NOT A CONTRACT MARRIAGE (BAB 14)

oke, ini author repost bab yang satu ini, karena author enggak tahu kenapa tiba-tiba tanda petiknya hilang. dan daripada kalian makin bingung baca ff ini makanya aku repost ulang.

—happy reading—

Kyuhyun tersenyum dengan mata yang masih tertutup. Gerakan halus dalam pelukannya membuat senyumnya merekah secara otomatis. Lengan yang terasa sedikit kaku karena dijadikan bantal oleh eunbi tak berarti apa-apa. Dia sangat mencintai gadis ini. Sangat!

Eunbi merubah posisi tidurnya menghadap dada kokoh suaminya. Sinar matahari yang sudah masuk lewat celah jendela masih saja membuat dia malas untuk membuka mata. Pelukan kyuhyun terasa sangat nyaman, jauh lebih nyaman dari pelukan yang pernah dia rasakan sebelumnya. Ini luar biasa! Pagi ini seolah semua bermekaran di atas kepalanya, semua kebahagiaan berkumpul di bawah kakinya sampai eunbi lupa kalau dia pernah bersedih sebelumnya. Kyuhyun telah merubah segalanya, kehidupannya, rasa sedihnya. Hanya satu pinta eunbi pada Tuhan saat ini, jika dia tidak akan dipisahkan dengan kyuhyun. Merasakan kebahagiaan ini selamanya sampai maut menjemputnya.

Perlahan jari-jari kyuhyun menyibak sedikit rambut yang menutupi wajah eunbi, pagi yang indah dengan eunbi berada di pelukannya. Tak pernah sebahagia ini saat kyuhyun menyapa pagi. Gerakan halus itu membuat eunbi membuka matanya perlahan. Dan senyuman manis kyuhyun di pagi hari membuat dia tersipu dengan sendirinya menularkan senyum bahagia di wajahnya. Tanpa permisi kyuhyun mengecup bibir eunbi, satu kali, dua kali, tiga kali. Kyuhyun bahkan tidak akan puas jika itu sampai seratus kali. Eunbi diam dan tersenyum. Kedua tangannya melingkar pada tubuh kyuhyun yang masih bertelanjang dada.

“aku mencintaimu” kata kyuhyun tepat di telinganya membuat eunbi lagi-lagi tersipu malu. Pria itu memang pintar untuk membuat gelombang kebahagian untuknya.

“aku juga mencintaimu” jawab eunbi dengan suara yang masih serak khas bangun tidur.

Kyuhyun ikut merapatkan pelukannya pada eunbi, sesekali dia memainkan jarinya di punggung eunbi yang masih polos tanpa baju.

“apa kau tidak ingin bangun?”

Eunbi menggeleng

“baiklah. Aku bisa meminta naeun memberikan satu malam gratis lagi untuk kita”

Shit!

Eunbi menjauhkan tubuhnya dari kyuhyun

“naeun? “

“kenapa? Hotel ini punya naeun dan akan lebih baik jika kita bisa menginap disini secara gratis”

“wah. Kau memang luar biasa cho kyuhyun. Jadi kenapa tidak kau minta naeun saja tadi malam untuk tidur denganmu?”

“kau masih cemburu dengan naeun? Aku bahkan sudah menceritakan semua masa lalu kami padamu”

“ck!”

Cup

Sekali lagi kyuhyun mengecup bibir eunbi.

“aku bercanda. Kalau kau ingin malam panas seperti tadi malam kita bisa melakukannya dirumah dan se.ti.ap.ha.ri”

“jadi jangan meminta itu padaku”

“kau benar-benar marah?”

“cepatlah bangun dan mandi tuan cho. Aku ingin cepat kembali ke rumah” kata eunbi setelah duduk di atas ranjang sambil menggelung rambutnya ke atas.

“aku bercanda tentang naeun. Jadi jangan marah. Oke? Oke?”

Dan diam. Eunbi diam. Tidak menjawab walau hanya kata oke saja. Baiklah cho kyuhyun, sepertinya kau menghancurkan kesempatan untuk menikmati malam indah seperti tadi malam. Oh! Jika tahu eunbi masih sangat sensintive tentang naeun maka kyuhyun tidak akan menggodanya seperti tadi. Kyuhyun memang bodoh!

**

Kyuhyun memutar bola matanya, melirik eunbi yang masih acuh lewat ekor matanya. Ternyata saat wanita marah maka seorang pria yang terkenal mahir dalam memenangkan hati para wanita bisa kerepotan juga seperti kyuhyun.

Lift itu masih bergerak turun dan eunbi masih betah mendiami kyuhyun sejak tadi pagi. Oh! Lupakan pagi romantis yang hanya bertahan beberapa menit tadi. Sejujurnya eunbi tidak begitu marah pada kyuhyun, dia hanya ingin saja sedikit menghukum kyuhyun. Tadi malam pria itu benar-benar mempermainkan eunbi tentang naeun bahkan sampai tadi pagi, maka terimalah pembalasannya cho kyuhyun!

Satu lantai lagi dan mereka akan sampai di lobi hotel.

Tapi tidak bisa! Batin kyuhyun

tidak sebelum kyuhyun mendapatkan maaf dari eunbi.

“kau apa-apaan?” tanya eunbi marah karena kyuhyun menekan angka 10. Untuk apa mereka naik lagi? Ingin membuang waktu di dalam lift?

“oh. Baiklah. Kita selesaikan ini sekarang” kata kyuhyun

“apa?”

“jangan pura-pura bodoh istriku. Kau mendiamiku hampir dua jam sejak tadi pagi”

“lalu?” wanita memang pintar berbelit-belit. Pura-pura tidak tahu dan bodoh, nyatanya mereka tahu pasti dan jelas apa yang sedang kyuhyun ingin jelaskan.

“aku bahkan sudah berterus terang padamu tentang hubunganku dengan naeun dulu. Kita tidak ada apa-apa. Dan masalah tadi pagi? Kau tahu aku hanya bercanda dan menggodamu saja. Jadi aku mohon jangan lagi mendiamiku seperti ini” kyuhyun memelas, memegang kedua tangan eunbi seperti memohon padanya untuk tidak memenggal kepalanya sekarang.

“aku tak masalah jika kau ingin kembali pada naeun”

“eunbi ayolah. Kau tahu aku bahkan tak bermaksud untuk itu”

“atau kau ingin menjadikannya istri keduamu? Aku akan setuju”

Kyuhyun tampak menghela nafasnya dalam-dalam. Setelah itu kyuhyun melepaskan genggaman tangannya pada tangan eunbi.

“jika kau ingin seperti itu baiklah. Jangan menangis saat aku membawa naeun ke rumah sebagai istri keduaku”

Sialan!

Mulutmu cho kyuhyun!

Eunbi menghentakkan kakinya keras dan menatap kyuhyun marah. Kali ini sangat marah!

“kalau begitu ceraikan aku dulu”

-ting-

Eunbi akan keluar saat lagi-lagi kyuhyun menutup pintu lift dan menekan lantai 10.

“apa maksudmu?” sungut eunbi

“jangan katakan tentang istri kedua apalagi perceraian. Kau tahu kalau hanya kau wanita yang aku cintai. Tidak ada naeun atau wanita lain. Hanya dirimu.”

Eunbi merona tanpa sadar.

Sudah eunbi katakan sebelumnya jika kyuhyun pintar membuat perasaannya seperti roller coaster. Pria ini gila! Terlalu gila sampai eunbi sangat mencintainya.

“jangan istri kedua lagi. Kau paham?”

Eunbi ingin berteriak ya! Tapi egonya masih terlalu tinggi. Tidak keren jika dia secepat itu luluh pada kyuhyun. setidaknya eunbi akan berusaha untuk tidka tertarik pada kyuhyun secepat ini.

“kau tidak ingin menjawab? Apa aku harus menelanjangimu dulu baru kau menjawab?”

“yak!” spontan eunbi berteriak. Ancaman apa itu? Menelanjangi?

“aku akan mem-“

Kyuhyun membungkam eunbi dengan ciumannya. Membuat eunbi lagi-lagi harus tunduk pada kyuhyun. dan entah sejak kapan eunbi ikut membalas ciuman kyuhyun. Rasa egonya tadi tiba-tiba hilang. Kenapa hanya karena ciuman kyuhyun eunbi bisa melupakan segalanya, rasa marahnya bahkan tempat mereka berciuman.

Ehem

Deheman seseorang membuat eunbi yang sejak tadi memejamkan matanya membukanya secara cepat.

Oh my god! Runtuknya dalam hati dan langsung mendorong kyuhyun.

Kyuhyun merenggut tidak suka karena ciumannya tiba-tiba dipotong oleh eunbi. Mata pria itu lantas mengikuti eunbi. Seorang wanita sudah berdiri di depan pintu lift yang tanpa mereka sadari sudah terbuka. Jadi ciuman mereka tadi menjadi tontonan?

“aku rasa aku menganggu kegiatan kalian”

“tidak-tidak-maksudku kau tidak mengganggu naeun shi” kata eunbi cepat. Dan keluar dari dalam lift.

“ya, kau baru saja mengganggu” itu suara kyuhyun. terdengar sangat tidak bersahabat. Apa dia benar-benar kesal karena ciuman tadi terpotong. Eunbi kira kyuhyun akan kembali menggoda eunbi dan membuatnya cemburu seperti yang sudah-sudah.

“maaf. Tapi aku bisa memberikan kalian kamar jika ingin. Ini lift tuan cho”

“ya. Kurasa itu lebih baik. Tapi sayangnya istriku ini tidak ingin menginap disini lagi”

Mata eunbi membesar menatap kyuhyun.

“bukan begitu istriku?” tanya kyuhyun pada eunbi.

“ah. Bukan begitu. tapi kita ada acara nanti malam. Jadi kita tidak mungkin menginap disini lagi lagipula minsoo eonni sendirian di rumah”

“baiklah. Kalau begitu aku pergi dulu. Semoga hari kalian menyenangkan”

“ya, terima kasih naeun shi. Semoga harimu juga menyenangkan”

Setelah itu naeun pergi meninggalkan eunbi dan kyuhyun.

“aku tidak tahu kalau kau juga bisa akrab dengan naeun” kata kyuhyun tiba-tiba.

“akrab? Itu bukan akrab cho kyuhyun tapi basa-basi”

“kau masih cemburu rupanya dengannya.”

“tidak! aku hanya tidak akan memberi dia celah untuk merebutmu dariku”

“Eh?”

“bukannya kau sudah bilang kalau hanya aku wanita yang kau cintai”

Kyuhyun tersenyum. Memahami wanita itu ternyata lebih sulit memahami rumus matematika ya.

“tidak akan ada wanita lain”

“akan aku pegang kata-katamu”

“baiklah nyonya cho. Kau bisa pegang kata-kataku”

***
Semakin hari hubungan kyuhyun dan eunbi semakin dekat. Akan ada eunbi dalam pelukan kyuhyun saat dia membuka mata, dan itu adalah pengalaman dan kebiasaan yang sangat kyuhyun syukuri. Memiliki eunbi dalam dekapannya. Jatuh cinta memang luar biasa. Seolah kyuhyun tidak bosan untuk memeluk dan mencium aroma shampoo yang dipakai eunbi setiap harinya.

Jika kyuhyun mengingat kembali masa lalu dia akan tersenyum sendiri melihat betapa bodohnya dia. Menolak tawaran kakaknya untuk dikenalkan eunbi, berfikir kalau dia bahkan bisa mencari gadis seperti itu dengan mudah. Tapi sekarang kyuhyun sadar kalau itu bukan pemikiran yang benar. Eunbi. Dia adalah satu-satunya wanita yang tidak akan dapat tergantikan atau disamakan dengan siapapun. Dia terlalu special. Cinta memang selalu punya cara untuk mencari pemiliknya. Jika dulu kyuhyun tidak pernah membayangkan kalau dia akan menjadi seorang suami dengan secepat itu dan tanpa persiapan apapun terlebih tanpa adanya perasaan cinta, tapi sekarang entah sudah berapa kali dia mengatakan ini kalau dia benar-benar mensyukuri hal itu. Pernihakannya dan memiliki istri seperti eunbi.

“apa ada yang lucu sampai kau tersenyum seperti itu?”

Sedari tadi rupanya kyuhyun bernostalgia di tengah pintu dapur sambil memandang eunbi yang melakukan rutinitasnya.

“hanya ingin saja” jawabnya sambil melangkah masuk ke dalam dapur.

“aku selalu ingin tersenyum saat bersama dengamu” katanya lagi dan mulai memeluk eunbi dari belakang.

“gombal” ketus eunbi.

“aku berkata jujur”

“baiklah anggap aku percaya. Dan sekarang bisakah kau membiarkanku melanjutkan pekerjaanku?”

“ada ahjumma yang akan mengerjakannya. Kau bisa membantuku saja”

Eunbi berbalik dengan tangan kyuhyun yang masih memeluknya.

Sesaat eunbi menghela nafasnya, tapi kemudian tanggannya begitu lincah membenarkan dasi yang sengaja belum kyuhyun pasang. Pria itu mempunyai kebiasaan baru, tidak pernah memasang dasinya dengan benar, kyuhyun hanya akan mengalunggkannya di leher tanpa mengikatnya.

“apa kau sudah lupa bagaimana caranya mengikat dasi?” sindir eunbi.

“bukankah kau juga menyukai hal ini?”

Eunbi tersenyum. Bukankah itu sudah terlihat jelas di wajahnya.

“baiklah sudah selesai”

“apa tidak ada ciuman selamat pagi?”

Ya, ujung-ujungnya juga kesini. Dasar kyuhyun!

“bukannya kau sudah menerimanya setelah bangun tidur tadi?”

Kyuhyun menggeleng.

“itu tadi hanya kecupan bukan ciuman”

Apakah sekarang menjadi masalah jika itu kecupan atau ciuman? Bagi eunbi sama saja. Tapi mungkin tidak bagi kyuhyun.

“kau ingin aku paksa atau memberinya secara sukarela?”

Pertanyaan apa itu? Itu terdengar seperti ancaman menjijikkan cho kyuhyun. Tapi dengan paksa sepertinya bukan solusi yang tepat.

“baiklah”

Perlahan eunbi menutup matanya. Tapi selama sepuluh detik dia tidak merasakan apapun. Jadi apakah kyuhyun baru saja mengerjainya?

Sebelah matanya dia buka. Dan sial! Kyuhyun memamerkan senyum evilnya.

“rupanya kau memang ingin aku cium”

Eunbi mendengus kesal.

Setelah itu dia merasakan kalau bibirnya sudah bertemu dengan bibir kyuhyun. Pria itu tersenyum di sela ciumannya.

Menyebalkan! Batin Eunbi.

“ini masih terlalu pagi untuk bermesraan”

Damn!

Eunbi mendorong kyuyun dan menatap kakak iparnya salah tingkah. Sementara kyuhyun hanya mengumpat tidak jelas karena kegiatannya terganggu.

“kau mengangguku saja nuna. Awh!”

Kyuhyun merasakan cubitan di perutnya.

“sebaiknya kita ke meja makan saja eonni. Ahjumma tolong lanjutkan masakannya” eunbi buru-buru mendorong kursi roda minsoo ke meja makan.

***

Mobil kyuhyun berhenti di depan coffee shop.

“kyu?” kata eunbi setengah terkejut karena pintu ruangannya tiba-tiba terbuka.

Kyuhyun tersenyum

“ada apa? ” tanya eunbi menghampiri kyuhyun.

” kita mendapatkannya”

“apa? ”

” bukti tentang ibumu. Yumi melakukan pekerjaannya dengan baik”

“ja-jadi maksudmu yoona-? ” kata eunbi tergagap.

Kyuhyun mengangguk sebagai balasan.

” kau bisa membawa bukti-bukti itu sekarang ke polisi”

“kenapa menangis?” kata kyuhyun lagi dan menghapus air mata eunbi dengan ibu jarinya. Tapi eunbi malah menggeleng dan tersenyum.

“jangan menangis”

“aku terlalu bahagia” kata eunbi

“terima kasih” lanjutnya dan memeluk kyuhyun.

“kau tidak perlu berterima kasih padaku karena kau adalah istriku”

***

Yoona menatap eunbi malas. Wanita itu tersenyum mengejek pada eunbi. Tidak ada sedikitpun rasa penyesalan atau permintaan maaf keluar dari mulutnya untuk eunbi. Wanita itu masih telihat sama angkuhnya seperti biasa, baju tahanan itu sepertinya tidak berpengaruh untuknya.

“kau ingin mengolokku karena kau berhasil membawaku masuk kesini? ” tanya yoona menyindir.

” tidak. Aku hanya ingin memastikan kalau kau menerima apa yang seharusnya”

Yoona menyeringai.

“ingat eunbi. Kau mungkin bisa memasukkanku ke dalam penjara tapi aku juga bisa memastikan kalau nanti kau yang akan mengeluarkanku”

“omong kosong!”

Yoona menyondongkan tubuhnya ke depan. Matanya menatap lurus ke arah eunbi.

“kau mungkin tidak tahu dengan kau membawaku kesini kau justru menghancurkan hidupmu sendiri”

“ayahmu, ibumu, atau kyuhyun. kau ingin aku memulai dari mana?” lanjut yoona

“kau tidak akan bisa melakukan hal itu lagi!” kata eunbi setengah membentak.

***

Eunbi memutar jarinya di pinggir gelas, sebelah tanggannya menopang dagunya. Entah kenapa tanpa sadar pikirannya teracuni oleh kata-kata yoona tadi siang. Ternyata ini bukanlah akhirnya, pikirnya.

“apa yang kau lakukan malam-malam begini di dapur?”

Eunbi menoleh dan kyuhyun sudah duduk di kursi disampingnya.

“kenapa kau terbangun? Ada yang kau butuhkan?”

“karena kau tidak ada disampingku” jawab kyuhyun enteng. Tapi itu memang benar. Entah sejak kapan kehadiran eunbi di sampinnya saat tidur menjadi sangat penting sampai dia bisa terbangun karena tempat disampingnya kosong.

Eunbi tampak sedikit menarik ujung bibirnya.

“maaf kalau kau terbangun karenaku”

Kyuhyun menggeleng.

“itu tak masalah. Jadi kenapa? Ada yang mengganggu pikiranmu?”

“aku pikir ini bukanlah akhirnya”

“apa? Kau masih belum berbicara dengan ayahmu?”

Bukannya menjawab eunbi malah menghela nafasnya. Ayahnya? Eunbi bahkan lupa kalau ayahnya juga mungkin sedang terluka. Tapi entahlah.

Kyuhyun menggeser kursinya mendekat pada eunbi, dan menarik wanita itu ke dalam tubuhnya.

“temuilah dia besok. Mungkin dia tidak punya banyak keberanian untuk datang padamu”

Eunbi melingkarkan tangganya di perut kyuhyun, memejamkan matanya dan menciumi bau kyuhyun lebih intens. Aroma tubuh yang bisa membuatnya tenang. Eunbi dapat merasakan kalau berkali-kali pelipisnya mendapat sebuah kecupan dari kyuhyun.

“apa kau mau menemaniku menonton film? Aku masih belum ingin tidur”

Kyuhyun menjauhkan tubuhnya dan mengelus pipi eunbi gemas.

“tentu saja. Kita akan menonton di kamar saja”

***

Dering ponsel eunbi terdengar sangat keras di tengah malam seperti ini. Dengan mata yang masih setengah tertutup dia berusaha mengambil ponselnya.

“halo” sapa eunbi dengan suara paraunya.

“ini dari rumah sakit seoul”

“rumah sakit?”

“ibu anda. Maksud saya nyonya hwang meninggal dunia”

“apa??!” eunbi langsung terduduk. Matanya yang tadi masih terasa berat sekarang menghilang. Ini hanya lelucon kan? Katakan padanya jika yang baru saja dia dengar adalah sebuah mimpi karena dia belum benar-benar terbangun dari tidurnya.

“akan saya jelaskan nanti di rumah sakit. Sebaiknya anda kesini segera” suara itu terdengar sangat buru-buru. Jadi apakah yang eunbi dengar tadi adalah sebuah kenyataan?

“eunbi. Eunbi” kyuhyun menguncang tubuh eunbi karena gadis itu tiba-tiba mematung dengan ponsel yang sudah terjatuh dipangkuannya. kyuhyun ikut terbangun karena teriakan eunbi.

“eunbi!” panggil kyuhyun lagi

Eunbi menoleh tapi dia tidak menjawab, setelah itu dia langsung turun dari ranjang tergesa-gesa dan meraih sweeter dari dalam lemari secara acak.

“kau mau kemana?”

Kyuhyun menarik tangan eunbi membuatnya berbalik menghadap kyuhyun.

“eunbi. Apa yang terjadi?” tanya kyuhyun menuntut

Mata eunbi tampak tidak tenang. Bola matanya bergerak ke kanan dan kekiri, bahkan kyuhyun bisa melihat kalau sekarang mata itu sudah di penuhi oleh air mata yang siap menetes.

Kyuhyun memegang kedua lengan eunbi.

“siapa yang menelpon?” tanya kyuhyun lembut.

“aku-aku-itu-rumah sakit” jawab eunbi terbata. Jantungnya masih berpacu sangat cepat dengan pikiran tak karuan membuat dia sangat bingung harus bagaimana.

“rumah sakit?” kening kyuhyun terlipat. Tapi dia mencoba untuk tetap tenang.

“ibu” kali ini eunbi menatap tepat pada mata kyuhyun seolah meminta bantuan pada laki-laki itu. Eunbi ingin kyuhyun bilang kalau ‘kau hanya bermimpi’ bisakah?

“mereka bilang ibu meninggal”

“apa?!”

“itu tidak benarkan?”

Kyuhyun buru-buru meraih tubuh eunbi dan memeluknya. Kyuhyun tidak tahu apa yang harus dia lakukan tapi yang pertama dia harus menenangkan eunbi yang sudah menjatuhkan air matanya.

“ibuku tidak pergikan kyu?” kata eunbi di sela tangisnya.

“tenanglah. Kita akan ke rumah sakit sekarang”

“kau jangan khawatir. Semuanya akan baik-baik saja”

“aku akan mengambil jaket dulu dan kita akan pergi ke rumah sakit sekarang”

Seperti biasanya, eunbi selalu merasa lebih tenang saat pria itu ada disampingnya. Kyuhyun selalu bisa membuat eunbi merasa kalau dia tidak sendiri, ada orang lain yang selalu akan berada disampingnya. Tuhan begitu baik pada eunbi mengirimkan kyuhyun untuknya. Eunbi tidak yakin apakah saat dia sendiri tanpa kyuhyun dia akan bisa setegar ini.

Perjalanan malam ini terasa lebih lama dari biasanya bagi eunbi, padahal lalu lintas sangat lenggang. Sebelah tanggan kyuhyun terus menggengam tangan eunbi. Memberikan istrinya itu kekuatan dan ketenangan, mencoba mengatakan pada eunbi jika semuanya akan baik-baik saja. meskipun kyuhyun bahkan tidak tahu pasti apa yang sedang terjadi. Sebuah telepon di tengah malam, semoga itu hanya ulah orang iseng.

