Not a Contract Marriage [BAB 15]

Matanya sudah lelah menitikan air mata, eunbi masih tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi yang jelas sekarang dia terduduk di depan sebuah foto yang sudah dipenuhi dengan bunga krisan putih. Tubuhnya bahkan sudah berbalut baju hitam dengan pita putih di lengannya.

Terasa tepukan di bahunya membuat eunbi menoleh.

“jangan menangis lagi”

Minsoo menatap eunbi kasihan, dia pernah kehilangan dan itu menyakitkan.

“aku masih berharap jika semua ini hanya mimpi eonni”

Akhirnya eunbi tersedu memeluk minsoo.

Tak ada yang tahu bagaimana kejadian buruk ini tiba-tiba terjadi, bahkan kyuhyun. Sejak semalam dia masih berfikir apa yang terjadi, tapi tak ada. Tidak ada apapun yang bisa mengurangi rasa sedih eunbi.

Pemakaman sudah selesai satu jam lalu, dan eunbi, gadis itu masih terduduk di atas ranjangnya sambil memeluk dirinya sendiri.

“jangan menangis. Ibumu tak akan suka melihatnya”

Kyuhyun membawa eunbi kedalam pelukannya.

“ak-aku bahkan belum bisa membawa ibu kembali ke rumah”

“ibumu pasti mengerti. Biarkan dia pergi dengan tenang “

Ada penyesalan yang tidak bisa eunbi ungkapkan. Banyak kata yang belum bisa dia sampaikan dan terlalu banyak impian yang belum bisa dia wujudkan. Sekali lagi dia ingin protes, kenapa ini terjadi padanya?! Apakah eunbi tidak bisa bahagia seperti yang dia inginkan? Ini terlalu kejam!

Ceklek

Suara pintu terbuka membuat kyuhyun sedikit menjauhkan tubuhnya pada eunbi.

“bisa kau tinggalkan kami sebentar? “

Kyuhyun mengangguk, mencium kening eunbi sebelum pergi.

” aku akan keluar sebentar” pamitnya

Langkah kaki itu terdengar semakin mendekat, tanpa menoleh eunbi sudah tahu kalau itu adalah ayahnya. Ayah? Bahkan eunbi tidak melihat pria itu menangis di Pemakaman tadi. Beberapa kejadian besar dihadapkan padanya, yoona istri keduanya masuk penjara lalu istri pertamanya tiba-tiba ditemukan bunuh diri tapi kenapa pria itu terlihat biasa-biasa saja?

Ranjangnya sedikit bergerak, dan tuan hwang sudah duduk di samping eunbi.

“bebaskan yoona” katanya tiba-tiba.

Eunbi terkesiap mendengar kata-kata itu tiba-tiba meluncur tanpa permisi. Matanya yang memerah membulat sempurna. Benarkah pria ini ayahnya? Bagaimana disaat seperti ini justru permintaan itu yang keluar dari mulutnya? Apa eunbi yang terlalu berharap kalau ayahnya akan menangis bersama dan saling berpelukan?

“apa kau sedang bergurau? ” tanya eunbi sarkartis

” kau tahu ibumu pergi itu karena sikapmu”

Lagi-lagi eunbi mengumpat dalam hati. Kenapa sekarang dia yang dipersalahkan? Apa yang eunbi lakukan?

“karenaku?!” eunbi nyaris berteriak.

“kenapa? Kenapa ini semua jadi salahku! “

” ayah yang bersekingkuh, dan jalang ayah yang membuat ibuku nyaris gila. Dan sekarang ini semua salahku?! “

Eunbi menatap tajam mata yang bahkan eunbi lupa sejak kapan tatapan ketenangan yang sering dia lihat itu menghilang.

” apa ayah belum juga menyesal setelah semua ini terjadi?! ” eunbi kembali menyentak dengan air mata yang terus keluar kembali membasahi pipinya.

” ayah bahkan belum meminta maaf padaku atau ibu. Lalu kenapa kau sekarang malah menabur garam di atas lukaku?! “

” apa kau benar-benar seoarang ayah,?! “

“suatu saat kau akan mengerti kalau aku melakukan semua ini untukmu. Maka, turutilah perkataanku. Aku tak ingin hidupmu semakin hancur”

Eunbi tersenyum mengejek. Sekarang ayahnya mengatas namakan kebahagiaannya. Tapi kebahagiaan yang mana? Semuanya sudah hancur sejak yoona datang ke dalam keluarganya.

“aku sadar sekarang kalau gelas yang pecah tidak akan pernah bisa kembali seperti semula sebesar apapun usahaku. Seperti hubungan kita. Kau bukan lagi ayahku” kata eunbi penuh dengan penekanan.

“eunbi” kata tuan hwang lirih

“jangan lagi panggil namaku, aku merasa jijik mendengarnya”

“eunbi aku-“

“keluarlah! . Dan aku tidak akan membebaskan yoona meskipun kau bersujud di bawah kakiku. Dia harus membayar semua rasa sakit yang ibuku rasakan selama ini”

Wajahnya berpaling tidak lagi menatap ayahnya. Air matanya jatuh. Tangan eunbi meremas selimutnya sampai jari kukunya memutih. Jadi inikah akhirnya?

Disisi lain kyuhyun mencekeram gagang pintu, dia akan melesat masuk saat eunbi berteriak membentak tapi minsoo menahannya.

‘ayah dan anak itu perlu bicara’ bujuknya.

Kyuhyun pikir semuanya membaik setelah ini, tapi dia salah. Dia masih tidak habis pikir kenapa ada ayah seperti itu. Apa dia bahkan tidak merasakan sedih saat putrinya menangis, meneteskan air mata karena kesalahannya?

Tuan hwang membuka pintu hendak keluar tapi kyuhyun sudah berdiri di depannya dengan tatapan tajamnya.

“aku akan pulang. Jagalah eunbi”

“tunggu” kata kyuhyun dan berbalik menyusul mertuanya yang sudah beberapa langkah di depannya.

“jangan temui eunbi lagi. Aku tidak akan memaafkanmu jika kau menghancurkan hidupnya sekali lagi. Sudah cukup dia menangis karenamu. Dia adalah tanggung jawabku sekarang dan aku akan membahagiakannya”

Tuan hwang berbalik

“aku tidak tahu kalau kalian akan sangat mencintai seperti ini. Setidaknya aku bahagia karena aku menikahkannya denganmu”

“aku tidak akan mengganggunya lagi” tambahnya

Setelah itu tuan hwang benar-benar pergi.

