Not A Contract Marriage [bab 8]

Kyuhyun berjalan menuruni tangga tapi di tengah-tengah jalannya pria itu berhenti. Terasa aneh melihat orang lain berdiri di meja dapur selain kakak iparnya atau Ahn Ahjumma. Wanita yang baru kemarin merubah statusnya menjadi istri kyuhyun itu sibuk memasukkan beberapa bahan ke dalam penggorengan dengan rambut yang di gulung ke atas.

Sepertinya kyuhyun harus membiasakan keadaan ini.

Ehem

Kyuhyun sengaja berdehem menarik perhatian eunbi.

“kau sudah selesai? Duduklah disana aku hampir selesai”

Kyuhyun menurut. Duduk manis di meja makan, matanya tanpa sengaja mengamati punggung istrinya. Tanpa diperintah otaknya mengingat kejadian tadi malam.

Sial! Apa aku sudah gila menangis di pelukannya? Ya ampun! Bahkan aku tidak pernah menangis di hadapan ibu sejak umurku 11 tahun. Ah! Aku menghancurkan image ku sendiri.

 

“kyuhyun! ”

” hah?! ” kyuhyun tersentak karena teriakan di depan wajahnya dan masih dengan tampang bodohnya kyuhyun hanya menatap eunbi yang sekarang menggelengkan kepalanya sambil melipat tangan.

” kau melamun? Aku sudah memanggilmu tiga kali. Kurasa kau tidak punya masalah dengan pendengaranmu”

Glek

Kyuhyun menelan ludahnya. Sial! Dia mempermalukan dirinya lagi.

“tidak. Aku hanya sedang memikirkan urusan kantor” elaknya pada eunbi yamg sudah mengambil duduk di kursi depannya.

“makanlah. Kurasa masakan ini akan dingin jika menunggumu melamun”

“aku tidak melamun! ”

” iya. Iya kau tidak melamun. Kenapa harus berteriak seperti itu?! ”

” aku? Aku tidak berteriak. Dan bukannya aku sudah bilang kalau aku hanya sedang memikirkan urusan kantor”

Eunbi memutar bola matanya.

Kurasa dia baru saja terjatuh di kamar mandi. Aneh sekali moodnya hari ini.

“baiklah. Sekarang makanlah”

Kyuhyun mengunyah dalam diam dengan rasa malu yang masih bergentayangan di otaknya. Apa dia kesurupan tadi malam sampai menagis seperti itu? Atau eunbi menghinoptisnya? lagi-lagi pekirannya dipenuhi hal itu.

Ku akui kalau gadis itu sangat pintar membujukku. Dia belum genap satu hari menjadi istriku tapi dia sudah membuatku menangis.

“apa kau tidak bisa berhenti menatapku? Menganggu! ”

Lagi-lagi kyuhyun tersentak.

” siapa? Tidak. Aku tidak menatapmu. Aku hanya-”

“hanya memikirkan urusan kantor. Aku tau itu”

“iya, aku sedang memikirkan urusan kantor” bodoh! Apa kyuhyun kehilangan otaknya setelah bangun tidur tadi?

“tapi apa kau benar-benar akan pergi ke kantor? maksudku kau akan pergi ke kantor setelah satu hari kau menikah? ”

” sebenarnya aku sedang mengambil cuti tapi ada beberapa masalah yang harus aku kerjakan.”

“baiklah.  Kau banyak pekerjaan sebagai pemimpin perusahaan yang baru”

“tapi-kau tidak bermaksud menahanku dirumahkan? ”

Uhuk

Nasi yang belum tercerna dengan baik itu seperti tersangkut di tenggorokam eunbi.

” kau gila?! ”

Kyuhyun hanya mengangkat kedua bahunya.

” kalau kau ingin pergi, pergi saja. Kenapa aku melarangku? ”

” aku hanya bertanya”

“dan jawabanku tidak.”

Eunbi berdiri hendak pergi. Tiba-tiba selera makannya hilang.

“pergi saja dari pada kau terus melamun karena urusan kantor itu”

“sudah kubilang aku tidak melamun ! ” kyuhyun berteriak tapi eunbi tak peduli dan masuk ke dapur.

” aish! Memangnya kapan aku melamun? ”

****

Tatapan kosong terlihat jelas di matanya. Eunbi membuka pintu perlahan membuat sedikit decitan pintu. Orang yang dipanggil kyuhyun kakak ipar kemarin tidak menoleh, dia masih duduk di atas ranjang rumah sakit dengan pandangan keluar jendela.

” hallo” sapa eunbi ragu.

“ng… Perkenalkan namaku hwang eunbi. Kurasa kita sudah pernah bertemu”

Saat melihatnya pertama kali eunbi memang merasa tak asing dengan wajah kakak iparnya ini. Tapi seolah mereka adalah dua orang yang berbeda, eunbi jelas ingat bagaimana menyenangkan dan bersemangatnya wanita ini saat pertama kali bertemu dengannya di salon kecantikan tapi sekarang, eunbi bahkan tidak tahu sehancur apa dia sekarang.

Mendengar nama yang tidak asing di telinganya membuat min soo menoleh. Ya, bagaimana dia bisa lupa dengan nama gadis yang sudah duduk di kursi samping ranjang rumah sakitnya jika setiap hari young shik membahasnya. Bahkan min soo sempat cemburu karena young shik terlalu sering membahas gadis lain. Lagi-lagi young shik. Min soo tersenyum kecut. Bukan untuk eunbi tapi kepada dirinya sendiri. Bagaimana dia bisa hidup untuk esok hari jika setengah hari saja terasa sangat menyakitkan. Bagaimana bisa dia menghapus semua kenangannya bersama youngshik? Bagaimana dia bisa tertawa disini jika tidak ada young shik? Apa akan jauh lebih mudah jika dia ikut bersama young shik?

“eonni. Bolehkan sekarang aku memanggilmu dengan sebutan itu? ”

Terasa dingin, tangan min soo terasa dingin masuk kedalam genggaman eunbi.

Min soo tidak merespon dia hanya menatap eunbi dan sibuk dengan pikirannya sendiri.

” aku tidak tahu kalau kau adalah kakak kyuhyun. Jika aku tahu aku pasti akan meminta restu padamu sebelum aku menikah dengannya”

Menikah?

Kyuhyun?

Dengannya?

Semua kebingungan itu terlihat jelas di ekspresi wajahnya yang sejak tadi hanya datar.

“iya. Aku sudah menikah dengan kyuhyun kemarin. ”

” kyuhyun menikahimu? ”

Eunbi tersenyum. Bukan karena membahas tentang pernikahnnya tapi karena min soo menanggapinya.

Sebuah anggukan dan senyuman menjadi jawaban. Tapi min soo seolah belum puas, kenapa adik iparnya itu tiba-tiba menikah? Dengan gadis yang bahkan dia tolak dulu?

***

“nona selamat ya karena nona sudah menikah. Wah aku tidak menyangka jika pria tampan itu benar-benar menikah denganmu”

“aku sangat iri padamu karena menadapatkan pria setampan itu. ”

” tapi kenapa nona kesini sekarang? Bukankah seharusnya kalian bulan madu? ”

Eunbi terdiam. Sejak kapan para pegawainya ini tertarik dengan kehidupannya?

” aku tidak berbulan madu. Jadi bisakah aku masuk ke ruanganku sekarang? ”

Bukannya eunbi tidak suka dengan para pegawainya hanya saja dia tidak suka dengan pembicaraan tentang kehidupan pribadinya.

Semua orang menyingkir karena mereka menghalangi tangga.

” terima kasih atas ucapan selamat kalian”

Setelah itu eunbi pergi.

Bulan madu?

Untuk apa aku bulan madu bersamanya?

Dia bahkan pergi ke kantor dan meninggalkan aku sendiri di rumahnya.

Eunbi menggeleng mengusir pikiran bodohnya. Baiklah, dari awal pernikahan ini sudah aneh jadi kenapa eunbi sedikit berharap kalau pernikahan ini akan berjalan seperti orang lain.

Ya, dari awal pernikahan ini hanya sebuah senjata bagi mereka berdua.

“kau kenapa? ”

Eunbi berjingkat karena suara tiba-tiba di belakangnya.

Kyuhyun?

Untuk apa dia kesini?

” kau gila? Membuatku hampir mati karena serangan jantung”

“siapa suruh melamun di tengah pintu seperti ini? ”

Ya ampun. Eunbi baru sadar kalau dari tadi dia berdiri di depan pintunya dan malah sibuk berfikir tentang yang bukan-bukan.

” apa kau kehilangan kunci ruanganmu? ” tanya kyuhyun tidak sabar karena eunbi tidak juga membuka pintunya dan kembali pada lamunanya.

” oh? Ini tidak dikunci”

“kalau begitu untuk apa aku menunggumu”

Kyuhyun langsung melesat masuk dan disusul eunbi. Sepertinya efek keterkejutannya masih membuat eunbi sedikit tidak sadar.

“aku pikir kau ada di rumah tapi kata Ahn Ahjumma kau sedang pergi. Jadi aku pikir kau ada disini dan ternyata benar” kyuhyun membuka pembicaraan dengan alasan kenapa dia ada disini.

“lalu? Untuk apa mencariku? ”

Kyuhyun mengeluarkan map dari dalam tas kerja miliknya.

” ini. Kalau tidak harus sekarang di tanda tangani mungkin aku akan meminta di rumah nanti”

Eunbi melipat dahinya tapi dia mendekat pada kyuhyun yang duduk di sofa pojok ruangan dan menarik map itu dari tangan kyuhyun.

“apa? ” tanyanya bodoh.

” kau bisa membacanya.”

Beberapa detik setelah eunbi membaca kertas putih dengan tinta hitam itu, dia langsung menatap kyuhyun dengan tatapan yang sukit untuk di artikan.

“kyu. Kau-” kalimatnya menggantung di udara. Eunbi tidak tahu bagaimana mengungkapkan rasa bahagia ini.

“aku sedang mengurus perpindahan perawatan ibumu. Seperti janjiku”

Sebenarnya urusan penting yang dimaksud kyuhyun tadi pagi bukanlah urusan kantor yang sangat mendesak. Tapi dia pergi untuk mengurus perpindahan perawatan ibu eunbi.

“aku memindahkannya ke rumah sakit yang lebih bagus. Aku juga mengenal salah satu dokter disana”

Ocehan kyuhyun hanya angin lalu bagi eunbi. Rasa tidak percaya dan bahagia melebur jadi satu. Jadi hari ini benar-benar terjadi? Hari dimana dia akan benar-benar terbebas dari ayahnya?

“kau akan menandatanganinya atau hanya akan menatap kertas itu sampai hancur karena air matamu? ”

Eunbi menghapus air matanya dan buru-buru menyahut pulpen di atas meja kerjanya sebelum menandatangani berkas itu.

” ini” kata eunbi sambil menyodorkan map itu kembali pada kyuhyun.

“ibumu akan segera pindah hari ini juga”

“kyu”

“apa? ”

” terima kasih”

“bukankah aku sudah berjanji padamu? Asal kau tahu saja aku bukan pria yang suka mengingkari janji. Kau bisa-”

Kyuhyun mematung, lidahnya keluh karena eunbi tiba-tiba memeluknya. Memeluknya sangat erat.

“iya aku tahu. Meskipun ini adalah janjimu tapi tetap saja aku harus berterima kasih.”

Kyuhyun menepuk punggung eunbi, berniat membalas pelukan eunbi lebih dalam tapi dia mengurungkan niatnya saat pintu ruangan ini tiba-tiba terbuka.

