Not a Contract Marriage [Bab 4]

contract

Eunbi menghapus air matanya kasar setelah membanting pintu. Dia tidak ingin menangis lagi. Tidak!. Tapi air mata sialan ini seolah tidak ingin berhenti.

Ini bukan hal baru hwang eunbi. Jadi berhentilah menangis!

Dia tidak ingin cengeng. Membiarkan ayahnya melihat air mata sialan ini adalah kekalahan baginya, apalagi di hadapan yoona. Wanita itu pasti sedang tertawa puas. Eunbi tidak ingin di tertawakan wanita setan itu. Tidak!.

Eunbi melempar tubuhnya ke ranjang menghadap langit-langit kamar. Bahkan saat seperti ini dia tidak punya satu orang saja untuk dia gengam tangannya. Hanya cat putih yang lama-lama terlihat membosankan yang menemaninya.

Eunbi membenarkan tubuhnya menjadi menyamping dan matanya menangkap figura kecil di atas nakas,menatap beberapa detik benda berbentu persegi itu penuh makna sebelum dia terduduk dan mengambilnya, mengeluarkan foto di dalamnya.

Eunbi meringis saat dia ingat dimana foto keluarga bahagia itu di ambil. Saat wisuda kelulusannya, saat rumah ini masih terasa seperti rumah dengan keadaan yang normal di dalamnya. Tapi itu dulu!.

Srettt

Dia sudah merobek foto yang selalu dia banggakan itu  menjadi dua bagian. Foto penuh kebahagiaan itu sekarang bukanlah apa-apa, hanya sampah yang eunbi ingin lupakan. Dan dalam satu gerakan eunbi meremas satu bagian kecil foto itu- foto ayahnya- dan melempar tempat ke pojok ruangan.

Dulu dia berfikir jika masih ada jalan untuk semuanya kembali normal tapi hari ini kenyataan menamparnya lagi, bahwa semua itu hanya angan-angannya saja. Eunbi memang terlalu naif. Biarlah semua rasa sakit ini menjadi sebuah kekuatan untuknya. Eunbi tak ingin terlarut dalam kesedihan yang hanya dia sendiri yang merasakan, dia ingin bangkit! bangkit dari rasa sedih yang sialannya selalu menggerogoti hatinya, menciptakan setiap luka baru setiap harinya. Tapi adakah jalan untuknya? adakah jalan untuk eunbi bisa berdiri dan berjalan menuju kebahagian?

****

Sore ini masih sama seperti kemarin-kemarin. Kyuhyun menggerakkan badannya di atas air membuat gelombang-gelombang kecil. Otot lengannya tampak membesar seiring ayunan tangan yang menciptakan cipratan air yang membasahi pinggir kolam.

“tuan muda!”

Kyuhyun berhenti dan keluar dari air karena panggilan yang mirip dengan teriakan menganggu konsentrasinya. Dia tidak langsung menjawab tapi melilitkan handuk di sekitar pinggangnya dan mengambil orange jus terlebih dahulu

“ada apa? ” tanyanya santai

Ada wajah panik yang kyuhyun tangkap dari pelayannya. Entah karena dia takut dimarahi kyuhyun karena baru saja meneriakinya atau apa.

Tapi sesuatu yang kyuhyun kira hanya sebuah hal yang kecil dan tidak berguna justru menjadi petir di siang bolong yang menyambarnya. Dia tidak siap.

“tuan dan nyonya young shik….” ada sedikit jeda disana membuat kyuhyun sedikit khawatir

“mereka kecelakaan” suara pelayan itu terdengar setengah tersendat karena menahan air mata.

PRANGGG…

Orange jus itu jatuh membasahi lantai yang putih. Cairannya yang berwarna orange bercampur menjadi satu dengan tetesan-tetesan air yang jatuh dari tubuh kyuhyun.

Satu hal yang kyuhyun inginkan. Apakah ini april mop? Tapi mustahil ini bukan april! Wajah itu tidak berbohong sedikitpun. Tapi kyuhyun enggan percaya.

“ini telepon dari rumah sakit”

Pelayan tadi ternyata membawa telelon yang diraih kyuhyun dengan tangan bergetar. Tanpa sadar keringat dingin membasahi keningnya.

“hal-halo” suara kyuhyun jelas terdengar bergetar seakan pita suaranya tersumbat.

“keluarga tuan young shik? Kami ingin memberitahu kalau tuan young shik dan istrinya mengalami kecelakaan. ”

Kyuhyun sudah tidak mendengarkan lagi karena sekarang dia sudah berlari setelah menyambar kaos kering dan celana di atas meja pinggir kolam. Dia tidak peduli dengan rambut basah yang belum disisir rapi. Untung saja dia masih berfikir waras dengan mengganti baju renangnya.

Kekhawatiran ini sama seperti kekhawatiran yang dia rasakan 4 tahun lalu saat orang tuanya mengalami kecelakaan pesawat. Perasaan hancur ini sama. Tapi kyuhyun tidak ingin berfikir lebih buruk lagi. Dia masih ingin berfikir kalau ini hanya bualan kakaknya untuk menggodanya seperti sebelum-belumnya. Tidak ada yang aneh pagi ini, jadi tidak mungkin hal buruk itu terjadi kyuhyun selalu mengatakan itu dalam hati dan pikiranya sejalan dengan mobilnya yang begitu tidak sabar membelah jalanan, beberapa kali pria itu membunyikan klakson agar mobil lain di depanya menyingkir.

hyung tidak akan meninggalkan aku.

baiklah, jika dia bercanda sampai seperti ini aku akan membalasanya di rumah.

tunggu saja! aku akan benar-benar membalasnya!

 

Mobil kyuhyun berhenti. Dia bahkan tidak sadar secepat apa dia mengemudi tadi. Tanpa berfikir dia harus memarkir dengan benar, kyuhyun langsung melesat masuk ke dalam gedung yang paling dia benci.

Matanya mencari meja recepsionist.

“dimana kakaku? ”

” maaf siapa namanya? ”

Shit!

Kyuhyun bahkan lupa memberitahu nama kakaknya pada petugas rumah sakit itu.

“young shik. Cho young shik”

“korban kecelakaan itu? Mereka ada di ruang ugd, sepertinya sebentar lagi mereka-”

Kyuhyun pergi tanpa mendengar penjelasan petugas itu lebih lama. Dia berlari sangat cepat sampai sebelah sandal rumah yang dia pakai tertinggal, tapi masa bodo dengan itu sekarang. kyuhyun harus mendapat kejelasan!

tepat saat kyuhyun akan masuk pria berjas putih keluar. wajah pucat pasi terpampang jelas menghiasi wajahnya, detakan jantung yang sangat cepat dengan keringat dingin yang masih keluar semakin bertambah hebat. Tangannya bahkan semakin bergetar.

 

jangan lagi. jangan! batin kyuhyun

***

Di lorong yang dingin dan lembab. Kepalanya menunduk degan jari-jari tangannya meremas rambutnya setengah menjambak. Ruangan di depannya yang tertulis kamar jenazah seperti sebuah neraka untuk kyuhyun. Dia benci disini. Dia benci datang ke ruangan itu.

“kakaku? bagaimana keadaanya?

“maafkan kami

“salah satu dari kakak anda tidak bisa kami selamatkan” lanjut dokter itu

“kakak perempuan anda masih kritis

 

“tidak!”

tanpa sadar kyuhyun mengutarakan penolakannya. Penentangan yang tadi hanya berada dalam pikirannya tidak bisa lagi dia tahan. semuanya terasa mimpi. keadaan yang masih hangat saat mereka menghabiskan sarapan bersama, godaan yang sama yang sering dia dengar beberapa hari terakhir masih bisa young shik katakan. Bahkan pria itu masih bersemangat menyusun rencana pertemuan kyuhyun dan gadis bernama eunbi itu. tidak ada yang aneh. tapi kenapa bisa hal ini terjadi? bagaimana semua yang terasa hangat pagi hari menjadi menjengkelkan di sore hari? semburat langit jingga yang beradu dengan gerimis di luar semakin menyayat hati.

 

Beberapa isakan tanpa diperintah lolos dari mulutnya. Air matanya tumpah, dia menangis. Ini kali keduanya pria itu menangis sepanjang hidupnya. pertama saat kehilangan orang tuanya dan sekarang.

young shik. Bagaimana bisa kyuhyun mengiklaskan pria itu pergi? Hanya dia yang kyuhyun punya. Bagaimana kyuhyun mengatasi perasaan menyesal karena sering membangkang padanya? Bagaimana kyuhyun bisa keluar dari gedung ini dan kembali ke rumah? Dia tidak punya keberanian.

Jika dia punya satu hari saja. Jika dia tahu young shik akan pergi secepat ini. Kyuhyun berjanji tidak akan membangkang padanya, dia akan menghabiskan satu hari penuhnya bersama young shik. Tapi itu semua hanya menjadi seandainya. young shik sudah pergi. Kecelakaan mobil yang menimpa dia dan istrinya membuat kyuhyun harus kehilangan kakaknya. Dunia kyuhyun seolah runtuh, kekuatannya, kebahagiaannya direnggut secara bersamaan dalam waktu yang kyuhyun bahkan tak sangka. secepat inikah? hanya pertanyaan itu yang sekarang menyelimuti pikirannya.

Dengan kasar dia menghapus air matanya. Dia tidak boleh lemah!. Kakak iparnya masih terbaring di ranjang rumah sakit. Kyuhyun tidak tahu bagaimana nantinya dia harus menjelaskan tentang kepergian young shik. Bagaimana dia bisa menguatkan kakak iparnya saar dirinya tidak bisa menguatkan dirinya sendiri.

Dia ingin menyalahkan Tuhan atas ini semua tapi kyuhyun tahu itu salah. Ingin dia memaki Tuhan karena mengambil semua orang terkasihnya, orang tua dan sekarang kakaknya. Tapi apa haknya?

Kakinya melangkah perlahan mendekati ruangan yang sudah penuh dengan alat-alat penunjang kehidupan. Kyuhyun memejamkan matanya sebentar ingin menenangkan hatinya. Pada siapa dia harus mengadu sekarang saat dia hanya berdiri sendiri?.

***

Rumah duka dengan beberapa rangkaian bunga yang menghiasi. Setelan hitam yang sangat kyuhyun benci harus dia pakai hari ini. Foto tersenyum young shik berdiri di tengah-tengah.

Kali ini air mata kyuhyun tidak tumpah, dia memendam rasa sedihnya dalam-dalam. Menyalami beberapa pelayat yang menyampaikan perasaan duka.

“aku turut berduka cita atas meninggalnya kakakmu. Sungguh aku tidak menduga ini akan terjadi”

Kyuhyun tersenyum pada pria paruh baya yang dia temui beberapa hari yang lalu, tuan hwang.

“padahal kita sudah mengatur rencana untuk mengadakan pertemuan denganmu dan putriku”

untuk pertama kalinya saat kyuhyun mendengar tentang perjodohan itu dia tidak merasa jengkel. Kyuhyun justru merasa menyesal karena tidak ikut young shik saat pria itu memintanya. Bukan lagi amarah tapi penyesalan.

Benarkah young shik sudah merencakan perjodohan ini sebelum meninggal? Kenapa pria itu tidak memberitahu kyuhyun jika dia akan pergi seperti ini. Setidaknya dia akan menurut untuk mengurus perusahaan bahkan datang ke pertemuan perjodohan itu. Lagi-lagi itu hanya jika. Jadi apakah ini alasannya young shik selalu merecoki hidup kyuhyun? karena dia akan pergi?

Setelah proses pemakaman kyuhyun terdiam di rumahnya. Matanya mengedar ke sekeliling. Tampak sepi dan membosankan. Tidak ada ejekan yang selalu dia dengar setiap hari. Tidak adu mulut yang biasanya menghidupkan rumah ini. Hanya dentingan jam dinding dan keheningan.

Pintu ruang kerja young shik terbuka. Ragu kyuhyun duduk di singgasana kakaknya. Ada perasaan yang tidak bisa dia jabarkan menyakiti hatinya.

Dia terisak. Menelungkupkan kepalanya di atas meja. Kyuhyun menangis. Menumpahkan semua rasa sedih yang seharian dia tahan. Hidung pria itu sampai memerah dengan suara isakan yang terus meraung-raung menyayat hati. Di tengah dingin dan sepinya malam ini, kyuhyun mengadu pada Tuhan. Memaki semua kebodohan yang pernah dialakukan. Dia pikir hari ini tidak pernah datang tapi hari ini justru datang sangat cepat sampai kyuhyun tidak siap. Dia memang tidak akan siap ditinggal young shik. Jika dulu saat orang tuanya pergi young shik lah yang menguatkannya tapi sekarang siapa yang akan menguatkannya disaat dia harus menjadi pengiat untuk kakak iparnya.

“maafkan aku. Hyung. Maafkan aku” rancaunya disela isak tangis.

“aku bodoh tidak menurutimu”

“maafkan aku”

—TBC—

AUTHOR’S NOTE: yuhu part 4 nya uda update….. adakah kalian yang menunggu cerita ini? hehehe. Dan buat kalian yang uda baca jangan lupa COMMENT dan LIKE ya 🙂 syukur-syukur kalau kalian mau share ke temen-temen kalian wkwkwk.

oh iya, jangan lupa mampir ke wattpad author ya. id nya @hanni_95 di follow wattpad nya ya.. ada story baru loh

oke see you di bab selanjutnya ❤ ❤

btw bab 5 publish kapan ya enaknya ???? 

Advertisements

Not a Contract Marriage [Bab 3]

contract

Setelah pertemuan makan malam itu tuan hwang dan young shik sepakat untuk malanjutkan kerja sama. perusahaan young shik menjadi salah satu investor besar di perusahaan keluarga hwang.

Penanda tanganan kontrak itu berjalan dengan lancar, tuan hwang memancarkan senyumannya memamerkan keriputan yang berada di sekitar matanya.

Beberapa kilatan blitz juga turut mengabadikan momen itu. Dua perusahaan melakukan kerja sama menjadi tranding topik dunia bisnis saat ini.

Kyuhyun ikut tersenyum. Ya, kali ini dia berhasil di seret oleh kakaknya untuk mengikuti penandatanganan kerja sama yang dihadiri beberapa reporter. Setelan jas formal membalut tubuhnya, celana jeans dan kaos oblong serta jaket denim yang sering dia pakai harus kyuhyun tanggalkan hari ini. Sedikit tidak nyaman karena ini sama sekali bukan style kyuhyun.

