18 AGAIN [PART 7]

18 AGAIN PART 7

HAPPY READING 🙂 JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK KALIAN

 

 

Kim Ahjushi berlari terburu-buru masuk ke dalam rumah sakit, bahkan pria paruh baya itu masih memakai celana trainningnya dan sandal rumah miliknya. Setelah mendapat telepon dari kyuhyun bahwa nona mudanya dirawat di rumah sakit tanpa pikir panjang dia langsung menghentikan taxi dan pergi ke rumah sakit. Dia tidak peduli bagaimana penampilannya saat ini.

Secepat kilat Kim Ahjushi membuka pintu menciptakan suara yang sedikit memekakan telinga.

“apa yang terjadi? Kau baik-baik saja?” kim ahjushi langsung berlari mendekati Eunbi, memutar tubuh gadis itu ke kanan dan kiri takut jika ada luka yang belum diobati.

Kyuhyun maupun Eunbi hanya diam. Mereka masih sedikit terkejut dengan kedatangan kim ahjushi yang seperti orang kesetanan.

 

“aku baik-baik saja” kata Eunbi kemudian membuat tangan kim ahjushi yang memegangi lengan Eunbi terdiam.

 

“kau baik-baik saja?” tanya kim ahjushi memastikan.

Eunbi mengangguk.

“jangan khawatir aku baik-baik saja”

Kim ahjushi menghela nafasnya. Untung saja tidak terjadi apa-apa dengan nona mudanya. Kalau sampai hal ini didengar oleh bos besarnya maka- kim Ahjushi bahkan tidak sanggup meneruskan kalimat itu. Tapi kenapa bisa Eunbi masuk rumah sakit?

“apa yang terjadi? Kau ditabrak?” sialan sekali mulut kim ahjushi. Apa semua orang yang masuk rumah sakit adalah korban kecelakaan?.

 

“dia hanya keracunan. Anda jangan khawatir” itu bukan suara Eunbi. Tapi kyuhyun. Pria yang sekarang mendapat seluruh tatapan dari kedua orang yang berada di ruangan ini. Tatapan mengintimidasi dari kim ahjushi jauh lebih mendominasi, tentunya.

“kau siapa?”

“ah- perkenalkan saya cho kyuhyun. Wali kelas Eunbi, saya yang menelepon anda tadi”

Kim soesangnim hanya ber-oh ria. Dia tidak menyangka kalau wali kelas nona mudanya ini masih muda.

“terima kasih cho soesangnim”

“tidak-

 

BRAKK

 

Lagi-lagi kyuhyun tidak bisa melanjutkan kalimatnya karena suara yang begitu keras muncul dari arah pintu. Dan kali ini lebih keras dari pada saat kim ahjushi datang dan membuka pintu seperti hampir akan mencopotnya.

 

Minho datang. Laki-laki itu membuka begitu saja pintu yang untuk kedua kalinya harus merasakan penderitaan. Mendekati Eunbi tanpa memperdulikan kalau ada orang lain yang ada di dalam ruangan ini. Bahkan kim Ahjushi langsung bergeser saat tiba-tiba dia mendekap Eunbi dan memutar tubuh Eunbi ke kanan dan ke kiri sama persis seperti yang dilakukan kim ahjushi tadi.

“kau tidak apa-apa? Apa masih terasa sakit?”

“aku-“

“sudah-sudah jangan mengatakan apapun. Kau harus banyak istirahat”

“huh?”

Apa IQ anak ini sangat jongkok sampai berbicara saja dia plin plan. Dia baru saja menanyakan Eunbi bagaimana keadaannya dan sekarang dia bahkan tidak ingin di jawab.

“istirahatlah!”

**

Melihat minho terus saja berbicara membuat kyuhyun berdecak.

“ck! Berlebiha sekali!” Desisnya

Dia tidak habis pikir kenapa anak muda itu begitu khawatir.  Dia bahkan hampir akan menghancurkan daun pintu dan membuatnya menanggung kerugian. Memangnya siapa yang harus bertanggung jawab jika minho hanya anak SMA dan dia bersama gurunya disini?.

Kyuhyun terus saja memaki minho dalam hati dan melupakan satu hal. Hey!  Apa kyuhyun tidak sadar kalau dia bahkan jauh lebih khawatir dan panik dari pada minho tadi?

Jika minho baru akan menghancurkan daun pintu lalu bagaimana dengan kyuhyun? Pria itu bahkan tidak berfikir panjang saat mendobrak kamar eunbi. Membuat pintu itu terlihat sangat menyedihkan. Mengingat tentang itu, kyuhyun jadi berfikir bagaimana nasib na mi?  Apakah gadis itu harus tidur dengan pintu terbuka?  Dia tidur di dalam kamar atau lapangan sekolah? Menyedihkan. Tapi lupakan! Kembali pada minho. Ya ampun! Sepertinya kyuhyun harus memberikan satu peringatan untuk murid yang super sok ketampanan ini.  Ya, setidaknya itu menurut kyuhyun.  Dapat dipastikan kalau anak berseragam itu kabur dari kelas dan berlari kesini entah naik apa.  Kyuhyun tidak peduli apakah dia naik taxi ataupun elang terbang sekalipun.

