PASSWORD 18 AGAIN

❤ 18 Again Part 11 A/ B ==> clue nya adalah siapa yang menyebarkan rumor disekolah.

❤ 18 Again Extra Part ==> clue nya adalah di negara mana kyuhyun belajar bermain piano.

 

Advertisements

Not a Contract Marriage [BAB 15]

Matanya sudah lelah menitikan air mata, eunbi masih tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi yang jelas sekarang dia terduduk di depan sebuah foto yang sudah dipenuhi dengan bunga krisan putih. Tubuhnya bahkan sudah berbalut baju hitam dengan pita putih di lengannya.

Terasa tepukan di bahunya membuat eunbi menoleh.

“jangan menangis lagi”

Minsoo menatap eunbi kasihan, dia pernah kehilangan dan itu menyakitkan.

“aku masih berharap jika semua ini hanya mimpi eonni”

Akhirnya eunbi tersedu memeluk minsoo.

Tak ada yang tahu bagaimana kejadian buruk ini tiba-tiba terjadi, bahkan kyuhyun. Sejak semalam dia masih berfikir apa yang terjadi, tapi tak ada. Tidak ada apapun yang bisa mengurangi rasa sedih eunbi.

Pemakaman sudah selesai satu jam lalu, dan eunbi, gadis itu masih terduduk di atas ranjangnya sambil memeluk dirinya sendiri.

“jangan menangis. Ibumu tak akan suka melihatnya”

Kyuhyun membawa eunbi kedalam pelukannya.

“ak-aku bahkan belum bisa membawa ibu kembali ke rumah”

“ibumu pasti mengerti. Biarkan dia pergi dengan tenang “

Ada penyesalan yang tidak bisa eunbi ungkapkan. Banyak kata yang belum bisa dia sampaikan dan terlalu banyak impian yang belum bisa dia wujudkan. Sekali lagi dia ingin protes, kenapa ini terjadi padanya?! Apakah eunbi tidak bisa bahagia seperti yang dia inginkan? Ini terlalu kejam!

Ceklek

Suara pintu terbuka membuat kyuhyun sedikit menjauhkan tubuhnya pada eunbi.

“bisa kau tinggalkan kami sebentar? “

Kyuhyun mengangguk, mencium kening eunbi sebelum pergi.

” aku akan keluar sebentar” pamitnya

Langkah kaki itu terdengar semakin mendekat, tanpa menoleh eunbi sudah tahu kalau itu adalah ayahnya. Ayah? Bahkan eunbi tidak melihat pria itu menangis di Pemakaman tadi. Beberapa kejadian besar dihadapkan padanya, yoona istri keduanya masuk penjara lalu istri pertamanya tiba-tiba ditemukan bunuh diri tapi kenapa pria itu terlihat biasa-biasa saja?

Ranjangnya sedikit bergerak, dan tuan hwang sudah duduk di samping eunbi.

“bebaskan yoona” katanya tiba-tiba.

Eunbi terkesiap mendengar kata-kata itu tiba-tiba meluncur tanpa permisi. Matanya yang memerah membulat sempurna. Benarkah pria ini ayahnya? Bagaimana disaat seperti ini justru permintaan itu yang keluar dari mulutnya? Apa eunbi yang terlalu berharap kalau ayahnya akan menangis bersama dan saling berpelukan?

“apa kau sedang bergurau? ” tanya eunbi sarkartis

” kau tahu ibumu pergi itu karena sikapmu”

Lagi-lagi eunbi mengumpat dalam hati. Kenapa sekarang dia yang dipersalahkan? Apa yang eunbi lakukan?

“karenaku?!” eunbi nyaris berteriak.

“kenapa? Kenapa ini semua jadi salahku! “

” ayah yang bersekingkuh, dan jalang ayah yang membuat ibuku nyaris gila. Dan sekarang ini semua salahku?! “

Eunbi menatap tajam mata yang bahkan eunbi lupa sejak kapan tatapan ketenangan yang sering dia lihat itu menghilang.

” apa ayah belum juga menyesal setelah semua ini terjadi?! ” eunbi kembali menyentak dengan air mata yang terus keluar kembali membasahi pipinya.

” ayah bahkan belum meminta maaf padaku atau ibu. Lalu kenapa kau sekarang malah menabur garam di atas lukaku?! “

” apa kau benar-benar seoarang ayah,?! “

“suatu saat kau akan mengerti kalau aku melakukan semua ini untukmu. Maka, turutilah perkataanku. Aku tak ingin hidupmu semakin hancur”

Eunbi tersenyum mengejek. Sekarang ayahnya mengatas namakan kebahagiaannya. Tapi kebahagiaan yang mana? Semuanya sudah hancur sejak yoona datang ke dalam keluarganya.

“aku sadar sekarang kalau gelas yang pecah tidak akan pernah bisa kembali seperti semula sebesar apapun usahaku. Seperti hubungan kita. Kau bukan lagi ayahku” kata eunbi penuh dengan penekanan.

“eunbi” kata tuan hwang lirih

“jangan lagi panggil namaku, aku merasa jijik mendengarnya”

“eunbi aku-“

“keluarlah! . Dan aku tidak akan membebaskan yoona meskipun kau bersujud di bawah kakiku. Dia harus membayar semua rasa sakit yang ibuku rasakan selama ini”

Wajahnya berpaling tidak lagi menatap ayahnya. Air matanya jatuh. Tangan eunbi meremas selimutnya sampai jari kukunya memutih. Jadi inikah akhirnya?

Disisi lain kyuhyun mencekeram gagang pintu, dia akan melesat masuk saat eunbi berteriak membentak tapi minsoo menahannya.

‘ayah dan anak itu perlu bicara’ bujuknya.

Kyuhyun pikir semuanya membaik setelah ini, tapi dia salah. Dia masih tidak habis pikir kenapa ada ayah seperti itu. Apa dia bahkan tidak merasakan sedih saat putrinya menangis, meneteskan air mata karena kesalahannya?

Tuan hwang membuka pintu hendak keluar tapi kyuhyun sudah berdiri di depannya dengan tatapan tajamnya.

“aku akan pulang. Jagalah eunbi”

“tunggu” kata kyuhyun dan berbalik menyusul mertuanya yang sudah beberapa langkah di depannya.

“jangan temui eunbi lagi. Aku tidak akan memaafkanmu jika kau menghancurkan hidupnya sekali lagi. Sudah cukup dia menangis karenamu. Dia adalah tanggung jawabku sekarang dan aku akan membahagiakannya”

Tuan hwang berbalik

“aku tidak tahu kalau kalian akan sangat mencintai seperti ini. Setidaknya aku bahagia karena aku menikahkannya denganmu”

“aku tidak akan mengganggunya lagi” tambahnya

Setelah itu tuan hwang benar-benar pergi.

***

Ini sudah hari ketiga setelah ibunya pergi dan eunbi masih terlihat sangat berduka.

Kyuhyun mengusap pipi eunbi dan menyingkirkan beberapa rambut yang menutupi wajahnya. Sesekali dia mengecup kening istrinya.

Eunbi menggeliat dan membuka setengah matanya.

“apa aku mengganggumu? “

Eunbi menggeleng dalam pelukannya.

” apa kau ingin tidur lagi? “

” tidak. Tapi biarkan seperti ini dulu”

Kyuhyun tersenyum dan merapatkan pelukannya pada eunbi, mengusap punggungnya pelan.

“ingin berlibur? Aku sudah menyiapkan villa untuk kita”

Eunbi sedikit menjauhkan tubuhnya dan menatap kyuhyun.

“villa? “

” villa di pinggir kota. Kau akan menyukainya”

Kyuhyun tiba-tiba berdiri membuat pelukannya terlepas.

“cepatlah bangun dan bersiap kita akan segera berangkat”

Eunbi mendudukkan dirinya di atas ranjang.

“aku bahkan belum bilang iya”

“aku akan memaksamu meskipun kau bilang tidak”

Cih! Eunbi mendesis

***

Udara musim gugur terasa sangat menenangkan. Ini pertama kalinya dia keluar rumah setelah berduka. Selama tiga hari ini eunbi hanya mengurung dirinya di kamar. Meratapi kesedihannya.

Eunbi menoleh pada kyuhyun karena pria itu tiba-tiba membuka kaca mobil di samping eunbi.

“apa kau tidak ingin menikmati angin musim gugur? “

” kita akan menginap berapa hari? “

Kyuhyun tampak berfikir sejenak

” mungkin dua hari atau tiga hari”

“kenapa lama sekali? Kau tidak bekerja, sudah tiga hari ini kau tidak pergi ke kantor”

“tidak masuk kantor selama tiga hari lagi tidak akan membuatku bangkrut”

Eunbi berdecak. Tapi kyuhyun terkekeh.

“minsoo eonni? Apa tidak apa-apa meninggalkanya selama tiga hari? “

Kyuhyun menggeleng

” ada ahjumma yang menjaganya. Lagi pula kakak yang meminta padaku untuk membawamu kabur selama tiga hari”

***

Sebuah rumah bergaya modern berdiri di depan sebuah danau, banyak pepohonan di depan rumahnya. Sangat asri dan nyaman.

“aku sudah lama tidak berkunjung ke sini . Terakhir kali ketika aku akan pergi sekolah ke luar negeri” kata kyuhyun di belakang eunbi

“benarkah? Padahal rumah ini tampak menyenangkan”

Eunbi langsung berjalan masuk, meninggalkan kyuhyun yang sedang mengobrol dengan ahjushi, yang merawat rumah ini.

Villa ini besar lengkap dengan perapian dan dua lantai serta dapur yang luas. Sepertinya eunbi akan betah tinggal disini.

“kau menyukainya? “

Kyuhyun memeluk eunbi dari belakang, melingkarkan tangganya di perut eunbi, hidungnya disembunyikan di leher eunbi menghirup aroma sabun dan parfum vanilla yang bercampur menjadi satu.

” tentu saja aku menyukainya”

“kau ingin melihat kamar kita? “

Kyuhyun menarik tanggan eunbi menuju ruangan di sebelah kanan.

” ini kamarku dan sekarang menjadi kamar kita”

Kyuhyun langsung menjatuhkan tubuhnya di atas kasur.

“ahh aku sudah lama sekali tidak tidur disini”

Eunbi ikut menjatuhkan tubuhnya di samping kyuhyun.

“kenapa kau tidak membawaku kesini dari dulu” protes eunbi. Jujur villa ini jauh luar biasa dari villa keluarganya. Keluarga? Lagi -lagi eunbi meringis. Haruskah sekarang eunbi menyebutnya mantan keluarga?

“kau tidak mendengarkanku? ” kyuhyun memiringkan tubuhnya menghadap eunbi.

” ak-aku-kau bilang apa? ” tanya eunbi tidak enak

Ck!

Kyuhyun menarik tubuh eunbi, memeluknya.

” apa yang kau pikirkan? “

” hanya tiba-tiba teringat sesuatu”

“jangan pikirkan hal yang tidak penting lagi sampai kau mengacuhkanku”

“maaf”

“kau tidak perlu meminta maaf”

Dan kyuhuun mencium bibir eunbi. Gadis itu tak menolak malah ikut membalas ciuman kyuhyun. Mereka larut dalam ciuman mereka, saling mengecap satu sama lain.

“tuan aku-” kalimat itu menggantung di udara.

“eunbi! ” kyuhyun mengumpat karena eunbi tiba-tiba mendorong tubuhnya dan berdiri. Ah! Padahal tadi itu sangat menyenangkan, batin kyuhyun.

” ahh kurasa ranjang ini sangat nyaman meskipun kau sudah lama tidak menepatinya” eunbi menepuk-nepuk ujung kasur membuat kyuhyun tersenyum geli.

“ada apa ahjushi? ” kata kyuhyun setelahnya.

” anu tuan. Makan siangnya sudah siap”

“baiklah. Ahjushi bisa pergi”

“ck! Kenapa kau tidak menutup pintunya terlebih dulu. Ahh bagaimana aku bisa menampakkan wajahku di depan ahjushi” protes eunbi cepat sesaat ahjushi pergi meninggalkan mereka.