***

Ini sudah hari ketiga setelah ibunya pergi dan eunbi masih terlihat sangat berduka.

Kyuhyun mengusap pipi eunbi dan menyingkirkan beberapa rambut yang menutupi wajahnya. Sesekali dia mengecup kening istrinya.

Eunbi menggeliat dan membuka setengah matanya.

“apa aku mengganggumu? “

Eunbi menggeleng dalam pelukannya.

” apa kau ingin tidur lagi? “

” tidak. Tapi biarkan seperti ini dulu”

Kyuhyun tersenyum dan merapatkan pelukannya pada eunbi, mengusap punggungnya pelan.

“ingin berlibur? Aku sudah menyiapkan villa untuk kita”

Eunbi sedikit menjauhkan tubuhnya dan menatap kyuhyun.

“villa? “

” villa di pinggir kota. Kau akan menyukainya”

Kyuhyun tiba-tiba berdiri membuat pelukannya terlepas.

“cepatlah bangun dan bersiap kita akan segera berangkat”

Eunbi mendudukkan dirinya di atas ranjang.

“aku bahkan belum bilang iya”

“aku akan memaksamu meskipun kau bilang tidak”

Cih! Eunbi mendesis

***

Udara musim gugur terasa sangat menenangkan. Ini pertama kalinya dia keluar rumah setelah berduka. Selama tiga hari ini eunbi hanya mengurung dirinya di kamar. Meratapi kesedihannya.

Eunbi menoleh pada kyuhyun karena pria itu tiba-tiba membuka kaca mobil di samping eunbi.

“apa kau tidak ingin menikmati angin musim gugur? “

” kita akan menginap berapa hari? “

Kyuhyun tampak berfikir sejenak

” mungkin dua hari atau tiga hari”

“kenapa lama sekali? Kau tidak bekerja, sudah tiga hari ini kau tidak pergi ke kantor”

“tidak masuk kantor selama tiga hari lagi tidak akan membuatku bangkrut”

Eunbi berdecak. Tapi kyuhyun terkekeh.

“minsoo eonni? Apa tidak apa-apa meninggalkanya selama tiga hari? “

Kyuhyun menggeleng

” ada ahjumma yang menjaganya. Lagi pula kakak yang meminta padaku untuk membawamu kabur selama tiga hari”

***

Sebuah rumah bergaya modern berdiri di depan sebuah danau, banyak pepohonan di depan rumahnya. Sangat asri dan nyaman.

“aku sudah lama tidak berkunjung ke sini . Terakhir kali ketika aku akan pergi sekolah ke luar negeri” kata kyuhyun di belakang eunbi

“benarkah? Padahal rumah ini tampak menyenangkan”

Eunbi langsung berjalan masuk, meninggalkan kyuhyun yang sedang mengobrol dengan ahjushi, yang merawat rumah ini.

Villa ini besar lengkap dengan perapian dan dua lantai serta dapur yang luas. Sepertinya eunbi akan betah tinggal disini.

“kau menyukainya? “

Kyuhyun memeluk eunbi dari belakang, melingkarkan tangganya di perut eunbi, hidungnya disembunyikan di leher eunbi menghirup aroma sabun dan parfum vanilla yang bercampur menjadi satu.

” tentu saja aku menyukainya”

“kau ingin melihat kamar kita? “

Kyuhyun menarik tanggan eunbi menuju ruangan di sebelah kanan.

” ini kamarku dan sekarang menjadi kamar kita”

Kyuhyun langsung menjatuhkan tubuhnya di atas kasur.

“ahh aku sudah lama sekali tidak tidur disini”

Eunbi ikut menjatuhkan tubuhnya di samping kyuhyun.

“kenapa kau tidak membawaku kesini dari dulu” protes eunbi. Jujur villa ini jauh luar biasa dari villa keluarganya. Keluarga? Lagi -lagi eunbi meringis. Haruskah sekarang eunbi menyebutnya mantan keluarga?

“kau tidak mendengarkanku? ” kyuhyun memiringkan tubuhnya menghadap eunbi.

” ak-aku-kau bilang apa? ” tanya eunbi tidak enak

Ck!

Kyuhyun menarik tubuh eunbi, memeluknya.

” apa yang kau pikirkan? “

” hanya tiba-tiba teringat sesuatu”

“jangan pikirkan hal yang tidak penting lagi sampai kau mengacuhkanku”

“maaf”

“kau tidak perlu meminta maaf”

Dan kyuhuun mencium bibir eunbi. Gadis itu tak menolak malah ikut membalas ciuman kyuhyun. Mereka larut dalam ciuman mereka, saling mengecap satu sama lain.

“tuan aku-” kalimat itu menggantung di udara.

“eunbi! ” kyuhyun mengumpat karena eunbi tiba-tiba mendorong tubuhnya dan berdiri. Ah! Padahal tadi itu sangat menyenangkan, batin kyuhyun.

” ahh kurasa ranjang ini sangat nyaman meskipun kau sudah lama tidak menepatinya” eunbi menepuk-nepuk ujung kasur membuat kyuhyun tersenyum geli.

“ada apa ahjushi? ” kata kyuhyun setelahnya.

” anu tuan. Makan siangnya sudah siap”

“baiklah. Ahjushi bisa pergi”

“ck! Kenapa kau tidak menutup pintunya terlebih dulu. Ahh bagaimana aku bisa menampakkan wajahku di depan ahjushi” protes eunbi cepat sesaat ahjushi pergi meninggalkan mereka.

Kyuhyun mendudukan dirinya.

“ahjushi juga akan mengerti pasangan seperti kita” kata kyuhyun dan mengangkat kedua bahunya.

“lagipula bukankah kau menikmati ciumanku tadi”

“kau memang tidak bisa serius” eunbi menutup kedua telinganya tidak ingin mendengar godaan kyuhyun lagi.

***

Sore hari ini mereka memasang tenda di depan danau lengkap dengan peralatan barbaque. Kyuhyun dan eunbi tampak anteng menunggu ikan menarik kail mereka. Tapi tiba-tiba

“ah! Ini membosankan. Apa kita membeli saja ikan dan langsung memasaknya? ” protes eunbi dengan pipi mengembang kesal.

