Hold Me Tight {Part 4}

hols-me-copy

Judul: Hold Me Tight

Author: Oh Honey

Main cast: Cho kyuhyuh – Hwang Eunbi (OC) –others

Genre: romance, sad, married life

Length: chapter

Author’s Note: sekarang author balik dengan ff baru. Semoga kalian pada suka. Ff ini memang cerita yang klasik banget tapi aku tetep berharap kalian suka sama ff amatiran ini.

Jangan lupa meninggalkan komen disetiap chapternya ya…

—–HAPPY READING—-

Seperti apa yang dijanjikan kyuhyun, setelah dia keluar dari rumah sakit maka mereka akan menikah. Dan itu adalah hari ini, bahkan eunbi harus didandani di dalam ruang rawatnya. Tapi tentu, dia tidak akan menikah di rumah sakit seperti ini, setelah ini dia akan pergi menuju tempat pernikahannya.

 

Ruangan hotel yang luas ini disulap begitu cantik dengan hiasan bunga dan pita-pita. Para pencari berita bahkan sudah memenuhi setiap pojok ruangan demi mendapatkan tempat yang strategis untuk memotret kedua calon mempelai. Tentu saja berita pernikahan kyuhyun dan eunbi menjadi berita yang paling di cari di korea. Pewaris tunggal cho group dan pewaris tunggal daejung group tiba-tiba akan menikah. Dua perusahaan besar yang akan bersatu, bukankah itu luar biasa.

 

Kyuhyun memakai tuxedo hitam miliknya, memperhatikan pantulan dirinya di cermin besar didepannya. Semuanya tampak perfect membalut tubuhnya tuxedo yang pas ditubuhnya, satu tangkai kecil bunga yang menghiasi saku atas tuxedo miliknya dan sepatu mahal yang siap mengantarkannya menuju altar.

Dia menghembuskan nafasnya berkali-kali. Menarik nafasnya dalam-dalam dan mengeluarkannya perlahan.

“kenapa rasanya segugup ini”

“tenang cho kyuhyun tenang” gumam kyuhyun berkali-kali pada dirinya sendiri.

Rasa gugup ini begitu gila sampai membuat seorang cho kyuhyun yang punya kepercayaan diri yang begitu tinggi harus merapalkan beberapa mantra untuk membuat dirinya sedikit tenang. Seingatnya saat pengangkatan dirinya menjadi presdir di perusahaannya saja tidak segugup ini.

 

Inilah waktunya, kyuhyun berdiri di depan altar menunggu eunbi dan kegugupannya semakin menggila. Dan kegilaan ini semakin menjadi saat eunbi sudah berdiri di ujung altar. Jantungnya yang tadi berdetak begitu kuat sekarang dia merasa bahwa jantungnya berhenti berdetak. Dia akan mati muda jika terus seperti ini.

“cantik” gumamnya tanpa sadar.

 

Eunbi tidak pernah menyangka akan berdiri disini, di ujung altar yang bersebrangan dengan kyuhyun. Pria itu berdiri begitu gagah di ujung sana. Dan jantungnya, untuk kesekian kalinya jantungnya berdetak begitu hebat. Gaun putih panjang dengan bagian atas yang terbuka menampilkan pundak putihnya dan ekor gaun yang panjang menyadarkan eunbi bahwa dia benar- benar akan menikah. Apalagi saat melihat kyuhyun disana, pikirannya tiba-tiba melalang buana. Inikah pernikahan yang selama dia inginkan pada akhirnya?

 

Senggolan dilengan eunbi menyadarkan eunbi, bahwa bukan saatnya dia melamun atau terpesona akan ketampanan kyuhyun. perlahan kakinya terangkat untuk melangkah, digengamnya buket bunga itu begitu kuat sampai seperti akan menghancurkannya. Heels yang membungkus kakinya menciptakan irama yang memenuhi ruangan besar ini, semua mata tertuju padanya begitu juga mata kyuhyun dan itu membuatnya seperti akan mati berdiri disini. Jika pada pernikahan yang dia impikan ada sosok ayah atau kakak laki-lakinya yang mengandeng tangannya, menyerahkannya pada pria yang berdiri di ujung altar itu. Tapi pada kenyataannya dia berjalan sendiri, hanya sendiri. Meskipun suara music pernikahan mengisi setiap langkahnya tapi hal ini tetap membuatnya sedih. Saat bahagia seperti ini bukankah seharusnya ada begitu banyak orang terkasih yang berada disekelilingnya.

Dan satu, dua, tiga inilah langkah terakhirnya. Sekarang eunbi sudah berada di depan kyuhyun. Tangan pria itu terulur padanya dan tanpa ragu eunbi meraihnya.