Di depan rumah sakit terlihat lebih ramai dari malam-malam sebelumnya, tampak mobil polisi terparkir di depan gedung rumah sakit. Beberapa orang berkerumun di samping pintu masuk rumah sakit. Ada police line yang sudah terpasang disana.

Langkah kaki eunbi yang terasa sangat berat membuat jalannya sedikit lebih lambat. Semakin dekat dia mendengar suara orang berbicara, ada orang bunuh diri.

Kyuhyun masih setia berjalan disamping eunbi dengan tangan yang semakin erat menggenggam tanggannya. Rumah sakit tampak sangat kacau malam ini, ya kyuhyun berharap kalau ini bukanlah pertanda buruk bagi mereka.

“anda putri keluarga hwang?” seorang polisi tiba-tiba menghampiri kyuhyun dan eunbi.

“ada apa?” tanya kyuhyun mencoba setenang mungkin

“nyonya hwang ditemukan bunuh diri dengan meloncat dari atas gedung, saya ingin meminta keterangan dari anda”

Deg.

Jantung eunbi seolah berhenti berdetak. Suara itu seperti halilintar yang tepat berada di atas kepalanya.

Tanpa sadar eunbi langsung berlari dan membelah beberapa orang yang berkerumun. Seorang wanita paruh baya dengan baju rumah sakit tergelatak di bawah kaki eunbi dengan darah yang mengalir dari kepalanya. Tubuh eunbi tiba-tiba menjadi sangat lemah seperti tak bertulang. Gadis itu terduduk di halaman rumah sakit.

“ibu.ibu.ibu” panggil eunbi dengan suara yang sedikit tenggelam karena laju air matanya.

“ibu! Ibu! Bangun! “ eunbi berteriak dengan tenaga yang berhasil dia kumpulkan.

‘ini tidak mungkin! Semua ini tidak nyata!’ berkali-kali eunbi mencoba berfikir seperti itu, tapi kenyataan menamparnya kalau matanya masih sehat dan masih bisa mengenali kalau wanita yang sekarang tergeletak di lantai itu adalah ibunya.

“ibu!” teriak eunbi untuk kesekian kalinya.

Kyuhyun duduk disamping eunbi. Menghela nafasnya dalam-dalam.

“eunbi. Bangunlah.” Pinta kyuhyun sangat lembut.

“bangun! Jangan tinggalkan aku sendiri” eunbi masih terus merancau, memaksa ibunya yang sudah tak bernyawa untuk membuka mata.

“bangunlah” kali ini kyuhyun memegang kedua lengan eunbi dan memaksanya untuk berdiri. Tapi eunbi menolak.

“tidak! Ibu tidak boleh meninggalkanku! Bangun, aku mohon” tangis pilu eunbi ikut menyayat hati kyuhyun. Melihat orang yang sangat dia cintai begitu terluka dan kyuhyun bahkan tidak bisa melakukan apapun untuk itu benar-benar menyakiti hatinya.

Sebuah pelukan hangat dan tangan yang melingkar di perut eunbi membuat eunbi sadar kalau dia tidak sendiri sekarang. Ada orang yang berada di belakangnya yang akan terus mengguatkan eunbi

“tenangkan dirimu dulu. Semuanya akan baik baik saja. ada aku disini” kata kyuhyun begitu menenangkan.

“biarkan polisi menyelesaikan masalah ini terlebih dulu”

Dan kali ini saat kyuhyun membantu eunbi untuk berdiri, gadis itu menurut. Atau mungkin eunbi sudah lelah untuk terus meneriaki ibunya yang bahkan tidak membuka satu kali saja.

Eunbi duduk di kursi lobi rumah sakit. Dari jarak lima meter eunbi melihat kyuhyun sedang berbicara dengan polisi. Ini terlalu mengejutkan untuk eunbi, telepon di tengah malam sampai dia melihat ibunya tergelak di lantai dengan begitu banyak darah. Semua terlalu cepat dan mengejutkan untuknya.

Eunbi mengangkat telapak tangannya, ada noda darah disana. Benarkah ini nyata? Eunbi masih menanyakan hal itu keseribu kalinya pada dirinya sendiri. Eunbi masih berharap jika ini tidak nyata.

TBC

 

 

Advertisements

Not a contract marriage (Bab 13)

Satu hari ini eunbi memilih berdiam diri di rumah, bukan tanpa alasan tapi sepertinya efek galau mempengaruhi rasa malas untuk beraktivitas seperti biasa. Datang bekerja ke coffe shop sepertinya akan percuma jika eunbi hanya akan merenung. Jadi disinilah dia sekarang, duduk di sofa yang ada di kamar tidur sambil memandang rintik hujan di luar sana. Sial! Percikan-percikan air yang membawa masuk aroma tanah yang basah semakin membuah hatinya sendu. Haruskah dia mengatakannya atau tidak? Bagaimana perasaan kyuhyun padanya? Apakah ini cinta yang bertepuk sebelah tangan atau bukan? Nyatanya sekarang pertanyaan-pertanyaan itu jauh lebih penting dari pada berapa pendapatannya hari ini? Apakah coffe shop milkinya ramai atau tidak?
Eunbi manarik kain tipis yang dia gunakan sebagai selimut sampai dada. Lalu dia mengambil ponsel yang sejak kemarin wallpaper nya sudah berganti menjadi wajah kyuhyun. Haruskah dia mengirimi kyuhyun pesan?
Buru-buru eunbi membuka kotak pesan.
‘apakah kau masih bekerja? ‘
“ah tidak! Bukankah sudah jelas kalau jam segini kyuhyun masih bekerja. Aku hanya akan terlihat bodoh” jawab eunbi sendiri seperti orang bodoh
‘ apakah kau hari ini pulang cepat? ‘
“apa-apaan aku ini. Dia pasti akan pulang seperti biasanya.”
“ya ampun apa yang harus aku lakukan? ”
Rasanya eunbi bukanlah anak kemarin sore tapi rasa cinta masih terlalu awam baginya. Eunbi memilih meletakkan ponselnya tanpa menghapus atau mengirim pesan itu.
” kenapa aku jadi seperti ini? ”
**

