Protected: Extra Part 3 [18 again-End]

This content is password protected. To view it please enter your password below:

Advertisements

18 AGAIN [PART 10]

part 10 publish 🙂

happy reading guys 🙂 jangan lupa untuk meninggalkan jejak kalian ya 🙂

 

Sekolah pagi ini gempar, lebih gempar dari kemarin. Bahkan semua orang masih bertanya-tanya dan tidak percaya.

“daebak. Aku bahkan tidak menyangka tentang hal ini? ”

” jadi apa dia sudah gila? ”

” aku tidak tahu kalau dia adalah seorang kolongmerat”

Semua desas-desus itu dapat eunbi dengar.

“apa mereka sedang membicarakanku? “

Buru-buru eunbi membelah kerumunan orang yang berdiri di depan mading. Dan semua orang menyingkir memberinya jalan.

Sedetik kemudian bahu eunbi melemas. Semua fakta tentangnya terungkap.  Entah siapa orang yang telah menempel biodata tentangnya,  artikel yang memuat tentang keluarganya,  foto keluarganya yang termuat dalam kolom berita.

Hancur sudah. Eunbi bahkan sudah tidak punya alasan apapun sekarang untuk tetap disini. Kyuhyun yang melepaskannya, dan sekarang semua orang tahu akan kebohongannya.

Semua mata menghakimi eunbi dengan tatapan tidak percaya.  Gadis yang tampak sangat biasa saja ternyata pewaris perusahaan besar. Siapa yang bisa menduga hal ini?

 

Eunbi masuk kelas, tapi suasananya terlihat sangat berbeda.

Yoojin menghampiri eunbi.

“duduklah” gadis itu membawa eunbi untuk duduk di bangkunya.

“jangan pikirkan tentang hal itu. Meskipun aku sempat terkejut karena kau ternyata anak orang kaya”

Eunbi hanya berfikir, kenapa yoojin masih menerimanya saat semua orang menganggapnya aneh karena melakukan hal ini.

“bukankah kita teman. Eunbi shi? ”

Eunbi mengangkat sebelah alisnya.  Sangat aneh mendengar panggilan itu dari yoojin.

Yoojin menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

” ah! Aku tidak tahu harus memanggilmu apa?”

***

Kyuhyun menutup matanya dengan kepala menengadah,  punggung pria itu bersandar pada sandaran kursi. Dia hanya pura-pura tidak peduli dengan semua perkataan orang. Nyatanya telinganya masih berfungsi dengan normal dan mendengar setiap kata yang membahas tentang dirinya dan eunbi.

Kyuhyun membuka matanya.

“ya ampun! Aku sangat terkjeut mendengar dia adalah anak dari hwang tae joo”

“apa kalian berfikir kalau ini sebuah lelucon? “

” ya, kalian benar. Aku tidak tahu bagaimana pemikiran gadis itu.  Apa dia sudah gila? “

” pantas saja cho kyuhyun mengencaninya. “

” ya,  kalaupun aku tahu aku juga akan mengencaninya.  Bukankah hal yang luar biasa bisa berkencan dengan gadis kaya seperti dia”

Kyuhyun langsung berbalik,  menatap semua orang dan membuat mereka yang asyik bergosip terdiam seketika.

Sialan!  Apa dia berfikir eunbi gadis gampangan?  Bahkan eunbi akan berfikir dua kali  untuk mengencani pria buncit sepertimu!

Kyuhyun memaki. Ya,  mulut mereka memang terkadang tidak bisa diatur. Dia bergosip bahkan tidak tahu tempat.

***

Eunbi berdiri menatap ke bawah, menatap anak-anak berseragam melakukan kegilaan mereka.  Bermain sepak bola,  basket,  bahkan melakukan kejar-kejaran yang entah apa yang sedang mereka ributkan.  Gadis itu menghela nafas begitu dalam.

“kau bisa membuat sekolah ini runtuh jika kau terus menghela nafas seperti itu. ”

Eunbi memutar tubuhnya, menatap pria yang sekarang mendekat ke arahnya.  Cho kyuhyun.

 

Kyuhyun tidak tahu kalau dia akan bertemu dengan eunbi disini.  Awalnya dia hanya ingin mencari ketenangam dan memilih menghindar dari para mulut seribu yang terus bergosip tanpa henti.

“itu mustahil” sungut eunbi.

“kau Kecewa? ” tanya kyuhyun penasaran.

” tidak.  Pada akhirnya ini semua harus terjadi,  tapi aku hanya tidak menyangka kalau semua itu terjadi seperti ini. ”

 

Kyuhyun diam.  Bagaimana kyuhyun bisa menghibur eunbi saat ini kalau hatinya juga sama bingungnya dengan eunbi.  Kyuhyun ingin terus eunbi berada disini, tapi itu tidak mungkin. Kyuhyun tahu itu.

” maafkan aku. Maaf karena aku membobongimu” eunbi berkata dengan kepala menunduk seperti sangat menyesal.

Kyuhyun mengangguk.

“kau punya alasan untuk itu.  Dan sebenarnya aku juga iri padamu karena kau punya keberanian sebesar ini demi mewujudkan impianmu, tidak sepertiku”

Eunbi hanya diam, ditengah rasa bersalahnya karena telah membohongi cho kyuhyun,  pria itu justru memberinya dukungan di tengah semua kekacauan ini. Eunbi tahu pria itu sedang terluka sama sepertinya atau mungkin jauh lebih terluka. Sekali lagi, dengan ini eunbi mengingatkan kyuhyun tentang sikap pengecutnya,  tentang beban akan impiannya.

 

Dalam diam itu, eunbi melihat kyuhyun melalui ekor matanya. Melihat dari samping wajah pria yang menatap lurus ke depan dengan rambut yang sedikit berantakan akibat terpaan angin.

Jika kyuhyun bisa mengendalikan semua emosinya dengan menganggap tidak terjadi apa-apa, dan memaafkan eunbi atas kesalahannya bahkan memberikan eunbi sebuah dukungan maka, bukankah eunbi juga harus bisa melakukan hal itu?

“mau melakukan sesuatu? ”

Kyuhyun memutar tubuhnya menghadap eunbi dengan kerutan di keningnya.

” perkenalkan.  Namaku hwang eunbi anak pengusaha hwang tae joo. Pewaris tunggal HG Group.”

Eunbi mengulurkan tangannya,  ingin menjabat kyuhyun. Tapi pria itu masih menyatukan kesua alisnya. Kemudian mendengus geli saat eunbi menggoyang-goyangkan tangannya minta segera dijabat.

Mau tidak mau akhirnya kyuhyun menjabat juga tangan eunbi membuat gadis itu tersenyum puas.  Bukankah, sebaiknya jika mereka memulai ini dari awal?  Tanpa kebohongan.

“senang berkenalan denganmu nona hwang.  Perkenalkan Namaku cho kyuhyun.  Jika kau melihat betapa luasnya sekolah ini maka aku adalah pewarisnya.  Dan jika kau tahu semua penghuni disini maka kau tahu akulah yang paling tampan. ”

Eunbi tertawa. Gila!  Sejak kapan kyuhyun menjadi senarsis ini. Jika dulu dia hanya memperkenalkan diri sebagai wali kelasnya dengan cara yang sangat formal maka siapa yang berdiri di depannya sekarang? Cho kyuhyun yang lain? Cho kyuhyun yang lebih mempesona dari biasanya?

 

Tawa mereka menyatu,  kyuhyun bahkan tidak sadar saat mengatakan perkenalan yang terdengar konyol itu. Dia tidak pernah melakukan perkenalan seperti ini,  biasanya dia akan memperkenalkan diri dengan cara yang elegan. Cara cho kyuhyun. Tapi seolah,  eunbi mampu menarik kyuhyun ke dalam kehidupan yang lebih berwarna dari sebelumnya.

Baiklah, semuanya akan dimulai dari awal lagi. Untuk kyuhyun dan eunbi, ini adalah awal bagi hubungan mereka.

***

Mungkin eunbi bisa memperbaiki hubungannya dengan kyuhyun karena pria itu memahaminya, tapi hal ini berbeda dengan na mi.  Sikap gadis itu berubah pada eunbi.

Eunbi tidak bisa menyalahkan na mi jika dia berubah seperti teman-temannya yang lain. Tapi eunbi harus membuat gadis itu mengerti.

“na mi.  Tunggu”

Eunbi semakin mempercepat jalannya,  berusaha menyusul na mi yang sudah masuk ke dalam kamar asrama. Gadis itu tidak menoleh apalagi menyahut.

“kau pasti marah padaku kan? Karena aku membohongimu” kata eunbi mencoba menarik perhatian na mi yang sibuk melepas jas seragamnya. Na mi masih bergeming membuat eunbi frustasi.  Dengan sekali gerakan eunbi menarik lengan na mi, memaksanya menghadap pada eunbi.

“lepaskan! ” na mi meneriaki eunbi, tapi tidak sedikitpun eunbi melonggarkan genggaman tangannya pada na mi.

” dengarkan aku dulu. ” eunbi memaksa. Dia tidak tahu kalau membuat na mi mengerti adalah sesuatu yang sulit.

” apa? Apa yang harus kau jelaskan? ” na mi menyentak tangan eunbi,  membuat cengkraman itu terlepas.

” aku tahu aku bersalah karena berbohong padamu, baiklah aku memang berbohong pada semua orang. Tapi aku punya alasan untuk itu”

“aku bahkan tidak tertarik mendengarnya”

“na mi! Apa kau akan sekeras kepala ini?!”

Mungkin eunbi ikut terbawa emosi, memberi pengertian pada gadis SMA yang keras kepala seperti na mi memang sangat sulit.

“eunbi ah!” na mi berteriak tidak terima.  Mereka sama-sama sedang emosi, dan berteriak semau mereka. Tidak terima jika lawan bicara mereka berada pada satu keyakinan yang salah tanpa mendengarkan pendapat lawan bicaranya.

Namun setelah itu na mi tersenyum mengejek.

“ah.  Aku lupa kalau aku tidak seharusnya memanggilmu seperti itu. ”

” mianhae eonni. Aku rasa pembicaraan kita sudah selesai”

“ck.  Kau memang pandai berbicara na mi”

“baiklah. Terserah padamu jika kau ingin tetap seperti ini. ”

Dan setelah itu pembicaraan mereka selesai sampai disini.

**

Mau tidak mau semua ini memang harus selesai, semua kegilaan ini. Dua hari lagi kim ahjushi akan menjemputnya, gadis itu sudah menceritakan semuanya pada kim ahjushi. Eunbi bahkan harus meninggalkan ini dengan kesalahapaman yang terjadi, dia tidak mampu membuat semua orang mengerti keadaannya. Ya, memang gadis itu tidak bisa memberitahukan alasannya pada semua orang bahkan kepada na mi maupun yoojin. Eunbi membiarkan na mi menjauhinya, tapi setidaknya ada yoojin yang masih berada di sampingnya.  Yoojin bahkan tidak menuntut penjelasan pada eunbi, entah apa yang ada dipikiran gadis itu.  Mungkin yoojin terlalu mempercayainya, pikir eunbi.

 

Eunbi berjalan dengan kepala menunduk melewati beberapa tanaman hijau dipinggir taman sekolah. Entah kenapa dia memilih tempat ini untuk menghindar dari kerumunan orang-orang, biasanya dia akan memilih atap sekolah. Eunbi terus berjalan hendak duduk di bangku di bawah pohon besar yang terlihat sangat rindang. Tapi langkahnya terhenti.

Sayup-sayup telinganya mendengar perbincangan beberapa orang dibalik pohon besar itu.  Eunbi tidak mau peduli, tapi saat namanya disebut tanpa sadar eunbi menajamkan telinganya.  Meskipun dia yakin ini adalah obrolan yang sama yang dilakukan oleh semua orang, membicarakan tentangnya, tentang kebohongan dan latar belakangnya. Telinganya sudah terlalu bosan mendengar itu.

“kau memang pintar yoojin”

Yoojin?

Apa orang itu mengatakan yoojin?  Eunbi bergelut dengan pikirannya dan semakin menajamkan telinganya. Ada berapa banyak yoojin disini?

“baiklah. Aku akan menepati janjiku. Kau bisa bergabung ke dalam gengku” suara itu kembali terdengar.

“wah.  Terimakasih hayoung ah.  Aku tidak akan mengecewakanmu. Bahkan kalau kau mau akan mencari hal lain untukmu”

Itu suara yoojin.

Eunbi yakin kalau gadis yang sedang berbicara dibalik pohon itu bukanlah yoojin yang lain, tapi yoojin teman sebangkunya.

Apa yang dilakukan gadis itu? Hayoung? Gadis itu berbicara pada hayoung?

“kau tidak perlu melakukan apa-apa lagi. Aku yakin dia akan segera pergi dari sini, lagi pula minho sudah tidak menghiraukannya lagi”

“dan sejujurnya aku juga takut mengingat dia adalah anak orang kaya” yoojin terkekeh. Ya, dia hanya berfikir bagaimana jadinya kalau dia mengkhianati orang kaya sekelas eunbi.  Dia akan dipenjara?, atau bahkan dibunuh?. Yoojin sendiri bahkan tidak sanggup memimpikannya. Lalu bagaimana gadis itu bisa berkhianat?

 

“ck! Kau bahkan bisa mengkhianatinya” hayoung berdecak tidak habis pikir. Gadis ini memang terlalu bodoh pikirnya. Hayoung bahkan tidak tahu apa yang ada dipikiran gadis itu sampai benar-benar ingin masuk ke dalam gengnya.  Dan well, setidaknya yoojin sangat membantunya, membawa informasi yang sangat penting padanya.  Dia ingat saat gadis itu berkali-kali datang padanya memelas ingin bergabung dalam geng nya. Baiklah siapa yang tidak  ingin bergabung dengan grup tenar seperti hayoung, apalagi bagi yoojin yang tergila-gila dengan popularitas.

“aku hanya mengungkapkan sebuah fakta” yoojin menjawab tidak peduli. Seolah ini hanya masalah sepele yang akan selesai dengan sendirinya tanpa menimbulkan efek.

“dan kau masih dekat dengannya” hayoung menyidir. Ya, setelah dia berhasil masuk dalam geng nya yoojin tetap saja tidak mau menjauh dari eunbi.

Tidak mau hayoung salah paham yoojin buru-buru menjelaskan.

“aku hanya tidak ingin dia curiga padaku, lagipula siapa tahu dia akan memberikanku beberapa barang mewah miliknya” yoojin mengkhayal. Bahkan saat seperti itu yoojin masih berfikir kalau dia bisa mendapat keuntungan dari dua orang, hayoung dan eunbi. Bisa bergabung dengan geng hayoung yang selama ini dia impikan dan tetap bersama eunbi untuk mendapatkan keuntungan yang lain.

