Diary #when we meet again

diary-new-2

Title : when we meet again

genre : series

author : oh honey

cast : cho kyuhyun – hwang eunbi

 

Apa kau pernah membayangkan saat secara tiba tiba cinta pertamamu kembali dan menawarkan sebuah cinta yang dulu pernah kau tawarkan?. Mungkin akan terasa sangat membahagiakan jika dia datang sebelum kau berhasil menghapus semua ingatan tentangnya. Tapi apa jadinya jika dia datang disaat kau sudah berhasil menghapus semua ingatan tentangnya? Apa kau akan tetap membiarkan dia kembali dan mengumbar semua ingatan masa lalu atau kau akan mengusirnya pergi dari hidupmu, selamanya?.

 

Takdir memang selalu membingungkan, layaknya gelombang air laut yang tidak pernah dapat diprediksi kedatangannya. Ada begitu banyak kemungkinan yang dapat terjadi dihidup ini yang tidak akan pernah kita tau akan seperti apa ending dari setiap kemungkinan itu.

 

Aku menatap dalam diam sungai han yang ada dihadapanku. Sungai itu terlihat sangat tenang berbanding terbalik dengan perasaanku saat ini yang terasa seperti dijungkir balikkan. mengingat kembali kejadian hari ini membuatku mendesah dalam dalam. Mungkin dulu aku sering berharap hal ini akan terjadi dikehidupanku namun saat ini aku sama sekali tidak ingin hal ini terjadi dikehidupanku. Bagiku semuanya sudah terlambat. Sangat terlambat.

 

Flashback on

Waktu memang berjalan sangat cepat, tak terasa saat ini aku sudah benar benar menjadi wanita dewasa. Sudah hampir satu tahun aku memutuskan kembali tinggal di seoul, bekerja di salah satu perusahaan menjadi aktifitas rutinku. Setiap hari aku akan bertemu orang baru dengan berbagai karakter, menyakinkan mereka akan sebuah proyek dan melakukan negosiasi. Bekerja menjadi staff marketing memang tidak mudah. Namun aku bahagia menjalani kegiatanku sekarang. Seperti ada kebahagiaan sendiri saat aku harus bertemu dengan orang baru setiap harinya.

 

Suara hak sepatuku yang beradu dengan lantai terdengar seperti irama music yang teratur. Aku terus menggiring langkah kakiku menuju sebuah meja yang terletak disudut restaurant. Dari tempatku berdiri aku dapat melihat seorang pria dengan kemeja warna biru dongker yang sedang membelakangiku. Dia adalah salah satu client yang harus aku temui hari ini.

Aku berusaha merapikan kemejaku yang sebenarnya masih terlihat sangat rapi sebelum akhirnya aku menyapa pria itu.

“maaf saya sedikit terlambat”

aku sedikit membungkukkan kepala sebagai tanda permintaan maafku. Bersamaan dengan kepalaku yang perlahan terangkat mata laki laki itu memandangku dengan tatapan yang tidak dapat diartikan. Saat kepalaku benar benar terangkat, mataku terkunci pada sosok laki laki yang masih menatapku itu, aku sama sekali tidak menyangka dengan apa yang ada dihadapanku saat ini, kesadaranku seolah tiba tiba menghilang karena ketidakpercayaanku. untuk beberapa detik padangan kami bertemu.

“kyuhyun” ucapku lirih, saat kesadaran kembali menghampiriku.

“hwang eunbi” balas kyuhyun, laki laki itu masih terlihat sangat terkejut dengan kehadiranku, sama seperti diriku. Sudah lama aku tidak bertemu dengannya dan aku tidak pernah menyangka Tuhan akan mempertemukanku kembali dengannya.

Perlahan kududukkan diriku disatu satunya kursi yang berada didepannya. Aku benar benar bingung, harus seperti apa aku berperilaku. Haruskah aku memperlakukannya sebagai teman lama yang tidak pernah bertemu atau hasruskah aku memperlakukannya sebagai cinta lama?

Kutatap wajah kyuhyun sekilas sebelum akhirnya kuputuskan untuk memperilakukannya sebagai seorang client dan tidak lebih dari itu.

“kyuhyun shi, aku adalah perwakilan dari Mercy Company yang akan menjelaskan sedikit tentang proyek yang ingin kita tawarkan”

Tenggorokanku terasa tercekat saat aku mengatakan kata demi kata yang keluar dari mulutku. Sangat sulit rasanya saat aku harus berpura pura mengabaikan keberadaan kyuhyun. Laki laki yang dulu pernah menjadi teman terbaikku bahkan menjadi cinta pertamaku.

“eunbi ah, bagaimana kabarmu?” Tanya kyuhyun lirih, dia masih saja menatapku dan mengabaikan semua perkataan yang keluar dari mulutku.

Aku sedikit memperbaiki posisi dudukku untuk menghilangkan rasa gugup yang menghampiri diriku, kubalas tatapannya.

“aku baik” kataku datar.

“kemana saja kau selama ini? kau tak pernah menghubungiku dan aku sama sekali tidak bisa menghubungimu, kau tinggal dimana selama ini?”

Kuhembuskan nafas beratku, rentetan pertanyaan yang kyuhyun lontarkan membuatku sedikit mengingat kejadian masa lalu. Dan aku benci itu.

“kyuhyun ah, aku disini untuk bekerja jadi bisakah kau menyimpan semua pertanyaanmu itu?”

Kyuhyun terlihat terkejut dengan ucapanku. Aku tau kalau aku saat ini terlihat sangat jahat. Tapi aku merasa tidak sanggup jika aku harus memperlakukannya sebagai teman lama apalagi cinta lama, terlalu mengejutkan untukku bertemu dengannya lagi dan aku sama sekali tidak siap untuk itu.

“eunbi ah, tidak bisakah kita…”

Ucapan kyuhyun menggantung diudara saat aku dengan lancang memotong pembicaraannya.

“kyuhyun ah, aku tidak ingin mencampurkan pekerjaan dengan kehidupan pribadi.  jadi tolong hargai keputusanku”

Kyuhyun menghembuskan nafas beratnya, aku tau dia kecewa dengan pilihanku yang memilih menjadi seorang pekerja professional dari pada menjadi teman lama yang sudah lama tidak pernah bertemu. Dan aku tau kalau ini bukanlah pilihan yang akan orang lain ambil saat mereka bertemu dengan teman lama. Mereka pasti akan memilih untuk mengesampingkan pekerjaan dan memilih untuk mengobrol tentang kehidupan masa lalu, atau bahkan kehidupan saat ini. bukannya aku tidak ingin melakukan semua itu hanya saja aku tidak ingin aku terjebak dalam bayang bayang kenangan masa lalu yang berusaha dengan setengah mati aku lupakan, aku tidak ingin bayang bayang itu menghantuiku lagi dan memporak porandakan kehidupanku saat ini yang sudah aku tata sedemikian rupa.

“baiklah kalau itu keinginanmu” sesal kyuhyun

Hampir setengah jam aku dan kyuhyun hanya membicarakan tentang pekerjaan. Dan selama itu kyuhyun terus saja memandangku tanpa henti membuatku sedikit risih dengan apa yang dilakukannya.

Kubereskan map yang ada dimeja, memasukkan beberapa benda kecil seperti note dan bolpoint kedalam tas selempang yang aku kenakan.

“kyuhyun shi, aku pamit dulu”

Ucapku saat aku selesai dengan urusan beres membereskan. Kugeser kursi yang aku duduki dan berdiri.

“eunbi ah, apa kau akan pergi begitu saja? ada banyak hal yang ingin aku katakan padamu”

“maaf kyuhyun, aku benar benar harus pergi sekarang ada pekerjaan lain yang harus aku selesaikan.”

Bohongku padanya. Kyuhyun adalah orang terakhir yang harus aku temui hari ini.

untuk kesekian kalinya kyuhyun menghembuskan nafas beratnya.

“baiklah kalau begitu, aku akan mengantarmu” kyuhyun menggeser kursinya dan berdiri dari duduknya.

“tidak perlu, aku bisa pergi sendiri”

“apa kau akan terus menolakku?”

Aku terdiam, tidak taukah dia kalau aku berusaha menghindarinya?

“bukan begitu, aku bisa pergi sendiri dan..”

Keseimbanganku hampir roboh saat kyuhyun dengan tiba tiba menarik tanganku dan melangkah pergi dari tempat kita berdiri. Dadaku bergemuruh hebat saat aku merasakan genggaman tangan kyuhyun. Genggaman yang dulu pernah aku impi impikan.

^-^

Langit sudah berubah menjadi gelap saat aku keluar dari kantor. Kueratkan tas selempang yang aku kenakan. Tangga demi tangga kuturuni dan sesampainya aku di pijakan tangga terakhir langkahku terhenti, mataku menangkap seorang laki laki yang sedang bersandar di mobil depannya. Laki laki itu adalah kyuhyun. aku tidak tau kenapa dia ada disitu tapi yang aku tau dia sedang melambaikan tangannya padaku saat ini.

apa dia sedang menungguku?

Aku masih berada diposisiku saat kyuhyun datang menghampiriku.

“kenapa kau kesini?” tanyaku sedikit terbata karena rasa gugup yang tiba tiba melanda. Ada apa dengan diriku, kenapa aku terus merasa gugup saat berada bersamanya?.