Tanpa sadar kyuhyun menguap bosan tapi buru-buru dia menampilkan cengiran kudanya. Takut ada yang menangkap momen tidak pantas itu.

Semuanya selesai para reporter sudah pergi dan kyuhyun juga hendak pergi saat young shik mencegahnya.

“kyuhyun.mau kemana? ”

” bukankah acaranya sudah selesai. Aku ingin pulang”

young shik mendekat, merapat pada kyuhyun dan berkata sangat pelan nyaris berbisik.

“kau harus ikut denganku makan siang dengan tuan hwang. Kalau tidak aku akan menarik semua kredit cardmu”

Sial!

Jika kalian bertanya kenapa kyuhyun bersedia datang di tempat seperti ini sekarang, maka jawabannya adalah kredit card. young shik mengancamnya akan menarik semua kredit card yang kyuhyun punya seperti sekarang.

Jika ini bukan tempat umum sudah pasti kyuhyun akan menyumpahi kakaknya. Tuan hwang katanya? Kyuhyun mendengus kesal.  Lagi-lagi itu. Lagi-lagi itu.

Belum sempat kyuhyun menimpali karena terlalu sibuk mengutuk kakaknya dalam hati, young shik sudah menarik tangannya.

“tuan hwang. Perkenalkan dia adikku cho kyuhyun.”

***

Restoran steak menjadi pilihan ketiga orang itu menyantap makan siang. Tapi dari tadi tuan hwang hanya sibuk melihat ponselnya. Dan sesekali menggeratkan gigi-ginya karena panggilan teleponnya tidak dijawab.

“maaf sepertinya putriku tidak bisa datang sekarang. Mungkin dia sedang sibuk dengan Coffee shop miliknya”

Kyuhyun menoleh pada young shik yang sekarang sedang menatap kyuhyun takut karena pria itu membulatkan matanya, bahkan hampir mengeluarkan bola matanya. Tatapan itu seperti ‘oh jadi ini rencana mu . Mempertemukan dengan gadis itu’

young shik terkekeh kaku

“tidak apa-apa. Mungkin dia memang sedang sibuk”

Dan dengan sekali gerakan kyuhyun menyantap steaknya dengan kasar.

tunggu saja kita sampai di rumah hyung!

***

Eunbi sengaja membiarkan dering ponselnya berbunyi sampai dering itu mati dengan sendirinya. Baginya sudah cukup dimanfaatkan oleh ayahnya. Dia akan berubah, merubah menjadi gadis pembangkang. Meskipun eunbi tahu itu hanya cita-citanya saja karena pada faktanya itu semua hanya mimpi baginya. Eunbi harus kalah saat ayahnya membawa nama ibunya, dan tuan hwang tahu betul letak kelemahan eunbi.

Notifikasi pesan muncul, tapi eunbi pura-pura tuli dan buta. Membalik ponselnya dan kembali menyelami majalah fashion sambil jari-jari kuku kakinya di cat oleh pegawai salon. Hari ini eunbi tidak hanya mengecat kukunyatapi juga memangkas rambutnya sebatas bahu dengan potongan lurus. Ini seperti simbol jika eunbi ingin hari yang baru.

“nona tidak ingin mengangkat teleponnya? ”

Eunbi hanya melirik sekilas ponselnya sebelum menggeleng.

” tidak. Bukan hal yang penting”

Pegawai salon itu hanya mengangguk-angguk paham.

Selesai dengan perawatannya, eunbi berjalan menuju kasir tapi tiba-tiba bahunya ditabrak seseorang. Beberapa barang-barang jatuh dibawa kakinya tapi itu bukan barang eunbi.

“maafkan aku nona” kata wanita cantik dengan paras keibuannya.

Eunbi berjongkok ikut memunguti barang belanjaan yang terjatuh. Sepertinya wanita yang baru saja menabraknya baru selesai dari supermarket.

“nyonya” eunbi menengadah mendengar pegawai salon yang berlari tergopoh-gopoh ke arahnya. Dia bukan menyapa eunbi, tapi wanita yang ada di depan eunbi.

“biar saya saja yang membereskannya” kata pegawai itu lagi dan wanita yang dipanggil nyonya itu berdiri setelah menepuk kedua pahanya.

“aku membelikan kalian beberapa makanan ringan. Tapi maafkan aku telah menjatuhkannya”

“tidak. Terima kasih nyonya”

Eunbi hanya mematung di tempatnya seperti orang bodoh yang dia sendiri tidak tahu kenapa tidak langsung pergi dari sini.

“terima kasih nona”

Merasa wanita itu berbicara padanya, eunbi menoleh dan membuyarkan pikirannya.

“tidak apa-apa”

“maaf sudah menabrakmu”

Eunbi tersenyum. Dia tidak mungkin bisa marah pada gadis lemah lembut dan keibuan seperti wanita ini.

“tidak masalah. Kalau begitu saya pamit dulu”

Eunbi mengeluarkan credit cardnya setelah menanyakan tagihannya pada kasir. Tapi sebuah suara menahannya.

“tidak perlu membayar. Hari ini kau dapat pelayanan gratis”

Dia hanya mampu menyatukan alisnya karena wanita yang tadi menabraknya tiba-tiba melarangnya membayar.

“perkenalkan aku kim min soo. Pemilik salon kecantikan ini”

Ah rupanya dia pemilik salon ini. Tapi kenapa dia melarangku membayar? .

“hwang eunbi”

“hwang eunbi? ” tanya wanita bernama min soo itu membeo

Melihat ekspresi eunbi yang sepertinya bingung min soo tersenyum.

” sepertinya aku sering mendengar namamu akhir-akhir ini”

Dan kali ini alis eunbi benar-benar bertemu dengan lima lipatan di dahi. Mendengar namanya? Dia bukan artis! Jadi dimana wanita itu mendengar namanya?

Melihat ekpresi itu min soo kembali tersenyum.

“kau tidak perlu khawatir. Aku mendengar yang baik-baik tentangmu”

Tidak mau dipusingkan dengan bagaimana min soo mengenalnya eunbi memilih untuk pulang.

Tepat saat dia akan membuka pintu salon, pintu itu sudah terbuka dari luar. Dan eunbi segera melenggang pergi menuju tempat parkir.

“megagumi calon istrimu? ”

Suara itu membuat kyuhyun berjingkat. Entah sejak kapan kakak iparnya sudah berdiri di sampingnya dengan wajah mengejek.

Kyuhyun bersumpah membenci mimik muka seperti itu.

” apa yang kakak maksud? Aku tidak mengenalnya.”

“kau mungkin belum mengenalnya tapi kau tahukan siapa dia? ” lagi-lagi kakak ipar kyuhyun mengangkat sebelah alisnya menggoda kyuhyun.

” tidak”

“kudengar kau bahkan menyimpan fotonya”

“aku tidak menyimpan fotonya! ” bentak kyuhyun tapi kakak iparnya itu justrus tertawa geli melihat tingkah kekanakan kyuhyun.

” jadi kakak ipar ingin pulang atau tetap disini menggodaku? ”

Akhirnya suara tawa itu berhenti setelah kyuhyun merajuk dengan sedikit memanyunkan bibirnya.

” baiklah. Baiklah. Ayo kita pergi adik iparku yang tampan”

***

Deru mobil yang baru masuk ke halaman rumah menghentikan langkah eunbi. Tapi belum dua detik gadis itu kembali melanjutkan langkahnya masuk ke dalam rumah. Eunbi malas bertemu dengan yoona.

Wanita itu menyusul masuk ke rumah dengan menenteng 10 lebih kantong belanjaan. Seperti biasanya dia pasti menghabiskan seluruh koleksi limited edition di mall. Dasar perempuan matre!

yoona bersenandung kecil dengan senyum lebar khas setan.

“bawakan belanjaanku ini ke dalam kamar” katanya sambil meletakkan kantong-kantong belanjaan itu di lantai. Orang yang disuruh hanya menatapnya ragu membuat yoona geram.

“kau tidak mendengarkanku?! ”

” aku sedang menyuruhnya mengganti gorden di kamarku” kata eunbi memotong yang kemudian membuat yoona mendecih. Lagi-lagi pertengkaran terjadi.

“kau” hoo jong menunjuk eunbi demgan mata menyipit. Memangnya eunbi takut dengan ancaman itu?!

“bawa barang-barangku sekarang,  atau kau aku pecat! ” ancamnya pada pelayan yang mulai mendekat dan mengangkat barang-barang belanjaan yoona dan meninggalkan eunbi dengan darah yang sudah naik ke ubun-ubun. Tapi sebisa mungkin dia mengontrol untuk berfikir dewasa dan tidak ikut melakukan permainan kekanakan seperti itu.

Baru saja dia akan naik ke kamarnya suara pintu terbuka dengan keras di belakangnya membuat eunbi berbalik.

“kau dari mana? Apa kau bisu sampai tidak bisa mengangkat teleponku?! ”

Tanpa berfikir eunbi tahu semua kemarahan itu tertuju untuknya bukan yoona yang sekarang sibuk menyembunyikan belanjaannya yang sebagian masih ada di dekatnya. Dia tentu tidak ingin dimaki tuan hwang karena membelanjakan terlalu banyak uang.

” aku sibuk” jawabnya eunbi singkat

“karena kau aku harus menanggung malu”

“aku tidak bilang iya untuk pertemuan itu”

“kau ingin aku menghentikan pengobatan ibumu? ”

Eunbi menggeram. Ayahnya memang pintar untuk membuat eunbi tak berdaya. Membuatnya tidak bisa hanya untuk bilang tidak.

” apa eomma benar-benar tidak ada artinya lagi bagi ayah? Aku dan eomma bukan boneka yang bisa appa perlakukan semaumu! ” eunbi berteriak dengan air mata yang sudah turun. Dia tidak terisak, tapi hatinya terluka. Secepat itukah ayahnya melupakan semua kebahagian dan rasa cintanya? Secepat itukah ayah yang selama ini eunbi kenal penyayang berubah menjadi monster yang mengerikan?

“aku bosan jadi bonekamu!” kali ini eunbi berteriak tidak peduli pada pita suaranya yang mungkin akan sakit. Dia juga tidak peduli dengan ayahnya yang sudah merah padam karena marah. Dia tidak peduli jika itu melukai perasaannya.

Hah? Memangnya dia masih punya perasaan? Eunbi mengejek pikirannya sendiri.

“berhenti menjadikan eomma sebagai ancaman. Kau sangat menjijikkan! ”

“kau! ” sebelah tangan tuan hwang terangkat tapi kemudian terhenti di udara.

” tampar saja. Kau bisa menamparku sesuka hatimu” eunbi menantang. Baginya sepuluh tamparan sekalipun tidak bisa mengurangi kesedihannya satu hari saja.

Tuan hwang berbalik, memunggungi eunbi.

“kau harus datang di pertemuan berikutnya”

—TBC—

AUTHOR’S NOTE: sorry baru bisa update sekarang. apakah cerita ini semakin membosankan? share pendapat kalian di kolom komentar ya 🙂 dan jangan lupa like jika kalian suka. Bagi kalian yang ingin baca tulisan author yang lain jangan lupa mampir ke wattpad author ya….

thank you

sampai ketemu di bab 4 ya 🙂

 

Not a Contract Marriage [Bab 2]

contract

Suara berisik di bawah membuat eunbi panasaran.

“ada apa pagi-pagi begini? ” dia mengeluh sambil mengucek mata khas orang bangun tidur. Bahkan ini masih sangat pagi, tapi kenapa di bawah terdengar sangat berisik?

Dengan piyama dan sandal rumahnya, eunbi menuruni tangga. Beberapa pelayan di rumahnya sedang sibuk dengan sesuatu yang entah ibu tirinya itu ributkan.

“ya pasang saja disitu”

“kau. Letakkan pot bunga itu disini”

Itu suara yoona yang sibuk memerintah. Eunbi rasa tidak ada acara spesial, kenapa pagi-pagi begini ibu tirinya itu sudah membuat keributan? Dia mencoba tidak menghiraukan seperti biasanya, tapi saat salah satu orang itu menurunkan foto keluarganya eunbi meradang. Gadis itu buru-buru menuruni tangga. Sangat terburu-buru.

“siapa yang menyuruhmu menurunkan foto itu?! Kembalikan foto itu! ” eunbi berteriak nyaris membuat semua orang melompat dari tempatnya.

kang yoona mendekat.

” aku yang menyuruhnya. Kenapa? Bukankah kita sudah mempunyai foto kelurga baru? ”

Eunbi menggigit bibir bawahnya. Dia akui kalau ibu tirinya ini begitu licik.

” kita memang sudah berfoto bersama tapi bukan berarti kau bisa menganti foto keluargaku” katanya penuh penekanan.

yoona menyeringai. Apa yang dikatakan eunbi barusan? Keluargaku? Ck! Apa dia lupa siapa nyonya disini sekarang?

“dan kuharap kau tidak lupa kalau aku adalah istri ayahmu”

“tidak.” kata eunbi cepat menyahut

“kau bukan istri ayahku. Secara hukum ibuku yang menjadi istri ayahku bukan kau. Jadi jangan harap kau melewati batas itu! ”

” ibumu? Kau bicara tentang ibumu? Semua orang tahu kalau ibumu orang gila. Dia bukan nyonya disini lagi, tapi aku” tegasnya

“dan semua orang tahu kalau kau hanya istri kedua ayahku. Bukan. Kau hanya seorang wanita murahan simpanan ayahku”

“yak! PLAK!”

yoona berteriak dan menampar eunbi begitu keras sampai pipi gadis itu memerah. Semua orang yang dari tadi menjadi penonton hanya tercengang di tempatnya. Setiap harinya inilah yang mereka lihat, pertengkaran. Eunbi dan ibu tirinya atau eunbi dengan ayahnya. Semua kehangatan ini menghilang sejak setahun yang lalu. Semuanya berubah begitu cepat. Rumah yang seperti surga berubah menjadi neraka. Tidak akan bisa ada dua nyonya di dalam satu rumah, tapi ibu tiri dan anak itu sama-sama ingin mengukuhkan dirinya menjadi yang paling berkuasa di sini. Eunbi tentu ingin menunjukkan pada yoona bahwa dia bukanlah siapa-siapa disini.

Eunbi menyeringai. Apa yoona sakit hati sampai menamparnya seperti tadi? Lalu bagaimana dengan dirinya? Bagaimana saat tiba-tiba ayahnya bilang kalau dia menikah dengan wanita lain dan ibunya menjadi gila karena itu? Siapa yang harus eunbi tampar sekarang? Ayahnya? Atau wanita murahan itu?