 

Eunbi tercengang ditempatnya, pada saat ini dia berfikir kalau lebih baik ini hanya menjadi mimpi buruk belaka. Teman yang selama ini dia anggap menjadi teman sejatinya, nyatanya tidak pernah tulus padanya. Eunbi tidak tahu bagaimana orang bisa bermuka dua seperti itu, bagaimana dia bersikap seolah-olah tidak terjadi apa-apa.

Tapi ini bodoh.  Bodoh saat eunbi diam saja ditempatnya dan tidak memaki gadis yang telah mengkhianatinya.

Tanpa diperintah, dan melupakan rasa sedihnya eunbi langsung menghampiri yoojin dan menyentak tangannya,  membuat gadis itu terkejut. Hayoung juga, dia bahkan sampai melebarkan matanya saat eunbi tiba-tiba menampar yoojin.

PLAK

“apa yang kau lakukan?! ” yoojin memandang eunbi geram sambil memegangi pipinya yang terasa panas.

” kau yang kenapa?! Kau kan yang menyebarkan informasi tentangku?! ”

“itu-itu-“

Yoojin tergagap. Astaga! Apa eunbi sudah tahu pikirnya.  Buru-buru yoojin mendekati eunbi, memegang tangan gadis itu dan melupakan amarahnya karena tamparan eunbi. Tapi apa dia pikir eunbi bodoh. Gadis itu menyentak tangan yoojin membuat tangan itu terlepas dari eunbi.

“eonni.  Aku.  Aku tidak-” yoojin tersedak ludahnya sendiri,  dia seperti kehilangan beberapa kosa kata dalam otaknya sampai lupa bagaimana caranya berbicara.

“aku tidak tahu apa yang ada dipikiranmu.  Dan aku juga tidak tahu kalau kau selicik itu” eunbi menghardik.

Hayoung yang hanya menjadi penonton tidak mau ikut campur pada masalah seperti ini.  Baiklah,  bukan salahnya kan kalau yoojin mengkhianati eunbi dan memberikan informasi itu padanya?.

Yoojin terdiam, dia tidak bisa mengelak sekarang.

“apa kau berfikir aku bodoh? Yak yoojin ah. Aku tidak tahu kau seburuk ini.”.

Bukan karena yoojin yang telah menyebarkan kenyataan atas identitas eunbi, tapi eunbi lebih kecewa karena gadis itu tidak pernah tulus padanya.

“eonni. Aku minta maaf. ”

” untuk apa? Untuk kesalahanmu yang mana? Kau yang menyebarkan indetitasku bersama hayoung atau karena kau telah mengkhianatiku?”

Lagi-lagi yoojin hanya bungkam tidak bisa menjawab pertanyaan sesederhana itu.

“ck! Aku jadi berfikir kalau kau yang menyebarkan semua gosip tentangku selama ini.  Tentang fotoku dengan cho soesangnim. ”

” itu-itu aku-”

“jadi benar kau orangnya” eunbi mendengus kesal. Dia tidak tahu kalau dia bisa dibodohi oleh gadis ingusan seperti yoojin.

“jadi apa yang kau rencanakan lagi dengan nenek lampir ini? ” eunbi memandang hayoung remeh membuat gadis itu ikut geram.

” yak!  Apa yang kau katakan?! ” kali ini hayoung yang berteriak.

” kenapa? Kau tidak terima? ”

” yak. Eunbi shi. Tidak, nona eunbi. Aku tidak tahu apa yang terjadi sampai kau datang kesekolah ini.  Tapi, tolong jaga ucapanmu” setengah menyindir setengah memperingatkan. Hayoung menekan semua kalimatnya.

“apa kau sedang mengancamku hayoung shi? ”

” Aku bahkan tidak bermaksud melakukan itu, tapi akan lebih bagus kalau kau menyadarinya. Dan lagi pula aku tidak mau berurusan dengan orang kaya gila sepertimu”

Gila. Huh?! Bagus sekali gadis ini berbicara, batin eunbi. Jika beberapa hari orang-orang selalu membicarakan hal itu dibelakangnya,  maka kali ini eunbi mendengarnya langsung di depan mukanya. Bagus.  Bagus sekali hayoung.

 

“dan aku juga tidak mau berurusan dengan orang-orang tidak berguna seperti kalian. Dan biar kuberi saran, sebaiknya kau perbaiki otakmu itu sedikit hayoung shi. Setidaknya otakmu yang kecil itu bisa sedikit terisi”

Eunbi pergi, setelah melirik yoojin sebentar. Ah! Eunbi muak melihat gadis itu. Dan hayoung, gadis itu mati-matian merendam amarahnya.

“YAKK!! ” teriak hayoung frustasi. Secara tidak langsung eunbi telah mengatai hayoung kalau gadis itu terlalu tolol dan tidak memiliki otak. Baiklah, biar hayoung akui kalau dia selalu berada di urutan terakhir rangking sekolah, tapi kata-kata eunbi tadi benar-benar membuat harga dirinya jatuh ketanah.

**

Eunbi muak. Ternyata keputusannya ini adalah sebuah kesalahan. Dia tidak tahu kalau anak-anak SMA sekarang benar-benar mengerikan.  Sepertinya setelah ini eunbi harus berterima kasih pada ayahnya karena menyekolahkannya di sekolah para kolongmerat, setidaknya dia tidak berurusan dengan orang-orang seperti yoojin ataupun hayoung.  Ya, mungkin teman-temannya dulu hanya memikirkan tentang harta warisan dan kekayaan, tapi mereka tentu tidak pernah bertindak sejauh yoojin hanya untuk sebuah popularitas.

 

Eunbi berjalan malas munuju kamarnya, dari jarak 15 meter gadis itu melihat na mi berada di depannya. Eunbi tidak berniat mengejarnya atau mendekatinya. Harinya saat ini sangat buruk, dia tidak ingin menambah masalah dan membuat hatinya semakin kacau. Akhirnya eunbi memilih untuk pergi ke taman samping asrama. Ya,lebih baik eunbi memang menghindar dari na mi dan kembali setelah gadis itu tertidur.

 

Suara decitan ranting-ranting pohon yang berada di atasnya menjadi melodi tersendiri untuk eunbi. Dia masih saja berfikir apa yang harus dia lakukan. Sesekali dia mendesah frustasi. Ya,sepertinya dia salah membuat keputusan. Batinnya. Semuanya berjalan sangat jauh dari angan-angannya. Nyatanya sekarang, teman yang dia anggap tulus mampu melakukan hal yang tidak pernah eunbi sangka.

“Ah! Sudahlah. Aku tidak harus memikirkan tentang itu” putusnya.

Baiklah, memang eunbi harus melupakan tentang hal itu.

 

Ini sudah jam 10 dan eunbi belum juga terlihat, na mi tiba-tiba merasa khawatir. Bukankah terkahir kali eunbi tidak pulang ke asrama membuat sekolah heboh keesokan harinya?

“Untuk apa aku memikirkannya. Biarlah dia tidak pulang, bahkan tidak ada masalah kalau dia dikeluarkan dari sekolah.”

Na mi akhirnya memilih untuk menutup bukunya, berniat segera tidur. Tapi baru saja na mi berdiri, pintu kamarnya terbuka.

Eunbi menatap aneh na mi yang hanya berdiri mematung.

“Aku pikir kau sudah tidur”kata eunbi kemudian sambil meletakkan tasnya di atas ranjang.

“Aku baru akan tidur”

Na mi kemudian terdiam sejenak, ragu ingin melanjutkan kalimatnya.

“Eonni dari mana?” Akhirnya na mi bertanya juga. Setengah terkejut eunbi langsung berbalik, dan dia menjawab dengan ragu-ragu takut kalau telinganya salah mendengar.

“Aku hanya sedang memikirkan sesuatu”

Na mi mengangguk, tidak ingin mencampuri urusan eunbi kemudian lebih jauh.

“Mianhae” kata na mi tiba-tiba. Dan kali ini eunbi benar-benar terkejut.

“Aku mungkin sudah berlebihan karena marah padamu. Aku sudah memikirkannnya, aku tidak seharusnya marah padamu karena kau pasti punya alasan untuk itu.” Tanpa sadar gadis itu telah mengutarakan apa yang menganggu pikirannya.

“Aku marah karena-. Kau tahu aku sudah menganggap eonni sebagai teman sekaligus sahabatku, aku bahkan tidak pernah punya teman sebelumnya selain eonni. Sejak eonni memahami dan memaafkan ku untuk kesalahan yang telah aku perbuat, aku mulai merasa bahkan kau tidak hanya teman sekamar atau satu klasku tapi sahabatku.”

Na mi mengatakannya dengan menunduk, tidak berani menatap eunbi sedikitpun. Pelupuk matanya sudah penuhi cairan yang disebut air mata. Dan eunbi? Gadis itu menyeka air matanya kasar. Ya, dia sudah menahan tangis saat na mi mengatakan maaf. Lalu tanpa aba-aba eunbi langsung mendekati na mi dan memeluknya, membuat gadis yang mati-matian menahan tangis itu akhirnya menumpahkan air matanya.

“Aku marah karena aku takut aku akan kehilangan teman. Satu-satunya teman yang aku punya.”

“Tidak. Aku yang minta maaf padamu. Aku membuatmu kecewa. Tapi sekarang sungguh aku tidak punya niat untuk membohongimu”

Mereka sama-sama menangis dan meminta maaf. Satu hal yang eunbi harus syukuri malam ini, kalau na mi tidak pernah benar-benar membencinya. Kadang kita marah dan saling memaki seseorang bukan karena kita benar-benar membenci orang tersebut tapi karena kita menyayanginya. Itulah yang eunbi simpulkan dari na mi. Gadis itu marah hanya takut kalau eunbi akan pergi dan melupakannya. Eunbi adalah satu-satunya teman yang dia punya, satu-satunya orang yang dekat dengannya menjadi sahabat sekaligus kakak untuknya.

Setelah mereka saling mengutarakan kekeselan dan kekecewaan mereka, akhirnya mereka sama-sama berbaring di atas ranjang masing-masing menatap langit-langit kamar.

“Na mi ah kau tahu kalau yoojin mengkhianatiku? Ck! Anak itu. Dia bahkan yang menyebarkan fotoku dengan Cho soesangnim.”

“Apa?!” Na mi nyaris melompat dari tempatnya, gadis itu bahkan langsung duduk tegap menghadap eunbi. Ah! Secara otomatis eunbi menutup telinganya, baru kali ini dia mendengar teriakan na mi. Dan itu sungguh menyakitkan untuk telinganya.

“Ahh telingaku.” Kata eunbi sambil ikut duduk menghadap na mi.

“Jadi yoojin yang menyebarkan foto itu? Waktu eonni tidak pulang ke asrama malam itu aku memang menyuruh yoojin membantuku mencari eonni. Tapi dia bahkan tidak mengatakan apapun padaku selain, aku tidak menemukannya kita pulang saja” na mi menirukan perkataan yoojin waktu itu. Benar, setelah itu na mi hanya menurut dan ikut pulang.

“Tentu saja dia tidak mengatakan apapun. Dia kerjasama dengan Hayoung, menyebarkan berita itu.”

“Hayoung?!” Lagi-lagi na mi terkejut.

Eunbi mengangguk mengiyakan.

“Iya, dan kau tahu kalau yang menyebarkan berita tentang Cho Kyuhyun yang gay itu juga yoojin”

“Aku tidak menyangka kalau dia seperti itu. Tapi eonni.”

Eunbi mengangkat sebelah alisnya

“Apa?”

“Dengan adanya foto kau dan Cho soesangnim setidaknya berita tentang Cho soesangnim yang gay bisa terpatahkan” na mi tertawa geli

“Ck! Kenapa kalian mengatakan hal yang sama untuk menghibur ku”

“Siapa?”

“Heh?” Eunbi gelagapan sendiri, seperti sedang tertangkap basah apalagi saat melihat na mi yang menatapnya seperti sedang meminta penjelasan”

“Maksudmu aku dan Cho soesangnim?” Tebak na mi asal. Otak gadis ini memang pintar, eunbi bahkan hanya terdiam dengan pipi yang memerah dan hal itu membuat na mi lagi-lagi tersenyum geli.

“Jadi eonni benar-benar punya hubungan dengan Cho soesangnim” na mi mengambil kesimpulan sendiri. Tentu saja. Siapapun pasti akan mengatakan hal yang sama saat melihat eunbi tiba-tiba tersipu seperti itu. Eunbi hanya diam, tidak sanggup menjawab atau gadis itu bingung harus menjawab apa. Tentu saja dia bingung, bagaimana menjelaskan hubungannya dengan Kyuhyun saat ini mereka tidak saling terikat hubungan apapun tapi mereka sama-sama saling menyukai. Jadi eunbi harus menjawab apa? Ah! Kalian pasti juga bingung dengan keadaan ini.

“Sudahlah eonni bukankah kalian memang bisa menjalin sebuah hubungan karena kau hanya murid SMA gadungan” kata na mi lancang. Ya, setidaknya gadis dengan otak encer itu berfikir tidak akan ada lagi hubungan terlarang antara murid dan guru.

Eunbi hanya tersenyum kaku. Andaikan semudah itu, batin eunbi.

***

Ini hari terakhir eunbi berada di sekolah, rasanya dia sudah malas datang ke tempat ini. Kalau bukan karena na mi yang memaksanya datang maka dia tidak akan pergi. Gadis itu berhasil membujuk eunbi dengan mengatakan kalau ini adalah hari terakhir mereka menjadi teman satu kelas maka mereka harus melakukan hal yang menyenangkan. Tapi-

Eunbi mendengus kesal.

Baiklah, eunbi tidak harus kesal pada na mi karena gadis itu juga tidak tahu kalau hal ini akan terjadi. Tiba-tiba saja na mi dipanggil song soesangnim untuk membantunya di lab sekolah. Entah apa yang mereka lakukan di dalam sana. Ini sudah hampir setengah jam eunbi duduk di bangkunya, tidak memperdulikan jam makan siang yang hampir habis. Hanya sendirian di dalam kelas membuat eunbi bosan, dan akhirnya lebih memilih untuk manaruh kepalanya di atas meja.

Eunbi tiba-tiba tersentak dan langsung mengangkat kepalanya saat ada yang menepuk pundaknya. Awalnya dia kira itu adalah na mi tapi ternyata bukan.

“Apa yang kau lakukan disini sendirian?” Suara itu berhasil menyadarkan eunbi.

“Eh?aku? Aku hanya sedang menunggu na mi, song soesangnim sedang menyuruhnya melakukan sesuatu” jelas eunbi. Sebenarnya dia masih bingung kenapa Cho Kyuhyun tiba-tiba bisa ada disini. Bahkan sekarang pria itu mengambil duduk di bangku depan eunbi.

