melihat wajah wanita itu.

“kau bisa berkata dengan jelas”

“aku menemukan buktinya. Bukti kalau ayah dan oppaku dibunuh”

 

Eunbi menceritakan semuanya kepada kyuhyun, tentang bagaimana dia menemukan bukti itu sampai dia datang kemari.

“aku akan menghubungi pengacaraku untuk menyerahkan bukti itu ke kantor polisi” kata kyuhyun kemudian

**

Siang ini kim so hoon dan park jung soo dijemput paksa di rumahnya, mereka hanya bisa menuruti para polisi itu tanpa berniat membela diri. Ya, memangnya dia harus mengatakan apa lagi. Saat semua bukti itu tanpa cela sedikitpun mengungkap kebusukan mereka. pada akhirnya kebusukan dan kejahatan akan terungkap dengan sendirinya. Ini kah akhir yang dimaksud dengan takdir baik oleh kakak eunbi? Menyaksikan bagaimana sekarang takdir berpihak padanya, pada keluarga eunbi.

 

Ruangan yang dikelilingi oleh jeruji besi itu hanya mampu membuat kim so hoon mengumpat berkali-kali. Menyumpahi keponakannya yang sampai hati memasukannya ke dalam penjara. Ayolah kim so hoon apa kau lupa dengan semua kejahatan yang kau lakukan?

Dinginnya lantai penjara sepertinya tidak membuat pria itu lantas sadar diri, tetapi malah membuat hatinya di bakar oleh amarah.

**

-Presdir daejung group ditahan karena tunduhan melakukan pembunuhan berencana-

-kim so hoon dan park jung soo ditangkap polisi-

“apa yang kau lihat?” tanya kyuhyun. pria itu naik ke atas ranjang dan merebahkan dirinya disamping eunbi

“beberapa headline berita” kata eunbi dan meletakkan tabnya diatas nakas disamping tempat tidur.

“jangan khawatir kali ini mereka tidak akan pernah bebas”

Eunbi mengangguk

“gomawo cho kyuhyun”

“aku tidak melakukan apapun. Kau sendiri yang menemukan bukti-bukti itu”

“tetap saja. Aku tidak akan menemukannya tanpa bantuanmu”

Kyuhyun tersenyum

“pasti selama ini sangat berat untukmu”

“sekarang tidak lagi. Aku sudah mengungkapkan kebenarannya dan mempunyaimu”

Eunbi tersenyum begitu juga dengan kyuhyun. ‘dan mempunyaimu’ kyuhyun suka kata-kata itu.

“mau berlibur denganku?” tawar kyuhyun

“berlibur?”

Kyuhyun mengangguk

**

Mobil kyuhyun memasuki sebuah pelataran rumah yang terletak dipinggir sebuah pantai. Kali ini kyuhyun mengendara sendiri, tentu dia tidak ingin pengawal min ataupun anak buahnya mengganggu mereka berdua.

 

“wah cantik sekali” kata eunbi melihat pemadangan di depannya. Pantai.

Kyuhyun memeluk eunbi dari belakang dan wanita itu tampak senang dengan perlakukan kyuhyun.

“kau suka?” tanya kyuhyun

“sangat suka”

“jadi apa ini salah satu villa milikmu?”

Kyuhyun mengangguk “ne ini milikku”

“mau berjalan-jalan dipantai?”

Eunbi mengangguk antusias

 

Mereka berdua berjalan bergandengan diatas pasir pantai yang mengenai kaki telanjang mereka. angin sore menerbangkan sebagian rambut mereka. eunbi begitu senang saat air laut itu membasahi kakinya.

“aku benar-benar sudah lama tidak berjalan diatas pasir pantai seperti ini”

 

Mereka berdiri memandang matahari yang hampir tenggelam. Ini begitu sempurna bisa melihat matahari terbenam dari pinggir laut seperti ini.

“kyuhyun ah”

“hem” kyuhyun menoleh menatap wanita yang juga sedang menatapnya

“gomawo”

-cup-

Eunbi memberikan kecupan dibibir kyuhyun. mereka masih saling menatap saat kyuhyun menagkupkan kedua tangannya dipipi eunbi dan mencondongkan tubuhnya. Perlahan eunbi memejamkan matanya begitu pula dengan kyuhyun. Dua manusia itu pada akhirnya tidak benar-benar melihat matahari terbenam, tetapi asyik menikmati ciuman ditengah matahari yang terbenam.

**

Kyuhyun berbaring diatas sofa dan berbantalkan paha eunbi, pria itu beralasan jika dia sedang capek kerena menyetir tadi.

“kyu?”

“hem” pria itu menjawab dengan mata tertutup

“tentang perjanjian kerjasama kita. Besok pengacaraku akan memberikan dokumen pengalihan saham itu padamu, kau tinggal menandatanginya saja”

Kyuhyun langsung duduk tegap, bukan karena dia senang akan mendapatkan 70% dari saham yang dimilik eunbi tapi pada bahwa sebenarnya pria itu sudah melupakan perjanjian itu.

“kenapa?” tanya eunbi heran melihat reaksi kyuhyun

“kau masih memikirkan perjanjian itu?”
“bukankah itu yang aku janjikan padamu?”

“ani, maksudku adalah-“ kyuhyun menjeda kalimatnya dan merubah posisi duduknya menghadap eunbi

“maksudku adalah apa kau masih menganggapku orang lain?”

“ah itu- itu. aku hanya ingin menepati janjiku saja”

Kyuhyun menghela nafasnya

“lupakan saja tentang perjanjian itu”

“ne? tapi kau sudah membantuku jadi aku harus-“

“aku bilang lupakan saja tentang perjanjian itu”

“tetap saja aku harus menepati janjiku padamu”

“apa kau tidak mengerti juga?”

“apa?”

Lagi-lagi kyuhyun menghela nafasnya

“lupakan saja tentang perjanjian itu”

“tap-“

Eunbi tidak bisa melanjutkan kalimatnya saat tiba-tiba kyuhyun membungkamnya dengan ciuman, ciuman yang pada akhirnya juga membuat eunbi terlena.

 

Kyuhyun melepaskan ciumannya.

“apa kau masih tidak mengerti?”

“saranghae hwang eunbi” katanya kemudian

Eunbi hanya menatap manic mata itu, tidak bisa mencerna dengan cepat apa yang barusan kyuhyun katakan.

“apa kau tidak mencintaiku?” tanya kyuhyun lagi

Eunbi mengalungkan tangannya pada leher kyuhyun dan mencium pria itu. meskipun dia tidak bilang apapun. Tapi kyuhyun tahu wanita ini juga sama mencintainya dengan dirinya. Terkadang cinta jauh lebih indah diungkapkan dengan tindakan tidak hanya lewat kata, setidaknya itulah yang eunbi pikirkan sekarang.

**

Kim tae hyun mengunjungi ayahnya di penjara, menatap sedih ayahnya yang sekarang memakai baju seragam khas narapidana.

“appa, apa yang harus kita lakukan?”

“apa lagi? Keluarkan aku dari penjara?” kim so hoon berteriak di depan wajah anaknya.

“pengacara bilang tidak ada lagi yang bisa kita lakukan”

“yak. Lakukan apapun untuk mengeluarkanku”

Kim tae hyun hanya diam, berfikir bagaimana cara mengeluarkan ayahnya dari penjara.

“manfaatkan eunbi, suruh dia mencabut tuntutannya. Kalau kau tidak melakukannya maka kau juga akan masuk penjara. Polisi sedang menyelidiki tentang kematian donghae dan adiknya itu. kau mengerti?” akhirnya kim so hoon memberikan sebuah saran yang kim tae hyun rasa itu cukup bagus.

**

“aku pesan Americano dua” kata eunbi pada pelayan café itu

“baik. silahkan ditunggu sebentar”

Hari ini eunbi berniat berkunjung ke kantor kyuhyun. eunbi masih asik menunggu pesanannya sampai seseorang menyenggolnya.

“maafkan saya” kata pria itu sebelum dia pergi

“ini pesanan anda nyonya” belum sempat dia melihat wajah pria itu pelayan café ini menyadarkan eunbi kalau pesanananya sudah siap.

 

Eunbi langsung melangkah begitu saja menuju ruangan kyuhyun. Dia sudah hapal bentul tentang tempat kerja suaminya itu.

“oh nona eunbi” kata pengawal min saat melihat eunbi menunggu lift

“selamat siang pengawal min”

“selamat siang nona. Ada apa anda datang kesini, apakah kalian tidak jadi pergi?”

“ne?”

“bukankah anda tadi ingin pergi bersama tuan?”

“tidak. Aku bahkan tidak memberitahunya kalau aku akan kesini”

“tapi tuan cho bilang dia akan menemui anda, bahkan dia tidak mengijinkan saya ikut”

Eunbi mengacak-acak tasnya mencari dimana ponselnya. Tapi sial, dimana benda persegi itu?

Eunbi mengingat sesuatu, pria yang menyenggolnya dicafe itu. dia pasti mengambil ponsel eunbi

“pengawal min boleh aku pinjam ponselmu? Aku rasa ponselku dicuri”

“ne” pengawal min menyerahkan ponselnya kepada eunbi.

Buru-buru eunbi mendial up nomor kyuhyun, dan sial saat suara operator bilang nomor kyuhyun tidak aktif. Dia kembali mencoba menghubungi kyuhyun tapi lagi-lagi hanya suara operator yang terdengar.

Tangan eunbi sudah berkeringat, sebenarnya apa yang sedang terjadi.

Eunbi menekan beberapa deret angka.

Nada tersambung mulai terdengar.

“yoboseyo” kata diseberang sana

“cho kyuhyun dimana?” tanya eunbi langsung

“kau ternyata berfikir sangat cepat hwang eunbi.”

“aku bertanya dimana dia?”

“dirumahmu. Datanglah kesini dan lihat cho kyuhyunmu itu.”

Eunbi berniat menutup ponsel itu saat suara diseberang tiba-tiba terdengar lagi

“Jangan membawa siapapun. Datanglah sendiri. Kalau kau membawa seseorang aku tidak bisa memastikan pria ini tetap hidup. Kau mengerti?”

Eunbi menutup ponsel itu dan menyerahkannya pada pengawal min.

“berikan aku kunci mobilmu” perintahnya

“saya akan ikut” sebagai seorang pengawal tentu dia tahu, sekarang kondisinya sedang tidak baik.

“berikan kuncimu padaku pengawal min” eunbi hampir berteriak di depan pria itu.

Pengawal min pada akhirnya memberikan kunci itu pada eunbi.

Wanita itu segera melesat pergi, tapi kemudian dia berbalik dan menatap pengawal min.

“jangan ikuti aku”

—TBC—

Hold Me Tight {Part 7}

hols-me-copy

Judul: Hold Me Tight

Author: Oh Honey

Main cast: Cho kyuhyuh – Hwang Eunbi (OC) –others

Genre: romance, sad, married life

Length: chapter

Author’s Note: sekarang author balik dengan ff baru. Semoga kalian pada suka. Ff ini memang cerita yang klasik banget tapi aku tetep berharap kalian suka sama ff amatiran ini.

Jangan lupa meninggalkan komen disetiap chapternya ya…

—–HAPPY READING—-

Hari minggu kali ini sedikit berbeda, maksudnya rumah keluarga cho lebih terlihat sepi dari biasanya. Tuan cho dan nyonya cho baru saja pergi mengunjungi paman kyuhyun di Jeju.

“apa kau mau menonton film?”

“film?”

Kyuhyun mengangguk mengiyakan

“aku akan bersiap-siap dulu” kata eunbi semangat

“bersiap-siap untuk apa?”

“bioskop”

“kita tidak akan ke bioskop. Kita akan menonton di rumah”

“ne?”

 

Pada akhirnya eunbi juga duduk disamping kyuhyun ikut menonton film, anggap saja pergi ke bioskop. Pikir eunbi

Eunbi memangku satu plastic besar snack yang mungkin tidak akan habis sampai filmnya selesai. Kunyahan eunbi berhenti pada saat tokoh pria dan wanita dalam film itu melakukan adegan kissing. Hot kissing.

 

Kyuhyun menelan ludahnya, dan melirik eunbi yang juga sedang meliriknya. Tiba-tiba ide jail menyambangi otak pintarnya.

“haruskah kita mencobanya?”

“ap-apa?” tanya eunbi gugup

Kyuhyun mencondongkan tubuhnya dan dengan terpaksa eunbi memundurkan tubuhnya

“ap-apa yang kau lakukan?”

“apa lagi?”

Eunbi melempari kyuhyun dengan snacknya dan langsung berdiri

“jangan berpikir macam-macam” ancamnya

“memangnya kenapa?”

Kyuhyun ikut berdiri dan mendekati eunbi, wanita itu hanya memundurkan langkahnya satu demi satu.

“jangan mendekat”

Eunbi terus menghujani kyuhyun dengan snacknya berusaha menghalau agar pria itu tidak mendekat. Tapi sial pria itu bahkan sudah hampir memojokan eunbi

“memangnya kenapa?”

“yak jangan mendekat”

Punggung eunbi sudah terbentur tembok dan pria di depannya sudah menyeringai. Kyuhyun menelusuri lekuk wajah eunbi dengan telunjuknya membuat eunbi sedikit bergedik ngeri karena tatapan kyuhyun.

Kyuhyun semakin mencondongkan tubuhnya, menarik dagu eunbi

Drt…drt….

“ponselmu berbunyi” kata eunbi bersemangat. Sepertinya setelah ini dia harus berterima kasih kepada siapapu yang menelepon kyuhyun

Kyuhyun menghembuskan nafasnya kesal, dan mengambil ponsel dari dalam saku celananya kasar.

“ada apa?” tanya kyuhyun ketus

“ne??”

“arraso terima kasih pengawal min”

Melihat ekspresi kyuhyun yang merubah eunbi yakin telepon yang diterimanya barusan bukanlah kabar baik.

“ada apa?”

“choi ahjushi, ani maksudku choi eunha”

“ada apa dengannya?”

“mati”

**

Berkat kyuhyun yang menyuruh pengawal kim memantau choi ahjushi membuat eunbi tahu bahwa choi eunha, anak gadis itu telah meninggal.

Dengan pakaian hitam yang melekat ditubuhnya eunbi dan kyuhyun memasuki rumah duka. Meletakkan krisan putih itu dibawah foto besar choi eunha.

 

Eunbi menatap sedih choi ahjushi yang duduk dipojok ruangan, dia pasti sangat sedih karena kehilangan satu-satunya anggota keluarganya.

“ahjushi” panggil eunbi

Pria itu menoleh.

“dia sudah pergi nona. Dia sudah pergi” choi ahjushi terisak

Eunbi berjongkok didepan pria itu dan memeluknya.

“dia pasti sudah bahagia disana ahjushi”

“bahkan aku tidak pernah memberikan dia kebahagiaan, aku sudah melakukan semuanya untuk menyelamatkannya. Aku ayah yang tidak berguna”

“dia pasti bahagia karena memiliki ayah sepertimu”

 

Semua orang sudah pergi, hanya tinggal eunbi dan kyuhyun yang masih betah menemani pria paruh baya itu.

“mianhae nona mianhae” kata choi ahjushi tiba-tiba

“kenapa ahjushi meminta maaf padaku?”

“itu semua karenaku. Kecelakaan itu karenaku”

“ne?”

“orang itu memberikanku uang untuk membiayai pengobatan eunha, dan menyuruhku merusak mobil tuan muda”

Eunbi bergetar, air matanya tumpah.

“orang itu, siapa?” tanya eunbi lagi

“aku tidak tahu mereka siapa. Mianhae nona mianhae. Aku berniat melapor kepada polisi, tapi mereka mengancam akan membunuh eunha.”

Kyuhyun mengeluarkan foto dari dalam saku jasnya, foto cctv yang diberikan pengawal kim waktu itu.

“ahjushi. Apa dia orangnya?”

Choi ahjushi mengamati foto itu dan menunjuk salah satu diantara mereka

“anak buah park jung soo” kata kyuhyun

**

Sejak keluar dari rumah choi ahjushi eunbi masih saja diam, dia tampak terlalu shock mendengar fakta bahwa kakaknya memang dibunuh.

Kyuhyun memegang tangan eunbi membuat wanita itu mengalihkan pandangannya dari ramainya jalanan kota seoul.

“semuanya akan baik-baik saja”

“apa yang harus aku lakukan, kyu?” lagi air mata itu pecah lagi

Kyuhyun menariknya ke dalam pelukannya.

“fakta ini terlalu mengejutkan untukku. Choi ahjushi melakukan itu demi putrinya, lalu aku harus bagaimana?”

Kyuhyun hanya menepuk-nepuk punggung itu, mencoba memberikan ketenangan.

**

Eunbi masih membuka matanya, dia tidak bisa tidur walau pria itu sudah memeluknya, tepatnya dia tidak ingin tidur. Dan kyuhyun tahu kalau wanita itu masih terjaga

“apa yang akan kau lakukan?” tanya kyuhyun hati-hati

“aku tidak tahu”

“aku tahu kau tidak tega dengan choi ahjushi, tapi ini kesempatan kita. Choi ahjushi bersedia memberikan keterangan. Hidup dengan bayang-bayang kesalahan sepertinya pasti sangat sulit.”

“aku harus bagaimana?”

“kau pasti bisa memutuskannya”

**

Choi ahjushi datang ke kantor polisi ditemani pengacara cho kyuhyun, pria itu ingin memastikan bahwa choi ahjushi benar-benar akan mengatakan kebenarannya.

 

Salah satu polisi itu membawa choi ahjusi kedalam sebuah ruangan yang hanya berukuran sekitar dua meter dengan penerangan yang begitu minim. Polisi itu memberikan beberapa pertanyaan kunci yang berhubungan dengan kecelakaan itu.

**

“jadi dia melaporkan Park Jung Soo?” tanya kim so hoon pada anaknya kim tae hyun.

“ne appa. Lalu apa yang harus kita lakukan?”

