Not a Contract Marriage [Bab 2]

contract

Suara berisik di bawah membuat eunbi panasaran.

“ada apa pagi-pagi begini? ” dia mengeluh sambil mengucek mata khas orang bangun tidur. Bahkan ini masih sangat pagi, tapi kenapa di bawah terdengar sangat berisik?

Dengan piyama dan sandal rumahnya, eunbi menuruni tangga. Beberapa pelayan di rumahnya sedang sibuk dengan sesuatu yang entah ibu tirinya itu ributkan.

“ya pasang saja disitu”

“kau. Letakkan pot bunga itu disini”

Itu suara yoona yang sibuk memerintah. Eunbi rasa tidak ada acara spesial, kenapa pagi-pagi begini ibu tirinya itu sudah membuat keributan? Dia mencoba tidak menghiraukan seperti biasanya, tapi saat salah satu orang itu menurunkan foto keluarganya eunbi meradang. Gadis itu buru-buru menuruni tangga. Sangat terburu-buru.

“siapa yang menyuruhmu menurunkan foto itu?! Kembalikan foto itu! ” eunbi berteriak nyaris membuat semua orang melompat dari tempatnya.

kang yoona mendekat.

” aku yang menyuruhnya. Kenapa? Bukankah kita sudah mempunyai foto kelurga baru? ”

Eunbi menggigit bibir bawahnya. Dia akui kalau ibu tirinya ini begitu licik.

” kita memang sudah berfoto bersama tapi bukan berarti kau bisa menganti foto keluargaku” katanya penuh penekanan.

yoona menyeringai. Apa yang dikatakan eunbi barusan? Keluargaku? Ck! Apa dia lupa siapa nyonya disini sekarang?

“dan kuharap kau tidak lupa kalau aku adalah istri ayahmu”

“tidak.” kata eunbi cepat menyahut

“kau bukan istri ayahku. Secara hukum ibuku yang menjadi istri ayahku bukan kau. Jadi jangan harap kau melewati batas itu! ”

” ibumu? Kau bicara tentang ibumu? Semua orang tahu kalau ibumu orang gila. Dia bukan nyonya disini lagi, tapi aku” tegasnya

“dan semua orang tahu kalau kau hanya istri kedua ayahku. Bukan. Kau hanya seorang wanita murahan simpanan ayahku”

“yak! PLAK!”

yoona berteriak dan menampar eunbi begitu keras sampai pipi gadis itu memerah. Semua orang yang dari tadi menjadi penonton hanya tercengang di tempatnya. Setiap harinya inilah yang mereka lihat, pertengkaran. Eunbi dan ibu tirinya atau eunbi dengan ayahnya. Semua kehangatan ini menghilang sejak setahun yang lalu. Semuanya berubah begitu cepat. Rumah yang seperti surga berubah menjadi neraka. Tidak akan bisa ada dua nyonya di dalam satu rumah, tapi ibu tiri dan anak itu sama-sama ingin mengukuhkan dirinya menjadi yang paling berkuasa di sini. Eunbi tentu ingin menunjukkan pada yoona bahwa dia bukanlah siapa-siapa disini.

Eunbi menyeringai. Apa yoona sakit hati sampai menamparnya seperti tadi? Lalu bagaimana dengan dirinya? Bagaimana saat tiba-tiba ayahnya bilang kalau dia menikah dengan wanita lain dan ibunya menjadi gila karena itu? Siapa yang harus eunbi tampar sekarang? Ayahnya? Atau wanita murahan itu?

“kau bisa menamparku tapi kau tidak bisa merubah keadaan jika kau hanya hanya wanita murahan”

“turunkan foto itu! ” eunbi berteriak membuat orang-orang yang tadi hanya diam cepat-cepat menurunkan foto yang baru saja dia pasang.

” jangan turunkan! Kalian ingin aku pecat! ” yoona ikut memerintah dan membuat semua orang bingung. Haruskah dia menurunkannya atau tidak.

” aku yang berhak memecat kalian bukan wanita ini”

“aku benar-benar akan memecat kalian! ” ancam yoona lagi.

” apa yang kalian ributkan pagi-pagi begini? ” semua orang menoleh menatap pria paruh baya yang mendekat ke arah mereka tapi yoona buru-buru menghampiri tuan hwang dan merangkul tangannya. Tidak ingin melewatkan kesempatan.

” lihat putrimu, dia bahkan membuat keributan karena aku ingin memasang foto kita” adunya. Dan eunbi hanya tersenyum mengejek di tempatnya.

Tuan hwang diam. Antara istri dan anaknya. Kira-kira apa yang harus dia lakukan?

“aku melarangnya mengganti foto itu” aku eunbi. Dia tentu bukan yoona yang bermuka dua.

“lihatlah anak itu! ” yoona memprovokasi tuan hwang. Ya, kekuatan terbesar dalam perang ini adalah mendapatkan pembelaan dari tuan hwang. Tapi sungguh eunbi sudah tidak peduli dengan hal itu lagi. Baginya, ayah yang selalu ada dipihaknya telah mati dan digantikan musuh terbesar dalam hidupnya.

” eunbi ah. Yoona adalah istri ayah jadi hormatilah dia sebagai ibumu”

“ibu? Tidak. Dia bukan ibuku atau siapapun. Dan aku tidak akan menghormati orang yang sudah menghancurkan keluarga ini. Kuharap ayah tahu itu”

“berhentilah bersikap kekanakan! Aku sudah tidak tahan melihatnya”

Eunbi tersenyum mengejek dan menatap mata ayahnya menatang. Apa yang salah dengan ayahnya? Kekanakan? Saat dia bersabar dengan ini semua dan diam saja selama ini bahkan ikut duduk di meja makan bersama. Ayahnya bilang kekanakan? Lalu sikap bagaimana yang tidak kekanakan saat ayahmu berubah dan kehidupanmu menjadi neraka dalam satu hari? Menggurung diri di kamar? Atau kabur dari rumah?