“aku datang menjemputmu”

“hem??” tanyaku dengan sedikit bergumam, bisa dipastikan kalau wajahku saat itu benar benar terlihat seperti orang terbodoh diseluruh dunia.

“untuk apa kau menjemputku? Aku bisa pulang sendiri” ucapku kemudian.

“karena aku merindukanmu, dan ada banyak hal yang ingin aku katakan”

Dadaku semakin bergemuruh saat indra pendengaranku menangkap kata “AKU MERINDUKANMU”. Walaupun aku tau kata itu tidak lebih untuk seorang teman tapi kata kata itu berefek besar bagi diriku.

‘ah sial, kenapa tubuhku memberikan respon ynga sangat berlebihan’

^-^

Sepanjang perjalanan yang aku lewati, aku hanya memandang keluar jendela tanpa bersuara sedikit pun. Suasana didalam mobil bersama kyuhyun terasa sangat canggung. Dari ekor mataku aku dapat menangkap berkali kali kyuhyun memandang kearahku.

“kau tinggal dimana selama ini?” suara kyuhyun memecahkan kesunyian.

Kyuhyun memandangku sekilas lalu kembali memandang lurus kearah jalan. Walaupun dia terlihat focus pada jalanan tapi dia memperhatikanku lewat ekor matanya.

Sedangkan aku tetap pada posisiku sebelumnya, memandang kearah luar jendela.

“aku tinggal di Gwangju” kataku datar dan lirih, entah kyuhyun dapat menangkap perkataanku atau tidak.

“kenapa kau pindah tanpa memberitahuku dan kenapa kau tak pernah menghubungiku?”

kali ini suara kyuhyun tak kalah datar dari suaraku.

“ada beberapa hal yang membuatku tidak bisa memberitahumu”

‘Dan semua itu karena mu’

“apa semua itu karena diriku?”

Aku sedikit berjingkat mendengar ucapan kyuhyun yang terdengar cukup lirih itu, kubalikkan posisiku menghadap kearahnya. Kutatap wajahnya yang berusaha focus pada jalan.

“anni”

Kembali kupalingkan wajahku kearah jendela, seolah pemandangan diluar lebih mengaksikkan dari pada berbincang dengan kyuhyun atau menatap kyuhyun.

“jika bukan karena diriku, kenapa kau tak pernah menghubungiku bahkan aku tak bisa menghubungi nomor handphonemu?”

Rentetan pertanyaan kyuhyun membuatku sedikit geram, aku sedang tidak dalam posisi ingin membahas semua yang telah terjadi, aku tidak ingin mengkorek kembali semua tentang masa laluku, termasuk masa laluku yang menyangkut tentang kyuhyun.

Kali ini kubalik posisiku menghadap kearahnya dan kutatap kyuhyun dalam dalam.

“bukankah aku sudah mengatakan kalau ada beberapa hal yang membuatku tidak bisa memberimu kabar” kataku sedikit geram.

“lalu ada apa dengan sikapmu? Kenapa kau bersikap seolah kau tak ingin bertemu denganku?”

‘aku memang tidak ingin bertemu denganmu, karena bertemu denganmu akan mengingatkanku dengan perasaanku padamu’

“hwang eunbi”

Suara kyuhyun menyadarkanku dari pikiranku sendiri tentang bayang-bayang masa lalu. Sepertinya kyuhyun sudah sedikit gerah menunggu jawaban dariku.

“tolong turunkan aku di gang depan, rumahku ada disekitar situ” kataku tanpa rasa bersalah

“aku tidak akan menurunkanmu sebelum kau menjawab pertanyaanku”

Mataku menatap tajam kearah kyuhyun, sedangkan kyuhyun terus memandang lurus kearah jalan.

“bukankah aku sudah menjawab semua pertanyaanmu”

“kau belum menjawab pertanyaanku yang terakhir, ada apa dengan sikapmu kenapa kau terlihat sangat berbeda?”

“bukankah setiap orang bisa berubah kapan saja, dan kenapa kau mempermasalahkan sikapku padamu? Kita bahkan tak pernah bertemu lagi sejak SMA lalu kenapa kau tiba tiba mempermasalahkan sikapku padamu?”

Rentetan rentetan kekesalan itu tiba tiba keluar dari mulutku tanpa bisa aku control. Aku tidak tau apa yang sampai membuatku begitu kesal pada kyuhyun saat ini dan aku juga tidak tau bagaimana perasaanku yang sebenarnya kali ini. semua terasa sangat membingungkan, aku butuh waktu untuk memikirkan setiap kejadian ini.

kenapa aku bertemu lagi dengan kyuhyun? kenapa terselip rasa bahagia saat aku bisa melihatnya lagi?. Dan kenapa aku harus merasa kesal dengan pertemuan ini?. semua pertanyaan pertanyaan itu berputar terus dikepalaku tanpa mendapatkan jawaban yang jelas.

 

Secepat kilat kyuhyun menepikan mobilnya, dia memutar posisinya menghadap kearahku. Untuk beberapa detik mataku dan kyuhyun bertemu sebelum aku memutus kontak mata itu. Aku tidak ingin tenggelam terlalu jauh dengan semua tatapan kyuhyun.

“maafkan aku jika dulu aku menyakitimu, aku sama sekali tidak berniat menyakitimu”

“kau tak perlu meminta maaf padaku, itu semua bukan salahmu. Aku sendirilah yang telah menyakiti perasaanku”

Kyuhyun memang tidak perlu meminta maaf dengan apa yang sudah terjadi padaku karena pada kenyataannya aku lah yang telah menyakiti perasaanku sendiri.

Aku terlalu tenggelam dalam rasa cintaku padanya sampai aku sulit menghapus semua bayang bayang tentangnya.

“jangan pernah merasa bersalah lagi dan aku harap kau tak akan terbebani dengan semua yang telah terjadi. Semuanya sudah berlalu. Lupakanlah semuanya. ” lanjutku

“jika kau ingin aku melupakan semuanya lalu kenapa kau menuliskan sebuah surat yang membuatku tidak bisa melupakanmu bahkan disaat aku tidur?”

Aku terdiam cukup lama, perkataan kyuhyun seperti sengatan listrik bagiku. Apa maksudnya tidak bisa melupakanku? Bolehkah aku berpikir kalau itu sebuah tanda kalau kyuhyun memiliki perasaan terhadapku? Anni, tentu saja TIDAK.

‘sadarlah hwang eunbi, apa yang kau pikirkan bukankah kau sudah berhenti berharap darinya dan bukankah dulu secara terang terangan kyuhyun mengatakan kalau dia tidak memiliki rasa itu’

“maafkan aku kalau surat itu terlalu memberatkanmu. Mulai saat ini kau bisa melupakan semua tentang surat itu, aku juga tidak keberatan jika kau juga melupakan tentangku. Anggap saja semua yang aku tulis dalam surat itu hanya sebuah curhatan anak remaja yang sama sekali tidak berarti apapun”

“shiroe, aku tidak ingin melupakanmu sampai kapanpun”

“terserah padamu”

“terima kasih atas tumpangannya”

Tanpa ingin berbasa basi lagi aku langsung mendorong pintu mobil dan keluar. Aku langsung memberhentikan taksi yang lewat dan masuk kedalamnya tanpa menghiraukan terikan kyuhyun yang meamnggil namaku.

“mianhae kyu” ucapku lirih, kutatap kyuhyun yang semakin menjauh dari balik kaca spion.

Aku benar benar merasa sangat bersalah padanya, tak seharusnya aku berperilaku seperti itu. Mengacuhkan kyuhyun dan seolah melupakan tentangnya.

Jika kalian bertanya kenapa aku bersikap berlebihan seperti itu, akupun tidak tau. Saat aku bertemu dengannya lagi ada begitu banyak yang aku rasakan. Aku merasa bahagia dan kesal dalam waktu bersamaan. Aku bahagia karena pada akhirnya aku dapat bertemu lagi dengannya, dan aku merasa kesal karena saat bertemu dengannya aku sadar kalau aku sangat MERINDUKANNYA, aku BENCI itu. Aku benci saat aku harus mengakui kalau aku merindukannya karena itu berarti aku belum sepenuhnya menghapus semua perasaanku padanya atau bahkan aku memang belum benar benar menghapusnya.

 

Taksi yang aku tumpangi membawaku pergi sampai pada sungai han. Aku memilih untuk duduk dipinggir sungai, menghirup udara segar sebanyak banyaknya, berharap ini dapat membuatku lebih rileks. Mataku menerawang jauh pada aliran air yang terlihat tenang didepanku.

Flashback off

^-^

Udara malam mulai menyentuh permukaan kulitku, saat aku berjalan keluar kantor. Kuhela nafasku, lagi dan lagi aku melihat kyuhyun bersandar di kap mobilnya bak seorang foto model yang sedang melakukan sesi photo.

Entah apa yang ada dipikiran kyuhyun, setiap hari saat aku keluar dari gedung tempatku bekerja kyuhyun selalu bersandar dimobilnya dan melambaikan tangannya kearahku.. persis seperti saat ini.

Aku mendengus malas dan berjalan kearahnya, sedangkan dia justru menampilkan senyum lebarnya. Seperti orang tidak berdosa. Pikirku.

“kenapa kau kesini lagi?” tanyaku ketus.

“bukankah aku sudah mengatakan kalau aku akan menjemputmu setiap hari?” jawab kyuhyun sambil menampilkan senyum tidak berdosanya.