“apa lagi. Mereka hanya menggali lubangnya sendiri”

“mereka punya bukti jika park jung soo bertemu dengan kakak eunbi sebelum dia meninggal dan mereka juga punya pria tua itu”

“apa kau berfikir kalau park jung soo akan diam saja?” ini terlihat pertanyaan tapi juga terdengar seperti pernyataan ‘park jung soo tidak akan diam saja’

**

Park jung so dijemput oleh anggota kepolisian siang ini, tentu berita ini mengemparkan seluruh dunia bisnis. Pemilik JS company tiba-tiba ditangkap polisi karena tuduhan pembunuhan berencana. Bukankah ini gila?

Ditemani pengacaranya park jung soo begitu tenang memasuki kantor polisi.

 

“maafkan saya tuan, sepertinya anda harus menginap disini malam hari. Malam ini saja, besok saya pastikan anda akan bebas” kata pengacara dengan kaca mata yang mengantung diantara hidungnya

“apa katamu? Menginap? Kau gila?”

“maafkan saya. Saya berjanji akan membereskan semuanya malam ini”

Park jung soo berdecak

“hubungkan aku dengan kim so hoon” perintahnya

 

“aku ingin kau mengurus orang tua itu kim so hoon” katanya pada sambungan telepon

“jangan khawatir, anak buahku pasti mengurusnya nanti malam”

**

Choi ahjusi bernafas lega seolah beban yang selama ini menghimpit tubuhnya terangkat satu persatu. Dia menyesali pilihan yang pernah dia ambil dulu, nyatanya pilihan itu tidak bisa membuat anaknya tetap berada disisinya.

Menu makan malam penjara, tentu tidak seenak makanan rumahan atau makanan pinggir jalan. Tapi choi ahjushi menyantap makanan itu seperti tidak terjadi apa-apa. Ya, pria setengah baya itu memang tidak tahu apa-apa.

 

Mendadak dadanya menjadi sesak, nafasnya pendek-pendek. Makanan yang belum habis itu dibiarkan begitu saja. Choi ahjushi merintih kesakitan di dalam ruangan yang begitu sempit dan pengap berharap ada seseorang yang menolongnya. Nyatanya bahkan untuk berteriak saja dia tidak sanggup. Pria paruh baya itu hanya menahan sakitnya seorang diri sampai matanya tiba-tiba terpejam.

**

Pagi ini seperti biasa kyuhyun berangkat bersama pengawal min dan sopirnya. Tidak ada yang aneh sampai pengawal min menerima telepon dari seseorang. Mobil yang ditumpangi cho kyuhyun seketika berbelok arah dan melaju sangat kencang.

 

Berita kematian choi ahjushi sampai ditelinga kyuhyun, membuatnya segera datang kesini. Kantor polisi. Keadaannya benar-benar kacau sekarang.

Kyuhyun menghadap salah satu polisi disini

“apa yang sebenarnya terjadi?” tuntutnya

“ada seseorang yang meracunnya”

“bagaimana hal seperti ini terjadi disini? Bukankah seharusnya kalian menjaganya?” amarah kyuhyun pecah didepan polisi yang tampak tidak tahu apa-apa itu.

 

Saat kyuhyun masih berdiri di depan polisi itu, orang yang menjadi tersangkanya. Park jung soo. Keluar dari ruang tahanan dengan didampingin orang-orangnya. Mata pria itu menatap kyuhyun seperti mengejek.

 

“dan kau membebaskan pria itu?” tanya kyuhyun lagi

“kita tidak punya bukti yang kuat untuk menahannya lebih lama.”

“apa maksudmu kau tidak punya bukti? Kau sudah dengar pengakuan choi ahjushi kan?”

“aku tahu tapi itu saja tidak cukup apalagi pria itu sudah meninggal sekarang”

Brengsek

Kyuhyun mengumpat dalam hati, merutuki kesialan ini.

 

Ponselnya bergetar, kyuhyun menggeser tombol hijau pada layar touchscreen miliknya.

“yoboseyo” katanya

“choi ahjusi meninggal?” kata seseorang di seberang sana. Eunbi. Wanita itu sudah mengetahuinya

“ne”

“park jung soo bagaimana?”

“pria itu bebas”

Terdengar helaan nafas dari seberang sana

“tidak ada cukup bukti untuk menahannya lagi”

**

Tuan cho melempar dokumen-dokumen itu di depan muka kyuhyun.

“apa yang coba kau lakukan cho kyuhyun?” tuan cho berteriak didepan muka anaknya

“mencoba mengungkap kematian kakak eunbi? Begitu?”

“aku hanya menepati janjiku untuk membantunya”

“persetan dengan 7% itu. Apa kau tahu apa yang kau lakukan pada perusahaan?”

“park jung soo adalah investor tetap kita, dia yang selalu membantu semua proyek cho group. Dan kau berusaha memenjarakannya?” lagi tuan cho berteriak lagi

“tapi pria itu memang bersalah appa. Cho group akan tetap berdiri walaupun tanpa park jung soo”

Tuan cho menyeringai

“bagaimana? Bagaimana cho group tetap berdiri jika hampir semua investor menarik semua investasinya pada cho group dan para pemegang saham mulai menanyakan kesetianmu”

“bagaimana? Bagaimana kau menangani ini cho kyuhyun.”

“persiapkan dirimu, besok ada rapat pemegang saham”

 

Eunbi memundurkan langkahnya saat suara langkah kaki itu mulai mendekat. Dia menghapus kasar air matanya dan berjalan menaiki tangga. Eunbi menyesal telah mendengar pembicaraan ayah dan anak itu. Hatinya begitu sakit saat dia tahu, eunbi telah membuat hidup orang lain berada dalam kesulitan lagi karena.

 

Kyuhyun menatap punggung wanita yang perlahan menaiki tangga, masuk ke dalam kamar mereka.

 

Eunbi masih berada kurang lebih lima langkah dari pintu yang baru saja ia tutup.

“kau mendengarnya?” tiba-tiba suara itu mengisi gendang telinga eunbi

Eunbi berbalik dan menatap kyuhyun

“apa?”

“semuanya” jawab kyuhyun

Kyuhyun mendekati wanita itu saat tidak ada satu katapun yang keluar dari mulutnya. Beberapa bulan tinggal bersama eunbi membuat kyuhyun tahu, wanita ini tidak bisa berbohong. Dia akan lebih memilih diam dari pada berbohong.

Kyuhyun mengangkat dagu eunbi membuatnya terpaksa melihat manic mata kyuhyun.

“ne. aku mendengar. Semuanya” jawab eunbi kemudian

Pria itu menarik eunbi kedalam pelukannya, lagi-lagi wanita itu menangis.

“mianhae. Mianhae”

“gwenchana. Jangan khawatir semuanya akan baik-baik saja”

“mianhae. Sungguh maafkan aku”

**

Kim so hoon tersenyum dan menuangkan lagi minuman memabukkan itu kedalam gelas milik park jung soo

“kau pasti menderita kemarin”

“sangat menderita. Tapi sekarang aku bahagia”

“hahaha” kim so hoon tertawa

“kau tentu tidak lupakan tentang perjanjian kita. Mengijinkan JS company kembali bekerja sama dengan Daejung group”

“bukankah selama ini kita sudah bekerja sama”

Ini adalah semacam pesta perayaan bagi kedua orang licik itu, menghiraukan nyawa lain yang melayang karena mereka.

**

Kyuhyun meletakkan dasinya dileher, membuka kerah bajunya dan memasukkan kain panjang itu kedalamnya. Membuat sebuah simpulan pada dasinya.

“kyu”

Kyuhyun memutar tubuhnya

Tangan eunbi tiba-tiba menyentuh dasi kyuhyun, sedikit merapikannya. Tangan wanita itu masih memegang dasi kyuhyun, meskipun kyuhyun yakin kalau dasinya sudah benar sekarang.

‘eunbi pasti mengkhawatirkanku’ pikir kyuhyun

Kyuhyun mengenggam tangan eunbi yang masih didadanya.

“jangan khawatir, aku tidak akan pergi ke penjara.” Katanya sedikit bercanda.

Eunbi menengadah untuk melihat wajah kyuhyun dan mengangguk.

**

Satu jam setelah kepergian kyuhyun, wanita itu masih tidak bisa untuk duduk diam. Bukan karena dia tidak mau tapi karena hatinya sedang khawatir. Perusahaan itu dan posisi presdir itu tentu sangat berarti bagi kyuhyun, dan eunbi tahu itu. Rapat pemegang saham pasti sangat marah karena investor utama mereka manarik semua bentuk kerja sama yang dijalin dengan cho group, lebih para dari itu para investor-investor kecil juga tiba-tiba ikut menarik investasi mereka. Cho group pasti sangat kacau sekarang. lalu bagimana eunbi harus menolong kyuhyun keluar dari semua masalah ini. eunbi berfikir dan terus berfikir.

“ada. Ada caranya” gumam eunbi semangat.

**

Gedung bertingkat ini sudah eunbi datangi beberapa hari yang lalu, wanita itu berlari seakan sudah tidak punya waktu lagi. Nafas wanita itu sangat memburu saat dia sudah berada di depan ruang rapat. Eunbi membuka pintu itu perlahan, menimbulkan sedikit suara.

Semua orang diruangan itu menatap eunbi, menatap wanita yang tiba-tiba mengacaukan rapat penting seperti ini.

Kyuhyun dan tuan cho membulatkan matanya sangking terkejutnya.

“aku datang kesini bukan sebagai istri cho kyuhyun atau menantu dari keluarga cho. Aku datang kesini sebagai pemegang saham terbesar di Daejung Group” eunbi tiba-tiba berbicara membuat semua orang langsung berdiskusi.

“lalu untuk apa daejung group datang kesini?” tanya pria setengah baya yang duduk di kursi paling ujung.

“aku sebagai perwakilan daejung group memutuskan untuk menjadi investor utama di cho group”

Semua orang semakin terbelalak kaget, bagaimana hal ini bisa tiba-tiba terjadi. kyuhyun hanya mampu menatap eunbi.

“aku tahu kau bukan presdir di daejung group. Untuk menjalin kerjasama presdir perusahaan harus menyetujuinya”

“aku tahu. Ini kenapa aku datang kesini”

Eunbi meletakkan map, diatas meja rapat itu.

Semua orang tampak kembali berbicara satu sama lain. Melihat map yang dibawah eunbi.

 

Flashback on

Untuk pertama kalinya setelah kakaknya meninggal, eunbi kembali menginjakan kakinya disini. Daejung group. Dia tidak perlu lagi bertanya dimana ruang presdir di perusahaan ini.

 

“samchon” katanya kemudian setelah langsung masuk kedalam ruangan mendiang ayah dan kakaknya itu. Membuat kim so hoon menoleh dari dokumen-dokumen yang ia baca.

“tumben sekali kau datang kesini. Ada apa?”

Eunbi mendekati meja dan kursi kebesaran kim so hoon, berdiri di depan pria tua itu.

“aku ingin kau menyetujui untuk bekerja sama dengan cho group” kata eunbi to the point.

“apa yang sedang kau bicarakan. Kerjasama? Perusahaan itu akan segera bangkrut karena semua investor menarik diri dari cho group. Jadi untuk apa kita bekerjasama dengan mereka?”

‘dia tahu sesuatu. Kekacauan cho group dia tahu tentang itu’ batin eunbi

“cho grup tidak akan bangkrut. Aku ingin daejung group bekerja sama dengan mereka”

Kim so hoon tertawa

“ya, eunbi ah. Aku tahu kau menantu dikeluarga mereka tapi bekerja sama dengan mereka? Aku tidak akan membuat daejung grup ikut bangkrut. Kau tahu itu?”

“cho group tidak akan membuat daejung grup bangkrut. Tapi aku yang bisa membuat daejung grup bangkrut. Bukan tapi aku bisa membuat membuat paman kehilangan daejung grup”

Lagi-lagi kim so hoon menyeringai

“apa yang bisa kau lakukan?”

“menarik paman dari kursi presdir. Tidak. Lebih tepatnya menarik paman keluar dari perusahaan. Jika sampai cho group bangkrut maka, cho kyuhyunlah yang akan menjadi presdir disini”

“apa yang sedang coba kau lakukan? Apa kau sedang mengancamku? Kyuhyun? apa kau pikir semua pemegang saham akan setuju? Tidakanmu itu hanya akan membuat daejung group bangkrut”

“jika paman lupa 70% dari saham daejung grup ada ditanganku. Dengan saham sebesar itu aku akan dengan mudah mencabut paman dari posisi presdir. Dan akan aku pastikan kalau pemegang saham yang lain tidak akan pernah berbuat apa-apa lagi”

Kim so hoon tampak berfikir. Ternyata keponakannya itu tidak lagi seperti eunbi yang dulu mudah ia control. Dengan saham yang begitu besar seperti itu bahkan dia bisa dibilang pemilik tunggal daejung grup tidak sebanding dengan kim so hoon yang hanya memiliki 10 % dari saham daejung grup.

“apa kau mengancamku?” pertanyaan itu lagi keluar dari bibir kim so hoon

“aku akan senang jika paman berfikir seperti itu”

 

Dengan menahan amarahnya, akhirnya kim so hoon menandatangani surat peryataan itu. Surat pernyataan bahwa daejung grup bersedia menjalin kerjasama dengan cho group.

 

Setelah kepergian eunbi. Pria tua itu hanya mampu menyeringai.

“kau salah menantang seseorang hwang eunbi” gumamnya

Flashback off

 

Dengan surat yang dibawa eunbi, semua orang memutuskan untuk mengadakan voting untuk mencabut cho kyuhyun dari posisi presdir atau tidak.

 

Eunbi tentu tidak ikut dalam pemilihan itu, dia hanya duduk dibangku di luar ruang meeting. Meremas kedua tangannya dan menggigit bibir bawahnya.

Pintu itu akhirnya terbuka, eunbi langsung berdiri dari duduknya. Semua orang satu persatu mulai keluar dari ruangan itu.

“tapi dimana cho kyuhyun?” batin eunbi.

 

Tuan cho keluar, berhenti di depan eunbi. Menantunya itu hanya mampu menunduk tidak berani menatap mata ayah mertuanya.

“kau yang membuat masalah ini dan kau juga yang menyelesaikannya” hanya itu yang diucapkan tuan cho, dan dia segera pergi meninggalkan eunbi.

 

Eunbi hanya menatap punggung ayah mertuanya dan menoleh saat merasa ada sebuah kaki yang berdiri di depannya.

Kyuhyun menatap wanita itu.

“bagaimana?” tanya eunbi penasaran

“kerja bagus hwang eunbi”

Mengerti maksud perkataan kyuhyun, wanita itu mengembangkan senyumnya dan bernafas lega.

“mianhae. Karena terlambat memikirkan ini”

Kyuhyun menggeleng

“gwenchana. Pada akhirnya kau juga menyelamatkanmu”

“Bukankah kita menjalin kerjasama? Jadi aku harus membantumu”

Mereka berdua tersenyum

“mau makan siang bersama?” tanya kyuhyun

Eunbi mengangguk

“rapat tadi membuatku lapar” kata kyuhyun sambil memegangi perutnya

**

Mereka berdua sedang berbaring di ranjang milik mereka. jika kalian bertanya kepada eunbi, hal apa yang paling dia sukai. Maka eunbi akan menjawab, pada saat berbaring bersama kyuhyun dan pria itu mengenggam tangannya, seperti sekarang.

“jadi kau menemui pamanmu?”

“iya”

“apa yang kau katakan? Aku tahu pamanmu tidak akan langsung setuju”

“hanya bilang akan mengangkatmu menjadi presdir daejung grup jika cho grup bangkrut”

“sejak kapan kau punya keberanian mengancam pamanmu?”

“entahlah. Aku juga tidak yakin”

Kyuhyun menarik wanita itu dalam pelukannya, mencium aroma shampoo yang dipakai wanita itu. Mengecup kepalanya berkali-kali.

“mianhae. Karena belum bisa membantumu mengungkap kematian ayah dan kakakmu”

Eunbi melingkarkan tangannya pada kyuhyun

“tidak apa-apa. Aku yakin suatu saat kebenaran itu akan terbuka sendiri”

Ya, sekarang eunbi tidak terlalu memaksakan keadaan. Dia hanya ingin mengikuti alur saja, pasti suatu saat semua itu akan terbuka sendiri. Eunbi hanya ingin berpegang pada kata-kat itu.

**

Hari ini adalah kematian mendiang ibunya eunbi, wanita itu sedang bersiap untuk datang ke makam ibunya. Tempat penyimpanan abu ibunya.

“mianhae karena tidak bisa ikut denganmu” kata kyuhyun tulus

“tidak apa-apa. Rapat ini sangat penting kau tidak boleh meninggalkannya. Tidak apa-apa, aku bisa pergi sendiri”

“jika rapatnya cepat selesai aku akan menjemputmu”

Eunbi mengangguk.

**

Dia sudah lama tidak datang kesini, ya terakhir kali dia kesini satu tahun yang lalu. Eunbi berdiri di depan sebuah kotak yang terisi penuh dengan foto ibunya yang berada disamping abu miliknya dan, foto keluarganya tentu tanpa dirinya karena ibunya meninggal sesaat setelah melahirkannya. Eunbi memang tidak pernah bertemu dengannya, tapi sebagai seorang anak tentu eunbi sangat menyayanginya. Ayahnya dan kakaknya selalu mengajak eunbi kesini setiap hari peringatan ibunya, dan itu membuat eunbi sedikit mengenal bagaimana ibunya. Mengingat kenyataan bahwa sekarang hanya ada dirinya sendiri di dunia tanpa ketiga orang tersebut membuat dadanya kembali sesak. Kehilangan satu-persatu orang yang dia cintai.

Eunbi menatap foto ketiga orang itu, sebuah kertas tiba-tiba terjatuh saat eunbi mengambil foto itu. Dia berjongkok mengambil kertas itu dan membacanya.

18- Perpustakan Seoul

Ketika salju pertama turun dan mengabulkan doamu

 

**

Eunbi memandang loker di depannya ragu. Otaknya terus berfikir tentang deretan angka untuk membukanya.