“Aku pikir kau bermusuhan dengan na mi”

“Ya. Tapi tidak lagi”

Kyuhyun mengangguk, dia tidak tahu apa yang terjadi dengan hubungan pertemanan di antara murid-muridnya disini termasuk hubungan antara na mi dan eunbi. Melihat mereka yang beberapa hari lalu tidak pernah terlihat bersama membuat Kyuhyun menyimpulkan kalau mereka sedang bertengkar. Ck! Kadang Kyuhyun bingung dengan hubungan pertemanan para wanita, mereka gampang sekali akrab dan dekat tapi mereka juga gampang sekali bertengkar dan menjauh, dan tidak butuh waktu yang lama untuk mereka bisa melupakan masalah yang terjadi.

“Kenapa tidak makan siang?”

“Hanya tidak ingin.” Jawab eunbi begitu singkat.

“Kau takut Mereka membicarakanmu?” Tebak Kyuhyun asal. Dan ya, eunbi tahu apa yang dimaksud Kyuhyun. Setiap hari dalam beberapa hari ini hanya satu perbicangan yang ada di sekolah ini. Eunbi. Semua orang bahkan rasanya belum bosan untuk membahas tentang beberapa kejadian yang beruntut tentang eunbi,seperti tidak ada habisnya.

Eunbi menggeleng tidak setuju

“Tidak. aku tidak takut. Aku hanya sedang mencoba untuk menghilangkan gosip itu. Saat aku berada di antara mereka, pasti mereka akan secara otomatis mengomentari setiap hal yang aku lakukan. Dan itu menyebalkan!”

“Kau tidak takut tapi pengecut”

“Apa?!” Eunbi membulatkan matanya membuat Kyuhyun sedikit terintimidasi.

“Kau bahkan tidak sanggup untuk menghadapi mereka”

“Sudah kubilang aku hanya ingin meredam semua ocehan tak berguna mereka” kata eunbi kesal. Pengecut? Yang benar saja?

“Terserah apa alasanmu. Tapi tetap saja kau tidak berani”

“Siapa bilang?”

“Aku. Justru dengan kau berani berdiri di depan mereka dan membungkam mulut mereka kurasa hal itu akan membuat mereka diam. Lagipula yang mereka bicarakan adalah sebuah kebenaran”

Eunbi terdiam, memikirkan perkataan Kyuhyun. Baiklah, memang tidak seharusnya eunbi sembunyi seperti ini. Walaupun eunbi tidak bermaksud menghindar tapi semua orang pasti akan berfikir kalau eunbi pengecut, seperti Kyuhyun. Dan kebenaran. Ya, mereka membicarakan sebuah kenyataan, lalu apa yang harus eunbi hindari?.

“Aku benarkan?” Tanya Kyuhyun kemudian membuyarkan pikiran eunbi.

“Ya, kurasa” akhirnya eunbi mengaku. Kyuhyun memang terlalu pandai untuk membuat eunbi mengaku kalah.

“Kalau begitu, ayo makan siang”

“Heh?” Belum sempat eunbi menolak maupun mengiyakan, Kyuhyun sudah menarik tangan eunbi membuat gadis itu berdiri dan akhirnya mengikuti juga langkah Kyuhyun.

Beberapa orang yang masih berada di kantin sekolah hanya menatap dua orang yang baru datang dengan saling bergandengan tangan itu. Oh, andai saja mereka tahu kalau Kyuhyun menarik tangan eunbi.

Kyuhyun mendudukkan eunbi di salah satu kursi.

“Tunggulah disini.”

Setelah itu Kyuhyun pergi, dan eunbi tersadar kalau dia berada ditempat yang tidak seharusnya. Bagaimana dia menjelaskan semua tatapan orang-orang disini, seperti sedang menghakiminya. Eunbi kembali menghela nafasnya saat dia ingat kata-kata kyuhyun.

Baiklah. Biarlah mereka mengatakan apapun yang dia mau. Lagipula ini hari terakhirku disini. Biarlah aku menikmatinya. Lagipula aku tidak sedang melakukan kejahatan dengan makan siang di kantin bersama Cho Kyuhyun. Bukankah aku bukan muridnya, jadi tidak masalah bukan?.

Eunbi memilih untuk membiarkan mereka membicarakan dirinya, bahkan sekarang eunbi tidak peduli kalau ada yang meneriaki eunbi di depan wajahnya.

Kyuhyun kembali,dan meletakkan nampan berisi dua piring makanan dan dua botol minuman di depan eunbi. Pria itu mengambil duduk di kursi depan eunbi, membuat mereka duduk berhadapan.

“Makanlah. Aku juga belum makan tadi, jadi kita bisa makan siang bersama”

Eunbi mengangguk.  Mengambil satu sendok makanan dan memasukkannya ke dalam mulut.

“Apa kau sudah tidak merasa terganggu dengan mereka?”

“Tidak. Kau benar kalau aku tidak seharusnya menjadi pengecut.”

Kyuhyun menarik ujung bibirnya senang, dia tidak tahu kenapa membuat gadis itu kembali ceria seperti sedang memenangkan undian lotre.

Menyadari Kyuhyun yang tersenyum membuat eunbi menautkan kedua alisnya.

“Kenapa? Apa ada yang lucu?” Eunbi bertanya seperti orang bodoh. Atau mungkin Kyuhyun yang bodoh karena eunbi tidak merasa ada yang lucu disini.

Kyuhyun menghentikan senyum bodohnya.

“Dasar murid tidak sopan. Kau bahkan tidak memanggilku soesangnim sekarang”

“Huh?! Yang benar saja. Untuk apa aku memanggilmu soesangnim. Kuingatkan, kalau aku bukan muridmu” eunbi berbicara seperti tidak ada orang lain yang mencuri dengar perbincangan mereka, melupakan kalau masih banyak orang yang memperhatikan mereka dari tadi.

“Baiklah kau tidak perlu memanggilku soesangnim, kau bisa memanggilku oppa kalau kau mau. Kurasa itu lebih baik.” Rupanya bukan hanya eunbi yang melupakan keadaan sekitar tapi juga Kyuhyun. Lihatlah bagaimana pria itu begitu percaya diri.

Oppa? Astaga, apa eunbi sudah gila memanggilnya oppa?

“Silahkan bermimpi”

 

Kurasa mereka benar-benar sedang berkencan.

Astaga, mereka bahkan tidak tahu tempat

Oh! Kenapa aku jadi iri dengan mereka

Aku baru melihat Cho soesangnim tersenyum seperti itu, dia sangat tampan

Sudah kubilang kalau Cho soesangnim itu tidak jahat, kau lihat bagaimana dia tersenyum tadi

Mereka terlihat sangat serasi saat seperti ini

Eunbi menghentikan makannya, tiba-tiba telinganya mendengar percakapan yang- ah! Entah itu pujian atau hinaan, eunbi tidak yakin.

“Kenapa?”

“Huh?” Eunbi mengedarkan bola matanya ke kiri dan kanan seperti sedang bingung.

“Kau tidak perlu mendengarkan mereka” kata Kyuhyun setelah melihat eunbi hanya kelabakan dan tidak menjawab.

Hoel!

Apa Kyuhyun juga mendengarkan orang-orang itu tadi? Baguslah, eunbi tampak bodoh sekarang.

“Apa? Aku tidak.” Eunbi membela diri.

“Ck! Rupanya kau suka sekali berbohong”

Eunbi menyemberutkan bibirnya. Suka katanya? Memangnya eunbi berbohong apa saja pada Cho Kyuhyun? Seperti setiap hari pria itu dibohongi eunbi saja.

 

Suara bel sudah terdengar beberapa menit yang lalu, tapi sepertinya eunbi dan Kyuhyun masih terlalu menikmati makan siangnya. Beginilah kalau mereka makan siang di jam-jam terakhir.

“Cepatkan habiskan makananmu dan kembali ke kelas”

Kyuhyun beranjak dari tempat duduknya hendak pergi. Tapi yang disuruh untuk cepat-cepat hanya bergeming.

“Kau tidak ingin kena hukuman bukan?” Kata Kyuhyun lagi

Eunbi menatap kyuhyun

“Mau ikut denganku”

****

Kyuhyun menatap aneh tempat di depannya.

“Kau yakin ingin kesini?”

Kyuhyun memastikan. Tempat bermain. Kyuhyun tidak yakin ini tempat yang cocok untuk mereka berdua.

Eunbi mengangguk mantap.

“Tentu saja” dari dulu eunbi ingin datang ke tempat ini, setidaknya dia ingin mencoba setiap permainan yang ada di sana, roller coaster, bungee jump, gyro spin dan beberapa permainan yang menegangkan. Ah! Eunbi juga ingin masuk ke dalam rumah hantu. Sepertinya itu menyenangkan. Ini adalah hari terakhir sebelum dia kembali menjadi Hwang eunbi seorang kolongmerat, jadi tidak masalah bukan kalau eunbi menikmati hari ini.

“Apa kau bercanda datang ketempat ini?”

“Tidak. Sudahlah ayo!” Eunbi menarik Kyuhyun sebelum pria itu yang menariknya pulang ke sekolah.

 

“ahhhhhhh”

“Ahhhhhhh”

Mereka sama-sama berteriak saat kereta itu meluncur begitu cepat sampai seperti menerbangkan mereka.

Ini sudah kedua kalinya mereka naik wahana ini, dan eunbi tampak sangat menikmatinya.

“Ayo naik lagi” kata eunbi. Dan sebelum gadis itu kembali duduk Kyuhyun sudah menariknya menjauh. Cukup untuk hal itu, batin Kyuhyun.

“Tidak.” Tolak Kyuhyun. Kalau Kyuhyun menuruti eunbi mungkin mereka akan tetap di sana sampai tempat ini tutup.

“Aku ingin naik lagi” eunbi merengek seperti anak kecil, tapi Kyuhyun tidak peduli. Memangnya tempat ini hanya punya roller coaster sampai mereka hanya akan berada di sana.

“Apa kau tidak ingin ke -”

“Wahhh ayo kita ke sana”

Belum sempat Kyuhyun menyelesaikan kalimatnya eunbi sudah menarik kyuhyun.

Astaga! Sepertinya eunbi jauh lebih kekanakan dari pada muridnya yang sesungguhnya. Ya ampun, gadis itu seperti sedang menemukan beberapa kilo gram emas di tempat ini.

Rumah hantu. Kyuhyun membaca tulisan di depannya.

“Kau yakin ingin masuk ke dalam?” Kyuhyun memastikan.

“Kenapa. Kau tidak takut kan?” Eunbi menggoda Kyuhyun.

“Tidak. Aku hanya tidak ingin nantinya kau menangis ketakutan di dalam”

“Omong kosong”

 

Suasana yang gelap membuat eunbi sedikit merinding. Dia tidak terlalu suka dengan kegelapan seperti ini. Seharusnya dia berfikir dulu sebelum masuk kesini, bagaimana bisa eunbi lupa kalau rumah hantu pasti gelap seperti ini.

Kyuhyun melirik eunbi melalui ekor matanya, gadis itu tampak tidak nyaman.

“Kenapa? kau takut?”

“Tidak” bohong eunbi

“Baiklah. Jalan”

“Duluan saja”

Kyuhyun melirik eunbi sebentar sebelum dia melangkah ke depan. Kyuhyun tahu kalau eunbi sedang takut sekarang. Tapi dia akan tetap pura-pura tidak tahu sebelum gadis itu mengatakannya sendiri. Sedikit bermain-main tidak apa-apa bukan?

Eunbi menatap ragu Kyuhyun yang sudah tiga langkah di depannya. Tangannya saling meremas satu sama lain. Andai saja dia mendengarkan Cho Kyuhyun tadi.

Ah! Aku bisa gila!

Eunbi berjalan mendekat pada Kyuhyun, tiba-tiba dia menarik tangan Kyuhyun membuat pria itu berbalik dengan kerutan di dahinya.

“Ada apa?”

“Kita-kita. Sebaiknya kita kembali saja” kata eunbi kemudian, membuat Kyuhyun tertawa begitu keras.

“Kenapa? Kau takut?” Kyuhyun menggoda

“Yasudah biar aku kembali sendiri saja” eunbi kesal. Untuk apa Kyuhyun bertanya seperti itu jika dia sudah tahu eunbi ketakutan sekarang.

Baru saja eunbi berbalik  hendak pergi,kali ini kyuhyun menahannya membuat eunbi tidak jadi pergi.

“Mana boleh begitu. Kita sudah di dalam, tidak boleh kembali”

Apa eunbi konyol, batin Kyuhyun. Mereka sudah di dalam sekarang jadi mana bisa mereka kembali.

Eunbi hanya diam dengan mata yang terus mengedar, sepertinya gadis itu sedang memikirkan kata-kata kyuhyun antara membenarkan itu dan juga memikirkan bagaimana caranya menghadapi rumah hantu ini, baru saja mereka masuk eunbi sudah merinding bagaimana dia bisa melangkah lebih  dalam lagi ke sana?

“Begini saja, kau bisa menutup matamu jika kau takut” Kyuhyun mencoba memberikan sebuah saran.

“Pegang tanganku”

Eunbi menatap ragu Kyuhyun.

“Kau tidak akan terjatuh saat kau menutup matamu nanti”

Kyuhyun menjelaskan, dia tidak ingin dikira mengambil kesempatan dalam kesempitan. Dan dia juga tidak ingin diteriaki eunbi sebagai pria brengsek lagi.

 

Akhirnya eunbi memegang juga tangan Kyuhyun, tidak. Bukan memegang tapi memeluk lengan Kyuhyun, sepertinya eunbi benar-benar takut.

Benar saja, eunbi hanya menutup matanya sambil mendengarkan instruksi dari Kyuhyun.

“Awas. Ada dua anak tangga di depan”

Kyuhyun memberitahu, diam-diam Kyuhyun tersenyum sambil terus memperhatikan eunbi dan jalan di depan bergantian.

“Ah!” Eunbi berteriak kaget, saat tiba-tiba ada suara yang sangat besar. Eunbi semakin mengeratkan pelukan tangannya pada Kyuhyun. Dia tidak peduli kalau tanpa sengaja dia mencekeram begitu kuat.

 

Eunbi perlahan membuka matanya saat Kyuhyun mengatakan kalau mereka sudah berada di luar.

“Syukurlah” eunbi mengelus dadanya lega.

“Oh maaf” lanjutnya

Buru-buru eunbi melepaskan tangannya dan menatap kyuhyun canggung. Ini pasti memalukan, batinnya. Dia yang mengajak Kyuhyun masuk ke dalam tapi dia seperti anak kecil di dalam.

“Tidak apa-apa. Kau sangat kuat memelukku tadi” lagi-lagi Kyuhyun menggoda dan mendapatkan tatapan membunuh dari eunbi.

“Kau puas menggodaku tuan Cho?”

Tanpa menunggu jawaban Kyuhyun, eunbi menghentakkan kakinya dan segera melangkah pergi.

