NOT A CONTRACT MARRIAGE (BAB 14)

oke, ini author repost bab yang satu ini, karena author enggak tahu kenapa tiba-tiba tanda petiknya hilang. dan daripada kalian makin bingung baca ff ini makanya aku repost ulang.

—happy reading—

Kyuhyun tersenyum dengan mata yang masih tertutup. Gerakan halus dalam pelukannya membuat senyumnya merekah secara otomatis. Lengan yang terasa sedikit kaku karena dijadikan bantal oleh eunbi tak berarti apa-apa. Dia sangat mencintai gadis ini. Sangat!

Eunbi merubah posisi tidurnya menghadap dada kokoh suaminya. Sinar matahari yang sudah masuk lewat celah jendela masih saja membuat dia malas untuk membuka mata. Pelukan kyuhyun terasa sangat nyaman, jauh lebih nyaman dari pelukan yang pernah dia rasakan sebelumnya. Ini luar biasa! Pagi ini seolah semua bermekaran di atas kepalanya, semua kebahagiaan berkumpul di bawah kakinya sampai eunbi lupa kalau dia pernah bersedih sebelumnya. Kyuhyun telah merubah segalanya, kehidupannya, rasa sedihnya. Hanya satu pinta eunbi pada Tuhan saat ini, jika dia tidak akan dipisahkan dengan kyuhyun. Merasakan kebahagiaan ini selamanya sampai maut menjemputnya.

Perlahan jari-jari kyuhyun menyibak sedikit rambut yang menutupi wajah eunbi, pagi yang indah dengan eunbi berada di pelukannya. Tak pernah sebahagia ini saat kyuhyun menyapa pagi. Gerakan halus itu membuat eunbi membuka matanya perlahan. Dan senyuman manis kyuhyun di pagi hari membuat dia tersipu dengan sendirinya menularkan senyum bahagia di wajahnya. Tanpa permisi kyuhyun mengecup bibir eunbi, satu kali, dua kali, tiga kali. Kyuhyun bahkan tidak akan puas jika itu sampai seratus kali. Eunbi diam dan tersenyum. Kedua tangannya melingkar pada tubuh kyuhyun yang masih bertelanjang dada.

“aku mencintaimu” kata kyuhyun tepat di telinganya membuat eunbi lagi-lagi tersipu malu. Pria itu memang pintar untuk membuat gelombang kebahagian untuknya.

“aku juga mencintaimu” jawab eunbi dengan suara yang masih serak khas bangun tidur.

Kyuhyun ikut merapatkan pelukannya pada eunbi, sesekali dia memainkan jarinya di punggung eunbi yang masih polos tanpa baju.

“apa kau tidak ingin bangun?”

Eunbi menggeleng

“baiklah. Aku bisa meminta naeun memberikan satu malam gratis lagi untuk kita”

Shit!

Eunbi menjauhkan tubuhnya dari kyuhyun

“naeun? “

“kenapa? Hotel ini punya naeun dan akan lebih baik jika kita bisa menginap disini secara gratis”

“wah. Kau memang luar biasa cho kyuhyun. Jadi kenapa tidak kau minta naeun saja tadi malam untuk tidur denganmu?”

“kau masih cemburu dengan naeun? Aku bahkan sudah menceritakan semua masa lalu kami padamu”

“ck!”

Cup

Sekali lagi kyuhyun mengecup bibir eunbi.

“aku bercanda. Kalau kau ingin malam panas seperti tadi malam kita bisa melakukannya dirumah dan se.ti.ap.ha.ri”

“jadi jangan meminta itu padaku”

“kau benar-benar marah?”

“cepatlah bangun dan mandi tuan cho. Aku ingin cepat kembali ke rumah” kata eunbi setelah duduk di atas ranjang sambil menggelung rambutnya ke atas.

“aku bercanda tentang naeun. Jadi jangan marah. Oke? Oke?”

Dan diam. Eunbi diam. Tidak menjawab walau hanya kata oke saja. Baiklah cho kyuhyun, sepertinya kau menghancurkan kesempatan untuk menikmati malam indah seperti tadi malam. Oh! Jika tahu eunbi masih sangat sensintive tentang naeun maka kyuhyun tidak akan menggodanya seperti tadi. Kyuhyun memang bodoh!