“tidak tahan? Lalu bagaimana denganku? Bagaimana denganku saat kau membuang ibu ke rumah sakit jiwa dan membawa wanita murahan ini kesini?! ”

Plak

Untuk kedua kalinya dalam beberapa menit ini, eunbi harus merelakan pipinya ditampar. Tamparan yang bahkan membuat luka sendiri di hatinya. Sekarang eunbi yakin kalau sudah tidak ada orang yang dia sebut ayah. Ayah? Itu omong kosong! Pria yang baru menamparnya bukanlah ayahnya, dia adalah pria brengsek yang menghancurkan kehidupan ibu dan dirinya.

Tuan hwang tampak tidak percaya dengan apa yang barusan dia lakukan. Dia tidak pernah menampar eunbi sebelumnya tapi kali ini untuk pertama kalinya dia menampar putri satu-satunya. Dia tahu kalau eunbi sangat marah dengan pernikahan keduanya, itulah sebabnya dia mencoba memahami eunbi tapi hari ini semuanya meledak, kemarahan, penyesalan semua bercampur menjadi satu menjadi tamparan yang sangat menyakitkan di hati eunbi. Tanpa sadar hari ini menjadi hari yang eunbi tidak akan lupakan, tamparan pertama ayahnya yang menyakitkan!

Eunbi tahu kalau ini semua akan terjadi. Hari dimana dia benar-benar sadar kalau tidak ada harapan lagi, berharap ayahnya akan berubah menjadi ayah yang selalu eunbi banggakan seperti menunggu hujan di musim panas. Tapi kenapa ini terasa sangat sakit walau eunbi sudah menduganya?

Eunbi menatap ayahnya dengan air mata yang entah kapan dia terjatuh.

“kau bahkan menamparku demi wanita itu. Baiklah. Kita selesaikan saja masalah ini”

Setelah mengatakan itu eunbi berbalik dan mengambil foto yang baru terpasang itu.

Pranggg

Setelah itu terdengar suara pecahan kaca yang begitu keras membuat semua orang membelalakan mata mereka. Ya, eunbi baru saja membanting figura besar itu membuat foto yang tadinya begitu indah menjadi seperti sampah. Tapi bukankah sebelumnya memang sampah? Ya, itu adalah menurut eunbi.

Belum tersadar dari keterkejutan mereka, eunbi mengambil foto keluarganya, foto keluarga dengan ibunya disana. Dia berbalik hendak pergi, masuk ke dalam kamarnya tapi sebelum itu dia harus mengatakan sesuatu.

“kita tidak butuh lagi foto keluarga karena ayah sudah menghancurkan satu-satunya keluarga di rumah ini”

***

“hyung kau tahu gadis ini? ” tanya kyuhyun sesaat dia masuk ke dalam ruang kerja young shik dan mengambil duduk di depan pria itu.

Young shik mengangkat kepalanya dari dokumen kerja miliknya, setelah itu dia tersenyum melihat foto yang adiknya itu tunjukan padanya. Baru tadi pagi kyuhyun bersikeras tidak ingin dijodohkan tapi malam ini dia sudah menanyakan salah satu gadis. Pria memang tidak pernah mau kalah melihat wanita cantik.

“kenapa? Kau tertarik padanya? Sudah kubilang kau tidak akan bisa mengabaikan gadis-gadis cantik ini”

Kyuhyun menyandarkan punggungnya malas. Sudah dia duga kalau kakanya akan mengejeknya. Mungkin kyuhyun salah menanyakan hal ini.

“Aku hanya merasa tidak asing dengan wajahnya”

Kali ini young shik melepas kaca mata bacanya dan melipat tangannya di atas meja.

“aku juga senang dengan gadis ini, dia sangat cantik bukan? ” menurutnya diantara foto-foto yang lain gadis ini memang yang paling menarik perhatiannya. Itu juga yang dia katakan pada kyuhyun tadi pagi.

” kau tahu bukan itu maksudku. Aku hanya penasaran saja dengan gadis ini” elak kyuhyun

“dan kau tahu kalau awal mula cinta adalah dari rasa penasaran” young shik terkekeh. Kenapa kyuhyun tidak mengaku saja kalau dia tertarik pada gadis itu?

“yasudah aku pergi saja kalau begitu” kyuhyun merajuk dan mengambil foto yang dia letakkan di meja tadi. Tapi baru saja dia berdiri kyuhyun kembali duduk setelah mendengar kakaknya berkata.

“dia eunbi. Hwang eunbi. Anak tuan hwang kau tahu pemilik perusahaan property itu”

Eunbi?

Hwang eunbi?

Kyuhyun bertanya padanya sendiri, mengulang nama itu berkali-kali dalam otaknya. Dia pikir dia mengenal gadis itu tapi kyuhyun rasa ini pertama kalinya dia mendengar nama itu.

Ah, mungkin dia hanya mirip dengan salah satu temanku. Putusnya kemudian.

“jika kau ingin aku bisa memberikan profilnya untukmu”

“tidak perlu” tolak kyuhyun cepat

Young shik mengangkat sebelah alisnya.

