Not A Contract Marriage [bab 9]

Min soo perlahan mulai menerima kenyataan ini. Meskipun dia tahu tidak mungkin melupakan young shik dalam hidupnya. Tapi kyuhyun benar, young shik akan sedih jika melihatnya terus seperti ini. Melanjutkan hidup adalah jalan terbaik seperti kyuhyun yang memilih menikah dengan eunbi demi young shik. Min soo juga akan mencoba hidup dengan baik demi young shik.

“eonni. Kau sedang memikirkan apa? ”

Min soo tersenyum pada eunbi yang sudah duduk di sampingnya.

” tidak ada. Dimana kyuhyun? ”

” dia sedang mengurus beberapa administrasi”

Entah kenapa melihat kedua adiknya ini membuat min soo senang. Seperti melihat young shik sedang tersenyum. Dari awal melihat mereka berdua min soo tahu kalau suaminya itu tidak salah. Dua orang itu seperti memang ditakdirkan bersama. Meskipun dia tahu betul kenapa kyuhyun menikahi eunbi.

“eonni. Aku akan membereskan beberapa barangmu”

Setelah itu eunbi membereskan beberapa barang dan memasukkan ke dalam sebuah tas besar. Tapi gadis itu berhenti, melihat min soo yang tampak melamun kembali. Eunbi mendekat duduk di ranjang kakak iparnya.

“kenapa? Eonni tidak ingin pulang? ”

Dari sorot matanya eunbi bisa tahu ada beberapa perasaan yang bercampur menjadi satu, senang dan takut seolah dia akan menghadapi dunia baru setelah keluar dari bangunan ini.

” aku tahu rumah itu akan mengingatkan semua hal tentang suami eonni,  tapi bukankah dia akan selalu ada di hati eonni dimana pun eonni berada.”

Kenapa eunbi selalu tahu apa yang dipikirkan min soo? Bagaimana ketakutannya menghadapi semua kenangan tentang young shik? Dia tentu tidak ingin melupakan suaminya tapi melihat semua kenangannya bersama pria itu membuat min soo tidak yakin untuk tidak menangis lagi.

“eonni harus kuat”

Min soo tersenyum. Tidak akan ada yang tahu seberapa sakitnya ini sekarang sekalipun mereka mencoba memahaminya, tapi eunbi benar. Min soo harus kuat. young shik akan tetap ada di hati dan dunianya, itu tidak akan berubah. Meskipun raga mereka telah berpisah.

***

Decitan roda kursi roda yang di dorong memenuhi ruangan. Kyuhyun menghentikan kursi roda min soo di dalam kamar tidurnya.

“kakak istirahat saja. Aku sudah meminta Ahn ahjumma untuk menjaga kakak. Kalau kakak ingin apa-apa kakak bisa memanggil aku, eunbi atau Ahjumma”

Kyuhyun sengaja meminta Ahn Ahjumma untuk merawat dan menjaga kakak iparnya.

Min soo memang tidak bisa lagi hidup mandiri seperti dulu, bahkan berdiri saja dia tidak sanggup. Karena kecelakaan membuat dirinya lumpuh.

“aku akan membantu kakak berbaring”

“tidak. Aku ingin disini saja.”

Kyuhyun mengerti. Dia berbalik dan menutup pintu itu ragu. Membawa min soo ke rumah ini seperti merendam lukanya dengan garam. Kyuhyun tahu itu. Sangat. Bahkan setiap hari dia masih melihat young shik seolah menghuni rumah ini, ruang kerjanya, sandal rumah kesayangannya, tayangan tv favoritnya, stik golf di pojok ruangan, semuanya seolah membawa young shik  kembali tapi kyuhyun harus sadar. Kehidupannya harus berlanjut. Lalu bagaimana kakak iparnya harus mengatasi hal itu?

Dan kehingan ruangan ini beradu dengan kekosonganya hati min soo. Tangannya bergerak menjalankan kursi roda mendekati jendela dengan pemandangan taman belakang rumah.

Bias cahaya sore yang masuk saat min soo menyibak gorden sedikit menyakiti matanya. Senja dengan cahaya orange yang indah menghias langit. Ini adalah salah satu hal kesukaannya, sunset.

