[Oneshoot] I Find You

i-find-u-copy

Title : I find you

Author : oh honey

Genre : romance

Leght : oneshoot

Cast : cho kyuhyun – hwang eunbi

Author note’s : semua ide yang ada di ff ini adalah murni dari pemikiran author sendiri. Dan ini ceritanya cukup panjang, semoga gak bosen ya bacanya 😀

Sorry for typo, yah walaupun author sudah berusaha sebaik mungkin untuk menghindari typo tapi author yakin masih ada typo dimana mana

Happy Reading guys, jangan lupa COMMENT ya

Hanya comment dari reader sekalian yang author harapkan.

 

 

Setiap hari rasanya telingaku terasa panas, bagaimana tidak setiap hari aku harus mendengar pertanyaan yang sama dari ibu dan juga dua kakak laki  lakiku yang sangat menyebalkan itu. Aku bosan mendengarnya. Ingin rasanya aku menyumpal  mulut mereka semua agar tidak terlalu banyak bertanya.

Kapan kau akan menikah? Kapan kau akan mengenalkan calon suamimu? Apa kau sekarang tidak punya pacar?.  Itulah pertanyaan yang selalu mereka ajukan. Benar benar membuat darahku mendidih.

Bukannya aku tidak ingin segera menikah, bahkan aku sangat ingin segera menikah. Tapi mau bagaimana lagi sampai saat ini aku belum menemukan calon suami yang tepat. bahkan seorang pacarpun aku tidak punya. Benar benar membuatku frustasi.

Tubuh yang ramping, mata yang lebar serta rambut berwarna coklat yang sedikit bergelombang. Sepertinya itu tidak terlalu jelek tapi entah kenapa sampai saat ini aku juga belum mendapatkan calon suami. Apakah mereka tidak suka dengan sifatku? Aku rasa aku memiliki kepribadian yang baik bahkan aku memiliki banyak teman. Atau ada yang mengutukku sehingga aku susah mendapatkan jodoh?. Entahlah, memikirkannya membuat kepalaku pening.

Sebenarnya ada satu laki laki yang aku sukai dikantor dia adalah lee donghae. Sunbaeku waktu SMA. Dia memiliki tubuh yang tinggi, wajah yang tampan bak pangeran di negeri dongeng. Membayangkannya membuatku senyum – senyum sendiri.

***

Berbalut kemeja berwarna biru muda dengan sepatu stilletto berwarna senada aku menggiring  langkahku memasuki ruang rapat. Terlalu pagi memang untuk mengadakan rapat jam 07.00 tapi hari ini ada agenda penting yaitu menyambut CEO baru. Dari rumor yang aku dengar CEO itu masih sangat muda, dia adalah anak bungsu dari pemilik perusahaan ini dan satu lagi dia lulusan luar negeri jadi bisa dipastikan kalau dia memiliki otak yang sedikit lebih pintar dariku.

 

Laki laki berjas hitam dengan dasi berwarna merah marun terlihat memasuki ruang rapat. Sayup sayup pembicaraan orang orang disekitarku sampai ketelingaku. Rupanya dia adalah CEO baru itu, dan aku akui dia memang memiliki wajah yang terlewat tampan. Hidung yang mancung, kulit yang seputih porselen dan juga bibir yang seksi benar benar perpaduan yang pas. Aku rasa Tuhan terlalu banyak menganugerahkan segalanya pada laki laki itu. Membuatku berdecak kagum.

**

Kyuhyun pov

Hari ini adalah hari penyambutanku dikantor, tapi aku benar benar tidak semangat. Dengan langkah malas kulangkahkan kakiku menuju ruang rapat. ingin rasanya aku kabur dari tempat ini. tapi sepertinya hal itu tidak bisa aku lakukan sekarang karena saat ini beberapa orang laki laki berjas hitam telah memandangku lekat lekat. Yah, mereka adalah bodyguard yang disewa appa untuk mengawasiku.

lima hari yang lalu setelah aku lulus dari kuliahku di Amerika, appa dan eomma menyuruhku untuk segera pulang ke korea untuk menggantikan posisi appa di perusahaan. Berulang kali aku mencoba menolak permintaan mereka, tapi akhirnya aku kalah dengan mereka. Harus aku akui mereka benar benar licik. Bagaimana bisa mereka mengancam anaknya sendiri akan mencoret namaku dari daftar keluarga jika aku tidak menuruti permintaan mereka. Benar benar kekanak kanakan.

Kupandangi wajah bawahanku satu persatu, tidak ada yang menarik. Batinku.

**

Eunbi pov

Dengan setumpuk dokumen yang mampu menghalangi pandanganku aku berjalan tergoboh goboh.

Pria itu benar benar sialan ocehku dalam hati. Selalu saja membuat aku kerepotan. Setiap hari dia akan menyuruhku untuk melakukan ini dan itu secara bersamaan. Apa dia pikir aku ini amoeba yang bisa membelah diri. Kalau saja dia bukan atasanku sudah kesemprot dia dengan kata kata kasar yang sudah aku pendam sejak seminggu yang lalu.

“sajangnim, ini dokumen yang ada minta.” Ucapku dengan nafas yang masih terengah engah karena tadi aku sedikit berlari.

Pria bernama cho kyuhyun itu melihat sekilas jam tangan yang melingkar ditangannya.

“kau terlambat 5 menit, eunbi shi”

“ne?” mulutku menganga, otakku belum sepenuhnya mencerna apa yang dikatakan CEO baruku itu.

“bukahkan aku tadi menyuruhmu untuk mencari semua dokumen itu dalam waktu 10 menit.”

“ah, josohamida sajangnim.” Ucapku dengan sedikit terpaksa.

Aku benar benar tidak habis pikir dengan laki laki didepanku ini. aku tahu time is money tapi bukankah ini terlalu berlebihan. Ingin rasanya aku melempar semua dokumen itu kewajah pria kejam yang bernama Cho Kyuhyun itu dan mencakar cakar wajahnya sampai tak terbentuk kemudian meleparnya keluar dari gedung ini. membuatku jengkel.

Dia memang terlihat sangat tampan tapi sepertinya kepribadiannya benar benar buruk.