“non-” kalimat itu tertelan udara.

Kyuhyun dan eunbi kompak menoleh pada gadis dengan seragam cafe yang mematung di ambang pintu dengan mulut yang masih terbuka.

Apa kyuhyun dan eunbi tidak sadar dengan posisinya sekarang. Kyuhyun yang duduk di sofa dengan eunbi yang memeluknya.

“aku akan-”

“tidak. Ada apa? ”

Eunbi segera bangun dan menyelipkan sebagian rambutnya ke belakang telinga tanda canggung. Dan dengan sekali hentakan eunbi baru saja mendorong dada kyuhyun membuat pria itu seperti baru saja di campakan.

Dia baru saja menangis dan memelukku tiba-tiba tapi dia sekarang sedang membuatku seperti yang melakukannya.

Kyuhyun berdecih. Kalau tahu begini dia akan mendorong eunbi lebih dulu bukannya menikmati.

“kau tidak perlu pergi. Katakan saja ada apa” eunbi mendesak pegawainya yang masih di depan pintu.

“aku hanya ingin bertanya nona ingin makan siang apa? ”

” oh itu. Seperti biasanya saja”

Pelayan itu mengangguk.

“lalu tuan ingin apa? ”

” tidak. Dia akan-”

“sama seperti bosmu saja”

Eunbi menoleh pada kyuhyun yang baru saja memotong pembicaraannya.

Mendapat tatapan aneh dari eunbi kyuhyun hanya mengangkat kedua bahunya.

“aku juga lapar” jawab kyuhyun singkat.

“baiklah. Aku akan membelikan dua bungkus untuk kalian. ”

Baru saja dia akan pergi pelayan itu kembali berbalik.

“nanti aku akan mengetuk pintu lebih dulu. Jadi silahkan lanjutkan kegiatan kalian.”

Kegiatan?

Bola mata eunbi nyaris keluar dari tempatnya. Kalau saja membunuh itu tidak dosa maka eunbi sudah akan mencekik pegawai yang baru saja berlari menuruni tangga itu.

Dan sekarang tinggalah kecanggungan diantara mereka berdua. Eunbi pura-pura menyibukkan dirinya di depan komputer sedangkan kyuhyun sibuk mengotak-atik ponselnya. Padahal tidak ada pesan masuk ataupun panggilan. Pria itu sedang sibuk memainkan permainan di ponsel pintarnya. Ternyata sisi kekanakan kyuhyun belum benar-benar hilang.

Tiba-tiba eunbi teringat sesuatu.

“kyu? ”

” iya” jawab kyuhyun tanpa menatap eunbi.

“apa ayahku juga harus tanda tangan pada lembar persetujuan itu? ”

Karena terlalu senang eunbi bahkan melupakan satu fakta kalau ayahnya bisa saja menghalangi hal itu.

” iya”

“apa?! ”

” yak! Apa kau tidak bisa tidak berteriak. Kau membuatku gagal padahal tinggal sedikit lagi”

“jadi kita harus mendapatkan tanda tangan ayahku? ” tanya eunbi lagi

” kau tenang saja. Aku sudah mendapatkannya. Kau tenang saja”

“apa? Bagaimana bisa? ”

” yak! ” kali ini kyuhyun melempar ponselnya di sofa.

” apa kau harus selalu berteriak? Kau membuatku kalah lagi”

“kyu! ” protes eunbi.

Apa pria ini tidak bisa serius?  Batin eunbi

” apa lagi? ” tanya kyuhyun jengkel

” jadi ayah sudah setuju? ” tanya eunbi memastikan

” iya. Dan setelah makan siang aku akan memindahkan ibumu. Apa kau tidak percaya? Kau bisa ikut denganku jika kau mau”

“tidak. Aku hanya tidak yakin kalau ayah akan setuju begitu saja meskipun dia sudah berjanji” sudah terkalu sering ayahnya mengingkari semua janjinya jadi tentu eunbi tidak akan begitu saja percaya.

“apa hubungan kalian sangat buruk? ”

” kurasa itu sudah menjadi rahasia umum”

kyuhyun tidak pernah berfikir seburuk apa hubungan ayah dan anak itu. Tapi melihat keadaan sekarang membuat kyuhyun berfikir kalau itu adalah hubungan yang tidak akan mudah kembali kesemula. Lalu apakah kyuhyun bisa memperbaiki itu?

***

“apa?! ” yoona buru-buru menyusul langkah lebar tuan hwang yang masuk ke dalam kamar

” kau memindahkan ibu eunbi? ” tanyanya tidak sabar

” iya. Kyuhyun yang mengurusnya”

“tapi-tapi bagaimana bisa? ”

Tuan hwang berbalik dan menatap yoona yang tampak cemas di tempatnya.

” aku sudah berjanji pada eunbi jika dia menikah aku akan memberikannya hak atas ibunya”

“iya. Tapi-”

“apa yang kau khawatirkan? Bukankah kau senang jika aku tidak ada urusan lagi dengan wanita itu? ”

” iya. Tentu saja”

Baiklah. Bukankah ini bagus? Saat eunbi dan ibunya itu pergi? Setidaknya tidak akan dua nyonya di dalam rumah ini. Dan yoona dapat pastikan kalau hanya dirinya yang berhak atas ini semua.

—TBC—

Author’s Note : sorry baru bisa update hari ini. Gimana nih bab 8 nya? tuliskan pendapat kalian di kolom komentar ya 🙂 dan jangan lupa like jika kalian suka.

oh iya jangan lupa mampir ke akun wattpad author @Hanni_95 mampir ya hehehe

oke, see you di part selanjutnya ❤ ❤ 🙂 🙂

saranghae ❤

Advertisements

Not a Contract Marriage [Bab 7]

Berita yang selalu ditunggu tuan hwang akhirnya datang. Tidak penting kenapa eunbi tiba-tiba merubah pikirannya. Dia hanya perlu menyiapkan dan mempercepat pernikahan ini sebelum eunbi kembali berulah.

Semua rekan bisnisnya memberikan selamat, bahkan berita ini sudah menjadi trending topik yang selalu muncul di berita bisnis dan memenuhi halaman depan surat kabar.

Di balik pintu besar yoona semakin merapatkan telinganya pada daun pintu. Dia mendesis pelan karena tidak mendengar apapun.

“aku ingin setelah aku menikah biaya pengobatan eomma aku yang mengurusnya.”

Tuan hwang hanya tersenyum tipis. Bukannya dia tidak tahu kalau alasan putrinya itu menikah karena ingin bebas darinya. Tapi terserahlah! Tuan hwang tak peduli.

“kurasa itu juga yang appa inginkan” tambah eunbi

“baiklah. Tapi pastikan perusahaan kyuhyun selalu bekerjasama dengan kita”

Kali ini eunbi yang tersenyum mengejek. Apa dia memang sudah tak berharga untuk ayahnya itu? apa sekarang semua kekayaan itu lebih penting dari dirinya? Begitu cepat dia bilang iya untuk seorang putri yang terang-terang ingin membawa ibunya pergi dari sisi ayahnya. keluarga ini memang sudah berantakan. Tiga orang yang seharusnya berada dalam satu atap dan berbagi kebahagiaan harus saling menjauh dan menyakiti. Eunbi terlalu kebal untuk semua drama ini tapi diakui atau tidak hati kecilnya masih saja merasa sakit. Eunbi tidak ingin pergi seperti ini, dia masih ingin rumah ini kembali seperti dulu tapi dia sadar tidak ada harapan hal itu akan terjadi.

“aku pikir aku tidak punya pilihan lain selain menyetujinya”

Memangnya tawaran apa yang bisa eunbi ajukan? Dia bahkan tidak bisa sekedar bilang ‘urus saja masalah itu sendiri’ . Dari awal pernihakan ini memang hanya sebuah bisnis untuk ayah eunbi, sekarang yang perlu eunbi lakukan hanya memastikan kalau perjanjian itu memang berjalan sesuai keinginan ayahnya. Bahkan saat-saat eunbi akan meninggalkan rumah ini ayahnya masih saja memanfaatkannya dengan baik.

 

Ceklek

Pintu terbuka membuat yoona hampir saja terhuyung ke depan jika keseimbangannya tidak baik. Saat kepalanya terangkat dia bisa melihat tatapan tak bersahabat eunbi dengan sedikit seringan jahatnya.

“seharusnya tadi kau mengetuk pintu saja dan masuk dari pada menguping seperti pencuri ” sindir eunbi yang membuat muka yoona memerah entah karena malu atau karena marah. Tapi eunbi rasa itu karena keduanya.

Baru saja yoona akan membalas eunbi tapi dia kalah cepat dengan eunbi yang sudah melenggang pergi tanpa lupa menyenggol pundaknya cukup keras. apa karena eunbi akan segera pergi maka dia jadi lebih berani?

***

Seharusnya hari ini dan moment bahagia ini menelusup ke hati mereka dan menularkannya pada orang lain. Tapi ini hambar! Tidak ada perasaan aneh yang seharusnya kyuhyun dan eunbi rasakan hari ini. lantunan lagu pernikahan yang mengiringi tak semerdu biasanya, tepuk tangan yang saling bersahutan malah terdengar menyesakkan.

Ada perasaan sedikit lega dan kesedihan yang datang bersamaan. Kelegaan dan kesedihan yang berbeda tapi sama-sama kyuhyun dan eunbi rasakan. Perasaan yang tidak bisa mereka ungkapkan. Tarikan bibir yang mereka tunjukkan hanya sebuah keterpaksaan.

Para keluarga sedang melakukan foto bersama, tapi dimana keluarga kyuhyun? Eunbi baru sadar jika tadi yang datang hanya koleganya. Apa dia tidak punya orang tua atau setidaknya saudara? Beginilah jadinya jika eunbi menikahi dengan orang yang tidak dia kenal, eunbi bahkan tidak tahu siapa saja anggota keluarga kyuhyun yang eunbi tahu hanya young shik yang sudah meninggal.

Sudahlah! Eunbi tidak mau mengurusi hal tidak penting seperti itu.

Satu persatu semua tamu mulai pergi dan menyisahkan keluarga inti dari pengantin hari ini. Atau mungkin hanya keluarga eunbi saja. Dan jangan bayangkan suasana haru karena melepas eunbi pergi bersama kyuhyun. Tidak ada kalimat penuh kasih sayang yang eunbi terima. Bayangannya dulu tentang sebuah pernikahan berubah. Pernikahan yang menyatukan dua orang yang saling mencintai, pernikahan yang akan penuh dengan air mata kebahagiaan dan rasa haru orang tuanya. Nyatanya semuanya salah! Tidak ada yang benar satupun dari bayangan pernikahan yang dulu pernah ada dalam pikiran eunbi. Dua orang yang saling mencintai? Lupakan! Kalian tahu pasti bagaimana pernikahan ini terwujud, tanpa cinta tentunya bahkan tanpa mengenal satu sama lain.

Air mata bahagia? Sejak awal hanya ada perasaan hambar. Sebuah keterpaksaan dan saling memanfaatkan. lalu dimana eunbi harus mendapatkan air mata kebahagiaan itu?

Bahkan ayahnya tak akan mungkin menyampaikan betapa dia sangat menyayangi eunbi dan beratnya dia melepas satu-satunya putrinya.

ayahnya dan yoona sudah pergi lebih dulu dengan sopir keluarga. Dan meyisahkan eunbi bersama kyuhyun. Mulai hari ini dia akan mempunyai tempat pulang yang baru, melewati jalan yang tidak biasa dia lewati. Menuju rumah orang yang sekarang harus eunbi sebut suaminya.