“dan bukankah aku sudah mengatakan kalau kau tidak perlu menjemputku lagi?” balasku datar.

“kenapa aku tidak boleh menjemputmu?”

Aku memutar otak mencari jawaban yang tepat atas pertanyaan kyuhyun. kenapa aku tidak ingin dijemput kyuhyun? tentu saja itu karena aku tidak ingin berdekatan dengannya, setiap kali aku dekat dari jangkauannya kerja jantungku menjadi dua kali lebih cepat. Dan aku tidak ingin itu menjadi semakin parah. Aku tidak ingin menderita serangan jantung diusia semuda ini.

“tentu saja, karena aku ingin pulang sendiri”

“aku tidak ingin membiarkan kau pulang sendiri, aku tidak ingin terjadi sesuatu padamu”

Aku memicingkan kedua mataku ‘ apa- apaan dia ini, kenapa bersikap sangat protektif seperti ini. memangnya dia siapa?’

“kau jangan berlebihan, aku sudah terbiasa pulang sendiri jadi kau buang jauh semua pikiranmu itu”

“aku hanya mengkhawatirkanmu, sudah lah jangan bicara lagi. Ayo kita pulang”

Belum sempat aku membuka mulutku untuk membalas kata katanya. Kyuhyun sudah menarik tanganku dan mendorongku masuk kedalam mobilnya.

 

Seperti biasa suasana didalam mobil sangat sepi hanya ada beberapa obrolan yang kyuhyun buat.

“apa kau ingin makan dulu?”

Aku memalingkan wajahku yang semula menghadap ke jendela menjadi menghadap kearah kyuhyun, berusaha menimbang nimbang tawaran kyuhyun.  jujur aku sangat lapar karena aku melewatkan makan siangku tadi, tapi makan bersama kyuhyun..?

“tidak, aku ingin cepat pulang” kataku dengan nada ketus dan langsung memalingkan wajahku lagi.

Belum satu menit aku menolak tawaran kyuhyun tapi perutku dengan lancangnya berbunyi dan aku yakin kyuhyun mendengarnya. Ah sial. Dasar perut tidak tau diri.

“sepertinya kita harus makan dulu” kyuhyun tersenyum mengejek kearah perutku.

“tidak perlu, kita langsung pulang saja” kataku dengan berusaha menahan rasa malu yang sudah megusai diriku. Dalam hati aku merutuki diriku sendiri, kenapa perut ini harus berbunyi saat bersama kyuhyun, terlebih lagi saat aku berusaha mengabaikan ajakannya. Menyebalkan.

 

Tak butuh waktu lama bagi kyuhyun untuk membawaku kesebuah restaurant bergaya eropa. Perjuanganku untuk menolak tawaran kyuhyun terasa sangat sia sia karena bagaimanapun caraku menolaknya laki laki itu tetap membawaku kesini.

Perkataanku tempo hari tentang siapa saja bisa berubah kapan saja sepertinya terbukti pada diri kyuhyun. Kyuhyun telah berubah, berubah menjadi laki laki yang PEMAKSA.

“kau ingin pesan apa?” Tanya kyuhyun saat seorang pelayan menghampiri.

“sama saja denganmu”

Kyuhyun nampak serius meneliti setiap menu yang tertera pada daftar menu.

“kami pesan foie gras”

Pelayan perempuan itu kemudian menuliskan pesanan yang kyuhyun sebutkan dan berlalu pergi.

 

 

Tidak butuh waktu lama untuk menunggu makanan khas prancis yang dipesan kyuhyun sampai didepan mataku. Sebuah hati angsa yang dibuat pasta dan dicampur dengan saus khas prancis terlihat sangat menggiurkan, membuat perutku semakin merota rota untuk dikasih makan.

“selamat makan” kata kyuhyun.

Perlahan kupotong hati angsa itu dan memasukkannya kedalam mulutku. Rasanya benar benar meleleh dimulutku, hati angsa dan saus khas prancis itu seolah benar benar memanjakan lidahku. Apakah aku terlihat sangat norak?

“apa kau menyukainya?”

Aku mengangguk mengiyakan pertanyaan kyuhyun.

 

 

 

“terimakasih atas tumpangan dan juga makan malamnya”

Kataku pada kyuhyun saat kita sudah berada di depan gedung apartementku.

“apa aku hanya mendapat ucapan terima kasih saja?”

“mwo?” alisku saling bertautan, jadi apa yang harus aku ucapakan selain kata terima kasih?.

“apa kau tidak akan menawariku mampir keapartemenmu dan membuatkanku secangkir teh?”

Haruskah? Kataku dalam hati.

“emm… itu..”

Belum sempat aku menyelesaikan kata kataku, kyuhyun sudah menarikku memasuki gedung apartement. Benar benar laki laki yang tidak tau malu sekaligus pemaksa.

“ada dilantai berapa apartementmu?”

Tanya kyuhyun saat tanpa sadar aku dan dia sudah berada didalam lift.

“8”

Kyuhyun kemudian menekan angka delapan, dan tidak butuh waktu lama sampai lift itu berhenti di lantai 8.

 

 

“duduklah aku akan membuakanmu teh”

Kyuhyun hanya mengangguk lalu mendudukkan dirinya di satu satunya sofa yang ada di dalam kamar apartementku.

“minumlah, dan cepatlah pulang”

“apa kau mengusirku?”

“ini sudah sangat malam bagi seorang laki laki untuk bertamu pada  seorang gadis lajang seperti diriku.”

“jadi kau belum memiliki pasangan?” raut wajah kyuhyun terlihat sangat senang. Matanya bahkan terlihat sangat berbinar binar.

“apa kau sedang mengejekku?”

“anni, aku hanya ingin mengatakan kalau aku juga sedang sendiri”

“lalu?”

“tidak ada, aku hanya ingin mengatakannya”

Kyuhyun lalu meminun tehnya, bibirnya sedikit tertarik keatas sebelum menyesap habis tehnya.

^-^

Seperti biasa aku akan berkutat dengan berbagai macam data yang cukup memusingkan kepala. Mataku dengan teliti melihat pada layar computer yang berada diatas meja kerjaku. Sesekali aku menyesap chocolate panasku yang masih mengepul.

“hwang eunbi, ada kiriman untukmu”

“untukku?” mataku beralih pada sosok tinggi chaeyon, salah satu temanku dikantor.

Chaeyon mengangguk mengiyakan, dan meletakkan sebuah buket bungan mawar pink besar.

“ini untukku?”

Tanyaku lagi, berusaha memastikan apa yang ada dihadapanku.

“iya, apa kau sedang berkencan dengan seseorang?. Ah dia romantic sekali. Kau membuatku sangat iri eunbi ah”

“anni, aku sedang tidak berkencan dengan siapapun”

“lalu ini dari siapa?” chayeon menunjuk bunga pink yang ada dihadapanku

“molla aku juga tidak tau, mungkin salah alamat” kataku cuek, aku sama sekali tidak bisa memikirkan satu namapun diotakku.

“mungkinkah?”

“mungkin”

“kyuhyun, cho kyuhyun. apa kau tidak mengenalnya?” kata chaeyon sambil memegang kartu pengirim yang ada di buket bunga itu. Mataku seolah melebar dua kali lipat.

“apa? Kyuhyun?”

Benarkah laki laki itu yang mengirimiku bunga ini?

“oh. Kau tidak mengenalnya?”

“aku mengenalnya”

“ah, pasti dia seseorang yang sedang dekat denganmu”

“aku rasa hubungan kita tidak seperti itu”

“lalu bunga ini?”

“entahlah aku juga tidak tau”

 

^-^

Untuk kesikan kalinya kyuhyun mengirimiku bunga, kali ini bunga baby breath dengan ukuran besar.

“kau mendapat kiriman bunga lagi?” Tanya chaeyon saat ia melintas disampingku.

“oh”

“wah, sepertinya dia tidak main main denganmu”

“maksudmu?”

“apa kau yakin kalian tidak memiliki hubungan yang special?”

^-^

“hwang eunbi”

Suara itu begitu familiar ditelingaku, kupanglingkan wajahku dan ternyata tebakanku benar, suara itu adalah suara kyuhyun. Aku tidak pernah bertemu kyuhyun  beberapa hari ini, hanya kiriman bunga yang aku terima darinya.

Kenapa dia datang lagi?. Batinku

Tapi baguslah, sudah sejak kemarin aku ingin melabraknya

 “apa kau suka bunganya? Aku tidak tau bunga mana yang kau sukai, jadi aku berinisiatif untuk mengirimkan bunga dengan jenis berbeda setiap harinya” ucap kuhyun pajang kali lebar dengan nada yang tanpa dosa, bahkan wajahnya menyiratkan kalau dia sangat bangga dengan ide memberiku bunga setiap harinya.

Ide yang sangat berliant cho kyuhyun karena kau berhasil membuatku seperti memiliki toko bunga pribadi.

“apa kau berniat membuat kamarku terlihat seperti toko bunga? Dan apa kau tau bunga lili yang kau kirimkan kemarin membuatku bersin bersin sepanjang hari”

Mengingat hari kemarin membuatku ingin menonyor kepala kyuhyun, bagaimana tidak sejak pagi aku harus bersin bersin tidak karuan sampai hidungku merah padam.

“maafkan aku. aku tidak tau kalau kau alergi dengan bunga lili”

“sudahlah, mulai sekarang berhentilah memberiku bunga setiap harinya. Apartementku sudah tidak memiliki sudut untuk menaruh bunga bungamu itu.”