“kau bisa menamparku tapi kau tidak bisa merubah keadaan jika kau hanya hanya wanita murahan”

“turunkan foto itu! ” eunbi berteriak membuat orang-orang yang tadi hanya diam cepat-cepat menurunkan foto yang baru saja dia pasang.

” jangan turunkan! Kalian ingin aku pecat! ” yoona ikut memerintah dan membuat semua orang bingung. Haruskah dia menurunkannya atau tidak.

” aku yang berhak memecat kalian bukan wanita ini”

“aku benar-benar akan memecat kalian! ” ancam yoona lagi.

” apa yang kalian ributkan pagi-pagi begini? ” semua orang menoleh menatap pria paruh baya yang mendekat ke arah mereka tapi yoona buru-buru menghampiri tuan hwang dan merangkul tangannya. Tidak ingin melewatkan kesempatan.

” lihat putrimu, dia bahkan membuat keributan karena aku ingin memasang foto kita” adunya. Dan eunbi hanya tersenyum mengejek di tempatnya.

Tuan hwang diam. Antara istri dan anaknya. Kira-kira apa yang harus dia lakukan?

“aku melarangnya mengganti foto itu” aku eunbi. Dia tentu bukan yoona yang bermuka dua.

“lihatlah anak itu! ” yoona memprovokasi tuan hwang. Ya, kekuatan terbesar dalam perang ini adalah mendapatkan pembelaan dari tuan hwang. Tapi sungguh eunbi sudah tidak peduli dengan hal itu lagi. Baginya, ayah yang selalu ada dipihaknya telah mati dan digantikan musuh terbesar dalam hidupnya.

” eunbi ah. Yoona adalah istri ayah jadi hormatilah dia sebagai ibumu”

“ibu? Tidak. Dia bukan ibuku atau siapapun. Dan aku tidak akan menghormati orang yang sudah menghancurkan keluarga ini. Kuharap ayah tahu itu”

“berhentilah bersikap kekanakan! Aku sudah tidak tahan melihatnya”

Eunbi tersenyum mengejek dan menatap mata ayahnya menatang. Apa yang salah dengan ayahnya? Kekanakan? Saat dia bersabar dengan ini semua dan diam saja selama ini bahkan ikut duduk di meja makan bersama. Ayahnya bilang kekanakan? Lalu sikap bagaimana yang tidak kekanakan saat ayahmu berubah dan kehidupanmu menjadi neraka dalam satu hari? Menggurung diri di kamar? Atau kabur dari rumah?

“tidak tahan? Lalu bagaimana denganku? Bagaimana denganku saat kau membuang ibu ke rumah sakit jiwa dan membawa wanita murahan ini kesini?! ”

Plak

Untuk kedua kalinya dalam beberapa menit ini, eunbi harus merelakan pipinya ditampar. Tamparan yang bahkan membuat luka sendiri di hatinya. Sekarang eunbi yakin kalau sudah tidak ada orang yang dia sebut ayah. Ayah? Itu omong kosong! Pria yang baru menamparnya bukanlah ayahnya, dia adalah pria brengsek yang menghancurkan kehidupan ibu dan dirinya.

Tuan hwang tampak tidak percaya dengan apa yang barusan dia lakukan. Dia tidak pernah menampar eunbi sebelumnya tapi kali ini untuk pertama kalinya dia menampar putri satu-satunya. Dia tahu kalau eunbi sangat marah dengan pernikahan keduanya, itulah sebabnya dia mencoba memahami eunbi tapi hari ini semuanya meledak, kemarahan, penyesalan semua bercampur menjadi satu menjadi tamparan yang sangat menyakitkan di hati eunbi. Tanpa sadar hari ini menjadi hari yang eunbi tidak akan lupakan, tamparan pertama ayahnya yang menyakitkan!

Eunbi tahu kalau ini semua akan terjadi. Hari dimana dia benar-benar sadar kalau tidak ada harapan lagi, berharap ayahnya akan berubah menjadi ayah yang selalu eunbi banggakan seperti menunggu hujan di musim panas. Tapi kenapa ini terasa sangat sakit walau eunbi sudah menduganya?

Eunbi menatap ayahnya dengan air mata yang entah kapan dia terjatuh.

“kau bahkan menamparku demi wanita itu. Baiklah. Kita selesaikan saja masalah ini”

Setelah mengatakan itu eunbi berbalik dan mengambil foto yang baru terpasang itu.

Pranggg

Setelah itu terdengar suara pecahan kaca yang begitu keras membuat semua orang membelalakan mata mereka. Ya, eunbi baru saja membanting figura besar itu membuat foto yang tadinya begitu indah menjadi seperti sampah. Tapi bukankah sebelumnya memang sampah? Ya, itu adalah menurut eunbi.

Belum tersadar dari keterkejutan mereka, eunbi mengambil foto keluarganya, foto keluarga dengan ibunya disana. Dia berbalik hendak pergi, masuk ke dalam kamarnya tapi sebelum itu dia harus mengatakan sesuatu.

“kita tidak butuh lagi foto keluarga karena ayah sudah menghancurkan satu-satunya keluarga di rumah ini”

***

“hyung kau tahu gadis ini? ” tanya kyuhyun sesaat dia masuk ke dalam ruang kerja young shik dan mengambil duduk di depan pria itu.

Young shik mengangkat kepalanya dari dokumen kerja miliknya, setelah itu dia tersenyum melihat foto yang adiknya itu tunjukan padanya. Baru tadi pagi kyuhyun bersikeras tidak ingin dijodohkan tapi malam ini dia sudah menanyakan salah satu gadis. Pria memang tidak pernah mau kalah melihat wanita cantik.

“kenapa? Kau tertarik padanya? Sudah kubilang kau tidak akan bisa mengabaikan gadis-gadis cantik ini”

Kyuhyun menyandarkan punggungnya malas. Sudah dia duga kalau kakanya akan mengejeknya. Mungkin kyuhyun salah menanyakan hal ini.

“Aku hanya merasa tidak asing dengan wajahnya”

Kali ini young shik melepas kaca mata bacanya dan melipat tangannya di atas meja.

“aku juga senang dengan gadis ini, dia sangat cantik bukan? ” menurutnya diantara foto-foto yang lain gadis ini memang yang paling menarik perhatiannya. Itu juga yang dia katakan pada kyuhyun tadi pagi.

” kau tahu bukan itu maksudku. Aku hanya penasaran saja dengan gadis ini” elak kyuhyun

“dan kau tahu kalau awal mula cinta adalah dari rasa penasaran” young shik terkekeh. Kenapa kyuhyun tidak mengaku saja kalau dia tertarik pada gadis itu?

“yasudah aku pergi saja kalau begitu” kyuhyun merajuk dan mengambil foto yang dia letakkan di meja tadi. Tapi baru saja dia berdiri kyuhyun kembali duduk setelah mendengar kakaknya berkata.

“dia eunbi. Hwang eunbi. Anak tuan hwang kau tahu pemilik perusahaan property itu”

Eunbi?

Hwang eunbi?

Kyuhyun bertanya padanya sendiri, mengulang nama itu berkali-kali dalam otaknya. Dia pikir dia mengenal gadis itu tapi kyuhyun rasa ini pertama kalinya dia mendengar nama itu.

Ah, mungkin dia hanya mirip dengan salah satu temanku. Putusnya kemudian.

“jika kau ingin aku bisa memberikan profilnya untukmu”

“tidak perlu” tolak kyuhyun cepat

Young shik mengangkat sebelah alisnya.

“kau tidak tertarik lagi dengannya? ”

” aku tidak pernah bilang kalau aku tertarik dengannya” kyuhyun memperjelas. Apa hanya karena dia bertanya maka dia tertarik pada gadis yang kakanya bilang bernama eunbi tadi?.

“ini”

Young shik menyerahkan sebuah map pada kyuhyun

“data tentang eunbi. Kau mungkin akan membutuhkannya suatu saat. Ya, saat kau mengakui kalau kau tertarik padanya” lagi-lagi young shik menggoda.

**

Eunbi duduk merenung di kantor kecil miliknya. Sebuah ruangan yang berada satu lantai di atas cofee shop miliknya. Menjalankan bisnis cofee shop tidak terlalu buruk bukan? Eunbi bisa menentukan jalan bisnisnya sendiri dan yang paling utama dia tidak perlu satu kantor dengan ayahnya. Ayah. Eunbi menghembuskan nafasnya, sejak kejadian dua hari yang lalu hubungan eunbi dengan orang dia panggil ayah itu semakin dingin. tidak ada kata maaf yang pria paruh baya itu katakan padanya.tidak sampai sekarang!. justru tadi pagi dia mengungkapkan niatnya untuk mengenalkan eunbi pada pria. Ck! Ini pasti hanya masalah bisnis! Apakah pria itu waras? Batin eunbi. Dia benar-benar telah melupakan kewajibannya sebagai ayah yang harus menjaga dan menyayangi putrinya. Setelah pertengakaran itu dia bilang kalau dia akan dijodohkan, bukankah ini hanya alasan ayahnya saja untuk membuang eunbi dari rumahnya? Seharusnya eunbi sadar dari awal kalau hal ini pasti akan terjadi, saat dimana orang asing itu benar-benar menjadi penguasa di rumahnya. Eunbi tidak peduli kalau dia tidak mendapat harta warisan seperserpun, tapi melihat wanita asing itu berada di tempat yang seharusnya menjadi tempat ibunya benar-benar menyakitkan. Baiklah, lebih baik eunbi pergi meninggalkan rumah yang dulu menyenangkan dan ayahnya. Pergi  bersama ibunya. Bagus. Itu rencana yang sempurna, tapi pertama eunbi harus mempunyai cadangan tabungan yang banyak agar bisa hidup dan memindahkan ibunya ke rumah sakit lain. Tidak mungkin jika dia melakukan hal ini dengan kartu kreditnya, ayahnya pasti akan segera menyeret eunbi sebelum dia membeli tiket pesawat.

Eunbi melirik sedikit ponsel yang bergetar di atas meja. Tapi gadis itu enggan hanya untuk mengucapkan kata halo. Ayahnya tidak akan menelepon jika tidak untuk keuntungannya. Dan eunbi benci dimanfaatkan!.

Dua kali

tiga kali

ponsel itu terus bergetar dan berbunyi sampai terakhir ada nada pesan masuk.

“dia tidak akan menyerah meskipun aku sudah menolaknya” eunbi berdialog sendiri setelah membaca pesan itu.

Acara makan malam, katanya. Eunbi tahu kalau yang dimaksud ayahnya dengan makan malam bersama bukan sekedar ‘makan malam bersama’. Memangnya mereka dalam hubungan yang baik untuk makan malam tanpa alasan?.

“masalah perjodohan itu. Aku rasa dia benar-benar serius dengan ucapannya” eunbi tersenyum mengejek. Apa dia benar-benar dibuang sekarang? Atau dia sedang dijual?

Lagi-lagi pesan masuk mengalihkan fokusnya.

Aku akan membuat kau tidak bisa menemui ibumu jika kau tidak datang malam ini.

Itu ancaman yang sempurna. Sangat sempurna sampai eunbi berniat menghancurkan meja kaca ini dengan tangannya.

Eunbi tidak tahu ayahnya benar-benar berubah menjadi pria yang jahat?. Apa belum cukup dengan membuat ibunya gila?!

***

Matahari sudah kembali ke peraduannya, eunbi tidak tahu apakah ini pilihan yang tepat dengan datang kesini atau tidak. Lagi-lagi dia harus kalah dengan ayahnya, menuruti semua kemauan pria itu. andai eunbi punya kekuatan untuk menentang ayahnya, dia tidak akan mungkin datang ke acara makan malam yang eunbi sudah yakin kemana arahnya.

Sebuah restoran modern berdiri begitu kokoh diantara beberapa gedung pencakar langit. Ini adalah salah satu tempat yang mahal di negara ini hanya kalangan atas saja yang bisa masuk ke dalamnya.

Eunbi masuk dan tidak lama seorang pelayan datang padanya yang membawa eunbi pada ruangan vip yang sudah dipesan. Tidak ada yang istimewa dengan penampilan gadis itu sekarang, dia masih memakai baju yang dia pakai tadi siang sebuah celana blue jeans yang dipadukan dengan blouse soft blue. Dia tidak akan repot-repot untuk mengganti bajunya apalagi berdandan. Sudah cukup bukan dengan dia datang kesini?.

Semua orang menoleh, menatap eunbi yang masih berdiri di ambang pintu sebelum ujung sepatunya mulai terdengar mendekat. meja itu sudah dipenuhi oleh tiga orang, ayahnya, yoona dan satu orang asing yang membuat eunbi ingin mengumpat saat itu juga. jika apa yang ada dalam pikirannya sekarang adalah kebenaran maka eunbi akan memaki ayahnya sekarang juga. gila! pria itu sudah tua! baiklah tidak setua ayahnya tapi eunbi tahu kalau pria itu sudah pantas memiliki anak yang berumur sepuluh tahun!

“ah. Kenalkan dia eunbi putriku” tuan hwang mencoba membuka perbincangan dan mau tidak mau eunbi harus menarik sedikit ujung bibirnya meninggalkan rasa jengkel yang menusuk hatinya.

Apa ayah gila? Aku yakin kalau pria itu sudah hampir 40 tahun. Lalu dia akan menjodohkanku dengan pria itu?  Dia benar-benar sudah menjualku!

“halo eunbi shi..”

Eunbi hanya tersenyum. senyum sekenanya. masa bodoh jika pria itu merasa tak dihormati.memangnya apa peduli eunbi? dia mundur itu lebih baik. Tapi bukannya jengkel pria itu justru mengukir senyum.

“maafkan dia. Dia masih sangat kekanakan” itu suara tuan hwang. Disaat seperti ini ayahnya membelanya. Atau mungkin tidak benar-benar membela.

“jangan khawatir tuan hwang. Adikku juga sangat kekanakan meskipun dia sudah cukup dewasa”

“ah benar. Anak muda memang sering seperti itu. Tapi kenapa dia tidak ikut makan malam sekarang? ”

” dia sangat kekanakan sampai aku tidak bisa membujuknya. Putrimu tentu jauh lebih dewasa dari adikku”

Mereka sedang asyik membahas tentangnya, tapi kenapa eunbi merasa diabaikan. Bahkan istri ayahnya menyibukkan diri dengan gelas wine. Dia memang benar-benar dapat beradaptasi dengan baik.

Pembicaraan yang terjalin antara ayahnya dan pria tadi membuat eunbi paham kalau perusahaan mereka akan segera menjalin kerjasama bisnis. Sudah eunbi duga sebelumnya kalau ini tidak akan pernah lepas dari yang namanya bisnis. Ayahnya memang benar-benar licik!

