PASSWORD NOT A CONTRACT MARRIAGE

Buat dapetin password not a contract marriage kalian harus sedikit berusaha karena ada sedikit syarat yang harus kalian penuhi terlebih dahulu. maaf kalau ini mengecewakan kalian atau terkesan menyulitkan kalian buat baca cerita ini. aku yakin kalo pasti ada yang berpikir ngapain si di pw segala atau kok ribet banget sih. Jujur sebenernya aku juga gamau ngasih pw buat cerita ini tapi ternyata banyak banget dari kalian yang sider padahal aku berharap banget komentar dari kalian. karena apa? karena komentar dari kalian itu sangat berarti buat aku untuk terus menulis dan meningkatkan kualitas menulisku. jadi aku putuskan bahwa untuk mendapatkan pw not a contract marriage kalian harus memberikan komentar kalian paling tidak pada 2 part di cerita ini, terserah mau part yang mana. Setelah itu kalian bisa tanyakan pw nya ke aku lewat line dengan menyebukan id komen kalian buat cek.

oke thanks, sekali lagi maaf kalo ini merepotkan dan mengecewakan kalian. see you ❤

id line nya : heny_nie.

 

Advertisements

Not a Contract Marriage [BAB 15]

Matanya sudah lelah menitikan air mata, eunbi masih tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi yang jelas sekarang dia terduduk di depan sebuah foto yang sudah dipenuhi dengan bunga krisan putih. Tubuhnya bahkan sudah berbalut baju hitam dengan pita putih di lengannya.

Terasa tepukan di bahunya membuat eunbi menoleh.

“jangan menangis lagi”

Minsoo menatap eunbi kasihan, dia pernah kehilangan dan itu menyakitkan.

“aku masih berharap jika semua ini hanya mimpi eonni”

Akhirnya eunbi tersedu memeluk minsoo.

Tak ada yang tahu bagaimana kejadian buruk ini tiba-tiba terjadi, bahkan kyuhyun. Sejak semalam dia masih berfikir apa yang terjadi, tapi tak ada. Tidak ada apapun yang bisa mengurangi rasa sedih eunbi.

Pemakaman sudah selesai satu jam lalu, dan eunbi, gadis itu masih terduduk di atas ranjangnya sambil memeluk dirinya sendiri.

“jangan menangis. Ibumu tak akan suka melihatnya”

Kyuhyun membawa eunbi kedalam pelukannya.

“ak-aku bahkan belum bisa membawa ibu kembali ke rumah”

“ibumu pasti mengerti. Biarkan dia pergi dengan tenang “

Ada penyesalan yang tidak bisa eunbi ungkapkan. Banyak kata yang belum bisa dia sampaikan dan terlalu banyak impian yang belum bisa dia wujudkan. Sekali lagi dia ingin protes, kenapa ini terjadi padanya?! Apakah eunbi tidak bisa bahagia seperti yang dia inginkan? Ini terlalu kejam!

Ceklek

Suara pintu terbuka membuat kyuhyun sedikit menjauhkan tubuhnya pada eunbi.

“bisa kau tinggalkan kami sebentar? “

Kyuhyun mengangguk, mencium kening eunbi sebelum pergi.

” aku akan keluar sebentar” pamitnya

Langkah kaki itu terdengar semakin mendekat, tanpa menoleh eunbi sudah tahu kalau itu adalah ayahnya. Ayah? Bahkan eunbi tidak melihat pria itu menangis di Pemakaman tadi. Beberapa kejadian besar dihadapkan padanya, yoona istri keduanya masuk penjara lalu istri pertamanya tiba-tiba ditemukan bunuh diri tapi kenapa pria itu terlihat biasa-biasa saja?

Ranjangnya sedikit bergerak, dan tuan hwang sudah duduk di samping eunbi.

“bebaskan yoona” katanya tiba-tiba.

Eunbi terkesiap mendengar kata-kata itu tiba-tiba meluncur tanpa permisi. Matanya yang memerah membulat sempurna. Benarkah pria ini ayahnya? Bagaimana disaat seperti ini justru permintaan itu yang keluar dari mulutnya? Apa eunbi yang terlalu berharap kalau ayahnya akan menangis bersama dan saling berpelukan?

“apa kau sedang bergurau? ” tanya eunbi sarkartis

” kau tahu ibumu pergi itu karena sikapmu”

Lagi-lagi eunbi mengumpat dalam hati. Kenapa sekarang dia yang dipersalahkan? Apa yang eunbi lakukan?

“karenaku?!” eunbi nyaris berteriak.

“kenapa? Kenapa ini semua jadi salahku! “

” ayah yang bersekingkuh, dan jalang ayah yang membuat ibuku nyaris gila. Dan sekarang ini semua salahku?! “

Eunbi menatap tajam mata yang bahkan eunbi lupa sejak kapan tatapan ketenangan yang sering dia lihat itu menghilang.

” apa ayah belum juga menyesal setelah semua ini terjadi?! ” eunbi kembali menyentak dengan air mata yang terus keluar kembali membasahi pipinya.

” ayah bahkan belum meminta maaf padaku atau ibu. Lalu kenapa kau sekarang malah menabur garam di atas lukaku?! “

” apa kau benar-benar seoarang ayah,?! “

“suatu saat kau akan mengerti kalau aku melakukan semua ini untukmu. Maka, turutilah perkataanku. Aku tak ingin hidupmu semakin hancur”

Eunbi tersenyum mengejek. Sekarang ayahnya mengatas namakan kebahagiaannya. Tapi kebahagiaan yang mana? Semuanya sudah hancur sejak yoona datang ke dalam keluarganya.

“aku sadar sekarang kalau gelas yang pecah tidak akan pernah bisa kembali seperti semula sebesar apapun usahaku. Seperti hubungan kita. Kau bukan lagi ayahku” kata eunbi penuh dengan penekanan.

“eunbi” kata tuan hwang lirih

“jangan lagi panggil namaku, aku merasa jijik mendengarnya”

“eunbi aku-“

“keluarlah! . Dan aku tidak akan membebaskan yoona meskipun kau bersujud di bawah kakiku. Dia harus membayar semua rasa sakit yang ibuku rasakan selama ini”

Wajahnya berpaling tidak lagi menatap ayahnya. Air matanya jatuh. Tangan eunbi meremas selimutnya sampai jari kukunya memutih. Jadi inikah akhirnya?

Disisi lain kyuhyun mencekeram gagang pintu, dia akan melesat masuk saat eunbi berteriak membentak tapi minsoo menahannya.

‘ayah dan anak itu perlu bicara’ bujuknya.

Kyuhyun pikir semuanya membaik setelah ini, tapi dia salah. Dia masih tidak habis pikir kenapa ada ayah seperti itu. Apa dia bahkan tidak merasakan sedih saat putrinya menangis, meneteskan air mata karena kesalahannya?

Tuan hwang membuka pintu hendak keluar tapi kyuhyun sudah berdiri di depannya dengan tatapan tajamnya.

“aku akan pulang. Jagalah eunbi”

“tunggu” kata kyuhyun dan berbalik menyusul mertuanya yang sudah beberapa langkah di depannya.

“jangan temui eunbi lagi. Aku tidak akan memaafkanmu jika kau menghancurkan hidupnya sekali lagi. Sudah cukup dia menangis karenamu. Dia adalah tanggung jawabku sekarang dan aku akan membahagiakannya”

Tuan hwang berbalik

“aku tidak tahu kalau kalian akan sangat mencintai seperti ini. Setidaknya aku bahagia karena aku menikahkannya denganmu”

“aku tidak akan mengganggunya lagi” tambahnya

Setelah itu tuan hwang benar-benar pergi.

***

Ini sudah hari ketiga setelah ibunya pergi dan eunbi masih terlihat sangat berduka.

Kyuhyun mengusap pipi eunbi dan menyingkirkan beberapa rambut yang menutupi wajahnya. Sesekali dia mengecup kening istrinya.

Eunbi menggeliat dan membuka setengah matanya.

“apa aku mengganggumu? “

Eunbi menggeleng dalam pelukannya.

” apa kau ingin tidur lagi? “

” tidak. Tapi biarkan seperti ini dulu”

Kyuhyun tersenyum dan merapatkan pelukannya pada eunbi, mengusap punggungnya pelan.

“ingin berlibur? Aku sudah menyiapkan villa untuk kita”

Eunbi sedikit menjauhkan tubuhnya dan menatap kyuhyun.

“villa? “

” villa di pinggir kota. Kau akan menyukainya”

Kyuhyun tiba-tiba berdiri membuat pelukannya terlepas.

“cepatlah bangun dan bersiap kita akan segera berangkat”

Eunbi mendudukkan dirinya di atas ranjang.

“aku bahkan belum bilang iya”

“aku akan memaksamu meskipun kau bilang tidak”

Cih! Eunbi mendesis

***

Udara musim gugur terasa sangat menenangkan. Ini pertama kalinya dia keluar rumah setelah berduka. Selama tiga hari ini eunbi hanya mengurung dirinya di kamar. Meratapi kesedihannya.

Eunbi menoleh pada kyuhyun karena pria itu tiba-tiba membuka kaca mobil di samping eunbi.

“apa kau tidak ingin menikmati angin musim gugur? “

” kita akan menginap berapa hari? “

Kyuhyun tampak berfikir sejenak

” mungkin dua hari atau tiga hari”

“kenapa lama sekali? Kau tidak bekerja, sudah tiga hari ini kau tidak pergi ke kantor”

“tidak masuk kantor selama tiga hari lagi tidak akan membuatku bangkrut”

Eunbi berdecak. Tapi kyuhyun terkekeh.

“minsoo eonni? Apa tidak apa-apa meninggalkanya selama tiga hari? “

Kyuhyun menggeleng

” ada ahjumma yang menjaganya. Lagi pula kakak yang meminta padaku untuk membawamu kabur selama tiga hari”

***

Sebuah rumah bergaya modern berdiri di depan sebuah danau, banyak pepohonan di depan rumahnya. Sangat asri dan nyaman.

“aku sudah lama tidak berkunjung ke sini . Terakhir kali ketika aku akan pergi sekolah ke luar negeri” kata kyuhyun di belakang eunbi

“benarkah? Padahal rumah ini tampak menyenangkan”

Eunbi langsung berjalan masuk, meninggalkan kyuhyun yang sedang mengobrol dengan ahjushi, yang merawat rumah ini.

Villa ini besar lengkap dengan perapian dan dua lantai serta dapur yang luas. Sepertinya eunbi akan betah tinggal disini.

“kau menyukainya? “

Kyuhyun memeluk eunbi dari belakang, melingkarkan tangganya di perut eunbi, hidungnya disembunyikan di leher eunbi menghirup aroma sabun dan parfum vanilla yang bercampur menjadi satu.

” tentu saja aku menyukainya”

“kau ingin melihat kamar kita? “

Kyuhyun menarik tanggan eunbi menuju ruangan di sebelah kanan.

” ini kamarku dan sekarang menjadi kamar kita”

Kyuhyun langsung menjatuhkan tubuhnya di atas kasur.