Kyuhyun menyeringai dan-

“auwh.  Apa yang kau-”

Minho berbalik dan memegangi telinganya siap memaki orang yang baru saja menjewer telinganya.  Tapi kalimatnya hanya sampai ujung lidah saja karena nyatanya tatapan kyuhyun jauh lebih menakutkan dari pada tatapan ayahnya sekalipun.

“soesangnim aku-”

“auwh! ”

Lagi-lagi minho mengadu dan tidak bisa melanjutkan kalimatnya. Apakah gurunya ini berfikir kalau telinganya terbuat dari baja yang tidak dapat merasakan sakit? Atau ‘selagi kau berada di rumah sakit jadi kau bisa langsung berobat sekarang’  gila!  Dia guru atau mantan altit menjewer?

 

“yak! Ikut aku!”

Cho kyuhyun membawa murid laki-laki itu keluar dan tidak melepaskan tanggannya di telinga minho. Membuat dia terus saja merancau kesakitan. Kyuhyun terlalu bersemangat untuk segera menarik minho keluar dari ruangan yang hanya berukuran 4×5 meter itu.

 

Kim ahjushi hanya menggeleng dan berdecak. Sesaat dia seperti mendapat sebuah totonan sederhana. Totonan kekanakan.

“ck! Ada apa dengan mereka?” tanyanya pada diri sendiri. Bagaimana mereka berdua seolah tidak melihatnya? Pertama, laki-laki berseragam itu melewatinya begitu saja, menggesernya seenaknya seolah barang tak berguna dan kedua. Apa mereka mengabaikan keberadaan kim ahjushi sampai tidak sempat hanya untuk mengatakan ‘saya permisi dulu’ ?

 

Kim ahjushi mengambil duduk di kursi yang diduduki kyuhyun tadi.

“jadi pria mana yang nona suka?” tanyanya tanpa basa-basi.

 

Eunbi tersentak dari lamunannya saat pertanyaan itu keluar begitu saja dari mulut kim ahjushi. Eunbi bahkan seperti tersedak ludahnya sendiri.

Pria yang aku suka? Yang benar saja?

“ap-apa yang ahjushi katakan?” kata Eunbi terbata dan lagi-lagi membuat kim ahjushi menggelengkan kepalanya.

 

Ternyata  nona mudanya ini begitu mendalami perannya di SMA kedua ini. Dia tidak pernah berfikir sebelumnya kalau Eunbi akan mempunyai pria yang dia sukai di SMA ini.

 

Eunbi mengulang pertanyaan kim ahjushi di dalam hatinya ‘ pria yang dia sukai’. Tentu Eunbi tidak perlu berfikir lagi tentang siapa pria yang berhasil masuk menembus dinding hatinya. Cho kyuhyun. Tiba-tiba hatinya menghangat mengingat kembali bagaimana pria itu sangat khawatir dengan keadannya. Semburat merah mulai menghiasi pipinya, membuat kulit putih itu sedikit lebih berwarna. Dan orang mana yang tidak tahu kalau Eunbi sedang jatuh cinta. Bahkan kim ahjushi hanya mampu tersenyum dan berdecak di saat yang bersamaan. Eunbi nampak seperti gadis remaja sungguhan yang sedang kasmaran.

“baiklah. Tidak perlu menjawabnya. Karena aku tahu kalau nona memang menyukai salah satu dari mereka.”

Eunbi menghentikan senyuman bodohnya. Dan menatap kim ahjushi tidak suka.

“apa yang ahjushi katakan?” tanyanya tidak terima.

 

Ahjushi tentu tidak sebodoh itu untuk tidak melihat adanya cahaya di mata Eunbi yang disebut cinta. Entah gadis itu mengakuinya atau tidak, tapi bukankah kim ahjushi pernah muda? Melihat tingkah Eunbi yang salah tingkah kim ahjushi bisa menyimpulkan kalau dia memang benar-benar sedang jatuh cinta. Tapi entah kepada siapa. Baiklah. Biar itu menjadi urusan pribadi nona mudanya.

 

“jadi nona. Apa kau ingin aku dibunuh ayahmu?”

Kim ahjushi mengubah topik pembicaraan membuat Eunbi hanya menampilkan deretan giginya karena pertanyaan kim ahjushi. Dia tidak tahu kalau dia sebodoh itu sampai makan makanan basi.

“sepertinya aku harus mengirim salah satu koki di rumahmu ke sekolah”

“jangan berlebihan”

Apa ini masalah yang sangat besar sampai harus membawa koki ke sekolah? Berlebihan sekali!.