Eunbi mengisi piring min soo dan kyuhyun, tapi tangan eunbi berhenti saat kakak iparnya itu tiba-tiba menyebut nama yang masih asing di telinganya.
“aku dengar dari naeun kalau minggu depan akan ada reuni sma mu?”
“oh. Aku baru dapat undangannya tadi pagi” jawab kyuhyun santai tidak memperdulikan eunbi yang setengah mati ingin bertanya siapa naeun itu.
“kakak masih berkomunikasi dengan naeun?”
Min soo mengangguk dan buru-buru menelan makanannya.
“aku masih sering bertukar pesan dengannya. kurasa taun ini dia akan datang ke acara reuni”
“dia pulang?” tanya kyuhyun setengah terkejut.
“ kurasa besok dia sudah sampai di korea”
Oke, eunbi bahkan tidak bisa mengambil kesimpulan apa-apa dari pembicaraan ini tentang siapa naeun itu. Dia harus bertanya pada kyuhyun sendiri nanti.
Setelah seorang gadis terang-terangan menawarkan diri menjadi istri kedua kyuhyun, dan sekarang jangan sampai jika naeun adalah kisah cinta kyuhyun yang belum selesai!
Eunbi akui jika dia sudah berharap banyak tentang pernikahan ini, terutama pada perasaannya. Dan jika mimpi buruk tentang kisah cinta yang belum selesai itu benar-benar terjadi, eunbi tidak tahu apa yang akan dia lakukan pada wanita itu. Kyuhyun pernah bilang jika pernikahan ini bukanlah pernikahan kontrak yang akan berakhir pada waktu tertentu dan eunbi akan memegang kata-kata kyuhyun itu.
***
Eunbi mondar-mandir gelisah di tengah ruangan kamarnya. Haruskah dia bertanya sekarang pada kyuhyun tentang siapa naeun itu? Tapi jika dia memang cinta pertama kyuhyun apa yang harus dia lakukan? Dia tidak ingin mendengar itu.
“tidak!”
“kau kenapa?”
Eunbi menoleh dan menengang karena kyuhyun sudah berdiri di belakangnya.
“apa ada yang menganggumu?” tanya kyuhyun lagi sambil menaiki tempat tidur tapi pandangannya masih menatap eunbi.
Eunbi menggeleng lemah.
“tidak ada.”
Eunbi masih memainkan ujung jari tangannya ragu saat kyuhyun sudah tenggelam bersama ponsel pintarnya, entah dia sedang mengecek beberapa laporan atau sedang asyik bermain game. Tapi bagaimana jika dia sedang sibuk bertukar pesan dengan naeun itu? Tiba-tiba pikiran dangkal itu merusak pikiran eunbi lagi.
“kyu?”
“hem..” kyuhyun hanya mengumam tanpa menoleh. Tapi dia tahu eunbi sudah naik ke ranjangnya karena gerakan eunbi menimbulkan sedikit suara berdecit.
“apa kau keberatan jika aku bertanya sesuatu?”
Kali ini kyuhyun menoleh. Sejak kapan eunbi punya basa-basi jika dia ingin bertanya sesuatu. Kyuhyun tahu betul jika gadis itu sekarang sedang sedikit khawatir dari gerakannya yang terus memainkan jari-jari tangannya sambil sesekali memilin ujung bajunya. Satu kebiasaan yang sudah sangat kyuhyun hapal entah sejak kapan.
“katakan saja”
Bukannya merasa tenang justru eunbi semakin merasa gelisah.
“tidak jadi. Besok saja.” putus eunbi, setelah itu dia berbaring memunggungi kyuhyun dan menarik selimutnya.
Saat eunbi memilih untuk diam dari pada bertanya maka hati kyuhyun akan semakin khawatir. Dia hanya pura-pura tidak paham dan membiarkan eunbi bertanya padanya sendiri. Kyuhyun pikir itu akan lebih baik jika dia memaksa eunbi berbicara.
Kyuhyun menatap punggung eunbi dalam diam. Gadis itu belum tertidur, kyuhyun tahu itu.
“reuni minggu depan.ikutlah denganku”
Eunbi menegang tanpa berniat berbalik. Dia tidak menyangka jika pembicaraan yang baru saja dia hindari akan dibahas kyuhyun lebih dulu.
“aku tak mungkin datang sendiri, semua orang tahu jika aku sudah menikah” lanjut kyuhyun.
Eunbi menghela nafasnya dan berbalik.
“kau tidak keberatan jika aku ikut?” tanya eunbi bodoh. Untuk apa dia menanyakan hal ini jika kyuhyun sendiri yang memintanya untuk ikut.
“kenapa aku harus keberatan?”
“ng…mungkin kau ingin menemui cinta pertamamu?”
“kau bicara apa?” kyuhyun tertawa di akhir kalimatnya. Pertanyaan bodoh apa itu?
Cinta pertama?
“aku hanya bertanya. Kau pasti punya kekasih di sma. Mungkin naeun?” kata eunbi hati-hati
Dan kali ini kyuhyun benar-benar terbahak.
“kenapa tertawa?”
Eunbi berdecak kesal.
“lalu apa kau juga punya kekasih di sma?” kyuhyun balik bertanya membuat eunbi sedikit tergagap.
“ke-kenapa kau jadi bertanya padaku”
“ahh jadi kau punya kekasih”
“tidak” jawab eunbi cepat.
Dan kyuhyun terdiam. Ada sedikit kesenangan karena eunbi menjawab tidak. Ya Tuhan perasaan apa ini.
Eunbi menggigit bibirnya. Kenapa tadi dia menjawab secepat itu? Seharusnya dia bilang saja kalau dia punya kekasih.
“aku juga tidak punya” kata kyuhyun tiba-tiba membuat mata eunbi membulat. Dia senang dan terkejut. Kyuhyun sedang berbohongkan sekarang? Atau dia benar-benar berkata jujur?
“dan naeun? Dia bukan kekasihku. Keluargaku dan dia bertetangga sebelum lima tahun lalu mereka kembali ke jepang.”
Tanpa sadar eunbi menarik sedikit ujung bibirnya. Tuhan memang baik. Disaat eunbi takut bertanya kyuhyun justru berbicara tanpa dia minta. Apakah ini yang namanya chemistry?
“kenapa tersenyum?”
“eh?”
Apa kyuhyun baru saja memergokinya tersenyum?
Kyuhyun tampak sedikit berfikir kemudian menatap eubi penuh selidik.
“kau tidak sedang cemburu dengan naeun kan?”
Shit!
Apa ekspresi eunbi sangat ketara.
“tidak! Kenapa aku harus cemburu?”eunbi mati-matian menolak.
“aku hanya bertanya kenapa jadi kau menganggap aku sedang cemburu?”
Kyuhyun mengangkat bahunya.
“kalaupun iya aku akan senang mendengarnya”
Deg.
Dan untuk kesekian kalinya rasanya jantung eunbi berhenti berdetak. Dia masih membisu saat kyuhyun sudah mematikan lampu dan siap untuk terjun ke alam mimpi. Eunbi masih memiringkan tubuhnya menghadap kyuhyun saat pria itu sudah memejamkan matanya.
Apakah kyuhyun tidak sadar seberapa besarnya efek kalimat itu untuk eunbi? Dia nyaris membunuh eunbi karena tidak bisa menguasai perasaannya.
***
Acara reuni kyuhyun berada di sebuah hotel di pinggir pantai milik salah seorang temannya. Eunbi sedikit tenang karena ternyata kyuhyun tidak punya mantan kekasih yang harus dia temui nanti, ya setidaknya itu kata kyuhyun kemarin. Tapi naeun? Jujur saja eunbi masih khawatir akan kehadiran gadis yang bahkan dia tidak tahu secantik apa dia dan seberapa pengaruhnya gadis bernama naeun itu dalam hidup kyuhyun. Apakah kisah cintanya yang belum mulai harus pupus karena adanya orang ketiga seperti drama-drama di televisi yang sering dia lihat? Secepat itukah orang ketiga itu datang?
Mobil itu berhenti tepat di depan pintu masuk hotel. Seorang pelayan sudah menghampiri kyuhyun dan eunbi sesaat mereka turun. Sebuah kamar sudah disiapkan untuk mereka. Sejauh ini eunbi masih belum tahu apakah teman-teman kyuhyun yang lain sudah tiba atau belum. Ya, acaranya memang akan dimulai nanti malam dan karena letak lokasi yang lumayan jauh dari pusat kota maka mereka punya kesempatan untuk menginap gratis di hotel ini. Seperti kyuhyun yang memilih untuk menginap dari pada berkendara di tengah malam, terlalu beresiko.
“tidak buruk ” batin eunbi. Harus dia akui kalau hotel ini setara bintang lima meskipun letaknya bukan di pusat kota.
Eunbi menyibak gorden yang menutupi jendela kaca besar yang ternyata menghadap ke arah pantai
” wow” gummanya tanpa sadar. Indah sekali! Dengan letak kamar yang mengahap langsung ke pantai seperti ini membuat dia bisa melihat matahari tenggelam. Sempurna!
“kau tidak ingin bersiap? ”
” iya sebentar lagi. Acaranya masih empat jam lagi dan aku masih bisa menikmati pemandangan langkah ini lima menit lagi” jawab eunbi tanpa menoleh tapi dia sadar kalau kyuhyun mulai berjalan mendekat ke arahnya, suara sepatunya semakin lama semakin terdengar jelas.
“bukankah ini pemandangan yang sempurna? ” tanya eunbi saat kyuhyun sudah berdiri di sampingnya dan menghadap lurus ke depan, ke hamparan laut yang disinari cahaya orange dari sang surya.
” hotel ini adalah hotel terbaik yang menawarkan pemandangan luar biasa di daerah ini ”
” kenapa kau tidak membangun hotel juga disini? Kurasa itu akan memberikan keuntungan yang besar untuk perusahaan ” usul eunbi asal. Sebenarnya bukan karena keuntungan perusahaan yang akan dia terima tapi karena dia bisa menikmati pemandangan ini sewaktu-waktu tanpa menyewa kamar hotel.
” mungkin akan aku pikirkan nanti”
Dan setelah itu mereka hanya sama-sama saling memandangi sinar jingga yang perlahan berubah menjadi hitam. Suara ombak yang berderu menjadi penyempurnaan. Semuanya terasa indah.
***
Kyuhyun merapikan sedikit jasnya dan beralih menatap eunbi yang masih sibuk mengacak-acak isi koper membuat barang-barang di dalamnya berserakan.
“kau sedang mencari apa? ”
” hiasan rambutku. Aku ingat aku sudah memasukkannya tapi sekarang tidak ada” jawab eunbi tanpa menoleh dan terus mengacak-acak isi koper.
“mungkin kau lupa membawanya”
“tidak. Aku ingat sudah memasukkannya”
Eunbi sudah menghabiskan hampir lima belas menit hanya untuk mencari barang yang entah pergi kemana.
“ikat saja seperti ini”
Kata kyuhyun tepat dibelakangnya, bahkan hembusan nafas pria itu saat berbicara dapat eunbi rasakan di tengkuknya. Sialan! Tindakan kyuhyun yang mengikat rambutnya membuat darah eunbi seolah mendidih. Sepertinya kyuhyun baru saja mengambil ikat rambut yang eunbi letakkan tadi di samping tidur. Dan sekarang Eunbi bahkan tidak sanggup hanya untuk berbicara apalagi berbalik.
“aku akan merapikannya sendiri” kata eunbi gugup lalu berdiri berjalan ke arah cermin.
***
Hampir semua orang sudah datang memenuhi ballroom hotel dan eunbi hanya berdoa kalau naeun bukanlah sosok yang sempurna melebihi dirinya, setidaknya dia berharap kalau naeun adalah gadis gedut dengan banyak jerawat di wajahnya sehingga kyuhyun tidak memandangnya.
Tapi
Hufff
Eunbi menghela nafasnya. Tapi penampilan bisa diubah bukan? . Gadis yang biasa saja bisa tampil sempurna hanya dengan sentuhan make up apalagi di dunia yang semakin gila ini.
Hufft
“kau bisa meruntuhkan gedung ini jika kau menghela nafas sekali lagi”
Itu suara kyuhyun, pria yang menggandeng tangan eunbi dan terlihat sempurna hanya karena setelan jas yang biasa dia kenakan.
“aku tidak akan meruntuhkan gedung ini hanya karena aku menghela nafas” sungut eunbi
“kau gugup? ”
” untuk apa? ”
Kyuhyun mengangkat bahunya.
” mungkin bertemu mantan kekasihku”
Sedetik kemudian eunbi berhenti membuat kyuhyun berbalik menghadapnya.
“kau bilang kau tidak punya mantan kekasih untuk aku temui di sma? ”
Wajah eunbi sangat serius. Sangat. Tapi kyuhyun ingin tertawa sekarang. Pria itu tersenyum.
” jadi benar kau gugup karena mantanku? ”
” tidak! ” kata eunbi cepat
” bagaimana bisa kau bilang aku gugup? ”
” ya, itu-”
“cho kyuhyun! ”
Kyuhyun tidak jadi melanjutkan kalimatnya karena teriakan namanya.
” lama tidak bertemu denganmu” kata pria yang baru saja melerai perdebatan mereka. Eunbi sedikit bersyukur karena dia tidak harus jadi bulan-bulanan kyuhyun.
Eunbi hanya melihat dan mendengarkan perbincangan kyuhyun dengan orang bernama kibum itu, ya kyuhyun tadi memanggil pria itu dengan nama itu. Pria jika bertemu sahabat lama ternyata juga bisa mengabaikan keadaan sekitar, eunbi rasa itu hanya berlaku pada wanita tapi ternyata tidak! Buktinya eunbi terabaikan sekarang. Mereka tidak peduli sampai ekor mata pria bernama kibum itu melihat bayangannya.
“dia istrimu? ” tanyanya pada kyuhyun.
” aku kira semua orang tahu kalau dia adalah istriku” jawab kyuhyun santai
“ya, tapi aku baru saja sampai di korea cho kyuhyun”
“halo. Perkenalkan namaku kibum sahabat kyuhyun”
“halo. Hwang eunbi.”
“cho eunbi” kyuhyun memotong.
Eunbi menoleh pada kyuhyun.
“bukankah kau sudah menikah denganku? ” jelas kyuhyun.
Eunbi mengedipkan beberapa kali matanya. Astaga! Kyuhyun memang pintar mempermainkan detak jantung eunbi.
” eyyy. Kalian ingin membuat aku cemburu?! ”
” maka segeralah menikah tuan kibum” kyuhyun menasehati yang terdengar seperti sebuah ejekan.
“mulutmu masih sama seperti dulu cho kyuhyun! ”
” baiklah aku tidak ingin berlama-lama diantara kalian membuatku ingin cepat menikah saja. Aku akan menyapa teman-teman yang lain”
“baiklah. Cepat pergi! ”
” nyonya cho sampai bertemu lagi. Kau bisa menanyakan padaku tentang masa lalu kyuhyun. Termasuk tentang naeun”
Oh baiklah, nama itu disebutkan. Eunbi rasa naeun bukan sekedar ‘teman’ untuk kyuhyun.
“ayo kita menemui teman-temanku”
Kyuhyun tidak tahu apakah perkataan kibum tentang naeun mempengaruhi eunbi. Tapi dari ekspresi gadis itu kyuhyun tahu kalau eunbi mulai tidak nyaman.
Perlahan eunbi mulai menyesuaikan dengan semua teman-teman kyuhyun. Dia sudah bisa ikut menimpali candaan yang dilemparkan padanya sampai. Sampai nama seseorang disebut.
“naeun kyu. ”
Eunbi ikut menoleh mengikuti kyuhyun.
Gadis dengan gaun hitam dan rambut tergerai berwarna coklat berjalan anggun ke arahnya.
‘jadi ini naeun’ batin eunbi
Sempurna. Hanya itu yang terbesit di dalam otaknya tentang naeun. Tinggi, putih, dan cantik siapa yang tidak akan bilang kalau naeun sempurna.
“halo semuanya”
Dan suaranya mendayu dengan indah.
“lama tidak bertemu. Kau terlihat semakin cantik” kata pria berkemeja biru itu
“bernahkah? Aku senang mendengarnya” kata naeun malu-malu
“ah naeun apa kau tidak ingin menyapa pahlawanmu ini” pria berkemeja biru itu menyenggol kyuhyun.
Ah! Jadi kyuhyun adalah pahlawan naeun selama sma. Pikir eunbi
“halo cho kyuhyun. Lama tidak bertemu”
“lama tidak bertemu naeun”
“aku rasa kau sudah mendengar kepulanganku dari kak minsoo”
“iya dia sudah bilang padaku”
Naeun mengangguk mengerti
“dia istrimu? ”
” ya dia istriku. Eunbi”
Antara perasaan senang dan jengkel bercampur jadi satu. Tapi eunbi terpaksa harus tetap mengumbar senyum.
“halo. Eunbi”
“senang berkenalan denganmu dan maaf karena aku tidak hadir di acara pernikahan kalian. Atau mungkin kyuhyun tidak ingin mengundangku”
Tidak mengundang? Jika eunbi ingin berpikiran dangkal maka dia akan berpikir kalau kyuhyun memang punya masa lalu yang indah dengan eunbi. Jelas saja. Mana ada seorang mantan kekasih yang mungkin masih dicintainya diundang ke pesta pernikahan yang bahkan tidak ingin dia lakukan. Ya perkataan kyuhyun kemarin kalau dia tidak punya hubungan apapun dengan naeun, eunbi tidak percaya lagi. Hampir semua teman kyuhyun tadi membahas naeun saat kyuhyun datang. Mulai kebiasaan mereka yang selalu pulang bersama sampai kyuhyun yang selalu menjadi pahlawan naeun. Apakah kalian berfikir ada pertemanan antara pria dan wanita yang terjalin sedekat itu tercipta tanpa adanya perasaan cinta? Mungkin salah satu dari mereka atau mungkin dua-duanya.
“kau masih di jepang”
“aku akan datang jika kau mengundang. Apa karena permasalahan yang dulu? Kau masih membenciku? ”
Akhirnya pembahasan ini muncul juga. Mungkin sekarang kyuhyun sudah tidak lagi marah saat dia mulai membahas masa lalu, tapi kyuhyun rasa waktu sekarang tidak tepat. Sangat tidak tepat!.
” kalian punya masalah? ” teman kyuhyun tadi bertanya seolah tidak percaya kalau kyuhyun dan naeun sempat terjadi permasalah. Dia hanya ingat kalau kyuhyun dan naeun terlihat bersama bahkan di hari-hari terkahir naeun di sekolah.
” sedikit” jawab naeun santai, tapi kyuhyun dia sudah terlihat sangat tidak nyaman.
“bisakah kita tidak membahas masa lalu lagi? ” katanya seperti memperingatkan
” kenapa? Aku senang jika kita bisa bernostalgia atau mengungkap rahasia yang belum terungkap dulu” kata teman pria kyuhyun tadi.
“ya kita tidak akan membahasnya. Karena kau sudah menikah bisakah kau memaafkanku? ”
Eunbi. Kyuhyun melirik eunbi. Gadis itu terlihat sangat tidak nyaman. Dan kyuhyun yakin kalau itu karena kehadiran naeun.
“aku sudah memaafkanmu. Dari dulu”
***
Tanpa sadar eunbi menjadi kesal.
Kyuhyun berbohong!
Dia kesal. Sangat. Eunbi juga khawatir. Khawatir jika kehadiran naeun bisa merubah segalanya, menjauhkan kyuhyun darinya, merusak rumah tangganya. Apa rumah tangganya harus berakhir sama dengan rumah tangga orang tuanya? Semakin dia memikirkan itu maka eunbi akan semakin marah! Apalagi setelah dia tahu kalau hotel tempatnya menginapa adalah hotel milik keluarga naeun. Double shit! Apa ini sebuah rencana jahat?! Agar naeun bisa lebih leluasa bertemu kyuhyun? Jika tahu seperti ini eunbi akan memilih pulang meskipun ini sudah hampir jam dua belas malam.
“eunbi”
Suara tenang kyuhyun membubarkan lamunan eunbi. Pria itu sudah menutup pintu kamar karena eunbi baru saja mendengar suara pintu berdetum.
Pura-pura tidak mendengar, eunbi mememilih melepas high heels dan beberapa perhiasan yang melekat di tubuhnya.
“aku ingin menjelaskan sesuatu. Kupikir kau salah paham tentang sesuatu”
Kyuhyun mencoba membuka perbincangan. Ada perasaan tak tenang karena belum memberitahu eunbi yang sesungguhnya. Jadi kyuhyun berbohong? Tidak! Bukan seperti itu. Biar kyuhyun jelaskan pada eunbi sekarang.
“sesuatu? Aku salah paham? ” eunbi berbalik dan bertanya seolah dia adalah wanita paling bodoh yang tidak mengerti kemana jalan bicara kyuhyun.
Kyuhyun melangkah lebih dekat dengan eunbi, menyisahkan jarak hanya satu meter saja.
” naeun”
Ck! Dalam hati eunbi berdecak. Naeun lagi. Lagi. Dan lagi. Harus sampai berapa kali eunbi mendengar nama itu malam ini? Tidak bisakah nama itu berhenti di sebut saat dia memilih untuk kembali ke kamar dan meninggalkan acara yang sekarang di isi dengan minum-minum itu? Kenapa naeun lagi?
“kau tidak perlu menjelaskan apapun karena itu tidak ada hubungannya denganku” setengah hati eunbi mengatakan itu. Dia ingin jika segala sesuatu yang berhubungan dengan kyuhyun juga berhubungan dengannya. Tapi sekarang eunbi sadar jija itu hanya angan-angan saja.
“aku tidak tenang jika kau masih salah paham”
“kenapa? Karena aku tampak sangat bodoh? Karena aku langsung percaya saat kau bilang dia bukan kekasihmu?”
“ck! Aku tidak tahu kenapa aku bisa sebodoh itu ” tambah eunbi.
Eunbi tampak menelan ludahnya karena tiba-tiba tenggorokkannya menjadi kering, menahan air mata.
” kau tidak perlu menjelaskan apapun. Aku tidak salah paham lagi” lanjutnya.
“apa kau benar tidak ingin mendengar penjelasanku? ”
Eunbi menggeleng.
Jika sekali lagi dia mendengar pujian untuk naeun maka eunbi tidak berjanji jika dia akan tetap tinggal disini.
” naeun bukan kekasihku atau siapapun untukku hanya teman. Dulu bahkan sekarang”
“aku sudah bilang aku tak ingin mendengar apapun. Apapun tentang naeun atau wanita lain”
“aku tidak berbohong”
“apa kau akan melanjutkan pembicaraan ini? ”
Tanpa menunggu jawaban kyuhyun, eunbi berbalik melewati kyuhyun hendak pergi tapi tiba-tiba tangannya tertahan. Eunbi tahu itu kyuhyun tapi dia enggan untuk berbalik dan menatap kyuhyun. Dia hanya mendengarkan kyuhyun.
“aku memang dekat dengan naeun sejak smp. Kita bersahabat. Tapi kau tahu tidak ada persahabatan antara wanita dan pria yang yang berjalan secara murni. Aku mencintainya. ”
Eunbi benar-benar menahan laju air matanya. Dan saat genggaman kyuhyun tak lagi seerat tadi eunbi melepaskannya. Dia pergi, tapi dilangkah ke tiga eunbi dia berhenti. Suara kyuhyun membuatnya berhenti.
” kupikir dia juga tapi aku salah. Dimalam sehari sebelum dia berangkat ke jepang. Aku berniat menyatakan cintanya padaku, aku terlalu percaya diri untuk datang ke rumahnya dan memintanya keluar”
Kyuhyun tersenyum kecut, mengulang kembali memori itu.
“aku bilang cinta padanya tapi hanya dalam hitungan detik dia langsung menolakku sebelum aku menyelesaikan kalimatku. Aku masih ingat kata-kata terakhir yang dia katakan padaku sebelum dia menutup pintu pagar rumahnya dan meninggalkan aku di luar. ‘aku tidak mencintaimu kyu, kau mungkin salah mengartikan hubungan ini. Aku senang kau menemaniku saat aku tidak mengenal siapapun disini, melindungiku saat semua orang menjahiliku. Kyu, aku mencintai orang lain. Aku mencintai kibum. Kuharap kau mendapatkan wanita yang lebih baik dariku’ hanya itu yang dia katakan, membiarkan diriku merutuki kebodohanku”
Kyuhyun menjeda kalimatnya, menelan ludahnya. Terdengar jika suaranya sedikit tercekat.
“dia mencintai sahabatku. Dan hari itu aku sadar kalau naeun berada di dekatku karena aku adalah orang pertama yang dia kenal di korea, dia menjadikanku tameng hanya untuk bertemu kibum. Aku jadi berfikir kenapa aku tidak menyadari jika dia selalu ingin pergi menonton dan mengajak kibum dari pada membiarkan aku dan dia pergi berdua. Aku memang bodoh”
Eunbi menghembuskan nafasnya. Kenapa dia harus mendengar betapa kyuhyun sangat mencintai naeun? Kenapa kyuhyun masih merasa sedih mengingat hal itu? Eunbi benci!
Eunbi berbalik
” jika kau mencintainya kenapa kau tidak mengejarnya? Dia ada disini. Dia kembali. Aku tidak akan menghalangimu”
“aku tidak lagi mencintainya sekarang”
Eunbi tersenyum seolah mengejek kyuhyun.
“kau baru saja akan menangis saat menceritakan masa lalu kalian”
“aku-”
“jika kau masih mencintainya pergi saja temui dia, aku tidak peduli”
“aku tidak tahu jika kejadian itu membuatku kehilangan kepercayaan diriku. Aku mungkin banyak mengatakan cinta pada orang lain, tapi aku tak pernah mengatakan dengan hatiku. Tapi saat aku ingin mengatakan dengan jelas perasaanku tiba-tiba aku kehilangan kepercayaan diriku”
“dia tidak akan tahu perasaanmu sebelum kau mengatakannya sekalipun dia akan menolakmu lagi kurasa itu akan mengurangi bebanmu”
“jadi aku harus mengatakannya? ”
” ehm” eunbi hanya mampu berdehem. Menyuruh kyuhyun mengatakannya pada naeun adalah hal paling bodoh yang dia katakan.
“aku mencintaimu”
“ehm. Katakan padanya kau masih mencintainya”
“aku sangat mencintaimu”
“hem”
“aku sangat mencintaimu cho eunbi”
“hem. Eh? Hah? ”
Eunbi menengadah menatap kyuhyun yang berdiri dua meter di depannya. Apa dia salah mendengar sesuatu?
” aku menemukan kepercayaan diriku. Aku mencintaimu”
Eunbi menelan ludahnya saat kyuhyun melangkah maju ke arahnya.
“apa aku akan menerima penolakan lagi? ”
Eunbi masih membisu sampai kyuhyun benar-benar berada di depannya hanya berjarak satu langkah.
” apa aku harus menunggu untuk mendapatkan jawabnnya? ”
” apa kau bertanya padaku? ”
Kyuhyun tersenyum.
” apa ada wanita lain disini? ”
” bukan. Tapi-”
“tapi? ” kyuhyun mengulangi pertanyaan eunbi.
” tapi, kau baru saja bercerita tentang naeun tentang rasa cintanya dirimu padanya, bahkan kau harus menahan air matamu untuk-”
“hahahaha”
Tawa kyuhyun pecah membuat eunbi mengerutkan keningnya.
“kau mengerjaiku? ”
Kyuhyun menyeka ujung matanya yang basah karena tertawa berlebihan.
” aku tahu kau sedang cemburu dengan naeun jadi aku hanya ingin menggodamu”
“jadi kau hanya pura-pura sedih?? ”
” yak! Cho kyuhyun! ”
Eunbi akan memukul lengan kyuhyun seperti apa yang sering dia lakukan tapi trik itu sudah dihapal kyuhyun membuat tangannya gampang diraih.
Eunbi tidak tahu kenapa dia sebodoh ini? Membiarkan dia hampir mati karena rasa cemburu dan marah yang melebur jadi satu.
“naeun tidak berpengaruh lagi untukku. Setelah dia menolakku, aku membencinya karena kurasa dia hanya memanfaatkanku saja. ”
” aku tak memiliki perasaan apapun lagi dengannya”
Eunbi melepas tangannya dari genggaman kyuhyun.
“aku tidak tahu jika hal seperti ini bisa menjadi lelucon untukmu”
“aku tak membuat lelucon. Dulu aku pernah mencintai naeun dan dia menolakku dan aku juga serius jika aku harus mengumpulkan rasa percaya diriku hanya untuk mengatakan aku mencintaimu”
Eunbi diam seolah dia kehabisan kata-kata.
“apa kau masih menganggap aku berpura-pura? ”
” aku mengatakan yang sebenarnya sekarang. Aku sangat mencintai istriku cho eunbi. Hatiku selalu meloncat saat berada di dekatnya, aku akan tersenyum walau hanya memandangi wajahnya yang tertidur di sampingku, aku merasa sangat senang saat tahu dia memarahi wanita yang ingin menjadi istri keduaku dan aku sangat senang saat dia menjadi sangat cemburu karena naeun”
“aku tidak cemburu! ”
” kau hampir menangis karena aku menceritakan kalau aku pernah menyukai naeun”
“yak! ”
” auw! ”
Kyuhyun meringis kesakitan karena cubitan eunbi di perutnya.
” aku tidak akan menangis ”
“aku bisa melihat matamu memerah dan suaramu bergetar”
“itu karena kau membohongi bodoh! ”
” jadi kau benar cemburu? ”
” tidak! ”
” kau cemburu hahaha” kyuhyun berlari menjauhi eunbi karena khawatir dia akan kena cubitan tak terduga lagi.
“aku sudah bilang tidak”
“kau masih marah”
“aku bilang aku tidak cemburu cho-”
“akh! ”
Eunbi terhuyung kedepan saat ingin mencubit kyuhyun. Pria itu malah menariknya membuat dia dan kyuhyun terjatuh di atas ranjang. Kyuhyun mungkin sengaja. Karena dalam posisi sedekat ini dengan kedua tangan yang di genggam erat kyuhyun membuat eunbi benar-benar tak bisa apa-apa.
“aku tak berbohong tentang perasaanku padamu. Aku sangat mencintaimu. Apa kau juga mencintaiku? ”
Kyuhyun menodong eunbi dengan pertanyaannya membuatnya sampai menahan nafas.
” apa kau tidak akan menjawabku? ”
” aku tidak akan membiarkanmu lepas sampai kau menjawabnya”
“kyu! ”
eunbi semakin kehilangan pergerakannya saat kaki kyuhyun mengikat tubuhnya.
” aku tidak akan melepaskanmu sebelum kau menjawabnya”
“lepaskan aku! Aku tidak bisa bergerak”
kyuhyun menggeleng
Cup
“lepaskan aku! ” eunbi berusaha menendang kaki kyuhyun. Dia pikir setelah eunbi mmeberikan kecupan maka kyuhyun akan sedikit melonggarkan gengamannya dan eunbi bisa terbebas tapi salah.
” kecupan bukan jawaban eunbi”
“aku sudah memberikan jawabanku” jawab eunbi hati-hati
“aku tak mendengar jawabanmu”
“itu” eunbi menunjuk bibir kyuhyun dengan gerakan kepalanya.
“apa? ”
” apa kau tidak bisa mengartikannya? ”
Kyuhyun menggeleng
” tidak selain kau ingin aku menciummu”
“yak! Cho kyu-emb”
Eunbi tersentak karena kyuhyun benar-benar menciummnya. Pelan dan lembut, ciuman ini benar-benar memabukkan sampai tanpa sadar eunbi juga ikut bermain. Selalu seperti ini, saat eunbi harus kalah dan ikut terlena ke dalam ciuman kyuhyun yang memabukkan.
” jadi kau juga mencintaiku? ” tanya kyuhyun lagi setelah dia melepaskan ciumannya.
Eunbi mengangguk
” katakan. Katakan kau juga mencintaiku”
Kyuhyun menarik dagu eunbi membuat dia menengadah menatap wajahnya.
“katakan” desak kyuhyun lagi
“aku mencintaimu suamiku”
Kyuhyun tersenyum dan menarik eunbi ke dalam pekukannya.
“jika tahu begini aku akan mengatakannya lebih awal”
“apa kau takut jika aku menolakmu? ”
Kyuhyun menggeleng
” aku bisa lebih bebas untuk menciummu”
“cho kyuhyun! ”
” aku bercanda”
Eunbi hanya berdecak. Dia benar-benar kehabisan kata-kata karena kyuhyun. Menjadikan perasaannya hari ini seperti roller coaster dan diaduk menjadi satu.
Tangan kyuhyun bermain di wajah eunbi, membelai wajahnya dengan sentuhan jari yang lembut.
“aku sangat bahagia hari ini”
“terima kasih”
“ehm” eunbi hanya bergumam
Jari kyuhyun berhenti di bibir eunbi, efek basah karena ciumannya tadi masih terlihat jelas. Kyuhyun ingin merasakannya lagi.
“apa aku boleh menciummu? ”
Eunbi mengangguk
Dan kyuhyun buru-buru menyambar bibir eunbi. Ciuman kali ini lebih menuntut dari sebelumnya. Kyuhyun seolah telah menantikan hari ini sejak lama. Pria itu sekarang berada di atas eunbi dengan bibir yang masih saling bertautan. Kyuhyun benar-benar menggila sampai tidak sadar kalau tangannya sudah bergerak lincah di punggung eunbi ingin melepas resleting gaunnya.
Eunbi menahan tangan kyuhyun membuat pria itu berhenti dan menatap eunbi memohon. Tanpa kalimat eunbi sudah tau apa yang ingin kyuhyun minta. Eunbi menatap dalam-dalam ke dalam manik mata kyuhyun dan ragu-ragu dia mengangguk.
Kyuhyun kembali mencium eunbi. Melepaskan kemejanya asal bahkan menariknya sampai kancing-kancing itu terlepas. Tangannya tanpa masalah langsung menarik turun resleting gaun eunbi.
Untuk malam ini, biarlah ini menjadi malam mereka tanpa siapapun yang tahu.

TBC

Author’s note: hallo author kembali lagi. Apa ff ini semakin tidak jelas??? Yuk tulis pendapat kalian tentang ff ini 😊😊😊 jangan lupa like dan share ya 😊

I love you all ❤️❤️❤️

Not a Contract Marriage (Bab 12)

“jadi apa yang sudah kau lakukan! ” dalam sekali gerakan kyuhyun menggebrak mejanya membuat pria yang berdiri di depannya menunduk takut.

” ini sudah hampir dua minggu dan kau belum bisa mendapatkan apa-apa! ” hardik kyuhyun lagi.

Entah dokter kim dan yoona yang terlalu cerdik atau anak buah kyuhyun yang terlalu lambat. Bagi kyuhyun dua minggu adalah waktu yang lama, dia tidak bisa menunggu terlalu lama atau lebih tepatnya kyuhyun tidak bisa lagi melihat eunbi bersedih. Ya ampun apakah ini efek dari janjinya pada eunbi atau karena perasaannya pada gadis itu telah berubah. Lambat laun kyuhyun sedikit mengerti kalau hatinya telah berubah. Dia jelas-jelas menginginkan kebahagiaan eunbi dengan membuat beberapa janji yang belum bisa dia wujudkan.

“kau tahu, aku membayarmu mahal untuk pekerjaan ini! ”

” maaf bos tapi dokter kim selalu menolak pelacur yang kita bayar” bela pria yang ternyata salah satu anak buah kyuhyun. Orang yang dia tugaskan untuk mencari bukti lain atas kejahatan dokter kim.

Kyuhyun tampak memijit pelipisnya.

“apa kau tidak punya rencana lain selain mengandalkan pelacur-pelacur itu?! ” masih dengan nada tinggi, kyuhyun seperti sudah kehilangan kesabarannya.

Apa dua minggu ini anak buahnya ini hanya sibuk dengan pelacur mana yang akab menarik hati dokter kim?!

Ide yang bagus memang, mengorek kebenaran saat dokter kim mabuk bersama pelacur bayarannya tapi sial! Kenapa hal mudah itu menjadi sulit saat dokter kim punya standar sendiri untuk wanita murahan seperti itu.

“dokter kim tidak dekat dengan siapapun bahkan dia tidak punya keluarga. Dia lebih serung mengunjungi kamar hotel dari pada rumahnya sendiri”

“aku ingin kau menyelesaikan pekerjaan inu sampai minggu inu. Kau mengerti! ”

Setelah anak buahnya pergi kyuhyun menghempaskan dirinya di kursi kerjanya. Otaknya sedang berfikir apa yang bisa dia lakukan untuk membuat dokter kim mengaku. Menyandera anaknya? Jelas anak buahnya tadi bilang jika dokter kim tidak punya keluarga. Mmebayarnya mahal untuk kesaksiannya? Kyuhyun jelas tidak bingung sebanyak apapun uang yang akan diminta domter kim nanti, taoi itu mustahil. Yoona pasti telah memberinya mahal, dan kyuhyun yakin kalau dokter itu tidak akan mungkin mengaku begitu saja hanya demi uanga dan membiarkan dirinya masuk oenjara. Menggekikan bukan, saat dia menerima banyak uang tapi tidak bisa menikmatinya karena harus mendekam di penjara? Kyuhyun pikur dokter kim sudah gila jika setuju melakukan hal itu. Tidak ada orang yang berharga dalam hidup dokter kim, tidak ada orang yang bisa membuag dokter kim berfikir dua kali untuk membuat berjalan di jalan yang salah bersama yoona.

“aku membawakan kopimu”

Kyuhyun menoleh. Sejak kapan eunbi sudah masuk ke dalam ruang kerjanya? Kyuhyun tidak mendengar suara ketukan pintu atau orang berjalan mendekat ke arahnya.

“aku sudah mengetuk pintu dan memanggilmu jika itu yang ingin kau tanyakan”

Tanpa menunggu jawaban kyuhyun eunbj segera mengambil duduk di kusi depan kyuhyun.

“aku tidak mendengarnya”

Eunbi mengangguk.

“kyu” kata eunbi mengantung.

“maaf. Aku mendengar pembicaraanmu tadi dengan anak buahmu”

Kyuhyun meletakkan cangkir yang baru saja isinya dia minum. Tiba-tiba dia tidak berselera. Bukan karena kopi itu berubah rasa tidak seperti biasanya tapi melihat eunbi menunduk dengan memilin sebagian ujung bajunya membuat kyuhyun tidak tenang.

“maafkan aku. Tpi aku yakin kita bisa menemukan bukti itu dan membawa dokter kim dan yoona ke penjara”

Eunbi menggeleng.

Bukan. Bukan seperti itu maksudnya. Eunbi mengerti jika kyuhyun belum bisa menepati janjinya. Eunbi juga yakin kalau pria itu tak akan melupakan janjinya. Tapi ada sesuatu yang mengganggu pikirannya.

“kyu tentang rencanamu-” lagi-lagi eunbi menggantung kalimatnya.

“rencanaku? ”

” tentang pelacur yang ingin kau sewa untuk menjebak dokter kim. Kurasa aku tahu bagaimana tipenya”

Sedikit geli memang saat seorang pemain yang suka bermain dengan pelacur mempunyai standart sendiri pelacur seperti apa yang bisa menemaninya.

Kyuhyun tidak menjawab dia hanya melipat dahinya. Siapa orang yang dimaksud eunbi? Kyuhyun rasa dokter kim hanya menyewa satu orang pelacur saja dalam beberapa tahun ini. Itulah kenapa jebakan kyuhyun selalu gagal. Lalu siapa yang dimaksud eunbi? Dia tahu wanita yang disewa dokter kim itu?

“sebenarnya dokter kim pernah terang-terangan menggodaku, jadi aku-”

“tidak! ” potong kyuhyun cepat. Tanpa mendengar kalimat eunbi lebih lanjut kyuhyun tahu kemana arah bicara istrinya itu.

Dia gila?!