“ahh aku sudah lama sekali tidak tidur disini”

Eunbi ikut menjatuhkan tubuhnya di samping kyuhyun.

“kenapa kau tidak membawaku kesini dari dulu” protes eunbi. Jujur villa ini jauh luar biasa dari villa keluarganya. Keluarga? Lagi -lagi eunbi meringis. Haruskah sekarang eunbi menyebutnya mantan keluarga?

“kau tidak mendengarkanku? ” kyuhyun memiringkan tubuhnya menghadap eunbi.

” ak-aku-kau bilang apa? ” tanya eunbi tidak enak

Ck!

Kyuhyun menarik tubuh eunbi, memeluknya.

” apa yang kau pikirkan? “

” hanya tiba-tiba teringat sesuatu”

“jangan pikirkan hal yang tidak penting lagi sampai kau mengacuhkanku”

“maaf”

“kau tidak perlu meminta maaf”

Dan kyuhuun mencium bibir eunbi. Gadis itu tak menolak malah ikut membalas ciuman kyuhyun. Mereka larut dalam ciuman mereka, saling mengecap satu sama lain.

“tuan aku-” kalimat itu menggantung di udara.

“eunbi! ” kyuhyun mengumpat karena eunbi tiba-tiba mendorong tubuhnya dan berdiri. Ah! Padahal tadi itu sangat menyenangkan, batin kyuhyun.

” ahh kurasa ranjang ini sangat nyaman meskipun kau sudah lama tidak menepatinya” eunbi menepuk-nepuk ujung kasur membuat kyuhyun tersenyum geli.

“ada apa ahjushi? ” kata kyuhyun setelahnya.

” anu tuan. Makan siangnya sudah siap”

“baiklah. Ahjushi bisa pergi”

“ck! Kenapa kau tidak menutup pintunya terlebih dulu. Ahh bagaimana aku bisa menampakkan wajahku di depan ahjushi” protes eunbi cepat sesaat ahjushi pergi meninggalkan mereka.

Kyuhyun mendudukan dirinya.

“ahjushi juga akan mengerti pasangan seperti kita” kata kyuhyun dan mengangkat kedua bahunya.

“lagipula bukankah kau menikmati ciumanku tadi”

“kau memang tidak bisa serius” eunbi menutup kedua telinganya tidak ingin mendengar godaan kyuhyun lagi.

***

Sore hari ini mereka memasang tenda di depan danau lengkap dengan peralatan barbaque. Kyuhyun dan eunbi tampak anteng menunggu ikan menarik kail mereka. Tapi tiba-tiba

“ah! Ini membosankan. Apa kita membeli saja ikan dan langsung memasaknya? ” protes eunbi dengan pipi mengembang kesal.

” rasanya akan berbeda saat kau menangkao ikan sendiri dengan membeli di pasar”

“mereka akan sama ikannya. Jadi apanya yang berbeda? ” eunbi kesal tapi tetap juga menanti pancingannya was-was.

” apa kau suka memancing? Aku tidak pernah tahu sebelumnya kalau kau suka dengan kegiatan seperti ini. Sedikit mengejutkan kalau seorang cho kyuhyun yang hobi pergi ke club menyukai kegiatan seperti memancing”

Melihat semua peralatan memancing yang lengkap di rumah tadi, eunbi jadi penasaran. Sejak kapan suaminya itu hobi kegiatan seperti ini.

“kau ingin mengejekku? “

Eunbi menoleh dengan kening mengkerut

” tidak.untuk apa? Aku hanya bertanya”

Jika boleh jujur kyuhyun memang tidak terlalu menyukai kegiatan ini. Seperti yang eunbi katakan, dia lebih suka keliking club dengan hinggar binggar nya dari pada duduk di pinggir danau dengan suara rumput yang tertiup angin.

“saat aku lelah dengan semua keadaan ini, aku butuh ketenangan. Dan ku pikir salah satunya memancing”

Eunbi ingin berucap lagi saat pancingan kyuhyun bergerak. Eunbi jadi sangat antusias saat sebuah ikan besar berhasil kyuhyun tangkap.

Setelah itu mereka sibuk menaburi ikan itu dengan garam dan beberapa bumbu sederhana sebelum memasaknya.

Kyuhyun benar, ikan ini terasa lebih enak saat menangkap sendiri. Ya, meskipun itu tadi tangkapan kyuhyun.

Eunbi mengunyah ikan sebelum mendorongnya dengan cola.

Langit sudah berubah menjadi gelap, seharian ini kyuhyun berhasil membuat eunbi melupakan rasa kesalnya dan sedihnya.

“masuklah kesini! “

Kyuhyun berteriak dari dalam tenda membuyarkan lamunan eunbi. Dia mendekat dan ikut masuk ke dalam tenda.

” apa kau berniat untuk tidur disini? “

Kyuhyun mengangguk mengiyakan.

” kenapa? Kau punya rumah”

“hanya ingin berduaan dengamu” kata kyuhyun dengan senyum menjengkelkannya.

Eunbi mengalah dan ikut tengkurap mengahap pintu tenda, memangku kepalanya dengan kedua tangan.

“terima kasih” kata eunbi tiba-tiba lalu dia menoleh kepada kyuhyun yang sekarang balik menatapnya dengan satu alis terangkat.

“seharian ini kau berhasil membuatku lupa akan rasa sedihku” lanjut eunbi

“eunbi. Aku juga pernah merasa kehilangan dan putus asa sama sepertimu. Butuh waktu untukku mengerti semua keadaan ini. Kau hanya perlu bangkit dan menata ulang keadaan yang kacau ini”

Kyuhyun menggenggam tangan eunbi.

“aku akan selalu bersamamu”

Eunbi tersenyum. Apakah bisa semudah itu untuk bangkit. Tapi eunbi yakin selama ada kyuhyun yang menggenggam tanggannya semuanya akan teratasi.

Cup

Eunbi mencium pipi kanan kyuhyun.

“aku sangat mencintaimu”

Sedetik kyuhyun terkesiap karena tindakan eunbi, tapi pria itu buru-buru memperbaiki ekspresi wajahnya.

“sudah ku katakan bukan begitu cara berciuman yang benar”

“heh?! “

****

Setelah semalam, eunbi kembali menemukan semangatnya. Baiklah tidak baik untuk terus berduka. Dia harus bangkit! Ada banyak hal yang harus dia selesaikan.

Yoona. Eunbi harus menemui wanita itu.

Dan akhirnya pagi-pagi sekali eunbi merengek pada kyuhyun untuk cepat membawanya pulang. Meskipun kyuhyun sempat protes karena rencananya menghabiskan tiga malam bersama eunbi harus hancur tapi oria itu senang karena sorot mata eunbi sudah lebih hiduo dari kemarin. Baiklah, sepertinya nanti kyuhyun akan merencanakan liburan yang teoat dan lebih baik dari ini.

“kau yakin tidak ingin aku menemanimu masuk? “

Eunbi menggeleng dan melepas sabuk pengamnnya.

” aku hanya ingin bertanya sesuatu. Tidak akan lama” kata eunbi kemudian.

“baiklah aku akan menunggu disini”

Setelah eunbi ingin cepat-cepat pulang wanita itu meminta kyuhyun untuk mengantarkannya menemui yoona. Entah kenapa kyuhyun merasa sedikit khawatir kalau ini bukanlah sebuah ide yang baik.

Eunbi mencekeram kuat tas miliknya. Menemui yoona nyatanya membutuhkan energi lebih.

Wanita itu tersenyum sinis pada eunbi, tatapannya masih mengejek seperti biasanya.

“apa kau ingin bertanya tentang kematian ibumu? ” tanya yoona tepat sasaran. Eunbi sedikit terkejut kalau wanita itu tahu maksudnya. Jadi, bukankah itu maksudnya yoona tahu tentang sesuatu dibalik kematian ibunya?

” apa ini rencanamu? Mengancamku? ” tanya eunbi tidak kalah dingin.

Yoona tertawa.

” mungkin. Tapi bukankah sudah kuperingatkan sebelumnya? Kau hanya akan menghancurkan hidupmu sendiri dengan membawaku kesini. Eunbi. Ini bukanlah apa-apa. Akan aka sesuatu yang lebih besar dari pada ini”

“yoona. Apa kau masih tidak merasa bersalah atas semua ini? “

” ini bukan salahku. Ayahmu yang membawaku ke rumahmu dan menghancurkan hidupmu”

Ayah? Ya, berkali-kali eunbi menolak tapi ini memang kesalahan ayahnya. Kalau saja waktu itu ayahnya tidak menghianati ibunya dengan yoona semuanya tak akan seperti ini.

“dan kau membunuh ibuku?!”

Yoona menggeleng

“kau yang membunuhnya. Kau membuatku terpaksa melakukannya eunbi”

Eunbi semakin meremas tasnya, menatap yoona penuh benci.

“mau kuberitahu rahasia besar? ” tawarnya penuh kemenangan.

***

Eunbi menemani minsoo menyiram bunga di halaman belakang, setelah pertemuannya dengan yoona kemarin eunbi semakin terlihat risau.

“eunbi. Kau tahu ini adalah bunga kesukaanku. Hyunshik selalu memberiku bunga ini saat aku marah padanya. “

Eunbi tersenyum kecut dan melirik bunga mawar putih itu sedih.

Apakah dia telah menhancurkan ke bahagian orang ini?

Hatinya kembali terluka. Ternyata banyak hal yang baru eunbi ketahui. Lalu apakah dia bisa mengatasi hal ini sendiri?

Brak!

Eunbi menoleh saat terdengar suara ointu dibanting. Kyuhyun tampak berjalan tergesa-gesa. Eunbi tahu kalau pria itu sedang marah sekarang.

“apa maksudmu?! ” tanya kyuhyun tidak sabar. Minsoo yang disamping eunbi hanya menatap kyuhyun dan eunbi bergantian seperti meminta penjelasan.

Eunbi berdiri dari duduk jongkoknya.

” aku ingin membebaskan yoona” kata eunbi tenang.

Kyuhyun tercengang begitupun dengan minsoo. Kenapa? Eunbi mati-matian menginginkan yoona membayar ini semua tapi kenapa sekarang

“ibuju sudah pergi dan aku tak ingin mengungkit kesediahnnya” alasan eunbi. Sesaat kyuhyun tercenung dengan kalimat eunbi.

“apa maksudmu? ” kyuhyun menarik tangan eunbi yang akan beranjak meninggalkannya. Pikirannya buntu, dia tidak bisa memahami eunbi sekarang.

” aku lelah kyu. Kita bahas ini nanti saja” kyuhyun masih tidak berniat melepaskan tangan eunbi meski gadis itu berusaha keras melepaskan tangannya. Eunbi berbalik menatap kyuhyun. Andaikan dia bisa berkata kalau ini semua bukan keinginannya.