“aku bahkan tadi berfikir kalau besok aku tidak bisa melihat matahari terbit dengan bebas” keluh kim ahjushi lagi.

Eunbi terkekeh geli. Sudah lama tidak bertemu dengan kim ahjushi membuat Eunbi sedikit rindu mendengarkan celotehan pria paruh baya itu.

“Kurasa ahjushi harus memikirkan itu sebelum membantuku menjalankan ide gila ini” eunbi menggodanya. Ayolah. Dengan dia masuk rumah sakit itu tidak lebih buruk dari pada berbohong pada ayahnya.

“Benar. Kenapa aku begitu bodoh sampai membantu nona seperti ini”

Lagi-lagi eunbi terkekeh

“Itu karena kau menyayangiku”

“Apa yang nona pikirkan tentang beberapa kemungkinan yang akan terjadi. Aku yang akan segera pensiun, atau mungkin tuan hwang tae joo yang akan terkena serangan jantung karena melihat putrinya melakukan hal gila seperti ini?”

“Ahjussi jangan mengatakan hal itu. Kau tahu aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi.”

**

“dasar murid keras kepala”

Kyuhyun terus mengomel setelah berhasil mengusir choi minho. Laki-laki itu terlalu keras kepala. Kyuhyun bahkan mengancamnya akan menelepon orang tuanya hanya untuk mengirim dia kembali ke sekolah.

 

Tangan kyuhyun terhenti di knop pintu. Telinganya menangkap sebuah pembicaraan. Dan dia rasa itu adalah pembicaraan yang sedikit penting antara anak dan ayah. Kyuhyun tidak ingin menganggunya. Tapi-

Nona? Apa tuan kim baru saja memanggil eunbi nona?

Telinga kyuhyun masih sehat, dia tidak mungkin salah mendengar apalagi itu terdengar berkali-kali.

Mungkin itu panggilan sayangnya. Mungkin.

Tapi apa?

Hwang tae joo? Tuan?

Otak kyuhyun buntu. Dia tidak bisa memikirkan apapun sekarang ini. Dia hanya berfikir kalau ada sesuatu yang salah disini. Sesuatu yang belum kyuhyun ketahui.

**

Cho kyuhyun sudah pulang dari tadi sore dan kim ahjushi juga sudah pulang beberapa menit yang lalu. Ya, pria paruh baya itu pulang setelah eunbi memaksanya dengan berbagai cara.

‘aku akan tetap disini sampai nona sembuh’

‘aku tidak mau terjadi apa-apa dengan nona lagi’

Ah! Telinga Eunbi hampir bosan mendengar alasan kim ahjushi. Memangnya disini tidak ada dokter atau suster yang bisa membantunya?

 

Tapi keputusan itu sepertinya sedikit salah, Eunbi merasa sedikit menyesal karena bersikeras bisa sendiri di rumah sakit ini. Nyatanya sekarang eunbi merasa mati kebosanan karena meninggalkan ponselnya di asrama. Memangnya siapa yang akan mengingat ponselnya dalam keadaan seperti tadi siang. Mata eunbi menerawang jauh pada kejadian tadi siang saat kyuhyun datang menolongnya. Bahkan pria itu harus sampai mendobrak pintu kamarnya. Astaga apa cho kyuhyun sedang shooting drama. Dia seperti keturunan gangster saat dalam keadaan seperti itu.

Eunbi terkekeh geli karena pikirannya sendiri. Diam-diam eunbi mensyukuri keadaannya sekarang. Setidaknya dia bisa melihat sisi lain dari cho kyuhyun. Sisi lain yang mungkin belum pernah dilihat oleh orang lain. Dan lagi-lagi saat eunbi mengingat nama itu. CHO KYUHYUN. Kenapa pipinya selalu bersemu merah hanya dengan mengingat dan menyebut nama itu dalam hatinya. Bahkan sekarang eunbi menangkupkan kedua tangannya pada kedua pipinya yang terasa menghangat. Sesuatu yang sederhana memang bisa menjadi sangat istimewa saat sedang jatuh cinta. Dan sekarang Eunbi bisa merasakannya sendiri, perasaan yang selama ini hanya bisa dia bayangkan lewat tulisan-tulisan roman picisan.

**

Siang ini Eunbi sudah diperbolehkan pulang oleh dokter. Kim ahjsuhi mengantarnya kembali ke asrama. Sebenarnya dengan kejadian ini kim ahjushi sedikit khawatir meninggalkan Eunbi sendirian di asrama. Dan Eunbi tentu tetap keras kepala untuk melanjutkan ide gilanya.

Meskipun dia sudah kembali dari rumah sakti tapi Eunbi belum memutuskan untuk kembali bersekolah. Mungkin hari ini dia akan istirahat saja.