Ceklek

Eunbi masuk saat tidak juga ada sahutan dari dalam. Pantas saja kakak iparnya sedang melamun. Lagi.

“eonni”panggilnya akhirnya setelah eunbi sudah di samping min soo

“makan malam sudah siap”

“iya” jawab min soo singkat.

“kalau begitu ayo kita makan. Aku sudah sangat lapar” eunbi membuat nada bicaranya seceriah mungkin agar kakak iparnya itu tidak terlalu larut dengan kenangan masa lalu.

***

Suasana hening malam dengan detak jarum jam yang terus bergerak menemani kyuhyun. Pria itu memakai kaca mata bacanya dengan menghadap laptop yang terus menyala. Terlalu banyak pekerjaan yang harus dia selesaikan. Sesekali pria itu berdecak karena sepertinya pekerjaannya tidak juga selesai.

Kyuhyun melirik cangkir kopi yang akan dia teguk.

“habis! ”

Dengan malas kyuhyun berdiri meninggalkan sebentar pekerjaannya. Tidak pernah terpikirkan oleh kyuhyun jika dia harus begadang dengan ditemani kopi seperti ini. Jika dia begadang di club malam itu tak masalah, dia tidak butuh kopi. Tapi berkutat dengan angka dan huruf yang membosankan, setidaknya dia membutuhkan sedikit cafein.

“kau sedang apa? ”

Kyuhyun mengangkat cangkirnya, menunjukkan pada istrinya yang berdiri di depan pintu dapur. Sepertinya istrinya itu terbangun untuk mengambil air minum.

” sini. Biar aku buatkan” eunbi meletakkan gelas air putih miliknya dan mengambil cangkir kyuhyun.

“apa pekerjaannya belum selesai juga? ”

Kyuhyun yang bersandar pada tembok dapur dengan tangan yang dimasukkan ke dalam saku celana hanya menggeleng dan eunbi bisa melihat itu dari ekor matanya.

” jangan terlalu memaksakan diri. Kau juga harus memperhatikan kesehatanmu”

“ini”

Kyuhyun meraih cangkir kopinya yang tadi kosong telah terisi cairan kental berwarna hitam. Menyeruput sedikit takut jika ada yang kurang dari kopi buatan istrinya itu.

“ini pas” gumamnya tapi masih dapat di dengar oleh eunbi.

“kau lupa jika aku pemilik coffe shop? ”

Kyuhyun mengangkat kedua bahunya sambil menyeruput kembali kopi miliknya. Ini jauh lebih enak dari kopi yang dia buat tadi.

” tidurlah dulu. Kau bisa melanjutkan itu besok. Lagipula kau kan pemilik perusahaan. ”

” kenapa? ”

” apa? ” eunbi membuat tiga lipatan di dahinya tapi kyuhyun justru tersenyum aneh.

” kenapa kau memintaku untuk tidur sekarang. ? ”

” bukankah sudah jelas. Aku memintamu untuk istirahat”

“istirahat? Bukan yang lain? ” kyuhyun menaikan sebelah alisnya yang menurut eunbi itu sangat menjengkelkan.

” apa? ”

” kau ingin aku istirahat atau-” kyuhyun sengaja menggantung kalimatnya memberi waktu pada eunbi untuk berfikir. Dan-

Astaga!

“kau gila?! ” eunbi memaki

Apa pria ini selalu mesum? Mengaitkan segala sesuatu yang menjurus ke situ? Ya ampun bagaimana eunbi bisa melanjutkan hidupnya setiap hari jika dia selalu bersama orang mesum seperti kyuhyun? Otak kyuhyun memang tidak pernah beres.

” aku hanya bertanya, kenapa meneriakiku? ”

” kau yang membuatku berteriak pria mesum ”

” mesum? Memangnya kapan aku mesum? ”

” tadi”

“tidak. Aku tidak mesum”

“iya.kau mesum ”

” tidak”

“iya. Kau bilang tadi ‘kau ingin aku istirahat atau-‘ ”

” atau? ” kyuhyun kembali tersenyum menggoda dengan sebelah alis yang dia naikan.