 

Janji suci itu akhirnya keluar begitu lancar dari mereka berdua, kilatan blitz-blitz kamera tidak berhenti untuk memotret momen bahagia itu.

 

Disaat kyuhyun dan eunbi sibuk menerima ucapan selamat, dipojok ruangan kim so hoon dan kim tae hyun sibuk mengeratkan giginya menahan marah. Gengaman tangannya pada gelas wine terlihat begitu kuat sampai akan memecahkannya.

**

Di ruangan lain, di hotel yang sama. Semua awak media sudah menunggu pasangan pengantin baru. Deretan mic sudah memenuhi meja panjang di depan mereka. Pintu ruangan itu terbuka.

 

Eunbi menatap pintu besar itu khawatir, lebih tepatnya berfikir apa yang harus dikatakan untuk menjawab semua pertanyaan orang-orang itu.

“jangan khawatir, kau tidak perlu menjawab pertanyaan mereka jika kau tidak bisa” seperti mengerti pikiran eunbi, kata-kata kyuhyun membuat eunbi sedikit tenang.

“ayo” kyuhyun menekuk tangannya, mengerti dengan ini semua eunbi meletakkan tangannya pada tangan kyuhyun.

Kilatan blitz kamera itu kembali memburu mereka berdua. Dan mereka tidak berhenti untuk tersenyum.

Kyuhyun menarik kursi dan mempersilahkan eunbi untuk duduk.

 

Berbagai pertanyaan mulai meluncur dari mulut pencari berita itu.

“jadi apakah eunbi shi sudah hamil, sehingga pernikahan ini begitu mendadak?” terkutuklah wartawan itu karena membuat pertanyaan seperti itu

“hahahaha” kyuhyun tertawa membuat semua orang bingung

“aku tahu akan nada pertanyaan seperti ini, tapi itu tidak benar. dan pernikahan ini sudah direncanakan jauh-jauh hari”

“jadi apakah maksud anda bahwa anda sudah menjalin hubungan dengan eunbi shi sejak lama”

“ne, kami sudah berkenalan dan menjalin hubungan sekitar 2 tahun” pembohong besar kau cho kyuhyun.

“eunbi shi, jadi bagaimana menurutmu tentang seorang cho kyuhyun?”

“ne?”

“Ah, cho kyuhyun? dia orang yang baik, lembut, dan-“ eunbi menjeda kalimatnya dan menatap kyuhyun yang menautkan alisnya karena eunbi tiba-tiba menghentikan kalimatnya

“Dan tampan”

Kyuhyun tersenyum mendengarnya, jadi eunbi menjeda kalimatnya hanya untuk kata itu. Demi Tuhan semua orang di dunia ini tahu kalau kyuhyun itu tampan. Dan ini bukanlah pertama kalinya kyuhyun mendengar pujian seperti itu, tapi kenapa kalimat tadi membuatnya benar-benar senang.

“jadi setelah ini kemana kalian akan berbulan madu?”

“berbulan madu? Ah, karena pekerjaan di perusahaan begitu banyak dan aku harus mengurus proyek besar jadi kita memutuskan untuk menunda acara bulan madu.”

Eunbi tiba-tiba tersentak karena tangan kyuhyun yang tiba-tiba menggenggam tangan eunbi yang berada di atas meja. Pandangan mereka bertemu dan-

“sayang , mianhae. Karena aku harus menunda acara bulan madu kita”

Blush…

Pipi eunbi tiba-tiba terasa sedikit panas karena panggilan kyuhyun. sayang? Dia bilang sayang? Entah ini scenario lain yang dirancang kyuhyun atau apapun itu, jika eunbi boleh jujur dia suka itu. Suka saat kyuhyun memanggilnya sayang.

 

Ini mengalir begitu saja, tidak ada dalam rencana kyuhyun dia akan melakukan hal seperti ini. Dan kenapa sekarang dia terlihat sangat senang saat melihat pipi eunbi yang merona.

Sangat cantik. Batinnya.

 

Mereka bedua berdiri sebelum meninggalkan ruangan ini, menghadap beberapa kamera yang siap membidik kearah mereka.

“bisakah kalian, berpose lebih mesra” kata salah satu seorang wartawan.

 

Mesra? Bagaimana? Pikiran itu terus berputar dikepala eunbi saat tiba-tiba tangan kyuhyun mencekeram kedua pundak eunbi membuatnya menghadap kyuhyun.