“apa yang terjadi? ” desak kyuhyun

” sudah ku jelaskan kalau aku tidak ingun ibuku bersedih di alam sana”

“omong kosong. Kau menyembunyikan sesuatu kan?! ” kyuhyun terus mendesak eunbi, membuat gadis itu hampir menangis.

” apa yang terjadi saat kau menemui yoona kemarin? “

Eunbi menelan ludahnya, memperbaiki ekspresi wajahnya.

” tidak ada. “

Bohong. Kyuhyun tahu kalau eunbi sedang berbohong, mata wanita itu tida tenang.

” aku tidak akan membiarkanmu melepaskan yoona. Jika kau melepaskannya maka aku yang menuntut yoona lagi”

“kyu! “

” dia telah menghancurkan hidupmu aku tidak akan membiarkannya begitu saja”

“kau tidak mengerti! ” kata eunbi dan menyentak tangan kyuhyun sampai genggaman itu terlepas.

” apa yang tak kumengerti? “

Eunbi menunduk, berusaha menahan air matanya yang akan tumpah.

” kau hanya akan menghancurkan semuanya dengan tidak melepaskan yoona. “

” omong kosong apa itu” kyuhyun tersenyum mengejek.

“ku mohon turuti kemauanku.”

Setelah itu eunbi pergi dan kyuhyun hanya menatap punggung eunbi penuh tanya. Sebenarnya apa yang terjadi. Pria itu mengeluarkan ponselnya dari dalam saku jasnya, menekan beberapa nomor disana sebelum bunyi nada tersambung terdengar.

“halo. Aku ingin kau melakukan beberapa pekerjaan”

—–TBC—-

Author’s note : hallo hallo author kembali lagi.  semoga part ini tidak mengecewakan. author ingetin lagi jangan lupa  like, komen dan share ya 🙂 🙂

sorry for typo

love you all ❤ ❤

NOT A CONTRACT MARRIAGE (BAB 14)

oke, ini author repost bab yang satu ini, karena author enggak tahu kenapa tiba-tiba tanda petiknya hilang. dan daripada kalian makin bingung baca ff ini makanya aku repost ulang.

—happy reading—

Kyuhyun tersenyum dengan mata yang masih tertutup. Gerakan halus dalam pelukannya membuat senyumnya merekah secara otomatis. Lengan yang terasa sedikit kaku karena dijadikan bantal oleh eunbi tak berarti apa-apa. Dia sangat mencintai gadis ini. Sangat!

Eunbi merubah posisi tidurnya menghadap dada kokoh suaminya. Sinar matahari yang sudah masuk lewat celah jendela masih saja membuat dia malas untuk membuka mata. Pelukan kyuhyun terasa sangat nyaman, jauh lebih nyaman dari pelukan yang pernah dia rasakan sebelumnya. Ini luar biasa! Pagi ini seolah semua bermekaran di atas kepalanya, semua kebahagiaan berkumpul di bawah kakinya sampai eunbi lupa kalau dia pernah bersedih sebelumnya. Kyuhyun telah merubah segalanya, kehidupannya, rasa sedihnya. Hanya satu pinta eunbi pada Tuhan saat ini, jika dia tidak akan dipisahkan dengan kyuhyun. Merasakan kebahagiaan ini selamanya sampai maut menjemputnya.

Perlahan jari-jari kyuhyun menyibak sedikit rambut yang menutupi wajah eunbi, pagi yang indah dengan eunbi berada di pelukannya. Tak pernah sebahagia ini saat kyuhyun menyapa pagi. Gerakan halus itu membuat eunbi membuka matanya perlahan. Dan senyuman manis kyuhyun di pagi hari membuat dia tersipu dengan sendirinya menularkan senyum bahagia di wajahnya. Tanpa permisi kyuhyun mengecup bibir eunbi, satu kali, dua kali, tiga kali. Kyuhyun bahkan tidak akan puas jika itu sampai seratus kali. Eunbi diam dan tersenyum. Kedua tangannya melingkar pada tubuh kyuhyun yang masih bertelanjang dada.

“aku mencintaimu” kata kyuhyun tepat di telinganya membuat eunbi lagi-lagi tersipu malu. Pria itu memang pintar untuk membuat gelombang kebahagian untuknya.

“aku juga mencintaimu” jawab eunbi dengan suara yang masih serak khas bangun tidur.

Kyuhyun ikut merapatkan pelukannya pada eunbi, sesekali dia memainkan jarinya di punggung eunbi yang masih polos tanpa baju.

“apa kau tidak ingin bangun?”

Eunbi menggeleng

“baiklah. Aku bisa meminta naeun memberikan satu malam gratis lagi untuk kita”

Shit!

Eunbi menjauhkan tubuhnya dari kyuhyun

“naeun? “

“kenapa? Hotel ini punya naeun dan akan lebih baik jika kita bisa menginap disini secara gratis”

“wah. Kau memang luar biasa cho kyuhyun. Jadi kenapa tidak kau minta naeun saja tadi malam untuk tidur denganmu?”

“kau masih cemburu dengan naeun? Aku bahkan sudah menceritakan semua masa lalu kami padamu”

“ck!”

Cup

Sekali lagi kyuhyun mengecup bibir eunbi.

“aku bercanda. Kalau kau ingin malam panas seperti tadi malam kita bisa melakukannya dirumah dan se.ti.ap.ha.ri”

“jadi jangan meminta itu padaku”

“kau benar-benar marah?”

“cepatlah bangun dan mandi tuan cho. Aku ingin cepat kembali ke rumah” kata eunbi setelah duduk di atas ranjang sambil menggelung rambutnya ke atas.

“aku bercanda tentang naeun. Jadi jangan marah. Oke? Oke?”

Dan diam. Eunbi diam. Tidak menjawab walau hanya kata oke saja. Baiklah cho kyuhyun, sepertinya kau menghancurkan kesempatan untuk menikmati malam indah seperti tadi malam. Oh! Jika tahu eunbi masih sangat sensintive tentang naeun maka kyuhyun tidak akan menggodanya seperti tadi. Kyuhyun memang bodoh!

**

Kyuhyun memutar bola matanya, melirik eunbi yang masih acuh lewat ekor matanya. Ternyata saat wanita marah maka seorang pria yang terkenal mahir dalam memenangkan hati para wanita bisa kerepotan juga seperti kyuhyun.

Lift itu masih bergerak turun dan eunbi masih betah mendiami kyuhyun sejak tadi pagi. Oh! Lupakan pagi romantis yang hanya bertahan beberapa menit tadi. Sejujurnya eunbi tidak begitu marah pada kyuhyun, dia hanya ingin saja sedikit menghukum kyuhyun. Tadi malam pria itu benar-benar mempermainkan eunbi tentang naeun bahkan sampai tadi pagi, maka terimalah pembalasannya cho kyuhyun!

Satu lantai lagi dan mereka akan sampai di lobi hotel.

Tapi tidak bisa! Batin kyuhyun

tidak sebelum kyuhyun mendapatkan maaf dari eunbi.

“kau apa-apaan?” tanya eunbi marah karena kyuhyun menekan angka 10. Untuk apa mereka naik lagi? Ingin membuang waktu di dalam lift?

“oh. Baiklah. Kita selesaikan ini sekarang” kata kyuhyun

“apa?”

“jangan pura-pura bodoh istriku. Kau mendiamiku hampir dua jam sejak tadi pagi”

“lalu?” wanita memang pintar berbelit-belit. Pura-pura tidak tahu dan bodoh, nyatanya mereka tahu pasti dan jelas apa yang sedang kyuhyun ingin jelaskan.

“aku bahkan sudah berterus terang padamu tentang hubunganku dengan naeun dulu. Kita tidak ada apa-apa. Dan masalah tadi pagi? Kau tahu aku hanya bercanda dan menggodamu saja. Jadi aku mohon jangan lagi mendiamiku seperti ini” kyuhyun memelas, memegang kedua tangan eunbi seperti memohon padanya untuk tidak memenggal kepalanya sekarang.

“aku tak masalah jika kau ingin kembali pada naeun”

“eunbi ayolah. Kau tahu aku bahkan tak bermaksud untuk itu”

“atau kau ingin menjadikannya istri keduamu? Aku akan setuju”

Kyuhyun tampak menghela nafasnya dalam-dalam. Setelah itu kyuhyun melepaskan genggaman tangannya pada tangan eunbi.

“jika kau ingin seperti itu baiklah. Jangan menangis saat aku membawa naeun ke rumah sebagai istri keduaku”

Sialan!

Mulutmu cho kyuhyun!

Eunbi menghentakkan kakinya keras dan menatap kyuhyun marah. Kali ini sangat marah!

“kalau begitu ceraikan aku dulu”

-ting-

Eunbi akan keluar saat lagi-lagi kyuhyun menutup pintu lift dan menekan lantai 10.

“apa maksudmu?” sungut eunbi

“jangan katakan tentang istri kedua apalagi perceraian. Kau tahu kalau hanya kau wanita yang aku cintai. Tidak ada naeun atau wanita lain. Hanya dirimu.”

Eunbi merona tanpa sadar.

Sudah eunbi katakan sebelumnya jika kyuhyun pintar membuat perasaannya seperti roller coaster. Pria ini gila! Terlalu gila sampai eunbi sangat mencintainya.

“jangan istri kedua lagi. Kau paham?”

Eunbi ingin berteriak ya! Tapi egonya masih terlalu tinggi. Tidak keren jika dia secepat itu luluh pada kyuhyun. setidaknya eunbi akan berusaha untuk tidka tertarik pada kyuhyun secepat ini.

“kau tidak ingin menjawab? Apa aku harus menelanjangimu dulu baru kau menjawab?”

“yak!” spontan eunbi berteriak. Ancaman apa itu? Menelanjangi?

“aku akan mem-“

Kyuhyun membungkam eunbi dengan ciumannya. Membuat eunbi lagi-lagi harus tunduk pada kyuhyun. dan entah sejak kapan eunbi ikut membalas ciuman kyuhyun. Rasa egonya tadi tiba-tiba hilang. Kenapa hanya karena ciuman kyuhyun eunbi bisa melupakan segalanya, rasa marahnya bahkan tempat mereka berciuman.

Ehem

Deheman seseorang membuat eunbi yang sejak tadi memejamkan matanya membukanya secara cepat.

Oh my god! Runtuknya dalam hati dan langsung mendorong kyuhyun.

Kyuhyun merenggut tidak suka karena ciumannya tiba-tiba dipotong oleh eunbi. Mata pria itu lantas mengikuti eunbi. Seorang wanita sudah berdiri di depan pintu lift yang tanpa mereka sadari sudah terbuka. Jadi ciuman mereka tadi menjadi tontonan?

“aku rasa aku menganggu kegiatan kalian”

“tidak-tidak-maksudku kau tidak mengganggu naeun shi” kata eunbi cepat. Dan keluar dari dalam lift.

“ya, kau baru saja mengganggu” itu suara kyuhyun. terdengar sangat tidak bersahabat. Apa dia benar-benar kesal karena ciuman tadi terpotong. Eunbi kira kyuhyun akan kembali menggoda eunbi dan membuatnya cemburu seperti yang sudah-sudah.

