Hold Me Tight {Part 8}

hols-me-copy

Title : Hold Me Tight

Author : Oh Honey

Genre : romance, sad, married life

cast : cho kyuhyun-oc/hwang eunbi

lenght : chapter

author’s note : buat yang nungguin lanjutan ff Hold me tight, maaf baru bisa publish sekarang. semoga pada suka 🙂

jangan lupa tinggalin jejak yaa, PLEASE 🙂

==HAPPY READING==

Angin berhembus melewati jendela kamar yang eunbi buka, menerbangkan anak rambutnya.

“eunbi ah. Hwang eunbi” kyuhyun menggoyang lengan eunbi saat wanita itu tidak menjawab panggilannya

“ne?”

“oh kau sudah pulang” kata eunbi yang baru menyadari kedatangan suaminya itu.

“kau melamun? Apa yang sedang kau pikirkan?”

Eunbi berbalik mengambil secarik kertas di atas nakas dan memberikannya pada kyuhyun.

“apa ini?”

“aku menemukannya difoto eomma saat aku mengunjunginya. Itu tulisan oppa, aku rasa oppa mengetahui sesuatu”

Kyuhyun membaca kalimat yang tidak terlalu panjang itu

“itu adalah nomer loker di perpustakaan sepertinya oppa menyembunyikan sesuatu disana” kata eunbi menjelaskan

“kau sudah mengeceknya?”

Eunbi menggeleng

“aku tidak tahu password apa yang digunakan oppa. Aku sudah menggunakan tanggal ulang tahunku, tanggal ulang tahun oppa, bahkan tanggal pernikahan appa dan eomma tapi tidak ada satupun yang berhasil”

“Ketika salju pertama turun dan mengabulkan doamu” kyuhyun membaca kertas itu

“kau tahu artinya ini?” tanya kyuhyun lagi

“aku sudah memikirkan kalimat itu berulang kali tapi aku tidak tahu apa maksudnya”

“kau pasti akan mengingatnya. Pelan-pelan saja. Kau pasti bisa hwang eunbi”

**

‘Ketika salju pertama turun dan mengabulkan doamu’ kalimat itu lagi-lagi berputar dalam pikiran eunbi, memaksanya untuk mengingat dan mengingat setiap kejadian yang pernah terjadi dulu.

Seketika dia melompat dari tempat tidurnya dan berlari keluar.

Ketika salju pertama turun dan mengabulkan doamu, kalimat itu diucapkan kakaknya waktu mereka berkunjung ke Okinawa dan melihat salju pertama turun. Dan itu terjadi pada saat mereka sedang berlibur musim dingin, bertepatan dengan hari kelulusan eunbi. Dan mungkin tanggal itu adalah password loker milik kakak eunbi.

 

Kyuhyun menatap aneh kamarnya, dia baru saja selesai mandi tapi tidak menemukan eunbi dikamar. Pria itu turun ke lantai bawah, inign memastikan bahwa eunbi mungkin sedang berada di dapur atau mungkin sedang menonton tv di bawah.

“eomma kau lihat eunbi?” tanya kyuhyun pada ibunya yang tidak sengaja melintas di depannya.

“ani. Kenapa?”

“ahh. Bukan apa-apa.”

Kyuhyun keluar dari rumah ingin menanyakan kepada pengawalnya apakah dia melihat eunbi atau tidak.

“pengawal min. kau melihat eunbi?”

“salah satu anak buah saya mengatakan kalau nona sedang bersamanya”

“dimana?” tanya kyuhyun menuntut

“perpustakaan Seoul”

**

Mobil kyuhyun melaju begitu cepat membelah kepadatan kota seoul di malam hari. Pria itu duduk tidak tenang di kursi penumpang. Ini sudah malam dan eunbi pergi dengan tiba-tiba. Dia hanya berharap semoga ini bukanlah sesuatu yang buruk.

