Not a Contract Marriage [Bab 1]

contract

BAB 1

Eunbi datang lagi ketempat ini untuk keempat kalinya dalam seminggu ini. Ragu-ragu dia membuka pintu, bukan dia tidak berani masuk ke dalam dia hanya sedang menata hatinya terlebih dulu. Setiap kali dia datang ke tempat ini, dia selalu menjadi lemah.

“eomma” sapanya pada orang yang duduk di kursi roda mengahadap jendela. Tapi orang yang disapa eomma itu tidak berbalik, dia masih asyik memegangi bandul kalung miliknya. Kalung pemberian suaminya, ayah eunbi.

Eunbi mendekat, berjongkok di samping kursi roda ibunya.

“eomma sudah makan? Aku membawakan masakan kesukaan eomma. Ayo kita makan bersama”

Merasa kalau gadis yang berjongkok di sampingnya itu berbicara padanya, nyonya hwang menoleh.

“kau siapa? ”

Eunbi terdiam. Pertanyaan ini sudah sering eunbi dengar,tapi hatinya selalu sakit mendengar ibunya menanyakan hal itu.

Eunbi tersenyum.

” hwang eunbi. Apa eomma tidak mengenali putrimu yang cantik ini? ” eunbi mencoba menghibur dirinya sendiri. Dia pura-pura tegar walau rasanya sekarang dia tidak punya nyawa.

” eunbi? Kau eunbi? ”

Eunbi mengangguk sebagai jawaban.

Tapi tiba-tiba dia berjingkat kaget saat ibunya memeluk dirinya begitu kuat.

” jangan tinggalkan eomma. Sembunyilah. Ada orang yang mau mencurimu dariku”

“jangan tinggalkan eomma. Cepat telepon ayahmu dan suruh dia cepat pulang. Ada wanita jahat di luar”

Perlahan eunbi menepuk-nepuk punggung yang seperti sangat ketakutan itu. Ada begitu banyak luka yang eunbi tidak tahu sedalam apa itu.

Nyonya hwang melepaskan pelukannya dan menatap eunbi. Gadis itu tersenyum memberikan senyuman termanisnya, tapi tiba-tiba dia terjatuh karena tamparan keras di pipi sebelah kanannya.

Senyuman itu berubah!.

“dasar kau wanita jahat. Kau mengambil suami dan anakku . Pergi kau. Pergi! ”

” auw. Eomma. Eomma ini aku” eunbi mencoba menangkap kedua tangan ibunya yang memukulnya brutal. Bahkan sekarang air mata eunbi sudah tumpah, bukan karena rasa sakit di lengannya tapi lebih karena rasa sakit di hatinya, rasa sakit yang eunbi bahkan tidak tahu dimana obatnya.

“pergi! Pergi! ”

Nyonya hwang berteriak semakin kencang, saat eunbi mencoba memberontak. Beberapa suster yang berjaga segera masuk, menenangkan wanita paruh baya itu. Tapi ini sulit, dia tidak akan bisa tenang sampai suntikan obat menembus pada lapisan kukitnya dan mengalir di peredaran darahnya.

Mata eunbi hanya terfokus pada ibunya, dunia di sekitarnya seakan runtuh di depannya.

“sebaiknya anda pergi. Biarkan ibu anda beristirahat”

Eunbi menoleh dan tersenyum pada suster itu.

“iya”

Suster itu hendak pergi tapi suara eunbi menahannya.

“suster. Aku membawa makanan, berikan pada eomma saat dia tenang nanti. Itu adalah masakan kesukaannya”

Suster itu mengangguk tanda mengerti sebelum dia pergi.

**

Eunbi menatap keluar jendela.

Kondisi ibu anda semakin buruk setiap harinya. Dia lebih sering berteriak dan mengamuk. Aku takut kalau hal ini sampai membuat dia melukai dirinya sendiri

Untaian perkataan dokter tadi memenuhi otaknya sampai dia tidak sadar kalau air mata sudah kembali membasahi pipinya.

Eunbi tersadar dari lamunannya saat suara beberapa suara klakson di belakangnya berbunyi hampir bersamaan. Eunbi hendak menghapus air matanya saat pandangannya tiba-tiba bertemu dengan pandangan seseorang yang berada di dalam mobil di sampingnya. Sepertinya pria itu memperhatikan eunbi dari tadi.

