18 AGAIN [PART 3]

18 again

HAPPY READING GUYS 🙂

===PART 3===

Eunbi menatap bingung pada ember dan alat pel yang berdiri di pojok toilet. Dia tidak tahu harus diapakan benda-benda itu untuk memulai hukumannya. Demi Tuhan! Eunbi tidak pernah menggosok kamar mandi, bahkan dia tidak pernah  memegang sapu apalagi mengepel. Jadi harus dimulai dari manakah dia bertindak?

 

Jari telunjuknya masih memegangi pelipis kanannya, Eunbi masih berfikir. Haruskah dia melakukan ini semua? Bagiamana caranya?

 

Kau harus bisa Hwang Eunbi!

 

Setelah menggulung lengan kemejanya sampai ke siku, eunbi mengambil alat pel dan sabun dari dalam kaleng. Dua benda itu sudah ada ditangannya, matanya menatap tangan kanannya yang memengang alat pel dan tangan kirinya yang memengang sabun bergantian.

 

“baiklah. Ayo kita lakukan!”

 

Eunbi menuangkan sabun itu secara merata pada semua sudut toilet. Dia akan mulai dari dalam bilik-bilik toilet yang berjajar rapi di depannya. Ini adalah pekerjaan yang menyebalkan untuk Eunbi. Sangat menyebalkan.

 

Dua bilik toilet sudah selesai tinggal satu lagi. Dan lengannya sudah terasa akan patah. Eunbi sudah bosan dengan ini, apalagi suasana yang sangat sepi. Sendirian di toilet sekolahan dan murid yang lain sudah kembali ke asrama, ditambah langit yang sudah akan tenggelam. Kenapa ini terdengar sedikit horror? Eunbi bukanlah penakut tapi sekarang dia sudah merinding. Jadi apa bedanya? Sudahlah! Sepertinya Eunbi harus sedikit membuat keributan.

**

Kelas sudah selesai sekitar 15 menit yang lalu. Dan hampir semua guru sudah pulang atau berencana makan malam bersama tapi kyuhyun, pria itu masih belum berniat untuk pulang. Ya, dia masih punya sedikit tanggung jawab di sore hari seperti ini. ‘Melihat muridnya yang mendapat hukuman’

 

Suara nyanyian yang jauh dari kata merdu itu semakin mendekat seiring kyuhyun yang berjalan maju. Kyuhyun berdecak kesal, menyumpahi siapa saja yang baru saja mengeluarkan polusi suara itu.

 

Kyuhyun mematung di ambang pintu, mulutnya sedikit menganga. Eunbi masih saja bernyanyi dengan nada sumbangnya dan tarian aneh seperti rumput laut, membelakangi kyuhyun. Dalam beberapa detik kyuhyun masih diam, tidak bersuara. Otaknya berfikir apa seseru itu hukuman yang dia berikan atau gadis ini perlu rujukan rumah sakit jiwa?. Dan kyuhyun memilih gadis ini perlu rujukan rumah sakit jiwa.

“Hentikan suara cemprengmu itu murid baru!” kyuhyun berteriak

 

Eunbi berjingkat kaget dan membalik tubuhnya. Matanya tampak berkedip berkali-kali dengan mulut yang terbuka. Mukanya memerah karena malu lebih malu pada saat dia terjatuh di depan umum karena sepatu hak tingginya.

 

“dan hentikan tampang terkejutmu itu!”

Kyuhyun kembali bersuara, membuat kesadaran Eunbi kembali 100 % dari keterkejutannya. Eunbi berdehem sebentar untuk menormalkan suaranya yang terasa tercekat di tenggorokan.

“saya sedang melaksanakan hukumannya” ujar Eunbi dan pura-pura tidak peduli tentang kebodohannya. Meskipun gadis itu berharap lantai toilet ini menariknya ke dalam, menghilang dari hadapan cho kyuhyun. Eunbi malu. Tentu saja. Bahkan dia tidak bisa hanya membayangkan bagaimana konyolnya dirinya tadi.

 

“aku tahu. Dan kau tampak sangat menikmatinya” kata kyuhyun sedikit menyindir. Sebenarnya tidak masalah jika Eunbi sesenang itu dengan hukumannya, itu tidak penting untuk cho kyuhyun. Dia hanya sedikit terkejut atau sangat terkejut. Bernyanyi dengan suara yang jauh dari kata merdu dan berjoget seperti gadis perawan yang kesetanan, kyuhyun harus menyebut kegilaan seperti apa ini? Yang jelas itu kelakuan tadi begitu memalukan untuk kyuhyun.

 

“iya” kata Eunbi lirih sambil menuduk memejamkan matanya.

**

Sudah seminggu ini sejak kejadian yang memalukan itu, Eunbi sedikit menghidari bertatap muka dengan kyuhyun. Ya, meskipun dia tidak 100% berhasil karena tentu Eunbi tidak bisa menghindari pelajaran Cho kyuhyun. Sebenarnya cho kyuhyun tidak pernah mengungkit tentang kejadian memalukan itu, mungkin itu bukanlah apa-apa untuk kyuhyun tapi untuk Eunbi?. Dia bahkan masih tidak bisa tidur karena memikirkan hal gila itu. Baiklah, mungkin Eunbi sedikit berlebihan. Tapi dia adalah orang yang sangat sulit menghilangkan kejadian-kejadian buruk dalam hidupnya sampai membuatnya terus memikirkannya.

 

Hari ini hari minggu, Eunbi nampak kebingungan untuk memilih antara dress selutut atau celana jeans dengan kaos. Hari ini Yoojin mengajaknya untuk ke luar, dan jangan ditanya bagaimana senangnya Eunbi. Gadis itu bahkan sudah mandi sejak beberapa jam lalu, mengumpulkan semua baju-bajunya tapi sampai sekarang dia hanya mencoba ini dan itu. Ini bukan kencan!. Tentu saja. Dan Eunbi tidak perlu serepot ini bukan? Tapi gadis itu terlalu senang karena satu dari berjuta keinginannya akan terwujud ‘hang out bersama teman sekolah’. Terdengar kekanakan bukan?

 

Akhirnya Eunbi memilih memakai celana jeans yang dipadukan dengan sepatu berwarna putih.

 

Dari sekian banyaknya tempat yang ada di Seoul, Yoojin memilih mengajak Eunbi ke mall. Mata mereka berdua mengedar, Yoojin tampak semangat memperhatikan semua baju, tas, sepatu yang tertata apik di dalam outlet-outlet.