Mobil hitam milik kyuhyun berhenti di depan mereka, tanpa banyak berkata kyuhyun langsung masuk menggambil dudu di kursi belakang. Sejenak eunbi hanya mendesis dan menyusul kyuhyun masuk ke dalam mobil. Dua orang asing akan sangat sulit melebur menjadi satu dalam waktu satu hari saja. Pertama kali eunbi bertemu dengan kyuhyun dan saat pria itu tiba-tiba datang melamarnya eunbi pikir kyuhyun bukanlah orang yang sedingin ini setidaknya dia akan memperlakukan eunbi dengan benar. Tapi lagi-lagi prediksinya salah! atau mungkin kyuhyun tidak berada dalam kondisi yang baik, dari raut wajah pria itu eunbi tahu ada sesuatu yang dia sembunyikan. Apa dia menyesal menikah dengan eunbi? lalu bagaimana dengan eunbi? gadis itu menolak pernikahan dari awal lalu kenapa sekarang dia diabaikan?

Tiga orang yang ada di dalam mobil itu hanya diam, sopir kyuhyun fokus menyetir dengan sesekali melihat eunbi dan kyuhyun dari kaca mobil. Bagaimana bisa pasangan pengantin baru saling diam seperti ini? Kyuhyun hanya sibuk menatap lurus jalanan dan eunbi yang sibuk memilin gaun penganntinnya.

Dari ekor mata eunbi dia melihat kyuhyun merogoh saku jasnya mengeluarkan benda pipih miliknya setelah terdengar dering ponsel.

“apa?! ” kyuhyun memekik membuat eunbi menoleh padanya tapi belum sempat dia bertanya mobil yang mereka tumpangi sudah memutar arah karena perintah kyuhyun. Ada kepanikan dan Kelegaan yang bercampur menjadi satu dalam raut muka kyuhyun. Pria itu seperti tidak sabar dengan laju mobil yang masih rata-rata, eunbi dapat melihat kyuhyun mengumpat tipis karena mobil berhenti sebentar karena lampu merah. Ada sejuta kebingungan yang ada di kepala eunbi yang tidak bisa dia katakan sekarang.

Rasa penasaran eunbi semakin bertumpuk sepuluh kali lipat saat mobil itu berhenti di depan sebuah rumah sakit. Kyuhyun segera melompat turun dan lagi-lagi meninggalkan eunbi.

Sialan!

Apa dia lupa kalau eunbi juga ikut bersamanya?! Eunbi ingin memaki tapi dia mengurungkan niatnya dan segera ikut berlari menyusul kyuhyun yang entah akan kemana.

Ekor gaun pengantinnya menyapu lantai rumah sakit yang kemudia buru-buru eunbi tarik sebisanya. Hetakan heelsnya mengundang tatapan aneh pada eunbi karena berlari di dalam rumah sakit dengan gaun pengantin. Tapi eunbi tidak punya waktu untuk sekedar balik menatap mereka dia hanya focus mengejar kyuhyun.

Apa gadis ini gila?!

Kurasa dia ditinggal pengantin prianya

Apa pengganti prianya mengalami kecelakan?

Kasihan sekali dia

Masa bodoh!

Eunbi menulikan telinganya dengan mempercepat langkah kakinya, tapi tetap saja dia tidak bisa mengimbangi langkah kyuhyun.

Eunbi berhenti dengan nafas yang masih tersengal-sengal. Sementara kyuhyun sudah masuk ke dalam ruangan.

Wanita dengan beberapa peralatan rumah sakit yang menancap di tubuhnya sedikit menoleh mendengar pintu kamarnya berdecit terbuka. Disana kyuhyun berdiri sebelum akhirnya perlahan mendekat setelah mengontrol emosinya. Pikirannya buntu. Dia pasti akan mendapat pertanyaan dari kakak iparnya itu, pertanyaan yang kyuhyun tidak tahu bagaimana harus menjawabnya.

“kyu” kata min soo – kakak ipar kyuhyun- lirih

“kakak sudah sadar? ”

” dimana suamiku? ”

Inilah pertanyaan yang kyuhyun duga.

” jawab aku! ” perintah min soo sedikit memaksa dengan kondisi yang masih lemah. Saat dia sadar dia tidak mendapti suaminya di sampingnya bahkan suster yang menanganinya tidak menjawabnya. Dia masih ingat bagaimana kecelakaan itu terjadi, dia masih ingat saat young shik memanggilnya sangat lirih dengan darah yang keluar dari kepalanya.

” kakak istirahat saja dulu. Kita bahas ini nanti” akhirnya kyuhyun memilih menghindar. Dia berpaling dan hendak pergi tapi suara kesedihan itu menahannya.

“apa dia meninggal? ” sekuat tenaga min soo mengeluarkan pertanyaan itu, pertanyaan yang bahkan di tolak hati dan pikirannya. Dia masih ingat betapa dahsyatnya kecelakaan itu semuanya terasa mungkin jika mereka tidak selamat. Tapi kenapa dia terbangun di ranjang rumah sakit seorang diri? dimana suaminya? Young shik yang dia kenal tidak akan mungkin meninggalkannya sendiri apalagi dalam kondisi seperti ini. Dia tahu betul bagaimana pria itu sangat mencintainya, bagi young shik min soo lah orang yang paling dia kasihi jadi tidak mungkin pria itu pergi secepat ini dan meninggalkannya.

Seperti ada ribuan duri yang menghambat pita suara kyuhyun.

“kak” kyuhyun berbalik dan saat itu dia menyadari kalau kakak iparnya sudah menangis, min soo terduduk di ranjang rumah sakit dan menatap kyuhyun memohon. Kyuhyun tidak tega. Air matanya menggenang di pelupuk matanya tapi kyuhyun tidak ingin menangis.

“kak-”

“kumohon. Apa dia sudah pergi? ”

Dan kali ini air mata kyuhyun tumpah meskipun dia buru-buru mengusapnya. kyuhyun mengangguk menjawab min soo lewat gerakan tubuhnya seolah dia tidak bisa hanya sekedar mengatakan ‘iya’

” kau bohongkan? ”

Ada kesedihan melebihi yang kyuhyun bayangkan dari setiap kata itu. Dia mendekat ke arah ranjang dan memeluk kakanya.

” maafkan aku. Maafkan aku”

“kau bohong kyu! Dia tidak mungkin meninggalkan aku! ” Min soo memberobtak dalam pelukan kyuhyun dengan tangis yang semakin pecah. Meskipun ini adalah salah hal yang min soo duga tapi sejujurnya hati dan otaknya masih tidak bisa menerima hal ini. Dia masih bersama suaminya sebelum dia kehilangan kesadaran tapi kenapa hal ini bisa terjadi? kenapa saat dia tersadar dan membuka mata young shik tidak ada. Pria itu selalu berjanji padanya untuk tidak meninggalkan min soo tapi apa ini?

 

” dia tidak mungkin pergi!”

“kyu! Bawa aku padanya! ”

” bilang padanya dia tidak perlu melakukan sebuah drama lagi! ”

” hiks.. Hiks… Kau bohong kyu! ”

” young shik tidak mungkin meninggalkanku”

Dan kyuhyun hanya diam tidak bisa menjawab. jawaban apa yang harus kyuhyun berikan? Bahkan dirinya saja masih terlalu sulit untuk menerima kepergian young shik.

“kau bohong! ”

Sekali hentakan min soo menarik infus yang menancap di pergelangan tangan kanannya, melepaskan pelukan kyuhyun tapi saat dia akan turun dari ranjang rumah sakit dan berdiri min soo terjatuh membuat kyuhyun memekik.

” kakak! ”

” tidak. Aku ingin bertemu dengan young shik” tangan kyuhyun ditepis.

“kak. Kumohon. hyung sudah pergi.”

“tidak.kau bohong! ”

” kak-”

“tidak kyu. Kau tidak boleh mengatakan itu! Dia tidak mungkin meninggalkanku”

Kyuhyun terduduk di lantai di samping min soo yang sudah meringkuk bersama tangisnya.

Disisi lain eunbi yang tadi sempat memaki kyuhyun karena meninggalkannya hanya berdiri di ambang pintu yang sedikit terbuka. Entah sejak kapan dia ikut menangis dan memekik saat orang yang kyuhyun panggil kakak ipar itu terjatuh. Dia pikir kyuhyun menemui kekasihnya tapi dia salah dia istri dari mendiang kakak kyuhyun.

Eunbi tidak tahu rasa sakit seperti apa itu, tapi melihat kakak adik yang sekarang saling berpelukan di lantai rumah sakit yang dingin membuat hatinya juga ikut tersayat. Dia tidak tahu kalau kyuhyun juga punya kesedihan seperti itu. Pria yang eunbi kira hanya seorang pria egois ternyata mempunyai emosi seperti itu. apakah ini jawaban dari raut wajah sedih yang kyuhyun tampilkan di altar tadi? apakah karena dia harus kehilangan kakak yang sangat dia cintai?

***

Setelah kakaknya tenang kyuhyun memutuskan untuk pergi. Matanya menangkap gadis yang terduduk di bangku depan ruang rawat kakaknya sambil meluruskan kakinya sambil sedikit memijatnya. Gaun pengantin masih melekat di tubuhnya.

Pandangan mereka bertemu dan kyuhyun yang pertama memutus kontak mata itu.

“aku akan menemui dokter dulu”

Lagi-lagi kyuhyun langsung melengang pergi tanpa menunggu persetujuan eunbi.

“kyu” panggilan itu membuat kyuhyun berhenti dan dia mendengar suara kaki yang mendekat padanya.

“apa aku boleh ikut? ” eunbi bertanya setelah berdiri di samping kyuhyun. Dia dengan sabar menanti jawaban kyuhyun, tapi sepertinya kyuhyun menolaknya.

” baiklah. Aku akan menunggu di bangku itu saja” eunbi berbalik tapi tangannya ditahan kyuhyun.

“ikutlah”

****

Sejak mereka keluar dari ruangan dokter sampai mereka berada di dalam mobil kyuhyun masih diam.

Eunbi tahu penjelasan dokter tadi membuat kyuhyun frustasi. Min soo mengalami kelumpuhan. Semua kenyataan menyedihkan tentang kehidupan kyuhyun sedikit merubah pandangan eunbi pada pria yang sekarang berstatus sebagai suaminya itu. Eunbi tahu jika ini adalah beban terberat yang harus kyuhyun tanggung. Helaan nafas yang dari tadi keluar dari mulutnya pertanda jika kyuhyun sedang mati-matian menerima kenyataan ini.

“pak. Bisakah kau berhenti sebentar? ” itu perintah eunbi. Dan setelah itu mobil menepi di pinggir jalan yang sepi.

” bisakah kau tinggalkan kami sebentar? ”

” kau mau apa? ” tanya kyuhyun setelah sopir itu keluar. Kyuhyun bahkan tidak menatap eunbi saat pria itu bertanya, jalanan yang sepi masih menjadi fokus utamanya.

” kenapa menahan kesedihan seperti itu? Jika aku sedang sedih aku akan menangis sebisa yang aku lakukan. Kau hanya akan menyesakkan dirimu sendiri jika seperti itu”

Kyuhyun masih bergeming. Tahu apa tentang kesedihannya gadis ini? Batinnya

“kau terlalu berusaha keras untuk menahan air matamu di rumah sakit.”

Kali ini gerakan eunbi yang mengenggam tangannya membuat kyuhyun menoleh pada gadis itu.

