Not A Contract Marriage [bab 9]

Min soo perlahan mulai menerima kenyataan ini. Meskipun dia tahu tidak mungkin melupakan young shik dalam hidupnya. Tapi kyuhyun benar, young shik akan sedih jika melihatnya terus seperti ini. Melanjutkan hidup adalah jalan terbaik seperti kyuhyun yang memilih menikah dengan eunbi demi young shik. Min soo juga akan mencoba hidup dengan baik demi young shik.

“eonni. Kau sedang memikirkan apa? ”

Min soo tersenyum pada eunbi yang sudah duduk di sampingnya.

” tidak ada. Dimana kyuhyun? ”

” dia sedang mengurus beberapa administrasi”

Entah kenapa melihat kedua adiknya ini membuat min soo senang. Seperti melihat young shik sedang tersenyum. Dari awal melihat mereka berdua min soo tahu kalau suaminya itu tidak salah. Dua orang itu seperti memang ditakdirkan bersama. Meskipun dia tahu betul kenapa kyuhyun menikahi eunbi.

“eonni. Aku akan membereskan beberapa barangmu”

Setelah itu eunbi membereskan beberapa barang dan memasukkan ke dalam sebuah tas besar. Tapi gadis itu berhenti, melihat min soo yang tampak melamun kembali. Eunbi mendekat duduk di ranjang kakak iparnya.

“kenapa? Eonni tidak ingin pulang? ”

Dari sorot matanya eunbi bisa tahu ada beberapa perasaan yang bercampur menjadi satu, senang dan takut seolah dia akan menghadapi dunia baru setelah keluar dari bangunan ini.

” aku tahu rumah itu akan mengingatkan semua hal tentang suami eonni,  tapi bukankah dia akan selalu ada di hati eonni dimana pun eonni berada.”

Kenapa eunbi selalu tahu apa yang dipikirkan min soo? Bagaimana ketakutannya menghadapi semua kenangan tentang young shik? Dia tentu tidak ingin melupakan suaminya tapi melihat semua kenangannya bersama pria itu membuat min soo tidak yakin untuk tidak menangis lagi.

“eonni harus kuat”

Min soo tersenyum. Tidak akan ada yang tahu seberapa sakitnya ini sekarang sekalipun mereka mencoba memahaminya, tapi eunbi benar. Min soo harus kuat. young shik akan tetap ada di hati dan dunianya, itu tidak akan berubah. Meskipun raga mereka telah berpisah.

***

Decitan roda kursi roda yang di dorong memenuhi ruangan. Kyuhyun menghentikan kursi roda min soo di dalam kamar tidurnya.

“kakak istirahat saja. Aku sudah meminta Ahn ahjumma untuk menjaga kakak. Kalau kakak ingin apa-apa kakak bisa memanggil aku, eunbi atau Ahjumma”

Kyuhyun sengaja meminta Ahn Ahjumma untuk merawat dan menjaga kakak iparnya.

Min soo memang tidak bisa lagi hidup mandiri seperti dulu, bahkan berdiri saja dia tidak sanggup. Karena kecelakaan membuat dirinya lumpuh.

“aku akan membantu kakak berbaring”

“tidak. Aku ingin disini saja.”

Kyuhyun mengerti. Dia berbalik dan menutup pintu itu ragu. Membawa min soo ke rumah ini seperti merendam lukanya dengan garam. Kyuhyun tahu itu. Sangat. Bahkan setiap hari dia masih melihat young shik seolah menghuni rumah ini, ruang kerjanya, sandal rumah kesayangannya, tayangan tv favoritnya, stik golf di pojok ruangan, semuanya seolah membawa young shik  kembali tapi kyuhyun harus sadar. Kehidupannya harus berlanjut. Lalu bagaimana kakak iparnya harus mengatasi hal itu?

Dan kehingan ruangan ini beradu dengan kekosonganya hati min soo. Tangannya bergerak menjalankan kursi roda mendekati jendela dengan pemandangan taman belakang rumah.

Bias cahaya sore yang masuk saat min soo menyibak gorden sedikit menyakiti matanya. Senja dengan cahaya orange yang indah menghias langit. Ini adalah salah satu hal kesukaannya, sunset.

Ceklek

Eunbi masuk saat tidak juga ada sahutan dari dalam. Pantas saja kakak iparnya sedang melamun. Lagi.

“eonni”panggilnya akhirnya setelah eunbi sudah di samping min soo

“makan malam sudah siap”

“iya” jawab min soo singkat.

“kalau begitu ayo kita makan. Aku sudah sangat lapar” eunbi membuat nada bicaranya seceriah mungkin agar kakak iparnya itu tidak terlalu larut dengan kenangan masa lalu.

***

Suasana hening malam dengan detak jarum jam yang terus bergerak menemani kyuhyun. Pria itu memakai kaca mata bacanya dengan menghadap laptop yang terus menyala. Terlalu banyak pekerjaan yang harus dia selesaikan. Sesekali pria itu berdecak karena sepertinya pekerjaannya tidak juga selesai.

Kyuhyun melirik cangkir kopi yang akan dia teguk.

“habis! ”

Dengan malas kyuhyun berdiri meninggalkan sebentar pekerjaannya. Tidak pernah terpikirkan oleh kyuhyun jika dia harus begadang dengan ditemani kopi seperti ini. Jika dia begadang di club malam itu tak masalah, dia tidak butuh kopi. Tapi berkutat dengan angka dan huruf yang membosankan, setidaknya dia membutuhkan sedikit cafein.

“kau sedang apa? ”

Kyuhyun mengangkat cangkirnya, menunjukkan pada istrinya yang berdiri di depan pintu dapur. Sepertinya istrinya itu terbangun untuk mengambil air minum.

” sini. Biar aku buatkan” eunbi meletakkan gelas air putih miliknya dan mengambil cangkir kyuhyun.

“apa pekerjaannya belum selesai juga? ”

Kyuhyun yang bersandar pada tembok dapur dengan tangan yang dimasukkan ke dalam saku celana hanya menggeleng dan eunbi bisa melihat itu dari ekor matanya.

” jangan terlalu memaksakan diri. Kau juga harus memperhatikan kesehatanmu”

“ini”

Kyuhyun meraih cangkir kopinya yang tadi kosong telah terisi cairan kental berwarna hitam. Menyeruput sedikit takut jika ada yang kurang dari kopi buatan istrinya itu.

“ini pas” gumamnya tapi masih dapat di dengar oleh eunbi.

“kau lupa jika aku pemilik coffe shop? ”

Kyuhyun mengangkat kedua bahunya sambil menyeruput kembali kopi miliknya. Ini jauh lebih enak dari kopi yang dia buat tadi.

” tidurlah dulu. Kau bisa melanjutkan itu besok. Lagipula kau kan pemilik perusahaan. ”

” kenapa? ”

” apa? ” eunbi membuat tiga lipatan di dahinya tapi kyuhyun justru tersenyum aneh.

” kenapa kau memintaku untuk tidur sekarang. ? ”

” bukankah sudah jelas. Aku memintamu untuk istirahat”

“istirahat? Bukan yang lain? ” kyuhyun menaikan sebelah alisnya yang menurut eunbi itu sangat menjengkelkan.

” apa? ”

” kau ingin aku istirahat atau-” kyuhyun sengaja menggantung kalimatnya memberi waktu pada eunbi untuk berfikir. Dan-

Astaga!

“kau gila?! ” eunbi memaki

Apa pria ini selalu mesum? Mengaitkan segala sesuatu yang menjurus ke situ? Ya ampun bagaimana eunbi bisa melanjutkan hidupnya setiap hari jika dia selalu bersama orang mesum seperti kyuhyun? Otak kyuhyun memang tidak pernah beres.

” aku hanya bertanya, kenapa meneriakiku? ”

” kau yang membuatku berteriak pria mesum ”

” mesum? Memangnya kapan aku mesum? ”

” tadi”

“tidak. Aku tidak mesum”

“iya.kau mesum ”

” tidak”

“iya. Kau bilang tadi ‘kau ingin aku istirahat atau-‘ ”

” atau? ” kyuhyun kembali tersenyum menggoda dengan sebelah alis yang dia naikan.

” atau-” eunbi membeo tidak berani melanjutkan kalimatnya.

“atau apa? ” desak kyuhyun dan

Pletak

 

Eunbi sadar kalau dia telah dipermainkan oleh kyuhyun. Kenapa dia mudah sekali diperdaya?

” kau gila? Ini sakit! ” adu kyuhyun demgan menggosok-gosok jidatnya yang terkena jitakan eunbi tiba-tiba.

“dasar pria mesum. Gila!”

“kau yang mesum. Aku hanya ingin bilang kau ingin aku istirahat atau mengganti bajuku”

“memangnya aku percaya? ”

” memangnya aku ingin mengatakan apa? Kau tidak lihat jika aku masih memakai baju kantor? ”

Eunbi terdiam. Pipinya sedikit terasa panas. Lalu apakah dirinya yang mesum?

“dan kau berfikir aku anak umur 15 tahun yang tidak mengerti otak pria sepertimu?”

“memangnya ada apa dengan otak pria sepertiku? ”

” kau-” eunbi memejamkan sebentar matanya dengan helaan nafas sangat dalam. Ini tidak akan berhenti sampai pagi jika seperti ini terus.

“baiklah. Berpikirlah sesukamu dan lanjutkan pekerjaanmu. Aku tidak peduli”

Eunbi melenggang pergi dengan kyuhyun yang sekarang tersenyum puas. Denyutan di dahinya tertutupi dengan kepuasan yang dia dapat.

“aku tidak akan melanjutkan pekerjaanku. Jadi ayo kita lakukan seperti yang ada dipikiranmu” kyuhyun berteriak agar suaranya di dengar oleh eunbi yang sudah menaiki tangga dengan telinga yang ditutup oleh kedua telapak tangannya. Setelah itu tawa kyuhyun benar-benar meledak.

“ah kenapa menyenangkan menggodanya”

“kau beruntung karena aku masih punya banyak pekerjaan yang harus aku selesaikan hwang eunbi”

***

Eunbi tersenyum melihat ibunya yang sedang menerima suapan dari suster dari balik pintu. Eunbi sengaja tidak langsung masuk, pemandangan seperti ini jarang terjadi. Biasanya saat eunbi datang berkunjung ibunya hanya duduk diam di atas ranjang atau mungkin sedang menangis dan berteriak-teriak.

Kyuhyun benar rumah sakit ini memang jauh lebih baik, batin eunbi.

Kondisi ibunya semakin membaik. Eunbi yakin jika suatu saat dia bisa mengobrol dan bercanda lagi dengan ibunya. Perlahan eunbi bisa melihat cahaya putih yang mulai mendekat ke arahnya.

“eomma” sapa eunbi dan mendekat ke ranjang ibunya.

Diam. Tak ada sahutan. Masih selalu seperti ini. Tapi eunbi tahu mata itu mulai hidup, tak seredup biasanya. Ya, eunbi mungkin harus menunggu sedikit lagi untuk bisa mendengar ibunya memanggil namanya dengan benar.

“suster. Biar aku saja”

Suster itu memberikan mangkuk bubur yang masih tersisa setengah itu pada eunbi.

“aaa”

Eunbi menuntun ibunya membuka mulut menerima suapannya.

Lagi-lagi dia tersenyum saat tidak mendapat penolakan dari ibunya.

Tapi saat dia akan menyendok bubur itu lagi, Eunbi harus memberikan mangkuk itu kembali pada suster karena nada dering panggilan masuk mengganggunya.

“halo” jawab eunbi setelah menggeser tombol hijau di layar benda persegi panjang itu. Setelah itu terdengar sahutan di seberang sana

“kenapa? ”

Eunbi hanya mendengarkan apa yang dikatakan lawan bicaranya.

” iya. Aku pulang” dan sambungan terputus.

Eunbi memasukkan ponselnya.

“eomma. Aku pulang dulu kyuhyun baru saja menelepon”

***

“ada apa? ” tanya eunbi setelah sampai rumah dan melihat punggung kyuhyun, seperti pria itu sedang melakukan panggilan.

Kyuhyun berbalik.

” terserah. Kirim saja koleksi terbaik di tokomu sekarang juga” katanya pada sambungan telepon sebelum memutusnya.

“bersiaplah. Ada acara penting yang harus kita hadiri”

“acara? Apa? ”

Kyuhyun tiba-tiba menyuruhnya pulang dan sekarang dia bilang acara penting? Apa pria itu mendapat nilai e dalam mata pelajaran bahasa? Kyuhyun bahkan tidak bisa menjelaskan dengan baik. Bagaimana eunbi bisa paham dalam satu waktu jika dia hanya memotong-motong informasi yang diberikan.

“aku lupa kalau sore ini ada undangan pernikahan. Salah satu rekan bisnisku menikahkan anaknya dan kita harus datang”

“jam berapa? ” tanya eunbi bodoh

” jam enam”

Eunbi melirik jam tangannya dan mengumpat.

“kau gila? Ini bahkan sudah jam 3. Bagaimana aku bisa bersiap dalam waktu secepat itu? ”

” tenanglah aku sudah memesan gaun untukmu. Sebentar lagi pasti datang”

Bagaimana pun pria tidak akan tahu bagaimana repotnya seorang wanita berdandan  untuk acara yang penting seperti ini.  Meskipun eunbi hanya tamu undangan bukan berarti bisa datang dengan muka polos apa adanya. Dia akan banyak dikelilingi oleh orang-orang kaya yang akan selalu berlomba menampilkan penampilan terbaik mereka. Memesan gaun termahal yang ada, datang ke salon mahal hanya untuk mengecat kuku dan menata rambut. Belum juga dengan aksesoris. Eunbi tentu tidak ingin berlebihan seperti mereka tapi dia juga tidak gila dengan memakai koleksi gaunnya yang bahkan tidak dia persiapkan untuk undangan pernikahan kolega bisnis. Hanya beberapa gaun pesta sederhana yang sering dia pakai di acara teman-temannya.