 

“tolong aku ahjushi. Tolong buka pintunya” eunbi menyatukan kedua tangannya seperti memohon sesuatu

“perpustakannya sudah tutup nona. Kau bisa datang kesini besok pagi” kata penjaga perpustakaan itu

“tidak. Aku hanya sebentar ahjushi. Tolong aku ini benar-benar penting”

“sudah aku bilang, apapun itu kau bisa datang kesini besok” kata penjaga itu agak kesal.

“buka pintunya” tiba-tiba suara seseorang menginterupsi

“cho kyuhyun” gumam eunbi

“tapi tuan. Perpustakaannya sudah tutup, kau bisa datang lagi kesini besok”

Kyuhyun menggerakkan kepalanya seperti memberi kode kepada pengawal min, dan seperti mengerti pengawal min mendekati penjaga itu

“yak. Yak apa yang kalian lakukan?” protes penjaga itu saat kedua tanggannya tiba-tiba ditarik kebelakang.

Cho kyuhyun mengambil kunci dari dalam saku baju penjaga itu, membuka pintu perpustakaan.

Eunbi segera berlari menuju deretan loker-loker yang berjejer rapi.

Tangan itu bergetar memasukan deretan angka, tangan itu menarik loker dan berhasil, dia akhirnya berhasil membuka loker itu.

 

Ada sebuah map coklat didalam loker itu dan sebuah surat diatasnya. Eunbi mengambil surat dan membacanya.

Apa ini kau eunbi ah?. Maafkan oppa karena tidak bisa disampingmu sampai sekarang. berhati-hatilah pada paman, dia orang yang jahat. Disini ada sebuah surat pernyataan dari dokter tentang kematian appa. Mereka menemukan sebuah zat yang menyebabkan tubuh appa tiba-tiba lumpuh. Tapi mereka tidak tahu itu apa. Aku tidak pernah berfikir kalau appa dibunuh sampai aku mendengar percakapan paman dan kim tae hyun. Berhati-hatilah pada mereka, aku masih belum bisa mengumpulkan bukti untuk menyelamatkanmu.

Eunbi buru-buru mengeluarkan surat dari map coklat itu, dia tidak tahu pasti apa yang tercantum disitu tapi membaca surat kakaknya membuat eunbi sedikit mengerti.

Tiba-tiba dia ingat sesuatu.

“racun yang mereka berikan pada appa sama seperti apa yang mereka berikan padaku waktu itu” gumam eunbi

 

Kyuhyun mengambil map dan surat dari tangan eunbi saat eunbi hampir menjatuhkannya. Wanita itu seperti mendadak kehilangan tulang-tulang yang menompang tubuhnya. Air matanya tumpah membahasi pipinya bahkan hidungnya sampai memerah.

 

Tulisan tangan itu jelas membuktikan segala kebusukan kim so hoon. Dan kyuhyun ikut marah dan sedih saat melihat eunbi begitu hancur seperti ini.

 

Kyuhyun menarik eunbi dalam pelukannya, menenangkan wanita itu yang tubuhnya terus bergetar. Mengeratkan pelukannya dan mengelus-elus rambut eunbi.

“oppa tahu semuanya. Dan pria itu membunuh oppa” eunbi berucap disela tangisnya yang masih pecah

“arra.” hanya itu yang mampu dia katakan. Sungguh dia tidak tahu kalimat apa yang bisa menghibur eunbi sekarang. kyuhyun sekarang mengerti kenapa eunbi begitu membenci pria tua itu, membunuh keluarganya satu-persatu bukankah itu sangat kejam? Hatinya sakit dan marah hanya membayangkan bagaimana hancurnya hidup wanita ini dulu. Jika membunuh bukanlah sebuah kejahatan yang keji maka kyuhyun ingin mencekik pria tua itu, pria sekaligus paman eunbi yang membuat hidup wanitanya berada di neraka. Tapi kyuhyun sadar dia tidak akan menyelesaikan masalah jika membunuh kim so hoon, dia hanya akan sama kejamnya dengan pria tua itu dan kyuhyun tidak mau. Eunbi benar salah satu cara agar kim so hoon menebus semua kesalahannya hanya dengan menjebloskannya ke penjara.