**

Kyuhyun memutar bola matanya, melirik eunbi yang masih acuh lewat ekor matanya. Ternyata saat wanita marah maka seorang pria yang terkenal mahir dalam memenangkan hati para wanita bisa kerepotan juga seperti kyuhyun.

Lift itu masih bergerak turun dan eunbi masih betah mendiami kyuhyun sejak tadi pagi. Oh! Lupakan pagi romantis yang hanya bertahan beberapa menit tadi. Sejujurnya eunbi tidak begitu marah pada kyuhyun, dia hanya ingin saja sedikit menghukum kyuhyun. Tadi malam pria itu benar-benar mempermainkan eunbi tentang naeun bahkan sampai tadi pagi, maka terimalah pembalasannya cho kyuhyun!

Satu lantai lagi dan mereka akan sampai di lobi hotel.

Tapi tidak bisa! Batin kyuhyun

tidak sebelum kyuhyun mendapatkan maaf dari eunbi.

“kau apa-apaan?” tanya eunbi marah karena kyuhyun menekan angka 10. Untuk apa mereka naik lagi? Ingin membuang waktu di dalam lift?

“oh. Baiklah. Kita selesaikan ini sekarang” kata kyuhyun

“apa?”

“jangan pura-pura bodoh istriku. Kau mendiamiku hampir dua jam sejak tadi pagi”

“lalu?” wanita memang pintar berbelit-belit. Pura-pura tidak tahu dan bodoh, nyatanya mereka tahu pasti dan jelas apa yang sedang kyuhyun ingin jelaskan.

“aku bahkan sudah berterus terang padamu tentang hubunganku dengan naeun dulu. Kita tidak ada apa-apa. Dan masalah tadi pagi? Kau tahu aku hanya bercanda dan menggodamu saja. Jadi aku mohon jangan lagi mendiamiku seperti ini” kyuhyun memelas, memegang kedua tangan eunbi seperti memohon padanya untuk tidak memenggal kepalanya sekarang.

“aku tak masalah jika kau ingin kembali pada naeun”

“eunbi ayolah. Kau tahu aku bahkan tak bermaksud untuk itu”

“atau kau ingin menjadikannya istri keduamu? Aku akan setuju”

Kyuhyun tampak menghela nafasnya dalam-dalam. Setelah itu kyuhyun melepaskan genggaman tangannya pada tangan eunbi.

“jika kau ingin seperti itu baiklah. Jangan menangis saat aku membawa naeun ke rumah sebagai istri keduaku”

Sialan!

Mulutmu cho kyuhyun!

Eunbi menghentakkan kakinya keras dan menatap kyuhyun marah. Kali ini sangat marah!

“kalau begitu ceraikan aku dulu”

-ting-

Eunbi akan keluar saat lagi-lagi kyuhyun menutup pintu lift dan menekan lantai 10.

“apa maksudmu?” sungut eunbi

“jangan katakan tentang istri kedua apalagi perceraian. Kau tahu kalau hanya kau wanita yang aku cintai. Tidak ada naeun atau wanita lain. Hanya dirimu.”

Eunbi merona tanpa sadar.

Sudah eunbi katakan sebelumnya jika kyuhyun pintar membuat perasaannya seperti roller coaster. Pria ini gila! Terlalu gila sampai eunbi sangat mencintainya.

“jangan istri kedua lagi. Kau paham?”

Eunbi ingin berteriak ya! Tapi egonya masih terlalu tinggi. Tidak keren jika dia secepat itu luluh pada kyuhyun. setidaknya eunbi akan berusaha untuk tidka tertarik pada kyuhyun secepat ini.

“kau tidak ingin menjawab? Apa aku harus menelanjangimu dulu baru kau menjawab?”

“yak!” spontan eunbi berteriak. Ancaman apa itu? Menelanjangi?

“aku akan mem-“

Kyuhyun membungkam eunbi dengan ciumannya. Membuat eunbi lagi-lagi harus tunduk pada kyuhyun. dan entah sejak kapan eunbi ikut membalas ciuman kyuhyun. Rasa egonya tadi tiba-tiba hilang. Kenapa hanya karena ciuman kyuhyun eunbi bisa melupakan segalanya, rasa marahnya bahkan tempat mereka berciuman.