“aku hanya ingin menunjukkan kalau aku sangat senang bertemu denganmu dan aku ingin kau selalu mengingatku disaat aku tidak bisa bertemu denganmu seperti kemarin”

“untuk apa? Kenapa aku harus selalu mengingatmu. Aku rasa hubungan kita tidak sabaik itu, dan sepertinya seorang teman tidak perlu mengirimkan bunga setiap harinya hanya agar dia selalu diingat”

Kata kata itu keluar begitu saja dari mulutku, aku sama sekali tidak bisa memahami perlakuan kyuhyun. bukannya aku tidak senang mendapatkan bunga setiap harinya, tentu saja aku senang apalagi aku adalah seorang wanita yang menggilai hal hal manis seperti itu. Hanya saja perlakuan kyuhyun itu membuatku menghayal kalau kyuhyun adalah kekasihku, dan aku tidak ingin itu. Aku tidak ingin lagi hidup dalam bayang bayang kyuhyun lagi.

Kyuhyun hanya diam dan menatapku sambil mendengarkan amukan tidak jelas yang aku lontarkan. Entah apa yang dia pikirkan sekarang, aku melihat guratan kekecewaan di wajahnya. Tapi biarlah aku tidak peduli itu.

“aku melakukan ini karena aku…”

Kata kata kyuhyun menggantung diudara setelah dengan lancangnya aku memotong perkataannya. aku tidak tau makluk apa yang sedang merasuki diriku sekarang , setiap kali aku melihat kyuhyun aku selalu ingin marah.

“sudahlah aku tidak ingin mendegar penjelasanmu. Mulai sekarang berhentilah mengirim bunga bunga itu dan jangan menemuiku lagi kecuali urusan bisnis.”

Ucapku dengan ketus, sedangkan kyuhyun hanya menatapkan penuh arti.

“bagaimana jika aku tidak menyetujui permintaanmu?”

Kyuhyun mengatakannya dengan sangat tenang nyaris tanpa ekspresi.

“aku tidak sedang dalam urusan untuk bernegosiasi denganmu. Cho kyuhyun”

“aku juga sedang tidak dalam urusan bernegosiasi denganmu hwang eunbi. Apapun yang terjadi aku tidak akan berhenti menemuimu”

Perkataan kyuhyun barusan membuatku berang, apa maksud laki laki ini. aku sama sekali tidak mengerti.

“apa hakmu? Aku rasa hubungan pertemanan kita sudah berakhir sejak lama. Jadi kau tidak memiliki hak apapun untuk bertemu denganku lagi kecuali untuk urusan pekerjaan”

“sebagai laki laki yang mencintaimu tentu aku punya hak untuk itu”

lagi lagi kyuhyun mengatakannya tanpa ekpresi, berbanding dengan diriku saat ini yang menganga tak percaya dengan apa yang barusan aku dengar.

“apa kau bilang?”

“aku mencintaimu hwang eunbi” kali ini ekspresi kyuhyun berubah menjadi sedikit serius.

Aku terdiam cukup lama, berusaha mencerna apa yang barusaja kyuhyun katakan.

Kyuhyun mencintaiku? Kata kata itu terus berputar dikepalaku, membuatku pening.

Sadarlah hwang eunbi, itu semua tidak mungkin terjadi.

“aku tidak tau kenapa kau mengatakan itu dan untuk apa? Apa kau sedang meledekku karena kisah kita dulu atau kau sedang mencoba mengelabuiku?”

“apapun yang ada dipikiranmu itu bisa aku pastikan kalau semuanya SALAH. Aku mengatakan ini karena sudah sejak lama aku menanti waktu seperti ini. mungkin ini akan terdengar sangat membosankan tapi aku benar benar menantikan kehadiranmu. Sejak kepergianmu aku sadar kalau ternyata aku telah jatuh hati pada teman baikku sendiri. Dan aku sadar kalau kau telah membawa hatiku pergi bersamamu. Aku tau ini sangat terlambat dan aku terlihat seperti tidak tau diri dengan mengatakan ini setelah apa yang terjadi. Tapi aku benar benar tidak bisa hidup tanpamu, bertahun tahun ini aku hanya menghabiskan waktuku untuk MENUNGGUMU. Aku tidak pernah berhubungan dengan wanita manapun. Karena aku yakin kalau kita akan dipertemukan kembali”

“seperti yang kau bilang kyu, ini sudah sangat terlambat. Aku tau menghabiskan waktu bertahun tahun untuk MENUNGGU seseorang tidaklah MUDAH, karena aku juga pernah berusaha untuk MENUNGGUMU tapi kau juga harus tau kalau menghabiskan waktu bertahun tahun untuk MELUPAKAN seseorang juga tidak MUDAH.”

Aku menarik nafas beratku sebelum aku melanjutkan kata kataku, entah untuk alasan apa dadaku terasa sesak saat mengetahui fakta kalau kyuhyun mencintaiku.

Ingin rasanya aku meneriaki kyuhyun dan memakinya

Kenapa dia begitu terlambat? kenapa baru sekarang dia mengataknnya?

“ Jadi aku tidak bisa menyia nyiakan waktuku yang telah aku habiskan untuk melupakanmu dengan kembali mencintaimu” kembali aku melanjutkan perkataanku.

“maaf kalau aku terlalu terlambat untuk memahami perasaanku dan aku tau kau masih mencintaiku sampai sekarang, jadi kau jangan berbohong padaku. matamu itu tidak bisa membohongiku”

Aku terperangah mendengar yang kyuhyun katakan aku masih mencintai kyuhyun?

“kau salah, sudah sejak lama aku menghapus perasaan itu dari hatiku”

“kau bohong, aku tidak melihat itu dari matamu”

“terserah kalau kau tidak percaya padaku aku tidak akan memaksamu untuk mempercayai perkataanku. Aku hanya punya satu permintaan, berhenti menemuiku lagi” ucapku tegas, aku sama sekali tidak peduli apakah kyuhyun percaya padaku atau tidak. Untuk saat ini aku hanya ingin kyuhyun pergi dari kehidupanku seperti sebelumnya.

Aku membalikkan badanku berniat untuk pergi dari hadapannya tapi belum sempat aku melangkahkan kakiku kyuhyun menarik tanganku membuatku mau tidak mau menghadap kearahnya, untuk sesaat padanganku dan kyuhyun bertemu.

“aku tidak akan melepaskanmu”

Kulepas genggaman tangan kyuhyun dengan menggunakan tanganku yang bebas, kemudian aku benar benar berlalu dari hadapannya. Sedangkan kyuhyun hanya menatapku. Mungkin dia masih syok dengan perilakuku atau entahlah aku tak tau.

^-^

Sebuah pesta dengan segala pernak pernik bernuansa biru electric tertata rapi di salah satu hotel berbintang lima, tidak banyak yang aku kenal, lebih tepatya TIDAK ADA yang aku kenal kecuali donghae. Laki laki yang saat ini sedang berjalan disampingku. Beberapa waktu yang lalu donghae memintaku untuk menemaninya datang ke pesta super mewah ini, sebenarnya aku tidak terlalu suka pesta terlebih aku tidak mengenal orang orang yang ada di sini tapi tentu saja aku tidak ingin mengecewakan laki laki paling baik setelah ayahku itu dengan menolak permintaannya. Dan beginilah akhirnya, aku mengekor disamping donghae tanpa aku tau mau kemana dia akan pergi melangkah.

Donghae menghentikan langkahnya pada kerumunanan laki laki berjas yang bisa aku pastikan kalau itu adalah teman kantor donghae.

“malam semuanya” sapa donghae pada mereka.

“hai donghae”

“siapa dia? Apa dia kekasihmu?”

Aku sidikit kaget dengan pertanyaan salah satu teman donghae sedangkan donghae hanya tersenyum tidak jelas.

“kenalkan dia eunbi”

“anyeong haseyo, hwang eunbi imnida”

“kau sangat cantik, pantas donghae memilihmu”

“terima kasih”

Aku tersenyum sedikit canggung, tidak ada kata kata yang terlintas di otakku selain kata ‘terima kasih’.

Mereka semua larut dalam percakapan antar sesama laki laki dan mengabaikan keberadaanku, seolah aku ini hanya nyamuk yang sedang terbang. Merasa bosan dengan keadaan ini, aku panglingkan pandanganku kesekeliling pesta mencari sesuatu yang mungkin lebih menarik dari pada obrolan kermununan para laki laki ini.

Mataku menjelajahi setiap ornament yang terpasang di setiap sudut ruangan seolah memastikan kalau tidak ada yang kurang dari pesta ini.

Satu detik…,

dua detik…,

tiga detik…  mataku terkunci pada pandangan seseorang yang sedang menatapku tajam. Untuk beberapa detik pandanganku dengannya bertemu. Nampaknya Tuhan sedang memiliki suatu rencana atas diriku, niatku mencari sesuatu yang dapat mengusir kebosananku berbuntut sesuatu yang mengejutkan- sangat MENGEJUTKAN.

Bagaimana mungkin dia ada disini?

Laki laki yang belakangan sudah tidak prnah menampakan batang hidungnya dihadapanku lagi, kini sedang berdiri 5 meter dari hadapanku.

Kuedarkan pandanganku lagi mencari sesuatu yang jauh lebih menarik dari sebelumnya, beusaha untuk menghiraukan tatapan kyuhyun yang begitu tajam. Tapi aku sama sekali tidak bisa menemukan apa yang aku cari.