“sekarang tidak ada orang yang harus kau kuatkan. Menangislah jika kau ingin. ”

” aku tidak tahu seburuk apa rasa sedihmu tapi kyu biarkan dirimu mengutarakan satu kali saja kesedihan itu”

Padangan mereka bertemu, dan mata indah eunbi terkunci pada mata kyuhyun. kali ini kyuhyun tidak ingin memutus kontak mata itu.

“saat aku sedang sedih aku akan mencari seseorang untuk aku genggam tangannya. Itu akan mengurangi sedikit bebanku”

“kau tidak tahu betapa sakitnya ini. ” akhirnya kyuhyun berucap dan eunbi siap mendengarkan semua keluh kesah prianya itu. Untuk pertama kalinya kyuhyun mengutarakan kesedihan yang sudah lama dia tahan sendiri.

” aku terlalu sering memberontak padanya, bahkan aku belum sempat mengatakan padanya jika aku sangat menyayanginya. Jika aku tahu dia akan pergi secepat ini aku tidak akan memberontak padanya. Jika saja-” kalimat kyuhyun tercekat karena air matanya yang tumpah.

“jika-jika-dia pergi secepat ini–” kyuhyun tidak bisa melanjutkan kalimatnya karena tangisannya. air matanya benar-benar tumpah dan kali ini dia tidak ingin menghapusnya.

Tubuhnya di tarik dalam pelupakan hangat, tepukan ringan di bahunya membuat dia semakin menangis. Akhirnya dia punya tempat untuk menangis. Tempat yang selama ini hanya untuk ibunya dan young shik.

“aku hanya ingin minta maaf padanya”

“aku salah”

“aku bahkan tidak mau menuruti semua perintahnya”

“hanya dia yang menjagaku setelah kepergian appa dan eomma”

“dia banyak menderita karena aku”

Eunbi semakin mengeratkan pelukannya pada kyuhyun. Sementara pria itu sudah menangis.

Dua orang asing yang harus terjebak dalam sebuah ikatan pernikahan itu nyatanya bisa saling menguatkan satu sama lain. Pertama kalinya kyuhyun menangis dalam pelukan orang asing. Tapi eunbi mempu membuat dia merasa nyaman. Gadis itu sudah paham betapa sakitnya saat kita tidak punya tempat untuk berbagi. Kesedihan dan masalah mereka berbeda tapi sepertinya hal itu juga yang akan menyatukan mereka.

 

==============TBC===========

author’s note : oke part 7 nya uda up nih 🙂 lebih panjang dari part sebelumnya kan..

dan buat kalian yang uda baca story ini jangan lupa komen dan like  ya, semakin banyak komen dan like semakin cepet publish nya 🙂

semoga enggak tambah bosen sama cerita ini ya 🙂

oke see you di part selanjutnya 🙂

jangan lupa mampir ke wattpad author @hanni_95 ❤ ❤

Not a Contract Marriage [Bab 6]

Eunbi menyesal pulang lebih awal membuat dia terjebak di meja makan bersama dua orang yang eunbi hindari.

“datanglah besok. Aku sudah membuat janji dengan cho kyuhyun, adik cho young shik”

lagi-lagi pembahasan yang sama. kenapa eunbi selalu diributkan dengan pria bermarga cho itu? apa eunbi tidak bisa sedikit saja menentukan hidupnya? termasuk menikah? haruskah ayahnya juga yang memilih siapa yang harus menikahi eunbi?

“cho kyuhyun?” Eunbi tentu masih ingat dengan nama itu, nama orang yang baru tadi pagi membuat dia hampir kena serangan jantung. Tapi eunbi masih tidak paham dengan semua pria-pria yang merecokinya ini. ayahnya? lalu pria bernama young shik? dan kyuhyun? kenapa mereka membuat eunbi seperti sedang terjebak. awalnya young shik yang mengatur pertemuan dengan ayahnya sekarang cho kyuhyun itu.

“dia adalah adik young shik. Kali ini dia sendiri yang membuat janji karena young shik baru meninggal kemarin”

satu lagi hal yang membuat eunbi semakin bingung. young shik meninggal? kapan?

baiklah hwang eunbi itu tidak penting! meskipun dia hidup atau meninggal kau tidak akan setuju dengan perjodohan bodoh ini kan?

“aku tidak mau” tolak eunbi lantang

“kau harus datang. Dia adalah calon pewaris tunggal perusahaan keluarganya sekarang. Akan sangat bagus jika kau menikah dengannya”

Eunbi membanting sendoknya membuat suara nyaring.

“untukku atau untukmu? ”

” aku bukan barang yang bisa di beli begitu saja! ”

” kau! ” tuan hwang menggeram

” aku tidak akan menikah hanya karena uang atau perusahan. Apa ayah tidak bisa mengerti? Aku dan wanita itu berbeda” tunjuk eunbi pada yoona yang dari tadi hanya menjadi penonton. meskipun dia hanya menunjuk lewat tatapan matanya tapi yoona tidak bodoh sampai tidak menyadari maksud eunbi.

“kau! ” kali ini yoona yang berteriak. Kenapa dia selalu disangkut pautkan dengan pertengakaran ini. Biar yoona akui kalau dia orang ketiga di keluarga inu tapi apakah semua ini salahnya sepenuhnya? Ayah eunbi juga salah karena membawanya menjadi orang ketiga. Ya, itu adalah salah satu fakta yang membuat eunbi tersenyum kecut.

Eunbi berdiri sebelum mendengar teriakan yang lain, dia malas berdebat. cukup hari ini, dia sudah terlalu lelah dengan drama pria-pria yang seolah mengatur hidupnya itu. ayahnya yang mati-matian memaksa eunbi untuk menyetujui perjodohan itu dan kyuhyun yang dengan gilanya melamarnya.

“aku tidak akan setuju dengan perjodohan itu!”

**

Siang ini kyuhyun datang lagi ke coffe shop milik eunbi. Dia tidak yakin kalau gadis itu akan datang untuk makan malam bersama ayahnya nanti malam. Sudah menjadi rahasia umum jika kedua orang itu memiliki hubungan yang buruk.  Dan melihat gadis itu bereaksi kemarin kyuhyun 100% yakin kalau eunbi akan melakukan segala cara untuk menghindar dari perjodohan ini.

Segelas americano menjadi teman kyuhyun menunggu eunbi datang. Gadis itu selalu datang di jam makan siang, ya itu adalah salah satu informasi yang kyuhyun dapat dari young shik dulu. Ada untungnya juga young shik selalu menceritakan tentang eunbi dulu, setidaknya kyuhyun tidak perlu membayar mata-mata untuk mengawasi eunbi karena kakanya sudah melakukan hal itu lebih awal.

Gerakan kaki di bawah meja dengan mata yang terus memindai jarum jam yang melingkar di tangannya pertanda kalau kyuhyun sudah mulai bosan. Dia benci menunggu.

Suara pintu terbuka membuat kyuhyun menoleh dan langsung berdiri seolah menyambut gadis yang mengurungkan langkah kakinya dan menatapanya aneh. Kyuhyun dapat melihat bola mata eunbi berotasi yang disusul decakan kesal dari mulut gadis itu.

“aku sudah menunggumu lama”

“aku tidak menyuruhmu” potong eunbi.

“ck! Tidak bisakah kau memikirkan tentang tawaranku kemarin? ”

Kyuhyun sudah gila! Sejak kapan dia menjadi pengemis cinta seperti ini? Biar kyuhyun koreksi, dia tidak mengemis cinta!

” tawaran yang mana? Menikah denganmu? ”

Sial! Eunbi memang pintar membuat kyuhyun sekarang menjadi pusat perhatian seluruh pengunjung cafe. Bisa kyuhyun tebak jika mereka pasti sedang berfikir kalau kyuhyun ditolak.

“pergilah aku tidak tertarik”  tambah eunbi.

Ternyata eunbi adalah gadis yang susah untuk diajak berkompromi. Dia terlalu keras. Kalau saja dia tidak butuh gadis ini sudah pasti kyuhyun akan pergi dari tempat ini sebelum di usir. Tidak perlu mendengar untuk kedua kalinya pengusiran itu.

Eunbi berlalu begitu saja meninggalkan kyuhyun yang masih ditatap aneh oleh pengunjung cafe.

Sialan!

Jika kyuhyun mengikuti eunbi masuk ke ruangan pasti semua orang berfikir kalau kyuhyun benar-benar mengemis cinta pada eunbi. Baiklah biar kyuhyun lepaskan gadis itu kali ini saja.

***

Eunbi menengadahkan kepalanya menatap langit-langit ruangannya. Kursi yang dia duduki sedikit dia gerakan ke kanan dan ke kiri. Otaknya berputar memikirkan sesuatu.

Dering ponsel yang sudah terhitung kesepuluh kalinya terus berbunyi. Tanpa melihat eunbi sudah tahu siapa yang menghubunginya. Kali ini terdengar suara pesan masuk. Tapi eunbi masih tidak berniat untuk melihat ponsel yang tergeletak di atas mejanya.

Brak!

Pintu terbuka begitu keras sampai eunbi hampir meloncat dari tempat duduknya.

“apa kau tidak punya tangan sampai kau tidak bisa mengangkat teleponku! ”

Eunbi mendesih menatap malas ayahnya yang masuk tanpa permisi dan teriak-teriak.

” jawab aku! Apa kau tuli?! ”

” apa yang harus aku jawab? Mengangkat teleponmu? ” eunbi balik bertanya.

” aku tidak akan datang! ” lanjutnya dengan penekanan di setiap katanya.

” kau! ” tangan tuan hwang mengepal di udara.

” semakin hari kau semakin kurang ajar saja”

“ku tunggu kau nanti malam atau aku akan benar-benar menarik semua biaya rumah sakit ibumu”

“ayah! ”

” keputusan ada padamu”

Eunbi menghela nafasnya dan tersenyum mengejek pada pintu yang baru saja tertutup. Sudah eunbi bilang jika ayahnya selalu tahu bagaimana memaksa eunbi untuk melakukan segala hal. Apa tidak ada cara untuk keluar dari masalah ini?! Teriak eunbi pada dirinya sendiri. Kenapa dia selalu jadi orang yang tak berdaya.

***

Kyuhyun menyeringai melihat gadis yang menggeraskan rahangnya duduk di depannya. Tentu saja dia senang karena tuan hwang mau membantu menyeret anaknya datang kesini. Kalau seperti ini kyuhyun terdengar seperti psikopat gila yang menghalalkan segala cara untuk mewujudkan keinginannya.

“aku hanya ingin bicara berdua saja dengan kyuhyun”

Eunbi yang tadi diam tiba-tiba berucap membuat dua orang pria yang duduk bersamanya sama-sama mengerutkan keningnya.

“berikan kami waktu” pinta eunbi pada ayahnya yang segera keluar dari ruangan yang mereka sewa secara khusus.

Lamat-lamat kyuhyun menatap eunbi mencari pencerahan dari wajah gadis yang sekarang terlihat dingin itu. Tadi siang dia baru menolak kyuhyun dan sekarang dia ingin berbicara berdua?

“jadi ada apa? ” kyuhyun mengutarakan kebingungannya.

” aku tidak ingin bertele-tele jadi biar aku langsung ke inti”

“aku tahu kau punya maksud atas pernikahan ini, mendapatkan tahtamu”

Eunbi tersenyum mengejek. Gila! Dia seperti dimanfaatkan saja. Pria memang tidak pernah tulus mencintai wanita, ya seperti ayahnya.

kyuhyun tidak tahu bagaimana eunbi tahu tentang masalah warisan dan wasiat itu. Tapi kyuhyun tidak mau ambil pusing, hampir semua koleganya tahu tetang wasiat konyol ayahnya itu.