” rasanya akan berbeda saat kau menangkao ikan sendiri dengan membeli di pasar”

“mereka akan sama ikannya. Jadi apanya yang berbeda? ” eunbi kesal tapi tetap juga menanti pancingannya was-was.

” apa kau suka memancing? Aku tidak pernah tahu sebelumnya kalau kau suka dengan kegiatan seperti ini. Sedikit mengejutkan kalau seorang cho kyuhyun yang hobi pergi ke club menyukai kegiatan seperti memancing”

Melihat semua peralatan memancing yang lengkap di rumah tadi, eunbi jadi penasaran. Sejak kapan suaminya itu hobi kegiatan seperti ini.

“kau ingin mengejekku? “

Eunbi menoleh dengan kening mengkerut

” tidak.untuk apa? Aku hanya bertanya”

Jika boleh jujur kyuhyun memang tidak terlalu menyukai kegiatan ini. Seperti yang eunbi katakan, dia lebih suka keliking club dengan hinggar binggar nya dari pada duduk di pinggir danau dengan suara rumput yang tertiup angin.

“saat aku lelah dengan semua keadaan ini, aku butuh ketenangan. Dan ku pikir salah satunya memancing”

Eunbi ingin berucap lagi saat pancingan kyuhyun bergerak. Eunbi jadi sangat antusias saat sebuah ikan besar berhasil kyuhyun tangkap.

Setelah itu mereka sibuk menaburi ikan itu dengan garam dan beberapa bumbu sederhana sebelum memasaknya.

Kyuhyun benar, ikan ini terasa lebih enak saat menangkap sendiri. Ya, meskipun itu tadi tangkapan kyuhyun.

Eunbi mengunyah ikan sebelum mendorongnya dengan cola.

Langit sudah berubah menjadi gelap, seharian ini kyuhyun berhasil membuat eunbi melupakan rasa kesalnya dan sedihnya.

“masuklah kesini! “

Kyuhyun berteriak dari dalam tenda membuyarkan lamunan eunbi. Dia mendekat dan ikut masuk ke dalam tenda.

” apa kau berniat untuk tidur disini? “

Kyuhyun mengangguk mengiyakan.

” kenapa? Kau punya rumah”

“hanya ingin berduaan dengamu” kata kyuhyun dengan senyum menjengkelkannya.

Eunbi mengalah dan ikut tengkurap mengahap pintu tenda, memangku kepalanya dengan kedua tangan.

“terima kasih” kata eunbi tiba-tiba lalu dia menoleh kepada kyuhyun yang sekarang balik menatapnya dengan satu alis terangkat.

“seharian ini kau berhasil membuatku lupa akan rasa sedihku” lanjut eunbi

“eunbi. Aku juga pernah merasa kehilangan dan putus asa sama sepertimu. Butuh waktu untukku mengerti semua keadaan ini. Kau hanya perlu bangkit dan menata ulang keadaan yang kacau ini”

Kyuhyun menggenggam tangan eunbi.

“aku akan selalu bersamamu”

Eunbi tersenyum. Apakah bisa semudah itu untuk bangkit. Tapi eunbi yakin selama ada kyuhyun yang menggenggam tanggannya semuanya akan teratasi.

Cup

Eunbi mencium pipi kanan kyuhyun.

“aku sangat mencintaimu”

Sedetik kyuhyun terkesiap karena tindakan eunbi, tapi pria itu buru-buru memperbaiki ekspresi wajahnya.

“sudah ku katakan bukan begitu cara berciuman yang benar”

“heh?! “

****

Setelah semalam, eunbi kembali menemukan semangatnya. Baiklah tidak baik untuk terus berduka. Dia harus bangkit! Ada banyak hal yang harus dia selesaikan.

Yoona. Eunbi harus menemui wanita itu.

Dan akhirnya pagi-pagi sekali eunbi merengek pada kyuhyun untuk cepat membawanya pulang. Meskipun kyuhyun sempat protes karena rencananya menghabiskan tiga malam bersama eunbi harus hancur tapi oria itu senang karena sorot mata eunbi sudah lebih hiduo dari kemarin. Baiklah, sepertinya nanti kyuhyun akan merencanakan liburan yang teoat dan lebih baik dari ini.

“kau yakin tidak ingin aku menemanimu masuk? “

Eunbi menggeleng dan melepas sabuk pengamnnya.

” aku hanya ingin bertanya sesuatu. Tidak akan lama” kata eunbi kemudian.

“baiklah aku akan menunggu disini”

Setelah eunbi ingin cepat-cepat pulang wanita itu meminta kyuhyun untuk mengantarkannya menemui yoona. Entah kenapa kyuhyun merasa sedikit khawatir kalau ini bukanlah sebuah ide yang baik.

Eunbi mencekeram kuat tas miliknya. Menemui yoona nyatanya membutuhkan energi lebih.

Wanita itu tersenyum sinis pada eunbi, tatapannya masih mengejek seperti biasanya.

“apa kau ingin bertanya tentang kematian ibumu? ” tanya yoona tepat sasaran. Eunbi sedikit terkejut kalau wanita itu tahu maksudnya. Jadi, bukankah itu maksudnya yoona tahu tentang sesuatu dibalik kematian ibunya?

” apa ini rencanamu? Mengancamku? ” tanya eunbi tidak kalah dingin.

Yoona tertawa.

” mungkin. Tapi bukankah sudah kuperingatkan sebelumnya? Kau hanya akan menghancurkan hidupmu sendiri dengan membawaku kesini. Eunbi. Ini bukanlah apa-apa. Akan aka sesuatu yang lebih besar dari pada ini”

“yoona. Apa kau masih tidak merasa bersalah atas semua ini? “

” ini bukan salahku. Ayahmu yang membawaku ke rumahmu dan menghancurkan hidupmu”

Ayah? Ya, berkali-kali eunbi menolak tapi ini memang kesalahan ayahnya. Kalau saja waktu itu ayahnya tidak menghianati ibunya dengan yoona semuanya tak akan seperti ini.

“dan kau membunuh ibuku?!”

Yoona menggeleng

“kau yang membunuhnya. Kau membuatku terpaksa melakukannya eunbi”

Eunbi semakin meremas tasnya, menatap yoona penuh benci.

“mau kuberitahu rahasia besar? ” tawarnya penuh kemenangan.