Ehem

Deheman seseorang membuat eunbi yang sejak tadi memejamkan matanya membukanya secara cepat.

Oh my god! Runtuknya dalam hati dan langsung mendorong kyuhyun.

Kyuhyun merenggut tidak suka karena ciumannya tiba-tiba dipotong oleh eunbi. Mata pria itu lantas mengikuti eunbi. Seorang wanita sudah berdiri di depan pintu lift yang tanpa mereka sadari sudah terbuka. Jadi ciuman mereka tadi menjadi tontonan?

“aku rasa aku menganggu kegiatan kalian”

“tidak-tidak-maksudku kau tidak mengganggu naeun shi” kata eunbi cepat. Dan keluar dari dalam lift.

“ya, kau baru saja mengganggu” itu suara kyuhyun. terdengar sangat tidak bersahabat. Apa dia benar-benar kesal karena ciuman tadi terpotong. Eunbi kira kyuhyun akan kembali menggoda eunbi dan membuatnya cemburu seperti yang sudah-sudah.

“maaf. Tapi aku bisa memberikan kalian kamar jika ingin. Ini lift tuan cho”

“ya. Kurasa itu lebih baik. Tapi sayangnya istriku ini tidak ingin menginap disini lagi”

Mata eunbi membesar menatap kyuhyun.

“bukan begitu istriku?” tanya kyuhyun pada eunbi.

“ah. Bukan begitu. tapi kita ada acara nanti malam. Jadi kita tidak mungkin menginap disini lagi lagipula minsoo eonni sendirian di rumah”

“baiklah. Kalau begitu aku pergi dulu. Semoga hari kalian menyenangkan”

“ya, terima kasih naeun shi. Semoga harimu juga menyenangkan”

Setelah itu naeun pergi meninggalkan eunbi dan kyuhyun.

“aku tidak tahu kalau kau juga bisa akrab dengan naeun” kata kyuhyun tiba-tiba.

“akrab? Itu bukan akrab cho kyuhyun tapi basa-basi”

“kau masih cemburu rupanya dengannya.”

“tidak! aku hanya tidak akan memberi dia celah untuk merebutmu dariku”

“Eh?”

“bukannya kau sudah bilang kalau hanya aku wanita yang kau cintai”

Kyuhyun tersenyum. Memahami wanita itu ternyata lebih sulit memahami rumus matematika ya.

“tidak akan ada wanita lain”

“akan aku pegang kata-katamu”

“baiklah nyonya cho. Kau bisa pegang kata-kataku”

***
Semakin hari hubungan kyuhyun dan eunbi semakin dekat. Akan ada eunbi dalam pelukan kyuhyun saat dia membuka mata, dan itu adalah pengalaman dan kebiasaan yang sangat kyuhyun syukuri. Memiliki eunbi dalam dekapannya. Jatuh cinta memang luar biasa. Seolah kyuhyun tidak bosan untuk memeluk dan mencium aroma shampoo yang dipakai eunbi setiap harinya.

Jika kyuhyun mengingat kembali masa lalu dia akan tersenyum sendiri melihat betapa bodohnya dia. Menolak tawaran kakaknya untuk dikenalkan eunbi, berfikir kalau dia bahkan bisa mencari gadis seperti itu dengan mudah. Tapi sekarang kyuhyun sadar kalau itu bukan pemikiran yang benar. Eunbi. Dia adalah satu-satunya wanita yang tidak akan dapat tergantikan atau disamakan dengan siapapun. Dia terlalu special. Cinta memang selalu punya cara untuk mencari pemiliknya. Jika dulu kyuhyun tidak pernah membayangkan kalau dia akan menjadi seorang suami dengan secepat itu dan tanpa persiapan apapun terlebih tanpa adanya perasaan cinta, tapi sekarang entah sudah berapa kali dia mengatakan ini kalau dia benar-benar mensyukuri hal itu. Pernihakannya dan memiliki istri seperti eunbi.

“apa ada yang lucu sampai kau tersenyum seperti itu?”