 

“uwahh, ini cantik sekali” Yoojin mengangkat tas selempang berwarna pink, dia berjingkrak semangat tapi detik kemudian mata Yoojin meredup. Menyadari perubahan mimik muka temannya itu, gadis yang dari tadi hanya mengikuti langkah Yoojin membuka suaranya.

“ada apa?”

“ini terlalu mahal” kata Yoojin lemas dan pergi melewati Eunbi, mungkin dia akan mencari tas yang lebih cocok untuk kantongnya.

 

Tangan Eunbi menarik price tag

Mata Eunbi menatap Yoojin dan price tag itu bergantian.

‘apa ini terlalu mahal? Bahkan ini tidak ada seperempat dari harga tasku’

Mungkin Eunbi sedikit terheran, ya lebih tepatnya dia tidak merasa kalau harga tas yang diinginkan Yoojin itu mahal. Bahkan mungkin Eunbi sanggup membeli selusin tas seperti ini. Tas itu bukanlah tas keluaran Valentino atau Gucci yang biasa Eunbi pakai.

“apa kau juga menginginkannya?”

Eunbi menoleh.

“Tidak” katanya sambil meletakkan tas pink itu kembali.

“Tunggu!”

“Kau memakai tas dari Gucci? Kenapa aku baru menyadarinya?”

Eunbi menggingit pipi bagian dalamnya. Ahh, dia tidak pernah berfikir jika dia telah salah membawa tas kesayangannya itu sekarang.

“ini Imitasi” kata Eunbi menyakinkan dan Yoojin melepas tangannya dari tas yang dipakai Eunbi.

“ini terlihat seperti asli”

“hahahaha” eunbi tertawa sumbang

“apa kau tidak tahu kehebatan barang-barang imitasi sekarang?”

Yoojin mengangguk.

“benar, bahkan aku tidak bisa membedakan mana yang asli dan mana yang palsu.”

Eunbi tersenyum. Setidaknya gadis ini percaya dengan kebohongan yang kembali Eunbi ciptakan. Mungkin setelah ini Eunbi harus mengikuti casting drama karena acting nya.

“lagipula aku yakin toko ayam goreng keluargamu tidak bisa membeli tas mewah itu”

Karena inilah, Eunbi tidak bisa mengatakan ‘woy tas ini memang asli. Apa kau bercanda?’. Tentu dia tidak akan bertindak bodoh untuk mengatakan hal itu dan membuka penyamarannya. Memberitahu bahwa dia adalah anak tunggal pemilik perusahan elektronik besar di Korea Selatan.

**

Yoojin baru saja menerima pesan dari kekasihnya, sepertinya mereka memang sudah berjanji untuk bertemu hari ini. Eunbi sedikit kecewa karena yoojin tidak memberitahunya dari tadi tapi bukankah yoojin juga punya kehidupan pribadi yang harus dia lakukan sendiri.

 

setidaknya aku bisa berjalan-jalan sendiri pikir Eunbi

 

Seingatnya Eunbi tidak pernah berjalan kaki sendiri menyusuri deretan toko-toko yang berjejer rapi disepanjang pinggir jalan. Dia hanya akan terus dibuntuti oleh beberapa orang berjas hitam yang siap mengantarnya kemana saja, dan mengikutinya kemana saja, tentunya.

 

Kyuhyun masuk dengan malas, mendorong pintu kaca itu. Matanya mencari, wanita yang baru saja menghubunginya. Teman kencan butanya. Kencan buta di siang bolong? Tentu saja bukan. Kyuhyun terpaksa mengiyakan wanita yang selalu mengiriminya pesan dan menghubunginya dua hari terakhir ini. Dan kyuhyun masih punya sopan santun untuk tidak segera meneriaki wanita itu ‘aku tidak suka denganmu jadi pergilah! di hari pertama mereka bertemu. Kalau bukan karena ibunya memaksa kyuhyun melakukan kencan buta dengan anak temannya dua hari yang lalu, kyuhyun tidak sudi datang ke coffee shop menemui wanita itu yang pasti akan sangat membosankan nantinya.

 

Wanita cantik yang terlihat seumuran dengan kyuhyun melambai pada pria itu. Dia terlihat cantik dan elegan dengan gayanya. Choi Minah, gadis itu adalah salah satu anak pemilik pabrik kertas. Dan sejak dia mengenal kyuhyun atau mungkin bertemu dengannya sejak dua hari yang lalu akibat kencan buta yang diatur oleh ibunya dan ibu kyuhyun, sangat jelas bahwa dia sudah menaruh hati pada kyuhyun.

 

Kyuhyun tersenyum yang jelas dia paksakan, menarik ujung-ujung bibirnya dengan tarikan yang begitu kaku.

“oppa. Terima kasih sudah mau datang. Aku pasti sudah menganggu waktu istirahatmu” katanya manja dengan suara yang terdengar begitu menjijikkan untuk kyuhyun. Terlalu dibuat-buat dan kyuhyun tidak suka itu.

 

Tentu saja kau menganggu hari mingguku Choi Minah batin kyuhyun

 

Biasanya teman kencan buta kyuhyun akan pergi menjauh setidaknya setelah satu hari bertemu kyuhyun, karena ya siapa yang tahan dengan sikap kyuhyun. Bahkan saat para wanita-wanita itu mengirimkan pesan kepadanya tidak ada satupun yang kyuhyun balas. Bukan karena dia tidak punya waktu, tapi karena dia tidak suka dengan wanita-wanita itu. Jangan katakan kalau kyuhyun  gay? Tentu saja bukan, hanya saja kyuhyun tidak suka untuk berbasa basi, itu adalah karakter kyuhyun. Kalau dia tidak suka, apapun yang terjadi dia akan tetap tidak suka. Tapi wanita ini, Choi Minah. Dia benar-benar tidak pernah sedikit pun terganggu dengan sikap dingin Cho kyuhyun dan dengan mulutnya yang terlampau ember itu, dia memanfaatkan ibunya untuk membujuk kyuhyun menemui wanita itu sekarang.

Baiklah, kyuhyun akan menyelesaikan masalah ini sekarang.

“ada yang ingin aku katakan Minah shi” kata kyuhyun memulai

“benarkah? Apa itu?”

“maafkan aku. Tapi kita tidak bisa bertemu lagi, maksudku kekasihku sedikit terganggu dengan pesan yang selalu kau kirimkan kepadaku setiap 5 menit sekali”

 

Kekasih? Kebohongan yang bagus Cho kyuhyun.