Satu masalah tentang gaun mungkin sudah dipecahlan kyuhyun tapi dengan penampilannya? Eunbi bahkan masih bau matahari.

“kenapa mendadak? Kau kan bisa mengatakan setidaknya tadi malam. Apa kau berencana datang setelah pestanya selesai? ” jengkel eunbi.

” aku lupa oke. Dan kuharap kau cepat bersiap darimana mengomel seperti ini”

“mengomel? Kau-”

Eunbi menelan kalimat selanjutnya. Perdebatan ini akan panjang dan eunbi hanya akan mengulur waktunya.

Dia berbalik dan terburu-buru masuk kamar. Sambil menunggu gaun yang dikatakan kyuhyun datang eunbi akan mandi.

Setelah membasuh tubuhnya eunbi keluar. Sebuah kotak berada di atas tempat tidur.  Eunbi dapat menebak jika itu adalah gaun yang diberikan kyuhyun.

Tanpa pikir panjang eunbi segera memakainya dan memoles beberapa make up di wajahnya. Rambut sebahunya diikat untuk menambah kesan elegan. Matanya sibuk memindai koleksi perhiasannya.

“kau belum selesai? ” itu suara kyuhyun yang berteriak dari lantai bawah.

Eunbi sudah bersiap secepat yang dia bisa tapi tetep saja di terburu-buru. Hanya satu harapannya jika make up seadanya ini tidak ada yang melenceng.

” iya sebentar” teriak eunbi dan segera menyomot anting panjang berwarna silver.

Kyuhyun mengetuk-ngetukkan sepatunya sambil memainkan ponselnya. Dia bisa terlambat jika dalam lima menit eunbi tidak juga turun.

“eunbi.  Cepat! Nanti-”

“iya”

Eunbi keluar sambil sedikit membenarkan sepatu heelsnya.

Disisi lain kyuhyun terdiam. Pria itu menghentikan kalimatnya tadi bukan karena eunbi cepat menjawabnya tapi karena. Sialan! Kenapa gaun hitam yang ekornya sedikit menyapu lantai itu sangat pas membentuk lekuk tubuh eunbi.

Sadarlah kyuhyun!

Tamparnya pada dirinya sendiri.

“ehem” kyuhyun berdehem setelah eunbi berdiri disampingnya.

“kau sudah siap? Ayo cepat kita bisa terlambat”

Setelah itu kyuhyun siap pergi tapi pria itu berbalik lagi pada gadis itu setelah mendengar eunbi berbicara.

“aku akan pamit dulu pada kakak ipar”

Eunbi melenggang pergi tapi pergelangan tangannya tertahan.

Eunbi berkata dengan raut wajahnya pada kyuhyun yang baru saja menahannya ‘ada apa?’

“kenapa memakai gaun seperti ini? ”

Eunbi menekuk alisnya.

” kau kan yang memesannya. Gaun ini ada di atas tempat tidur tadi”

Kyuhyun mengumpat dalam diam. Seharusnya tadi kyuhyun bilang pada pegawai toko itu untuk tidak memberikan gaun yang terlalu terbuka. Mungkin dari depan gaun hitam itu tidak terlalu terbuka, sama seperti gaun pada umumnya tapi bagian belakang? Hampir semua punggung eunbi terekspos. Bahkan kyuhyun bisa memastikan jika gadis itu tidak memakai bra sekarang. Rambut yang diikat semakin memperjelas kulit mulus punggungnya. Sialan!  Lagi-lagi kyuhyun mengumpat. Ini bahkan pertama kalinya dia melihat lebih banyak kulit eunbi yang terekspos. Gaun pernikahannya masih bisa menutupi punggung itu, tapi sekarang? Disaat dia pertama melihatnya hari ini dia harus berbagi juga pada orang lain dipesta nanti?

“kau ingin kita terlambat? ”

Suara eunbi membuyarkan pikiran kyuhyun. Tanpa sadar kyuhyun sudah ditinggalkan eunbi yang masuk ke kamar min soo.

” bagaimana aku bisa membiarkannya sendiri di pesta nanti? ”

***

Tanpa ragu eunbi melingkarkan tanggannya di lengan kyuhyun. Tapi sadarkah dia bagaimana perasaan pria itu? Sejak tahu gaun yang dipakai eunbi pikiran kyuhyun bahkan tidak bisa tenang.

Ballroom hotel sudah penuh dengan orang-orang. Kyuhyun mengambil duduk di meja yang sudah tertuliskan namanya. Sebuah meja bundar yang sudah terisi oleh dua orang.

“cho kyuhyun” sapa salah satu orang yang duduk disana.

“lee donghae” balas kyuhyun.

“dia istri mu? ” merasa itu membahas tentangnya eunbi tersenyum.

” iya. Kenalkan dia istriku eunbi”

“halo” sapa eunbi ramah.

“senang bertemu denganmu. Aku lee donghae teman kyuhyun dan ini istriku lee hana”

“aku pikir waktu itu kau bercanda saat mengirimkan undangan pernikahan padaku. Tapi aku tidak ragu lagi setelah melihat istrimu. Kurasa jika kau tidak cepat menikahinya dia sudah akan menjadi istri orang lain” canda donghae.

Bahkan pria yang duduk di samping iatrinya bisa mengatakan hal seperti itu. Istrimu cantik? Apa dia ingin mati? Batin kyuhyun.

“tentu saja. Sekarang tidak akan ada pria yang akan mendekatinya karena sekarang dia sudah menjadi istriku”

Donghae terkekeh. Seorang anak cassanova bisa mengatakan hal seperti itu? Sebuah perkataan untuk melindungi apa yang menjadi miliknya. Dongahe tidak tahu jika kyuhyun juga punya sisi seperti itu. Dia pikir sebelumnya kyuhyun hanya akan menggombali gadis-gadis cantik tanpa perlu mengikat sebuah komitmen. Tapi sekarang dongahe tahu jika pemikiran seperti itu salah. Kyuhyun sudah berubah.

Baru kyuhyun akan menimpali suara mc mengalihkan perhatian mereka. Dua orang yang berdiri di depan tampak tersenyum bahagia dan mengulang kembali janji suci yang telah mereka ikrarkan tadi siang dengan saling menatap.

Eunbi sedikit dibuat iri karena mereka berdua tampak sangat mencintai satu sama lain. Sekilas pikirannya kembali pada pernikahannya. Apa dia tampak seperti itu waktu itu?

Sebuah jas tiba-tiba menyentuh kulitnya membuat eunbi menoleh pada kyuhyun yang menyampirkan jas yang tadi dia pakai ke pundak eunbi.

“lebih baik kau memakai ini. Terlalu dingin disini” bohong kyuhyun. Dia hanya mengkhawatirkan tatapan mata-mata berdosa disekitar sini.

Eunbi melepaskan jas itu dan meletakkannya di pangkuan kyuhyun.

“jangan konyol. Itu bisa merusak penampilanku, lagi pula aku tidak kedinginan”

Kyuhyun menggeram menatap gadis yang kembali fokus kedepan.

“apa dia tidak sadar jika gaunnya sekarang terlalu bahaya” batin kyuhyun.

Bahaya untuknya. Bagaimanapun juga kyuhyun tidak rela jika bagian tubuh istrinya menjadi konsumsi publik. Tapi jika dia mengatakan hal itu pada eunbi, sudah pasti kyuhyun akan ditertawakan.

Memangnya kenapa kyuhyun harus peduli ?!

***

“baiklah sekarang kita bersulang untuk pasangan pengantin kita. Bersulang” suara mc menginstruksi semua orang untuk mengangkat gelas mereka dan bersulang.

“baiklah bagi para pasangan silahkan kalian pergi ke lantai dansa”

“kau tidak ingin pergi? ” donghae yang sudah berdiri mengandeng tangan istrinya menatap aneh kyuhyun yang hanya diam saja memegang gelas wine.

” tidak” jawabnya singkat.

“kau bercanda. Ini salah satu hal romantis yang bisa dilakukan pengantin baru seperti kalian”

“pergilah. Aku akan menunggu kalian disana”

Setelah itu donghae pergi dan kyuhyun sedikit melirik eunbi.

Apa dia harus berdansa juga?

“kau tidak- tidak ingin berdansa? ” tanya kyuhyun akhirnya.

Eunbi menggeleng.

” aku tidak bisa”

Jawaban eunbi hampir membuat kyuhyun menyemburkan minumannya. Ya ampun, kyuhyun rasa eunbi sudah sering ada dipesta seperti ini tapi bagaimana bisa dia tidak bisa berdansa? Hanya mengerakkan kaki sesuai irama.

“kau bercanda? ”

Eunbi menoleh menatap kyuhyun

” apa wajahku tampak bercanda? ”

Kyuhyun tampak berfikir sebentar sebelum meletakkan gelas miliknya dan berdiri.

” berdirilah”

“sudah kubilang, aku tidak bisa”

Dasar keras kepala!

Apa mereka juga harus berdebat untuk masalah ini?

Kyuhyun menarik tangan eunbi, memaksanya untuk berdiri.

“kyu” protes eunbi

“ikuti saja aku”

Akhirnya eunbi mengalah juga, membiarkan kyuhyun menuntunnya ke lantai dansa.

Pria itu menghadap padanya dan tanpa ragu melingkarkan tangannya di pinggang eunbi membuatnya sedikit berjingkat kaget. Tapi seperti patung eunbi hanya diam. Kyuhyun tidak sabar. Dia meraih tangan kanan eunbi dan meletakknya di pundaknya.

“letakan tanganmu disini”

Ragu-ragu eunbi mengangkat tangan kirinya dan ikut meletakkan dipundak kyuhyun.

“bagus” puji kyuhyun dengan seringaian yang tiba-tiba terbit entah karena apa.

Dalam irama musik dansa perlahan kyuhyun bergerak. Eunbi hanya mengikuti alur kyuhyun, ke kanan dan ke kiri.

“aku tidak tahu jika mereka mengirimkan gaun ini. Jika aku tahu aku akan melarang mereka” kata kyuhyun lirih tapi masih bisa ditangkap oleh telinga eunbi karena posisi mereka yang sangat dekat.

“kenapa? Gaun ini cantik” jawab eunbi polos.

“kupastikan jika kau tidak memakai bra sekarang? ”

Secepat kilat eunbi mendongak menatap kyuhyun.

Dia ingin mati?!

” semua orang akan berfikir begitu jika melihat gaunmu sekarang” lanjut kyuhyun

“itu alasannya aku memberimu jasku tadi. Kau terlalu sempurna memakai gaun ini sampai aku ingin mencongkel mata mereka yang menatapmu”

Pipi eunbi memerah. Kenapa sangat hangat. Perasaan ini. Kata-kata kyuhyun sangat menghangatkan sampaj membuat pipinya memanas.  Eunbi suka.  Eunbi suka getaran aneh yang tiba-tiba muncul dalam hatinya. Eunbi suka. Suka mendengar kalimat kyuhyun tadi.

“aku memang tidak memakai bra sekarang karena terlalu aneh jika aku memakainya” aku eunbi

Kyuhyun menelan ludahnya. Astaga apa gadis ini terlalu jujur?

“apa kita harus membahas ini lebih lanjut? ”

” hem? ” eunbi menautkan alisnya.

Kyuhyun menggeleng-gelengkan kepalanya.

” cukup. Kita ganti topik saja” putusnya

“kenapa? ”

Kyuhyun memutar bola matanya.

” hanya hentikan saja”

Eunbi terkekeh.

Kyuhyun bisa mendengar tawa kecil yang keluar dari mulut eunbi. Aish ternyata gadis yang tadi kyuhyun pikir polos memiliki otak srigala. Licik.

“Memangnya apa yang kau pikirkan. Mesum” ejek eunbi dengan senyum nakalnya.

Ya ampun eunbi ingin tertawa sekencang-kencangnya. Muka kyuhyun sangat lucu.

Dia dipermainkan. Lagi. Apa terlalu mudah baginya dipermainkan seperti ini? Hwang eunbi kau sudah melewati batas.

“memangnya aku tidak boleh membayangkan tubuh istriku tanpa bra atau mungkin tanpa benang sekalipun? ”

Eunbi mematung dan hanya mampu mengedipkan matanya berkali-kali sambil menatap kyuhyun aneh, Mata yang sekarang di tatapnya terasa hangat dan membahayakan dalam waktu bersamaan.

” aku bahkan berhak menikmatinya. Seperti ini”

Tanpa aba-aba kyuhyun mendekatkan dirinya. Sebuah permukaan yang basah menyapu bibirnya.

Kyuhyun mencium eunbi!

Dan gadis itu hanya mematung membiarkan kyuhyun bermain. Tapi perlahan eunbi memejamkan matanya dan membalas kyuhyun.

Candaan yang tadi mereka lontarkan menjadi sangat serius sekarang.

Kyuhyun semakin dalam menarik tengkuk eunbi karena balasan gadis itu. Kyuhyun merubah posisinya kepalanya,mencari posisi miring yang paling nyaman untuknya dan untuk eunbi.