“kau tidak tertarik lagi dengannya? ”

” aku tidak pernah bilang kalau aku tertarik dengannya” kyuhyun memperjelas. Apa hanya karena dia bertanya maka dia tertarik pada gadis yang kakanya bilang bernama eunbi tadi?.

“ini”

Young shik menyerahkan sebuah map pada kyuhyun

“data tentang eunbi. Kau mungkin akan membutuhkannya suatu saat. Ya, saat kau mengakui kalau kau tertarik padanya” lagi-lagi young shik menggoda.

**

Eunbi duduk merenung di kantor kecil miliknya. Sebuah ruangan yang berada satu lantai di atas cofee shop miliknya. Menjalankan bisnis cofee shop tidak terlalu buruk bukan? Eunbi bisa menentukan jalan bisnisnya sendiri dan yang paling utama dia tidak perlu satu kantor dengan ayahnya. Ayah. Eunbi menghembuskan nafasnya, sejak kejadian dua hari yang lalu hubungan eunbi dengan orang dia panggil ayah itu semakin dingin. tidak ada kata maaf yang pria paruh baya itu katakan padanya.tidak sampai sekarang!. justru tadi pagi dia mengungkapkan niatnya untuk mengenalkan eunbi pada pria. Ck! Ini pasti hanya masalah bisnis! Apakah pria itu waras? Batin eunbi. Dia benar-benar telah melupakan kewajibannya sebagai ayah yang harus menjaga dan menyayangi putrinya. Setelah pertengakaran itu dia bilang kalau dia akan dijodohkan, bukankah ini hanya alasan ayahnya saja untuk membuang eunbi dari rumahnya? Seharusnya eunbi sadar dari awal kalau hal ini pasti akan terjadi, saat dimana orang asing itu benar-benar menjadi penguasa di rumahnya. Eunbi tidak peduli kalau dia tidak mendapat harta warisan seperserpun, tapi melihat wanita asing itu berada di tempat yang seharusnya menjadi tempat ibunya benar-benar menyakitkan. Baiklah, lebih baik eunbi pergi meninggalkan rumah yang dulu menyenangkan dan ayahnya. Pergi  bersama ibunya. Bagus. Itu rencana yang sempurna, tapi pertama eunbi harus mempunyai cadangan tabungan yang banyak agar bisa hidup dan memindahkan ibunya ke rumah sakit lain. Tidak mungkin jika dia melakukan hal ini dengan kartu kreditnya, ayahnya pasti akan segera menyeret eunbi sebelum dia membeli tiket pesawat.

Eunbi melirik sedikit ponsel yang bergetar di atas meja. Tapi gadis itu enggan hanya untuk mengucapkan kata halo. Ayahnya tidak akan menelepon jika tidak untuk keuntungannya. Dan eunbi benci dimanfaatkan!.

Dua kali

tiga kali

ponsel itu terus bergetar dan berbunyi sampai terakhir ada nada pesan masuk.

“dia tidak akan menyerah meskipun aku sudah menolaknya” eunbi berdialog sendiri setelah membaca pesan itu.

Acara makan malam, katanya. Eunbi tahu kalau yang dimaksud ayahnya dengan makan malam bersama bukan sekedar ‘makan malam bersama’. Memangnya mereka dalam hubungan yang baik untuk makan malam tanpa alasan?.

“masalah perjodohan itu. Aku rasa dia benar-benar serius dengan ucapannya” eunbi tersenyum mengejek. Apa dia benar-benar dibuang sekarang? Atau dia sedang dijual?

Lagi-lagi pesan masuk mengalihkan fokusnya.

Aku akan membuat kau tidak bisa menemui ibumu jika kau tidak datang malam ini.

Itu ancaman yang sempurna. Sangat sempurna sampai eunbi berniat menghancurkan meja kaca ini dengan tangannya.

Eunbi tidak tahu ayahnya benar-benar berubah menjadi pria yang jahat?. Apa belum cukup dengan membuat ibunya gila?!

***

Matahari sudah kembali ke peraduannya, eunbi tidak tahu apakah ini pilihan yang tepat dengan datang kesini atau tidak. Lagi-lagi dia harus kalah dengan ayahnya, menuruti semua kemauan pria itu. andai eunbi punya kekuatan untuk menentang ayahnya, dia tidak akan mungkin datang ke acara makan malam yang eunbi sudah yakin kemana arahnya.

Sebuah restoran modern berdiri begitu kokoh diantara beberapa gedung pencakar langit. Ini adalah salah satu tempat yang mahal di negara ini hanya kalangan atas saja yang bisa masuk ke dalamnya.

Eunbi masuk dan tidak lama seorang pelayan datang padanya yang membawa eunbi pada ruangan vip yang sudah dipesan. Tidak ada yang istimewa dengan penampilan gadis itu sekarang, dia masih memakai baju yang dia pakai tadi siang sebuah celana blue jeans yang dipadukan dengan blouse soft blue. Dia tidak akan repot-repot untuk mengganti bajunya apalagi berdandan. Sudah cukup bukan dengan dia datang kesini?.

Semua orang menoleh, menatap eunbi yang masih berdiri di ambang pintu sebelum ujung sepatunya mulai terdengar mendekat. meja itu sudah dipenuhi oleh tiga orang, ayahnya, yoona dan satu orang asing yang membuat eunbi ingin mengumpat saat itu juga. jika apa yang ada dalam pikirannya sekarang adalah kebenaran maka eunbi akan memaki ayahnya sekarang juga. gila! pria itu sudah tua! baiklah tidak setua ayahnya tapi eunbi tahu kalau pria itu sudah pantas memiliki anak yang berumur sepuluh tahun!