“jadi biarkan pernikahan ini juga menguntungkan untukku. Aku akan setuju menikah denganmu asalkan kau mengambil alih pengobatan ibuku” lanjut eunbi serius.

“hanya itu? ”

Eunbi mengangguk. Tidak penting dengan harta kyuhyun atau yang lain yang terpenting saat ini adalah dia bebas dari ayahnya. Setelah dipikir-pikir tawaran kyuhyun tidak buruk, setidaknya eunbi tidak akan berada di rumah yang seperti neraka itu. Meskipun eunbi masih bimbang dengan keputusannya, keluar dari mulut singa tidak menjamin eunbi untuk tidak masuk ke dalam mulut buaya.

Kyuhyun mencondongkan duduknya dengan menaruh kedua tangannya di meja.

“biar kujelaskan satu hal. Aku tidak menikahimu untuk sebuah pernikahan kontrak yang nanti aku akan menceraikanmu dalam kurun waktu tertentu. Baiklah, mungkin jika kita memang tidak cocok kita akan berpisah tapi aku ingin kau menjadi istriku sepenuhnya. Di rumahku maupun di depan kolegaku. Kau baru mengajukan padaku sebuah syarat? ”

Kali ini kyuhyun yang mendesis. Apa wajahnya tidak tampak serius saat meminta gadis itu untuk menikah dengannya? Apa wajahnya sebrengsek itu sampai mengajukan pernikahan kontrak yang kyuhyun tidak tahu apa keuntungan baginya?

” membiayai ibumu? Aku tidak akan keberatan dengan itu. Bahkan aku juga akan senang membantu ibu mertuaku”

Glek

Eunbi kesusahan menelan ludahnya.

Apa kyuhyun bilang ini bukan pernikahan kontrak?

Untuk keseribu kalinya eunbi yakin kalau kyuhyun memang gila!  Tapi kenapa kata-kata kyuhyun tadi sedikit menghangatkan lubuk hatinya. Eunbi tidak memungkiri kalau hanya ada ketulusan dari manik mata kecoklatan yang sekarang menatapnya lurus menembus manik mata miliknya.

tapi getaran apa ini?

Eunbi berdehem menetralkan tenggorokannya yang terasa sangat kering. Seharusnya eunbi yang membuat kyuhyun tidak nyaman bukan pria itu.

“kau mendapatkan keuntungan aku pun juga. Kurasa itu adil. ” kata eunbi, tidak ingin terpengaruh dengan kata-kata kyuhyun yang bilang ini bukanlah pernikahan kontrak yang selama ini dia pikirkan. Pantas saja bukan kalau eunbi berfikir seperti itu, jika faktanya pernihakan ini adalah salah satu syarat agar kyuhyun tetap mendapatkan harta warisannya.

” kalau begitu urus saja pernikahan ini bersama ayahku” lanjut eunbi

Setelah itu eunbi langsung pergi tanpa menunggu kyuhyun untuk menjawab. Sialan dia gugup!  Bahkan tadi dia sampai membentur meja saat dia berdiri. Oksigen yang dia hirup seperti semakin menipis.

Kyuhyun rupanya sudah gila. Sejak kaoan dia jadi dewasa seperti ini? Dia bahkan tidak sadar mengatakan dengan begitu mantap tentang pernikahan yang akan mereka jalani. Bukan pernikahan kontrak? Gila! Padahal kyuhyun tidak yakin bisa menerima gadis itu di rumahnya. sepertinya kyuhyun yang kekanakan telah berubah!

**

Pikiran eunbi masih dipenuhi dengan perkataan kyuhyun tadi. Bukan pernikahan kontrak?!

Ini bukan pernihakan……

Apa dia gila?!

Eunbi menendang selimutnya dan duduk tegap.

“jadi dia ingin aku menjadi istrinya seutuhnya? Astaga kurasa aku harus masuk kedalam neraka lagi”

Bagaimana ini masuk akal?!  Jika kyuhyun mengatakan ini bukan pernikahan kontrak maka eunbi harus menjadi istrinya seutuhnya bukan? Pria itu bisa saja menyentuhnya atau bahkan menidurinya lalu eunbi harus melayani semua kebutuhan kyuhyun, sarapan kyuhyun, pakaian pria itu. Tidak.Tidak. Ini gila!

Eunbi bahkan tidak tahu seperti apa pria yang melamarnya itu.

“ya tuhan. Aku terlanjur menyetujui pria gila itu”

Dalam satu gerakan eunbi menelusupkan kepalanya ke dalam selimut. Apa memang dia ditakdirkan seperti ini? Dia memang tidak lagi percaya cinta, tapi menikah dengan orang yang tidak eunbi kenal? Apa yang lebih buruk dari ini?

—TBC—

AUTHOR’S NOTE: yey author langsung update dua part sekaligus loh hehehe

Dan author ingetin lagi buat kalian yang uda baca cerita ini jangan lupa komen dan like ya 🙂  kalo banyak yang komen dan like aku akan cepetin updatenya.

oke, see you di part selanjutnya. tungguin ya… 🙂

Not a Contract Marrige [Bab 5]

Suara dentingan peralatan masak di luar membuat kyuhyun terbangun. Pria itu merenggangkan punggung dan tangannya yang teras pegal. Rupanya tadi malam dia menangis sampai tertidur di ruang kerja young shik.

Tangannya mengusap wajah dengan kasar, mencoba melupakan semuanya. Tapi bayang-bayang penyesalan itu tidak bisa hilang, selalu berputar otomatis di kepalanya membuat frustasi. Tiba-tiba ada yang menarik perhatiannya. Sebuah foto. Foto yang selalu young shik bilang dengan ‘gadis cantik’.

“kau benar hyung dia memang cantik. Aku berbohong padamu waktu itu” akunya pada diri sendiri

“apa kau benar-benar ingin dia menjadi adikmu? ” kyuhyun bertanya seolah dihadapannya ada young shik yang siap menjawab. Menerawang jauh kira-kira jawaban apa yang akan kakaknya itu berikan.

Kyuhyun berjalan gontai ke kamarnya, kepanya sedikit pening. Tapi tidak ada waktu istirahat apalagi bersantai untuk saat ini baginya.

” tuan sarapannya” itu suara ahn ahjumma. Pembantu di rumah ini. Kyuhyun tidak ingin menyahut. Apa dia masih bisa makan di saat seperti ini? kyuhyun terus melenggang pergi masuk ke dalam kamarnya.

Setelan jas dengan kemeja putih menggantung indah di tubuhnya. Dari dulu dia tidak pernah suka memakai setelan seperti ini tapi sepertinya kyuhyun harus mulai membiasakannya mulai sekarang. Ada sedikit rasa ngilu di hatinya saat dia kembali teringat young shik. kakak yang sering menggoda kyuhyun hanya karena memakai setelan seperti ini.

“kau benar. Aku memang tampan saat mengenakan setelan seperti ini” puji kyuhyun pada dirinya sendiri. Bukan apa-apa, young shik selalu mengatakan itu saat kyuhyun bersedia memakai pakaian yang setengah formal seperti ini. Terlalu banyak hal yang harus kyuhyun akui rupanya, saat young shik masih ada kyuhyun selalu menganggap semua itu adalah hal kecil yang tidak penting, tapi sekarang dia sadar kalau semua hal itu menjadi sesuatu yang sangat berharga saat orang yang dia kasihi itu pergi.

***

Pengacara keluarga cho sudah duduk di ruang tamu saat kyuhyun keluar dari kamarnya.

“selamat pagi tuan cho”

Kyuhyun mengambil duduk di sofa depan pengacara yang sudah mengabdi pada keluarga ini sejak kakek kyuhyun masih hidup. Saat seorang anggota keluarga meninggal maka akan ada pembacaan wasiat, seperti sekarang. Sebenarnya kyuhyun sama sekali tidak tertarik dengan hal seperti ini, baginya wasiat itu adalah sebuah beban sekaligus amanah yang harus dia laksanakan mau tidak mau.

“silahkan” kata kyuhyun mempersilahkan pria seumuran mendiang ayahnya itu membacakan sebuah kertas yang dari tadi dipangkunya.

“kau tahu tentang wasiat almarhum ayahmu tentang memimpin perusahaan? ”

Kyuhyun mengangguk. Dia sudah sering medengar itu dari young shik. Tentang peraturan menikah sebelum memimpin perusahaan.

“waktu yang diberikan padamu satu bulan untuk mencari pendamping. Jika kau tidak menikah dalam waktu satu bulan itu  maka kau tidak berhak untuk harta warisan, semuanya akan diberikan pada yayasan”

secepat inikah?

 

pertanyaan itu masih terus menggaung di otaknya. Baru kemarin dia mengantar young shik beristirahat, sekarang dia harus dihadapkan pada masalah baru. Rasa sedihnya masih terlalu dalam untuk memikirkan hal itu, tapi peraturan tetap peraturan. kyuhyun harus patuh meskipun dia ingin mengutuk ayahnya karena wasiat gila seperti itu.

 

Dalam satu hari kyuhyun dituntut untuk berfikir dewasa, seorang pria yang kemarin sore masih mengunjungi klub malam untuk bersenang-senang sekarang harus dihadapkan pada kondisi ‘gadis mana yang akan kau nikahi? kapan kau akan menikah? ‘

 

“tenang saja. Aku akan menemuinya sekarang”

 

pengacara itu sedikit tercengang karena kyuhyun secepat itu menjawabnya. semua orang tahu jika kyuhyun bukanlah orang yang merencakan masa depan sedini ini apalagi menikah.

“aku akan menghubungimu lagi saat tanggal pernikahan ditetapkan” lanjut kyuhyun yang hanya bisa dibalas anggukan dari pengacara keluarganya itu.

perasaan dan pikiran kyuhyun saat ini sedang bercabang kemana-mana. Dia bahkan tidak tahu apa yang dia lakukan. menikah? baiklah itu untuk wasiat keluarga. Tapi gadis pilihannya?

***

Mobil kyuhyun berhenti di depan sebuah coffe shop. Berkat biodata yang young shik berikan padanya waktu itu, dia bisa menemukan tempat ini. Sebuah bangunan berukuran sedang di tengah-tengah kota yang tidak pernah tampak sepi. kyuhyun memantapkan hatinya sebelum keluar dari mobil dan masuk kedalam coffee shop.

“selamat datang tuan. Anda ingin memesan apa? ” suara ramah pegawai coffe menyambangi telinganya tapi mata kyuhyun mengedar mencari seseorang.

” dimana bosmu? ”

” apa? ”

” hwang eunbi. Dia bosmu kan? ”

Pegawai itu sedikit berfikir kemudian matanya menatap gadis yang baru saja masuk menggeser pintu kaca di depan.

” kau hwang eunbi? ”

Tanya kyuhyun setelah mengikuti arah pandang pelayan cafe itu. Menurut ingatannya gadis yang baru saja masuk itu sama dengan foto yang diberikan young shik beberapa hari lalu. Hanya mungkin ada sedikit perbedaan di rambutya, tapi mata,hidung dan bibir gadis itu sama.

Eunbi diam. tidak menjawab. Apa pria yang menghalangi jalannya ini baru saja menebak namanya? atau apakah pria di depannya ini seorang penjahat yang mengincarnya? Demi kawat gigi yoona eunbi tidak mengenal pria ini!