Nafas mereka tersenggal dan sama-sama menyapu wajah masing-masing. Kening mereka masih menempel.

Prok prok prok

Suara riuh tepuk tangan menyadarkan mereka berdua membuat mereka sadar dan buru-buru mengambil jarak.

Sialan! Ciuman mereka menjadi tontonan bagi mereka!

“wahh ternyata mereka lebih romantis dari pasangan pengantin sekarang”

“mereka romantis sekali”

“pengantin baru memang seperti itu”

Eunbi menelan ludahnya. Ya ampun. Dia mempermalukan dirinya sendiri. Bagaimana dia bisa mengangkat wajahnya sekarang.

Ciuman di depan umum? Memalukan!!

semua ini karena kyuhyun. Dasar pria mesum!

—-TBC—

 

Author’s note : Bab 9 uda up 🙂 gimana nih dengan bab yang satu ini? tinggalkan komentar kalian ya dan jangan lupa like. Share juga boleh hehehe

oke see you di part selanjutnya 🙂

btw, jangan lupa main ke wattpad @hanni_95 oke 🙂 ❤ ❤

love you all

Advertisements

Diary #when we meet again

diary-new-2

Title : when we meet again

genre : series

author : oh honey

cast : cho kyuhyun – hwang eunbi

 

Apa kau pernah membayangkan saat secara tiba tiba cinta pertamamu kembali dan menawarkan sebuah cinta yang dulu pernah kau tawarkan?. Mungkin akan terasa sangat membahagiakan jika dia datang sebelum kau berhasil menghapus semua ingatan tentangnya. Tapi apa jadinya jika dia datang disaat kau sudah berhasil menghapus semua ingatan tentangnya? Apa kau akan tetap membiarkan dia kembali dan mengumbar semua ingatan masa lalu atau kau akan mengusirnya pergi dari hidupmu, selamanya?.

 

Takdir memang selalu membingungkan, layaknya gelombang air laut yang tidak pernah dapat diprediksi kedatangannya. Ada begitu banyak kemungkinan yang dapat terjadi dihidup ini yang tidak akan pernah kita tau akan seperti apa ending dari setiap kemungkinan itu.

 

Aku menatap dalam diam sungai han yang ada dihadapanku. Sungai itu terlihat sangat tenang berbanding terbalik dengan perasaanku saat ini yang terasa seperti dijungkir balikkan. mengingat kembali kejadian hari ini membuatku mendesah dalam dalam. Mungkin dulu aku sering berharap hal ini akan terjadi dikehidupanku namun saat ini aku sama sekali tidak ingin hal ini terjadi dikehidupanku. Bagiku semuanya sudah terlambat. Sangat terlambat.

 

Flashback on

Waktu memang berjalan sangat cepat, tak terasa saat ini aku sudah benar benar menjadi wanita dewasa. Sudah hampir satu tahun aku memutuskan kembali tinggal di seoul, bekerja di salah satu perusahaan menjadi aktifitas rutinku. Setiap hari aku akan bertemu orang baru dengan berbagai karakter, menyakinkan mereka akan sebuah proyek dan melakukan negosiasi. Bekerja menjadi staff marketing memang tidak mudah. Namun aku bahagia menjalani kegiatanku sekarang. Seperti ada kebahagiaan sendiri saat aku harus bertemu dengan orang baru setiap harinya.

 

Suara hak sepatuku yang beradu dengan lantai terdengar seperti irama music yang teratur. Aku terus menggiring langkah kakiku menuju sebuah meja yang terletak disudut restaurant. Dari tempatku berdiri aku dapat melihat seorang pria dengan kemeja warna biru dongker yang sedang membelakangiku. Dia adalah salah satu client yang harus aku temui hari ini.

Aku berusaha merapikan kemejaku yang sebenarnya masih terlihat sangat rapi sebelum akhirnya aku menyapa pria itu.

“maaf saya sedikit terlambat”

aku sedikit membungkukkan kepala sebagai tanda permintaan maafku. Bersamaan dengan kepalaku yang perlahan terangkat mata laki laki itu memandangku dengan tatapan yang tidak dapat diartikan. Saat kepalaku benar benar terangkat, mataku terkunci pada sosok laki laki yang masih menatapku itu, aku sama sekali tidak menyangka dengan apa yang ada dihadapanku saat ini, kesadaranku seolah tiba tiba menghilang karena ketidakpercayaanku. untuk beberapa detik padangan kami bertemu.

“kyuhyun” ucapku lirih, saat kesadaran kembali menghampiriku.

“hwang eunbi” balas kyuhyun, laki laki itu masih terlihat sangat terkejut dengan kehadiranku, sama seperti diriku. Sudah lama aku tidak bertemu dengannya dan aku tidak pernah menyangka Tuhan akan mempertemukanku kembali dengannya.

Perlahan kududukkan diriku disatu satunya kursi yang berada didepannya. Aku benar benar bingung, harus seperti apa aku berperilaku. Haruskah aku memperlakukannya sebagai teman lama yang tidak pernah bertemu atau hasruskah aku memperlakukannya sebagai cinta lama?

Kutatap wajah kyuhyun sekilas sebelum akhirnya kuputuskan untuk memperilakukannya sebagai seorang client dan tidak lebih dari itu.

“kyuhyun shi, aku adalah perwakilan dari Mercy Company yang akan menjelaskan sedikit tentang proyek yang ingin kita tawarkan”

Tenggorokanku terasa tercekat saat aku mengatakan kata demi kata yang keluar dari mulutku. Sangat sulit rasanya saat aku harus berpura pura mengabaikan keberadaan kyuhyun. Laki laki yang dulu pernah menjadi teman terbaikku bahkan menjadi cinta pertamaku.

“eunbi ah, bagaimana kabarmu?” Tanya kyuhyun lirih, dia masih saja menatapku dan mengabaikan semua perkataan yang keluar dari mulutku.

Aku sedikit memperbaiki posisi dudukku untuk menghilangkan rasa gugup yang menghampiri diriku, kubalas tatapannya.

“aku baik” kataku datar.

“kemana saja kau selama ini? kau tak pernah menghubungiku dan aku sama sekali tidak bisa menghubungimu, kau tinggal dimana selama ini?”

Kuhembuskan nafas beratku, rentetan pertanyaan yang kyuhyun lontarkan membuatku sedikit mengingat kejadian masa lalu. Dan aku benci itu.

“kyuhyun ah, aku disini untuk bekerja jadi bisakah kau menyimpan semua pertanyaanmu itu?”

Kyuhyun terlihat terkejut dengan ucapanku. Aku tau kalau aku saat ini terlihat sangat jahat. Tapi aku merasa tidak sanggup jika aku harus memperlakukannya sebagai teman lama apalagi cinta lama, terlalu mengejutkan untukku bertemu dengannya lagi dan aku sama sekali tidak siap untuk itu.

“eunbi ah, tidak bisakah kita…”

Ucapan kyuhyun menggantung diudara saat aku dengan lancang memotong pembicaraannya.

“kyuhyun ah, aku tidak ingin mencampurkan pekerjaan dengan kehidupan pribadi.  jadi tolong hargai keputusanku”

Kyuhyun menghembuskan nafas beratnya, aku tau dia kecewa dengan pilihanku yang memilih menjadi seorang pekerja professional dari pada menjadi teman lama yang sudah lama tidak pernah bertemu. Dan aku tau kalau ini bukanlah pilihan yang akan orang lain ambil saat mereka bertemu dengan teman lama. Mereka pasti akan memilih untuk mengesampingkan pekerjaan dan memilih untuk mengobrol tentang kehidupan masa lalu, atau bahkan kehidupan saat ini. bukannya aku tidak ingin melakukan semua itu hanya saja aku tidak ingin aku terjebak dalam bayang bayang kenangan masa lalu yang berusaha dengan setengah mati aku lupakan, aku tidak ingin bayang bayang itu menghantuiku lagi dan memporak porandakan kehidupanku saat ini yang sudah aku tata sedemikian rupa.

“baiklah kalau itu keinginanmu” sesal kyuhyun

Hampir setengah jam aku dan kyuhyun hanya membicarakan tentang pekerjaan. Dan selama itu kyuhyun terus saja memandangku tanpa henti membuatku sedikit risih dengan apa yang dilakukannya.

Kubereskan map yang ada dimeja, memasukkan beberapa benda kecil seperti note dan bolpoint kedalam tas selempang yang aku kenakan.

“kyuhyun shi, aku pamit dulu”

Ucapku saat aku selesai dengan urusan beres membereskan. Kugeser kursi yang aku duduki dan berdiri.

“eunbi ah, apa kau akan pergi begitu saja? ada banyak hal yang ingin aku katakan padamu”

“maaf kyuhyun, aku benar benar harus pergi sekarang ada pekerjaan lain yang harus aku selesaikan.”

Bohongku padanya. Kyuhyun adalah orang terakhir yang harus aku temui hari ini.

untuk kesekian kalinya kyuhyun menghembuskan nafas beratnya.

“baiklah kalau begitu, aku akan mengantarmu” kyuhyun menggeser kursinya dan berdiri dari duduknya.

“tidak perlu, aku bisa pergi sendiri”

“apa kau akan terus menolakku?”

Aku terdiam, tidak taukah dia kalau aku berusaha menghindarinya?

“bukan begitu, aku bisa pergi sendiri dan..”

Keseimbanganku hampir roboh saat kyuhyun dengan tiba tiba menarik tanganku dan melangkah pergi dari tempat kita berdiri. Dadaku bergemuruh hebat saat aku merasakan genggaman tangan kyuhyun. Genggaman yang dulu pernah aku impi impikan.

^-^

Langit sudah berubah menjadi gelap saat aku keluar dari kantor. Kueratkan tas selempang yang aku kenakan. Tangga demi tangga kuturuni dan sesampainya aku di pijakan tangga terakhir langkahku terhenti, mataku menangkap seorang laki laki yang sedang bersandar di mobil depannya. Laki laki itu adalah kyuhyun. aku tidak tau kenapa dia ada disitu tapi yang aku tau dia sedang melambaikan tangannya padaku saat ini.

apa dia sedang menungguku?

Aku masih berada diposisiku saat kyuhyun datang menghampiriku.

“kenapa kau kesini?” tanyaku sedikit terbata karena rasa gugup yang tiba tiba melanda. Ada apa dengan diriku, kenapa aku terus merasa gugup saat berada bersamanya?.

“aku datang menjemputmu”

“hem??” tanyaku dengan sedikit bergumam, bisa dipastikan kalau wajahku saat itu benar benar terlihat seperti orang terbodoh diseluruh dunia.

“untuk apa kau menjemputku? Aku bisa pulang sendiri” ucapku kemudian.

“karena aku merindukanmu, dan ada banyak hal yang ingin aku katakan”

Dadaku semakin bergemuruh saat indra pendengaranku menangkap kata “AKU MERINDUKANMU”. Walaupun aku tau kata itu tidak lebih untuk seorang teman tapi kata kata itu berefek besar bagi diriku.

‘ah sial, kenapa tubuhku memberikan respon ynga sangat berlebihan’

^-^

Sepanjang perjalanan yang aku lewati, aku hanya memandang keluar jendela tanpa bersuara sedikit pun. Suasana didalam mobil bersama kyuhyun terasa sangat canggung. Dari ekor mataku aku dapat menangkap berkali kali kyuhyun memandang kearahku.

“kau tinggal dimana selama ini?” suara kyuhyun memecahkan kesunyian.

Kyuhyun memandangku sekilas lalu kembali memandang lurus kearah jalan. Walaupun dia terlihat focus pada jalanan tapi dia memperhatikanku lewat ekor matanya.

Sedangkan aku tetap pada posisiku sebelumnya, memandang kearah luar jendela.

“aku tinggal di Gwangju” kataku datar dan lirih, entah kyuhyun dapat menangkap perkataanku atau tidak.

“kenapa kau pindah tanpa memberitahuku dan kenapa kau tak pernah menghubungiku?”

kali ini suara kyuhyun tak kalah datar dari suaraku.

“ada beberapa hal yang membuatku tidak bisa memberitahumu”

‘Dan semua itu karena mu’

“apa semua itu karena diriku?”

Aku sedikit berjingkat mendengar ucapan kyuhyun yang terdengar cukup lirih itu, kubalikkan posisiku menghadap kearahnya. Kutatap wajahnya yang berusaha focus pada jalan.

“anni”

Kembali kupalingkan wajahku kearah jendela, seolah pemandangan diluar lebih mengaksikkan dari pada berbincang dengan kyuhyun atau menatap kyuhyun.

“jika bukan karena diriku, kenapa kau tak pernah menghubungiku bahkan aku tak bisa menghubungi nomor handphonemu?”

Rentetan pertanyaan kyuhyun membuatku sedikit geram, aku sedang tidak dalam posisi ingin membahas semua yang telah terjadi, aku tidak ingin mengkorek kembali semua tentang masa laluku, termasuk masa laluku yang menyangkut tentang kyuhyun.

Kali ini kubalik posisiku menghadap kearahnya dan kutatap kyuhyun dalam dalam.

“bukankah aku sudah mengatakan kalau ada beberapa hal yang membuatku tidak bisa memberimu kabar” kataku sedikit geram.

“lalu ada apa dengan sikapmu? Kenapa kau bersikap seolah kau tak ingin bertemu denganku?”

