Not A Contract Marriage [bab 9]

Min soo perlahan mulai menerima kenyataan ini. Meskipun dia tahu tidak mungkin melupakan young shik dalam hidupnya. Tapi kyuhyun benar, young shik akan sedih jika melihatnya terus seperti ini. Melanjutkan hidup adalah jalan terbaik seperti kyuhyun yang memilih menikah dengan eunbi demi young shik. Min soo juga akan mencoba hidup dengan baik demi young shik.

“eonni. Kau sedang memikirkan apa? ”

Min soo tersenyum pada eunbi yang sudah duduk di sampingnya.

” tidak ada. Dimana kyuhyun? ”

” dia sedang mengurus beberapa administrasi”

Entah kenapa melihat kedua adiknya ini membuat min soo senang. Seperti melihat young shik sedang tersenyum. Dari awal melihat mereka berdua min soo tahu kalau suaminya itu tidak salah. Dua orang itu seperti memang ditakdirkan bersama. Meskipun dia tahu betul kenapa kyuhyun menikahi eunbi.

“eonni. Aku akan membereskan beberapa barangmu”

Setelah itu eunbi membereskan beberapa barang dan memasukkan ke dalam sebuah tas besar. Tapi gadis itu berhenti, melihat min soo yang tampak melamun kembali. Eunbi mendekat duduk di ranjang kakak iparnya.

“kenapa? Eonni tidak ingin pulang? ”

Dari sorot matanya eunbi bisa tahu ada beberapa perasaan yang bercampur menjadi satu, senang dan takut seolah dia akan menghadapi dunia baru setelah keluar dari bangunan ini.

” aku tahu rumah itu akan mengingatkan semua hal tentang suami eonni,  tapi bukankah dia akan selalu ada di hati eonni dimana pun eonni berada.”

Kenapa eunbi selalu tahu apa yang dipikirkan min soo? Bagaimana ketakutannya menghadapi semua kenangan tentang young shik? Dia tentu tidak ingin melupakan suaminya tapi melihat semua kenangannya bersama pria itu membuat min soo tidak yakin untuk tidak menangis lagi.

“eonni harus kuat”

Min soo tersenyum. Tidak akan ada yang tahu seberapa sakitnya ini sekarang sekalipun mereka mencoba memahaminya, tapi eunbi benar. Min soo harus kuat. young shik akan tetap ada di hati dan dunianya, itu tidak akan berubah. Meskipun raga mereka telah berpisah.

***

Decitan roda kursi roda yang di dorong memenuhi ruangan. Kyuhyun menghentikan kursi roda min soo di dalam kamar tidurnya.

“kakak istirahat saja. Aku sudah meminta Ahn ahjumma untuk menjaga kakak. Kalau kakak ingin apa-apa kakak bisa memanggil aku, eunbi atau Ahjumma”

Kyuhyun sengaja meminta Ahn Ahjumma untuk merawat dan menjaga kakak iparnya.

Min soo memang tidak bisa lagi hidup mandiri seperti dulu, bahkan berdiri saja dia tidak sanggup. Karena kecelakaan membuat dirinya lumpuh.

“aku akan membantu kakak berbaring”

“tidak. Aku ingin disini saja.”

Kyuhyun mengerti. Dia berbalik dan menutup pintu itu ragu. Membawa min soo ke rumah ini seperti merendam lukanya dengan garam. Kyuhyun tahu itu. Sangat. Bahkan setiap hari dia masih melihat young shik seolah menghuni rumah ini, ruang kerjanya, sandal rumah kesayangannya, tayangan tv favoritnya, stik golf di pojok ruangan, semuanya seolah membawa young shik  kembali tapi kyuhyun harus sadar. Kehidupannya harus berlanjut. Lalu bagaimana kakak iparnya harus mengatasi hal itu?

Dan kehingan ruangan ini beradu dengan kekosonganya hati min soo. Tangannya bergerak menjalankan kursi roda mendekati jendela dengan pemandangan taman belakang rumah.

Bias cahaya sore yang masuk saat min soo menyibak gorden sedikit menyakiti matanya. Senja dengan cahaya orange yang indah menghias langit. Ini adalah salah satu hal kesukaannya, sunset.

Ceklek

Eunbi masuk saat tidak juga ada sahutan dari dalam. Pantas saja kakak iparnya sedang melamun. Lagi.

“eonni”panggilnya akhirnya setelah eunbi sudah di samping min soo

“makan malam sudah siap”

“iya” jawab min soo singkat.

“kalau begitu ayo kita makan. Aku sudah sangat lapar” eunbi membuat nada bicaranya seceriah mungkin agar kakak iparnya itu tidak terlalu larut dengan kenangan masa lalu.

***

Suasana hening malam dengan detak jarum jam yang terus bergerak menemani kyuhyun. Pria itu memakai kaca mata bacanya dengan menghadap laptop yang terus menyala. Terlalu banyak pekerjaan yang harus dia selesaikan. Sesekali pria itu berdecak karena sepertinya pekerjaannya tidak juga selesai.

Kyuhyun melirik cangkir kopi yang akan dia teguk.

“habis! ”

Dengan malas kyuhyun berdiri meninggalkan sebentar pekerjaannya. Tidak pernah terpikirkan oleh kyuhyun jika dia harus begadang dengan ditemani kopi seperti ini. Jika dia begadang di club malam itu tak masalah, dia tidak butuh kopi. Tapi berkutat dengan angka dan huruf yang membosankan, setidaknya dia membutuhkan sedikit cafein.

“kau sedang apa? ”

Kyuhyun mengangkat cangkirnya, menunjukkan pada istrinya yang berdiri di depan pintu dapur. Sepertinya istrinya itu terbangun untuk mengambil air minum.

” sini. Biar aku buatkan” eunbi meletakkan gelas air putih miliknya dan mengambil cangkir kyuhyun.

“apa pekerjaannya belum selesai juga? ”

Kyuhyun yang bersandar pada tembok dapur dengan tangan yang dimasukkan ke dalam saku celana hanya menggeleng dan eunbi bisa melihat itu dari ekor matanya.

” jangan terlalu memaksakan diri. Kau juga harus memperhatikan kesehatanmu”

“ini”

Kyuhyun meraih cangkir kopinya yang tadi kosong telah terisi cairan kental berwarna hitam. Menyeruput sedikit takut jika ada yang kurang dari kopi buatan istrinya itu.

“ini pas” gumamnya tapi masih dapat di dengar oleh eunbi.

“kau lupa jika aku pemilik coffe shop? ”

Kyuhyun mengangkat kedua bahunya sambil menyeruput kembali kopi miliknya. Ini jauh lebih enak dari kopi yang dia buat tadi.

” tidurlah dulu. Kau bisa melanjutkan itu besok. Lagipula kau kan pemilik perusahaan. ”

” kenapa? ”

” apa? ” eunbi membuat tiga lipatan di dahinya tapi kyuhyun justru tersenyum aneh.

” kenapa kau memintaku untuk tidur sekarang. ? ”

” bukankah sudah jelas. Aku memintamu untuk istirahat”

“istirahat? Bukan yang lain? ” kyuhyun menaikan sebelah alisnya yang menurut eunbi itu sangat menjengkelkan.

” apa? ”

” kau ingin aku istirahat atau-” kyuhyun sengaja menggantung kalimatnya memberi waktu pada eunbi untuk berfikir. Dan-

Astaga!

“kau gila?! ” eunbi memaki

Apa pria ini selalu mesum? Mengaitkan segala sesuatu yang menjurus ke situ? Ya ampun bagaimana eunbi bisa melanjutkan hidupnya setiap hari jika dia selalu bersama orang mesum seperti kyuhyun? Otak kyuhyun memang tidak pernah beres.

” aku hanya bertanya, kenapa meneriakiku? ”

” kau yang membuatku berteriak pria mesum ”

” mesum? Memangnya kapan aku mesum? ”

” tadi”

“tidak. Aku tidak mesum”

“iya.kau mesum ”

” tidak”

“iya. Kau bilang tadi ‘kau ingin aku istirahat atau-‘ ”

” atau? ” kyuhyun kembali tersenyum menggoda dengan sebelah alis yang dia naikan.

” atau-” eunbi membeo tidak berani melanjutkan kalimatnya.

“atau apa? ” desak kyuhyun dan

Pletak

 

Eunbi sadar kalau dia telah dipermainkan oleh kyuhyun. Kenapa dia mudah sekali diperdaya?

” kau gila? Ini sakit! ” adu kyuhyun demgan menggosok-gosok jidatnya yang terkena jitakan eunbi tiba-tiba.

“dasar pria mesum. Gila!”

“kau yang mesum. Aku hanya ingin bilang kau ingin aku istirahat atau mengganti bajuku”

“memangnya aku percaya? ”

” memangnya aku ingin mengatakan apa? Kau tidak lihat jika aku masih memakai baju kantor? ”

Eunbi terdiam. Pipinya sedikit terasa panas. Lalu apakah dirinya yang mesum?

“dan kau berfikir aku anak umur 15 tahun yang tidak mengerti otak pria sepertimu?”

“memangnya ada apa dengan otak pria sepertiku? ”

” kau-” eunbi memejamkan sebentar matanya dengan helaan nafas sangat dalam. Ini tidak akan berhenti sampai pagi jika seperti ini terus.

“baiklah. Berpikirlah sesukamu dan lanjutkan pekerjaanmu. Aku tidak peduli”

Eunbi melenggang pergi dengan kyuhyun yang sekarang tersenyum puas. Denyutan di dahinya tertutupi dengan kepuasan yang dia dapat.

“aku tidak akan melanjutkan pekerjaanku. Jadi ayo kita lakukan seperti yang ada dipikiranmu” kyuhyun berteriak agar suaranya di dengar oleh eunbi yang sudah menaiki tangga dengan telinga yang ditutup oleh kedua telapak tangannya. Setelah itu tawa kyuhyun benar-benar meledak.

“ah kenapa menyenangkan menggodanya”

“kau beruntung karena aku masih punya banyak pekerjaan yang harus aku selesaikan hwang eunbi”

***

Eunbi tersenyum melihat ibunya yang sedang menerima suapan dari suster dari balik pintu. Eunbi sengaja tidak langsung masuk, pemandangan seperti ini jarang terjadi. Biasanya saat eunbi datang berkunjung ibunya hanya duduk diam di atas ranjang atau mungkin sedang menangis dan berteriak-teriak.

Kyuhyun benar rumah sakit ini memang jauh lebih baik, batin eunbi.

Kondisi ibunya semakin membaik. Eunbi yakin jika suatu saat dia bisa mengobrol dan bercanda lagi dengan ibunya. Perlahan eunbi bisa melihat cahaya putih yang mulai mendekat ke arahnya.

“eomma” sapa eunbi dan mendekat ke ranjang ibunya.

Diam. Tak ada sahutan. Masih selalu seperti ini. Tapi eunbi tahu mata itu mulai hidup, tak seredup biasanya. Ya, eunbi mungkin harus menunggu sedikit lagi untuk bisa mendengar ibunya memanggil namanya dengan benar.

“suster. Biar aku saja”

Suster itu memberikan mangkuk bubur yang masih tersisa setengah itu pada eunbi.

“aaa”

Eunbi menuntun ibunya membuka mulut menerima suapannya.

Lagi-lagi dia tersenyum saat tidak mendapat penolakan dari ibunya.

Tapi saat dia akan menyendok bubur itu lagi, Eunbi harus memberikan mangkuk itu kembali pada suster karena nada dering panggilan masuk mengganggunya.

“halo” jawab eunbi setelah menggeser tombol hijau di layar benda persegi panjang itu. Setelah itu terdengar sahutan di seberang sana

“kenapa? ”

Eunbi hanya mendengarkan apa yang dikatakan lawan bicaranya.

” iya. Aku pulang” dan sambungan terputus.

Eunbi memasukkan ponselnya.

“eomma. Aku pulang dulu kyuhyun baru saja menelepon”

***

“ada apa? ” tanya eunbi setelah sampai rumah dan melihat punggung kyuhyun, seperti pria itu sedang melakukan panggilan.

Kyuhyun berbalik.

” terserah. Kirim saja koleksi terbaik di tokomu sekarang juga” katanya pada sambungan telepon sebelum memutusnya.

“bersiaplah. Ada acara penting yang harus kita hadiri”

“acara? Apa? ”

Kyuhyun tiba-tiba menyuruhnya pulang dan sekarang dia bilang acara penting? Apa pria itu mendapat nilai e dalam mata pelajaran bahasa? Kyuhyun bahkan tidak bisa menjelaskan dengan baik. Bagaimana eunbi bisa paham dalam satu waktu jika dia hanya memotong-motong informasi yang diberikan.

“aku lupa kalau sore ini ada undangan pernikahan. Salah satu rekan bisnisku menikahkan anaknya dan kita harus datang”

“jam berapa? ” tanya eunbi bodoh

” jam enam”

Eunbi melirik jam tangannya dan mengumpat.

“kau gila? Ini bahkan sudah jam 3. Bagaimana aku bisa bersiap dalam waktu secepat itu? ”

” tenanglah aku sudah memesan gaun untukmu. Sebentar lagi pasti datang”

Bagaimana pun pria tidak akan tahu bagaimana repotnya seorang wanita berdandan  untuk acara yang penting seperti ini.  Meskipun eunbi hanya tamu undangan bukan berarti bisa datang dengan muka polos apa adanya. Dia akan banyak dikelilingi oleh orang-orang kaya yang akan selalu berlomba menampilkan penampilan terbaik mereka. Memesan gaun termahal yang ada, datang ke salon mahal hanya untuk mengecat kuku dan menata rambut. Belum juga dengan aksesoris. Eunbi tentu tidak ingin berlebihan seperti mereka tapi dia juga tidak gila dengan memakai koleksi gaunnya yang bahkan tidak dia persiapkan untuk undangan pernikahan kolega bisnis. Hanya beberapa gaun pesta sederhana yang sering dia pakai di acara teman-temannya.

Satu masalah tentang gaun mungkin sudah dipecahlan kyuhyun tapi dengan penampilannya? Eunbi bahkan masih bau matahari.