“aku cho kyuhyun. Kita harus bicara”

Sangat dingin dan to the point. Kyuhyun berkata seolah mereka sudah mengenal sejak dulu. Pria itu hanya ingin ini semua cepat selesai. tapi Eunbi? gadis itu bahkan tidak tahu apakah ini realty show di televise atau memang pria itu mengenalnya.

mata eunbi tampak menyipit.

“tapi aku tidak ingin bicara denganmu” setelah itu dia segera berlalu naik ke lantai dua menuju ruangannya. Meskipun dia seorang presiden eunbi tidak ingin berbicara sekarang. Moodnya masih terlalu buruk untuk beramah tamah , apalagi dengan orang yang tidak dia kenal.

Kyuhyun tersenyum mengejek dirinya sendiri. Ternyata bukan hanya dirinya saja yang menolak perjodohan ini, gadis tadi sepertinya juga tidak setuju. Lihat cara seorang hwang eunbi tadi menatapnya tidak suka, meskipun kyuhyun ragu kalau eunbi tahu tentangnya. Tapi kyuhyun sudah memutuskan. Dia akan menikahi gadis itu. Apapun caranya!.

Bukankah ini lucu? Dalam waktu yang sangat singkat kyuhyun merubah semua kehidupannya, termasuk percintaannya. Mendengar nama ‘eunbi’ keluar berulang kali dari mulut young shik membuat dia sedikit naik darah tapi sekarang? Dengan sadar kyuhyun datang ketempat ini sendiri. Jika kalian ingin tertawa kyuhyun akan terima. Karena sejujurnya kyuhyun juga mengejek dirinya sendiri dalam hati.

***

Eunbi berdecak menatap pria yang langsung duduk di kursi depannya setelah masuk ruangannya tanpa mengetuk pintu. Apa dia sudah gila? Mereka jelas tidak saling mengenal?

“apa maumu? ” tanya eunbi sarkartis.

” menikahlah denganku”

Habis sudah kata-kata eunbi. Dia diam mencerna apa yang dia dengar dan memasukkannya ke otak.

Oke. Pria ini memang gila!

“kau gila?! Kita tidak saling mengenal”

“aku sudah memperkenalkan diri tadi. Namaku cho kyuhyun. Aku tahu, kau tahu siapa aku” sedikit menyombongkan diri. Menurut hasil observasinya hanya segelintir orang saja yang tidak tahu siapa dia di negara ini. Apakah eunbi juga segelintir orang itu? Kyuhyun rasa tidak.

“tapi aku memang tidak mengenalmu. Jadi pergi dan jangan ganggu aku”

Ternyata eunbi masuk dalam segelintir orang itu.

“kau tahukan pria bernama cho young shik. Kurasa kau pernah bertemu dengannya sebelumnya” Baiklah biar kyuhyun memberi wanita yang sudah melukai harga diri kyuhyun ini sedikit clue.

Cho young shik? Nama itu tidak asing. Akhir-akhir ini sepertinya eunbi sering mendengar nama itu. Dan ingatan eunbi terbuka. Cho young shik pria yang ingin ayahnya jodohkan dengannya?

mata eunbi menyipit seperti mengatakan ‘apa yang ingin kau bicarakan’. Apa ini adalah salah satu cara ayahnya untuk membawa eunbi pada pria bernama young shik? Demi Tuhan permainan apa ini?

“dari ekspresimu kusimpulkan jika kau tahu pria itu”

“dia kakaku. Kakak yang sialnya memilihmu menjadi pendampingku”

Eunbi hanya bisa menatap kyuhyun bodoh dengan kerutan dikening yang semakin bertambah. Apa ini sebuah lelucon yang pria itu ceritakan padanya? Bahkan akal sehat eunbi tidak bisa mencerna dengan baik. Butuh waktu satu menit untuk eunbi mengerti dan akhirnya mengumpat. Ya ampun drama apa ini? Jadi maksudnya bukan pria yang dia temui tempo hari yang ingin dijodohkan dengannya? Cho young shik, cho kyuhyun mereka mempunyai marga yang sama, jadi mereka bersaudara? jadi selama ini eunbi salah paham? Tapi apa maksud pria yang mengaku bernama kyuhyun itu tiba-tiba memintanya menikah dengannya? meskipun kyuhyun lebih muda dan lebih tampan dari pria yang dia temui tempo hari tapi tetap saja pria ini gila! melamarnya di saat mereka baru pertama kali bertemu?

“aku tidak tertarik dengan tawaranmu” tolak eunbi keras kepala.

“bukankah kita sudah dijodohkan? Jadi kita harus menikah” kata kyuhyun tidak kalah keras kepala.

Apa pria ini masih waras? Batin eunbi.

Dia terlalu bodoh atau terlalu munafik? Setuju untuk menikah hanya karena mereka sudah dijodohkan?. Dan lagi, mana ada pria secepat itu memutuskan menikahi seorang gadis yang bahkan dia tidak tahu bagaimana sifatnya. Ingin seperti apa pernikahannya nanti? Segila apapun Eunbi dia tidak akan menyetujui kyuhyun. Tidak!

“tapi aku menolak perjodohan itu” kata eunbi tegas membuat rahang kyuhun mengeras. Pria itu jelas tidak suka penolakan. Apalagi sampai melukai harga dirinya seperti ini. Setengah mati kyuhyun sudah menahan diri untuk segera pergi saat dia menolaknya di bawah tadi. Tapi ternyata gadis ini jauh lebih keras kepala darinya. selama ini kyuhyun berfikir semua gadis akan langsung bilang iya saat kyuhyun bilang ‘menikahlah denganku’.Meskipun sebenarnya kalimat itu juga sangat sulit keluar dari mulutnya.

“jadi pergi dari ruanganku sebelum pegawaiku menarikmu keluar dari sini” lanjut eunbi sedikit mengancam. sekeras apapun eunbi mencoba memikirkan alasan pria itu memintanya untuk menikah dengannya eunbi masih tidak bisa berfikir yang lain selain kyuhyun memang benar-benar gila!

“kau tidak bisa mengusir atau menolakku”

Mata eunbi berotasi.

“kenapa tidak? Pertama ini tempat kerjaku dan kau sudah menggangguku. kedua kita tidak saling mengenal untuk berjalan bersama di altar. ketiga aku menolak perjodohan ini. Jadi pergi dari sini sekarang! ”

” aku-”

“keluarkan orang ini dari ruanganku! ” kata eunbi lewat sambungan telepon yang tersambung pada pegawainya di bawah di luar. Kyuhyun tidak jadi melanjutkan kalimatnya dan berdecak.

” kau keras kepala juga ya rupanya.”

“aku kan kembali lagi lain waktu” tambahnya.

Kyuhyun pergi setelah mengibaskan sedikit jasnya. Mungkin dia takut kalau debu-debu tak kasat mata itu menempel dan membuat jasnya rusak. Atau untuk menujukkan pada eunbi kalau dia bukanlah orang yang bisa dengan mudah di tolak.

—–TBC—

Author’s Note: oke author balik lagi. gimana nih dengan kelanjutan story yang ini. apakah mengecewakan? tulis komentar kalian tentang di kolom komentar ya 🙂 dan jangan lupa like jika kalian suka 🙂

boleh dong di share ke temen-temen kalian yang lain hehehe

sorry for typo ya

oke langsung lanjut ke part selanjutnya ya…

Not a Contract Marriage [Bab 4]

contract

Eunbi menghapus air matanya kasar setelah membanting pintu. Dia tidak ingin menangis lagi. Tidak!. Tapi air mata sialan ini seolah tidak ingin berhenti.

Ini bukan hal baru hwang eunbi. Jadi berhentilah menangis!

Dia tidak ingin cengeng. Membiarkan ayahnya melihat air mata sialan ini adalah kekalahan baginya, apalagi di hadapan yoona. Wanita itu pasti sedang tertawa puas. Eunbi tidak ingin di tertawakan wanita setan itu. Tidak!.

Eunbi melempar tubuhnya ke ranjang menghadap langit-langit kamar. Bahkan saat seperti ini dia tidak punya satu orang saja untuk dia gengam tangannya. Hanya cat putih yang lama-lama terlihat membosankan yang menemaninya.

Eunbi membenarkan tubuhnya menjadi menyamping dan matanya menangkap figura kecil di atas nakas,menatap beberapa detik benda berbentu persegi itu penuh makna sebelum dia terduduk dan mengambilnya, mengeluarkan foto di dalamnya.

Eunbi meringis saat dia ingat dimana foto keluarga bahagia itu di ambil. Saat wisuda kelulusannya, saat rumah ini masih terasa seperti rumah dengan keadaan yang normal di dalamnya. Tapi itu dulu!.

Srettt

Dia sudah merobek foto yang selalu dia banggakan itu  menjadi dua bagian. Foto penuh kebahagiaan itu sekarang bukanlah apa-apa, hanya sampah yang eunbi ingin lupakan. Dan dalam satu gerakan eunbi meremas satu bagian kecil foto itu- foto ayahnya- dan melempar tempat ke pojok ruangan.

Dulu dia berfikir jika masih ada jalan untuk semuanya kembali normal tapi hari ini kenyataan menamparnya lagi, bahwa semua itu hanya angan-angannya saja. Eunbi memang terlalu naif. Biarlah semua rasa sakit ini menjadi sebuah kekuatan untuknya. Eunbi tak ingin terlarut dalam kesedihan yang hanya dia sendiri yang merasakan, dia ingin bangkit! bangkit dari rasa sedih yang sialannya selalu menggerogoti hatinya, menciptakan setiap luka baru setiap harinya. Tapi adakah jalan untuknya? adakah jalan untuk eunbi bisa berdiri dan berjalan menuju kebahagian?

****

Sore ini masih sama seperti kemarin-kemarin. Kyuhyun menggerakkan badannya di atas air membuat gelombang-gelombang kecil. Otot lengannya tampak membesar seiring ayunan tangan yang menciptakan cipratan air yang membasahi pinggir kolam.

“tuan muda!”

Kyuhyun berhenti dan keluar dari air karena panggilan yang mirip dengan teriakan menganggu konsentrasinya. Dia tidak langsung menjawab tapi melilitkan handuk di sekitar pinggangnya dan mengambil orange jus terlebih dahulu

“ada apa? ” tanyanya santai

Ada wajah panik yang kyuhyun tangkap dari pelayannya. Entah karena dia takut dimarahi kyuhyun karena baru saja meneriakinya atau apa.

Tapi sesuatu yang kyuhyun kira hanya sebuah hal yang kecil dan tidak berguna justru menjadi petir di siang bolong yang menyambarnya. Dia tidak siap.

“tuan dan nyonya young shik….” ada sedikit jeda disana membuat kyuhyun sedikit khawatir

“mereka kecelakaan” suara pelayan itu terdengar setengah tersendat karena menahan air mata.

PRANGGG…

Orange jus itu jatuh membasahi lantai yang putih. Cairannya yang berwarna orange bercampur menjadi satu dengan tetesan-tetesan air yang jatuh dari tubuh kyuhyun.

Satu hal yang kyuhyun inginkan. Apakah ini april mop? Tapi mustahil ini bukan april! Wajah itu tidak berbohong sedikitpun. Tapi kyuhyun enggan percaya.

“ini telepon dari rumah sakit”

Pelayan tadi ternyata membawa telelon yang diraih kyuhyun dengan tangan bergetar. Tanpa sadar keringat dingin membasahi keningnya.