Satu jam

Dua jam

Eunbi masih bertahan dengan bermalas-malasan di atas tempat tidur sambil memainkan ponselnya. Tapi-

“Ah. Aku bosan”

Akhirnya kalimat itu meluncur juga dari mulut Eunbi. Kali ini otaknya berfikir hal apa lagi yang harus dia lakukan untuk mengusir kebosanannya. Tidur? Dia bahkan belum mengantuk sedikit pun? Membaca novel? Dia bahkan sudah membaca berlembar-lembar halaman novel online lewat ponselnya tadi. Bermain sosmed? Matanya bahkan sudah lelah memandangi benda persegi itu. Saat Eunbi sibuk dengan pikirannya terdengar suara pintu terbuka.

Na mi dengan balutan seragamnya mendekat ke arah Eunbi. Gadis itu tidak sabar melihat keadaan Eunbi. Dia bahkan langsung kesini saat jam makan siang dan menunda mengisi perutnya.

“Eunbi ah. Apa kau tidak apa-apa?” tanyanya khawatir.

Eunbi mendudukkan dirinya.

“aku tidak apa-apa. Kau tidak perlu khawatir” katanya mencoba menenangka na mi yang sekarang sudah duduk di tepi ranjang Eunbi.

“maaf aku tidak sempat datang ke rumah sakit atau menjemputmu”

Eunbi bahkan hanya satu hari di rumah sakit, kenapa gadis ini repot-repot memikirkan ingin menjenguk Eunbi. Bahkan Eunbi sama sekali tidak mempermasalahkan hal itu.

“tidak apa-apa. Lagi pula sudah ada yang menjemputku.”

Na mi mendekatkan wajahnya pada Eunbi membuat Eunbi sedikit memundurkan kepalanya secara otomatis. Ada apa dengan gadis ini? Pikirnya.

“Siapa?” Tanya na mi dengan wajah datarnya seperti biasa.

 

Eunbi mengerutkan keningnya. Dan seperti membaca apa yang ada dalam pikiran Eunbi na mi mengulangi pertanyaannya, menjadi lebih jelas.

“Siapa yang menjemputmu? Cho soesangngim?”

 

Eunbi menyatukan alisnya tidak mengerti tapi sedetik kemudian tawanya lepas begitu saja.

“hahaha kenapa kau bisa bertanya seperti itu.”

“Ahjushi- maksudku ayahku yang menjemputku”

Na mi bertanya seolah itu adalah hal yang sangat penting tapi ternyata gadis itu hanya bertanya siapa yang menjemput eunbi.

 

Na mi memperbaiki duduknya. Menatap mata gadis itu lekat-lekat membuat eunbi merasa sedang dihakimi. Dibalik kacamatanya itu na mi memiliki tatapan yang sangat mengerikan.

 

“Kau tidak tahu bagaimana paniknya cho soesangnim saat dia tahu kau sakit. Dia langsung saja berlari bahkan sebelum aku menyelesaikan kalimatku. Dia bahkan berteriak-teriak dan memaki semua orang untuk membukannya pintu mobil”

 

“Benarkah?”Hanya itu yang mampu eunbi katakan. Eunbi tahu kalau cho kyuhyun tahu keadaan Eunbi dari na mi, tapi dia tidak tahu kalau kyuhyun begitu panik sampai berteriak-teriak ataupun sampai memaki kecuali cho kyuhyun yang mendobrak pintu. Dia tahu kyuhyun memang mudah sekali marah, tapi apa yang salah sampai dia berteriak-teriak?.

 

Belum selesai Eunbi berfikir, lagi-lagi Eunbi terkejut dengan pertanyaan na mi.

“Kau tidak sedang menjalin hubungan dengannya kan?”

Mata eunbi membulat

“Ap-apa yang kau katakan?”

 

“Kau pasti juga akan menanyakan hal yang sama seperti itu saat melihat bagaimana cho soesangnim begitu panik. Aku bahkan tidak sempat memberikan kunci kamar padanya karena dia berlari sangat cepat”

 

Eunbi tersenyum geli.

Benarkah dia sangat panik sampai seperti itu?

“Dan dia harus mendobrak pintu” kata eunbi lirih tapi masih dapat di dengar oleh na mi.

“Ya, kalau tahu begitu aku tidak akan mengunci pintunya dan menyebabkan pintu kamar kita harus mendapat sedikit perbaikan”

 

Mereka sama-sama tertawa geli dengan sikap bodoh kyuhyun. Mungkin setelah ini mereka tidak akan mengunci kamar mereka. Ya, sudah menjadi kebiasaan kalau mereka akan mengunci pintu setiap kali mereka keluar. Itu tidak masalah karena mereka membawa kunci mereka masing-masing tapi kemarin na mi lupa kalau keadaan eunbi sedang tidak baik dan mungkin dia tidak bisa membuka kuncinya. Dan untuk masalah kyuhyun yang mendobrak pintu hal itu sama sekali tidak ada dalam pikiran na mi.