 

“kekasih? Aku pikir oppa tidak punya kekasih karena menyetujui kencan buta itu” Minah sedikit memelas dan tampak bingung. Wajahnya yang tadi terlihat sangat berseri tiba-tiba meredup. Wah, rasanya harga dirinya benar diinjak oleh Cho kyuhyun.

“Eomma memaksaku”

Choi minah menghela nafasnya. Dia sudah merendahkan harga dirinya untuk menghubungi kyuhyun setiap hari yang bahkan tidak ada satupun pesan dibalas dan sekarang dia terang-terangan menolaknya.

“apa kau sedang mempermainkanku?” tanyanya geram

“tentu saja tidak. Tapi maafkan aku”

Cho kyuhyun memang pria yang sangat tidak peka dan mungkin sedikit kejam. minah yang berada di depannya tampak marah, dan sedih disaat yang bersamaan.

“kau tidak sedang berbohongkan oppa?”

“tidak”

“lalu siapa kekasihmu?”

 

Wanita ini!

Mungkin kepalanya lebih keras dari batu, pikir kyuhyun.

 

Harga diri Choi Minah sudah hilang sejak pertama kali bertemu kyuhyun. Dan itu sudah terlanjur hilang, jadi biarlah harga dirinya semakin diinjak oleh kyuhyun. Tentu minah tidak sebodoh itu untuk percaya bahwa pria yang masih diam ditempatnya itu sudah memiliki kekasih. Sejak mereka bertemu Minah sudah bertekad untuk merebut perhatian kyuhyun, dan itu tidak berubah sampai sekarang meskipun dengan harga diri yang dia letakkan di bawah kaki kyuhyun.

**

Eunbi mengerutkan dahinya saat mendengar suara yang tidak asing di telinganya. Tepat saat dia baru saja menurunkan novel yang baru saja dia baca, matanya menangkap pria yang tampak casual dengan kaos dan celana jeans di depan mejanya. Mungkin tampilannya sedikit berbeda dari biasanya tapi eunbi bisa tahu dengan pasti siapa pria itu. Kyuhyun.

 

Jadi cho kyuhyun sedang berkencan

 

Ya, setelah dia memutuskan untuk berjalan-jalan sendiri Eunbi memilih tempat ini untuk menikmati secangkir kopi dan membaca novel.

 

Eunbi cepat-cepat menunduk menyembunyikan wajahnya dibalik novel, dia tidak ingin dikatakan sedang mengintip cho kyuhyun yang sedang terang-terangan berkencan dan nantinya akan dihukum lagi membersihkan kamar mandi sekolah. Dan demi apapun itu benar-benar menjengkelkan!.

 

Dari sini, eunbi bisa mendengar dengan jelas apa saja yang mereka bicarakan. Dan eunbi baru tahu kalau wanita itu terlalu agressif untuk mendekati gurunya. Dan kyuhyun. Dia begitu kasar untuk menolak seorang wanita. Eunbi terkikik geli dari balik novelnya mendengar bagaimana wanita itu terus memaksa kyuhyun untuk mengatakan siapa kekasihnya. Eunbi berani bertaruh kalau kyuhyun tidak punya kekasih sekarang. Lihatlah, bahkan kyuhyun tidak bisa menjawab siapa nama gadis itu.

 

BYURRR

Kyuhyun berjingkat kaget mengusap wajahnya dengan telapak tangannya asal hanya untuk sedikit mengurangi basah di wajahnya. Ya, pria itu baru saja mendapat satu gelas americano di wajahnya membuat kemeja bagian atasnya ikut basah. Kyuhyun menggeram kesal.

 

“kau menolak wanita yang salah cho kyuhyun.” Habis sudah kesabaran gadis itu. Dia sudah menahan kemarahannya sejak pertama kali bertemu kyuhyun, dan tidak memikirkan semua yang pria itu lakukan. Tapi rasanya hari ini minah harus menyerah dan segera mengambil kembali harga dirinya yang baru saja dia letakkan di bawah kaki kyuhyun.

 

“dan kurasa kau harus memeriksakan dirimu, sepertinya kau gay!” lanjutnya

 

Baru saja kyuhyun akan berteriak di depan wanita itu, memakinya dengan sumpah serapah karena telah menjadikannya pusat perhatian coffee shop dengan menyiramnya dan mengakatan kalau dia gay. Hei. Apakah pria setampan cho kyuhyun adalah seorang gay?. Perhatian kyuhyun teralihkan pada wanita yang terkikik di balik novel, membiarkan wanita lain yang baru saja menghinanya berlalu begitu saja.

 

“apa kau akan terus tertawa disitu?!”

 

Eunbi kesusahan menelan ludahnya sendiri, seperti pasokan oksigen disekitarnya ikut menipis. Tanpa perlu menatap siapa yang berbicara eunbi sudah tahu siapa yang baru saja mengeluarkan suaranya. Malaikat kegelapan.

 

Kyuhyun memang sudah lama mengetahui eunbi dari tadi, membiarkan eunbi terkikik geli dibalik novel karena pembicaran kyuhyun dengan minah tadi. Dan  sekarang dia sudah berdiri disamping kursi eunbi, menantikannya membuang novel yang pura-pura dia baca. Kyuhyun yakin seratus persen kalau novel itu hanya alibinya saja. Baiklah, apakah novel itu lebih menarik dari tontonan barusan? Tidak. Itulah pikiran Eunbi.

 

“oh! Soesangnim. Anda disini” kata Eunbi pura-pura terkejut setelah berhasil mengumpulkan keberaniannya.

Kyuhyun melipat tangannya di depan dada tidak puas dengan jawaban Eunbi.

“dan kurasa kau sudah tahu keberadaanku dari tadi”

SKAK MAT!!!

“ti-tidak. Aku baru saja tahu kalau soesangnim juga disini” sial! Kenapa rasanya berbohong itu sangat susah. Bahkan suara Eunbi terdengar begitu gugup dan takut.

“sudah berapa kali aku bilang kau tidak pintar berbohong nona Hwang” kata kyuhyun menekankan kalimatnya pada marga wanita itu. Kyuhyun menundukkan kepalanya mensejajarkannya dengan wajah Eunbi membuat wanita itu mundur beberapa centi meter.

 

Beberapa detik Eunbi bahkan tidak sanggup hanya untuk menarik nafas sangking takutnya. Tapi tidak. Ini tidak benar. Eunbi harus mengumpulkan keberaniannya.