Apa pria itu tahu aku menangis?

Belum sempat dia memutus kontak mata itu, sopirnya sudah melajukan mobilnya berjalan menjauh.

**

Kyuhyun masuk ke dalam ruangan yang terletak di lantai tertinggi gedung ini tanpa sungkan.

“hyung aku datang” katanya setelah menutup pintu di belakangnya.

“duduklah kyu. Sebentar,biar aku selesaikan dulu pekerjaanku” young shik kembali sibuk dengan pulpen dan beberapa lembar kertas.

Kyuhyun mengangkat kedua bahunya tidak peduli, dan mendudukkan dirinya di sofa empuk di ruangan ini.

“rupanya ruang kerjamu lumayan juga” katanya lirih. Sudah lama dia tidak datang ke ruangan ini. Mungkin 4 atau lima tahun, kyuhyun tidak benar-benar ingat kapan terakhir kali dia masuk kesini. Kalau kakaknya tidak memaksanya mungkin hari ini kyuhyun juga tidak akan datang ke ruangan ini. Tempat ini terlalu membosankan bagi kyuhyun.

Kyuhyun melirik sebentar young shik, rupanya kakaknya masih sibuk dengan kertas-kertas itu.

Pikirannya tiba-tiba teringat pada gadis yang tadi dilihatnya menangis di dalam mobil

Apa hidupnya sangat berat sampai dia manangis seperti itu?  Kurasa dia bukan orang susah, dilihat dari mobilnya tadi

Tanpa sadar kyuhyun memikirkan gadis yang bahkan wajahnya tidak jelas dia lihat, gadis yang bahkan kyuhyun tidak tahu siapa namanya.

“sedang memikirkan sesuatu? ”

Young shik tiba-tiba duduk di samping kyuhyun, membuat pria itu sadar kalau dia baru saja memikirkan hal yang tidak berguna.

” tidak. Hanya saja aku tiba-tiba teringat pada gadis yang menangis tadi” katanya terus terang.

“gadis? Kau membuat seorang gadis menangis? ”

” tidak. Aku melihatnya menangis”

“siapa? Kenapa dia menangis? ”

Lagi-lagi kyuhyun mengangkat kedua bahunya

” aku tidak mengenalnya, sudahlah. Jadi kenapa hyung memintaku kesini. Apa tidak ada tempat lain untuk kita bersenang-senang”

Young shik berdecak. Apa dipikiran adiknya ini hanya ada bersenang-senang?

“apa kau datang ke kantor untuk bersenang-senang? ” Young shik membalik perkataan kyuhyun.

” kau ingin membahas sesuatu yang penting denganku? Kenapa tidak di rumah saja” tanya kyuhyun.

“bukan sesuatu yang penting atau mungkin iya”

Kyuhyun memutar bola matanya malas.

“katakan saja jangan berbelit-belit”

Young shik menyerahkan map di tangannya pada kyuhyun.

“itu adalah daftar rekan bisnis kita. Untuk saat ini kau cukup hafalkan saja nama-nama itu”

Kali ini kyuhyun yang berdecak.

“kau hanya ingin membahas hal ini? Ayolah hyung aku bisa mempelajari hal ini nanti”

“tapi kau harus bersiap untuk menjadi pemimpin perusahaan ini”

“kau tahu aku tidak tertarik dengan ini semua lagi pula sudah ada kau jadi untuk apa aku juga ikut terlibat disini? ”

Young shik menyandarkan punggungnya.

” tetap saja kau harus mempelajarinya, suatu saat kau juga harus memimpin perusahaan ini mau tidak mau”

Kyuhyun melempar map itu ke atas meja.

“sudahlah. Kau tidak perlu membujukku seperti itu. Aku tetap tidak mau”

Young shik tampak menghela nafas melihat tingkah kyuhyun. Adiknya itu memang tidak pernah serius dengan urusan seperti ini membuatnya sedikit khawatir dengan masa depan adiknya. Kapan adiknya ini bisa berfikir lebih dewasa?