” kau berfikir untuk menjadi pelacur dokter kim?! Apa lau sudah kehilangan akal?! ” tanpa sadar kyuhyun menaikkan nada bicaranya. Kepalanya terasa akan meledak karena amarah. Eunbi bodoh atau apa? Sampai kapanpun kyuhyun tidak mungkin mengiyakan permintaan gadis itu.

” kyu kumohon dengarkan aku dulu. Aku tak bermaksud menjadi pelacur dokter kim tapi-”

“menggoda dokter kim?! Jangan kau harap mendapat ijinku! ”

” tapi kyu-”

“tidurlah ini sudah malam”

Lalu kyuhyun menyibukkan diri dengan pekerjaannya yang tertunda tadi. Pembicaraan itu sudah kyuhyun anggap selesai tapi ternyata tidak dengan eunbi. Gadis yang masih enggan beranjak itu hanya menatap kyuhyun bingung. Dia tahu apa dan bagaimana perasaan kyuhyun, eunbi mengerti alasan pria itu melarangnya. Tapi kenapa sisi keegoisan eunbi yang lain ikut berteriak? Dia tidak bisa mwnunggu lebih lama lagi. Dia ingin orang-orang yang telah membuatnya menderita selama ini menebus semuanya. Secepatnya!

“aku hanya ingin mengembalikan kehidupanku yang dulu. Saat tidak ada orang ketiga dalam rumahku, saat ayah dan ibuku masih menikmati sarapan bersama denganku. Aku ingin semua kenangan itu kembali lagi. Kyu, kau tahu aku sangat mempercayaimu, aku bahkan sudah pernah mengatakannya. Tapi aku hnaya ingin semua ini cepat selesai. Kumohon mengertilah.”

Setelah itu eunbi berdiri tapi langkahnya tertahan di ambang pintu. Dia berbalik menatap kyuhyun yang sibuk dengan pekerjaannya.

“cepat selesaikan pekerjaanmu dan pergi tidur.”

Blam

Pintu itu tertutup dan kyuhyun yang dari tadi hanya berpura-pura sibuk tiba-tiba menutup mapnya kasar.

“lalu kau ingin aku bagaimana? Apa yang harus aku lakukan? ”

***

Suasana canggung masih menjadi selimut pagi ini. Eunbi bahkan tidak tahu harus mencairkan suasana seperti apa. Pura-pura melupakan pembicaraan mereka tadi malam? Bahkan eunbi serius dengan idenya itu.

” kau ingin selai coklat atau kacang? ”

” coklat”

Setelah mendengar jawaban kyuhyun dia mengambil selai coklat dan mengolesnya di roti sebelum meletakkannya di piring kyuhyun.

Dan mereka kembali diam.

Lewat ekor matanya min soo melihat sesuatu yang tidak beres.

“kalian bertengkar? ” tanya min soo pada akhirnya. Tapi eunbi menggeleng.

” tidak”

“kau berbohongkan adik ipar? Aku bisa melihat ekspresi wajah kalian yang kurang bersahabat”

“memangnya apa yang kalian ributkan? ” lanjut min soo penasaran. Hubungan rumah tangga memang tidak pernah lepas dari sebuah pertengkaran, bahkan dia dulu juga sering bertengkar dengan young shik, Itu adalah hal wajar.

” aku berangkat dulu” kyuhyun menggeser kursinya dan berdiri tapi min soo kembali mencegahnya.

“tunggu kyu. Ini masih sangat pagi, habiskan dulu sarapanmu”

“ada meeting pagi ini”

Ck!

Min soo berdecak tidak suka saat kyuhyun melenggang pergi.

“kurasa kalian benar-benar bertengkar. Jadi karena apa? Apa mantan kyuhyun datang padamu dan bilang kalau dia hamil? ” tebak min soo asal.

” tidak” tolak eunbi cepat. Kalau sampai hal itu terjadi, eunbi tidak akan menunggu waktu yang lama untuk menggantung kyuhyun. Lihat saja pria itu akan habis di tanggannya.

“baiklah. Kalau begitu karena apa? ”

Aishh. Min soo memang pandai memancing.

Eunbi kembali menekuk wajahnya.

” tidak ada. Aku dan kyuhyun tidak bertengkar”

Min soo tahu kalau semakin hari kedua adiknya ini semakin kompak. Bahkan menutupi masalah yang jelas-jelas tercipta diantara mereka. Baiklah, biarkan mereka menyelesaikan masalah itu sendiri. Min soo menyerah. Ini juga tidak baij untuk hubungan kyuhyun dan eunbi jika min soo terlibat terlalu dalam.

***

Malam ini sepertinya kyuhyun lembur di kantor, sudah hampir jam sebelas tapi dia belum juga pulang. Ada beberapa hal yang sangat ingin eunbi katakan, seharian ini banyak berfikir tentang dokter kim.

Ceklek

Eunbi langsung terduduk karena suara pintu kamar yang terbuka.

“kyu kau lembur? ” tanyanya basa-basi.

Kyuhyun hanya mengangguk dan meletakkan tas kerjanya dan melepas jasnya. Penampilannya sedikit berantakan. Apa ini efek dari perbincangan kemarin? Kyuhyun bahkan terlihat tak sehangat biasanya pada eunbi. Apa ini hukuman untuk eunbi?

Eunbi berdiri menghampiri kyuhyun. Gadis itu berdiri di depan kyuhyun seperti berjaga-jaga kalau kyuhyun memilih menghindar dari pembicaraan ini.

“ada hal yang ingin aku bicarakan” eunbj memberanikan diri untuk berbicara.

“jika ingin membahas iti lagi aku tak ingin. Kau tahu aku sudah membayar orang untuk mwnguris masalah itu jadi kuharap kau hanya menunggu saja”

Eunbi menghela nafasnya.

“apa kau akan selalu memotongku tanpa mendengarkanku?”

“memangnya apa yang ingin kau jelaskan? ”

Tangan eunbi menyentuh kedua lengan kyuhyun.

” kyu, aku tahu kau menghawatirkaku tapi aku sudah punya solusi untuk semua kekhawatiramu itu”

“kita bisa memberikan obat tidur kepada dokter kim tapi sebelum itu aku akan membuatnya mengaku” lanjut eunbi

“lalu jika rencana itu gagal apa yang ingin kau lakukan? Dokter kim bisa saja melakukan hal yang buruk padamu”

Tiba-tiba eunbi kesulitan menelan ludahnya, selama ini dia hanya terbayang pada keberhasilannya bukan kegagalan. Lalu jika rencananya gagal apa yang akan dia lakukan?

“seperti aku mempercayaimu aku ingin kau juga mempercayaiku”

Ya, eunbi hanya ingin berpegang teguh pada kepercayaan itu.

“lagipula ada kau kan? Kau tidak akan membiarkanku dalam masalah bukan? ”

Kyuhyun menurunkan tangan eunbi dari lengannya.

” aku akan selalu melindungimu tapi kurasa ide ini terlalu buruk”

Setelah itu kyuhuun berpaling dan hendak pergi ke kamar mandi tapj eunbi kembali berucap

“kurasa kau belum bisa mempercayaiku”

 

Eunbi sudah memejamkan matanya saat kyuhyun selesai mandi. Perlahan kyuhyun naik ke atas tempat tidur tak ingin membangunkan eunbi.

Gadis itu memunggungi kyuhyun.

“apa yang harus aku lakukan? ” kata kyuhyun pada punggung itu.

” aku hanya tak ingin membahayakanmu, aku akan sangat menyesal jika itu terjadi” akhirnya kyuhyun mengatakan kekhawatirannya pada punggung eunbi. Tapi siapa sangka kalau eunbi belum benar-benar tertidur. Dia masih mendengar suara gemericik air saat kyuhyun mandi sampai pria itu naik ke atas tempat tidur. Matanya terpejam tapi telinganya belum tertidur.

“aku mempercayaimu. Sangat. ”

” jangan katakan lagi kalau aku tak mempercayaimu”

Dan tidak terndengar lagi suara kyuhyun, pria itu sudah selesai bicara dan mencari posisi tidurnya setelah membenarkan letak selimut eunbi.

Kyuhyun baru akan memejamkan matanya saat tiba-tiba sebuah lengan memeluk tubuhnya erat.

“maaf”

Hanya itu yang bisa eunbi katakan. Dia menyesal telah menuduh kyuhyun tak percaya padanya.

“kau belum tidur? ”

Setengah terkejut karena pelukan tiba-tiba eunbi, kyuhyun berusaha melihat wajah eunbi yang sembunyi di dada bidang miliknya.

Jadi eunbi mendengar semuanya?

” kau mendengarkanku? ”

Anggukan dari kepala yang masih belum terangkat itu keluar sebagai jawaban.

” lalu kenapa pura-pura tidur? ”

” maaf. Aku tidak benar-benar memahami kekhawatiranmu, aku terlalu egois”

Tangan kyuhyun terulur membalas pelukan eunbi.

“kau tahukan kalau aku tidak mengijinkamu bukan karena aku tidak percaya padamu. Aku hanya takut kehilanganmu”

“aku tahu. Maafkan aku”

Kyuhyun tersenyum dan memggeratkan pelukannya. Dia lega karena eunbi memahaminya. Sekarang dia tinggal memikirkan cara selanjutnya.

***

Kyuhyun menuruni tangga sangat cepat, dia berlari sangat tidak sabar.

“eunbi! ”

Gadia itu berbalik tapi belum sempat eunbj menyahut kyuhyun sudah memeluknya.

” ada apa? ”

” anak buahku sudah menemukan wanita yang selalu bersama dokter kim. Sebentar lagi rencana kita akan terlaksana”

“apa?! Kau tidak bercanda? ”

Kyuhyun melepas pelukannya dan menatap eunbi yang masih memakai apron memasaknya.

” apa aku pernah bercanda? ”

Eunbi menggeleng

” kalau kau tak percaya kau bisa bertemu orang suruhanku nanti”

Sekarang giliran eunbi yang sangat antusias. Dia tidak menyangka kalau hal inj akan terjadi secepat ini, baru tadi malam dia berbaikan dengan kyuhyun karena masalah itu tapj pagi ini kabar baik datang. Andai saja eunbi tidak mempercayai kyuhyun maka aka lain ceritanya.

Tanpa sadar eunbi memeluk kyuhyun.

“terima kasih”

Entah sejak kapan mereka sering berpelukan seperti ini. Apakah sejak tadi malam? Entahlah, tapi saat mereka sedang bahagia mereka hanya ingin membagi itu semua. Seperti dengan berpelukan seperti ini. Rasa bahagia ini berlipat ganda.

“kalian sudah baikan? ”

Suara di ambang pintu dapur itu membuat kyuhyun dan eunbi menoleh secara bersamaan.

” kurasa aku melewatkan sesuatu” tambah min soo

“tidak ada” jawab kyuhyun singkat

“lalu kenapa kalaian berpwlukan seperti tadi? ”

” memangnya aku tidak boleh memwluk istriku seperti ini? ” dalam sekali gerakan kyuhyun menarik tubuh eunbi kepadanya. Dan eunbi meronta minta dilepaskan. Kenapa melakukan hal ini di depan kakaknya yang suka menggoda itu?

” apa kau hamil? ”

” tidak” kali ini eunbi yang menyahut. sangat cepat. Sedangkan kyuhyun hanya bisa mwmbulatkan matanya. Siapa sangka pertanyaan itu keluar. Ini sangat mengejutkan!

“jangan menutupi sesuatu. Kalian sangat bahagia sampai berpelukan seperti itu. Jadi berita baik apa lagi selain kau sednag hamil” min soo tetap percaya dengan kesimpulan yang beberapa menit tadi dia ambil. Sepasang suami istri yang berpeluka  di dapur pagi hari sambik senyum-senyum tidak jelas, bukankah hal wajar kalau min soo berfikir seperti itu?

“tapi tidak kak. Lagipula mana mungkin aku hamil”

“kenapa? Kalian seringkan melakukan hal ‘itu’? ”

Udara disekitar eunbi mendadak panas, topik ini tidal baik untuknya.

” kenapa kakak ingin tahu? Lagipula kita bebas melakukannya” itu suara kyuhyun. Entah ino jawaban yang benar atau tidak tapi eunbi sedikit lega karena pria itu membantunya.

“baiklah. Baiklah. Terserah kalian saja”

Akhirnya min soo memutar kursi rodanya dan menjauh.

“kenapa dia berfikir seperti itu? Bagaimana kau bisa hamil jika kita tidak pernah membuatnya”

Duk

“auwh! ”

Kyuhyun memegang perutnya yang baru saja terkena sikut eunbi.

” jangan berfikiran yang macam-macam” ancam eunbi.

“siapa yang berfikiran macam-macam. Aku hanya mengatakan kebenarannya saja. Memangnya kapan kita pernah membuatnya? ”

 

Blush

Pipi eunbi memerah dan terasa panas. Kyuhyun membicarakan hal ini seolah dia sedang memikirkan menu untuk makan siang nanti. Mereka memang terikat sebagai suami istri tapi hubungan mereka sangat berbeda dengan hubungan pada umumnya.

Eunbi mengembalikan akal sehatnya dan pura-pura tak pernah mendengar apa yang barusan mereka bicarakan.

” ah sudahlah. Aku ingin lanjut memasak” kata eunbi dan segera berbalik dengan hati dan akal yang masih sedikit berantakan.

***

Wanita berambut merah menyala yang sedikit dia curly menatap penuh tanya pada dua orang yang duduk di depannya. Pagi tadi, tidak. mungkin pagi buta tadi saat dia baru keluar dari club malam seorang pria menghampirinya dan membawanya paksa masuk ke dalam mobil. Dia pikir dia akan di bawah kesebuah bangunan tua tak berpenghuni di pinggir kota, disiksa lalu di bunuh. Tapi ternyata pria tak di kenal itu membawanya ke sebuah coffee shop dan dihadapkan pada pasangan muda yang entah siapa.

“aku punya penawaran untukmu kim yumi shi” kata kyuhyun mengawali. Tapi wanita yang dipanggil kim yumi itu tampak tak peduli dan sedikit membuang mukanya.

“kurasa kita tidak saling kenal” jawabnya sedikit sombong.

Kyuhyun menggeser foto dokter kim ke hadapan yumi. Membuat dia mengangkat sebelah alisnya. Dia hafal betul siapa pria dalam foto itu, laki-laki yang hampir satu tahun ini menjadi penopang perekonomiannya.

“kau pasti mengenal dokter kim. Aku hanya ingin kau membantuku dan kau akan menerima imbalan yang sangat pantas”

“membantu? Aku bahkan baru pertama melihat kalian dan kau bilang membantu? ” yumi berdecak di akhir kalimatnya. Tipe wanita pembangkang yang keras kepala memang melekat padanya. Dia bukan wanita baik yang siap membantu siapa saja, tapi penawaran kyuhyun tentang imbalan sepertinya dia harus mempertimbangkannya.

” apa yang akan aku dapat? ” akhirnya yumi bertanya juga.

” 3 kali lipat dari yang kau dapat dari dokter kim”

Yumi nyaris menganga. Siapakah dua orang ini yang tiba-tiba membawanya paksa kehadapan mereka dan menawarkan sebuah kesepakatan? Apa mereka keluarga kaya yang nyaris gila karena memberikan yumi uang sebanyak itu?

“apa yang perlu aku lakukan? ”

” kau hanya perlu membuat dokter kim mengaku tentang kejahatannya kepada ibuku. Dan persengkokolannya dengan yoona” kali ini eunbi yang menjelaskan. Dia sangat tidak sabar menunggu kabar baik dan membawa bukti yang dia dapat ke hadapan para polisi.

Yoona?

Telinga yumi seperti tidak asing dengan nama itu. Beberapa kali dia mendengar nama itu dari dokter kim, tentang wanita ladang emasnya. Begitulah dokter kim sering mengumpamakan yoona.

“kau tahu itu bukan pekerjaan yang mudah. Dokter kim adalah orang yang sangat jeli. Lalu apakah aku bisa memberikan penawaran yang lebih? ”

” penawaran yang lebih? Baiklah 4 kali lipat dari uang yang kau terima dari dokter kim” kata kyuhyun kemudian.

Tapi penawaran kyuhyun yang satu ini membuat yumi tersenyum mengejek.

“bagaimana dengan menjadi simpanan atau istri keduamu? ”

” kau gila! ” eunbi nyaris berteriak membuat semua orang menolehnya penuh tanya. Tapi eunbi tak peduli! Istri kedua dia bilang?! Sepertinya otak pelacur ini sedang tidak waras!

” aku hanya memberikan penawaran. Lagipula ini sama menguntungkan kedua belah pihak” yumi berucap seperti tak melihat eunbi yang sudah hampir kehilangan rasa sabarnya. Sementara kyuhyun hanya mengerjapkan kedua matanya berulang kali. Dia hanya berfikir apa telinganya sedang tak bermasalah?

“penawaran gila yang akan menghancurkan rumah tanggaku?! Dasar pelacur tak tahu diri! ”

” apa?! Kau bilang aku apa?! ” yumi membulatkan matanya nyaris keluar tapi eunbi tidak takut, gadis itu membalas tatapan yumi tak kalah menakutkannya.

” pelacur apa kau tak dengar? Dasar wanita sinting! Apa kau tak punya kaca di rumah?! ”

” yak! Kau yang harusnya berkaca. Tubuhku jauh lebih bagus dari dada rata dan bokong lurus milikmu”

Byurrr

Sekali gerakan satu gelas americano membasuh wajah yumi, membuat baju onepiece miliknya ternoda.

“dan suamiku tak akan tergoda dengan dada dan bokong implan milikmu! ”

Setelah itu eunbi berdiri dan menarik kyuhyun pergi meninggalkan yumi yang berteriak padanya.

 

Blam.

Pintu mobil itu tertutup sangat keras. Dan eunbi masih mengerutu sebal karena yumi terang-terangan menggoda suaminya.

” oh ya. Selesaikan masalah itu minhyuk ah. Baik. Pastikan kau dapatkan wanita itu”

Eunbi melirik kyuhyun yang malah menghubungi seseorang setelah dia masuk mobik dan membiarkan eunbi menanggung rasa kesal ini sendirian. Eunbi tahu kalau kyuhyun sedang menghubungi anak buahnya yang membawa pelacur tadi kesini. Sial! Pelacur itu! Lagi-lagi eunbi menggeram kesal.

“apa kau sudah selesai mengurusi pelacur itu? ” tanya eunbi penuh intimidasi pada kyuhyun yang sudah menyimpan kembali ponsel pintarnya.

” apa kau tidak bisa mengontrol emosimu? Kau bisa saja membuat yumi tidak berpihak pada kita”

Eunbi mendesis.

“kau berharap dia benar-benar jadi istri keduamu?! ”

” tidak. Tapi-”

“tapi jika dia menawarkan diri seperti yang dia lakukan kau akan mempertimbangkannya? ” eunbi menebak tak sabar. Bagi kyuhyun penawaran yumi tadi juga shock terapi untuknya tapi dia juga harus berfikir lebih jernih dengan tidak membuat yumi berpaling dari pihak mereka.

” aku tidak bilang akan mempertimbangkannya. Tapi kau terlalu gegabah dengan meneriakinya dan melempar americano ke wajahnya”

“lalu kau ingin aku bagaiman?! Membiarkan dia menggodamu? Apa kau sudah gila ?! Aku istrimu dan dia menggoda suamiku di hadapanku dan gilanya dia menawarkan diri untuk jadi istri keduamu. Kau ingin aku bersikap seperti apa?! Aku bahkan masih baik hati dengan tidak menampar atau menjambak rambutnya! ”

“eunbi-”

“kau ingin membelanya? Baiklah. Pergilah ke wanita itu dan kita bercerai. ”

” stop! ” kali ini kyuhyun berteriak membuat eunbi langsung bungkam dan meringsut takut. Dia tidak pernah melihat kyuhyun semarah ini sebelumnya.

Bercerai. Satu kata itu membuat kyuhyun tiba-tiba naik pitam. Apa semudah itu mengatakan kata cerai?

” apa kau berfikir aku akan tergoda padanya dan meninggalkanmu? Cerai? Apa semudah itu kau mengatakannya?! ”

Bungkam. Eunbi memilih bungkam seolah dia mendadak bisu dan melupakan rentetan panjang kekesalannya tadi.

Terdengar helaan nafas panjang kyuhyun seolah pria itu sedang mengontrol dirinya untuk tidak meledak sekarang.

” aku masih waras dengan menjadikanmu satu-satunya istriku” katanya sangat lembut dan tiba-tiba membuat pipi eunbi sedikit memanas.

“aku hanya khawatir kalau yumi tidak mau berihak pada kita. Kau tahu, hanya dia harapan kita untuk membuat dokter kim dan yoona menerima balasannya”

Eunbi seakan tersadar kalau tujuan awal mereka kesini adalah untuk itu. Sungguh mendengar tentang tawaran istri kedua tadi membuat eunbi berfikir bahwa yang lainnya sudah tak penting. Mempertahankan kyuhyun tetapa disisinya adalah hal nomor satu yang harus dia prioritaskan.

“kau seharusnya jauh lebih bisa mengontrol emosimu” tambah kyuhyun.

“mendengar kata istri kedua seperti meledakkan bom di depan ku membuatku sangat marah. Apakah aku salah mempertahankan suamiku? ” eunbi balik bertanya. Baiklah, kyuhyun akui kalau eunbi tidak benar-benar bersalah.

” dan aku juga ingin kau tahu kalau aku bahkan tidak punya fikiran itu. Kau tahu kalau aku hanya ingin menikah satu kali dalam hidupku”

Lagi-lagi eunbi kehabisan kata-katanya. Apakah itu berarti kalau hanya akan ada eunbi dalam hidup kyuhyun?

“sejujurnya aku senang kau marah tapi aku juga takut kalau kau akan membuat janjiku padamu tak bisa aku tepati” tambah kyuhyun

Otak dan hati eunbi sedang berfikir. Sementara kyuhyun sudah melajukan mobilnya.

Kyuhyun benar eunbi mungkin saja membuat rencana mereka gagal tapi jujur dia tidak menyesal karena telah memaki wanita tidak tahu diri itu. Eunbi hanya ingin menunjukkan kalau kyuhyun hanya miliknya! Apakah itu artinya sekarang eunbi benar-benar mencintai kyuhyun dan tidak ingin melepaskannya?

Hatinya menjawab iya. Tapi otaknya tiba-tiba berfikir haruskah dia mengatakannya pada pria yang masih sibuk menyetir di sampingnya ini?

***

Eunbi masih tidak tenang dengan pikiran yang entah kemana. Beberapa hari ini pikirannya tersita pada ibunya tapi hari ini semua tentang kyuhyun. Tentang suaminya.

“aku sudah bicara dengan minhyuk”

Suara kyuhyun mengagetkan eunbi yang duduk di pinggir kasur dengan pikiran berkelana.

“syukurlah yumi tetap mau mau bekerjasama dengan syarat kita menaikkan tawaran kita. 10 kali lipat dan satu unit apartement di daerah gangnam.”