“maaf. Tapi aku bisa memberikan kalian kamar jika ingin. Ini lift tuan cho”

“ya. Kurasa itu lebih baik. Tapi sayangnya istriku ini tidak ingin menginap disini lagi”

Mata eunbi membesar menatap kyuhyun.

“bukan begitu istriku?” tanya kyuhyun pada eunbi.

“ah. Bukan begitu. tapi kita ada acara nanti malam. Jadi kita tidak mungkin menginap disini lagi lagipula minsoo eonni sendirian di rumah”

“baiklah. Kalau begitu aku pergi dulu. Semoga hari kalian menyenangkan”

“ya, terima kasih naeun shi. Semoga harimu juga menyenangkan”

Setelah itu naeun pergi meninggalkan eunbi dan kyuhyun.

“aku tidak tahu kalau kau juga bisa akrab dengan naeun” kata kyuhyun tiba-tiba.

“akrab? Itu bukan akrab cho kyuhyun tapi basa-basi”

“kau masih cemburu rupanya dengannya.”

“tidak! aku hanya tidak akan memberi dia celah untuk merebutmu dariku”

“Eh?”

“bukannya kau sudah bilang kalau hanya aku wanita yang kau cintai”

Kyuhyun tersenyum. Memahami wanita itu ternyata lebih sulit memahami rumus matematika ya.

“tidak akan ada wanita lain”

“akan aku pegang kata-katamu”

“baiklah nyonya cho. Kau bisa pegang kata-kataku”

***
Semakin hari hubungan kyuhyun dan eunbi semakin dekat. Akan ada eunbi dalam pelukan kyuhyun saat dia membuka mata, dan itu adalah pengalaman dan kebiasaan yang sangat kyuhyun syukuri. Memiliki eunbi dalam dekapannya. Jatuh cinta memang luar biasa. Seolah kyuhyun tidak bosan untuk memeluk dan mencium aroma shampoo yang dipakai eunbi setiap harinya.

Jika kyuhyun mengingat kembali masa lalu dia akan tersenyum sendiri melihat betapa bodohnya dia. Menolak tawaran kakaknya untuk dikenalkan eunbi, berfikir kalau dia bahkan bisa mencari gadis seperti itu dengan mudah. Tapi sekarang kyuhyun sadar kalau itu bukan pemikiran yang benar. Eunbi. Dia adalah satu-satunya wanita yang tidak akan dapat tergantikan atau disamakan dengan siapapun. Dia terlalu special. Cinta memang selalu punya cara untuk mencari pemiliknya. Jika dulu kyuhyun tidak pernah membayangkan kalau dia akan menjadi seorang suami dengan secepat itu dan tanpa persiapan apapun terlebih tanpa adanya perasaan cinta, tapi sekarang entah sudah berapa kali dia mengatakan ini kalau dia benar-benar mensyukuri hal itu. Pernihakannya dan memiliki istri seperti eunbi.

“apa ada yang lucu sampai kau tersenyum seperti itu?”

Sedari tadi rupanya kyuhyun bernostalgia di tengah pintu dapur sambil memandang eunbi yang melakukan rutinitasnya.

“hanya ingin saja” jawabnya sambil melangkah masuk ke dalam dapur.

“aku selalu ingin tersenyum saat bersama dengamu” katanya lagi dan mulai memeluk eunbi dari belakang.

“gombal” ketus eunbi.

“aku berkata jujur”

“baiklah anggap aku percaya. Dan sekarang bisakah kau membiarkanku melanjutkan pekerjaanku?”

“ada ahjumma yang akan mengerjakannya. Kau bisa membantuku saja”

Eunbi berbalik dengan tangan kyuhyun yang masih memeluknya.

Sesaat eunbi menghela nafasnya, tapi kemudian tanggannya begitu lincah membenarkan dasi yang sengaja belum kyuhyun pasang. Pria itu mempunyai kebiasaan baru, tidak pernah memasang dasinya dengan benar, kyuhyun hanya akan mengalunggkannya di leher tanpa mengikatnya.

“apa kau sudah lupa bagaimana caranya mengikat dasi?” sindir eunbi.

“bukankah kau juga menyukai hal ini?”

Eunbi tersenyum. Bukankah itu sudah terlihat jelas di wajahnya.

“baiklah sudah selesai”

“apa tidak ada ciuman selamat pagi?”

Ya, ujung-ujungnya juga kesini. Dasar kyuhyun!

“bukannya kau sudah menerimanya setelah bangun tidur tadi?”

Kyuhyun menggeleng.

“itu tadi hanya kecupan bukan ciuman”

Apakah sekarang menjadi masalah jika itu kecupan atau ciuman? Bagi eunbi sama saja. Tapi mungkin tidak bagi kyuhyun.

“kau ingin aku paksa atau memberinya secara sukarela?”

Pertanyaan apa itu? Itu terdengar seperti ancaman menjijikkan cho kyuhyun. Tapi dengan paksa sepertinya bukan solusi yang tepat.

“baiklah”

Perlahan eunbi menutup matanya. Tapi selama sepuluh detik dia tidak merasakan apapun. Jadi apakah kyuhyun baru saja mengerjainya?

Sebelah matanya dia buka. Dan sial! Kyuhyun memamerkan senyum evilnya.

“rupanya kau memang ingin aku cium”

Eunbi mendengus kesal.

Setelah itu dia merasakan kalau bibirnya sudah bertemu dengan bibir kyuhyun. Pria itu tersenyum di sela ciumannya.

Menyebalkan! Batin Eunbi.

“ini masih terlalu pagi untuk bermesraan”

Damn!

Eunbi mendorong kyuyun dan menatap kakak iparnya salah tingkah. Sementara kyuhyun hanya mengumpat tidak jelas karena kegiatannya terganggu.

“kau mengangguku saja nuna. Awh!”

Kyuhyun merasakan cubitan di perutnya.

“sebaiknya kita ke meja makan saja eonni. Ahjumma tolong lanjutkan masakannya” eunbi buru-buru mendorong kursi roda minsoo ke meja makan.

***

Mobil kyuhyun berhenti di depan coffee shop.

“kyu?” kata eunbi setengah terkejut karena pintu ruangannya tiba-tiba terbuka.

Kyuhyun tersenyum

“ada apa? ” tanya eunbi menghampiri kyuhyun.

” kita mendapatkannya”

“apa? ”

” bukti tentang ibumu. Yumi melakukan pekerjaannya dengan baik”

“ja-jadi maksudmu yoona-? ” kata eunbi tergagap.

Kyuhyun mengangguk sebagai balasan.

” kau bisa membawa bukti-bukti itu sekarang ke polisi”

“kenapa menangis?” kata kyuhyun lagi dan menghapus air mata eunbi dengan ibu jarinya. Tapi eunbi malah menggeleng dan tersenyum.

“jangan menangis”

“aku terlalu bahagia” kata eunbi

“terima kasih” lanjutnya dan memeluk kyuhyun.

“kau tidak perlu berterima kasih padaku karena kau adalah istriku”

***

Yoona menatap eunbi malas. Wanita itu tersenyum mengejek pada eunbi. Tidak ada sedikitpun rasa penyesalan atau permintaan maaf keluar dari mulutnya untuk eunbi. Wanita itu masih telihat sama angkuhnya seperti biasa, baju tahanan itu sepertinya tidak berpengaruh untuknya.

“kau ingin mengolokku karena kau berhasil membawaku masuk kesini? ” tanya yoona menyindir.

” tidak. Aku hanya ingin memastikan kalau kau menerima apa yang seharusnya”

Yoona menyeringai.

“ingat eunbi. Kau mungkin bisa memasukkanku ke dalam penjara tapi aku juga bisa memastikan kalau nanti kau yang akan mengeluarkanku”

“omong kosong!”

Yoona menyondongkan tubuhnya ke depan. Matanya menatap lurus ke arah eunbi.

“kau mungkin tidak tahu dengan kau membawaku kesini kau justru menghancurkan hidupmu sendiri”

“ayahmu, ibumu, atau kyuhyun. kau ingin aku memulai dari mana?” lanjut yoona

“kau tidak akan bisa melakukan hal itu lagi!” kata eunbi setengah membentak.

***

Eunbi memutar jarinya di pinggir gelas, sebelah tanggannya menopang dagunya. Entah kenapa tanpa sadar pikirannya teracuni oleh kata-kata yoona tadi siang. Ternyata ini bukanlah akhirnya, pikirnya.

“apa yang kau lakukan malam-malam begini di dapur?”

Eunbi menoleh dan kyuhyun sudah duduk di kursi disampingnya.

“kenapa kau terbangun? Ada yang kau butuhkan?”

“karena kau tidak ada disampingku” jawab kyuhyun enteng. Tapi itu memang benar. Entah sejak kapan kehadiran eunbi di sampinnya saat tidur menjadi sangat penting sampai dia bisa terbangun karena tempat disampingnya kosong.

Eunbi tampak sedikit menarik ujung bibirnya.

“maaf kalau kau terbangun karenaku”

Kyuhyun menggeleng.

“itu tak masalah. Jadi kenapa? Ada yang mengganggu pikiranmu?”

“aku pikir ini bukanlah akhirnya”

“apa? Kau masih belum berbicara dengan ayahmu?”

Bukannya menjawab eunbi malah menghela nafasnya. Ayahnya? Eunbi bahkan lupa kalau ayahnya juga mungkin sedang terluka. Tapi entahlah.

Kyuhyun menggeser kursinya mendekat pada eunbi, dan menarik wanita itu ke dalam tubuhnya.

“temuilah dia besok. Mungkin dia tidak punya banyak keberanian untuk datang padamu”

Eunbi melingkarkan tangganya di perut kyuhyun, memejamkan matanya dan menciumi bau kyuhyun lebih intens. Aroma tubuh yang bisa membuatnya tenang. Eunbi dapat merasakan kalau berkali-kali pelipisnya mendapat sebuah kecupan dari kyuhyun.

“apa kau mau menemaniku menonton film? Aku masih belum ingin tidur”

Kyuhyun menjauhkan tubuhnya dan mengelus pipi eunbi gemas.

“tentu saja. Kita akan menonton di kamar saja”

***

Dering ponsel eunbi terdengar sangat keras di tengah malam seperti ini. Dengan mata yang masih setengah tertutup dia berusaha mengambil ponselnya.

“halo” sapa eunbi dengan suara paraunya.

“ini dari rumah sakit seoul”

“rumah sakit?”

“ibu anda. Maksud saya nyonya hwang meninggal dunia”

“apa??!” eunbi langsung terduduk. Matanya yang tadi masih terasa berat sekarang menghilang. Ini hanya lelucon kan? Katakan padanya jika yang baru saja dia dengar adalah sebuah mimpi karena dia belum benar-benar terbangun dari tidurnya.

“akan saya jelaskan nanti di rumah sakit. Sebaiknya anda kesini segera” suara itu terdengar sangat buru-buru. Jadi apakah yang eunbi dengar tadi adalah sebuah kenyataan?