***

Eunbi menemani minsoo menyiram bunga di halaman belakang, setelah pertemuannya dengan yoona kemarin eunbi semakin terlihat risau.

“eunbi. Kau tahu ini adalah bunga kesukaanku. Hyunshik selalu memberiku bunga ini saat aku marah padanya. “

Eunbi tersenyum kecut dan melirik bunga mawar putih itu sedih.

Apakah dia telah menhancurkan ke bahagian orang ini?

Hatinya kembali terluka. Ternyata banyak hal yang baru eunbi ketahui. Lalu apakah dia bisa mengatasi hal ini sendiri?

Brak!

Eunbi menoleh saat terdengar suara ointu dibanting. Kyuhyun tampak berjalan tergesa-gesa. Eunbi tahu kalau pria itu sedang marah sekarang.

“apa maksudmu?! ” tanya kyuhyun tidak sabar. Minsoo yang disamping eunbi hanya menatap kyuhyun dan eunbi bergantian seperti meminta penjelasan.

Eunbi berdiri dari duduk jongkoknya.

” aku ingin membebaskan yoona” kata eunbi tenang.

Kyuhyun tercengang begitupun dengan minsoo. Kenapa? Eunbi mati-matian menginginkan yoona membayar ini semua tapi kenapa sekarang

“ibuju sudah pergi dan aku tak ingin mengungkit kesediahnnya” alasan eunbi. Sesaat kyuhyun tercenung dengan kalimat eunbi.

“apa maksudmu? ” kyuhyun menarik tangan eunbi yang akan beranjak meninggalkannya. Pikirannya buntu, dia tidak bisa memahami eunbi sekarang.

” aku lelah kyu. Kita bahas ini nanti saja” kyuhyun masih tidak berniat melepaskan tangan eunbi meski gadis itu berusaha keras melepaskan tangannya. Eunbi berbalik menatap kyuhyun. Andaikan dia bisa berkata kalau ini semua bukan keinginannya.

“apa yang terjadi? ” desak kyuhyun

” sudah ku jelaskan kalau aku tidak ingun ibuku bersedih di alam sana”

“omong kosong. Kau menyembunyikan sesuatu kan?! ” kyuhyun terus mendesak eunbi, membuat gadis itu hampir menangis.

” apa yang terjadi saat kau menemui yoona kemarin? “

Eunbi menelan ludahnya, memperbaiki ekspresi wajahnya.

” tidak ada. “

Bohong. Kyuhyun tahu kalau eunbi sedang berbohong, mata wanita itu tida tenang.

” aku tidak akan membiarkanmu melepaskan yoona. Jika kau melepaskannya maka aku yang menuntut yoona lagi”

“kyu! “

” dia telah menghancurkan hidupmu aku tidak akan membiarkannya begitu saja”

“kau tidak mengerti! ” kata eunbi dan menyentak tangan kyuhyun sampai genggaman itu terlepas.

” apa yang tak kumengerti? “

Eunbi menunduk, berusaha menahan air matanya yang akan tumpah.

” kau hanya akan menghancurkan semuanya dengan tidak melepaskan yoona. “

” omong kosong apa itu” kyuhyun tersenyum mengejek.

“ku mohon turuti kemauanku.”

Setelah itu eunbi pergi dan kyuhyun hanya menatap punggung eunbi penuh tanya. Sebenarnya apa yang terjadi. Pria itu mengeluarkan ponselnya dari dalam saku jasnya, menekan beberapa nomor disana sebelum bunyi nada tersambung terdengar.

“halo. Aku ingin kau melakukan beberapa pekerjaan”

—–TBC—-

Author’s note : hallo hallo author kembali lagi.  semoga part ini tidak mengecewakan. author ingetin lagi jangan lupa  like, komen dan share ya 🙂 🙂

sorry for typo

love you all ❤ ❤

Advertisements

NOT A CONTRACT MARRIAGE (BAB 14)

oke, ini author repost bab yang satu ini, karena author enggak tahu kenapa tiba-tiba tanda petiknya hilang. dan daripada kalian makin bingung baca ff ini makanya aku repost ulang.

—happy reading—

Kyuhyun tersenyum dengan mata yang masih tertutup. Gerakan halus dalam pelukannya membuat senyumnya merekah secara otomatis. Lengan yang terasa sedikit kaku karena dijadikan bantal oleh eunbi tak berarti apa-apa. Dia sangat mencintai gadis ini. Sangat!

Eunbi merubah posisi tidurnya menghadap dada kokoh suaminya. Sinar matahari yang sudah masuk lewat celah jendela masih saja membuat dia malas untuk membuka mata. Pelukan kyuhyun terasa sangat nyaman, jauh lebih nyaman dari pelukan yang pernah dia rasakan sebelumnya. Ini luar biasa! Pagi ini seolah semua bermekaran di atas kepalanya, semua kebahagiaan berkumpul di bawah kakinya sampai eunbi lupa kalau dia pernah bersedih sebelumnya. Kyuhyun telah merubah segalanya, kehidupannya, rasa sedihnya. Hanya satu pinta eunbi pada Tuhan saat ini, jika dia tidak akan dipisahkan dengan kyuhyun. Merasakan kebahagiaan ini selamanya sampai maut menjemputnya.

Perlahan jari-jari kyuhyun menyibak sedikit rambut yang menutupi wajah eunbi, pagi yang indah dengan eunbi berada di pelukannya. Tak pernah sebahagia ini saat kyuhyun menyapa pagi. Gerakan halus itu membuat eunbi membuka matanya perlahan. Dan senyuman manis kyuhyun di pagi hari membuat dia tersipu dengan sendirinya menularkan senyum bahagia di wajahnya. Tanpa permisi kyuhyun mengecup bibir eunbi, satu kali, dua kali, tiga kali. Kyuhyun bahkan tidak akan puas jika itu sampai seratus kali. Eunbi diam dan tersenyum. Kedua tangannya melingkar pada tubuh kyuhyun yang masih bertelanjang dada.

“aku mencintaimu” kata kyuhyun tepat di telinganya membuat eunbi lagi-lagi tersipu malu. Pria itu memang pintar untuk membuat gelombang kebahagian untuknya.

“aku juga mencintaimu” jawab eunbi dengan suara yang masih serak khas bangun tidur.