Kyuhyun mendudukan dirinya.

“ahjushi juga akan mengerti pasangan seperti kita” kata kyuhyun dan mengangkat kedua bahunya.

“lagipula bukankah kau menikmati ciumanku tadi”

“kau memang tidak bisa serius” eunbi menutup kedua telinganya tidak ingin mendengar godaan kyuhyun lagi.

***

Sore hari ini mereka memasang tenda di depan danau lengkap dengan peralatan barbaque. Kyuhyun dan eunbi tampak anteng menunggu ikan menarik kail mereka. Tapi tiba-tiba

“ah! Ini membosankan. Apa kita membeli saja ikan dan langsung memasaknya? ” protes eunbi dengan pipi mengembang kesal.

” rasanya akan berbeda saat kau menangkao ikan sendiri dengan membeli di pasar”

“mereka akan sama ikannya. Jadi apanya yang berbeda? ” eunbi kesal tapi tetap juga menanti pancingannya was-was.

” apa kau suka memancing? Aku tidak pernah tahu sebelumnya kalau kau suka dengan kegiatan seperti ini. Sedikit mengejutkan kalau seorang cho kyuhyun yang hobi pergi ke club menyukai kegiatan seperti memancing”

Melihat semua peralatan memancing yang lengkap di rumah tadi, eunbi jadi penasaran. Sejak kapan suaminya itu hobi kegiatan seperti ini.

“kau ingin mengejekku? “

Eunbi menoleh dengan kening mengkerut

” tidak.untuk apa? Aku hanya bertanya”

Jika boleh jujur kyuhyun memang tidak terlalu menyukai kegiatan ini. Seperti yang eunbi katakan, dia lebih suka keliking club dengan hinggar binggar nya dari pada duduk di pinggir danau dengan suara rumput yang tertiup angin.

“saat aku lelah dengan semua keadaan ini, aku butuh ketenangan. Dan ku pikir salah satunya memancing”

Eunbi ingin berucap lagi saat pancingan kyuhyun bergerak. Eunbi jadi sangat antusias saat sebuah ikan besar berhasil kyuhyun tangkap.

Setelah itu mereka sibuk menaburi ikan itu dengan garam dan beberapa bumbu sederhana sebelum memasaknya.

Kyuhyun benar, ikan ini terasa lebih enak saat menangkap sendiri. Ya, meskipun itu tadi tangkapan kyuhyun.

Eunbi mengunyah ikan sebelum mendorongnya dengan cola.

Langit sudah berubah menjadi gelap, seharian ini kyuhyun berhasil membuat eunbi melupakan rasa kesalnya dan sedihnya.

“masuklah kesini! “

Kyuhyun berteriak dari dalam tenda membuyarkan lamunan eunbi. Dia mendekat dan ikut masuk ke dalam tenda.

” apa kau berniat untuk tidur disini? “

Kyuhyun mengangguk mengiyakan.

” kenapa? Kau punya rumah”

“hanya ingin berduaan dengamu” kata kyuhyun dengan senyum menjengkelkannya.

Eunbi mengalah dan ikut tengkurap mengahap pintu tenda, memangku kepalanya dengan kedua tangan.

“terima kasih” kata eunbi tiba-tiba lalu dia menoleh kepada kyuhyun yang sekarang balik menatapnya dengan satu alis terangkat.

“seharian ini kau berhasil membuatku lupa akan rasa sedihku” lanjut eunbi

“eunbi. Aku juga pernah merasa kehilangan dan putus asa sama sepertimu. Butuh waktu untukku mengerti semua keadaan ini. Kau hanya perlu bangkit dan menata ulang keadaan yang kacau ini”

Kyuhyun menggenggam tangan eunbi.

“aku akan selalu bersamamu”

Eunbi tersenyum. Apakah bisa semudah itu untuk bangkit. Tapi eunbi yakin selama ada kyuhyun yang menggenggam tanggannya semuanya akan teratasi.

Cup

Eunbi mencium pipi kanan kyuhyun.

“aku sangat mencintaimu”

Sedetik kyuhyun terkesiap karena tindakan eunbi, tapi pria itu buru-buru memperbaiki ekspresi wajahnya.

“sudah ku katakan bukan begitu cara berciuman yang benar”

“heh?! “

****

Setelah semalam, eunbi kembali menemukan semangatnya. Baiklah tidak baik untuk terus berduka. Dia harus bangkit! Ada banyak hal yang harus dia selesaikan.

Yoona. Eunbi harus menemui wanita itu.

Dan akhirnya pagi-pagi sekali eunbi merengek pada kyuhyun untuk cepat membawanya pulang. Meskipun kyuhyun sempat protes karena rencananya menghabiskan tiga malam bersama eunbi harus hancur tapi oria itu senang karena sorot mata eunbi sudah lebih hiduo dari kemarin. Baiklah, sepertinya nanti kyuhyun akan merencanakan liburan yang teoat dan lebih baik dari ini.

“kau yakin tidak ingin aku menemanimu masuk? “

Eunbi menggeleng dan melepas sabuk pengamnnya.

” aku hanya ingin bertanya sesuatu. Tidak akan lama” kata eunbi kemudian.

“baiklah aku akan menunggu disini”

Setelah eunbi ingin cepat-cepat pulang wanita itu meminta kyuhyun untuk mengantarkannya menemui yoona. Entah kenapa kyuhyun merasa sedikit khawatir kalau ini bukanlah sebuah ide yang baik.

Eunbi mencekeram kuat tas miliknya. Menemui yoona nyatanya membutuhkan energi lebih.

Wanita itu tersenyum sinis pada eunbi, tatapannya masih mengejek seperti biasanya.

“apa kau ingin bertanya tentang kematian ibumu? ” tanya yoona tepat sasaran. Eunbi sedikit terkejut kalau wanita itu tahu maksudnya. Jadi, bukankah itu maksudnya yoona tahu tentang sesuatu dibalik kematian ibunya?

” apa ini rencanamu? Mengancamku? ” tanya eunbi tidak kalah dingin.

Yoona tertawa.

” mungkin. Tapi bukankah sudah kuperingatkan sebelumnya? Kau hanya akan menghancurkan hidupmu sendiri dengan membawaku kesini. Eunbi. Ini bukanlah apa-apa. Akan aka sesuatu yang lebih besar dari pada ini”

“yoona. Apa kau masih tidak merasa bersalah atas semua ini? “

” ini bukan salahku. Ayahmu yang membawaku ke rumahmu dan menghancurkan hidupmu”

Ayah? Ya, berkali-kali eunbi menolak tapi ini memang kesalahan ayahnya. Kalau saja waktu itu ayahnya tidak menghianati ibunya dengan yoona semuanya tak akan seperti ini.

“dan kau membunuh ibuku?!”

Yoona menggeleng

“kau yang membunuhnya. Kau membuatku terpaksa melakukannya eunbi”

Eunbi semakin meremas tasnya, menatap yoona penuh benci.

“mau kuberitahu rahasia besar? ” tawarnya penuh kemenangan.

***

Eunbi menemani minsoo menyiram bunga di halaman belakang, setelah pertemuannya dengan yoona kemarin eunbi semakin terlihat risau.

“eunbi. Kau tahu ini adalah bunga kesukaanku. Hyunshik selalu memberiku bunga ini saat aku marah padanya. “

Eunbi tersenyum kecut dan melirik bunga mawar putih itu sedih.

Apakah dia telah menhancurkan ke bahagian orang ini?

Hatinya kembali terluka. Ternyata banyak hal yang baru eunbi ketahui. Lalu apakah dia bisa mengatasi hal ini sendiri?

Brak!

Eunbi menoleh saat terdengar suara ointu dibanting. Kyuhyun tampak berjalan tergesa-gesa. Eunbi tahu kalau pria itu sedang marah sekarang.

“apa maksudmu?! ” tanya kyuhyun tidak sabar. Minsoo yang disamping eunbi hanya menatap kyuhyun dan eunbi bergantian seperti meminta penjelasan.

Eunbi berdiri dari duduk jongkoknya.

” aku ingin membebaskan yoona” kata eunbi tenang.

Kyuhyun tercengang begitupun dengan minsoo. Kenapa? Eunbi mati-matian menginginkan yoona membayar ini semua tapi kenapa sekarang

“ibuju sudah pergi dan aku tak ingin mengungkit kesediahnnya” alasan eunbi. Sesaat kyuhyun tercenung dengan kalimat eunbi.

“apa maksudmu? ” kyuhyun menarik tangan eunbi yang akan beranjak meninggalkannya. Pikirannya buntu, dia tidak bisa memahami eunbi sekarang.

” aku lelah kyu. Kita bahas ini nanti saja” kyuhyun masih tidak berniat melepaskan tangan eunbi meski gadis itu berusaha keras melepaskan tangannya. Eunbi berbalik menatap kyuhyun. Andaikan dia bisa berkata kalau ini semua bukan keinginannya.

“apa yang terjadi? ” desak kyuhyun

” sudah ku jelaskan kalau aku tidak ingun ibuku bersedih di alam sana”

“omong kosong. Kau menyembunyikan sesuatu kan?! ” kyuhyun terus mendesak eunbi, membuat gadis itu hampir menangis.

” apa yang terjadi saat kau menemui yoona kemarin? “

Eunbi menelan ludahnya, memperbaiki ekspresi wajahnya.

” tidak ada. “

Bohong. Kyuhyun tahu kalau eunbi sedang berbohong, mata wanita itu tida tenang.

” aku tidak akan membiarkanmu melepaskan yoona. Jika kau melepaskannya maka aku yang menuntut yoona lagi”

“kyu! “

” dia telah menghancurkan hidupmu aku tidak akan membiarkannya begitu saja”

“kau tidak mengerti! ” kata eunbi dan menyentak tangan kyuhyun sampai genggaman itu terlepas.

” apa yang tak kumengerti? “

Eunbi menunduk, berusaha menahan air matanya yang akan tumpah.

” kau hanya akan menghancurkan semuanya dengan tidak melepaskan yoona. “

” omong kosong apa itu” kyuhyun tersenyum mengejek.

“ku mohon turuti kemauanku.”

Setelah itu eunbi pergi dan kyuhyun hanya menatap punggung eunbi penuh tanya. Sebenarnya apa yang terjadi. Pria itu mengeluarkan ponselnya dari dalam saku jasnya, menekan beberapa nomor disana sebelum bunyi nada tersambung terdengar.

“halo. Aku ingin kau melakukan beberapa pekerjaan”

—–TBC—-

Author’s note : hallo hallo author kembali lagi.  semoga part ini tidak mengecewakan. author ingetin lagi jangan lupa  like, komen dan share ya 🙂 🙂

sorry for typo

love you all ❤ ❤

NOT A CONTRACT MARRIAGE (BAB 14)

oke, ini author repost bab yang satu ini, karena author enggak tahu kenapa tiba-tiba tanda petiknya hilang. dan daripada kalian makin bingung baca ff ini makanya aku repost ulang.

—happy reading—

Kyuhyun tersenyum dengan mata yang masih tertutup. Gerakan halus dalam pelukannya membuat senyumnya merekah secara otomatis. Lengan yang terasa sedikit kaku karena dijadikan bantal oleh eunbi tak berarti apa-apa. Dia sangat mencintai gadis ini. Sangat!

Eunbi merubah posisi tidurnya menghadap dada kokoh suaminya. Sinar matahari yang sudah masuk lewat celah jendela masih saja membuat dia malas untuk membuka mata. Pelukan kyuhyun terasa sangat nyaman, jauh lebih nyaman dari pelukan yang pernah dia rasakan sebelumnya. Ini luar biasa! Pagi ini seolah semua bermekaran di atas kepalanya, semua kebahagiaan berkumpul di bawah kakinya sampai eunbi lupa kalau dia pernah bersedih sebelumnya. Kyuhyun telah merubah segalanya, kehidupannya, rasa sedihnya. Hanya satu pinta eunbi pada Tuhan saat ini, jika dia tidak akan dipisahkan dengan kyuhyun. Merasakan kebahagiaan ini selamanya sampai maut menjemputnya.