” atau-” eunbi membeo tidak berani melanjutkan kalimatnya.

“atau apa? ” desak kyuhyun dan

Pletak

 

Eunbi sadar kalau dia telah dipermainkan oleh kyuhyun. Kenapa dia mudah sekali diperdaya?

” kau gila? Ini sakit! ” adu kyuhyun demgan menggosok-gosok jidatnya yang terkena jitakan eunbi tiba-tiba.

“dasar pria mesum. Gila!”

“kau yang mesum. Aku hanya ingin bilang kau ingin aku istirahat atau mengganti bajuku”

“memangnya aku percaya? ”

” memangnya aku ingin mengatakan apa? Kau tidak lihat jika aku masih memakai baju kantor? ”

Eunbi terdiam. Pipinya sedikit terasa panas. Lalu apakah dirinya yang mesum?

“dan kau berfikir aku anak umur 15 tahun yang tidak mengerti otak pria sepertimu?”

“memangnya ada apa dengan otak pria sepertiku? ”

” kau-” eunbi memejamkan sebentar matanya dengan helaan nafas sangat dalam. Ini tidak akan berhenti sampai pagi jika seperti ini terus.

“baiklah. Berpikirlah sesukamu dan lanjutkan pekerjaanmu. Aku tidak peduli”

Eunbi melenggang pergi dengan kyuhyun yang sekarang tersenyum puas. Denyutan di dahinya tertutupi dengan kepuasan yang dia dapat.

“aku tidak akan melanjutkan pekerjaanku. Jadi ayo kita lakukan seperti yang ada dipikiranmu” kyuhyun berteriak agar suaranya di dengar oleh eunbi yang sudah menaiki tangga dengan telinga yang ditutup oleh kedua telapak tangannya. Setelah itu tawa kyuhyun benar-benar meledak.

“ah kenapa menyenangkan menggodanya”

“kau beruntung karena aku masih punya banyak pekerjaan yang harus aku selesaikan hwang eunbi”

***

Eunbi tersenyum melihat ibunya yang sedang menerima suapan dari suster dari balik pintu. Eunbi sengaja tidak langsung masuk, pemandangan seperti ini jarang terjadi. Biasanya saat eunbi datang berkunjung ibunya hanya duduk diam di atas ranjang atau mungkin sedang menangis dan berteriak-teriak.

Kyuhyun benar rumah sakit ini memang jauh lebih baik, batin eunbi.

Kondisi ibunya semakin membaik. Eunbi yakin jika suatu saat dia bisa mengobrol dan bercanda lagi dengan ibunya. Perlahan eunbi bisa melihat cahaya putih yang mulai mendekat ke arahnya.

“eomma” sapa eunbi dan mendekat ke ranjang ibunya.

Diam. Tak ada sahutan. Masih selalu seperti ini. Tapi eunbi tahu mata itu mulai hidup, tak seredup biasanya. Ya, eunbi mungkin harus menunggu sedikit lagi untuk bisa mendengar ibunya memanggil namanya dengan benar.

“suster. Biar aku saja”

Suster itu memberikan mangkuk bubur yang masih tersisa setengah itu pada eunbi.

“aaa”

Eunbi menuntun ibunya membuka mulut menerima suapannya.

Lagi-lagi dia tersenyum saat tidak mendapat penolakan dari ibunya.

Tapi saat dia akan menyendok bubur itu lagi, Eunbi harus memberikan mangkuk itu kembali pada suster karena nada dering panggilan masuk mengganggunya.

“halo” jawab eunbi setelah menggeser tombol hijau di layar benda persegi panjang itu. Setelah itu terdengar sahutan di seberang sana

“kenapa? ”

Eunbi hanya mendengarkan apa yang dikatakan lawan bicaranya.

” iya. Aku pulang” dan sambungan terputus.

Eunbi memasukkan ponselnya.

“eomma. Aku pulang dulu kyuhyun baru saja menelepon”

***

“ada apa? ” tanya eunbi setelah sampai rumah dan melihat punggung kyuhyun, seperti pria itu sedang melakukan panggilan.