 

Tapi berbeda dengan na mi yang menyesal karena mengunci pintu, dalam hati eunbi malah bersyukur karena pintu itu terkunci. Lagi-lagi dia bersyukur pada keadaan yang sedikit tidak baik ini. Eunbi jadi berfikir kalau kyuhyun juga menaruh sedikit perhatian kepadanya. Mungkin Eunbi terlalu percaya diri, tapi biarlah. Hatinya ingin mempercayai pemikiran itu, pemikiran yang bahkan Eunbi tidak tahu kebenarannya.

**

Eunbi meletakkan tumpukan buku di atas meja cho kyuhyun. Gadis itu memaksa ketua kelasnya untuk bersedia dia bantu, membawakan tumpukan buku itu ke meja cho kyuhyun. Sebenarnya ada hal lain yang eunbi ingin lakukan.

 

Tangannya mengambil satu kotak kecil dari dalam kantong jasnya dan meletakkanya di tengah-tengah meja kyuhyun. Eunbi tidak tahu sejak kapan dia mulai menggilai cho kyuhyun sampai membuatnya terlihat seperti fans gila. Dan dia tidak peduli itu.

Bibirnya tersenyum meninggalkan ruang guru. Dia tampak sangat bodoh karena Eunbi terus saja tersenyum tanpa tahu apa yang sebenarnya lucu dan layak untuk ditertawakan. Tapi hatinya begitu bahagia dan menghangat secara bersamaan saat mengingat apa yang baru saja dia lakukan. Tanpa sadar hal itu menarik ujung-ujung bibirnya tanpa sadar.

 

Kyuhyun menyandarkan punggungnya di sandaran kursi empuknya sampai dia menyadari ada sesuatu di atas mejanya. Bungkusan coklat dengan note di dalamnya. Dia tidak menyadari hal itu pagi tadi. Atau mungkin barang itu baru diletakkan diatas mejanya. Pikirnya.

 

Kyuhyun memperbaiki duduknya menjadi lebih tegap dan mengambil bungkusan itu

‘Aku hanya ingin mengucapkan. Trima kasih cho soesangnim’

Begitulah isi note nya.

Rasanya dia kembali pada masa SMA saat dia sering mendapatkan hadiah-hadiah tak terduga dari seseorang. Coklat,bunga, kue, dan surat cinta. Bahkan kyuhyun tidak ingat siapa saja yang mengiriminya hal-hal seperti itu karena ada nama yang berbeda-beda setiap harinya. Tapi kenapa untuk hadiah kali ini kyuhyun merasa berbeda.

“coklat” gumamnya begitu pelan saat kyuhyun membuka penutup kotak itu. Sedikit tarikan ujung bibirnya menghiasi wajah tampannya. Kalau saja semua orang disini melihat cho kyuhyun tersenyum seperti itu maka mungkin tidak akan ada lagi  cho kyuhyun sang malaikat kegelapan. Dia tidak ingat kapan terakhir kali kyuhyun menerima hadiah dan tersenyum seperti ini. Seingatnya tidak pernah, bahkan saat dia mendapat hadiah mobil ataupun barang-barang bermerk di hari ulang tahunnya dia tidak pernah sebahagia ini. Bahagia ini sangat sulit untuk dia ucapkan, begitu sederhana tapi begitu hangat seakan ketulusan dari pemberi hadiah itu benar-benar masuk dalam coklat-coklat kecil berbentuk hati. Mereka sama-sama coklat yang sering kyuhyun terima dulu. Tidak ada yang istimewa darinya kecuali- entahlah kyuhyun tidak tahu itu.

**

“huft” eunbi menghembuskan nafasnya begitu lega sambil meletakkan tasnya di atas meja belajarnya dan segera berbaring di atas ranjang tanpa melepaskan lebih dulu seragam yang melekat pada tubuhnya. Hari ini dia benar-benar lelah, terlalu banyak tugas yang harus dia selesaikan. Sampai dia tidak sempat untuk menanyakan pada kyuhyun tentang coklat itu.

Ah! Aku bisa menyanyakannya sekarang

Buru-buru Eunbi merogoh kantongnya dan mengeluarkan benda berbentuk persegi itu.

Jarinya siap menari indah diatas barisan huruf yang berjejer rapi disana tapi dia bingung harus mengirimkan pesan seperti apa.

Apa cho soesangnim sudah menerima coklat dariku?

Apa cho soesangnim suka dengan coklatnya?

Aish! Kenapa hanya untuk menanyakan hal seperti itu saja otaknya harus berfikir sangat keras melampaui ujian matematika?

 

‘soesangnim terima kasih untuk yang kemarin. Dan kuharap kau menyukai hadiah dariku. Itu untuk ucapan terima kasih’

Akhirnya itulah yang diketikan Eunbi pada ponsel pintarnya.

Sama seperti yang sebelum-sebelumnya Eunbi begitu tidak sabar untuk melihat notifikasi pesan masuk pada ponselnya.