***

Kyuhyun menghampiri eunbi yang duduk dengan wajah di tekuk.

Apa dia marah? Sepertinya aku sedikit keterlaluan tadi.

Suara decitan bangku taman menandakan dia sedang menerima sebuah beban. Eunbi tidak menoleh, dia tetap acuh.

“Kau benar-benar marah?” Kyuhyun bertanya meminta perhatian.

“Tidak.aku hanya kesal saja”

“Memangnya apa bedanya?”

“Beda”

Kyuhyun menghembuskan nafasnya, sepertinya dia harus mencari cara untuk membujuk eunbi.

“Tunggu disini. Aku akan pergi sebentar”

 

Eunbi mengedarkan pandangannya mencoba mencari keberadaan kyuhyun, tapi nihil.

“ah sudahlah” akhirnya eunbi memilih pergi,  dia sudah tidak tahan.  Dia ingin ke toilet.

 

Kyuhyun kebingungan mencari eunbi. Tangannya sibuk memegangi dua buah ice cream.

“kemana dia pergi? Bukankah aku sudah bilang untuk tetap disini? ”

Buru-buru kyuhyun memindahkan ice cream di tangan kanannya ke tangan sebelah kiri dan mengambil ponsel di saku celananya.

 

Eunbi sudah selesai  dengan urusannya,  dia berniat segera menghampiri  kyuhyun tapi dia mengurungkan niatnya. Eunbi berdiri mematung menatap punggung kyuhyun yang tengah sibuk menelepon.  Getaran ponselnya menyadarkan eunbi kalau pria itu tengah meneleponnya tapi eunbi mengabaikannya.  Entah kenapa saat ini dia hanya ingin menikmati pemandangan kyuhyun. Beberapa memori tentang pria itu tiba-tiba melintas di kepalanya.

Dengan perlaham eunbi mendekati kyuhyun.

Pria itu berjingkat kaget saat tiba-tiba ada yang memegang kemeja nya dari belakang.

“maafkan aku untuk semua kebohongan yang telah kulakukan, terima kasih karena kau selalu berada di sampingku tanpa aku sadari. Aku tahu pengakuan ini sudah pernah aku lakukan,  tapi sekali lagi aku ingin mengatakan padamu kalau aku benar-benar mencintaimu dan akan selalu seperti itu.  Aku berharap suatu saat kita bisa bertemu lagi,  dan saat hari itu tiba aku tidak akan lagi bersembunyi pada identitas orang lain. Aku ingin kau tetap mencintaiku sampai saat itu tiba. ”

“jangan berbalik” kata eunbi memerintah saat tahu kyuhyun akan berbalik.

Kyuhyun diam, dia tahu kalau orang yang berada di belakangnya itu adalah Eunbi,  gadis yang dari tadi dia khawatirkan . Perasaannya menjadi aneh mendengar setiap pengakuan yang eunbi lakukan.  Maaf, terima kasih dan aku mencintaimu.  Tiga kata itu mampu membuat hati kyuhyun bergetar.

“aku akan sangat malu jika kau berbalik” eunbi menjelaskan.  Sejujurnya eunbi tidak tahu kenapa dia tiba-tiba mengatakan hal ini bahkan dia sampai menangis.  Ya ampun! Apakah perpisahannya dengan kyuhyun akan menyedihkan seperti ini.

Kyuhyun berbalik juga, mengabaikan perintah eunbi.  Gadis itu tidak memberontak dia hanya menunduk seperti menahan laju air matanya agar tidak menetes, meredam suara tangisnya sebisa mungkin.

Dengan sebelah tangan memegangi ice cream dan sebelah tangan memegang ponsel, kyuhyun mencoba merengkuh eunbi dalam pelukannya.

Eunbi menyerah, dia menagis dalam pelukan kyuhyun.

“aku akan menunggu saat kita bertemu lagi, dan buat aku jatuh cinta lagi pada saat itu. ”

Eunbi membalas pelukan kyuhyun mencekeram kemeja pria itu sampai membuatnya sedikit kusut dan basah oleh air matanya.

Mungkin mereka memang bodoh,  atau mungkin kyuhyun yang bodoh karena membiarkan perasaan mereka yang jelas-jelas terbalaskan satu sama lain.  Membiarkan eunbi pergi sebentar lagi. Kyuhyun bahkan tidak tahu apa yang dia lakukan sekarang, tidak mencegah cintanya pergi.  Tapi ini keputusan mereka berdua kalau suatu saat mereka akan bertemu lagi tanpa ada kebohongam yang menjadi pembatas diantara rasa cinta itu.

TBC

AUTHOR’S NOTE: 18 again uda mendekati end ya, ditunggu part selanjutnya  🙂

sebelumnya author mau ngasih tau kalau untuk part selanjutnya kemungkinan bakal di password.

oke, bagi yang uda baca jangan lupa RCL 🙂 🙂

18 AGAIN [PART 9]

18 AGAIN PART 9

HAPPY READING 🙂

JANGAN LUPA TINGGALKAN KOMENTAR KALIAN DI PART INI 🙂

 

 

Eunbi merapatkan selimutnya,  menariknya sampai menutupi kepala.  Cahaya matahari yang berhasil masuk lewat celah jendela mengganggu tidur nyenyaknya.  Eunbi tidak ingin bangun, gadis itu terlalu menikmati ranjang yang terasa sangat nyaman, sama persis dengan ranjang di rumahnya. Ranjang dirumahnya? Eunbi membuka matanya tiba-tiba,  membuat rasa pening di kepalanya semakin berdenyut.  Samar-samar dia mendengar perbincangan dua orang pria.  Pria? Sejurus kemudian eunbi membuka selimut yang menutupi hampir seluruh tubuhnya. Dia langsung duduk tegap, dengan mata yang terus meneliti setiap inchi ruangan ini. Ini bukan kamarnya, dan ini juga bukan kamar asramanya. Lalu ini dimana?

Suara pintu tertutup yang disusul suara derap langkah yang mendekat membuat eunbi mengantisipasi sesuatu.

Kyuhyun berjingkat kaget saat matanya menangkap eunbi sudah duduk di atas tempat tidur dengan rambut berantakan khas orang baru tidur,  dan tatapan kebingungan. Kyuhyun mendekat dan meletakkan nampan yang berisi sarapan di atas nakas sebelah tempat tidur.  Eunbi hanya melihat apapun yang dilakukan kyuhyun tanpa berniat menanyakan apa yang sedang terjadi. Kesadaran dan kecerdasan otaknya belum sepenuhnya kembali.

Tapi dia dimana sekarang? Dengan  kyuhyun disebuah kamar hanya berdua?

Mata eunbi membulat dan menatap kyuhyun menghakimi. Pria itu berdiri di samping eunbi dengan kedua tangan yang dimasukkan ke dalam kantong celananya.  Sialan! Kenapa dia terlihat tampan pagi-pagi begini? Ya ampun! Eunbi bahkan sempat lupa bagaimana caranya bernafas sampai suara kyuhyun menyadarkannya.

“kau sudah bangun? “kyuhyun bertanya begitu lembut nyaris menghilangkan rasa kesal eunbi.

” aku dimana? Dan apa yang kau lakukan padaku? “eunbi bertanya seperti menjadikan  kyuhyun biang dari permasalahan ini.

Eunbi sibuk mengamati penampilannya,  melihat tubuhnya yang setengah tertutupi selimut. Dia akhirnya bernafas lega karena setidaknya dia masih memakai pakain saat ini. Tapi seragam sekolah? Kenapa seragam sekolah? Eunbi bingung sendiri. Perlahan dia mencoba mengingat apa yang terjadi kemarin. Lama dia sibuk dengan pikirannya dan kyuhyun sabar menanti gadis itu mengingat sedikit saja kejadian tadi malam. Tapi eunbi masih saja bungkam. Sepertinya, dia tidak mengingat apapun.  Batin kyuhyun.

“kau mabuk tadi malam. Apa kau tidak ingat? ” kyuhyun mencoba membantu eunbi mengingatnya. Ya,  dia tidak ingin disebut penjahat karena membawa eunbi ke hotel dan berakhir mendekam di penjara. Bukannya mengingatnya eunbi malah menatap kyuhyun menuntut penjelasan.

Mabuk? Aku mabuk?

Ah! Eunbi bisa gila memikirkannya.  Inilah hal yang selalu eunbi sesalkan kalau terlalu banyak minum,  dia bahkan tidak ingat apa yang terjadi.

Kyuhyun memutar bola matanya malas. Mulutnya akan berbusa jika menceritakan apa saja yang terjadi tadi malam. Menceritakan apa saja yang dikatakan gadis itu,  memakinya sebagai pria brengsek, dan kemudian menciumnya.

Tiba-tiba kyuhyun berdehem karena mengingat hal itu,  dia jadi gugup.

“makanlah sarapanmu dan itu obat untuk menghilangkan efek mabukmu”

Setelah itu kyuhyun menjauh dari eunbi,  duduk di sofa dan menarik koran dari atas meja. Dan eunbi,  gadis itu bahkan tidak mengingat apapun. Dia tidak tahu harus berterima kasih kepada kyuhyun karena membantunya atau memaki kyuhyun karena dia membuka matanya di tempat asing seperti ini. Yang dia ingat dia hanya sangat kesal dan langsung pergi dari sekolah dan berakhir di kedai itu pada malam hari. Ya,  mungkin kyuhyun benar kalau dia mabuk. Pikir eunbi.

Akhirnya eunbi memilih untuk memakan sarapan dan obatnya. Tapi matanya tetap mengamati kyuhyun yang tampak sangat mempesona dengan dandanan santai seperti ini, gerakannya membalik lembaran koran dengan kaki yang dia silangkan sungguh membuat eunbi hampir lupa untuk mengunyah makanannya.

Merasa diawasi,  kyuhyun menurunkan korannya.  Dan benar saja, matanya bertemu dengan mata eunbi yang langsung kelabakan, eunbi benar-benar sedang mengawasinya.

“habiskan makananmu! ” perintah kyuhyun yang hanya mendapat anggukan dari eunbi. Eunbi tidak berani mengangkat kepalanya karena malu. Ah! Kyuhyun baru saja memergokinya. Itu memalukan!

**

Setelah selesai dengan sarapannya kyuhyun langsung mengajak eunbi pulang.

Mata eunbi berkeliling mencoba memahami dimana dia berada. Hotel? Eunbi memekik dalam hati. Kyuhyun membawanya ke hotel? Dia berada satu kamar dengan kyuhyun semalam? Kamar hotel dalam keadaan mabuk? Astaga! Eunbi membekap mulutnya sendiri karena kesimpulan yang diciptakan oleh pemikirannya.

“ayo.  Aku akan mengantarmu”

Eunbi tersadar dari lamunanya dan segera menyusul langkah kyuhyun yang sudah menjauh darinya.

**

Eunbi berkali-kali melirik kyuhyun yang sedang sibuk menyetir.  Dia bingung harus bertanya atau tidak. Ah! Dia bingung harus bagaimana karena tidak mengingat apapun.  Baiklah setelah ini eunbi berjanji tidak akan minum-minum lagi.

“ada apa? ”

Sadar dengan sikap eunbi yang seperti ingin menanyakan sesuatu,  kyuhyun mulai membuka perbincangan.

Eunbi menoleh kepada kyuhyun begitu cepat. Apa kyuhyun bisa membaca pikirannya? Kenapa dia bisa tahu kalau eunbi ingin bertanya?

” itu-itu. Kenapa soesangnim membawaku ke hotel? Tidak, maksudku kita tidak.  Aku-”

Eunbi bingung sendiri dengan pertanyaannya.  Ya ampun,  banyak sekali yang ingin eunbi tanyakan. Tapi dia seolah bingung harus memulai dari mana.

“jadi kau ingin aku membawamu ke asrama dan dihukum? Atau kau ingin aku membawamu ke rumahku? Dengan ayah dan ibuku di rumah? ”

” tidak”

Sahut eunbi cepat.  Tentu saja kyuhyun tidak mungkin membawanya ke asrama. Eunbi mungkin tidak hanya akan mendapat skors tapi langsung dikeluarkan dari sekolah. Dan pulang ke rumah kyuhyun?  Apa dia ingin digantung ayahnya karena pulang ke rumah pria dalam keadaan mabuk? Ah!  Kalau mengingat mereka berdua bermalam di hotel,  ayahnya juga pasti akan menggantungnya jika tahu.

“dan kau jangan khawatir. Aku hanya membaringkanmu di tempat tidur tanpa melakukan apapun.  Jika itu yang ingin kau tanyakan”

Eunbi terdiam.  Dia jadi malu sempat berfikir kalau kyuhyun mungkin melakukan hal yang tidak benar di tengah keadaannya yang seperti itu. Atau hanya eunbi saja yang berfikir terlalu jauh. Mana mungkin kyuhyun melakukan hal itu,  jika dia kemarin terang-terangan sudah menolak eunbi. Mengingat itu, lagi-lagi membuat hatinya sakit dan sedih. Kalau seperti ini dia ingin kembali mabuk dan melupakannya.

***

Eunbi memasukkan seragamnya ke dalam keranjang baju kotor setelah mengganti dengan seragam yang lain.

“ah.  Memangnya berapa banyak yang aku minum” eunbi mengeluh dengan bau seragamnya yang penuh dengan bau alkohol. Dia sudah tampak seperti pecandu saja kalau seperti ini.  Dan apakah kyuhyun mencium bau alkohol itu? Tentu saja.  Dia pasti menciumnya.  Pikir eunbi.  Sial! Image nya pasti sangat buruk di depan pria itu. Habis sudah harga dirinya. Dan eunbi seperti sudah tidak punya muka untuk menghadapi kyuhyun di sekolah.

Eunbi berjalan malas menuju ruang kelas. Tapi dia seperti sedang berada di tengah red carpet dengan dirinya sebagai pusat perhatian. Dia menangkap anak-anak yang jelas memandangnya dengan pandangan meremehkan seperti tidak suka.

Apakah aku masih bau alkohol?  Aku bahkan sudah mandi.

Eunbi membaui tubuhnya sendiri,  takut jika dia tidak membasuh tubuhnya dengan benar. Tapi dia tidak mencium apapun selain bau bunga mawar yang menyeruak dari tubuhnya. Lalu apa yang salah?

Eunbi berjalan tidak nyaman saat tatapan-tatapan itu tidak lepas darinya. Dia seperti sedang dihakimi.  Entah karena apa.

Tiba-tiba ada yang menyentuh lengannya saat eunbi masih memikirkan setiap kemungkinan yang bisa terjadi.

Na mi tiba-tiba menghampiri eunbi dan merangkul tangannya.  Ekspresi gadis itu seperti sedang khawatir dan panik.

“ada apa? ” tanya eunbi tidak mengerti.