Kyuhyun ikut merapatkan pelukannya pada eunbi, sesekali dia memainkan jarinya di punggung eunbi yang masih polos tanpa baju.

“apa kau tidak ingin bangun?”

Eunbi menggeleng

“baiklah. Aku bisa meminta naeun memberikan satu malam gratis lagi untuk kita”

Shit!

Eunbi menjauhkan tubuhnya dari kyuhyun

“naeun? “

“kenapa? Hotel ini punya naeun dan akan lebih baik jika kita bisa menginap disini secara gratis”

“wah. Kau memang luar biasa cho kyuhyun. Jadi kenapa tidak kau minta naeun saja tadi malam untuk tidur denganmu?”

“kau masih cemburu dengan naeun? Aku bahkan sudah menceritakan semua masa lalu kami padamu”

“ck!”

Cup

Sekali lagi kyuhyun mengecup bibir eunbi.

“aku bercanda. Kalau kau ingin malam panas seperti tadi malam kita bisa melakukannya dirumah dan se.ti.ap.ha.ri”

“jadi jangan meminta itu padaku”

“kau benar-benar marah?”

“cepatlah bangun dan mandi tuan cho. Aku ingin cepat kembali ke rumah” kata eunbi setelah duduk di atas ranjang sambil menggelung rambutnya ke atas.

“aku bercanda tentang naeun. Jadi jangan marah. Oke? Oke?”

Dan diam. Eunbi diam. Tidak menjawab walau hanya kata oke saja. Baiklah cho kyuhyun, sepertinya kau menghancurkan kesempatan untuk menikmati malam indah seperti tadi malam. Oh! Jika tahu eunbi masih sangat sensintive tentang naeun maka kyuhyun tidak akan menggodanya seperti tadi. Kyuhyun memang bodoh!

**

Kyuhyun memutar bola matanya, melirik eunbi yang masih acuh lewat ekor matanya. Ternyata saat wanita marah maka seorang pria yang terkenal mahir dalam memenangkan hati para wanita bisa kerepotan juga seperti kyuhyun.

Lift itu masih bergerak turun dan eunbi masih betah mendiami kyuhyun sejak tadi pagi. Oh! Lupakan pagi romantis yang hanya bertahan beberapa menit tadi. Sejujurnya eunbi tidak begitu marah pada kyuhyun, dia hanya ingin saja sedikit menghukum kyuhyun. Tadi malam pria itu benar-benar mempermainkan eunbi tentang naeun bahkan sampai tadi pagi, maka terimalah pembalasannya cho kyuhyun!

Satu lantai lagi dan mereka akan sampai di lobi hotel.

Tapi tidak bisa! Batin kyuhyun

tidak sebelum kyuhyun mendapatkan maaf dari eunbi.

“kau apa-apaan?” tanya eunbi marah karena kyuhyun menekan angka 10. Untuk apa mereka naik lagi? Ingin membuang waktu di dalam lift?

“oh. Baiklah. Kita selesaikan ini sekarang” kata kyuhyun

“apa?”

“jangan pura-pura bodoh istriku. Kau mendiamiku hampir dua jam sejak tadi pagi”

“lalu?” wanita memang pintar berbelit-belit. Pura-pura tidak tahu dan bodoh, nyatanya mereka tahu pasti dan jelas apa yang sedang kyuhyun ingin jelaskan.

“aku bahkan sudah berterus terang padamu tentang hubunganku dengan naeun dulu. Kita tidak ada apa-apa. Dan masalah tadi pagi? Kau tahu aku hanya bercanda dan menggodamu saja. Jadi aku mohon jangan lagi mendiamiku seperti ini” kyuhyun memelas, memegang kedua tangan eunbi seperti memohon padanya untuk tidak memenggal kepalanya sekarang.

“aku tak masalah jika kau ingin kembali pada naeun”

“eunbi ayolah. Kau tahu aku bahkan tak bermaksud untuk itu”

“atau kau ingin menjadikannya istri keduamu? Aku akan setuju”

Kyuhyun tampak menghela nafasnya dalam-dalam. Setelah itu kyuhyun melepaskan genggaman tangannya pada tangan eunbi.

“jika kau ingin seperti itu baiklah. Jangan menangis saat aku membawa naeun ke rumah sebagai istri keduaku”

Sialan!

Mulutmu cho kyuhyun!

Eunbi menghentakkan kakinya keras dan menatap kyuhyun marah. Kali ini sangat marah!

“kalau begitu ceraikan aku dulu”

-ting-

Eunbi akan keluar saat lagi-lagi kyuhyun menutup pintu lift dan menekan lantai 10.

“apa maksudmu?” sungut eunbi

“jangan katakan tentang istri kedua apalagi perceraian. Kau tahu kalau hanya kau wanita yang aku cintai. Tidak ada naeun atau wanita lain. Hanya dirimu.”

Eunbi merona tanpa sadar.

Sudah eunbi katakan sebelumnya jika kyuhyun pintar membuat perasaannya seperti roller coaster. Pria ini gila! Terlalu gila sampai eunbi sangat mencintainya.

“jangan istri kedua lagi. Kau paham?”

Eunbi ingin berteriak ya! Tapi egonya masih terlalu tinggi. Tidak keren jika dia secepat itu luluh pada kyuhyun. setidaknya eunbi akan berusaha untuk tidka tertarik pada kyuhyun secepat ini.

“kau tidak ingin menjawab? Apa aku harus menelanjangimu dulu baru kau menjawab?”

“yak!” spontan eunbi berteriak. Ancaman apa itu? Menelanjangi?

“aku akan mem-“

Kyuhyun membungkam eunbi dengan ciumannya. Membuat eunbi lagi-lagi harus tunduk pada kyuhyun. dan entah sejak kapan eunbi ikut membalas ciuman kyuhyun. Rasa egonya tadi tiba-tiba hilang. Kenapa hanya karena ciuman kyuhyun eunbi bisa melupakan segalanya, rasa marahnya bahkan tempat mereka berciuman.

Ehem

Deheman seseorang membuat eunbi yang sejak tadi memejamkan matanya membukanya secara cepat.

Oh my god! Runtuknya dalam hati dan langsung mendorong kyuhyun.

Kyuhyun merenggut tidak suka karena ciumannya tiba-tiba dipotong oleh eunbi. Mata pria itu lantas mengikuti eunbi. Seorang wanita sudah berdiri di depan pintu lift yang tanpa mereka sadari sudah terbuka. Jadi ciuman mereka tadi menjadi tontonan?