Perlahan jari-jari kyuhyun menyibak sedikit rambut yang menutupi wajah eunbi, pagi yang indah dengan eunbi berada di pelukannya. Tak pernah sebahagia ini saat kyuhyun menyapa pagi. Gerakan halus itu membuat eunbi membuka matanya perlahan. Dan senyuman manis kyuhyun di pagi hari membuat dia tersipu dengan sendirinya menularkan senyum bahagia di wajahnya. Tanpa permisi kyuhyun mengecup bibir eunbi, satu kali, dua kali, tiga kali. Kyuhyun bahkan tidak akan puas jika itu sampai seratus kali. Eunbi diam dan tersenyum. Kedua tangannya melingkar pada tubuh kyuhyun yang masih bertelanjang dada.

“aku mencintaimu” kata kyuhyun tepat di telinganya membuat eunbi lagi-lagi tersipu malu. Pria itu memang pintar untuk membuat gelombang kebahagian untuknya.

“aku juga mencintaimu” jawab eunbi dengan suara yang masih serak khas bangun tidur.

Kyuhyun ikut merapatkan pelukannya pada eunbi, sesekali dia memainkan jarinya di punggung eunbi yang masih polos tanpa baju.

“apa kau tidak ingin bangun?”

Eunbi menggeleng

“baiklah. Aku bisa meminta naeun memberikan satu malam gratis lagi untuk kita”

Shit!

Eunbi menjauhkan tubuhnya dari kyuhyun

“naeun? “

“kenapa? Hotel ini punya naeun dan akan lebih baik jika kita bisa menginap disini secara gratis”

“wah. Kau memang luar biasa cho kyuhyun. Jadi kenapa tidak kau minta naeun saja tadi malam untuk tidur denganmu?”

“kau masih cemburu dengan naeun? Aku bahkan sudah menceritakan semua masa lalu kami padamu”

“ck!”

Cup

Sekali lagi kyuhyun mengecup bibir eunbi.

“aku bercanda. Kalau kau ingin malam panas seperti tadi malam kita bisa melakukannya dirumah dan se.ti.ap.ha.ri”

“jadi jangan meminta itu padaku”

“kau benar-benar marah?”

“cepatlah bangun dan mandi tuan cho. Aku ingin cepat kembali ke rumah” kata eunbi setelah duduk di atas ranjang sambil menggelung rambutnya ke atas.

“aku bercanda tentang naeun. Jadi jangan marah. Oke? Oke?”

Dan diam. Eunbi diam. Tidak menjawab walau hanya kata oke saja. Baiklah cho kyuhyun, sepertinya kau menghancurkan kesempatan untuk menikmati malam indah seperti tadi malam. Oh! Jika tahu eunbi masih sangat sensintive tentang naeun maka kyuhyun tidak akan menggodanya seperti tadi. Kyuhyun memang bodoh!

**

Kyuhyun memutar bola matanya, melirik eunbi yang masih acuh lewat ekor matanya. Ternyata saat wanita marah maka seorang pria yang terkenal mahir dalam memenangkan hati para wanita bisa kerepotan juga seperti kyuhyun.

Lift itu masih bergerak turun dan eunbi masih betah mendiami kyuhyun sejak tadi pagi. Oh! Lupakan pagi romantis yang hanya bertahan beberapa menit tadi. Sejujurnya eunbi tidak begitu marah pada kyuhyun, dia hanya ingin saja sedikit menghukum kyuhyun. Tadi malam pria itu benar-benar mempermainkan eunbi tentang naeun bahkan sampai tadi pagi, maka terimalah pembalasannya cho kyuhyun!

Satu lantai lagi dan mereka akan sampai di lobi hotel.

Tapi tidak bisa! Batin kyuhyun

tidak sebelum kyuhyun mendapatkan maaf dari eunbi.

“kau apa-apaan?” tanya eunbi marah karena kyuhyun menekan angka 10. Untuk apa mereka naik lagi? Ingin membuang waktu di dalam lift?

“oh. Baiklah. Kita selesaikan ini sekarang” kata kyuhyun

“apa?”

“jangan pura-pura bodoh istriku. Kau mendiamiku hampir dua jam sejak tadi pagi”

“lalu?” wanita memang pintar berbelit-belit. Pura-pura tidak tahu dan bodoh, nyatanya mereka tahu pasti dan jelas apa yang sedang kyuhyun ingin jelaskan.

“aku bahkan sudah berterus terang padamu tentang hubunganku dengan naeun dulu. Kita tidak ada apa-apa. Dan masalah tadi pagi? Kau tahu aku hanya bercanda dan menggodamu saja. Jadi aku mohon jangan lagi mendiamiku seperti ini” kyuhyun memelas, memegang kedua tangan eunbi seperti memohon padanya untuk tidak memenggal kepalanya sekarang.

“aku tak masalah jika kau ingin kembali pada naeun”

“eunbi ayolah. Kau tahu aku bahkan tak bermaksud untuk itu”

“atau kau ingin menjadikannya istri keduamu? Aku akan setuju”

Kyuhyun tampak menghela nafasnya dalam-dalam. Setelah itu kyuhyun melepaskan genggaman tangannya pada tangan eunbi.

“jika kau ingin seperti itu baiklah. Jangan menangis saat aku membawa naeun ke rumah sebagai istri keduaku”

Sialan!

Mulutmu cho kyuhyun!

Eunbi menghentakkan kakinya keras dan menatap kyuhyun marah. Kali ini sangat marah!

“kalau begitu ceraikan aku dulu”

-ting-

Eunbi akan keluar saat lagi-lagi kyuhyun menutup pintu lift dan menekan lantai 10.

“apa maksudmu?” sungut eunbi

“jangan katakan tentang istri kedua apalagi perceraian. Kau tahu kalau hanya kau wanita yang aku cintai. Tidak ada naeun atau wanita lain. Hanya dirimu.”

Eunbi merona tanpa sadar.

Sudah eunbi katakan sebelumnya jika kyuhyun pintar membuat perasaannya seperti roller coaster. Pria ini gila! Terlalu gila sampai eunbi sangat mencintainya.

“jangan istri kedua lagi. Kau paham?”

Eunbi ingin berteriak ya! Tapi egonya masih terlalu tinggi. Tidak keren jika dia secepat itu luluh pada kyuhyun. setidaknya eunbi akan berusaha untuk tidka tertarik pada kyuhyun secepat ini.

“kau tidak ingin menjawab? Apa aku harus menelanjangimu dulu baru kau menjawab?”

“yak!” spontan eunbi berteriak. Ancaman apa itu? Menelanjangi?

“aku akan mem-“

Kyuhyun membungkam eunbi dengan ciumannya. Membuat eunbi lagi-lagi harus tunduk pada kyuhyun. dan entah sejak kapan eunbi ikut membalas ciuman kyuhyun. Rasa egonya tadi tiba-tiba hilang. Kenapa hanya karena ciuman kyuhyun eunbi bisa melupakan segalanya, rasa marahnya bahkan tempat mereka berciuman.

Ehem

Deheman seseorang membuat eunbi yang sejak tadi memejamkan matanya membukanya secara cepat.

Oh my god! Runtuknya dalam hati dan langsung mendorong kyuhyun.

Kyuhyun merenggut tidak suka karena ciumannya tiba-tiba dipotong oleh eunbi. Mata pria itu lantas mengikuti eunbi. Seorang wanita sudah berdiri di depan pintu lift yang tanpa mereka sadari sudah terbuka. Jadi ciuman mereka tadi menjadi tontonan?

“aku rasa aku menganggu kegiatan kalian”

“tidak-tidak-maksudku kau tidak mengganggu naeun shi” kata eunbi cepat. Dan keluar dari dalam lift.

“ya, kau baru saja mengganggu” itu suara kyuhyun. terdengar sangat tidak bersahabat. Apa dia benar-benar kesal karena ciuman tadi terpotong. Eunbi kira kyuhyun akan kembali menggoda eunbi dan membuatnya cemburu seperti yang sudah-sudah.

“maaf. Tapi aku bisa memberikan kalian kamar jika ingin. Ini lift tuan cho”

“ya. Kurasa itu lebih baik. Tapi sayangnya istriku ini tidak ingin menginap disini lagi”

Mata eunbi membesar menatap kyuhyun.

“bukan begitu istriku?” tanya kyuhyun pada eunbi.

“ah. Bukan begitu. tapi kita ada acara nanti malam. Jadi kita tidak mungkin menginap disini lagi lagipula minsoo eonni sendirian di rumah”

“baiklah. Kalau begitu aku pergi dulu. Semoga hari kalian menyenangkan”

“ya, terima kasih naeun shi. Semoga harimu juga menyenangkan”

Setelah itu naeun pergi meninggalkan eunbi dan kyuhyun.

“aku tidak tahu kalau kau juga bisa akrab dengan naeun” kata kyuhyun tiba-tiba.

“akrab? Itu bukan akrab cho kyuhyun tapi basa-basi”

“kau masih cemburu rupanya dengannya.”

“tidak! aku hanya tidak akan memberi dia celah untuk merebutmu dariku”

“Eh?”

“bukannya kau sudah bilang kalau hanya aku wanita yang kau cintai”

Kyuhyun tersenyum. Memahami wanita itu ternyata lebih sulit memahami rumus matematika ya.

“tidak akan ada wanita lain”

“akan aku pegang kata-katamu”

“baiklah nyonya cho. Kau bisa pegang kata-kataku”

***
Semakin hari hubungan kyuhyun dan eunbi semakin dekat. Akan ada eunbi dalam pelukan kyuhyun saat dia membuka mata, dan itu adalah pengalaman dan kebiasaan yang sangat kyuhyun syukuri. Memiliki eunbi dalam dekapannya. Jatuh cinta memang luar biasa. Seolah kyuhyun tidak bosan untuk memeluk dan mencium aroma shampoo yang dipakai eunbi setiap harinya.

Jika kyuhyun mengingat kembali masa lalu dia akan tersenyum sendiri melihat betapa bodohnya dia. Menolak tawaran kakaknya untuk dikenalkan eunbi, berfikir kalau dia bahkan bisa mencari gadis seperti itu dengan mudah. Tapi sekarang kyuhyun sadar kalau itu bukan pemikiran yang benar. Eunbi. Dia adalah satu-satunya wanita yang tidak akan dapat tergantikan atau disamakan dengan siapapun. Dia terlalu special. Cinta memang selalu punya cara untuk mencari pemiliknya. Jika dulu kyuhyun tidak pernah membayangkan kalau dia akan menjadi seorang suami dengan secepat itu dan tanpa persiapan apapun terlebih tanpa adanya perasaan cinta, tapi sekarang entah sudah berapa kali dia mengatakan ini kalau dia benar-benar mensyukuri hal itu. Pernihakannya dan memiliki istri seperti eunbi.

“apa ada yang lucu sampai kau tersenyum seperti itu?”

Sedari tadi rupanya kyuhyun bernostalgia di tengah pintu dapur sambil memandang eunbi yang melakukan rutinitasnya.

“hanya ingin saja” jawabnya sambil melangkah masuk ke dalam dapur.

“aku selalu ingin tersenyum saat bersama dengamu” katanya lagi dan mulai memeluk eunbi dari belakang.

“gombal” ketus eunbi.

“aku berkata jujur”

“baiklah anggap aku percaya. Dan sekarang bisakah kau membiarkanku melanjutkan pekerjaanku?”

“ada ahjumma yang akan mengerjakannya. Kau bisa membantuku saja”

Eunbi berbalik dengan tangan kyuhyun yang masih memeluknya.

Sesaat eunbi menghela nafasnya, tapi kemudian tanggannya begitu lincah membenarkan dasi yang sengaja belum kyuhyun pasang. Pria itu mempunyai kebiasaan baru, tidak pernah memasang dasinya dengan benar, kyuhyun hanya akan mengalunggkannya di leher tanpa mengikatnya.

