Not a Contract Marriage

contract.jpg

-PROLOG-

Dia tidak percaya dengan yang namanya cinta. Ya, setelah ayahnya meninggalkan ibunya dan memilih wanita lain untuk menggantikan posisi orang yang paling dia cintai, semua keindahan cinta tidak pernah lagi hidup dalam hati maupun kehidupannya. Setiap harinya hanya ada sebuah kesakitan yang seperti akan membunuhnya perlahan. Tidak ada orang lain, tidak ada orang yang bisa mengurangi rasa sakitnya. Tidak juga ayahnya. Pria yang sekarang menjadi orang yang paling dia benci. Setiap harinya dia akan berfikir bagaimana kalau dia mengakhiri ini semua? Bagaimana jika dia meninggalkan semua kehidupan yang menyakitkan ini? Tapi dia membuang semua pikiran  itu dan memendam semua rasa sakit ini sendiri, setidaknya ini demi ibunya. Ibu yang sekarang hanya bisa berbaring dan menangis di sebuah kamar dengan cat putih di sebuah rumah sakit jiwa. Dia harus terus bertahan demi satu-satunya orang yang dia miliki bukan? Berdiri di atas tumpukan serpihan kaca nyatanya tidak jauh lebih menyakitkan dari setiap hari yang harus dia lalui. Melihat orang yang paling dia benci dan paling sialnya lagi dia harus menyebutnya ayah.

Eunbi membuka matanya saat suara alarm di atas nakas samping tempat tidurnya berbunyi sangat memekakan telinga. Setiap harinya selalu seperti ini, tidak ada kebahagian saat dia bangun di pagi hari. Eunbi tidak tahu dia harus berterimakasih kepada Tuhan karena membangunkannya di pagi ini atau dia harus menyesal karena hari menyedihkannya akan dimulai lagi. Haruskah dia menyalahkan Tuhan atas semua keadaan ini?

Inilah awal dari harinya yang menyedihkan, duduk bersama di meja makan dengan dua orang yang bahkan eunbi tidak ingin memanggil namanya. Semua rasa masakan yang eunbi pikir adalah makanan paling enak di dunia sekarang hanya menjadi sebuah makanan hambar dan dingin. Setiap sendok yang dia masukan hanya menjadi obat terpahit saat melihat wanita yang duduk di hadapannya mengumbar senyum. Cih! Wanita itu seperti tidak tahu malu saat tersenyum seperti itu! Maki eunbi dalam hati. Hatinya selalu meradang dengan amarah yang setiap harinya akan bertambah, eunbi tidak tahan!. Dia lelah!. Tapi apa yang bisa dia lakukan? Dia bahkan tidak bisa berfikir untuk pergi dari rumah ini dan pergi bersama dengan ibunya, melupakan semuanya dan memulai hari yang baru. Dia masih butuh pria yang duduk di kursi paling ujung itu, ayahnya. Dia masih butuh pria itu untuk memastikan bahwa ibunya bisa mendapat perawatan yang layak.

“aku akan berangkat dulu” itu suara ayahnya. Dan wanita dengan potongan rambut pendek itu menggeser kursinya dan berdiri.

“baiklah. Hati-hati di jalan”

Setelah itu, dia mendapat kecupan di kening.

Cih! Memalukan!

Lagi-lagi eunbi memaki untuk kesekian kalinya. Dia bahkan ingin meludah di depan mereka berdua. Ayahnya dan wanita murahan itu, sungguh memuakkan!

**

Eunbi bersiap dan menuruni tangga sambil mengecek beberapa barang yang dia bawa dalam tas selempang kecil miliknya. Ini adalah hari selasa, dan dia harus melakukan satu hal yang menjadi rutinitasnya di setiap hari selasa. Datang ke yayasan untuk anak-anak jalanan. Yayasan yang ibunya bangun.

“kau mau pergi? ”

Eunbi berhenti. Tapi dia hanya diam tidak menjawab saat terdengar derap langkah yang mendekat ke arahnya.