” ikutlah denganku”

Eunbi hanya menurut, mengikuti na mi yang membawanya ke taman belakang sekolah. Ada begitu banyak hal yang sepertinya sedang eunbi lewatkan. Dia bahkan belum bisa mengingat apa yang terjadi kemarin dan sekarang seolah ada sesuatu yang besar telah terjadi. Tiba-tiba eunbi menjadi gugup dengan sesuatu yang belum dia ketahui.

“kau kemana saja tadi malam?.  Aku khawatir kepadamu ” tanya na mi setelah mereka sudah duduk di bangku taman.

” aku-aku hanya” eunbi bingung menjelaskan apa yang terjadi pada gadis ini.  Penjelasan seperti apa yang harus eunbi katakan. ‘aku sangat frustasi dan pergi minum’ itu bukanlah penjelasan yang tepat untuk anak sma bukan?

“sudahlah.  Jelaskan itu nanti.  Tapi ini.  Kau harus tahu”

Na mi menyerahkan ponselnya kepada eunbi, membuat eunbi untuk kesekian kalinya ingin berteriak ‘apa yang sedang terjadi’.

Tapi belum sempat dia bertanya,  matanya langsung membulat saat melihat apa yang ditunjukkan na mi padanya.  Eunbi berulang kali mengedipkan matanya berusaha meyakinkan kalau itu adalah sebuah ilusi. Tapi ini semua nyata. Tangannya tanpa sadar mengeser layar ponsel itu,  melihat foto lain yang ada disana.  Fotonya dengan kyuhyun. Ya ampun! Eunbi bahkan tidak tahu kapan itu terjadi.  Dan foto itu-foto saat dia dan kyuhyun berciuman.

“semua orang sudah tahu tentang itu.  Semuanya menyebar dengan cepat tadi pagi dan aku tidak yakin kalau para guru tidak mengetahuinya.  Bahkan ada yang menempel foto itu di mading sekolah” jelas na mi.  Gadis itu bahkan hampir menjatuhkan ponselnya tadi saat foto itu dikirim di group kelasnya.

Eunbi lemas. Dia tidak bisa memikirkan apapun. Kenapa seolah tidak ada yang mulus dalam kehidupannya sekarang.  Apa ini kesalahan karena kembali pada masa sma? Apa dia tidak bisa mewujudkan satu hal yang membahagiakan dengan mudah di sini? Semuanya terasa sulit.

Eunbi diam dan membuat na mi juga terdiam. Gadis itu bingung harus bagaimana. Menghibur eunbi? Mengatakan pada gadis itu kalau ini bukan masalah? Atau memakinya karena berkencan dengan gurunya?

“aku tahu kau punya alasan untuk ini” akhirnya na mi memilih tidak mencampuri urusan eunbi. Dia tidak akan menuntut penjelasan tentang apa yang sebenarnya terjadi.

***

Kyuhyun merobek semua foto itu kasar dihadapan semua murid yang terlihat ngeri dengan sikap kasar kyuhyun.  Pria itu merobek semua foto yang tertempel hampir di semua sudut sekolah dan membuangnya kasar masuk ke dalam tempat sampah. Semua murid memperhatikan dalam diam,  tidak ada yang berani berucap atau mendekat. Tapi mereka terus mengawasi kyuhyun dan membicarakannya setelah pria itu pergi.

Sialan! Siapa yang melakukan ini? Kalau aku tahu aku tidak akan melepaskannya!

Kyuhyun terus memaki dan merobek foto yang tertempel di mading.

Dia berbalik hendak pergi tapi kemudian dia tertahan. Tertahan oleh tatapan eunbi yang berdiri 5 meter di depannya. Kyuhyun tidak tahu tatapan seperti apa itu,  dia tidak bisa mendeskripsikannya. Tapi tatapan itu tidak seceriah biasanya.

Kyuhyun memutus kontak mata mereka.

“cepat masuk ke kelas kalian! ” perintah kyuhyun pada semua murid yang sedari tadi memerhatikannya,  bahkan semua orang melihat bagaiman kyuhyun dan eunbi saling menatap tadi.  Semua orang mencibir tapi pergi juga masuk ke dalam kelas.

**

Saat semua orang mulai membubarkan diri, eunbi tetap di tempatnya memperhatikan kyuhyun. Dan setelah mengumpulkan keberaniannya gadis itu menghampiri kyuhyun. Mengajaknya untuk bicara,  tapi tentu bukan disini. Bukan di lorong seperti ini, tempat yang bisa dilihat oleh siapapun.

Kyuhyun tidak tahu apa yang ingin eunbi katakan, tapi dia menurut.  Ya, memang mereka harus bicara. Pikirnya. Dan disinilah mereka, atap sekolah. Eunbi tidak yakin tempat ini aman,  tapi eunbi tidak akan membawa kyuhyun ke gudang tempat yang membuatnya sakit hati. Tidak.  Eunbi tidak mau mengingat kejadian itu. Tadi pagi,  dia sudah bertekad melupakan masalahnya dengan kyuhyun, mencoba melupakan kenangan yang pernah dia lalui bersama pria itu.  Tapi kenapa seolah Tuhan mengejeknya dengan membawa masalah seperti ini.  Membuatnya terlibat kembali dengan kyuhyun.

“soesangnim mianhae” eunbi tiba-tiba membungkuk meminta maaf. Entah minta maaf untuk apa, eunbi juga tidak yakin. Tapi dia tahu kalau semua itu gara-garanya.  Kalau saja dia tidak mabuk maka hal itu tidak terjadi, dan eunbi kembali kesal karena tidak mengingat tentang kejadian itu. Siapa yang mencium terlebih dahulu.  Kyuhyun atau eunbi? Tapi satu yang eunbi yakini bahwa kalau dia tidak keluar untuk minum maka hal ini tidak pernah terjadi.

“kau minta maaf untuk apa? Aku tahu bukan kau yang menyebarkannya. Kita sama-sama korban, jadi kau tidak perlu minta maaf”

Kyuhyun menjelaskan. Dia sedikit tidak mengerti dengan jalan pikiran eunbi.  Gadis itu meminta maaf untuk kesalahan yang tidak dia lakukan.  Kecuali eunbi sudah mengingat kalau eunbi lah yang menciumnya terlebih dulu.

“aku pasti sudah membuat soesangnim kesulitan karena foto itu”

Kyuhyun melipat tangannya di depan dada, dan melihat eunbi begitu tenang.  Seolah kyuhyun ingin menunjukkan bahwa itu bukan masalah untuknya. Rasa marah yang tadi sempat merasukinya tiba-tiba lenyap saat berhadapan dengan gadis ini. Tiba-tiba kyuhyun ingin memberikan eunbi sebuah ketenangan. Ingin rasanya dia berkata ‘kau tidak perlu khawatir. Biarkan mereka tahu tentang kita’. Ya, andai kyuhyun bisa mengatakan itu. Tapi kyuhyun bahkan tidak memberi eunbi sebuah hubungan yang jelas diantara mereka.

“jadi kau sudah ingat kalau kau menciumku terlebih dulu? ” kyuhyun menggoda membuat atmosfir yang tadi sempat serius berubah sedikit santai. Tapi tidak untuk eunbi,  gadis itu seperti baru saja mendapat sengatan dari beberapa juta volt listrik. Bahkan mulutnya sedikit terbuka dengan mata yang melebar.

Aku menciumnya?

Aku menciumnya?

Eunbi mengulang kalimat itu diotaknya.  Ini gila.  Pikirnya. Apa dia semabuk itu sampai mencium kyuhyun terlebih dahulu.

“ya. Dan aku cukup menikmati itu”

Oh astaga. Mulut pria ini.  Sejak kapan kyuhyun seperti ini.  Eunbi bahkan tidak bisa menelan ludahnya karena terkejut. Dia sedang membicarakan hal seperti itu dengan eunbi yang bahkan tidak tahu apa yang dilakukannya tadi malam.

“jadi jangan kau pikirkan masalah ini. Aku tahu lambat laun mereka akan melupakannya seperti gosip ku tentang penyuka sesama jenis. Well, dengan ini gosip itu terpatahkan”

Kyuhyun mencoba menenangkan. Bahkan dirinya tidak yakin apa yang baru saja dia lakukan. Menenangkan eunbi? Ck. Kyuhyun bahkan masih ingat kalau dia meminta eunbi untuk hidup seperti seorang guru dan murid.  Lalu bagaimana dia bisa bersikap seperti ini? Kadang memberi angin surga kadang neraka.

Eunbi bahkan sempat berfikir kalau pria yang berdiri di depannya bukanlah cho kyuhyun yang biasanya. Lalu siapa? Cho kyuhyun yang lain? Mustahil.

Hari ini kyuhyun hanya mengikuti hatinya saja. Dia terlalu tidak tega melihat eunbi yang menekuk wajahnya sedih. Cukup tadi malam kyuhyun melihat eunbi sangat hancur. Meskipun kyuhyun tidak bisa menghilangkan fakta kalau dia penyebabnya.

***

“siapa namanya? ” tuan hwang bertanya sambil memperhatikan setiap jepretan foto di atas mejanya.

” cho kyuhyun” jawab orang yang sepertinya anak buah tuan hwang yang diperintahkan untuk mematai-matai anaknya.

“cho kyuhyun? ” kim ahjushi yang berdiri di samping anak buah tuan hwang itu tiba-tiba menyela pembicaraan kedua orang ini. Dia tiba-tiba penasaran dengan hasil jepretan orang itu. Dia sedikit memajukan tubuhnya untuk melihat lebih jelas. Tapi belum sempat dia memperjelas pandangannya tuan hwang tiba-tiba bertanya, membuat kim ahjushi kembali memposisikan tubuhnya dengan benar.

“kau mengenalnya? ”

” itu-itu aku pernah bertemu dengannya saat di rumah sakit. Dia wali kelas nona”

Tuan hwang tampak berfikir, pantas saja dia tidak asing dengan pria ini.  Pikirnya. Beberapa kali tuan hwang sempat melihat gambar cho kyuhyun di setiap jepretan anak buahnya saat mematai-matai eunbi.

“jadi dia cukup dekat dengan putriku. Menemaninya saat eunbi mabuk ,  menciumnya,  membawanya ke hotel dan mengantarnya kembali ke sekolah” tuan hwang menggeram di setiap katanya.  Rasanya dia ingin mencekik orang itu saat ini juga. Jadi orang tua mana yang akan tetap berfikir poitif saat anak gadisnya dibawa pergi ke hotel dalam keadaan mabuk?  Bahkan tuan hwang tidak tahu kalau anaknya bisa meneguk minuman beralkohol itu sampai mabuk tidak karuan.

Kim ahjushi menengang. Ya ampun.  Dia takut sekali kalau tuan hwang akan memukulnya karena menjerumuskan eunbi seperti itu. Telinganya tidak salah dengar bukan kalau nona mudanya baru saja mabuk, berciuman dan pergi ke hotel bersama cho kyuhyun. Aish. Kim ahjushi pasti akan langsung memaki eunbi karena bertindak ceroboh.

Kalau saja tuan hwang tidak mendengarkan kim ahjushi maka dia akan langsug menyeret eunbi pulang. Tapi setelah dia merenungkannya apa yang dikatakan kim ahjushi benar juga. Kalau dia sesekali harus membiarkan eunbi menikmati hidupnya. Biarlah eunbi menikmati waktu yang kurang satu bulan ini tapi setelah itu hwang tae joo akan mengembalikan eunbi sebagai hwang eunbi anak hwang tae joo.

“cari tahu tentangnya” perintah tuan hwang pada anak buahnya yang sekarang mengangguk mengerti.

***

Ini hari kedua gosip itu beredar, dan belum juga mereda. Eunbi sudah siap dengan segala konsekuensinya.  Jika dia harus dikeluarkan, maka tak apa.  Mungkin inilah akhir dari 18 again nya. Semua orang membicarakannya secara terang-terangan,  menyindirnya didepan wajahnya. Gurunya bahkan teman-temannya. Belum ada panggilan dari kepala sekolah tentang kasus ini,  dan eunbi yakin itu karena kyuhyun.

Hanya yoojin dan na mi yang masih menemaninya,  duduk di samping gadis itu saat makan siang.  Min ho? Ck! . Laki-laki itu sekarang menjauh darinya. Dia lebih sibuk dengan Hayoung sekarang.  Baiklah,  sepertinya eunbi memang tidak perlu kecewa dengan yang satu itu.  Lagi pula dia hanya menganggap min ho teman satu kelasnya tidak lebih. Jadi eunbi tidak punya alasan untuk kesal pada laki-laki itu.

Eunbi mencoba mengalihkan pikirannya dengan mendengarkan setiap kata yang dijelaskan oleh guru di depan. Tapi dia gagal.

“eunbi ah.” yoojin menyenggol eunbi.  Ah. Rupanya sedari tadi eunbi sedang melamun.

“kenapa? ”

Yoojin melipat kedua tangannya dan menatap eunbi prihatin. Gadis ini bahkan tidak sadar kalau kelas sudah bubar beberapa menit yang lalu.

” kau ingin tetap disini atau makan siang? ”

” eh?” eunbi lalu mengedarkan matanya.  Benar, hampir semua murid sudah pergi dan eunbi bahkan tidak sadar kapan guru tadi memberi salam dan pergi.

“kau benar-benar melamun rupanya. Dan aku yakin kalau kau tidak mendengarkan pria brengsek tadi”

Pria brengsek?

” apa kau bilang? ”

” kau melamun”

Eunbi menggeleng.

“bukan- bukan. Kau bilang pria apa tadi? ”

” oh itu.  Pria brengsek” yoojin mengulang kalimatnya begitu fasih.

“kau tidak tahu apa yang dilalukan pria itu.  Dia memberi kita banyak tugas yang bah-”

Brak

Eunbi tiba-tiba berdiri dan berlari pergi, begitu tiba-tiba sampai membuat kursi yang di dudukinya nyaris terjengkal ke belakang.

“eunbi ah. Kau mau kemana? Eunbi ah? ” yoojin berteriak tapi yang dipanggil bahkan tidak menoleh sedikit pun.

” ada apa dengannya? ” yoojin dibuat bingung sendiri.

” dia bertingkah seperti sedang terjadi sesuatu yang besar seperti gempa bumi”

“atau jangan-jangan memang ada sesuatu yang besar? ”

**

Eunbi berjalan tidak sabar, dia ingin cepat bertemu dengan kyuhyun. Eunbi tampak marah. Sebenarnya dia baru saja mengingat apa yang terjadi saat dia mabuk.  Terima kasih pada yoojin yang membantunya mengingat.  Saat yoojin mengatakan ‘pria brengsek’ perlahan memori eunbi terbuka.  Baiklah dia bersalah karena memaki kyuhyun sebagai pria brengsek waktu itu.  Tapi bukan ini yang ingin eunbi bahas sekarang.