“eunbi. Eunbi” kyuhyun menguncang tubuh eunbi karena gadis itu tiba-tiba mematung dengan ponsel yang sudah terjatuh dipangkuannya. kyuhyun ikut terbangun karena teriakan eunbi.

“eunbi!” panggil kyuhyun lagi

Eunbi menoleh tapi dia tidak menjawab, setelah itu dia langsung turun dari ranjang tergesa-gesa dan meraih sweeter dari dalam lemari secara acak.

“kau mau kemana?”

Kyuhyun menarik tangan eunbi membuatnya berbalik menghadap kyuhyun.

“eunbi. Apa yang terjadi?” tanya kyuhyun menuntut

Mata eunbi tampak tidak tenang. Bola matanya bergerak ke kanan dan kekiri, bahkan kyuhyun bisa melihat kalau sekarang mata itu sudah di penuhi oleh air mata yang siap menetes.

Kyuhyun memegang kedua lengan eunbi.

“siapa yang menelpon?” tanya kyuhyun lembut.

“aku-aku-itu-rumah sakit” jawab eunbi terbata. Jantungnya masih berpacu sangat cepat dengan pikiran tak karuan membuat dia sangat bingung harus bagaimana.

“rumah sakit?” kening kyuhyun terlipat. Tapi dia mencoba untuk tetap tenang.

“ibu” kali ini eunbi menatap tepat pada mata kyuhyun seolah meminta bantuan pada laki-laki itu. Eunbi ingin kyuhyun bilang kalau ‘kau hanya bermimpi’ bisakah?

“mereka bilang ibu meninggal”

“apa?!”

“itu tidak benarkan?”

Kyuhyun buru-buru meraih tubuh eunbi dan memeluknya. Kyuhyun tidak tahu apa yang harus dia lakukan tapi yang pertama dia harus menenangkan eunbi yang sudah menjatuhkan air matanya.

“ibuku tidak pergikan kyu?” kata eunbi di sela tangisnya.

“tenanglah. Kita akan ke rumah sakit sekarang”

“kau jangan khawatir. Semuanya akan baik-baik saja”

“aku akan mengambil jaket dulu dan kita akan pergi ke rumah sakit sekarang”

Seperti biasanya, eunbi selalu merasa lebih tenang saat pria itu ada disampingnya. Kyuhyun selalu bisa membuat eunbi merasa kalau dia tidak sendiri, ada orang lain yang selalu akan berada disampingnya. Tuhan begitu baik pada eunbi mengirimkan kyuhyun untuknya. Eunbi tidak yakin apakah saat dia sendiri tanpa kyuhyun dia akan bisa setegar ini.

Perjalanan malam ini terasa lebih lama dari biasanya bagi eunbi, padahal lalu lintas sangat lenggang. Sebelah tanggan kyuhyun terus menggengam tangan eunbi. Memberikan istrinya itu kekuatan dan ketenangan, mencoba mengatakan pada eunbi jika semuanya akan baik-baik saja. meskipun kyuhyun bahkan tidak tahu pasti apa yang sedang terjadi. Sebuah telepon di tengah malam, semoga itu hanya ulah orang iseng.

Di depan rumah sakit terlihat lebih ramai dari malam-malam sebelumnya, tampak mobil polisi terparkir di depan gedung rumah sakit. Beberapa orang berkerumun di samping pintu masuk rumah sakit. Ada police line yang sudah terpasang disana.

Langkah kaki eunbi yang terasa sangat berat membuat jalannya sedikit lebih lambat. Semakin dekat dia mendengar suara orang berbicara, ada orang bunuh diri.

Kyuhyun masih setia berjalan disamping eunbi dengan tangan yang semakin erat menggenggam tanggannya. Rumah sakit tampak sangat kacau malam ini, ya kyuhyun berharap kalau ini bukanlah pertanda buruk bagi mereka.

“anda putri keluarga hwang?” seorang polisi tiba-tiba menghampiri kyuhyun dan eunbi.

“ada apa?” tanya kyuhyun mencoba setenang mungkin

“nyonya hwang ditemukan bunuh diri dengan meloncat dari atas gedung, saya ingin meminta keterangan dari anda”

Deg.

Jantung eunbi seolah berhenti berdetak. Suara itu seperti halilintar yang tepat berada di atas kepalanya.

Tanpa sadar eunbi langsung berlari dan membelah beberapa orang yang berkerumun. Seorang wanita paruh baya dengan baju rumah sakit tergelatak di bawah kaki eunbi dengan darah yang mengalir dari kepalanya. Tubuh eunbi tiba-tiba menjadi sangat lemah seperti tak bertulang. Gadis itu terduduk di halaman rumah sakit.

“ibu.ibu.ibu” panggil eunbi dengan suara yang sedikit tenggelam karena laju air matanya.

“ibu! Ibu! Bangun! “ eunbi berteriak dengan tenaga yang berhasil dia kumpulkan.

‘ini tidak mungkin! Semua ini tidak nyata!’ berkali-kali eunbi mencoba berfikir seperti itu, tapi kenyataan menamparnya kalau matanya masih sehat dan masih bisa mengenali kalau wanita yang sekarang tergeletak di lantai itu adalah ibunya.

“ibu!” teriak eunbi untuk kesekian kalinya.

Kyuhyun duduk disamping eunbi. Menghela nafasnya dalam-dalam.

“eunbi. Bangunlah.” Pinta kyuhyun sangat lembut.

“bangun! Jangan tinggalkan aku sendiri” eunbi masih terus merancau, memaksa ibunya yang sudah tak bernyawa untuk membuka mata.

“bangunlah” kali ini kyuhyun memegang kedua lengan eunbi dan memaksanya untuk berdiri. Tapi eunbi menolak.

“tidak! Ibu tidak boleh meninggalkanku! Bangun, aku mohon” tangis pilu eunbi ikut menyayat hati kyuhyun. Melihat orang yang sangat dia cintai begitu terluka dan kyuhyun bahkan tidak bisa melakukan apapun untuk itu benar-benar menyakiti hatinya.

Sebuah pelukan hangat dan tangan yang melingkar di perut eunbi membuat eunbi sadar kalau dia tidak sendiri sekarang. Ada orang yang berada di belakangnya yang akan terus mengguatkan eunbi

“tenangkan dirimu dulu. Semuanya akan baik baik saja. ada aku disini” kata kyuhyun begitu menenangkan.

“biarkan polisi menyelesaikan masalah ini terlebih dulu”

Dan kali ini saat kyuhyun membantu eunbi untuk berdiri, gadis itu menurut. Atau mungkin eunbi sudah lelah untuk terus meneriaki ibunya yang bahkan tidak membuka satu kali saja.

Eunbi duduk di kursi lobi rumah sakit. Dari jarak lima meter eunbi melihat kyuhyun sedang berbicara dengan polisi. Ini terlalu mengejutkan untuk eunbi, telepon di tengah malam sampai dia melihat ibunya tergelak di lantai dengan begitu banyak darah. Semua terlalu cepat dan mengejutkan untuknya.

Eunbi mengangkat telapak tangannya, ada noda darah disana. Benarkah ini nyata? Eunbi masih menanyakan hal itu keseribu kalinya pada dirinya sendiri. Eunbi masih berharap jika ini tidak nyata.

TBC

 

 

Not a contract marriage (Bab 13)

Satu hari ini eunbi memilih berdiam diri di rumah, bukan tanpa alasan tapi sepertinya efek galau mempengaruhi rasa malas untuk beraktivitas seperti biasa. Datang bekerja ke coffe shop sepertinya akan percuma jika eunbi hanya akan merenung. Jadi disinilah dia sekarang, duduk di sofa yang ada di kamar tidur sambil memandang rintik hujan di luar sana. Sial! Percikan-percikan air yang membawa masuk aroma tanah yang basah semakin membuah hatinya sendu. Haruskah dia mengatakannya atau tidak? Bagaimana perasaan kyuhyun padanya? Apakah ini cinta yang bertepuk sebelah tangan atau bukan? Nyatanya sekarang pertanyaan-pertanyaan itu jauh lebih penting dari pada berapa pendapatannya hari ini? Apakah coffe shop milkinya ramai atau tidak?
Eunbi manarik kain tipis yang dia gunakan sebagai selimut sampai dada. Lalu dia mengambil ponsel yang sejak kemarin wallpaper nya sudah berganti menjadi wajah kyuhyun. Haruskah dia mengirimi kyuhyun pesan?
Buru-buru eunbi membuka kotak pesan.
‘apakah kau masih bekerja? ‘
“ah tidak! Bukankah sudah jelas kalau jam segini kyuhyun masih bekerja. Aku hanya akan terlihat bodoh” jawab eunbi sendiri seperti orang bodoh
‘ apakah kau hari ini pulang cepat? ‘
“apa-apaan aku ini. Dia pasti akan pulang seperti biasanya.”
“ya ampun apa yang harus aku lakukan? ”
Rasanya eunbi bukanlah anak kemarin sore tapi rasa cinta masih terlalu awam baginya. Eunbi memilih meletakkan ponselnya tanpa menghapus atau mengirim pesan itu.
” kenapa aku jadi seperti ini? ”
**