Eunbi tidak benar-benar mendengarkan kyuhyun. Mata gadis itu sedang memindai sosok kyuhyun yang sedang mengganti bajunya dengan kaos untuk dia tidur. Tiba-tiba eunbi berdiri dan menhampiri kyuhyun .

“kurasa aku tahu apa yang salah” katanya tiba-tiba membuat kyuhyun menautkan alisnya. Mereka sedang membahas masalah ibunya bukan sesuatu yang salah atau yang benar.

“sepertinya kau harus mengurangi jadwal olahragamu dan kurasa biarkan sedikit dirimu berkumis dan berjenggot” tambah eunbi

“apa maksudmu? ”

” mencoba mengurangi para wanita di luar sana untuk menawarkan diri menjadi istri keduamu” jawab eunbi polos dan mengundang senyuman di wajah kyuhyun.

“aku serius! ” kesal eunbi

” dan membuat aku seperti pria tunawisma yang hidup di kolong jembatan? ” setelah itu kyuhyun benar-benar tertawa. Sungguh ini konyol! Pemikiran eunbi yang spontan tentang penampilannya benar-benar luar biasa. Mungkin jika kyuhyun menerapkannya maka tak akan ada yang yakin kalau dia adalah pewaris keluarga cho.

” aku serius! Cukup sekali aku mendengar kata-kata terkutuk itu. Aku tidak akan sanggup mendengar itu dari mulut wanita lain”

“kenapa? ”

” karena kau suamiku! ”

” lalu? ”

” lalu? ” eunbi membeo.

Dia tidak langsung menjawab karena tiba-tiba otaknya buntu seiring kyuhyun yang melangkah maju membuat eunbi mundur selangkah demi selangkah dan membentur lemari baju.

” lalu apa? ” tanya kyuhyun lagi.  Tatapannya tak pernah lepas dari eunbi yang seolah tiba-tiba mengecil.

” karena aku istrimu” kali ini jawaban eunbi tak sekencang tadi dan terdengar sangat hati-hati.

“lalu? ” kyuhyun bertanya lagi.

Eunbi memutar bola matanya ke kanan dan ke kiri. Sial! Dia terjebak!

Eunbi berdehem dan menghentakkan kakinya. Dia tidak boleh terintimidasi!

” kesalahan ada pada penampilanmu yang luar biasa tampan. Semua wanita pasti akan berubah pikiran menggodamu jika kau merubah penampilanmu seperti kataku tadi”

“jadi apa aku tampan? ”

” tentu saja apa kau tidak tahu itu”

“jadi kau lebih suka kalau aku berdandan seperti pengemis? ”

” tidak! Aku hanya meminimalisir godaan saja!”

“apa aku boleh menciummu? ”

” ap-”

Eunbi hanya bisa menelan kalimatnya karena bungkaman bibir kyuhyun di bibirnya.

Tingkah eunbi akhir-khir ini membuat kyuhyun harus mati-matian untuk tidak memeluk dan mencium gadis itu. Dia sangat senang kalau eunbi menunjukkan padanya tentang statusnya. Statusnya sebagai nyonya cho. Istrinya.

Kyuhyun tersenyum dan semakin menarik pinggang eunbi padanya saat gadis itu memejamkan matanya dan membalasnya.

Nafas mereka tersenggal. Kyuhyun menatap wajah eunbi yang hanya berjarak 3 cm dari wajahnya. Eunbi tidak berani mengangkat wajahnya. Tapi tangan kyuhyun perlahan mengelus pipi yang sedikit merona itu.

“aku bersumpah kalau tidak akan ada wanita lain selain dirimu” kata kyuhyun begitu manis dan lembut. Tanpa sadar eunbi tersenyum dan mengangkat wajahnya, matanya bertubrukan dengan manik mata kyuhyun yang masih menatapnya lekat.

“aku akan memegang kata-katamu”

Kyuhyun mengangguk.

“jadi kau tak perlu merubahku menjadi seorang pengemis? ”

Ng…

Eunbi pura-pura berfikir

” aku tak keberatan dengan itu. Aku akan tetap suka. Bagaimana pun penampilanmu bagiku kau tetap kyuhyunku. Tak akan merubah hal itu, perasaanku akan tetap sama”

“perasaanku? ”

” eh? ”

Eunbi menelan ludahnya. Sepertinya dia salah bicara.

” sudah malam. Aku ingin tidur” eunbi melepaskan tangan kyuhyun yang masih di pinggangnya tapi pria itu kembali menariknya sesaat tangan itu terlepas.

“kau belum menjawab pertanyaanku” tuntutnya.

“kyu, aku ingin tidur. Bisakah kau lepaskan aku? ” menghindar. Eunbi jelas menghindar dari topik ini.

Eunbi melangkah pergi dan kali ini kyuhyun tak menahannya. Jujur hatinya terasa sangat hangat saat telinganya mendengar kalau eunbi akan tetap menyukai apapun dan bagaimanapun dirinya. Bolehkah kyuhyun berfikir kalau perasaan eunbi padanya telah berubah menjadi cinta? Lalu bagaimana dengannya? Mungkin iya. Entahlah. Kyuhyun hanya ingin memastikan dan menanyakan pada hatinya apakah ini perasaan cinta atau sekedar rasa yang sementara.

Dalam hati eunbi masih merutuki mulutnya yang berbicara tanpa berfikir. Dia belum siap dengan penolakan kyuhyun jika ternyata perasaannya hanya bertepuk sebelah tangan. Mungkin mereka sudah berpelukan dan berciuman tapi apakah itu bisa menjamin semuanya? Tentang perasaanya pada eunbi? Eunbi belum siap kecewa.

TBC

AUTHOR’S NOTE: hallo author kembali setelah beberapa minggu atau beberapa bulan engk muncul. adakah dari kalian yang menunggu cerita ini? aku harap ada. maksa dikit ya hehehe

semoga part yang satu ini tidak mengecewakan kalian semua. jadi jangan lupa tinggalkan jejak setelah kalian baca tulisan ini ya 🙂

dan untuk para readers tercinta author ucapin selamat menunaikan ibadah puasa. 🙂 🙂

tunggu next part nya ya 🙂

i love you all ❤ ❤

Not A Contract Marriage [Bab 11]

Jika ada orang yang berniat jahat pada ibunya maka eunbi yakin hanya ada satu orang yang melakukan hal itu.

Eunbi mengetuk-ngetukan jarinya di meja resepsionis sambil menunggu pegawai rumah sakit itu menghubungi dokter kim. Dokter yang menangani ibunya di rumah sakit yang lama. Setidaknya dia harus mendapat penjelasan dokter itu terlebih dahulu.

“maaf tapi dokter kim sedang ada di luar kota”

Cih! . Bukankah ini semakin memperjelas kalau semua ini adalah konspirasi?

“bisakah aku minta nomor teleponnya? . Ada urusan penting yang ingin aku tanyakan padanya”

“maaf tapi kita dilarang untuk memberikan nomor telepon dokter kepada orang lain”

“baiklah. Terima kasih”

Pasti tidak akan semudah itu mendapatkan kebenaran yang sudah bertahun-tahun ditutupi.

Lewat kaca mobilnya eunbi mengawasi rumah yang dulu dia tempati. Terasa aneh datang ketempat ini, rumah yang selalu eunbi ingin hindari.

Eunbi masih berfikir haruskah dia menemui yoona sekarang? Dia tidak punya bukti apapun. Jika dia datang kesini akan menambah rumit masalah ini. Yoona pasti tidak akan mengaku. Yah memangnya ada maling yang mau mengaku. Eunbi melajukan kembali mobilnya setelah memikirkan sesuatu.

***

Untuk pertama kalinya dia menginjakkan kaki disini. Bangunan yang memikiki lantai hingga 20.

Semua orang menunduk saat melewati eunbi dan kemudian saling berbisik.

Apa salah jika dia datang ke kantor suaminya sendiri? Batin eunbi. Mereka menatapnya seperti akan mengulitinya saja.

“apa cho kyuhyun ada di dalam? ” tanya eunbi pada sekretaris yang berada di depan ruangan kyuhyun.

” oh nyonya cho?. Tuan ada di dalam”

Nyonya cho? Beruntung telinga eunbi mulai membiasakan panggilan itu mulai dibawah tadi. Lalu dia langsung masuk ke ruangan pemilik gedung pencakar langit ini.

“ehem” eunbi sengaja berdehem untuk mencari perhatian kyuhyun.

Pria itu menekuk alisnya saat mendapati eunbi sudah berdiri di ambang pintunya.

“tidak perlu sekaget itu. Kenapa melihatku seperti melihat hantu” kata eunbi dengan nada merajuk dan langsung duduk di sofa yang ada di ruangan ini .

“apa itu terlihat jelas? ”

Wahh. Apa dia benar-benar menganggap eunbi hantu? Sialan!

Kyuhyun mendekat setelah melepas kacamata bacanya. Eunbi hanya mengamati suaminya yang terlihat sedikit berantakan, tidak serapi tadi pagi. Lengan yang dilipat, dasi yang sedikit kendor, apa pekerjaan disini sangat melelahkan? Eunbi jadi berfikir dua kali untuk mengatakannya pada kyuhyun. Apa dia juga harus membebani kyuhyun lagi dengan masalahnya? Menjadi pemimpin perusahaan yang baru pasti sangat menyusahkan di tahun pertama seperti ini. Eunbi bahkan sering melihat kyuhyun masih bekerja lembur di rumah. Jadi apakah dia tega pada kyuhyun?

“hey?!”

“hah?” eunbi gelagapan karena senggolan di lengannya. Ahh dia melamun lagi.

“kau datang kesini hanya ingin melamun? ” tanya kyuhyun yang sudah duduk di samping eunbi. Sedangkan gadis itu hanya menyebikkan bibirnya.

Katakan? Tidak katakan? Eunbi hanya sedang menghitung dalam hati apa yang harus dia lakukan.

” ck!. Apa kau punya hobi baru? Melamun? ”

” tidak”

“katakan saja”

“hah? ”

Apa kyuhyun baru saja melihat pikirannya? Pria itu tidak bisa membaca pikiran bukan?

” aku tahu ada yang ingin kau bicarakan” kata kyuhyun santai sambil menyender dan melipat tangannya di depan dada.

Eunbi merubah duduknya menghadap kyuhyun.

“kau cenayang? ”

Pletak

Yes! Akhirnya kyuhyun bisa membalas dendam

” auwh” eunbi mengelus dahinya.

“semuanya terlihat jelas disini” kyuhyun membentuk garis di dahi eunbi dengan jari telunjuknya.

“Benarkah? ”

Kyuhyun tersenyum

Bodoh!

Kyuhyun tersenyum? Eh? Apa ada yang lucu?

” ternyata kau lucu juga”

Hah? Lucu?

Astaga kenapa eunbi jadi tersipu malu seperti ini. Kyuhyun hanya bilang lucu. Ayolah hwang eunbi kembalikan kesadaranmu!

“kau ingin mati?! ” ancam eunbi

” jadi apa yang akan istriku ini ingin katakan? ” eunbi terdiam karena kyuhyun mencubit pipinya gemas.

Astaga! Ini tidak baik untuk kesehatan jantung eunbi. Kenapa akhir-akhir ini kyuhyun sering berulah.

Istriku. Istriku. Kenapa itu seperti kata haram yang dapat memperburuk kesehatannya.

Berhenti berbuat manis seperti ini cho kyuhyun!

” jadi kau ingin mengatakannya apa tidak? ” tawar kyuhyun untuk kesekian kalinya. Lagi-lagi eunbi meragu namun akhirnya dia menggeleng.

” tidak jadi”

“kenapa? ”

” ng.. Kurasa kau punya banyak pekerjaan sekarang”

Kyuhyun menggerakkan telunjuknya disekitar dagu seperti sedang berfikir.

“apa kau sedang mengkhawatirkanku sekarang? ”

” tidak” tolak eunbi cepat meskipun 99% dia berbohong.

“kalau begitu katakan saja”

Ragu-ragu eunbi mengambil map dari dalam tasnya.

“ini. Laporan kesehatan ibuku”

Kyuhyun tidak mengerti tapi dia membaca juga dokumen itu, meskipun dia akhirnya tidak mempunyai jawaban.

“jadi apa masalahnya? ” tanya kyuhyun bingung

“dokter menemukan kalau selama ini eomma mengkonsumsi beberapa obat yang membuatnya gila”

“aku tahu kalau eomma tidak mengkonsumsi obat tertentu kecuali jika obat itu diberikan tanpa sepengetahuannya” lanjut eunbi

“jadi maksudmu ada yang sengaja membuat ibumu gila ? ”

Eunbi mengangguk.

” aku tahu ini hanya pendapatku saja tapi sejauh yang aku ketahui hanya ada satu orang yang mempunyai keuntungan atas hal ini? ”

” yoona” tambah eunbi

Kyuhyun meletakkan map itu diatas meja dan menghela nafasnya. Apa serumit ini masalah keluarga eunbi? Dia tidak tahu bagaimana selama ini gadis itu menghadapi ini semua.

“aku akan mencari tahu hal itu sendiri. Lagipula aku tahu kalau kau juga punya banyak pekerjaan sekarang”

Kyuhyun menoleh.

“jadi kau datang kesini hanya untuk mengecek apakah aku punya banyak pekerjaan? ”

” hah? Maksudnya? ” eunbi menekuk alisnya menatap kyuhyun

” sesibuk dan sebanyak apapun pekerjaanku. Aku tidak akan mungkin diam saja melihat istriku menghadapi masalah sendiri”

Glek

Eunbi menelan ludahnya susah. Eunbi suka kata ‘istriku’. Detak jantungnya bahkan tidak bisa tenang saat kyuhyun mengatakan hal itu. Apa ini hanya akal-akalan kyuhyun untuk membuatnya mati muda. Sungguh! Kata-kata itu tidak baik untuk tubuh dan hatinya. Tiba-tiba ada kehangatan yang merasuk kedalam dirinya.

“tidak. Aku akan mencari tahu hal itu sendiri saja”

“ck! Apa kau meragukan diriku? ”

” tidak” jawab eunbi cepat. Eunbi sudah membuktikannya kalau kyuhyun dapat diandalkan dan menepati janjinya.

“aku akan menyuruh anak buahku untuk mengawasi yoona. Kurasa saat ini kita perlu melakukan hal itu”

Pada akhirnya eunbi mengangguk juga.

“terima kasih kyu”

“hem? ”

” atas segalanya terima kasih” lanjut eunbi

Kyuhyun tersenyum

“kau harus membayar secangkir kopi setiap hari untuk itu”

“hah? ”

” kurasa kopimu kemarin benar-benar enak” aku kyuhyun. Atau ini hanya akal-akalannya saja untuk bisa menikmati kopi buatan eunbi setiap hari?

“apa kau mengakuinya sekarang? ”

” iya kurasa”

Eunbi berdecih.

Tidak buruk jika dia hanya harus membayar itu semua dengan secangkir kopi setiap hari. Tapi kyuhyun tidak bermaksud untuk membuat eunbi begadang juga kan? Membuatkan kopi, eunbi rasa dia harus ikut begadang juga mulai sekarang.

Tok tok tok

“masuk” sahut kyuhyun dari dalam.

Wanita yang tadi eunbi temui di depan ruangan kyuhyun masuk.

“maaf saya menganggu, tapi saya ingin mengingatkan kalau sepuluh menit lagi ada rapat”

Kyuhyun memijat pelipisnya. Dia lupa.

“baiklah. Pergilah”

Eunbi berdiri setelah sekretaris itu pergi.

“kurasa kau benar-benar sibuk” katanya.

Kyuhyun hanya mengangguk dan berdiri menanti eunbi mengambil dan membenarkan letak tasnya.

“aku akan pulang”

“apa kau membawa sopir? ”

” tidak. Aku menyetir sendiri. Kau tahu aku tidak terlalu suka dengan sopir”

Yah kyuhyun sudah tahu itu. Sangat sulit menyuruh eunbi membawa sopir. Jika seperti itu maka dia akan berfikir untuk memecat sopirnya saja.

“baiklah. Maaf aku tidak bisa mengantarmu sampai bawah”

“aku tidak perlu itu”

Eunbi berjalan hendak pergi tapi dalam langkah ketiganya dia berbalik.

Apa ada sesuatu yang tertinggal?

Eunbi mendekat ke arah kyuhyun membuat pria itu semakin menyatukan alisnya.

Tanpa bicara eunbi meraih tangan kyuhyun. Menurunkan lipatan di lengan kyuhyun. Sebelah kanan lalu beralih ke sebelah kiri. Kyuhyun hanya diam menurut. Dia bisa melakukan hal itu sendiri, tapi sangat terasa berbeda saat eunbi ikut membantunya.

Wah perasaan apa ini?

Jantung kyuhyun berdegup sangat kencang. Tangan dan mata yang sedang fokus membenarkan lengan kemeja miliknya itu seperti sebuah magis yang membuatnya kelimpungan.

Eunbi menengadah, dan mata mereka bertemu. Setelah selesai dengan kedua lengan kyuhyun eunbi membenarkan letak dasi kyuhyun yang sudah longgar. Lagi-lagi kyuhyun hanya diam.

Ragu-ragu eunbi menurunkan tangannya, wajahnya tertunduk tidak berani menatap kyuhyun.

Kenapa pikirannya berjalan sangat lambat? Eunbi bahkan seperti tidak sadar apa yang baru saja dia lakukan.

“aku-aku hanya ingin membenarkan penampilanmu saja. ” katanya gugup

Ehem

Kyuhyun berdehem.

” jadi penampilanku tadi berantakan? ”

” iya”

“tapi aku tetap tampan kan? ”

” iya”

“eh apa? ” ralat eunbi yang membuat kyuhyun tertawa. Eunbi benci itu. Benci saat kyuhuun menggodanya dan tersenyum seperti itu. Hatinya semakin tidak karuan.

” semua orang juga bilang begitu” kata kyuhyun

Eunbi menggaruk pelipisnya yang tidak gatal. Dia menghela nafas.

“baiklah karena semua orang sudah tahu kalau kau tampan maka aku akui jika kau memang tampan”

“semua orang memang mengatakan kalau aku tampan tapi baru satu orang yang membenarkan lengan kemeja dan dasiku”

“hah? ” spontan eunbi mengangkat kepalanya. Sungguh hari ini sistem kerja otaknya sangat lambat.

” aku suka. Terima kasih”

“ah? Iy-iya sama-sama” jawab eunbi nyaris terbata.

“jadi apa penampilanku sekarang sudah lebih baik? ”

Eunbi seolah-olah memindai tubuh kyuhyun dari atas kepala sampai ujung kaki. Lalu gadis itu mengacungkan kedua jempolnya.

” sangat tampan”

Kyuhyun tertawa. Pertama kalinya dia mendengar kalimat itu sampai sesenang ini atau dia selalu senang saat eunbi memujinya?

Eunbi ikut tersenyum karena suara renyah tawa milik kyuhyun.

“kenapa aku lebih ingin bersamamu dari pada datang rapat itu ”

“hah? ” lagi-lagi eunbi bertanya dengan sangat bodoh.

Kyuhyun tertawa.

” apa ‘hah?’ selalu menjadi jawabanmu hari ini? ”

” tidak”

“pergilah sebelum aku benar-benar menahanmu”

“hah? ”

Ya ampun. Eunbi benar-benar malu! Kenapa dia tampak sangat bodoh hari ini? Sudah dia bilang kalau kyuhyun akhir-akhir ini benar-benar mempengaruhi kesadarannya.

” kurasa kau memang suka dengan kata-kata itu”

“hah? ”

Cup

Mata eunbi membulat sebesar mata kelinci. Kecupan kyuhyun di bibirnya seperti meledakkan kembang api di atas kepalanya. Mengejutkan sekaligus menyenangkan.

Kyuhyun menjauhkan dirinya dari eunbi yang masih melebarkan matanya.

” aku bosan mendengar kalimat ‘hah?’ darimu. Jadi sebelum aku kembali menciummu yang dapat kupastikan jika kau tidak akan bisa melarikan diri maka pergilah selagi kau mempunyai waktu”

Eunbi tersadar dan kelimpungan. ‘tidak akan bisa melarikan diri?’ itu pertanda buruk! . Eunbi langsung berbalik dan melenggang pergi tanpa sepatah kata pun.

Pintu itu tertutup dan menelan eunbi. Kyuhyun tersenyum puas. Jika biasanya dia tersenyum karena berhasil menggoda eunbi maka kali ini untuk pertama kalinya dia akui kalau dia sangat menyukai menatap wajah itu. Wajah yang akan bersemu merah saat menatap matanya, dan bibir semanis cherry yang sangat lembut.

“apa sekarang aku benar-benar menginginkannya? ” kata kyuhyun lirih

Di sisi lain eunbi buru-buru meraup oksigen sebisa yang dia lakukan. Gadis itu memegangi kedua pipinya yang terasa sangat panas lalu beralih ke detak jantungnya yang masih tidak bisa tenang. Kecupan itu masih terasa dibibirnya. Lembutnya bibir kyuhyun masih dapat dia rasakan. Sebelah tangannya naik menyentuh bibir miliknya.

“ada apa denganku? ” tanya eunbi pada dirinya sendiri.

****

Eunbi membuka matanya saat sinar lampu tiba-tiba menusuk matanya. Disana dia melihat pria yang baru saja menutup pintu. Eunbi melirik jam dinding. Hampir jam dua belas malam. Rupanya malam ini kyuhyun memilih untuk menyelesaikan pekerjaaannya dikantor. Tapi jam dua belas? Apa pria itu gila bekerja sampai jam segini? Saat eunbi sibuk mengamati dan memikirkan kyuhyun, suara bass yang khas itu menyapa telinganya.

“apa aku membangunkanmu? ” kyuhyun yang baru meletakkan tas kerjanya menatap eunbi bersalah. Dia tidak bermaksud membangunkan istrinya.

Eunbi mendudukkan dirinya sambil mengucek matanya.

” tidak juga” bohongnya. Mana mungkin eunbi bilang ‘kau menganggu tidurku cho kyuhyun!’

Kyuhyun diam sambil melepaskan jam tangan, dasi dan membuka beberapa kancing bajunya.

“kenapa jam segini baru pulang? ”

” setelah rapat tadi aku harus menyelesaikan beberapa pekerjaan”

Eunbi mengangguk mengerti.

“aku akan menyiapkan makan malam. Kalau kau sudah selesai mandi turunlah”

Tanpa menunggu jawaban kyuhyun eunbi segera melesat turun.

**

Wangi lavender dari sabun mandi menyeruak dalam hidung eunbi. Rupanya kyuhyun sudah selesai mandi. Pria itu mengacak-acak sedikit rambutnya yang basah.

“aku lapar sekali” katanya setelah sampai di meja makan.

“apa kau juga tidak punya waktu untuk makan? Kau bisa menyuruh sekretarismu atau yang lain” tanya eunbi sambil meletaklan mangkuk terakhir dari lauk yang bisa dia sediakan. Tidak benar-benar menyediakan sebenarnya karena eunbi hanya perlu memanaskan makanan yang sudah dimasak ahn ahjumma tadi.