“hal-halo” suara kyuhyun jelas terdengar bergetar seakan pita suaranya tersumbat.

“keluarga tuan young shik? Kami ingin memberitahu kalau tuan young shik dan istrinya mengalami kecelakaan. ”

Kyuhyun sudah tidak mendengarkan lagi karena sekarang dia sudah berlari setelah menyambar kaos kering dan celana di atas meja pinggir kolam. Dia tidak peduli dengan rambut basah yang belum disisir rapi. Untung saja dia masih berfikir waras dengan mengganti baju renangnya.

Kekhawatiran ini sama seperti kekhawatiran yang dia rasakan 4 tahun lalu saat orang tuanya mengalami kecelakaan pesawat. Perasaan hancur ini sama. Tapi kyuhyun tidak ingin berfikir lebih buruk lagi. Dia masih ingin berfikir kalau ini hanya bualan kakaknya untuk menggodanya seperti sebelum-belumnya. Tidak ada yang aneh pagi ini, jadi tidak mungkin hal buruk itu terjadi kyuhyun selalu mengatakan itu dalam hati dan pikiranya sejalan dengan mobilnya yang begitu tidak sabar membelah jalanan, beberapa kali pria itu membunyikan klakson agar mobil lain di depanya menyingkir.

hyung tidak akan meninggalkan aku.

baiklah, jika dia bercanda sampai seperti ini aku akan membalasanya di rumah.

tunggu saja! aku akan benar-benar membalasnya!

 

Mobil kyuhyun berhenti. Dia bahkan tidak sadar secepat apa dia mengemudi tadi. Tanpa berfikir dia harus memarkir dengan benar, kyuhyun langsung melesat masuk ke dalam gedung yang paling dia benci.

Matanya mencari meja recepsionist.

“dimana kakaku? ”

” maaf siapa namanya? ”

Shit!

Kyuhyun bahkan lupa memberitahu nama kakaknya pada petugas rumah sakit itu.

“young shik. Cho young shik”

“korban kecelakaan itu? Mereka ada di ruang ugd, sepertinya sebentar lagi mereka-”

Kyuhyun pergi tanpa mendengar penjelasan petugas itu lebih lama. Dia berlari sangat cepat sampai sebelah sandal rumah yang dia pakai tertinggal, tapi masa bodo dengan itu sekarang. kyuhyun harus mendapat kejelasan!

tepat saat kyuhyun akan masuk pria berjas putih keluar. wajah pucat pasi terpampang jelas menghiasi wajahnya, detakan jantung yang sangat cepat dengan keringat dingin yang masih keluar semakin bertambah hebat. Tangannya bahkan semakin bergetar.

 

jangan lagi. jangan! batin kyuhyun

***

Di lorong yang dingin dan lembab. Kepalanya menunduk degan jari-jari tangannya meremas rambutnya setengah menjambak. Ruangan di depannya yang tertulis kamar jenazah seperti sebuah neraka untuk kyuhyun. Dia benci disini. Dia benci datang ke ruangan itu.

“kakaku? bagaimana keadaanya?

“maafkan kami

“salah satu dari kakak anda tidak bisa kami selamatkan” lanjut dokter itu

“kakak perempuan anda masih kritis

 

“tidak!”

tanpa sadar kyuhyun mengutarakan penolakannya. Penentangan yang tadi hanya berada dalam pikirannya tidak bisa lagi dia tahan. semuanya terasa mimpi. keadaan yang masih hangat saat mereka menghabiskan sarapan bersama, godaan yang sama yang sering dia dengar beberapa hari terakhir masih bisa young shik katakan. Bahkan pria itu masih bersemangat menyusun rencana pertemuan kyuhyun dan gadis bernama eunbi itu. tidak ada yang aneh. tapi kenapa bisa hal ini terjadi? bagaimana semua yang terasa hangat pagi hari menjadi menjengkelkan di sore hari? semburat langit jingga yang beradu dengan gerimis di luar semakin menyayat hati.

 

Beberapa isakan tanpa diperintah lolos dari mulutnya. Air matanya tumpah, dia menangis. Ini kali keduanya pria itu menangis sepanjang hidupnya. pertama saat kehilangan orang tuanya dan sekarang.

young shik. Bagaimana bisa kyuhyun mengiklaskan pria itu pergi? Hanya dia yang kyuhyun punya. Bagaimana kyuhyun mengatasi perasaan menyesal karena sering membangkang padanya? Bagaimana kyuhyun bisa keluar dari gedung ini dan kembali ke rumah? Dia tidak punya keberanian.

Jika dia punya satu hari saja. Jika dia tahu young shik akan pergi secepat ini. Kyuhyun berjanji tidak akan membangkang padanya, dia akan menghabiskan satu hari penuhnya bersama young shik. Tapi itu semua hanya menjadi seandainya. young shik sudah pergi. Kecelakaan mobil yang menimpa dia dan istrinya membuat kyuhyun harus kehilangan kakaknya. Dunia kyuhyun seolah runtuh, kekuatannya, kebahagiaannya direnggut secara bersamaan dalam waktu yang kyuhyun bahkan tak sangka. secepat inikah? hanya pertanyaan itu yang sekarang menyelimuti pikirannya.

Dengan kasar dia menghapus air matanya. Dia tidak boleh lemah!. Kakak iparnya masih terbaring di ranjang rumah sakit. Kyuhyun tidak tahu bagaimana nantinya dia harus menjelaskan tentang kepergian young shik. Bagaimana dia bisa menguatkan kakak iparnya saar dirinya tidak bisa menguatkan dirinya sendiri.

Dia ingin menyalahkan Tuhan atas ini semua tapi kyuhyun tahu itu salah. Ingin dia memaki Tuhan karena mengambil semua orang terkasihnya, orang tua dan sekarang kakaknya. Tapi apa haknya?

Kakinya melangkah perlahan mendekati ruangan yang sudah penuh dengan alat-alat penunjang kehidupan. Kyuhyun memejamkan matanya sebentar ingin menenangkan hatinya. Pada siapa dia harus mengadu sekarang saat dia hanya berdiri sendiri?.

***

Rumah duka dengan beberapa rangkaian bunga yang menghiasi. Setelan hitam yang sangat kyuhyun benci harus dia pakai hari ini. Foto tersenyum young shik berdiri di tengah-tengah.

Kali ini air mata kyuhyun tidak tumpah, dia memendam rasa sedihnya dalam-dalam. Menyalami beberapa pelayat yang menyampaikan perasaan duka.

“aku turut berduka cita atas meninggalnya kakakmu. Sungguh aku tidak menduga ini akan terjadi”

Kyuhyun tersenyum pada pria paruh baya yang dia temui beberapa hari yang lalu, tuan hwang.

“padahal kita sudah mengatur rencana untuk mengadakan pertemuan denganmu dan putriku”

untuk pertama kalinya saat kyuhyun mendengar tentang perjodohan itu dia tidak merasa jengkel. Kyuhyun justru merasa menyesal karena tidak ikut young shik saat pria itu memintanya. Bukan lagi amarah tapi penyesalan.

Benarkah young shik sudah merencakan perjodohan ini sebelum meninggal? Kenapa pria itu tidak memberitahu kyuhyun jika dia akan pergi seperti ini. Setidaknya dia akan menurut untuk mengurus perusahaan bahkan datang ke pertemuan perjodohan itu. Lagi-lagi itu hanya jika. Jadi apakah ini alasannya young shik selalu merecoki hidup kyuhyun? karena dia akan pergi?

Setelah proses pemakaman kyuhyun terdiam di rumahnya. Matanya mengedar ke sekeliling. Tampak sepi dan membosankan. Tidak ada ejekan yang selalu dia dengar setiap hari. Tidak adu mulut yang biasanya menghidupkan rumah ini. Hanya dentingan jam dinding dan keheningan.

Pintu ruang kerja young shik terbuka. Ragu kyuhyun duduk di singgasana kakaknya. Ada perasaan yang tidak bisa dia jabarkan menyakiti hatinya.

Dia terisak. Menelungkupkan kepalanya di atas meja. Kyuhyun menangis. Menumpahkan semua rasa sedih yang seharian dia tahan. Hidung pria itu sampai memerah dengan suara isakan yang terus meraung-raung menyayat hati. Di tengah dingin dan sepinya malam ini, kyuhyun mengadu pada Tuhan. Memaki semua kebodohan yang pernah dialakukan. Dia pikir hari ini tidak pernah datang tapi hari ini justru datang sangat cepat sampai kyuhyun tidak siap. Dia memang tidak akan siap ditinggal young shik. Jika dulu saat orang tuanya pergi young shik lah yang menguatkannya tapi sekarang siapa yang akan menguatkannya disaat dia harus menjadi pengiat untuk kakak iparnya.

“maafkan aku. Hyung. Maafkan aku” rancaunya disela isak tangis.

“aku bodoh tidak menurutimu”

“maafkan aku”

—TBC—

AUTHOR’S NOTE: yuhu part 4 nya uda update….. adakah kalian yang menunggu cerita ini? hehehe. Dan buat kalian yang uda baca jangan lupa COMMENT dan LIKE ya 🙂 syukur-syukur kalau kalian mau share ke temen-temen kalian wkwkwk.

oh iya, jangan lupa mampir ke wattpad author ya. id nya @hanni_95 di follow wattpad nya ya.. ada story baru loh

oke see you di bab selanjutnya ❤ ❤

btw bab 5 publish kapan ya enaknya ???? 

PENGUMUMAN

hallo semua.. author punya sedikit pengumuman nih gak penting sih sebenernya, eh penting ding 😀

pengumumannya adalah author punya story baru nih judulnya REYNAND SYNDROME tapi ini cast nya bukan kyunyun n eunbi dan story ini akan author publish di wattpad karena sesuai sama yg udah author sampaikan sebelumnya klo story yg castnya selain KYUnBI akan auhor publish di wattpad. klo mau tau gimana sih ceritanya baca sinopsis dibawah ni

Bagi seorang Dyra Mahendra, Reynand Arsenio adalah segalanya. Dia bahkan tidak bisa memikirkan apapun selain Reynand. Dikepala Dyra hanya ada Reynand, Reynand, dan Reynand tidak ada yang lain. Dyra bahkan menjadikan Reynand sebagai satu satunya fokus hidupnya. Menjadi istri Reynad adalah cita-citanya, satu-satunya tujuan hidupnya. Tapi apa jadinya jika secara terang terangan reynand menolak cinta Dyra. Apakah Dyra akan tetap berjuang untuk mendapatkan cintanya atau mengubur semua keinginannya?

gimana??? kece gak? hehehe

mau tau kelanjutan ceritanya ? langsung baca bab 1 ya di https://www.wattpad.com/536057803-reynand-syndrome-bab-1

jangan lupa vote, comment dan follow ya 

udah gitu aja.. kamsahamida :-* ❤

Not a Contract Marriage [Bab 3]

contract

Setelah pertemuan makan malam itu tuan hwang dan young shik sepakat untuk malanjutkan kerja sama. perusahaan young shik menjadi salah satu investor besar di perusahaan keluarga hwang.

Penanda tanganan kontrak itu berjalan dengan lancar, tuan hwang memancarkan senyumannya memamerkan keriputan yang berada di sekitar matanya.

Beberapa kilatan blitz juga turut mengabadikan momen itu. Dua perusahaan melakukan kerja sama menjadi tranding topik dunia bisnis saat ini.