Langkah kakinya yang memburu terhenti saat matanya menangkap kyuhyun yang sedang berjalan ke arahnya.  Sepertinya pria itu baru saja selesai mengajar. Eunbi kembali merajut langkahnya.  Dan berhenti di hadapan kyuhyun.

Kyuhyun mengerutkan keningnya bingung, jalannya dihalangi oleh gadis yang berdiri satu meter di depannya.

“kau sudah tahu kan? “eunbi langsung menodong kyuhyun dengan pertanyaannya.  Bahkan eunbi tidak peduli jika ada anak yang mendengarnya mengingat mereka sedang berdiri di lorong sekolah.

” apa? ”

” tentang aku. Kau sudah tahukan? Kenapa? Kenapa kau diam saja? Aku-”

Sadar dengan apa yang eunbi maksud,  kyuhyun langsung menarik eunbi menjauh dari sedikit keramaian tanpa sempat eunbi menyelesaikan kalimatnya. Apa gadis ini bodoh? Ingin membongkar identitasnya disini?  Maki kyuhyun dalam hati.

Disinilah kyuhyun membawa eunbi,  gudang sekolah tempat biasa kyuhyun memainkan piano.

“lepaskan! ” eunbi menghempaskan begitu saja tangan kyuhyun yang memegang pergelangannya.

Kyuhyun hanya menghela nafasnya tidak berniat berbicara.

” kenapa kau diam saja? Kau sudah tahu kan? Kau hanya pura-pura tidak tahu selama ini?”

“iya aku sudah tahu. “jawab kyuhyun jelas. Dan jawaban itu membuat eunbi terdiam, dia ingat saat eunbi mabuk pria itu bilang kalau dia tidak terkejut dengan fakta kalau eunbi adalah anak hwang tae joo.  Tapi dalam hatinya dia tetap berharap kalau itu hanya sebuah halusinasinya saat mabuk.

“kenapa? Kenapa kau diam saja? ” tanya eunbi dengan suara yang tidak sekeras tadi.

” apa yang kau harapkan? Meneriakimu pembohong atau menyeretmu kembali pada ayahmu? ”

Ini bukan jawaban.  Kenapa kyuhuun sering menjawab pertanyaan eunbi dengan pilihan-pilihan seperti itu.  Membuat frustasi!.

” sejak kapan. Sejak kapan kau tahu? ”

Eunbi bahkan tidak menggunakan kata panggilan seperti soesangnim lagi kepada cho kyuhyun.

” saat kau masuk rumah sakit. Dan aku tanpa sengaja mendengar pembicaraanmu dengan orang yang kau akui sebagai ayah. Saat kalian berbicara dengan sebutan nona dan ahjushi. Dan saat kalian akhirnya mengatakan nama hwang tae joo. ”

” aku mencari tahu dan aku mendapati fakta kalau kau ternyata anak dari hwang tae joo,  pemilik perusahaan besar”

Eunbi lagi-lagi terdiam dengan jawaban kyuhyun. Dia sudah tahu sejak saat itu? tapi kenapa dia diam saja?

Saat mereka berdua sibuk dengan pikiran mereka masing-masing seorang gadis membekap mulutnya dengan kedua telapak tangannya.  Jantungnya masih terlalu terkejut dengan satu fakta baru yang dia dapatkan. Eunbi anak hwang tae joo? .  Baiklah mungkin ada beberapa nama dengan  nama itu, tapi dia yakin hanya satu hwang tae joo yang punya perusahaan besar. Dan dia harus mencari tahu untuk itu.

Eunbi tidak bisa berkata-kata.  Dia bahkan bingung dengan perasaannya .  Dia harus berterima kasih karena kyuhyun tidak membongkarnya atau memarahi kyuhyun karena dia pura-pura tidak tahu?. Tapi apa hak eunbi marah pada kyuhyun yang pura-pura tidak tahu ? Bukankah gadis itu sendiri yang menutupi identitasnya? Jadi bukankah hal bagus jika orang yang sudah tahu kebenaran itu tetap bungkam?

“kau kecewa padaku atau kau marah padaku? ”

” aku bahkan tidak yakin kenapa aku menutupi fakta ini. Aku hanya ingin mendengar alasanmu sebelum aku memutuskan apakah aku harus marah padamu, atau tidak. Tapi yang pasti aku tidak suka kebohongan”

” kau hanya ingin tahu alasanku? Itu kenapa kau tidak mengatakannya? ”

Eunbi menatap kyuhyun sendu. Dia harus menjelaskan ini dari mana?

” baiklah akan aku jelaskan. Mungkin aku gila.  Tapi inilah salah satu impianku merasakan masa SMA seindah mungkin, aku tidak punya kesempatan pada SMA dulu. Kau tahu hidup sebagai hwang eunbi anak hwang tae joo tidak membuatku memiliki banyak pilihan dalam hidup”

“aku hanya ingin merasakan sedikit kebebasan dan menjalankan kehidupan sesuai keinginanku.  Bukan ayah atau ibuku. ”

Akhirnya eunbi mengatakannya juga.  Impian terbesar dalam hidupnya. Dan eunbi tidak yakin kalau kyuhyun akan mengerti tentang ini.

Hanya sesederhana itu,  sangat sederhana alasan yang eunbi punya untuk memulai kehidupan SMA nya lagi.

” aku tidak tahu apakah keputusanku untuk pura-pura tidak tahu adalah benar atau salah sebelumnya. Tapi sekarang aku tahu, itu keputusan yang benar karena kau bisa terus menikmati impianmu”

“kau pasti membenciku karena aku membohongimu? ” eunbi menebak.

” aku sudah bilang sebelumnya kalau aku tidak suka kebohongan. “kyuhyun menegaskan kembali kata-katanya.

” lalu kenapa kau diam? ”

Ya, kenapa kyuhyun diam? Kenapa pria itu tidak bisa bersikap seperti biasanya saat tahu dirinya ditipu seperti ini?

” aku hanya takut kehilanganmu” kata kyuhyun tanpa sadar. Biarlah eunbi tahu isi hatinya hari ini. Kyuhyun sudah tidak yakin bisa menanggungnya sendiri.

“apa? ”

” aku mencintaimu.  Mencintaimu hwang eunbi,  aku tidak tahu sejak kapan perasaan ini mulai muncul tapi aku tahu kalau aku sangat takut kehilanganmu”

Lagi-lagi eunbi terdiam,  dia tidak bisa berkata-kata lagi.  Apakah itu tadi adalah pengakuan cinta kyuhyun?

” lalu kenapa kau menginginkan hubungan kita hanya sebatas guru dan murid?” eunbi tersenyum miris. Dia tidak tahu dia harus senang dengan kenyataan ini atau marah pada kyuhyun karena tidak memberinya kepastian.

” hubungan yang diawali dengan kebohongan tidaklah bagus. Aku hanya ingin mencintai seseorang dengan segala kenyataan dalam dirinya. ” kyuhyun menjelaskan.  Ya, itu memang benar.  Kepercayaan dan saling terbuka adalah awal dari hubungan yang baik,  tapi saat kebohongan menjadi bumbu didalamnya apakah hubungan yang disebut cinta itu akan tetap baik? Sadar atau tidak kepercayaan kyuhyun pada eunbi sedikit melemah.

” lalu bagaimana kalau aku mengatakan aku juga mencintaimu”

“aku sudah tahu”

Eunbi tercengang.  Kapan dia mengataknnya? Apa saat dia mabuk? Tidak.  Dia sudah ingat semuanya dan eunbi tidak ingat jika dia mengatakan hal itu. Lalu eunbi tersenyum mengejek.

“kau bahkan sudah tahu aku juga mencintaimu. Jadi,  apakah ada hal lain yang kau ketahui tentangku? ”

” kau tidak perlu mengatakannya karena aku selalu melihatnya dari tatapan matamu,  dari sikapmu, dari balasan yang kau berikan saat aku menciummu.

Heol!

Eunbi bahkan tidak sepandai itu dalam menganalisa.

“dan kau tetap menolakku”

Akhirnya eunbi menyimpulkan.  Tentu saja.  Itu kesimpulannya.

“aku ingin jatuh cinta pada dirimu yang sebenarnya . ”

Kalimat itu cukup membuat eunbi terkejut. Dia tidak tahu kalau kyuhyun memiliki sikap lembut seperti ini.  Eunbi sudah mengerti kenapa pria ini hanya diam dan pura-pura tidak tahu. Yang dia inginkan hanya sebuah kebanaran,  kebenaran yang keluar dari mulut eunbi sendiri tanpa ada yang disembunyikan lagi. Hwang eunbi seorang murid SMA dengan hwang eunbi pewaris HG group adalah sama,  tapi kyuhyun benar. Hubungan ini akan lebih indah dan lebih baik jika tidak ada kebohongan yang terselip.

Sekarang eunbi sadar kalau dia telah mengecewakan pria itu. Tapi Eunbi lega karena kyuhyun tidak membencinya,  satu fakta yang eunbi tahu kalau pria itu juga mencintainya.  Dan eunbi berjanji akan membuat cho kyuhyun jatuh cinta lagi kepada hwang eunbi tanpa adanya kebohongan lagi.

Seperti ada batu yang terangkat dari dadanya, ini sangat jauh lebih baik.  Batin kyuhyun.  Dengan mengatakan semuanya pada eunbi,  tentang perasaannya yang terus menekan dadanya,  tentang kebimbangannya dan menghapus semua kebohongan yang sudah tercipta diantara mereka membuat dia jauh lebih bisa menghadapi eunbi nantinya.  Dia tidak perlu lagi berpura-pura tidak tahu apapun atau memendam perasaannya.

TBC

AUTHOR’S NOTES: part 9 nya sampai disini dulu ya 🙂 terima kasih untuk kalian yang sudah membaca cerita ini, jangan lupa untuk meninggalkan jejak kalian setelah membaca. TERIMA KASIH 🙂

18 AGAIN [PART 7]

18 AGAIN PART 7

HAPPY READING 🙂 JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK KALIAN

 

 

Kim Ahjushi berlari terburu-buru masuk ke dalam rumah sakit, bahkan pria paruh baya itu masih memakai celana trainningnya dan sandal rumah miliknya. Setelah mendapat telepon dari kyuhyun bahwa nona mudanya dirawat di rumah sakit tanpa pikir panjang dia langsung menghentikan taxi dan pergi ke rumah sakit. Dia tidak peduli bagaimana penampilannya saat ini.

Secepat kilat Kim Ahjushi membuka pintu menciptakan suara yang sedikit memekakan telinga.

“apa yang terjadi? Kau baik-baik saja?” kim ahjushi langsung berlari mendekati Eunbi, memutar tubuh gadis itu ke kanan dan kiri takut jika ada luka yang belum diobati.

Kyuhyun maupun Eunbi hanya diam. Mereka masih sedikit terkejut dengan kedatangan kim ahjushi yang seperti orang kesetanan.

 

“aku baik-baik saja” kata Eunbi kemudian membuat tangan kim ahjushi yang memegangi lengan Eunbi terdiam.

 

“kau baik-baik saja?” tanya kim ahjushi memastikan.

Eunbi mengangguk.

“jangan khawatir aku baik-baik saja”

Kim ahjushi menghela nafasnya. Untung saja tidak terjadi apa-apa dengan nona mudanya. Kalau sampai hal ini didengar oleh bos besarnya maka- kim Ahjushi bahkan tidak sanggup meneruskan kalimat itu. Tapi kenapa bisa Eunbi masuk rumah sakit?

“apa yang terjadi? Kau ditabrak?” sialan sekali mulut kim ahjushi. Apa semua orang yang masuk rumah sakit adalah korban kecelakaan?.

 

“dia hanya keracunan. Anda jangan khawatir” itu bukan suara Eunbi. Tapi kyuhyun. Pria yang sekarang mendapat seluruh tatapan dari kedua orang yang berada di ruangan ini. Tatapan mengintimidasi dari kim ahjushi jauh lebih mendominasi, tentunya.

“kau siapa?”

“ah- perkenalkan saya cho kyuhyun. Wali kelas Eunbi, saya yang menelepon anda tadi”

Kim soesangnim hanya ber-oh ria. Dia tidak menyangka kalau wali kelas nona mudanya ini masih muda.

“terima kasih cho soesangnim”

“tidak-

 

BRAKK

 

Lagi-lagi kyuhyun tidak bisa melanjutkan kalimatnya karena suara yang begitu keras muncul dari arah pintu. Dan kali ini lebih keras dari pada saat kim ahjushi datang dan membuka pintu seperti hampir akan mencopotnya.

 

Minho datang. Laki-laki itu membuka begitu saja pintu yang untuk kedua kalinya harus merasakan penderitaan. Mendekati Eunbi tanpa memperdulikan kalau ada orang lain yang ada di dalam ruangan ini. Bahkan kim Ahjushi langsung bergeser saat tiba-tiba dia mendekap Eunbi dan memutar tubuh Eunbi ke kanan dan ke kiri sama persis seperti yang dilakukan kim ahjushi tadi.

“kau tidak apa-apa? Apa masih terasa sakit?”

“aku-“

“sudah-sudah jangan mengatakan apapun. Kau harus banyak istirahat”

“huh?”

Apa IQ anak ini sangat jongkok sampai berbicara saja dia plin plan. Dia baru saja menanyakan Eunbi bagaimana keadaannya dan sekarang dia bahkan tidak ingin di jawab.

“istirahatlah!”

**

Melihat minho terus saja berbicara membuat kyuhyun berdecak.

“ck! Berlebiha sekali!” Desisnya

Dia tidak habis pikir kenapa anak muda itu begitu khawatir.  Dia bahkan hampir akan menghancurkan daun pintu dan membuatnya menanggung kerugian. Memangnya siapa yang harus bertanggung jawab jika minho hanya anak SMA dan dia bersama gurunya disini?.

Kyuhyun terus saja memaki minho dalam hati dan melupakan satu hal. Hey!  Apa kyuhyun tidak sadar kalau dia bahkan jauh lebih khawatir dan panik dari pada minho tadi?

Jika minho baru akan menghancurkan daun pintu lalu bagaimana dengan kyuhyun? Pria itu bahkan tidak berfikir panjang saat mendobrak kamar eunbi. Membuat pintu itu terlihat sangat menyedihkan. Mengingat tentang itu, kyuhyun jadi berfikir bagaimana nasib na mi?  Apakah gadis itu harus tidur dengan pintu terbuka?  Dia tidur di dalam kamar atau lapangan sekolah? Menyedihkan. Tapi lupakan! Kembali pada minho. Ya ampun! Sepertinya kyuhyun harus memberikan satu peringatan untuk murid yang super sok ketampanan ini.  Ya, setidaknya itu menurut kyuhyun.  Dapat dipastikan kalau anak berseragam itu kabur dari kelas dan berlari kesini entah naik apa.  Kyuhyun tidak peduli apakah dia naik taxi ataupun elang terbang sekalipun.