Eunbi memasukkan deretan angka dan lagi-lagi kombinasi angka itu salah.

“apa paswordnya. Oppa aku mohon bantu aku” gumam eunbi

Dia kemudian kembali memasukkan kombinasi angka yang berbeda. Loker itu tetap tidak bisa dibuka.

Eunbi menghela nafasnya frustasi.

—TBC—

nb : ff ini tinggal 1 chapter lagi. untuk chapter terakhirnya kemungkinan akan di publish besok karena masih dalam proses.

jangan lupa tinggalin comment ya, biar chapter terakhirnya bisa cepet di publish KAMSAHAMIDA 🙂

Hold Me Tight {Part 6}

hols-me-copy

Judul: Hold Me Tight

Author: Oh Honey

Main cast: Cho kyuhyuh – Hwang Eunbi (OC) –others

Genre: romance, sad, married life

Length: chapter

Author’s Note: sekarang author balik dengan ff baru. Semoga kalian pada suka. Ff ini memang cerita yang klasik banget tapi aku tetep berharap kalian suka sama ff amatiran ini.

Jangan lupa meninggalkan komen disetiap chapternya ya…

—–HAPPY READING—-

Kyuhyun mengeliat, sinar matahari mulai mengusik tidurnya. Matanya perlahan terbuka.

‘ah sepertinya aku ketiduran tadi malam’ gumamnya. Ya, tadi malam kyuhyun hanya berniat menemani eunbi sampai tertidur kemudian melanjutkan pekerjaannya yang tertunda. Tapi sepertinya dia tidur terlebih dahulu bahkan sebelum eunbi tertidur. Kyuhyun memfokuskan pandangannya pada wanita yang ada dihadapannya, deru nafas wanita itu begitu tenang.

‘sepertinya dia tidak bermimpi buruk lagi’ batin kyuhyun.

Matanya turun ke bawah melihat tautan tangannya dan tangan eunbi. Ujung bibirnya tertarik ke atas, entah kenapa dia suka dengan pemandangan yang seperti ini. Saat dia pertama membuka mata ada seseorang yang menjadi objek penglihatannya, dan kedua tangannya itu membuat kyuhyun bertambah senang.

 

Nyonya cho memandangi kyuhyun yang turun dari tangga dengan aneh.

“kyuhyun ah” panggil nyonya cho saat anaknya itu melewatinya

“wae?” kyuhyun menghentikan langkahnya

“kau belum mandi?”

“belum. Aku mau mengambil ponselku dulu di ruang kerja setelah itu aku mau mandi. Wae?”

Kerutan di kening ibunya semakin bertambah. Tentu ini sangat aneh, saat kyuhyun baru keluar dari kamarnya setelah hampir pukul tujuh dengan tampang yang acak-acakan dan kemeja putih yang dipakainya tadi malam.

“kau tidur dengan baju itu?” tanya nyonya cho lagi

Kyuhyun memandangi dirinya sendiri dari unjung kaki sampai dadanya.

“ahh, aku lupa menganti bajuku tadi malam”

“seperti itu, baiklah. Apa eunbi masih tidur?”

“ne. eomma jangan bangunkan dia, aku rasa dia tidur terlalu malam tadi malam.”

Kyuhyun sedikit memundurkan tubuhnya saat tiba-tiba nyonya cho mencondongkan tubuhnya ke arah kyuhyun dengan tatapan anehnya.

“apa yang kalian lakukan tadi malam?”

“Ne.?? apa maksud…yak. Hilangkan pikiran mesummu itu eomma”

Nyonya cho melipat tangannya di depan dada.

“apa? Itu hal yang wajar kan?”

“apa? Eommaaaaa”

“wae?”

“hanya saja eunbi tidak bisa tidur tadi malam” kata kyuhyun menjelaskan

“karena apa? Karenamu?”

“itu karena-“ kyuhyun tiba-tiba menghentikan kalimatnya saat dia sadar eommanya tidak perlu tahu apa yang terjadi, ya setidaknya untuk saat ini.

“terserah eomma saja” setelah mengatakan itu kyuhyun pergi meninggalkan nyonya cho. Dan entah pikiran apalagi yang melintas di kepala nyonya cho setelah itu.

**

Sudah beberapa hari ini eunbi terbiasa tidur dengan menggenggam tangan kyuhyun. Mungkin pria itu benar jika gengaman seseorang bisa membuatnya tenang dan yang terpenting mimpi buruk itu tidak datang lagi. Entah mantra apa yang diucapkan kyuhyun hingga membuat eunbi tidak bermimpi buruk lagi saat tidur dengan menggenggam tangannya.

Setiap harinya eunbi akan menunggu kyuhyun, dia akan berbaring jika kyuhyun juga berbaring disampingnya dan menggenggam tangannya. Tapi sepertinya malam ini eunbi sudah menunggu terlalu lama, tidak seperti biasanya.

“apa dia sangat sibuk?” tanya eunbi pada dirinya sendiri.

 

Eunbi memutuskan menuruni anak tangga dan berjalan perlahan mendekati pintu kayu berwarna coklat. Ruang kerja kyuhyun. Dia akan mengetuk pintu saat pria berjas hitam itu keluar dari ruang kerja kyuhyun.

“selamat malam nona” sapa pengawal min

“ne. selamat malam”

Pria itu kemudian berlalu dari hadapan eunbi.

 

Kyuhyun sedikit memutar-mutar kursinya dengan sebelah tangan yang ia letakkan di pelipis kanannya seolah sedang berfikir.

“ada apa? Kenapa pengawal min malam-malam ke ruanganmu? Ada masalah?” deretan pertanyaan itu, membuat kyuhyun menengadahkan kepalanya melihat wanita yang mengeluarkan begitu banyak pertanyaan.

“ani. Dia hanya mengantar beberapa dokumen”

“dokumen apa?”

“dokumen tentang kematian kakakmu”

“ne?”

Kyuhyun berdiri dari kursinya, menarik map berwarna merah dan menyerahkannya pada eunbi.

“ini”

Eunbi menerima map itu, membaliknya satu per satu

“apa kau sudah menemukan buktinya?”

Kyuhyun menggeleng

“ani. Tidak ada yang aneh kecuali sopir kakakmu yang mengundurkan diri sehari sebelum kejadian”

Eunbi menatap kyuhyun.

“kau mencurigai sopir itu?”

“kita tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi”

Eunbi kembali membalik-balik dokumen itu, dan matanya berhenti pada sederet kalimat.

“ini apa?”

Kyuhyun menoleh, membaca kalimat yang ditunjuk eunbi

“ah itu, ada kandungan alcohol yang ditemukan didalam tubuh kakakmu sebelum meninggal. Karena itu polisi menyatakan kalau kecelakaan yang dialami kakakmu karena mabuk. Kau tidak pernah mendengarnya, alasan kecelakaan itu terjadi?”

“aku mendengarnya. Tapi aku tidak pernah melihat hasil pemeriksaan ini”

“wae, ada yang salah?”

“kadar toleransi oppa terhadap alcohol adalah 8 % dan disini hanya 5,30% itu berarti oppa tidak mabuk pada waktu itu”

Kyuhyun menarik kertas itu dan membacanya. Benar 5,30%

“kau yakin?”

Eunbi mengangguk tanda setuju.

“aku sangat mengenal kakakku, dia akan mabuk ketika kadar alcohol didalam tubuhnya mencapai 8% itu berarti pada saat kejadian oppa tidak mabuk”

 

Kyuhyun mengambil poselnya dan segera mendial up nomor pengawal Min.

“caritahu keadaan mobil itu setelah kecelakaan”

**

Eunbi berbaring menghadap kyuhyun dan seperti biasanya tangan mereka saling bertautan.

“jangan khawatir kita pasti bisa mendapatkan bukti itu” kata kyuhyun tiba-tiba, seperti mengerti tentang kegelisahan eunbi.

Eunbi hanya membalas mengangguk.

“sekarang tidurlah”

“gomawo”

“jangan berterima kasih sekarang, aku belum bisa membantumu”

“ani. Gomawo untuk semuanya”

Kyuhyun tersenyum, entah untuk apa dia tersenyum.

 

Keheningan malam tiba-tiba menyelimuti mereka, tapi sebenarnya kyuhyun dan eunbi masih membuka matanya.

“apa kau sudah tidur?” tanya kyuhyun

“belum. Kenapa?”

“aku hanya penasaran tentang ‘dua orang yang tidak bersalah’ itu siapa mereka?”

Eunbi terdiam sebentar

“donghae oppa. Lee donghae dan adiknya. Lee sejeong mereka terbunuh karena aku. Sejak saat donghae oppa mati didepanku, mimpi buruk itu selalu datang”

Kyuhyun mengerti sekarang, tentang mimpi buruk eunbi

“laki-laki yang mati dirumahmu?”

Eunbi mengangguk

“dihari yang sama saat orang-orangmu membawaku ke rumah sakit”

“ahh begitu rupanya. Tapi siapa lee donghae itu? Orang yang kau cintai?”

“ne?” eunbi sedikit menengadah menatap wajah kyuhyun.

“kenapa sekaget itu? Jadi benar dia kekasihmu?”

“ani”

“cih. Mengaku saja, aku tidak apa-apa”

“ne?”

“ne?” kyuhyun membeo

“apa susahnya mengaku” kyuhyun sedikit kesal dengan eunbi yang tidak juga menjawab pertanyaannya.

“mengaku apa?” tanya eunbi bingung

“kekasihmu. Lee. donghae” kyuhyun menjeda setiap kalimat memberikan sedikit penekanan pada kata lee donghae.

“ah sudahlah, aku mengantuk ingin tidur”

Kyuhyun tiba-tiba melepas tangannya, membuat eunbi membuka matanya lagi. Pria itu melipat tangannya dibawah kepala, dan merubah posisinya menjadi terlentang.

“minta saja lee donghae itu untuk menggenggam tanganmu dan bilang padanya untuk tidak muncul dalam mimpimu” kata kyuhyun ketus

“kamu cemburu?” kata eunbi kemudian

“aku? Hahaha kenapa aku cemburu? Sungguh tidak masuk akal”

“cemburu pada lee donghae katanya. Kenapa aku harus cemburu. Kenapa?” oceh kyuhyun

“dia bukan kekasihku”

Suara eunbi yang lembut itu menghentikan semua ocehan kyuhyun. pria itu menoleh ke samping melihat punggung eunbi, mungkin wanita itu sudah merubah posisinya saat kyuhyun mulai berceloteh tidak jelas.

 

Ada sedikit kecewaan saat kyuhyun melepaskan tangan itu, tapi eunbi tidak berhak memaksanya untuk terus menggenggam tangannya. Dan akhirnya memutuskan memiringkan tubuhnya, memunggungi kyuhyun.

“adiknya dan aku mempunyai wajah yang mirip, pada saat aku ingin bunuh diri adiknya pergi dari rumah dan donghae oppa menemukanku. Pria itu menyelamatkanku dan mengira aku adiknya. Aku senang karena aku punya oppa lagi dan mengabaikan fakta bahwa adiknya dalam bahaya. Paman membunuhnya, dan setelah itu dia membunuh donghae oppa juga. Dan itu semua itu karenaku. Donghae oppa bukan kekasihku dia hanya seperti kakak laki-laki untukku. Dia hanya-“

Eunbi menghentikan kalimatnya saat tangan kekar itu memeluknya.

 

‘hanya sebagai oppa’ kata itu terus berputar dikepala kyuhyun membuatnya tersenyum sendiri.

Dan dengan gerakan reflex kyuhyun memeluk eunbi. Mungkin dia sedikit keterlaluan tadi kepada eunbi, membuat wanita itu harus mengingat kejadian pahit itu.

“tidak usah diteruskan. Aku mengerti. Mianhae” kata kyuhyun tulus.

Kyuhyun meraih tangan eunbi dan mengenggamnya.

“mianhae eunbi”

“tidurlah. Aku akan pastikan kau tidak akan bermimpi buruk lagi”

**

Kyuhyun merapikan kemeja dan melihat dirinya pada pantulan cermin.

“eunbi. Tunggu” kata kyuhyun saat melihat bayangan eunbi dari cermin di depannya.

“wae?” eunbi memutar tubuhnya dan menatap kyuhyun bingung

“tentang semalam”

“semalam? Ahh tentang kau cemburu kepada donghae oppa?” tebak eunbi asal

“aku bilang aku tidak cemburu” kata kyuhyun dengan nada sedikit tinggi membuat eunbi berjingkat kaget

“lalu apa?”

“yak. Aku tidak cemburu dengan orang mati itu, hanya-“

Lagi-lagi kyuhyun menjeda kalimatnya

“hanya apa?”

“hanya-hanya kau bisa memanggilku oppa”

“ne?” ada dua ribu tanda tanya dikalimat eunbi. Oppa? Kenapa? Kenapa dia harus memanggil kyuhyun oppa?

“ tadi malam kau terdengar menyedihkan saat kehilangan oppamu dan kau senang saat donghae tiba-tiba berperan menjadi kakakmu. Jadi anggap saja aku kakakmu dan panggil aku oppa”

Eunbi hanya menatap pria ini bingung. Apa yang sebenarnya dia maksud? Hanya kalimat itu yang ada dipikiran eunbi.

“dan kurasa kau memang harus memanggilku oppa, umurku jauh lebih tua darimu”

“aku tidak akan memanggilmu oppa. Mengerti?”

Eunbi membuka pintu dan segera menghilang dari hadapan kyuhyun sebelum dia benar-benar gila.

 

“yak, yak, yak hwang eunbi” teriak kyuhyun kesal

“dasar wanita menyebalkan”

Kyuhyun kembali menghadap cermin dan berusaha mengikat dasinya. Lagi-lagi gerakannya terhenti.

“apa susahnya memanggilku oppa. Aku hanya ingin mengabulkan keinginannya untuk memiliki oppa. Bahkan dia memanggil orang mati itu oppa. Lagi pula aku lebih tua darinya itu bukankah seharusnya dia memanggilku oppa dan aku kan suaminya.”

“aishhh menyebalkan” kyuhyun melempar dasinya ke atas ranjang.

 

“oppa? Apa dia sedang bercanda? Tidak dapat dipercaya?” eunbi bergumam sendiri. Dan menatap kamar dilantai atas dengan garang.

“apanya yang sulit dipercaya?”

Eunbi memutar tubuhnya dan melihat nyonya cho yang baru keluar dari kamar.

‘apa dia mendengar ocehanku? Bodoh kau hwang eunbi’ batin eunbi

“bukan apa-apa eomonim” eunbi tersenyum meyakinkan mertuanya itu bahwa tidak tejadi apa-apa.

“oh begitu”

“ne”

“kau mau membantuku memasak?”

“ne eomonim”

Dua wanita itu sedang asyik memasak, nyonya cho sibuk mengajari menantunya itu memasak. Eunbi memang tidak bisa memasak, jangankan memasak memegang peralatan memasak saja dia tidak pernah.

 

“kyuhyun ah, cicipi ini. eunbi yang membuatnya” nyonya cho menyodorkan semangkuk sup labu untuk kyuhyun.

Pria itu menyedok dan memasukannya ke dalam mulut. Eunbi tegang di tempat duduknya menanti komen tentang masakannya.

“ini terlalu asin” kata kyuhyun cuek

“benarkah?” nyonya cho menyendok soup labunya sendiri

“tidak asin” katanya kemudian

Eunbi melayangkan tatapan membunuhnya ke arah pria yang masih dengan santai memakan sarapannya setelah mengatakan hal yang menyebalkan itu.

“wae?” kyuhyun menoleh ke samping menatap eunbi.

“jika kau tidak percaya kau rasakan saja sendiri” lanjutnya

“yak cho kyuhyun” nyonya cho mencoba melerai pertengkaran dipagi hari itu

“soupmu enak. Jangan dengarkan kata kyuhyun” kata nyonya cho lagi

**

Eunbi menatap bayangan kyuhyun dari cermin meja riasnya, pria itu sudah naik ke atas ranjang dan tidur memunggungi eunbi.

“apakah dia masih marah gara-gara aku tidak mau memanggilnya oppa?” batin eunbi.

“Tapi bukannya seharusnya aku yang marah karena dia menghina masakanku?” batin eunbi lagi.

Kalau seperti ini eunbi tidak akan bisa tidur, ya dia butuh gengaman tangan cho kyuhyun atau obat tidur itu untuk membuatnya tertidur.

Eunbi meletakkan kapas yang dia gunakan untuk membersihkan wajahnya.

 

Wanita itu berbaring disamping kyuhyun dan menatap punggung itu bingung. apa yang harus aku lakukan? Pikiran seperti itu memenuhi isi kepalanya.

“kau masih marah padaku?” tanya eunbi hati-hati

“kenapa aku harus marah?”

“karena aku tidak mau memanggilmu oppa?”

Kyuhyun membalik tubuhnya menghadap eunbi.

“sudah aku bilang aku hanya ingin mengabulkan keinginannmu untuk mempunyai oppa lagi”

“aku tahu”

“cih. Kau tahu tapi kau tidak memanggilku oppa” gumam kyuhyun yang masih dapat didengar oleh eunbi dan merubah posisinya menjadi terlentang.

“haruskah aku memanggilmu oppa?”

“sudahlah. Jika kau tidak mau tidak perlu”

Mereka sama-sama terdiam, eunbi hanya berbaring disamping kanan kyuhyun yang hanya sibuk menatap langit-langit kamar. Otak eunbi berfikir bagaimana membuat pria itu tidak marah lagi dan mengijinkannya untuk menggenggam tangannya.

“kau masih marah padaku?” tanya eunbi lagi

“ani”

“kau masih marah padaku”

“sudah aku bilang aku ti-“

Cup~

Kyuhyun terdiam karena sentuhan lembut, bukan tapi ini adalah kecupan di pipi kanannya.

 

Eunbi segera meraih tangan kiri kyuhyun dan menariknya ikut bersamanya tidur memunggungi kyuhyun. Sekarang tampak kyuhyun telah memberikan pelukan dari belakang kepada eunbi.