**

Lagi dan lagi CEO baru itu memperkerjakakku seenaknya. Kali ini aku diperintahkan untuk mencari beberapa dokumen yang ada diruang arsip padahal matahari sudah tidak terlihat lagi. Kakiku benar benar terasa pegal karena seharian ini aku harus berlari kesana kemari.

Aku begidik ngeri saat aku melewati lorong, ada sedikit rasa takut yang mengelanyutiku.

“kenapa tidak ada orang sama sekali disini.”

Kulirik jam tangan yang melingkar ditanganku.

“pantas saja ini sudah jam 9.”

Rasa kesalku semakin memuncak, ingin rasanya aku menjambak rambut kyuhyun dan menyeretnya kesini. Dan berkata ‘cari saja dokumennya sendiri,cho kyuhyun shi.’

Mataku memperhatikan setiap dokumen yang terjejer rapi dirak mencari dokumen yang diminta kyuhyun.

Sudah hampir setengah jam aku disini tapi aku belum menemukan apa apa. Rasanya aku sudah tidak kuat lagi untuk berdiri, sepatu hak tinggi ini benar benar menyiksaku, ani- yang benar adalah kyuhyun benar benar menyiksaku.

“yak, eunbi shi kenapa kau lama sekali.”

Suara bass itu hampir membuat jantungku copot. Apakah sekarang dia ingin membunuhku?. Benar benar menyebalkan.

Kutatap atasanku itu dengan wajah garang, kalau saja aku bisa menelannya hidup hidup akan aku lakukan sekarang.

“maafkan sa..”

Kalimatku terputus saat pintu yang ada diruang itu tiba tiba tertutup. Membuat jantungku ingin copot untuk kedua kalinya. Sepertinya kyuhyun juga terkejut dengan suara itu sama sepertiku. Masih dengan wajah yang terkejut aku melihat kyuhyun berjalan mendekati pintu kayu itu dan mencoba membukanya. Kali ini bukan hanya wajah terkejut yang aku tampilkan tapi juga wajah panik saat aku lihat kyuhyun tidak berhasil membukanya.

“ada apa?”

“sepertinya pintunya terkunci.” Jawabnya enteng, yah walaupun wajahnya terlihat sedikit panik.

“APA??”

Laki laki bermarga cho itu sama sekali tidak menanggapi keterkejutanku. Dia malah sibuk mencari sesuatu disaku celana dan jasnya. Wajahnya berubah menjadi benar benar panik saat ia tidak menemukan benda itu.

“apa kau membawa ponsel?”

“aku meninggalkannya dimeja kerjaku.”

“APA?”

Kali ini aku mengerti apa yang ada dipikiran kyuhyun, mengingat ini sudah malam dan juga letak ruangan ini yang jauh dari jangkaun semua orang dan juga waktu yang sudah sangat larut untuk berada dikantor. pasti akan sulit menemukan orang yang bisa membukakan pintu ini.

“apa yang harus kita lakukan sekarang?” aku benar benar panik sekaligus takut. Membayangkan aku terjebak sepanjang malam ditempat ini membuatku begidik ngiri.

Lagi dan lagi laki laki bermarga cho itu tidak menjawab pertanyaanku, dia malah menggedor gedor pintu kayu itu dan berteriak minta tolong.

Sadar dengan kebodohanku aku membantu kyuhyun untuk mengedor pintu itu dan berteriak minta tolong. Tapi sepertinya malam ini kita memang harus menghabiskan malam disini karena tidak satu orangpun yang datang menolong kita.

Rasa pegal dikakiku semakin menjadi tubuhku merosot kelantai karena tidak sanggup lagi menahan beban tubuhku.

“apa kau baik baik saja, eunbi shi.?”

“ya, aku baik baik saja.”

Kulepas sepatu yang dari tadi menyiksaku. Menyadarkan punggungku di pintu berharap hal ini dapat sedikit mengurangi rasa lelahku.

Kulihat kyuhyun juga mendudukkan dirinya disampingku. Mungkin dia juga sudah capek berteriak teriak dari tadi.

**

Cho Kyuhyun POV

Menjadi seorang CEO tidaklah mudah, aku harus mempelajari banyak sekali dokumen yang membuat kepalaku pusing.

“kenapa dia lama sekali.” Gumamku

Dengan malas aku berajak dari tempat dudukku bermaksud menyusul eunbi yang belum juga menunjukkan batang hidungnya. Aku tidak mengkhawatirkan keadaan eunbi tapi aku ingin segera menyelesaikan pekerjaanku dan pulang kerumah, merebahkan tubuhku dikasur berukuran king size dikamar.

“yak, eunbi shi kenapa kau lama sekali.”

Eunbi terlihat terkejut endengar suaraku. Apa suaraku seperti hantu sampai dia harus terkejut seperti itu?.

“maafkan sa..”

Tiba tiba terdengar suara pintu tertutup membutaku sedikit terlonjak kaget tapi aku berusaha untuk bersikap tenang. Dengan langkah hati hati seperti seorang pencuri yang takut tertangkap kudekati pintu itu dan mencoba untuk membukanya.

Satu, dua kali tidak berhasil bahkan sampai lima kalipun pintu tidak terbuka sedikitpun dan kali ini aku benar benar panik.

“ada apa?”

“sepertinya pintunya terkunci.” Jawabku berusaha setenang mungkin

“APA??”

“apa kau membawa ponsel?”

“aku meninggalkannya dimeja kerjaku.”

“APA?”

“apa yang harus kita lakukan sekarang?”

Tidak ingin terjebak disini semalam aku mencoba berteriak minta tolong, tapi hasilnya nihil. Sepertinya orang dikantor sudah pulang semua.

Kulihat eunbi terduduk dilantai, rasa khawatir menghampiriku. Apakah dia sakit?

“apa kau baik baik saja, eunbi shi.?”

“ya aku baik baik saja.”

Sepertinya eunbi benar benar lelah.

Suasana menjadi sangat tenang tidak ada yang membuka suara. Kulirik eunbi yang berada disampingku. Dia nampak memejamkan matanya.

“apakah dia tertidur?” gumamku

Suara nafasnya terdengar sangat teratur, sepertinya eunbi memang sudah tertidur. Beberapa kali eunbi terlihat membenarkan posisinya mungkin mencari posisi yang nyaman sampai pada akhirnya ia menyadarkan kepalanya pada pundakku. Dan hal itu sukses membuat mataku membulat sempurna dan juga jantungku seolah bekerja lebih cepat dari biasanya. Dalam hati aku berharap suara detak jantungku tidak terdengar oleh eunbi. akan terasa sangat memalukan kalau sampai itu terjadi.