“kenapa mendadak? Kau kan bisa mengatakan setidaknya tadi malam. Apa kau berencana datang setelah pestanya selesai? ” jengkel eunbi.

” aku lupa oke. Dan kuharap kau cepat bersiap darimana mengomel seperti ini”

“mengomel? Kau-”

Eunbi menelan kalimat selanjutnya. Perdebatan ini akan panjang dan eunbi hanya akan mengulur waktunya.

Dia berbalik dan terburu-buru masuk kamar. Sambil menunggu gaun yang dikatakan kyuhyun datang eunbi akan mandi.

Setelah membasuh tubuhnya eunbi keluar. Sebuah kotak berada di atas tempat tidur.  Eunbi dapat menebak jika itu adalah gaun yang diberikan kyuhyun.

Tanpa pikir panjang eunbi segera memakainya dan memoles beberapa make up di wajahnya. Rambut sebahunya diikat untuk menambah kesan elegan. Matanya sibuk memindai koleksi perhiasannya.

“kau belum selesai? ” itu suara kyuhyun yang berteriak dari lantai bawah.

Eunbi sudah bersiap secepat yang dia bisa tapi tetep saja di terburu-buru. Hanya satu harapannya jika make up seadanya ini tidak ada yang melenceng.

” iya sebentar” teriak eunbi dan segera menyomot anting panjang berwarna silver.

Kyuhyun mengetuk-ngetukkan sepatunya sambil memainkan ponselnya. Dia bisa terlambat jika dalam lima menit eunbi tidak juga turun.

“eunbi.  Cepat! Nanti-”

“iya”

Eunbi keluar sambil sedikit membenarkan sepatu heelsnya.

Disisi lain kyuhyun terdiam. Pria itu menghentikan kalimatnya tadi bukan karena eunbi cepat menjawabnya tapi karena. Sialan! Kenapa gaun hitam yang ekornya sedikit menyapu lantai itu sangat pas membentuk lekuk tubuh eunbi.

Sadarlah kyuhyun!

Tamparnya pada dirinya sendiri.

“ehem” kyuhyun berdehem setelah eunbi berdiri disampingnya.

“kau sudah siap? Ayo cepat kita bisa terlambat”

Setelah itu kyuhyun siap pergi tapi pria itu berbalik lagi pada gadis itu setelah mendengar eunbi berbicara.

“aku akan pamit dulu pada kakak ipar”

Eunbi melenggang pergi tapi pergelangan tangannya tertahan.

Eunbi berkata dengan raut wajahnya pada kyuhyun yang baru saja menahannya ‘ada apa?’

“kenapa memakai gaun seperti ini? ”

Eunbi menekuk alisnya.

” kau kan yang memesannya. Gaun ini ada di atas tempat tidur tadi”

Kyuhyun mengumpat dalam diam. Seharusnya tadi kyuhyun bilang pada pegawai toko itu untuk tidak memberikan gaun yang terlalu terbuka. Mungkin dari depan gaun hitam itu tidak terlalu terbuka, sama seperti gaun pada umumnya tapi bagian belakang? Hampir semua punggung eunbi terekspos. Bahkan kyuhyun bisa memastikan jika gadis itu tidak memakai bra sekarang. Rambut yang diikat semakin memperjelas kulit mulus punggungnya. Sialan!  Lagi-lagi kyuhyun mengumpat. Ini bahkan pertama kalinya dia melihat lebih banyak kulit eunbi yang terekspos. Gaun pernikahannya masih bisa menutupi punggung itu, tapi sekarang? Disaat dia pertama melihatnya hari ini dia harus berbagi juga pada orang lain dipesta nanti?

“kau ingin kita terlambat? ”

Suara eunbi membuyarkan pikiran kyuhyun. Tanpa sadar kyuhyun sudah ditinggalkan eunbi yang masuk ke kamar min soo.

” bagaimana aku bisa membiarkannya sendiri di pesta nanti? ”

***

Tanpa ragu eunbi melingkarkan tanggannya di lengan kyuhyun. Tapi sadarkah dia bagaimana perasaan pria itu? Sejak tahu gaun yang dipakai eunbi pikiran kyuhyun bahkan tidak bisa tenang.

Ballroom hotel sudah penuh dengan orang-orang. Kyuhyun mengambil duduk di meja yang sudah tertuliskan namanya. Sebuah meja bundar yang sudah terisi oleh dua orang.

“cho kyuhyun” sapa salah satu orang yang duduk disana.

“lee donghae” balas kyuhyun.

“dia istri mu? ” merasa itu membahas tentangnya eunbi tersenyum.

” iya. Kenalkan dia istriku eunbi”

“halo” sapa eunbi ramah.

“senang bertemu denganmu. Aku lee donghae teman kyuhyun dan ini istriku lee hana”

“aku pikir waktu itu kau bercanda saat mengirimkan undangan pernikahan padaku. Tapi aku tidak ragu lagi setelah melihat istrimu. Kurasa jika kau tidak cepat menikahinya dia sudah akan menjadi istri orang lain” canda donghae.

Bahkan pria yang duduk di samping iatrinya bisa mengatakan hal seperti itu. Istrimu cantik? Apa dia ingin mati? Batin kyuhyun.

“tentu saja. Sekarang tidak akan ada pria yang akan mendekatinya karena sekarang dia sudah menjadi istriku”

Donghae terkekeh. Seorang anak cassanova bisa mengatakan hal seperti itu? Sebuah perkataan untuk melindungi apa yang menjadi miliknya. Dongahe tidak tahu jika kyuhyun juga punya sisi seperti itu. Dia pikir sebelumnya kyuhyun hanya akan menggombali gadis-gadis cantik tanpa perlu mengikat sebuah komitmen. Tapi sekarang dongahe tahu jika pemikiran seperti itu salah. Kyuhyun sudah berubah.

Baru kyuhyun akan menimpali suara mc mengalihkan perhatian mereka. Dua orang yang berdiri di depan tampak tersenyum bahagia dan mengulang kembali janji suci yang telah mereka ikrarkan tadi siang dengan saling menatap.

Eunbi sedikit dibuat iri karena mereka berdua tampak sangat mencintai satu sama lain. Sekilas pikirannya kembali pada pernikahannya. Apa dia tampak seperti itu waktu itu?

Sebuah jas tiba-tiba menyentuh kulitnya membuat eunbi menoleh pada kyuhyun yang menyampirkan jas yang tadi dia pakai ke pundak eunbi.

“lebih baik kau memakai ini. Terlalu dingin disini” bohong kyuhyun. Dia hanya mengkhawatirkan tatapan mata-mata berdosa disekitar sini.

Eunbi melepaskan jas itu dan meletakkannya di pangkuan kyuhyun.

“jangan konyol. Itu bisa merusak penampilanku, lagi pula aku tidak kedinginan”

Kyuhyun menggeram menatap gadis yang kembali fokus kedepan.

“apa dia tidak sadar jika gaunnya sekarang terlalu bahaya” batin kyuhyun.

Bahaya untuknya. Bagaimanapun juga kyuhyun tidak rela jika bagian tubuh istrinya menjadi konsumsi publik. Tapi jika dia mengatakan hal itu pada eunbi, sudah pasti kyuhyun akan ditertawakan.

Memangnya kenapa kyuhyun harus peduli ?!

***

“baiklah sekarang kita bersulang untuk pasangan pengantin kita. Bersulang” suara mc menginstruksi semua orang untuk mengangkat gelas mereka dan bersulang.

“baiklah bagi para pasangan silahkan kalian pergi ke lantai dansa”

“kau tidak ingin pergi? ” donghae yang sudah berdiri mengandeng tangan istrinya menatap aneh kyuhyun yang hanya diam saja memegang gelas wine.

” tidak” jawabnya singkat.

“kau bercanda. Ini salah satu hal romantis yang bisa dilakukan pengantin baru seperti kalian”

“pergilah. Aku akan menunggu kalian disana”

Setelah itu donghae pergi dan kyuhyun sedikit melirik eunbi.

Apa dia harus berdansa juga?

“kau tidak- tidak ingin berdansa? ” tanya kyuhyun akhirnya.

Eunbi menggeleng.

” aku tidak bisa”

Jawaban eunbi hampir membuat kyuhyun menyemburkan minumannya. Ya ampun, kyuhyun rasa eunbi sudah sering ada dipesta seperti ini tapi bagaimana bisa dia tidak bisa berdansa? Hanya mengerakkan kaki sesuai irama.

“kau bercanda? ”

Eunbi menoleh menatap kyuhyun

” apa wajahku tampak bercanda? ”

Kyuhyun tampak berfikir sebentar sebelum meletakkan gelas miliknya dan berdiri.

” berdirilah”

“sudah kubilang, aku tidak bisa”

Dasar keras kepala!

Apa mereka juga harus berdebat untuk masalah ini?

Kyuhyun menarik tangan eunbi, memaksanya untuk berdiri.

“kyu” protes eunbi

“ikuti saja aku”

Akhirnya eunbi mengalah juga, membiarkan kyuhyun menuntunnya ke lantai dansa.

Pria itu menghadap padanya dan tanpa ragu melingkarkan tangannya di pinggang eunbi membuatnya sedikit berjingkat kaget. Tapi seperti patung eunbi hanya diam. Kyuhyun tidak sabar. Dia meraih tangan kanan eunbi dan meletakknya di pundaknya.

“letakan tanganmu disini”

Ragu-ragu eunbi mengangkat tangan kirinya dan ikut meletakkan dipundak kyuhyun.

“bagus” puji kyuhyun dengan seringaian yang tiba-tiba terbit entah karena apa.

Dalam irama musik dansa perlahan kyuhyun bergerak. Eunbi hanya mengikuti alur kyuhyun, ke kanan dan ke kiri.

“aku tidak tahu jika mereka mengirimkan gaun ini. Jika aku tahu aku akan melarang mereka” kata kyuhyun lirih tapi masih bisa ditangkap oleh telinga eunbi karena posisi mereka yang sangat dekat.

“kenapa? Gaun ini cantik” jawab eunbi polos.

“kupastikan jika kau tidak memakai bra sekarang? ”

Secepat kilat eunbi mendongak menatap kyuhyun.

Dia ingin mati?!

” semua orang akan berfikir begitu jika melihat gaunmu sekarang” lanjut kyuhyun

“itu alasannya aku memberimu jasku tadi. Kau terlalu sempurna memakai gaun ini sampai aku ingin mencongkel mata mereka yang menatapmu”

Pipi eunbi memerah. Kenapa sangat hangat. Perasaan ini. Kata-kata kyuhyun sangat menghangatkan sampaj membuat pipinya memanas.  Eunbi suka.  Eunbi suka getaran aneh yang tiba-tiba muncul dalam hatinya. Eunbi suka. Suka mendengar kalimat kyuhyun tadi.

“aku memang tidak memakai bra sekarang karena terlalu aneh jika aku memakainya” aku eunbi

Kyuhyun menelan ludahnya. Astaga apa gadis ini terlalu jujur?

“apa kita harus membahas ini lebih lanjut? ”

” hem? ” eunbi menautkan alisnya.

Kyuhyun menggeleng-gelengkan kepalanya.

” cukup. Kita ganti topik saja” putusnya

“kenapa? ”

Kyuhyun memutar bola matanya.

” hanya hentikan saja”

Eunbi terkekeh.

Kyuhyun bisa mendengar tawa kecil yang keluar dari mulut eunbi. Aish ternyata gadis yang tadi kyuhyun pikir polos memiliki otak srigala. Licik.

“Memangnya apa yang kau pikirkan. Mesum” ejek eunbi dengan senyum nakalnya.

Ya ampun eunbi ingin tertawa sekencang-kencangnya. Muka kyuhyun sangat lucu.

Dia dipermainkan. Lagi. Apa terlalu mudah baginya dipermainkan seperti ini? Hwang eunbi kau sudah melewati batas.

“memangnya aku tidak boleh membayangkan tubuh istriku tanpa bra atau mungkin tanpa benang sekalipun? ”

Eunbi mematung dan hanya mampu mengedipkan matanya berkali-kali sambil menatap kyuhyun aneh, Mata yang sekarang di tatapnya terasa hangat dan membahayakan dalam waktu bersamaan.

” aku bahkan berhak menikmatinya. Seperti ini”

Tanpa aba-aba kyuhyun mendekatkan dirinya. Sebuah permukaan yang basah menyapu bibirnya.

Kyuhyun mencium eunbi!

Dan gadis itu hanya mematung membiarkan kyuhyun bermain. Tapi perlahan eunbi memejamkan matanya dan membalas kyuhyun.

Candaan yang tadi mereka lontarkan menjadi sangat serius sekarang.

Kyuhyun semakin dalam menarik tengkuk eunbi karena balasan gadis itu. Kyuhyun merubah posisinya kepalanya,mencari posisi miring yang paling nyaman untuknya dan untuk eunbi.

Nafas mereka tersenggal dan sama-sama menyapu wajah masing-masing. Kening mereka masih menempel.

Prok prok prok

Suara riuh tepuk tangan menyadarkan mereka berdua membuat mereka sadar dan buru-buru mengambil jarak.

Sialan! Ciuman mereka menjadi tontonan bagi mereka!

“wahh ternyata mereka lebih romantis dari pasangan pengantin sekarang”

“mereka romantis sekali”

“pengantin baru memang seperti itu”

Eunbi menelan ludahnya. Ya ampun. Dia mempermalukan dirinya sendiri. Bagaimana dia bisa mengangkat wajahnya sekarang.

Ciuman di depan umum? Memalukan!!

semua ini karena kyuhyun. Dasar pria mesum!

—-TBC—

 

Author’s note : Bab 9 uda up 🙂 gimana nih dengan bab yang satu ini? tinggalkan komentar kalian ya dan jangan lupa like. Share juga boleh hehehe

oke see you di part selanjutnya 🙂

btw, jangan lupa main ke wattpad @hanni_95 oke 🙂 ❤ ❤

love you all

Advertisements

Not A Contract Marriage [bab 8]

Kyuhyun berjalan menuruni tangga tapi di tengah-tengah jalannya pria itu berhenti. Terasa aneh melihat orang lain berdiri di meja dapur selain kakak iparnya atau Ahn Ahjumma. Wanita yang baru kemarin merubah statusnya menjadi istri kyuhyun itu sibuk memasukkan beberapa bahan ke dalam penggorengan dengan rambut yang di gulung ke atas.