Tidak ada pembicaraan yang dapat eunbi ikuti sejak tadi. Hanya bisnis dan bisnis. Lalu apa perlunya eunbi ikut? Bahkan dia tidak pernah ikut dengan pembicaraan bisnis yang lain.

Eunbi tampak hanya sebagai patung yang hanya diam sampai acara itu selesai dan tentu dia pulang dengan mobil yang berbeda dengan ayahnya. Pulang dengan sama-sama diam. Oh! Eunbi tentu belum lupa dengan kejadian kemarin. Dia tidak dendam, hanya saja ayahnya bahkan tidak mengatakan satu kalimat maaf sekalipun. Dia selah-olah tidak pernah melakukan apapun. Baiklah, mungkin ayahnya sudah terbiasa melukai hatinya sampai tidak perlu untuk meminta maaf. Lupakan hwang eunbi! Lupakan dengan semua rasa sakit hatimu. Setidaknya kau tidak boleh melihat wanita jahat itu tertawa bahagia. Jangan!

****

Lewat tengah malam kyuhyun baru sampai di rumah. Seperti biasa dia baru saja minum-minum bersama temannya. Cahaya lampu yang terlihat dari ruang kerja kakaknya membuat kyuhyun mengurungkan niatannya untuk masuk ke kamar. Dia berbalik dan masuk ke dalam ruang kerja.

“ini sudah hampir jam dua dan hyung masih bekerja? ”

young shik tersenyum.

” apa kau selalu seperti ini? ” tanya kyuhyun lagi setelah mendudukkan pantatnya di sofa.

” inilah tugas kita sebagai pemimpin kyu” jawaban young shik mengundang decakan geli dari kyuhyun. Dia gila atau apa? Setidaknya dia harus punya waktu tidur yang cukup untuk mengurus perusahaan esok hari dari pada begadang seperti ini. Itulah pendapat kyuhyun, lagipula ada pegawai-pegawainya. Untuk apa mereka dibayar?

“kau habis minum?lagi?”

Kyuhyun tidak menjawab dan hanya menatap kakaknya yang sudah berdiri di depannya sebelum ikut duduk disamping kyuhyun.

Bukankah ini hal yang biasa? Kenapa dia berlebihan sekali.  Batin kyuhyun.

“kyu” panggil young shik yang mendapat tatapan seperti ‘apa’ dari kyuhyun.

“aku tadi baru bertemu dengan keluarga eunbi dan tentunya gadis cantik itu”

“eunbi ? ” tanya kyuhyun membeo

” gadis yang ada di foto yang waktu itu aku tunjukan padamu”

Mata kyuhyun berotasi.

Ini lagi. Ini lagi.

“dia benar-benar cantik. Kau pasti menyesal tidak ikut tadi” young shik berkata sangat semangat seperti membicarakan tentang kemenangannya di team basket.

“kakak ipar pasti akan marah jika mendengarnya”

“ck! Kau tahu kalau aku hanya memuji dia sebatas sebagai adik saja” bela young shik yang mendapatkan pelototan dari kyuhkyun.

“adik? Kau bahkan sudah menganggapnya adik. Jangan-jangan hyung benar suka padanya”

Yang benar saja?. young shik baru bertemu dengan gadis bernama eunbi itu hari ini dan dia bilang adik?

Kyuhyun mengumpat karena kakanya tiba-tiba memukul pahanya begitu keras.

Ini kekerasan namanya!

“kau memang tidak bisa diajak serius kyu”

Kyuhyun membenarkan duduknya menghadap youg shik.

“dengar. Aku tidak tertarik dengam gadis-gadis yang kau tunjukan padaku. Lagipula aku belum siap menikah muda. Aku masih ingin bebas hyung” terang kyuhyun.

Dalam hidup kyuhyun hanya ada namanya menghabiskan masa muda sebebas mungkin. Dia masih belum memikirkan tentang menikah apalagi dalam waktu dekat.

“temuilah dia satu kali saja. Setelah itu kau yang putuskan” bujuk young shik yang lagi-lagi hanya membuat kyuhyun menghela nafas.

Ada apa dengannya? Apa secantik itu gadis bernama eunbi sampai young shik memelas pada kyuhyun seperti ini?

“aku semakin yakin kalau kau suka padanya”

“aku memang suka. Suka jika dia bisa bersanding denganmu di altar”

“buahahaha”

Tawa kyuhyun menggelegar. Dan young shik menyatukan kedua alisnya. Adiknya pasti sedang mabuk!

“kau berbicara seperti sudah mengenal dia saja. Aku tidak suka dengan orang asing apalagi menikah. Aku tidak ingin gadis sembarangan”

“kyu, aku tidak pernah seyakin ini-”

“sudahlah hyung. Aku ingin tidur saja”

—TBC—-

Author’s note: sorry for typo. Jangan lupa COMENT dan LIKE ya. kalau bisa sih kalian share juga ke teman-teman kalian. 🙂

bab 3 nya besok ya. InsyaAllah. Doakan author engk malas hehehe

see you 🙂

Not a Contract Marriage [Bab 1]

contract

BAB 1

Eunbi datang lagi ketempat ini untuk keempat kalinya dalam seminggu ini. Ragu-ragu dia membuka pintu, bukan dia tidak berani masuk ke dalam dia hanya sedang menata hatinya terlebih dulu. Setiap kali dia datang ke tempat ini, dia selalu menjadi lemah.

“eomma” sapanya pada orang yang duduk di kursi roda mengahadap jendela. Tapi orang yang disapa eomma itu tidak berbalik, dia masih asyik memegangi bandul kalung miliknya. Kalung pemberian suaminya, ayah eunbi.

Eunbi mendekat, berjongkok di samping kursi roda ibunya.

“eomma sudah makan? Aku membawakan masakan kesukaan eomma. Ayo kita makan bersama”

Merasa kalau gadis yang berjongkok di sampingnya itu berbicara padanya, nyonya hwang menoleh.

“kau siapa? ”

Eunbi terdiam. Pertanyaan ini sudah sering eunbi dengar,tapi hatinya selalu sakit mendengar ibunya menanyakan hal itu.

Eunbi tersenyum.

” hwang eunbi. Apa eomma tidak mengenali putrimu yang cantik ini? ” eunbi mencoba menghibur dirinya sendiri. Dia pura-pura tegar walau rasanya sekarang dia tidak punya nyawa.

” eunbi? Kau eunbi? ”

Eunbi mengangguk sebagai jawaban.

Tapi tiba-tiba dia berjingkat kaget saat ibunya memeluk dirinya begitu kuat.

” jangan tinggalkan eomma. Sembunyilah. Ada orang yang mau mencurimu dariku”

“jangan tinggalkan eomma. Cepat telepon ayahmu dan suruh dia cepat pulang. Ada wanita jahat di luar”

Perlahan eunbi menepuk-nepuk punggung yang seperti sangat ketakutan itu. Ada begitu banyak luka yang eunbi tidak tahu sedalam apa itu.

Nyonya hwang melepaskan pelukannya dan menatap eunbi. Gadis itu tersenyum memberikan senyuman termanisnya, tapi tiba-tiba dia terjatuh karena tamparan keras di pipi sebelah kanannya.

Senyuman itu berubah!.

“dasar kau wanita jahat. Kau mengambil suami dan anakku . Pergi kau. Pergi! ”

” auw. Eomma. Eomma ini aku” eunbi mencoba menangkap kedua tangan ibunya yang memukulnya brutal. Bahkan sekarang air mata eunbi sudah tumpah, bukan karena rasa sakit di lengannya tapi lebih karena rasa sakit di hatinya, rasa sakit yang eunbi bahkan tidak tahu dimana obatnya.

“pergi! Pergi! ”

Nyonya hwang berteriak semakin kencang, saat eunbi mencoba memberontak. Beberapa suster yang berjaga segera masuk, menenangkan wanita paruh baya itu. Tapi ini sulit, dia tidak akan bisa tenang sampai suntikan obat menembus pada lapisan kukitnya dan mengalir di peredaran darahnya.

Mata eunbi hanya terfokus pada ibunya, dunia di sekitarnya seakan runtuh di depannya.

“sebaiknya anda pergi. Biarkan ibu anda beristirahat”

Eunbi menoleh dan tersenyum pada suster itu.

“iya”

Suster itu hendak pergi tapi suara eunbi menahannya.

“suster. Aku membawa makanan, berikan pada eomma saat dia tenang nanti. Itu adalah masakan kesukaannya”

Suster itu mengangguk tanda mengerti sebelum dia pergi.

**

Eunbi menatap keluar jendela.

Kondisi ibu anda semakin buruk setiap harinya. Dia lebih sering berteriak dan mengamuk. Aku takut kalau hal ini sampai membuat dia melukai dirinya sendiri

Untaian perkataan dokter tadi memenuhi otaknya sampai dia tidak sadar kalau air mata sudah kembali membasahi pipinya.

Eunbi tersadar dari lamunannya saat suara beberapa suara klakson di belakangnya berbunyi hampir bersamaan. Eunbi hendak menghapus air matanya saat pandangannya tiba-tiba bertemu dengan pandangan seseorang yang berada di dalam mobil di sampingnya. Sepertinya pria itu memperhatikan eunbi dari tadi.

Apa pria itu tahu aku menangis?

Belum sempat dia memutus kontak mata itu, sopirnya sudah melajukan mobilnya berjalan menjauh.

**

Kyuhyun masuk ke dalam ruangan yang terletak di lantai tertinggi gedung ini tanpa sungkan.

“hyung aku datang” katanya setelah menutup pintu di belakangnya.

“duduklah kyu. Sebentar,biar aku selesaikan dulu pekerjaanku” young shik kembali sibuk dengan pulpen dan beberapa lembar kertas.

Kyuhyun mengangkat kedua bahunya tidak peduli, dan mendudukkan dirinya di sofa empuk di ruangan ini.

“rupanya ruang kerjamu lumayan juga” katanya lirih. Sudah lama dia tidak datang ke ruangan ini. Mungkin 4 atau lima tahun, kyuhyun tidak benar-benar ingat kapan terakhir kali dia masuk kesini. Kalau kakaknya tidak memaksanya mungkin hari ini kyuhyun juga tidak akan datang ke ruangan ini. Tempat ini terlalu membosankan bagi kyuhyun.

Kyuhyun melirik sebentar young shik, rupanya kakaknya masih sibuk dengan kertas-kertas itu.

Pikirannya tiba-tiba teringat pada gadis yang tadi dilihatnya menangis di dalam mobil

Apa hidupnya sangat berat sampai dia manangis seperti itu?  Kurasa dia bukan orang susah, dilihat dari mobilnya tadi

Tanpa sadar kyuhyun memikirkan gadis yang bahkan wajahnya tidak jelas dia lihat, gadis yang bahkan kyuhyun tidak tahu siapa namanya.

“sedang memikirkan sesuatu? ”

Young shik tiba-tiba duduk di samping kyuhyun, membuat pria itu sadar kalau dia baru saja memikirkan hal yang tidak berguna.

” tidak. Hanya saja aku tiba-tiba teringat pada gadis yang menangis tadi” katanya terus terang.

“gadis? Kau membuat seorang gadis menangis? ”

” tidak. Aku melihatnya menangis”

“siapa? Kenapa dia menangis? ”

Lagi-lagi kyuhyun mengangkat kedua bahunya

” aku tidak mengenalnya, sudahlah. Jadi kenapa hyung memintaku kesini. Apa tidak ada tempat lain untuk kita bersenang-senang”

Young shik berdecak. Apa dipikiran adiknya ini hanya ada bersenang-senang?

“apa kau datang ke kantor untuk bersenang-senang? ” Young shik membalik perkataan kyuhyun.

” kau ingin membahas sesuatu yang penting denganku? Kenapa tidak di rumah saja” tanya kyuhyun.

“bukan sesuatu yang penting atau mungkin iya”

Kyuhyun memutar bola matanya malas.

“katakan saja jangan berbelit-belit”

Young shik menyerahkan map di tangannya pada kyuhyun.

“itu adalah daftar rekan bisnis kita. Untuk saat ini kau cukup hafalkan saja nama-nama itu”

Kali ini kyuhyun yang berdecak.

“kau hanya ingin membahas hal ini? Ayolah hyung aku bisa mempelajari hal ini nanti”

“tapi kau harus bersiap untuk menjadi pemimpin perusahaan ini”

“kau tahu aku tidak tertarik dengan ini semua lagi pula sudah ada kau jadi untuk apa aku juga ikut terlibat disini? ”

Young shik menyandarkan punggungnya.

” tetap saja kau harus mempelajarinya, suatu saat kau juga harus memimpin perusahaan ini mau tidak mau”

Kyuhyun melempar map itu ke atas meja.

“sudahlah. Kau tidak perlu membujukku seperti itu. Aku tetap tidak mau”

Young shik tampak menghela nafas melihat tingkah kyuhyun. Adiknya itu memang tidak pernah serius dengan urusan seperti ini membuatnya sedikit khawatir dengan masa depan adiknya. Kapan adiknya ini bisa berfikir lebih dewasa?

“jadi cuma ini yang ingin kau bicarakan denganku? ”

Ah! Young shik mengingat sesuatu.  Hal penting yang harus dia sampaikan pada kyuhyun.

” kau tahu tentang wasiat ayah? ”

Kyuhyun mengerutkan keningnya. Tentu saja dia ingat tapi untuk apa kakanya menanyakan hal itu?

” sebelum memimpin perusahaan ini kita harus menikah terlebih dahulu”

“jadi? ” kyuhyun memancing. Jangan bilang kalau dia akan dijodohkan.

” beberapa rekan bisnis kita mempunyai anak perempuan. Kau ingin aku memperkenalkannya denganmu”

Betulkan apa yang ada dipikiran kyuhyun tadi.

“kau tidak sedang bercanda kan? Ayolah untuk apa aku buru-buru menikah. Lagi pula aku juga tidak akan memimpin perusahaan ini”

“ayolah kyu. Berfikir dewasalah sedikit. Aku hanya mengkhawatirkan masa depanmu dan perusahaan ini”

Kyuhyun menepuk pundak kakaknya.

“hyung kau tidak perlu mencarikan aku jodoh. Aku masih bisa mencarinya sendiri bahkan aku bisa mencarinya dalam satu hari”

Dan perbincangan itu selesai. Selesai karena kyuhyun masih saja bersikeras dengan pikirannya. Young shik kadang berfikir apakah kyuhyun tidak pernah memikirkan masa depannya sendiri? Mungkin menikah bisa membuat kyuhyun bisa sedikit bertanggung jawab dan tidak memikirkan kesenangannya sendiri.