Udara disini semakin terasa dingin. Kulirik eunbi yang berada disampingku, dia terlihat kedinginan. Dengan perlahan kulepas jas yang masih aku kenakan meletakkannya pada tubuh eunbi. Kuperhatikan wajahnya, ini adalah kali pertama aku memperhatikan wajah bawahanku.

“kenapa wajahnya bisa secantik ini saat tidur” gumamku.

Aku sedikit panic saat eunbi membuka sedikit matanya. Semoga dia tidak mendengar apa yang aku katakan. Kuhembuskan nafasku lega saat eunbi kembali memejamkan matanya.

**

terkunci bersama kyuhyun di ruang arsip adalah sebuah bencana besar untukku. Membuat telingaku terasa semakin panas setiap hari bahkan rasanya telingaku terasa terbakar. Dan semua ini karena si penjaga kantor yang sialan itu, bagaimana bisa ia menguci kami dalam gudang. Kalau aku jadi kyuhyun sudah aku pecat si penjaga itu. Dasar pembuat masalah.

Semua orang dikantor saat ini banyak yang membicarakanku, memikirkan hal yang tidak tidak. Mereka semua beranggapan kalau aku telah berkencan dengan kyuhyun. berkencan dengan kyuhyun? apa mereka tidak berpikir? Mana ada seorang CEO perusahaan besar berkencan dengan pegawai biasa sepertiku. Ini bukan drama, dan aku bukan Cinderella jadi itu semua tidak mungkin terjadi.

Awalnya aku berusaha untuk tidak menghiraukan ocehan mereka tapi sepertinya cara seperti itu tidak membuat semuanya berhenti membicarakanku. Membuat aku kesal. Ditambah lagi semua gosip itu seolah menghancurkan semua usahaku selama ini untuk mendekati lee donghae. Sebelumnya aku sealu makan siang dengannya tapi setelah rumor itu berhembus dia seolah menjauh dariku. Tentu saja siapa yang berani mendekati wanita dari seorang CEO tempatnya bekerja. Rasanya aku ingin menangis.

Kalau sebelumnya aku ingin menyumpal mulut eomma dan juga dua kakak laki lakiku kali ini aku ingin menyumpal mulut mereka semua agar berhenti membicarakanku.

 

Author’s pov

Dengan malas eunbi menggiring langkahnya menuju lift yang akan membawanya kelantai tempatnya bekerja. Pagi ini moodnya benar benar buruk, sejak ia menginjakkan kaki dikantor semua orang memandangnya dengan tatapan yang sulit diartikan sesekali gendang telinganya menangkap suara suara yang membahas hubungannya dengan kyuhyun.

Eunbi melirik sekilas jam tangan berwarna hitam yang melingkar di tangannya. Ia benar benar merasa muak dengan bisikan bisikan orang disekitarnya. Apakah mereka tidak merasa kalau saat ini eunbi bisa mendengarnya?.

‘kenapa lift ini lama sekali’

Eunbi menghembuskan nafas beratnya saat pintu lift terbuka.

‘sesak’ itulah kesan yang pertama kali ia tangkap saat memasuki lift.

“eunbi shi”

Merasa seseorang memanggil namanya eunbi mengangkat wajahnya yang sejak tadi ia tundukkan.

“oh, sunbae”

“apakah kau benar berkencan dengan sajangnim?”

“ne?” mata eunbi membulat sempurna mendengar pertanyaan dari orang yang ia panggil sunbae itu.

Tidak hanya eunbi yang terkejut dengan pertanyaan itu karena saat ini semua orang yang mengisi lift ini sedang memandangnya penasaran.

“apa kau benar benar berkencan dengan sajangnim”

“itu.. itu..” entah kenapa bibir eunbi terasa keluh untuk mengatakan TIDAK. Rasanya ia seperti berada ditengah tengah persidangan kasus pembunuhan dengan dia sebagai tersangkanya.

“ya, itu memang benar”

Suara dingin seorang laki laki memecahkan ketegangan didalam lift. Semua orang memandang kebelakang tempat dimana ia berdiri.

Bak adegan di film horor semua mata membelalak tak percaya.

Ting!!

Pintu lift terbuka dan laki laki itu segera keluar dengan wajah datar meninggalkan semua orang yang menatapnya tak percaya.

**

“cho kyuhyun..” seorang laki laki menerobos masuk kedalam ruang cho kyuhyun tanpa mengetuk pintu  sedikitpun.

“yak, lee hyukjae, apa kau ingin aku pecat?”

“apa kau benar benar berkencan dengan eunbi shi?”

“apa mereka semua masih membicarakanku?”

“yak, cho kyuhyun kenapa kau balik bertanya padaku”

“aku sering mendengar mereka membicarakanku dengan eunbi jadi aku ingin membukam mulut mereka dengan mengatakan kalau aku sedang berkencan dengan eunbi.” tetap dengan menatap layar komputer didepannya kyuhyun membalas ucapan seketaris pribadi sekaligus temannya, lee hyukjae. Sebenarnya kyuhyun juga tidak mengerti kenapa ia mengatakan omong kosong seperti itu. Tapi biarlah, semuanya sudah terjadi.

“apa kau gila? Saat ini mereka bahkan membicarakanmu lebih dari sebelumnya. Bahkan orang orang yang berkujung ke cafe depan kantorpun membicarakanmu. Kau kemanakan otak pintarmu itu”

“entahlah, aku juga tidak tahu kenapa aku mengatakan hal itu.” Jawab kyuhyun untuk setenang mungkin.

“sepertinya kau memang benar benar gila cho kyuhyun. atau  kau memang menyukai eunbi?” tanya hyukjae dengan senyuman menggoda kyuhyun.

Sebuah bolpoint sukses mendarat dikepala hyukjae tatapan membunuhpun ia dapat dari kyuhyun. sekilas hyukjae begidik ngeri melihat tatapan itu. Buru buru ia keluar dari ruangan bosnya sebelum hal hal yang tidak diinginkan lainnya terjadi padanya.