“donghae ya, aku mau pergi ketoilet dulu”  aku berbisik pada donghae, dan donghae hanya mengganggukkan kepalanya mengiyakan.

Cukup lama aku berada di dalam toilet, membenarkan beberapa riasan.

Selesai dengan kegiatanku, kulangkahkan kakiku keluar berniat untuk kembali kedalam pesta yang sebenarnya sama sekali tidak aku nikmati.

Satu langkah..

Dua langkah…

Secara tiba tiba seseorang menarik tanganku dan menyudutkanku pada sebuah dinding, hampir saja aku berteriak sebelum aku tahu siapa orang brengsek yang telah menarikku dengan tiba tiba itu.

“apa yang kau lakukan?” tanyaku penuh amarah, sedangkan orang yang aku ajak bicara hanya menatapku penuh amarah, sama sepertiku.

Ada apa dengannya? bukankah aku yang harusnya marah padanya?

“jadi ini alasanmu, menyuruhku pergi dari kehidupanmu?”

Kyuhyun masih saja menatapku, seolah dia ingin mengulitiku dengan tatapan membunuhnya. Jujur aku tidak tau apa yang telah aku lakukan sampai membuatnya terlihat sangat marah seperti ini.

“apa maksudmu?”

“kau jangan pura pura tidak mengerti maksudku hwang eunbi”

“aku memang tidak mengerti dengan apa yang kau bicarakan.” Kataku dengan nada yang sedikit tinggi.

“donghae- kau menyuruhku pergi karena donghae”

“apa maksudmu? Aku tidak mengerti”

“berhenti berlagak tidak tau hwang eunbi” kyuhyun berkata dengan hampir berteriak membuat sedikit terperanjat.

“aku benar benar tidak mengerti cho kyuhyun”

“baik akan aku buat kau mengerti, kau adalah orang yang hampir 5 tahun ini membuatku menunggu, aku bahkan berusaha sangat keras untuk menemukanmu dan setelah waktu yang telah aku habiskan hanya untuk menunggumu, sekarang kau mengusirku pergi darimu. Awalnya aku mengira itu semua karena kau terlalu sakit hati denganku tapi aku salah kau mengusirku karena orang lain. dan orang lain itu adalah donghae. aku tau aku tidak punya hak untuk melarangmu berhubungan dengan siapapun tapi tak bisakah kau memberiku satu kesempatan”

Kyuhyun masih saja menatapku sedangkan aku hanya terdiam.

Kulepas eratan tangan kyuhyun perlahan pada lenganku, perlahan air mataku menetes tanpa aku mau dan tanpa aku sadari. Semuanya terjadi begitu saja.

“kau sudah begitu terlambat kyuhyun”

Karena aku telah memutuskan untuk menerima donghae. Lanjutku dalam hati.

Hari dimana aku dan kyuhyun bertemu kembali setelah sekian lama adalah hari dimana aku memutuskan untuk menerima donghae. aku memang tidak berkata pada donghae kalau aku mencintainya tapi aku akan berusaha untuk mencintainya. Aku dan donghae pertama kali bertemu saat kita masih sama sama dibangku kuliah. Pertemanan yang awalnya biasa saja menjadi sesuatu yang tidak biasa. Aku dengannya menjadi sangat dekat layaknya seorang sahabat bahkan aku telah menceritakan semua yang aku alami pada donghae termasuk kisahku tentang kyuhyun. donghae tau semuanya bahkan donghae juga tau kalau aku belum bisa benar benar melupakan kyuhyun.

Persahabatanku dengan donghae tidak jauh beda dengan persahabatan kebanyakan orang tapi tanpa aku sadari persahaban itu sedikit berubah karena donghae menyimpan rasa padaku, sedangkan aku hanya menganggap dia tidak lebih dari seorang sahabat. Benar kata orang TIDAK ADA PERSAHABATAN ANTARA WANITA DAN PRIA. Seiring berjalannya waktu persahabatan itu akan berubah menjadi cinta entah saling mencintai atau hanya cinta sepihak. Berulang kali donghae mengatakan perasaannya padaku tapi selalu saja berujung penolakan yang keluar dari mulutku. Sampai pada hari itu, aku memutuskan untuk berusaha menerima donghae dalam hatiku bukan karena aku merasa kasian pada donghae atau karena aku mulai mencintai donghae. semua itu semata mata karena aku ingin berusaha membuka hatiku untuk orang lain. tapi Tuhan memiliki rencana yang jauh dari dugaanku. Pada hari itu juga Tuhan mepertemukanku pada kyuhyun lagi. Duniaku seolah terjungkil balik, aku tidak tau apa yang harus aku lakukan dan aku tidak tau keputusan mana yang tepat untukku.

Aku tidak tau apa maksud Tuhan tapi aku sangat mengutuk pertemuanku dengan kyuhyun itu karena semua itu membuatku meragu lagi untuk membuka hatiku untuk orang lain.

 “tapi kau masih mencintaiku, kenapa kau harus membohongi perasaanmu sendiri?”

“aku yang lebih tau tentang hatiku, bukan dirimu” kataku sedikit tegas, aku ingin berusaha mempertahankan keputusanku untuk membuka hatiku.

“tapi aku bisa melihatnya”

“kau salah, dan dengarkan aku baik baik agap saja kita memang tidak ditakdirkan untuk bersama. aku memang mencintaimu tapi itu dulu jauh sebelum kita bertemu lagi. Dan untuk masalahmu yang mencintaiku, aku yakin kau bisa melupakan rasa itu seiring bergulirnya waktu sama sepertiku.”

Kata kata yang keluar dari mulutku itu tidak hanya untuk kyuhyun tapi juga untukku. Aku berusaha menyakinkan diriku sendiri kalau Tuhan memang menginginkan aku dan kyuhyun bersama pasti Tuhan akan membuat aku dengannya bersama dengan jalan yang tidak pernah aku tau.

“jika memang waktu bisa membuatku lupa akan dirimu kenapa sampai detik ini aku belum bisa melupakanmu bahkan bayang bayangmu masih teringat jelas dipikiranku.”

“aku yakin waktu akan membantumu melupakanku”

Kuusap air mata yang sudah meleleh sejak tadi, kulangkahkan kakiku pergi meninggalkan kyuhyun sendiri yang masih menatapku.

pandanganku terasa kabur, efek dari sisa sisa air mata yang masih tertinggal dipelupuk mata. Sampai aku tidak menyadari kehadiran seorang laki laki yang berdiri sekitar satu meter dari hadapanku. Donghae, laki laki itu menatapku tanpa ekspresi. Melihat dari tatapannya aku yakin dia telah mendengar semua pembicaraanku dengan kyuhyun.

Donghae mungkin tau kalau aku memiliki cinta pertama bernama kyuhyun tapi dia tidak tau kalau aku telah bertemu lagi dengannya dan donghae tidak tau kalau kyuhyun yang aku maksud adalah kyuhyun teman satu kantornya. Ini adalah pesta khusus untuk para staff perusahaan, jadi bisa dipastikan kalau kyuhyun dan donghae adalah teman satu kantor. Hanya saja aku tidak tau apakah mereka saling mengenal atau tidak.

Aku terus melangkah kedepan dengan sedikit ragu menghiraukan tatapan dari kyuhyun dan juga tatapan dari donghae.

Oh tuhan selamatkan aku dari situasi ini, aku tidak ingin menyakiti siapapun tapi kenapa kau membuat aku seolah menyakiti mereka berdua.

Aku benar benar ingin keluar dari situasi ini, aku butuh waktu untuk memikirkan semuanya, sendiri.

Langkahku terhenti  dihadapan donghae. aku hanya diam tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Dia berbalik dan pergi begitu saja dan aku hanya mengekorinya dari belakang. Dan begitulah akhir dari malam panjang ini. aku telah menyakiti dua hati yang sebenarnya sama sekali tidak ingin aku sakiti.

======================tunggu next story nya=========================

author’s note : terima kasih udah baca ff ini, maaf kalau feel nya kurang dapet karena memang author buat ff ini kepotong potong terus, jadi ya begini lah hasilnya 😀

ditunggu comment dan like nya ya chingu, kamsahamida 🙂

Advertisements

Diary #Miss Him

diary-miss-him

Title : Diary #Misss Him

Author : Oh Honey

Lenght : series

Genre : Sad

Author’s Note : ini adalah series ketiga dari Diary. semoga suka dan jangan lupa comment. dan jangan lupa baca juga series sebelumnya biar tambah ngerti dengan alur ceritanya.

oke langsung aja, HAPPY READING ALL 🙂

Rindu. Satu kata yang sangat menyakitkan bagi sebagian orang, termasuk diriku. Tak pernah terbayangkan oleh diriku kalau merindukan seseorang akan terasa semenyakitkan ini, seolah nafasku direnggut paksa dan tak membiarkanku untuk hidup. aku tidak menyangka kalau rindu memiliki efek yang sangat besar bagi diriku, layaknya ledakan atom atom yang saling bertabrakan dan menimbulkan berbagai gelombang yang tak terdefinisikan.