Dapat dirasakan kyuhyun mendekat ke arahnya dan untuk kedua kalinya setelah mereka mengucap janji suci kyuhyun mencium dahinya. Terasa begitu lembut dan tulus. Setelah beberapa detik kyuhyun kembali menjauhkan dirinya dari eunbi dan kembali menatap kilatan blitz kamera. Sekarang tangannya memeluk pundak eunbi membuat detak jantung eunbi kembali berdetak tidak normal.

Jika seperti ini mereka terlihat seperti pengantin baru yang menikah karena benar-benar menggilai satu sama lain, menyingkirkan fakta bahwa ini adalah sebuah kerjasama.

**

Eunbi masih sibuk membersihkan make upnya saat pintu kamar mandi terbuka. Kyuhyun dengan balutan kaos putih dan celana terlihat sibuk mengosok-gosokkan handuk pada rambut basahnya.

“madilah aku sudah selesai”

“ne” jawab eunbi kemudian masuk ke dalam kamar mandi.

 

Eunbi keluar dengan baju tidur selutut miliknya, rambutnya yang panjang dibungkus oleh handuk. Dilihatnya kyuhyun sedang asyik menikmati red wine di sofa.

“kau mau minum?”

Eunbi berjalan ke sofa mendudukkan dirinya disamping kyuhyun.

Kyuhyun menuangkan cairan berwarna merah itu pada gelas kosong di depan eunbi, sepertinya dia sudah mempersiapkan ini.

Eunbi meminum wine itu sedikit. Sudah lama dia tidak minum bersama orang lain seperti ini, biasanya dia hanya akan menikmati minuman ini sendiri saat dia benar-benar sedang putus asa karena rasa marah pada pamannya.

“kyuhyun shi, apa yang kau sukai?” tanya eunbi tiba-tiba. Mengingat tentang press conference nya tadi membuat eunbi berfikir bahwa dia harus tahu sedikit tentang kyuhyun. ya, karena dia memang belum tahu apapun tentang kyuhyun.

“hem?”

“ani, aku hanya ingin berjaga-jaga saja kalau sewaktu –waktu ada orang yang menanyaiku. Maksudku, setidaknya aku harus tahu sedikit tentangmu”

“aku suka wine”

“ah jadi sepertinya kau seorang alcohol addict”

“mwo? Alchohol addict?”

“ne, kau menyukai wine. Jadi aku harus menyebutnya apa?”

“terserah kau saja lah”

“kyuhyun shi, kau punya kekasih”

“tidak ada”

“ah, aku pikir kau mempunyai kekasih.”

“wae? Apa kau senang karena aku tidak punya kekasih?”

“ne? ani- jika kau punya kekasih maka aku tidak melarangmu untuk bertemu dengannya”

“jadi apa kau punya kekasih?” kyuhyun bertanya balik

“tidak. Aku tidak punya kekasih”

“bagus”

“ne?” oh, sungguh akhir-akhir ini eunbi merasa bahwa telinganya sedikit kurang sensitive. Apa kyuhyun baru saja bilang bagus?

“baguslah kalau kau tidak punya kekasih. Setidaknya kerjasama kita akan berjalan lancar”

“ahh, seperti itu.”

“mau bersulang?” tawar kyuhyun

“ne”

“demi kerja sama kita”

Ting

Dua gelas itu bertemu, menghasilkan sedikit suara berdenting.

 

Beberapa detik mereka terdiam, rupanya mereka bingung harus memulai pembicaraan seperti apa.

Eunbi meletakkan gelasnya di atas meja.

“aku akan tidur”

Tanpa menunggu jawaban kyuhyun eunbi berdiri dan berjalan mendekati ranjang king size.

 

Ekor mata kyuhyun menangkap eunbi yang hanya berdiri menatap ranjang dengan sprei berwarna putih itu.

‘ada apa dengannya?’ batin kyuhyun.

 

“ada apa?”

Suara itu membuat eunbi menoleh ke samping. Dan kyuhyun berdiri di samping eunbi bingung dengan apa yang diperhatikan eunbi sampai dia hanya berdiri mematung disini.

“Ani, kelopak-kelopak bunga itu begitu bagus. Aku tidak tega jika harus merusaknya”

‘jadi dia berdiri disini karena tidak tega merusak bunga-buang itu” batin kyuhyun

 

Kyuhyun melangkah mendekati ranjang dan segera merebahkan tubuhnya disana, tidak memperdulikan eunbi yang masih kaget karena kyuhyun baru saja merusak kelopak bunga itu.

“kyuhyun shi” tegur eunbi

Kyuhyun melipat tangannya di bawah kepala

“wae? Apa kau akan marah karena bunga-bunga ini?”