**

Kyuhyun sudah mengganti setelan kemejanya dengan kaos oblong putih, rambutnya tampak basah menandakan kalau dia habis mandi. Pantulan tubuh dan paras rupawannya di cermin tampak begitu sempurna, jarinya yang panjang begitu lihai menyisir rambut basahnya.

Suara nada pesan masuk dalam ponselnya menganggu sedikit aktivitas pria yang masih sibuk memandang wajahnya sendiri pada cermin dan berfikir ‘betapa sempurnanya wajah ini’. Aish! Pada saat-saat seperti ini tingkat kepercayaan diri kyuhyun naik dua kali lipat. Tapi siapa yang akan mengingkari hal itu? Semua orang tahu kalau cho kyuhyun adalah pria yang terlahir begitu sempurna. Seperti perpaduan antara wujud dewa yang terperangkap begitu apik dalam jiwa manusia.

Tampak malas tangannya mengambil ponsel yang tergeletak di atas nakas kamar tidurnya. Keningnya mengerut melihat nama yang mengiriminya pesan.

‘Eunbi’ batinnya.

‘ya. Terima kasih juga untuk coklatnya’

Beberapa detik kemudian terdengar suara pesan masuk.

‘apa kau suka rasa coklatnya?’

Rasa coklatnya?

Kyuhyun berfikir. Dia bahkan belum mencicipi bagaimana rasa coklat itu. Dia pahit atau manis?. Kyuhyun menyimpannya pada kulkas rumahnya takut jika coklat itu akan meleleh jika tidak segera disimpan disana. Dia sama sekali tidak berniat untuk menghabiskan coklat itu, rasanya sayang. Itu menurut kyuhyun. Tapi sejak kapan kyuhyun merasa sayang dengan coklat pemberian seseorang? Dulu. Dia akan senang hati jika temannya tiba-tiba makan coklat yang tergeletak di atas mejanya tanpa tahu siapa pengirimnya.

‘ya. Itu cukup enak’ bohongnya.

Kyuhyun tiba-tiba berlari keluar kamarnya, menuruni anak tangga dan melesat masuk ke dalam dapur sangat cepat sampai membuat nyonya cho yang duduk di depan tv berjingkat kaget. Apa ada gempa bumi? Atau apa ada badai di luar? Tapi kenapa aku tidak merasakan apapun? Batin nyonya cho.

Kyuhyun mengeser beberapa kotak dan botol yang ada di dalam kulkas. Dia ingat jika dia menaruh coklat itu dirak no.2, tapi dimana sekarang?

“kau cari apa?”

Kyuhyun tersentak. Dan buru-buru berbalik menatap nyonya cho yang berdiri di ambang pintu dapur.

Astaga!

Kyuhyun buru-buru menghampiri ibunya sampai membuat wanita paruh baya itu kebingungan.

“eomma! Kenapa kau makan coklatnya?!” kyuhyun bertanya nyaris berteriak di depan muka ibunya.

Sedetik nyonya cho hanya mematung, membiarkan kyuhyun merebut kotak coklat dari tangannya. Dia masih terlalu bingung dengan sikap kyuhyun yang marah hanya karena coklat yang ibunya makan.

“eomma bahkan memakan hampir setengahnya” omel kyuhyun lagi.

“kenapa eomma memakannya tanpa bertanya dulu padaku?”

 

Nyonya cho bersedekap dan menatap kyuhyun serius.

“kenapa menatapku seperti itu?” protes kyuhyun. Dia masih terlalu kesal karena wanita yang dipanggilnya ibu itu memakan coklat miliknya, dan sekarang menatap kyuhyun begitu intens seperti akan memutilasinya.

“kau kenapa?” tanya nyonya cho begitu bodoh dan menyentuh kening kyuhyun.

Pria itu menyingkirkan tangan nyonya cho dari keningnya.

Memangnya aku sedang sakit?

“eomma yang kenapa? Memakan coklat milikku?”

Nyonya cho berdecak.

“ck.ck.ck sejak kapan kau jadi marah saat aku makan coklat milikmu? Kau bahkan selalu membiarkan makanan itu membusuk di dalam kulkas”

Ya, itu dulu. Batin kyuhyun.

Dia memang tidak terlalu suka makanan yang manis seperti coklat, apalagi coklat yang tidak jelas dari mana datangnya.

“tapi ini beda” sentak kyuhyun

“apanya yang beda?”

Kyuhyun bergeming. Apanya yang beda? Tanyanya juga pada hatinya. Ah! Sepertinya dia memang sedikit berlebihan tadi. Untuk apa dia berlari dan marah hanya karena sekotak coklat ini?.

Kyuhyun memutar bola matanya. Dan berbalik membuka pintu kulkas. Meletakkan coklat itu kembali ke dalam sebelum menutup pintu kulkas.

“pokoknya. Mulai sekarang jangan pernah makan coklat milikku” katanya penuh penekanan dan peringatan pada nyonya cho yang masih betah berdiri memandangi kyuhyun. Setelah mengatakan itu kyuhyun menghentakkan kakinya dan pergi masuk ke dalam kamar.