“apa kau sudah lupa bagaimana caranya mengikat dasi?” sindir eunbi.

“bukankah kau juga menyukai hal ini?”

Eunbi tersenyum. Bukankah itu sudah terlihat jelas di wajahnya.

“baiklah sudah selesai”

“apa tidak ada ciuman selamat pagi?”

Ya, ujung-ujungnya juga kesini. Dasar kyuhyun!

“bukannya kau sudah menerimanya setelah bangun tidur tadi?”

Kyuhyun menggeleng.

“itu tadi hanya kecupan bukan ciuman”

Apakah sekarang menjadi masalah jika itu kecupan atau ciuman? Bagi eunbi sama saja. Tapi mungkin tidak bagi kyuhyun.

“kau ingin aku paksa atau memberinya secara sukarela?”

Pertanyaan apa itu? Itu terdengar seperti ancaman menjijikkan cho kyuhyun. Tapi dengan paksa sepertinya bukan solusi yang tepat.

“baiklah”

Perlahan eunbi menutup matanya. Tapi selama sepuluh detik dia tidak merasakan apapun. Jadi apakah kyuhyun baru saja mengerjainya?

Sebelah matanya dia buka. Dan sial! Kyuhyun memamerkan senyum evilnya.

“rupanya kau memang ingin aku cium”

Eunbi mendengus kesal.

Setelah itu dia merasakan kalau bibirnya sudah bertemu dengan bibir kyuhyun. Pria itu tersenyum di sela ciumannya.

Menyebalkan! Batin Eunbi.

“ini masih terlalu pagi untuk bermesraan”

Damn!

Eunbi mendorong kyuyun dan menatap kakak iparnya salah tingkah. Sementara kyuhyun hanya mengumpat tidak jelas karena kegiatannya terganggu.

“kau mengangguku saja nuna. Awh!”

Kyuhyun merasakan cubitan di perutnya.

“sebaiknya kita ke meja makan saja eonni. Ahjumma tolong lanjutkan masakannya” eunbi buru-buru mendorong kursi roda minsoo ke meja makan.

***

Mobil kyuhyun berhenti di depan coffee shop.

“kyu?” kata eunbi setengah terkejut karena pintu ruangannya tiba-tiba terbuka.

Kyuhyun tersenyum

“ada apa? ” tanya eunbi menghampiri kyuhyun.

” kita mendapatkannya”

“apa? ”

” bukti tentang ibumu. Yumi melakukan pekerjaannya dengan baik”

“ja-jadi maksudmu yoona-? ” kata eunbi tergagap.

Kyuhyun mengangguk sebagai balasan.

” kau bisa membawa bukti-bukti itu sekarang ke polisi”

“kenapa menangis?” kata kyuhyun lagi dan menghapus air mata eunbi dengan ibu jarinya. Tapi eunbi malah menggeleng dan tersenyum.

“jangan menangis”

“aku terlalu bahagia” kata eunbi

“terima kasih” lanjutnya dan memeluk kyuhyun.

“kau tidak perlu berterima kasih padaku karena kau adalah istriku”

***

Yoona menatap eunbi malas. Wanita itu tersenyum mengejek pada eunbi. Tidak ada sedikitpun rasa penyesalan atau permintaan maaf keluar dari mulutnya untuk eunbi. Wanita itu masih telihat sama angkuhnya seperti biasa, baju tahanan itu sepertinya tidak berpengaruh untuknya.

“kau ingin mengolokku karena kau berhasil membawaku masuk kesini? ” tanya yoona menyindir.

” tidak. Aku hanya ingin memastikan kalau kau menerima apa yang seharusnya”

Yoona menyeringai.

“ingat eunbi. Kau mungkin bisa memasukkanku ke dalam penjara tapi aku juga bisa memastikan kalau nanti kau yang akan mengeluarkanku”

“omong kosong!”

Yoona menyondongkan tubuhnya ke depan. Matanya menatap lurus ke arah eunbi.

“kau mungkin tidak tahu dengan kau membawaku kesini kau justru menghancurkan hidupmu sendiri”

“ayahmu, ibumu, atau kyuhyun. kau ingin aku memulai dari mana?” lanjut yoona

“kau tidak akan bisa melakukan hal itu lagi!” kata eunbi setengah membentak.

***

Eunbi memutar jarinya di pinggir gelas, sebelah tanggannya menopang dagunya. Entah kenapa tanpa sadar pikirannya teracuni oleh kata-kata yoona tadi siang. Ternyata ini bukanlah akhirnya, pikirnya.

“apa yang kau lakukan malam-malam begini di dapur?”

Eunbi menoleh dan kyuhyun sudah duduk di kursi disampingnya.

“kenapa kau terbangun? Ada yang kau butuhkan?”

“karena kau tidak ada disampingku” jawab kyuhyun enteng. Tapi itu memang benar. Entah sejak kapan kehadiran eunbi di sampinnya saat tidur menjadi sangat penting sampai dia bisa terbangun karena tempat disampingnya kosong.

Eunbi tampak sedikit menarik ujung bibirnya.

“maaf kalau kau terbangun karenaku”

Kyuhyun menggeleng.

“itu tak masalah. Jadi kenapa? Ada yang mengganggu pikiranmu?”

“aku pikir ini bukanlah akhirnya”

“apa? Kau masih belum berbicara dengan ayahmu?”

Bukannya menjawab eunbi malah menghela nafasnya. Ayahnya? Eunbi bahkan lupa kalau ayahnya juga mungkin sedang terluka. Tapi entahlah.

Kyuhyun menggeser kursinya mendekat pada eunbi, dan menarik wanita itu ke dalam tubuhnya.

“temuilah dia besok. Mungkin dia tidak punya banyak keberanian untuk datang padamu”

Eunbi melingkarkan tangganya di perut kyuhyun, memejamkan matanya dan menciumi bau kyuhyun lebih intens. Aroma tubuh yang bisa membuatnya tenang. Eunbi dapat merasakan kalau berkali-kali pelipisnya mendapat sebuah kecupan dari kyuhyun.

“apa kau mau menemaniku menonton film? Aku masih belum ingin tidur”

Kyuhyun menjauhkan tubuhnya dan mengelus pipi eunbi gemas.

“tentu saja. Kita akan menonton di kamar saja”

***

Dering ponsel eunbi terdengar sangat keras di tengah malam seperti ini. Dengan mata yang masih setengah tertutup dia berusaha mengambil ponselnya.

“halo” sapa eunbi dengan suara paraunya.

“ini dari rumah sakit seoul”

“rumah sakit?”

“ibu anda. Maksud saya nyonya hwang meninggal dunia”

“apa??!” eunbi langsung terduduk. Matanya yang tadi masih terasa berat sekarang menghilang. Ini hanya lelucon kan? Katakan padanya jika yang baru saja dia dengar adalah sebuah mimpi karena dia belum benar-benar terbangun dari tidurnya.

“akan saya jelaskan nanti di rumah sakit. Sebaiknya anda kesini segera” suara itu terdengar sangat buru-buru. Jadi apakah yang eunbi dengar tadi adalah sebuah kenyataan?

“eunbi. Eunbi” kyuhyun menguncang tubuh eunbi karena gadis itu tiba-tiba mematung dengan ponsel yang sudah terjatuh dipangkuannya. kyuhyun ikut terbangun karena teriakan eunbi.

“eunbi!” panggil kyuhyun lagi

Eunbi menoleh tapi dia tidak menjawab, setelah itu dia langsung turun dari ranjang tergesa-gesa dan meraih sweeter dari dalam lemari secara acak.

“kau mau kemana?”

Kyuhyun menarik tangan eunbi membuatnya berbalik menghadap kyuhyun.

“eunbi. Apa yang terjadi?” tanya kyuhyun menuntut

Mata eunbi tampak tidak tenang. Bola matanya bergerak ke kanan dan kekiri, bahkan kyuhyun bisa melihat kalau sekarang mata itu sudah di penuhi oleh air mata yang siap menetes.

Kyuhyun memegang kedua lengan eunbi.

“siapa yang menelpon?” tanya kyuhyun lembut.

“aku-aku-itu-rumah sakit” jawab eunbi terbata. Jantungnya masih berpacu sangat cepat dengan pikiran tak karuan membuat dia sangat bingung harus bagaimana.

“rumah sakit?” kening kyuhyun terlipat. Tapi dia mencoba untuk tetap tenang.

“ibu” kali ini eunbi menatap tepat pada mata kyuhyun seolah meminta bantuan pada laki-laki itu. Eunbi ingin kyuhyun bilang kalau ‘kau hanya bermimpi’ bisakah?

“mereka bilang ibu meninggal”

“apa?!”

“itu tidak benarkan?”

Kyuhyun buru-buru meraih tubuh eunbi dan memeluknya. Kyuhyun tidak tahu apa yang harus dia lakukan tapi yang pertama dia harus menenangkan eunbi yang sudah menjatuhkan air matanya.

“ibuku tidak pergikan kyu?” kata eunbi di sela tangisnya.

“tenanglah. Kita akan ke rumah sakit sekarang”

“kau jangan khawatir. Semuanya akan baik-baik saja”

“aku akan mengambil jaket dulu dan kita akan pergi ke rumah sakit sekarang”

Seperti biasanya, eunbi selalu merasa lebih tenang saat pria itu ada disampingnya. Kyuhyun selalu bisa membuat eunbi merasa kalau dia tidak sendiri, ada orang lain yang selalu akan berada disampingnya. Tuhan begitu baik pada eunbi mengirimkan kyuhyun untuknya. Eunbi tidak yakin apakah saat dia sendiri tanpa kyuhyun dia akan bisa setegar ini.

Perjalanan malam ini terasa lebih lama dari biasanya bagi eunbi, padahal lalu lintas sangat lenggang. Sebelah tanggan kyuhyun terus menggengam tangan eunbi. Memberikan istrinya itu kekuatan dan ketenangan, mencoba mengatakan pada eunbi jika semuanya akan baik-baik saja. meskipun kyuhyun bahkan tidak tahu pasti apa yang sedang terjadi. Sebuah telepon di tengah malam, semoga itu hanya ulah orang iseng.

Di depan rumah sakit terlihat lebih ramai dari malam-malam sebelumnya, tampak mobil polisi terparkir di depan gedung rumah sakit. Beberapa orang berkerumun di samping pintu masuk rumah sakit. Ada police line yang sudah terpasang disana.

Langkah kaki eunbi yang terasa sangat berat membuat jalannya sedikit lebih lambat. Semakin dekat dia mendengar suara orang berbicara, ada orang bunuh diri.

Kyuhyun masih setia berjalan disamping eunbi dengan tangan yang semakin erat menggenggam tanggannya. Rumah sakit tampak sangat kacau malam ini, ya kyuhyun berharap kalau ini bukanlah pertanda buruk bagi mereka.

“anda putri keluarga hwang?” seorang polisi tiba-tiba menghampiri kyuhyun dan eunbi.

“ada apa?” tanya kyuhyun mencoba setenang mungkin

“nyonya hwang ditemukan bunuh diri dengan meloncat dari atas gedung, saya ingin meminta keterangan dari anda”

Deg.

Jantung eunbi seolah berhenti berdetak. Suara itu seperti halilintar yang tepat berada di atas kepalanya.

Tanpa sadar eunbi langsung berlari dan membelah beberapa orang yang berkerumun. Seorang wanita paruh baya dengan baju rumah sakit tergelatak di bawah kaki eunbi dengan darah yang mengalir dari kepalanya. Tubuh eunbi tiba-tiba menjadi sangat lemah seperti tak bertulang. Gadis itu terduduk di halaman rumah sakit.

“ibu.ibu.ibu” panggil eunbi dengan suara yang sedikit tenggelam karena laju air matanya.

“ibu! Ibu! Bangun! “ eunbi berteriak dengan tenaga yang berhasil dia kumpulkan.