Sepertinya kyuhyun harus membiasakan keadaan ini.

Ehem

Kyuhyun sengaja berdehem menarik perhatian eunbi.

“kau sudah selesai? Duduklah disana aku hampir selesai”

Kyuhyun menurut. Duduk manis di meja makan, matanya tanpa sengaja mengamati punggung istrinya. Tanpa diperintah otaknya mengingat kejadian tadi malam.

Sial! Apa aku sudah gila menangis di pelukannya? Ya ampun! Bahkan aku tidak pernah menangis di hadapan ibu sejak umurku 11 tahun. Ah! Aku menghancurkan image ku sendiri.

 

“kyuhyun! ”

” hah?! ” kyuhyun tersentak karena teriakan di depan wajahnya dan masih dengan tampang bodohnya kyuhyun hanya menatap eunbi yang sekarang menggelengkan kepalanya sambil melipat tangan.

” kau melamun? Aku sudah memanggilmu tiga kali. Kurasa kau tidak punya masalah dengan pendengaranmu”

Glek

Kyuhyun menelan ludahnya. Sial! Dia mempermalukan dirinya lagi.

“tidak. Aku hanya sedang memikirkan urusan kantor” elaknya pada eunbi yamg sudah mengambil duduk di kursi depannya.

“makanlah. Kurasa masakan ini akan dingin jika menunggumu melamun”

“aku tidak melamun! ”

” iya. Iya kau tidak melamun. Kenapa harus berteriak seperti itu?! ”

” aku? Aku tidak berteriak. Dan bukannya aku sudah bilang kalau aku hanya sedang memikirkan urusan kantor”

Eunbi memutar bola matanya.

Kurasa dia baru saja terjatuh di kamar mandi. Aneh sekali moodnya hari ini.

“baiklah. Sekarang makanlah”

Kyuhyun mengunyah dalam diam dengan rasa malu yang masih bergentayangan di otaknya. Apa dia kesurupan tadi malam sampai menagis seperti itu? Atau eunbi menghinoptisnya? lagi-lagi pekirannya dipenuhi hal itu.

Ku akui kalau gadis itu sangat pintar membujukku. Dia belum genap satu hari menjadi istriku tapi dia sudah membuatku menangis.

“apa kau tidak bisa berhenti menatapku? Menganggu! ”

Lagi-lagi kyuhyun tersentak.

” siapa? Tidak. Aku tidak menatapmu. Aku hanya-”

“hanya memikirkan urusan kantor. Aku tau itu”

“iya, aku sedang memikirkan urusan kantor” bodoh! Apa kyuhyun kehilangan otaknya setelah bangun tidur tadi?

“tapi apa kau benar-benar akan pergi ke kantor? maksudku kau akan pergi ke kantor setelah satu hari kau menikah? ”

” sebenarnya aku sedang mengambil cuti tapi ada beberapa masalah yang harus aku kerjakan.”

“baiklah.  Kau banyak pekerjaan sebagai pemimpin perusahaan yang baru”

“tapi-kau tidak bermaksud menahanku dirumahkan? ”

Uhuk

Nasi yang belum tercerna dengan baik itu seperti tersangkut di tenggorokam eunbi.

” kau gila?! ”

Kyuhyun hanya mengangkat kedua bahunya.

” kalau kau ingin pergi, pergi saja. Kenapa aku melarangku? ”

” aku hanya bertanya”

“dan jawabanku tidak.”

Eunbi berdiri hendak pergi. Tiba-tiba selera makannya hilang.

“pergi saja dari pada kau terus melamun karena urusan kantor itu”

“sudah kubilang aku tidak melamun ! ” kyuhyun berteriak tapi eunbi tak peduli dan masuk ke dapur.

” aish! Memangnya kapan aku melamun? ”

****

Tatapan kosong terlihat jelas di matanya. Eunbi membuka pintu perlahan membuat sedikit decitan pintu. Orang yang dipanggil kyuhyun kakak ipar kemarin tidak menoleh, dia masih duduk di atas ranjang rumah sakit dengan pandangan keluar jendela.

” hallo” sapa eunbi ragu.

“ng… Perkenalkan namaku hwang eunbi. Kurasa kita sudah pernah bertemu”

Saat melihatnya pertama kali eunbi memang merasa tak asing dengan wajah kakak iparnya ini. Tapi seolah mereka adalah dua orang yang berbeda, eunbi jelas ingat bagaimana menyenangkan dan bersemangatnya wanita ini saat pertama kali bertemu dengannya di salon kecantikan tapi sekarang, eunbi bahkan tidak tahu sehancur apa dia sekarang.

Mendengar nama yang tidak asing di telinganya membuat min soo menoleh. Ya, bagaimana dia bisa lupa dengan nama gadis yang sudah duduk di kursi samping ranjang rumah sakitnya jika setiap hari young shik membahasnya. Bahkan min soo sempat cemburu karena young shik terlalu sering membahas gadis lain. Lagi-lagi young shik. Min soo tersenyum kecut. Bukan untuk eunbi tapi kepada dirinya sendiri. Bagaimana dia bisa hidup untuk esok hari jika setengah hari saja terasa sangat menyakitkan. Bagaimana bisa dia menghapus semua kenangannya bersama youngshik? Bagaimana dia bisa tertawa disini jika tidak ada young shik? Apa akan jauh lebih mudah jika dia ikut bersama young shik?

“eonni. Bolehkan sekarang aku memanggilmu dengan sebutan itu? ”

Terasa dingin, tangan min soo terasa dingin masuk kedalam genggaman eunbi.

Min soo tidak merespon dia hanya menatap eunbi dan sibuk dengan pikirannya sendiri.

” aku tidak tahu kalau kau adalah kakak kyuhyun. Jika aku tahu aku pasti akan meminta restu padamu sebelum aku menikah dengannya”

Menikah?

Kyuhyun?

Dengannya?

Semua kebingungan itu terlihat jelas di ekspresi wajahnya yang sejak tadi hanya datar.

“iya. Aku sudah menikah dengan kyuhyun kemarin. ”

” kyuhyun menikahimu? ”

Eunbi tersenyum. Bukan karena membahas tentang pernikahnnya tapi karena min soo menanggapinya.

Sebuah anggukan dan senyuman menjadi jawaban. Tapi min soo seolah belum puas, kenapa adik iparnya itu tiba-tiba menikah? Dengan gadis yang bahkan dia tolak dulu?

***

“nona selamat ya karena nona sudah menikah. Wah aku tidak menyangka jika pria tampan itu benar-benar menikah denganmu”

“aku sangat iri padamu karena menadapatkan pria setampan itu. ”

” tapi kenapa nona kesini sekarang? Bukankah seharusnya kalian bulan madu? ”

Eunbi terdiam. Sejak kapan para pegawainya ini tertarik dengan kehidupannya?

” aku tidak berbulan madu. Jadi bisakah aku masuk ke ruanganku sekarang? ”

Bukannya eunbi tidak suka dengan para pegawainya hanya saja dia tidak suka dengan pembicaraan tentang kehidupan pribadinya.

Semua orang menyingkir karena mereka menghalangi tangga.

” terima kasih atas ucapan selamat kalian”

Setelah itu eunbi pergi.

Bulan madu?

Untuk apa aku bulan madu bersamanya?

Dia bahkan pergi ke kantor dan meninggalkan aku sendiri di rumahnya.

Eunbi menggeleng mengusir pikiran bodohnya. Baiklah, dari awal pernikahan ini sudah aneh jadi kenapa eunbi sedikit berharap kalau pernikahan ini akan berjalan seperti orang lain.

Ya, dari awal pernikahan ini hanya sebuah senjata bagi mereka berdua.

“kau kenapa? ”

Eunbi berjingkat karena suara tiba-tiba di belakangnya.

Kyuhyun?

Untuk apa dia kesini?

” kau gila? Membuatku hampir mati karena serangan jantung”

“siapa suruh melamun di tengah pintu seperti ini? ”

Ya ampun. Eunbi baru sadar kalau dari tadi dia berdiri di depan pintunya dan malah sibuk berfikir tentang yang bukan-bukan.

” apa kau kehilangan kunci ruanganmu? ” tanya kyuhyun tidak sabar karena eunbi tidak juga membuka pintunya dan kembali pada lamunanya.

” oh? Ini tidak dikunci”

“kalau begitu untuk apa aku menunggumu”

Kyuhyun langsung melesat masuk dan disusul eunbi. Sepertinya efek keterkejutannya masih membuat eunbi sedikit tidak sadar.

“aku pikir kau ada di rumah tapi kata Ahn Ahjumma kau sedang pergi. Jadi aku pikir kau ada disini dan ternyata benar” kyuhyun membuka pembicaraan dengan alasan kenapa dia ada disini.

“lalu? Untuk apa mencariku? ”

Kyuhyun mengeluarkan map dari dalam tas kerja miliknya.

” ini. Kalau tidak harus sekarang di tanda tangani mungkin aku akan meminta di rumah nanti”

Eunbi melipat dahinya tapi dia mendekat pada kyuhyun yang duduk di sofa pojok ruangan dan menarik map itu dari tangan kyuhyun.

“apa? ” tanyanya bodoh.

” kau bisa membacanya.”

Beberapa detik setelah eunbi membaca kertas putih dengan tinta hitam itu, dia langsung menatap kyuhyun dengan tatapan yang sukit untuk di artikan.

“kyu. Kau-” kalimatnya menggantung di udara. Eunbi tidak tahu bagaimana mengungkapkan rasa bahagia ini.

“aku sedang mengurus perpindahan perawatan ibumu. Seperti janjiku”

Sebenarnya urusan penting yang dimaksud kyuhyun tadi pagi bukanlah urusan kantor yang sangat mendesak. Tapi dia pergi untuk mengurus perpindahan perawatan ibu eunbi.

“aku memindahkannya ke rumah sakit yang lebih bagus. Aku juga mengenal salah satu dokter disana”

Ocehan kyuhyun hanya angin lalu bagi eunbi. Rasa tidak percaya dan bahagia melebur jadi satu. Jadi hari ini benar-benar terjadi? Hari dimana dia akan benar-benar terbebas dari ayahnya?

“kau akan menandatanganinya atau hanya akan menatap kertas itu sampai hancur karena air matamu? ”

Eunbi menghapus air matanya dan buru-buru menyahut pulpen di atas meja kerjanya sebelum menandatangani berkas itu.

” ini” kata eunbi sambil menyodorkan map itu kembali pada kyuhyun.

“ibumu akan segera pindah hari ini juga”

“kyu”

“apa? ”

” terima kasih”

“bukankah aku sudah berjanji padamu? Asal kau tahu saja aku bukan pria yang suka mengingkari janji. Kau bisa-”

Kyuhyun mematung, lidahnya keluh karena eunbi tiba-tiba memeluknya. Memeluknya sangat erat.

“iya aku tahu. Meskipun ini adalah janjimu tapi tetap saja aku harus berterima kasih.”

Kyuhyun menepuk punggung eunbi, berniat membalas pelukan eunbi lebih dalam tapi dia mengurungkan niatnya saat pintu ruangan ini tiba-tiba terbuka.

“non-” kalimat itu tertelan udara.

Kyuhyun dan eunbi kompak menoleh pada gadis dengan seragam cafe yang mematung di ambang pintu dengan mulut yang masih terbuka.

Apa kyuhyun dan eunbi tidak sadar dengan posisinya sekarang. Kyuhyun yang duduk di sofa dengan eunbi yang memeluknya.

“aku akan-”

“tidak. Ada apa? ”

Eunbi segera bangun dan menyelipkan sebagian rambutnya ke belakang telinga tanda canggung. Dan dengan sekali hentakan eunbi baru saja mendorong dada kyuhyun membuat pria itu seperti baru saja di campakan.

Dia baru saja menangis dan memelukku tiba-tiba tapi dia sekarang sedang membuatku seperti yang melakukannya.

Kyuhyun berdecih. Kalau tahu begini dia akan mendorong eunbi lebih dulu bukannya menikmati.

“kau tidak perlu pergi. Katakan saja ada apa” eunbi mendesak pegawainya yang masih di depan pintu.

“aku hanya ingin bertanya nona ingin makan siang apa? ”

” oh itu. Seperti biasanya saja”

Pelayan itu mengangguk.

“lalu tuan ingin apa? ”

” tidak. Dia akan-”

“sama seperti bosmu saja”

Eunbi menoleh pada kyuhyun yang baru saja memotong pembicaraannya.

Mendapat tatapan aneh dari eunbi kyuhyun hanya mengangkat kedua bahunya.

“aku juga lapar” jawab kyuhyun singkat.

“baiklah. Aku akan membelikan dua bungkus untuk kalian. ”

Baru saja dia akan pergi pelayan itu kembali berbalik.

“nanti aku akan mengetuk pintu lebih dulu. Jadi silahkan lanjutkan kegiatan kalian.”

Kegiatan?

Bola mata eunbi nyaris keluar dari tempatnya. Kalau saja membunuh itu tidak dosa maka eunbi sudah akan mencekik pegawai yang baru saja berlari menuruni tangga itu.

Dan sekarang tinggalah kecanggungan diantara mereka berdua. Eunbi pura-pura menyibukkan dirinya di depan komputer sedangkan kyuhyun sibuk mengotak-atik ponselnya. Padahal tidak ada pesan masuk ataupun panggilan. Pria itu sedang sibuk memainkan permainan di ponsel pintarnya. Ternyata sisi kekanakan kyuhyun belum benar-benar hilang.

Tiba-tiba eunbi teringat sesuatu.

“kyu? ”

” iya” jawab kyuhyun tanpa menatap eunbi.

“apa ayahku juga harus tanda tangan pada lembar persetujuan itu? ”

Karena terlalu senang eunbi bahkan melupakan satu fakta kalau ayahnya bisa saja menghalangi hal itu.