**

Keesokan harinya saat kyuhyun sibuk dengan treidmil miliknya, kakaknya tiba-tiba datang dan mematikan alat itu.

“hyung” kyuhyun mengadu kesal.

“lihatlah. Ini ada beberapa gadis yang cocok denganmu”

Young shik menunjukkan lima lembar foto pada kyuhyun. Foto gadis-gadis cantik dan terpandang tentunya. Hasil usahanya memantau beberapa anak kolega bisnisnya.

“hyung” lagi-lagi kyuhyun mengelu.

Ternyata kakaknya benar-benar akan menjodohkannya. Ini gila! Untuk apa young shik begitu bekerja keras untuk mendapatkan istri yang pas untuk kyuhyun?. Sudah kyuhyun bilang kalau dia masih mampu mencari wanita sendiri. Apa kakaknya itu tidak percaya dengan keahlihan kyuhyun dalam hal itu?

“kyu. Kau sudah harus memikirkan tentang masa depan. Lagi pula aku tidak menyuruhmu menikah besok. Temui saja salah satu dari mereka terlebih dahulu”

Kyuhyun berbalik dan duduk di sofa sambil meminum air dari dalam botol. Kenapa young shik jadi seserius ini? Lagipula sampai kapanpun kyuhyun tidak akan tertarik dengan kencan buta atau perjodohan sekalipun. Bukankah dia tampak menyedihkan jika dia melakukan hal itu? Kyuhyun yang menyedihkan, bahkan dia tidak sanggup mencari calon istrinya sendiri. Ck! Kyuhyun masih tidak siap untuk mendengar itu semua. Bagaimana dengan citranya?

“kyu lihatlah. Ini adalah wanita yang paling cantik diantara yang lain, ya itu menurutku” lagi-lagi young shik mencoba mencari perhatian kyuhyun, menunjukkan foto yang menarik perhatiannya dari awal. Sedangkan kyuhyun hanya diam bahkan tidak melirik foto itu sekalipun membuat young shik menghela nafasnya.

“aku akan meninggalkannya disini. Pilihlah salah satu dari mereka, kau pasti tidak akan menyesal”

“aku bahkan bisa mencari gadis yang lebih cantik dari semua gadis ini” kyuhyun bergumam sendiri setelah kakaknya itu pergi. Tapi perlahan matanya melirik juga beberapa lembar foto gadis yang diletakkan di depan mejanya. Ya, kyuhyun akui kalau semua gadis itu tampak berkelas dan cantik tapi tunggu-

“aku tidak asing dengan wajah ini”

Kyuhyun tampak berfikir setelah mengambil foto yang menarik perhatiannya. Dia mencoba mengingat dimana dia bertemu dengan gadis itu tapi nihil. Dia bahkan tidak mengingat apapun. Ya, mungkin itu hanya perasaannya saja.

—-TBC—-

bab 1 nya sampai sini dulu aja ya. insyaAllah dilanjut besok.

jangan lupa COMMENT dan LIKE 🙂 🙂 and sorry for typo

TERIMA KASIH 🙂

Not a Contract Marriage

contract.jpg

-PROLOG-

Dia tidak percaya dengan yang namanya cinta. Ya, setelah ayahnya meninggalkan ibunya dan memilih wanita lain untuk menggantikan posisi orang yang paling dia cintai, semua keindahan cinta tidak pernah lagi hidup dalam hati maupun kehidupannya. Setiap harinya hanya ada sebuah kesakitan yang seperti akan membunuhnya perlahan. Tidak ada orang lain, tidak ada orang yang bisa mengurangi rasa sakitnya. Tidak juga ayahnya. Pria yang sekarang menjadi orang yang paling dia benci. Setiap harinya dia akan berfikir bagaimana kalau dia mengakhiri ini semua? Bagaimana jika dia meninggalkan semua kehidupan yang menyakitkan ini? Tapi dia membuang semua pikiran  itu dan memendam semua rasa sakit ini sendiri, setidaknya ini demi ibunya. Ibu yang sekarang hanya bisa berbaring dan menangis di sebuah kamar dengan cat putih di sebuah rumah sakit jiwa. Dia harus terus bertahan demi satu-satunya orang yang dia miliki bukan? Berdiri di atas tumpukan serpihan kaca nyatanya tidak jauh lebih menyakitkan dari setiap hari yang harus dia lalui. Melihat orang yang paling dia benci dan paling sialnya lagi dia harus menyebutnya ayah.

Eunbi membuka matanya saat suara alarm di atas nakas samping tempat tidurnya berbunyi sangat memekakan telinga. Setiap harinya selalu seperti ini, tidak ada kebahagian saat dia bangun di pagi hari. Eunbi tidak tahu dia harus berterimakasih kepada Tuhan karena membangunkannya di pagi ini atau dia harus menyesal karena hari menyedihkannya akan dimulai lagi. Haruskah dia menyalahkan Tuhan atas semua keadaan ini?

Inilah awal dari harinya yang menyedihkan, duduk bersama di meja makan dengan dua orang yang bahkan eunbi tidak ingin memanggil namanya. Semua rasa masakan yang eunbi pikir adalah makanan paling enak di dunia sekarang hanya menjadi sebuah makanan hambar dan dingin. Setiap sendok yang dia masukan hanya menjadi obat terpahit saat melihat wanita yang duduk di hadapannya mengumbar senyum. Cih! Wanita itu seperti tidak tahu malu saat tersenyum seperti itu! Maki eunbi dalam hati. Hatinya selalu meradang dengan amarah yang setiap harinya akan bertambah, eunbi tidak tahan!. Dia lelah!. Tapi apa yang bisa dia lakukan? Dia bahkan tidak bisa berfikir untuk pergi dari rumah ini dan pergi bersama dengan ibunya, melupakan semuanya dan memulai hari yang baru. Dia masih butuh pria yang duduk di kursi paling ujung itu, ayahnya. Dia masih butuh pria itu untuk memastikan bahwa ibunya bisa mendapat perawatan yang layak.

“aku akan berangkat dulu” itu suara ayahnya. Dan wanita dengan potongan rambut pendek itu menggeser kursinya dan berdiri.

“baiklah. Hati-hati di jalan”

Setelah itu, dia mendapat kecupan di kening.

Cih! Memalukan!

Lagi-lagi eunbi memaki untuk kesekian kalinya. Dia bahkan ingin meludah di depan mereka berdua. Ayahnya dan wanita murahan itu, sungguh memuakkan!

**

Eunbi bersiap dan menuruni tangga sambil mengecek beberapa barang yang dia bawa dalam tas selempang kecil miliknya. Ini adalah hari selasa, dan dia harus melakukan satu hal yang menjadi rutinitasnya di setiap hari selasa. Datang ke yayasan untuk anak-anak jalanan. Yayasan yang ibunya bangun.

“kau mau pergi? ”

Eunbi berhenti. Tapi dia hanya diam tidak menjawab saat terdengar derap langkah yang mendekat ke arahnya.

” kau akan pergi ke yayasan lagi? ”

Kali ini eunbi berbalik

” tentu saja. Bukankah kita harus membantu sesama, seperti menampung gelandangan di rumah, memberinya makan dan tempat tidur. Bukan begitu, Kang Yoona shi”

Wanita yang di panggil yoona itu hanya menggeratkan gigi-giginya membuat suara gemelutuk. Dan eunbi sudah melenggang pergi.

“tunggu saja sampai aku benar-benar menghancurkanmu anak sialan! ”

Selalu seperti ini, satu tahun hidup bersama tidak pernah membuat hubungan mereka membaik. Memangnya siapa yang ingin hubungan ini membaik? Eunbi bahkan tahu kalau wanita itu bermuka dua, berlagak sok baik hanya jika ada ayahnya saja.

**

Di sisi lain, seorang pria yang tampak sangat ceria sedang bersenandung kecil sambil memegang segelas jus jeruk. Pria itu menggeser pintu di depannya dan langsung masuk tanpa mengetuk pintu.

“hyung. Kau akan ke kantor? ”

Orang yang ditanya itu hanya bergumam mengiyakan sementara pria yang baru masuk tadi sudah duduk di sofa yang ada disana. Ini adalah ruang kerja keluarga cho. Dan orang yang baru di sapa hyung itu adalah anak laki-laki tertua di keluarga ini, cho young shik. Pria yang sekarang menjabat sebagai pemimpin perusahaan real estate menggantikan ayahnya yang sudah meninggal. Dan pria yang memegang jus jeruk itu adalah anak termuda di keluarga ini. Cho kyuhyun. Pria yang seolah bertolak belakang dengan sifat kakaknya. Pria yang ceria dan seolah hidup tanpa beban berbanding terbalik dengan kakaknya yang kaku.

“kau bercanda? Aku baru pulang kemarin dan kau akan berangkat ke kantor sepagi ini?. Setidaknya luangkan waktumu untukku satu hari saja, kita bisa ke club bersama-sama nanti”

Kyuhyun memang baru pulang dari belajar di luar negeri. Dan dia memang terlalu manja pada kakaknya, ya setelah mendiang orang tuanya tentunya. Apa ini efek karena dia anak  bungsu?

Young Shik meninggalkan dokumen-dokumen yang ditatanya dan berjalan ke depan adiknya, bersandar pada meja kerja miliknya.

“kau jangan kekanakan kyuhyun. Aku punya banyak pekerjaan di kantor, lagi pula kakak iparmu akan menggantungku jika pergi ke club bersamamu”

Kyuhyun terkekeh. Dia lupa kalau kakanya sudah tidak lajang lagi. Tapi apa salahnya ke club? Hanya minum-minum saja tidak masalah bukan?

“ayolah. Biar aku yang meminta ijin pada kakak ipar jika hyung takut. Lagi pula aku tidak menyuruhmu selingkuh, hanya minum” kyuhyun mempertegas niatnya. Sudah lama dia tidak menghabiskan waktu berdua bersama kakaknya.

“kita bisa minum lain waktu. aku harus segera berangkat” Young Shik memperhatikan jarum jam yang melingkar di tangannya. Dia sudah terlambat. Jadi tidak ada waktu untuk bernegosisasi dengan kyuhyun.

Kyuhyun hanya menghela nafasnya. Sepertinya kakanya benar-benar sibuk. Suara pintu dibuka terdengar di telinganya tapi setelah itu terdengar suara Young Shik lagi.

“datanglah ke kantor. Kau harus mempelajari sedikit-sedikit tentang perusahaan kita”

Kyuhyun menoleh dan mengangkat kedua bahunya.

“bukankah sudah ada kakak”

“datang saja”

——TBC——-

HALLO author balik setelah sekian lama engk update disini. semoga cerita baru ini tidak membosankan. jangan lupa tinggalkan COMMENT untuk cerita ini ya, dan LIKE  jika kalian suka. 🙂 thank you.

lanjut ke chapter selanjutnya yuk….

Hold Me Tight {Part 8}

hols-me-copy

Title : Hold Me Tight

Author : Oh Honey

Genre : romance, sad, married life

cast : cho kyuhyun-oc/hwang eunbi

lenght : chapter

author’s note : buat yang nungguin lanjutan ff Hold me tight, maaf baru bisa publish sekarang. semoga pada suka 🙂

jangan lupa tinggalin jejak yaa, PLEASE 🙂

==HAPPY READING==

Angin berhembus melewati jendela kamar yang eunbi buka, menerbangkan anak rambutnya.

“eunbi ah. Hwang eunbi” kyuhyun menggoyang lengan eunbi saat wanita itu tidak menjawab panggilannya

“ne?”

“oh kau sudah pulang” kata eunbi yang baru menyadari kedatangan suaminya itu.

“kau melamun? Apa yang sedang kau pikirkan?”

Eunbi berbalik mengambil secarik kertas di atas nakas dan memberikannya pada kyuhyun.

“apa ini?”

“aku menemukannya difoto eomma saat aku mengunjunginya. Itu tulisan oppa, aku rasa oppa mengetahui sesuatu”

Kyuhyun membaca kalimat yang tidak terlalu panjang itu

“itu adalah nomer loker di perpustakaan sepertinya oppa menyembunyikan sesuatu disana” kata eunbi menjelaskan

“kau sudah mengeceknya?”

Eunbi menggeleng

“aku tidak tahu password apa yang digunakan oppa. Aku sudah menggunakan tanggal ulang tahunku, tanggal ulang tahun oppa, bahkan tanggal pernikahan appa dan eomma tapi tidak ada satupun yang berhasil”

“Ketika salju pertama turun dan mengabulkan doamu” kyuhyun membaca kertas itu

“kau tahu artinya ini?” tanya kyuhyun lagi

“aku sudah memikirkan kalimat itu berulang kali tapi aku tidak tahu apa maksudnya”

“kau pasti akan mengingatnya. Pelan-pelan saja. Kau pasti bisa hwang eunbi”

**

‘Ketika salju pertama turun dan mengabulkan doamu’ kalimat itu lagi-lagi berputar dalam pikiran eunbi, memaksanya untuk mengingat dan mengingat setiap kejadian yang pernah terjadi dulu.

Seketika dia melompat dari tempat tidurnya dan berlari keluar.

Ketika salju pertama turun dan mengabulkan doamu, kalimat itu diucapkan kakaknya waktu mereka berkunjung ke Okinawa dan melihat salju pertama turun. Dan itu terjadi pada saat mereka sedang berlibur musim dingin, bertepatan dengan hari kelulusan eunbi. Dan mungkin tanggal itu adalah password loker milik kakak eunbi.

 

Kyuhyun menatap aneh kamarnya, dia baru saja selesai mandi tapi tidak menemukan eunbi dikamar. Pria itu turun ke lantai bawah, inign memastikan bahwa eunbi mungkin sedang berada di dapur atau mungkin sedang menonton tv di bawah.

“eomma kau lihat eunbi?” tanya kyuhyun pada ibunya yang tidak sengaja melintas di depannya.

“ani. Kenapa?”

“ahh. Bukan apa-apa.”

Kyuhyun keluar dari rumah ingin menanyakan kepada pengawalnya apakah dia melihat eunbi atau tidak.

“pengawal min. kau melihat eunbi?”

“salah satu anak buah saya mengatakan kalau nona sedang bersamanya”

“dimana?” tanya kyuhyun menuntut

“perpustakaan Seoul”

**

Mobil kyuhyun melaju begitu cepat membelah kepadatan kota seoul di malam hari. Pria itu duduk tidak tenang di kursi penumpang. Ini sudah malam dan eunbi pergi dengan tiba-tiba. Dia hanya berharap semoga ini bukanlah sesuatu yang buruk.