 

“baiklah. Aku memang mendengar semuanya. Tentang ‘aku sudah mempunyai kekasih, kau tidak perlu menghubungiku lagi dan kau harus memeriksakan dirimu karena kurasa kau adalah gay’. Ya, aku mendengar semuanya.” Bagus Hwang Eunbi kau baru saja memancing singa dari kandangnya. Mendapat tatapan yang begitu mengintimidasinya sampai membuat bulu-bulu halus kulitnya berdiri. Eunbi segera berdiri setelah berdehem untuk membasahi tenggorokannya dan mengumpulkan kekuatan lebih tentunya.

“maaf. Saya harus pergi” katanya buru-buru dan menunduk. Eunbi berharap jika sekarang ada alien yang membawanya pergi keluar angkasa dan tidak kembali. Andai itu ada.

 

Untuk kedua kalinya dia mematung di tempat dengan menahan amarahnya. Tanggannya mengepal, jujur dia bukan tipe pria yang bisa menyembunyikan kemarahannya walaupun dengan seorang wanita. Dan untuk kedua kalinya lagi dia membiarkan wanita yang baru menghinanya berlalu begitu saja dari hadapannya. Sungguh ajaib. Tidak selang 5 menit kyuhyun sudah mendapat penghinaan dari dua orang wanita sekaligus Dan wanita yang kedua adalah muridnya. Sialan! Dia harus benar-benar mendisiplinkan muridnya itu besok.

 

Eunbi keluar dengan memegangi dadanya, sepertinya jantungnya bisa melompat dari tempatnya sewaktu-waktu.  Berkali-kali dia merutuki kebodohannya karena mengatakan semuanya pada kyuhyun. Entah dia yang begitu polos atau dia yang begitu bodoh sampai tidak bisa berbohong dan mengatakan ‘aku tidak mendengar apapun soesangnim’

“bodoh bodoh bodoh!” dia terus saja merutuk sambil memukul-mukul kepalanya.

“baiklah. Lupakan hwang Eunbi.tunggu saja besok hukuman apa yang akan dia berikan padamu”

Belum selesai mulutnya menyemangati dirinya sendiri tapi otaknya menolak mentah-mentah dan mengingat hukuman kyuhyun terakhir kali. Jadi hukuman apa yang lebih berat dari membersihkan kamar mandi?

**

Hatinya masih dalam suasana yang buruk, keluar dari coffee shop sambil merutuk. Berjalan lurus begitu saja ketempat dia memarkirkan mobilnya di depan coffee shop tidak mempedulikan eunbi yang masih berdiri di depan toko. Atau mungkin kyuhyun tidak menyadari kehadiran wanita itu. Ayolah! Melihat Eunbi sekarang akan benar-benar menyulut api di dalam dirinya.

 

Eunbi masih menyumpahi dirinya sendiri karena begitu bodoh. Tapi satu detik kemudian dia terlihat panik, melihat wanita paruh baya berjalan ke arahnya.

 

“jung ahjumma?!”

“bagaimana ini? Bagaimana ini?”

 

Wanita paruh baya itu adalah tetangga Eunbi. Dia memang bukan tipe orang yang dekat dengan semua tetangganya tapi jung ahjumma?. Wanita paruh baya itu sering datang kerumahnya memberikannya beberapa masakan dan membiarkan eunbi bermain dengan anjing-anjingnya.

 

Dia panik sendiri ditempatnya mencoba mencari jalan keluar. Sungguh jika wanita tua itu bertemu dengannya maka tamatlah rencana indah yang dia bangun. Eunbi tidak yakin kalau dia bisa membujuk wanita itu untuk tidak mengatakan kepada keluarganya terlebih ayahya. Ayolah cari cara Hwang Eunbi!. Tentu saja ada cara.

 

Eunbi berlari, membuka pintu mobil dengan serampangan dan tidak mempedulikan kalau mobil itu bisa rusak kapan saja. Dan dia juga tidak peduli kalau sebentar lagi akan diteriaki maling.

 

Tangan kyuhyun hendak membuka pintu kemudinya, tapi dia kalah cepat dengan tangan seseorang yang dengan kasar langsung melesat masuk ke dalam mobilnya. Untung saja pintu mobil itu tidak mengenai kyuhyun. Kyuhyun mendengus kesal. Entah hari ini ada tsunami atau puting beliung yang jelas hidupnya benar-benar kacau hari ini.

 

Kyuhyun membuka pintu mobil itu lalu menyandarkan sebelah tangannya pada badan mobil.

“apa yang sedang kau lakukan?” kata kyuhyun datar dan penuh penekanan  disetiap katanya. Kepalanya masuk kedalam mobil melihat lebih jelas orang yang kurang ajar masuk sembarangan kedalam mobilnya.

 

Eunbi masih menunduk menyembunyikan kepalanya.

“kenapa ahjumma itu bisa ada disini?” tanyanya lirih entah kepada siapa.

 

“keluar!”

 

Eunbi tersentak saat ada yang memegangi lengan tangan kanannya atau lebih tepatnya mencekeram lengannya. Oh ya ampun! Dari tadi eunbi tidak mempedulikan pertanyaan kyuhyun dan asyik berputar dengan pikirannya sendiri. Bahkan eunbi tidak sempat berfikir tentang kemarahan kyuhyun sewaktu masuk ke dalam mobil hitam ini. Yang dia pikirkan saat melihat punggung kyuhyun adalah bagaimana caranya dia bisa menghindar dari ahjummah itu.

 

“sebentar. Sebentar. Tolong aku sebentar saja” katanya memelas.

Kyuhyun menarik kembali pergelangan tangan eunbi.

 

Apa dia bilang? Sebentar? Yang benar saja. Batin kyuhyun

 

“soe-soesangnim”

Eunbi hampir terhuyung jatuh karena tarikan kyuhyun yang begitu kuat.

 

“menyingkir dariku”

Kyuhyun melepaskan gengamannya kasar dan segera masuk kedalam mobilnya.

 

“tung-“

Eunbi menelan kembali kalimatnya. Mobil itu sudah melaju meninggalkannya.

 

Bagus. Eunbi sudah seperti wanita yang baru saja dibuang prianya dipinggir jalan.

“dasar pria kasar. Apa dia tidak bisa bersikap lembut kepada wanita?” mulut eunbi masih sibuk mengomel  dan menyumpahi kyuhyun yang sekarang bahkan sudah tidak terlihat dalam radius 500 meter membuat dia melupakan sesuatu,

 

“ah! Ahjumma itu”

Mata eunbi mengedar dan setelah itu dia dapat bernafas lega. Setidaknya wanita paruh baya itu sudah tidak terlihat.