” iya”

“apa?! ”

” yak! Apa kau tidak bisa tidak berteriak. Kau membuatku gagal padahal tinggal sedikit lagi”

“jadi kita harus mendapatkan tanda tangan ayahku? ” tanya eunbi lagi

” kau tenang saja. Aku sudah mendapatkannya. Kau tenang saja”

“apa? Bagaimana bisa? ”

” yak! ” kali ini kyuhyun melempar ponselnya di sofa.

” apa kau harus selalu berteriak? Kau membuatku kalah lagi”

“kyu! ” protes eunbi.

Apa pria ini tidak bisa serius?  Batin eunbi

” apa lagi? ” tanya kyuhyun jengkel

” jadi ayah sudah setuju? ” tanya eunbi memastikan

” iya. Dan setelah makan siang aku akan memindahkan ibumu. Apa kau tidak percaya? Kau bisa ikut denganku jika kau mau”

“tidak. Aku hanya tidak yakin kalau ayah akan setuju begitu saja meskipun dia sudah berjanji” sudah terkalu sering ayahnya mengingkari semua janjinya jadi tentu eunbi tidak akan begitu saja percaya.

“apa hubungan kalian sangat buruk? ”

” kurasa itu sudah menjadi rahasia umum”

kyuhyun tidak pernah berfikir seburuk apa hubungan ayah dan anak itu. Tapi melihat keadaan sekarang membuat kyuhyun berfikir kalau itu adalah hubungan yang tidak akan mudah kembali kesemula. Lalu apakah kyuhyun bisa memperbaiki itu?

***

“apa?! ” yoona buru-buru menyusul langkah lebar tuan hwang yang masuk ke dalam kamar

” kau memindahkan ibu eunbi? ” tanyanya tidak sabar

” iya. Kyuhyun yang mengurusnya”

“tapi-tapi bagaimana bisa? ”

Tuan hwang berbalik dan menatap yoona yang tampak cemas di tempatnya.

” aku sudah berjanji pada eunbi jika dia menikah aku akan memberikannya hak atas ibunya”

“iya. Tapi-”

“apa yang kau khawatirkan? Bukankah kau senang jika aku tidak ada urusan lagi dengan wanita itu? ”

” iya. Tentu saja”

Baiklah. Bukankah ini bagus? Saat eunbi dan ibunya itu pergi? Setidaknya tidak akan dua nyonya di dalam rumah ini. Dan yoona dapat pastikan kalau hanya dirinya yang berhak atas ini semua.

—TBC—

Author’s Note : sorry baru bisa update hari ini. Gimana nih bab 8 nya? tuliskan pendapat kalian di kolom komentar ya 🙂 dan jangan lupa like jika kalian suka.

oh iya jangan lupa mampir ke akun wattpad author @Hanni_95 mampir ya hehehe

oke, see you di part selanjutnya ❤ ❤ 🙂 🙂

saranghae ❤

Not a Contract Marriage [Bab 7]

Berita yang selalu ditunggu tuan hwang akhirnya datang. Tidak penting kenapa eunbi tiba-tiba merubah pikirannya. Dia hanya perlu menyiapkan dan mempercepat pernikahan ini sebelum eunbi kembali berulah.

Semua rekan bisnisnya memberikan selamat, bahkan berita ini sudah menjadi trending topik yang selalu muncul di berita bisnis dan memenuhi halaman depan surat kabar.

Di balik pintu besar yoona semakin merapatkan telinganya pada daun pintu. Dia mendesis pelan karena tidak mendengar apapun.

“aku ingin setelah aku menikah biaya pengobatan eomma aku yang mengurusnya.”

Tuan hwang hanya tersenyum tipis. Bukannya dia tidak tahu kalau alasan putrinya itu menikah karena ingin bebas darinya. Tapi terserahlah! Tuan hwang tak peduli.

“kurasa itu juga yang appa inginkan” tambah eunbi

“baiklah. Tapi pastikan perusahaan kyuhyun selalu bekerjasama dengan kita”

Kali ini eunbi yang tersenyum mengejek. Apa dia memang sudah tak berharga untuk ayahnya itu? apa sekarang semua kekayaan itu lebih penting dari dirinya? Begitu cepat dia bilang iya untuk seorang putri yang terang-terang ingin membawa ibunya pergi dari sisi ayahnya. keluarga ini memang sudah berantakan. Tiga orang yang seharusnya berada dalam satu atap dan berbagi kebahagiaan harus saling menjauh dan menyakiti. Eunbi terlalu kebal untuk semua drama ini tapi diakui atau tidak hati kecilnya masih saja merasa sakit. Eunbi tidak ingin pergi seperti ini, dia masih ingin rumah ini kembali seperti dulu tapi dia sadar tidak ada harapan hal itu akan terjadi.

“aku pikir aku tidak punya pilihan lain selain menyetujinya”

Memangnya tawaran apa yang bisa eunbi ajukan? Dia bahkan tidak bisa sekedar bilang ‘urus saja masalah itu sendiri’ . Dari awal pernihakan ini memang hanya sebuah bisnis untuk ayah eunbi, sekarang yang perlu eunbi lakukan hanya memastikan kalau perjanjian itu memang berjalan sesuai keinginan ayahnya. Bahkan saat-saat eunbi akan meninggalkan rumah ini ayahnya masih saja memanfaatkannya dengan baik.

 

Ceklek

Pintu terbuka membuat yoona hampir saja terhuyung ke depan jika keseimbangannya tidak baik. Saat kepalanya terangkat dia bisa melihat tatapan tak bersahabat eunbi dengan sedikit seringan jahatnya.

“seharusnya tadi kau mengetuk pintu saja dan masuk dari pada menguping seperti pencuri ” sindir eunbi yang membuat muka yoona memerah entah karena malu atau karena marah. Tapi eunbi rasa itu karena keduanya.

Baru saja yoona akan membalas eunbi tapi dia kalah cepat dengan eunbi yang sudah melenggang pergi tanpa lupa menyenggol pundaknya cukup keras. apa karena eunbi akan segera pergi maka dia jadi lebih berani?

***

Seharusnya hari ini dan moment bahagia ini menelusup ke hati mereka dan menularkannya pada orang lain. Tapi ini hambar! Tidak ada perasaan aneh yang seharusnya kyuhyun dan eunbi rasakan hari ini. lantunan lagu pernikahan yang mengiringi tak semerdu biasanya, tepuk tangan yang saling bersahutan malah terdengar menyesakkan.

Ada perasaan sedikit lega dan kesedihan yang datang bersamaan. Kelegaan dan kesedihan yang berbeda tapi sama-sama kyuhyun dan eunbi rasakan. Perasaan yang tidak bisa mereka ungkapkan. Tarikan bibir yang mereka tunjukkan hanya sebuah keterpaksaan.

Para keluarga sedang melakukan foto bersama, tapi dimana keluarga kyuhyun? Eunbi baru sadar jika tadi yang datang hanya koleganya. Apa dia tidak punya orang tua atau setidaknya saudara? Beginilah jadinya jika eunbi menikahi dengan orang yang tidak dia kenal, eunbi bahkan tidak tahu siapa saja anggota keluarga kyuhyun yang eunbi tahu hanya young shik yang sudah meninggal.

Sudahlah! Eunbi tidak mau mengurusi hal tidak penting seperti itu.

Satu persatu semua tamu mulai pergi dan menyisahkan keluarga inti dari pengantin hari ini. Atau mungkin hanya keluarga eunbi saja. Dan jangan bayangkan suasana haru karena melepas eunbi pergi bersama kyuhyun. Tidak ada kalimat penuh kasih sayang yang eunbi terima. Bayangannya dulu tentang sebuah pernikahan berubah. Pernikahan yang menyatukan dua orang yang saling mencintai, pernikahan yang akan penuh dengan air mata kebahagiaan dan rasa haru orang tuanya. Nyatanya semuanya salah! Tidak ada yang benar satupun dari bayangan pernikahan yang dulu pernah ada dalam pikiran eunbi. Dua orang yang saling mencintai? Lupakan! Kalian tahu pasti bagaimana pernikahan ini terwujud, tanpa cinta tentunya bahkan tanpa mengenal satu sama lain.

Air mata bahagia? Sejak awal hanya ada perasaan hambar. Sebuah keterpaksaan dan saling memanfaatkan. lalu dimana eunbi harus mendapatkan air mata kebahagiaan itu?

Bahkan ayahnya tak akan mungkin menyampaikan betapa dia sangat menyayangi eunbi dan beratnya dia melepas satu-satunya putrinya.

ayahnya dan yoona sudah pergi lebih dulu dengan sopir keluarga. Dan meyisahkan eunbi bersama kyuhyun. Mulai hari ini dia akan mempunyai tempat pulang yang baru, melewati jalan yang tidak biasa dia lewati. Menuju rumah orang yang sekarang harus eunbi sebut suaminya.

Mobil hitam milik kyuhyun berhenti di depan mereka, tanpa banyak berkata kyuhyun langsung masuk menggambil dudu di kursi belakang. Sejenak eunbi hanya mendesis dan menyusul kyuhyun masuk ke dalam mobil. Dua orang asing akan sangat sulit melebur menjadi satu dalam waktu satu hari saja. Pertama kali eunbi bertemu dengan kyuhyun dan saat pria itu tiba-tiba datang melamarnya eunbi pikir kyuhyun bukanlah orang yang sedingin ini setidaknya dia akan memperlakukan eunbi dengan benar. Tapi lagi-lagi prediksinya salah! atau mungkin kyuhyun tidak berada dalam kondisi yang baik, dari raut wajah pria itu eunbi tahu ada sesuatu yang dia sembunyikan. Apa dia menyesal menikah dengan eunbi? lalu bagaimana dengan eunbi? gadis itu menolak pernikahan dari awal lalu kenapa sekarang dia diabaikan?

Tiga orang yang ada di dalam mobil itu hanya diam, sopir kyuhyun fokus menyetir dengan sesekali melihat eunbi dan kyuhyun dari kaca mobil. Bagaimana bisa pasangan pengantin baru saling diam seperti ini? Kyuhyun hanya sibuk menatap lurus jalanan dan eunbi yang sibuk memilin gaun penganntinnya.

Dari ekor mata eunbi dia melihat kyuhyun merogoh saku jasnya mengeluarkan benda pipih miliknya setelah terdengar dering ponsel.

“apa?! ” kyuhyun memekik membuat eunbi menoleh padanya tapi belum sempat dia bertanya mobil yang mereka tumpangi sudah memutar arah karena perintah kyuhyun. Ada kepanikan dan Kelegaan yang bercampur menjadi satu dalam raut muka kyuhyun. Pria itu seperti tidak sabar dengan laju mobil yang masih rata-rata, eunbi dapat melihat kyuhyun mengumpat tipis karena mobil berhenti sebentar karena lampu merah. Ada sejuta kebingungan yang ada di kepala eunbi yang tidak bisa dia katakan sekarang.

Rasa penasaran eunbi semakin bertumpuk sepuluh kali lipat saat mobil itu berhenti di depan sebuah rumah sakit. Kyuhyun segera melompat turun dan lagi-lagi meninggalkan eunbi.

Sialan!

Apa dia lupa kalau eunbi juga ikut bersamanya?! Eunbi ingin memaki tapi dia mengurungkan niatnya dan segera ikut berlari menyusul kyuhyun yang entah akan kemana.

Ekor gaun pengantinnya menyapu lantai rumah sakit yang kemudia buru-buru eunbi tarik sebisanya. Hetakan heelsnya mengundang tatapan aneh pada eunbi karena berlari di dalam rumah sakit dengan gaun pengantin. Tapi eunbi tidak punya waktu untuk sekedar balik menatap mereka dia hanya focus mengejar kyuhyun.

Apa gadis ini gila?!

Kurasa dia ditinggal pengantin prianya

Apa pengganti prianya mengalami kecelakan?

Kasihan sekali dia

Masa bodoh!

Eunbi menulikan telinganya dengan mempercepat langkah kakinya, tapi tetap saja dia tidak bisa mengimbangi langkah kyuhyun.

Eunbi berhenti dengan nafas yang masih tersengal-sengal. Sementara kyuhyun sudah masuk ke dalam ruangan.

Wanita dengan beberapa peralatan rumah sakit yang menancap di tubuhnya sedikit menoleh mendengar pintu kamarnya berdecit terbuka. Disana kyuhyun berdiri sebelum akhirnya perlahan mendekat setelah mengontrol emosinya. Pikirannya buntu. Dia pasti akan mendapat pertanyaan dari kakak iparnya itu, pertanyaan yang kyuhyun tidak tahu bagaimana harus menjawabnya.

“kyu” kata min soo – kakak ipar kyuhyun- lirih

“kakak sudah sadar? ”

” dimana suamiku? ”

Inilah pertanyaan yang kyuhyun duga.

” jawab aku! ” perintah min soo sedikit memaksa dengan kondisi yang masih lemah. Saat dia sadar dia tidak mendapti suaminya di sampingnya bahkan suster yang menanganinya tidak menjawabnya. Dia masih ingat bagaimana kecelakaan itu terjadi, dia masih ingat saat young shik memanggilnya sangat lirih dengan darah yang keluar dari kepalanya.

” kakak istirahat saja dulu. Kita bahas ini nanti” akhirnya kyuhyun memilih menghindar. Dia berpaling dan hendak pergi tapi suara kesedihan itu menahannya.

“apa dia meninggal? ” sekuat tenaga min soo mengeluarkan pertanyaan itu, pertanyaan yang bahkan di tolak hati dan pikirannya. Dia masih ingat betapa dahsyatnya kecelakaan itu semuanya terasa mungkin jika mereka tidak selamat. Tapi kenapa dia terbangun di ranjang rumah sakit seorang diri? dimana suaminya? Young shik yang dia kenal tidak akan mungkin meninggalkannya sendiri apalagi dalam kondisi seperti ini. Dia tahu betul bagaimana pria itu sangat mencintainya, bagi young shik min soo lah orang yang paling dia kasihi jadi tidak mungkin pria itu pergi secepat ini dan meninggalkannya.

Seperti ada ribuan duri yang menghambat pita suara kyuhyun.