**

kepala kyuhyun terasa ingin pecah pagi ini memikirkan apa yang harus ia katakan pada eunbi untuk mengabulkan permintaan ibunya. Yah, pagi pagi tadi sebelum kyuhyun berangkat kekantor nyonya cho memberikan permintaan yang sangat sulit untuk kyuhyun kabulkan. Dan semua itu karena mulut besar dari seketarisnya yang tidak bisa menjaga satu rahasiapun. Sebelum memikirkan bagaimana caranya ia mengabulkan permintaan ibunya itu, langkah pertama yang harus kyuhyun lakukan adalah memanggil hyukjae dan mencikik lehernya sampai ia tidak bisa bernapas kemudian melemparnya keluar lewat jendela ruangannya.

Flashback on

“kyuhyun ah, kapan kau akan mengenalkan kekasihmu pada eomma?” tanya nyonya cho to the point membuat kyuhyun hampir saja menyemburkan minumannya.

“kekasih apa?”

“eomma tahu kau sudah punya kekasih”

“pasti hyukjae yang mengatakannya, semua yang dia katakan itu tidak benar eomma”

“benarkah? Tapi kau sendiri yang mengatakannya didepan semua karyawanmu.”

“eomma..”

“eomma ingin segera bertemu dengan calon menantu eomma jadi cepat bawa dia kesini, ajak dia makan malam disini sabtu besok.”

“eomma”

“kalau kau tidak mau biar eomma sendiri yang menemuinya dikantor”

Kyuhyun tahu ibunya tidak main main dengan apa yang ia katakan. Dan kyuhyun harus menghentikan niatan nyonya cho untuk datang kekantornya karena tentu bisa dibayangkan apa yang akan terjadi dikantor kalau sampai ibunya datang kekantor dan secara tiba tiba menemui eunbi. Akan ada gosip yang sangat besar nantinya.

Satu ketukan menginterupsi ide gila kyuhyun. tanpa menunggu sang bos menyuruhnya masuk, laki laki yang sejak tadi ditunggu masuk dengan sendirinya. Itulah kebiasaan buruk hyukjae selalu masuk keruangan bosnya tanpa menunggu izin dari bosnya.

Tatapan membunuh langsung kyuhyun tujukan pada hyukjae.

“yak, lee hyukjae. Apa yang telah kau katakan pada eomma?”

“aku tidak mengatakan apa apa” bohong hyukjae, ia tahu apa sebenarnya maksud pertanyaan kyuhyun tapi ia terlalu takut dengan tatapan bosnya itu.

“kau jangan pura pura tidak tahu”

“aku memang tidak tahu apa yang kau bicarakan”.

“LEE HYUKJAE” nada suara kyuhyun meninggi membuat bulu kuduk hyukjae berdiri sepertinya kali ini ia tidak akan selamat. tinggal dirumah sakit sepertinya akan menjadi akhir dari paginya kali ini.

“oke, maafkan aku karena telah mengatakan hal itu pada eommamu. Sebenarnya aku tidak bermaksud mengatakannya tapi tiba tiba mulutku ini mengatakannya sendiri tanpa aku sadari. Lagipula kau sendiri yang mengatakan pada semua orang kalau kau sedang menjalin hubungan dengan eunbi. iya kan?”

Kyuhyun hanya menghembuskan nafas beratnya mendengar penjelasan pajang lebar dari hyukjae. Semua ini memang salahnya mengatakan pada semua orang kalau ia sedang menjalin hubungan dengan eunbi.

‘Kenapa orang orang terlalu mengurusi hidupnnya’ batin kyuhyun.

“pergilah”

Segera hyukjae menutup pintu dan melangkah pergi dari hadapan kyuhyun. ia tidak ingin terlalu lama berada dikandang singa. Beruntung Tuhan menyelamatkannya kali ini.

**

Eunbi menghembuskan nafas beratnya sebelum ia mengetuk pintu kayu yang berada didepannya. Ia merasa sesuatu yang buruk akan terjadi padanya.

“ada apa sajangnim memanggil saya?” eunbi berusaha untuk tetap sopan pada kyuhyun walaupun sebenarnya didalam hati ia ingin meneriaki kyuhyun karena kejadian di lift tempo dulu.

Dengan malas eunbi menatap  sosok yang yang berad dibalik meja kerjanya.

Laki laki yang dipanggil sajangnim itu membalas tatapannya, laki laki yang entah dirinya sadari atau tidak telah membuat hari eunbi semakin buruk setiap hari. Yah, sejak kejadian di lift itu hidup eunbi seolah berada dineraka. Mendengar semua orang membicarakannya membuat telinga dan hatinya seolah terbakar.

“apa kau ada acara sabtu depan?”

“ne?” rawut binggung tergambar jelas diwajah eunbi. ‘apa apaan laki laki ini, aneh sekali’ batin eunbi

“sepertinya eomma sudah mendengar gosip tentang kita, jadi dia menyuruhku untuk membawamu makan malam dirumah.”

Eunbi hanya terdiam mematung mendengar apa yang dikatakan kyuhyun. Sementara kyuhyun tetap  dengan ekspresi dinginnya.

‘apakah laki laki ini sadar dengan apa yang dia katakanya? Bagaimana bisa ia mengajakku untuk bertemu dengan keluarganya? Bagaimana kalau orang tuanya ingin membunuhku karena telah berani berpacaran dengan putranya? PACARAN?’ eunbi menggelengkan kepalanya berusaha membuyarkan semua pikiran gilanya.

“besok aku akan menjemputmu dirumahmu jam 19.00”

“ne? sajangnim aku belum mengatakan aku setuju dengan ajakanmu”

“kau tidak punya pilihan lain eunbi shi”

“mwo? Tentu saja aku punya, aku tidak mau menerima ajakanmu”

“benarkah kau menolaknya?”

“ne”

“kalau begitu mulai besok jangan datang kekantorku lagi”

“mana bisa seperti itu” eunbi menjawab dengan nada kesal

“tentu saja bisa, aku yang punya perusahaan ini”

Ingin rasanya eunbi mencabik cabik pria bernama kyuhyun itu dan membuangnya ke laut.