 

Punggung kyuhyun sudah hilang, tapi nyonya cho masih tetap ditempatnya tadi tanpa bergerak. Kepalanya menggeleng-geleng.

“apa itu dari kekasihnya? Dia benar-benar sedang jatuh cinta rupanya.”

“ah, aku senang. Jadi aku tidak perlu lagi mengenalkannya pada anak temanku”

Nyonya cho terus berucap mengutarakan isi hatinya. Tidak apalah kyuhyun memarahinya karena memakan coklatnya, yang terpenting nyonya cho tahu satu hal kalau anaknya itu sedang jatuh cinta. Pikirnya.

Senyuman mengembang di wajahnya. Rasanya nyonya cho rela melihat kyuhyun marah-marah tidak jelas seperti tadi setiap hari. Itu begitu lucu. Ya, untuk cho kyuhyun yang selama ini tidak pernah menunjukkan emosinya untuk seorang wanita tiba-tiba menjadi sedikit sensitive karena coklat pemberian gadisnya dimakan ibunya.

 

Kyuhyun melempar dirinya di atas ranjang.

“aish! Kenapa aku berlebihan sekali?” runtuknya.

Kejadian tadi hanya sesuatu yang begitu tiba-tiba tanpa disadari olehnya. Dia tidak tahu kenapa tubuhnya begitu peka saat otaknya memikirkan tentang eunbi. Hwang Eunbi. Apa yang salah dengan dirinya? Batinnya.

Kyuhyun melipat tangannya di atas kepala menjadikannya bantal untuk dirinya sendiri. Pikiran dan hatinya sedang fokus memikirkan satu hal yang sampai sekarang belum dia temukan jawabannya. Perasaannya. Kyuhyun tidak pernah berfikir seserius ini menyangkut hatinya. Tapi perasaan yang akhir-akhir ini tidak menentu di dalam hatinya terus mengganggunya. Hwang Eunbi. Lagi-lagi nama itu. Ada begitu banyak hal yang otaknya pikirkan saat mengatakan nama itu. Seolah itu adalah nama yang begitu ajaib. Selain tentang perasaannya, ada satu hal yang mengganggu kyuhyun ‘percakapan Eunbi dengan orang yang kyuhyun kenal sebagai ayah Eunbi’.

Kyuhyun langsung duduk tegap diatas tempat tidurnya, meraih laptop di atas nakas sebelah kiri tempat tidurnya. Lalu dia berselancar di dunia maya untuk mencari sebuah informasi.

**

Kim ahjushi berdiri takut-takut melihat pintu di depannya akan terbuka. Sekarang dia berada di ruang kerja bos besarnya. Ya ampun! Dia masih tidak percaya kalau sekarang dia benar-benar berdiri disini. Tadi saat kim ahjushi pergi pagi-pagi untuk berolahraga tiba-tiba ada mobil yang berhenti di depannya dan mengatakan dia harus ikut karena ini adalah perintah bosnya. Hwang tae joo.

Keringat dingin mulai keluar dari pori-pori kulitnya. Bukan. Bukan karena kim ahjushi selesai berolah raga ataupun karena kepanasan. Dia sangat gugup dan takut. Entahlah perasaannya benar-benar campur aduk.

Ceklek.

Pintu itu terbuka. Derap langkah pria paruh baya dengan setelah jas yang membuat tubuh menuanya tetap tampak gagah mulai mendekat. Dan semakin dekatnya langkah kaki itu membuat kim ahjushi juga semakin kesulitan hanya untuk menarik oksigen disekitarnya. Ini pertama kalinya dia begitu takut sampai akan mengompol di celana.

“selamat pagi. Kim seung hwan” pria itu lalu mengambil duduk di kursi kebesarannya.

Kim ahjushi hanya menunduk. Dia bahkan tidak berani hanya untuk mengangkat dagunya.

“se-selamat pa-pagi. Tuan” katanya gugup. Sangat gugup.

Hwang tae joo menyeringai. Dia tampak sangat menakutkan jika seperti ini.

“aku tidak tahu kalau kau sudah kembali dari amerika. Jadi sudah berapa lama kau ada di korea? Apa aku melewatkan suatu hal?”

Bukannya menjawab. Kim ahjushi malah berlutut.

“maafkan saya tuan. Sungguh maafkan saya. Saya hanya- hanya ingin membantu nona muda saja” akunya.

“memangnya apa yang kau lakukan? Membohonginku atau mendukung putriku untuk melakukan hal gila?”

Jelas pria ini sudah tahu apa saja yang telah terjadi. Memangnya apakah hwang tae joo begitu bodoh sampai dia melewatkan hal ini?.

“kumohon maafkan saya” kata kim ahjushi lagi. Dia bahkan sudah siap mengantarkan nyawanya sekarang.