“kak” kyuhyun berbalik dan saat itu dia menyadari kalau kakak iparnya sudah menangis, min soo terduduk di ranjang rumah sakit dan menatap kyuhyun memohon. Kyuhyun tidak tega. Air matanya menggenang di pelupuk matanya tapi kyuhyun tidak ingin menangis.

“kak-”

“kumohon. Apa dia sudah pergi? ”

Dan kali ini air mata kyuhyun tumpah meskipun dia buru-buru mengusapnya. kyuhyun mengangguk menjawab min soo lewat gerakan tubuhnya seolah dia tidak bisa hanya sekedar mengatakan ‘iya’

” kau bohongkan? ”

Ada kesedihan melebihi yang kyuhyun bayangkan dari setiap kata itu. Dia mendekat ke arah ranjang dan memeluk kakanya.

” maafkan aku. Maafkan aku”

“kau bohong kyu! Dia tidak mungkin meninggalkan aku! ” Min soo memberobtak dalam pelukan kyuhyun dengan tangis yang semakin pecah. Meskipun ini adalah salah hal yang min soo duga tapi sejujurnya hati dan otaknya masih tidak bisa menerima hal ini. Dia masih bersama suaminya sebelum dia kehilangan kesadaran tapi kenapa hal ini bisa terjadi? kenapa saat dia tersadar dan membuka mata young shik tidak ada. Pria itu selalu berjanji padanya untuk tidak meninggalkan min soo tapi apa ini?

 

” dia tidak mungkin pergi!”

“kyu! Bawa aku padanya! ”

” bilang padanya dia tidak perlu melakukan sebuah drama lagi! ”

” hiks.. Hiks… Kau bohong kyu! ”

” young shik tidak mungkin meninggalkanku”

Dan kyuhyun hanya diam tidak bisa menjawab. jawaban apa yang harus kyuhyun berikan? Bahkan dirinya saja masih terlalu sulit untuk menerima kepergian young shik.

“kau bohong! ”

Sekali hentakan min soo menarik infus yang menancap di pergelangan tangan kanannya, melepaskan pelukan kyuhyun tapi saat dia akan turun dari ranjang rumah sakit dan berdiri min soo terjatuh membuat kyuhyun memekik.

” kakak! ”

” tidak. Aku ingin bertemu dengan young shik” tangan kyuhyun ditepis.

“kak. Kumohon. hyung sudah pergi.”

“tidak.kau bohong! ”

” kak-”

“tidak kyu. Kau tidak boleh mengatakan itu! Dia tidak mungkin meninggalkanku”

Kyuhyun terduduk di lantai di samping min soo yang sudah meringkuk bersama tangisnya.

Disisi lain eunbi yang tadi sempat memaki kyuhyun karena meninggalkannya hanya berdiri di ambang pintu yang sedikit terbuka. Entah sejak kapan dia ikut menangis dan memekik saat orang yang kyuhyun panggil kakak ipar itu terjatuh. Dia pikir kyuhyun menemui kekasihnya tapi dia salah dia istri dari mendiang kakak kyuhyun.

Eunbi tidak tahu rasa sakit seperti apa itu, tapi melihat kakak adik yang sekarang saling berpelukan di lantai rumah sakit yang dingin membuat hatinya juga ikut tersayat. Dia tidak tahu kalau kyuhyun juga punya kesedihan seperti itu. Pria yang eunbi kira hanya seorang pria egois ternyata mempunyai emosi seperti itu. apakah ini jawaban dari raut wajah sedih yang kyuhyun tampilkan di altar tadi? apakah karena dia harus kehilangan kakak yang sangat dia cintai?

***

Setelah kakaknya tenang kyuhyun memutuskan untuk pergi. Matanya menangkap gadis yang terduduk di bangku depan ruang rawat kakaknya sambil meluruskan kakinya sambil sedikit memijatnya. Gaun pengantin masih melekat di tubuhnya.

Pandangan mereka bertemu dan kyuhyun yang pertama memutus kontak mata itu.

“aku akan menemui dokter dulu”

Lagi-lagi kyuhyun langsung melengang pergi tanpa menunggu persetujuan eunbi.

“kyu” panggilan itu membuat kyuhyun berhenti dan dia mendengar suara kaki yang mendekat padanya.

“apa aku boleh ikut? ” eunbi bertanya setelah berdiri di samping kyuhyun. Dia dengan sabar menanti jawaban kyuhyun, tapi sepertinya kyuhyun menolaknya.

” baiklah. Aku akan menunggu di bangku itu saja” eunbi berbalik tapi tangannya ditahan kyuhyun.

“ikutlah”

****

Sejak mereka keluar dari ruangan dokter sampai mereka berada di dalam mobil kyuhyun masih diam.

Eunbi tahu penjelasan dokter tadi membuat kyuhyun frustasi. Min soo mengalami kelumpuhan. Semua kenyataan menyedihkan tentang kehidupan kyuhyun sedikit merubah pandangan eunbi pada pria yang sekarang berstatus sebagai suaminya itu. Eunbi tahu jika ini adalah beban terberat yang harus kyuhyun tanggung. Helaan nafas yang dari tadi keluar dari mulutnya pertanda jika kyuhyun sedang mati-matian menerima kenyataan ini.

“pak. Bisakah kau berhenti sebentar? ” itu perintah eunbi. Dan setelah itu mobil menepi di pinggir jalan yang sepi.

” bisakah kau tinggalkan kami sebentar? ”

” kau mau apa? ” tanya kyuhyun setelah sopir itu keluar. Kyuhyun bahkan tidak menatap eunbi saat pria itu bertanya, jalanan yang sepi masih menjadi fokus utamanya.

” kenapa menahan kesedihan seperti itu? Jika aku sedang sedih aku akan menangis sebisa yang aku lakukan. Kau hanya akan menyesakkan dirimu sendiri jika seperti itu”

Kyuhyun masih bergeming. Tahu apa tentang kesedihannya gadis ini? Batinnya

“kau terlalu berusaha keras untuk menahan air matamu di rumah sakit.”

Kali ini gerakan eunbi yang mengenggam tangannya membuat kyuhyun menoleh pada gadis itu.

“sekarang tidak ada orang yang harus kau kuatkan. Menangislah jika kau ingin. ”

” aku tidak tahu seburuk apa rasa sedihmu tapi kyu biarkan dirimu mengutarakan satu kali saja kesedihan itu”

Padangan mereka bertemu, dan mata indah eunbi terkunci pada mata kyuhyun. kali ini kyuhyun tidak ingin memutus kontak mata itu.

“saat aku sedang sedih aku akan mencari seseorang untuk aku genggam tangannya. Itu akan mengurangi sedikit bebanku”

“kau tidak tahu betapa sakitnya ini. ” akhirnya kyuhyun berucap dan eunbi siap mendengarkan semua keluh kesah prianya itu. Untuk pertama kalinya kyuhyun mengutarakan kesedihan yang sudah lama dia tahan sendiri.

” aku terlalu sering memberontak padanya, bahkan aku belum sempat mengatakan padanya jika aku sangat menyayanginya. Jika aku tahu dia akan pergi secepat ini aku tidak akan memberontak padanya. Jika saja-” kalimat kyuhyun tercekat karena air matanya yang tumpah.

“jika-jika-dia pergi secepat ini–” kyuhyun tidak bisa melanjutkan kalimatnya karena tangisannya. air matanya benar-benar tumpah dan kali ini dia tidak ingin menghapusnya.

Tubuhnya di tarik dalam pelupakan hangat, tepukan ringan di bahunya membuat dia semakin menangis. Akhirnya dia punya tempat untuk menangis. Tempat yang selama ini hanya untuk ibunya dan young shik.

“aku hanya ingin minta maaf padanya”

“aku salah”

“aku bahkan tidak mau menuruti semua perintahnya”

“hanya dia yang menjagaku setelah kepergian appa dan eomma”

“dia banyak menderita karena aku”

Eunbi semakin mengeratkan pelukannya pada kyuhyun. Sementara pria itu sudah menangis.

Dua orang asing yang harus terjebak dalam sebuah ikatan pernikahan itu nyatanya bisa saling menguatkan satu sama lain. Pertama kalinya kyuhyun menangis dalam pelukan orang asing. Tapi eunbi mempu membuat dia merasa nyaman. Gadis itu sudah paham betapa sakitnya saat kita tidak punya tempat untuk berbagi. Kesedihan dan masalah mereka berbeda tapi sepertinya hal itu juga yang akan menyatukan mereka.

 

==============TBC===========

author’s note : oke part 7 nya uda up nih 🙂 lebih panjang dari part sebelumnya kan..

dan buat kalian yang uda baca story ini jangan lupa komen dan like  ya, semakin banyak komen dan like semakin cepet publish nya 🙂

semoga enggak tambah bosen sama cerita ini ya 🙂

oke see you di part selanjutnya 🙂

jangan lupa mampir ke wattpad author @hanni_95 ❤ ❤

Not a Contract Marriage [Bab 6]

Eunbi menyesal pulang lebih awal membuat dia terjebak di meja makan bersama dua orang yang eunbi hindari.

“datanglah besok. Aku sudah membuat janji dengan cho kyuhyun, adik cho young shik”

lagi-lagi pembahasan yang sama. kenapa eunbi selalu diributkan dengan pria bermarga cho itu? apa eunbi tidak bisa sedikit saja menentukan hidupnya? termasuk menikah? haruskah ayahnya juga yang memilih siapa yang harus menikahi eunbi?

“cho kyuhyun?” Eunbi tentu masih ingat dengan nama itu, nama orang yang baru tadi pagi membuat dia hampir kena serangan jantung. Tapi eunbi masih tidak paham dengan semua pria-pria yang merecokinya ini. ayahnya? lalu pria bernama young shik? dan kyuhyun? kenapa mereka membuat eunbi seperti sedang terjebak. awalnya young shik yang mengatur pertemuan dengan ayahnya sekarang cho kyuhyun itu.

“dia adalah adik young shik. Kali ini dia sendiri yang membuat janji karena young shik baru meninggal kemarin”

satu lagi hal yang membuat eunbi semakin bingung. young shik meninggal? kapan?

baiklah hwang eunbi itu tidak penting! meskipun dia hidup atau meninggal kau tidak akan setuju dengan perjodohan bodoh ini kan?

“aku tidak mau” tolak eunbi lantang

“kau harus datang. Dia adalah calon pewaris tunggal perusahaan keluarganya sekarang. Akan sangat bagus jika kau menikah dengannya”

Eunbi membanting sendoknya membuat suara nyaring.

“untukku atau untukmu? ”

” aku bukan barang yang bisa di beli begitu saja! ”

” kau! ” tuan hwang menggeram

” aku tidak akan menikah hanya karena uang atau perusahan. Apa ayah tidak bisa mengerti? Aku dan wanita itu berbeda” tunjuk eunbi pada yoona yang dari tadi hanya menjadi penonton. meskipun dia hanya menunjuk lewat tatapan matanya tapi yoona tidak bodoh sampai tidak menyadari maksud eunbi.

“kau! ” kali ini yoona yang berteriak. Kenapa dia selalu disangkut pautkan dengan pertengakaran ini. Biar yoona akui kalau dia orang ketiga di keluarga inu tapi apakah semua ini salahnya sepenuhnya? Ayah eunbi juga salah karena membawanya menjadi orang ketiga. Ya, itu adalah salah satu fakta yang membuat eunbi tersenyum kecut.

Eunbi berdiri sebelum mendengar teriakan yang lain, dia malas berdebat. cukup hari ini, dia sudah terlalu lelah dengan drama pria-pria yang seolah mengatur hidupnya itu. ayahnya yang mati-matian memaksa eunbi untuk menyetujui perjodohan itu dan kyuhyun yang dengan gilanya melamarnya.

“aku tidak akan setuju dengan perjodohan itu!”

**

Siang ini kyuhyun datang lagi ke coffe shop milik eunbi. Dia tidak yakin kalau gadis itu akan datang untuk makan malam bersama ayahnya nanti malam. Sudah menjadi rahasia umum jika kedua orang itu memiliki hubungan yang buruk.  Dan melihat gadis itu bereaksi kemarin kyuhyun 100% yakin kalau eunbi akan melakukan segala cara untuk menghindar dari perjodohan ini.

Segelas americano menjadi teman kyuhyun menunggu eunbi datang. Gadis itu selalu datang di jam makan siang, ya itu adalah salah satu informasi yang kyuhyun dapat dari young shik dulu. Ada untungnya juga young shik selalu menceritakan tentang eunbi dulu, setidaknya kyuhyun tidak perlu membayar mata-mata untuk mengawasi eunbi karena kakanya sudah melakukan hal itu lebih awal.

Gerakan kaki di bawah meja dengan mata yang terus memindai jarum jam yang melingkar di tangannya pertanda kalau kyuhyun sudah mulai bosan. Dia benci menunggu.

Suara pintu terbuka membuat kyuhyun menoleh dan langsung berdiri seolah menyambut gadis yang mengurungkan langkah kakinya dan menatapanya aneh. Kyuhyun dapat melihat bola mata eunbi berotasi yang disusul decakan kesal dari mulut gadis itu.

“aku sudah menunggumu lama”

“aku tidak menyuruhmu” potong eunbi.

“ck! Tidak bisakah kau memikirkan tentang tawaranku kemarin? ”

Kyuhyun sudah gila! Sejak kapan dia menjadi pengemis cinta seperti ini? Biar kyuhyun koreksi, dia tidak mengemis cinta!

” tawaran yang mana? Menikah denganmu? ”

Sial! Eunbi memang pintar membuat kyuhyun sekarang menjadi pusat perhatian seluruh pengunjung cafe. Bisa kyuhyun tebak jika mereka pasti sedang berfikir kalau kyuhyun ditolak.

“pergilah aku tidak tertarik”  tambah eunbi.

Ternyata eunbi adalah gadis yang susah untuk diajak berkompromi. Dia terlalu keras. Kalau saja dia tidak butuh gadis ini sudah pasti kyuhyun akan pergi dari tempat ini sebelum di usir. Tidak perlu mendengar untuk kedua kalinya pengusiran itu.

Eunbi berlalu begitu saja meninggalkan kyuhyun yang masih ditatap aneh oleh pengunjung cafe.

Sialan!