‘aku memang tidak ingin bertemu denganmu, karena bertemu denganmu akan mengingatkanku dengan perasaanku padamu’

“hwang eunbi”

Suara kyuhyun menyadarkanku dari pikiranku sendiri tentang bayang-bayang masa lalu. Sepertinya kyuhyun sudah sedikit gerah menunggu jawaban dariku.

“tolong turunkan aku di gang depan, rumahku ada disekitar situ” kataku tanpa rasa bersalah

“aku tidak akan menurunkanmu sebelum kau menjawab pertanyaanku”

Mataku menatap tajam kearah kyuhyun, sedangkan kyuhyun terus memandang lurus kearah jalan.

“bukankah aku sudah menjawab semua pertanyaanmu”

“kau belum menjawab pertanyaanku yang terakhir, ada apa dengan sikapmu kenapa kau terlihat sangat berbeda?”

“bukankah setiap orang bisa berubah kapan saja, dan kenapa kau mempermasalahkan sikapku padamu? Kita bahkan tak pernah bertemu lagi sejak SMA lalu kenapa kau tiba tiba mempermasalahkan sikapku padamu?”

Rentetan rentetan kekesalan itu tiba tiba keluar dari mulutku tanpa bisa aku control. Aku tidak tau apa yang sampai membuatku begitu kesal pada kyuhyun saat ini dan aku juga tidak tau bagaimana perasaanku yang sebenarnya kali ini. semua terasa sangat membingungkan, aku butuh waktu untuk memikirkan setiap kejadian ini.

kenapa aku bertemu lagi dengan kyuhyun? kenapa terselip rasa bahagia saat aku bisa melihatnya lagi?. Dan kenapa aku harus merasa kesal dengan pertemuan ini?. semua pertanyaan pertanyaan itu berputar terus dikepalaku tanpa mendapatkan jawaban yang jelas.

 

Secepat kilat kyuhyun menepikan mobilnya, dia memutar posisinya menghadap kearahku. Untuk beberapa detik mataku dan kyuhyun bertemu sebelum aku memutus kontak mata itu. Aku tidak ingin tenggelam terlalu jauh dengan semua tatapan kyuhyun.

“maafkan aku jika dulu aku menyakitimu, aku sama sekali tidak berniat menyakitimu”

“kau tak perlu meminta maaf padaku, itu semua bukan salahmu. Aku sendirilah yang telah menyakiti perasaanku”

Kyuhyun memang tidak perlu meminta maaf dengan apa yang sudah terjadi padaku karena pada kenyataannya aku lah yang telah menyakiti perasaanku sendiri.

Aku terlalu tenggelam dalam rasa cintaku padanya sampai aku sulit menghapus semua bayang bayang tentangnya.

“jangan pernah merasa bersalah lagi dan aku harap kau tak akan terbebani dengan semua yang telah terjadi. Semuanya sudah berlalu. Lupakanlah semuanya. ” lanjutku

“jika kau ingin aku melupakan semuanya lalu kenapa kau menuliskan sebuah surat yang membuatku tidak bisa melupakanmu bahkan disaat aku tidur?”

Aku terdiam cukup lama, perkataan kyuhyun seperti sengatan listrik bagiku. Apa maksudnya tidak bisa melupakanku? Bolehkah aku berpikir kalau itu sebuah tanda kalau kyuhyun memiliki perasaan terhadapku? Anni, tentu saja TIDAK.

‘sadarlah hwang eunbi, apa yang kau pikirkan bukankah kau sudah berhenti berharap darinya dan bukankah dulu secara terang terangan kyuhyun mengatakan kalau dia tidak memiliki rasa itu’

“maafkan aku kalau surat itu terlalu memberatkanmu. Mulai saat ini kau bisa melupakan semua tentang surat itu, aku juga tidak keberatan jika kau juga melupakan tentangku. Anggap saja semua yang aku tulis dalam surat itu hanya sebuah curhatan anak remaja yang sama sekali tidak berarti apapun”

“shiroe, aku tidak ingin melupakanmu sampai kapanpun”

“terserah padamu”

“terima kasih atas tumpangannya”

Tanpa ingin berbasa basi lagi aku langsung mendorong pintu mobil dan keluar. Aku langsung memberhentikan taksi yang lewat dan masuk kedalamnya tanpa menghiraukan terikan kyuhyun yang meamnggil namaku.

“mianhae kyu” ucapku lirih, kutatap kyuhyun yang semakin menjauh dari balik kaca spion.

Aku benar benar merasa sangat bersalah padanya, tak seharusnya aku berperilaku seperti itu. Mengacuhkan kyuhyun dan seolah melupakan tentangnya.

Jika kalian bertanya kenapa aku bersikap berlebihan seperti itu, akupun tidak tau. Saat aku bertemu dengannya lagi ada begitu banyak yang aku rasakan. Aku merasa bahagia dan kesal dalam waktu bersamaan. Aku bahagia karena pada akhirnya aku dapat bertemu lagi dengannya, dan aku merasa kesal karena saat bertemu dengannya aku sadar kalau aku sangat MERINDUKANNYA, aku BENCI itu. Aku benci saat aku harus mengakui kalau aku merindukannya karena itu berarti aku belum sepenuhnya menghapus semua perasaanku padanya atau bahkan aku memang belum benar benar menghapusnya.

 

Taksi yang aku tumpangi membawaku pergi sampai pada sungai han. Aku memilih untuk duduk dipinggir sungai, menghirup udara segar sebanyak banyaknya, berharap ini dapat membuatku lebih rileks. Mataku menerawang jauh pada aliran air yang terlihat tenang didepanku.

Flashback off

^-^

Udara malam mulai menyentuh permukaan kulitku, saat aku berjalan keluar kantor. Kuhela nafasku, lagi dan lagi aku melihat kyuhyun bersandar di kap mobilnya bak seorang foto model yang sedang melakukan sesi photo.

Entah apa yang ada dipikiran kyuhyun, setiap hari saat aku keluar dari gedung tempatku bekerja kyuhyun selalu bersandar dimobilnya dan melambaikan tangannya kearahku.. persis seperti saat ini.

Aku mendengus malas dan berjalan kearahnya, sedangkan dia justru menampilkan senyum lebarnya. Seperti orang tidak berdosa. Pikirku.

“kenapa kau kesini lagi?” tanyaku ketus.

“bukankah aku sudah mengatakan kalau aku akan menjemputmu setiap hari?” jawab kyuhyun sambil menampilkan senyum tidak berdosanya.

“dan bukankah aku sudah mengatakan kalau kau tidak perlu menjemputku lagi?” balasku datar.

“kenapa aku tidak boleh menjemputmu?”

Aku memutar otak mencari jawaban yang tepat atas pertanyaan kyuhyun. kenapa aku tidak ingin dijemput kyuhyun? tentu saja itu karena aku tidak ingin berdekatan dengannya, setiap kali aku dekat dari jangkauannya kerja jantungku menjadi dua kali lebih cepat. Dan aku tidak ingin itu menjadi semakin parah. Aku tidak ingin menderita serangan jantung diusia semuda ini.

“tentu saja, karena aku ingin pulang sendiri”

“aku tidak ingin membiarkan kau pulang sendiri, aku tidak ingin terjadi sesuatu padamu”

Aku memicingkan kedua mataku ‘ apa- apaan dia ini, kenapa bersikap sangat protektif seperti ini. memangnya dia siapa?’

“kau jangan berlebihan, aku sudah terbiasa pulang sendiri jadi kau buang jauh semua pikiranmu itu”

“aku hanya mengkhawatirkanmu, sudah lah jangan bicara lagi. Ayo kita pulang”

Belum sempat aku membuka mulutku untuk membalas kata katanya. Kyuhyun sudah menarik tanganku dan mendorongku masuk kedalam mobilnya.

 

Seperti biasa suasana didalam mobil sangat sepi hanya ada beberapa obrolan yang kyuhyun buat.

“apa kau ingin makan dulu?”

Aku memalingkan wajahku yang semula menghadap ke jendela menjadi menghadap kearah kyuhyun, berusaha menimbang nimbang tawaran kyuhyun.  jujur aku sangat lapar karena aku melewatkan makan siangku tadi, tapi makan bersama kyuhyun..?

“tidak, aku ingin cepat pulang” kataku dengan nada ketus dan langsung memalingkan wajahku lagi.

Belum satu menit aku menolak tawaran kyuhyun tapi perutku dengan lancangnya berbunyi dan aku yakin kyuhyun mendengarnya. Ah sial. Dasar perut tidak tau diri.

“sepertinya kita harus makan dulu” kyuhyun tersenyum mengejek kearah perutku.

“tidak perlu, kita langsung pulang saja” kataku dengan berusaha menahan rasa malu yang sudah megusai diriku. Dalam hati aku merutuki diriku sendiri, kenapa perut ini harus berbunyi saat bersama kyuhyun, terlebih lagi saat aku berusaha mengabaikan ajakannya. Menyebalkan.

 

Tak butuh waktu lama bagi kyuhyun untuk membawaku kesebuah restaurant bergaya eropa. Perjuanganku untuk menolak tawaran kyuhyun terasa sangat sia sia karena bagaimanapun caraku menolaknya laki laki itu tetap membawaku kesini.

Perkataanku tempo hari tentang siapa saja bisa berubah kapan saja sepertinya terbukti pada diri kyuhyun. Kyuhyun telah berubah, berubah menjadi laki laki yang PEMAKSA.

“kau ingin pesan apa?” Tanya kyuhyun saat seorang pelayan menghampiri.

“sama saja denganmu”

Kyuhyun nampak serius meneliti setiap menu yang tertera pada daftar menu.

“kami pesan foie gras”

Pelayan perempuan itu kemudian menuliskan pesanan yang kyuhyun sebutkan dan berlalu pergi.

 

 

Tidak butuh waktu lama untuk menunggu makanan khas prancis yang dipesan kyuhyun sampai didepan mataku. Sebuah hati angsa yang dibuat pasta dan dicampur dengan saus khas prancis terlihat sangat menggiurkan, membuat perutku semakin merota rota untuk dikasih makan.

“selamat makan” kata kyuhyun.

Perlahan kupotong hati angsa itu dan memasukkannya kedalam mulutku. Rasanya benar benar meleleh dimulutku, hati angsa dan saus khas prancis itu seolah benar benar memanjakan lidahku. Apakah aku terlihat sangat norak?

“apa kau menyukainya?”

Aku mengangguk mengiyakan pertanyaan kyuhyun.

 

 

 

“terimakasih atas tumpangan dan juga makan malamnya”

Kataku pada kyuhyun saat kita sudah berada di depan gedung apartementku.

“apa aku hanya mendapat ucapan terima kasih saja?”

“mwo?” alisku saling bertautan, jadi apa yang harus aku ucapakan selain kata terima kasih?.

“apa kau tidak akan menawariku mampir keapartemenmu dan membuatkanku secangkir teh?”

Haruskah? Kataku dalam hati.

“emm… itu..”

Belum sempat aku menyelesaikan kata kataku, kyuhyun sudah menarikku memasuki gedung apartement. Benar benar laki laki yang tidak tau malu sekaligus pemaksa.

“ada dilantai berapa apartementmu?”

Tanya kyuhyun saat tanpa sadar aku dan dia sudah berada didalam lift.

“8”

Kyuhyun kemudian menekan angka delapan, dan tidak butuh waktu lama sampai lift itu berhenti di lantai 8.

 

 

“duduklah aku akan membuakanmu teh”

Kyuhyun hanya mengangguk lalu mendudukkan dirinya di satu satunya sofa yang ada di dalam kamar apartementku.

“minumlah, dan cepatlah pulang”

“apa kau mengusirku?”

“ini sudah sangat malam bagi seorang laki laki untuk bertamu pada  seorang gadis lajang seperti diriku.”

“jadi kau belum memiliki pasangan?” raut wajah kyuhyun terlihat sangat senang. Matanya bahkan terlihat sangat berbinar binar.

“apa kau sedang mengejekku?”

“anni, aku hanya ingin mengatakan kalau aku juga sedang sendiri”

“lalu?”

“tidak ada, aku hanya ingin mengatakannya”

Kyuhyun lalu meminun tehnya, bibirnya sedikit tertarik keatas sebelum menyesap habis tehnya.

^-^

Seperti biasa aku akan berkutat dengan berbagai macam data yang cukup memusingkan kepala. Mataku dengan teliti melihat pada layar computer yang berada diatas meja kerjaku. Sesekali aku menyesap chocolate panasku yang masih mengepul.

“hwang eunbi, ada kiriman untukmu”

“untukku?” mataku beralih pada sosok tinggi chaeyon, salah satu temanku dikantor.

Chaeyon mengangguk mengiyakan, dan meletakkan sebuah buket bungan mawar pink besar.

“ini untukku?”

Tanyaku lagi, berusaha memastikan apa yang ada dihadapanku.

“iya, apa kau sedang berkencan dengan seseorang?. Ah dia romantic sekali. Kau membuatku sangat iri eunbi ah”

“anni, aku sedang tidak berkencan dengan siapapun”

“lalu ini dari siapa?” chayeon menunjuk bunga pink yang ada dihadapanku

“molla aku juga tidak tau, mungkin salah alamat” kataku cuek, aku sama sekali tidak bisa memikirkan satu namapun diotakku.

“mungkinkah?”

“mungkin”

“kyuhyun, cho kyuhyun. apa kau tidak mengenalnya?” kata chaeyon sambil memegang kartu pengirim yang ada di buket bunga itu. Mataku seolah melebar dua kali lipat.

“apa? Kyuhyun?”

Benarkah laki laki itu yang mengirimiku bunga ini?