**

Kyuhyun menuntun tubuh eunbi menaiki satu persatu tangga menuju kamar mereka. wanita itu masih terlihat sedih dan murung. Mendudukan eunbi diranjang milik mereka dan kyuhyun ikut duduk disampingnya.

“aku akan menyuruh semua orang-orangku untuk menyelidiki kematian ayah dan kakakmu. Kau jangan khawatir”

Wanita itu masih terus menunduk menyembunyikan tangisannya yang kembali pecah.

Sekali lagi kyuhyun memeluk eunbi, meredam suara tangisnya dan sedikit mencoba menenangkannya.

 

Setelah merasa eunbi sudah sedikit tenang, kyuhyun menjauhkan tubuhnya memegang kedua pundak eunbi.

“sekarang tidurlah. Sudah malam” kata kyuhyun lembut

Pria itu lalu membaringkan tubuh eunbi dan menarik selimut sampai batas dadanya. Kyuhyun memutar, ikut membaringkan tubuhnya disamping eunbi dan kembali merengkuh tubuh itu kedalam pelukannya. Membiarkan lengan kyuhyun menjadi bantalnya dan dada kyuhyun sebagai sandarannya.

**

Eunbi kembali termenung sendiri di kamarnya setelah pria yang menemaninya tadi malam berangkat bekerja.

‘Oppa sudah tahu kalau samchon yang membunuh appa dan dia juga akan membunuhnya dan aku’ itulah yang sejak tadi berada didalam pikiran eunbi.

Eunbi menarik laci dan mengambil jam tangan kakaknya, jam tangan yang diberikannya sebagai hadiah kepada kakaknya karena diangkat menjadi presdir.

“apa yang harus aku lakukan, oppa?” gumamnya. Ada kesedihan, kebingungan dan rasa frustasi disetiap kata eunbi. Entah sampai kapan semua rasa sakit ini akan tergantikan menjadi sebuah kebahagian.

 

Eunbi hendak mengembalikan jam tangan itu saat mengingat sesuatu. Jam tangan ini, bisa merekam sesuatu.

 

Eunbi segera membuka laptop miliknya dan menyambungkan jam tangan milik kakaknya dengan laptop. Ada beberapa file video disana. Lagi-lagi air mata eunbi memabasahi pipinya. Kenyataan baru ini membuatnya kembali terisak.

 

Flashback on

eunbi menunggu kakaknya disalah satu sudut café, dia tahu kakaknya pasti sangat sibuk sekarang Karena posisinya yang baru. Saat melihat kakaknya berada di ambang pintu eunbi melambaikan tangannya pada pria berjas itu. Membuatnya langsung melangkah ke meja di sudut café.

“ada apa kau memintaku datang kesini? Kau tahu aku mempunyai banyak pekerjaan” omel pria itu

“cih. Sombong sekali”

Eunbi mengambil sebuah jam tangan dari dalam tas miliknya

“mana tanganmu” perintahnya

“apa?”

Tidak sabar dengan itu, eunbi langsung menarik tangan kiri kakaknya dan memakaian jam tangan itu.

“jam tangan ini sangat mahal. Jadi oppa tidak boleh merusaknya terlebih itu dariku” kata eunbi sambil memaikan jam tangan itu pada pergelangan tangan kakaknya.

“aku punya jam tangan banyak dirumah”

“ini berbeda, oppa lihat disini ada kamera kecil? Oppa bisa merekam lewat jam ini. oppa tinggal menekan ini untuk merekam sebuah video dan menekan ini untuk merekam suara” eunbi begitu telaten menunjukkan bagaimana cara kerja jam tangan ini yang hanya mendapat anggukan dari kakaknya.

**

Pria itu, kakak eunbi berjalan menuju sebuah ruangan. Ruangan pamannya, setelah menikmati makan siang bersama adiknya. Pria itu ingin menemui pamannya untuk menanyakan sesuatu tentang proyek perusahaan yang baru.

Pria itu masuk begitu saja setelah mengetuk.

“apa paman masih makan siang?” tanyanya pada diri sendiri saat melihat ruangan itu kosong.