“ah. Kenalkan dia eunbi putriku” tuan hwang mencoba membuka perbincangan dan mau tidak mau eunbi harus menarik sedikit ujung bibirnya meninggalkan rasa jengkel yang menusuk hatinya.

Apa ayah gila? Aku yakin kalau pria itu sudah hampir 40 tahun. Lalu dia akan menjodohkanku dengan pria itu?  Dia benar-benar sudah menjualku!

“halo eunbi shi..”

Eunbi hanya tersenyum. senyum sekenanya. masa bodoh jika pria itu merasa tak dihormati.memangnya apa peduli eunbi? dia mundur itu lebih baik. Tapi bukannya jengkel pria itu justru mengukir senyum.

“maafkan dia. Dia masih sangat kekanakan” itu suara tuan hwang. Disaat seperti ini ayahnya membelanya. Atau mungkin tidak benar-benar membela.

“jangan khawatir tuan hwang. Adikku juga sangat kekanakan meskipun dia sudah cukup dewasa”

“ah benar. Anak muda memang sering seperti itu. Tapi kenapa dia tidak ikut makan malam sekarang? ”

” dia sangat kekanakan sampai aku tidak bisa membujuknya. Putrimu tentu jauh lebih dewasa dari adikku”

Mereka sedang asyik membahas tentangnya, tapi kenapa eunbi merasa diabaikan. Bahkan istri ayahnya menyibukkan diri dengan gelas wine. Dia memang benar-benar dapat beradaptasi dengan baik.

Pembicaraan yang terjalin antara ayahnya dan pria tadi membuat eunbi paham kalau perusahaan mereka akan segera menjalin kerjasama bisnis. Sudah eunbi duga sebelumnya kalau ini tidak akan pernah lepas dari yang namanya bisnis. Ayahnya memang benar-benar licik!

Tidak ada pembicaraan yang dapat eunbi ikuti sejak tadi. Hanya bisnis dan bisnis. Lalu apa perlunya eunbi ikut? Bahkan dia tidak pernah ikut dengan pembicaraan bisnis yang lain.

Eunbi tampak hanya sebagai patung yang hanya diam sampai acara itu selesai dan tentu dia pulang dengan mobil yang berbeda dengan ayahnya. Pulang dengan sama-sama diam. Oh! Eunbi tentu belum lupa dengan kejadian kemarin. Dia tidak dendam, hanya saja ayahnya bahkan tidak mengatakan satu kalimat maaf sekalipun. Dia selah-olah tidak pernah melakukan apapun. Baiklah, mungkin ayahnya sudah terbiasa melukai hatinya sampai tidak perlu untuk meminta maaf. Lupakan hwang eunbi! Lupakan dengan semua rasa sakit hatimu. Setidaknya kau tidak boleh melihat wanita jahat itu tertawa bahagia. Jangan!

****

Lewat tengah malam kyuhyun baru sampai di rumah. Seperti biasa dia baru saja minum-minum bersama temannya. Cahaya lampu yang terlihat dari ruang kerja kakaknya membuat kyuhyun mengurungkan niatannya untuk masuk ke kamar. Dia berbalik dan masuk ke dalam ruang kerja.

“ini sudah hampir jam dua dan hyung masih bekerja? ”

young shik tersenyum.

” apa kau selalu seperti ini? ” tanya kyuhyun lagi setelah mendudukkan pantatnya di sofa.

” inilah tugas kita sebagai pemimpin kyu” jawaban young shik mengundang decakan geli dari kyuhyun. Dia gila atau apa? Setidaknya dia harus punya waktu tidur yang cukup untuk mengurus perusahaan esok hari dari pada begadang seperti ini. Itulah pendapat kyuhyun, lagipula ada pegawai-pegawainya. Untuk apa mereka dibayar?

“kau habis minum?lagi?”

Kyuhyun tidak menjawab dan hanya menatap kakaknya yang sudah berdiri di depannya sebelum ikut duduk disamping kyuhyun.

Bukankah ini hal yang biasa? Kenapa dia berlebihan sekali.  Batin kyuhyun.

“kyu” panggil young shik yang mendapat tatapan seperti ‘apa’ dari kyuhyun.

“aku tadi baru bertemu dengan keluarga eunbi dan tentunya gadis cantik itu”

“eunbi ? ” tanya kyuhyun membeo

” gadis yang ada di foto yang waktu itu aku tunjukan padamu”

Mata kyuhyun berotasi.

Ini lagi. Ini lagi.

“dia benar-benar cantik. Kau pasti menyesal tidak ikut tadi” young shik berkata sangat semangat seperti membicarakan tentang kemenangannya di team basket.

“kakak ipar pasti akan marah jika mendengarnya”

“ck! Kau tahu kalau aku hanya memuji dia sebatas sebagai adik saja” bela young shik yang mendapatkan pelototan dari kyuhkyun.

“adik? Kau bahkan sudah menganggapnya adik. Jangan-jangan hyung benar suka padanya”

Yang benar saja?. young shik baru bertemu dengan gadis bernama eunbi itu hari ini dan dia bilang adik?

Kyuhyun mengumpat karena kakanya tiba-tiba memukul pahanya begitu keras.

Ini kekerasan namanya!

“kau memang tidak bisa diajak serius kyu”

Kyuhyun membenarkan duduknya menghadap youg shik.

“dengar. Aku tidak tertarik dengam gadis-gadis yang kau tunjukan padaku. Lagipula aku belum siap menikah muda. Aku masih ingin bebas hyung” terang kyuhyun.