“aku terlalu asyik bekerja sampai tidak tahu kalau jam makan malam sudah lewat”

Eunbi duduk di kursi samping kyuhyun, melihat kyuhyun tidak sabar menyendok makanannya.

Tapi ngomong-ngomong tentang lembur. Eunbi jadi mengingat sesuatu. Dia lalu berjalan ke dapur.

Dia sudah berjanji pada kyuhyun kalau untuk secangkir kopi setiap hari.

Tanpa menunggu waktu yang lama eunbi sudah kembali dan meletakkan satu cangkir di dekat kyuhyun.

“hari ini aku tidak membuat kopi karena pasti kau ingin cepat tidur. Teh herbal ini akan membuatmu lebih fresh”

Kyuhyun mengulas senyumnya. Dia pikir eunbi tidak menganggap hal itu serius.

“terima kasih”

“tapi omong-omong. Apa hanya kau yang lembur atau pegawaimu juga? Seperti sekretarismu misalnya? ”

Ng..

Kyuhyun mencoba berfikir sebentar. Adakah yang lembur bersamanya tadi?

” tidak ada. Aku yang pulang paling terkahir”

“ck! Kau pemilik perusahaan yang menyedihkan”

Semua orang yang mengenal kyuhyun dulu pasti tidak menyangka jika kyuhyun bisa gila kerja seperti ini. Tapi sekarang pria itu punya tujuan. Hidupnya yang dulu terasa bebas tanpa punya tujuan dan hanya mengikuti arah angin kini berubah dan itu semua berkat young shik.

“ah! Masalah ibumu. Aku sudah menyuruh orang untuk memata-matai yoona mulai besok. Jadi kita tinggal menunggu perkembangannya saja”

“iya”

Setelah perbincangan sekilas itu kyuhyun kembali fokus menyantap makan malamnya yang sangat terlambat. Sampai dia tidak menyadari kalau eunbi sudah memejamkan matanya dengan berpangku pada sebelah tangannya.

“ck! Mana ada istri yang tertidur saat menemani suaminya makan malam” kata kyuhyun lirih.

Perlahan dia membersihkan sisa-sisa makan malamnya tanpa berniat membangunkan eunbi. Pria itu bahkan berjalan nyaris berjinjit karena takut sandal rumahnya akan menciptakan keributan.

Setelah selesai dengan pekerjaannya kyuhyun tidak langsung mengangkat eunbi atau membangunkan gadis itu. Kyuhyun justru kembali duduk dan mengamati wajah tidur eunbi. Wajah itu sudah sering dia lihat waktu akan tidur dan saat dia membuka mata esok harinya tapi kali ini terasa berbeda. Perasaan yang dulu hambar telah berubah sedikit manis dan itu membuat semuanya berubah. Wajah yang dulu dia anggap biasa kini berbeda. Kecantikan yang terus bertambah setiap harinya.

Sangat pelan kyuhyun menyingkirkan rambut yang menutupi wajah eunbi.

“kurasa kau sangat lelah hari ini sampai tertidur seperti ini”

Kyuhyun hanya ingin menikmati wajah polos yang tertidur itu sebelum mengendongnya dan membaringkannya di sampingnya. Kalau saja dia bisa mengerjakan pekerjaan tadi di rumah maka dia lebih suka melakukannya di rumah. Setidaknya dia bisa melihat wajah eunbi secepatnya untuk kembali membangkitkan semangatnya. Entah sejak kapan eunbi perlahan menjadi matahari bagi kyuhyun. Dan sekarang kyuhyun sadar kalau dia tidak akan bisa bertemu pagi tanpa mataharinya itu.

***

Keesokan harinya saat eunbi kembali bergelut dengan pekerjaannya di coffee shop, pintu ruangannya terbuka dari luar.

“kyuhyun? ”

Pria itu tersenyum dan langsung mengambil duduk di depan eunbi.

” ada apa? Kenapa kesini? ”

” mungkin kau sudah sangat penasaran jadi aku membawanya sekarang”

“apa? ”

” tentang ibumu”

“ini hasil dari mata-mataku” tambah kyuhyun sambil meletakkan map coklat.

Eunbi tampak tidak sabar membuka penemuan kyuhyun. Beberapa foto yoona dan dokter kim.

Ternyata benar mereka berhubungan, batin eunbi

“sepertinya kecurigaanmu benar. Bahkan yoona beberapa kali mengirimkan uang kepada dokter kim” kata kyuhyun menjelaskan. Sebenarnya saat eunbi bilang dia mencurigai yoona, kyuhyun juga berfikir seperti itu. Tidak ada musuh yang terlihat selain yoona. Wanita yang merubah kebahagiaannya dalam satu hari.

“kita harus melaporkannya ke polisi” eunbi tiba-tiba berdiri tapi kyuhyun menahannya.

“jangan sekarang”

“kenapa? Bukankah semua sudah jelas kita sudah punya bukti aliran dana dokter kim dari yoona dan foto ini juga bisa menjadi bukti”

Baginya sudah cukup semua bukti ini. Apa lagi yang perlu dibuktikan? Dengan adanya hubungan antara yoona dan dokter kim sudah jelas kalau mereka bersengkongkol, dan bukti pemeriksaan ibunya sekarang juga bisa menjadi bukti.

“apa mereka akan mengakui semuanya? Dengan bukti ini belum membuktikan kalau yang memberikan obat itu adalah mereka”

“mereka tidak akan mengaku tapi bukankah kita bisa membuat mereka mengaku dengan ini? ”

” ada banyak alasan yang bisa mereka berikan. Dengan membuktikan mereka memiliki hubungan tidak juga membuktikan tentang kejahatan mereka” tambah kyuhyun.

Eunbi kembali mendudukkan dirinya.

“lalu apa kau ingin aku menunggu sampai yoona membunuh ibuku? ”

Kalimat itu terdengar sangat menyakitkan. Kyuhyun tahu eunbi ingin semua ini terungkap, menghukum mereka yang bersalah tapi apa kyuhyun salah jika dia berfikir untuk menundanya sedikit saja? Kyuhyun tidak ingin dengan bukti yang kurang itu akan menghancurkan semuanya. Semua harapan yang telah eunbi pupuk. Itu akan jauh lebih menyakiti gadis itu, dan kyuhyun tidak suka itu!

“kita akan mendapatkan bukti yang kuat dulu untuk bisa membawa yoona kepenjara”

“tidak! ”

Eunbi berdiri dan segera melenggang pergi tanpa mendengarkan kyuhun lagi. Apa yang harus dia tunggu? Menunggu sampai yoona menghancurkan hidupnya lagi? Atau menunggu yoona benar-benar memisahkannya dari ibunya? Tidak! Eunbi akan buktikan pada ayahnya kalau selama ini dia benar. Yoona hanya penjahat! Dia akan mengembalikan keluarganya kembali. Dia akan membawa kebahagian itu kembali pada hidupnya!

“eunbi!”

Kyuhyun menarik tangan itu membuat eunbi berbalik menghadapnya.

“jangan gegabah. Kau hanya menambah rumit masalah ini”

Bukannya mengerti eunbi justru tersenyum mengejek kyuhyun.

“menambah rumit? Hidupku sudah rumit kyuhyun sejak wanita itu datang dan sekarang aku akan menghentikan semua ketidakadilan ini”

“aku tahu tapi tidak begini caranyaa”

“lalu aku harus bagaimana?! ” tanpa sadar eunbi membentak.

” tenanglah dulu. Kita bisa membicarakannya baik-baik dan mencari solusi” kyuhyun tahu eunbi sangat emosional sekarang, mengungkap kebenaran ini adalah sebuah keharusan tapi tidak sekarang. Ini bukan waktu yang tepat!

“solusi apa lagi yang harus kita bicarakan?! Kau tidak tahu bagaimana rasanya dikhianati seperti ini. Ayahmu yang tiba-tiba membawa wanita lain dan ibumu tiba-tiba harus menginap di rumah sakit jiwa. Kau tidak tahu sakitnya ini”

Kyuhyun mendekat, mengusap air mata yang membasahi pipi eunbi.

“aku tahu. Aku memang tidak tahu bagaimana rasanya. Tapi bisakah kau percaya padaku lagi? ” kyuhyun memohon dengan suara yang sangat lembut.

” kita pasti akan membawa yoona ke dalam penjara. Aku janji itu. Tapi tidak sekarang waktunya. ”

” apa kau bisa percaya padaku lagi? ” tambah kyuhyun.

Tapi eunbi masih diam tidak menjawab

” eunbi ah”

“kau tahu aku selalu mempercayaimu” kata eunbi akhirnya membuat kyuhyun menghela nafasnya lega.

“aku janji kita akan membuat yoona menebus ini semua”

Setelah itu kyuhyun meraih eunbi dalam pelukannya. Dia akan menepati setiap janjinya pada eunbi. Akan kyuhyun pastikan kalau gadis itu akan mendapatkan kebahagiannya kembali. Kyuhyun bersumpah atas itu!

Eunbi ingin bergantung pada rasa percayanya pada kyuhyun. Dia ingin berharap pada kepercayaannya itu. Kyuhyun sudah berjanji akan membantunya dan membuat yoona menyesal, dan eunbi akan menunggu waktu itu datang. Menunggu kyuhyun menepati janjinya lagi.

***

“maaf” kata eunbi lirih sambil melirik kyuhyun lewat ekor matanya. Setelah sedikit pertengkaran tadi kyuhyun membawa eunbi pergi, kepinggir sungai han. Mungkin untuk menenangkan pikiran gadis itu. Tapi setelah sampai disini tidak ada yang berniat keluar dari mobil, mereka justru asyik menatap pemandangan lewat kaca mobil

“apa? ” kyuhyun bertanya dan memutar tubuhnya mengahadap eunbi untuk melihat lebih jelas istrinya yang masih tidak berani mengangkat kepalanya. Apa kyuhyun benar-benara baru bertengkar dengan eunbi?

” aku sudah membentakmu tadi padahal aku tahu kau hanya ingin yang terbaik untukku” kata eunbi masih menunduk

“kau memang harus minta maaf padaku. Kau tahu tadi kau sangat menakutkan” sengaja kyuhyun memepermainkan nada bicara, berlebihan.

“apa?! ” sekali gerakan eunbi mengangkat kepalanya dan beradu pandang dengan kyuhyun. Sepertinya kyuhyun benar-benar ingin dipukul, batin eunbi.

” apa kau tidak sadar betapa menakutkannya kau saat marah? ”

” kau-”

Tap

“aku sudah hapal dengan kebiasaanmu ini”

Eunbi terdiam. Kali ini dia kalah dengan kyuhyun. Baru saja dia akan memukul lengan kyuhyun tapi pria itu ternyata mempunyai refleks yang cepat dan menangkap tangannya atau mungkin kyuhyun belajar dari pengalaman.

” trik ini tidak akan berguna lagi” tambah kyuhyun

Eunbi melepaskan tangannya dari genggaman kyuhyun dan membuang pandangannya keluar jendela.

“kau tidak perlu meminta maaf. Aku paham kenapa kau marah seperti tadi. Aku mungkin tidak tahu bagaimana kau hidup dulu tapi sekarang, akan aku pastikan kalau kau hanya akan mendapatkan kebahagiaan dan melupakan rasa sakit di masa lalu. Aku janji”

 

Deg

Perasaan apa ini? Detakan jantung yang terus berlomba dengan kehangatan yang masuk ke dalam relung hati eunbi. Sangat luar biasa. Eunbi menyukai getaran ini. Untuk kesekian kalianya dia ingin mengakui kalau dia menginginkan getaran ini selalu hadir di hatinya setiap saat. Getaran yang muncul saat kyuhyun memandangnya, getaran yang muncul saat kyuhyun menggenggam tangannya, saat pria itu tersenyum padanya dan saat kyuhyun berkata akan memberikan eunbi kebahagiaan kepadanya seperti sekarang.

“aku senang kau selalu mempercayaiku. Terima kasih”

Eunbi memberanikan diri menatap kyuhyun yang ternyata sejak tadi tidak pernah mengalihkan pandangannya padanya.

“aku yang seharusnya berterima kasih. Aku akan menunggu kau menepati janjimu untuk selalu memberikanku kebahagiaan”

Kyuhyun mengangguk. Sudah berapa banyak janji yang kyuhyun berikan pada eunbi, seolah kyuhyun benar-bemar akan menepati hal itu semua.

—–TBC—

AUTHOR’S NOTE: sesuai prediksi kalian kalau yoona adalah dalang dibalik ini semua. Lalu apa yang terjadi saat itu semua terungkap??? tunggu di bab selanjutnya ya 🙂

jangan pernah bosen untuk menunggu cerita-cerita selanjutnya ya 🙂

oke, buat kalian yang uda mampir kesini terima kasih dan jangan lupa komen, like tinggalkanlah jejak kalian disini hehehe

sorry for typo

see you di next part ❤ ❤ i love you all

Not A Contract Marriage [Bab 10]

Kyuhyun dan eunbi segera pergi meninggalkan pesta pernikahan yang menjadi riuh karena ulah mereka. Eunbi menurut saja saat pria itu tiba-tiba menariknya keluar. Setengah nyawa eunbi sepertinya belum terkumpul. Dia masih terlalu kaget dengan semua kejadian ini. Bodoh! Kenapa dia sangat ceroboh membiarkan kyuhyun menciumnya didepan umum disaksikan banyaknya pasang mata dan ditambah kamera ponsel yang mereka arahkan kepadanya.
“bodoh! Bodoh! ” eunbi merutukinya dirinya sendiri. Gadis itu seolah-olah menjedotkan kepalanya di dasbor mobil.
” siapa yang bodoh? ” kyuhyun berkata tanpa menoleh. Dia masih fokus menyetir. Sebenarnya tanpa kyuhyun bertanya dia sudah tahu apa yang gadis itu sedang rutuki. Jika kalian bertanya bagaimana perasaan kyuhyun sekarang, maka kyuhyun akan bilang ‘ya nasi sudah menjadi bubur. Mereka pasti juga maklum dengan adegan tadi’. Memangnya apa yang perlu kyuhyun sesali kalau kejadian itu terjadi karenanya.
Eunbi menoleh menatap kyuhyun dengan mata menyipit dan tajam nyaris menguliti kyuhyun.
Plak
“yak! ”
Kyuhyun mengadu sambil sedikit mengusap lengannya yang berhasil menjadi objek pukulan eunbi.
” memangnya apa yang kau lakukan tadi?! Kau membuatku tidak punya muka! ” omel eunbi
Wahhh dia benar-benar manjadikanku sebagai tersangka, batin kyuhyun.
Dia tidak habis pikir kenapa masalah seperti ini jadi besar. Hanya ciuman. Hanya. Pikir kyuhyun
” bukankah kau juga menikmatinya? Jadi kenapa kau menyalahkanku? ”
” kyu! ”
” yak berhenti memukulku! ”
Gila! Apa harus ada kekerasan karena masalah ciuman tadi? Bukankah tadi mereka berdua sama-sama menikmati? Lalu kenapa eunbi memarahi kyuhyun?
” menikmati katamu? Kau yang menciunku duluan. Dasar gila!”
“aku bahkan tidak bisa menunjukkan wajahku”
Kyuhyun hanya memutar bola matanya malas.
“sekarang apa yang harus aku lakukan? ” gerutu eunbi.
” kenapa kau terlalu memikirkan sampai seperti itu? Apa kau tidak pernah ciuman?”
“yak! ”
Plak
” sekali lagi kau memukulku. Aku akan menurunkanmu! ” ancam kyuhyun. Tidak lucu bukan jika besok dia bangun dengan lengan memerah bekas pukulan eunbi.
“kenapa? Kenapa? Kau berhak mendapatkannya”
Eunbi semakin memukul lengan kyuhyun tidak peduli ancaman pria itu.
“semua ini karenamu! ”
Cekitttt
Eunbi hampir terlontar ke depan karena kyuhyun tiba-tiba mengerem dan meminggirkan mobilnya.
Apa dia akan benar-benar akan menurunkanku? Batin eunbi. Ya ampun wajahnya menakutkan sekali.
“kau gila?! ” tanya kyuhyun penuh penekanan.
” ya. Karenamu. Kenapa?”
Kyuhyun menatap eunbi dan berdecih.
“kau masih membahas masalah ciuman tadi? ”
Eunbi terdiam.
” jadi ciuman tadi adalah salahku? Biarkuperjelas. Benar. Aku menciummu lebih dulu tapi- apa kau lupa kau menikmati ciuman itu? ”
” kyu-”
Eunbi akan memukul kyuhyun tapi kali ini pria itu terlalu cekatan menangkap tangan eunbi.
“kau memejamkan matamu bahkan kau tidak mendorongku. Lalu aku harus menyebutnya apa itu? ”
” itu-itu”
“apa perlu aku mengingatkanmu? ” tawar kyuhyun yang eunbi rasa itu bukanlah sesuatu yang baik. Mata pria itu, sangat menakutkan dan menghanyutkan.
Eunbi panik saat kyuhyun semakin mendekatkan wajahnya ke arahnya dengan mata yang tidak pernah melepaskannya.
Sadarlah hwang eunbi! Jangan terlena lagi! Jangan! Eunbi mencoba membuat benteng pertahanannya dan menarik kembali kesadarannya yang akan tertarik kembali oleh pesona kyuhyun. Hentikan!
Plak
Eunbi tercengang dengan perbuatannya sendiri. Gadis itu kelimpungan melihat pipi kyuhyun memerah karena tamparannya.
Kyuhyun memejamkan matanya dengan muka yang baru saja terlempar. Sialan! Dia baru ditampar!
“kau! ” kyuhyun menggeram menatap eunbi dengan telunjuk yang menunjuk tepat ke wajah eunbi.
” kenapa? ” kata eunbi pura-pura tegar padahal sebenarnya dia menggigil ketakutan menghadapi kyuhyun sekarang.
” apa kau wanita? ”
” hah? ” eunbi menautkan alisnya
” ini sakit bodoh! Kau menamparku seperti seorang pria! Apa ada yang salah dengan tangan kecil ini? ” tanya kyuhyun sambil mengangkat tangan eunbi. Sungguh dia tidak pernah menyangka jika eunbi punya kekuatan seperti pegulat.
” pria? ” tanya eunbi membeo
” kau ingin aku tampar lagi?! ”
***
Kyuhyun berdecak karena eunbi benar-benar marah karena ciuman itu. Eunbi bahkan langsung keluar mobil dan masuk ke rumah.
Sebenarnya salah kyuhyun apa sampai diperlakukan seperti ini?
” kalian sudah pulang? ” min soo menatap aneh kedua adiknya yang sama-sama menekuk muka.
” kyu pipimu kenapa? ” tanyanya setelah menyadari bekas merah dipipi kanan kyuhyun.
” aku baru diserang singa betina” jawab kyuhyun sekenanya yang membuat eunbi tidak jadi melanjutkan langkahnya ke kamar. Eunbi berbalik dan menatap kyuhyun mengancam.
Singa betina katanya?
Awas kau cho kyuhyun!
“singa?” min soo kebingungan. Jawaban apa ini?
“kakak tidak tahu bagaimana menakutkannya adik kakak yang satu itu” kata kyuhyun sambil menunjuk eunbi dengan dagunya.
Min soo menoleh mengikuti arah kyuhyun “eunbi? kau? ”
Eunbi menggeleng
“apa kakak tahu kenapa seorang wanita marah? ” eunbi balik bertanya.
Apa-apaan ini? Kenapa mereka berdua seolah memberi min soo sebuah teka teki.
” apa tidak ada dari kalian yang bisa bicara dengan jelas? ”
” tanya saja pada kyuhyun” acuh eunbi.
“kenapa aku yang harus menjawabnya? Kau yang marah-marah dan mengamuk seperti singa betina dan menamparku. Apa kau tahu bagaimana sakitnya ini ? ”
” memangnya apa yang terjadi di pesta tadi? ” lagi-lagi min soo memancing. Ya ampun bicara dengan dua adiknya ini ternyata seperti sedang membujuk anak tk yang sedang marah. Dia pikir kyuhyun sudah dewasa tapi ternyata sifat kekanaknnya masih ada
” dia menciumku di depan umum” kata eunbi mengadu.
“aku? Kau juga menikmatinya kenapa aku yang disalahkan? ”
” tidak. Kalau kau tidak memulai hal itu tidak akan terjadi”
“oh jadi kau menyalahkan aku? ”
” bukankah itu jelas? ”
” kau-”
“buahahahaha” min soo tidak bisa lagi menahan tawanya. Wanita itu tertawa sekencang-kencang sampai membuat dua orang yang tadi saling menyalahkan terdiam.
Min soo berhenti tertawa dan menyeka sedikit air mata yang keluar karena terlalu banyak tertawa.
“apa-apaan kalian ini? Kalian berciuman dan sekarang bertengkar? ”
Bukankah ini sangat lucu? Mereka baru saja berciuman lalu saling menyalahkan karena ciuman itu. Memangnya siapa yang menyuruh mereka melakukan hal itu? Bukankah hal itu terjadi karena kyuhyun dan eunbi saling menghendaki jadi kenapa sekarang saling menyalahkan?
“tapi semua orang melihatnya. Kalau saja dia tidak melakukan hal itu di depan banyak orang aku tidak akan semalu ini ” eunbi menjelaskan.
” memangnya aku tahu kalau mereka memperhatikan kita? ” bela kyuhyun. Mana ada dipikirannya tadi kalau orang-orang disekitarnya memperhatikan ciuman itu.
” itulah bodohnya kamu”
“bodoh? ” kyuhyun meradang. Wah kenapa eunbi tidak sadar juga kalau dia juga bersalah kenapa melempar semua kesalahan padanya.
” hentikan!” potong min soo
“apa kalian akan terus bertengkar karena ciuman itu? Ayolah semua orang juga akan paham bagaimana dua orang yang saling mencintai bertemu apalagi pengantin baru seperti kalian”
Saling mencintai?
Kyuhyun dan eunbi hanya terdiam. Dua orang yang tadi pandai berdebat seolah tertusuk oleh kalimat min soo. Saling mencintai? Sejak kapan?
“dari pada kalian bertengkar kenapa tidak dilanjutkan saja di kamar”
Setelah itu min soo pergi dengan terkikik geli.
“kak! ” teriak kyuhyun dan eunbi bersamaan.
Setelah mereka membuat malu di pesta tadi sekarang di rumah mereka juga harus dipermalukan oleh min soo.
Apanya yang harus dilanjutkan? Eunbi bahkan sudah meninggalkan kyuhyun dan masuk ke kamar sambil membanting pintu.
“memangnya itu kamar siapa? Kenapa dia seolah bersikap seperti itu kamarnya saja” gerutu kyuhyun.
***
Eunbi tersenyum pada beberapa perawat rumah sakit. Hatinya semakin membaik setiap pergi ke tempat ini. Tidak ada kesedihan lagi.
“anda berkunjung lagi? ” sapa perawat yang baru saja keluar dari ruangan nyonya hwang.
” iya”
“ibu anda sedang tidur karena pengaruh obat. ”
” benarkah? ”
” tidak apa-apa kalau nona ingin masuk”
Eunbi mengangguk dan perawat itu pergi. Tidak apa-apa jika dia hanya melihat ibunya tertidur, sambil menunggu waktu janji bertemu dengan dokter yang masih satu jam lagi. Eunbi akan menunggu disamping ibunya.
***
“silahkan duduk nyonya”
Eunbi mendekat duduk di kursi depan dokter. Lalu beberapa detik dokter itu membolak-balik dokumen untuk mengingat beberapa hal penting tentang pasiennya.
“ada beberapa hal yang harus saya tanyakan pada anda” kata dokter itu membuka
“silahkan”
Dokter itu mengambil pulpen
“apa ibu anda selama ini mengkonsumsi obat-obatan tertentu? ”
Sebentar eunbi sempat kebingungan. Obat? Apa selama ini ibunya mengkonsumsi sebuah obat tanpa sepengetahuannya?
” kurasa tidak”
“dari pemeriksaan yang kami lakukan beberapa minggu ini ditemukan kalau ada sebuah zat yang masuk ke tubuh pasien secara berkala”
“maksudnya? ”
” saya tidak tahu tepatnya itu apa, tapi karena zat itu menimbulkan beberapa efek samping yang sangat berbahaya”
Tiba-tiba tubuh eunbi menjadi dingin. Detak jantungnya semakin kencang berdetak. Ada sebuah ketakutan yang tiba-tiba menyelimuti dirinya.
Apakah ini sebuah kabar buruk?
“hal ini bisa membuat sebuah halusinasi yang berlebihan sampai membuat ibu anda benar-benar gila. Sepertinya hal itu sudah berlangsung sangat lama jadi-”
Kalimat dokter itu menggantung.
“jadi akan sedikit sulit untuk memulihkan keadaannya”
“tapi anda jangan khawatir sejauh ini keadaan ibu anda semakin terkendali, pasien sudah jarang mengamuk. Saya harap anda tidak putus harapan. Tidak ada yang tidak mungkin”
Jadi apakah dokter itu bilang kalau ibunya tidak akan pernah hidup normal lagi? Apakah semua harapan yang eunbi kembali pupuk itu harus tumbang lagi? Harapan yang eunbi pikir semakin dekat itu harus menjauh lagi. Apakah ini sebuah permainan?
Eunbi terus memikirkan pertemuannya dengan dokter itu sampai dia tidak tahu kalau lampu merah itu akan berubah menjadi hijau dalam beberapa detik.
Di dalam mobilnya kyuhyun tampak mengamati gadis yang berdiri di samping tempat penyebrangan.
“tamparannya masih terasa di pipiku” kyuhyun menyentuh pipinya. Rasa jengkel masih bersemanyam di hatinya. Dia tidak akan tenang sebelum membalas eunbi. Tapi tiba-tiba ditengah pikirannya
“apa dia gila! ” mata kyuhyun membulat dan segera melompat keluar.
Eunbi berlari menyusul para pejalan kaki yang sudah berada jauh di depannya.
Tinnnnnnn!!!!!
” ahhh” eunbi menjerit.
“kau ingin mati?! ” teriak orang dari dalam mobil lewat kaca jendelanya yang sedikit terbuka.
Eunbi hanya menoleh ke kanan dan ke kiri panik. Dia masih sangat terkejut karena mobil itu tiba-tiba berhenti di depannya dengan jarak kurang dari lima centi. Nyawanya seolah tiba-tiba menghilang. Ditengah ketakutan itu lengannya tiba-tiba di tarik menjauh dari tengah-tengah jalan raya.
“kau gila?! ” maki kyuhyun-orang yang tadi menariknya.
Kyuhyun melepaskan genggamannya dan berkacak pinggang menatap eunbi.
” kau ingin mati?! Apa yang kau pikirkan? Jika saja tadi-” kyuhyun tidak bisa melanjutkan kalimatnya. Terlalu menyakitkan mengatakan hal itu. Kyuhyun menghela nafasnya dan menatap eunbi yang hanya menunduk, sepertinya nyawanya belum benar-benar terkumpul. Jika dalam keadaan yang baik-baik saja maka eunbi pasti akan langsung meneriaki kyuhyun.
“ayo” kata kyuhyun sambil menarik eunbi menuju mobilnya. Gadis itu menurut, eunbi bahkan diam saja saat kyuhyun meneriakinya di pinggir jalan seperti itu.
Kyuhyun melirik eunbi yang masih saja bungkam.
Rupanya dia masih sangat terkejut.
Eunbi menoleh karena kyuhyun tiba-tiba meminggirkan mobilnya.
“tunggu disini” setelah itu kyuhyun keluar dan masuk ke dalam sebuah mini market.
Eunbi menghembuskan nafasnya dalam-dalam. Pikirannya berantakan. Karena perkataan dokter tadi dan karena dia nyaris terkapar di tengah jalan tadi. Membayangkannya membuat eunbi merinding. Terima kasih Tuhan karena dia masih baik-baik saja sekarang.
“ini”
Eunbi menoleh, dia melamun lagi sampai tidak sadar kalau kyuhyun sudah kembali.
“ini” ulang kyuhyun karena botol minumannya belum diambil juga oleh eunbi.
“minumlah. Kau perlu menenangkan diri”
Setelah itu kyuhyun hanya memperhatikan eunbi yang minum dengan tangan yang masih sedikit bergetar.
“apa yang sedang kau pikirkan? Apa kau tidak bisa melihat kalau tadi lampunya sudah hijau? ” kali ini kyuhyun bertanya dengan sedikit lembut tidak sekasar tadi. Dia sadar kalau tadi kyuhyun sedikit keterlaluan, meneriaki eunbi yang bahkan masih dalam keadaan syok. Tapi siapapun pasti akan melakukan hal itu jika ada di posisi kyuhyun. Istrinya nyaris mati di depan matanya.
“aku pikir aku akan sampai seberang jika aku berlari sebelum lampu berubah menjadi hijau” jawab eunbi jujur. Tapi ternyata prediksinya salah. Dia tidak akan mungkin sampai seberang jalan hanya dalam waktu 3 detik. Itu mustahil! Dan eunbi menyesali keputusannya tadi.
“kau bodoh! ” kali ini kyuhyun kembali berteriak tapi dia mencoba mengontrol kembali emosinya.
” memangnya apa yang sedang kau pikirkan?”
“tidak ada” bohongnya. Menceritakan pada kyuhyun tentang masalahnya sekarang bukanlah hal yang tepat, dia bahkan tidak punya asumsi yang tepat tentang masalah itu.
“apa kau ingin bunuh diri karena masalah tadi malam? ”
Eunbi menoleh dan menatap kyuhyun tajam. Sangat menakutkan, eunbi saat marah dengan pandangan seperti itu membuat kyuhyun seperti sedang berhadapan dengan malaikat penyabut nyawa.
” baiklah. Aku hanya bercanda. ”
Dia pikir dengan sedikit candaannya eunbi akan sesikit terhibur tapi sepertinya dia salah. Bukannya terhibur eunbi justru marah.
” apa kau akan terus membahas masalah itu? ”
Kyuhyun menggeleng.
” melihatmu sekarang sepertinya kau sudah baik-baik saja.”
Kyuhyun menghidupkan kembali mobilnya dan menginjak gas.
“aku akan mengantarmu pulang”
Eunbi mengangguk.
“tapi kenapa tidak bawa mobil? ” tanya kyuhyun lagi.
” aku menyuruh sopir di rumah untuk membawanya ke bengkel”
Kyuhyun mengangguk paham.
“tapi kenapa kau bisa disana? Maksudku apa kau tidak ke kantor? “kali ini eunbi yang bertanya. Dia baru sadar jika seharusnya orang yang sedang menyetir itu biasanya berada dikantor dijam segini.
” aku baru saja menemui klien dan tiba-tiba di tengah jalan aku menemui gadis gila yang akan bunuh diri”
Plak
“auwh” kyuhyun mengadu kesakitan. Untuk kesekian kalinya lengannya menjadi korban kekerasan eunbi.
“aku tidak gila! ” teriak eunbi. Tapi pria itu justru mengulas sedikit senyum. Sepertinya dia benar-benar telah membuat eunbi kembali menjadi eunbi yang biasanya. Sedikit aneh melihat eunbi murung seperti tak bernyawa.
***
Eunbi menghempaskan dirinya di kasur. Semuanya tiba-tiba menjadi sebuah teka-teki. Jika benar apa yang dikatakan dokter tadi maka siapa yang telah melakukannya? Dia bahkan belum mendengar hal ini sebelumnya.
“sepertinya aku benar-benar gila” gerutunya pada dirinya sendiri.
Eunbi mengangkat tangan kanannya ke udara. Bayangan saat kyuhyun menariknya tiba-tiba terbayang di atas kepalanya.
“kenapa dia selalu ada di saat aku menghadapi kesulitan”
“apa aku juga harus minta bantuan kyuhyun? ”
Eunbi ingin semua masalah ini terungkap tapi bahkan dia tidak tahu harus mulai dari mana. Dia benar-benar menjadi anak tak berguna. Bagaimana dia tidak tahu tentang kondisi ibunya yang sebenarnya.
” eomma pasti sembuh. Pasti! ”