Jika kyuhyun mengikuti eunbi masuk ke ruangan pasti semua orang berfikir kalau kyuhyun benar-benar mengemis cinta pada eunbi. Baiklah biar kyuhyun lepaskan gadis itu kali ini saja.

***

Eunbi menengadahkan kepalanya menatap langit-langit ruangannya. Kursi yang dia duduki sedikit dia gerakan ke kanan dan ke kiri. Otaknya berputar memikirkan sesuatu.

Dering ponsel yang sudah terhitung kesepuluh kalinya terus berbunyi. Tanpa melihat eunbi sudah tahu siapa yang menghubunginya. Kali ini terdengar suara pesan masuk. Tapi eunbi masih tidak berniat untuk melihat ponsel yang tergeletak di atas mejanya.

Brak!

Pintu terbuka begitu keras sampai eunbi hampir meloncat dari tempat duduknya.

“apa kau tidak punya tangan sampai kau tidak bisa mengangkat teleponku! ”

Eunbi mendesih menatap malas ayahnya yang masuk tanpa permisi dan teriak-teriak.

” jawab aku! Apa kau tuli?! ”

” apa yang harus aku jawab? Mengangkat teleponmu? ” eunbi balik bertanya.

” aku tidak akan datang! ” lanjutnya dengan penekanan di setiap katanya.

” kau! ” tangan tuan hwang mengepal di udara.

” semakin hari kau semakin kurang ajar saja”

“ku tunggu kau nanti malam atau aku akan benar-benar menarik semua biaya rumah sakit ibumu”

“ayah! ”

” keputusan ada padamu”

Eunbi menghela nafasnya dan tersenyum mengejek pada pintu yang baru saja tertutup. Sudah eunbi bilang jika ayahnya selalu tahu bagaimana memaksa eunbi untuk melakukan segala hal. Apa tidak ada cara untuk keluar dari masalah ini?! Teriak eunbi pada dirinya sendiri. Kenapa dia selalu jadi orang yang tak berdaya.

***

Kyuhyun menyeringai melihat gadis yang menggeraskan rahangnya duduk di depannya. Tentu saja dia senang karena tuan hwang mau membantu menyeret anaknya datang kesini. Kalau seperti ini kyuhyun terdengar seperti psikopat gila yang menghalalkan segala cara untuk mewujudkan keinginannya.

“aku hanya ingin bicara berdua saja dengan kyuhyun”

Eunbi yang tadi diam tiba-tiba berucap membuat dua orang pria yang duduk bersamanya sama-sama mengerutkan keningnya.

“berikan kami waktu” pinta eunbi pada ayahnya yang segera keluar dari ruangan yang mereka sewa secara khusus.

Lamat-lamat kyuhyun menatap eunbi mencari pencerahan dari wajah gadis yang sekarang terlihat dingin itu. Tadi siang dia baru menolak kyuhyun dan sekarang dia ingin berbicara berdua?

“jadi ada apa? ” kyuhyun mengutarakan kebingungannya.

” aku tidak ingin bertele-tele jadi biar aku langsung ke inti”

“aku tahu kau punya maksud atas pernikahan ini, mendapatkan tahtamu”

Eunbi tersenyum mengejek. Gila! Dia seperti dimanfaatkan saja. Pria memang tidak pernah tulus mencintai wanita, ya seperti ayahnya.

kyuhyun tidak tahu bagaimana eunbi tahu tentang masalah warisan dan wasiat itu. Tapi kyuhyun tidak mau ambil pusing, hampir semua koleganya tahu tetang wasiat konyol ayahnya itu.

“jadi biarkan pernikahan ini juga menguntungkan untukku. Aku akan setuju menikah denganmu asalkan kau mengambil alih pengobatan ibuku” lanjut eunbi serius.

“hanya itu? ”

Eunbi mengangguk. Tidak penting dengan harta kyuhyun atau yang lain yang terpenting saat ini adalah dia bebas dari ayahnya. Setelah dipikir-pikir tawaran kyuhyun tidak buruk, setidaknya eunbi tidak akan berada di rumah yang seperti neraka itu. Meskipun eunbi masih bimbang dengan keputusannya, keluar dari mulut singa tidak menjamin eunbi untuk tidak masuk ke dalam mulut buaya.

Kyuhyun mencondongkan duduknya dengan menaruh kedua tangannya di meja.

“biar kujelaskan satu hal. Aku tidak menikahimu untuk sebuah pernikahan kontrak yang nanti aku akan menceraikanmu dalam kurun waktu tertentu. Baiklah, mungkin jika kita memang tidak cocok kita akan berpisah tapi aku ingin kau menjadi istriku sepenuhnya. Di rumahku maupun di depan kolegaku. Kau baru mengajukan padaku sebuah syarat? ”

Kali ini kyuhyun yang mendesis. Apa wajahnya tidak tampak serius saat meminta gadis itu untuk menikah dengannya? Apa wajahnya sebrengsek itu sampai mengajukan pernikahan kontrak yang kyuhyun tidak tahu apa keuntungan baginya?

” membiayai ibumu? Aku tidak akan keberatan dengan itu. Bahkan aku juga akan senang membantu ibu mertuaku”

Glek

Eunbi kesusahan menelan ludahnya.

Apa kyuhyun bilang ini bukan pernikahan kontrak?

Untuk keseribu kalinya eunbi yakin kalau kyuhyun memang gila!  Tapi kenapa kata-kata kyuhyun tadi sedikit menghangatkan lubuk hatinya. Eunbi tidak memungkiri kalau hanya ada ketulusan dari manik mata kecoklatan yang sekarang menatapnya lurus menembus manik mata miliknya.

tapi getaran apa ini?

Eunbi berdehem menetralkan tenggorokannya yang terasa sangat kering. Seharusnya eunbi yang membuat kyuhyun tidak nyaman bukan pria itu.

“kau mendapatkan keuntungan aku pun juga. Kurasa itu adil. ” kata eunbi, tidak ingin terpengaruh dengan kata-kata kyuhyun yang bilang ini bukanlah pernikahan kontrak yang selama ini dia pikirkan. Pantas saja bukan kalau eunbi berfikir seperti itu, jika faktanya pernihakan ini adalah salah satu syarat agar kyuhyun tetap mendapatkan harta warisannya.

” kalau begitu urus saja pernikahan ini bersama ayahku” lanjut eunbi

Setelah itu eunbi langsung pergi tanpa menunggu kyuhyun untuk menjawab. Sialan dia gugup!  Bahkan tadi dia sampai membentur meja saat dia berdiri. Oksigen yang dia hirup seperti semakin menipis.

Kyuhyun rupanya sudah gila. Sejak kaoan dia jadi dewasa seperti ini? Dia bahkan tidak sadar mengatakan dengan begitu mantap tentang pernikahan yang akan mereka jalani. Bukan pernikahan kontrak? Gila! Padahal kyuhyun tidak yakin bisa menerima gadis itu di rumahnya. sepertinya kyuhyun yang kekanakan telah berubah!

**

Pikiran eunbi masih dipenuhi dengan perkataan kyuhyun tadi. Bukan pernikahan kontrak?!

Ini bukan pernihakan……

Apa dia gila?!

Eunbi menendang selimutnya dan duduk tegap.

“jadi dia ingin aku menjadi istrinya seutuhnya? Astaga kurasa aku harus masuk kedalam neraka lagi”

Bagaimana ini masuk akal?!  Jika kyuhyun mengatakan ini bukan pernikahan kontrak maka eunbi harus menjadi istrinya seutuhnya bukan? Pria itu bisa saja menyentuhnya atau bahkan menidurinya lalu eunbi harus melayani semua kebutuhan kyuhyun, sarapan kyuhyun, pakaian pria itu. Tidak.Tidak. Ini gila!

Eunbi bahkan tidak tahu seperti apa pria yang melamarnya itu.

“ya tuhan. Aku terlanjur menyetujui pria gila itu”

Dalam satu gerakan eunbi menelusupkan kepalanya ke dalam selimut. Apa memang dia ditakdirkan seperti ini? Dia memang tidak lagi percaya cinta, tapi menikah dengan orang yang tidak eunbi kenal? Apa yang lebih buruk dari ini?

—TBC—

AUTHOR’S NOTE: yey author langsung update dua part sekaligus loh hehehe

Dan author ingetin lagi buat kalian yang uda baca cerita ini jangan lupa komen dan like ya 🙂  kalo banyak yang komen dan like aku akan cepetin updatenya.

oke, see you di part selanjutnya. tungguin ya… 🙂

Not a Contract Marrige [Bab 5]

Suara dentingan peralatan masak di luar membuat kyuhyun terbangun. Pria itu merenggangkan punggung dan tangannya yang teras pegal. Rupanya tadi malam dia menangis sampai tertidur di ruang kerja young shik.

Tangannya mengusap wajah dengan kasar, mencoba melupakan semuanya. Tapi bayang-bayang penyesalan itu tidak bisa hilang, selalu berputar otomatis di kepalanya membuat frustasi. Tiba-tiba ada yang menarik perhatiannya. Sebuah foto. Foto yang selalu young shik bilang dengan ‘gadis cantik’.

“kau benar hyung dia memang cantik. Aku berbohong padamu waktu itu” akunya pada diri sendiri

“apa kau benar-benar ingin dia menjadi adikmu? ” kyuhyun bertanya seolah dihadapannya ada young shik yang siap menjawab. Menerawang jauh kira-kira jawaban apa yang akan kakaknya itu berikan.

Kyuhyun berjalan gontai ke kamarnya, kepanya sedikit pening. Tapi tidak ada waktu istirahat apalagi bersantai untuk saat ini baginya.

” tuan sarapannya” itu suara ahn ahjumma. Pembantu di rumah ini. Kyuhyun tidak ingin menyahut. Apa dia masih bisa makan di saat seperti ini? kyuhyun terus melenggang pergi masuk ke dalam kamarnya.

Setelan jas dengan kemeja putih menggantung indah di tubuhnya. Dari dulu dia tidak pernah suka memakai setelan seperti ini tapi sepertinya kyuhyun harus mulai membiasakannya mulai sekarang. Ada sedikit rasa ngilu di hatinya saat dia kembali teringat young shik. kakak yang sering menggoda kyuhyun hanya karena memakai setelan seperti ini.

“kau benar. Aku memang tampan saat mengenakan setelan seperti ini” puji kyuhyun pada dirinya sendiri. Bukan apa-apa, young shik selalu mengatakan itu saat kyuhyun bersedia memakai pakaian yang setengah formal seperti ini. Terlalu banyak hal yang harus kyuhyun akui rupanya, saat young shik masih ada kyuhyun selalu menganggap semua itu adalah hal kecil yang tidak penting, tapi sekarang dia sadar kalau semua hal itu menjadi sesuatu yang sangat berharga saat orang yang dia kasihi itu pergi.

***

Pengacara keluarga cho sudah duduk di ruang tamu saat kyuhyun keluar dari kamarnya.

“selamat pagi tuan cho”

Kyuhyun mengambil duduk di sofa depan pengacara yang sudah mengabdi pada keluarga ini sejak kakek kyuhyun masih hidup. Saat seorang anggota keluarga meninggal maka akan ada pembacaan wasiat, seperti sekarang. Sebenarnya kyuhyun sama sekali tidak tertarik dengan hal seperti ini, baginya wasiat itu adalah sebuah beban sekaligus amanah yang harus dia laksanakan mau tidak mau.

“silahkan” kata kyuhyun mempersilahkan pria seumuran mendiang ayahnya itu membacakan sebuah kertas yang dari tadi dipangkunya.

“kau tahu tentang wasiat almarhum ayahmu tentang memimpin perusahaan? ”

Kyuhyun mengangguk. Dia sudah sering medengar itu dari young shik. Tentang peraturan menikah sebelum memimpin perusahaan.

“waktu yang diberikan padamu satu bulan untuk mencari pendamping. Jika kau tidak menikah dalam waktu satu bulan itu  maka kau tidak berhak untuk harta warisan, semuanya akan diberikan pada yayasan”

secepat inikah?

 

pertanyaan itu masih terus menggaung di otaknya. Baru kemarin dia mengantar young shik beristirahat, sekarang dia harus dihadapkan pada masalah baru. Rasa sedihnya masih terlalu dalam untuk memikirkan hal itu, tapi peraturan tetap peraturan. kyuhyun harus patuh meskipun dia ingin mengutuk ayahnya karena wasiat gila seperti itu.

 

Dalam satu hari kyuhyun dituntut untuk berfikir dewasa, seorang pria yang kemarin sore masih mengunjungi klub malam untuk bersenang-senang sekarang harus dihadapkan pada kondisi ‘gadis mana yang akan kau nikahi? kapan kau akan menikah? ‘

 

“tenang saja. Aku akan menemuinya sekarang”

 

pengacara itu sedikit tercengang karena kyuhyun secepat itu menjawabnya. semua orang tahu jika kyuhyun bukanlah orang yang merencakan masa depan sedini ini apalagi menikah.

“aku akan menghubungimu lagi saat tanggal pernikahan ditetapkan” lanjut kyuhyun yang hanya bisa dibalas anggukan dari pengacara keluarganya itu.

perasaan dan pikiran kyuhyun saat ini sedang bercabang kemana-mana. Dia bahkan tidak tahu apa yang dia lakukan. menikah? baiklah itu untuk wasiat keluarga. Tapi gadis pilihannya?

***

Mobil kyuhyun berhenti di depan sebuah coffe shop. Berkat biodata yang young shik berikan padanya waktu itu, dia bisa menemukan tempat ini. Sebuah bangunan berukuran sedang di tengah-tengah kota yang tidak pernah tampak sepi. kyuhyun memantapkan hatinya sebelum keluar dari mobil dan masuk kedalam coffee shop.

“selamat datang tuan. Anda ingin memesan apa? ” suara ramah pegawai coffe menyambangi telinganya tapi mata kyuhyun mengedar mencari seseorang.

” dimana bosmu? ”

” apa? ”

” hwang eunbi. Dia bosmu kan? ”

Pegawai itu sedikit berfikir kemudian matanya menatap gadis yang baru saja masuk menggeser pintu kaca di depan.