Kyuhyun berbalik.

” terserah. Kirim saja koleksi terbaik di tokomu sekarang juga” katanya pada sambungan telepon sebelum memutusnya.

“bersiaplah. Ada acara penting yang harus kita hadiri”

“acara? Apa? ”

Kyuhyun tiba-tiba menyuruhnya pulang dan sekarang dia bilang acara penting? Apa pria itu mendapat nilai e dalam mata pelajaran bahasa? Kyuhyun bahkan tidak bisa menjelaskan dengan baik. Bagaimana eunbi bisa paham dalam satu waktu jika dia hanya memotong-motong informasi yang diberikan.

“aku lupa kalau sore ini ada undangan pernikahan. Salah satu rekan bisnisku menikahkan anaknya dan kita harus datang”

“jam berapa? ” tanya eunbi bodoh

” jam enam”

Eunbi melirik jam tangannya dan mengumpat.

“kau gila? Ini bahkan sudah jam 3. Bagaimana aku bisa bersiap dalam waktu secepat itu? ”

” tenanglah aku sudah memesan gaun untukmu. Sebentar lagi pasti datang”

Bagaimana pun pria tidak akan tahu bagaimana repotnya seorang wanita berdandan  untuk acara yang penting seperti ini.  Meskipun eunbi hanya tamu undangan bukan berarti bisa datang dengan muka polos apa adanya. Dia akan banyak dikelilingi oleh orang-orang kaya yang akan selalu berlomba menampilkan penampilan terbaik mereka. Memesan gaun termahal yang ada, datang ke salon mahal hanya untuk mengecat kuku dan menata rambut. Belum juga dengan aksesoris. Eunbi tentu tidak ingin berlebihan seperti mereka tapi dia juga tidak gila dengan memakai koleksi gaunnya yang bahkan tidak dia persiapkan untuk undangan pernikahan kolega bisnis. Hanya beberapa gaun pesta sederhana yang sering dia pakai di acara teman-temannya.

Satu masalah tentang gaun mungkin sudah dipecahlan kyuhyun tapi dengan penampilannya? Eunbi bahkan masih bau matahari.

“kenapa mendadak? Kau kan bisa mengatakan setidaknya tadi malam. Apa kau berencana datang setelah pestanya selesai? ” jengkel eunbi.

” aku lupa oke. Dan kuharap kau cepat bersiap darimana mengomel seperti ini”

“mengomel? Kau-”

Eunbi menelan kalimat selanjutnya. Perdebatan ini akan panjang dan eunbi hanya akan mengulur waktunya.

Dia berbalik dan terburu-buru masuk kamar. Sambil menunggu gaun yang dikatakan kyuhyun datang eunbi akan mandi.

Setelah membasuh tubuhnya eunbi keluar. Sebuah kotak berada di atas tempat tidur.  Eunbi dapat menebak jika itu adalah gaun yang diberikan kyuhyun.

Tanpa pikir panjang eunbi segera memakainya dan memoles beberapa make up di wajahnya. Rambut sebahunya diikat untuk menambah kesan elegan. Matanya sibuk memindai koleksi perhiasannya.

“kau belum selesai? ” itu suara kyuhyun yang berteriak dari lantai bawah.

Eunbi sudah bersiap secepat yang dia bisa tapi tetep saja di terburu-buru. Hanya satu harapannya jika make up seadanya ini tidak ada yang melenceng.

” iya sebentar” teriak eunbi dan segera menyomot anting panjang berwarna silver.

Kyuhyun mengetuk-ngetukkan sepatunya sambil memainkan ponselnya. Dia bisa terlambat jika dalam lima menit eunbi tidak juga turun.

“eunbi.  Cepat! Nanti-”

“iya”

Eunbi keluar sambil sedikit membenarkan sepatu heelsnya.

Disisi lain kyuhyun terdiam. Pria itu menghentikan kalimatnya tadi bukan karena eunbi cepat menjawabnya tapi karena. Sialan! Kenapa gaun hitam yang ekornya sedikit menyapu lantai itu sangat pas membentuk lekuk tubuh eunbi.