‘ini tidak mungkin! Semua ini tidak nyata!’ berkali-kali eunbi mencoba berfikir seperti itu, tapi kenyataan menamparnya kalau matanya masih sehat dan masih bisa mengenali kalau wanita yang sekarang tergeletak di lantai itu adalah ibunya.

“ibu!” teriak eunbi untuk kesekian kalinya.

Kyuhyun duduk disamping eunbi. Menghela nafasnya dalam-dalam.

“eunbi. Bangunlah.” Pinta kyuhyun sangat lembut.

“bangun! Jangan tinggalkan aku sendiri” eunbi masih terus merancau, memaksa ibunya yang sudah tak bernyawa untuk membuka mata.

“bangunlah” kali ini kyuhyun memegang kedua lengan eunbi dan memaksanya untuk berdiri. Tapi eunbi menolak.

“tidak! Ibu tidak boleh meninggalkanku! Bangun, aku mohon” tangis pilu eunbi ikut menyayat hati kyuhyun. Melihat orang yang sangat dia cintai begitu terluka dan kyuhyun bahkan tidak bisa melakukan apapun untuk itu benar-benar menyakiti hatinya.

Sebuah pelukan hangat dan tangan yang melingkar di perut eunbi membuat eunbi sadar kalau dia tidak sendiri sekarang. Ada orang yang berada di belakangnya yang akan terus mengguatkan eunbi

“tenangkan dirimu dulu. Semuanya akan baik baik saja. ada aku disini” kata kyuhyun begitu menenangkan.

“biarkan polisi menyelesaikan masalah ini terlebih dulu”

Dan kali ini saat kyuhyun membantu eunbi untuk berdiri, gadis itu menurut. Atau mungkin eunbi sudah lelah untuk terus meneriaki ibunya yang bahkan tidak membuka satu kali saja.

Eunbi duduk di kursi lobi rumah sakit. Dari jarak lima meter eunbi melihat kyuhyun sedang berbicara dengan polisi. Ini terlalu mengejutkan untuk eunbi, telepon di tengah malam sampai dia melihat ibunya tergelak di lantai dengan begitu banyak darah. Semua terlalu cepat dan mengejutkan untuknya.

Eunbi mengangkat telapak tangannya, ada noda darah disana. Benarkah ini nyata? Eunbi masih menanyakan hal itu keseribu kalinya pada dirinya sendiri. Eunbi masih berharap jika ini tidak nyata.

TBC

 

 

Diary #when we meet again

diary-new-2

Title : when we meet again

genre : series

author : oh honey

cast : cho kyuhyun – hwang eunbi

 

Apa kau pernah membayangkan saat secara tiba tiba cinta pertamamu kembali dan menawarkan sebuah cinta yang dulu pernah kau tawarkan?. Mungkin akan terasa sangat membahagiakan jika dia datang sebelum kau berhasil menghapus semua ingatan tentangnya. Tapi apa jadinya jika dia datang disaat kau sudah berhasil menghapus semua ingatan tentangnya? Apa kau akan tetap membiarkan dia kembali dan mengumbar semua ingatan masa lalu atau kau akan mengusirnya pergi dari hidupmu, selamanya?.

 

Takdir memang selalu membingungkan, layaknya gelombang air laut yang tidak pernah dapat diprediksi kedatangannya. Ada begitu banyak kemungkinan yang dapat terjadi dihidup ini yang tidak akan pernah kita tau akan seperti apa ending dari setiap kemungkinan itu.

 

Aku menatap dalam diam sungai han yang ada dihadapanku. Sungai itu terlihat sangat tenang berbanding terbalik dengan perasaanku saat ini yang terasa seperti dijungkir balikkan. mengingat kembali kejadian hari ini membuatku mendesah dalam dalam. Mungkin dulu aku sering berharap hal ini akan terjadi dikehidupanku namun saat ini aku sama sekali tidak ingin hal ini terjadi dikehidupanku. Bagiku semuanya sudah terlambat. Sangat terlambat.

 

Flashback on

Waktu memang berjalan sangat cepat, tak terasa saat ini aku sudah benar benar menjadi wanita dewasa. Sudah hampir satu tahun aku memutuskan kembali tinggal di seoul, bekerja di salah satu perusahaan menjadi aktifitas rutinku. Setiap hari aku akan bertemu orang baru dengan berbagai karakter, menyakinkan mereka akan sebuah proyek dan melakukan negosiasi. Bekerja menjadi staff marketing memang tidak mudah. Namun aku bahagia menjalani kegiatanku sekarang. Seperti ada kebahagiaan sendiri saat aku harus bertemu dengan orang baru setiap harinya.

 

Suara hak sepatuku yang beradu dengan lantai terdengar seperti irama music yang teratur. Aku terus menggiring langkah kakiku menuju sebuah meja yang terletak disudut restaurant. Dari tempatku berdiri aku dapat melihat seorang pria dengan kemeja warna biru dongker yang sedang membelakangiku. Dia adalah salah satu client yang harus aku temui hari ini.

Aku berusaha merapikan kemejaku yang sebenarnya masih terlihat sangat rapi sebelum akhirnya aku menyapa pria itu.

“maaf saya sedikit terlambat”

aku sedikit membungkukkan kepala sebagai tanda permintaan maafku. Bersamaan dengan kepalaku yang perlahan terangkat mata laki laki itu memandangku dengan tatapan yang tidak dapat diartikan. Saat kepalaku benar benar terangkat, mataku terkunci pada sosok laki laki yang masih menatapku itu, aku sama sekali tidak menyangka dengan apa yang ada dihadapanku saat ini, kesadaranku seolah tiba tiba menghilang karena ketidakpercayaanku. untuk beberapa detik padangan kami bertemu.

“kyuhyun” ucapku lirih, saat kesadaran kembali menghampiriku.

“hwang eunbi” balas kyuhyun, laki laki itu masih terlihat sangat terkejut dengan kehadiranku, sama seperti diriku. Sudah lama aku tidak bertemu dengannya dan aku tidak pernah menyangka Tuhan akan mempertemukanku kembali dengannya.

Perlahan kududukkan diriku disatu satunya kursi yang berada didepannya. Aku benar benar bingung, harus seperti apa aku berperilaku. Haruskah aku memperlakukannya sebagai teman lama yang tidak pernah bertemu atau hasruskah aku memperlakukannya sebagai cinta lama?

Kutatap wajah kyuhyun sekilas sebelum akhirnya kuputuskan untuk memperilakukannya sebagai seorang client dan tidak lebih dari itu.

“kyuhyun shi, aku adalah perwakilan dari Mercy Company yang akan menjelaskan sedikit tentang proyek yang ingin kita tawarkan”

Tenggorokanku terasa tercekat saat aku mengatakan kata demi kata yang keluar dari mulutku. Sangat sulit rasanya saat aku harus berpura pura mengabaikan keberadaan kyuhyun. Laki laki yang dulu pernah menjadi teman terbaikku bahkan menjadi cinta pertamaku.

“eunbi ah, bagaimana kabarmu?” Tanya kyuhyun lirih, dia masih saja menatapku dan mengabaikan semua perkataan yang keluar dari mulutku.

Aku sedikit memperbaiki posisi dudukku untuk menghilangkan rasa gugup yang menghampiri diriku, kubalas tatapannya.

“aku baik” kataku datar.

“kemana saja kau selama ini? kau tak pernah menghubungiku dan aku sama sekali tidak bisa menghubungimu, kau tinggal dimana selama ini?”

Kuhembuskan nafas beratku, rentetan pertanyaan yang kyuhyun lontarkan membuatku sedikit mengingat kejadian masa lalu. Dan aku benci itu.

“kyuhyun ah, aku disini untuk bekerja jadi bisakah kau menyimpan semua pertanyaanmu itu?”

Kyuhyun terlihat terkejut dengan ucapanku. Aku tau kalau aku saat ini terlihat sangat jahat. Tapi aku merasa tidak sanggup jika aku harus memperlakukannya sebagai teman lama apalagi cinta lama, terlalu mengejutkan untukku bertemu dengannya lagi dan aku sama sekali tidak siap untuk itu.

“eunbi ah, tidak bisakah kita…”

Ucapan kyuhyun menggantung diudara saat aku dengan lancang memotong pembicaraannya.

“kyuhyun ah, aku tidak ingin mencampurkan pekerjaan dengan kehidupan pribadi.  jadi tolong hargai keputusanku”

Kyuhyun menghembuskan nafas beratnya, aku tau dia kecewa dengan pilihanku yang memilih menjadi seorang pekerja professional dari pada menjadi teman lama yang sudah lama tidak pernah bertemu. Dan aku tau kalau ini bukanlah pilihan yang akan orang lain ambil saat mereka bertemu dengan teman lama. Mereka pasti akan memilih untuk mengesampingkan pekerjaan dan memilih untuk mengobrol tentang kehidupan masa lalu, atau bahkan kehidupan saat ini. bukannya aku tidak ingin melakukan semua itu hanya saja aku tidak ingin aku terjebak dalam bayang bayang kenangan masa lalu yang berusaha dengan setengah mati aku lupakan, aku tidak ingin bayang bayang itu menghantuiku lagi dan memporak porandakan kehidupanku saat ini yang sudah aku tata sedemikian rupa.

“baiklah kalau itu keinginanmu” sesal kyuhyun

Hampir setengah jam aku dan kyuhyun hanya membicarakan tentang pekerjaan. Dan selama itu kyuhyun terus saja memandangku tanpa henti membuatku sedikit risih dengan apa yang dilakukannya.

Kubereskan map yang ada dimeja, memasukkan beberapa benda kecil seperti note dan bolpoint kedalam tas selempang yang aku kenakan.

“kyuhyun shi, aku pamit dulu”

Ucapku saat aku selesai dengan urusan beres membereskan. Kugeser kursi yang aku duduki dan berdiri.

“eunbi ah, apa kau akan pergi begitu saja? ada banyak hal yang ingin aku katakan padamu”

“maaf kyuhyun, aku benar benar harus pergi sekarang ada pekerjaan lain yang harus aku selesaikan.”

Bohongku padanya. Kyuhyun adalah orang terakhir yang harus aku temui hari ini.

untuk kesekian kalinya kyuhyun menghembuskan nafas beratnya.

“baiklah kalau begitu, aku akan mengantarmu” kyuhyun menggeser kursinya dan berdiri dari duduknya.

“tidak perlu, aku bisa pergi sendiri”

“apa kau akan terus menolakku?”

Aku terdiam, tidak taukah dia kalau aku berusaha menghindarinya?

“bukan begitu, aku bisa pergi sendiri dan..”

Keseimbanganku hampir roboh saat kyuhyun dengan tiba tiba menarik tanganku dan melangkah pergi dari tempat kita berdiri. Dadaku bergemuruh hebat saat aku merasakan genggaman tangan kyuhyun. Genggaman yang dulu pernah aku impi impikan.

^-^

Langit sudah berubah menjadi gelap saat aku keluar dari kantor. Kueratkan tas selempang yang aku kenakan. Tangga demi tangga kuturuni dan sesampainya aku di pijakan tangga terakhir langkahku terhenti, mataku menangkap seorang laki laki yang sedang bersandar di mobil depannya. Laki laki itu adalah kyuhyun. aku tidak tau kenapa dia ada disitu tapi yang aku tau dia sedang melambaikan tangannya padaku saat ini.

apa dia sedang menungguku?

Aku masih berada diposisiku saat kyuhyun datang menghampiriku.

“kenapa kau kesini?” tanyaku sedikit terbata karena rasa gugup yang tiba tiba melanda. Ada apa dengan diriku, kenapa aku terus merasa gugup saat berada bersamanya?.

“aku datang menjemputmu”

“hem??” tanyaku dengan sedikit bergumam, bisa dipastikan kalau wajahku saat itu benar benar terlihat seperti orang terbodoh diseluruh dunia.

“untuk apa kau menjemputku? Aku bisa pulang sendiri” ucapku kemudian.