**

Sudah lama eunbi tidak berkutat dengan kanvas dan cat seperti ini. Dulu hal seperti ini sudah menjadi rutinitasnya setiap hari, tapi sejak masuk kuliah dia sedikit melupakan salah satu hobinya ini.

Ini sudah minggu kedua eunbi bergabung di kelas melukis, dan selama itu eunbi selalu bersemangat untuk menyelesaikan lukisannya. Bahkan eunbi sering datang kesini di jam istirahat mengabaikan yoojin yang sering mengajaknya makan siang atau bergosip.

 

Kyuhyun membuka pintu di depannya membuat suara decitan dari benda itu. Beberapa pasang mata menatapnya tapi beberapa lagi masih asyik dengan fokusnya masing-masing. Sepertinya mereka terlalu asyik dengan dunia mereka dan tidak menyadari kehadiaran orang baru di tengah-tengah mereka, bahkan suara decitan pintu barusan tidak bisa menyadarkan mereka. Dalam ruangan yang lumayan luas ini hanya diisi oleh 10 orang dan beberapa sudut dipenuhi dengan kanvas dan bekas-bekas cat yang sudah mengering.

“selamat siang” katanya mencoba menyadarkan beberapa orang dengan suaranya yang berat.

 

Eunbi berhenti. Tangannya tiba-tiba menjadi kaku. Telinganya sepertinya mendengar sesuatu yang salah, seperti suara kyuhyun. Ya ampun! Apa karena dia masih tidak bisa melupakan kejadian memalukan tempo hari sampai bisa mendengar suara kyuhyun disini? Tidak-tidak. Mungkin dia hanya salah dengar.

 

“baiklah. Aku disini menggantikan Choi soesangnim yang cuti untuk beberapa minggu”

 

Tidak. Apa dia akan salah dengar lagi sekarang? Ini sudah dua kali dia mendengar suara kyuhyun dalam satu menit ini.

 

Eunbi mengangkat kepalanya. Dan detik itu juga dia menyesali keputusannya karena sekarang matanya sudah membulat dan sulit berkedip melihat sosok pria yang dia kira hanya halusinasi berdiri di depan. Mata kyuhyun kembali bertemu dengan mata eunbi dan menguncinya. Entah apa arti dari tatapan itu, tapi eunbi bahkan lebih kesulitan lagi untuk berkedip dan memutuskan kontak mata mereka.

 

Semua orang kembali fokus pada karya mereka setelah kyuhyun menyelesaikan perkenalan singkat tadi. Tapi tidak dengan eunbi, gadis itu masih mematung ditempatnya. Semangatnya yang tadi begitu menggebu-gebu tiba-tiba menghilang dibawa oleh angin. Sepertinya untuk hari ini dia tidak dapat menghindar dari kyuhyun, jika dua hari yang lalu saat pelajaran kyuhyun dia berani tidak masuk sekolah dengan alasan sakit. Maka hari ini, kesialannya akan benar-benar datang. Dan eunbi harus menyiapkan dirinya untuk mendapat hukuman karena kejadian coffee shop tiga hari yang lalu.

 

“jadi apa yang sedang kau lukis nona hwang?”

Mata kyuhyun menangkap seseorang yang duduk tidak nyaman di kursinya. Dan saat itulah dia menyeringai.

Kyuhyun berdiri di samping eunbi. Menanyakan sesuatu yang tidak terlalu penting baginya, tapi lihatlah respon gadis itu. Kyuhyun bisa melihat tubuh eunbi tiba-tiba menegang ditempatnya.

“aku-aku sedang menggambar bunga saga “ jawab Eunbi terbata.

 

Sial! Ini bukan pertanyaan sulit sampai eunbi harus terbata dan kesusahan menjawab pertanyaan kyuhyun.

“sepertinya kau kehilangan inspirasimu untuk melanjutkannya”

Tanpa Eunbi menoleh untuk melihat wajah menyebalkan kyuhyun, dia yakin kalau pria itu sekarang terlah menyeringai dan tertawa dalam hati karena berhasil membuat Eunbi seperti kambing bodoh.

 

Dan itu karenamu. Batin Eunbi

**

Eunbi buru-buru merapikan peralatannya saat kyuhyun semakin berjalan mendekat kearahnya. Kyuhyun tahu eunbi lagi-lagi menghindarinya.

 

Dan urusan kita belum selesai murid baru batin kyuhyun

 

“kurasa urusan kita belum selasai hwang eunbi”

Lagi-lagi eunbi mematung ditempatnya karena suara berat kyuhyun.

“memangnya ada apa cho soesangnim?” kata eunbi menoleh pada kyuhyun setelah berhasil menguasai keterkejutannya.

“kurasa kau tahu urusan mana yang belum selesai”

ini bukan jawaban cho kyuhyun.

“kurasa tidak ada”

Jelas gadis ini pura-pura tidak tahu maksud kyuhyun. Ini baru tiga hari dan dia tidak mungkin melupakan itu dalam waktu sesingkat itu. Mungkin ini bukanlah sesuatu yang tidak penting, tapi kyuhyun ingin memastikan sesuatu. Murid yang lain sudah pulang, dan inilah waktu yang tepat mengintimidasi gadis ini.

 

“kau selalu saja berbohong meskipun aku berkali-kali bilang kau tidak pandai berbohong”

 

Eunbi memejamkan matanya sebentar dan kembali menatap kyuhyun.

“soesangnim. Bagiku kejadian tempo hari saat kau menarikku dari mobilmu atau apapun itu, aku sudah melupakannya.”

“aku hanya memastikan kalau kau tidak membuat gosip yang tidak-tidak tentangku”

“memangnya apa yang harus aku gosipkan? Soesangnim yang berkencan, soesangnim yang menolak gadis cantik atau soesangnim yang gay?”

“Yak!!”

Kyuhyun berteriak begitu keras di depan wajah Eunbi sampai membuat gadis itu memundurkan tubuhnya beberapa centi.

 

Kadang-kadang eunbi memang sering tidak bisa mengontrol ucapannya. Dan dia sungguh menyesali hal itu.

Kau baru saja membangunkan singa yang tidur hwang eunbi. Rutuknya dalam hati

 

“sudah kubilang aku bukan-“

Kyuhyun menghentikan kalimatnya saat dia mendengar sesuatu dari luar. Dia menoleh ke luar ruangan dan tidak menemukan sesuatu yang mencurigakan. Mungkin dia hanya salah dengar saja.