“oh. Kau tidak mengenalnya?”

“aku mengenalnya”

“ah, pasti dia seseorang yang sedang dekat denganmu”

“aku rasa hubungan kita tidak seperti itu”

“lalu bunga ini?”

“entahlah aku juga tidak tau”

 

^-^

Untuk kesikan kalinya kyuhyun mengirimiku bunga, kali ini bunga baby breath dengan ukuran besar.

“kau mendapat kiriman bunga lagi?” Tanya chaeyon saat ia melintas disampingku.

“oh”

“wah, sepertinya dia tidak main main denganmu”

“maksudmu?”

“apa kau yakin kalian tidak memiliki hubungan yang special?”

^-^

“hwang eunbi”

Suara itu begitu familiar ditelingaku, kupanglingkan wajahku dan ternyata tebakanku benar, suara itu adalah suara kyuhyun. Aku tidak pernah bertemu kyuhyun  beberapa hari ini, hanya kiriman bunga yang aku terima darinya.

Kenapa dia datang lagi?. Batinku

Tapi baguslah, sudah sejak kemarin aku ingin melabraknya

 “apa kau suka bunganya? Aku tidak tau bunga mana yang kau sukai, jadi aku berinisiatif untuk mengirimkan bunga dengan jenis berbeda setiap harinya” ucap kuhyun pajang kali lebar dengan nada yang tanpa dosa, bahkan wajahnya menyiratkan kalau dia sangat bangga dengan ide memberiku bunga setiap harinya.

Ide yang sangat berliant cho kyuhyun karena kau berhasil membuatku seperti memiliki toko bunga pribadi.

“apa kau berniat membuat kamarku terlihat seperti toko bunga? Dan apa kau tau bunga lili yang kau kirimkan kemarin membuatku bersin bersin sepanjang hari”

Mengingat hari kemarin membuatku ingin menonyor kepala kyuhyun, bagaimana tidak sejak pagi aku harus bersin bersin tidak karuan sampai hidungku merah padam.

“maafkan aku. aku tidak tau kalau kau alergi dengan bunga lili”

“sudahlah, mulai sekarang berhentilah memberiku bunga setiap harinya. Apartementku sudah tidak memiliki sudut untuk menaruh bunga bungamu itu.”

“aku hanya ingin menunjukkan kalau aku sangat senang bertemu denganmu dan aku ingin kau selalu mengingatku disaat aku tidak bisa bertemu denganmu seperti kemarin”

“untuk apa? Kenapa aku harus selalu mengingatmu. Aku rasa hubungan kita tidak sabaik itu, dan sepertinya seorang teman tidak perlu mengirimkan bunga setiap harinya hanya agar dia selalu diingat”

Kata kata itu keluar begitu saja dari mulutku, aku sama sekali tidak bisa memahami perlakuan kyuhyun. bukannya aku tidak senang mendapatkan bunga setiap harinya, tentu saja aku senang apalagi aku adalah seorang wanita yang menggilai hal hal manis seperti itu. Hanya saja perlakuan kyuhyun itu membuatku menghayal kalau kyuhyun adalah kekasihku, dan aku tidak ingin itu. Aku tidak ingin lagi hidup dalam bayang bayang kyuhyun lagi.

Kyuhyun hanya diam dan menatapku sambil mendengarkan amukan tidak jelas yang aku lontarkan. Entah apa yang dia pikirkan sekarang, aku melihat guratan kekecewaan di wajahnya. Tapi biarlah aku tidak peduli itu.

“aku melakukan ini karena aku…”

Kata kata kyuhyun menggantung diudara setelah dengan lancangnya aku memotong perkataannya. aku tidak tau makluk apa yang sedang merasuki diriku sekarang , setiap kali aku melihat kyuhyun aku selalu ingin marah.

“sudahlah aku tidak ingin mendegar penjelasanmu. Mulai sekarang berhentilah mengirim bunga bunga itu dan jangan menemuiku lagi kecuali urusan bisnis.”

Ucapku dengan ketus, sedangkan kyuhyun hanya menatapkan penuh arti.

“bagaimana jika aku tidak menyetujui permintaanmu?”

Kyuhyun mengatakannya dengan sangat tenang nyaris tanpa ekspresi.

“aku tidak sedang dalam urusan untuk bernegosiasi denganmu. Cho kyuhyun”

“aku juga sedang tidak dalam urusan bernegosiasi denganmu hwang eunbi. Apapun yang terjadi aku tidak akan berhenti menemuimu”

Perkataan kyuhyun barusan membuatku berang, apa maksud laki laki ini. aku sama sekali tidak mengerti.

“apa hakmu? Aku rasa hubungan pertemanan kita sudah berakhir sejak lama. Jadi kau tidak memiliki hak apapun untuk bertemu denganku lagi kecuali untuk urusan pekerjaan”

“sebagai laki laki yang mencintaimu tentu aku punya hak untuk itu”

lagi lagi kyuhyun mengatakannya tanpa ekpresi, berbanding dengan diriku saat ini yang menganga tak percaya dengan apa yang barusan aku dengar.

“apa kau bilang?”

“aku mencintaimu hwang eunbi” kali ini ekspresi kyuhyun berubah menjadi sedikit serius.

Aku terdiam cukup lama, berusaha mencerna apa yang barusaja kyuhyun katakan.

Kyuhyun mencintaiku? Kata kata itu terus berputar dikepalaku, membuatku pening.

Sadarlah hwang eunbi, itu semua tidak mungkin terjadi.

“aku tidak tau kenapa kau mengatakan itu dan untuk apa? Apa kau sedang meledekku karena kisah kita dulu atau kau sedang mencoba mengelabuiku?”

“apapun yang ada dipikiranmu itu bisa aku pastikan kalau semuanya SALAH. Aku mengatakan ini karena sudah sejak lama aku menanti waktu seperti ini. mungkin ini akan terdengar sangat membosankan tapi aku benar benar menantikan kehadiranmu. Sejak kepergianmu aku sadar kalau ternyata aku telah jatuh hati pada teman baikku sendiri. Dan aku sadar kalau kau telah membawa hatiku pergi bersamamu. Aku tau ini sangat terlambat dan aku terlihat seperti tidak tau diri dengan mengatakan ini setelah apa yang terjadi. Tapi aku benar benar tidak bisa hidup tanpamu, bertahun tahun ini aku hanya menghabiskan waktuku untuk MENUNGGUMU. Aku tidak pernah berhubungan dengan wanita manapun. Karena aku yakin kalau kita akan dipertemukan kembali”

“seperti yang kau bilang kyu, ini sudah sangat terlambat. Aku tau menghabiskan waktu bertahun tahun untuk MENUNGGU seseorang tidaklah MUDAH, karena aku juga pernah berusaha untuk MENUNGGUMU tapi kau juga harus tau kalau menghabiskan waktu bertahun tahun untuk MELUPAKAN seseorang juga tidak MUDAH.”

Aku menarik nafas beratku sebelum aku melanjutkan kata kataku, entah untuk alasan apa dadaku terasa sesak saat mengetahui fakta kalau kyuhyun mencintaiku.

Ingin rasanya aku meneriaki kyuhyun dan memakinya

Kenapa dia begitu terlambat? kenapa baru sekarang dia mengataknnya?

“ Jadi aku tidak bisa menyia nyiakan waktuku yang telah aku habiskan untuk melupakanmu dengan kembali mencintaimu” kembali aku melanjutkan perkataanku.

“maaf kalau aku terlalu terlambat untuk memahami perasaanku dan aku tau kau masih mencintaiku sampai sekarang, jadi kau jangan berbohong padaku. matamu itu tidak bisa membohongiku”

Aku terperangah mendengar yang kyuhyun katakan aku masih mencintai kyuhyun?

“kau salah, sudah sejak lama aku menghapus perasaan itu dari hatiku”

“kau bohong, aku tidak melihat itu dari matamu”

“terserah kalau kau tidak percaya padaku aku tidak akan memaksamu untuk mempercayai perkataanku. Aku hanya punya satu permintaan, berhenti menemuiku lagi” ucapku tegas, aku sama sekali tidak peduli apakah kyuhyun percaya padaku atau tidak. Untuk saat ini aku hanya ingin kyuhyun pergi dari kehidupanku seperti sebelumnya.

Aku membalikkan badanku berniat untuk pergi dari hadapannya tapi belum sempat aku melangkahkan kakiku kyuhyun menarik tanganku membuatku mau tidak mau menghadap kearahnya, untuk sesaat padanganku dan kyuhyun bertemu.

“aku tidak akan melepaskanmu”

Kulepas genggaman tangan kyuhyun dengan menggunakan tanganku yang bebas, kemudian aku benar benar berlalu dari hadapannya. Sedangkan kyuhyun hanya menatapku. Mungkin dia masih syok dengan perilakuku atau entahlah aku tak tau.

^-^

Sebuah pesta dengan segala pernak pernik bernuansa biru electric tertata rapi di salah satu hotel berbintang lima, tidak banyak yang aku kenal, lebih tepatya TIDAK ADA yang aku kenal kecuali donghae. Laki laki yang saat ini sedang berjalan disampingku. Beberapa waktu yang lalu donghae memintaku untuk menemaninya datang ke pesta super mewah ini, sebenarnya aku tidak terlalu suka pesta terlebih aku tidak mengenal orang orang yang ada di sini tapi tentu saja aku tidak ingin mengecewakan laki laki paling baik setelah ayahku itu dengan menolak permintaannya. Dan beginilah akhirnya, aku mengekor disamping donghae tanpa aku tau mau kemana dia akan pergi melangkah.

Donghae menghentikan langkahnya pada kerumunanan laki laki berjas yang bisa aku pastikan kalau itu adalah teman kantor donghae.

“malam semuanya” sapa donghae pada mereka.

“hai donghae”

“siapa dia? Apa dia kekasihmu?”

Aku sidikit kaget dengan pertanyaan salah satu teman donghae sedangkan donghae hanya tersenyum tidak jelas.

“kenalkan dia eunbi”

“anyeong haseyo, hwang eunbi imnida”

“kau sangat cantik, pantas donghae memilihmu”

“terima kasih”

Aku tersenyum sedikit canggung, tidak ada kata kata yang terlintas di otakku selain kata ‘terima kasih’.

Mereka semua larut dalam percakapan antar sesama laki laki dan mengabaikan keberadaanku, seolah aku ini hanya nyamuk yang sedang terbang. Merasa bosan dengan keadaan ini, aku panglingkan pandanganku kesekeliling pesta mencari sesuatu yang mungkin lebih menarik dari pada obrolan kermununan para laki laki ini.

Mataku menjelajahi setiap ornament yang terpasang di setiap sudut ruangan seolah memastikan kalau tidak ada yang kurang dari pesta ini.

Satu detik…,

dua detik…,

tiga detik…  mataku terkunci pada pandangan seseorang yang sedang menatapku tajam. Untuk beberapa detik pandanganku dengannya bertemu. Nampaknya Tuhan sedang memiliki suatu rencana atas diriku, niatku mencari sesuatu yang dapat mengusir kebosananku berbuntut sesuatu yang mengejutkan- sangat MENGEJUTKAN.

Bagaimana mungkin dia ada disini?

Laki laki yang belakangan sudah tidak prnah menampakan batang hidungnya dihadapanku lagi, kini sedang berdiri 5 meter dari hadapanku.

Kuedarkan pandanganku lagi mencari sesuatu yang jauh lebih menarik dari sebelumnya, beusaha untuk menghiraukan tatapan kyuhyun yang begitu tajam. Tapi aku sama sekali tidak bisa menemukan apa yang aku cari.

“donghae ya, aku mau pergi ketoilet dulu”  aku berbisik pada donghae, dan donghae hanya mengganggukkan kepalanya mengiyakan.

Cukup lama aku berada di dalam toilet, membenarkan beberapa riasan.

Selesai dengan kegiatanku, kulangkahkan kakiku keluar berniat untuk kembali kedalam pesta yang sebenarnya sama sekali tidak aku nikmati.

Satu langkah..

Dua langkah…

Secara tiba tiba seseorang menarik tanganku dan menyudutkanku pada sebuah dinding, hampir saja aku berteriak sebelum aku tahu siapa orang brengsek yang telah menarikku dengan tiba tiba itu.

“apa yang kau lakukan?” tanyaku penuh amarah, sedangkan orang yang aku ajak bicara hanya menatapku penuh amarah, sama sepertiku.

Ada apa dengannya? bukankah aku yang harusnya marah padanya?

“jadi ini alasanmu, menyuruhku pergi dari kehidupanmu?”

Kyuhyun masih saja menatapku, seolah dia ingin mengulitiku dengan tatapan membunuhnya. Jujur aku tidak tau apa yang telah aku lakukan sampai membuatnya terlihat sangat marah seperti ini.

“apa maksudmu?”

“kau jangan pura pura tidak mengerti maksudku hwang eunbi”

“aku memang tidak mengerti dengan apa yang kau bicarakan.” Kataku dengan nada yang sedikit tinggi.

“donghae- kau menyuruhku pergi karena donghae”

“apa maksudmu? Aku tidak mengerti”

“berhenti berlagak tidak tau hwang eunbi” kyuhyun berkata dengan hampir berteriak membuat sedikit terperanjat.