“karena aku merindukanmu, dan ada banyak hal yang ingin aku katakan”

Dadaku semakin bergemuruh saat indra pendengaranku menangkap kata “AKU MERINDUKANMU”. Walaupun aku tau kata itu tidak lebih untuk seorang teman tapi kata kata itu berefek besar bagi diriku.

‘ah sial, kenapa tubuhku memberikan respon ynga sangat berlebihan’

^-^

Sepanjang perjalanan yang aku lewati, aku hanya memandang keluar jendela tanpa bersuara sedikit pun. Suasana didalam mobil bersama kyuhyun terasa sangat canggung. Dari ekor mataku aku dapat menangkap berkali kali kyuhyun memandang kearahku.

“kau tinggal dimana selama ini?” suara kyuhyun memecahkan kesunyian.

Kyuhyun memandangku sekilas lalu kembali memandang lurus kearah jalan. Walaupun dia terlihat focus pada jalanan tapi dia memperhatikanku lewat ekor matanya.

Sedangkan aku tetap pada posisiku sebelumnya, memandang kearah luar jendela.

“aku tinggal di Gwangju” kataku datar dan lirih, entah kyuhyun dapat menangkap perkataanku atau tidak.

“kenapa kau pindah tanpa memberitahuku dan kenapa kau tak pernah menghubungiku?”

kali ini suara kyuhyun tak kalah datar dari suaraku.

“ada beberapa hal yang membuatku tidak bisa memberitahumu”

‘Dan semua itu karena mu’

“apa semua itu karena diriku?”

Aku sedikit berjingkat mendengar ucapan kyuhyun yang terdengar cukup lirih itu, kubalikkan posisiku menghadap kearahnya. Kutatap wajahnya yang berusaha focus pada jalan.

“anni”

Kembali kupalingkan wajahku kearah jendela, seolah pemandangan diluar lebih mengaksikkan dari pada berbincang dengan kyuhyun atau menatap kyuhyun.

“jika bukan karena diriku, kenapa kau tak pernah menghubungiku bahkan aku tak bisa menghubungi nomor handphonemu?”

Rentetan pertanyaan kyuhyun membuatku sedikit geram, aku sedang tidak dalam posisi ingin membahas semua yang telah terjadi, aku tidak ingin mengkorek kembali semua tentang masa laluku, termasuk masa laluku yang menyangkut tentang kyuhyun.

Kali ini kubalik posisiku menghadap kearahnya dan kutatap kyuhyun dalam dalam.

“bukankah aku sudah mengatakan kalau ada beberapa hal yang membuatku tidak bisa memberimu kabar” kataku sedikit geram.

“lalu ada apa dengan sikapmu? Kenapa kau bersikap seolah kau tak ingin bertemu denganku?”

‘aku memang tidak ingin bertemu denganmu, karena bertemu denganmu akan mengingatkanku dengan perasaanku padamu’

“hwang eunbi”

Suara kyuhyun menyadarkanku dari pikiranku sendiri tentang bayang-bayang masa lalu. Sepertinya kyuhyun sudah sedikit gerah menunggu jawaban dariku.

“tolong turunkan aku di gang depan, rumahku ada disekitar situ” kataku tanpa rasa bersalah

“aku tidak akan menurunkanmu sebelum kau menjawab pertanyaanku”

Mataku menatap tajam kearah kyuhyun, sedangkan kyuhyun terus memandang lurus kearah jalan.

“bukankah aku sudah menjawab semua pertanyaanmu”

“kau belum menjawab pertanyaanku yang terakhir, ada apa dengan sikapmu kenapa kau terlihat sangat berbeda?”

“bukankah setiap orang bisa berubah kapan saja, dan kenapa kau mempermasalahkan sikapku padamu? Kita bahkan tak pernah bertemu lagi sejak SMA lalu kenapa kau tiba tiba mempermasalahkan sikapku padamu?”

Rentetan rentetan kekesalan itu tiba tiba keluar dari mulutku tanpa bisa aku control. Aku tidak tau apa yang sampai membuatku begitu kesal pada kyuhyun saat ini dan aku juga tidak tau bagaimana perasaanku yang sebenarnya kali ini. semua terasa sangat membingungkan, aku butuh waktu untuk memikirkan setiap kejadian ini.

kenapa aku bertemu lagi dengan kyuhyun? kenapa terselip rasa bahagia saat aku bisa melihatnya lagi?. Dan kenapa aku harus merasa kesal dengan pertemuan ini?. semua pertanyaan pertanyaan itu berputar terus dikepalaku tanpa mendapatkan jawaban yang jelas.

 

Secepat kilat kyuhyun menepikan mobilnya, dia memutar posisinya menghadap kearahku. Untuk beberapa detik mataku dan kyuhyun bertemu sebelum aku memutus kontak mata itu. Aku tidak ingin tenggelam terlalu jauh dengan semua tatapan kyuhyun.

“maafkan aku jika dulu aku menyakitimu, aku sama sekali tidak berniat menyakitimu”

“kau tak perlu meminta maaf padaku, itu semua bukan salahmu. Aku sendirilah yang telah menyakiti perasaanku”

Kyuhyun memang tidak perlu meminta maaf dengan apa yang sudah terjadi padaku karena pada kenyataannya aku lah yang telah menyakiti perasaanku sendiri.

Aku terlalu tenggelam dalam rasa cintaku padanya sampai aku sulit menghapus semua bayang bayang tentangnya.

“jangan pernah merasa bersalah lagi dan aku harap kau tak akan terbebani dengan semua yang telah terjadi. Semuanya sudah berlalu. Lupakanlah semuanya. ” lanjutku

“jika kau ingin aku melupakan semuanya lalu kenapa kau menuliskan sebuah surat yang membuatku tidak bisa melupakanmu bahkan disaat aku tidur?”

Aku terdiam cukup lama, perkataan kyuhyun seperti sengatan listrik bagiku. Apa maksudnya tidak bisa melupakanku? Bolehkah aku berpikir kalau itu sebuah tanda kalau kyuhyun memiliki perasaan terhadapku? Anni, tentu saja TIDAK.

‘sadarlah hwang eunbi, apa yang kau pikirkan bukankah kau sudah berhenti berharap darinya dan bukankah dulu secara terang terangan kyuhyun mengatakan kalau dia tidak memiliki rasa itu’

“maafkan aku kalau surat itu terlalu memberatkanmu. Mulai saat ini kau bisa melupakan semua tentang surat itu, aku juga tidak keberatan jika kau juga melupakan tentangku. Anggap saja semua yang aku tulis dalam surat itu hanya sebuah curhatan anak remaja yang sama sekali tidak berarti apapun”

“shiroe, aku tidak ingin melupakanmu sampai kapanpun”

“terserah padamu”

“terima kasih atas tumpangannya”

Tanpa ingin berbasa basi lagi aku langsung mendorong pintu mobil dan keluar. Aku langsung memberhentikan taksi yang lewat dan masuk kedalamnya tanpa menghiraukan terikan kyuhyun yang meamnggil namaku.

“mianhae kyu” ucapku lirih, kutatap kyuhyun yang semakin menjauh dari balik kaca spion.

Aku benar benar merasa sangat bersalah padanya, tak seharusnya aku berperilaku seperti itu. Mengacuhkan kyuhyun dan seolah melupakan tentangnya.

Jika kalian bertanya kenapa aku bersikap berlebihan seperti itu, akupun tidak tau. Saat aku bertemu dengannya lagi ada begitu banyak yang aku rasakan. Aku merasa bahagia dan kesal dalam waktu bersamaan. Aku bahagia karena pada akhirnya aku dapat bertemu lagi dengannya, dan aku merasa kesal karena saat bertemu dengannya aku sadar kalau aku sangat MERINDUKANNYA, aku BENCI itu. Aku benci saat aku harus mengakui kalau aku merindukannya karena itu berarti aku belum sepenuhnya menghapus semua perasaanku padanya atau bahkan aku memang belum benar benar menghapusnya.

 

Taksi yang aku tumpangi membawaku pergi sampai pada sungai han. Aku memilih untuk duduk dipinggir sungai, menghirup udara segar sebanyak banyaknya, berharap ini dapat membuatku lebih rileks. Mataku menerawang jauh pada aliran air yang terlihat tenang didepanku.

Flashback off

^-^

Udara malam mulai menyentuh permukaan kulitku, saat aku berjalan keluar kantor. Kuhela nafasku, lagi dan lagi aku melihat kyuhyun bersandar di kap mobilnya bak seorang foto model yang sedang melakukan sesi photo.

Entah apa yang ada dipikiran kyuhyun, setiap hari saat aku keluar dari gedung tempatku bekerja kyuhyun selalu bersandar dimobilnya dan melambaikan tangannya kearahku.. persis seperti saat ini.

Aku mendengus malas dan berjalan kearahnya, sedangkan dia justru menampilkan senyum lebarnya. Seperti orang tidak berdosa. Pikirku.

“kenapa kau kesini lagi?” tanyaku ketus.

“bukankah aku sudah mengatakan kalau aku akan menjemputmu setiap hari?” jawab kyuhyun sambil menampilkan senyum tidak berdosanya.

“dan bukankah aku sudah mengatakan kalau kau tidak perlu menjemputku lagi?” balasku datar.

“kenapa aku tidak boleh menjemputmu?”

Aku memutar otak mencari jawaban yang tepat atas pertanyaan kyuhyun. kenapa aku tidak ingin dijemput kyuhyun? tentu saja itu karena aku tidak ingin berdekatan dengannya, setiap kali aku dekat dari jangkauannya kerja jantungku menjadi dua kali lebih cepat. Dan aku tidak ingin itu menjadi semakin parah. Aku tidak ingin menderita serangan jantung diusia semuda ini.

“tentu saja, karena aku ingin pulang sendiri”

“aku tidak ingin membiarkan kau pulang sendiri, aku tidak ingin terjadi sesuatu padamu”

Aku memicingkan kedua mataku ‘ apa- apaan dia ini, kenapa bersikap sangat protektif seperti ini. memangnya dia siapa?’

“kau jangan berlebihan, aku sudah terbiasa pulang sendiri jadi kau buang jauh semua pikiranmu itu”

“aku hanya mengkhawatirkanmu, sudah lah jangan bicara lagi. Ayo kita pulang”

Belum sempat aku membuka mulutku untuk membalas kata katanya. Kyuhyun sudah menarik tanganku dan mendorongku masuk kedalam mobilnya.

 

Seperti biasa suasana didalam mobil sangat sepi hanya ada beberapa obrolan yang kyuhyun buat.

“apa kau ingin makan dulu?”

Aku memalingkan wajahku yang semula menghadap ke jendela menjadi menghadap kearah kyuhyun, berusaha menimbang nimbang tawaran kyuhyun.  jujur aku sangat lapar karena aku melewatkan makan siangku tadi, tapi makan bersama kyuhyun..?

“tidak, aku ingin cepat pulang” kataku dengan nada ketus dan langsung memalingkan wajahku lagi.

Belum satu menit aku menolak tawaran kyuhyun tapi perutku dengan lancangnya berbunyi dan aku yakin kyuhyun mendengarnya. Ah sial. Dasar perut tidak tau diri.

“sepertinya kita harus makan dulu” kyuhyun tersenyum mengejek kearah perutku.

“tidak perlu, kita langsung pulang saja” kataku dengan berusaha menahan rasa malu yang sudah megusai diriku. Dalam hati aku merutuki diriku sendiri, kenapa perut ini harus berbunyi saat bersama kyuhyun, terlebih lagi saat aku berusaha mengabaikan ajakannya. Menyebalkan.

 

Tak butuh waktu lama bagi kyuhyun untuk membawaku kesebuah restaurant bergaya eropa. Perjuanganku untuk menolak tawaran kyuhyun terasa sangat sia sia karena bagaimanapun caraku menolaknya laki laki itu tetap membawaku kesini.

Perkataanku tempo hari tentang siapa saja bisa berubah kapan saja sepertinya terbukti pada diri kyuhyun. Kyuhyun telah berubah, berubah menjadi laki laki yang PEMAKSA.