Dalam hidup kyuhyun hanya ada namanya menghabiskan masa muda sebebas mungkin. Dia masih belum memikirkan tentang menikah apalagi dalam waktu dekat.

“temuilah dia satu kali saja. Setelah itu kau yang putuskan” bujuk young shik yang lagi-lagi hanya membuat kyuhyun menghela nafas.

Ada apa dengannya? Apa secantik itu gadis bernama eunbi sampai young shik memelas pada kyuhyun seperti ini?

“aku semakin yakin kalau kau suka padanya”

“aku memang suka. Suka jika dia bisa bersanding denganmu di altar”

“buahahaha”

Tawa kyuhyun menggelegar. Dan young shik menyatukan kedua alisnya. Adiknya pasti sedang mabuk!

“kau berbicara seperti sudah mengenal dia saja. Aku tidak suka dengan orang asing apalagi menikah. Aku tidak ingin gadis sembarangan”

“kyu, aku tidak pernah seyakin ini-”

“sudahlah hyung. Aku ingin tidur saja”

—TBC—-

Author’s note: sorry for typo. Jangan lupa COMENT dan LIKE ya. kalau bisa sih kalian share juga ke teman-teman kalian. 🙂

bab 3 nya besok ya. InsyaAllah. Doakan author engk malas hehehe

see you 🙂

Advertisements

Not a Contract Marriage [Bab 1]

contract

BAB 1

Eunbi datang lagi ketempat ini untuk keempat kalinya dalam seminggu ini. Ragu-ragu dia membuka pintu, bukan dia tidak berani masuk ke dalam dia hanya sedang menata hatinya terlebih dulu. Setiap kali dia datang ke tempat ini, dia selalu menjadi lemah.

“eomma” sapanya pada orang yang duduk di kursi roda mengahadap jendela. Tapi orang yang disapa eomma itu tidak berbalik, dia masih asyik memegangi bandul kalung miliknya. Kalung pemberian suaminya, ayah eunbi.

Eunbi mendekat, berjongkok di samping kursi roda ibunya.

“eomma sudah makan? Aku membawakan masakan kesukaan eomma. Ayo kita makan bersama”

Merasa kalau gadis yang berjongkok di sampingnya itu berbicara padanya, nyonya hwang menoleh.

“kau siapa? ”

Eunbi terdiam. Pertanyaan ini sudah sering eunbi dengar,tapi hatinya selalu sakit mendengar ibunya menanyakan hal itu.

Eunbi tersenyum.

” hwang eunbi. Apa eomma tidak mengenali putrimu yang cantik ini? ” eunbi mencoba menghibur dirinya sendiri. Dia pura-pura tegar walau rasanya sekarang dia tidak punya nyawa.

” eunbi? Kau eunbi? ”

Eunbi mengangguk sebagai jawaban.

Tapi tiba-tiba dia berjingkat kaget saat ibunya memeluk dirinya begitu kuat.

” jangan tinggalkan eomma. Sembunyilah. Ada orang yang mau mencurimu dariku”

“jangan tinggalkan eomma. Cepat telepon ayahmu dan suruh dia cepat pulang. Ada wanita jahat di luar”

Perlahan eunbi menepuk-nepuk punggung yang seperti sangat ketakutan itu. Ada begitu banyak luka yang eunbi tidak tahu sedalam apa itu.

Nyonya hwang melepaskan pelukannya dan menatap eunbi. Gadis itu tersenyum memberikan senyuman termanisnya, tapi tiba-tiba dia terjatuh karena tamparan keras di pipi sebelah kanannya.

Senyuman itu berubah!.

“dasar kau wanita jahat. Kau mengambil suami dan anakku . Pergi kau. Pergi! ”

” auw. Eomma. Eomma ini aku” eunbi mencoba menangkap kedua tangan ibunya yang memukulnya brutal. Bahkan sekarang air mata eunbi sudah tumpah, bukan karena rasa sakit di lengannya tapi lebih karena rasa sakit di hatinya, rasa sakit yang eunbi bahkan tidak tahu dimana obatnya.

“pergi! Pergi! ”

Nyonya hwang berteriak semakin kencang, saat eunbi mencoba memberontak. Beberapa suster yang berjaga segera masuk, menenangkan wanita paruh baya itu. Tapi ini sulit, dia tidak akan bisa tenang sampai suntikan obat menembus pada lapisan kukitnya dan mengalir di peredaran darahnya.

Mata eunbi hanya terfokus pada ibunya, dunia di sekitarnya seakan runtuh di depannya.

“sebaiknya anda pergi. Biarkan ibu anda beristirahat”

Eunbi menoleh dan tersenyum pada suster itu.

“iya”

Suster itu hendak pergi tapi suara eunbi menahannya.

“suster. Aku membawa makanan, berikan pada eomma saat dia tenang nanti. Itu adalah masakan kesukaannya”

Suster itu mengangguk tanda mengerti sebelum dia pergi.

**

Eunbi menatap keluar jendela.

Kondisi ibu anda semakin buruk setiap harinya. Dia lebih sering berteriak dan mengamuk. Aku takut kalau hal ini sampai membuat dia melukai dirinya sendiri

Untaian perkataan dokter tadi memenuhi otaknya sampai dia tidak sadar kalau air mata sudah kembali membasahi pipinya.

Eunbi tersadar dari lamunannya saat suara beberapa suara klakson di belakangnya berbunyi hampir bersamaan. Eunbi hendak menghapus air matanya saat pandangannya tiba-tiba bertemu dengan pandangan seseorang yang berada di dalam mobil di sampingnya. Sepertinya pria itu memperhatikan eunbi dari tadi.