“sudah kukatakan, kau tidak punya pilihan lain eunbi shi”

**

Disinilah eunbi sekarang didepan rumah keluarga CHO. Kyuhyun memang tidak pernah main main dengan ucapannya. Ia menepati janjinya untuk menjemput eunbi dan tentu saja hal itu membuat ibu dan juga kedua kakak eunbi yang menyebalkan itu senang bukan main. Apalagi saat mereka tahu kalau yang menjemputnya adalah calon pewaris kekayaan keluarga Cho, sebenarnya mereka tidak materialistis hanya saja siapa yang tidak senang kalau salah satu anggota keluarga sedang menjalin hubungan dengan orang sekaya dan setampan cho kyuhyun.

“kau ingin berapa lama berdiri disitu eunbi shi?” suara kyuhyun membuyarkan semua pikiran gila eunbi.

Setelah kyuhyun membuka pintu, eunbi hanya bisa mengikuti langkah kaki kyuhyun. Tegang. Itulah kata yang bisa mewakili perasaan eunbi saat ini. Tadinya eunbi tidak berpikir ia akan setegang ini, tapi entah kenapa saat ia memasuki gerbang rumah ini detak jantungnya seolah bekerja dua kali lebih cepat. Apakah memang seperti ini rasanya saat pertama kali ingin bertemu calon mertua. CALON MERTUA? Sepertinya eunbi harus mengoreksi kata kata itu.

 

“kau sudah datang” sapaan hangat langsung eunbi dapat saat ia masuk kedalam rumah. Itu adalah suara nyonya cho, ibu kyuhyun.

“ah ne” jawab eunbi kikuk, ia tidak menyangkan akan mendapat sambutan seperti itu. Ternyata apa yang eunbi pikirkan sebelumnya salah. Keluarga kyuhyun sangat baik dan sama sekali tidak berniat untuk membunuhnya.

Berada ditengah tengah keluarga kyuhyun benar benar menjadi sesuatu yang sangat berarti bagi eunbi. Ia seolah menemukan keluarga baru. Bahkan baru berapa jam yang lalu eunbi berkenalan dengan mereka tapi sekarang mereka semua sudah sangat akrab.

Saat ini mereka tengah sedang berbincang bincang di ruang keluarga. Ada banyak orang disini oemma dan appa kyuhyun, kakak kyuhyun dan suaminya serta anak mereka yang sangat mengemaskan dan jangan lupakan tentang keberadaan kyuhyun.

Semua orang seolah sangat menikmati moment moment ini.

“Eomma aku akan memandikan minho dulu, mukanya penuh dengan cokelat”

Sejak tadi anak laki laki itu memang sedang memakan pasta cokelat membuat mulutnya belepotan dengan coklat.

“eonni, biar aku saja yang memandikannya” kataku spontan.  Semua orang memandangku tak percaya termasuk kyuhyun seolah bertanya ‘apa kau benar benar bisa?’

“aku pernah menjadi relawan di rumah sakit anak, jadi aku bisa memandikannya”

“baiklah” ahra eonnie menyerahkan putranya kepadaku. Dan aku langsung membawanya pergi kekamar mandi.

 

 

“ternyata selain pandai memasak kau juga pandai mengurus anak”

Tadi eunbi memang membantu nyonya cho memasak, bahkan eunbi juga membuat beberapa menu masakan sendiri.

Eunbi memandang kearah sumber suara. Saat ini kyuhyun tengah berada ditengah pintu kamar mandi dan memandanginya.

“tentu saja, aku benar benar istri idamankan?” kata eunbi percaya diri dengan tetap focus pada minho

“mungkin”

“apa? Mungkin? Bagaimana kau bisa mengetakan mungkin?” Tanya eunbi dengan nada sedikit tinggi

“memang mungkin.”

“yak, apa kau pikir mencari wanita yang pandai dalam mengurus rumah tangga itu gampang”

“apa kau benar benar ingin mendengar pujian dariku?” Tanya kyuhyun bermaksud menggoda eunbi

“mwo?” eunbi tidak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar. Mengharapkan pujian dari kyuhyun? Tentu saja tidak.

Saat ini kyuhyun sudah berada disampingnya, ia memandang eunbi dengan tatapan mengoda.

“kau benar benar ingin mendapat pujian 3dariku ya?”

Jengah dengan godaan kyuhyun, eunbi menyipratkan air kearah kyuhyun. Dan tentu saja itu membuat wajahnya menjadi basah.

“yak, kenapa kau menyiramku?”

Tak ingin kalah dari eunbi, kyuhyun balik menyipratkan air ke wajah eunbi. Dan entah sampai kapan perang air ini akan berakhir. Bahkan saat ini meeka telah melupakan keberadaan minho.

“yak, kenapa kalian malah main main?” teriakan ahra membuyarkan permainan mereka.

“maafkan aku eonnie, kyuhyun mengangguku” jawab eunbi dengan wajah memelas

“kau kyuhyun keluarlah dari sini, biar eunbi menyelesaikan pekerjaanya”

“eunbi ah, cepat selesaikan pekerjaanmu. Nanti minho bisa kedinginan”

“ne oenni”

Selesai mengatakan semua itu ahra pergi meninggalkan mereka.

“yak, lihatlah jadi basah semua” eluh eunbi

“yak, apa kau pikir aku tidak basah”

“semua ini salahmu”

“kau yang mulai duluan”

“kau yang mulai duluan”

“sudahlah, aku ingin berganti pakaian dan cepat selesaikan pekerjaanmu sebelum keponakanku yang lucu itu menjadi es”

 

**

Siapa yang menyangka kalau pertemuan eunbi dan keluarga cho berakhir dengan sangat baik. Eunbi telah berhasil membuat kesan yang baik diawal pertemuan mereka membuat nyonya cho sangat senang mengetahui putra satu satunya dekat dengan sosok seperti eunbi, ia yakin eunbi mampu menjaga dan menyanyangi kyuhyun seperti ia menjaga dan menyanyagi putranya.

Dan tanpa eunbi sadari ia juga telah membuat kyuhyun merasa terkesan dengannya. setelah sekian lama kyuhyun seolah melihat keluarganya benar benar hidup semalam dan semua itu karena eunbi. Ia telah berhasil membuat semua orang menikmati makan malam dengan sangat menyenangkan.

Dari situlah kyuhyun mengerti kalau eunbi adalah sosok wanita yang sangat istimewa.