 

Sudah 1 bulan aku dan appa pindah ke Gwangju kota yang sering aku kunjungi sewaktu aku kecil, karena nenekku memang tinggal disini. Di kota ini aku memiliki cukup banyak kenangan bersama oemma. Dan aku menemukan hobi baru disini yaitu MENGENANG sosok oemma lewat sudut sudut kota Gwangju. Menyenangkan rasanya saat aku dapat mengingat setiap momen momen indah bersama oemma. Ingin rasanya aku memutar waktu dan kembali ke masa masa dulu saat oemma masih ada disampingku, aku ingin menghabiskan lebih banyak waktu bersamanya, aku ingin mengukir lebih banyak kenangan bersama oemma. Mengingat semua itu membuatku sadar kalau aku telah melewatkan begitu banyak kesempatan bersama oemma. Kesempatan yang tidak akan pernah datang untuk kedua kalinya.

 

Langit malam ini terlihat begitu tenang, tak ada tetesan air hujan yang mencoba menerobos keluar, hanya terlihat beberapa bintang bintang kecil yang seolah mencoba menyemarakkan sepinya langit malam ini.

Pikiranku jauh melayang entah kemana saat aku menerawang keatas, mencoba memahami perasaan langit yang terlihat sangat sepi. Dalam hati aku bertanya. Apa kau sedang merindukkan seseorang? Seperti diriku?.

 

Lagi dan lagi aku menulis di buku diary berwarna biru kesayanganku. Sepertinya menulis dairy sudah menjadi kebiasaanku. Dan aku tidak ingin kebiasaanku ini hilang karena memang inilah satu satunya tempatku meluapkan semua rasa yang ada diriku. Aku tidak dapat bercerita ke seorang teman karena memang aku tidak memiliki teman yang bisa kuajak berbagi cerita, aku juga tidak dapat bercerita pada appa karena aku tidak ingin membebani pikirannya dengan PERASAAN TIDAK JELAS yang aku rasakan. Hanya inilah cara satu satunya yang bisa aku lakukan untuk meluapkan semua perasaanku. Menulis.

 

Mengenai rindu, aku tau satu fakta tentangnya sekarang, yaitu rindu itu menyakitkan dan menyiksa. Ada banyak hal yang aku rindukan sekarang, kehidupanku dulu di seoul, teman teman sekolahku, guru sekolahku, oemma dan yang paling menimbulkan goresan terdalam dihatiku, KYUHYUN. Yah, aku merindukannya. Sangat.

Ingin rasanya aku menangis setiap mengingat namanya, ingin rasanya aku berteriak didepannya dan mengatakan kalau aku SANGAT MERINDUKANNYA. Ingin rasanya aku memeluknya dan menggenggam tanganya. Aku ingin semua itu.

Tapi kenyataan seolah menamparku cukup keras, menyadarkanku kalau semua itu tidak mungkin terjadi karena aku telah PERGI dari hidupnya. Sejenak aku berpikir apakah seharusnya aku tidak pergi?  Sehingga rindu ini tidak pernah ada?.

Aku benar benar merasa tersiksa dengan semua rindu ini, aku ingin menguburnya dalam dalam.

Aku hanya ingin MELUPAKANNYA tapi kenapa rindu ini selalu datang dan menganggu?

Kenapa rindu ini sangat menyiksaku? Kenapa aku sangat merindukannya? Kenapa semua tentang dirinya tak pernah mau pergi dari pikiranku. Bahkan saat aku tidur. Kenapa dia selalu muncul dimimpiku?. Kenapa dia selalu berhasil mengacaukan pikiranku?. Aku BENCI dengan semua rindu yang aku rasakan. Dapatkah aku membuang semua rindu ini?. atau dapatkah aku menghempaskan semua rindu ini bersama angin malam yang sedang bertiup?.

 

Flashback on

Sore itu aku pulang lebih awal dari biasanya, hari ini jadwal kuliahku tidak sepadat biasanya. Kulihat appa belum pulang, mungkin ia akan pulang 1 atau 2 jam lagi. Kulangkahkan kakiku menuju singasanaku. Kamar. Aku benar benar capek, tubuhku seperti diremuk. Kurebahkan tubuhku dikasur mencoba menenangkan setiap otot ditubuhku.

“eunbi ah..”

Aku merasa ada yang mengguncang guncangkan tubuhku. Mataku sedikit demi sedikit terbuka. Ah, rupanya aku ketiduran. batinku

“appa” ucapku lirih.

“kenapa kamu menangis?” Tanya appa dengan nada khawatir dan aku hanya tertegun mendengar pertanyaannya. Menangis? Aku menangis? Benarkah?

Kuusapakan jariku kedaerah mata dan benar AKU MENANGIS.

“anni appa, siapa yang menangis, aku sedang tidur” jawabku menyakinkan, aku tidak ingin appa khawatir dengan keadaanku.

“benarkah?”

Aku hanya mengangguk, menyakinkan.

“baiklah, tidurlah lagi”

Dan detik berikutnya appa mengusap kepalaku sambil tersenyum sebelum keluar dari kamarku. Lewat usapan lembut itu appa mencoba menguatkanku, mungkin appa memang tidak tau apa yang sebenarnya terjadi padaku tapi aku yakin appa merasakan ada sesuatu yang sedang menganggu pikiranku. Hanya saja ia tidak ingin menanyakannya padaku, appa memang selalu begitu. Selalu menungguku bercerita dari pada menanyakan apa yang sedang menganggu pikiranku.

Soal menangis. Aku sendiri tak tau kenapa aku tidur sambil menangis. Sampai beberapa detik setelah kesadaranku kembali sepenuhnya aku sadar apa yang membuatku menangis. Dan mengingat alasan itu membuatku ingin menangis lebih kencang. Secara tiba tiba air mataku menerembes keluar, dadaku terasa sangat sesak seolah ada ribuan batu didalamya, kusembunyikan wajahku dibalik batal agar appa tak mendengar tangisku. Aku mencoba meredam suara tangisku agar mendengarnya. Aku tak ingin ia mencemaskan diriku.

Entah apa yang aku pikirkan sebelum tidur sampai membuatku memimpikan sosok yang sangat aku rindukan selama 1 bulan terakhir ini. KYUHYUN. Laki laki itu seolah tidak membiarkan aku untuk hidup dengan tenang.

Berbagai pertanyaan secara spontan muncul dipikiranku. Bagaimana bisa aku menangis tanpa aku sadari? Kenapa efek kyuhyun begitu besar bagi diriku sampai membuat aku menangis setiap hari bahkan saat aku tidurpun aku menangis? Dan pertanyaan terakhir adalah pertanyaan yang sangat aku benci, sebegitu rindukah aku padanya sampai setiap apa yang aku lakukan tak pernah lepas darinya?

Ironis, mungkin itu kata yang tepat yang dapat menggambarkan keadaanku sekarang, aku memutuskan untuk pergi dari kyuhyun tapi aku tidak pernah bisa benar benar pergi darinya. Hari hariku tak pernah lepas darinya. Dibanding mengingat semua mata kuliah di kampus aku lebih sering mengingatnya. Dibanding memikirkan diriku aku lebih sering memikirkan tentangnya. Bahkan aku menangis dalam tidurku hanya karena aku bermimpi tentangnya.

Ada apa dengan diriku, kenapa aku benar benar tergila gila padanya?

 

Hari hari yang aku lewati selanjutnya tidak lebih baik dari hari sebelumnya, bahkan hari hariku lebih buruk. aku semakin merindukkannya sejalan dengan detik detik yang terus bertambah.

Dimalam minggu ini aku mengahabiskan waktuku bersama appa. Variety show menjadi pilihan aku dan appa untuk menghabiskan malam ini.

Disebuah sofa berwana putih aku mendudukkan diriku disamping appa, tak jarang gelak tawa appa terdengar ditelingaku. Aku senang appa bisa tertawa begitu lepas, setelah apa yang telah kita lewati berdua. Tapi entah kenapa pikiranku tiba tiba kosong, variety show yang sejak tadi menjadi fokusku sejenak hilang dari pikiranku.

“eunbi ah..”

Gunjangan appa menggembalikan kesadaranku.

“apa yang kau lamunkan?”

Aku mengerjapkan mataku berkali kali mencoba mencari kesadarnaku yang belum sepenuhnya kembali. Appa menatapku intens dan akupun juga menatapnya.

“tidak ada” jawabku bohong.  Harus aku akui aku terlalu sering melamun akhir akhir ini, bahkan saat makanpun terkadang pikiranku tiba tiba kosong.

“sejak kita pindah kesini, appa sering melihat kau melamun dan wajahmu terlihat murung. Apa kau tidak senang kita pindah kesini?”

Appa semakin memandangku intens, sepertinya aku sudah membuat appa sangat khawatir.

“anniyo appa,” aku menjeda kata kataku, berusaha mencari alasan apa yang harus aku ucapkan pada appa

“ aku hanya…aku hanya…” kata kataku tergantung diudara dan entah kenapa air mataku malah jatuh. Ini diluar kehendakku, aku sama sekali tidak ingin menangis sekarang tapi kenapa.. kenapa aku menangis.

“kenapa kau menangis?”

Raut wajah appa terlihat semakin khawatir, dia kemudian mengenggam tanganku.

“appa, aku merindukannya. Aku sangat merindukannya” ucapku lirih, sepertinya setiap organ tubuhku bekerja diluar kontrolku, aku tidak berniat mengatakan itu tapi entah kenapa kata kata itu yang justru keluar dari bibirku.