Sedari tadi rupanya kyuhyun bernostalgia di tengah pintu dapur sambil memandang eunbi yang melakukan rutinitasnya.

“hanya ingin saja” jawabnya sambil melangkah masuk ke dalam dapur.

“aku selalu ingin tersenyum saat bersama dengamu” katanya lagi dan mulai memeluk eunbi dari belakang.

“gombal” ketus eunbi.

“aku berkata jujur”

“baiklah anggap aku percaya. Dan sekarang bisakah kau membiarkanku melanjutkan pekerjaanku?”

“ada ahjumma yang akan mengerjakannya. Kau bisa membantuku saja”

Eunbi berbalik dengan tangan kyuhyun yang masih memeluknya.

Sesaat eunbi menghela nafasnya, tapi kemudian tanggannya begitu lincah membenarkan dasi yang sengaja belum kyuhyun pasang. Pria itu mempunyai kebiasaan baru, tidak pernah memasang dasinya dengan benar, kyuhyun hanya akan mengalunggkannya di leher tanpa mengikatnya.

“apa kau sudah lupa bagaimana caranya mengikat dasi?” sindir eunbi.

“bukankah kau juga menyukai hal ini?”

Eunbi tersenyum. Bukankah itu sudah terlihat jelas di wajahnya.

“baiklah sudah selesai”

“apa tidak ada ciuman selamat pagi?”

Ya, ujung-ujungnya juga kesini. Dasar kyuhyun!

“bukannya kau sudah menerimanya setelah bangun tidur tadi?”

Kyuhyun menggeleng.

“itu tadi hanya kecupan bukan ciuman”

Apakah sekarang menjadi masalah jika itu kecupan atau ciuman? Bagi eunbi sama saja. Tapi mungkin tidak bagi kyuhyun.

“kau ingin aku paksa atau memberinya secara sukarela?”

Pertanyaan apa itu? Itu terdengar seperti ancaman menjijikkan cho kyuhyun. Tapi dengan paksa sepertinya bukan solusi yang tepat.

“baiklah”

Perlahan eunbi menutup matanya. Tapi selama sepuluh detik dia tidak merasakan apapun. Jadi apakah kyuhyun baru saja mengerjainya?

Sebelah matanya dia buka. Dan sial! Kyuhyun memamerkan senyum evilnya.

“rupanya kau memang ingin aku cium”

Eunbi mendengus kesal.

Setelah itu dia merasakan kalau bibirnya sudah bertemu dengan bibir kyuhyun. Pria itu tersenyum di sela ciumannya.

Menyebalkan! Batin Eunbi.

“ini masih terlalu pagi untuk bermesraan”

Damn!

Eunbi mendorong kyuyun dan menatap kakak iparnya salah tingkah. Sementara kyuhyun hanya mengumpat tidak jelas karena kegiatannya terganggu.

“kau mengangguku saja nuna. Awh!”

Kyuhyun merasakan cubitan di perutnya.

“sebaiknya kita ke meja makan saja eonni. Ahjumma tolong lanjutkan masakannya” eunbi buru-buru mendorong kursi roda minsoo ke meja makan.

***

Mobil kyuhyun berhenti di depan coffee shop.

“kyu?” kata eunbi setengah terkejut karena pintu ruangannya tiba-tiba terbuka.

Kyuhyun tersenyum

“ada apa? ” tanya eunbi menghampiri kyuhyun.

” kita mendapatkannya”

“apa? ”

” bukti tentang ibumu. Yumi melakukan pekerjaannya dengan baik”

“ja-jadi maksudmu yoona-? ” kata eunbi tergagap.

Kyuhyun mengangguk sebagai balasan.

” kau bisa membawa bukti-bukti itu sekarang ke polisi”

“kenapa menangis?” kata kyuhyun lagi dan menghapus air mata eunbi dengan ibu jarinya. Tapi eunbi malah menggeleng dan tersenyum.

“jangan menangis”

“aku terlalu bahagia” kata eunbi

“terima kasih” lanjutnya dan memeluk kyuhyun.