“aku rasa aku menganggu kegiatan kalian”

“tidak-tidak-maksudku kau tidak mengganggu naeun shi” kata eunbi cepat. Dan keluar dari dalam lift.

“ya, kau baru saja mengganggu” itu suara kyuhyun. terdengar sangat tidak bersahabat. Apa dia benar-benar kesal karena ciuman tadi terpotong. Eunbi kira kyuhyun akan kembali menggoda eunbi dan membuatnya cemburu seperti yang sudah-sudah.

“maaf. Tapi aku bisa memberikan kalian kamar jika ingin. Ini lift tuan cho”

“ya. Kurasa itu lebih baik. Tapi sayangnya istriku ini tidak ingin menginap disini lagi”

Mata eunbi membesar menatap kyuhyun.

“bukan begitu istriku?” tanya kyuhyun pada eunbi.

“ah. Bukan begitu. tapi kita ada acara nanti malam. Jadi kita tidak mungkin menginap disini lagi lagipula minsoo eonni sendirian di rumah”

“baiklah. Kalau begitu aku pergi dulu. Semoga hari kalian menyenangkan”

“ya, terima kasih naeun shi. Semoga harimu juga menyenangkan”

Setelah itu naeun pergi meninggalkan eunbi dan kyuhyun.

“aku tidak tahu kalau kau juga bisa akrab dengan naeun” kata kyuhyun tiba-tiba.

“akrab? Itu bukan akrab cho kyuhyun tapi basa-basi”

“kau masih cemburu rupanya dengannya.”

“tidak! aku hanya tidak akan memberi dia celah untuk merebutmu dariku”

“Eh?”

“bukannya kau sudah bilang kalau hanya aku wanita yang kau cintai”

Kyuhyun tersenyum. Memahami wanita itu ternyata lebih sulit memahami rumus matematika ya.

“tidak akan ada wanita lain”

“akan aku pegang kata-katamu”

“baiklah nyonya cho. Kau bisa pegang kata-kataku”

***
Semakin hari hubungan kyuhyun dan eunbi semakin dekat. Akan ada eunbi dalam pelukan kyuhyun saat dia membuka mata, dan itu adalah pengalaman dan kebiasaan yang sangat kyuhyun syukuri. Memiliki eunbi dalam dekapannya. Jatuh cinta memang luar biasa. Seolah kyuhyun tidak bosan untuk memeluk dan mencium aroma shampoo yang dipakai eunbi setiap harinya.

Jika kyuhyun mengingat kembali masa lalu dia akan tersenyum sendiri melihat betapa bodohnya dia. Menolak tawaran kakaknya untuk dikenalkan eunbi, berfikir kalau dia bahkan bisa mencari gadis seperti itu dengan mudah. Tapi sekarang kyuhyun sadar kalau itu bukan pemikiran yang benar. Eunbi. Dia adalah satu-satunya wanita yang tidak akan dapat tergantikan atau disamakan dengan siapapun. Dia terlalu special. Cinta memang selalu punya cara untuk mencari pemiliknya. Jika dulu kyuhyun tidak pernah membayangkan kalau dia akan menjadi seorang suami dengan secepat itu dan tanpa persiapan apapun terlebih tanpa adanya perasaan cinta, tapi sekarang entah sudah berapa kali dia mengatakan ini kalau dia benar-benar mensyukuri hal itu. Pernihakannya dan memiliki istri seperti eunbi.

“apa ada yang lucu sampai kau tersenyum seperti itu?”

Sedari tadi rupanya kyuhyun bernostalgia di tengah pintu dapur sambil memandang eunbi yang melakukan rutinitasnya.

“hanya ingin saja” jawabnya sambil melangkah masuk ke dalam dapur.

“aku selalu ingin tersenyum saat bersama dengamu” katanya lagi dan mulai memeluk eunbi dari belakang.

“gombal” ketus eunbi.

“aku berkata jujur”

“baiklah anggap aku percaya. Dan sekarang bisakah kau membiarkanku melanjutkan pekerjaanku?”

“ada ahjumma yang akan mengerjakannya. Kau bisa membantuku saja”

Eunbi berbalik dengan tangan kyuhyun yang masih memeluknya.

Sesaat eunbi menghela nafasnya, tapi kemudian tanggannya begitu lincah membenarkan dasi yang sengaja belum kyuhyun pasang. Pria itu mempunyai kebiasaan baru, tidak pernah memasang dasinya dengan benar, kyuhyun hanya akan mengalunggkannya di leher tanpa mengikatnya.

“apa kau sudah lupa bagaimana caranya mengikat dasi?” sindir eunbi.

“bukankah kau juga menyukai hal ini?”

Eunbi tersenyum. Bukankah itu sudah terlihat jelas di wajahnya.

“baiklah sudah selesai”

“apa tidak ada ciuman selamat pagi?”

Ya, ujung-ujungnya juga kesini. Dasar kyuhyun!

“bukannya kau sudah menerimanya setelah bangun tidur tadi?”

Kyuhyun menggeleng.

“itu tadi hanya kecupan bukan ciuman”

Apakah sekarang menjadi masalah jika itu kecupan atau ciuman? Bagi eunbi sama saja. Tapi mungkin tidak bagi kyuhyun.

“kau ingin aku paksa atau memberinya secara sukarela?”

Pertanyaan apa itu? Itu terdengar seperti ancaman menjijikkan cho kyuhyun. Tapi dengan paksa sepertinya bukan solusi yang tepat.

“baiklah”

Perlahan eunbi menutup matanya. Tapi selama sepuluh detik dia tidak merasakan apapun. Jadi apakah kyuhyun baru saja mengerjainya?

Sebelah matanya dia buka. Dan sial! Kyuhyun memamerkan senyum evilnya.

“rupanya kau memang ingin aku cium”

Eunbi mendengus kesal.

Setelah itu dia merasakan kalau bibirnya sudah bertemu dengan bibir kyuhyun. Pria itu tersenyum di sela ciumannya.

Menyebalkan! Batin Eunbi.

“ini masih terlalu pagi untuk bermesraan”

Damn!

Eunbi mendorong kyuyun dan menatap kakak iparnya salah tingkah. Sementara kyuhyun hanya mengumpat tidak jelas karena kegiatannya terganggu.