 

“tolong aku ahjushi. Tolong buka pintunya” eunbi menyatukan kedua tangannya seperti memohon sesuatu

“perpustakannya sudah tutup nona. Kau bisa datang kesini besok pagi” kata penjaga perpustakaan itu

“tidak. Aku hanya sebentar ahjushi. Tolong aku ini benar-benar penting”

“sudah aku bilang, apapun itu kau bisa datang kesini besok” kata penjaga itu agak kesal.

“buka pintunya” tiba-tiba suara seseorang menginterupsi

“cho kyuhyun” gumam eunbi

“tapi tuan. Perpustakaannya sudah tutup, kau bisa datang lagi kesini besok”

Kyuhyun menggerakkan kepalanya seperti memberi kode kepada pengawal min, dan seperti mengerti pengawal min mendekati penjaga itu

“yak. Yak apa yang kalian lakukan?” protes penjaga itu saat kedua tanggannya tiba-tiba ditarik kebelakang.

Cho kyuhyun mengambil kunci dari dalam saku baju penjaga itu, membuka pintu perpustakaan.

Eunbi segera berlari menuju deretan loker-loker yang berjejer rapi.

Tangan itu bergetar memasukan deretan angka, tangan itu menarik loker dan berhasil, dia akhirnya berhasil membuka loker itu.

 

Ada sebuah map coklat didalam loker itu dan sebuah surat diatasnya. Eunbi mengambil surat dan membacanya.

Apa ini kau eunbi ah?. Maafkan oppa karena tidak bisa disampingmu sampai sekarang. berhati-hatilah pada paman, dia orang yang jahat. Disini ada sebuah surat pernyataan dari dokter tentang kematian appa. Mereka menemukan sebuah zat yang menyebabkan tubuh appa tiba-tiba lumpuh. Tapi mereka tidak tahu itu apa. Aku tidak pernah berfikir kalau appa dibunuh sampai aku mendengar percakapan paman dan kim tae hyun. Berhati-hatilah pada mereka, aku masih belum bisa mengumpulkan bukti untuk menyelamatkanmu.

Eunbi buru-buru mengeluarkan surat dari map coklat itu, dia tidak tahu pasti apa yang tercantum disitu tapi membaca surat kakaknya membuat eunbi sedikit mengerti.

Tiba-tiba dia ingat sesuatu.

“racun yang mereka berikan pada appa sama seperti apa yang mereka berikan padaku waktu itu” gumam eunbi

 

Kyuhyun mengambil map dan surat dari tangan eunbi saat eunbi hampir menjatuhkannya. Wanita itu seperti mendadak kehilangan tulang-tulang yang menompang tubuhnya. Air matanya tumpah membahasi pipinya bahkan hidungnya sampai memerah.

 

Tulisan tangan itu jelas membuktikan segala kebusukan kim so hoon. Dan kyuhyun ikut marah dan sedih saat melihat eunbi begitu hancur seperti ini.

 

Kyuhyun menarik eunbi dalam pelukannya, menenangkan wanita itu yang tubuhnya terus bergetar. Mengeratkan pelukannya dan mengelus-elus rambut eunbi.

“oppa tahu semuanya. Dan pria itu membunuh oppa” eunbi berucap disela tangisnya yang masih pecah

“arra.” hanya itu yang mampu dia katakan. Sungguh dia tidak tahu kalimat apa yang bisa menghibur eunbi sekarang. kyuhyun sekarang mengerti kenapa eunbi begitu membenci pria tua itu, membunuh keluarganya satu-persatu bukankah itu sangat kejam? Hatinya sakit dan marah hanya membayangkan bagaimana hancurnya hidup wanita ini dulu. Jika membunuh bukanlah sebuah kejahatan yang keji maka kyuhyun ingin mencekik pria tua itu, pria sekaligus paman eunbi yang membuat hidup wanitanya berada di neraka. Tapi kyuhyun sadar dia tidak akan menyelesaikan masalah jika membunuh kim so hoon, dia hanya akan sama kejamnya dengan pria tua itu dan kyuhyun tidak mau. Eunbi benar salah satu cara agar kim so hoon menebus semua kesalahannya hanya dengan menjebloskannya ke penjara.

**

Kyuhyun menuntun tubuh eunbi menaiki satu persatu tangga menuju kamar mereka. wanita itu masih terlihat sedih dan murung. Mendudukan eunbi diranjang milik mereka dan kyuhyun ikut duduk disampingnya.

“aku akan menyuruh semua orang-orangku untuk menyelidiki kematian ayah dan kakakmu. Kau jangan khawatir”

Wanita itu masih terus menunduk menyembunyikan tangisannya yang kembali pecah.

Sekali lagi kyuhyun memeluk eunbi, meredam suara tangisnya dan sedikit mencoba menenangkannya.

 

Setelah merasa eunbi sudah sedikit tenang, kyuhyun menjauhkan tubuhnya memegang kedua pundak eunbi.

“sekarang tidurlah. Sudah malam” kata kyuhyun lembut

Pria itu lalu membaringkan tubuh eunbi dan menarik selimut sampai batas dadanya. Kyuhyun memutar, ikut membaringkan tubuhnya disamping eunbi dan kembali merengkuh tubuh itu kedalam pelukannya. Membiarkan lengan kyuhyun menjadi bantalnya dan dada kyuhyun sebagai sandarannya.

**

Eunbi kembali termenung sendiri di kamarnya setelah pria yang menemaninya tadi malam berangkat bekerja.

‘Oppa sudah tahu kalau samchon yang membunuh appa dan dia juga akan membunuhnya dan aku’ itulah yang sejak tadi berada didalam pikiran eunbi.

Eunbi menarik laci dan mengambil jam tangan kakaknya, jam tangan yang diberikannya sebagai hadiah kepada kakaknya karena diangkat menjadi presdir.

“apa yang harus aku lakukan, oppa?” gumamnya. Ada kesedihan, kebingungan dan rasa frustasi disetiap kata eunbi. Entah sampai kapan semua rasa sakit ini akan tergantikan menjadi sebuah kebahagian.

 

Eunbi hendak mengembalikan jam tangan itu saat mengingat sesuatu. Jam tangan ini, bisa merekam sesuatu.

 

Eunbi segera membuka laptop miliknya dan menyambungkan jam tangan milik kakaknya dengan laptop. Ada beberapa file video disana. Lagi-lagi air mata eunbi memabasahi pipinya. Kenyataan baru ini membuatnya kembali terisak.

 

Flashback on

eunbi menunggu kakaknya disalah satu sudut café, dia tahu kakaknya pasti sangat sibuk sekarang Karena posisinya yang baru. Saat melihat kakaknya berada di ambang pintu eunbi melambaikan tangannya pada pria berjas itu. Membuatnya langsung melangkah ke meja di sudut café.

“ada apa kau memintaku datang kesini? Kau tahu aku mempunyai banyak pekerjaan” omel pria itu

“cih. Sombong sekali”

Eunbi mengambil sebuah jam tangan dari dalam tas miliknya

“mana tanganmu” perintahnya

“apa?”

Tidak sabar dengan itu, eunbi langsung menarik tangan kiri kakaknya dan memakaian jam tangan itu.

“jam tangan ini sangat mahal. Jadi oppa tidak boleh merusaknya terlebih itu dariku” kata eunbi sambil memaikan jam tangan itu pada pergelangan tangan kakaknya.

“aku punya jam tangan banyak dirumah”

“ini berbeda, oppa lihat disini ada kamera kecil? Oppa bisa merekam lewat jam ini. oppa tinggal menekan ini untuk merekam sebuah video dan menekan ini untuk merekam suara” eunbi begitu telaten menunjukkan bagaimana cara kerja jam tangan ini yang hanya mendapat anggukan dari kakaknya.

**

Pria itu, kakak eunbi berjalan menuju sebuah ruangan. Ruangan pamannya, setelah menikmati makan siang bersama adiknya. Pria itu ingin menemui pamannya untuk menanyakan sesuatu tentang proyek perusahaan yang baru.

Pria itu masuk begitu saja setelah mengetuk.

“apa paman masih makan siang?” tanyanya pada diri sendiri saat melihat ruangan itu kosong.

Pria itu tanpa sungkan langsung duduk dikursi kebesaran pamannya dan melihat keluar jendela. Inilah salah satu hal yang dia suka dari ruangan ini, pemandangan kota seoul. Pria itu teringat tentang jam yang baru saja diberikan adiknya, dia melepas jam itu dan memainkannya.
“apa ini benar-benar bisa merekam?” gumamnya

Pria itu menekan tombol untuk merekam video yang diberitahu eunbi

“kau ada disini?”

Suara pamannya membuat pria itu memutar tubuhnya dan meletakkan jam tangannya pada meja kim so hoon

“ne. aku pikir paman masih makan siang jadi aku menunggu disini. Ada sesuatu yang ingin aku tanyakan tentang proyek baru kita”

 

Tok-tok

Ketukan pintu itu menginterupsi mereka berdua

“park jung soo ingin menemui anda” kata sekretaris kim so hoon

“suruh dia masuk”

“kita bahas itu nanti saja. Tidak apa-apakan?” tanya kim so hoon

“ne. aku bisa menanyakan itu nanti dirumah. Kalau begitu aku pamit dulu”

**

Pria muda itu hampir saja memasuki lift yang akan membawanya pada lantai tempatnya bekerja saat dia ingat sesuatu

“ah, aku meninggalkan jam tanganku” pria itu segera memutar langkahnya kembali ke ruangan kim so hoon.

Jika ini adalah sebuah kejuatan di hari ulang tahunnya atau mungkin april mop maka orang yang berada di dalam ruangan itu sukses membuatnya terkejut. Kakak eunbi mematung dipintu, dia sedikit menajamkan pendengarannya saat namanya dan keluarganya disebut-sebut.

 

“jadi kau masih disini setelah adik iparmu itu meninggal” kata park jung soo mengejek

“tenang saja aku akan segera menjadi presdir setelah aku membunuh anak itu”

“kau memang kejam, setelah membunuh tuan hwang kau juga akan membunuh anaknya. Kau memang pria tua kejam Hahahaha”

 

“presdir ada yang bisa saya bantu?”

Sekretaris kim so hoon mengalihkan fokus pria itu, membuatnya sedikit tersentak kaget.

“aku hanya ingin mengambil jam tanganku”

 

Mendengar ada seseorang yang berbicara diluar, kim so hoon berteriak dari dalam

“siapa itu?” tanyanya lebih kepada sekretarisnya

Pria itu membuka pintu dan merubah mimic wajahnya seperti tidak terjadi apa-apa. Melupakan sebuah kenyataan yang baru dia dengar.

“aku hanya ingin mengambil jam tanganku samchon”

Kakak eunbi segera mengambil jam tangannya dan berlalu setelah dia mengembangkan senyum palsunya di depan penjahat itu. Dia benci pada ketidak berdayaan ini, pada dirinya yang begitu pengecut hanya untuk menarik kerah baju kim so hoon dan melayangkan pukulannya. Hatinya menangis, menangis saat dia tidak bisa melakukan apa-apa sekarang.

 

Setelah kepergian ponakannya itu kim so hoon menatap park jung soo.

“bereskan dia secepatnya” perintahnya

**

Selama dua hari itu, tepatnya sebelum kecelakaan yang menimpanya. Dia tidak bisa tidur dengan tenang. Ada begitu kenyataan yang mengejutkan untuknya, pertama ayahnya dibunuh, kedua yang melakukan itu adalah pamannya, dan ketiga dirinya sendiri juga akan dibunuh. Hidupanya seperti sedang digantung disebuah jurang, hanya berharap takdir baik akan segera menghampirinya. Tapi dia harus berusaha bukan untuk mencapai takdir baik itu?

 

Dia memutuskan akan mengungkapkan ini semua sebelum, dia dan adiknya dibunuh. Dia harus bisa melindungi adiknya. Dia tidak tahu kapan waktu itu akan tiba, tapi sebelum itu dia akan sekuat tenanga mengumpulkan bukti-bukti itu.

Pria itu mamasukkan sebuah kertas dibelakang foto keluarganya disamping abu ibunya dan berniat kembali kerumah saat ponselnya bergetar. Park jung soo, pria itu menelepon dan memintanya datang ke sebuah bar.

 

Mobil itu berhenti pada persimpangan lampu merah, dia terus berfikir ada apa park jung soo meneleponnya. Sewaktu ditelepon pria itu mengatakan akan memberitahu tentang kematian ayahnya. Ya, karena alasan itu pria ini bersedia menemui park jung soo.

 

“kau sudah datang?” kata park jung soo, sepertinya pertemuan ini sudah direncanakan olehnya karena dia sudah memesan sebuah ruangan di bar ini.

“apa yang ingin anda katakan?”

“kau terburu-buru sekali. Duduklah dulu” ajak park jung soo

Pria itu akhirnya mendekat, mendudukkan dirinya di depan park jung soo.

 

“kalian pergilah dulu” perintah park jung soo pada beberapa anak buahnya.

Pada saat itu, pria itu tiba-tiba mengingat sesuatu. Jam tangan yang diberikan eunbi. Pria itu melepas jamnya dan meletakkannya di meja didepannya menghadap park jung soo setelah pria itu menekan tombol utnuk merekam. Bodoh, kenapa aku baru menyadari fungsi jam tangan ini, makinya dalam hati meruntuki kebodohannya.

 

“jadi apa yang ingin anda katakan?” tanyanya lagi setelah semua anak buah park jung soo pergi

“janganlah terburu-buru, kita bisa membicarkannya dengan minum” park jung soo menuangkan minuman yang disebut alcohol ke dalam gelas kosong didepan pria muda itu.

Pria itu langsung meneguk minuman dengan kadar alcohol yang cukup tinggi itu. dia ingin segera mendengar penjelasan park jung soo tanpa berniat menghabiskan minuman itu sedikit demi sedikit, setidaknya dia tidak perlu berlama-lama lagi disini.

“kau sungguh tidak sabaran”

“baiklah aku akan mengatakan sesuatu. Kau pasti sudah mendengarnya tempo hari di ruangan kim so hoon”

“tentang apa?”

Park jung soo menyeringai

“tentang kematian ayahmu”

“apa yang kau inginkan?”

“apa kau selalu langsung ke intinya? Baiklah aku suka pria sepertimu.”

“ijinkan perusahaanku bekerjasama lagi dengan daejung group” sambung park jung soo

“dan kau akan membuat daejung grup bangkrut karena permainan kotormu”

“hahahaha apa itu yang dikatakan ayahmu?”