“kau tidak perlu berterima kasih padaku karena kau adalah istriku”

***

Yoona menatap eunbi malas. Wanita itu tersenyum mengejek pada eunbi. Tidak ada sedikitpun rasa penyesalan atau permintaan maaf keluar dari mulutnya untuk eunbi. Wanita itu masih telihat sama angkuhnya seperti biasa, baju tahanan itu sepertinya tidak berpengaruh untuknya.

“kau ingin mengolokku karena kau berhasil membawaku masuk kesini? ” tanya yoona menyindir.

” tidak. Aku hanya ingin memastikan kalau kau menerima apa yang seharusnya”

Yoona menyeringai.

“ingat eunbi. Kau mungkin bisa memasukkanku ke dalam penjara tapi aku juga bisa memastikan kalau nanti kau yang akan mengeluarkanku”

“omong kosong!”

Yoona menyondongkan tubuhnya ke depan. Matanya menatap lurus ke arah eunbi.

“kau mungkin tidak tahu dengan kau membawaku kesini kau justru menghancurkan hidupmu sendiri”

“ayahmu, ibumu, atau kyuhyun. kau ingin aku memulai dari mana?” lanjut yoona

“kau tidak akan bisa melakukan hal itu lagi!” kata eunbi setengah membentak.

***

Eunbi memutar jarinya di pinggir gelas, sebelah tanggannya menopang dagunya. Entah kenapa tanpa sadar pikirannya teracuni oleh kata-kata yoona tadi siang. Ternyata ini bukanlah akhirnya, pikirnya.

“apa yang kau lakukan malam-malam begini di dapur?”

Eunbi menoleh dan kyuhyun sudah duduk di kursi disampingnya.

“kenapa kau terbangun? Ada yang kau butuhkan?”

“karena kau tidak ada disampingku” jawab kyuhyun enteng. Tapi itu memang benar. Entah sejak kapan kehadiran eunbi di sampinnya saat tidur menjadi sangat penting sampai dia bisa terbangun karena tempat disampingnya kosong.

Eunbi tampak sedikit menarik ujung bibirnya.

“maaf kalau kau terbangun karenaku”

Kyuhyun menggeleng.

“itu tak masalah. Jadi kenapa? Ada yang mengganggu pikiranmu?”

“aku pikir ini bukanlah akhirnya”

“apa? Kau masih belum berbicara dengan ayahmu?”

Bukannya menjawab eunbi malah menghela nafasnya. Ayahnya? Eunbi bahkan lupa kalau ayahnya juga mungkin sedang terluka. Tapi entahlah.

Kyuhyun menggeser kursinya mendekat pada eunbi, dan menarik wanita itu ke dalam tubuhnya.

“temuilah dia besok. Mungkin dia tidak punya banyak keberanian untuk datang padamu”

Eunbi melingkarkan tangganya di perut kyuhyun, memejamkan matanya dan menciumi bau kyuhyun lebih intens. Aroma tubuh yang bisa membuatnya tenang. Eunbi dapat merasakan kalau berkali-kali pelipisnya mendapat sebuah kecupan dari kyuhyun.

“apa kau mau menemaniku menonton film? Aku masih belum ingin tidur”

Kyuhyun menjauhkan tubuhnya dan mengelus pipi eunbi gemas.

“tentu saja. Kita akan menonton di kamar saja”

***

Dering ponsel eunbi terdengar sangat keras di tengah malam seperti ini. Dengan mata yang masih setengah tertutup dia berusaha mengambil ponselnya.

“halo” sapa eunbi dengan suara paraunya.

“ini dari rumah sakit seoul”

“rumah sakit?”

“ibu anda. Maksud saya nyonya hwang meninggal dunia”

“apa??!” eunbi langsung terduduk. Matanya yang tadi masih terasa berat sekarang menghilang. Ini hanya lelucon kan? Katakan padanya jika yang baru saja dia dengar adalah sebuah mimpi karena dia belum benar-benar terbangun dari tidurnya.

“akan saya jelaskan nanti di rumah sakit. Sebaiknya anda kesini segera” suara itu terdengar sangat buru-buru. Jadi apakah yang eunbi dengar tadi adalah sebuah kenyataan?