Apa pria itu tahu aku menangis?

Belum sempat dia memutus kontak mata itu, sopirnya sudah melajukan mobilnya berjalan menjauh.

**

Kyuhyun masuk ke dalam ruangan yang terletak di lantai tertinggi gedung ini tanpa sungkan.

“hyung aku datang” katanya setelah menutup pintu di belakangnya.

“duduklah kyu. Sebentar,biar aku selesaikan dulu pekerjaanku” young shik kembali sibuk dengan pulpen dan beberapa lembar kertas.

Kyuhyun mengangkat kedua bahunya tidak peduli, dan mendudukkan dirinya di sofa empuk di ruangan ini.

“rupanya ruang kerjamu lumayan juga” katanya lirih. Sudah lama dia tidak datang ke ruangan ini. Mungkin 4 atau lima tahun, kyuhyun tidak benar-benar ingat kapan terakhir kali dia masuk kesini. Kalau kakaknya tidak memaksanya mungkin hari ini kyuhyun juga tidak akan datang ke ruangan ini. Tempat ini terlalu membosankan bagi kyuhyun.

Kyuhyun melirik sebentar young shik, rupanya kakaknya masih sibuk dengan kertas-kertas itu.

Pikirannya tiba-tiba teringat pada gadis yang tadi dilihatnya menangis di dalam mobil

Apa hidupnya sangat berat sampai dia manangis seperti itu?  Kurasa dia bukan orang susah, dilihat dari mobilnya tadi

Tanpa sadar kyuhyun memikirkan gadis yang bahkan wajahnya tidak jelas dia lihat, gadis yang bahkan kyuhyun tidak tahu siapa namanya.

“sedang memikirkan sesuatu? ”

Young shik tiba-tiba duduk di samping kyuhyun, membuat pria itu sadar kalau dia baru saja memikirkan hal yang tidak berguna.

” tidak. Hanya saja aku tiba-tiba teringat pada gadis yang menangis tadi” katanya terus terang.

“gadis? Kau membuat seorang gadis menangis? ”

” tidak. Aku melihatnya menangis”

“siapa? Kenapa dia menangis? ”

Lagi-lagi kyuhyun mengangkat kedua bahunya

” aku tidak mengenalnya, sudahlah. Jadi kenapa hyung memintaku kesini. Apa tidak ada tempat lain untuk kita bersenang-senang”

Young shik berdecak. Apa dipikiran adiknya ini hanya ada bersenang-senang?

“apa kau datang ke kantor untuk bersenang-senang? ” Young shik membalik perkataan kyuhyun.

” kau ingin membahas sesuatu yang penting denganku? Kenapa tidak di rumah saja” tanya kyuhyun.

“bukan sesuatu yang penting atau mungkin iya”

Kyuhyun memutar bola matanya malas.

“katakan saja jangan berbelit-belit”

Young shik menyerahkan map di tangannya pada kyuhyun.

“itu adalah daftar rekan bisnis kita. Untuk saat ini kau cukup hafalkan saja nama-nama itu”

Kali ini kyuhyun yang berdecak.

“kau hanya ingin membahas hal ini? Ayolah hyung aku bisa mempelajari hal ini nanti”

“tapi kau harus bersiap untuk menjadi pemimpin perusahaan ini”

“kau tahu aku tidak tertarik dengan ini semua lagi pula sudah ada kau jadi untuk apa aku juga ikut terlibat disini? ”

Young shik menyandarkan punggungnya.

” tetap saja kau harus mempelajarinya, suatu saat kau juga harus memimpin perusahaan ini mau tidak mau”

Kyuhyun melempar map itu ke atas meja.

“sudahlah. Kau tidak perlu membujukku seperti itu. Aku tetap tidak mau”

Young shik tampak menghela nafas melihat tingkah kyuhyun. Adiknya itu memang tidak pernah serius dengan urusan seperti ini membuatnya sedikit khawatir dengan masa depan adiknya. Kapan adiknya ini bisa berfikir lebih dewasa?

“jadi cuma ini yang ingin kau bicarakan denganku? ”

Ah! Young shik mengingat sesuatu.  Hal penting yang harus dia sampaikan pada kyuhyun.

” kau tahu tentang wasiat ayah? ”

Kyuhyun mengerutkan keningnya. Tentu saja dia ingat tapi untuk apa kakanya menanyakan hal itu?

” sebelum memimpin perusahaan ini kita harus menikah terlebih dahulu”

“jadi? ” kyuhyun memancing. Jangan bilang kalau dia akan dijodohkan.

” beberapa rekan bisnis kita mempunyai anak perempuan. Kau ingin aku memperkenalkannya denganmu”

Betulkan apa yang ada dipikiran kyuhyun tadi.

“kau tidak sedang bercanda kan? Ayolah untuk apa aku buru-buru menikah. Lagi pula aku juga tidak akan memimpin perusahaan ini”

“ayolah kyu. Berfikir dewasalah sedikit. Aku hanya mengkhawatirkan masa depanmu dan perusahaan ini”

Kyuhyun menepuk pundak kakaknya.

“hyung kau tidak perlu mencarikan aku jodoh. Aku masih bisa mencarinya sendiri bahkan aku bisa mencarinya dalam satu hari”

Dan perbincangan itu selesai. Selesai karena kyuhyun masih saja bersikeras dengan pikirannya. Young shik kadang berfikir apakah kyuhyun tidak pernah memikirkan masa depannya sendiri? Mungkin menikah bisa membuat kyuhyun bisa sedikit bertanggung jawab dan tidak memikirkan kesenangannya sendiri.