Pria itu tanpa sungkan langsung duduk dikursi kebesaran pamannya dan melihat keluar jendela. Inilah salah satu hal yang dia suka dari ruangan ini, pemandangan kota seoul. Pria itu teringat tentang jam yang baru saja diberikan adiknya, dia melepas jam itu dan memainkannya.
“apa ini benar-benar bisa merekam?” gumamnya

Pria itu menekan tombol untuk merekam video yang diberitahu eunbi

“kau ada disini?”

Suara pamannya membuat pria itu memutar tubuhnya dan meletakkan jam tangannya pada meja kim so hoon

“ne. aku pikir paman masih makan siang jadi aku menunggu disini. Ada sesuatu yang ingin aku tanyakan tentang proyek baru kita”

 

Tok-tok

Ketukan pintu itu menginterupsi mereka berdua

“park jung soo ingin menemui anda” kata sekretaris kim so hoon

“suruh dia masuk”

“kita bahas itu nanti saja. Tidak apa-apakan?” tanya kim so hoon

“ne. aku bisa menanyakan itu nanti dirumah. Kalau begitu aku pamit dulu”

**

Pria muda itu hampir saja memasuki lift yang akan membawanya pada lantai tempatnya bekerja saat dia ingat sesuatu

“ah, aku meninggalkan jam tanganku” pria itu segera memutar langkahnya kembali ke ruangan kim so hoon.

Jika ini adalah sebuah kejuatan di hari ulang tahunnya atau mungkin april mop maka orang yang berada di dalam ruangan itu sukses membuatnya terkejut. Kakak eunbi mematung dipintu, dia sedikit menajamkan pendengarannya saat namanya dan keluarganya disebut-sebut.

 

“jadi kau masih disini setelah adik iparmu itu meninggal” kata park jung soo mengejek

“tenang saja aku akan segera menjadi presdir setelah aku membunuh anak itu”

“kau memang kejam, setelah membunuh tuan hwang kau juga akan membunuh anaknya. Kau memang pria tua kejam Hahahaha”

 

“presdir ada yang bisa saya bantu?”

Sekretaris kim so hoon mengalihkan fokus pria itu, membuatnya sedikit tersentak kaget.

“aku hanya ingin mengambil jam tanganku”

 

Mendengar ada seseorang yang berbicara diluar, kim so hoon berteriak dari dalam

“siapa itu?” tanyanya lebih kepada sekretarisnya

Pria itu membuka pintu dan merubah mimic wajahnya seperti tidak terjadi apa-apa. Melupakan sebuah kenyataan yang baru dia dengar.

“aku hanya ingin mengambil jam tanganku samchon”

Kakak eunbi segera mengambil jam tangannya dan berlalu setelah dia mengembangkan senyum palsunya di depan penjahat itu. Dia benci pada ketidak berdayaan ini, pada dirinya yang begitu pengecut hanya untuk menarik kerah baju kim so hoon dan melayangkan pukulannya. Hatinya menangis, menangis saat dia tidak bisa melakukan apa-apa sekarang.

 

Setelah kepergian ponakannya itu kim so hoon menatap park jung soo.

“bereskan dia secepatnya” perintahnya

**

Selama dua hari itu, tepatnya sebelum kecelakaan yang menimpanya. Dia tidak bisa tidur dengan tenang. Ada begitu kenyataan yang mengejutkan untuknya, pertama ayahnya dibunuh, kedua yang melakukan itu adalah pamannya, dan ketiga dirinya sendiri juga akan dibunuh. Hidupanya seperti sedang digantung disebuah jurang, hanya berharap takdir baik akan segera menghampirinya. Tapi dia harus berusaha bukan untuk mencapai takdir baik itu?

 

Dia memutuskan akan mengungkapkan ini semua sebelum, dia dan adiknya dibunuh. Dia harus bisa melindungi adiknya. Dia tidak tahu kapan waktu itu akan tiba, tapi sebelum itu dia akan sekuat tenanga mengumpulkan bukti-bukti itu.

Pria itu mamasukkan sebuah kertas dibelakang foto keluarganya disamping abu ibunya dan berniat kembali kerumah saat ponselnya bergetar. Park jung soo, pria itu menelepon dan memintanya datang ke sebuah bar.