“eunbi. Eunbi” kyuhyun menguncang tubuh eunbi karena gadis itu tiba-tiba mematung dengan ponsel yang sudah terjatuh dipangkuannya. kyuhyun ikut terbangun karena teriakan eunbi.

“eunbi!” panggil kyuhyun lagi

Eunbi menoleh tapi dia tidak menjawab, setelah itu dia langsung turun dari ranjang tergesa-gesa dan meraih sweeter dari dalam lemari secara acak.

“kau mau kemana?”

Kyuhyun menarik tangan eunbi membuatnya berbalik menghadap kyuhyun.

“eunbi. Apa yang terjadi?” tanya kyuhyun menuntut

Mata eunbi tampak tidak tenang. Bola matanya bergerak ke kanan dan kekiri, bahkan kyuhyun bisa melihat kalau sekarang mata itu sudah di penuhi oleh air mata yang siap menetes.

Kyuhyun memegang kedua lengan eunbi.

“siapa yang menelpon?” tanya kyuhyun lembut.

“aku-aku-itu-rumah sakit” jawab eunbi terbata. Jantungnya masih berpacu sangat cepat dengan pikiran tak karuan membuat dia sangat bingung harus bagaimana.

“rumah sakit?” kening kyuhyun terlipat. Tapi dia mencoba untuk tetap tenang.

“ibu” kali ini eunbi menatap tepat pada mata kyuhyun seolah meminta bantuan pada laki-laki itu. Eunbi ingin kyuhyun bilang kalau ‘kau hanya bermimpi’ bisakah?

“mereka bilang ibu meninggal”

“apa?!”

“itu tidak benarkan?”

Kyuhyun buru-buru meraih tubuh eunbi dan memeluknya. Kyuhyun tidak tahu apa yang harus dia lakukan tapi yang pertama dia harus menenangkan eunbi yang sudah menjatuhkan air matanya.

“ibuku tidak pergikan kyu?” kata eunbi di sela tangisnya.

“tenanglah. Kita akan ke rumah sakit sekarang”

“kau jangan khawatir. Semuanya akan baik-baik saja”

“aku akan mengambil jaket dulu dan kita akan pergi ke rumah sakit sekarang”

Seperti biasanya, eunbi selalu merasa lebih tenang saat pria itu ada disampingnya. Kyuhyun selalu bisa membuat eunbi merasa kalau dia tidak sendiri, ada orang lain yang selalu akan berada disampingnya. Tuhan begitu baik pada eunbi mengirimkan kyuhyun untuknya. Eunbi tidak yakin apakah saat dia sendiri tanpa kyuhyun dia akan bisa setegar ini.

Perjalanan malam ini terasa lebih lama dari biasanya bagi eunbi, padahal lalu lintas sangat lenggang. Sebelah tanggan kyuhyun terus menggengam tangan eunbi. Memberikan istrinya itu kekuatan dan ketenangan, mencoba mengatakan pada eunbi jika semuanya akan baik-baik saja. meskipun kyuhyun bahkan tidak tahu pasti apa yang sedang terjadi. Sebuah telepon di tengah malam, semoga itu hanya ulah orang iseng.

Di depan rumah sakit terlihat lebih ramai dari malam-malam sebelumnya, tampak mobil polisi terparkir di depan gedung rumah sakit. Beberapa orang berkerumun di samping pintu masuk rumah sakit. Ada police line yang sudah terpasang disana.

Langkah kaki eunbi yang terasa sangat berat membuat jalannya sedikit lebih lambat. Semakin dekat dia mendengar suara orang berbicara, ada orang bunuh diri.

Kyuhyun masih setia berjalan disamping eunbi dengan tangan yang semakin erat menggenggam tanggannya. Rumah sakit tampak sangat kacau malam ini, ya kyuhyun berharap kalau ini bukanlah pertanda buruk bagi mereka.

“anda putri keluarga hwang?” seorang polisi tiba-tiba menghampiri kyuhyun dan eunbi.

“ada apa?” tanya kyuhyun mencoba setenang mungkin

“nyonya hwang ditemukan bunuh diri dengan meloncat dari atas gedung, saya ingin meminta keterangan dari anda”

Deg.