Kyuhyun ikut tersenyum. Ya, kali ini dia berhasil di seret oleh kakaknya untuk mengikuti penandatanganan kerja sama yang dihadiri beberapa reporter. Setelan jas formal membalut tubuhnya, celana jeans dan kaos oblong serta jaket denim yang sering dia pakai harus kyuhyun tanggalkan hari ini. Sedikit tidak nyaman karena ini sama sekali bukan style kyuhyun.

Tanpa sadar kyuhyun menguap bosan tapi buru-buru dia menampilkan cengiran kudanya. Takut ada yang menangkap momen tidak pantas itu.

Semuanya selesai para reporter sudah pergi dan kyuhyun juga hendak pergi saat young shik mencegahnya.

“kyuhyun.mau kemana? ”

” bukankah acaranya sudah selesai. Aku ingin pulang”

young shik mendekat, merapat pada kyuhyun dan berkata sangat pelan nyaris berbisik.

“kau harus ikut denganku makan siang dengan tuan hwang. Kalau tidak aku akan menarik semua kredit cardmu”

Sial!

Jika kalian bertanya kenapa kyuhyun bersedia datang di tempat seperti ini sekarang, maka jawabannya adalah kredit card. young shik mengancamnya akan menarik semua kredit card yang kyuhyun punya seperti sekarang.

Jika ini bukan tempat umum sudah pasti kyuhyun akan menyumpahi kakaknya. Tuan hwang katanya? Kyuhyun mendengus kesal.  Lagi-lagi itu. Lagi-lagi itu.

Belum sempat kyuhyun menimpali karena terlalu sibuk mengutuk kakaknya dalam hati, young shik sudah menarik tangannya.

“tuan hwang. Perkenalkan dia adikku cho kyuhyun.”

***

Restoran steak menjadi pilihan ketiga orang itu menyantap makan siang. Tapi dari tadi tuan hwang hanya sibuk melihat ponselnya. Dan sesekali menggeratkan gigi-ginya karena panggilan teleponnya tidak dijawab.

“maaf sepertinya putriku tidak bisa datang sekarang. Mungkin dia sedang sibuk dengan Coffee shop miliknya”

Kyuhyun menoleh pada young shik yang sekarang sedang menatap kyuhyun takut karena pria itu membulatkan matanya, bahkan hampir mengeluarkan bola matanya. Tatapan itu seperti ‘oh jadi ini rencana mu . Mempertemukan dengan gadis itu’

young shik terkekeh kaku

“tidak apa-apa. Mungkin dia memang sedang sibuk”

Dan dengan sekali gerakan kyuhyun menyantap steaknya dengan kasar.

tunggu saja kita sampai di rumah hyung!

***

Eunbi sengaja membiarkan dering ponselnya berbunyi sampai dering itu mati dengan sendirinya. Baginya sudah cukup dimanfaatkan oleh ayahnya. Dia akan berubah, merubah menjadi gadis pembangkang. Meskipun eunbi tahu itu hanya cita-citanya saja karena pada faktanya itu semua hanya mimpi baginya. Eunbi harus kalah saat ayahnya membawa nama ibunya, dan tuan hwang tahu betul letak kelemahan eunbi.

Notifikasi pesan muncul, tapi eunbi pura-pura tuli dan buta. Membalik ponselnya dan kembali menyelami majalah fashion sambil jari-jari kuku kakinya di cat oleh pegawai salon. Hari ini eunbi tidak hanya mengecat kukunyatapi juga memangkas rambutnya sebatas bahu dengan potongan lurus. Ini seperti simbol jika eunbi ingin hari yang baru.

“nona tidak ingin mengangkat teleponnya? ”

Eunbi hanya melirik sekilas ponselnya sebelum menggeleng.

” tidak. Bukan hal yang penting”

Pegawai salon itu hanya mengangguk-angguk paham.

Selesai dengan perawatannya, eunbi berjalan menuju kasir tapi tiba-tiba bahunya ditabrak seseorang. Beberapa barang-barang jatuh dibawa kakinya tapi itu bukan barang eunbi.

“maafkan aku nona” kata wanita cantik dengan paras keibuannya.

Eunbi berjongkok ikut memunguti barang belanjaan yang terjatuh. Sepertinya wanita yang baru saja menabraknya baru selesai dari supermarket.

“nyonya” eunbi menengadah mendengar pegawai salon yang berlari tergopoh-gopoh ke arahnya. Dia bukan menyapa eunbi, tapi wanita yang ada di depan eunbi.

“biar saya saja yang membereskannya” kata pegawai itu lagi dan wanita yang dipanggil nyonya itu berdiri setelah menepuk kedua pahanya.

“aku membelikan kalian beberapa makanan ringan. Tapi maafkan aku telah menjatuhkannya”

“tidak. Terima kasih nyonya”

Eunbi hanya mematung di tempatnya seperti orang bodoh yang dia sendiri tidak tahu kenapa tidak langsung pergi dari sini.

“terima kasih nona”

Merasa wanita itu berbicara padanya, eunbi menoleh dan membuyarkan pikirannya.

“tidak apa-apa”

“maaf sudah menabrakmu”

Eunbi tersenyum. Dia tidak mungkin bisa marah pada gadis lemah lembut dan keibuan seperti wanita ini.

“tidak masalah. Kalau begitu saya pamit dulu”

Eunbi mengeluarkan credit cardnya setelah menanyakan tagihannya pada kasir. Tapi sebuah suara menahannya.

“tidak perlu membayar. Hari ini kau dapat pelayanan gratis”

Dia hanya mampu menyatukan alisnya karena wanita yang tadi menabraknya tiba-tiba melarangnya membayar.

“perkenalkan aku kim min soo. Pemilik salon kecantikan ini”

Ah rupanya dia pemilik salon ini. Tapi kenapa dia melarangku membayar? .

“hwang eunbi”

“hwang eunbi? ” tanya wanita bernama min soo itu membeo

Melihat ekspresi eunbi yang sepertinya bingung min soo tersenyum.

” sepertinya aku sering mendengar namamu akhir-akhir ini”

Dan kali ini alis eunbi benar-benar bertemu dengan lima lipatan di dahi. Mendengar namanya? Dia bukan artis! Jadi dimana wanita itu mendengar namanya?

Melihat ekpresi itu min soo kembali tersenyum.

“kau tidak perlu khawatir. Aku mendengar yang baik-baik tentangmu”

Tidak mau dipusingkan dengan bagaimana min soo mengenalnya eunbi memilih untuk pulang.

Tepat saat dia akan membuka pintu salon, pintu itu sudah terbuka dari luar. Dan eunbi segera melenggang pergi menuju tempat parkir.

“megagumi calon istrimu? ”

Suara itu membuat kyuhyun berjingkat. Entah sejak kapan kakak iparnya sudah berdiri di sampingnya dengan wajah mengejek.

Kyuhyun bersumpah membenci mimik muka seperti itu.

” apa yang kakak maksud? Aku tidak mengenalnya.”

“kau mungkin belum mengenalnya tapi kau tahukan siapa dia? ” lagi-lagi kakak ipar kyuhyun mengangkat sebelah alisnya menggoda kyuhyun.

” tidak”

“kudengar kau bahkan menyimpan fotonya”

“aku tidak menyimpan fotonya! ” bentak kyuhyun tapi kakak iparnya itu justrus tertawa geli melihat tingkah kekanakan kyuhyun.

” jadi kakak ipar ingin pulang atau tetap disini menggodaku? ”

Akhirnya suara tawa itu berhenti setelah kyuhyun merajuk dengan sedikit memanyunkan bibirnya.

” baiklah. Baiklah. Ayo kita pergi adik iparku yang tampan”

***

Deru mobil yang baru masuk ke halaman rumah menghentikan langkah eunbi. Tapi belum dua detik gadis itu kembali melanjutkan langkahnya masuk ke dalam rumah. Eunbi malas bertemu dengan yoona.

Wanita itu menyusul masuk ke rumah dengan menenteng 10 lebih kantong belanjaan. Seperti biasanya dia pasti menghabiskan seluruh koleksi limited edition di mall. Dasar perempuan matre!

yoona bersenandung kecil dengan senyum lebar khas setan.

“bawakan belanjaanku ini ke dalam kamar” katanya sambil meletakkan kantong-kantong belanjaan itu di lantai. Orang yang disuruh hanya menatapnya ragu membuat yoona geram.

“kau tidak mendengarkanku?! ”

” aku sedang menyuruhnya mengganti gorden di kamarku” kata eunbi memotong yang kemudian membuat yoona mendecih. Lagi-lagi pertengkaran terjadi.

“kau” hoo jong menunjuk eunbi demgan mata menyipit. Memangnya eunbi takut dengan ancaman itu?!

“bawa barang-barangku sekarang,  atau kau aku pecat! ” ancamnya pada pelayan yang mulai mendekat dan mengangkat barang-barang belanjaan yoona dan meninggalkan eunbi dengan darah yang sudah naik ke ubun-ubun. Tapi sebisa mungkin dia mengontrol untuk berfikir dewasa dan tidak ikut melakukan permainan kekanakan seperti itu.

Baru saja dia akan naik ke kamarnya suara pintu terbuka dengan keras di belakangnya membuat eunbi berbalik.

“kau dari mana? Apa kau bisu sampai tidak bisa mengangkat teleponku?! ”

Tanpa berfikir eunbi tahu semua kemarahan itu tertuju untuknya bukan yoona yang sekarang sibuk menyembunyikan belanjaannya yang sebagian masih ada di dekatnya. Dia tentu tidak ingin dimaki tuan hwang karena membelanjakan terlalu banyak uang.

” aku sibuk” jawabnya eunbi singkat

“karena kau aku harus menanggung malu”

“aku tidak bilang iya untuk pertemuan itu”

“kau ingin aku menghentikan pengobatan ibumu? ”

Eunbi menggeram. Ayahnya memang pintar untuk membuat eunbi tak berdaya. Membuatnya tidak bisa hanya untuk bilang tidak.

” apa eomma benar-benar tidak ada artinya lagi bagi ayah? Aku dan eomma bukan boneka yang bisa appa perlakukan semaumu! ” eunbi berteriak dengan air mata yang sudah turun. Dia tidak terisak, tapi hatinya terluka. Secepat itukah ayahnya melupakan semua kebahagian dan rasa cintanya? Secepat itukah ayah yang selama ini eunbi kenal penyayang berubah menjadi monster yang mengerikan?

“aku bosan jadi bonekamu!” kali ini eunbi berteriak tidak peduli pada pita suaranya yang mungkin akan sakit. Dia juga tidak peduli dengan ayahnya yang sudah merah padam karena marah. Dia tidak peduli jika itu melukai perasaannya.

Hah? Memangnya dia masih punya perasaan? Eunbi mengejek pikirannya sendiri.

“berhenti menjadikan eomma sebagai ancaman. Kau sangat menjijikkan! ”

“kau! ” sebelah tangan tuan hwang terangkat tapi kemudian terhenti di udara.

” tampar saja. Kau bisa menamparku sesuka hatimu” eunbi menantang. Baginya sepuluh tamparan sekalipun tidak bisa mengurangi kesedihannya satu hari saja.

Tuan hwang berbalik, memunggungi eunbi.

“kau harus datang di pertemuan berikutnya”

—TBC—

AUTHOR’S NOTE: sorry baru bisa update sekarang. apakah cerita ini semakin membosankan? share pendapat kalian di kolom komentar ya 🙂 dan jangan lupa like jika kalian suka. Bagi kalian yang ingin baca tulisan author yang lain jangan lupa mampir ke wattpad author ya….

thank you

sampai ketemu di bab 4 ya 🙂