Dan detik berikutnya aku tidak bisa lagi mengontrol setiap tetes air mata yang keluar. Aku tidak bisa lagi menahan sesak didadaku. Aku menangis tersedu sedu, sampai dadaku terasa sangat sakit. Tegorokanku sakit dan mataku seolah menumpahkan semua air mata yang aku punya.

Sesekali kupukul dadaku dengan terisak mencoba meredam sakit ini

“appa, kenapa ini sangat menyakitkan?”

“kenapa aku sangat merindukannya?”

Ucapku dengan susah payah, karena tangis ini menyusahkanku untuk mengeluarkan satu katapun.

Mungkin appa tidak tau siapa sebenarnya yang aku rindukan, tapi appa seolah mengerti betul dengan apa yang aku rasakan. Dia membawaku kedalam pelukannya mencoba menenangkanku, dan dia juga ikut menangis bersamaku. Aku dapat mendengar isakannya perlahan dan itu semakin membuatku menangis tak karuan bahkan mataku terasa sangat panas dan suaraku sudah hilang entah kemana. Kueratkan pelukanku pada appa dan dapat aku rasakan appa juga mengeratkan pelukannya pada tubuhku.

Malam minggu yang seharusnya menyenangkan, menjadi sangat kelabu, sepertinya memang ini lah puncak kerinduanku, aku tidak bisa lagi menahannya.

**

Udara sore hari ini terasa lebih dingin dari biasanya, sepertinya musim dingin akan datang sebentar lagi. Ku eratkan mantel yang membalut tubuhku. Sesekali kulirik jam tangan kecil yang melingakr ditanganku.

“15 menit lagi” batinku. Saat ini aku sedang menunggu bus yang akan membawaku pulang.

Tanganku meraba raba kedalam tas selempang berwarna hitam milikku, mencoba mencari sebuah benda yang  aku rasa dapat menemaniku menunggu busku.

“ah ini dia” kataku pelan.

Ku colokkan headset berwana putih ke handphoneku. Kuputar sebuah lagu asal.

Perlahan dapat aku dengar music yang mengalun indah lewat handhoneku.

Satu lagu

Dua lagu

Dan lagu ketiga membuatku terdiam, pikiranku melayang entah kemana saat lirik demi lirik yang cukup dalam itu mengalun ditelingaku.

Maeil maeil neol saranghandago
Wichinyeon maeil maeil ni ireum buremyeon
Nae ape geudaega seo inneun
Sunganeul saenggakhae saenggakhae saenggakhar
Haru haru ni saenggake jam mot deureoyo
Haru haru geudaeppunijyo
Tteollyeooneun nae simjang sori deullyeoonayo
Saranghae saranghae saranghae

sigan jina dasi sewol jina
Uri hamkke handamyeon gyeote itdamyeo
Nan saenggakmanhaedo jakku nunmuli nayo

 

Trans : Hari demi hari, aku tak bisa tidur memikirkanmu
Hari demi hari, hanya kamu
Bisakah kamu mendengar suara hatiku yang bergetar?
Aku mencintaimu, aku mencintaimu, aku mencintaimu

Setelah waktu berlalu
Jika kita bersama, jika kamu disampingku
Hanya memikirkannya membuat aku menangis

 

I.O.I – I Love You, I Remember You (Ost Scarlet Heart Ryeo)

 

 

 

Lagu itu seolah menyindirku. Air mataku secara tiba tiba menerobos keluar. Kuusap air mata itu dengan jariku. Tapi sepertinya itu tidak menimbulkan efek, air mataku terus saja keluar seiring lirik yang terus mengalun tangisanku semakin menjadi, menimbulkan sebuah isakan yang sama sekali tidak aku inginkan. Aku tidak tau bagaimana reaksi orang disekitarku karena mataku kabur karena air mata.

“aggashi, kau tidak naik?”

“aggashi”

Aku dapat mendengar suara teriakan sopir bus itu, bus yang aku tunggu sejak 15 menit yang lalu. Tapi seperti terhipnotis aku hanya duduk ditempatku tanpa bergeser barang sejengkalpun. Sampai pada akhirnya bus itu berlalu dihadapanku, aku juga masih terdiam ditempatku dengan lelehan air mata yang membanjiri pelupukku. Pikiranku kosong saat itu aku tidak bisa memikirkan apa apa. Bayangan bayangan kyuhyun berputar dikepalaku bak sebuah rol film.

Flashback off

 

Sampai detik ini rindu ini terus menggerogoti diriku, semakin hari semakin aku merindukannya. Awalnya aku berpikir kalau cintaku pada kyuhyun akan hilang seiring jarak yang aku buat tapi ternyata aku salah jarak yang aku buat justru membuatku semakin mengingatnya dan semakin merindukkannya. Bahkan hanya dengan memikirkannya saja air mataku keluar dengan sendirinya. Lalu apa keputusan yang harus aku ambil saat meninggalkan dan menunggunya terasa seperti buah simalakama.

Mampukah aku terus bertahan diatas segala rindu ini?

Mampukah aku melupakannya?

Andai rindu ini mudah, mungkin setiap langkahku akan selalu merindukannya.

Andai rindu ini mudah, mungkin setiap nafasku juga akan selalu merindukannya.

Andai rindu ini tak pernah ada, mungkin aku tak sesakit ini.

===THE END===

NB : jangan lupa isi kolom komentar dibawah ya, komentar dari kalian sangat bermanfaat untuk author 🙂

kamsahamida 🙂 🙂

Diary #First Love

diary-frist-love

Title : Diary #First Love

Author : Oh Honey

Genre : sad

Lenght : series

Author’s Note : halo semua, author balik lagi kali ini dengan ff diary. ff ini sebelumnya author buat oneshoot tapi karena tiba tiba muncul ide buat ngelanjutin nih ff jadi author putuskan buat ngelanjut nih ff dan ff ini bakal author jadiin series.

semoga suka ya dengan ide author yang super geje ini 🙂

HAPPY READING, GUYS 🙂 🙂

Aku sering mendengar tentang kata, cinta itu tidak harus memiliki, cukup dengan melihat orang yang kita cintai bahagia maka kita juga akan merasa bahagia.  sekalipun dengan orang lain? aku TIDAK PERCAYA itu dan juga, cinta tidak harus memilki? BULLSHIT .

Aku rasa tidak ada manusia di dunia ini yang sanggup merealisasikannnya. CINTA TIDAK HARUS MEMILIKI, aku ingin tertawa rasanya. Entah siapa yang telah menciptakan kata kata itu, tapi aku rasa dia seorang malaikat paling baik yang pernah ada karena dia bisa mencintai seseorang tanpa harus memilikinya. Luar biasa.

 

Malam ini aku kembali menulis di buku dairy berwarna biru kesayanganku, aku mencoba  menumpahkan semua rasa yang ada didiriku semua beban yang ada dipikiran dan hatiku, layaknya langit malam ini yang menumpahkan semua bebannya lewat tetesan tetesan air hujan.

Lewat jendela kamarku aku dapat melihat tetesan tetesan air hujan membasahi setiap sudut kota, tidak menyisakan satu jengkalpun, nampaknya langit sudah sangat penggap untuk menanggung beribu ribu tetesan hujan dalam dirinya. Layaknya diriku.

Hari ini aku telah membuat keputusan yang berat, anni sangat berat karena aku harus menyakinkan appa untuk menyetujui keputusanku ini. tidak mudah memang untuk menjelaskan semua keputusanku ini pada appa, bahkan aku sampai menangis didepannya. Menyedihkan sekaligus memalukan.

Mengenai cinta tidak harus memiliki, awalnya aku percaya kalau itu mungkin saja terjadi, tapi pandanganku akan kata kata mutiara itu berubah saat aku mengalaminya sendiri. Cinta sepihak.

Aku tidak menyangka akan mengalami kisah melodrama ini, begitu klise dan menyakitkan. Cintaku pada kyuhyun tak akan pernah terbalas seperti yang aku harapkan. Seringkali aku berpikir untuk menunggunya tapi seringkali juga aku berpikir untuk melupakannya. Semua pikiran itu membuatku frustasi, aku tidak tahu langkah mana yang harus aku pilih. Menunggunya atau melupakannya. Keduanya sama sama menyakitkan dan menyiksa. Aku tidak yakin bisa melaluinya dengan mudah.

Kehidupanku bersama appa saat ini mungkin jauh lebih baik dari sebelumnya, tapi kisah cintaku, cinta pertamaku… jauh lebih buruk dari sebelumnya. Setiap hari aku harus melihat hal yang sama sekali tidak aku inginkan bahkan aku sangat membencinya. Kebersamaan kyuhyun dengan kekasihnya, park nana. Itulah alasan kenapa aku tidak percaya dengan kata CINTA TIDAK HARUS MEMILIKI. Terlalu menyakitkan saat harus melihat kebersamaan orang yang kita cintai bersama orang lain. harus aku akui mereka memang terlihat serasi saat jalan bersama, tapi kenyataan itu justru seperti garam yang dengan sengaja ditaburkan pada luka hatiku, menyakitkan.

Ingin rasanya aku berteriak kepada mereka,

tidakkah kalian tau kalau apa yang kalian lakukan itu melukaiku?, tidakkah kalian tau betapa sakitnya hatiku saat harus melihatnya?, tidakkah kalian tau kalau aku setengah mati menahan luka ini sendiri?, tidakkah kalian kasihan padaku? Anni, aku tidak ingin mereka kasihan padaku. Aku sama sekali tidak ingin dikasihani oleh siapapun. Aku hanya ingin mereka tau kalau aku tersakiti.