**

Keesokan harinya saat kyuhyun sibuk dengan treidmil miliknya, kakaknya tiba-tiba datang dan mematikan alat itu.

“hyung” kyuhyun mengadu kesal.

“lihatlah. Ini ada beberapa gadis yang cocok denganmu”

Young shik menunjukkan lima lembar foto pada kyuhyun. Foto gadis-gadis cantik dan terpandang tentunya. Hasil usahanya memantau beberapa anak kolega bisnisnya.

“hyung” lagi-lagi kyuhyun mengelu.

Ternyata kakaknya benar-benar akan menjodohkannya. Ini gila! Untuk apa young shik begitu bekerja keras untuk mendapatkan istri yang pas untuk kyuhyun?. Sudah kyuhyun bilang kalau dia masih mampu mencari wanita sendiri. Apa kakaknya itu tidak percaya dengan keahlihan kyuhyun dalam hal itu?

“kyu. Kau sudah harus memikirkan tentang masa depan. Lagi pula aku tidak menyuruhmu menikah besok. Temui saja salah satu dari mereka terlebih dahulu”

Kyuhyun berbalik dan duduk di sofa sambil meminum air dari dalam botol. Kenapa young shik jadi seserius ini? Lagipula sampai kapanpun kyuhyun tidak akan tertarik dengan kencan buta atau perjodohan sekalipun. Bukankah dia tampak menyedihkan jika dia melakukan hal itu? Kyuhyun yang menyedihkan, bahkan dia tidak sanggup mencari calon istrinya sendiri. Ck! Kyuhyun masih tidak siap untuk mendengar itu semua. Bagaimana dengan citranya?

“kyu lihatlah. Ini adalah wanita yang paling cantik diantara yang lain, ya itu menurutku” lagi-lagi young shik mencoba mencari perhatian kyuhyun, menunjukkan foto yang menarik perhatiannya dari awal. Sedangkan kyuhyun hanya diam bahkan tidak melirik foto itu sekalipun membuat young shik menghela nafasnya.

“aku akan meninggalkannya disini. Pilihlah salah satu dari mereka, kau pasti tidak akan menyesal”

“aku bahkan bisa mencari gadis yang lebih cantik dari semua gadis ini” kyuhyun bergumam sendiri setelah kakaknya itu pergi. Tapi perlahan matanya melirik juga beberapa lembar foto gadis yang diletakkan di depan mejanya. Ya, kyuhyun akui kalau semua gadis itu tampak berkelas dan cantik tapi tunggu-

“aku tidak asing dengan wajah ini”

Kyuhyun tampak berfikir setelah mengambil foto yang menarik perhatiannya. Dia mencoba mengingat dimana dia bertemu dengan gadis itu tapi nihil. Dia bahkan tidak mengingat apapun. Ya, mungkin itu hanya perasaannya saja.

—-TBC—-

bab 1 nya sampai sini dulu aja ya. insyaAllah dilanjut besok.

jangan lupa COMMENT dan LIKE 🙂 🙂 and sorry for typo

TERIMA KASIH 🙂

Not a Contract Marriage

contract.jpg

-PROLOG-

Dia tidak percaya dengan yang namanya cinta. Ya, setelah ayahnya meninggalkan ibunya dan memilih wanita lain untuk menggantikan posisi orang yang paling dia cintai, semua keindahan cinta tidak pernah lagi hidup dalam hati maupun kehidupannya. Setiap harinya hanya ada sebuah kesakitan yang seperti akan membunuhnya perlahan. Tidak ada orang lain, tidak ada orang yang bisa mengurangi rasa sakitnya. Tidak juga ayahnya. Pria yang sekarang menjadi orang yang paling dia benci. Setiap harinya dia akan berfikir bagaimana kalau dia mengakhiri ini semua? Bagaimana jika dia meninggalkan semua kehidupan yang menyakitkan ini? Tapi dia membuang semua pikiran  itu dan memendam semua rasa sakit ini sendiri, setidaknya ini demi ibunya. Ibu yang sekarang hanya bisa berbaring dan menangis di sebuah kamar dengan cat putih di sebuah rumah sakit jiwa. Dia harus terus bertahan demi satu-satunya orang yang dia miliki bukan? Berdiri di atas tumpukan serpihan kaca nyatanya tidak jauh lebih menyakitkan dari setiap hari yang harus dia lalui. Melihat orang yang paling dia benci dan paling sialnya lagi dia harus menyebutnya ayah.

Eunbi membuka matanya saat suara alarm di atas nakas samping tempat tidurnya berbunyi sangat memekakan telinga. Setiap harinya selalu seperti ini, tidak ada kebahagian saat dia bangun di pagi hari. Eunbi tidak tahu dia harus berterimakasih kepada Tuhan karena membangunkannya di pagi ini atau dia harus menyesal karena hari menyedihkannya akan dimulai lagi. Haruskah dia menyalahkan Tuhan atas semua keadaan ini?