 

Mobil itu berhenti pada persimpangan lampu merah, dia terus berfikir ada apa park jung soo meneleponnya. Sewaktu ditelepon pria itu mengatakan akan memberitahu tentang kematian ayahnya. Ya, karena alasan itu pria ini bersedia menemui park jung soo.

 

“kau sudah datang?” kata park jung soo, sepertinya pertemuan ini sudah direncanakan olehnya karena dia sudah memesan sebuah ruangan di bar ini.

“apa yang ingin anda katakan?”

“kau terburu-buru sekali. Duduklah dulu” ajak park jung soo

Pria itu akhirnya mendekat, mendudukkan dirinya di depan park jung soo.

 

“kalian pergilah dulu” perintah park jung soo pada beberapa anak buahnya.

Pada saat itu, pria itu tiba-tiba mengingat sesuatu. Jam tangan yang diberikan eunbi. Pria itu melepas jamnya dan meletakkannya di meja didepannya menghadap park jung soo setelah pria itu menekan tombol utnuk merekam. Bodoh, kenapa aku baru menyadari fungsi jam tangan ini, makinya dalam hati meruntuki kebodohannya.

 

“jadi apa yang ingin anda katakan?” tanyanya lagi setelah semua anak buah park jung soo pergi

“janganlah terburu-buru, kita bisa membicarkannya dengan minum” park jung soo menuangkan minuman yang disebut alcohol ke dalam gelas kosong didepan pria muda itu.

Pria itu langsung meneguk minuman dengan kadar alcohol yang cukup tinggi itu. dia ingin segera mendengar penjelasan park jung soo tanpa berniat menghabiskan minuman itu sedikit demi sedikit, setidaknya dia tidak perlu berlama-lama lagi disini.

“kau sungguh tidak sabaran”

“baiklah aku akan mengatakan sesuatu. Kau pasti sudah mendengarnya tempo hari di ruangan kim so hoon”

“tentang apa?”

Park jung soo menyeringai

“tentang kematian ayahmu”

“apa yang kau inginkan?”

“apa kau selalu langsung ke intinya? Baiklah aku suka pria sepertimu.”

“ijinkan perusahaanku bekerjasama lagi dengan daejung group” sambung park jung soo

“dan kau akan membuat daejung grup bangkrut karena permainan kotormu”

“hahahaha apa itu yang dikatakan ayahmu?”

Pria itu bungkam, tidak berniat mengatakan apapun

“aku akan mengatakannya kepada polisi tentang kebenaran itu asal kau memberikan kontrak kerjasama itu”

“apa kau sedang mengancamku?”

“tidak. Ini adalah semacam simbiosis mutualisme. Aku mengatakan kebenarannya dan kau mengijinkan JS company bekerjasama lagi dengan daejung grup. Bukankah ini adil?”

Park jung soo menyerahkan sebuah dokumen kepada kakak eunbi dan menyuruhnya untuk menandatanganinya.

“tanda tangani itu dan kau akan mendengar kebenarannya besok”

Jika kau masih hidup. Tambah park jung soo dalam hati

 

Dengan terpaksa pria muda itu menandatangani dokumen itu, meskipun dia tahu kerja sama dengan park jung soo hanya akan membuat perusahaannya lama-lama bangkrut. Pria itu sering mengambil keuntungan dari setiap proyek yang daejung kerjakan. Tapi itu tidak penting baginya, menyeret orang yang sudah membunuh ayahnya jauh lebih penting.

 

Setelah mendapat tanda tangan itu, park jung soo segera keluar dari ruangan itu.

“bereskan dia” katanya memerintah anak buahnya yang menunggu diluar

 

Kakak eunbi baru saja menekan tombol off pada jam tangannya dan berniat memakainya kembali, tapi dua orang pria berjas hitam tiba-tiba masuk dan memukul kepalanya. Jam tangan itu jatuh dibawah meja.