“kau ingin pesan apa?” Tanya kyuhyun saat seorang pelayan menghampiri.

“sama saja denganmu”

Kyuhyun nampak serius meneliti setiap menu yang tertera pada daftar menu.

“kami pesan foie gras”

Pelayan perempuan itu kemudian menuliskan pesanan yang kyuhyun sebutkan dan berlalu pergi.

 

 

Tidak butuh waktu lama untuk menunggu makanan khas prancis yang dipesan kyuhyun sampai didepan mataku. Sebuah hati angsa yang dibuat pasta dan dicampur dengan saus khas prancis terlihat sangat menggiurkan, membuat perutku semakin merota rota untuk dikasih makan.

“selamat makan” kata kyuhyun.

Perlahan kupotong hati angsa itu dan memasukkannya kedalam mulutku. Rasanya benar benar meleleh dimulutku, hati angsa dan saus khas prancis itu seolah benar benar memanjakan lidahku. Apakah aku terlihat sangat norak?

“apa kau menyukainya?”

Aku mengangguk mengiyakan pertanyaan kyuhyun.

 

 

 

“terimakasih atas tumpangan dan juga makan malamnya”

Kataku pada kyuhyun saat kita sudah berada di depan gedung apartementku.

“apa aku hanya mendapat ucapan terima kasih saja?”

“mwo?” alisku saling bertautan, jadi apa yang harus aku ucapakan selain kata terima kasih?.

“apa kau tidak akan menawariku mampir keapartemenmu dan membuatkanku secangkir teh?”

Haruskah? Kataku dalam hati.

“emm… itu..”

Belum sempat aku menyelesaikan kata kataku, kyuhyun sudah menarikku memasuki gedung apartement. Benar benar laki laki yang tidak tau malu sekaligus pemaksa.

“ada dilantai berapa apartementmu?”

Tanya kyuhyun saat tanpa sadar aku dan dia sudah berada didalam lift.

“8”

Kyuhyun kemudian menekan angka delapan, dan tidak butuh waktu lama sampai lift itu berhenti di lantai 8.

 

 

“duduklah aku akan membuakanmu teh”

Kyuhyun hanya mengangguk lalu mendudukkan dirinya di satu satunya sofa yang ada di dalam kamar apartementku.

“minumlah, dan cepatlah pulang”

“apa kau mengusirku?”

“ini sudah sangat malam bagi seorang laki laki untuk bertamu pada  seorang gadis lajang seperti diriku.”

“jadi kau belum memiliki pasangan?” raut wajah kyuhyun terlihat sangat senang. Matanya bahkan terlihat sangat berbinar binar.

“apa kau sedang mengejekku?”

“anni, aku hanya ingin mengatakan kalau aku juga sedang sendiri”

“lalu?”

“tidak ada, aku hanya ingin mengatakannya”

Kyuhyun lalu meminun tehnya, bibirnya sedikit tertarik keatas sebelum menyesap habis tehnya.

^-^

Seperti biasa aku akan berkutat dengan berbagai macam data yang cukup memusingkan kepala. Mataku dengan teliti melihat pada layar computer yang berada diatas meja kerjaku. Sesekali aku menyesap chocolate panasku yang masih mengepul.

“hwang eunbi, ada kiriman untukmu”

“untukku?” mataku beralih pada sosok tinggi chaeyon, salah satu temanku dikantor.

Chaeyon mengangguk mengiyakan, dan meletakkan sebuah buket bungan mawar pink besar.

“ini untukku?”

Tanyaku lagi, berusaha memastikan apa yang ada dihadapanku.

“iya, apa kau sedang berkencan dengan seseorang?. Ah dia romantic sekali. Kau membuatku sangat iri eunbi ah”

“anni, aku sedang tidak berkencan dengan siapapun”

“lalu ini dari siapa?” chayeon menunjuk bunga pink yang ada dihadapanku

“molla aku juga tidak tau, mungkin salah alamat” kataku cuek, aku sama sekali tidak bisa memikirkan satu namapun diotakku.

“mungkinkah?”

“mungkin”

“kyuhyun, cho kyuhyun. apa kau tidak mengenalnya?” kata chaeyon sambil memegang kartu pengirim yang ada di buket bunga itu. Mataku seolah melebar dua kali lipat.

“apa? Kyuhyun?”

Benarkah laki laki itu yang mengirimiku bunga ini?

“oh. Kau tidak mengenalnya?”

“aku mengenalnya”

“ah, pasti dia seseorang yang sedang dekat denganmu”

“aku rasa hubungan kita tidak seperti itu”

“lalu bunga ini?”

“entahlah aku juga tidak tau”

 

^-^

Untuk kesikan kalinya kyuhyun mengirimiku bunga, kali ini bunga baby breath dengan ukuran besar.

“kau mendapat kiriman bunga lagi?” Tanya chaeyon saat ia melintas disampingku.

“oh”

“wah, sepertinya dia tidak main main denganmu”

“maksudmu?”

“apa kau yakin kalian tidak memiliki hubungan yang special?”

^-^

“hwang eunbi”

Suara itu begitu familiar ditelingaku, kupanglingkan wajahku dan ternyata tebakanku benar, suara itu adalah suara kyuhyun. Aku tidak pernah bertemu kyuhyun  beberapa hari ini, hanya kiriman bunga yang aku terima darinya.

Kenapa dia datang lagi?. Batinku

Tapi baguslah, sudah sejak kemarin aku ingin melabraknya

 “apa kau suka bunganya? Aku tidak tau bunga mana yang kau sukai, jadi aku berinisiatif untuk mengirimkan bunga dengan jenis berbeda setiap harinya” ucap kuhyun pajang kali lebar dengan nada yang tanpa dosa, bahkan wajahnya menyiratkan kalau dia sangat bangga dengan ide memberiku bunga setiap harinya.

Ide yang sangat berliant cho kyuhyun karena kau berhasil membuatku seperti memiliki toko bunga pribadi.

“apa kau berniat membuat kamarku terlihat seperti toko bunga? Dan apa kau tau bunga lili yang kau kirimkan kemarin membuatku bersin bersin sepanjang hari”

Mengingat hari kemarin membuatku ingin menonyor kepala kyuhyun, bagaimana tidak sejak pagi aku harus bersin bersin tidak karuan sampai hidungku merah padam.

“maafkan aku. aku tidak tau kalau kau alergi dengan bunga lili”

“sudahlah, mulai sekarang berhentilah memberiku bunga setiap harinya. Apartementku sudah tidak memiliki sudut untuk menaruh bunga bungamu itu.”

“aku hanya ingin menunjukkan kalau aku sangat senang bertemu denganmu dan aku ingin kau selalu mengingatku disaat aku tidak bisa bertemu denganmu seperti kemarin”

“untuk apa? Kenapa aku harus selalu mengingatmu. Aku rasa hubungan kita tidak sabaik itu, dan sepertinya seorang teman tidak perlu mengirimkan bunga setiap harinya hanya agar dia selalu diingat”

Kata kata itu keluar begitu saja dari mulutku, aku sama sekali tidak bisa memahami perlakuan kyuhyun. bukannya aku tidak senang mendapatkan bunga setiap harinya, tentu saja aku senang apalagi aku adalah seorang wanita yang menggilai hal hal manis seperti itu. Hanya saja perlakuan kyuhyun itu membuatku menghayal kalau kyuhyun adalah kekasihku, dan aku tidak ingin itu. Aku tidak ingin lagi hidup dalam bayang bayang kyuhyun lagi.

Kyuhyun hanya diam dan menatapku sambil mendengarkan amukan tidak jelas yang aku lontarkan. Entah apa yang dia pikirkan sekarang, aku melihat guratan kekecewaan di wajahnya. Tapi biarlah aku tidak peduli itu.

“aku melakukan ini karena aku…”

Kata kata kyuhyun menggantung diudara setelah dengan lancangnya aku memotong perkataannya. aku tidak tau makluk apa yang sedang merasuki diriku sekarang , setiap kali aku melihat kyuhyun aku selalu ingin marah.

“sudahlah aku tidak ingin mendegar penjelasanmu. Mulai sekarang berhentilah mengirim bunga bunga itu dan jangan menemuiku lagi kecuali urusan bisnis.”

Ucapku dengan ketus, sedangkan kyuhyun hanya menatapkan penuh arti.

“bagaimana jika aku tidak menyetujui permintaanmu?”

Kyuhyun mengatakannya dengan sangat tenang nyaris tanpa ekspresi.

“aku tidak sedang dalam urusan untuk bernegosiasi denganmu. Cho kyuhyun”

“aku juga sedang tidak dalam urusan bernegosiasi denganmu hwang eunbi. Apapun yang terjadi aku tidak akan berhenti menemuimu”

Perkataan kyuhyun barusan membuatku berang, apa maksud laki laki ini. aku sama sekali tidak mengerti.

“apa hakmu? Aku rasa hubungan pertemanan kita sudah berakhir sejak lama. Jadi kau tidak memiliki hak apapun untuk bertemu denganku lagi kecuali untuk urusan pekerjaan”

“sebagai laki laki yang mencintaimu tentu aku punya hak untuk itu”

lagi lagi kyuhyun mengatakannya tanpa ekpresi, berbanding dengan diriku saat ini yang menganga tak percaya dengan apa yang barusan aku dengar.

“apa kau bilang?”

“aku mencintaimu hwang eunbi” kali ini ekspresi kyuhyun berubah menjadi sedikit serius.

Aku terdiam cukup lama, berusaha mencerna apa yang barusaja kyuhyun katakan.

Kyuhyun mencintaiku? Kata kata itu terus berputar dikepalaku, membuatku pening.

Sadarlah hwang eunbi, itu semua tidak mungkin terjadi.

“aku tidak tau kenapa kau mengatakan itu dan untuk apa? Apa kau sedang meledekku karena kisah kita dulu atau kau sedang mencoba mengelabuiku?”

“apapun yang ada dipikiranmu itu bisa aku pastikan kalau semuanya SALAH. Aku mengatakan ini karena sudah sejak lama aku menanti waktu seperti ini. mungkin ini akan terdengar sangat membosankan tapi aku benar benar menantikan kehadiranmu. Sejak kepergianmu aku sadar kalau ternyata aku telah jatuh hati pada teman baikku sendiri. Dan aku sadar kalau kau telah membawa hatiku pergi bersamamu. Aku tau ini sangat terlambat dan aku terlihat seperti tidak tau diri dengan mengatakan ini setelah apa yang terjadi. Tapi aku benar benar tidak bisa hidup tanpamu, bertahun tahun ini aku hanya menghabiskan waktuku untuk MENUNGGUMU. Aku tidak pernah berhubungan dengan wanita manapun. Karena aku yakin kalau kita akan dipertemukan kembali”

“seperti yang kau bilang kyu, ini sudah sangat terlambat. Aku tau menghabiskan waktu bertahun tahun untuk MENUNGGU seseorang tidaklah MUDAH, karena aku juga pernah berusaha untuk MENUNGGUMU tapi kau juga harus tau kalau menghabiskan waktu bertahun tahun untuk MELUPAKAN seseorang juga tidak MUDAH.”

Aku menarik nafas beratku sebelum aku melanjutkan kata kataku, entah untuk alasan apa dadaku terasa sesak saat mengetahui fakta kalau kyuhyun mencintaiku.

Ingin rasanya aku meneriaki kyuhyun dan memakinya

Kenapa dia begitu terlambat? kenapa baru sekarang dia mengataknnya?

“ Jadi aku tidak bisa menyia nyiakan waktuku yang telah aku habiskan untuk melupakanmu dengan kembali mencintaimu” kembali aku melanjutkan perkataanku.

“maaf kalau aku terlalu terlambat untuk memahami perasaanku dan aku tau kau masih mencintaiku sampai sekarang, jadi kau jangan berbohong padaku. matamu itu tidak bisa membohongiku”

Aku terperangah mendengar yang kyuhyun katakan aku masih mencintai kyuhyun?