“kau mengangguku saja nuna. Awh!”

Kyuhyun merasakan cubitan di perutnya.

“sebaiknya kita ke meja makan saja eonni. Ahjumma tolong lanjutkan masakannya” eunbi buru-buru mendorong kursi roda minsoo ke meja makan.

***

Mobil kyuhyun berhenti di depan coffee shop.

“kyu?” kata eunbi setengah terkejut karena pintu ruangannya tiba-tiba terbuka.

Kyuhyun tersenyum

“ada apa? ” tanya eunbi menghampiri kyuhyun.

” kita mendapatkannya”

“apa? ”

” bukti tentang ibumu. Yumi melakukan pekerjaannya dengan baik”

“ja-jadi maksudmu yoona-? ” kata eunbi tergagap.

Kyuhyun mengangguk sebagai balasan.

” kau bisa membawa bukti-bukti itu sekarang ke polisi”

“kenapa menangis?” kata kyuhyun lagi dan menghapus air mata eunbi dengan ibu jarinya. Tapi eunbi malah menggeleng dan tersenyum.

“jangan menangis”

“aku terlalu bahagia” kata eunbi

“terima kasih” lanjutnya dan memeluk kyuhyun.

“kau tidak perlu berterima kasih padaku karena kau adalah istriku”

***

Yoona menatap eunbi malas. Wanita itu tersenyum mengejek pada eunbi. Tidak ada sedikitpun rasa penyesalan atau permintaan maaf keluar dari mulutnya untuk eunbi. Wanita itu masih telihat sama angkuhnya seperti biasa, baju tahanan itu sepertinya tidak berpengaruh untuknya.

“kau ingin mengolokku karena kau berhasil membawaku masuk kesini? ” tanya yoona menyindir.

” tidak. Aku hanya ingin memastikan kalau kau menerima apa yang seharusnya”

Yoona menyeringai.

“ingat eunbi. Kau mungkin bisa memasukkanku ke dalam penjara tapi aku juga bisa memastikan kalau nanti kau yang akan mengeluarkanku”

“omong kosong!”

Yoona menyondongkan tubuhnya ke depan. Matanya menatap lurus ke arah eunbi.

“kau mungkin tidak tahu dengan kau membawaku kesini kau justru menghancurkan hidupmu sendiri”

“ayahmu, ibumu, atau kyuhyun. kau ingin aku memulai dari mana?” lanjut yoona

“kau tidak akan bisa melakukan hal itu lagi!” kata eunbi setengah membentak.

***

Eunbi memutar jarinya di pinggir gelas, sebelah tanggannya menopang dagunya. Entah kenapa tanpa sadar pikirannya teracuni oleh kata-kata yoona tadi siang. Ternyata ini bukanlah akhirnya, pikirnya.

“apa yang kau lakukan malam-malam begini di dapur?”

Eunbi menoleh dan kyuhyun sudah duduk di kursi disampingnya.

“kenapa kau terbangun? Ada yang kau butuhkan?”

“karena kau tidak ada disampingku” jawab kyuhyun enteng. Tapi itu memang benar. Entah sejak kapan kehadiran eunbi di sampinnya saat tidur menjadi sangat penting sampai dia bisa terbangun karena tempat disampingnya kosong.

Eunbi tampak sedikit menarik ujung bibirnya.

“maaf kalau kau terbangun karenaku”

Kyuhyun menggeleng.

“itu tak masalah. Jadi kenapa? Ada yang mengganggu pikiranmu?”

“aku pikir ini bukanlah akhirnya”

“apa? Kau masih belum berbicara dengan ayahmu?”

Bukannya menjawab eunbi malah menghela nafasnya. Ayahnya? Eunbi bahkan lupa kalau ayahnya juga mungkin sedang terluka. Tapi entahlah.

Kyuhyun menggeser kursinya mendekat pada eunbi, dan menarik wanita itu ke dalam tubuhnya.

“temuilah dia besok. Mungkin dia tidak punya banyak keberanian untuk datang padamu”

Eunbi melingkarkan tangganya di perut kyuhyun, memejamkan matanya dan menciumi bau kyuhyun lebih intens. Aroma tubuh yang bisa membuatnya tenang. Eunbi dapat merasakan kalau berkali-kali pelipisnya mendapat sebuah kecupan dari kyuhyun.

“apa kau mau menemaniku menonton film? Aku masih belum ingin tidur”

Kyuhyun menjauhkan tubuhnya dan mengelus pipi eunbi gemas.

“tentu saja. Kita akan menonton di kamar saja”

***

Dering ponsel eunbi terdengar sangat keras di tengah malam seperti ini. Dengan mata yang masih setengah tertutup dia berusaha mengambil ponselnya.

“halo” sapa eunbi dengan suara paraunya.

“ini dari rumah sakit seoul”

“rumah sakit?”

“ibu anda. Maksud saya nyonya hwang meninggal dunia”

“apa??!” eunbi langsung terduduk. Matanya yang tadi masih terasa berat sekarang menghilang. Ini hanya lelucon kan? Katakan padanya jika yang baru saja dia dengar adalah sebuah mimpi karena dia belum benar-benar terbangun dari tidurnya.

“akan saya jelaskan nanti di rumah sakit. Sebaiknya anda kesini segera” suara itu terdengar sangat buru-buru. Jadi apakah yang eunbi dengar tadi adalah sebuah kenyataan?

“eunbi. Eunbi” kyuhyun menguncang tubuh eunbi karena gadis itu tiba-tiba mematung dengan ponsel yang sudah terjatuh dipangkuannya. kyuhyun ikut terbangun karena teriakan eunbi.

“eunbi!” panggil kyuhyun lagi

Eunbi menoleh tapi dia tidak menjawab, setelah itu dia langsung turun dari ranjang tergesa-gesa dan meraih sweeter dari dalam lemari secara acak.

“kau mau kemana?”

Kyuhyun menarik tangan eunbi membuatnya berbalik menghadap kyuhyun.

“eunbi. Apa yang terjadi?” tanya kyuhyun menuntut

Mata eunbi tampak tidak tenang. Bola matanya bergerak ke kanan dan kekiri, bahkan kyuhyun bisa melihat kalau sekarang mata itu sudah di penuhi oleh air mata yang siap menetes.

Kyuhyun memegang kedua lengan eunbi.