” kau hwang eunbi? ”

Tanya kyuhyun setelah mengikuti arah pandang pelayan cafe itu. Menurut ingatannya gadis yang baru saja masuk itu sama dengan foto yang diberikan young shik beberapa hari lalu. Hanya mungkin ada sedikit perbedaan di rambutya, tapi mata,hidung dan bibir gadis itu sama.

Eunbi diam. tidak menjawab. Apa pria yang menghalangi jalannya ini baru saja menebak namanya? atau apakah pria di depannya ini seorang penjahat yang mengincarnya? Demi kawat gigi yoona eunbi tidak mengenal pria ini!

“aku cho kyuhyun. Kita harus bicara”

Sangat dingin dan to the point. Kyuhyun berkata seolah mereka sudah mengenal sejak dulu. Pria itu hanya ingin ini semua cepat selesai. tapi Eunbi? gadis itu bahkan tidak tahu apakah ini realty show di televise atau memang pria itu mengenalnya.

mata eunbi tampak menyipit.

“tapi aku tidak ingin bicara denganmu” setelah itu dia segera berlalu naik ke lantai dua menuju ruangannya. Meskipun dia seorang presiden eunbi tidak ingin berbicara sekarang. Moodnya masih terlalu buruk untuk beramah tamah , apalagi dengan orang yang tidak dia kenal.

Kyuhyun tersenyum mengejek dirinya sendiri. Ternyata bukan hanya dirinya saja yang menolak perjodohan ini, gadis tadi sepertinya juga tidak setuju. Lihat cara seorang hwang eunbi tadi menatapnya tidak suka, meskipun kyuhyun ragu kalau eunbi tahu tentangnya. Tapi kyuhyun sudah memutuskan. Dia akan menikahi gadis itu. Apapun caranya!.

Bukankah ini lucu? Dalam waktu yang sangat singkat kyuhyun merubah semua kehidupannya, termasuk percintaannya. Mendengar nama ‘eunbi’ keluar berulang kali dari mulut young shik membuat dia sedikit naik darah tapi sekarang? Dengan sadar kyuhyun datang ketempat ini sendiri. Jika kalian ingin tertawa kyuhyun akan terima. Karena sejujurnya kyuhyun juga mengejek dirinya sendiri dalam hati.

***

Eunbi berdecak menatap pria yang langsung duduk di kursi depannya setelah masuk ruangannya tanpa mengetuk pintu. Apa dia sudah gila? Mereka jelas tidak saling mengenal?

“apa maumu? ” tanya eunbi sarkartis.

” menikahlah denganku”

Habis sudah kata-kata eunbi. Dia diam mencerna apa yang dia dengar dan memasukkannya ke otak.

Oke. Pria ini memang gila!

“kau gila?! Kita tidak saling mengenal”

“aku sudah memperkenalkan diri tadi. Namaku cho kyuhyun. Aku tahu, kau tahu siapa aku” sedikit menyombongkan diri. Menurut hasil observasinya hanya segelintir orang saja yang tidak tahu siapa dia di negara ini. Apakah eunbi juga segelintir orang itu? Kyuhyun rasa tidak.

“tapi aku memang tidak mengenalmu. Jadi pergi dan jangan ganggu aku”

Ternyata eunbi masuk dalam segelintir orang itu.

“kau tahukan pria bernama cho young shik. Kurasa kau pernah bertemu dengannya sebelumnya” Baiklah biar kyuhyun memberi wanita yang sudah melukai harga diri kyuhyun ini sedikit clue.

Cho young shik? Nama itu tidak asing. Akhir-akhir ini sepertinya eunbi sering mendengar nama itu. Dan ingatan eunbi terbuka. Cho young shik pria yang ingin ayahnya jodohkan dengannya?

mata eunbi menyipit seperti mengatakan ‘apa yang ingin kau bicarakan’. Apa ini adalah salah satu cara ayahnya untuk membawa eunbi pada pria bernama young shik? Demi Tuhan permainan apa ini?

“dari ekspresimu kusimpulkan jika kau tahu pria itu”

“dia kakaku. Kakak yang sialnya memilihmu menjadi pendampingku”

Eunbi hanya bisa menatap kyuhyun bodoh dengan kerutan dikening yang semakin bertambah. Apa ini sebuah lelucon yang pria itu ceritakan padanya? Bahkan akal sehat eunbi tidak bisa mencerna dengan baik. Butuh waktu satu menit untuk eunbi mengerti dan akhirnya mengumpat. Ya ampun drama apa ini? Jadi maksudnya bukan pria yang dia temui tempo hari yang ingin dijodohkan dengannya? Cho young shik, cho kyuhyun mereka mempunyai marga yang sama, jadi mereka bersaudara? jadi selama ini eunbi salah paham? Tapi apa maksud pria yang mengaku bernama kyuhyun itu tiba-tiba memintanya menikah dengannya? meskipun kyuhyun lebih muda dan lebih tampan dari pria yang dia temui tempo hari tapi tetap saja pria ini gila! melamarnya di saat mereka baru pertama kali bertemu?

“aku tidak tertarik dengan tawaranmu” tolak eunbi keras kepala.

“bukankah kita sudah dijodohkan? Jadi kita harus menikah” kata kyuhyun tidak kalah keras kepala.

Apa pria ini masih waras? Batin eunbi.

Dia terlalu bodoh atau terlalu munafik? Setuju untuk menikah hanya karena mereka sudah dijodohkan?. Dan lagi, mana ada pria secepat itu memutuskan menikahi seorang gadis yang bahkan dia tidak tahu bagaimana sifatnya. Ingin seperti apa pernikahannya nanti? Segila apapun Eunbi dia tidak akan menyetujui kyuhyun. Tidak!

“tapi aku menolak perjodohan itu” kata eunbi tegas membuat rahang kyuhun mengeras. Pria itu jelas tidak suka penolakan. Apalagi sampai melukai harga dirinya seperti ini. Setengah mati kyuhyun sudah menahan diri untuk segera pergi saat dia menolaknya di bawah tadi. Tapi ternyata gadis ini jauh lebih keras kepala darinya. selama ini kyuhyun berfikir semua gadis akan langsung bilang iya saat kyuhyun bilang ‘menikahlah denganku’.Meskipun sebenarnya kalimat itu juga sangat sulit keluar dari mulutnya.

“jadi pergi dari ruanganku sebelum pegawaiku menarikmu keluar dari sini” lanjut eunbi sedikit mengancam. sekeras apapun eunbi mencoba memikirkan alasan pria itu memintanya untuk menikah dengannya eunbi masih tidak bisa berfikir yang lain selain kyuhyun memang benar-benar gila!

“kau tidak bisa mengusir atau menolakku”

Mata eunbi berotasi.

“kenapa tidak? Pertama ini tempat kerjaku dan kau sudah menggangguku. kedua kita tidak saling mengenal untuk berjalan bersama di altar. ketiga aku menolak perjodohan ini. Jadi pergi dari sini sekarang! ”

” aku-”

“keluarkan orang ini dari ruanganku! ” kata eunbi lewat sambungan telepon yang tersambung pada pegawainya di bawah di luar. Kyuhyun tidak jadi melanjutkan kalimatnya dan berdecak.

” kau keras kepala juga ya rupanya.”

“aku kan kembali lagi lain waktu” tambahnya.

Kyuhyun pergi setelah mengibaskan sedikit jasnya. Mungkin dia takut kalau debu-debu tak kasat mata itu menempel dan membuat jasnya rusak. Atau untuk menujukkan pada eunbi kalau dia bukanlah orang yang bisa dengan mudah di tolak.

—–TBC—

Author’s Note: oke author balik lagi. gimana nih dengan kelanjutan story yang ini. apakah mengecewakan? tulis komentar kalian tentang di kolom komentar ya 🙂 dan jangan lupa like jika kalian suka 🙂

boleh dong di share ke temen-temen kalian yang lain hehehe

sorry for typo ya

oke langsung lanjut ke part selanjutnya ya…

Not a Contract Marriage [Bab 1]

contract

BAB 1

Eunbi datang lagi ketempat ini untuk keempat kalinya dalam seminggu ini. Ragu-ragu dia membuka pintu, bukan dia tidak berani masuk ke dalam dia hanya sedang menata hatinya terlebih dulu. Setiap kali dia datang ke tempat ini, dia selalu menjadi lemah.

“eomma” sapanya pada orang yang duduk di kursi roda mengahadap jendela. Tapi orang yang disapa eomma itu tidak berbalik, dia masih asyik memegangi bandul kalung miliknya. Kalung pemberian suaminya, ayah eunbi.

Eunbi mendekat, berjongkok di samping kursi roda ibunya.

“eomma sudah makan? Aku membawakan masakan kesukaan eomma. Ayo kita makan bersama”

Merasa kalau gadis yang berjongkok di sampingnya itu berbicara padanya, nyonya hwang menoleh.

“kau siapa? ”

Eunbi terdiam. Pertanyaan ini sudah sering eunbi dengar,tapi hatinya selalu sakit mendengar ibunya menanyakan hal itu.

Eunbi tersenyum.

” hwang eunbi. Apa eomma tidak mengenali putrimu yang cantik ini? ” eunbi mencoba menghibur dirinya sendiri. Dia pura-pura tegar walau rasanya sekarang dia tidak punya nyawa.

” eunbi? Kau eunbi? ”

Eunbi mengangguk sebagai jawaban.

Tapi tiba-tiba dia berjingkat kaget saat ibunya memeluk dirinya begitu kuat.

” jangan tinggalkan eomma. Sembunyilah. Ada orang yang mau mencurimu dariku”

“jangan tinggalkan eomma. Cepat telepon ayahmu dan suruh dia cepat pulang. Ada wanita jahat di luar”

Perlahan eunbi menepuk-nepuk punggung yang seperti sangat ketakutan itu. Ada begitu banyak luka yang eunbi tidak tahu sedalam apa itu.

Nyonya hwang melepaskan pelukannya dan menatap eunbi. Gadis itu tersenyum memberikan senyuman termanisnya, tapi tiba-tiba dia terjatuh karena tamparan keras di pipi sebelah kanannya.

Senyuman itu berubah!.

“dasar kau wanita jahat. Kau mengambil suami dan anakku . Pergi kau. Pergi! ”

” auw. Eomma. Eomma ini aku” eunbi mencoba menangkap kedua tangan ibunya yang memukulnya brutal. Bahkan sekarang air mata eunbi sudah tumpah, bukan karena rasa sakit di lengannya tapi lebih karena rasa sakit di hatinya, rasa sakit yang eunbi bahkan tidak tahu dimana obatnya.

“pergi! Pergi! ”

Nyonya hwang berteriak semakin kencang, saat eunbi mencoba memberontak. Beberapa suster yang berjaga segera masuk, menenangkan wanita paruh baya itu. Tapi ini sulit, dia tidak akan bisa tenang sampai suntikan obat menembus pada lapisan kukitnya dan mengalir di peredaran darahnya.

Mata eunbi hanya terfokus pada ibunya, dunia di sekitarnya seakan runtuh di depannya.

“sebaiknya anda pergi. Biarkan ibu anda beristirahat”

Eunbi menoleh dan tersenyum pada suster itu.

“iya”

Suster itu hendak pergi tapi suara eunbi menahannya.

“suster. Aku membawa makanan, berikan pada eomma saat dia tenang nanti. Itu adalah masakan kesukaannya”

Suster itu mengangguk tanda mengerti sebelum dia pergi.

**

Eunbi menatap keluar jendela.

Kondisi ibu anda semakin buruk setiap harinya. Dia lebih sering berteriak dan mengamuk. Aku takut kalau hal ini sampai membuat dia melukai dirinya sendiri

Untaian perkataan dokter tadi memenuhi otaknya sampai dia tidak sadar kalau air mata sudah kembali membasahi pipinya.

Eunbi tersadar dari lamunannya saat suara beberapa suara klakson di belakangnya berbunyi hampir bersamaan. Eunbi hendak menghapus air matanya saat pandangannya tiba-tiba bertemu dengan pandangan seseorang yang berada di dalam mobil di sampingnya. Sepertinya pria itu memperhatikan eunbi dari tadi.

Apa pria itu tahu aku menangis?

Belum sempat dia memutus kontak mata itu, sopirnya sudah melajukan mobilnya berjalan menjauh.

**

Kyuhyun masuk ke dalam ruangan yang terletak di lantai tertinggi gedung ini tanpa sungkan.

“hyung aku datang” katanya setelah menutup pintu di belakangnya.

“duduklah kyu. Sebentar,biar aku selesaikan dulu pekerjaanku” young shik kembali sibuk dengan pulpen dan beberapa lembar kertas.

Kyuhyun mengangkat kedua bahunya tidak peduli, dan mendudukkan dirinya di sofa empuk di ruangan ini.

“rupanya ruang kerjamu lumayan juga” katanya lirih. Sudah lama dia tidak datang ke ruangan ini. Mungkin 4 atau lima tahun, kyuhyun tidak benar-benar ingat kapan terakhir kali dia masuk kesini. Kalau kakaknya tidak memaksanya mungkin hari ini kyuhyun juga tidak akan datang ke ruangan ini. Tempat ini terlalu membosankan bagi kyuhyun.

Kyuhyun melirik sebentar young shik, rupanya kakaknya masih sibuk dengan kertas-kertas itu.

Pikirannya tiba-tiba teringat pada gadis yang tadi dilihatnya menangis di dalam mobil

Apa hidupnya sangat berat sampai dia manangis seperti itu?  Kurasa dia bukan orang susah, dilihat dari mobilnya tadi

Tanpa sadar kyuhyun memikirkan gadis yang bahkan wajahnya tidak jelas dia lihat, gadis yang bahkan kyuhyun tidak tahu siapa namanya.

“sedang memikirkan sesuatu? ”

Young shik tiba-tiba duduk di samping kyuhyun, membuat pria itu sadar kalau dia baru saja memikirkan hal yang tidak berguna.

” tidak. Hanya saja aku tiba-tiba teringat pada gadis yang menangis tadi” katanya terus terang.