Eunbi hanya cemberut. Ah, baiklah dia sedikit kekanakan karena akan marah melihat kelopak bunga itu rusak.

“tidurlah. Kau tidak keberatankan jika kita tidur disini berdua. Tenang saja aku tidak akan melakukan apapun dan jangan pernah berfikir kalau kau akan tidur di sofa” ancam kyuhyun.

“cepatlah. Aku tahu badanmu pasti pegal-pegal karena berdiri berjam-jam”

Eunbi sedikit ragu untuk mendekat, tapi melihat kyuhyun sudah memejamkan matanya membuat eunbi yakin pria itu tidak akan berbuat macam-macam. Lagi pula dia juga tidak akan mau tidur di sofa. Tidak pernah dalam hidupnya dia tidur di sofa dan itu tidak akan terjadi.

 

Kyuhyun tersenyum saat merasa kasurnya sedikit bergerak karena menerima beban. Saat dirasa wanita itu sudah berbaring, kyuhyun membuka matanya dan menatap punggung eunbi, karena wanita itu tidur memunggunginya. Dan tanpa sadar seperti di rumah sakit waktu itu, kyuhyun memiringkan tubuhnya ke kiri menghadap punggung eunbi. Mungkin tidur seperti ini akan menjadi favorit kyuhyun.

 

Mimpi buruk itu kembali lagi, selalu seperti ini. Tidak pernah malamnya terbebas dari mimpi ini. Peluh terus membasahi dahinya, eunbi bergerak gelisah di dalam tidurnya. Nafasnya tersenggal saat membuka matanya. Dia menelan ludahnya karena tenggorokannya terasa kering. Dia ingin minum, tapi tidak ada apapun untuk diminum dan eunbi juga tidak mungkin melakukan pelayanan kamar di jam segini, setidaknya dia tidak ingin membangunkan pria yang tidur begitu lelap. Mungkin karena dia benar-benar lelah.

 

Eunbi memutuskan untuk bangun dari tidurnya dan seperti malam-malam sebelumnya setelah bermimpi buruk seperti ini dia akan lebih memilih untuk menghirup udara segar, walaupun itu hanya lewat balkon kamarnya.

 

Udara dingin menyentuh kulitnya. Eunbi menarik nafasnya dan menghembuskannya mencoba merasakan udara segar di malam hari berharap itu bisa menenangkan hati dan pikirannya. Dia ingin menangis sekarang, sama seperti malam-malam sebelumnya saat dia berada sendirian dalam keheningan malam dan semua kejadian-kejadian buruk itu satu persatu melintas di kepalanya. Seperti sebuah adegan dalam film yang sudah dia setting didalam otaknya. Air mata itu jatuh, jatuh untuk kesekian kalinya. Tangannya perlahan mengusap air mata itu dan pada saat itu dia sadar ada cincin yang melingkar di jari manisnya. Eunbi tidak memperhatikan cincin itu sejak disematkannya tadi, ini adalah pertama kalinya eunbi memperhatikan cincin yang terasa begitu pas menghiasi jari manisnya. Dia tidak tahu bagaimana bisa kyuhyun membeli cincin yang pas dijarinya. Bisakah eunbi mengatakan kalau sekarang dia punya teman? pikiran itu tiba-tiba melintas diotaknya. Bisakah dia mengatakan kalau dia tidak sendiri lagi sekarang?

 

Kyuhyun membuka matanya saat dia mendengar sesuatu. Dia sedikit bingung melihat eunbi menutup pintu yang menghubungkan kamar dengan balkon.

Untuk apa dia bangun dijam segini. Pikirnya

“oh, apa aku membangunkanmu?” tanya eunbi melihat kyuhyun sudah bangun dari tidurnya

“ani” bohongnya. Sepertinya kyuhyun akan menjadi pembohong yang handal.

“aku hanya ingin menghirup udara segar saja, jadi aku memutuskan untuk pergi ke balkon”

Tidak ada jawaban dari kyuhyun. ya, memangnya kyuhyun harus menjawab apa. Eunbi memutuskan untuk kembali tidur, tapi sebelumnya dia membutuhkan sesuatu. Air. Lama dia berfikir apakah dia harus bertanya kepada kyuhyun atau memilih untuk tidak tidur sampai pagi.

“kyuhyun shi” akhirnya eunbi memanggil namanya juga

“hem” hanya gumaman kecil yang keluar dari mulutnya

“apa kau punya air. Aku ingin minum”

Kyuhyun segera membuka kembali matanya yang sudah terpejam dan menatap eunbi bingung.