“jadi cuma ini yang ingin kau bicarakan denganku? ”

Ah! Young shik mengingat sesuatu.  Hal penting yang harus dia sampaikan pada kyuhyun.

” kau tahu tentang wasiat ayah? ”

Kyuhyun mengerutkan keningnya. Tentu saja dia ingat tapi untuk apa kakanya menanyakan hal itu?

” sebelum memimpin perusahaan ini kita harus menikah terlebih dahulu”

“jadi? ” kyuhyun memancing. Jangan bilang kalau dia akan dijodohkan.

” beberapa rekan bisnis kita mempunyai anak perempuan. Kau ingin aku memperkenalkannya denganmu”

Betulkan apa yang ada dipikiran kyuhyun tadi.

“kau tidak sedang bercanda kan? Ayolah untuk apa aku buru-buru menikah. Lagi pula aku juga tidak akan memimpin perusahaan ini”

“ayolah kyu. Berfikir dewasalah sedikit. Aku hanya mengkhawatirkan masa depanmu dan perusahaan ini”

Kyuhyun menepuk pundak kakaknya.

“hyung kau tidak perlu mencarikan aku jodoh. Aku masih bisa mencarinya sendiri bahkan aku bisa mencarinya dalam satu hari”

Dan perbincangan itu selesai. Selesai karena kyuhyun masih saja bersikeras dengan pikirannya. Young shik kadang berfikir apakah kyuhyun tidak pernah memikirkan masa depannya sendiri? Mungkin menikah bisa membuat kyuhyun bisa sedikit bertanggung jawab dan tidak memikirkan kesenangannya sendiri.

**

Keesokan harinya saat kyuhyun sibuk dengan treidmil miliknya, kakaknya tiba-tiba datang dan mematikan alat itu.

“hyung” kyuhyun mengadu kesal.

“lihatlah. Ini ada beberapa gadis yang cocok denganmu”

Young shik menunjukkan lima lembar foto pada kyuhyun. Foto gadis-gadis cantik dan terpandang tentunya. Hasil usahanya memantau beberapa anak kolega bisnisnya.

“hyung” lagi-lagi kyuhyun mengelu.

Ternyata kakaknya benar-benar akan menjodohkannya. Ini gila! Untuk apa young shik begitu bekerja keras untuk mendapatkan istri yang pas untuk kyuhyun?. Sudah kyuhyun bilang kalau dia masih mampu mencari wanita sendiri. Apa kakaknya itu tidak percaya dengan keahlihan kyuhyun dalam hal itu?

“kyu. Kau sudah harus memikirkan tentang masa depan. Lagi pula aku tidak menyuruhmu menikah besok. Temui saja salah satu dari mereka terlebih dahulu”

Kyuhyun berbalik dan duduk di sofa sambil meminum air dari dalam botol. Kenapa young shik jadi seserius ini? Lagipula sampai kapanpun kyuhyun tidak akan tertarik dengan kencan buta atau perjodohan sekalipun. Bukankah dia tampak menyedihkan jika dia melakukan hal itu? Kyuhyun yang menyedihkan, bahkan dia tidak sanggup mencari calon istrinya sendiri. Ck! Kyuhyun masih tidak siap untuk mendengar itu semua. Bagaimana dengan citranya?

“kyu lihatlah. Ini adalah wanita yang paling cantik diantara yang lain, ya itu menurutku” lagi-lagi young shik mencoba mencari perhatian kyuhyun, menunjukkan foto yang menarik perhatiannya dari awal. Sedangkan kyuhyun hanya diam bahkan tidak melirik foto itu sekalipun membuat young shik menghela nafasnya.

“aku akan meninggalkannya disini. Pilihlah salah satu dari mereka, kau pasti tidak akan menyesal”

“aku bahkan bisa mencari gadis yang lebih cantik dari semua gadis ini” kyuhyun bergumam sendiri setelah kakaknya itu pergi. Tapi perlahan matanya melirik juga beberapa lembar foto gadis yang diletakkan di depan mejanya. Ya, kyuhyun akui kalau semua gadis itu tampak berkelas dan cantik tapi tunggu-

“aku tidak asing dengan wajah ini”

Kyuhyun tampak berfikir setelah mengambil foto yang menarik perhatiannya. Dia mencoba mengingat dimana dia bertemu dengan gadis itu tapi nihil. Dia bahkan tidak mengingat apapun. Ya, mungkin itu hanya perasaannya saja.