“pergilah. Dan aku hanya berharap kau tidak membuat sebuah gosip disekolah ini” peringat kyuhyun untuk kedua kalinya.

 

Kyuhyun tidak peduli kalau gadis ini akan berfikir yang macam-macam tentangnya. Tentang kyuhyun yang gay. Dia sudah banyak mendengar itu semua dari sahabat-sahabatnya yang suka mengejeknya. Tapi saat ada gosip tentangnya di sekolah ini. Demi Tuhan. Dia tidak akan melepaskan orang itu. Kyuhyun selalu berusaha keras untuk menjaga citra baiknya apalagi di sekolah, dia tidak mungkin membiarkan gosip murahan menghancurkan namanya apalagi nama Ayahnya.

 

Meskipun sedikit bingung tapi eunbi tetap pergi juga. Ini bukan kesempatan kedua yang harus benar-benar dia pikirkan.

**

Setelah mandi dan mengganti bajunya dengan piyama eunbi buru-buru membaringkan tubuhnya di kasur. Hari ini sungguh melelahkan rasanya kakinya pegal semua. Andai saja ada pembantunya disini, pasti akan jauh lebih baik. Setidaknya eunbi bisa berbaring sambil membaca majalah fashion terbaru dan dipijat oleh pembantunya.

 

Kau tidak boleh mengeluh hwang Eunbi.

 

Shin na mi masih berkutat dengan buku matematika. Tapi kali ini dia sedikit kehilangan konsentrasinya. Menatap ragu-ragu Eunbi yang berbaring sambil memainkan ponselnya.

“hwang eunbi” katanya kemudian

 

Sedikit ragu eunbi menurunkan ponsel pintarnya, dan menatap na mi ragu. Apa dia baru saja bicara denganku? Batin eunbi. Tapi siapa lagi diruangan yang tidak begitu lebar ini yang bernama hwang eunbi selain dirinya.

 

“kau mendapatkan nilai matematika tertinggi dikelas tadi. Sebenarnya aku tidak suka ini tapi- apakah kau bisa membantuku?”

 

Eunbi tersenyum, tidak dia ingin tertawa sekarang. Bukan menertawakan na mi yang begitu cuek padanya tapi pada akhirnya dia juga membutuhkan Eunbi. Dia hanya ingin tertawa karena na mi begitu takut untuk mengatakan hal itu. Eunbi jadi berfikir apakah dia sangat menakutkan seperti ayahnya sampai gadis itu tidak berani bertanya. Atau karena harga diri gadis itu akan terluka?

 

“tentu saja. Aku akan membantumu”

Na mi berjalan perlahan mendekati ranjang eunbi dengan membawa dua buku tebal matematika. Berhari-hari belajar tentang logaritma masih saja membuatnya sedikit kesulitan.

“bisakah kau menjelaskan tentang ini” katanya sambil menunjuk nomor soal yang masih belum bisa dia pecahkan.

Eunbi mengangguk, dan kemudian mengambil pensil menjelaskannya dengan rumus-rumus sederhana yang mudah untuk dipahami membuat na mi berkali-kali mengangguk mengerti. Sepertinya Eunbi lebih cocok menjadi guru dari pada menjadi pewaris perusahaan besar.

 

Na mi menutup bukunya, tapi dia masih belum beranjak dari tempatnya tadi.

“ada yang ingin kau tanyakan lagi?” tanya Eunbi

“sebenarnya aku-“ na mi sedikit ragu untuk menanyakan hal ini.

“apa?”

“apa kau akan ikut seleksi untuk ikut olimpiade matematika?”

Eunbi tersenyum. Kenapa na mi harus takut jika hanya ingin menanyakan hal seperti ini.

Akhirnya Eunbi menggeleng sebagai jawaban. Jujur dia bahkan tidak berfikir tentang olimpiade dan lain-lain karena tujuan awalnya dia datang ke sekolah ini bukanlah untuk mencari prestasi apapun, tapi jauh lebih sederhana dari itu. Teman. Dia hanya ingin punya teman.

“aku rasa kau akan ikut. Dan kalau kau ikut aku pasti akan kehilangan kesempatanku untuk mewakili sekolah kita.” Na mi akhirnya tersenyum lega. Setidaknya dia bisa memastikan kalau eunbi tidak mendaftarkan diri untuk olimpiade itu.

“aku tidak tertarik dengan hal seperti itu.”jelas Eunbi

**

Pagi ini suasana sekolah terasa berbeda untuk Eunbi. Entah karena apa, para murid tampak sedang asyik dengan obrolan mereka.

Eunbi tersentak saat ada yang menyenggol bahunya.

“kau berjalan atau melamun?”

“choi minho!.” Protesnya pada murid laki-laki yang setiap harinya selalu merecoki kehidupannya.

Minho hanya mengangkat bahunya tanda tidak peduli

 

“sebenarnya apa yang sedang murid-murid bicarkan? Apa sekarang hari penting?” tanya Eunbi bingung.

 

“mereka sedang asyik bergosip” minho mensejajarkan langkahnya dengan Eunbi melihat wanita itu dari dekat.

 

Eunbi berhenti membuat minho ikut berhenti. Gadis itu tertarik tentang gosip yang berhasil membuat semua murid membicarakannya. Apa ini gosip pacaran antar sesama selebriti?

“memangnya ada gosip apa?”

“apa kau tidak tahu?” minho balik bertanya dan mendapat gelengan dari Eunbi.

“mereka membicarakan cho soesangnim yang gay”

“APA??”

**

Kyuhyun sedikit terlambat hari ini, bukan terlambat sebenarnya. Kalau biasanya kyuhyun akan berada di sekolah 30 menit sebelum kelas dimulai tapi kali ini dia datang 5 menit sebelum kelas dimulai. Jika bukan karena ada kecelakaan lalu lintas mungkin dia akan tepat waktu.

 

Para guru berkumpul membentuk kelompok-kelompok kecil. Ini bukan hal yang aneh untuk kyuhyun, dia tahu betul kalau tidak semua guru disini saling menyukai dan akhirnya mereka membentuk kelompok-kelompok kecil seperti murid-muridnya. Menggelikan.

Tapi bukan itu yang membuat kyuhyun berhenti di tengah-tengah jalan menuju mejanya.