“aku benar benar tidak mengerti cho kyuhyun”

“baik akan aku buat kau mengerti, kau adalah orang yang hampir 5 tahun ini membuatku menunggu, aku bahkan berusaha sangat keras untuk menemukanmu dan setelah waktu yang telah aku habiskan hanya untuk menunggumu, sekarang kau mengusirku pergi darimu. Awalnya aku mengira itu semua karena kau terlalu sakit hati denganku tapi aku salah kau mengusirku karena orang lain. dan orang lain itu adalah donghae. aku tau aku tidak punya hak untuk melarangmu berhubungan dengan siapapun tapi tak bisakah kau memberiku satu kesempatan”

Kyuhyun masih saja menatapku sedangkan aku hanya terdiam.

Kulepas eratan tangan kyuhyun perlahan pada lenganku, perlahan air mataku menetes tanpa aku mau dan tanpa aku sadari. Semuanya terjadi begitu saja.

“kau sudah begitu terlambat kyuhyun”

Karena aku telah memutuskan untuk menerima donghae. Lanjutku dalam hati.

Hari dimana aku dan kyuhyun bertemu kembali setelah sekian lama adalah hari dimana aku memutuskan untuk menerima donghae. aku memang tidak berkata pada donghae kalau aku mencintainya tapi aku akan berusaha untuk mencintainya. Aku dan donghae pertama kali bertemu saat kita masih sama sama dibangku kuliah. Pertemanan yang awalnya biasa saja menjadi sesuatu yang tidak biasa. Aku dengannya menjadi sangat dekat layaknya seorang sahabat bahkan aku telah menceritakan semua yang aku alami pada donghae termasuk kisahku tentang kyuhyun. donghae tau semuanya bahkan donghae juga tau kalau aku belum bisa benar benar melupakan kyuhyun.

Persahabatanku dengan donghae tidak jauh beda dengan persahabatan kebanyakan orang tapi tanpa aku sadari persahaban itu sedikit berubah karena donghae menyimpan rasa padaku, sedangkan aku hanya menganggap dia tidak lebih dari seorang sahabat. Benar kata orang TIDAK ADA PERSAHABATAN ANTARA WANITA DAN PRIA. Seiring berjalannya waktu persahabatan itu akan berubah menjadi cinta entah saling mencintai atau hanya cinta sepihak. Berulang kali donghae mengatakan perasaannya padaku tapi selalu saja berujung penolakan yang keluar dari mulutku. Sampai pada hari itu, aku memutuskan untuk berusaha menerima donghae dalam hatiku bukan karena aku merasa kasian pada donghae atau karena aku mulai mencintai donghae. semua itu semata mata karena aku ingin berusaha membuka hatiku untuk orang lain. tapi Tuhan memiliki rencana yang jauh dari dugaanku. Pada hari itu juga Tuhan mepertemukanku pada kyuhyun lagi. Duniaku seolah terjungkil balik, aku tidak tau apa yang harus aku lakukan dan aku tidak tau keputusan mana yang tepat untukku.

Aku tidak tau apa maksud Tuhan tapi aku sangat mengutuk pertemuanku dengan kyuhyun itu karena semua itu membuatku meragu lagi untuk membuka hatiku untuk orang lain.

 “tapi kau masih mencintaiku, kenapa kau harus membohongi perasaanmu sendiri?”

“aku yang lebih tau tentang hatiku, bukan dirimu” kataku sedikit tegas, aku ingin berusaha mempertahankan keputusanku untuk membuka hatiku.

“tapi aku bisa melihatnya”

“kau salah, dan dengarkan aku baik baik agap saja kita memang tidak ditakdirkan untuk bersama. aku memang mencintaimu tapi itu dulu jauh sebelum kita bertemu lagi. Dan untuk masalahmu yang mencintaiku, aku yakin kau bisa melupakan rasa itu seiring bergulirnya waktu sama sepertiku.”

Kata kata yang keluar dari mulutku itu tidak hanya untuk kyuhyun tapi juga untukku. Aku berusaha menyakinkan diriku sendiri kalau Tuhan memang menginginkan aku dan kyuhyun bersama pasti Tuhan akan membuat aku dengannya bersama dengan jalan yang tidak pernah aku tau.

“jika memang waktu bisa membuatku lupa akan dirimu kenapa sampai detik ini aku belum bisa melupakanmu bahkan bayang bayangmu masih teringat jelas dipikiranku.”

“aku yakin waktu akan membantumu melupakanku”

Kuusap air mata yang sudah meleleh sejak tadi, kulangkahkan kakiku pergi meninggalkan kyuhyun sendiri yang masih menatapku.

pandanganku terasa kabur, efek dari sisa sisa air mata yang masih tertinggal dipelupuk mata. Sampai aku tidak menyadari kehadiran seorang laki laki yang berdiri sekitar satu meter dari hadapanku. Donghae, laki laki itu menatapku tanpa ekspresi. Melihat dari tatapannya aku yakin dia telah mendengar semua pembicaraanku dengan kyuhyun.

Donghae mungkin tau kalau aku memiliki cinta pertama bernama kyuhyun tapi dia tidak tau kalau aku telah bertemu lagi dengannya dan donghae tidak tau kalau kyuhyun yang aku maksud adalah kyuhyun teman satu kantornya. Ini adalah pesta khusus untuk para staff perusahaan, jadi bisa dipastikan kalau kyuhyun dan donghae adalah teman satu kantor. Hanya saja aku tidak tau apakah mereka saling mengenal atau tidak.

Aku terus melangkah kedepan dengan sedikit ragu menghiraukan tatapan dari kyuhyun dan juga tatapan dari donghae.

Oh tuhan selamatkan aku dari situasi ini, aku tidak ingin menyakiti siapapun tapi kenapa kau membuat aku seolah menyakiti mereka berdua.

Aku benar benar ingin keluar dari situasi ini, aku butuh waktu untuk memikirkan semuanya, sendiri.

Langkahku terhenti  dihadapan donghae. aku hanya diam tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Dia berbalik dan pergi begitu saja dan aku hanya mengekorinya dari belakang. Dan begitulah akhir dari malam panjang ini. aku telah menyakiti dua hati yang sebenarnya sama sekali tidak ingin aku sakiti.

======================tunggu next story nya=========================

author’s note : terima kasih udah baca ff ini, maaf kalau feel nya kurang dapet karena memang author buat ff ini kepotong potong terus, jadi ya begini lah hasilnya 😀

ditunggu comment dan like nya ya chingu, kamsahamida 🙂

Beautiful Lie Part 7

beautiful lie copy

Judul: Beautiful Lie

Length : Chapter

Genre: Romance

Cast: Cho Kyuhyun, Hwang Eunbi, Lee Donghae, Kim Ha Neul

Author: Oh Honey

author’s note: oke author kembali lagi dengan ff satu ini. aku tidak tahu part ini bakal lebih seru atau tidak. tapi author harap kalian menikmati ff ini.

wajib bagi yang uda baca untuk komen dan like 🙂 gomawo:):)

HAPPY READING ALL

Setelah mengisi perut mereka, eunbi dan kyuhyun sedikit merilekskan tubuhnya pada sofa dan tontonan televise yang hampir sama setiap harinya.

 

Eunbi berada dalam pelukan kyuhyun, seperti menjadikannya sandaran. Sangat nyaman. Tangan kyuhyun begitu posesive melingkar pada tubuh eunbi seperti tidak merasakan bagaimana pegalnya lengannya.

Satu toples makanan ringan berada pada pelukan eunbi. Suara televise dan renyahkan keripik kentang yang mereka makan mengisi setiap sudut ruangan persegi ini.

 

“apa kau tidak melanjutkan pekerjaanmu?” Tanya eunbi yang masih sibuk mengunyah dan menelan keripik kentang

“aku tidak akan bisa melanjutkan pekerjaanku jika kau ada disini”

Eunbi menjauhkan tubuhnya dari kyuhyun membuat eunbi berhadapan dengan kyuhyun.

“apa kau mengusirku?”

“tentu saja tidak. Aku hanya tidak bisa bekerja jika kau ada disini dan memilih mengacuhkanmu”

“kau bisa tidak mempedulikanku, aku hanya ingin menonton drama ini.”

Kyuhyun menarik tubuh eunbi untuk kembali pada posisinya tadi. Menemani wanita ini menonton drama yang sama sekali tidak pernah kyuhyun tonton lebih baik dari pada harus bekerja dan mengacuhkan eunbi. Bukankah dia hanya bisa bertemu eunbi di akir pekan? Jadi biarkanlah di akhir pekan kyuhyun melupakan sedikit tentang pekerjaannya. Itu tidak buruk kan?

“sudah aku bilang aku tidak bisa”

Eunbi tersenyum di balik keripik kentang yang belum habis dikunyahnya. Hal kecil seperti ini setidaknya menunjukkan bahwa kyuhyun memang tidak mempermainkannya atau hanya menganggap eunbi seperti wanita-wanita kyuhyun sebelumnya. Dan itu membuat eunbi sedikit lega atas keputusannya menerima kyuhyun kembali.

 

“sudah berapa lama ha neul menjalin hubungan dengan donghae?” setelah beberapa menit mereka saling diam. Kini eunbi membuka sebuah topic yang bahkan eunbi tidak sadar telah mengatakannya.

“1 tahun kenapa?”

“ng.. hanya bertanya”

“apa kau masih merasa cemburu karena donghae dengan ha neul?” Tanya kyuhyun mendesak. Ayolah, seorang pria juga merasa jengah saat kekasihnya membahas tentang pria yang pernah singgah dihati wanitanya. Meskipun itu adalah donghae, sahabatnya. Kyuhyun tidak suka dengan topic ini.

“apa? Tidak. Untuk apa? Aku sudah tidak mencintainya”

“anggaplah aku percaya dengan perkataanmu”

“kau memang harus mempercayai itu”

 

Keheningan dan suara televise yang lebih mendominasi terjadi lagi. Suara keripik kentang yang renyah di dalam mulut menjadi pendamping.

“ha neul adalah temanku sejak kecil, bisa dibilang kita bersahabat. Dan donghae adalah sahabatku saat di high school, sejak saat itu kita bertiga menjadi sahabat. Tapi pria itu diam-diam menyukai ha neul” kata kyuhyun memecah konsentrasi eunbi pada layar persegi di depannya. Kyuhyun tidak tahu kenapa tiba-tiba dia ingin menceritakan hal ini kepada eunbi, sebenarnya ini bukanlah informasi yang penting yang harus kyuhyun ceritakan kepada eunbi.

 

“jadi mereka bertiga bersahabat”batin eunbi

“kau bagaimana?” Tanya eunbi spontan

Kyuhyun mengerutkan keningnya tidak mengerti

“apa?”

“kau. Apa kau juga tidak tertarik dengan ha neul?” mungkin ini adalah pertanyaan yang dari dulu selalu ingin eunbi tanyakan kepada kyuhyun, pertanyaan yang selalu berputar di dalam pikirannya. Apakah kyuhyun tertarik kepada ha neul? Apakah kyuhyun pernah menyukai ha neul? Dan wanita itu, apa benar menyukai kyuhyun? semuanya menumpuk menjadi satu di dalam pikiran eunbi, mengusik setiap tidur malamnya, mengusik ketenangannya saat bersama kyuhyun.

Ayolah. Tidak ada persahabatan antara wanita dan pria yang murni, apakah eunbi terlalu munafik jika berpikiran begitu? Tapi setidaknya sekarang eunbi bisa bernafas lega mengetahui fakta bahwa hubungan antara kyuhyun dan ha neul hanyalah sahabat dan kyuhyun tidak menutupi itu semua. Bukankah eunbi harus percaya kepada kyuhyun bahwa tidak ada hal lain selain persahabatan?

 

“aku sudah menganggapnya sebagai adik sendiri, bagaimana mungkin aku mencintainya lagi pula dia sudah bersama donghae” lanjut kyuhyun.

Yang diajak bicara tiba-tiba tersenyum dibalik keripik kentang dimulutnya dan pandangannya tetap lurus ke depan.

“wae? Kenapa kau tersenyum? Kyuhyun memandang eunbi heran. Kyuhyun mengikuti arah pandang eunbi. Menatap layar televise dan eunbi bergantian. Tidak ada yang lucu dari acara televise sekarang hanya deretan iklan yang terus diputar berkali-kali. Tapi kenapa eunbi tersenyum? Apa dia sudah mulai…

Apa yang sedang kau pikirkan cho kyuhyun? apa kau mengira eunbi mendadak gila.

“apa ada yang salah sampai kau senyum-senyum sendiri?” tanya kyuhyun lagi.

 

Sadar akan tingkah bodohnya. Eunbi menatap kyuhyun.

“tidak ada apa-apa” jawab eunbi tak bersalah dan kembali mengambil keripik kentang.

“apa yang sedang kau pikirkan sampai kau senyum-senyum sendiri. Apa ada yang lucu dari ceritaku?”

Eunbi menggeleng tanda tidak ada.

“aku hanya senang”

Kyuhyun semakin mengerutkan keningnya tidak mengerti. Kenapa eunbi tiba-tiba merasa senang ditengah-tengah pembicaraannya.

“senang? Kenapa?”

“hanya senang”

“hanya?”

Eunbi menarik nafasnya dalam-dalam. Kenapa pria ini terus bertanya batin eunbi. Tidakkah kyuhyun seharusnya paham.

“dengarkan baik-baik” eunbi memutar tubuhnya menghadap kyuhyun.

“aku senang karena ternyata cho kyuhyun tidak tertarik kepada kim ha neul. Hanya itu”

“memang tidak ada apa-apa. Apakah kau berfikir selama ini aku tertarik pada ha neul?”

eunbi memutar tubuhnya dan memposisikan kembali tubuhnya pada dada bidang milik kyuhyun.