Pria itu bungkam, tidak berniat mengatakan apapun

“aku akan mengatakannya kepada polisi tentang kebenaran itu asal kau memberikan kontrak kerjasama itu”

“apa kau sedang mengancamku?”

“tidak. Ini adalah semacam simbiosis mutualisme. Aku mengatakan kebenarannya dan kau mengijinkan JS company bekerjasama lagi dengan daejung grup. Bukankah ini adil?”

Park jung soo menyerahkan sebuah dokumen kepada kakak eunbi dan menyuruhnya untuk menandatanganinya.

“tanda tangani itu dan kau akan mendengar kebenarannya besok”

Jika kau masih hidup. Tambah park jung soo dalam hati

 

Dengan terpaksa pria muda itu menandatangani dokumen itu, meskipun dia tahu kerja sama dengan park jung soo hanya akan membuat perusahaannya lama-lama bangkrut. Pria itu sering mengambil keuntungan dari setiap proyek yang daejung kerjakan. Tapi itu tidak penting baginya, menyeret orang yang sudah membunuh ayahnya jauh lebih penting.

 

Setelah mendapat tanda tangan itu, park jung soo segera keluar dari ruangan itu.

“bereskan dia” katanya memerintah anak buahnya yang menunggu diluar

 

Kakak eunbi baru saja menekan tombol off pada jam tangannya dan berniat memakainya kembali, tapi dua orang pria berjas hitam tiba-tiba masuk dan memukul kepalanya. Jam tangan itu jatuh dibawah meja.

**

Pria itu tersadar dengan rasa pening dikepalanya, pria itu mendadak panic saat sadar bahwa mobilnya melaju begitu saja dengan dirinya yang sudah duduk di kursi kemudi. Entah bagaimana hal ini bisa terjadi, sepertinya anak buah park jung soo yang sudah melakukan ini semua.

 

Mobil itu melaju begitu saja, pria itu berusaha mengendalikan mobilnya dan dia menyadari bahwa rem mobilnya telah dirusak. Tikungan di depannya begitu tajam membuat dia membanting stir ke kanan dan ke kiri. Dan sialnya mobil itu menghantam begitu saja pagar pembatas jalan. Kepulan asap mulai keluar dari mobil itu.

Flashback off

Eunbi menghapus air matanya kasar, dan segera menutup laptopnya. Wanita itu meloncat dari ranjangnya dan berlari keluar rumah.

**

Kyuhyun baru saja akan pergi ke ruang rapat saat seseorang tiba-tiba berdiri didepan pintunya dengan nafas yang tersenggal-senggal, sepertinya wanita itu baru saja berlari.

“eunbi ah. Ada apa?” tanyanya panic

Eunbi langsung memeluk kyuhyun

“kyuhyun ah, aku menemukan buktinya. Aku menemukannya” katanya sambil menangis

Kyuhyun melepaskan pelukannya untuk melihat wajah wanita itu.

“kau bisa berkata dengan jelas”

“aku menemukan buktinya. Bukti kalau ayah dan oppaku dibunuh”

 

Eunbi menceritakan semuanya kepada kyuhyun, tentang bagaimana dia menemukan bukti itu sampai dia datang kemari.

“aku akan menghubungi pengacaraku untuk menyerahkan bukti itu ke kantor polisi” kata kyuhyun kemudian

**

Siang ini kim so hoon dan park jung soo dijemput paksa di rumahnya, mereka hanya bisa menuruti para polisi itu tanpa berniat membela diri. Ya, memangnya dia harus mengatakan apa lagi. Saat semua bukti itu tanpa cela sedikitpun mengungkap kebusukan mereka. pada akhirnya kebusukan dan kejahatan akan terungkap dengan sendirinya. Ini kah akhir yang dimaksud dengan takdir baik oleh kakak eunbi? Menyaksikan bagaimana sekarang takdir berpihak padanya, pada keluarga eunbi.

 

Ruangan yang dikelilingi oleh jeruji besi itu hanya mampu membuat kim so hoon mengumpat berkali-kali. Menyumpahi keponakannya yang sampai hati memasukannya ke dalam penjara. Ayolah kim so hoon apa kau lupa dengan semua kejahatan yang kau lakukan?

Dinginnya lantai penjara sepertinya tidak membuat pria itu lantas sadar diri, tetapi malah membuat hatinya di bakar oleh amarah.

**

-Presdir daejung group ditahan karena tunduhan melakukan pembunuhan berencana-

-kim so hoon dan park jung soo ditangkap polisi-

“apa yang kau lihat?” tanya kyuhyun. pria itu naik ke atas ranjang dan merebahkan dirinya disamping eunbi

“beberapa headline berita” kata eunbi dan meletakkan tabnya diatas nakas disamping tempat tidur.

“jangan khawatir kali ini mereka tidak akan pernah bebas”

Eunbi mengangguk

“gomawo cho kyuhyun”

“aku tidak melakukan apapun. Kau sendiri yang menemukan bukti-bukti itu”

“tetap saja. Aku tidak akan menemukannya tanpa bantuanmu”

Kyuhyun tersenyum

“pasti selama ini sangat berat untukmu”

“sekarang tidak lagi. Aku sudah mengungkapkan kebenarannya dan mempunyaimu”

Eunbi tersenyum begitu juga dengan kyuhyun. ‘dan mempunyaimu’ kyuhyun suka kata-kata itu.

“mau berlibur denganku?” tawar kyuhyun

“berlibur?”

Kyuhyun mengangguk

**

Mobil kyuhyun memasuki sebuah pelataran rumah yang terletak dipinggir sebuah pantai. Kali ini kyuhyun mengendara sendiri, tentu dia tidak ingin pengawal min ataupun anak buahnya mengganggu mereka berdua.

 

“wah cantik sekali” kata eunbi melihat pemadangan di depannya. Pantai.

Kyuhyun memeluk eunbi dari belakang dan wanita itu tampak senang dengan perlakukan kyuhyun.

“kau suka?” tanya kyuhyun

“sangat suka”

“jadi apa ini salah satu villa milikmu?”

Kyuhyun mengangguk “ne ini milikku”

“mau berjalan-jalan dipantai?”

Eunbi mengangguk antusias

 

Mereka berdua berjalan bergandengan diatas pasir pantai yang mengenai kaki telanjang mereka. angin sore menerbangkan sebagian rambut mereka. eunbi begitu senang saat air laut itu membasahi kakinya.

“aku benar-benar sudah lama tidak berjalan diatas pasir pantai seperti ini”

 

Mereka berdiri memandang matahari yang hampir tenggelam. Ini begitu sempurna bisa melihat matahari terbenam dari pinggir laut seperti ini.

“kyuhyun ah”

“hem” kyuhyun menoleh menatap wanita yang juga sedang menatapnya

“gomawo”

-cup-

Eunbi memberikan kecupan dibibir kyuhyun. mereka masih saling menatap saat kyuhyun menagkupkan kedua tangannya dipipi eunbi dan mencondongkan tubuhnya. Perlahan eunbi memejamkan matanya begitu pula dengan kyuhyun. Dua manusia itu pada akhirnya tidak benar-benar melihat matahari terbenam, tetapi asyik menikmati ciuman ditengah matahari yang terbenam.

**

Kyuhyun berbaring diatas sofa dan berbantalkan paha eunbi, pria itu beralasan jika dia sedang capek kerena menyetir tadi.

“kyu?”

“hem” pria itu menjawab dengan mata tertutup

“tentang perjanjian kerjasama kita. Besok pengacaraku akan memberikan dokumen pengalihan saham itu padamu, kau tinggal menandatanginya saja”

Kyuhyun langsung duduk tegap, bukan karena dia senang akan mendapatkan 70% dari saham yang dimilik eunbi tapi pada bahwa sebenarnya pria itu sudah melupakan perjanjian itu.

“kenapa?” tanya eunbi heran melihat reaksi kyuhyun

“kau masih memikirkan perjanjian itu?”
“bukankah itu yang aku janjikan padamu?”

“ani, maksudku adalah-“ kyuhyun menjeda kalimatnya dan merubah posisi duduknya menghadap eunbi

“maksudku adalah apa kau masih menganggapku orang lain?”

“ah itu- itu. aku hanya ingin menepati janjiku saja”

Kyuhyun menghela nafasnya

“lupakan saja tentang perjanjian itu”

“ne? tapi kau sudah membantuku jadi aku harus-“

“aku bilang lupakan saja tentang perjanjian itu”

“tetap saja aku harus menepati janjiku padamu”

“apa kau tidak mengerti juga?”

“apa?”

Lagi-lagi kyuhyun menghela nafasnya

“lupakan saja tentang perjanjian itu”

“tap-“

Eunbi tidak bisa melanjutkan kalimatnya saat tiba-tiba kyuhyun membungkamnya dengan ciuman, ciuman yang pada akhirnya juga membuat eunbi terlena.

 

Kyuhyun melepaskan ciumannya.

“apa kau masih tidak mengerti?”

“saranghae hwang eunbi” katanya kemudian

Eunbi hanya menatap manic mata itu, tidak bisa mencerna dengan cepat apa yang barusan kyuhyun katakan.

“apa kau tidak mencintaiku?” tanya kyuhyun lagi

Eunbi mengalungkan tangannya pada leher kyuhyun dan mencium pria itu. meskipun dia tidak bilang apapun. Tapi kyuhyun tahu wanita ini juga sama mencintainya dengan dirinya. Terkadang cinta jauh lebih indah diungkapkan dengan tindakan tidak hanya lewat kata, setidaknya itulah yang eunbi pikirkan sekarang.

**

Kim tae hyun mengunjungi ayahnya di penjara, menatap sedih ayahnya yang sekarang memakai baju seragam khas narapidana.

“appa, apa yang harus kita lakukan?”

“apa lagi? Keluarkan aku dari penjara?” kim so hoon berteriak di depan wajah anaknya.

“pengacara bilang tidak ada lagi yang bisa kita lakukan”

“yak. Lakukan apapun untuk mengeluarkanku”

Kim tae hyun hanya diam, berfikir bagaimana cara mengeluarkan ayahnya dari penjara.

“manfaatkan eunbi, suruh dia mencabut tuntutannya. Kalau kau tidak melakukannya maka kau juga akan masuk penjara. Polisi sedang menyelidiki tentang kematian donghae dan adiknya itu. kau mengerti?” akhirnya kim so hoon memberikan sebuah saran yang kim tae hyun rasa itu cukup bagus.

**

“aku pesan Americano dua” kata eunbi pada pelayan café itu

“baik. silahkan ditunggu sebentar”

Hari ini eunbi berniat berkunjung ke kantor kyuhyun. eunbi masih asik menunggu pesanannya sampai seseorang menyenggolnya.

“maafkan saya” kata pria itu sebelum dia pergi

“ini pesanan anda nyonya” belum sempat dia melihat wajah pria itu pelayan café ini menyadarkan eunbi kalau pesanananya sudah siap.

 

Eunbi langsung melangkah begitu saja menuju ruangan kyuhyun. Dia sudah hapal bentul tentang tempat kerja suaminya itu.

“oh nona eunbi” kata pengawal min saat melihat eunbi menunggu lift

“selamat siang pengawal min”

“selamat siang nona. Ada apa anda datang kesini, apakah kalian tidak jadi pergi?”

“ne?”

“bukankah anda tadi ingin pergi bersama tuan?”

“tidak. Aku bahkan tidak memberitahunya kalau aku akan kesini”

“tapi tuan cho bilang dia akan menemui anda, bahkan dia tidak mengijinkan saya ikut”

Eunbi mengacak-acak tasnya mencari dimana ponselnya. Tapi sial, dimana benda persegi itu?

Eunbi mengingat sesuatu, pria yang menyenggolnya dicafe itu. dia pasti mengambil ponsel eunbi

“pengawal min boleh aku pinjam ponselmu? Aku rasa ponselku dicuri”

“ne” pengawal min menyerahkan ponselnya kepada eunbi.

Buru-buru eunbi mendial up nomor kyuhyun, dan sial saat suara operator bilang nomor kyuhyun tidak aktif. Dia kembali mencoba menghubungi kyuhyun tapi lagi-lagi hanya suara operator yang terdengar.

Tangan eunbi sudah berkeringat, sebenarnya apa yang sedang terjadi.

Eunbi menekan beberapa deret angka.

Nada tersambung mulai terdengar.

“yoboseyo” kata diseberang sana

“cho kyuhyun dimana?” tanya eunbi langsung

“kau ternyata berfikir sangat cepat hwang eunbi.”

“aku bertanya dimana dia?”

“dirumahmu. Datanglah kesini dan lihat cho kyuhyunmu itu.”

Eunbi berniat menutup ponsel itu saat suara diseberang tiba-tiba terdengar lagi

“Jangan membawa siapapun. Datanglah sendiri. Kalau kau membawa seseorang aku tidak bisa memastikan pria ini tetap hidup. Kau mengerti?”

Eunbi menutup ponsel itu dan menyerahkannya pada pengawal min.

“berikan aku kunci mobilmu” perintahnya

“saya akan ikut” sebagai seorang pengawal tentu dia tahu, sekarang kondisinya sedang tidak baik.

“berikan kuncimu padaku pengawal min” eunbi hampir berteriak di depan pria itu.

Pengawal min pada akhirnya memberikan kunci itu pada eunbi.

Wanita itu segera melesat pergi, tapi kemudian dia berbalik dan menatap pengawal min.

“jangan ikuti aku”

—TBC—

Diary #Miss Him

diary-miss-him

Title : Diary #Misss Him

Author : Oh Honey

Lenght : series

Genre : Sad

Author’s Note : ini adalah series ketiga dari Diary. semoga suka dan jangan lupa comment. dan jangan lupa baca juga series sebelumnya biar tambah ngerti dengan alur ceritanya.

oke langsung aja, HAPPY READING ALL 🙂

Rindu. Satu kata yang sangat menyakitkan bagi sebagian orang, termasuk diriku. Tak pernah terbayangkan oleh diriku kalau merindukan seseorang akan terasa semenyakitkan ini, seolah nafasku direnggut paksa dan tak membiarkanku untuk hidup. aku tidak menyangka kalau rindu memiliki efek yang sangat besar bagi diriku, layaknya ledakan atom atom yang saling bertabrakan dan menimbulkan berbagai gelombang yang tak terdefinisikan.