Sadarlah kyuhyun!

Tamparnya pada dirinya sendiri.

“ehem” kyuhyun berdehem setelah eunbi berdiri disampingnya.

“kau sudah siap? Ayo cepat kita bisa terlambat”

Setelah itu kyuhyun siap pergi tapi pria itu berbalik lagi pada gadis itu setelah mendengar eunbi berbicara.

“aku akan pamit dulu pada kakak ipar”

Eunbi melenggang pergi tapi pergelangan tangannya tertahan.

Eunbi berkata dengan raut wajahnya pada kyuhyun yang baru saja menahannya ‘ada apa?’

“kenapa memakai gaun seperti ini? ”

Eunbi menekuk alisnya.

” kau kan yang memesannya. Gaun ini ada di atas tempat tidur tadi”

Kyuhyun mengumpat dalam diam. Seharusnya tadi kyuhyun bilang pada pegawai toko itu untuk tidak memberikan gaun yang terlalu terbuka. Mungkin dari depan gaun hitam itu tidak terlalu terbuka, sama seperti gaun pada umumnya tapi bagian belakang? Hampir semua punggung eunbi terekspos. Bahkan kyuhyun bisa memastikan jika gadis itu tidak memakai bra sekarang. Rambut yang diikat semakin memperjelas kulit mulus punggungnya. Sialan!  Lagi-lagi kyuhyun mengumpat. Ini bahkan pertama kalinya dia melihat lebih banyak kulit eunbi yang terekspos. Gaun pernikahannya masih bisa menutupi punggung itu, tapi sekarang? Disaat dia pertama melihatnya hari ini dia harus berbagi juga pada orang lain dipesta nanti?

“kau ingin kita terlambat? ”

Suara eunbi membuyarkan pikiran kyuhyun. Tanpa sadar kyuhyun sudah ditinggalkan eunbi yang masuk ke kamar min soo.

” bagaimana aku bisa membiarkannya sendiri di pesta nanti? ”

***

Tanpa ragu eunbi melingkarkan tanggannya di lengan kyuhyun. Tapi sadarkah dia bagaimana perasaan pria itu? Sejak tahu gaun yang dipakai eunbi pikiran kyuhyun bahkan tidak bisa tenang.

Ballroom hotel sudah penuh dengan orang-orang. Kyuhyun mengambil duduk di meja yang sudah tertuliskan namanya. Sebuah meja bundar yang sudah terisi oleh dua orang.

“cho kyuhyun” sapa salah satu orang yang duduk disana.

“lee donghae” balas kyuhyun.

“dia istri mu? ” merasa itu membahas tentangnya eunbi tersenyum.

” iya. Kenalkan dia istriku eunbi”

“halo” sapa eunbi ramah.

“senang bertemu denganmu. Aku lee donghae teman kyuhyun dan ini istriku lee hana”

“aku pikir waktu itu kau bercanda saat mengirimkan undangan pernikahan padaku. Tapi aku tidak ragu lagi setelah melihat istrimu. Kurasa jika kau tidak cepat menikahinya dia sudah akan menjadi istri orang lain” canda donghae.

Bahkan pria yang duduk di samping iatrinya bisa mengatakan hal seperti itu. Istrimu cantik? Apa dia ingin mati? Batin kyuhyun.

“tentu saja. Sekarang tidak akan ada pria yang akan mendekatinya karena sekarang dia sudah menjadi istriku”

Donghae terkekeh. Seorang anak cassanova bisa mengatakan hal seperti itu? Sebuah perkataan untuk melindungi apa yang menjadi miliknya. Dongahe tidak tahu jika kyuhyun juga punya sisi seperti itu. Dia pikir sebelumnya kyuhyun hanya akan menggombali gadis-gadis cantik tanpa perlu mengikat sebuah komitmen. Tapi sekarang dongahe tahu jika pemikiran seperti itu salah. Kyuhyun sudah berubah.

Baru kyuhyun akan menimpali suara mc mengalihkan perhatian mereka. Dua orang yang berdiri di depan tampak tersenyum bahagia dan mengulang kembali janji suci yang telah mereka ikrarkan tadi siang dengan saling menatap.