Inilah awal dari harinya yang menyedihkan, duduk bersama di meja makan dengan dua orang yang bahkan eunbi tidak ingin memanggil namanya. Semua rasa masakan yang eunbi pikir adalah makanan paling enak di dunia sekarang hanya menjadi sebuah makanan hambar dan dingin. Setiap sendok yang dia masukan hanya menjadi obat terpahit saat melihat wanita yang duduk di hadapannya mengumbar senyum. Cih! Wanita itu seperti tidak tahu malu saat tersenyum seperti itu! Maki eunbi dalam hati. Hatinya selalu meradang dengan amarah yang setiap harinya akan bertambah, eunbi tidak tahan!. Dia lelah!. Tapi apa yang bisa dia lakukan? Dia bahkan tidak bisa berfikir untuk pergi dari rumah ini dan pergi bersama dengan ibunya, melupakan semuanya dan memulai hari yang baru. Dia masih butuh pria yang duduk di kursi paling ujung itu, ayahnya. Dia masih butuh pria itu untuk memastikan bahwa ibunya bisa mendapat perawatan yang layak.

“aku akan berangkat dulu” itu suara ayahnya. Dan wanita dengan potongan rambut pendek itu menggeser kursinya dan berdiri.

“baiklah. Hati-hati di jalan”

Setelah itu, dia mendapat kecupan di kening.

Cih! Memalukan!

Lagi-lagi eunbi memaki untuk kesekian kalinya. Dia bahkan ingin meludah di depan mereka berdua. Ayahnya dan wanita murahan itu, sungguh memuakkan!

**

Eunbi bersiap dan menuruni tangga sambil mengecek beberapa barang yang dia bawa dalam tas selempang kecil miliknya. Ini adalah hari selasa, dan dia harus melakukan satu hal yang menjadi rutinitasnya di setiap hari selasa. Datang ke yayasan untuk anak-anak jalanan. Yayasan yang ibunya bangun.

“kau mau pergi? ”

Eunbi berhenti. Tapi dia hanya diam tidak menjawab saat terdengar derap langkah yang mendekat ke arahnya.

” kau akan pergi ke yayasan lagi? ”

Kali ini eunbi berbalik

” tentu saja. Bukankah kita harus membantu sesama, seperti menampung gelandangan di rumah, memberinya makan dan tempat tidur. Bukan begitu, Kang Yoona shi”

Wanita yang di panggil yoona itu hanya menggeratkan gigi-giginya membuat suara gemelutuk. Dan eunbi sudah melenggang pergi.

“tunggu saja sampai aku benar-benar menghancurkanmu anak sialan! ”

Selalu seperti ini, satu tahun hidup bersama tidak pernah membuat hubungan mereka membaik. Memangnya siapa yang ingin hubungan ini membaik? Eunbi bahkan tahu kalau wanita itu bermuka dua, berlagak sok baik hanya jika ada ayahnya saja.

**

Di sisi lain, seorang pria yang tampak sangat ceria sedang bersenandung kecil sambil memegang segelas jus jeruk. Pria itu menggeser pintu di depannya dan langsung masuk tanpa mengetuk pintu.

“hyung. Kau akan ke kantor? ”

Orang yang ditanya itu hanya bergumam mengiyakan sementara pria yang baru masuk tadi sudah duduk di sofa yang ada disana. Ini adalah ruang kerja keluarga cho. Dan orang yang baru di sapa hyung itu adalah anak laki-laki tertua di keluarga ini, cho young shik. Pria yang sekarang menjabat sebagai pemimpin perusahaan real estate menggantikan ayahnya yang sudah meninggal. Dan pria yang memegang jus jeruk itu adalah anak termuda di keluarga ini. Cho kyuhyun. Pria yang seolah bertolak belakang dengan sifat kakaknya. Pria yang ceria dan seolah hidup tanpa beban berbanding terbalik dengan kakaknya yang kaku.

“kau bercanda? Aku baru pulang kemarin dan kau akan berangkat ke kantor sepagi ini?. Setidaknya luangkan waktumu untukku satu hari saja, kita bisa ke club bersama-sama nanti”

Kyuhyun memang baru pulang dari belajar di luar negeri. Dan dia memang terlalu manja pada kakaknya, ya setelah mendiang orang tuanya tentunya. Apa ini efek karena dia anak  bungsu?

Young Shik meninggalkan dokumen-dokumen yang ditatanya dan berjalan ke depan adiknya, bersandar pada meja kerja miliknya.

“kau jangan kekanakan kyuhyun. Aku punya banyak pekerjaan di kantor, lagi pula kakak iparmu akan menggantungku jika pergi ke club bersamamu”

Kyuhyun terkekeh. Dia lupa kalau kakanya sudah tidak lajang lagi. Tapi apa salahnya ke club? Hanya minum-minum saja tidak masalah bukan?

“ayolah. Biar aku yang meminta ijin pada kakak ipar jika hyung takut. Lagi pula aku tidak menyuruhmu selingkuh, hanya minum” kyuhyun mempertegas niatnya. Sudah lama dia tidak menghabiskan waktu berdua bersama kakaknya.

“kita bisa minum lain waktu. aku harus segera berangkat” Young Shik memperhatikan jarum jam yang melingkar di tangannya. Dia sudah terlambat. Jadi tidak ada waktu untuk bernegosisasi dengan kyuhyun.

Kyuhyun hanya menghela nafasnya. Sepertinya kakanya benar-benar sibuk. Suara pintu dibuka terdengar di telinganya tapi setelah itu terdengar suara Young Shik lagi.

“datanglah ke kantor. Kau harus mempelajari sedikit-sedikit tentang perusahaan kita”

Kyuhyun menoleh dan mengangkat kedua bahunya.

“bukankah sudah ada kakak”

“datang saja”

——TBC——-

HALLO author balik setelah sekian lama engk update disini. semoga cerita baru ini tidak membosankan. jangan lupa tinggalkan COMMENT untuk cerita ini ya, dan LIKE  jika kalian suka. 🙂 thank you.

lanjut ke chapter selanjutnya yuk….