“siapa yang menelpon?” tanya kyuhyun lembut.

“aku-aku-itu-rumah sakit” jawab eunbi terbata. Jantungnya masih berpacu sangat cepat dengan pikiran tak karuan membuat dia sangat bingung harus bagaimana.

“rumah sakit?” kening kyuhyun terlipat. Tapi dia mencoba untuk tetap tenang.

“ibu” kali ini eunbi menatap tepat pada mata kyuhyun seolah meminta bantuan pada laki-laki itu. Eunbi ingin kyuhyun bilang kalau ‘kau hanya bermimpi’ bisakah?

“mereka bilang ibu meninggal”

“apa?!”

“itu tidak benarkan?”

Kyuhyun buru-buru meraih tubuh eunbi dan memeluknya. Kyuhyun tidak tahu apa yang harus dia lakukan tapi yang pertama dia harus menenangkan eunbi yang sudah menjatuhkan air matanya.

“ibuku tidak pergikan kyu?” kata eunbi di sela tangisnya.

“tenanglah. Kita akan ke rumah sakit sekarang”

“kau jangan khawatir. Semuanya akan baik-baik saja”

“aku akan mengambil jaket dulu dan kita akan pergi ke rumah sakit sekarang”

Seperti biasanya, eunbi selalu merasa lebih tenang saat pria itu ada disampingnya. Kyuhyun selalu bisa membuat eunbi merasa kalau dia tidak sendiri, ada orang lain yang selalu akan berada disampingnya. Tuhan begitu baik pada eunbi mengirimkan kyuhyun untuknya. Eunbi tidak yakin apakah saat dia sendiri tanpa kyuhyun dia akan bisa setegar ini.

Perjalanan malam ini terasa lebih lama dari biasanya bagi eunbi, padahal lalu lintas sangat lenggang. Sebelah tanggan kyuhyun terus menggengam tangan eunbi. Memberikan istrinya itu kekuatan dan ketenangan, mencoba mengatakan pada eunbi jika semuanya akan baik-baik saja. meskipun kyuhyun bahkan tidak tahu pasti apa yang sedang terjadi. Sebuah telepon di tengah malam, semoga itu hanya ulah orang iseng.

Di depan rumah sakit terlihat lebih ramai dari malam-malam sebelumnya, tampak mobil polisi terparkir di depan gedung rumah sakit. Beberapa orang berkerumun di samping pintu masuk rumah sakit. Ada police line yang sudah terpasang disana.

Langkah kaki eunbi yang terasa sangat berat membuat jalannya sedikit lebih lambat. Semakin dekat dia mendengar suara orang berbicara, ada orang bunuh diri.

Kyuhyun masih setia berjalan disamping eunbi dengan tangan yang semakin erat menggenggam tanggannya. Rumah sakit tampak sangat kacau malam ini, ya kyuhyun berharap kalau ini bukanlah pertanda buruk bagi mereka.

“anda putri keluarga hwang?” seorang polisi tiba-tiba menghampiri kyuhyun dan eunbi.

“ada apa?” tanya kyuhyun mencoba setenang mungkin

“nyonya hwang ditemukan bunuh diri dengan meloncat dari atas gedung, saya ingin meminta keterangan dari anda”

Deg.

Jantung eunbi seolah berhenti berdetak. Suara itu seperti halilintar yang tepat berada di atas kepalanya.

Tanpa sadar eunbi langsung berlari dan membelah beberapa orang yang berkerumun. Seorang wanita paruh baya dengan baju rumah sakit tergelatak di bawah kaki eunbi dengan darah yang mengalir dari kepalanya. Tubuh eunbi tiba-tiba menjadi sangat lemah seperti tak bertulang. Gadis itu terduduk di halaman rumah sakit.

“ibu.ibu.ibu” panggil eunbi dengan suara yang sedikit tenggelam karena laju air matanya.

“ibu! Ibu! Bangun! “ eunbi berteriak dengan tenaga yang berhasil dia kumpulkan.

‘ini tidak mungkin! Semua ini tidak nyata!’ berkali-kali eunbi mencoba berfikir seperti itu, tapi kenyataan menamparnya kalau matanya masih sehat dan masih bisa mengenali kalau wanita yang sekarang tergeletak di lantai itu adalah ibunya.

“ibu!” teriak eunbi untuk kesekian kalinya.

Kyuhyun duduk disamping eunbi. Menghela nafasnya dalam-dalam.

“eunbi. Bangunlah.” Pinta kyuhyun sangat lembut.

“bangun! Jangan tinggalkan aku sendiri” eunbi masih terus merancau, memaksa ibunya yang sudah tak bernyawa untuk membuka mata.

“bangunlah” kali ini kyuhyun memegang kedua lengan eunbi dan memaksanya untuk berdiri. Tapi eunbi menolak.

“tidak! Ibu tidak boleh meninggalkanku! Bangun, aku mohon” tangis pilu eunbi ikut menyayat hati kyuhyun. Melihat orang yang sangat dia cintai begitu terluka dan kyuhyun bahkan tidak bisa melakukan apapun untuk itu benar-benar menyakiti hatinya.

Sebuah pelukan hangat dan tangan yang melingkar di perut eunbi membuat eunbi sadar kalau dia tidak sendiri sekarang. Ada orang yang berada di belakangnya yang akan terus mengguatkan eunbi

“tenangkan dirimu dulu. Semuanya akan baik baik saja. ada aku disini” kata kyuhyun begitu menenangkan.

“biarkan polisi menyelesaikan masalah ini terlebih dulu”

Dan kali ini saat kyuhyun membantu eunbi untuk berdiri, gadis itu menurut. Atau mungkin eunbi sudah lelah untuk terus meneriaki ibunya yang bahkan tidak membuka satu kali saja.

Eunbi duduk di kursi lobi rumah sakit. Dari jarak lima meter eunbi melihat kyuhyun sedang berbicara dengan polisi. Ini terlalu mengejutkan untuk eunbi, telepon di tengah malam sampai dia melihat ibunya tergelak di lantai dengan begitu banyak darah. Semua terlalu cepat dan mengejutkan untuknya.

Eunbi mengangkat telapak tangannya, ada noda darah disana. Benarkah ini nyata? Eunbi masih menanyakan hal itu keseribu kalinya pada dirinya sendiri. Eunbi masih berharap jika ini tidak nyata.

TBC