Wanita itu menggigit bibir bawahnya karena malu dan gugup. Semua itu melebur menjadi satu sampai membuatnya mual.

 

Kyuhyun masih tidak sadar dengan apa yang terjadi beberapa detik yang lalu. Tindakan eunbi terlalu tiba-tiba sampai membuatnya hampir terkena serangan jantung. Dia tersenyum setelah pikirannya kembali sadar.

 

Kyuhyun mengeratkan pelukannya pada eunbi membuat wanita itu semakin gugup dengan detak jantung yang tak menentu.

“haruskah aku marah setiap hari agar kau menciumku?”

Oh, sungguh eunbi benar-benar malu. Jika dia bisa menghilang dia akan berharap hal itu terjadi sekarang.

“tapi bukan disitu sebenarnya kau menciumku”

“siapa yang menciummu?” eunbi tiba-tiba berbalik dan

Cup~

Mata eunbi masih membulat saat kyuhyun memundurkan tubuhnya.

“disitu seharusnya kau menciumku. Dibibirku” kata kyuhyun frontal

Sejurus kemudian eunbi segera membalik tubuhnya lagi, memunggungi kyuhyun. Dan hal itu sukses membuat kyuhyun tersenyum girang melihat eunbi yang salah tingkah karena malu.

“sekarang tidurlah” kyuhyun mengeratkan pelukannya dan gengaman tanggannya pada eunbi. Lebih erat dari malam-malam sebelumnya.

**

“ini adalah laporan kepolisian tentang kasus kecelakaan 4 tahun silam, aku mendapatkannya dari temanku yang bekerja di kepolisian. Dia yang menangani kasus ini”

Kyuhyun membolak-balik dokumen itu, meneliti selembar demi selembar tidak ingin satu pun yang terlewatkan.

“ada kemungkinan kalau mobil itu dirusak sebelumnya. Maksudku ada yang memutus remnya.”

“tapi kenapa tidak ada dicatatan sebelumnya sebelumnya?”

“kepala kopolisian tiba-tiba meminta menghentikan penyelidikan kasus ini dan menyuruh mengumumkan bahwa kecelakaan terjadi karena korban mabuk”

“apa maksudmu ini sengaja ditutup-tutupi?”

“ada kemungkinan seperti itu tuan”

“baiklah. Terima kasih pengawal min”

Kyuhyun kembali membolak-balik catatan kepolisian itu dan mencoba berfikir tentang kemungkinan yang terjadi.

**

“apa yang kau pikirkan? Apa ada masalah?” tanya eunbi bingung melihat kyuhyun sepertinya sedang mimikirkan sesuatu.

“pengawal min bilang ada kemungkinan kalau mobil kakakmu di rusak tapi kita belum punya cukup bukti”

“benarkah?”

Kyuhyun mengangguk

“sebelum kejadian apa kau tahu kakakmu kemana?”

“dia hanya bilang dia ingin pergi minum”

“kau tahu dimana? Dengan siapa?”

“aku sudah menanyakannya kepada bar yang biasa oppa kunjungi tapi malam itu sepertinya dia tidak pergi kesana”

“kita harus tahu kemana oppamu pergi waktu itu”

**

Ada kemungkinan mobil itu dirusak. Jika itu bisa terjadi maka eunbi akan percaya pada itu. Eunbi berulang kali mengetuk pintu rumah yang sangat sederhana.

“ahjushi buka pintunya. Ahjushi” eunbi terus berteriak dan mengedor pintu itu

Pintu terbuka

“ahjushi”

“nona eunbi. Ada apa anda datang kemari?”

“ada yang ingin aku tanyakan. Ini tentang oppa”

“maaf saya tidak ada hubungan lagi dengan urusan mendiang tuan muda lagi”

“ahjushi tapi-“

Brakk

Pria paruh baya itu menutup kembali pintu itu hingga menimbulkan suara yang sedikit keras.

“ahjushi. Tolong buka pintunya”

“ahjushi. Ahjushi”

Eunbi menghentikan teriakkannya dan ketukannya pada pintu itu.

“sepertinya ahjushi mengerti sesuatu. Jebal tolong aku ahjushi. Jebal aku mohon padamu”

Eunbi menghela nafasnya, dan berjalan pergi meninggalkan rumah itu.

**

“kau sudah pulang?” tanya eunbi kepada kyuhyun yang sibuk melepas jas dan dasinya.

“iya”

“ahh. Eomma bilang tadi siang kau pergi. Kemana?”

Eunbi menghentikan pergerakannya menggosok-gosok rambutnya dengan handuk.

“menemui Choi Ahjushi.”

Merasa asing dengan nama itu kyuhyun memutar tubuhnya menatap eunbi.

“sopir kakakku yang mengundurkan diri waktu itu” jelas eunbi

“kau menemukan sesuatu?”

Eunbi menggeleng lemah

“ani. Aku tidak menemukan apapun. Tapi aku merasa Choi ahjushi tahu sesuatu”

Kyuhyun mendekati eunbi dan memegang kedua pundak eunbi.

“kita pasti bisa menemukannya. Jangan khawatir”

Eunbi tersenyum dan mengangguk menatap kyuhyun. pria ini selalu bisa memberinya semangat.

“dan kalau kau ingin pergi kemana-mana jangan pergi sendiri kau bisa mengajak salah satu pengawal. Aku tidak ingin terjadi apapun padamu”

“memangnya apa yang akan terjadi?”

“apa kau lupa kau hampir mati berapa kali?”

Eunbi tersenyum

“arraso aku akan meminta mereka menemaniku”

“gadis pintar” kyuhyun mengelus-elus rambut eunbi yang masih basah.

**

Sama seperti kemarin, eunbi mendatangi rumah sederhana itu. Tapi kali ini dia ditemani oleh salah satu pengawal kyuhyun. ya, seperti apa yang kyuhyun minta.

“berhenti”

Eunbi meminta mobil itu berhenti saat melihat Choi ahjushi akan pergi.

“ikuti pria itu”

Kemudian mobil itu melesat mengikuti taxi yang membawa choi ahjushi.

 

Rumah sakit Hansung

Eunbi bingung kenapa choi ahjushi datang ketempat ini. langkah kakinya terus mengikuti pria setengah baya yang dulu dekat dengannya. Pria itu memasuki sebuah ruang perawatan.

“Choi Eunha” gumam eunbi. Meskipun dia sudah lama tidak melihat gadis itu, tapi dia masih ingat bahwa gadis yang terbaring disana adalah anak Choi ahjushi. Dia sering datang kerumah eunbi untuk menemui ayahnya.

 

Eunbi tetap berdiri disamping pintu ruang perawatan itu, bersandar pada tembok rumah sakit.

“ahjushi” panggil eunbi saat melihat pria paruh baya itu keluar dari ruang perawatan

“nona” pria yang dipanggil choi ahjushi itu sedikit kaget melihat mantan majikannya ada disini.

 

Mereka duduk dibangku taman rumah sakit.

“jadi eunha sakit?” tanya eunbi membuka pembicaraan

“ne. dia mengalami gagal ginjal” kata choi ahjushi lemah.

Eunbi membekap mulutnya tidak percaya. Bagaimana mungkin gadis yang sangat cerita seperti itu tiba-tiba harus terbaring diranjang rumah sakit seperti ini.

“sudah berapa lama?”

“hampir 5 tahun”

“dia pasti sangat menderita. Kenapa ahjushi tidak pernah bercerita?”

“bahkan aku terlambat mengetahuinya. Anak itu menyembunyikannya sendirian”

Eunbi menatap choi ahjushi, dia tahu pria paruh baya ini pasti sangat menderita melihat putri satu-satunya harus terbaring dirumah sakit. Kedua ayah dan anak itu begitu dekat sampai membuat eunbi terkadang iri dengan kehidupan mereka.

“nona. Aku tidak tahu bagaimana anda bisa disini. Tapi aku mohon jangan menemui saya lagi”

Choi ahjushi bangkit berdiri tapi dia tidak melangkah pergi saat mendengar suara eunbi memanggilnya.

“choi ahjushi. Kau pasti tahu sesuatu tentang kematian kakakku. Aku mohon bantu aku”

“aku tidak tahu apa-apa nona” kata pria paruh baya itu dan pergi meninggalkan eunbi.

**

Hubungan eunbi dan kyuhyun tentu tidak sekaku dulu, mereka saling mengirimi pesan satu sama lain seperti sekarang ini.

capture1

Belum ada balasan dari eunbi tapi ketukan pintu itu menginterupsi kyuhyun.

“apakah aku boleh masuk tuan cho?” tanya eunbi mengoda di depan pintu, mengeluarkan sedikit kepalanya untuk melihat kyuhyun.

Kyuhyun tersenyum.

“silahkan masuk nyonya cho”

Eunbi mencebikkan bibirnya tapi dia tetap masuk juga kedalam ruangan itu

“nyonya cho? Aku lebih terdengar seperti ibumu”

“ada apa kau datang kemari?”

Eunbi duduk disofa ruang kyuhyun begitu juga kyuhyun, dia berdiri dari kursi kebesarannya dan ikut mendudukkan dirinya disana.

“aku tidak sengaja melewati kantormu jadi aku memutuskan mampir. Kantormu besar juga”

“apa kau sedang menghina. Kau pasti tahu suamimu ini juga sama kayanya denganmu”

Eunbi tersenyum. Benar, cho kyuhyun memang pria muda kaya yang tampan. Upss, apa eunbi baru saja bilang kalau dia tampan.

“kau dari mana?”

“rumah sakit”

“wae? Kau sakit?” tanya kyuhyun panic

“kenapa sepanik itu? Aku tidak sakit”

“lalu kenapa kau ke rumah sakit”

“anak choi ahjushi sakit, jadi aku mengunjunginya”

“kau menemui pria itu lagi?”

“ne. meskipun aku tidak yakin kalau choi ahjushi ikut terlibat tapi aku harus memastikannya sendiri bukan?”

Kyuhyun mengengam tangan eunbi yang dia pangku diatas pahanya.

Eunbi tersenyum dan meletakkan tangan kirinya diatas tangan kyuhyun yang mengenggam tangannya.

“aku tidak tahu kenapa gengaman tanganmu selalu membuatku tenang?”

“karena aku begitu tampan”

“apa?” eunbi memukul lengan kyuhyun

“bukankah itu benar?”

Mereka berdua sama-sama tertawa.

“apa kau sibuk?” tanya eunbi

“Ng..tidak juga. Wae?”

“ada festival kembang api. Mau melihat bersama?”

“apa ini ajakan kencan?”

“kau memulai lagi”

“arraso. Aku akan membereskan dokumenku dulu”

 

Mereka berdua keluar bersama, semua orang menunduk hormat saat mereka lewat di depan mereka. Tanpa canggung kyuhyun menggandeng tangan eunbi dan mereka berjalan seperti itu sampai parkiran.

 

Pengawal min, membukakan pintu belakang untuk kyuhyun dan eunbi.

“wae?” kyuhyun menoleh ke arah eunbi saat wanita itu diam ditempatnya.

“apa kita akan pergi dengan pengawal-pengawalmu?”

Kyuhyun tersenyum.

“berikan kuncinya. Sepertinya istriku hanya ingin berdua denganku saja”

Pengawal min, memberikan kuci mobil dan memberi hormat sebelum mobil itu melaju pergi.

**

Pinggiran sungai han begitu penuh dengan orang-orang yang datang untuk melihat festival kembang api. Kyuhyun dan eunbi duduk di atas rumput pingir sungai han, di depan mereka penuh dengan orang-orang yang sudah menunggu festival kembang api ini.

 

Yang ditunggu datang, kembang api yang ditunggu sudah meletus di udara menciptakan semburat warna warni yang apik.

“wahhh cantiknya” kata eunbi takjub

Bagi kyuhyun sepertinya kembang api itu tidak seindah senyum eunbi. Pria itu dari tadi asyik memandangi istrinya dari pada menikmati festival kembang api.

“waktu aku kecil oppa sering mengajakmu menonton kembang api seperti ini”

“benar-benar bagus. Benarkan?” eunbi menoleh ke arah kyuhyun meminta pendapat pria itu

Eunbi membulatkan matanya saat secara spontan kyuhyun menyatukan bibirnya dengan bibir eunbi. Tapi perlahan mata eunbi tertutup menikmati setiap sentuhan yang kyuhyun berikan. Ciuman pertama mereka, ciuman yang sebenarnya. Ciuman dipinggir sungai han dengan suara riuh kembang api yang terus bersahutan.

 

Kyuhyun menjauhkan tubuhnya dan perlahan mata keduanya terbuka.

“cantik” kata kyuhyun tiba-tiba

“apanya?”

“rona merah dipipimu”

Spontan eunbi menangkupkan tangannya di kedua pipinya dan mempoutkan bibirnya.

Kyuhyun tersenyum dan kembali menatap langit seoul yang dipenuhi oleh kembang api.

“aku benar-benar suka”

Eunbi tersenyum, meskipun dia tidak yakin kyuhyun mengatakan kata suka untuk apa. Tapi bagi eunbi dia suka semuanya. Malam ini. sangat menyenangkan.

 

Perlahan eunbi menyandarkan kepalanya pada pundak kyuhyun dan kembali menikmati indahnya kembang api.

Kyuhyun melingkarkan tangannya di pinggang eunbi, seolah memberinya perlindungan. Pilihan yang tepat karena tidak membawa para pengawal kyuhyun, setidaknya dia tidak ingin memberikan tontonan seperti itu pada para pengawalnya.

**

Kyuhyun masih sibuk dengan dokumen yang harus ia tanda tangani sampai pintu ruangannya diketuk. Pengawal min masuk setelah mendengar kyuhyun mempersilahkannya.

“saya sudah menemukan tempat bar terakhir yang dia kunjungi” katanya memulai.

Pengawal kim memberikan foto bar yang terakhir kali kakak eunbi kunjungi dan beberapa bukti lainnya.

“waktu itu dia sedang bertemu dengan Park Jung Soo”

“Park Jung Soo?” kyuhyun mengangkat salah satu foto yang sepertinya diambil dari camera CCTV

“ne. investor terbesar di Cho group. Sepertinya mereka sedang membahas sebuah bisnis.”

“lalu?”

“Park Jung Soo mempunyai hubungan yang buruk dengan Daejung group Karena Tuan hwang tiba-tiba memutus kerjasama mereka. Dan sepertinya orang menyuruh menutup kasus kecelakaan itu adalah Park jung soo, kepala kepolisian adalah adik iparnya.”

“lalu ini apa?” kyuhyun mengangkat jam tangan bermerk swiss.

“pengawal bar memberikan ini kepada saya, waktu itu dia menemukannya di ruangan yang disewa park jung soo. Melihat foto dari cctv bar itu, sepertinya itu jam tangan kakaknya nona eunbi” kata pengawal min menjelaskan.

**

Eunbi meletakkan sisirnya saat sebuah benda diletakkan diatas meja riasnya.

“ini” eunbi menengadah menatap kyuhyun yang berdiri di samping meja riasnya

“jam tangan kakakmu”

“benar ini adalah jam tangan kakaku. Tapi kenapa bisa?”

“aku sudah menemukan dimana tempat terakhir yang dikunjungi kakakmu dan juga orang yang terakhir bersamanya?”

“nugu?”

“Park Jung Soo”

“Park Jung Soo?”

“kau kenal dengannya?”

“ani. Tapi aku sering mendengar appa dan oppa membicarakan dia. Aku hanya tahu kalau appa memutus kerjasama dengannya karena dia bermain kotor”

“seperti itu rupanya”

**

Eunbi membuka matanya dan membiasakan cahaya matahari yang masuk dengan matanya.

“pagi” kyuhyun tersenyum melihat wanita yang belum sepenuhnya tersadar dari alam bawah sadarnya itu

Eunbi tersenyum

“morning” sapanya tapi sedetik kemudian eunbi langsung beringsut masuk kedalam pelukan kyuhyun.

“apa kau tidak membiarkan aku bangun?”

“ini hari minggu. Biarkan lima menit lagi”

“haruskah?” ini seperti pertanyaan tapi kyuhyun malah melingkarkan tangannya memeluk tubuh eunbi.

 

Ceklek

“bangunlah ini-“

Eunbi segera menjauh dari kyuhyun dan menatap ibu mertuanya yang ada diambang pintu.

“apa aku menganggu? Mianhae. Kalian bisa melanjutkannya”

“tidak eommonim”

“ne. eomma mengganggu” eunbi menatap kyuhyun membunuh karena memotong pembicaraannya. Dan apa maksudnya mengganggu?

“arraso. Eomma akan menutup pintunya lagi” setelah itu nyonya cho benar-benar menutup pintu itu.

 

“kau mau kemana?” tanya kyuhyun melihat eunbi yang akan turun dari ranjang

“mandi. Wae?”

“kau tidak akan melanjutkan yang tadi?”

“memangnya apa yang aku lakukan?”

“memelukku”

“sudahlah aku ingin mandi”

“mau mandi bersama”

 

“akkhhh. Yak hwang eunbi” kyuhyun mengusap kepalanya yang terkena pukulan bantal. Wanita itu memukulnya sangat keras.

“hentikan pikiran kotormu itu cho kyuhyun” kata eunbi dan pergi meninggalkan kyuhyun yang masih mengusap-usap kepalanya.

—TBC—

Hold Me Tight {Part 5}

hols-me-copy

Judul: Hold Me Tight

Author: Oh Honey

Main cast: Cho kyuhyuh – Hwang Eunbi (OC) –others

Genre: romance, sad, married life

Length: chapter

Author’s Note: sekarang author balik dengan ff baru. Semoga kalian pada suka. Ff ini memang cerita yang klasik banget tapi aku tetep berharap kalian suka sama ff amatiran ini.

Jangan lupa meninggalkan komen disetiap chapternya ya…

—–HAPPY READING—-

Ini kedua kalinya eunbi datang kerumah ini, pertama saat dia secara resmi dikenalkan sebagai calon istrinya kepada keluarga ini dan kedua adalah sekarang ini.