 

Aku tidak menyangka kalau pria tampan seperti itu adalah penyuka sesama jenis

Aku pikir dia begitu sempurna kecuali kepribadiannya yang sedikit menyebalkan

Aku kasihan pada cho soesangnim

 

Sejurus kemudian kyuhyun menoleh membuat wanita yang pertama kali melihatnya menyenggol teman-temannya. Mereka sama-sama kaget dan tentu saja canggung. Menunduk memberi hormat kemudian berpencar sendiri-sendiri.

 

Kyuhyun meletakkan tasnya kasar. Kepalanya tiba-tiba ingin pecah karena berita sampah itu.

**

Rumus-rumus kimia yang dijelaskan Kim soesangnim tidak ada satupun dari mereka yang mampir ke otak eunbi. Gadis itu berfikir jika dia tidak menyebarkan gosip itu pada semua orang lalu siapa? Tidak ada satupun yang tahu tentang masalah ini, bahkan Eunbi tidak memberitahu yoojin tentang ini. Jadi siapa? Jika bukan Eunbi ataupun kyuhyun lalu siapa?

Pertanyaan-pertanyaan ini jauh lebih sulit dari rumus matematika yang tadi malam dia ajarkan pada na mi.

Apa setelah ini kyuhyun akan berfikir kalau eunbi yang menyebarkan gosip itu?

 

Mata eunbi membulat karena pertanyaannya sendiri. Tidak. Dia bisa kena masalah kalau hal itu sampai terjadi.

**

Setelah bel istirahat berbunyi eunbi buru-buru keluar kelas. Dia hanya ingin mencari satu orang. Kyuhyun. Eunbi melangkah dengan cepat seperti dia akan ketinggalan pesawat, matanya begitu sibuk mengedar mencari sosok yang beberapa hari lalu dia hindari.

 

Kakinya berhenti saat lensa matanya menangkap pria yang dia cari di hadapannya berjalan ke arahnya.

 

Kyuhyun tidak menyadari kalau sudah ada seseorang yang menunggunya di 10 meter di depannya. Dia masih pusing dengan gosip yang membuat murid-murid dikelasnya memandangnya aneh. Bahkan tadi dia sempat mendengar mereka terang-terangan bergosip tentang dirinya di kelasnya. Sepertinya memberikan hukuman untuk mereka tidak akan cukup apalagi untuk informan yang begitu baik hati menyebarkan gosip itu.

 

“cho soesangnim” panggil eunbi membuat kyuhyun sadar kalau ada orang lain di depannya dan menghalangi jalannya.

“Ada apa?” tanyanya dingin

“ada yang ingin aku katakan pada soesangnim”

“apa?”

Eunbi menoleh ke kanan dan ke kiri berbicara di lorong sekolah ini dia rasa tidak tepat, dan di ruang guru itu lebih tidak tepat.

“kurasa disini tidak tepat”

 

Kyuhyun mengerutkan keningnya, dan berjalan mengikuti Eunbi yang sudah lebih dulu pergi. Sialan! Pertama kalinya dia menuruti muridnya dan mengikutinya entah kemana.

 

Atap sekolah.

 

Angin terasa jauh lebih kencang di atas sini membuat rambut eunbi yang tidak dia ikat bertebrangan tidak jelas. Dia berbalik melihat kyuhyun yang baru masuk ke area atap sekolah.

 

Kyuhyun berhenti. Matanya menatap lurus Eunbi yang ada di depannya seperti mengatakan apa yang kau inginkan.

 

“soesangnim mengenai gosip itu-“

Eunbi berhenti di tengah-tengah kalimatnya. Dia begitu takut menyebut gosip yang beredar itu.

 

Kyuhyun hanya mengerutkan dahinya menanti kelanjutan kalimat Eunbi.

“mengenai gosip itu. Aku mohon percayalah padaku kalau bukan aku yang menyebarkannya”

 

Eunbi berbicara begitu tulus tidak seperti biasanya saat berhadapan dengan kyuhyun yang akan berakhir dengan perdebatan atau hukuman. Kali ini dia benar-benar mengatakannya dari dalam hati.

 

Mungkin tadi sebelum gadis ini membawanya ke atap sekolah kyuhyun berfikir bahwa mungkin saja eunbi yang telah membuat gosip murahan seperti itu. Tapi setelah mendengar perkataan Eunbi barusan, kyuhyun tahu bukan dia orangnya.

“aku tahu”

“apa?” kata eunbi spontan. Bukan. Bukan karena dia tidak senang kyuhyun mempercayainya tapi karena apa secepat itu kyuhyun percaya padanya? Apa dia sudah tahu pelaku sebenarnya?

“kau menjelaskan padaku kalau bukan kau pelakunya tapi kenapa kau sekaget itu”

“tidak-“

Eunbi membasahi bibirnya yang tiba-tiba terasa kering.

“tidak. Bukan seperti itu. Maksudku apa soesangnim tahu siapa pelakunya?”

Kyuhyun menggeleng sebagai jawaban.

Tapi hal itu membuat eunbi semakin bingung. Kalau dia tidak tahu pelakunya lalu kenapa dia bisa mempercayai eunbi secepat itu?

“tapi bagaimana soesangnim tahu kalau aku bukan pelakunya?”

“jadi kau ingin aku berfikir kau pelakunya?”

Cho kyuhyun. Kau benar-benar membuat Eunbi mati dengan pertanyaannya sendiri.

“tidak tap-“

“ada seseorang di ruang melukis saat kita membahas tentang hal itu” kata kyuhyun seperti mengerti pertanyaan yang berputar dikepala kecil eunbi.

“apa? Siapa?” bagaimana bisa?”

Lagi-lagi kyuhyun menggeleng sebagai jawaban.

 

Lama eunbi terdiam untuk berfikir tentang semua kemungkinan sampai dia merasa ada yang menyentuh pundaknya.

“turunlah. Kelas akan dimulai sebentar lagi.”

 

Kyuhyun berlalu setelah menyadarkan eunbi dari lamunannya. Tapi eunbi rasa tidak. Dia kembali mematung menatap pundaknya yang baru saja disentuh kyuhyun.

“kurasa dia tidak sejahat yang aku kira”

Eunbi tahu satu hal sekarang, kalau kyuhyun bukanlah pria yang kejam dia hanya tidak bisa untuk melakukannya dengan cara yang halus dan kyuhyun tidak akan marah tanpa sebab yang jelas. Dia tipe orang yang suka menunjukkan kepeduliannya dengan cara-cara yang berbeda dengan orang lain.