**

Eunbi pov

Seorang wanita paru baya yang terlihat sangat elegan berada didepan meja receptionist. Sejak wanita itu menginjakkan kakinya digedung ini semua orang sudah tahu siapa dia sebenarnya.

“permisi, dimana ruangan hwang eunbi?”

Setelah mendapat jawaban dari sang receptionist, wanita itu bergegas kelantai yang disebutkan wanita receptionist itu.

Aku mengerjapkan mataku berkali kali seolah menyakinkan apa yang aku lihat adalah nyata bukan mimpi.

“eunbi ah, apa kau sedang sibuk?”

“ne? tidak nyonya”

“apa jam makan siangmu masih lama?”

“mungkin sekitar 15 menit lagi nyonya.”

“manager park, apa aku bisa membawa calon menatuku pergi sekarang?”

‘apa calon menantu? Aku? Kenapa ibu dan anak sama sama suka mengatakan hal hal seenaknya’

Semua mata saat ini benar benar tertuju padaku. Mungkin jantung mereka seolah terkena serangan jantung mendengar nyonya cho mengatakan aku adalah calon menantunya. Dan aku yakin diluar ruanganku sekarang telah banyak orang yang membicarakanku.

“tentu saja nyonya cho, anda dapat membawa eunbi kemanapun yang nyonya inginkan.” Jawab manager park masih dengan nada terkejutnya.

“kajja eunbi ah.”

“ah ne.”

“eomma”

Kali ini focus semua orang tidak lagi tertuju padaku tapi pada laki laki bernama cho kyuhyun sang direktur utama perusahaan ini. Laki laki yang ingin kumintai pertanggung jawaban saat ini karena telah membuatku berada disituasi seperti ini.

“kyuhyun ah.”

“kenapa eomma datang kesini.”

“eomma hanya ingin mengajak eunbi makan siang, apa kau mau ikut dengan kita?”

“eomma”

“wae?”

“eomma, ayo kita bicara diruanganku”

Kyuhyun pergi dengan membawa ibunya. Kenapa ia harus meninggalkanku sendiri. Apa ia tidak tahu kalau saat ini semua menatapku seperti seorang tersangka. Benar benar menjengkelkan.

**

Sejak saat itu nyonya cho tidak pernah lagi datang kekantor, tapi satu minggu sekali ia akan menyuruh kyuhyun untuk membawaku kerumahnya. Aku tidak pernah tahu apa yang membuat kyuhyun menuruti semua permintaan nyonya cho. Apakah ia memang sosok pria penurut yang mau melakukan apa pun yang dikatakan orang tuanya?. Aku rasa tidak, tapi kenapa dia tidak menolak. Aku yakin dia mampu untuk menolaknya. Dan juga aku dan dia tidak memiliki hubungan apapun, jadi kenapa dia tidak menolak permintaan nyonya cho?

Sebenarnya aku tidak keberatan untuk selalu  datang kerumah keluarga cho hanya saja semua itu akan membuatku berada disituasi yang sangat sulit,tidak hanya dikantor tapi juga dirumah, karena kyuhyun selalu menjeputku dirumah dan bisa kalian banyangkan bagaimana respon dari keluargaku. Semua sangat menyukai kyuhyun.

**

Eunbi menatap ragu kotak hadiah dari nyonya cho. Apakah dia harus memakainya atau tidak? Pikirannya dipenuhi oleh dua pertanyaan itu.

“baiklah aku akan memakainya” putusnya.

Bukankah tidak sopan jika eunbi harus menolak pemberian nyonya cho apalagi nyonya cho akan hadir di acara ulang tahun perusahaan malam ini dan satu lagi alasan eunbi, dia tidak punya gaun lain yang cocok untuk acara penting ini. Dia tidak mungkin memakai gaun yang dipakainya tahun kemarin ke pesta itu kan?

 

Polesan make up sederhana dan sapuan terakhir blash on mempercantik wajah khas asianya. Balutan gaun selutut berwana hitam memberikan kesan glamour dan elegan yang begitu pas melekat pada tubuh rampingnya.

**

Perlahan ballroom hotel ini menjadi riuh dengan tamu undangan yang berdatangan, ruangan yang disulap dengan bunga-bunga dan beberapa pernak-pernik khas pesta menambah kesan mewah dan meriah.

Seperti tidak kenal lelah kyuhyun terus menampilkan senyum terbaiknya di depan rekan bisnis dan menjabat tangan mereka satu persatu. Sebenarnya dia bukanlah tipe orang yang suka dengan hal seperti ini, tapi sebagai CEO yang baik dia harus tetap berada disini bukan?

 

Duduk disalah satu meja pesta seperti sekarang menunggu sambutan CEOnya selesai adalah hal yang membosankan untuk eunbi, kalau saja dia tidak bekerja disini mungkin dia akan lebih memilih tidur di kasur empuk apartementnya dari pada harus berada sini, diantara para orang berjas dan gaun-gaun mewah.

**

Udara dingin malam hari yang menyentuh kulitnya, tidak membuat eunbi berniat untuk kembali ke pesta. Tidak untuk sekarang. Menghirup udara segar di taman hotel jauh lebih menyenangkan sekaligus menenangkan.

“kenapa kau berada disini?” suara berat itu membuat eunbi memutar kepalanya kebelakang.

“aku hanya ingin mencari udara segar. Lalu kenapa sajangnim kesini, bukankah seharusnya sajangnim menemani para tamu?”

“ada appa yang menemani mereka mengobrol, aku sudah bosan disana” jawabnya sambil melangkah maju, ikut mendudukkan dirinya dibangku taman sebelah eunbi.

Eunbi hanya mengangguk menanggapi kyuhyun.

“gaun itu cocok untukmu” komentar kyuhyun yang membuat eunbi menunduk malu. Entah karena mendapat pujian dari kyuhyun atau karena dia kedapatan menggenakan hadiah yang dibelikan ibunya kyuhyun. Atau mungkin dua-duanya.

“nyonya cho memaksaku untuk memakai ini”

“eomma memang suka memaksa”

“benar” kekeh kyuhyun dan eunbi bersamaan. Mereka seperti sedang menertawakan nyonya cho bersamaan.