“hanya berfikir. Tapi sekarang tidak lagi”

Hanya lengkungan di bibir indah kyuhyun yang mampu dia tunjukkan. Dia tidak menyangka kalau eunbi bahkan berfikir hubungan antara kyuhyun dan ha neul lebih dari teman. Apakah eunbi begitu mencintainya sampai berfikir seperti itu? Ng…mungkin. dan kyuhyun sangat suka kalimat itu ‘sangat mencintainya’ terdengar begitu indah dan menggetarkan hati seperti berjuta-juta kelopak bunga menggelitik perutnya.

***

Hari selasa adalah hari membosankan setelah senin. Sangat melelahkan dan membosankan.

Eunbi terus mengetukkan sepatu ketsnya ke lantai, menyesap sedikit demi sedikit kopi yang mengepul ditangannya. Langkah kakinya terus terajut menuju meja kerjanya, meja kerja yang sudah seperti tempat paling membosankan. Tumpukan kertas-kertas, dering telepon yang terus berbunyi. Ahh sungguh menyebalkan.

 

Eunbi sedikit membanting pantatnya dikursi kerja, meletakkan kopi panasnya disamping telepon. Otaknya masih tidak bisa diajak bekerja untuk saat ini, lebih tepatnya ada hal lain yang sedang dipikirkannya.

Kursi itu terus bergerak ke kanan dan ke kiri, mungkin jika kursi itu adalah manusia sudah dapat dipastikan dia akan segera pingsan karena eunbi terus menggerakannya ke kanan dan ke kiri.

Pandangan matanya terus menatap layar persegi itu kesal.

“ah. Menyebalkan dia bahkan tidak menghubungiku selama satu hari. Apa dia benar sesibuk itu sampai tidak bisa membalas pesanku?” omel eunbi pada dirinya sendiri.

 

BRAKK

Pertemuan antara meja kerja dan benda persegi itu, menimbulkan suara yang sedikit memekakkan telinga. Bahkan eunbi tidak peduli jika hal itu dapat menggores ponsel pintar miliknya.

 

“dia memang keterlaluan” omelnya untuk kesekian kali, entah sudah berapa banyak sumpah serapah yang dia keluarkan untuk kyuhyun

Mencoba terus berfikir positif dan menekan semua egonya nyatanya tidak cukup untuk menghilangkan rasa kesal yang lebih mendominasi hatinya. Rasanya ini lebih buruk dari pada dia tidak punya kekasih. Diabaikan kekasih jauh lebih menyebalkan.

 

***

Renggangan tangan dan menolehkan kepalanya ke kanan dan ke kiri seolah menjadi selebrasi atas semua kerja kerasnya selama beberapa hari ini.

 

“ah aku benar-benar capek” ucap pria yang tidak lebih tua dari kyuhyun. kelopak matanya sudah tidak sanggup lagi untuk terbuka bahkan lingkaran hitam di matanya seolah mempertegas bahwa dia butuh untuk sekedar tidur.

“pulanglah. Kau bisa istirahat dirumah” ucap kyuhyun pada staffnya. Lagu baru ciptaannya sudah selesai bahkan dia sudah melakukan rekaman. Mulai sekarang dia akan punya waktu untuk berkencan dengan eunbi, setidaknya dia tidak harus menghabiskan akhir pekannya diapartement bersama eunbi. Meskipun kyuhyun akui itu tidak terlalu buruk. Mengingat nama eunbi, membuat kyuhyun mengambil ponsel pintarnya.

Ternyata penyelesaian proyek ini begitu lama sampai ada 20 pesan dan 20 panggilan tidak terjawab. Kyuhyun tersenyum melihat nama yang telah memenuhi semua pesan masuk dan panggilan teleponnya. Hwang eunbi. Wanita itu selalu berhasil membuat kyuhyun tersenyum hanya memikirkannya. Merelakan waktu tidurnya untuk cepat-cepat menyelesaikan pekerjaannya bahkan kyuhyun harus menunda jam makannya demi ingin bertemu sepuasnya dengan eunbi tidak hanya di akhir pekan yang beberapa minggu ini mereka jalaninya.

***

Beberapa gossip mengiringi langkah beberapa pasang kaki menuju luar kantor. Jam pulang kantor memang selalu seperti ini saat hampir semua wanita keluar bersama. Tidak ada satu halpun yang terlewatkan untuk dibicarakan, tapi untuk saat ini eunbi tidak berada dalam mood yang baik untuk bergosip bahkan untuk sekedar menganggapi saja dia sudah malas. Dia hanya ingin cepat sampai rumah merebahkan tubuhnya yang kaku dan sejanak melupakan nama pria brengsek itu ‘cho kyuhyun’.

 

Langkah kaki yang tadi terdengar seirama tiba-tiba berhenti serempak seperti pasukan pengibar bendera. Eunbi yang dari tadi hanya focus pada lantai dan ujung sepatu yang terus bergerak diatas mengkilatnya lantai ikut menghentikan lantainya.

 

Matanya mengikuti kemana beberapa pasang mata itu tertuju.

 

Baru saja dia selesai memikirkan tentang kyuhyun. pria itu sudah berada di depan kantornya, berjalan mendekat dan semakin mendekat.

 

“ada apa kau datang kesini?” tanya eunbi cuek saat pria bertubuh jakung itu sudah berdiri 10 cm di depannya.

“apa lagi. Menemui kekasihku” jawab kyuhyun enteng diikuti dengan senyum yang bisa melelehkan semua kaum hawa. Bahkan teriakan menggila dari semua rekan kerja eunbi sudah membahana, mungkin jika mereka tidak sadar kalau kyuhyun adalah kekasih eunbi sudah dipastikan mereka akan terang-terangan mengoda kyuhyun. ayolah, siapa wanita yang tidak kagum melihat kyuhyun. perlakuannya sekarang kepada eunbi mampu membuat berjuta-juta wanita merasa iri.

 

Kyuhyun tahu eunbi sedang marah kepadanya itulah alasan kyuhyun memilih datang kesini terlebih dahulu, menemui eunbi setelah pulang dari studio yang menyita perhatiannya selama dua hari ini. dan melupakan kasur empuk apartementnya, tentu saja.

 

“untukmu” kyuhyun memberikan satu buket bunga mawar merah. Sejujurnya kyuhyun tidak tahu apakah cara ini mampu meredakan rasa kesal eunbi tapi tidak ada salahnya bukan untuk mencoba.

Yang diberi bunga hanya menatap mawar merah itu, tidak percaya mungkin. Ini adalah pertama kalinya kyuhyun memberinya bunga dan itu di depan semua rekan kerjanya. Senang? Tentu saja. Dia mungkin saja berteriak sangking senangnya dan melupakan rasa kesalanya. Oh, bahkan kekesalan itu sudah menguap dari tadi. Saat melihat prianya datang dan sekarang memberinya bunga. Jangan pernah tanyakan bagaimana nasib kekesalannya pada kyuhyun. tidak ada.

 

“apa kau mencoba merayuku dengan bunga ini” tangannya terulur menerima buket bunga itu, meskipun dengan nada yang sengaja dibuatnya jutek. Akan sangat kampungan jika sekarang eunbi berteriak dan memeluk kyuhyun sangkin senangnya. Tidak di depan rekan kerjanya. Pura-pura cool hanya itu yang eunbi coba tunjukan. Bukan eunbi yang mengoda kyuhyun dan bukan Cuma eunbi yang menggilai kyuhyun, tapi kyuhyun juga mencintai dan menggilai eunbi. Itulah point yang coba eunbi tunjukan pada rekan kerjanya, membungkam semua gossip yang beredar. Eunbi mengoda kyuhyun. eunbi muak mendengar itu semua.

Haruskah eunbi berterima kasih kepada kyuhyun setelah ini?

 

“jika itu bisa aku tidak keberatan”

Keduanya sama – sama tersenyum. Itu benar, entah ini merayu atau membujuk siapa yang peduli.

 

“kajja. Aku akan mengantarmu pulang” tangan kyuhyun telulur dan disambut hangat oleh eunbi.

 

Semua pasang mata seolah tiba-tiba menjadi patung es yang hanya terbengong dan membekap mulut mereka masing-masing. Beruntung sekali bisa mendapatkan kyuhyun. pikir mereka.

 

“kalau begitu aku pulang dulu.sampai jumpa besok” pamit eunbi sopan dan melangkah maju mensejajarkan tubuhnya dengan kyuhyun.

 

Senyum penuh cinta itu terus mengembang sampai mobil kyuhyun hilang dibalik padatnya jalan seoul.

 

“kenapa tidak menjawab panggilan teleponku?” tanya eunbi dengan terus memperhatikan setiap kelopak bunga mawar dalam dekapannya seolah tidak rela jika satu kelopak saja layu.

“aku sibuk menyelesaikan lagu itu. Melakukan perekaman sampai pagi tadi dan langsung menemuimu”

“apa aku hanya akan jadi yang kedua setelah pekerjaanmu”

“ng..kurasa tidak. Itu hal yang berbeda. Aku tidak bisa meninggalkan pekerjaanku karena itu adalah tanggung jawab tapi kau. Aku tidak bisa meninggalkanmu karena aku mencintaimu”

Eunbi terkekeh geli.

“apa itu? Aku merasa merinding mendengarnya”

Apakah ini efek kyuhyun terlalu stress memikirkan lagunya. Ini terlalu menggelikan untuk di dengar dari mulut kyuhyun.

 

Kyuhyun ikut terkekeh.

***

“kenapa kau mengajakku kesini?” tanya eunbi penasaran

“aku ingin membeli kado untuk seseorang”

Seketika eunbi menghentikan langkahnya membuat kyuhyun juga berhenti.

“nugu?”

Kyuhyun tersenyum sebelum menjawab

“adikku. Cho yuju. Dia ulang tahun besok jadi aku ingin memberinya hadiah”

“ehm…benarkah. Baiklah ayo kita cari hadiahnya” kata eunbi terbata.

 

Memalukan-memalukan. Eunbi menggigit bibir bawahnya gemas. Pikirannya terlalu dangkal saat kyuhyun menyebut sesorang. Sepertinya eunbi harus bisa mengurangi sedikit rasa cemburunya pada kyuhyun. ohhh, tapi itu muncul begitu saja. Menyebalkan.

 

***

Eunbi memandang gugup rumah bergaya modern di depannya. Oh, kenapa rasanya segugup ini. jantungnya bekerja terlalu keras bahkan eunbi takut kalau detak jantungnya dapat di dengar kyuhyun.

 

“ayo” ajak kyuhyun.

 

Hari ini adalah hari ulang tahun yuju seperti tahun-tahun sebelumnya kyuhyun tidak akan pernah melewatkan moment satu tahun sekali ini. apalagi ini menyangkut adiknya. Kyuhyun memang sengaja mengajak eunbi ikut bersamanya, padahal seumur umur dia tidak pernah mengajak kekasihnya untuk merayakan ulang tahun yuju. Hanya keluarga dan dua sahabatnya donghae dan ha neul. Tapi untuk ulang tahun yuju tahun ini, kyuhyun sengaja mengajak eunbi meskipun kyuhyun tahun pertemuan pertama mereka tidaklah baik. Dia ingin mengenalkan eunbi kepada ibu dan adiknya. Apakah ini langkah awal kyuhyun untuk serius kepada eunbi? Ng… dia tidak berfikiran seperti itu tapi jika kalian menganggapnya begitu maka anggaplah begitu.

 

Dua langkah kecil mulai mensejajarkan posisinya dengan kyuhyun, menghadap pintu coklat dengan aroma khas kayu mahoni.

 

Citt..

Pintu itu terbuka sempurna menampilkan ruang tamu yang tidak terlalu besar tapi terlihat begitu berkelas.

 

“oppa” teriak perempuan itu dan buru-buru menuruni tangga bahkan hampir terlihat bahwa dia melewati dua anak tangga sekaligus.

“yuju ah” sapa kyuhyun

 

“kenapa oppa begitu telat bukannya oppa berjanji akan datang siang hari” kata yuju setelah sampai didepan mereka

“maaf tadi oppa ada sedikit urusan, lagi pula pestanya belum dimulaikan?”

“selalu seperti itu”

Kyuhyun mengacak sedikit poni adiknya, sesuatu yang sering kyuhyun lakukan. Disaat seperti ini tidak ada kyuhyun yang playboy tapi kyuhyun yang penyanyang, tidak ada sisi buruk kyuhyun yang ada adalah betapa sempurnanya kyuhyun.

“eomma dimana?” tanya kyuhyun kemudian

“di dapur menyiapkan makanan”

 

Hanya memandang kyuhyun dan yuju bergantian, memperhatikan apa saja yang mereka bicarakan. Tidak ada yang lain. Hanya itu. Dan eunbi begitu takjub melihat kedekatan kakak beradik ini, dia tidak meyangka kyuhyun begitu berbeda saat berada di tengah keluarganya, begitu hangat.

 

“eunbi ah. Duduklah dulu. Aku ingin menemui eomma”

Suara berat itu membuyarkan lamunan eunbi, menariknya pada realita. Jantungnya kembali berdetak lebih cepat dari biasanya. Dia berada di dalam rumah keluarga kyuhyun, sungguh hal ini membuatnya sedikit merasa pusing.

Apakah keluarga kyuhyun akan menerima kedatangan eunbi? Apakah mereka akan baik kepada eunbi? Pertanyaan itu terus memenuhhi otaknya.