Kyuhyun menyeringai dan-

“auwh.  Apa yang kau-”

Minho berbalik dan memegangi telinganya siap memaki orang yang baru saja menjewer telinganya.  Tapi kalimatnya hanya sampai ujung lidah saja karena nyatanya tatapan kyuhyun jauh lebih menakutkan dari pada tatapan ayahnya sekalipun.

“soesangnim aku-”

“auwh! ”

Lagi-lagi minho mengadu dan tidak bisa melanjutkan kalimatnya. Apakah gurunya ini berfikir kalau telinganya terbuat dari baja yang tidak dapat merasakan sakit? Atau ‘selagi kau berada di rumah sakit jadi kau bisa langsung berobat sekarang’  gila!  Dia guru atau mantan altit menjewer?

 

“yak! Ikut aku!”

Cho kyuhyun membawa murid laki-laki itu keluar dan tidak melepaskan tanggannya di telinga minho. Membuat dia terus saja merancau kesakitan. Kyuhyun terlalu bersemangat untuk segera menarik minho keluar dari ruangan yang hanya berukuran 4×5 meter itu.

 

Kim ahjushi hanya menggeleng dan berdecak. Sesaat dia seperti mendapat sebuah totonan sederhana. Totonan kekanakan.

“ck! Ada apa dengan mereka?” tanyanya pada diri sendiri. Bagaimana mereka berdua seolah tidak melihatnya? Pertama, laki-laki berseragam itu melewatinya begitu saja, menggesernya seenaknya seolah barang tak berguna dan kedua. Apa mereka mengabaikan keberadaan kim ahjushi sampai tidak sempat hanya untuk mengatakan ‘saya permisi dulu’ ?

 

Kim ahjushi mengambil duduk di kursi yang diduduki kyuhyun tadi.

“jadi pria mana yang nona suka?” tanyanya tanpa basa-basi.

 

Eunbi tersentak dari lamunannya saat pertanyaan itu keluar begitu saja dari mulut kim ahjushi. Eunbi bahkan seperti tersedak ludahnya sendiri.

Pria yang aku suka? Yang benar saja?

“ap-apa yang ahjushi katakan?” kata Eunbi terbata dan lagi-lagi membuat kim ahjushi menggelengkan kepalanya.

 

Ternyata  nona mudanya ini begitu mendalami perannya di SMA kedua ini. Dia tidak pernah berfikir sebelumnya kalau Eunbi akan mempunyai pria yang dia sukai di SMA ini.

 

Eunbi mengulang pertanyaan kim ahjushi di dalam hatinya ‘ pria yang dia sukai’. Tentu Eunbi tidak perlu berfikir lagi tentang siapa pria yang berhasil masuk menembus dinding hatinya. Cho kyuhyun. Tiba-tiba hatinya menghangat mengingat kembali bagaimana pria itu sangat khawatir dengan keadannya. Semburat merah mulai menghiasi pipinya, membuat kulit putih itu sedikit lebih berwarna. Dan orang mana yang tidak tahu kalau Eunbi sedang jatuh cinta. Bahkan kim ahjushi hanya mampu tersenyum dan berdecak di saat yang bersamaan. Eunbi nampak seperti gadis remaja sungguhan yang sedang kasmaran.

“baiklah. Tidak perlu menjawabnya. Karena aku tahu kalau nona memang menyukai salah satu dari mereka.”

Eunbi menghentikan senyuman bodohnya. Dan menatap kim ahjushi tidak suka.

“apa yang ahjushi katakan?” tanyanya tidak terima.

 

Ahjushi tentu tidak sebodoh itu untuk tidak melihat adanya cahaya di mata Eunbi yang disebut cinta. Entah gadis itu mengakuinya atau tidak, tapi bukankah kim ahjushi pernah muda? Melihat tingkah Eunbi yang salah tingkah kim ahjushi bisa menyimpulkan kalau dia memang benar-benar sedang jatuh cinta. Tapi entah kepada siapa. Baiklah. Biar itu menjadi urusan pribadi nona mudanya.

 

“jadi nona. Apa kau ingin aku dibunuh ayahmu?”

Kim ahjushi mengubah topik pembicaraan membuat Eunbi hanya menampilkan deretan giginya karena pertanyaan kim ahjushi. Dia tidak tahu kalau dia sebodoh itu sampai makan makanan basi.

“sepertinya aku harus mengirim salah satu koki di rumahmu ke sekolah”

“jangan berlebihan”

Apa ini masalah yang sangat besar sampai harus membawa koki ke sekolah? Berlebihan sekali!.

“aku bahkan tadi berfikir kalau besok aku tidak bisa melihat matahari terbit dengan bebas” keluh kim ahjushi lagi.

Eunbi terkekeh geli. Sudah lama tidak bertemu dengan kim ahjushi membuat Eunbi sedikit rindu mendengarkan celotehan pria paruh baya itu.

“Kurasa ahjushi harus memikirkan itu sebelum membantuku menjalankan ide gila ini” eunbi menggodanya. Ayolah. Dengan dia masuk rumah sakit itu tidak lebih buruk dari pada berbohong pada ayahnya.

“Benar. Kenapa aku begitu bodoh sampai membantu nona seperti ini”

Lagi-lagi eunbi terkekeh

“Itu karena kau menyayangiku”

“Apa yang nona pikirkan tentang beberapa kemungkinan yang akan terjadi. Aku yang akan segera pensiun, atau mungkin tuan hwang tae joo yang akan terkena serangan jantung karena melihat putrinya melakukan hal gila seperti ini?”

“Ahjussi jangan mengatakan hal itu. Kau tahu aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi.”

**

“dasar murid keras kepala”

Kyuhyun terus mengomel setelah berhasil mengusir choi minho. Laki-laki itu terlalu keras kepala. Kyuhyun bahkan mengancamnya akan menelepon orang tuanya hanya untuk mengirim dia kembali ke sekolah.

 

Tangan kyuhyun terhenti di knop pintu. Telinganya menangkap sebuah pembicaraan. Dan dia rasa itu adalah pembicaraan yang sedikit penting antara anak dan ayah. Kyuhyun tidak ingin menganggunya. Tapi-

Nona? Apa tuan kim baru saja memanggil eunbi nona?

Telinga kyuhyun masih sehat, dia tidak mungkin salah mendengar apalagi itu terdengar berkali-kali.

Mungkin itu panggilan sayangnya. Mungkin.

Tapi apa?

Hwang tae joo? Tuan?

Otak kyuhyun buntu. Dia tidak bisa memikirkan apapun sekarang ini. Dia hanya berfikir kalau ada sesuatu yang salah disini. Sesuatu yang belum kyuhyun ketahui.

**

Cho kyuhyun sudah pulang dari tadi sore dan kim ahjushi juga sudah pulang beberapa menit yang lalu. Ya, pria paruh baya itu pulang setelah eunbi memaksanya dengan berbagai cara.

‘aku akan tetap disini sampai nona sembuh’

‘aku tidak mau terjadi apa-apa dengan nona lagi’

Ah! Telinga Eunbi hampir bosan mendengar alasan kim ahjushi. Memangnya disini tidak ada dokter atau suster yang bisa membantunya?

 

Tapi keputusan itu sepertinya sedikit salah, Eunbi merasa sedikit menyesal karena bersikeras bisa sendiri di rumah sakit ini. Nyatanya sekarang eunbi merasa mati kebosanan karena meninggalkan ponselnya di asrama. Memangnya siapa yang akan mengingat ponselnya dalam keadaan seperti tadi siang. Mata eunbi menerawang jauh pada kejadian tadi siang saat kyuhyun datang menolongnya. Bahkan pria itu harus sampai mendobrak pintu kamarnya. Astaga apa cho kyuhyun sedang shooting drama. Dia seperti keturunan gangster saat dalam keadaan seperti itu.

Eunbi terkekeh geli karena pikirannya sendiri. Diam-diam eunbi mensyukuri keadaannya sekarang. Setidaknya dia bisa melihat sisi lain dari cho kyuhyun. Sisi lain yang mungkin belum pernah dilihat oleh orang lain. Dan lagi-lagi saat eunbi mengingat nama itu. CHO KYUHYUN. Kenapa pipinya selalu bersemu merah hanya dengan mengingat dan menyebut nama itu dalam hatinya. Bahkan sekarang eunbi menangkupkan kedua tangannya pada kedua pipinya yang terasa menghangat. Sesuatu yang sederhana memang bisa menjadi sangat istimewa saat sedang jatuh cinta. Dan sekarang Eunbi bisa merasakannya sendiri, perasaan yang selama ini hanya bisa dia bayangkan lewat tulisan-tulisan roman picisan.

**

Siang ini Eunbi sudah diperbolehkan pulang oleh dokter. Kim ahjsuhi mengantarnya kembali ke asrama. Sebenarnya dengan kejadian ini kim ahjushi sedikit khawatir meninggalkan Eunbi sendirian di asrama. Dan Eunbi tentu tetap keras kepala untuk melanjutkan ide gilanya.

Meskipun dia sudah kembali dari rumah sakti tapi Eunbi belum memutuskan untuk kembali bersekolah. Mungkin hari ini dia akan istirahat saja.

Satu jam

Dua jam

Eunbi masih bertahan dengan bermalas-malasan di atas tempat tidur sambil memainkan ponselnya. Tapi-

“Ah. Aku bosan”

Akhirnya kalimat itu meluncur juga dari mulut Eunbi. Kali ini otaknya berfikir hal apa lagi yang harus dia lakukan untuk mengusir kebosanannya. Tidur? Dia bahkan belum mengantuk sedikit pun? Membaca novel? Dia bahkan sudah membaca berlembar-lembar halaman novel online lewat ponselnya tadi. Bermain sosmed? Matanya bahkan sudah lelah memandangi benda persegi itu. Saat Eunbi sibuk dengan pikirannya terdengar suara pintu terbuka.

Na mi dengan balutan seragamnya mendekat ke arah Eunbi. Gadis itu tidak sabar melihat keadaan Eunbi. Dia bahkan langsung kesini saat jam makan siang dan menunda mengisi perutnya.

“Eunbi ah. Apa kau tidak apa-apa?” tanyanya khawatir.

Eunbi mendudukkan dirinya.

“aku tidak apa-apa. Kau tidak perlu khawatir” katanya mencoba menenangka na mi yang sekarang sudah duduk di tepi ranjang Eunbi.

“maaf aku tidak sempat datang ke rumah sakit atau menjemputmu”

Eunbi bahkan hanya satu hari di rumah sakit, kenapa gadis ini repot-repot memikirkan ingin menjenguk Eunbi. Bahkan Eunbi sama sekali tidak mempermasalahkan hal itu.

“tidak apa-apa. Lagi pula sudah ada yang menjemputku.”

Na mi mendekatkan wajahnya pada Eunbi membuat Eunbi sedikit memundurkan kepalanya secara otomatis. Ada apa dengan gadis ini? Pikirnya.

“Siapa?” Tanya na mi dengan wajah datarnya seperti biasa.

 

Eunbi mengerutkan keningnya. Dan seperti membaca apa yang ada dalam pikiran Eunbi na mi mengulangi pertanyaannya, menjadi lebih jelas.

“Siapa yang menjemputmu? Cho soesangngim?”

 

Eunbi menyatukan alisnya tidak mengerti tapi sedetik kemudian tawanya lepas begitu saja.

“hahaha kenapa kau bisa bertanya seperti itu.”

“Ahjushi- maksudku ayahku yang menjemputku”

Na mi bertanya seolah itu adalah hal yang sangat penting tapi ternyata gadis itu hanya bertanya siapa yang menjemput eunbi.

 

Na mi memperbaiki duduknya. Menatap mata gadis itu lekat-lekat membuat eunbi merasa sedang dihakimi. Dibalik kacamatanya itu na mi memiliki tatapan yang sangat mengerikan.

 

“Kau tidak tahu bagaimana paniknya cho soesangnim saat dia tahu kau sakit. Dia langsung saja berlari bahkan sebelum aku menyelesaikan kalimatku. Dia bahkan berteriak-teriak dan memaki semua orang untuk membukannya pintu mobil”

 

“Benarkah?”Hanya itu yang mampu eunbi katakan. Eunbi tahu kalau cho kyuhyun tahu keadaan Eunbi dari na mi, tapi dia tidak tahu kalau kyuhyun begitu panik sampai berteriak-teriak ataupun sampai memaki kecuali cho kyuhyun yang mendobrak pintu. Dia tahu kyuhyun memang mudah sekali marah, tapi apa yang salah sampai dia berteriak-teriak?.

 

Belum selesai Eunbi berfikir, lagi-lagi Eunbi terkejut dengan pertanyaan na mi.

“Kau tidak sedang menjalin hubungan dengannya kan?”

Mata eunbi membulat

“Ap-apa yang kau katakan?”

 

“Kau pasti juga akan menanyakan hal yang sama seperti itu saat melihat bagaimana cho soesangnim begitu panik. Aku bahkan tidak sempat memberikan kunci kamar padanya karena dia berlari sangat cepat”

 

Eunbi tersenyum geli.

Benarkah dia sangat panik sampai seperti itu?

“Dan dia harus mendobrak pintu” kata eunbi lirih tapi masih dapat di dengar oleh na mi.

“Ya, kalau tahu begitu aku tidak akan mengunci pintunya dan menyebabkan pintu kamar kita harus mendapat sedikit perbaikan”

 

Mereka sama-sama tertawa geli dengan sikap bodoh kyuhyun. Mungkin setelah ini mereka tidak akan mengunci kamar mereka. Ya, sudah menjadi kebiasaan kalau mereka akan mengunci pintu setiap kali mereka keluar. Itu tidak masalah karena mereka membawa kunci mereka masing-masing tapi kemarin na mi lupa kalau keadaan eunbi sedang tidak baik dan mungkin dia tidak bisa membuka kuncinya. Dan untuk masalah kyuhyun yang mendobrak pintu hal itu sama sekali tidak ada dalam pikiran na mi.

 

Tapi berbeda dengan na mi yang menyesal karena mengunci pintu, dalam hati eunbi malah bersyukur karena pintu itu terkunci. Lagi-lagi dia bersyukur pada keadaan yang sedikit tidak baik ini. Eunbi jadi berfikir kalau kyuhyun juga menaruh sedikit perhatian kepadanya. Mungkin Eunbi terlalu percaya diri, tapi biarlah. Hatinya ingin mempercayai pemikiran itu, pemikiran yang bahkan Eunbi tidak tahu kebenarannya.

**

Eunbi meletakkan tumpukan buku di atas meja cho kyuhyun. Gadis itu memaksa ketua kelasnya untuk bersedia dia bantu, membawakan tumpukan buku itu ke meja cho kyuhyun. Sebenarnya ada hal lain yang eunbi ingin lakukan.