” kau akan pergi ke yayasan lagi? ”

Kali ini eunbi berbalik

” tentu saja. Bukankah kita harus membantu sesama, seperti menampung gelandangan di rumah, memberinya makan dan tempat tidur. Bukan begitu, Kang Yoona shi”

Wanita yang di panggil yoona itu hanya menggeratkan gigi-giginya membuat suara gemelutuk. Dan eunbi sudah melenggang pergi.

“tunggu saja sampai aku benar-benar menghancurkanmu anak sialan! ”

Selalu seperti ini, satu tahun hidup bersama tidak pernah membuat hubungan mereka membaik. Memangnya siapa yang ingin hubungan ini membaik? Eunbi bahkan tahu kalau wanita itu bermuka dua, berlagak sok baik hanya jika ada ayahnya saja.

**

Di sisi lain, seorang pria yang tampak sangat ceria sedang bersenandung kecil sambil memegang segelas jus jeruk. Pria itu menggeser pintu di depannya dan langsung masuk tanpa mengetuk pintu.

“hyung. Kau akan ke kantor? ”

Orang yang ditanya itu hanya bergumam mengiyakan sementara pria yang baru masuk tadi sudah duduk di sofa yang ada disana. Ini adalah ruang kerja keluarga cho. Dan orang yang baru di sapa hyung itu adalah anak laki-laki tertua di keluarga ini, cho young shik. Pria yang sekarang menjabat sebagai pemimpin perusahaan real estate menggantikan ayahnya yang sudah meninggal. Dan pria yang memegang jus jeruk itu adalah anak termuda di keluarga ini. Cho kyuhyun. Pria yang seolah bertolak belakang dengan sifat kakaknya. Pria yang ceria dan seolah hidup tanpa beban berbanding terbalik dengan kakaknya yang kaku.

“kau bercanda? Aku baru pulang kemarin dan kau akan berangkat ke kantor sepagi ini?. Setidaknya luangkan waktumu untukku satu hari saja, kita bisa ke club bersama-sama nanti”

Kyuhyun memang baru pulang dari belajar di luar negeri. Dan dia memang terlalu manja pada kakaknya, ya setelah mendiang orang tuanya tentunya. Apa ini efek karena dia anak  bungsu?

Young Shik meninggalkan dokumen-dokumen yang ditatanya dan berjalan ke depan adiknya, bersandar pada meja kerja miliknya.

“kau jangan kekanakan kyuhyun. Aku punya banyak pekerjaan di kantor, lagi pula kakak iparmu akan menggantungku jika pergi ke club bersamamu”

Kyuhyun terkekeh. Dia lupa kalau kakanya sudah tidak lajang lagi. Tapi apa salahnya ke club? Hanya minum-minum saja tidak masalah bukan?

“ayolah. Biar aku yang meminta ijin pada kakak ipar jika hyung takut. Lagi pula aku tidak menyuruhmu selingkuh, hanya minum” kyuhyun mempertegas niatnya. Sudah lama dia tidak menghabiskan waktu berdua bersama kakaknya.

“kita bisa minum lain waktu. aku harus segera berangkat” Young Shik memperhatikan jarum jam yang melingkar di tangannya. Dia sudah terlambat. Jadi tidak ada waktu untuk bernegosisasi dengan kyuhyun.

Kyuhyun hanya menghela nafasnya. Sepertinya kakanya benar-benar sibuk. Suara pintu dibuka terdengar di telinganya tapi setelah itu terdengar suara Young Shik lagi.

“datanglah ke kantor. Kau harus mempelajari sedikit-sedikit tentang perusahaan kita”

Kyuhyun menoleh dan mengangkat kedua bahunya.

“bukankah sudah ada kakak”

“datang saja”

——TBC——-

HALLO author balik setelah sekian lama engk update disini. semoga cerita baru ini tidak membosankan. jangan lupa tinggalkan COMMENT untuk cerita ini ya, dan LIKE  jika kalian suka. 🙂 thank you.

lanjut ke chapter selanjutnya yuk….

40 thoughts on “Not a Contract Marriage

  1. Hai aq reader baru.. Baru baca judulnya aja dh suka sung kepo deh trus sung bc prolognya sung penasaran sm kelanjutan ya.. Next baca ya thor

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s