 

Sudah 1 bulan aku dan appa pindah ke Gwangju kota yang sering aku kunjungi sewaktu aku kecil, karena nenekku memang tinggal disini. Di kota ini aku memiliki cukup banyak kenangan bersama oemma. Dan aku menemukan hobi baru disini yaitu MENGENANG sosok oemma lewat sudut sudut kota Gwangju. Menyenangkan rasanya saat aku dapat mengingat setiap momen momen indah bersama oemma. Ingin rasanya aku memutar waktu dan kembali ke masa masa dulu saat oemma masih ada disampingku, aku ingin menghabiskan lebih banyak waktu bersamanya, aku ingin mengukir lebih banyak kenangan bersama oemma. Mengingat semua itu membuatku sadar kalau aku telah melewatkan begitu banyak kesempatan bersama oemma. Kesempatan yang tidak akan pernah datang untuk kedua kalinya.

 

Langit malam ini terlihat begitu tenang, tak ada tetesan air hujan yang mencoba menerobos keluar, hanya terlihat beberapa bintang bintang kecil yang seolah mencoba menyemarakkan sepinya langit malam ini.

Pikiranku jauh melayang entah kemana saat aku menerawang keatas, mencoba memahami perasaan langit yang terlihat sangat sepi. Dalam hati aku bertanya. Apa kau sedang merindukkan seseorang? Seperti diriku?.

 

Lagi dan lagi aku menulis di buku diary berwarna biru kesayanganku. Sepertinya menulis dairy sudah menjadi kebiasaanku. Dan aku tidak ingin kebiasaanku ini hilang karena memang inilah satu satunya tempatku meluapkan semua rasa yang ada diriku. Aku tidak dapat bercerita ke seorang teman karena memang aku tidak memiliki teman yang bisa kuajak berbagi cerita, aku juga tidak dapat bercerita pada appa karena aku tidak ingin membebani pikirannya dengan PERASAAN TIDAK JELAS yang aku rasakan. Hanya inilah cara satu satunya yang bisa aku lakukan untuk meluapkan semua perasaanku. Menulis.

 

Mengenai rindu, aku tau satu fakta tentangnya sekarang, yaitu rindu itu menyakitkan dan menyiksa. Ada banyak hal yang aku rindukan sekarang, kehidupanku dulu di seoul, teman teman sekolahku, guru sekolahku, oemma dan yang paling menimbulkan goresan terdalam dihatiku, KYUHYUN. Yah, aku merindukannya. Sangat.

Ingin rasanya aku menangis setiap mengingat namanya, ingin rasanya aku berteriak didepannya dan mengatakan kalau aku SANGAT MERINDUKANNYA. Ingin rasanya aku memeluknya dan menggenggam tanganya. Aku ingin semua itu.

Tapi kenyataan seolah menamparku cukup keras, menyadarkanku kalau semua itu tidak mungkin terjadi karena aku telah PERGI dari hidupnya. Sejenak aku berpikir apakah seharusnya aku tidak pergi?  Sehingga rindu ini tidak pernah ada?.

Aku benar benar merasa tersiksa dengan semua rindu ini, aku ingin menguburnya dalam dalam.

Aku hanya ingin MELUPAKANNYA tapi kenapa rindu ini selalu datang dan menganggu?

Kenapa rindu ini sangat menyiksaku? Kenapa aku sangat merindukannya? Kenapa semua tentang dirinya tak pernah mau pergi dari pikiranku. Bahkan saat aku tidur. Kenapa dia selalu muncul dimimpiku?. Kenapa dia selalu berhasil mengacaukan pikiranku?. Aku BENCI dengan semua rindu yang aku rasakan. Dapatkah aku membuang semua rindu ini?. atau dapatkah aku menghempaskan semua rindu ini bersama angin malam yang sedang bertiup?.

 

Flashback on

Sore itu aku pulang lebih awal dari biasanya, hari ini jadwal kuliahku tidak sepadat biasanya. Kulihat appa belum pulang, mungkin ia akan pulang 1 atau 2 jam lagi. Kulangkahkan kakiku menuju singasanaku. Kamar. Aku benar benar capek, tubuhku seperti diremuk. Kurebahkan tubuhku dikasur mencoba menenangkan setiap otot ditubuhku.

“eunbi ah..”

Aku merasa ada yang mengguncang guncangkan tubuhku. Mataku sedikit demi sedikit terbuka. Ah, rupanya aku ketiduran. batinku

“appa” ucapku lirih.

“kenapa kamu menangis?” Tanya appa dengan nada khawatir dan aku hanya tertegun mendengar pertanyaannya. Menangis? Aku menangis? Benarkah?

Kuusapakan jariku kedaerah mata dan benar AKU MENANGIS.

“anni appa, siapa yang menangis, aku sedang tidur” jawabku menyakinkan, aku tidak ingin appa khawatir dengan keadaanku.

“benarkah?”

Aku hanya mengangguk, menyakinkan.

“baiklah, tidurlah lagi”

Dan detik berikutnya appa mengusap kepalaku sambil tersenyum sebelum keluar dari kamarku. Lewat usapan lembut itu appa mencoba menguatkanku, mungkin appa memang tidak tau apa yang sebenarnya terjadi padaku tapi aku yakin appa merasakan ada sesuatu yang sedang menganggu pikiranku. Hanya saja ia tidak ingin menanyakannya padaku, appa memang selalu begitu. Selalu menungguku bercerita dari pada menanyakan apa yang sedang menganggu pikiranku.

Soal menangis. Aku sendiri tak tau kenapa aku tidur sambil menangis. Sampai beberapa detik setelah kesadaranku kembali sepenuhnya aku sadar apa yang membuatku menangis. Dan mengingat alasan itu membuatku ingin menangis lebih kencang. Secara tiba tiba air mataku menerembes keluar, dadaku terasa sangat sesak seolah ada ribuan batu didalamya, kusembunyikan wajahku dibalik batal agar appa tak mendengar tangisku. Aku mencoba meredam suara tangisku agar mendengarnya. Aku tak ingin ia mencemaskan diriku.

Entah apa yang aku pikirkan sebelum tidur sampai membuatku memimpikan sosok yang sangat aku rindukan selama 1 bulan terakhir ini. KYUHYUN. Laki laki itu seolah tidak membiarkan aku untuk hidup dengan tenang.

Berbagai pertanyaan secara spontan muncul dipikiranku. Bagaimana bisa aku menangis tanpa aku sadari? Kenapa efek kyuhyun begitu besar bagi diriku sampai membuat aku menangis setiap hari bahkan saat aku tidurpun aku menangis? Dan pertanyaan terakhir adalah pertanyaan yang sangat aku benci, sebegitu rindukah aku padanya sampai setiap apa yang aku lakukan tak pernah lepas darinya?

Ironis, mungkin itu kata yang tepat yang dapat menggambarkan keadaanku sekarang, aku memutuskan untuk pergi dari kyuhyun tapi aku tidak pernah bisa benar benar pergi darinya. Hari hariku tak pernah lepas darinya. Dibanding mengingat semua mata kuliah di kampus aku lebih sering mengingatnya. Dibanding memikirkan diriku aku lebih sering memikirkan tentangnya. Bahkan aku menangis dalam tidurku hanya karena aku bermimpi tentangnya.

Ada apa dengan diriku, kenapa aku benar benar tergila gila padanya?

 

Hari hari yang aku lewati selanjutnya tidak lebih baik dari hari sebelumnya, bahkan hari hariku lebih buruk. aku semakin merindukkannya sejalan dengan detik detik yang terus bertambah.

Dimalam minggu ini aku mengahabiskan waktuku bersama appa. Variety show menjadi pilihan aku dan appa untuk menghabiskan malam ini.

Disebuah sofa berwana putih aku mendudukkan diriku disamping appa, tak jarang gelak tawa appa terdengar ditelingaku. Aku senang appa bisa tertawa begitu lepas, setelah apa yang telah kita lewati berdua. Tapi entah kenapa pikiranku tiba tiba kosong, variety show yang sejak tadi menjadi fokusku sejenak hilang dari pikiranku.

“eunbi ah..”

Gunjangan appa menggembalikan kesadaranku.

“apa yang kau lamunkan?”

Aku mengerjapkan mataku berkali kali mencoba mencari kesadarnaku yang belum sepenuhnya kembali. Appa menatapku intens dan akupun juga menatapnya.

“tidak ada” jawabku bohong.  Harus aku akui aku terlalu sering melamun akhir akhir ini, bahkan saat makanpun terkadang pikiranku tiba tiba kosong.

“sejak kita pindah kesini, appa sering melihat kau melamun dan wajahmu terlihat murung. Apa kau tidak senang kita pindah kesini?”

Appa semakin memandangku intens, sepertinya aku sudah membuat appa sangat khawatir.

“anniyo appa,” aku menjeda kata kataku, berusaha mencari alasan apa yang harus aku ucapkan pada appa

“ aku hanya…aku hanya…” kata kataku tergantung diudara dan entah kenapa air mataku malah jatuh. Ini diluar kehendakku, aku sama sekali tidak ingin menangis sekarang tapi kenapa.. kenapa aku menangis.

“kenapa kau menangis?”

Raut wajah appa terlihat semakin khawatir, dia kemudian mengenggam tanganku.

“appa, aku merindukannya. Aku sangat merindukannya” ucapku lirih, sepertinya setiap organ tubuhku bekerja diluar kontrolku, aku tidak berniat mengatakan itu tapi entah kenapa kata kata itu yang justru keluar dari bibirku.

Dan detik berikutnya aku tidak bisa lagi mengontrol setiap tetes air mata yang keluar. Aku tidak bisa lagi menahan sesak didadaku. Aku menangis tersedu sedu, sampai dadaku terasa sangat sakit. Tegorokanku sakit dan mataku seolah menumpahkan semua air mata yang aku punya.

Sesekali kupukul dadaku dengan terisak mencoba meredam sakit ini

“appa, kenapa ini sangat menyakitkan?”

“kenapa aku sangat merindukannya?”

Ucapku dengan susah payah, karena tangis ini menyusahkanku untuk mengeluarkan satu katapun.

Mungkin appa tidak tau siapa sebenarnya yang aku rindukan, tapi appa seolah mengerti betul dengan apa yang aku rasakan. Dia membawaku kedalam pelukannya mencoba menenangkanku, dan dia juga ikut menangis bersamaku. Aku dapat mendengar isakannya perlahan dan itu semakin membuatku menangis tak karuan bahkan mataku terasa sangat panas dan suaraku sudah hilang entah kemana. Kueratkan pelukanku pada appa dan dapat aku rasakan appa juga mengeratkan pelukannya pada tubuhku.

Malam minggu yang seharusnya menyenangkan, menjadi sangat kelabu, sepertinya memang ini lah puncak kerinduanku, aku tidak bisa lagi menahannya.

**

Udara sore hari ini terasa lebih dingin dari biasanya, sepertinya musim dingin akan datang sebentar lagi. Ku eratkan mantel yang membalut tubuhku. Sesekali kulirik jam tangan kecil yang melingakr ditanganku.

“15 menit lagi” batinku. Saat ini aku sedang menunggu bus yang akan membawaku pulang.

Tanganku meraba raba kedalam tas selempang berwarna hitam milikku, mencoba mencari sebuah benda yang  aku rasa dapat menemaniku menunggu busku.

“ah ini dia” kataku pelan.

Ku colokkan headset berwana putih ke handphoneku. Kuputar sebuah lagu asal.

Perlahan dapat aku dengar music yang mengalun indah lewat handhoneku.

Satu lagu

Dua lagu

Dan lagu ketiga membuatku terdiam, pikiranku melayang entah kemana saat lirik demi lirik yang cukup dalam itu mengalun ditelingaku.

Maeil maeil neol saranghandago
Wichinyeon maeil maeil ni ireum buremyeon
Nae ape geudaega seo inneun
Sunganeul saenggakhae saenggakhae saenggakhar
Haru haru ni saenggake jam mot deureoyo
Haru haru geudaeppunijyo
Tteollyeooneun nae simjang sori deullyeoonayo
Saranghae saranghae saranghae

sigan jina dasi sewol jina
Uri hamkke handamyeon gyeote itdamyeo
Nan saenggakmanhaedo jakku nunmuli nayo

 

Trans : Hari demi hari, aku tak bisa tidur memikirkanmu
Hari demi hari, hanya kamu
Bisakah kamu mendengar suara hatiku yang bergetar?
Aku mencintaimu, aku mencintaimu, aku mencintaimu

Setelah waktu berlalu
Jika kita bersama, jika kamu disampingku
Hanya memikirkannya membuat aku menangis

 

I.O.I – I Love You, I Remember You (Ost Scarlet Heart Ryeo)

 

 

 

Lagu itu seolah menyindirku. Air mataku secara tiba tiba menerobos keluar. Kuusap air mata itu dengan jariku. Tapi sepertinya itu tidak menimbulkan efek, air mataku terus saja keluar seiring lirik yang terus mengalun tangisanku semakin menjadi, menimbulkan sebuah isakan yang sama sekali tidak aku inginkan. Aku tidak tau bagaimana reaksi orang disekitarku karena mataku kabur karena air mata.

“aggashi, kau tidak naik?”

“aggashi”

Aku dapat mendengar suara teriakan sopir bus itu, bus yang aku tunggu sejak 15 menit yang lalu. Tapi seperti terhipnotis aku hanya duduk ditempatku tanpa bergeser barang sejengkalpun. Sampai pada akhirnya bus itu berlalu dihadapanku, aku juga masih terdiam ditempatku dengan lelehan air mata yang membanjiri pelupukku. Pikiranku kosong saat itu aku tidak bisa memikirkan apa apa. Bayangan bayangan kyuhyun berputar dikepalaku bak sebuah rol film.

Flashback off

 

Sampai detik ini rindu ini terus menggerogoti diriku, semakin hari semakin aku merindukannya. Awalnya aku berpikir kalau cintaku pada kyuhyun akan hilang seiring jarak yang aku buat tapi ternyata aku salah jarak yang aku buat justru membuatku semakin mengingatnya dan semakin merindukkannya. Bahkan hanya dengan memikirkannya saja air mataku keluar dengan sendirinya. Lalu apa keputusan yang harus aku ambil saat meninggalkan dan menunggunya terasa seperti buah simalakama.

Mampukah aku terus bertahan diatas segala rindu ini?

Mampukah aku melupakannya?

Andai rindu ini mudah, mungkin setiap langkahku akan selalu merindukannya.

Andai rindu ini mudah, mungkin setiap nafasku juga akan selalu merindukannya.

Andai rindu ini tak pernah ada, mungkin aku tak sesakit ini.

===THE END===

NB : jangan lupa isi kolom komentar dibawah ya, komentar dari kalian sangat bermanfaat untuk author 🙂

kamsahamida 🙂 🙂