Eunbi mengisi piring min soo dan kyuhyun, tapi tangan eunbi berhenti saat kakak iparnya itu tiba-tiba menyebut nama yang masih asing di telinganya.
“aku dengar dari naeun kalau minggu depan akan ada reuni sma mu?”
“oh. Aku baru dapat undangannya tadi pagi” jawab kyuhyun santai tidak memperdulikan eunbi yang setengah mati ingin bertanya siapa naeun itu.
“kakak masih berkomunikasi dengan naeun?”
Min soo mengangguk dan buru-buru menelan makanannya.
“aku masih sering bertukar pesan dengannya. kurasa taun ini dia akan datang ke acara reuni”
“dia pulang?” tanya kyuhyun setengah terkejut.
“ kurasa besok dia sudah sampai di korea”
Oke, eunbi bahkan tidak bisa mengambil kesimpulan apa-apa dari pembicaraan ini tentang siapa naeun itu. Dia harus bertanya pada kyuhyun sendiri nanti.
Setelah seorang gadis terang-terangan menawarkan diri menjadi istri kedua kyuhyun, dan sekarang jangan sampai jika naeun adalah kisah cinta kyuhyun yang belum selesai!
Eunbi akui jika dia sudah berharap banyak tentang pernikahan ini, terutama pada perasaannya. Dan jika mimpi buruk tentang kisah cinta yang belum selesai itu benar-benar terjadi, eunbi tidak tahu apa yang akan dia lakukan pada wanita itu. Kyuhyun pernah bilang jika pernikahan ini bukanlah pernikahan kontrak yang akan berakhir pada waktu tertentu dan eunbi akan memegang kata-kata kyuhyun itu.
***
Eunbi mondar-mandir gelisah di tengah ruangan kamarnya. Haruskah dia bertanya sekarang pada kyuhyun tentang siapa naeun itu? Tapi jika dia memang cinta pertama kyuhyun apa yang harus dia lakukan? Dia tidak ingin mendengar itu.
“tidak!”
“kau kenapa?”
Eunbi menoleh dan menengang karena kyuhyun sudah berdiri di belakangnya.
“apa ada yang menganggumu?” tanya kyuhyun lagi sambil menaiki tempat tidur tapi pandangannya masih menatap eunbi.
Eunbi menggeleng lemah.
“tidak ada.”
Eunbi masih memainkan ujung jari tangannya ragu saat kyuhyun sudah tenggelam bersama ponsel pintarnya, entah dia sedang mengecek beberapa laporan atau sedang asyik bermain game. Tapi bagaimana jika dia sedang sibuk bertukar pesan dengan naeun itu? Tiba-tiba pikiran dangkal itu merusak pikiran eunbi lagi.
“kyu?”
“hem..” kyuhyun hanya mengumam tanpa menoleh. Tapi dia tahu eunbi sudah naik ke ranjangnya karena gerakan eunbi menimbulkan sedikit suara berdecit.
“apa kau keberatan jika aku bertanya sesuatu?”
Kali ini kyuhyun menoleh. Sejak kapan eunbi punya basa-basi jika dia ingin bertanya sesuatu. Kyuhyun tahu betul jika gadis itu sekarang sedang sedikit khawatir dari gerakannya yang terus memainkan jari-jari tangannya sambil sesekali memilin ujung bajunya. Satu kebiasaan yang sudah sangat kyuhyun hapal entah sejak kapan.
“katakan saja”
Bukannya merasa tenang justru eunbi semakin merasa gelisah.
“tidak jadi. Besok saja.” putus eunbi, setelah itu dia berbaring memunggungi kyuhyun dan menarik selimutnya.
Saat eunbi memilih untuk diam dari pada bertanya maka hati kyuhyun akan semakin khawatir. Dia hanya pura-pura tidak paham dan membiarkan eunbi bertanya padanya sendiri. Kyuhyun pikir itu akan lebih baik jika dia memaksa eunbi berbicara.
Kyuhyun menatap punggung eunbi dalam diam. Gadis itu belum tertidur, kyuhyun tahu itu.
“reuni minggu depan.ikutlah denganku”
Eunbi menegang tanpa berniat berbalik. Dia tidak menyangka jika pembicaraan yang baru saja dia hindari akan dibahas kyuhyun lebih dulu.
“aku tak mungkin datang sendiri, semua orang tahu jika aku sudah menikah” lanjut kyuhyun.
Eunbi menghela nafasnya dan berbalik.
“kau tidak keberatan jika aku ikut?” tanya eunbi bodoh. Untuk apa dia menanyakan hal ini jika kyuhyun sendiri yang memintanya untuk ikut.
“kenapa aku harus keberatan?”
“ng…mungkin kau ingin menemui cinta pertamamu?”
“kau bicara apa?” kyuhyun tertawa di akhir kalimatnya. Pertanyaan bodoh apa itu?
Cinta pertama?
“aku hanya bertanya. Kau pasti punya kekasih di sma. Mungkin naeun?” kata eunbi hati-hati
Dan kali ini kyuhyun benar-benar terbahak.
“kenapa tertawa?”
Eunbi berdecak kesal.
“lalu apa kau juga punya kekasih di sma?” kyuhyun balik bertanya membuat eunbi sedikit tergagap.
“ke-kenapa kau jadi bertanya padaku”
“ahh jadi kau punya kekasih”
“tidak” jawab eunbi cepat.
Dan kyuhyun terdiam. Ada sedikit kesenangan karena eunbi menjawab tidak. Ya Tuhan perasaan apa ini.
Eunbi menggigit bibirnya. Kenapa tadi dia menjawab secepat itu? Seharusnya dia bilang saja kalau dia punya kekasih.
“aku juga tidak punya” kata kyuhyun tiba-tiba membuat mata eunbi membulat. Dia senang dan terkejut. Kyuhyun sedang berbohongkan sekarang? Atau dia benar-benar berkata jujur?
“dan naeun? Dia bukan kekasihku. Keluargaku dan dia bertetangga sebelum lima tahun lalu mereka kembali ke jepang.”
Tanpa sadar eunbi menarik sedikit ujung bibirnya. Tuhan memang baik. Disaat eunbi takut bertanya kyuhyun justru berbicara tanpa dia minta. Apakah ini yang namanya chemistry?
“kenapa tersenyum?”
“eh?”
Apa kyuhyun baru saja memergokinya tersenyum?
Kyuhyun tampak sedikit berfikir kemudian menatap eubi penuh selidik.
“kau tidak sedang cemburu dengan naeun kan?”
Shit!
Apa ekspresi eunbi sangat ketara.
“tidak! Kenapa aku harus cemburu?”eunbi mati-matian menolak.
“aku hanya bertanya kenapa jadi kau menganggap aku sedang cemburu?”
Kyuhyun mengangkat bahunya.
“kalaupun iya aku akan senang mendengarnya”
Deg.
Dan untuk kesekian kalinya rasanya jantung eunbi berhenti berdetak. Dia masih membisu saat kyuhyun sudah mematikan lampu dan siap untuk terjun ke alam mimpi. Eunbi masih memiringkan tubuhnya menghadap kyuhyun saat pria itu sudah memejamkan matanya.
Apakah kyuhyun tidak sadar seberapa besarnya efek kalimat itu untuk eunbi? Dia nyaris membunuh eunbi karena tidak bisa menguasai perasaannya.
***
Acara reuni kyuhyun berada di sebuah hotel di pinggir pantai milik salah seorang temannya. Eunbi sedikit tenang karena ternyata kyuhyun tidak punya mantan kekasih yang harus dia temui nanti, ya setidaknya itu kata kyuhyun kemarin. Tapi naeun? Jujur saja eunbi masih khawatir akan kehadiran gadis yang bahkan dia tidak tahu secantik apa dia dan seberapa pengaruhnya gadis bernama naeun itu dalam hidup kyuhyun. Apakah kisah cintanya yang belum mulai harus pupus karena adanya orang ketiga seperti drama-drama di televisi yang sering dia lihat? Secepat itukah orang ketiga itu datang?
Mobil itu berhenti tepat di depan pintu masuk hotel. Seorang pelayan sudah menghampiri kyuhyun dan eunbi sesaat mereka turun. Sebuah kamar sudah disiapkan untuk mereka. Sejauh ini eunbi masih belum tahu apakah teman-teman kyuhyun yang lain sudah tiba atau belum. Ya, acaranya memang akan dimulai nanti malam dan karena letak lokasi yang lumayan jauh dari pusat kota maka mereka punya kesempatan untuk menginap gratis di hotel ini. Seperti kyuhyun yang memilih untuk menginap dari pada berkendara di tengah malam, terlalu beresiko.
“tidak buruk ” batin eunbi. Harus dia akui kalau hotel ini setara bintang lima meskipun letaknya bukan di pusat kota.
Eunbi menyibak gorden yang menutupi jendela kaca besar yang ternyata menghadap ke arah pantai
” wow” gummanya tanpa sadar. Indah sekali! Dengan letak kamar yang mengahap langsung ke pantai seperti ini membuat dia bisa melihat matahari tenggelam. Sempurna!
“kau tidak ingin bersiap? ”
” iya sebentar lagi. Acaranya masih empat jam lagi dan aku masih bisa menikmati pemandangan langkah ini lima menit lagi” jawab eunbi tanpa menoleh tapi dia sadar kalau kyuhyun mulai berjalan mendekat ke arahnya, suara sepatunya semakin lama semakin terdengar jelas.
“bukankah ini pemandangan yang sempurna? ” tanya eunbi saat kyuhyun sudah berdiri di sampingnya dan menghadap lurus ke depan, ke hamparan laut yang disinari cahaya orange dari sang surya.
” hotel ini adalah hotel terbaik yang menawarkan pemandangan luar biasa di daerah ini ”
” kenapa kau tidak membangun hotel juga disini? Kurasa itu akan memberikan keuntungan yang besar untuk perusahaan ” usul eunbi asal. Sebenarnya bukan karena keuntungan perusahaan yang akan dia terima tapi karena dia bisa menikmati pemandangan ini sewaktu-waktu tanpa menyewa kamar hotel.
” mungkin akan aku pikirkan nanti”
Dan setelah itu mereka hanya sama-sama saling memandangi sinar jingga yang perlahan berubah menjadi hitam. Suara ombak yang berderu menjadi penyempurnaan. Semuanya terasa indah.
***
Kyuhyun merapikan sedikit jasnya dan beralih menatap eunbi yang masih sibuk mengacak-acak isi koper membuat barang-barang di dalamnya berserakan.
“kau sedang mencari apa? ”
” hiasan rambutku. Aku ingat aku sudah memasukkannya tapi sekarang tidak ada” jawab eunbi tanpa menoleh dan terus mengacak-acak isi koper.
“mungkin kau lupa membawanya”
“tidak. Aku ingat sudah memasukkannya”
Eunbi sudah menghabiskan hampir lima belas menit hanya untuk mencari barang yang entah pergi kemana.
“ikat saja seperti ini”
Kata kyuhyun tepat dibelakangnya, bahkan hembusan nafas pria itu saat berbicara dapat eunbi rasakan di tengkuknya. Sialan! Tindakan kyuhyun yang mengikat rambutnya membuat darah eunbi seolah mendidih. Sepertinya kyuhyun baru saja mengambil ikat rambut yang eunbi letakkan tadi di samping tidur. Dan sekarang Eunbi bahkan tidak sanggup hanya untuk berbicara apalagi berbalik.