“ayo” kyuhyun menggerakkan kepalanya seperti memberi kode kepada eunbi untuk segera masuk.

Paham dengan maksud kyuhyun, eunbi segera menyusul kyuhyun.

Nyonya cho begitu senang menyambut kyuhyun dan eunbi, ralat menyambut eunbi. Seperti kebanyakan ibu-ibu pada umumnya nyonya cho begitu antusias dan bersemangat menyambut menantunya yang satu itu. Akhirnya keinginan nyonya cho untuk memiliki seorang putri terkabul.

“ kau sudah datang?”

“ne”

“makan siang sebentar lagi siap. Letakkan barang-barangmu dulu di kamar kyuhyun”

Eunbi menatap makanan di depannya, dan menyuapkan satu sendok soup yang masih mengepulkan asap. Tanpa sadar matanya tiba-tiba berkaca-kaca, dia ingin menangis sekarang.

“wae? Apa masakanku tidak enak?” tanya nyo cho bingung melihat eunbi yang hampir menangis. Dia menyendok satu sendok sup dan memasukannya dalam mulut, ini enak batinnya.

“ani. Ini sangat enak”

“maafkan aku” lanjut eunbi

“karena mengingatkan dengan masakan ibumu?” tebak nyonya cho asal.

Eunbi menggeleng tanda tidak setuju.

“aku bahkan tidak tahu bagaimana masakan eomma. Dia meninggal setelah melahirkan aku, jadi aku tidak pernah mencicipi masakannya”

“ahh maafkan aku. “ sesal nyonya cho

“gwenchana eomonim. Aku hanya senang akhirnya bisa merasakan masakan ibu, dulu waktu aku kecil aku selalu iri saat semua temanku membawa bekal masakan ibunya, akhirnya aku minta pembantuku untuk memasakan sesuatu seperti punya temanku. Tapi rasanya tidak seenak ini, mungkin karena sentuhan eomma membuat makanan ini terasa berbeda.”

“gereu, mulai sekarang kau bisa merasakan sentuhan eomma setiap hari”

“ne” eunbi tersenyum begitu tulus. Tidak pernah terbayangkan sebelumnya jika dia bisa merasakan kebahagian lagi di meja makan seperti ini. kehangatan yang selalu dia impikan.

Kyuhyun berhenti mengunyah makanannya, memperhatikan pembicaraan ibu dan istrinya.

‘apa lagi yang ada dalam kehidupanmu hwang eunbi?’

Setelah dia hampir dibunuh dan sekarang muncul cerita sedih yang baru. Apa dia sedang syuting film mellow drama?

‘memikirkan kehidupan wanita ini bisa-bisa membuatku gila’ batin kyuhyun.

**

Eunbi tidak tahu harus melakukan apa, rumah ini masih terlalu asing untuknya meskipun nyonya cho selalu memperlakukan dirinya seperti anak sendiri.

Kakinya memainkan air kolam, rasa dingin air yang merendam sebagian kakinya berbapadu dengan dinginnya angin malam yang menyentuh kulitnya.

“apa yang kau lakukan disini?” suara berat kyuhyun mengisi gendang telinga eunbi.

Pria itu ikut mendudukkan dirinya di pinggir kolam renang, menyeburkan sebagian kakinya pada dinginnya air kolam.

“hanya berfikir ini dan itu”

“jika kau berfikir tentang bagaimana menghancurkan pamanmu itu, maka saranku Cuma satu. Ambil posisi presdir itu”

“ini tidak sekedar tentang harta cho kyuhyun”

“lalu tentang apa?”

Eunbi berfikir sejenak haruskah dia menceritakannya sekarang? tentang kematian ayahnya, kakak laki-lakinya, dan dua orang yang tidak tahu apa-apa, sejeong dan donghae. Bukankah untuk bisa membantu eunbi maka kyuhyun harus tahu sebabnya? Entahlah, rasanya ini bukanlah waktu yang tepat. Nanti, nanti saat waktunya sudah tepat. Eunbi berjanji akan menceritakannya pada kyuhyun. eunbi berjanji.

Dia tidak menjawab kyuhyun, tidak sekarang. akhirnya mereka berdua sama-sama terdiam.

“kyuhyun shi”

“ne?” kyuhyun menoleh mendengar namanya dipanggil.

“aku akan memberikan semua sahamku padamu asalkan kau mengijinkan aku tinggal disini selamanya”

Kyuhyun memicingkan matanya, sedikit dahinya berkerut bingung. Semuanya? Eunbi menawarkan semua saham perusahaan miliknya? Kenapa?

“wae?” ini pertanyaan terbodoh yang pernah kyuhyun katakan.

Eunbi menoleh menatap kyuhyun, melihat betapa bingungnya wajah kyuhyun sekarang. baiklah, eunbi akui ini memang sesuatu yang mengejutkan. Bahkan dia juga tidak berfikir akan mengatakan ini, tapi kenyamanan rumah ini, kehangatan rumah ini membuat dia rela meninggalkan semua saham perusahaan itu, ya meskipun eunbi baru tinggal disini selama dua hari. Tapi setidaknya selama dua hari itu eunbi dapat merasakan kasih sayang seorang ibu yang sejak dulu dia impikan.

“kau meminta untuk tinggal disini selamanya karena eomma apa karenaku?” tanya kyuhyun akhirnya

“mwo?”

Kyuhyun mendekatkan wajahnya pada wajah eunbi membuat eunbi terpaksa sedikit memundurkan kepalanya.

“kau meminta tinggal disini apa itu berarti kau ingin tinggal lebih lama denganku?”

“ne?”

“kau tidak perlu malu untuk mengakui kalau kau terjerat pesonaku”

Heol, tingkat kepercayaan diri kyuhyun kembali lagi.

Eunbi mendorong tubuh kyuhyun dengan jari telunjuknya.

“hentikan pikiranmu itu cho kyuhyun.”

Eunbi segera berdiri, dan melenggang pergi meninggalkan cho kyuhyun.

“kau tidak perlu malu untuk mengakuinya hwang eunbi” teriak kyuhyun.

‘dia sepertinya memang menggilaiku, tidak ada yang bisa menolak ketampananmu cho kyuhyun” gumam cho kyuhyun percaya diri.

Eunbi menutup pintu kamarnya, dan segera berbaring di ranjang miliknya, ahh bukan miliknya tapi milik kyuhyun.

“terjerat pesonanya katanya, dasar orang aneh” eunbi terus berbicara sendiri.

“bagaimana dia bisa berfikir seperti itu?”

Pintu kamar itu terbuka, membuat eunbi menolehkan pandangannya dan setelah itu dia langsung mengalihkan pandangannya. Pria gila itu. Cho kyuhyun.

“kau tidak perlu malu mengakuinya. Aku akan pura-pura tidak mendengarnya”

Kyuhyun berjalan memutar dan ikut berbaring disamping eunbi.

“apa yang aku akui?” teriak eunbi tiba-tiba. Oh ini menjengkelkan batinnya

“kenapa berteriak seperti itu?” kyuhyun mengelus dadanya yang hampir meloncat sangking kagetnya.

Eunbi bangun dari tidurnya dan duduk diatas kasur menatap garang kyuhyun yang masih berbaring santai di sampingnya.

“yak, kau gila? terpesona padamu, katamu?”

“ne. semua wanita seperti itu. Tidak ada yang bisa lepas dari pesonaku”

“pesona pantatmu”

“apa katamu?”

“terserah kau saja” eunbi kembali berbaring memunggungi kyuhyun. apa kepala kyuhyun baru saja terbentur? Aneh sekali kelakuannya?

Eunbi bergerak gelisah di dalam tidurnya, malam ini seperti malam-malam sebelumnya. Mimpi itu kembali lagi.

Kyuhyun terbangun dari tidurnya, melihat eunbi yang lagi-lagi bergerak-gerak gelisah di dalam tidurnya.

“eunbi shi. Eunbi shi” kyuhyun mengoyang –goyang lengan eunbi untuk membangunkan wanita itu.

Eunbi segera membuka matanya dengan nafas yang masih memburu. Pandangannya menatap kyuhyun yang memandanginya.

“kau mimpi buruk?” tanya kyuhyun

“oh” hanya itu yang dapat eunbi katakan, dia masih menenangkan nafas dan detak jantungnya.

Eunbi mendudukan dirinya dan mengambil air di atas nakas samping tempat tidurnya.

“sudah lebih baik?” tanya kyuhyun lagi

Eunbi mengangguk

“mianhae. Karena membangunkanmu”

“gwenchana. Sepertinya kau sering bermimpi buruk”

“setiap hari” jawab eunbi dalam hati

“baiklah tidurlah lagi”

Eunbi membaringkan tubuhnya lagi, meskipun dia tahu dia tidak akan bisa untuk tidur lagi, setidaknya sebelum dia meminum obat tidurnya.

Setelah melihat eunbi kembali berbaring, kyuhyun kembali memposisikan tubuhnya.

Merasa tidak ada pergerakan dari kyuhyun, eunbi menyimpulkan bahwa pria itu sudah tertidur. Dengan langkah yang hati-hati eunbi bangun dari tidurnya dan berjalan menuju balkon kamar ini. ya, sama seperti malam-malam sebelumnya setelah dia bermimpi buruk. Dia akan lebih memilih menenangkan pikirannya dulu.

Langit malam ini jauh lebih indah menurut eunbi, kilauan-kilaun bintang dilangit jauh lebih meriah dari biasanya tapi kesedihan di dalam hatinya masih sama. Mimpi buruk itu, entah itu terjadi karena trauma eunbi yang melihat donghae dibunuh di depan matanya atau karena perasaan bersalahnya. Tapi yang jelas, mimpi buruk itu telah menjadi hukuman tersendiri untuknya. Dan hukuman ini terlalu menyakitkan untuk eunbi.

Dia belum tidur, kyuhyun masih terjaga saat merasa kasurnya bergerak. Dia melihat eunbi yang berjalan mengendap-ngendap menuju balkon kamar. Entah apa yang sedang dilakukan wanita itu, kyuhyun tidak tahu pasti tapi dia hanya ingin memperhatikannya dari pada bertanya apa yang terjadi.

Kyuhyun kembali berpura-pura memejamkan matanya, saat mendengar langkah eunbi yang semakin mendekat. Dan ekor matanya menangkap eunbi yang sedang menelan satu kapsul berwarna putih sebelum akhirnya merebahkan dirinya dikasur.

Sebenarnya pil apa itu? Kenapa dia selalu meminum obat itu? Batin kyuhyun. tiba-tiba otaknya berfikir sebenarnya apa yang terjadi pada eunbi.

“dimana aku meletakkannya” tanya kyuhyun pada dirinya sendiri.

Seingatnya dia menaruh itu di atas meja di pojok kamarnya, tapi kenapa sekarang dokumen itu tidak ada. Kyuhyun membuka laci nakas disamping tempat tidur eunbi, meskipun dia tidak yakin dokumen itu ada di situ karena nakas ini dipakai untuk menaruh barang-barang eunbi. Tapi tidak ada salahnya untuk mencoba bukan, pikirnya.

Gerakannya tiba-tiba terhenti, kyuhyun mengambil botol obat yang biasa eunbi minum.

“obat tidur” gumamnya

“kau belum berangkat?”

Kyuhyun segera meletakkan botol itu ketempatnya dan menoleh kepada eunbi yang baru keluar dari kamar mandi.

“oh, aku melupakan sesuatu”

“apa?” eunbi melangkah mendekati kyuhyun

“dokumen di atas meja disana” kyuhyun menunjuk meja di pojok kamarnya.

“kau melihatnya?” tanyanya

“ah, dokumen itu. Aku meletakkannya di lemari. Aku pikir itu dokumen yang sangat penting, makanya aku simpan”

“ini” eunbi mengulurkan dokumen itu kepada kyuhyun setelah mengambilnya dari dalam lemari

“gomawo”

Kyuhyun berhenti melangkah saat dia ingat sesuatu.

“ah, eunbi shi. Kau tidak lupakan kalau nanti ada acara amal tahunan perusahaan”

“ne. aku ingat itu”

“aku akan menjemputmu nanti.”

**

Setiap tahunnya cho group selalu mengadakan acara amal, perusahaan itu menyumbangkan sebagian hartanya kepada rumah sakit khusus untuk orang menderita kanker di korea. Semua kolega bisnis berkumpul di ballroom hotel termasuk awak media. Disamping acara amal ini juga seperti pertemuan antar kolega bisnis.

Mobil yang membawa eunbi dan kyuhyun itu berhenti di depan hotel, kyuhyun keluar dulu dari dalam mobil dan setelah itu dia berjalan memutar hanya untuk membukakan pintu mobil untuk eunbi.

Eunbi menyambut uluran tangan kyuhyun, mereka berdua melangkah bersama memasuki hotel dengan tangan yang bertautan. Jepretan kamera tidak pernah lepas dari mereka, pasangan ini tampak sangat serasi. Gaun berwarna milik eunbi yang mengekspos kulit punggungnya serta rambut pajang yang sedikit bergelombang di ujung sangat pas dengan setelan jas milik kyuhyun.

Eunbi sudah lelah dengan acara ini, sebenarnya dia tidak terlalu suka dengan pesta seperti ini. kakinya sudah mulai pegal karena terus berjalan kesana kemari menyapa rekan bisnis suaminya itu. Dan sekarang pria itu entah kemana, mungkin dia sedang berbicara dengan ayah mertuanya.

Eunbi berdiri sendirian memegang gelas wine dan memperhatikan semua orang.

“mereka tampak sangat sibuk” gumamnya.

Ya, semua orang sedang sibuk mengobrol tapi eunbi harus disini sendirian, nyonya cho bahkan sibuk berbincang dengan teman-temannya. Dan eunbi tidak suka jika harus berada disana. membosankan.

“apa yang kau lakukan disini sepupuku?”

Eunbi menoleh menatap kim tae hyun yang sudah berdiri disampingnya dengan tangan yang dimasukkan ke dalam saku celananya dan satu tangannya lagi memegang gelas wine. Dan sialnya, eunbi melupakan satu fakta jika orang dari daejung group akan datang diacara ini.

“kau datang kesini juga?”

“iya. bukankah aku harus menjalin kerjasama yang baik dengan sepupu iparku?”

Eunbi hanya tersenyum.

“aku tidak menyangka kau akan menjadi menantu dikeluarga ini. ternyata kau gadis yang pintar juga”

“apa maksudmu?”

“ani. Hanya berfikir apa yang sedang direncanakan sepupuku ini”

“apa yang aku rencanakan? Kau akan terkejut kim tae hyun”

“setidaknya bukankah nyawa harus dibalas dengan nyawa?” lanjut eunbi lagi.

“nyawa? Donghae? Kau melakukan ini karena pria itu?”

“hahahaha” tae hyun tertawa

“jika kau lupa pria itu mati karenamu hwang eunbi”

“ani. Itu karena kau dan ayahmu yang terlalu serakah”

“ya. Jika saja kau tidak melakukan hal yang aneh-aneh maka pria itu masih hidup sekarang. Semua itu karenamu eunbi ah”

Pandangan eunbi tiba-tiba mengabur, dia ingin menangis sekarang. entah karena perkataan kim tae hyun atau apa. Sebagian hatinya membenarkan jika semua itu memang karena eunbi, dan itu membuatnya semakin kesal.

“apa yang kau lakukan disini hyung?” eunbi mendengar suara berat kyuhyun tapi dia berdiri mematung mengontrol emosinya.

Kyuhyun melangkah maju berdiri disamping wanita yang tidak mengeluarkan sepatah katapun

“aku hanya mengobrol dengan sepupuku”

“begitu rupanya”

“hahaha, sepupuku ini pintar membuat sebuah lelucon. Lain kali kau harus mendengarkan leluconnya kyuhyun shi”

Tae hyun menepuk-nepuk pundak eunbi, seperti seorang kakak yang begitu mencintai adiknya. Tapi tepukan itu terasa berbeda untuk eunbi, itu lebih seperti ancaman buatnya.

“aku pergi dulu” pamit kim te hyun

Kyuhyun mengambil gelas wine itu dari tangan eunbi saat dirasa tangan eunbi sudah tidak mampu memegang gelas itu, tangannya bergetar dan air mata itu sudah jatuh dari pelupuk matanya.

“ada apa?” tanya kyuhyun bingung

Kyuhyun memutuskan untuk pulang terlebih dulu dari pesta ini dengan alasan eunbi tidak enak badan. Dan wanita itu masih membisu sampai sekarang. kyuhyun tidak berniat untuk mendesak eunbi menceritakan apa yang terjadi.

Eunbi hanya menatap ke luar kaca mobil, pikirannya berputar.

“benar dia adalah alasan utama kenapa donghae dibunuh” pikiran seperti itu terus membebaninya, membuatnya frustasi.

“tujuan terbesarku adalah memenjarakan kim so hoon” tiba-tiba eunbi berbicara

“ne?” kyuhyun segera menoleh, dari tadi wanita ini tidak berbicara apapun tapi sekarang dia sedang berkata ingin memenjarakan kim so hoon. Kenapa? Ada apa?

Eunbi menoleh menatap kyuhyun, air matanya akan tumpah lagi.

“aku ingin dia membalas semua yang telah dia lakukan. Dia adalah pembunuh”

“pengawal min hentikan mobilnya” perintah kyuhyun.

Mobil itu menepi dan hanya ada kyuhyun dan eunbi di dalam mobil, supir dan pengawal kepercayaan kyuhyun itu menunggu di luar mobil. Kyuhyun berfikir bahwa pembicaraan ini akan menjadi sangat penting dan sangat rahasia.

“apa maksudmu?” tanya kyuhyun kemudian.

“dia pembunuh cho kyuhyun. orang itu adalah pembunuh” eunbi berkata disela air matanya yang terus membasahi pipinya dan sedikit menghapus make upnya.

“siapa?” sungguh ini pertanyaan bodoh saat kyuhyun tahu betul siapa yang dimaksud eunbi.