**

Pria itu tersadar dengan rasa pening dikepalanya, pria itu mendadak panic saat sadar bahwa mobilnya melaju begitu saja dengan dirinya yang sudah duduk di kursi kemudi. Entah bagaimana hal ini bisa terjadi, sepertinya anak buah park jung soo yang sudah melakukan ini semua.

 

Mobil itu melaju begitu saja, pria itu berusaha mengendalikan mobilnya dan dia menyadari bahwa rem mobilnya telah dirusak. Tikungan di depannya begitu tajam membuat dia membanting stir ke kanan dan ke kiri. Dan sialnya mobil itu menghantam begitu saja pagar pembatas jalan. Kepulan asap mulai keluar dari mobil itu.

Flashback off

Eunbi menghapus air matanya kasar, dan segera menutup laptopnya. Wanita itu meloncat dari ranjangnya dan berlari keluar rumah.

**

Kyuhyun baru saja akan pergi ke ruang rapat saat seseorang tiba-tiba berdiri didepan pintunya dengan nafas yang tersenggal-senggal, sepertinya wanita itu baru saja berlari.

“eunbi ah. Ada apa?” tanyanya panic

Eunbi langsung memeluk kyuhyun

“kyuhyun ah, aku menemukan buktinya. Aku menemukannya” katanya sambil menangis

Kyuhyun melepaskan pelukannya untuk melihat wajah wanita itu.

“kau bisa berkata dengan jelas”

“aku menemukan buktinya. Bukti kalau ayah dan oppaku dibunuh”

 

Eunbi menceritakan semuanya kepada kyuhyun, tentang bagaimana dia menemukan bukti itu sampai dia datang kemari.

“aku akan menghubungi pengacaraku untuk menyerahkan bukti itu ke kantor polisi” kata kyuhyun kemudian

**

Siang ini kim so hoon dan park jung soo dijemput paksa di rumahnya, mereka hanya bisa menuruti para polisi itu tanpa berniat membela diri. Ya, memangnya dia harus mengatakan apa lagi. Saat semua bukti itu tanpa cela sedikitpun mengungkap kebusukan mereka. pada akhirnya kebusukan dan kejahatan akan terungkap dengan sendirinya. Ini kah akhir yang dimaksud dengan takdir baik oleh kakak eunbi? Menyaksikan bagaimana sekarang takdir berpihak padanya, pada keluarga eunbi.

 

Ruangan yang dikelilingi oleh jeruji besi itu hanya mampu membuat kim so hoon mengumpat berkali-kali. Menyumpahi keponakannya yang sampai hati memasukannya ke dalam penjara. Ayolah kim so hoon apa kau lupa dengan semua kejahatan yang kau lakukan?

Dinginnya lantai penjara sepertinya tidak membuat pria itu lantas sadar diri, tetapi malah membuat hatinya di bakar oleh amarah.

**

-Presdir daejung group ditahan karena tunduhan melakukan pembunuhan berencana-

-kim so hoon dan park jung soo ditangkap polisi-

“apa yang kau lihat?” tanya kyuhyun. pria itu naik ke atas ranjang dan merebahkan dirinya disamping eunbi

“beberapa headline berita” kata eunbi dan meletakkan tabnya diatas nakas disamping tempat tidur.

“jangan khawatir kali ini mereka tidak akan pernah bebas”

Eunbi mengangguk

“gomawo cho kyuhyun”

“aku tidak melakukan apapun. Kau sendiri yang menemukan bukti-bukti itu”

“tetap saja. Aku tidak akan menemukannya tanpa bantuanmu”

Kyuhyun tersenyum

“pasti selama ini sangat berat untukmu”

“sekarang tidak lagi. Aku sudah mengungkapkan kebenarannya dan mempunyaimu”

Eunbi tersenyum begitu juga dengan kyuhyun. ‘dan mempunyaimu’ kyuhyun suka kata-kata itu.

“mau berlibur denganku?” tawar kyuhyun

“berlibur?”

Kyuhyun mengangguk

**

Mobil kyuhyun memasuki sebuah pelataran rumah yang terletak dipinggir sebuah pantai. Kali ini kyuhyun mengendara sendiri, tentu dia tidak ingin pengawal min ataupun anak buahnya mengganggu mereka berdua.