 

Suara kyuhyun menyadarkan yuju bahwa kakaknya tidak datang sendirian.

“nugu?”

Tidak biasanya kyuhyun mengajak seorang wanita kerumahnya apalagi dihari penting seperti ini. sekilas yuju berfikir bahwa dia pernah bertemu dengannya.

 

“bukankah kalian pernah bertemu?”

Bukannya menjawab kyuhyun kembali melemparkan pertanyaan kepada yuju, membuat tiga kerutan di dahinya.

 

“anyeong. Perkenalkan namaku hwang eunbi. Kita memang pernah bertemu sebelumnya atau ng…mungkin juga sedikit mengobrol. Saat di lift di apartement kyuhyun dan…” eunbi berfikir apakah dia harus meneruskan kalimatnya ‘dan aku berfikir kalau kau adalah kekasih kyuhyun, bahkan aku menangis setelah itu’ haruskah eunbi mengatakan itu?

 

“ahh aku ingat sekarang. kau wanita yang datang ke apartement kyuhyun oppa waktu itu kan?”

Oh, terima kasih tuhan. Setidaknya yuju bisa mengingat sendiri kejadian itu tanpa harus dia ceritakan.

 

***

Suasanan makan malam kali ini terasa sedikit berbeda bagi kyuhyun. jika sebelumnya meja makan ini hanya terisi oleh 3 orang saja sekarang terasa lebih penuh dengan pengunjung baru.

 

Eunbi bersyukur setidaknya eomma kyuhyun tidak seperti apa yang dia pikirkan sebelumnya. Wanita tua yang cerewet, tidak menyukainya tapi ternyata itu semua salah. wanita ini memang setengah baya tapi dia begitu baik dan penyayang setidaknya eunbi tidak takut untuk sekedar bertanya dan mengobrol dengannya.

 

“ahjumma biar aku bantu” he neul segera berdiri dari duduknya dan membereskan beberapa piring yang sudah kosong di atas meja.

“gomawo ha neul ah”

Ha neul memang tidak asing lagi dengan keluarga ini, dia sudah seperti anak sendiri bagi ibu kyuhyun.

 

Saat semua orang sedang sibuk dengan semua kegiatan mereka. Ha neul yang sibuk membantu ibu kyuhyun di dapur, mencuci beberapa perabotan makan. kyuhyun sedang asyik menonton pertandingan sepak bola dengan donghae. Dan eunbi hanya menatap kamar yang lebih didominasi dengan warna ungu dan beberapa boneka yang tertata rapi di atas tempat tidur. Eunbi hampir bosan duduk sendiri disini. Sebenarnya kemana yuju sekarang, dia mengajak eunbi masuk ke dalam kamarnya tapi kemudian dia pergi dan meninggalkan eunbi sendiri.

 

Untuk mengusir rasa bosannya eunbi memutuskan melihat beberapa barang yang ada didalam ruangan ini. ng.. apakah eunbi terlihat tidak sopan? Biarlah, dia hanya ingin melihat-lihat saja bukan mengambil sesuatu jadi tidak apa-apa kan.

 

Tidak ada yang istimewa, hampir sama seperti apa yang ada dalam kamarnya. Aksesoris, make up, foto-foto sesuatu yang biasanya ada dalam kamar wanita.

 

Eunbi melihat sesuatu, semacam buku sketsa.

Perlahan tangannya membuka halaman demi halaman.

“dia pintar mengambar rupanya” katanya dan terus membalik halaman buku sketsa itu.

 

“apa yang unnie lihat?”

Suara itu seperti hantu disiang bolong mengejutkan. Eunbi buru – buru menutup buku itu dan menatap yuju bingung saat dia sudah berjalan mendekat.

“it- itu aku tidak bermaksud lancang tapi aku merasa bosan dan ingin melihat-lihat.” Jawab eunbi gugup. Akankah setelah ini dia akan dicap sebagai wanita yang lancang? Sungguh ini bukanlah masa depan yang baik.

 

“kau melihat buku sketsaku?”

“iya. dan aku rasa gambarmu sangat bagus”

“gomawo. Hanya orang terdekat saja yang bisa melihat buku sketsaku”

 

Eunbi meremas jari jarinya dan menatap yuju yang sudah duduk manis di atas kasur empuk miliknya. Dia benar mengutuk dirinya sendiri karena telah berani melihat barang-barang yuju tanpa pamit.

“mian. Aku tidak bermaksud lancang sungguh”

 

“gwenchana. Karena bagi oppa kau bukan orang lain jadi aku juga akan mengangnya seperti itu”

Ternyata yuju tidak seburuk itu. Eunbi sudah berfikir akan medapat teriakkan dan makian dari wanita yang jauh dibawah umurnya.

“gomawo”

 

Beberapa detik mereka hanya saling diam, mematung ditempat mereka masing-masing.

“kau dari mana tadi?” tanya eunbi membuka suara

“menelepon pacarku”

“benarkah? Kenapa tidak menelepon disini saja”

“aku tidak suka orang lain medengar pembicaraanku”

“oh begitu rupanya”

“jadi unnie sudah berapa lama dengan oppa?”

“ne?”

“hubunganmu dengan oppaku”

“ah itu. Mungkin 4 bulan” eunbi mengaruk kepalanya yang tidak gatal. Sejujurnya dia lupa tepatnya kapan, ya dia memang tidak suka menghapal semua tanggal yang dibilang para wanita penting ‘tanggal jadian’.

“ini pertama kalinya oppa punya hubungan yang lama dengan wanita. Aku pikir dia benar-benar mencintai unnie”

 

Pipinya tiba-tiba memanas. Pertama? Apakah ini bisa disebut cinta pertama? Apa iya? tidak mungkin kalau eunbi adalah cinta pertama kyuhyun kan?

Tiba-tiba sebuah ide terbesit dalam otaknya.

 

“yuju ah”

“ehm”

“kau tidak keberatankan kalau aku bertanya sesuatu”

“apa?”

 

Mereka berdua tertawa bersama saat menuruni setiap anak tangga. Begitulah wanita, mereka gampang akrab dan gampang bertengkar, sifat alami para wanita.

Beberapa pasang mata tampak asik memperhatikan. Bagamana eunbi dan yuju saling bertukar tawa. Entah apa yang mereka tertawakan.

 

“rupanya kalian sudah sangat akrab” kata ha neul saat mereka sudah bersama diruang keluarga.

“benar. eunbi unnie sangat baik dan menyenangkan”

Eunbi hanya tersenyum. Oh lihatlah pipinya kembali memanas. Dipuji didepan kyuhyun dan ibunya oleh adik kyuhyun tidak pernah terbayangkan dalam benaknya.

 

“benarkah?” tanya kyuhyun menggoda. Dia senang melihat eunbi dan yuju akrab mengingat yuju tidak punya teman lain selain ha neul dan ibunya.

 

Eunbi menatap kyuhyun membunuh. Jadi apa kyuhyun berfikir kalau dia adalah wanita yang menakutkan.

 

“eomma senang kalau kau bisa akrab eunbi”

“gomawo eunbi shi. Biasanya yuju hanya akan tertawa saat kyuhyun pulang atau saat ha neul dan donghae datang kesini. Aku senang dia punya teman baru” lanjut ibu kyuhyun.

“ah ne. yuju anak yang ceria aku senang bisa akrab dengannya”

“kalian memang harus akrab. Bukankah sebentar lagi kalian akan menjadi keluarga” donghae terkekeh dengan pernyataannya sendiri.

 

Dibalik wajahnya yang tertunduk kyuhyun menyunggingkan senyumnya. Dia senang eunbi berada ditengah-tengah keluarganya.

“aku rasa itu masih jauh. Bukankah hubungan mereka belum satu tahun. Kau seperti tidak tahu saja bagaimana kyuhyun” sindir ha neul.

 

Oh wanita ini sungguh mulutnya berbisa. Bagaiman bisa wanita dengan style yang begitu elegan bisa mengeluarkan kata-kata yang begitu mematikan.

Eunbi terus menggurutu dalam hati. Menyumpahi ha neul dengan berbagai mantra.

 

“ayo kita pulang oppa. Ini sudah malam” ajak ha neul kepada donghae

“baiklah kurasa ini memang sudah waktunya pulang”

 

“ahjumma aku pulang dulu ya. Lain kali aku pasti akan datang kesini lagi”

Apa lagi ini sekarang? setelah mengatakan hal yang menjengkelkan untuk eunbi sekarang dia berubah menjadi malaikat dengan senyum dan nada bicara yang begitu lembut.

Cih. Apa-apaan dengan wanita ini.

Kalau membunuh itu tidaklah berdosa, maka ijinkanlah eunbi menikam wanita penjilat ini dengan pisau dan menguburnya dihutan.

 

“sekali lagi selamat ulang tahun yuju ah”

“ne gomawo unnie. Dan terima kasih juga untuk kadonya.”

“kyuhyun ah. Aku pulang dulu”

 

“apakah aku tidak dianggap?” batin eunbi saat melihat wanita itu sudah melenggang pergi.

Setelah semua orang mendapat kata-kata perpisahan, dan wanita gila itu mengacuhkan eunbi. Kau berhasil kim ha neul, membuat eunbi seperti mati kutu sekarang.

=====TBC=====

Beautiful Lie Part 6

beautiful lie copy

Title : Beautiful Lie Part 6

Author : Oh Honey

lenght : Chapter

genre : Romance

Author’s Note : Yeay,, akhirnya part 6 selesai juga. terima kasih buat para reader yang udah comment dipart part sebelumnya. semoga part 6 ini tidak mengecewakan.

maaf kalau banyak typo

Happy Reading and jangan lupa ninggalin jejaknya.

comment dari kalian sangat bermanfaat buat author 🙂 biar cepet publish part selanjutnya 😀

Inikah alasan kyuhyun melarangnya datang? Sebegitu pentingkah perempuan itu? Apa kyuhyun tidak benar – benar mencintainya? Jika kalian pikir eunbi akan diam saja ditempatnya mematung seperti hiasan di pojok ruangan, maka eunbi tidak sebodoh itu. Dengan kesadaran dan perasaan kecewanya eunbi segera memutar tubuhnya. Mungkin kyuhyun benar, tidak seharusnya dia datang kesini, tidak seharusnya dia melihat ini semua. Penjelasan kyuhyun? lupakan itu. Eunbi tidak ingin mendengarnya sekarang. Read More…

Beautiful Lie Part 5

beautiful lie copy

Title : Beautiful Lie

Author : Oh Honey

Cast : Cho Kyuhyun – Hwang Eunbi

Genre : Romance

Lenght : Chapter

Author’s Note : author balik lagi dengan beautiful lie part 5, semoga ada yang nungguin ff ini ya hehe

maaf klo banyak typo

gak typo gak asyik. 😀

Happy Reading all 🙂

jangan lupa RCL ya karena RCL dari kalian bikin aku semangat buat terus ngelanjutin ff ini.

Setelah kejadian beberapa hari yang lalu yang berujung pada kantor polisi dan sedikit kemarahan dari kyuhyun. sedikit? Entahlah bahkan seingat eunbi ia tidak berani menatap kyuhyun sampai pria itu keluar dari apartementnya. Dan berhasil menghembuskan nafas lega setelahnya. Tapi yang jelas sekarang eunbi dengan tegas melarang kyuhyun datang ke apartementnya. Ya, dia hanya ingin menghindari kyuhyun bertemu dengan Park Nayoug. Auwh mengingat nama perempuan itu membuat eunbi menghembuskan nafas kasar. Dia harus bisa mengontrol emosinya, sudah cukup kunjungannya tempo hari ke kantor polisi karena wanita itu. Read More..

Beautiful Lie Part 3

beautiful lie copy

Green Café

Setelah kejadian dua hari yang lalu yang membuat eunbi tidak bisa tidur karena terus memikirkannya, disinilah eunbi sekarang. Menunggu kyuhyun memberikan sebuah jawaban. Setelah kyuhyun mengirimi pesan untuk bertemu eunbi langsung meninggalkan pekerjaannya dan berlari ke sini. Sebenarnya dia sudah tidak punya keberanian untuk datang tapi eunbi tetap harus menyelesaikan semua yang sudah dimulai. Read More…

I Love You Even Though I Hate You part 3

i love you copy

Title : I Love You Even Though I Hate You

Author : Oh Honey

Lenght : Chapter

Genre : Romance, Married Life

Cast : Cho Kyuhyun | Hwang Eunbi | Lee donghae | Kim Soe Hye

Part 1 | Part 2

Author’s Note : author balik lagi dengan ILY part 3, semoga part ini tidak mengecewakan. Maaf kalau ceritanya tambah geje dan juga penulisannya yang masih amburadul tapi ff ini murni dari pemikiranku. So, jangan lupa untuk RCL dan HAPPY READING.

 

Pernahkah kalian merasa sakit hati yang teramat dalam sampai rasanya dada ini terasak sesak dan tidak sanggup lagi untuk bernafas, seolah ada ribuan benda tajam yang memenuhi setiap rongga dada kalian? Kalau iya, pasti itu sangat menyakitkan. Dan itulah yang saat ini kyuhyun rasakan. Ia seakan tidak sanggup lagi untuk menahan rasa kecewanya. Mempunyai istri yang sangat mencintainya adalah impian terbesar kyuhyun, mungkin tidak hanya impian kyuhyun tapi impian semua laki laki didunia ini. dan menurut kalian apa jadian kalau impian itu seolah akan hilang?. Sangat menyedihkan. Read More…