“kim so hoon dan anaknya mereka adalah pembunuh. Ayahku, oppa ku dan dua orang yang tidak bersalah. Mereka dibunuh”

Sungguh, kyuhyun tidak bisa lagi berkata apapun lagi sekarang. inikah keadaan yang selama ini eumbi sembunyikan?

“mereka adalah pembunuh cho kyuhyun. aku mendengarnya sendiri, mereka meracun ayahku dan membuat sebuah kecelakaan untuk kakakku. Mereka adalah pembunuh cho kyuhyun”

Kyuhyun menarik eunbi ke dalam pelukannya, meredam tangisan eunbi. Dia tahu ini tidak akan membuat eunbi melupakan semua kepahitan hidupnya, tapi kyuhyun hanya ingin memberikan sebuah perlindungan untuk eunbi, setidaknya untuk saat ini.

“mereka adalah pembunuh cho kyuhyun” eunbi terus merancau di dalam tangisnya, mengulang kalimat itu berkali-kali seolah kyuhyun akan melupakan itu jika dia berhenti berbicara.

Kyuhyun hanya bisa menepuk-nepuk punggung eunbi untuk memberinya sedikit ketenangan.

Eunbi menggenggam erat jas milik kyuhyun, dia menangis di dada pria itu dan membuat sebagian jasnya basah karena air mata. Hatinya begitu sesak menangung semua ini sendirian selama ini, menahan tangisnya didepan orang lain.

Punggung eunbi sudah tidak bergetar lagi, kyuhyun melepaskan pelukannya dan menatap eunbi yang masih terlihat cantik dengan mata sembab habis menangis dan make up yang sudah kacau.

“bisa menceritakan semuanya?” ini bukan perintah tapi ini adalah pertanyaan yang tulus dari kyuhyun. jika wanita ini tidak bisa menceritakkannya kyuhyun tidak akan memaksa. Ini pasti berat untukknya, pikirnya.

“aku pikir ayahku dan kakakku meninggal memang karena takdirnya sampai aku mendengar pamanku dan kim tae hyun membahas ini di pemakaman kakakku” eunbi menghentikan kalimatnya, dia kembali sesak saat mengingat ini.

Kyuhyun menggengam tangan eunbi sedikit menyalurkan kekuatannya.

“gwenchana. Kau tidak perlu meneruskannya jika kau tidak bisa”

Alih-alih mendengarkan kyuhyun, eunbi ingin menceritakan semuanya kepada pria itu.

“aku tidak sengaja mendengarnya saat aku melewati ruangan untuk anggota keluarga yang lain, dan saat itu aku tahu aku juga akan mereka bunuh. Pada saat itu aku ingin berteriak dan melaporkannya kepada polisi bahwa ayah dan kakaku dibunuh tapi-tapi aku sadar aku tidak punya bukti yang kuat dan- dan aku sangat takut”

Kyuhyun semakin mengeratkan gengamannya pada tangan eunbi.

“aku tahu pada saat itu aku tidak seharusnya takut dan pada akhirnya aku hanya berpura-pura tidak tahu dan menghianati ayah dan kakakku. Aku anak dan adik yang buruk bukan?”

“tapi semua kebodohanku tidak berakhir disitu aku-karenaku dua orang lagi mati ditangan mereka. Semua itu karenaku”

Kali ini tangisannya pecah lagi, dan kyuhyun kembali menariknya dalam pelukannya.

“gwenchana ini bukan salahmu. Kau tidak bersalah hwang eunbi”

“ani. ini salahku. Mereka mati karena salahku”

“maafkan aku appa, mianhae oppa. Mianhae” eunbi berkata dalam tangisannya yang pilu.

“gwenchana gwenchana” tepukan dipunggung eunbi dan kata yang terus kyuhyun ucapakan seperti mantra penenang untuk eunbi.

**

Mobil itu kembali melaju membelah jalanan kota seoul. Mungkin karena lelah menangis akhirnya eunbi tertidur di pelukan kyuhyun dan pria itu tidak keberatan sama sekali. Pikiran kyuhyun lagi-lagi berputar menatap wajah polos eunbi yang tertidur.

“apa yang aku harus lakukan sekarang?” tanyanya pada dirinya sendiri.

“kita sudah sampai tuan” kata pengawal min

Mobil itu berhenti di depan rumah kediaman keluarga cho.

“arraso” jawab kyuhyun

Pria itu lantas menatap eunbi dan meletakkan satu tangannya dibelakang pinggang eunbi dan satunya lagi dibelakang tengkuk eunbi. Kyuhyun bergerak perlahan takut membangunkan eunbi.

Kyuhyun berjalan perlahan menaiki tangga menuju kamarnya dan membaringkan eunbi begitu pelan di atas kasur. Pria itu melepas sepatu berhak 7 cm dari kaki eunbi dan menarik selimut sampai dada eunbi.

Otak kyuhyun kembali berfikir, mencerna semua yang telah eunbi katakan. Dia melepas jasnya dan melonggarkan dasinya meninggalkan kemeja putih yang membalut tubuhnya. Kyuhyun berjalan menuju ruang kerjanya dan melipat lengan kemeja itu sampai siku.

Lagi-lagi otaknya berfikir tentang wanita itu. Eunbi. Niatnya untuk menyelesaikan dokumen penting harus berantakan karena otaknya hanya dipenuhi oleh satu nama, eunbi. Kyuhyun meletakkan pulpennya dan mengambil ponsel di atas meja.

“pengawal min. aku minta kau menyelidiki tentang kecelakan anak laki-laki deujung group” katanya kemudian

“ne” kata orang diseberang sana

Setelah itu kyuhyun menutup sambungan telepon.

Eunbi terbangun dari tidurnya, mimpi buruk itu kembali lagi setiap harinya. Dia memijat kepalanya yang sedikit pening, mungkin karena tadi dia menangis terlalu lama sampai akhirnya tertidur. Mengingat kejadian itu membuat eunbi mencari sosok pria itu. Kyuhyun. Dan beralih melihat jam yang berada di samping tempat tidurnya.

“ini sudah hampir jam setengah satu kemana dia” gumam eunbi.

Dia hendak turun dari tempat tidur saat menyadari bahwa dia masih menggunakan gaun pesta.

Setelah mengganti bajunya dengan dress selutut eunbi turun kebawah, dia ingin mengambil air.

“kau mengangetkanku” kata kyuhyun spontan saat tiba-tiba dia melihat eunbi menutup pintu kulkas.

“kau masih bekerja?” tanya eunbi sambil menuangkan botol minuman itu kedalam gelasnya

“ne. ada dokumen yang harus segera aku selesaikan”

Kyuhyun membuka lemari kulkas, mengambil botol air minum dan segera meneguk air itu langsung dari botolnya.

Eunbi berniat kembali ke kamar saat gendang telinganya menangkap suara kyuhyun.

“eunbi. Gwenchana?”

Eunbi membalik tubuhnya dan tersenyum.

“gwenchana. Terima kasih cho kyuhyun”

Eunbi membuka laci nakasnya dan mengambil obat yang selama ini menemaninya. Tangannya tiba-tiba dicekal oleh seseorang membuatnya menengadah.

“ada apa?” tanyanya kemudian

“jadi ini yang membuatmu selalu meminum obat tidur itu?”

“kau tidak tahu apa-apa cho kyuhyun shi”

Eunbi menarik tangannya dari genggaman kyuhyun dan berniat mengambil obat itu kembali.

Dengan kasar kyuhyun merampas botol obat itu.

“apa yang kau lakukan?” sentak eunbi tiba-tiba

“kau bisa mati jika terus meminum ini” kata kyuhyun tegas.

“kau tidak tahu apa-apa. Jadi kembalikan obat itu cho kyuhyun”

“gereu aku memang tidak tahu apa-apa. Tapi jika kau ingin menghacurkan pamanmu maka kau tidak boleh mati sampai hari itu datang”

Eunbi tiba-tiba terdiam, kenapa pria ini selalu benar. batin eunbi

“mimpi itu selalu datang membuatku tidak bisa tidur lagi. Hanya obat itu yang bisa membuatku tidur” suara eunbi sudah melembut dari pada sebelumnya

“kau bisa hwang eunbi”

“ani. Aku tidak bisa. Sejak hari dimana donghae oppa mati didepanku mimpi itu selalu datang”

Kini eunbi menatap kyuhyun, pandangan mereka bertemu.

Sekarang kyuhyun mengerti kenapa eunbi selalu gelisah di dalam tidurnya, lalu bangun untuk menghirup udara segar. Sekarang kyuhyun tahu itu semua, itu karena dia selalu mimpi buruk dan berakhir dengan obat tidur ini.

Kyuhyun berjalan mendekati pintu dan melempar obat itu kedalam tempat sampah yang berada di belakang pintu.

“obat ini tidak akan membantumu hwang eunbi”

Eunbi hanya menatap kyuhyun, tanpa berniat meneriaki pria itu karena membuang obatnya.

“jadi kau ingin aku terus dihantui oleh mimpi buruk ini?”

“ani. Kau bisa menghilangkan mimpi itu tanpa obat ini. jika kau saja tidak bisa mengatasi mimpi buruk itu maka jangan pernah berharap untuk menghancurkan kim so hoon”

Eunbi terdiam lalu berbalik dan membaringkan dirinya di ranjang. Dia tahu dia tidak bisa tidur setelah ini, tapi kyuhyun benar dia harus mengatasi mimpi buruk itu terlebih dulu sebelum menghancurkan kim so hoon. Sama seperti malam-malam sebelumnya, eunbi selalu tertidur dengan membelakangi kyuhyun.

Eunbi tersentak saat tangannya tiba-tiba digemgam oleh seseorang dari belakang, tangan itu tidak hanya mengenggamnya tapi lebih seperti memeluknya.

“aku selalu mengenggam tangan eomma saat aku takut” suara kyuhyun lagi-lagi membuatnya terdiam. Dia tidak tahu sejak kapan kyuhyun naik ke atas ranjang dan berbaring di sebelahnya tapi dengan posisinya sekarang dan kalimat kyuhyun yang terdengar begitu tulus dan mengkhawatirkannya membuat detak jantung eunbi tiba-tiba berdetak lebih kencang dari biasanya.

“tidurlah, aku akan selalu mengenggam tanganmu” kata kyuhyun lagi.

Sama seperti malam-malam sebelumnya kyuhyun tidur dengan menghadap punggung eunbi tapi untuk malam ini ada sesuatu yang berbeda. Malam ini kyuhyun berbaring menghadap punggung eunbi dengan memegang tangan eunbi.

Ini pasti sulit untuk eunbi, sulit untuknya yang terbiasa tidur dengan bantuan obat tidur dan sekarang dipaksa memejamkan matanya tanpa pengaruh obat itu. Matanya masih saja terbuka sejak 3 jam yang lalu dengan posisi yang sama, eunbi berniat menggeser posisinya sedikit saja, dia takut membangunkan kyuhyun yang sepertinya sudah tertidur. Tangan pria itu masih terus menggenggam erat tangannya tapi nafas kyuhyun yang terdengar teratur membuat eunbi yakin, pria itu benar-benar sudah tertidur.

Merasa pegal dengan posisinya sekarang, eunbi memutuskan untuk membalik tubuhnya dengan perlahan, sangat pelan. Pandangan pertama yang ditangkap oleh matanya adalah wajah kyuhyun dengan mata terpejam. Tanpa sadar mata eunbi menjelajah setiap lekuk wajah yang beberapa hari ini telah menemaninya.

Eunbi menurunkan tangan yang memeluknya, meletakkannya diantara tubuhnya dan tubuh kyuhyun. Kemudian dia menautkan jari-jarinya pada jari-jari kyuhyun.

Malam ini, kyuhyun dan eunbi tertidur dengan menghadap satu sama lain, tidak memunggungi seperti biasa. Kelopak mata eunbi mulai terpejam dengan tangan dan posisi yang sama. Tautan tangan itu mungkin tidak akan terlepas sampai besok pagi.

—tbc—

Hold Me Tight {Part 4}

hols-me-copy

Judul: Hold Me Tight

Author: Oh Honey

Main cast: Cho kyuhyuh – Hwang Eunbi (OC) –others

Genre: romance, sad, married life

Length: chapter

Author’s Note: sekarang author balik dengan ff baru. Semoga kalian pada suka. Ff ini memang cerita yang klasik banget tapi aku tetep berharap kalian suka sama ff amatiran ini.

Jangan lupa meninggalkan komen disetiap chapternya ya…

—–HAPPY READING—-

Seperti apa yang dijanjikan kyuhyun, setelah dia keluar dari rumah sakit maka mereka akan menikah. Dan itu adalah hari ini, bahkan eunbi harus didandani di dalam ruang rawatnya. Tapi tentu, dia tidak akan menikah di rumah sakit seperti ini, setelah ini dia akan pergi menuju tempat pernikahannya.

 

Ruangan hotel yang luas ini disulap begitu cantik dengan hiasan bunga dan pita-pita. Para pencari berita bahkan sudah memenuhi setiap pojok ruangan demi mendapatkan tempat yang strategis untuk memotret kedua calon mempelai. Tentu saja berita pernikahan kyuhyun dan eunbi menjadi berita yang paling di cari di korea. Pewaris tunggal cho group dan pewaris tunggal daejung group tiba-tiba akan menikah. Dua perusahaan besar yang akan bersatu, bukankah itu luar biasa.

 

Kyuhyun memakai tuxedo hitam miliknya, memperhatikan pantulan dirinya di cermin besar didepannya. Semuanya tampak perfect membalut tubuhnya tuxedo yang pas ditubuhnya, satu tangkai kecil bunga yang menghiasi saku atas tuxedo miliknya dan sepatu mahal yang siap mengantarkannya menuju altar.

Dia menghembuskan nafasnya berkali-kali. Menarik nafasnya dalam-dalam dan mengeluarkannya perlahan.

“kenapa rasanya segugup ini”

“tenang cho kyuhyun tenang” gumam kyuhyun berkali-kali pada dirinya sendiri.

Rasa gugup ini begitu gila sampai membuat seorang cho kyuhyun yang punya kepercayaan diri yang begitu tinggi harus merapalkan beberapa mantra untuk membuat dirinya sedikit tenang. Seingatnya saat pengangkatan dirinya menjadi presdir di perusahaannya saja tidak segugup ini.

 

Inilah waktunya, kyuhyun berdiri di depan altar menunggu eunbi dan kegugupannya semakin menggila. Dan kegilaan ini semakin menjadi saat eunbi sudah berdiri di ujung altar. Jantungnya yang tadi berdetak begitu kuat sekarang dia merasa bahwa jantungnya berhenti berdetak. Dia akan mati muda jika terus seperti ini.

“cantik” gumamnya tanpa sadar.

 

Eunbi tidak pernah menyangka akan berdiri disini, di ujung altar yang bersebrangan dengan kyuhyun. Pria itu berdiri begitu gagah di ujung sana. Dan jantungnya, untuk kesekian kalinya jantungnya berdetak begitu hebat. Gaun putih panjang dengan bagian atas yang terbuka menampilkan pundak putihnya dan ekor gaun yang panjang menyadarkan eunbi bahwa dia benar- benar akan menikah. Apalagi saat melihat kyuhyun disana, pikirannya tiba-tiba melalang buana. Inikah pernikahan yang selama dia inginkan pada akhirnya?

 

Senggolan dilengan eunbi menyadarkan eunbi, bahwa bukan saatnya dia melamun atau terpesona akan ketampanan kyuhyun. perlahan kakinya terangkat untuk melangkah, digengamnya buket bunga itu begitu kuat sampai seperti akan menghancurkannya. Heels yang membungkus kakinya menciptakan irama yang memenuhi ruangan besar ini, semua mata tertuju padanya begitu juga mata kyuhyun dan itu membuatnya seperti akan mati berdiri disini. Jika pada pernikahan yang dia impikan ada sosok ayah atau kakak laki-lakinya yang mengandeng tangannya, menyerahkannya pada pria yang berdiri di ujung altar itu. Tapi pada kenyataannya dia berjalan sendiri, hanya sendiri. Meskipun suara music pernikahan mengisi setiap langkahnya tapi hal ini tetap membuatnya sedih. Saat bahagia seperti ini bukankah seharusnya ada begitu banyak orang terkasih yang berada disekelilingnya.

Dan satu, dua, tiga inilah langkah terakhirnya. Sekarang eunbi sudah berada di depan kyuhyun. Tangan pria itu terulur padanya dan tanpa ragu eunbi meraihnya.

 

Janji suci itu akhirnya keluar begitu lancar dari mereka berdua, kilatan blitz-blitz kamera tidak berhenti untuk memotret momen bahagia itu.

 

Disaat kyuhyun dan eunbi sibuk menerima ucapan selamat, dipojok ruangan kim so hoon dan kim tae hyun sibuk mengeratkan giginya menahan marah. Gengaman tangannya pada gelas wine terlihat begitu kuat sampai akan memecahkannya.

**

Di ruangan lain, di hotel yang sama. Semua awak media sudah menunggu pasangan pengantin baru. Deretan mic sudah memenuhi meja panjang di depan mereka. Pintu ruangan itu terbuka.

 

Eunbi menatap pintu besar itu khawatir, lebih tepatnya berfikir apa yang harus dikatakan untuk menjawab semua pertanyaan orang-orang itu.

“jangan khawatir, kau tidak perlu menjawab pertanyaan mereka jika kau tidak bisa” seperti mengerti pikiran eunbi, kata-kata kyuhyun membuat eunbi sedikit tenang.

“ayo” kyuhyun menekuk tangannya, mengerti dengan ini semua eunbi meletakkan tangannya pada tangan kyuhyun.

Kilatan blitz kamera itu kembali memburu mereka berdua. Dan mereka tidak berhenti untuk tersenyum.

Kyuhyun menarik kursi dan mempersilahkan eunbi untuk duduk.

 

Berbagai pertanyaan mulai meluncur dari mulut pencari berita itu.