“aku akan merapikannya sendiri” kata eunbi gugup lalu berdiri berjalan ke arah cermin.
***
Hampir semua orang sudah datang memenuhi ballroom hotel dan eunbi hanya berdoa kalau naeun bukanlah sosok yang sempurna melebihi dirinya, setidaknya dia berharap kalau naeun adalah gadis gedut dengan banyak jerawat di wajahnya sehingga kyuhyun tidak memandangnya.
Tapi
Hufff
Eunbi menghela nafasnya. Tapi penampilan bisa diubah bukan? . Gadis yang biasa saja bisa tampil sempurna hanya dengan sentuhan make up apalagi di dunia yang semakin gila ini.
Hufft
“kau bisa meruntuhkan gedung ini jika kau menghela nafas sekali lagi”
Itu suara kyuhyun, pria yang menggandeng tangan eunbi dan terlihat sempurna hanya karena setelan jas yang biasa dia kenakan.
“aku tidak akan meruntuhkan gedung ini hanya karena aku menghela nafas” sungut eunbi
“kau gugup? ”
” untuk apa? ”
Kyuhyun mengangkat bahunya.
” mungkin bertemu mantan kekasihku”
Sedetik kemudian eunbi berhenti membuat kyuhyun berbalik menghadapnya.
“kau bilang kau tidak punya mantan kekasih untuk aku temui di sma? ”
Wajah eunbi sangat serius. Sangat. Tapi kyuhyun ingin tertawa sekarang. Pria itu tersenyum.
” jadi benar kau gugup karena mantanku? ”
” tidak! ” kata eunbi cepat
” bagaimana bisa kau bilang aku gugup? ”
” ya, itu-”
“cho kyuhyun! ”
Kyuhyun tidak jadi melanjutkan kalimatnya karena teriakan namanya.
” lama tidak bertemu denganmu” kata pria yang baru saja melerai perdebatan mereka. Eunbi sedikit bersyukur karena dia tidak harus jadi bulan-bulanan kyuhyun.
Eunbi hanya melihat dan mendengarkan perbincangan kyuhyun dengan orang bernama kibum itu, ya kyuhyun tadi memanggil pria itu dengan nama itu. Pria jika bertemu sahabat lama ternyata juga bisa mengabaikan keadaan sekitar, eunbi rasa itu hanya berlaku pada wanita tapi ternyata tidak! Buktinya eunbi terabaikan sekarang. Mereka tidak peduli sampai ekor mata pria bernama kibum itu melihat bayangannya.
“dia istrimu? ” tanyanya pada kyuhyun.
” aku kira semua orang tahu kalau dia adalah istriku” jawab kyuhyun santai
“ya, tapi aku baru saja sampai di korea cho kyuhyun”
“halo. Perkenalkan namaku kibum sahabat kyuhyun”
“halo. Hwang eunbi.”
“cho eunbi” kyuhyun memotong.
Eunbi menoleh pada kyuhyun.
“bukankah kau sudah menikah denganku? ” jelas kyuhyun.
Eunbi mengedipkan beberapa kali matanya. Astaga! Kyuhyun memang pintar mempermainkan detak jantung eunbi.
” eyyy. Kalian ingin membuat aku cemburu?! ”
” maka segeralah menikah tuan kibum” kyuhyun menasehati yang terdengar seperti sebuah ejekan.
“mulutmu masih sama seperti dulu cho kyuhyun! ”
” baiklah aku tidak ingin berlama-lama diantara kalian membuatku ingin cepat menikah saja. Aku akan menyapa teman-teman yang lain”
“baiklah. Cepat pergi! ”
” nyonya cho sampai bertemu lagi. Kau bisa menanyakan padaku tentang masa lalu kyuhyun. Termasuk tentang naeun”
Oh baiklah, nama itu disebutkan. Eunbi rasa naeun bukan sekedar ‘teman’ untuk kyuhyun.
“ayo kita menemui teman-temanku”
Kyuhyun tidak tahu apakah perkataan kibum tentang naeun mempengaruhi eunbi. Tapi dari ekspresi gadis itu kyuhyun tahu kalau eunbi mulai tidak nyaman.
Perlahan eunbi mulai menyesuaikan dengan semua teman-teman kyuhyun. Dia sudah bisa ikut menimpali candaan yang dilemparkan padanya sampai. Sampai nama seseorang disebut.
“naeun kyu. ”
Eunbi ikut menoleh mengikuti kyuhyun.
Gadis dengan gaun hitam dan rambut tergerai berwarna coklat berjalan anggun ke arahnya.
‘jadi ini naeun’ batin eunbi
Sempurna. Hanya itu yang terbesit di dalam otaknya tentang naeun. Tinggi, putih, dan cantik siapa yang tidak akan bilang kalau naeun sempurna.
“halo semuanya”
Dan suaranya mendayu dengan indah.
“lama tidak bertemu. Kau terlihat semakin cantik” kata pria berkemeja biru itu
“bernahkah? Aku senang mendengarnya” kata naeun malu-malu
“ah naeun apa kau tidak ingin menyapa pahlawanmu ini” pria berkemeja biru itu menyenggol kyuhyun.
Ah! Jadi kyuhyun adalah pahlawan naeun selama sma. Pikir eunbi
“halo cho kyuhyun. Lama tidak bertemu”
“lama tidak bertemu naeun”
“aku rasa kau sudah mendengar kepulanganku dari kak minsoo”
“iya dia sudah bilang padaku”
Naeun mengangguk mengerti
“dia istrimu? ”
” ya dia istriku. Eunbi”
Antara perasaan senang dan jengkel bercampur jadi satu. Tapi eunbi terpaksa harus tetap mengumbar senyum.
“halo. Eunbi”
“senang berkenalan denganmu dan maaf karena aku tidak hadir di acara pernikahan kalian. Atau mungkin kyuhyun tidak ingin mengundangku”
Tidak mengundang? Jika eunbi ingin berpikiran dangkal maka dia akan berpikir kalau kyuhyun memang punya masa lalu yang indah dengan eunbi. Jelas saja. Mana ada seorang mantan kekasih yang mungkin masih dicintainya diundang ke pesta pernikahan yang bahkan tidak ingin dia lakukan. Ya perkataan kyuhyun kemarin kalau dia tidak punya hubungan apapun dengan naeun, eunbi tidak percaya lagi. Hampir semua teman kyuhyun tadi membahas naeun saat kyuhyun datang. Mulai kebiasaan mereka yang selalu pulang bersama sampai kyuhyun yang selalu menjadi pahlawan naeun. Apakah kalian berfikir ada pertemanan antara pria dan wanita yang terjalin sedekat itu tercipta tanpa adanya perasaan cinta? Mungkin salah satu dari mereka atau mungkin dua-duanya.
“kau masih di jepang”
“aku akan datang jika kau mengundang. Apa karena permasalahan yang dulu? Kau masih membenciku? ”
Akhirnya pembahasan ini muncul juga. Mungkin sekarang kyuhyun sudah tidak lagi marah saat dia mulai membahas masa lalu, tapi kyuhyun rasa waktu sekarang tidak tepat. Sangat tidak tepat!.
” kalian punya masalah? ” teman kyuhyun tadi bertanya seolah tidak percaya kalau kyuhyun dan naeun sempat terjadi permasalah. Dia hanya ingat kalau kyuhyun dan naeun terlihat bersama bahkan di hari-hari terkahir naeun di sekolah.
” sedikit” jawab naeun santai, tapi kyuhyun dia sudah terlihat sangat tidak nyaman.
“bisakah kita tidak membahas masa lalu lagi? ” katanya seperti memperingatkan
” kenapa? Aku senang jika kita bisa bernostalgia atau mengungkap rahasia yang belum terungkap dulu” kata teman pria kyuhyun tadi.
“ya kita tidak akan membahasnya. Karena kau sudah menikah bisakah kau memaafkanku? ”
Eunbi. Kyuhyun melirik eunbi. Gadis itu terlihat sangat tidak nyaman. Dan kyuhyun yakin kalau itu karena kehadiran naeun.
“aku sudah memaafkanmu. Dari dulu”
***
Tanpa sadar eunbi menjadi kesal.
Kyuhyun berbohong!
Dia kesal. Sangat. Eunbi juga khawatir. Khawatir jika kehadiran naeun bisa merubah segalanya, menjauhkan kyuhyun darinya, merusak rumah tangganya. Apa rumah tangganya harus berakhir sama dengan rumah tangga orang tuanya? Semakin dia memikirkan itu maka eunbi akan semakin marah! Apalagi setelah dia tahu kalau hotel tempatnya menginapa adalah hotel milik keluarga naeun. Double shit! Apa ini sebuah rencana jahat?! Agar naeun bisa lebih leluasa bertemu kyuhyun? Jika tahu seperti ini eunbi akan memilih pulang meskipun ini sudah hampir jam dua belas malam.
“eunbi”
Suara tenang kyuhyun membubarkan lamunan eunbi. Pria itu sudah menutup pintu kamar karena eunbi baru saja mendengar suara pintu berdetum.
Pura-pura tidak mendengar, eunbi mememilih melepas high heels dan beberapa perhiasan yang melekat di tubuhnya.
“aku ingin menjelaskan sesuatu. Kupikir kau salah paham tentang sesuatu”
Kyuhyun mencoba membuka perbincangan. Ada perasaan tak tenang karena belum memberitahu eunbi yang sesungguhnya. Jadi kyuhyun berbohong? Tidak! Bukan seperti itu. Biar kyuhyun jelaskan pada eunbi sekarang.
“sesuatu? Aku salah paham? ” eunbi berbalik dan bertanya seolah dia adalah wanita paling bodoh yang tidak mengerti kemana jalan bicara kyuhyun.
Kyuhyun melangkah lebih dekat dengan eunbi, menyisahkan jarak hanya satu meter saja.
” naeun”
Ck! Dalam hati eunbi berdecak. Naeun lagi. Lagi. Dan lagi. Harus sampai berapa kali eunbi mendengar nama itu malam ini? Tidak bisakah nama itu berhenti di sebut saat dia memilih untuk kembali ke kamar dan meninggalkan acara yang sekarang di isi dengan minum-minum itu? Kenapa naeun lagi?
“kau tidak perlu menjelaskan apapun karena itu tidak ada hubungannya denganku” setengah hati eunbi mengatakan itu. Dia ingin jika segala sesuatu yang berhubungan dengan kyuhyun juga berhubungan dengannya. Tapi sekarang eunbi sadar jija itu hanya angan-angan saja.
“aku tidak tenang jika kau masih salah paham”
“kenapa? Karena aku tampak sangat bodoh? Karena aku langsung percaya saat kau bilang dia bukan kekasihmu?”
“ck! Aku tidak tahu kenapa aku bisa sebodoh itu ” tambah eunbi.
Eunbi tampak menelan ludahnya karena tiba-tiba tenggorokkannya menjadi kering, menahan air mata.
” kau tidak perlu menjelaskan apapun. Aku tidak salah paham lagi” lanjutnya.
“apa kau benar tidak ingin mendengar penjelasanku? ”
Eunbi menggeleng.
Jika sekali lagi dia mendengar pujian untuk naeun maka eunbi tidak berjanji jika dia akan tetap tinggal disini.
” naeun bukan kekasihku atau siapapun untukku hanya teman. Dulu bahkan sekarang”
“aku sudah bilang aku tak ingin mendengar apapun. Apapun tentang naeun atau wanita lain”
“aku tidak berbohong”
“apa kau akan melanjutkan pembicaraan ini? ”
Tanpa menunggu jawaban kyuhyun, eunbi berbalik melewati kyuhyun hendak pergi tapi tiba-tiba tangannya tertahan. Eunbi tahu itu kyuhyun tapi dia enggan untuk berbalik dan menatap kyuhyun. Dia hanya mendengarkan kyuhyun.