“aku haus” kata eunbi menjelaskan

Tanpa menunggu lama, kyuhyun menekan beberapa nomor di telepon yang berada disamping tempat tidurnya. Sepertinya dia sedang meminta seseorang untuk mengantarkan air minum.

 

Hanya sekitar satu menit eunbi mendapatkan air minumnya. Dia berjalan menuju kopernya dan menggambil satu botol obat disitu. Mengambil satu butir dan segera menelannya bersama air yang mengalir ditenggorokannya.

Diam-diam kyuhyun memperhatikan eunbi, melihat bagaimana wanita itu menelan kapsul berwarna putih itu. Tapi dia tidak bermaksud untuk bertanya, mungkin hanya vitamin pikir kyuhyun.

Mereka berdua kembali terlelap, menyelami mimpi masing-masing. Dan eunbi berharap dia tidak bermimpi buruk lagi, setidaknya tidak sampai dia terbangun besok pagi.

**

Kyuhyun dan eunbi menikmati sarapan mereka sebelum mereka meninggalkan hotel. Sesuai dengan kesepakatan mereka akan tinggal di rumah kyuhyun, tepatnya rumah keluarga cho. Sebenarnya kyuhyun ingin tinggal dirumahnya sendiri tetapi ibunya selalu bersikeras dan memaksa kyuhyun dan eunbi tinggal dirumah keluarga cho. ‘itu agar eomma tidak kesepian lagi karena ada eunbi yang menemani’ begitulah alasan ibu kyuhyun. Nyonya cho memang menganggap eunbi sebagai menantunya yang sebenarnya. Wanita paruh baya itu memang tidak tahu tentang kerjasama yang eunbi dan kyuhyun sepakati. Dan entah bagaimana kedua wanita itu, nyonya cho dan eunbi cepat akrab meski mereka baru bertemu untuk pertama kalinya.

“eunbi shi. Kenapa pamanmu yang menjadi presdir di perusahaanmu. Maksudku bukankah seharusnya kau yang berhak untuk posisi itu”

“iya aku memang berhak sejak satu bulan yang lalu, tepatnya setelah usiaku genap 23 tahun. Tapi aku tidak tahu tentang dunia bisnis, aku tidak pernah berminat dengan hal seperti itu. Saat itu aku senang menjadi anak kedua karena itu berarti kakakkulah yang akan memimpin perusahaan, dan aku tidak perlu belajar tentang bisnis”

“jadi kau memanfaatkan pamanmu untuk memimpin perusahaan?”

“ani. Aku tidak memanfaatkannya. Bukankah itu adalah keinginan pamanku? Aku hanya membantunya saja”

“kau berniat menghancurkannya tapi kau membutuhkan pamanmu”

“ya, itulah salah satu hal yang menyebalkan. Aku tidak tahu bagaimana cara menghancurkannya.”

“untuk menghancurkannya pertama kau harus mengambil posisi itu”

“dan membuat perusahaanku hancur” jika hal itu bisa dilakukan eunbi, tentu dia akan melakukannya sejak dulu dan tidak perlu repot-repot untuk bekerjasama dengan kyuhyun.

“pimpinlah perusahaan itu, aku akan membantumu”

“aku tidak yakin dengan itu. Dibandingkan merebut posisinya sekarang ada tujuan yang lebih besar yang ingin aku lakukan”

“apa?” tanya kyuhyun bingung. Bukankah menghancurkan kim so hoon berarti menariknya keluar dari posisi presdir? Itulah pemikiran kyuhyun.

“membuka semua kebusukan yang pernah dia lakukan.”

Kerutan di alis kyuhyun semakin bertambah, apa yang sebenarnya eunbi ingin lakukan.

“dia melakukan korupsi?” tebak kyuhyun asal

“ani”

“lalu apa?”

Eunbi memperhatikan sekitarnya, haruskah dia mengatakan semuanya sekarang, menceritakan kepahitan hidupnya.

“aku ingin membayar semua yang telah dia lakukan” pada akhirnya eunbi masih belum bisa untuk menceritakannya kepada kyuhyun. Dia belum bisa.

—-TBC—-

 

Advertisements

13 thoughts on “Hold Me Tight {Part 4}

  1. Hmmmm namnay juga nikah tnpa Cinta trs tiba2 nikah maklum aja si klo eunbi blm bisa bersikap terbuka sma kyuhyun tapi semoga aja seiring berjalannya waktu mereka bisa saling terbuka

    Like

  2. Aku pikir kyuhyun udah tau. Kapan eunbi ceritanya? Kenapa ga sekarang aja biar kyuhyun tau jadi mudah deh untuk bantu eunbi. Aku pensaran sama kedekatan eunbi dan ibunya kyuhyun

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s