“jadi apakah eunbi shi sudah hamil, sehingga pernikahan ini begitu mendadak?” terkutuklah wartawan itu karena membuat pertanyaan seperti itu

“hahahaha” kyuhyun tertawa membuat semua orang bingung

“aku tahu akan nada pertanyaan seperti ini, tapi itu tidak benar. dan pernikahan ini sudah direncanakan jauh-jauh hari”

“jadi apakah maksud anda bahwa anda sudah menjalin hubungan dengan eunbi shi sejak lama”

“ne, kami sudah berkenalan dan menjalin hubungan sekitar 2 tahun” pembohong besar kau cho kyuhyun.

“eunbi shi, jadi bagaimana menurutmu tentang seorang cho kyuhyun?”

“ne?”

“Ah, cho kyuhyun? dia orang yang baik, lembut, dan-“ eunbi menjeda kalimatnya dan menatap kyuhyun yang menautkan alisnya karena eunbi tiba-tiba menghentikan kalimatnya

“Dan tampan”

Kyuhyun tersenyum mendengarnya, jadi eunbi menjeda kalimatnya hanya untuk kata itu. Demi Tuhan semua orang di dunia ini tahu kalau kyuhyun itu tampan. Dan ini bukanlah pertama kalinya kyuhyun mendengar pujian seperti itu, tapi kenapa kalimat tadi membuatnya benar-benar senang.

“jadi setelah ini kemana kalian akan berbulan madu?”

“berbulan madu? Ah, karena pekerjaan di perusahaan begitu banyak dan aku harus mengurus proyek besar jadi kita memutuskan untuk menunda acara bulan madu.”

Eunbi tiba-tiba tersentak karena tangan kyuhyun yang tiba-tiba menggenggam tangan eunbi yang berada di atas meja. Pandangan mereka bertemu dan-

“sayang , mianhae. Karena aku harus menunda acara bulan madu kita”

Blush…

Pipi eunbi tiba-tiba terasa sedikit panas karena panggilan kyuhyun. sayang? Dia bilang sayang? Entah ini scenario lain yang dirancang kyuhyun atau apapun itu, jika eunbi boleh jujur dia suka itu. Suka saat kyuhyun memanggilnya sayang.

 

Ini mengalir begitu saja, tidak ada dalam rencana kyuhyun dia akan melakukan hal seperti ini. Dan kenapa sekarang dia terlihat sangat senang saat melihat pipi eunbi yang merona.

Sangat cantik. Batinnya.

 

Mereka bedua berdiri sebelum meninggalkan ruangan ini, menghadap beberapa kamera yang siap membidik kearah mereka.

“bisakah kalian, berpose lebih mesra” kata salah satu seorang wartawan.

 

Mesra? Bagaimana? Pikiran itu terus berputar dikepala eunbi saat tiba-tiba tangan kyuhyun mencekeram kedua pundak eunbi membuatnya menghadap kyuhyun.

Dapat dirasakan kyuhyun mendekat ke arahnya dan untuk kedua kalinya setelah mereka mengucap janji suci kyuhyun mencium dahinya. Terasa begitu lembut dan tulus. Setelah beberapa detik kyuhyun kembali menjauhkan dirinya dari eunbi dan kembali menatap kilatan blitz kamera. Sekarang tangannya memeluk pundak eunbi membuat detak jantung eunbi kembali berdetak tidak normal.

Jika seperti ini mereka terlihat seperti pengantin baru yang menikah karena benar-benar menggilai satu sama lain, menyingkirkan fakta bahwa ini adalah sebuah kerjasama.

**

Eunbi masih sibuk membersihkan make upnya saat pintu kamar mandi terbuka. Kyuhyun dengan balutan kaos putih dan celana terlihat sibuk mengosok-gosokkan handuk pada rambut basahnya.

“madilah aku sudah selesai”

“ne” jawab eunbi kemudian masuk ke dalam kamar mandi.

 

Eunbi keluar dengan baju tidur selutut miliknya, rambutnya yang panjang dibungkus oleh handuk. Dilihatnya kyuhyun sedang asyik menikmati red wine di sofa.

“kau mau minum?”

Eunbi berjalan ke sofa mendudukkan dirinya disamping kyuhyun.

Kyuhyun menuangkan cairan berwarna merah itu pada gelas kosong di depan eunbi, sepertinya dia sudah mempersiapkan ini.

Eunbi meminum wine itu sedikit. Sudah lama dia tidak minum bersama orang lain seperti ini, biasanya dia hanya akan menikmati minuman ini sendiri saat dia benar-benar sedang putus asa karena rasa marah pada pamannya.

“kyuhyun shi, apa yang kau sukai?” tanya eunbi tiba-tiba. Mengingat tentang press conference nya tadi membuat eunbi berfikir bahwa dia harus tahu sedikit tentang kyuhyun. ya, karena dia memang belum tahu apapun tentang kyuhyun.

“hem?”

“ani, aku hanya ingin berjaga-jaga saja kalau sewaktu –waktu ada orang yang menanyaiku. Maksudku, setidaknya aku harus tahu sedikit tentangmu”

“aku suka wine”

“ah jadi sepertinya kau seorang alcohol addict”

“mwo? Alchohol addict?”

“ne, kau menyukai wine. Jadi aku harus menyebutnya apa?”

“terserah kau saja lah”

“kyuhyun shi, kau punya kekasih”

“tidak ada”

“ah, aku pikir kau mempunyai kekasih.”

“wae? Apa kau senang karena aku tidak punya kekasih?”

“ne? ani- jika kau punya kekasih maka aku tidak melarangmu untuk bertemu dengannya”

“jadi apa kau punya kekasih?” kyuhyun bertanya balik

“tidak. Aku tidak punya kekasih”

“bagus”

“ne?” oh, sungguh akhir-akhir ini eunbi merasa bahwa telinganya sedikit kurang sensitive. Apa kyuhyun baru saja bilang bagus?

“baguslah kalau kau tidak punya kekasih. Setidaknya kerjasama kita akan berjalan lancar”

“ahh, seperti itu.”

“mau bersulang?” tawar kyuhyun

“ne”

“demi kerja sama kita”

Ting

Dua gelas itu bertemu, menghasilkan sedikit suara berdenting.

 

Beberapa detik mereka terdiam, rupanya mereka bingung harus memulai pembicaraan seperti apa.

Eunbi meletakkan gelasnya di atas meja.

“aku akan tidur”

Tanpa menunggu jawaban kyuhyun eunbi berdiri dan berjalan mendekati ranjang king size.

 

Ekor mata kyuhyun menangkap eunbi yang hanya berdiri menatap ranjang dengan sprei berwarna putih itu.

‘ada apa dengannya?’ batin kyuhyun.

 

“ada apa?”

Suara itu membuat eunbi menoleh ke samping. Dan kyuhyun berdiri di samping eunbi bingung dengan apa yang diperhatikan eunbi sampai dia hanya berdiri mematung disini.

“Ani, kelopak-kelopak bunga itu begitu bagus. Aku tidak tega jika harus merusaknya”

‘jadi dia berdiri disini karena tidak tega merusak bunga-buang itu” batin kyuhyun

 

Kyuhyun melangkah mendekati ranjang dan segera merebahkan tubuhnya disana, tidak memperdulikan eunbi yang masih kaget karena kyuhyun baru saja merusak kelopak bunga itu.

“kyuhyun shi” tegur eunbi

Kyuhyun melipat tangannya di bawah kepala

“wae? Apa kau akan marah karena bunga-bunga ini?”

Eunbi hanya cemberut. Ah, baiklah dia sedikit kekanakan karena akan marah melihat kelopak bunga itu rusak.

“tidurlah. Kau tidak keberatankan jika kita tidur disini berdua. Tenang saja aku tidak akan melakukan apapun dan jangan pernah berfikir kalau kau akan tidur di sofa” ancam kyuhyun.

“cepatlah. Aku tahu badanmu pasti pegal-pegal karena berdiri berjam-jam”

Eunbi sedikit ragu untuk mendekat, tapi melihat kyuhyun sudah memejamkan matanya membuat eunbi yakin pria itu tidak akan berbuat macam-macam. Lagi pula dia juga tidak akan mau tidur di sofa. Tidak pernah dalam hidupnya dia tidur di sofa dan itu tidak akan terjadi.

 

Kyuhyun tersenyum saat merasa kasurnya sedikit bergerak karena menerima beban. Saat dirasa wanita itu sudah berbaring, kyuhyun membuka matanya dan menatap punggung eunbi, karena wanita itu tidur memunggunginya. Dan tanpa sadar seperti di rumah sakit waktu itu, kyuhyun memiringkan tubuhnya ke kiri menghadap punggung eunbi. Mungkin tidur seperti ini akan menjadi favorit kyuhyun.

 

Mimpi buruk itu kembali lagi, selalu seperti ini. Tidak pernah malamnya terbebas dari mimpi ini. Peluh terus membasahi dahinya, eunbi bergerak gelisah di dalam tidurnya. Nafasnya tersenggal saat membuka matanya. Dia menelan ludahnya karena tenggorokannya terasa kering. Dia ingin minum, tapi tidak ada apapun untuk diminum dan eunbi juga tidak mungkin melakukan pelayanan kamar di jam segini, setidaknya dia tidak ingin membangunkan pria yang tidur begitu lelap. Mungkin karena dia benar-benar lelah.

 

Eunbi memutuskan untuk bangun dari tidurnya dan seperti malam-malam sebelumnya setelah bermimpi buruk seperti ini dia akan lebih memilih untuk menghirup udara segar, walaupun itu hanya lewat balkon kamarnya.

 

Udara dingin menyentuh kulitnya. Eunbi menarik nafasnya dan menghembuskannya mencoba merasakan udara segar di malam hari berharap itu bisa menenangkan hati dan pikirannya. Dia ingin menangis sekarang, sama seperti malam-malam sebelumnya saat dia berada sendirian dalam keheningan malam dan semua kejadian-kejadian buruk itu satu persatu melintas di kepalanya. Seperti sebuah adegan dalam film yang sudah dia setting didalam otaknya. Air mata itu jatuh, jatuh untuk kesekian kalinya. Tangannya perlahan mengusap air mata itu dan pada saat itu dia sadar ada cincin yang melingkar di jari manisnya. Eunbi tidak memperhatikan cincin itu sejak disematkannya tadi, ini adalah pertama kalinya eunbi memperhatikan cincin yang terasa begitu pas menghiasi jari manisnya. Dia tidak tahu bagaimana bisa kyuhyun membeli cincin yang pas dijarinya. Bisakah eunbi mengatakan kalau sekarang dia punya teman? pikiran itu tiba-tiba melintas diotaknya. Bisakah dia mengatakan kalau dia tidak sendiri lagi sekarang?

 

Kyuhyun membuka matanya saat dia mendengar sesuatu. Dia sedikit bingung melihat eunbi menutup pintu yang menghubungkan kamar dengan balkon.

Untuk apa dia bangun dijam segini. Pikirnya

“oh, apa aku membangunkanmu?” tanya eunbi melihat kyuhyun sudah bangun dari tidurnya

“ani” bohongnya. Sepertinya kyuhyun akan menjadi pembohong yang handal.

“aku hanya ingin menghirup udara segar saja, jadi aku memutuskan untuk pergi ke balkon”

Tidak ada jawaban dari kyuhyun. ya, memangnya kyuhyun harus menjawab apa. Eunbi memutuskan untuk kembali tidur, tapi sebelumnya dia membutuhkan sesuatu. Air. Lama dia berfikir apakah dia harus bertanya kepada kyuhyun atau memilih untuk tidak tidur sampai pagi.

“kyuhyun shi” akhirnya eunbi memanggil namanya juga

“hem” hanya gumaman kecil yang keluar dari mulutnya

“apa kau punya air. Aku ingin minum”

Kyuhyun segera membuka kembali matanya yang sudah terpejam dan menatap eunbi bingung.

“aku haus” kata eunbi menjelaskan

Tanpa menunggu lama, kyuhyun menekan beberapa nomor di telepon yang berada disamping tempat tidurnya. Sepertinya dia sedang meminta seseorang untuk mengantarkan air minum.

 

Hanya sekitar satu menit eunbi mendapatkan air minumnya. Dia berjalan menuju kopernya dan menggambil satu botol obat disitu. Mengambil satu butir dan segera menelannya bersama air yang mengalir ditenggorokannya.

Diam-diam kyuhyun memperhatikan eunbi, melihat bagaimana wanita itu menelan kapsul berwarna putih itu. Tapi dia tidak bermaksud untuk bertanya, mungkin hanya vitamin pikir kyuhyun.

Mereka berdua kembali terlelap, menyelami mimpi masing-masing. Dan eunbi berharap dia tidak bermimpi buruk lagi, setidaknya tidak sampai dia terbangun besok pagi.

**

Kyuhyun dan eunbi menikmati sarapan mereka sebelum mereka meninggalkan hotel. Sesuai dengan kesepakatan mereka akan tinggal di rumah kyuhyun, tepatnya rumah keluarga cho. Sebenarnya kyuhyun ingin tinggal dirumahnya sendiri tetapi ibunya selalu bersikeras dan memaksa kyuhyun dan eunbi tinggal dirumah keluarga cho. ‘itu agar eomma tidak kesepian lagi karena ada eunbi yang menemani’ begitulah alasan ibu kyuhyun. Nyonya cho memang menganggap eunbi sebagai menantunya yang sebenarnya. Wanita paruh baya itu memang tidak tahu tentang kerjasama yang eunbi dan kyuhyun sepakati. Dan entah bagaimana kedua wanita itu, nyonya cho dan eunbi cepat akrab meski mereka baru bertemu untuk pertama kalinya.

“eunbi shi. Kenapa pamanmu yang menjadi presdir di perusahaanmu. Maksudku bukankah seharusnya kau yang berhak untuk posisi itu”

“iya aku memang berhak sejak satu bulan yang lalu, tepatnya setelah usiaku genap 23 tahun. Tapi aku tidak tahu tentang dunia bisnis, aku tidak pernah berminat dengan hal seperti itu. Saat itu aku senang menjadi anak kedua karena itu berarti kakakkulah yang akan memimpin perusahaan, dan aku tidak perlu belajar tentang bisnis”

“jadi kau memanfaatkan pamanmu untuk memimpin perusahaan?”

“ani. Aku tidak memanfaatkannya. Bukankah itu adalah keinginan pamanku? Aku hanya membantunya saja”

“kau berniat menghancurkannya tapi kau membutuhkan pamanmu”

“ya, itulah salah satu hal yang menyebalkan. Aku tidak tahu bagaimana cara menghancurkannya.”

“untuk menghancurkannya pertama kau harus mengambil posisi itu”

“dan membuat perusahaanku hancur” jika hal itu bisa dilakukan eunbi, tentu dia akan melakukannya sejak dulu dan tidak perlu repot-repot untuk bekerjasama dengan kyuhyun.

“pimpinlah perusahaan itu, aku akan membantumu”

“aku tidak yakin dengan itu. Dibandingkan merebut posisinya sekarang ada tujuan yang lebih besar yang ingin aku lakukan”

“apa?” tanya kyuhyun bingung. Bukankah menghancurkan kim so hoon berarti menariknya keluar dari posisi presdir? Itulah pemikiran kyuhyun.

“membuka semua kebusukan yang pernah dia lakukan.”

Kerutan di alis kyuhyun semakin bertambah, apa yang sebenarnya eunbi ingin lakukan.

“dia melakukan korupsi?” tebak kyuhyun asal

“ani”

“lalu apa?”

Eunbi memperhatikan sekitarnya, haruskah dia mengatakan semuanya sekarang, menceritakan kepahitan hidupnya.

“aku ingin membayar semua yang telah dia lakukan” pada akhirnya eunbi masih belum bisa untuk menceritakannya kepada kyuhyun. Dia belum bisa.

—-TBC—-

 

Hold Me Tight {Part 3}

hols-me-copy

Judul: Hold Me Tight

Author: Oh Honey

Main cast: Cho kyuhyuh – Hwang Eunbi (OC) –others

Genre: romance, sad, married life

Length: chapter

Author’s Note: sekarang author balik dengan ff baru. Semoga kalian pada suka. Ff ini memang cerita yang klasik banget tapi aku tetep berharap kalian suka sama ff amatiran ini.

Jangan lupa meninggalkan komen disetiap chapternya ya…

—–HAPPY READING—-

Kyuhyun berjalan tergesa-gesa di lorong rumah sakit. Dia segera menyuruh pengawalnya yang menjaga rumah eunbi untuk mengecek wanita itu setelah dia menghubungi kyuhyun.

 

“apa yang terjadi?” tanyanya menghardik

“maafkan saya tuan” pria muda berjas hitam itu hanya menunduk tanda menyesal. Sepertinya dia adalah ketua dari pengawal di rumah eunbi.

“aku bertanya apa yang terjadi?” kyuhyun berteriak di depan wajah pengawal itu, membuatnya sedikit berjingkat kaget.

Belum sempat pria itu menjawab, pintu di depan kyuhyun terbuka menampilkan pria berjas putih.

“bagaimana keadaannya?” Tanya kyuhyun menuntut

“keadaannya masih sangat buruk, tapi beruntung karena dia tiba dirumah sakit dengan cepat kalau tidak mungkin kita tidak bisa menyelamatkannya. Obat itu membuat tubuhnya tiba-tiba menjadi lumpuh dan merusak kerja sarafnya tapi jangan khawatir kami sudah mengatasinya.”

Deretan kalimat yang begitu panjang itu membuat kyuhyun tiba-tiba menjadi takut.

“jadi apa kau mengatakan kalau dia dalam keadaan kritis?”

“ne, kalau dalam waktu 24 jam ini dia belum sadarkan diri maka-“ dokter itu tidak melanjutkan kalimatnya.

“mati” tebak kyuhyun

“ne. obat yang disuntikkan kepadanya sangat berbahaya, dalam waktu 30 menit saja sudah bisa membunuhnya.”