Jantung eunbi seolah berhenti berdetak. Suara itu seperti halilintar yang tepat berada di atas kepalanya.

Tanpa sadar eunbi langsung berlari dan membelah beberapa orang yang berkerumun. Seorang wanita paruh baya dengan baju rumah sakit tergelatak di bawah kaki eunbi dengan darah yang mengalir dari kepalanya. Tubuh eunbi tiba-tiba menjadi sangat lemah seperti tak bertulang. Gadis itu terduduk di halaman rumah sakit.

“ibu.ibu.ibu” panggil eunbi dengan suara yang sedikit tenggelam karena laju air matanya.

“ibu! Ibu! Bangun! “ eunbi berteriak dengan tenaga yang berhasil dia kumpulkan.

‘ini tidak mungkin! Semua ini tidak nyata!’ berkali-kali eunbi mencoba berfikir seperti itu, tapi kenyataan menamparnya kalau matanya masih sehat dan masih bisa mengenali kalau wanita yang sekarang tergeletak di lantai itu adalah ibunya.

“ibu!” teriak eunbi untuk kesekian kalinya.

Kyuhyun duduk disamping eunbi. Menghela nafasnya dalam-dalam.

“eunbi. Bangunlah.” Pinta kyuhyun sangat lembut.

“bangun! Jangan tinggalkan aku sendiri” eunbi masih terus merancau, memaksa ibunya yang sudah tak bernyawa untuk membuka mata.

“bangunlah” kali ini kyuhyun memegang kedua lengan eunbi dan memaksanya untuk berdiri. Tapi eunbi menolak.

“tidak! Ibu tidak boleh meninggalkanku! Bangun, aku mohon” tangis pilu eunbi ikut menyayat hati kyuhyun. Melihat orang yang sangat dia cintai begitu terluka dan kyuhyun bahkan tidak bisa melakukan apapun untuk itu benar-benar menyakiti hatinya.

Sebuah pelukan hangat dan tangan yang melingkar di perut eunbi membuat eunbi sadar kalau dia tidak sendiri sekarang. Ada orang yang berada di belakangnya yang akan terus mengguatkan eunbi

“tenangkan dirimu dulu. Semuanya akan baik baik saja. ada aku disini” kata kyuhyun begitu menenangkan.

“biarkan polisi menyelesaikan masalah ini terlebih dulu”

Dan kali ini saat kyuhyun membantu eunbi untuk berdiri, gadis itu menurut. Atau mungkin eunbi sudah lelah untuk terus meneriaki ibunya yang bahkan tidak membuka satu kali saja.

Eunbi duduk di kursi lobi rumah sakit. Dari jarak lima meter eunbi melihat kyuhyun sedang berbicara dengan polisi. Ini terlalu mengejutkan untuk eunbi, telepon di tengah malam sampai dia melihat ibunya tergelak di lantai dengan begitu banyak darah. Semua terlalu cepat dan mengejutkan untuknya.

Eunbi mengangkat telapak tangannya, ada noda darah disana. Benarkah ini nyata? Eunbi masih menanyakan hal itu keseribu kalinya pada dirinya sendiri. Eunbi masih berharap jika ini tidak nyata.

TBC

 

 

Advertisements

27 thoughts on “NOT A CONTRACT MARRIAGE (BAB 14)

  1. apa lagi yg akan direncanakan yoona untuk menghancurkan eunbi , baru juga seneng ada masalah baru lagi yg sabar ya eunbi kamu harus kuat

    Like

  2. 😁di repost ya.. krn saking senengnya aku lgsg bc td, mg agk aneh ya.. ga ada ” nya smp mikir ini knp y.. flashback atw bgmn 🤔😊

    Like

  3. Jangan2 ibu eunbi meninggal perbuatan si yoona, baru aja si eunbi merasakan kebahagian dengan kyuhyun… Tapi ehh dia sedih lagi… Semangat eunbi!!!

    Like

  4. Sumpah aku penasaran bgt sama yonna kira” rahasia apa yg buat eunbi kayak gtu, gampang bgt buat tarik gugatannya makin gregaet ni sama ayah eunbi karna masih aja mikirin yonna saat tau kondisi ibu eunbi begitu

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s