—-TBC—-

bab 1 nya sampai sini dulu aja ya. insyaAllah dilanjut besok.

jangan lupa COMMENT dan LIKE 🙂 🙂 and sorry for typo

TERIMA KASIH 🙂

Not a Contract Marriage

contract.jpg

-PROLOG-

Dia tidak percaya dengan yang namanya cinta. Ya, setelah ayahnya meninggalkan ibunya dan memilih wanita lain untuk menggantikan posisi orang yang paling dia cintai, semua keindahan cinta tidak pernah lagi hidup dalam hati maupun kehidupannya. Setiap harinya hanya ada sebuah kesakitan yang seperti akan membunuhnya perlahan. Tidak ada orang lain, tidak ada orang yang bisa mengurangi rasa sakitnya. Tidak juga ayahnya. Pria yang sekarang menjadi orang yang paling dia benci. Setiap harinya dia akan berfikir bagaimana kalau dia mengakhiri ini semua? Bagaimana jika dia meninggalkan semua kehidupan yang menyakitkan ini? Tapi dia membuang semua pikiran  itu dan memendam semua rasa sakit ini sendiri, setidaknya ini demi ibunya. Ibu yang sekarang hanya bisa berbaring dan menangis di sebuah kamar dengan cat putih di sebuah rumah sakit jiwa. Dia harus terus bertahan demi satu-satunya orang yang dia miliki bukan? Berdiri di atas tumpukan serpihan kaca nyatanya tidak jauh lebih menyakitkan dari setiap hari yang harus dia lalui. Melihat orang yang paling dia benci dan paling sialnya lagi dia harus menyebutnya ayah.

Eunbi membuka matanya saat suara alarm di atas nakas samping tempat tidurnya berbunyi sangat memekakan telinga. Setiap harinya selalu seperti ini, tidak ada kebahagian saat dia bangun di pagi hari. Eunbi tidak tahu dia harus berterimakasih kepada Tuhan karena membangunkannya di pagi ini atau dia harus menyesal karena hari menyedihkannya akan dimulai lagi. Haruskah dia menyalahkan Tuhan atas semua keadaan ini?

Inilah awal dari harinya yang menyedihkan, duduk bersama di meja makan dengan dua orang yang bahkan eunbi tidak ingin memanggil namanya. Semua rasa masakan yang eunbi pikir adalah makanan paling enak di dunia sekarang hanya menjadi sebuah makanan hambar dan dingin. Setiap sendok yang dia masukan hanya menjadi obat terpahit saat melihat wanita yang duduk di hadapannya mengumbar senyum. Cih! Wanita itu seperti tidak tahu malu saat tersenyum seperti itu! Maki eunbi dalam hati. Hatinya selalu meradang dengan amarah yang setiap harinya akan bertambah, eunbi tidak tahan!. Dia lelah!. Tapi apa yang bisa dia lakukan? Dia bahkan tidak bisa berfikir untuk pergi dari rumah ini dan pergi bersama dengan ibunya, melupakan semuanya dan memulai hari yang baru. Dia masih butuh pria yang duduk di kursi paling ujung itu, ayahnya. Dia masih butuh pria itu untuk memastikan bahwa ibunya bisa mendapat perawatan yang layak.

“aku akan berangkat dulu” itu suara ayahnya. Dan wanita dengan potongan rambut pendek itu menggeser kursinya dan berdiri.

“baiklah. Hati-hati di jalan”

Setelah itu, dia mendapat kecupan di kening.

Cih! Memalukan!

Lagi-lagi eunbi memaki untuk kesekian kalinya. Dia bahkan ingin meludah di depan mereka berdua. Ayahnya dan wanita murahan itu, sungguh memuakkan!

**

Eunbi bersiap dan menuruni tangga sambil mengecek beberapa barang yang dia bawa dalam tas selempang kecil miliknya. Ini adalah hari selasa, dan dia harus melakukan satu hal yang menjadi rutinitasnya di setiap hari selasa. Datang ke yayasan untuk anak-anak jalanan. Yayasan yang ibunya bangun.