 

Seharian ini aku merapalkan sebuah doa dalam hatiku, aku tidak tau bagaimana kehidupanku selanjutnya tapi aku harap keputusanku ini adalah keputusan yang tepat. Yah, aku rasa memang ini keputusan yang tepat. Setelah apa yang telah aku lakukan, uhh sepertinya aku benar benar bodoh atau urat maluku sudah putus. Entahlah, yang jelas semua ini karena efek kyuhyun atau lebih tepatnya cintaku pada kyuhyun. Aku benci mengingatnya.

 

Flashback

Hari ini adalah 7 hari sebelum hari kelulusanku dan itu berarti sebentar lagi aku akan benar benar menjadi wanita dewasa, ah senang sekali rasanya saat mengetahui kalau aku akan melepas gelar siswaku dan menggantinya menjadi MAHASISWA. Memikirkannya membuatku ingin berteriak sekeras kerasnya.

Dengan langkah tenang aku menyusuri koridor sekolah, hari ini aku ingin melepaskan semua beban yang menyiksaku. Berat memang, tapi aku telah memutuskan, aku akan mengungkapkan perasaanku pada kyuhyun. Terdengar gila?. Yah, sangat gila.

Walaupun aku sudah tau kata ‘penolakan’ yang akan aku dapatkan tapi aku tetap melanjutkan langkahku. Bodoh, yah aku benar benar bodoh, sudah tau kalau kyuhyun pasti akan menolakku tapi aku tetap nekat akan mengatakan perasaanku. Dasar bodoh. Tapi aku bisa apa saat aku tidak sanggup lagi menanggung perasaan ini. aku bisa apa saat rasa ini semakin membunuhku. Aku tidak ingin rasa ini membunuhku aku ingin aku yang MEMBUNUH rasa ini. yah, aku berpikir kalau kyuhyun benar benar menolakku itu akan membuatku membencinya dan melupakan semua rasa ini.

 

Kuhentikan langkahku saat aku hampir sampai di taman sekolah, kuhembuskan nafas beratku berharap ini dapat mengurangi rasa gugupku. Aku tidak menyangka kalau aku akan segugup ini sampai membuatku ingin kecing saat ini juga.

‘haruskah aku membatalkannya?’ Tanya ku dalam hati

‘anni, aku tidak boleh mundur’

‘tapi bagaimana kalau dia membenciku?’

Aku tertegun dengan pertanyaanku sendiri. Bagaimana kalau kyuhyun benar benar akan membencinku. Apakah aku sanggup menerimanya.

‘……itu akan memudahkanku melupakannya, karena aku juga akan membencinya’

Untuk terakhir kalinya kutarik nafasku dalam dalam sebelum aku melangkahkan kakiku kearah sosok jakung yang telah berdiri menatapku disamping bangku taman.

“kyuhyun ah..”

“kenapa kau lama sekali” rutuknya dengan wajah yang dibuat sebal.

“mianhae”

“eum, kenapa kau mengajakku bertemu disini tidak biasanya”

“…em.. itu.. karena..” ah, kenapa lidahku keluh sekali, padahal aku sudah berlatih sejak kemarin.

“karena, mwo?”

“karena ada yang ingin aku katakan.”

Kyuhyun menautkan alisnya, bingung.

“katakanlah”

“sebenarnya.. sebenarnya..”

“aissh sebenarnya apa?”

“sebenarnya aku menyukaimu” akhirnya, aku mengatakannya. Rasanya jantungku ingin meledak sekarang.

Kyuhyun menatapku tak percaya, aku bisa memaklumi sikapnya itu. Terlalu mengejutkan memang.

“mworago?”

“aku menyukaimu”

“eunbi ah, apa yang kau maksud menyukai adalah suka antara wanita dan pria?”

“eum”

“eunbi ah, bagaimana bisa.” Kyuhyun menjeda kata katanya.

“ Kita kan sudah berteman sudah cukup lama dan aku juga sudah..”

“arra, tapi aku bisa apa saat hatiku mengatakan itu, aku juga tau kau tak mungkin membalas perasaanku tapi aku hanya ingin mengatakannya, aku tidak ingin memendam ini seumur hidup”

“eunbi ah, mianhae” terlihat sekali dari wajahnya kalau ia sangat menyesal dengan apa yang ia katakan dan itu membuatku semakin ingin membencinya.

Kenapa dia harus meminta maaf dan menunjukkan wajah sedihnya?. Apa aku terlalu menyedihkan?. Rutukku dalam hati

“oh, kau tidak perlu minta maaf aku tidak berharap lebih darimu.” Ucapku dengan sedikit lirih, ini sangat bertolak belakang dengan apa yang hatiku katakan. Ingin rasanya aku menangis sekarang juga.

“aku pergi dulu kyuhyun ah”

Aku membalikkan tubuhku, sebelum air mataku mendesak keluar dihadapan kyuhyun. Aku tidak ingin terlihat menyedihkan dihadapannya. Dengan langkah tertatih kulangkahkan kakiku meninggalkan kyuhyun sendiri.

“auwww”

“gwenchana?” Tanya kyuhyun khawatir saat mengetahui aku terjatuh gara gara batu sialan ini.

Aku hanya mengacungkan tanganku membentuk tanda oke tanpa membalik wajahku kearahnya. Aku tidak ingin kyuhyun tahu kalau aku sedang menangis. Jika saja ini bukan disekolah sudah dipastikan kalau aku sudah menangis sesenggukan. Sakit sekali rasanya.

Dalam perjalanan pulang aku merutuki kebodohanku sendiri, aku merutuki semua yang telah aku lakukan karena pada akhirnya aku tidak sanggup menahan rasa sakit karena kyuhyun.

Kenapa masih terasa sakit saat aku sudah tau kalau kata itu yang akan kyuhyun ucapkan. Kenapa masih terasa sakit saat aku sudah menyiapkan diriku untuk menerima semua itu. Kenapa rasanya dadaku sesak sekali dan kenapa batu sialan itu seolah meledekku dengan membuatku terjatuh. Kenapa semuanya terasa menyakitkan. KENAPA?

Flashback off

 

Setelah kejadian itu setiap hari aku berperang dengan hati dan pikiranku, memilih jawaban yang tepat menunggunya atau meninggalkannya. Dan pada akhirnya aku memilih untuk MENINGGALKANNYA.

Hari ini di hari kelulusanku aku memutuskan untuk meninggalkan kyuhyun dan semua tentangnya. Aku memohon pada appa untuk pindah ke kota lain, dan aku bersyukur karena appa mau mengabulkan keinginanku walaupun dia tidak tau alasan utamaku memintanya pindah. Aku mengatakan padanya kalau aku tidak punya teman disini dan aku ingin mencari teman ditempat lain.

 

Siang tadi saat perayaan kelulusanku, aku meninggalkan sekolah lebih awal.

“tok..tok..tok” kuketuk pintu didepanku beberapa kali sampai terlihat seorang wanita paruh baya yang membuka pintu untukku. wanita itu tersenyum kepadaku.

“oh, eunbi ah. Apa kau mencari tuan muda cho, bukankah kalian ada perayaan kelulusan disekolah?”

“ne ajumma, aku kesini hanya ingin menitipkan ini” kataku dengan menyodorkan sebuah surat dengan amplop berwarna biru laut.

“apakah ini untuk tuan muda cho?”

“ne ajumma, tolong berikan kepadanya”

“ne”

“terimakasih ajuma, aku pamit dulu.”

Aku tidak tau apa yang aku lakukan sekarang, kenapa aku harus meninggalkan surat untuk kyuhyun sementara aku memutuskan untuk meninggalkannya. Aku benar benar tidak tau dengan diriku sendiri aku hanya ingin melakukan apa yang hatiku katakan. Setidaknya sebelum benar benar meninggalkannya aku ingin mengungkapkan perasaanku sekali lagi dan pergi dari hidupnya secara baik baik.

 

Dibanding kata CINTA TIDAK HARUS MEMILIKI aku lebih percaya dengan kata TAK ADA CINTA PERTAMA YANG SUKSES. Karena pada akhirnya aku memilih pergi meninggalkannya dari pada aku menunggunya dengan terus melihat kebahagiannya bersama orang lain. mungkin aku terlihat sangat lemah dan pengecut saat ini karena telah menyerah dan memutuskan untuk pergi meninggalkan kyuhyun dan semua kenangan bersamanya. Tapi percayalah, melihat orang yang kita cintai bahagia bersama orang lain itu seakan sebuah racun yang membunuh kita perlahan. Sangat menyakitkan melebihi sebuah pisau yang menggores tepat dinadimu.

TAK ADA CINTA PERTAMA YANG SUKSES. Yah, pada akhirnya aku harus menerima kenyataan ini, kenyataan kalau cinta pertamaku tidak sukses dan berakhir menyedihkan.

 

Saat ini ditengah tetesan air hujan yang seolah ikut menangis bersamaku aku berdoa pada Tuhan kalau keputusan yang aku ambil adalah benar, dan aku berharap Tuhan mau membantuku untuk melupakan perasaan ini. perasaanku pada kyuhyun.

Terima kasih langit, karena malam ini kau ikut menangis bersamaku.

—THE END—

author’s note : gimana readers? suka gak? atau ngerasa geje banget? apapun yang kalian pikirkan silakan masukin dikolom komentar ya,

kamsahamida sudah mau baca 🙂 🙂