“kau salah, sudah sejak lama aku menghapus perasaan itu dari hatiku”

“kau bohong, aku tidak melihat itu dari matamu”

“terserah kalau kau tidak percaya padaku aku tidak akan memaksamu untuk mempercayai perkataanku. Aku hanya punya satu permintaan, berhenti menemuiku lagi” ucapku tegas, aku sama sekali tidak peduli apakah kyuhyun percaya padaku atau tidak. Untuk saat ini aku hanya ingin kyuhyun pergi dari kehidupanku seperti sebelumnya.

Aku membalikkan badanku berniat untuk pergi dari hadapannya tapi belum sempat aku melangkahkan kakiku kyuhyun menarik tanganku membuatku mau tidak mau menghadap kearahnya, untuk sesaat padanganku dan kyuhyun bertemu.

“aku tidak akan melepaskanmu”

Kulepas genggaman tangan kyuhyun dengan menggunakan tanganku yang bebas, kemudian aku benar benar berlalu dari hadapannya. Sedangkan kyuhyun hanya menatapku. Mungkin dia masih syok dengan perilakuku atau entahlah aku tak tau.

^-^

Sebuah pesta dengan segala pernak pernik bernuansa biru electric tertata rapi di salah satu hotel berbintang lima, tidak banyak yang aku kenal, lebih tepatya TIDAK ADA yang aku kenal kecuali donghae. Laki laki yang saat ini sedang berjalan disampingku. Beberapa waktu yang lalu donghae memintaku untuk menemaninya datang ke pesta super mewah ini, sebenarnya aku tidak terlalu suka pesta terlebih aku tidak mengenal orang orang yang ada di sini tapi tentu saja aku tidak ingin mengecewakan laki laki paling baik setelah ayahku itu dengan menolak permintaannya. Dan beginilah akhirnya, aku mengekor disamping donghae tanpa aku tau mau kemana dia akan pergi melangkah.

Donghae menghentikan langkahnya pada kerumunanan laki laki berjas yang bisa aku pastikan kalau itu adalah teman kantor donghae.

“malam semuanya” sapa donghae pada mereka.

“hai donghae”

“siapa dia? Apa dia kekasihmu?”

Aku sidikit kaget dengan pertanyaan salah satu teman donghae sedangkan donghae hanya tersenyum tidak jelas.

“kenalkan dia eunbi”

“anyeong haseyo, hwang eunbi imnida”

“kau sangat cantik, pantas donghae memilihmu”

“terima kasih”

Aku tersenyum sedikit canggung, tidak ada kata kata yang terlintas di otakku selain kata ‘terima kasih’.

Mereka semua larut dalam percakapan antar sesama laki laki dan mengabaikan keberadaanku, seolah aku ini hanya nyamuk yang sedang terbang. Merasa bosan dengan keadaan ini, aku panglingkan pandanganku kesekeliling pesta mencari sesuatu yang mungkin lebih menarik dari pada obrolan kermununan para laki laki ini.

Mataku menjelajahi setiap ornament yang terpasang di setiap sudut ruangan seolah memastikan kalau tidak ada yang kurang dari pesta ini.

Satu detik…,

dua detik…,

tiga detik…  mataku terkunci pada pandangan seseorang yang sedang menatapku tajam. Untuk beberapa detik pandanganku dengannya bertemu. Nampaknya Tuhan sedang memiliki suatu rencana atas diriku, niatku mencari sesuatu yang dapat mengusir kebosananku berbuntut sesuatu yang mengejutkan- sangat MENGEJUTKAN.

Bagaimana mungkin dia ada disini?

Laki laki yang belakangan sudah tidak prnah menampakan batang hidungnya dihadapanku lagi, kini sedang berdiri 5 meter dari hadapanku.

Kuedarkan pandanganku lagi mencari sesuatu yang jauh lebih menarik dari sebelumnya, beusaha untuk menghiraukan tatapan kyuhyun yang begitu tajam. Tapi aku sama sekali tidak bisa menemukan apa yang aku cari.

“donghae ya, aku mau pergi ketoilet dulu”  aku berbisik pada donghae, dan donghae hanya mengganggukkan kepalanya mengiyakan.

Cukup lama aku berada di dalam toilet, membenarkan beberapa riasan.

Selesai dengan kegiatanku, kulangkahkan kakiku keluar berniat untuk kembali kedalam pesta yang sebenarnya sama sekali tidak aku nikmati.

Satu langkah..

Dua langkah…

Secara tiba tiba seseorang menarik tanganku dan menyudutkanku pada sebuah dinding, hampir saja aku berteriak sebelum aku tahu siapa orang brengsek yang telah menarikku dengan tiba tiba itu.

“apa yang kau lakukan?” tanyaku penuh amarah, sedangkan orang yang aku ajak bicara hanya menatapku penuh amarah, sama sepertiku.

Ada apa dengannya? bukankah aku yang harusnya marah padanya?

“jadi ini alasanmu, menyuruhku pergi dari kehidupanmu?”

Kyuhyun masih saja menatapku, seolah dia ingin mengulitiku dengan tatapan membunuhnya. Jujur aku tidak tau apa yang telah aku lakukan sampai membuatnya terlihat sangat marah seperti ini.

“apa maksudmu?”

“kau jangan pura pura tidak mengerti maksudku hwang eunbi”

“aku memang tidak mengerti dengan apa yang kau bicarakan.” Kataku dengan nada yang sedikit tinggi.

“donghae- kau menyuruhku pergi karena donghae”

“apa maksudmu? Aku tidak mengerti”

“berhenti berlagak tidak tau hwang eunbi” kyuhyun berkata dengan hampir berteriak membuat sedikit terperanjat.

“aku benar benar tidak mengerti cho kyuhyun”

“baik akan aku buat kau mengerti, kau adalah orang yang hampir 5 tahun ini membuatku menunggu, aku bahkan berusaha sangat keras untuk menemukanmu dan setelah waktu yang telah aku habiskan hanya untuk menunggumu, sekarang kau mengusirku pergi darimu. Awalnya aku mengira itu semua karena kau terlalu sakit hati denganku tapi aku salah kau mengusirku karena orang lain. dan orang lain itu adalah donghae. aku tau aku tidak punya hak untuk melarangmu berhubungan dengan siapapun tapi tak bisakah kau memberiku satu kesempatan”

Kyuhyun masih saja menatapku sedangkan aku hanya terdiam.

Kulepas eratan tangan kyuhyun perlahan pada lenganku, perlahan air mataku menetes tanpa aku mau dan tanpa aku sadari. Semuanya terjadi begitu saja.

“kau sudah begitu terlambat kyuhyun”

Karena aku telah memutuskan untuk menerima donghae. Lanjutku dalam hati.

Hari dimana aku dan kyuhyun bertemu kembali setelah sekian lama adalah hari dimana aku memutuskan untuk menerima donghae. aku memang tidak berkata pada donghae kalau aku mencintainya tapi aku akan berusaha untuk mencintainya. Aku dan donghae pertama kali bertemu saat kita masih sama sama dibangku kuliah. Pertemanan yang awalnya biasa saja menjadi sesuatu yang tidak biasa. Aku dengannya menjadi sangat dekat layaknya seorang sahabat bahkan aku telah menceritakan semua yang aku alami pada donghae termasuk kisahku tentang kyuhyun. donghae tau semuanya bahkan donghae juga tau kalau aku belum bisa benar benar melupakan kyuhyun.

Persahabatanku dengan donghae tidak jauh beda dengan persahabatan kebanyakan orang tapi tanpa aku sadari persahaban itu sedikit berubah karena donghae menyimpan rasa padaku, sedangkan aku hanya menganggap dia tidak lebih dari seorang sahabat. Benar kata orang TIDAK ADA PERSAHABATAN ANTARA WANITA DAN PRIA. Seiring berjalannya waktu persahabatan itu akan berubah menjadi cinta entah saling mencintai atau hanya cinta sepihak. Berulang kali donghae mengatakan perasaannya padaku tapi selalu saja berujung penolakan yang keluar dari mulutku. Sampai pada hari itu, aku memutuskan untuk berusaha menerima donghae dalam hatiku bukan karena aku merasa kasian pada donghae atau karena aku mulai mencintai donghae. semua itu semata mata karena aku ingin berusaha membuka hatiku untuk orang lain. tapi Tuhan memiliki rencana yang jauh dari dugaanku. Pada hari itu juga Tuhan mepertemukanku pada kyuhyun lagi. Duniaku seolah terjungkil balik, aku tidak tau apa yang harus aku lakukan dan aku tidak tau keputusan mana yang tepat untukku.

Aku tidak tau apa maksud Tuhan tapi aku sangat mengutuk pertemuanku dengan kyuhyun itu karena semua itu membuatku meragu lagi untuk membuka hatiku untuk orang lain.

 “tapi kau masih mencintaiku, kenapa kau harus membohongi perasaanmu sendiri?”

“aku yang lebih tau tentang hatiku, bukan dirimu” kataku sedikit tegas, aku ingin berusaha mempertahankan keputusanku untuk membuka hatiku.

“tapi aku bisa melihatnya”

“kau salah, dan dengarkan aku baik baik agap saja kita memang tidak ditakdirkan untuk bersama. aku memang mencintaimu tapi itu dulu jauh sebelum kita bertemu lagi. Dan untuk masalahmu yang mencintaiku, aku yakin kau bisa melupakan rasa itu seiring bergulirnya waktu sama sepertiku.”

Kata kata yang keluar dari mulutku itu tidak hanya untuk kyuhyun tapi juga untukku. Aku berusaha menyakinkan diriku sendiri kalau Tuhan memang menginginkan aku dan kyuhyun bersama pasti Tuhan akan membuat aku dengannya bersama dengan jalan yang tidak pernah aku tau.

“jika memang waktu bisa membuatku lupa akan dirimu kenapa sampai detik ini aku belum bisa melupakanmu bahkan bayang bayangmu masih teringat jelas dipikiranku.”

“aku yakin waktu akan membantumu melupakanku”

Kuusap air mata yang sudah meleleh sejak tadi, kulangkahkan kakiku pergi meninggalkan kyuhyun sendiri yang masih menatapku.

pandanganku terasa kabur, efek dari sisa sisa air mata yang masih tertinggal dipelupuk mata. Sampai aku tidak menyadari kehadiran seorang laki laki yang berdiri sekitar satu meter dari hadapanku. Donghae, laki laki itu menatapku tanpa ekspresi. Melihat dari tatapannya aku yakin dia telah mendengar semua pembicaraanku dengan kyuhyun.

Donghae mungkin tau kalau aku memiliki cinta pertama bernama kyuhyun tapi dia tidak tau kalau aku telah bertemu lagi dengannya dan donghae tidak tau kalau kyuhyun yang aku maksud adalah kyuhyun teman satu kantornya. Ini adalah pesta khusus untuk para staff perusahaan, jadi bisa dipastikan kalau kyuhyun dan donghae adalah teman satu kantor. Hanya saja aku tidak tau apakah mereka saling mengenal atau tidak.

Aku terus melangkah kedepan dengan sedikit ragu menghiraukan tatapan dari kyuhyun dan juga tatapan dari donghae.

Oh tuhan selamatkan aku dari situasi ini, aku tidak ingin menyakiti siapapun tapi kenapa kau membuat aku seolah menyakiti mereka berdua.

Aku benar benar ingin keluar dari situasi ini, aku butuh waktu untuk memikirkan semuanya, sendiri.

Langkahku terhenti  dihadapan donghae. aku hanya diam tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Dia berbalik dan pergi begitu saja dan aku hanya mengekorinya dari belakang. Dan begitulah akhir dari malam panjang ini. aku telah menyakiti dua hati yang sebenarnya sama sekali tidak ingin aku sakiti.

======================tunggu next story nya=========================

author’s note : terima kasih udah baca ff ini, maaf kalau feel nya kurang dapet karena memang author buat ff ini kepotong potong terus, jadi ya begini lah hasilnya 😀

ditunggu comment dan like nya ya chingu, kamsahamida 🙂