“aku tidak tahu kalau kau punya keberanian untuk itu. Apa kau berfikir karena aku selalu baik padamu, maka aku akan memaafkanmu?!”

“tidak. Tuan bisa menghukumku. Tapi maafkan aku”

“ck! Jadi apa yang gadis itu tawarkan padamu sampai berani menentangku?”

“itu-itu- tidak ada tuan”

Obrolan yang sedikit menegangkan itu akhirnya membuat kim ahjushi mengatakan semuanya. Mengatakan pada tuan besarnya bahwa putrinya telah membohonginya, mengatakan alasan dan keinginan tak logis putrinya yang ingin kembali pada masa SMA nya. Ini adalah hal tergila yang pernah didengar oleh hwang tae joo. Apa yang putrinya cari sampai harus melakukan hal gila ini? Jika putrinya ingin memiliki pulau pribadi itu jauh lebih masuk akal dari pada sesuatu yang disebut ’18 again’. Rupanya menyekolahkan anaknya sampai ke amerika bukanlah pilihan yang tepat. Pikirnya.

====TBC===

AUTHOR’S NOTE: lanjut ke part 8 ya 🙂 tapi jangan lupa tinggalkan jejak di part 7 ini. terima kasih. 🙂 🙂

 

32 thoughts on “18 AGAIN [PART 7]

  1. Teng tongggg!!!!
    Akhirnya yg di tunggu nongol jugakkkk.

    Duhh gemes bgt sm eunbi-kyuhyun. Itu kyuhyun blm nunjukin sikap posesifnya lho pas cemburu sm minho.
    Aaahhhh.. apapula jdnya nasib kim ahjushi. Ups nasib eunbi selanjutnya ding.
    Tak sabar the next part hwang tae jo marahnya kek gmn ini.
    Lanjutttt…

    Like

  2. Annyeong aku reader baru.. Maaf baru komen di part ini… Baru ngeh sma judul-nya.. Jadi eunbi jadi siswi SMA yg kedua kalinya? Penasaran sma alasannya.. Nanti reaksi kyuhyun bakal gimana klau tau eunbi sebenarnya hampir seumuran dengan dia??? Ditunggu part selanjutnya.. Figthing…

    Like

    • annyeong airacho 🙂
      Ngg… alasannya eunbi dengan 18 againnya? itu uda dijelasin di part awal ya… sebenarnya eunbi cuma ingin mengulang masa SMA dan melakukan hal-hal yang belum dia lakukan di SMA pertamanya dulu.

      Like

  3. Huaaaaaa… 😭😭😭 terhuraaa..
    Ff yg ditunggu2 akhirny nongol jg… hiks hiks
    Saking antusiasnya aku ngoment dluuu… 😍😍😍
    Baru bacaaaa

    Like

  4. Kyu lucu bnr gr2 coklat dari eunbi smpe segitunya , tmbah seru ni bapak nya udah muncul, apa nti kyu jg akan sgra tau klau eunbi lg nyamar jd anak sma , lnjut ya thor jgn terlalu lm hehehehe

    Like

  5. Eeehhhh… komenanku kok ngilang… 😓😓😓
    lope2 pokoknya sm kyubi…
    😍😍😍
    Penyamaran eunbi bakal kebongkar kah…?
    Secara kyu udh berselancar…

    Like

  6. A ciatt kyuhyun lu jatuh cinta yakk
    Chukae jadi cho eoma ga ush jdi mak conblang lagi wkwkw

    Yakk suasana mulai memenas ketika appa eunbi udh tau
    Eotokae huhhuhh

    Like

  7. Enggk nyangka bgt malam ini bakalan lanjut dan…… Dan tuan hwang udah tau rencananya 18 againnya wkwkw. Penasaran reaksi eunbi kalau tau tuan hwang udah tau rencananya

    Like

  8. hampir setiap hari buka blog ni akhirnya updtae.jga langsung 2 part lagi😄😄😘😘,,
    akhirnya tuan hwang tau ap yg dilakukan eunbi,, jdi.prnasaran selanjutnya

    Like

  9. Nah loh kyu udh mulai curiga

    Padahal udh sama2 jatuh cinta

    Jgn smpai kebohongan ini buat hub mreka menjadi renggang

    Please hwang taejoo

    Harus biarin mreka brsama

    Like

  10. Makin seru kapan mereka ngungkapin cintanya ga sabar nunggu mereka jadian. Kira” kyuhyun nyari informasi tentang apa yah? Apa tentang ayahnya eun bi kah? Kayanya bentar lagi rencana eun bi bakalan ketauan deh

    Like

  11. yaaay akhirnya diupdate juga
    mulai nih masuk konflik, mungkin bapaknya eunbi tau dr spy yg ngintilin eunbi secara kan holang kaya
    keknya kyuhyun jg ebentar lagi tau identitas asli eunbi biar gak galaww ngira dirinya suka bocah

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s