____TBC_____

AUTHIR’S NOTE: gimana nih part yang satu ini? Semoga sesuai harapan ya hehehe. Jangan lupa comment dan like ya 😊😊😊

Oke see you di next part

I love you my readers♥️♥️♥️♥️♥️

 

Not A Contract Marriage [bab 8]

Kyuhyun berjalan menuruni tangga tapi di tengah-tengah jalannya pria itu berhenti. Terasa aneh melihat orang lain berdiri di meja dapur selain kakak iparnya atau Ahn Ahjumma. Wanita yang baru kemarin merubah statusnya menjadi istri kyuhyun itu sibuk memasukkan beberapa bahan ke dalam penggorengan dengan rambut yang di gulung ke atas.

Sepertinya kyuhyun harus membiasakan keadaan ini.

Ehem

Kyuhyun sengaja berdehem menarik perhatian eunbi.

“kau sudah selesai? Duduklah disana aku hampir selesai”

Kyuhyun menurut. Duduk manis di meja makan, matanya tanpa sengaja mengamati punggung istrinya. Tanpa diperintah otaknya mengingat kejadian tadi malam.

Sial! Apa aku sudah gila menangis di pelukannya? Ya ampun! Bahkan aku tidak pernah menangis di hadapan ibu sejak umurku 11 tahun. Ah! Aku menghancurkan image ku sendiri.

 

“kyuhyun! ”

” hah?! ” kyuhyun tersentak karena teriakan di depan wajahnya dan masih dengan tampang bodohnya kyuhyun hanya menatap eunbi yang sekarang menggelengkan kepalanya sambil melipat tangan.

” kau melamun? Aku sudah memanggilmu tiga kali. Kurasa kau tidak punya masalah dengan pendengaranmu”

Glek

Kyuhyun menelan ludahnya. Sial! Dia mempermalukan dirinya lagi.

“tidak. Aku hanya sedang memikirkan urusan kantor” elaknya pada eunbi yamg sudah mengambil duduk di kursi depannya.

“makanlah. Kurasa masakan ini akan dingin jika menunggumu melamun”

“aku tidak melamun! ”

” iya. Iya kau tidak melamun. Kenapa harus berteriak seperti itu?! ”

” aku? Aku tidak berteriak. Dan bukannya aku sudah bilang kalau aku hanya sedang memikirkan urusan kantor”

Eunbi memutar bola matanya.

Kurasa dia baru saja terjatuh di kamar mandi. Aneh sekali moodnya hari ini.

“baiklah. Sekarang makanlah”

Kyuhyun mengunyah dalam diam dengan rasa malu yang masih bergentayangan di otaknya. Apa dia kesurupan tadi malam sampai menagis seperti itu? Atau eunbi menghinoptisnya? lagi-lagi pekirannya dipenuhi hal itu.

Ku akui kalau gadis itu sangat pintar membujukku. Dia belum genap satu hari menjadi istriku tapi dia sudah membuatku menangis.

“apa kau tidak bisa berhenti menatapku? Menganggu! ”

Lagi-lagi kyuhyun tersentak.

” siapa? Tidak. Aku tidak menatapmu. Aku hanya-”

“hanya memikirkan urusan kantor. Aku tau itu”

“iya, aku sedang memikirkan urusan kantor” bodoh! Apa kyuhyun kehilangan otaknya setelah bangun tidur tadi?

“tapi apa kau benar-benar akan pergi ke kantor? maksudku kau akan pergi ke kantor setelah satu hari kau menikah? ”

” sebenarnya aku sedang mengambil cuti tapi ada beberapa masalah yang harus aku kerjakan.”

“baiklah.  Kau banyak pekerjaan sebagai pemimpin perusahaan yang baru”

“tapi-kau tidak bermaksud menahanku dirumahkan? ”

Uhuk

Nasi yang belum tercerna dengan baik itu seperti tersangkut di tenggorokam eunbi.

” kau gila?! ”

Kyuhyun hanya mengangkat kedua bahunya.

” kalau kau ingin pergi, pergi saja. Kenapa aku melarangku? ”

” aku hanya bertanya”

“dan jawabanku tidak.”

Eunbi berdiri hendak pergi. Tiba-tiba selera makannya hilang.

“pergi saja dari pada kau terus melamun karena urusan kantor itu”

“sudah kubilang aku tidak melamun ! ” kyuhyun berteriak tapi eunbi tak peduli dan masuk ke dapur.

” aish! Memangnya kapan aku melamun? ”

****

Tatapan kosong terlihat jelas di matanya. Eunbi membuka pintu perlahan membuat sedikit decitan pintu. Orang yang dipanggil kyuhyun kakak ipar kemarin tidak menoleh, dia masih duduk di atas ranjang rumah sakit dengan pandangan keluar jendela.

” hallo” sapa eunbi ragu.

“ng… Perkenalkan namaku hwang eunbi. Kurasa kita sudah pernah bertemu”

Saat melihatnya pertama kali eunbi memang merasa tak asing dengan wajah kakak iparnya ini. Tapi seolah mereka adalah dua orang yang berbeda, eunbi jelas ingat bagaimana menyenangkan dan bersemangatnya wanita ini saat pertama kali bertemu dengannya di salon kecantikan tapi sekarang, eunbi bahkan tidak tahu sehancur apa dia sekarang.

Mendengar nama yang tidak asing di telinganya membuat min soo menoleh. Ya, bagaimana dia bisa lupa dengan nama gadis yang sudah duduk di kursi samping ranjang rumah sakitnya jika setiap hari young shik membahasnya. Bahkan min soo sempat cemburu karena young shik terlalu sering membahas gadis lain. Lagi-lagi young shik. Min soo tersenyum kecut. Bukan untuk eunbi tapi kepada dirinya sendiri. Bagaimana dia bisa hidup untuk esok hari jika setengah hari saja terasa sangat menyakitkan. Bagaimana bisa dia menghapus semua kenangannya bersama youngshik? Bagaimana dia bisa tertawa disini jika tidak ada young shik? Apa akan jauh lebih mudah jika dia ikut bersama young shik?

“eonni. Bolehkan sekarang aku memanggilmu dengan sebutan itu? ”

Terasa dingin, tangan min soo terasa dingin masuk kedalam genggaman eunbi.

Min soo tidak merespon dia hanya menatap eunbi dan sibuk dengan pikirannya sendiri.

” aku tidak tahu kalau kau adalah kakak kyuhyun. Jika aku tahu aku pasti akan meminta restu padamu sebelum aku menikah dengannya”

Menikah?

Kyuhyun?

Dengannya?

Semua kebingungan itu terlihat jelas di ekspresi wajahnya yang sejak tadi hanya datar.

“iya. Aku sudah menikah dengan kyuhyun kemarin. ”

” kyuhyun menikahimu? ”

Eunbi tersenyum. Bukan karena membahas tentang pernikahnnya tapi karena min soo menanggapinya.

Sebuah anggukan dan senyuman menjadi jawaban. Tapi min soo seolah belum puas, kenapa adik iparnya itu tiba-tiba menikah? Dengan gadis yang bahkan dia tolak dulu?

***

“nona selamat ya karena nona sudah menikah. Wah aku tidak menyangka jika pria tampan itu benar-benar menikah denganmu”

“aku sangat iri padamu karena menadapatkan pria setampan itu. ”

” tapi kenapa nona kesini sekarang? Bukankah seharusnya kalian bulan madu? ”

Eunbi terdiam. Sejak kapan para pegawainya ini tertarik dengan kehidupannya?

” aku tidak berbulan madu. Jadi bisakah aku masuk ke ruanganku sekarang? ”

Bukannya eunbi tidak suka dengan para pegawainya hanya saja dia tidak suka dengan pembicaraan tentang kehidupan pribadinya.

Semua orang menyingkir karena mereka menghalangi tangga.

” terima kasih atas ucapan selamat kalian”

Setelah itu eunbi pergi.

Bulan madu?

Untuk apa aku bulan madu bersamanya?

Dia bahkan pergi ke kantor dan meninggalkan aku sendiri di rumahnya.

Eunbi menggeleng mengusir pikiran bodohnya. Baiklah, dari awal pernikahan ini sudah aneh jadi kenapa eunbi sedikit berharap kalau pernikahan ini akan berjalan seperti orang lain.

Ya, dari awal pernikahan ini hanya sebuah senjata bagi mereka berdua.

“kau kenapa? ”

Eunbi berjingkat karena suara tiba-tiba di belakangnya.

Kyuhyun?

Untuk apa dia kesini?

” kau gila? Membuatku hampir mati karena serangan jantung”

“siapa suruh melamun di tengah pintu seperti ini? ”

Ya ampun. Eunbi baru sadar kalau dari tadi dia berdiri di depan pintunya dan malah sibuk berfikir tentang yang bukan-bukan.

” apa kau kehilangan kunci ruanganmu? ” tanya kyuhyun tidak sabar karena eunbi tidak juga membuka pintunya dan kembali pada lamunanya.

” oh? Ini tidak dikunci”

“kalau begitu untuk apa aku menunggumu”

Kyuhyun langsung melesat masuk dan disusul eunbi. Sepertinya efek keterkejutannya masih membuat eunbi sedikit tidak sadar.

“aku pikir kau ada di rumah tapi kata Ahn Ahjumma kau sedang pergi. Jadi aku pikir kau ada disini dan ternyata benar” kyuhyun membuka pembicaraan dengan alasan kenapa dia ada disini.

“lalu? Untuk apa mencariku? ”

Kyuhyun mengeluarkan map dari dalam tas kerja miliknya.

” ini. Kalau tidak harus sekarang di tanda tangani mungkin aku akan meminta di rumah nanti”

Eunbi melipat dahinya tapi dia mendekat pada kyuhyun yang duduk di sofa pojok ruangan dan menarik map itu dari tangan kyuhyun.

“apa? ” tanyanya bodoh.

” kau bisa membacanya.”

Beberapa detik setelah eunbi membaca kertas putih dengan tinta hitam itu, dia langsung menatap kyuhyun dengan tatapan yang sukit untuk di artikan.

“kyu. Kau-” kalimatnya menggantung di udara. Eunbi tidak tahu bagaimana mengungkapkan rasa bahagia ini.

“aku sedang mengurus perpindahan perawatan ibumu. Seperti janjiku”

Sebenarnya urusan penting yang dimaksud kyuhyun tadi pagi bukanlah urusan kantor yang sangat mendesak. Tapi dia pergi untuk mengurus perpindahan perawatan ibu eunbi.

“aku memindahkannya ke rumah sakit yang lebih bagus. Aku juga mengenal salah satu dokter disana”

Ocehan kyuhyun hanya angin lalu bagi eunbi. Rasa tidak percaya dan bahagia melebur jadi satu. Jadi hari ini benar-benar terjadi? Hari dimana dia akan benar-benar terbebas dari ayahnya?

“kau akan menandatanganinya atau hanya akan menatap kertas itu sampai hancur karena air matamu? ”

Eunbi menghapus air matanya dan buru-buru menyahut pulpen di atas meja kerjanya sebelum menandatangani berkas itu.

” ini” kata eunbi sambil menyodorkan map itu kembali pada kyuhyun.

“ibumu akan segera pindah hari ini juga”

“kyu”

“apa? ”

” terima kasih”

“bukankah aku sudah berjanji padamu? Asal kau tahu saja aku bukan pria yang suka mengingkari janji. Kau bisa-”

Kyuhyun mematung, lidahnya keluh karena eunbi tiba-tiba memeluknya. Memeluknya sangat erat.

“iya aku tahu. Meskipun ini adalah janjimu tapi tetap saja aku harus berterima kasih.”

Kyuhyun menepuk punggung eunbi, berniat membalas pelukan eunbi lebih dalam tapi dia mengurungkan niatnya saat pintu ruangan ini tiba-tiba terbuka.

“non-” kalimat itu tertelan udara.

Kyuhyun dan eunbi kompak menoleh pada gadis dengan seragam cafe yang mematung di ambang pintu dengan mulut yang masih terbuka.

Apa kyuhyun dan eunbi tidak sadar dengan posisinya sekarang. Kyuhyun yang duduk di sofa dengan eunbi yang memeluknya.

“aku akan-”

“tidak. Ada apa? ”

Eunbi segera bangun dan menyelipkan sebagian rambutnya ke belakang telinga tanda canggung. Dan dengan sekali hentakan eunbi baru saja mendorong dada kyuhyun membuat pria itu seperti baru saja di campakan.

Dia baru saja menangis dan memelukku tiba-tiba tapi dia sekarang sedang membuatku seperti yang melakukannya.

Kyuhyun berdecih. Kalau tahu begini dia akan mendorong eunbi lebih dulu bukannya menikmati.

“kau tidak perlu pergi. Katakan saja ada apa” eunbi mendesak pegawainya yang masih di depan pintu.

“aku hanya ingin bertanya nona ingin makan siang apa? ”

” oh itu. Seperti biasanya saja”

Pelayan itu mengangguk.

“lalu tuan ingin apa? ”

” tidak. Dia akan-”

“sama seperti bosmu saja”

Eunbi menoleh pada kyuhyun yang baru saja memotong pembicaraannya.

Mendapat tatapan aneh dari eunbi kyuhyun hanya mengangkat kedua bahunya.

“aku juga lapar” jawab kyuhyun singkat.

“baiklah. Aku akan membelikan dua bungkus untuk kalian. ”

Baru saja dia akan pergi pelayan itu kembali berbalik.

“nanti aku akan mengetuk pintu lebih dulu. Jadi silahkan lanjutkan kegiatan kalian.”

Kegiatan?

Bola mata eunbi nyaris keluar dari tempatnya. Kalau saja membunuh itu tidak dosa maka eunbi sudah akan mencekik pegawai yang baru saja berlari menuruni tangga itu.

Dan sekarang tinggalah kecanggungan diantara mereka berdua. Eunbi pura-pura menyibukkan dirinya di depan komputer sedangkan kyuhyun sibuk mengotak-atik ponselnya. Padahal tidak ada pesan masuk ataupun panggilan. Pria itu sedang sibuk memainkan permainan di ponsel pintarnya. Ternyata sisi kekanakan kyuhyun belum benar-benar hilang.

Tiba-tiba eunbi teringat sesuatu.