 

“wah cantik sekali” kata eunbi melihat pemadangan di depannya. Pantai.

Kyuhyun memeluk eunbi dari belakang dan wanita itu tampak senang dengan perlakukan kyuhyun.

“kau suka?” tanya kyuhyun

“sangat suka”

“jadi apa ini salah satu villa milikmu?”

Kyuhyun mengangguk “ne ini milikku”

“mau berjalan-jalan dipantai?”

Eunbi mengangguk antusias

 

Mereka berdua berjalan bergandengan diatas pasir pantai yang mengenai kaki telanjang mereka. angin sore menerbangkan sebagian rambut mereka. eunbi begitu senang saat air laut itu membasahi kakinya.

“aku benar-benar sudah lama tidak berjalan diatas pasir pantai seperti ini”

 

Mereka berdiri memandang matahari yang hampir tenggelam. Ini begitu sempurna bisa melihat matahari terbenam dari pinggir laut seperti ini.

“kyuhyun ah”

“hem” kyuhyun menoleh menatap wanita yang juga sedang menatapnya

“gomawo”

-cup-

Eunbi memberikan kecupan dibibir kyuhyun. mereka masih saling menatap saat kyuhyun menagkupkan kedua tangannya dipipi eunbi dan mencondongkan tubuhnya. Perlahan eunbi memejamkan matanya begitu pula dengan kyuhyun. Dua manusia itu pada akhirnya tidak benar-benar melihat matahari terbenam, tetapi asyik menikmati ciuman ditengah matahari yang terbenam.

**

Kyuhyun berbaring diatas sofa dan berbantalkan paha eunbi, pria itu beralasan jika dia sedang capek kerena menyetir tadi.

“kyu?”

“hem” pria itu menjawab dengan mata tertutup

“tentang perjanjian kerjasama kita. Besok pengacaraku akan memberikan dokumen pengalihan saham itu padamu, kau tinggal menandatanginya saja”

Kyuhyun langsung duduk tegap, bukan karena dia senang akan mendapatkan 70% dari saham yang dimilik eunbi tapi pada bahwa sebenarnya pria itu sudah melupakan perjanjian itu.

“kenapa?” tanya eunbi heran melihat reaksi kyuhyun

“kau masih memikirkan perjanjian itu?”
“bukankah itu yang aku janjikan padamu?”

“ani, maksudku adalah-“ kyuhyun menjeda kalimatnya dan merubah posisi duduknya menghadap eunbi

“maksudku adalah apa kau masih menganggapku orang lain?”

“ah itu- itu. aku hanya ingin menepati janjiku saja”

Kyuhyun menghela nafasnya

“lupakan saja tentang perjanjian itu”

“ne? tapi kau sudah membantuku jadi aku harus-“

“aku bilang lupakan saja tentang perjanjian itu”

“tetap saja aku harus menepati janjiku padamu”

“apa kau tidak mengerti juga?”

“apa?”

Lagi-lagi kyuhyun menghela nafasnya

“lupakan saja tentang perjanjian itu”

“tap-“

Eunbi tidak bisa melanjutkan kalimatnya saat tiba-tiba kyuhyun membungkamnya dengan ciuman, ciuman yang pada akhirnya juga membuat eunbi terlena.

 

Kyuhyun melepaskan ciumannya.

“apa kau masih tidak mengerti?”

“saranghae hwang eunbi” katanya kemudian

Eunbi hanya menatap manic mata itu, tidak bisa mencerna dengan cepat apa yang barusan kyuhyun katakan.

“apa kau tidak mencintaiku?” tanya kyuhyun lagi

Eunbi mengalungkan tangannya pada leher kyuhyun dan mencium pria itu. meskipun dia tidak bilang apapun. Tapi kyuhyun tahu wanita ini juga sama mencintainya dengan dirinya. Terkadang cinta jauh lebih indah diungkapkan dengan tindakan tidak hanya lewat kata, setidaknya itulah yang eunbi pikirkan sekarang.