Beberapa detik mereka hanya diam dengan pikiran mereka sendiri- sendiri, suasana canaggung benar – benar terasa. Kyuhyun  memang sering berbicara berdua dengan eunbi tapi itu hanya sebatas tentang pekerjaan atau eommanya yang memaksa ingin bertemu eunbi. Berbeda dengan sekarang, berada di taman hotel dan sama-sama melarikan dari pesta.

“aku dengar kau dulu tinggal sendirian di Seoul?” Tanya kyuhyun mencoba memecah kecanggungan

“ne. keluargaku dulu tinggal di jeju”

“ehm” kyuhyun  mengangguk tanda mengiyakan

“aku sudah tinggal di seoul sejak aku mulai duduk dibangku kuliah. Jadi aku sudah terbiasa jauh dari keluarga” terang eunbi. Entah untuk apa dia memberi tahu kyuhyun tentang hal ini. Dia hanya ingin menambah bahan obrolan saja.

“benarkah?” Tanya kyuhyun tidak percaya. Dia memang tahu kalau eunbi pernah tinggal di seoul sendiri dari hukjae tapi masalah eunbi yang sudah menetap di Seoul seorang diri sejak kuliah itu adalah hal baru untuk kyuhyun. Tertarik? Kyuhyun akui dia sedikit tertarik dengan kehidupan wanita ini. Kenapa? Hanya tertarik,itu saja.

“ehm”

“pantas saja kau pandai dalam pekerjaan rumah”

“bukankah sajangnim juga tinggal di luar negeri sendirian waktu kuliah?”

“tidak. Aku punya pembantu yang mengurusi rumahku disana.”

Ah benar, kyuhyun bukanlah orang dengan ekonomi yang pas-pasan seperti eunbi. Menyewa pembantu atau bahkan membeli hotel bukanlah sesuatu yang sulit untuk dilakukan bukan?

“ah benar. Atau mungkin kekasih sajangnim yang mengurus rumah” kata eunbi spontan

“apa, aku tidak punya kekasih untuk mengurus rumahku selain pembantuku”

“mana mungkin. Semua orang tahu kalau sajangnim itu tampan, jadi mana mungkin sajangnim tidak punya kekasih”

“jadi kau mengakui aku tampan?”

“ne? it-itu” eunbi mendadak tergagap seperti tersedak dengan ludahnya sendiri. Bodoh, kenapa aku mengatakan hal itu. Batin eunbi.

“semua memang mengakui aku tampan nona hwang. Dan aku tahu itu”

Percaya diri sekali pria ini. Baiklah memang apa yang dia katakan itu adalah sebuah kebenaran yang tidak bisa dipungkiri oleh semua orang tapi bukankah seharusnya dia sedikit memendam rasa percaya dirinya.

 

Suara angin kembali mendominasi suasana ini.

 

Merasa bosan dengan suasana yang kembali canggung ini, eunbi mengeluarkan ipod dari dalam tas kecil miliknya memasangkan headset menyumpal kedua telinganya.

Detuman music itu terus memenuhi gendang telinganya sampai tangan kekar itu berhasil menarik satu headset dari telinga kanan eunbi.

***

Merasa diabaikan dan bosan, kyuhyun memutuskan untuk ikut mendengarkan apa yang wanita disampingnya ini dengarkan.

“oh ini lagu member super junior” katanya tiba- tiba

“sajangnim tahu?”

“oh, aku memang tidak update tentang music tapi aku masih tahu beberapa diantara mereka”

“genre lagu seperti apa yang sajangnim suka?”

“ehmmm” kyuhyun tampak berfikir “ballad” sambungnya

“aku juga suka lagu ballad”

 

Hembusan angin malam yang mengoyangkan daun-daun pohon dan menimbulkan suara terdengar seirama dengan alunan music yang mereka berdua nikmati. Lagu yang terus berputar dan sedikit goyangang kepala seperti perpaduaan yang apik. Bahkan riuhnya suasana pesta didalam tidak membuat mereka ingin beranjak dari sini.

 

**

Setelah kejadian di pesta itu, hubungan kyuhyun dan eunbi tidak secanggung dulu. Mereka sering mengobrol bersama dan baru mengetahui kalau mereka memiliki banyak kesamaan seperti film, music dan hobi yang sama. Mereka tampak seperti teman yang sudah lama kenal bahkan terkadang hyukjae merasa iri melihatnya.

Panggilan formal seperti sajangnim tidak lagi digunakan eunbi. Ya, meskipun itu tetap berlaku jika mereka berada di area kantor tapi kyuhyun melarang keras panggilan itu jika diluar kantor atau jika mereka sedang berdua.

Mengenai para karyawan dikantor? Tentu mereka semakin membicarakan kedekatan kyuhyun dan eunbi tapi semua itu sudah tidak mereka pikirkan lagi. Bagi kyuhyun dan eunbi yang terpenting saat ini mereka berdua merasa nyaman dengan satu sama lain.

Dan disetiap akhir pekan eunbi akan menyempatkan diri untuk mengunjungi kediaman keluarga cho. Walaupun terkadang hanya untuk bertegur sapa dengan nyonya cho tapi tidak jarang eunbi dan nyonya cho menghabiskan  waktu mereka berdua untuk berbelanja atau mencoba menu masakan baru bersama, benar benar terlihat seperti mertua dan menantu yang sangat akur. Kedekatan eunbi dan ibunya inilah yang membuat ia semakin menaruh hati pada sosok eunbi. MENARUH HATI? Entahlah.

 

At restaurant

Kyuhyun berkali kali meneguk Americano yang ada didepannya berharap semua itu dapat mengurangi raga tegangnya. TEGANG?

“cho kyuhyun shi, apa yang ingin kau katakan sebenarnya?”

Eunbi mulai jenuh dengan apa yang dilakukan pria itu, tadi sewaktu dikantor kyuhyun menghampirinya dan mengatakan ingin mengatakan sesuatu yang penting. Tapi setelah ia sampai direstaurant 15 menit yang lalu tidak ada kata kata penting yang keluar dari mulutnya selain menanyainya menu makan apa yang eunbi inginkan.

“ayo kita menikah”

Akhirnya kata kata itu berhasil lolos dari mulut kyuhyun setelah setengah mati ia berusaha meredam rasa gugupnya. Bahkan jantungnya seolah bekerja sepuluh kali lipat dari biasanya, dan keringat dingin seolah membasahi seluruh tubuhnya.