Eunbi sedikit dibuat iri karena mereka berdua tampak sangat mencintai satu sama lain. Sekilas pikirannya kembali pada pernikahannya. Apa dia tampak seperti itu waktu itu?

Sebuah jas tiba-tiba menyentuh kulitnya membuat eunbi menoleh pada kyuhyun yang menyampirkan jas yang tadi dia pakai ke pundak eunbi.

“lebih baik kau memakai ini. Terlalu dingin disini” bohong kyuhyun. Dia hanya mengkhawatirkan tatapan mata-mata berdosa disekitar sini.

Eunbi melepaskan jas itu dan meletakkannya di pangkuan kyuhyun.

“jangan konyol. Itu bisa merusak penampilanku, lagi pula aku tidak kedinginan”

Kyuhyun menggeram menatap gadis yang kembali fokus kedepan.

“apa dia tidak sadar jika gaunnya sekarang terlalu bahaya” batin kyuhyun.

Bahaya untuknya. Bagaimanapun juga kyuhyun tidak rela jika bagian tubuh istrinya menjadi konsumsi publik. Tapi jika dia mengatakan hal itu pada eunbi, sudah pasti kyuhyun akan ditertawakan.

Memangnya kenapa kyuhyun harus peduli ?!

***

“baiklah sekarang kita bersulang untuk pasangan pengantin kita. Bersulang” suara mc menginstruksi semua orang untuk mengangkat gelas mereka dan bersulang.

“baiklah bagi para pasangan silahkan kalian pergi ke lantai dansa”

“kau tidak ingin pergi? ” donghae yang sudah berdiri mengandeng tangan istrinya menatap aneh kyuhyun yang hanya diam saja memegang gelas wine.

” tidak” jawabnya singkat.

“kau bercanda. Ini salah satu hal romantis yang bisa dilakukan pengantin baru seperti kalian”

“pergilah. Aku akan menunggu kalian disana”

Setelah itu donghae pergi dan kyuhyun sedikit melirik eunbi.

Apa dia harus berdansa juga?

“kau tidak- tidak ingin berdansa? ” tanya kyuhyun akhirnya.

Eunbi menggeleng.

” aku tidak bisa”

Jawaban eunbi hampir membuat kyuhyun menyemburkan minumannya. Ya ampun, kyuhyun rasa eunbi sudah sering ada dipesta seperti ini tapi bagaimana bisa dia tidak bisa berdansa? Hanya mengerakkan kaki sesuai irama.

“kau bercanda? ”

Eunbi menoleh menatap kyuhyun

” apa wajahku tampak bercanda? ”

Kyuhyun tampak berfikir sebentar sebelum meletakkan gelas miliknya dan berdiri.

” berdirilah”

“sudah kubilang, aku tidak bisa”

Dasar keras kepala!

Apa mereka juga harus berdebat untuk masalah ini?

Kyuhyun menarik tangan eunbi, memaksanya untuk berdiri.

“kyu” protes eunbi

“ikuti saja aku”

Akhirnya eunbi mengalah juga, membiarkan kyuhyun menuntunnya ke lantai dansa.

Pria itu menghadap padanya dan tanpa ragu melingkarkan tangannya di pinggang eunbi membuatnya sedikit berjingkat kaget. Tapi seperti patung eunbi hanya diam. Kyuhyun tidak sabar. Dia meraih tangan kanan eunbi dan meletakknya di pundaknya.

“letakan tanganmu disini”

Ragu-ragu eunbi mengangkat tangan kirinya dan ikut meletakkan dipundak kyuhyun.

“bagus” puji kyuhyun dengan seringaian yang tiba-tiba terbit entah karena apa.

Dalam irama musik dansa perlahan kyuhyun bergerak. Eunbi hanya mengikuti alur kyuhyun, ke kanan dan ke kiri.

“aku tidak tahu jika mereka mengirimkan gaun ini. Jika aku tahu aku akan melarang mereka” kata kyuhyun lirih tapi masih bisa ditangkap oleh telinga eunbi karena posisi mereka yang sangat dekat.