“kyu? ”

” iya” jawab kyuhyun tanpa menatap eunbi.

“apa ayahku juga harus tanda tangan pada lembar persetujuan itu? ”

Karena terlalu senang eunbi bahkan melupakan satu fakta kalau ayahnya bisa saja menghalangi hal itu.

” iya”

“apa?! ”

” yak! Apa kau tidak bisa tidak berteriak. Kau membuatku gagal padahal tinggal sedikit lagi”

“jadi kita harus mendapatkan tanda tangan ayahku? ” tanya eunbi lagi

” kau tenang saja. Aku sudah mendapatkannya. Kau tenang saja”

“apa? Bagaimana bisa? ”

” yak! ” kali ini kyuhyun melempar ponselnya di sofa.

” apa kau harus selalu berteriak? Kau membuatku kalah lagi”

“kyu! ” protes eunbi.

Apa pria ini tidak bisa serius?  Batin eunbi

” apa lagi? ” tanya kyuhyun jengkel

” jadi ayah sudah setuju? ” tanya eunbi memastikan

” iya. Dan setelah makan siang aku akan memindahkan ibumu. Apa kau tidak percaya? Kau bisa ikut denganku jika kau mau”

“tidak. Aku hanya tidak yakin kalau ayah akan setuju begitu saja meskipun dia sudah berjanji” sudah terkalu sering ayahnya mengingkari semua janjinya jadi tentu eunbi tidak akan begitu saja percaya.

“apa hubungan kalian sangat buruk? ”

” kurasa itu sudah menjadi rahasia umum”

kyuhyun tidak pernah berfikir seburuk apa hubungan ayah dan anak itu. Tapi melihat keadaan sekarang membuat kyuhyun berfikir kalau itu adalah hubungan yang tidak akan mudah kembali kesemula. Lalu apakah kyuhyun bisa memperbaiki itu?

***

“apa?! ” yoona buru-buru menyusul langkah lebar tuan hwang yang masuk ke dalam kamar

” kau memindahkan ibu eunbi? ” tanyanya tidak sabar

” iya. Kyuhyun yang mengurusnya”

“tapi-tapi bagaimana bisa? ”

Tuan hwang berbalik dan menatap yoona yang tampak cemas di tempatnya.

” aku sudah berjanji pada eunbi jika dia menikah aku akan memberikannya hak atas ibunya”

“iya. Tapi-”

“apa yang kau khawatirkan? Bukankah kau senang jika aku tidak ada urusan lagi dengan wanita itu? ”

” iya. Tentu saja”

Baiklah. Bukankah ini bagus? Saat eunbi dan ibunya itu pergi? Setidaknya tidak akan dua nyonya di dalam rumah ini. Dan yoona dapat pastikan kalau hanya dirinya yang berhak atas ini semua.

—TBC—

Author’s Note : sorry baru bisa update hari ini. Gimana nih bab 8 nya? tuliskan pendapat kalian di kolom komentar ya 🙂 dan jangan lupa like jika kalian suka.

oh iya jangan lupa mampir ke akun wattpad author @Hanni_95 mampir ya hehehe

oke, see you di part selanjutnya ❤ ❤ 🙂 🙂

saranghae ❤

Not a Contract Marriage [Bab 7]

Berita yang selalu ditunggu tuan hwang akhirnya datang. Tidak penting kenapa eunbi tiba-tiba merubah pikirannya. Dia hanya perlu menyiapkan dan mempercepat pernikahan ini sebelum eunbi kembali berulah.

Semua rekan bisnisnya memberikan selamat, bahkan berita ini sudah menjadi trending topik yang selalu muncul di berita bisnis dan memenuhi halaman depan surat kabar.

Di balik pintu besar yoona semakin merapatkan telinganya pada daun pintu. Dia mendesis pelan karena tidak mendengar apapun.

“aku ingin setelah aku menikah biaya pengobatan eomma aku yang mengurusnya.”

Tuan hwang hanya tersenyum tipis. Bukannya dia tidak tahu kalau alasan putrinya itu menikah karena ingin bebas darinya. Tapi terserahlah! Tuan hwang tak peduli.

“kurasa itu juga yang appa inginkan” tambah eunbi

“baiklah. Tapi pastikan perusahaan kyuhyun selalu bekerjasama dengan kita”

Kali ini eunbi yang tersenyum mengejek. Apa dia memang sudah tak berharga untuk ayahnya itu? apa sekarang semua kekayaan itu lebih penting dari dirinya? Begitu cepat dia bilang iya untuk seorang putri yang terang-terang ingin membawa ibunya pergi dari sisi ayahnya. keluarga ini memang sudah berantakan. Tiga orang yang seharusnya berada dalam satu atap dan berbagi kebahagiaan harus saling menjauh dan menyakiti. Eunbi terlalu kebal untuk semua drama ini tapi diakui atau tidak hati kecilnya masih saja merasa sakit. Eunbi tidak ingin pergi seperti ini, dia masih ingin rumah ini kembali seperti dulu tapi dia sadar tidak ada harapan hal itu akan terjadi.

“aku pikir aku tidak punya pilihan lain selain menyetujinya”

Memangnya tawaran apa yang bisa eunbi ajukan? Dia bahkan tidak bisa sekedar bilang ‘urus saja masalah itu sendiri’ . Dari awal pernihakan ini memang hanya sebuah bisnis untuk ayah eunbi, sekarang yang perlu eunbi lakukan hanya memastikan kalau perjanjian itu memang berjalan sesuai keinginan ayahnya. Bahkan saat-saat eunbi akan meninggalkan rumah ini ayahnya masih saja memanfaatkannya dengan baik.

 

Ceklek

Pintu terbuka membuat yoona hampir saja terhuyung ke depan jika keseimbangannya tidak baik. Saat kepalanya terangkat dia bisa melihat tatapan tak bersahabat eunbi dengan sedikit seringan jahatnya.

“seharusnya tadi kau mengetuk pintu saja dan masuk dari pada menguping seperti pencuri ” sindir eunbi yang membuat muka yoona memerah entah karena malu atau karena marah. Tapi eunbi rasa itu karena keduanya.

Baru saja yoona akan membalas eunbi tapi dia kalah cepat dengan eunbi yang sudah melenggang pergi tanpa lupa menyenggol pundaknya cukup keras. apa karena eunbi akan segera pergi maka dia jadi lebih berani?

***

Seharusnya hari ini dan moment bahagia ini menelusup ke hati mereka dan menularkannya pada orang lain. Tapi ini hambar! Tidak ada perasaan aneh yang seharusnya kyuhyun dan eunbi rasakan hari ini. lantunan lagu pernikahan yang mengiringi tak semerdu biasanya, tepuk tangan yang saling bersahutan malah terdengar menyesakkan.

Ada perasaan sedikit lega dan kesedihan yang datang bersamaan. Kelegaan dan kesedihan yang berbeda tapi sama-sama kyuhyun dan eunbi rasakan. Perasaan yang tidak bisa mereka ungkapkan. Tarikan bibir yang mereka tunjukkan hanya sebuah keterpaksaan.

Para keluarga sedang melakukan foto bersama, tapi dimana keluarga kyuhyun? Eunbi baru sadar jika tadi yang datang hanya koleganya. Apa dia tidak punya orang tua atau setidaknya saudara? Beginilah jadinya jika eunbi menikahi dengan orang yang tidak dia kenal, eunbi bahkan tidak tahu siapa saja anggota keluarga kyuhyun yang eunbi tahu hanya young shik yang sudah meninggal.

Sudahlah! Eunbi tidak mau mengurusi hal tidak penting seperti itu.

Satu persatu semua tamu mulai pergi dan menyisahkan keluarga inti dari pengantin hari ini. Atau mungkin hanya keluarga eunbi saja. Dan jangan bayangkan suasana haru karena melepas eunbi pergi bersama kyuhyun. Tidak ada kalimat penuh kasih sayang yang eunbi terima. Bayangannya dulu tentang sebuah pernikahan berubah. Pernikahan yang menyatukan dua orang yang saling mencintai, pernikahan yang akan penuh dengan air mata kebahagiaan dan rasa haru orang tuanya. Nyatanya semuanya salah! Tidak ada yang benar satupun dari bayangan pernikahan yang dulu pernah ada dalam pikiran eunbi. Dua orang yang saling mencintai? Lupakan! Kalian tahu pasti bagaimana pernikahan ini terwujud, tanpa cinta tentunya bahkan tanpa mengenal satu sama lain.

Air mata bahagia? Sejak awal hanya ada perasaan hambar. Sebuah keterpaksaan dan saling memanfaatkan. lalu dimana eunbi harus mendapatkan air mata kebahagiaan itu?

Bahkan ayahnya tak akan mungkin menyampaikan betapa dia sangat menyayangi eunbi dan beratnya dia melepas satu-satunya putrinya.

ayahnya dan yoona sudah pergi lebih dulu dengan sopir keluarga. Dan meyisahkan eunbi bersama kyuhyun. Mulai hari ini dia akan mempunyai tempat pulang yang baru, melewati jalan yang tidak biasa dia lewati. Menuju rumah orang yang sekarang harus eunbi sebut suaminya.

Mobil hitam milik kyuhyun berhenti di depan mereka, tanpa banyak berkata kyuhyun langsung masuk menggambil dudu di kursi belakang. Sejenak eunbi hanya mendesis dan menyusul kyuhyun masuk ke dalam mobil. Dua orang asing akan sangat sulit melebur menjadi satu dalam waktu satu hari saja. Pertama kali eunbi bertemu dengan kyuhyun dan saat pria itu tiba-tiba datang melamarnya eunbi pikir kyuhyun bukanlah orang yang sedingin ini setidaknya dia akan memperlakukan eunbi dengan benar. Tapi lagi-lagi prediksinya salah! atau mungkin kyuhyun tidak berada dalam kondisi yang baik, dari raut wajah pria itu eunbi tahu ada sesuatu yang dia sembunyikan. Apa dia menyesal menikah dengan eunbi? lalu bagaimana dengan eunbi? gadis itu menolak pernikahan dari awal lalu kenapa sekarang dia diabaikan?

Tiga orang yang ada di dalam mobil itu hanya diam, sopir kyuhyun fokus menyetir dengan sesekali melihat eunbi dan kyuhyun dari kaca mobil. Bagaimana bisa pasangan pengantin baru saling diam seperti ini? Kyuhyun hanya sibuk menatap lurus jalanan dan eunbi yang sibuk memilin gaun penganntinnya.

Dari ekor mata eunbi dia melihat kyuhyun merogoh saku jasnya mengeluarkan benda pipih miliknya setelah terdengar dering ponsel.

“apa?! ” kyuhyun memekik membuat eunbi menoleh padanya tapi belum sempat dia bertanya mobil yang mereka tumpangi sudah memutar arah karena perintah kyuhyun. Ada kepanikan dan Kelegaan yang bercampur menjadi satu dalam raut muka kyuhyun. Pria itu seperti tidak sabar dengan laju mobil yang masih rata-rata, eunbi dapat melihat kyuhyun mengumpat tipis karena mobil berhenti sebentar karena lampu merah. Ada sejuta kebingungan yang ada di kepala eunbi yang tidak bisa dia katakan sekarang.

Rasa penasaran eunbi semakin bertumpuk sepuluh kali lipat saat mobil itu berhenti di depan sebuah rumah sakit. Kyuhyun segera melompat turun dan lagi-lagi meninggalkan eunbi.

Sialan!

Apa dia lupa kalau eunbi juga ikut bersamanya?! Eunbi ingin memaki tapi dia mengurungkan niatnya dan segera ikut berlari menyusul kyuhyun yang entah akan kemana.

Ekor gaun pengantinnya menyapu lantai rumah sakit yang kemudia buru-buru eunbi tarik sebisanya. Hetakan heelsnya mengundang tatapan aneh pada eunbi karena berlari di dalam rumah sakit dengan gaun pengantin. Tapi eunbi tidak punya waktu untuk sekedar balik menatap mereka dia hanya focus mengejar kyuhyun.

Apa gadis ini gila?!

Kurasa dia ditinggal pengantin prianya

Apa pengganti prianya mengalami kecelakan?

Kasihan sekali dia

Masa bodoh!

Eunbi menulikan telinganya dengan mempercepat langkah kakinya, tapi tetap saja dia tidak bisa mengimbangi langkah kyuhyun.

Eunbi berhenti dengan nafas yang masih tersengal-sengal. Sementara kyuhyun sudah masuk ke dalam ruangan.

Wanita dengan beberapa peralatan rumah sakit yang menancap di tubuhnya sedikit menoleh mendengar pintu kamarnya berdecit terbuka. Disana kyuhyun berdiri sebelum akhirnya perlahan mendekat setelah mengontrol emosinya. Pikirannya buntu. Dia pasti akan mendapat pertanyaan dari kakak iparnya itu, pertanyaan yang kyuhyun tidak tahu bagaimana harus menjawabnya.

“kyu” kata min soo – kakak ipar kyuhyun- lirih

“kakak sudah sadar? ”

” dimana suamiku? ”

Inilah pertanyaan yang kyuhyun duga.

” jawab aku! ” perintah min soo sedikit memaksa dengan kondisi yang masih lemah. Saat dia sadar dia tidak mendapti suaminya di sampingnya bahkan suster yang menanganinya tidak menjawabnya. Dia masih ingat bagaimana kecelakaan itu terjadi, dia masih ingat saat young shik memanggilnya sangat lirih dengan darah yang keluar dari kepalanya.

” kakak istirahat saja dulu. Kita bahas ini nanti” akhirnya kyuhyun memilih menghindar. Dia berpaling dan hendak pergi tapi suara kesedihan itu menahannya.

“apa dia meninggal? ” sekuat tenaga min soo mengeluarkan pertanyaan itu, pertanyaan yang bahkan di tolak hati dan pikirannya. Dia masih ingat betapa dahsyatnya kecelakaan itu semuanya terasa mungkin jika mereka tidak selamat. Tapi kenapa dia terbangun di ranjang rumah sakit seorang diri? dimana suaminya? Young shik yang dia kenal tidak akan mungkin meninggalkannya sendiri apalagi dalam kondisi seperti ini. Dia tahu betul bagaimana pria itu sangat mencintainya, bagi young shik min soo lah orang yang paling dia kasihi jadi tidak mungkin pria itu pergi secepat ini dan meninggalkannya.

Seperti ada ribuan duri yang menghambat pita suara kyuhyun.

“kak” kyuhyun berbalik dan saat itu dia menyadari kalau kakak iparnya sudah menangis, min soo terduduk di ranjang rumah sakit dan menatap kyuhyun memohon. Kyuhyun tidak tega. Air matanya menggenang di pelupuk matanya tapi kyuhyun tidak ingin menangis.

“kak-”

“kumohon. Apa dia sudah pergi? ”

Dan kali ini air mata kyuhyun tumpah meskipun dia buru-buru mengusapnya. kyuhyun mengangguk menjawab min soo lewat gerakan tubuhnya seolah dia tidak bisa hanya sekedar mengatakan ‘iya’

” kau bohongkan? ”

Ada kesedihan melebihi yang kyuhyun bayangkan dari setiap kata itu. Dia mendekat ke arah ranjang dan memeluk kakanya.

” maafkan aku. Maafkan aku”

“kau bohong kyu! Dia tidak mungkin meninggalkan aku! ” Min soo memberobtak dalam pelukan kyuhyun dengan tangis yang semakin pecah. Meskipun ini adalah salah hal yang min soo duga tapi sejujurnya hati dan otaknya masih tidak bisa menerima hal ini. Dia masih bersama suaminya sebelum dia kehilangan kesadaran tapi kenapa hal ini bisa terjadi? kenapa saat dia tersadar dan membuka mata young shik tidak ada. Pria itu selalu berjanji padanya untuk tidak meninggalkan min soo tapi apa ini?

 

” dia tidak mungkin pergi!”

“kyu! Bawa aku padanya! ”

” bilang padanya dia tidak perlu melakukan sebuah drama lagi! ”

” hiks.. Hiks… Kau bohong kyu! ”

” young shik tidak mungkin meninggalkanku”

Dan kyuhyun hanya diam tidak bisa menjawab. jawaban apa yang harus kyuhyun berikan? Bahkan dirinya saja masih terlalu sulit untuk menerima kepergian young shik.

“kau bohong! ”

Sekali hentakan min soo menarik infus yang menancap di pergelangan tangan kanannya, melepaskan pelukan kyuhyun tapi saat dia akan turun dari ranjang rumah sakit dan berdiri min soo terjatuh membuat kyuhyun memekik.

” kakak! ”

” tidak. Aku ingin bertemu dengan young shik” tangan kyuhyun ditepis.

“kak. Kumohon. hyung sudah pergi.”

“tidak.kau bohong! ”

” kak-”

“tidak kyu. Kau tidak boleh mengatakan itu! Dia tidak mungkin meninggalkanku”

Kyuhyun terduduk di lantai di samping min soo yang sudah meringkuk bersama tangisnya.

Disisi lain eunbi yang tadi sempat memaki kyuhyun karena meninggalkannya hanya berdiri di ambang pintu yang sedikit terbuka. Entah sejak kapan dia ikut menangis dan memekik saat orang yang kyuhyun panggil kakak ipar itu terjatuh. Dia pikir kyuhyun menemui kekasihnya tapi dia salah dia istri dari mendiang kakak kyuhyun.

Eunbi tidak tahu rasa sakit seperti apa itu, tapi melihat kakak adik yang sekarang saling berpelukan di lantai rumah sakit yang dingin membuat hatinya juga ikut tersayat. Dia tidak tahu kalau kyuhyun juga punya kesedihan seperti itu. Pria yang eunbi kira hanya seorang pria egois ternyata mempunyai emosi seperti itu. apakah ini jawaban dari raut wajah sedih yang kyuhyun tampilkan di altar tadi? apakah karena dia harus kehilangan kakak yang sangat dia cintai?

***

Setelah kakaknya tenang kyuhyun memutuskan untuk pergi. Matanya menangkap gadis yang terduduk di bangku depan ruang rawat kakaknya sambil meluruskan kakinya sambil sedikit memijatnya. Gaun pengantin masih melekat di tubuhnya.

Pandangan mereka bertemu dan kyuhyun yang pertama memutus kontak mata itu.

“aku akan menemui dokter dulu”

Lagi-lagi kyuhyun langsung melengang pergi tanpa menunggu persetujuan eunbi.

“kyu” panggilan itu membuat kyuhyun berhenti dan dia mendengar suara kaki yang mendekat padanya.

“apa aku boleh ikut? ” eunbi bertanya setelah berdiri di samping kyuhyun. Dia dengan sabar menanti jawaban kyuhyun, tapi sepertinya kyuhyun menolaknya.

” baiklah. Aku akan menunggu di bangku itu saja” eunbi berbalik tapi tangannya ditahan kyuhyun.

“ikutlah”

****

Sejak mereka keluar dari ruangan dokter sampai mereka berada di dalam mobil kyuhyun masih diam.

Eunbi tahu penjelasan dokter tadi membuat kyuhyun frustasi. Min soo mengalami kelumpuhan. Semua kenyataan menyedihkan tentang kehidupan kyuhyun sedikit merubah pandangan eunbi pada pria yang sekarang berstatus sebagai suaminya itu. Eunbi tahu jika ini adalah beban terberat yang harus kyuhyun tanggung. Helaan nafas yang dari tadi keluar dari mulutnya pertanda jika kyuhyun sedang mati-matian menerima kenyataan ini.

“pak. Bisakah kau berhenti sebentar? ” itu perintah eunbi. Dan setelah itu mobil menepi di pinggir jalan yang sepi.

” bisakah kau tinggalkan kami sebentar? ”

” kau mau apa? ” tanya kyuhyun setelah sopir itu keluar. Kyuhyun bahkan tidak menatap eunbi saat pria itu bertanya, jalanan yang sepi masih menjadi fokus utamanya.

” kenapa menahan kesedihan seperti itu? Jika aku sedang sedih aku akan menangis sebisa yang aku lakukan. Kau hanya akan menyesakkan dirimu sendiri jika seperti itu”

Kyuhyun masih bergeming. Tahu apa tentang kesedihannya gadis ini? Batinnya

“kau terlalu berusaha keras untuk menahan air matamu di rumah sakit.”

Kali ini gerakan eunbi yang mengenggam tangannya membuat kyuhyun menoleh pada gadis itu.

“sekarang tidak ada orang yang harus kau kuatkan. Menangislah jika kau ingin. ”

” aku tidak tahu seburuk apa rasa sedihmu tapi kyu biarkan dirimu mengutarakan satu kali saja kesedihan itu”

Padangan mereka bertemu, dan mata indah eunbi terkunci pada mata kyuhyun. kali ini kyuhyun tidak ingin memutus kontak mata itu.

“saat aku sedang sedih aku akan mencari seseorang untuk aku genggam tangannya. Itu akan mengurangi sedikit bebanku”

“kau tidak tahu betapa sakitnya ini. ” akhirnya kyuhyun berucap dan eunbi siap mendengarkan semua keluh kesah prianya itu. Untuk pertama kalinya kyuhyun mengutarakan kesedihan yang sudah lama dia tahan sendiri.

” aku terlalu sering memberontak padanya, bahkan aku belum sempat mengatakan padanya jika aku sangat menyayanginya. Jika aku tahu dia akan pergi secepat ini aku tidak akan memberontak padanya. Jika saja-” kalimat kyuhyun tercekat karena air matanya yang tumpah.

“jika-jika-dia pergi secepat ini–” kyuhyun tidak bisa melanjutkan kalimatnya karena tangisannya. air matanya benar-benar tumpah dan kali ini dia tidak ingin menghapusnya.

Tubuhnya di tarik dalam pelupakan hangat, tepukan ringan di bahunya membuat dia semakin menangis. Akhirnya dia punya tempat untuk menangis. Tempat yang selama ini hanya untuk ibunya dan young shik.

“aku hanya ingin minta maaf padanya”

“aku salah”

“aku bahkan tidak mau menuruti semua perintahnya”

“hanya dia yang menjagaku setelah kepergian appa dan eomma”

“dia banyak menderita karena aku”

Eunbi semakin mengeratkan pelukannya pada kyuhyun. Sementara pria itu sudah menangis.

Dua orang asing yang harus terjebak dalam sebuah ikatan pernikahan itu nyatanya bisa saling menguatkan satu sama lain. Pertama kalinya kyuhyun menangis dalam pelukan orang asing. Tapi eunbi mempu membuat dia merasa nyaman. Gadis itu sudah paham betapa sakitnya saat kita tidak punya tempat untuk berbagi. Kesedihan dan masalah mereka berbeda tapi sepertinya hal itu juga yang akan menyatukan mereka.

 

==============TBC===========

author’s note : oke part 7 nya uda up nih 🙂 lebih panjang dari part sebelumnya kan..

dan buat kalian yang uda baca story ini jangan lupa komen dan like  ya, semakin banyak komen dan like semakin cepet publish nya 🙂

semoga enggak tambah bosen sama cerita ini ya 🙂

oke see you di part selanjutnya 🙂

jangan lupa mampir ke wattpad author @hanni_95 ❤ ❤