 

Tangannya mengambil satu kotak kecil dari dalam kantong jasnya dan meletakkanya di tengah-tengah meja kyuhyun. Eunbi tidak tahu sejak kapan dia mulai menggilai cho kyuhyun sampai membuatnya terlihat seperti fans gila. Dan dia tidak peduli itu.

Bibirnya tersenyum meninggalkan ruang guru. Dia tampak sangat bodoh karena Eunbi terus saja tersenyum tanpa tahu apa yang sebenarnya lucu dan layak untuk ditertawakan. Tapi hatinya begitu bahagia dan menghangat secara bersamaan saat mengingat apa yang baru saja dia lakukan. Tanpa sadar hal itu menarik ujung-ujung bibirnya tanpa sadar.

 

Kyuhyun menyandarkan punggungnya di sandaran kursi empuknya sampai dia menyadari ada sesuatu di atas mejanya. Bungkusan coklat dengan note di dalamnya. Dia tidak menyadari hal itu pagi tadi. Atau mungkin barang itu baru diletakkan diatas mejanya. Pikirnya.

 

Kyuhyun memperbaiki duduknya menjadi lebih tegap dan mengambil bungkusan itu

‘Aku hanya ingin mengucapkan. Trima kasih cho soesangnim’

Begitulah isi note nya.

Rasanya dia kembali pada masa SMA saat dia sering mendapatkan hadiah-hadiah tak terduga dari seseorang. Coklat,bunga, kue, dan surat cinta. Bahkan kyuhyun tidak ingat siapa saja yang mengiriminya hal-hal seperti itu karena ada nama yang berbeda-beda setiap harinya. Tapi kenapa untuk hadiah kali ini kyuhyun merasa berbeda.

“coklat” gumamnya begitu pelan saat kyuhyun membuka penutup kotak itu. Sedikit tarikan ujung bibirnya menghiasi wajah tampannya. Kalau saja semua orang disini melihat cho kyuhyun tersenyum seperti itu maka mungkin tidak akan ada lagi  cho kyuhyun sang malaikat kegelapan. Dia tidak ingat kapan terakhir kali kyuhyun menerima hadiah dan tersenyum seperti ini. Seingatnya tidak pernah, bahkan saat dia mendapat hadiah mobil ataupun barang-barang bermerk di hari ulang tahunnya dia tidak pernah sebahagia ini. Bahagia ini sangat sulit untuk dia ucapkan, begitu sederhana tapi begitu hangat seakan ketulusan dari pemberi hadiah itu benar-benar masuk dalam coklat-coklat kecil berbentuk hati. Mereka sama-sama coklat yang sering kyuhyun terima dulu. Tidak ada yang istimewa darinya kecuali- entahlah kyuhyun tidak tahu itu.

**

“huft” eunbi menghembuskan nafasnya begitu lega sambil meletakkan tasnya di atas meja belajarnya dan segera berbaring di atas ranjang tanpa melepaskan lebih dulu seragam yang melekat pada tubuhnya. Hari ini dia benar-benar lelah, terlalu banyak tugas yang harus dia selesaikan. Sampai dia tidak sempat untuk menanyakan pada kyuhyun tentang coklat itu.

Ah! Aku bisa menyanyakannya sekarang

Buru-buru Eunbi merogoh kantongnya dan mengeluarkan benda berbentuk persegi itu.

Jarinya siap menari indah diatas barisan huruf yang berjejer rapi disana tapi dia bingung harus mengirimkan pesan seperti apa.

Apa cho soesangnim sudah menerima coklat dariku?

Apa cho soesangnim suka dengan coklatnya?

Aish! Kenapa hanya untuk menanyakan hal seperti itu saja otaknya harus berfikir sangat keras melampaui ujian matematika?

 

‘soesangnim terima kasih untuk yang kemarin. Dan kuharap kau menyukai hadiah dariku. Itu untuk ucapan terima kasih’

Akhirnya itulah yang diketikan Eunbi pada ponsel pintarnya.

Sama seperti yang sebelum-sebelumnya Eunbi begitu tidak sabar untuk melihat notifikasi pesan masuk pada ponselnya.

**

Kyuhyun sudah mengganti setelan kemejanya dengan kaos oblong putih, rambutnya tampak basah menandakan kalau dia habis mandi. Pantulan tubuh dan paras rupawannya di cermin tampak begitu sempurna, jarinya yang panjang begitu lihai menyisir rambut basahnya.

Suara nada pesan masuk dalam ponselnya menganggu sedikit aktivitas pria yang masih sibuk memandang wajahnya sendiri pada cermin dan berfikir ‘betapa sempurnanya wajah ini’. Aish! Pada saat-saat seperti ini tingkat kepercayaan diri kyuhyun naik dua kali lipat. Tapi siapa yang akan mengingkari hal itu? Semua orang tahu kalau cho kyuhyun adalah pria yang terlahir begitu sempurna. Seperti perpaduan antara wujud dewa yang terperangkap begitu apik dalam jiwa manusia.

Tampak malas tangannya mengambil ponsel yang tergeletak di atas nakas kamar tidurnya. Keningnya mengerut melihat nama yang mengiriminya pesan.

‘Eunbi’ batinnya.

‘ya. Terima kasih juga untuk coklatnya’

Beberapa detik kemudian terdengar suara pesan masuk.

‘apa kau suka rasa coklatnya?’

Rasa coklatnya?

Kyuhyun berfikir. Dia bahkan belum mencicipi bagaimana rasa coklat itu. Dia pahit atau manis?. Kyuhyun menyimpannya pada kulkas rumahnya takut jika coklat itu akan meleleh jika tidak segera disimpan disana. Dia sama sekali tidak berniat untuk menghabiskan coklat itu, rasanya sayang. Itu menurut kyuhyun. Tapi sejak kapan kyuhyun merasa sayang dengan coklat pemberian seseorang? Dulu. Dia akan senang hati jika temannya tiba-tiba makan coklat yang tergeletak di atas mejanya tanpa tahu siapa pengirimnya.

‘ya. Itu cukup enak’ bohongnya.

Kyuhyun tiba-tiba berlari keluar kamarnya, menuruni anak tangga dan melesat masuk ke dalam dapur sangat cepat sampai membuat nyonya cho yang duduk di depan tv berjingkat kaget. Apa ada gempa bumi? Atau apa ada badai di luar? Tapi kenapa aku tidak merasakan apapun? Batin nyonya cho.

Kyuhyun mengeser beberapa kotak dan botol yang ada di dalam kulkas. Dia ingat jika dia menaruh coklat itu dirak no.2, tapi dimana sekarang?

“kau cari apa?”

Kyuhyun tersentak. Dan buru-buru berbalik menatap nyonya cho yang berdiri di ambang pintu dapur.

Astaga!

Kyuhyun buru-buru menghampiri ibunya sampai membuat wanita paruh baya itu kebingungan.

“eomma! Kenapa kau makan coklatnya?!” kyuhyun bertanya nyaris berteriak di depan muka ibunya.

Sedetik nyonya cho hanya mematung, membiarkan kyuhyun merebut kotak coklat dari tangannya. Dia masih terlalu bingung dengan sikap kyuhyun yang marah hanya karena coklat yang ibunya makan.

“eomma bahkan memakan hampir setengahnya” omel kyuhyun lagi.

“kenapa eomma memakannya tanpa bertanya dulu padaku?”

 

Nyonya cho bersedekap dan menatap kyuhyun serius.

“kenapa menatapku seperti itu?” protes kyuhyun. Dia masih terlalu kesal karena wanita yang dipanggilnya ibu itu memakan coklat miliknya, dan sekarang menatap kyuhyun begitu intens seperti akan memutilasinya.

“kau kenapa?” tanya nyonya cho begitu bodoh dan menyentuh kening kyuhyun.

Pria itu menyingkirkan tangan nyonya cho dari keningnya.

Memangnya aku sedang sakit?

“eomma yang kenapa? Memakan coklat milikku?”

Nyonya cho berdecak.

“ck.ck.ck sejak kapan kau jadi marah saat aku makan coklat milikmu? Kau bahkan selalu membiarkan makanan itu membusuk di dalam kulkas”

Ya, itu dulu. Batin kyuhyun.

Dia memang tidak terlalu suka makanan yang manis seperti coklat, apalagi coklat yang tidak jelas dari mana datangnya.

“tapi ini beda” sentak kyuhyun

“apanya yang beda?”

Kyuhyun bergeming. Apanya yang beda? Tanyanya juga pada hatinya. Ah! Sepertinya dia memang sedikit berlebihan tadi. Untuk apa dia berlari dan marah hanya karena sekotak coklat ini?.

Kyuhyun memutar bola matanya. Dan berbalik membuka pintu kulkas. Meletakkan coklat itu kembali ke dalam sebelum menutup pintu kulkas.

“pokoknya. Mulai sekarang jangan pernah makan coklat milikku” katanya penuh penekanan dan peringatan pada nyonya cho yang masih betah berdiri memandangi kyuhyun. Setelah mengatakan itu kyuhyun menghentakkan kakinya dan pergi masuk ke dalam kamar.

 

Punggung kyuhyun sudah hilang, tapi nyonya cho masih tetap ditempatnya tadi tanpa bergerak. Kepalanya menggeleng-geleng.

“apa itu dari kekasihnya? Dia benar-benar sedang jatuh cinta rupanya.”

“ah, aku senang. Jadi aku tidak perlu lagi mengenalkannya pada anak temanku”

Nyonya cho terus berucap mengutarakan isi hatinya. Tidak apalah kyuhyun memarahinya karena memakan coklatnya, yang terpenting nyonya cho tahu satu hal kalau anaknya itu sedang jatuh cinta. Pikirnya.

Senyuman mengembang di wajahnya. Rasanya nyonya cho rela melihat kyuhyun marah-marah tidak jelas seperti tadi setiap hari. Itu begitu lucu. Ya, untuk cho kyuhyun yang selama ini tidak pernah menunjukkan emosinya untuk seorang wanita tiba-tiba menjadi sedikit sensitive karena coklat pemberian gadisnya dimakan ibunya.

 

Kyuhyun melempar dirinya di atas ranjang.

“aish! Kenapa aku berlebihan sekali?” runtuknya.

Kejadian tadi hanya sesuatu yang begitu tiba-tiba tanpa disadari olehnya. Dia tidak tahu kenapa tubuhnya begitu peka saat otaknya memikirkan tentang eunbi. Hwang Eunbi. Apa yang salah dengan dirinya? Batinnya.

Kyuhyun melipat tangannya di atas kepala menjadikannya bantal untuk dirinya sendiri. Pikiran dan hatinya sedang fokus memikirkan satu hal yang sampai sekarang belum dia temukan jawabannya. Perasaannya. Kyuhyun tidak pernah berfikir seserius ini menyangkut hatinya. Tapi perasaan yang akhir-akhir ini tidak menentu di dalam hatinya terus mengganggunya. Hwang Eunbi. Lagi-lagi nama itu. Ada begitu banyak hal yang otaknya pikirkan saat mengatakan nama itu. Seolah itu adalah nama yang begitu ajaib. Selain tentang perasaannya, ada satu hal yang mengganggu kyuhyun ‘percakapan Eunbi dengan orang yang kyuhyun kenal sebagai ayah Eunbi’.

Kyuhyun langsung duduk tegap diatas tempat tidurnya, meraih laptop di atas nakas sebelah kiri tempat tidurnya. Lalu dia berselancar di dunia maya untuk mencari sebuah informasi.

**

Kim ahjushi berdiri takut-takut melihat pintu di depannya akan terbuka. Sekarang dia berada di ruang kerja bos besarnya. Ya ampun! Dia masih tidak percaya kalau sekarang dia benar-benar berdiri disini. Tadi saat kim ahjushi pergi pagi-pagi untuk berolahraga tiba-tiba ada mobil yang berhenti di depannya dan mengatakan dia harus ikut karena ini adalah perintah bosnya. Hwang tae joo.

Keringat dingin mulai keluar dari pori-pori kulitnya. Bukan. Bukan karena kim ahjushi selesai berolah raga ataupun karena kepanasan. Dia sangat gugup dan takut. Entahlah perasaannya benar-benar campur aduk.

Ceklek.

Pintu itu terbuka. Derap langkah pria paruh baya dengan setelah jas yang membuat tubuh menuanya tetap tampak gagah mulai mendekat. Dan semakin dekatnya langkah kaki itu membuat kim ahjushi juga semakin kesulitan hanya untuk menarik oksigen disekitarnya. Ini pertama kalinya dia begitu takut sampai akan mengompol di celana.

“selamat pagi. Kim seung hwan” pria itu lalu mengambil duduk di kursi kebesarannya.

Kim ahjushi hanya menunduk. Dia bahkan tidak berani hanya untuk mengangkat dagunya.

“se-selamat pa-pagi. Tuan” katanya gugup. Sangat gugup.

Hwang tae joo menyeringai. Dia tampak sangat menakutkan jika seperti ini.

“aku tidak tahu kalau kau sudah kembali dari amerika. Jadi sudah berapa lama kau ada di korea? Apa aku melewatkan suatu hal?”

Bukannya menjawab. Kim ahjushi malah berlutut.

“maafkan saya tuan. Sungguh maafkan saya. Saya hanya- hanya ingin membantu nona muda saja” akunya.

“memangnya apa yang kau lakukan? Membohonginku atau mendukung putriku untuk melakukan hal gila?”

Jelas pria ini sudah tahu apa saja yang telah terjadi. Memangnya apakah hwang tae joo begitu bodoh sampai dia melewatkan hal ini?.

“kumohon maafkan saya” kata kim ahjushi lagi. Dia bahkan sudah siap mengantarkan nyawanya sekarang.

“aku tidak tahu kalau kau punya keberanian untuk itu. Apa kau berfikir karena aku selalu baik padamu, maka aku akan memaafkanmu?!”

“tidak. Tuan bisa menghukumku. Tapi maafkan aku”

“ck! Jadi apa yang gadis itu tawarkan padamu sampai berani menentangku?”

“itu-itu- tidak ada tuan”

Obrolan yang sedikit menegangkan itu akhirnya membuat kim ahjushi mengatakan semuanya. Mengatakan pada tuan besarnya bahwa putrinya telah membohonginya, mengatakan alasan dan keinginan tak logis putrinya yang ingin kembali pada masa SMA nya. Ini adalah hal tergila yang pernah didengar oleh hwang tae joo. Apa yang putrinya cari sampai harus melakukan hal gila ini? Jika putrinya ingin memiliki pulau pribadi itu jauh lebih masuk akal dari pada sesuatu yang disebut ’18 again’. Rupanya menyekolahkan anaknya sampai ke amerika bukanlah pilihan yang tepat. Pikirnya.

====TBC===

AUTHOR’S NOTE: lanjut ke part 8 ya 🙂 tapi jangan lupa tinggalkan jejak di part 7 ini. terima kasih. 🙂 🙂