“kenapa? Gaun ini cantik” jawab eunbi polos.

“kupastikan jika kau tidak memakai bra sekarang? ”

Secepat kilat eunbi mendongak menatap kyuhyun.

Dia ingin mati?!

” semua orang akan berfikir begitu jika melihat gaunmu sekarang” lanjut kyuhyun

“itu alasannya aku memberimu jasku tadi. Kau terlalu sempurna memakai gaun ini sampai aku ingin mencongkel mata mereka yang menatapmu”

Pipi eunbi memerah. Kenapa sangat hangat. Perasaan ini. Kata-kata kyuhyun sangat menghangatkan sampaj membuat pipinya memanas.  Eunbi suka.  Eunbi suka getaran aneh yang tiba-tiba muncul dalam hatinya. Eunbi suka. Suka mendengar kalimat kyuhyun tadi.

“aku memang tidak memakai bra sekarang karena terlalu aneh jika aku memakainya” aku eunbi

Kyuhyun menelan ludahnya. Astaga apa gadis ini terlalu jujur?

“apa kita harus membahas ini lebih lanjut? ”

” hem? ” eunbi menautkan alisnya.

Kyuhyun menggeleng-gelengkan kepalanya.

” cukup. Kita ganti topik saja” putusnya

“kenapa? ”

Kyuhyun memutar bola matanya.

” hanya hentikan saja”

Eunbi terkekeh.

Kyuhyun bisa mendengar tawa kecil yang keluar dari mulut eunbi. Aish ternyata gadis yang tadi kyuhyun pikir polos memiliki otak srigala. Licik.

“Memangnya apa yang kau pikirkan. Mesum” ejek eunbi dengan senyum nakalnya.

Ya ampun eunbi ingin tertawa sekencang-kencangnya. Muka kyuhyun sangat lucu.

Dia dipermainkan. Lagi. Apa terlalu mudah baginya dipermainkan seperti ini? Hwang eunbi kau sudah melewati batas.

“memangnya aku tidak boleh membayangkan tubuh istriku tanpa bra atau mungkin tanpa benang sekalipun? ”

Eunbi mematung dan hanya mampu mengedipkan matanya berkali-kali sambil menatap kyuhyun aneh, Mata yang sekarang di tatapnya terasa hangat dan membahayakan dalam waktu bersamaan.

” aku bahkan berhak menikmatinya. Seperti ini”

Tanpa aba-aba kyuhyun mendekatkan dirinya. Sebuah permukaan yang basah menyapu bibirnya.

Kyuhyun mencium eunbi!

Dan gadis itu hanya mematung membiarkan kyuhyun bermain. Tapi perlahan eunbi memejamkan matanya dan membalas kyuhyun.

Candaan yang tadi mereka lontarkan menjadi sangat serius sekarang.

Kyuhyun semakin dalam menarik tengkuk eunbi karena balasan gadis itu. Kyuhyun merubah posisinya kepalanya,mencari posisi miring yang paling nyaman untuknya dan untuk eunbi.

Nafas mereka tersenggal dan sama-sama menyapu wajah masing-masing. Kening mereka masih menempel.

Prok prok prok

Suara riuh tepuk tangan menyadarkan mereka berdua membuat mereka sadar dan buru-buru mengambil jarak.

Sialan! Ciuman mereka menjadi tontonan bagi mereka!

“wahh ternyata mereka lebih romantis dari pasangan pengantin sekarang”

“mereka romantis sekali”

“pengantin baru memang seperti itu”

Eunbi menelan ludahnya. Ya ampun. Dia mempermalukan dirinya sendiri. Bagaimana dia bisa mengangkat wajahnya sekarang.

Ciuman di depan umum? Memalukan!!

semua ini karena kyuhyun. Dasar pria mesum!

—-TBC—

 

Author’s note : Bab 9 uda up 🙂 gimana nih dengan bab yang satu ini? tinggalkan komentar kalian ya dan jangan lupa like. Share juga boleh hehehe

oke see you di part selanjutnya 🙂

btw, jangan lupa main ke wattpad @hanni_95 oke 🙂 ❤ ❤

love you all

Advertisements