“kau mau pergi? ”

Eunbi berhenti. Tapi dia hanya diam tidak menjawab saat terdengar derap langkah yang mendekat ke arahnya.

” kau akan pergi ke yayasan lagi? ”

Kali ini eunbi berbalik

” tentu saja. Bukankah kita harus membantu sesama, seperti menampung gelandangan di rumah, memberinya makan dan tempat tidur. Bukan begitu, Kang Yoona shi”

Wanita yang di panggil yoona itu hanya menggeratkan gigi-giginya membuat suara gemelutuk. Dan eunbi sudah melenggang pergi.

“tunggu saja sampai aku benar-benar menghancurkanmu anak sialan! ”

Selalu seperti ini, satu tahun hidup bersama tidak pernah membuat hubungan mereka membaik. Memangnya siapa yang ingin hubungan ini membaik? Eunbi bahkan tahu kalau wanita itu bermuka dua, berlagak sok baik hanya jika ada ayahnya saja.

**

Di sisi lain, seorang pria yang tampak sangat ceria sedang bersenandung kecil sambil memegang segelas jus jeruk. Pria itu menggeser pintu di depannya dan langsung masuk tanpa mengetuk pintu.

“hyung. Kau akan ke kantor? ”

Orang yang ditanya itu hanya bergumam mengiyakan sementara pria yang baru masuk tadi sudah duduk di sofa yang ada disana. Ini adalah ruang kerja keluarga cho. Dan orang yang baru di sapa hyung itu adalah anak laki-laki tertua di keluarga ini, cho young shik. Pria yang sekarang menjabat sebagai pemimpin perusahaan real estate menggantikan ayahnya yang sudah meninggal. Dan pria yang memegang jus jeruk itu adalah anak termuda di keluarga ini. Cho kyuhyun. Pria yang seolah bertolak belakang dengan sifat kakaknya. Pria yang ceria dan seolah hidup tanpa beban berbanding terbalik dengan kakaknya yang kaku.

“kau bercanda? Aku baru pulang kemarin dan kau akan berangkat ke kantor sepagi ini?. Setidaknya luangkan waktumu untukku satu hari saja, kita bisa ke club bersama-sama nanti”

Kyuhyun memang baru pulang dari belajar di luar negeri. Dan dia memang terlalu manja pada kakaknya, ya setelah mendiang orang tuanya tentunya. Apa ini efek karena dia anak  bungsu?

Young Shik meninggalkan dokumen-dokumen yang ditatanya dan berjalan ke depan adiknya, bersandar pada meja kerja miliknya.

“kau jangan kekanakan kyuhyun. Aku punya banyak pekerjaan di kantor, lagi pula kakak iparmu akan menggantungku jika pergi ke club bersamamu”

Kyuhyun terkekeh. Dia lupa kalau kakanya sudah tidak lajang lagi. Tapi apa salahnya ke club? Hanya minum-minum saja tidak masalah bukan?

“ayolah. Biar aku yang meminta ijin pada kakak ipar jika hyung takut. Lagi pula aku tidak menyuruhmu selingkuh, hanya minum” kyuhyun mempertegas niatnya. Sudah lama dia tidak menghabiskan waktu berdua bersama kakaknya.

“kita bisa minum lain waktu. aku harus segera berangkat” Young Shik memperhatikan jarum jam yang melingkar di tangannya. Dia sudah terlambat. Jadi tidak ada waktu untuk bernegosisasi dengan kyuhyun.

Kyuhyun hanya menghela nafasnya. Sepertinya kakanya benar-benar sibuk. Suara pintu dibuka terdengar di telinganya tapi setelah itu terdengar suara Young Shik lagi.

“datanglah ke kantor. Kau harus mempelajari sedikit-sedikit tentang perusahaan kita”

Kyuhyun menoleh dan mengangkat kedua bahunya.

“bukankah sudah ada kakak”

“datang saja”

——TBC——-

HALLO author balik setelah sekian lama engk update disini. semoga cerita baru ini tidak membosankan. jangan lupa tinggalkan COMMENT untuk cerita ini ya, dan LIKE  jika kalian suka. 🙂 thank you.

lanjut ke chapter selanjutnya yuk….