“gadis? Kau membuat seorang gadis menangis? ”

” tidak. Aku melihatnya menangis”

“siapa? Kenapa dia menangis? ”

Lagi-lagi kyuhyun mengangkat kedua bahunya

” aku tidak mengenalnya, sudahlah. Jadi kenapa hyung memintaku kesini. Apa tidak ada tempat lain untuk kita bersenang-senang”

Young shik berdecak. Apa dipikiran adiknya ini hanya ada bersenang-senang?

“apa kau datang ke kantor untuk bersenang-senang? ” Young shik membalik perkataan kyuhyun.

” kau ingin membahas sesuatu yang penting denganku? Kenapa tidak di rumah saja” tanya kyuhyun.

“bukan sesuatu yang penting atau mungkin iya”

Kyuhyun memutar bola matanya malas.

“katakan saja jangan berbelit-belit”

Young shik menyerahkan map di tangannya pada kyuhyun.

“itu adalah daftar rekan bisnis kita. Untuk saat ini kau cukup hafalkan saja nama-nama itu”

Kali ini kyuhyun yang berdecak.

“kau hanya ingin membahas hal ini? Ayolah hyung aku bisa mempelajari hal ini nanti”

“tapi kau harus bersiap untuk menjadi pemimpin perusahaan ini”

“kau tahu aku tidak tertarik dengan ini semua lagi pula sudah ada kau jadi untuk apa aku juga ikut terlibat disini? ”

Young shik menyandarkan punggungnya.

” tetap saja kau harus mempelajarinya, suatu saat kau juga harus memimpin perusahaan ini mau tidak mau”

Kyuhyun melempar map itu ke atas meja.

“sudahlah. Kau tidak perlu membujukku seperti itu. Aku tetap tidak mau”

Young shik tampak menghela nafas melihat tingkah kyuhyun. Adiknya itu memang tidak pernah serius dengan urusan seperti ini membuatnya sedikit khawatir dengan masa depan adiknya. Kapan adiknya ini bisa berfikir lebih dewasa?

“jadi cuma ini yang ingin kau bicarakan denganku? ”

Ah! Young shik mengingat sesuatu.  Hal penting yang harus dia sampaikan pada kyuhyun.

” kau tahu tentang wasiat ayah? ”

Kyuhyun mengerutkan keningnya. Tentu saja dia ingat tapi untuk apa kakanya menanyakan hal itu?

” sebelum memimpin perusahaan ini kita harus menikah terlebih dahulu”

“jadi? ” kyuhyun memancing. Jangan bilang kalau dia akan dijodohkan.

” beberapa rekan bisnis kita mempunyai anak perempuan. Kau ingin aku memperkenalkannya denganmu”

Betulkan apa yang ada dipikiran kyuhyun tadi.

“kau tidak sedang bercanda kan? Ayolah untuk apa aku buru-buru menikah. Lagi pula aku juga tidak akan memimpin perusahaan ini”

“ayolah kyu. Berfikir dewasalah sedikit. Aku hanya mengkhawatirkan masa depanmu dan perusahaan ini”

Kyuhyun menepuk pundak kakaknya.

“hyung kau tidak perlu mencarikan aku jodoh. Aku masih bisa mencarinya sendiri bahkan aku bisa mencarinya dalam satu hari”

Dan perbincangan itu selesai. Selesai karena kyuhyun masih saja bersikeras dengan pikirannya. Young shik kadang berfikir apakah kyuhyun tidak pernah memikirkan masa depannya sendiri? Mungkin menikah bisa membuat kyuhyun bisa sedikit bertanggung jawab dan tidak memikirkan kesenangannya sendiri.

**

Keesokan harinya saat kyuhyun sibuk dengan treidmil miliknya, kakaknya tiba-tiba datang dan mematikan alat itu.

“hyung” kyuhyun mengadu kesal.

“lihatlah. Ini ada beberapa gadis yang cocok denganmu”

Young shik menunjukkan lima lembar foto pada kyuhyun. Foto gadis-gadis cantik dan terpandang tentunya. Hasil usahanya memantau beberapa anak kolega bisnisnya.

“hyung” lagi-lagi kyuhyun mengelu.

Ternyata kakaknya benar-benar akan menjodohkannya. Ini gila! Untuk apa young shik begitu bekerja keras untuk mendapatkan istri yang pas untuk kyuhyun?. Sudah kyuhyun bilang kalau dia masih mampu mencari wanita sendiri. Apa kakaknya itu tidak percaya dengan keahlihan kyuhyun dalam hal itu?

“kyu. Kau sudah harus memikirkan tentang masa depan. Lagi pula aku tidak menyuruhmu menikah besok. Temui saja salah satu dari mereka terlebih dahulu”

Kyuhyun berbalik dan duduk di sofa sambil meminum air dari dalam botol. Kenapa young shik jadi seserius ini? Lagipula sampai kapanpun kyuhyun tidak akan tertarik dengan kencan buta atau perjodohan sekalipun. Bukankah dia tampak menyedihkan jika dia melakukan hal itu? Kyuhyun yang menyedihkan, bahkan dia tidak sanggup mencari calon istrinya sendiri. Ck! Kyuhyun masih tidak siap untuk mendengar itu semua. Bagaimana dengan citranya?

“kyu lihatlah. Ini adalah wanita yang paling cantik diantara yang lain, ya itu menurutku” lagi-lagi young shik mencoba mencari perhatian kyuhyun, menunjukkan foto yang menarik perhatiannya dari awal. Sedangkan kyuhyun hanya diam bahkan tidak melirik foto itu sekalipun membuat young shik menghela nafasnya.

“aku akan meninggalkannya disini. Pilihlah salah satu dari mereka, kau pasti tidak akan menyesal”

“aku bahkan bisa mencari gadis yang lebih cantik dari semua gadis ini” kyuhyun bergumam sendiri setelah kakaknya itu pergi. Tapi perlahan matanya melirik juga beberapa lembar foto gadis yang diletakkan di depan mejanya. Ya, kyuhyun akui kalau semua gadis itu tampak berkelas dan cantik tapi tunggu-

“aku tidak asing dengan wajah ini”

Kyuhyun tampak berfikir setelah mengambil foto yang menarik perhatiannya. Dia mencoba mengingat dimana dia bertemu dengan gadis itu tapi nihil. Dia bahkan tidak mengingat apapun. Ya, mungkin itu hanya perasaannya saja.

—-TBC—-

bab 1 nya sampai sini dulu aja ya. insyaAllah dilanjut besok.

jangan lupa COMMENT dan LIKE 🙂 🙂 and sorry for typo

TERIMA KASIH 🙂

Not a Contract Marriage

contract.jpg

-PROLOG-

Dia tidak percaya dengan yang namanya cinta. Ya, setelah ayahnya meninggalkan ibunya dan memilih wanita lain untuk menggantikan posisi orang yang paling dia cintai, semua keindahan cinta tidak pernah lagi hidup dalam hati maupun kehidupannya. Setiap harinya hanya ada sebuah kesakitan yang seperti akan membunuhnya perlahan. Tidak ada orang lain, tidak ada orang yang bisa mengurangi rasa sakitnya. Tidak juga ayahnya. Pria yang sekarang menjadi orang yang paling dia benci. Setiap harinya dia akan berfikir bagaimana kalau dia mengakhiri ini semua? Bagaimana jika dia meninggalkan semua kehidupan yang menyakitkan ini? Tapi dia membuang semua pikiran  itu dan memendam semua rasa sakit ini sendiri, setidaknya ini demi ibunya. Ibu yang sekarang hanya bisa berbaring dan menangis di sebuah kamar dengan cat putih di sebuah rumah sakit jiwa. Dia harus terus bertahan demi satu-satunya orang yang dia miliki bukan? Berdiri di atas tumpukan serpihan kaca nyatanya tidak jauh lebih menyakitkan dari setiap hari yang harus dia lalui. Melihat orang yang paling dia benci dan paling sialnya lagi dia harus menyebutnya ayah.

Eunbi membuka matanya saat suara alarm di atas nakas samping tempat tidurnya berbunyi sangat memekakan telinga. Setiap harinya selalu seperti ini, tidak ada kebahagian saat dia bangun di pagi hari. Eunbi tidak tahu dia harus berterimakasih kepada Tuhan karena membangunkannya di pagi ini atau dia harus menyesal karena hari menyedihkannya akan dimulai lagi. Haruskah dia menyalahkan Tuhan atas semua keadaan ini?

Inilah awal dari harinya yang menyedihkan, duduk bersama di meja makan dengan dua orang yang bahkan eunbi tidak ingin memanggil namanya. Semua rasa masakan yang eunbi pikir adalah makanan paling enak di dunia sekarang hanya menjadi sebuah makanan hambar dan dingin. Setiap sendok yang dia masukan hanya menjadi obat terpahit saat melihat wanita yang duduk di hadapannya mengumbar senyum. Cih! Wanita itu seperti tidak tahu malu saat tersenyum seperti itu! Maki eunbi dalam hati. Hatinya selalu meradang dengan amarah yang setiap harinya akan bertambah, eunbi tidak tahan!. Dia lelah!. Tapi apa yang bisa dia lakukan? Dia bahkan tidak bisa berfikir untuk pergi dari rumah ini dan pergi bersama dengan ibunya, melupakan semuanya dan memulai hari yang baru. Dia masih butuh pria yang duduk di kursi paling ujung itu, ayahnya. Dia masih butuh pria itu untuk memastikan bahwa ibunya bisa mendapat perawatan yang layak.

“aku akan berangkat dulu” itu suara ayahnya. Dan wanita dengan potongan rambut pendek itu menggeser kursinya dan berdiri.

“baiklah. Hati-hati di jalan”

Setelah itu, dia mendapat kecupan di kening.

Cih! Memalukan!

Lagi-lagi eunbi memaki untuk kesekian kalinya. Dia bahkan ingin meludah di depan mereka berdua. Ayahnya dan wanita murahan itu, sungguh memuakkan!

**

Eunbi bersiap dan menuruni tangga sambil mengecek beberapa barang yang dia bawa dalam tas selempang kecil miliknya. Ini adalah hari selasa, dan dia harus melakukan satu hal yang menjadi rutinitasnya di setiap hari selasa. Datang ke yayasan untuk anak-anak jalanan. Yayasan yang ibunya bangun.

“kau mau pergi? ”

Eunbi berhenti. Tapi dia hanya diam tidak menjawab saat terdengar derap langkah yang mendekat ke arahnya.

” kau akan pergi ke yayasan lagi? ”

Kali ini eunbi berbalik

” tentu saja. Bukankah kita harus membantu sesama, seperti menampung gelandangan di rumah, memberinya makan dan tempat tidur. Bukan begitu, Kang Yoona shi”

Wanita yang di panggil yoona itu hanya menggeratkan gigi-giginya membuat suara gemelutuk. Dan eunbi sudah melenggang pergi.

“tunggu saja sampai aku benar-benar menghancurkanmu anak sialan! ”

Selalu seperti ini, satu tahun hidup bersama tidak pernah membuat hubungan mereka membaik. Memangnya siapa yang ingin hubungan ini membaik? Eunbi bahkan tahu kalau wanita itu bermuka dua, berlagak sok baik hanya jika ada ayahnya saja.

**

Di sisi lain, seorang pria yang tampak sangat ceria sedang bersenandung kecil sambil memegang segelas jus jeruk. Pria itu menggeser pintu di depannya dan langsung masuk tanpa mengetuk pintu.

“hyung. Kau akan ke kantor? ”

Orang yang ditanya itu hanya bergumam mengiyakan sementara pria yang baru masuk tadi sudah duduk di sofa yang ada disana. Ini adalah ruang kerja keluarga cho. Dan orang yang baru di sapa hyung itu adalah anak laki-laki tertua di keluarga ini, cho young shik. Pria yang sekarang menjabat sebagai pemimpin perusahaan real estate menggantikan ayahnya yang sudah meninggal. Dan pria yang memegang jus jeruk itu adalah anak termuda di keluarga ini. Cho kyuhyun. Pria yang seolah bertolak belakang dengan sifat kakaknya. Pria yang ceria dan seolah hidup tanpa beban berbanding terbalik dengan kakaknya yang kaku.

“kau bercanda? Aku baru pulang kemarin dan kau akan berangkat ke kantor sepagi ini?. Setidaknya luangkan waktumu untukku satu hari saja, kita bisa ke club bersama-sama nanti”

Kyuhyun memang baru pulang dari belajar di luar negeri. Dan dia memang terlalu manja pada kakaknya, ya setelah mendiang orang tuanya tentunya. Apa ini efek karena dia anak  bungsu?

Young Shik meninggalkan dokumen-dokumen yang ditatanya dan berjalan ke depan adiknya, bersandar pada meja kerja miliknya.

“kau jangan kekanakan kyuhyun. Aku punya banyak pekerjaan di kantor, lagi pula kakak iparmu akan menggantungku jika pergi ke club bersamamu”

Kyuhyun terkekeh. Dia lupa kalau kakanya sudah tidak lajang lagi. Tapi apa salahnya ke club? Hanya minum-minum saja tidak masalah bukan?

“ayolah. Biar aku yang meminta ijin pada kakak ipar jika hyung takut. Lagi pula aku tidak menyuruhmu selingkuh, hanya minum” kyuhyun mempertegas niatnya. Sudah lama dia tidak menghabiskan waktu berdua bersama kakaknya.

“kita bisa minum lain waktu. aku harus segera berangkat” Young Shik memperhatikan jarum jam yang melingkar di tangannya. Dia sudah terlambat. Jadi tidak ada waktu untuk bernegosisasi dengan kyuhyun.

Kyuhyun hanya menghela nafasnya. Sepertinya kakanya benar-benar sibuk. Suara pintu dibuka terdengar di telinganya tapi setelah itu terdengar suara Young Shik lagi.

“datanglah ke kantor. Kau harus mempelajari sedikit-sedikit tentang perusahaan kita”

Kyuhyun menoleh dan mengangkat kedua bahunya.

“bukankah sudah ada kakak”

“datang saja”

——TBC——-

HALLO author balik setelah sekian lama engk update disini. semoga cerita baru ini tidak membosankan. jangan lupa tinggalkan COMMENT untuk cerita ini ya, dan LIKE  jika kalian suka. 🙂 thank you.

lanjut ke chapter selanjutnya yuk….