**

Kim tae hyun mengunjungi ayahnya di penjara, menatap sedih ayahnya yang sekarang memakai baju seragam khas narapidana.

“appa, apa yang harus kita lakukan?”

“apa lagi? Keluarkan aku dari penjara?” kim so hoon berteriak di depan wajah anaknya.

“pengacara bilang tidak ada lagi yang bisa kita lakukan”

“yak. Lakukan apapun untuk mengeluarkanku”

Kim tae hyun hanya diam, berfikir bagaimana cara mengeluarkan ayahnya dari penjara.

“manfaatkan eunbi, suruh dia mencabut tuntutannya. Kalau kau tidak melakukannya maka kau juga akan masuk penjara. Polisi sedang menyelidiki tentang kematian donghae dan adiknya itu. kau mengerti?” akhirnya kim so hoon memberikan sebuah saran yang kim tae hyun rasa itu cukup bagus.

**

“aku pesan Americano dua” kata eunbi pada pelayan café itu

“baik. silahkan ditunggu sebentar”

Hari ini eunbi berniat berkunjung ke kantor kyuhyun. eunbi masih asik menunggu pesanannya sampai seseorang menyenggolnya.

“maafkan saya” kata pria itu sebelum dia pergi

“ini pesanan anda nyonya” belum sempat dia melihat wajah pria itu pelayan café ini menyadarkan eunbi kalau pesanananya sudah siap.

 

Eunbi langsung melangkah begitu saja menuju ruangan kyuhyun. Dia sudah hapal bentul tentang tempat kerja suaminya itu.

“oh nona eunbi” kata pengawal min saat melihat eunbi menunggu lift

“selamat siang pengawal min”

“selamat siang nona. Ada apa anda datang kesini, apakah kalian tidak jadi pergi?”

“ne?”

“bukankah anda tadi ingin pergi bersama tuan?”

“tidak. Aku bahkan tidak memberitahunya kalau aku akan kesini”

“tapi tuan cho bilang dia akan menemui anda, bahkan dia tidak mengijinkan saya ikut”

Eunbi mengacak-acak tasnya mencari dimana ponselnya. Tapi sial, dimana benda persegi itu?

Eunbi mengingat sesuatu, pria yang menyenggolnya dicafe itu. dia pasti mengambil ponsel eunbi

“pengawal min boleh aku pinjam ponselmu? Aku rasa ponselku dicuri”

“ne” pengawal min menyerahkan ponselnya kepada eunbi.

Buru-buru eunbi mendial up nomor kyuhyun, dan sial saat suara operator bilang nomor kyuhyun tidak aktif. Dia kembali mencoba menghubungi kyuhyun tapi lagi-lagi hanya suara operator yang terdengar.

Tangan eunbi sudah berkeringat, sebenarnya apa yang sedang terjadi.

Eunbi menekan beberapa deret angka.

Nada tersambung mulai terdengar.

“yoboseyo” kata diseberang sana

“cho kyuhyun dimana?” tanya eunbi langsung

“kau ternyata berfikir sangat cepat hwang eunbi.”

“aku bertanya dimana dia?”

“dirumahmu. Datanglah kesini dan lihat cho kyuhyunmu itu.”

Eunbi berniat menutup ponsel itu saat suara diseberang tiba-tiba terdengar lagi

“Jangan membawa siapapun. Datanglah sendiri. Kalau kau membawa seseorang aku tidak bisa memastikan pria ini tetap hidup. Kau mengerti?”

Eunbi menutup ponsel itu dan menyerahkannya pada pengawal min.

“berikan aku kunci mobilmu” perintahnya

“saya akan ikut” sebagai seorang pengawal tentu dia tahu, sekarang kondisinya sedang tidak baik.

“berikan kuncimu padaku pengawal min” eunbi hampir berteriak di depan pria itu.

Pengawal min pada akhirnya memberikan kunci itu pada eunbi.

Wanita itu segera melesat pergi, tapi kemudian dia berbalik dan menatap pengawal min.

“jangan ikuti aku”

—TBC—

13 thoughts on “Hold Me Tight {Part 8}

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s