“mwo?” hampir saja eunbi tersedak makanannya. ‘apa aku salah dengar?’ tanya eunbi dalam hati. Ia tidak yakin dengan apa yang barusan ia dengar. ‘kyuhyun mengajaknya menikah, apa itu mungkin?’

“ayo kita menikah eunbi shi” kyuhyun mengulangi kata katanya, ia mengerti kalau ini memang sedikit mengejutkan eunbi. SEDIKIT? Sepertinya kyuhyun harus meralat kata katanya.

eunbi masih belum bisa sepenuhnya mencerna apa yang dikatakan kyuhyun. ‘Kenapa tiba tiba laki laki ini berkata seperti itu.’

“apa kau sekarang melamarku tuan cho?”

Eunbi berusaha setenang mungkin, berharap ini dapat menutupi rasa terkejutnya.

Siapa yang tidak terkejut saat dengan tiba tiba dilamar oleh seseorang yang sebenarnya  tidak memiliki hubungan khusus dengan kita. Aku rasa hanya orang yang paling tidak peka di bumi ini yang tidak terkejut akan hal itu.

“ibuku sangat menyukaimu jadi ayo kita menikah”

alasan konyol apa ini. Sejak kapan kyuhyun menjadi begitu penurut dengan ibunya apalagi ini mengenai pasangan hidup.

“hahaha, apa kau benar benar serius? Aku tidak menyangka seorang CEO akan melamar seorang wanita dengan begitu sederhana tidak ada bunga maupun lagu  romantic.”

“dengarkan, aku bukan tipe laki laki seperti itu.”

“ya aku tahu.”

Eunbi nampak berpikir, baginya pernyataan kyuhyun terlalu mengejutkan. Memintanya untuk menikah dengannya? tidak bisakah ia pelan pelan saja? Maksudnya bukankah sebaiknya saat ini kyuhyun memintanya untuk menjadi kekasihnya. Akan terdengar lebih normal jika kyuhyun melakukan itu. Bukan begitu?

“kyuhyun shi, apa kau melakukan semua ini karena permintaan nyonya cho?”

Eunbi menanyakan ini karena ia tidak ingin semua ini hanya karena keinginan orang lain. ia ingin kyuhyun mengatakan ini karena kemauannya sendiri tanpa ada paksaan dari orang lain.

“ya, semua ini permintaan eomma dia terlalu menyukaimu  dan juga…”

“dan juga apa?”

“dan juga.. sepertinya aku mulai menyukaimu.”

Jantung eunbi seolah berhenti sepersekian detik mendengar jawaban kyuhyun, memang tidak romantic tapi entahlah semua kata kataitu membuat eunbi seolah terbang.

“jadi apa jawabanmu?.” Tanya kyuhyun to the point. Ia tidak ingin berlama lama dalam situasi ini membuat jantungnya tidak bisa berdetak secara normal.

“yak, kenapa kau tidak bisa bersabar sedikit saja. Apa kau pikir menikah itu main main.” Jawab eunbi dengan nada yang sedikit tinggi.

“bukan begitu hanya saja kau lama sekali menjawabnya.”

Beberapa menit eunbi bertarung dengan pikirannya sendiri, menerima kyuhyun atau menolaknya. Dua kata itulah yang berperang dalam otaknya.

Entah berapa menit yang eunbi harus habiskan untuk memikirkan itu samai pada akhirnya ia memutuskan untuk…

“ah sepertinya aku sudah gila karena mengatakan ini. Ibuku juga sangat menyukai dirimu dan sepertinya aku juga sudah mulai menyukai dirimu.”

Dua orang ini memang memiliki sifat yang sama, sama sama gengsi mengakui perasaannya masing masing. Kenapa coba mereka harus membawa alasan orang tua yang saling menyukai satu sama lain. konyol .

Kyuhyun mengembangkan senyumnya mendengar apa yang eunbi katakan. Dadanya seolah lega seketika, keringat dingin yang ia rasakan sebelumnya seolah langsung terbawa angin malam.

“baiklah kalau begitu kita menikah lima hari lagi.’

“MWO?”

Selalu saja kyuhyun memutuskan segala sesuatu seenaknya sendiri.

—-THE END—-

Advertisements

Saranghae, Mianhae

saranghae

Judul : Saranghae, Mianhae

Author : Oh Honey

Leght : Oneshoot

Rating : PG-18

Gendre : Romance, Sad

Main cast : Cho Kyuhyun, Hwang Eunbi

Author’s Note : ini adalah ff murni hasil imajinasiku. Maaf kalau ff ini benar – benar berantakan. Maklum aku hanyalah seorang author amatiran.hehehe…dan maaf kalau banyak typo dimana – mana.

DON’T BE SILENT READERS GUYS J

HAPPY READING

 

 

 

Eunbi menyilangkan tangannya di depan dada sambil menyandarkan tubuhnya di bingkai pintu. Laki laki dihadapannya masih saja melalang buana dalam dunia mimpinya yang entah sudah sampai mana.

Sudah menjadi tugas Eunbi setiap hari untuk menyeret laki laki itu keluar dari hangatnya selimut yang membalut tubuhnya. Dia memang tidak pernah berubah dari dulu, selalu sulit dibangunkan. Hanya Eunbi lah satu satunya orang di rumah ini yang bisa membangukan tukang tidur seperti Kyuhyun, bahkan ibunya saja sudah angkat tangan. Read More

[Oneshoot]Cupid,shoot my heart

cupid-cover

Title : Cupid, shoot my heart

Author : Oh Honey

Length : Oneshoot

Rating : PG-17

Cast : Cho Kyuhyun-Hwang Eunbi

Genre : Romance

Author’s Note : fanfiction ini adalah murni dari hasil imajinasiku sendiri. Maaf kalau ceritanya agak ngawur.

Selamat membaca semuanya 🙂

Don’t be silent reader guys 🙂

Sebagai pewaris salah satu perusahaan konstruksi terbesar di korea selatan tentu tidak ada yang tidak dimiliki kyuhyun. Jabatan, harta yang melimpah, kehormatan, ketampanan semua telah dimilikinya, tapi ada satu yang tidak dia miliki yaitu wanita. Read More