 

“cari orang yang telah melakukan ini, periksa semua cctv dan apapun itu. Aku ingin kau menemukannya besok”

“ne tuan” pengawal itu mengangguk dan segera berlalu dari hadapan kyuhyun.

 

Langkah kakinya perlahan mendekat pada ranjang rumah sakit dengan wanita yang terlihat begitu pucat dan peralatan medis yang melekat pada tubuhnya.

“jadi seperti ini kehidupanmu” gumam kyuhyun.

Dia tidak pernah menyangka akan ada kejadian seperti ini, dia tahu kehidupan bisnis memang kejam apalagi untuk wanita yang menjadi pewaris tunggal sebuah perusahaan besar tentu banyak yang mengincarnya. Dan sialnya kyuhyun juga mengincarnya. Tapi membunuh wanita ini, membunuhnya bukankah itu terlalu kejam?

“cepatlah bangun. Aku akan membantumu” ini adalah kalimat yang tulus yang kyuhyun katakan.

 

Untuk pertama kalinya kyuhyun begitu gelisah, melihat berkali-kali jam yang melingkar di tangannya. Bahkan dia tidak bisa untuk memejamkan matanya. Dia duduk di sofa ruangan putih itu begitu gelisah. Kemeja putihnya bahkan sudah tampak sangat berantakan dengan dasi yang sudah ia tanggalkan dan kancing bagian atasnya sudah terbuka. Sedikit rambutnya acak-acakan, sungguh kyuhyun tidak pernah terlihat seberantakan ini sebelumnya.

 

Jari-jari ramping itu perlahan bergerak, hanya sebuah gerakan yang sangat kecil dan tidak menimbulkan suara. Seolah tubuhnya masih tidak sanggup hanya untuk mengangkat jari tangannya. Perlahan tapi pasti kelopak mata itu kembali terbuka membuat dia sedikit mengernyitkan matanya karena cahaya lampu di dalam ruangan ini. dia tidak tahu sudah berapa lama dia terbaring disini, tapi rasanya ini sudah sangat lama.

 

Kyuhyun segera menghampiri ranjang rumah sakit itu setelah mendengar rancauan seseorang. Eunbi ingin duduk tapi kenapa seolah tubuhnya begitu lemah bahkan rasanya dia tidak punya kekuatan lagi.

“kau sudah bangun” ada perasaan lega disetiap kata kyuhyun.

“sudah berapa lama aku tidur disini?”

Kyuhyun segera membantu eunbi untuk duduk, meletakkan tangannya di pundak eunbi dan satunya lagi dipunggung eunbi. Dia tahu wanita itu kesulitan untuk duduk, mungkin karena konsidinya yang belum pulih.

 

Kyuhyun melihat jam yang melingkar di tanggannya.

“aku rasa 22 jam”

“ah, hampir satu hari rupanya”

“ne. syukurlah kau sudah sadar sebelum 24 jam”

“wae?”

“ani. Aku akan memanggil dokter dulu”

 

Pria berjas putih itu, meletakkan stetoskop di dada eunbi dan mengecek beberapa hal yang kyuhyun tidak mengerti.

“keadaannya sudah mulai membaik. Sukurlah dia sudah sadar”

Setelah mengatakan itu dan mendapat anggukan dari kyuhyun. pria itu segera keluar dari ruang perawatan vvip di rumah sakit ini.

 

Kyuhyun hendak pergi, sungguh dia perlu beristirahat sekarang. Tapi kyuhyun mengurungkan niatnya saat ada seseorang yang menahan pergelangan tangannya.

“jangan pergi” kata eunbi lirih tapi kyuhyun masih bisa menangkap suara wanita itu

“aku sangat takut” lanjutnya

“ada banyak pengawal di luar, dan aku akan pastikan tidak ada yang datang kesini selain aku dan dokter”

“setidaknya temani aku sampai pagi”

Kyuhyun menghembuskan nafasnya, sesaat dia hanya menatap wanita itu sendu. Kyuhyun tahu kalimat itu tidak akan membuat eunbi tenang, ya setelah apa yang dia alami tentu saja dia merasa khawatir walau dia berada di ruangan vvip dengan penjagaan yang begitu ketat dari pengawal kyuhyun. Mengingat ada banyak pengawal di rumah eunbi dan hal seperti ini masih bisa terjadi membuat kyuhyun sadar bahwa masih banyak kemungkinan buruk yang terjadi setelah ini.

 

Eunbi tahu kyuhyun bukanlah siapa-siapa yang harus ia mintai pertolongan seperti ini. mereka hanya menjalin kerjasama bisnis itu saja. Dan dengan kyuhyun yang menjaganya sampai dia sadar, eunbi rasa itu sudah cukup.

Tangan eunbi menggendor dari gengamanya di tangan kyuhyun.

 

“arraso. Aku akan disini” eunbi mendongak menatap kyuhyun. setidaknya dia harus memastikan bahwa pria itu benar-benar mengatakannya.

 

Eunbi tidak bisa tertidur lagi walaupun ini sudah sangat larut malam, itu karena dia hampir tertidur seharian penuh dan terbangun sekitar jam 11 malam. Tanpa sadar matanya memperhatikan pria muda yang sudah tertidur di sofa rumah sakit. Kyuhyun, kenapa dia bisa sepercaya itu pada kyuhyun. orang asing yang baru dikenalnya. Itulah pikiran yang berputar di otaknya.

“pasti badannya sakit semua” gumam eunbi.

 

Dengan susah payah eunbi bangun dari ranjangnya. Menarik selimut dari atas ranjang rumah sakit dan menyelimutkannya pada kyuhyun. eunbi mencoba bergerak begitu pelan tidak mau membangunkan kyuhyun. Dia memandangi wajah kyuhyun. Eunbi tidak tahu orang seperti apa kyuhyun tapi sekarang baginya kyuhyun adalah penolong hidupnya.

“gomawo cho kyuhyun shi” gumam eunbi.

 

Kyuhyun terbangun dari tidurnya saat merasakan sesuatu. Dia memang sensitive jika ada orang yang bergerak disekitarnya ketika sedang tidur. Ekor matanya yang sedikit terbuka melihat eunbi yang dengan perlahan menyelimuti tubuhnya dengan selimut. Kyuhyun bisa melihat jika wanita dengan balutan baju rumah sakit dengan bibir pucat itu masih terlihat cantik, seperti biasanya.

‘aishh apa yang kau pikirkan cho kyuhyun’ batin kyuhyun.

 

Kyuhyun tidak bisa lagi memejamkan matanya, tanpa sadar dia terus memperhatikan eunbi yang sekarang sudah berbaring memunggunginya tanpa selimut.

Dia merelakan selimutnya untukku, bahkan disaat dia sedang sakit. Batin kyuhyun.

Kyuhyun memiringkan tubuhnya menghadap punggung eunbi, mencari posisi yang nyaman untuk memandangi wanita itu.

“sepertinya kau sangat menderita selama ini” gumam kyuhyun begitu lirih, sangat lirih.

Akhirnya kyuhyun tertidur dengan posisi ini, menatap punggung eunbi.

**

Sinar matahari sudah menerobos lewat celah-celah jendela yang gordennya sudah tersibak. Kyuhyun membuka matanya dan segera duduk. Rasanya badannya remuk semua, dia baru pertama kali tidur di sofa seperti ini bahkan di dalam kantornya saja ada tempat tidur untuknya beristirahat.

 

Eunbi memperhatikan kyuhyun yang merenggakan otot-ototnya, menarik tangannya keatas dan memutar tubuhnya ke kanan dan ke kiri.

Kyuhyun menghentikan gerakannya saat matanya menangkap wanita yang duduk diatas ranjang rumah sakit dan memperhatikannya. Sial pasti dia terlihat sangat kacau sekarang.

Kyuhyun berdehem untuk menghilangkan rasa canggung dan gugup yang tiba-tiba menghampirinya.

“kau sudah bangun?” tanyanya basa-basi

“ne”

Sesaat keheningan menyelimuti mereka sampai Eunbi membuka suara

“badanmu pasti pegal semua karena tidur disofa”

“ne.” kyuhyun memejamkan matanya karena dia sadar tidak seharusnya dia berkata seperti itu

“maksudku, ya aku sudah terbiasa tidur disofa” ralatnya seperti pembohong besar

Eunbi menarik ujung bibirnya. Membuat wajahnya nampak lebih hidup dan lebih cantik.

Sialan kau cho kyuhyun kenapa dari kemarin kau selalu menyebutnya cantik. Umpat kyuhyun dalam hati.

“kau tampak tidak pandai berbohong”

“begitukah” kyuhyun menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Aishh kyuhyun tampak sangat bodoh sekarang. Dimana kyuhyun yang dingin terhadap wanita dan selalu terlihat cool? Kenapa semua itu tiba-tiba berubah di depan eunbi. Ada apa dengan kyuhyun sekarang?

 

Eunbi kembali tersenyum dan senyuman itu tanpa sadar membuat kyuhyun juga menarik ujung bibirnya ketika melihatnya.

“mianhae dan terima kasih” kata eunbi tulus.

“kau tidak perlu berterima kasih untuk ini, lagi pula aku sudah berjanji akan membantumu”

Oh, kau terlihat seperti pria yang sangat baik cho kyuhyun.

 

Pintu rumah sakit itu tiba-tiba terbuka. Pengawal kyuhyun itu tiba-tiba menerobos masuk ke dalam ruangan.

“ada apa?” tanya kyuhyun dingin. Akhirnya pria dingin itu kembali lagi.

Pengawal itu membisikkan sesuatu kepada kyuhyun membuat kyuhyun tiba-tiba membulatkan matanya.

 

“tunggu aku diluar” kata kyuhyun tak terbantahkan.

“ne tuan”

Setelah pengawal itu pergi, kyuhyun segera memperbaiki penampilannya, membenarkan kembali kancing bajunya yang terbuka dan memakai kembali jasnya.

 

Eunbi hanya memperhatikan setiap gerak-gerik kyuhyun, dia tidak mengerti kenapa kyuhyun tampak begitu terburu-buru karena informasi yang disampaikan pengawalnya.

 

Kyuhyun hampir melenggang pergi begitu saja saat dia ingat sesuatu. Wanita itu masih menatapnya tanpa berniat bertanya sedikitpun. Kyuhyun melangkah mendekati eunbi, tatapan wanita itu masih terkunci padanya seolah bertanya apa yang sebenarnya terjadi.

“aku harus pergi” kata kyuhyun setelah berada di samping ranjang eunbi.

Eunbi mengangguk.

“aku akan memperketat penjagaan. Jangan khawatir kau akan aman disini”

“arra” kata eunbi

Tiba-tiba kyuhyun menggegam tanggan eunbi yang bebas dari jarum infuse, seperti memberikan sebuah kekuatan kepada wanita itu. Dan eunbi menyukai ini.

“aku pergi”

Setelah itu kyuhyun pergi, tapi tepat dia akan membuka pintu suara eunbi lagi-lagi menghentikan langkah kyuhyun.

“gomawo karena menemaniku tadi malam.berhati-hatilah”

Tidak ada jawaban dari kyuhyun dia hanya mendengarkan setiap kata yang diucapkan eunbi, dan setelah itu kyuhyun benar-benar pergi.

**

Setelah keluar dari ruang rawat eunbi, kyuhyun segera berjalan keluar diikuti oleh pengawal yang tadi menyampaikan informasi kepada kyuhyun dan beberapa orang yang berada dibelakang mereka.

“kau bilang dia terbunuh?” tanya kyuhyun membuka pembicaraan

“ne, pagi tadi mobilnya ditemukan masuk jurang”

“kau sudah mencari tahu hubungannya dengan kim so hoon?”

“ne. tapi saya tidak menemukan apapun. Dia hanya bekerja paruh waktu di sebuah café dan semua catatan teleponnya sudah dihapus. Sepertinya mereka bergerak lebih cepat dari kita”

Kyuhyun masuk ke dalam mobilnya diikuti pengawalnya yang duduk di samping sopir.

“cari tahu lagi” perintah kyuhyun.

 

Kyuhyun memijat pelipisnya seperti berfikir. Orang yang masuk ke dalam rumah eunbi tiba-tiba ditemukan mati karena kecelakaan dan semua bukti telah dilenyapkan. Sebenarnya apa yang terjadi. mengingat semua itu membuat kyuhyun tiba-tiba teringat kepada eunbi.

“ah, pengawal Min perketat penjagaan di rumah sakit.”

“ne tuan” pria itu mengangguk mengerti dan kemudian mengambil ponselnya seperti menghubungi seseorang, mungkin anak buahnya yang berjaga di rumah sakit.

 

Sepanjang perjalanan, kyuhyun kembali berfikir. Apa yang harus ia lakukan setelah ini. Dia tahu sekarang, bahwa perebutan kekuasaan dikeluarga eunbi sangat mengerikan. Ya, tidak perlu bukti untuk tahu siapa pelaku dibalik semua kejadian ini.

**

Tubuh eunbi semakin membaik, setidaknya dia sudah bisa berjalan-jalan ya, walaupun itu hanya untuk ke kamar mandi. Tapi setidaknya dia tidak perlu bantuan orang lain lagi untuk membantunya berdiri.

 

Kyuhyun masuk ke dalam ruang perawatan itu, tapi tiba-tiba dia menjadi panik saat ranjang rumah sakit itu kosong. Jendela rumah sakit yang terbuka dan membuat gorden itu melambai-lambai karena tertiup angin malam membuat kyuhyun semakin khawatir. Dengan tergesa dia berlari ke jendela melihat ke bawah rumah sakit, entah apa yang sedang dia pastikan. Kyuhyun berniat memanggil pengawalnya saat dia ingat bahwa ada satu tempat yang belum dia periksa ‘kamar mandi’. Kyuhyun berniat menarik engsel pintu itu saat tiba-tiba pintu didepannya terbuka.

 

Eunbi menatap bingung kyuhyun yang berdiri di depan kamar mandi.

“ada apa?” tanya eunbi

Tubuhnya tiba-tiba tertarik ke dalam pelukan kyuhyun. entah apa yang terjadi sampai membuat kyuhyun memeluknya seperti ini. Dari pada sibuk memikirkan ada apa dengan kyuhyun, eunbi lebih berfikir bagaimana dia menenangkan detak jantungnya yang sekarang sudah seperti melompat-lompat karena kaget.

“syukurlah kau tidak apa-apa” gumam kyuhyun.

 

Saat kepanikannya hilang, kyuhyun tiba-tiba sadar dengan posisinya sekarang. memeluk eunbi. Dan itu membuat…

Kyuhyun tiba-tiba melepaskan pelukannya dan menatap eunbi canggung, tidak dia bahkan tidak berani menatap eunbi.

“aku pikir ada yang menculikmu atau- atau…” kyuhyun tidak bisa melanjutkan kalimatnya sendiri karena gugup dan menggaruk tengkuknya.

“aku melihat jendela kamarmu terbuka dan kau tidak ada di tempat tidur jadi-“ kyuhyun menunjuk jendela besar itu yang masih terbuka dan lagi-lagi dia tidak bisa melanjutkan kalimatnya.

“aku baik-baik saja, aku memang sengaja membukanya karena aku ingin menghirup udara segar” kata eunbi memberi penjelasan.

“ah begitu rupanya”

Eunbi mengangguk, dan setelah itu dia berjalan ke ranjangnya. Duduk disitu dengan kaki yang menggantung bebas.

 

Kyuhyun menghembuskan nafasnya dan memejamkan matanya untuk menormalkan rasa gugupnya.

‘sialan kenapa aku tiba-tiba seperti ini’ maki kyuhyun dalam hati

Dia berjalan mendekati sofa dan duduk disana, menghadap eunbi yang sekarang menatapnya seperti meminta penjelasan ‘untuk apa kau datang kemari’

Karena kebodohannya tadi, kyuhyun sejenak lupa maksud kedatangannya. Otaknya tiba-tiba menjadi lemot karena detak jantungnya yang tiba-tiba berdetak lebih cepat dari biasanya. Haruskah dia segera melakukan pemeriksaan terhadap jantungnya nanti?

 

“ah ya, aku datang kemari karena aku ingin menyampaikan sesuatu” kata kyuhyun akhirnya.

“apa?”

“setelah kau keluar dari rumah sakit. Ayo kita menikah”

“ne?” eunbi membulatkan matanya. Apa yang barusan pria ini katakan.

“aku bilang ayo kita menikah setelah keluar dari rumah sakit. Apa sekarang telingamu sedikit terganggu?”

“ani, tap-tapi kenapa tiba-tiba secepat ini?”

“kau tahu orang yang hampir membunuhmu dua hari yang lalu tiba-tiba ditemukan meninggal. Dan aku yakin kejadian seperti dua hari yang lalu akan terulang lagi, jadi aku pikir kau akan lebih aman jika berada di dekatku”

Kalimat kyuhyun terdengar begitu tulus sampai eunbi hampir menangis. Untuk pertama kalinya ada seseorang yang mengkhawatirkan keadaannya.

 

Tidak ada suara yang keluar dari mulut eunbi, membuat kyuhyun menatapnya.

 

Eunbi hanya menatap kyuhyun, seperti bingung tentang apa maksud kyuhyun sebenarnya dan dia tampak, akan menangis? Kenapa?

“aku hanya berfikir untuk menepati janjiku seperti kerja sama yang kita sepakati” kata kyuhyun lagi.

 

Eunbi mengangguk.“arra. kerja sama itu.”

Eunbi menghembuskan nafasnya untuk sedikit menenangkan emosinya yang mendadak menjadi mellow drama.

“baiklah. Ayo kita menikah”

“ne?” kyuhyun hampir berteriak sangking kagetnya

“wae? Aku bilang ayo kita menikah dan bantu aku”

 

“bodoh bodoh bodoh kau cho kyuhyun” umpat kyuhyun dalam hati lagi

Kenapa dia bisa sekaget itu dengan jawaban eunbi. Bukankah kyuhyun yang mengajaknya menikah.

“ne. ayo kita menikah dan aku akan membantumu” kata kyuhyun saat sadar dari kebodohannya.

 

—TBC—