***

Perlahan eunbi menuruni anak tangga. Pikirannya masih sedikit tertinggal di atap sekolah. Memangnya apa yang dia pikirkan? Pandangannya yang sedikit berubah kepada kyuhyun atau memikirkan siapa orang yang menyebarkan gosip itu?

 

Eunbi terdiam di tangga paling bawah. Semua murid nampak mengerubungi papan mading.

 

Apa ada gosip baru lagi?

 

Baru tiga langkah eunbi akan mendekat ke papan mading tapi suara yoojin yang memanggilnya membuat eunbi menggurungkan niatnya dan menoleh ke samping.

 

“Eunbi ah. Kau harus memberikan yang terbaik” kata yoojin bersemangat.

Tapi memberikan yang terbaik untuk apa?

“aku? Apa?” eunbi mengerutkan keningnya tidak mengerti dengan arah pembicaraan yoojin.

“kemarilah”

Yoojin menarik tangan eunbi mendekati papan mading, membelah beberapa anak yang masih berkumpul disana.

“aku sudah mendaftarkanmu untuk ikut olimpiade matematika. Aku yakin kau bisa mewakili sekolah kita.”

“apa?” mata eunbi membulat mencari namanya di kertas yang tertempel di mading.

“yoojin ah. Aku-“

Kalimat Eunbi terhenti, setelah dia berbalik dan matanya bertemu dengan mata na mi. Ya Tuhan. Dia sudah bilang pada gadis itu kalau dia tidak akan ikut tapi apa sekarang.

“yoojin ah. Aku tidak ingin ikut olimpiade itu” kata eunbi memberikan pengertian pada yoojin yang seenakknya telah mendaftarkannya.

“hey. Kau gila ya? Olimpiade ini adalah olimpiade nasional, semua orang bisa berharap mewakili sekolah kita. Dan aku yakin kau pasti bisa untuk itu.”

Eunbi terdiam. Disatu sisi dia melihat yoojin yang mempunyai niat yang bagus dengan mendaftarkannya untuk ikut seleksi itu tapi disatu sisi bagaimana dengan na mi? Eunbi bahkan bilang kalau dia tidak tertarik dengan hal seperti ini. Tapi nyatanya dia akan menjadi salah satu saingannya. Hubungan yang eunbi kira sudah mulai membaik dan mencair akan kembali buruk lagi.

**

“na mi. Tunggu aku”

Na mi berhenti tapi dia tidak ingin menatap eunbi yang sudah berdiri di sampingnya. Nafas eunbi masih sedikit memburu, sejak tadi dia berusaha ingin berbicara berdua dengan na mi tapi gadis itu selalu berusaha untuk menghindari eunbi.

“aku tahu kau pasti kecewa denganku karena aku mengikuti seleksi olimpiade itu. Tapi percayalah itu bukan atas keinginanku” eunbi  berusaha menjelaskan.

“na mi ah. Aku mohon percayalah padaku. Ak-“

“bagaimana kau tidak mengikuti seleksi itu kalau kau begitu mampu” kata na mi begitu dingin dan datar.

“bukan begitu. Aku-“

“sudahlah. Aku tidak ingin membahasnya”

Setelah itu, na mi melenggang pergi begitu saja meninggalkan eunbi menelan semua kata-katanya.

 

Satu masalah belum selesai dan masalah lain sudah datang.

Ya Tuhan. Apa yang salah dengan sekolah ini sampai ada begitu banyak masalah yang harus Eunbi hadapi

**

Seperti biasanya meja makan besar ini hanya terisi oleh tiga orang saja. Kyuhyun duduk di tempatnya. Disela-sela kesibukan semua orang keluarga ini selalu menyempatkan untuk makan malam bersama. Setidaknya mereka akan saling mengobrol di sela-sela makan malam. Seperti saat ini.

“apa yang akan kau lakukan tentang rumor yang menyebar di sekolah?” Tuan Cho membuka percakapan

“rumor apa?” bukannya kyuhyun menjawab, nyonya cho segera menyela dengan pertanyaannya.

“tanyakan saja pada dia”

Nyonya cho beralih menatap putranya yang masih terlihat datar seperti biasanya. Kyuhyun masih bungkam. Dia tidak tahu apakah masalah ini harus dia ceritakan pada keluarganya.

“semua mengatakan kalau kyuhyun gay” kata tuan cho sama tenangnya dengan kyuhyun . sejenak nyonya cho membuka mulutnya dengan mata membulat sebelum

PLETAK

“Eomma!!” kyuhyun mengelus dahinya yang mendapat serangan mendadak.

“apa yang sudah eomma katakan. Cepatlah menikah. Kau bahkan kemarin menolak anak teman eomma yang cantik. Sekarang eomma malah berfikir kalau kau benar-benar tidak suka wanita”

“eomma!” kyuhyun menggeram di tempatnya.

“cepatlah cari kekasih. Sebelum kau membuat eomma benar-benar sakit kepala.”

Bertambahlah masalahnya. Dan ini semua gara-gara rumor sialan itu! Sudah kyuhyun duga jika efeknya akan sebesar ini. Menghancurkan harga dirinya, menghancurkan image nya di sekolah dan sekarang bahkan ibunya juga menuduhnya seperti itu. Ya Tuhan. Kyuhyun benar-benar ingin mencekik orang yang menyebarkan rumor itu. Mengingat tentang orang yang menyebarkan rumor itu, kyuhyun berfikir kenapa dia bisa langsung percaya saat Eunbi bilang kalau bukan dia pelakunya. Bisa saja bukan kalau sebenarnya Eunbi pelakunya. Dia adalah satu-satunya orang yang tahu tentang masalah ini.

 

Mengingat kembali percakapan mereka di atap sekolah. Kyuhyun melihat bahwa gadis itu mengatakan yang sejujurnya. Ya. Seperti yang selalu kyuhyun katakan sebelumnya dia tidak pandai berbohong. Dan hati kyuhyun ingin mempercayai gadis itu. Mungkin dia tidak tahu pasti siapa yang sudah menyebarkan rumor itu tapi mata hatinya tahu pasti kalau bukan gadis bermarga Hwang itu yang melakukan hal seperti ini. Baiklah. Sepertinya kyuhyun harus membiarkan rumor ini tersebar secepat angin dan membiarkan angin itu juga yang membuatnya pergi.

TBC

AUTHOR’S NOTE: Terima kasih yang sudah baca dan komen di part sebelumnya. Dan lagi-lagi author ingetin untuk MENINGGALKAN JEJAK setelah membacara story ini. TERIMA KASIH 🙂

Advertisements