“aku memang dekat dengan naeun sejak smp. Kita bersahabat. Tapi kau tahu tidak ada persahabatan antara wanita dan pria yang yang berjalan secara murni. Aku mencintainya. ”
Eunbi benar-benar menahan laju air matanya. Dan saat genggaman kyuhyun tak lagi seerat tadi eunbi melepaskannya. Dia pergi, tapi dilangkah ke tiga eunbi dia berhenti. Suara kyuhyun membuatnya berhenti.
” kupikir dia juga tapi aku salah. Dimalam sehari sebelum dia berangkat ke jepang. Aku berniat menyatakan cintanya padaku, aku terlalu percaya diri untuk datang ke rumahnya dan memintanya keluar”
Kyuhyun tersenyum kecut, mengulang kembali memori itu.
“aku bilang cinta padanya tapi hanya dalam hitungan detik dia langsung menolakku sebelum aku menyelesaikan kalimatku. Aku masih ingat kata-kata terakhir yang dia katakan padaku sebelum dia menutup pintu pagar rumahnya dan meninggalkan aku di luar. ‘aku tidak mencintaimu kyu, kau mungkin salah mengartikan hubungan ini. Aku senang kau menemaniku saat aku tidak mengenal siapapun disini, melindungiku saat semua orang menjahiliku. Kyu, aku mencintai orang lain. Aku mencintai kibum. Kuharap kau mendapatkan wanita yang lebih baik dariku’ hanya itu yang dia katakan, membiarkan diriku merutuki kebodohanku”
Kyuhyun menjeda kalimatnya, menelan ludahnya. Terdengar jika suaranya sedikit tercekat.
“dia mencintai sahabatku. Dan hari itu aku sadar kalau naeun berada di dekatku karena aku adalah orang pertama yang dia kenal di korea, dia menjadikanku tameng hanya untuk bertemu kibum. Aku jadi berfikir kenapa aku tidak menyadari jika dia selalu ingin pergi menonton dan mengajak kibum dari pada membiarkan aku dan dia pergi berdua. Aku memang bodoh”
Eunbi menghembuskan nafasnya. Kenapa dia harus mendengar betapa kyuhyun sangat mencintai naeun? Kenapa kyuhyun masih merasa sedih mengingat hal itu? Eunbi benci!
Eunbi berbalik
” jika kau mencintainya kenapa kau tidak mengejarnya? Dia ada disini. Dia kembali. Aku tidak akan menghalangimu”
“aku tidak lagi mencintainya sekarang”
Eunbi tersenyum seolah mengejek kyuhyun.
“kau baru saja akan menangis saat menceritakan masa lalu kalian”
“aku-”
“jika kau masih mencintainya pergi saja temui dia, aku tidak peduli”
“aku tidak tahu jika kejadian itu membuatku kehilangan kepercayaan diriku. Aku mungkin banyak mengatakan cinta pada orang lain, tapi aku tak pernah mengatakan dengan hatiku. Tapi saat aku ingin mengatakan dengan jelas perasaanku tiba-tiba aku kehilangan kepercayaan diriku”
“dia tidak akan tahu perasaanmu sebelum kau mengatakannya sekalipun dia akan menolakmu lagi kurasa itu akan mengurangi bebanmu”
“jadi aku harus mengatakannya? ”
” ehm” eunbi hanya mampu berdehem. Menyuruh kyuhyun mengatakannya pada naeun adalah hal paling bodoh yang dia katakan.
“aku mencintaimu”
“ehm. Katakan padanya kau masih mencintainya”
“aku sangat mencintaimu”
“hem”
“aku sangat mencintaimu cho eunbi”
“hem. Eh? Hah? ”
Eunbi menengadah menatap kyuhyun yang berdiri dua meter di depannya. Apa dia salah mendengar sesuatu?
” aku menemukan kepercayaan diriku. Aku mencintaimu”
Eunbi menelan ludahnya saat kyuhyun melangkah maju ke arahnya.
“apa aku akan menerima penolakan lagi? ”
Eunbi masih membisu sampai kyuhyun benar-benar berada di depannya hanya berjarak satu langkah.
” apa aku harus menunggu untuk mendapatkan jawabnnya? ”
” apa kau bertanya padaku? ”
Kyuhyun tersenyum.
” apa ada wanita lain disini? ”
” bukan. Tapi-”
“tapi? ” kyuhyun mengulangi pertanyaan eunbi.
” tapi, kau baru saja bercerita tentang naeun tentang rasa cintanya dirimu padanya, bahkan kau harus menahan air matamu untuk-”
“hahahaha”
Tawa kyuhyun pecah membuat eunbi mengerutkan keningnya.
“kau mengerjaiku? ”
Kyuhyun menyeka ujung matanya yang basah karena tertawa berlebihan.
” aku tahu kau sedang cemburu dengan naeun jadi aku hanya ingin menggodamu”
“jadi kau hanya pura-pura sedih?? ”
” yak! Cho kyuhyun! ”
Eunbi akan memukul lengan kyuhyun seperti apa yang sering dia lakukan tapi trik itu sudah dihapal kyuhyun membuat tangannya gampang diraih.
Eunbi tidak tahu kenapa dia sebodoh ini? Membiarkan dia hampir mati karena rasa cemburu dan marah yang melebur jadi satu.
“naeun tidak berpengaruh lagi untukku. Setelah dia menolakku, aku membencinya karena kurasa dia hanya memanfaatkanku saja. ”
” aku tak memiliki perasaan apapun lagi dengannya”
Eunbi melepas tangannya dari genggaman kyuhyun.
“aku tidak tahu jika hal seperti ini bisa menjadi lelucon untukmu”
“aku tak membuat lelucon. Dulu aku pernah mencintai naeun dan dia menolakku dan aku juga serius jika aku harus mengumpulkan rasa percaya diriku hanya untuk mengatakan aku mencintaimu”
Eunbi diam seolah dia kehabisan kata-kata.
“apa kau masih menganggap aku berpura-pura? ”
” aku mengatakan yang sebenarnya sekarang. Aku sangat mencintai istriku cho eunbi. Hatiku selalu meloncat saat berada di dekatnya, aku akan tersenyum walau hanya memandangi wajahnya yang tertidur di sampingku, aku merasa sangat senang saat tahu dia memarahi wanita yang ingin menjadi istri keduaku dan aku sangat senang saat dia menjadi sangat cemburu karena naeun”
“aku tidak cemburu! ”
” kau hampir menangis karena aku menceritakan kalau aku pernah menyukai naeun”
“yak! ”
” auw! ”
Kyuhyun meringis kesakitan karena cubitan eunbi di perutnya.
” aku tidak akan menangis ”
“aku bisa melihat matamu memerah dan suaramu bergetar”
“itu karena kau membohongi bodoh! ”
” jadi kau benar cemburu? ”
” tidak! ”
” kau cemburu hahaha” kyuhyun berlari menjauhi eunbi karena khawatir dia akan kena cubitan tak terduga lagi.
“aku sudah bilang tidak”
“kau masih marah”
“aku bilang aku tidak cemburu cho-”
“akh! ”
Eunbi terhuyung kedepan saat ingin mencubit kyuhyun. Pria itu malah menariknya membuat dia dan kyuhyun terjatuh di atas ranjang. Kyuhyun mungkin sengaja. Karena dalam posisi sedekat ini dengan kedua tangan yang di genggam erat kyuhyun membuat eunbi benar-benar tak bisa apa-apa.
“aku tak berbohong tentang perasaanku padamu. Aku sangat mencintaimu. Apa kau juga mencintaiku? ”
Kyuhyun menodong eunbi dengan pertanyaannya membuatnya sampai menahan nafas.
” apa kau tidak akan menjawabku? ”
” aku tidak akan membiarkanmu lepas sampai kau menjawabnya”
“kyu! ”
eunbi semakin kehilangan pergerakannya saat kaki kyuhyun mengikat tubuhnya.
” aku tidak akan melepaskanmu sebelum kau menjawabnya”
“lepaskan aku! Aku tidak bisa bergerak”
kyuhyun menggeleng
Cup
“lepaskan aku! ” eunbi berusaha menendang kaki kyuhyun. Dia pikir setelah eunbi mmeberikan kecupan maka kyuhyun akan sedikit melonggarkan gengamannya dan eunbi bisa terbebas tapi salah.
” kecupan bukan jawaban eunbi”
“aku sudah memberikan jawabanku” jawab eunbi hati-hati
“aku tak mendengar jawabanmu”
“itu” eunbi menunjuk bibir kyuhyun dengan gerakan kepalanya.
“apa? ”
” apa kau tidak bisa mengartikannya? ”
Kyuhyun menggeleng
” tidak selain kau ingin aku menciummu”
“yak! Cho kyu-emb”
Eunbi tersentak karena kyuhyun benar-benar menciummnya. Pelan dan lembut, ciuman ini benar-benar memabukkan sampai tanpa sadar eunbi juga ikut bermain. Selalu seperti ini, saat eunbi harus kalah dan ikut terlena ke dalam ciuman kyuhyun yang memabukkan.
” jadi kau juga mencintaiku? ” tanya kyuhyun lagi setelah dia melepaskan ciumannya.
Eunbi mengangguk
” katakan. Katakan kau juga mencintaiku”
Kyuhyun menarik dagu eunbi membuat dia menengadah menatap wajahnya.
“katakan” desak kyuhyun lagi
“aku mencintaimu suamiku”
Kyuhyun tersenyum dan menarik eunbi ke dalam pekukannya.
“jika tahu begini aku akan mengatakannya lebih awal”
“apa kau takut jika aku menolakmu? ”
Kyuhyun menggeleng
” aku bisa lebih bebas untuk menciummu”
“cho kyuhyun! ”
” aku bercanda”
Eunbi hanya berdecak. Dia benar-benar kehabisan kata-kata karena kyuhyun. Menjadikan perasaannya hari ini seperti roller coaster dan diaduk menjadi satu.
Tangan kyuhyun bermain di wajah eunbi, membelai wajahnya dengan sentuhan jari yang lembut.
“aku sangat bahagia hari ini”
“terima kasih”
“ehm” eunbi hanya bergumam
Jari kyuhyun berhenti di bibir eunbi, efek basah karena ciumannya tadi masih terlihat jelas. Kyuhyun ingin merasakannya lagi.
“apa aku boleh menciummu? ”
Eunbi mengangguk
Dan kyuhyun buru-buru menyambar bibir eunbi. Ciuman kali ini lebih menuntut dari sebelumnya. Kyuhyun seolah telah menantikan hari ini sejak lama. Pria itu sekarang berada di atas eunbi dengan bibir yang masih saling bertautan. Kyuhyun benar-benar menggila sampai tidak sadar kalau tangannya sudah bergerak lincah di punggung eunbi ingin melepas resleting gaunnya.
Eunbi menahan tangan kyuhyun membuat pria itu berhenti dan menatap eunbi memohon. Tanpa kalimat eunbi sudah tau apa yang ingin kyuhyun minta. Eunbi menatap dalam-dalam ke dalam manik mata kyuhyun dan ragu-ragu dia mengangguk.
Kyuhyun kembali mencium eunbi. Melepaskan kemejanya asal bahkan menariknya sampai kancing-kancing itu terlepas. Tangannya tanpa masalah langsung menarik turun resleting gaun eunbi.
Untuk malam ini, biarlah ini menjadi malam mereka tanpa siapapun yang tahu.

TBC

Author’s note: hallo author kembali lagi. Apa ff ini semakin tidak jelas??? Yuk tulis pendapat kalian tentang ff ini 😊😊😊 jangan lupa like dan share ya 😊

I love you all ❤️❤️❤️