Protected: 18 Again [PART 11 B]-END

This content is password protected. To view it please enter your password below:

Advertisements

18 AGAIN [PART 10]

part 10 publish 🙂

happy reading guys 🙂 jangan lupa untuk meninggalkan jejak kalian ya 🙂

 

Sekolah pagi ini gempar, lebih gempar dari kemarin. Bahkan semua orang masih bertanya-tanya dan tidak percaya.

“daebak. Aku bahkan tidak menyangka tentang hal ini? ”

” jadi apa dia sudah gila? ”

” aku tidak tahu kalau dia adalah seorang kolongmerat”

Semua desas-desus itu dapat eunbi dengar.

“apa mereka sedang membicarakanku? “

Buru-buru eunbi membelah kerumunan orang yang berdiri di depan mading. Dan semua orang menyingkir memberinya jalan.

Sedetik kemudian bahu eunbi melemas. Semua fakta tentangnya terungkap.  Entah siapa orang yang telah menempel biodata tentangnya,  artikel yang memuat tentang keluarganya,  foto keluarganya yang termuat dalam kolom berita.

Hancur sudah. Eunbi bahkan sudah tidak punya alasan apapun sekarang untuk tetap disini. Kyuhyun yang melepaskannya, dan sekarang semua orang tahu akan kebohongannya.

Semua mata menghakimi eunbi dengan tatapan tidak percaya.  Gadis yang tampak sangat biasa saja ternyata pewaris perusahaan besar. Siapa yang bisa menduga hal ini?

 

Eunbi masuk kelas, tapi suasananya terlihat sangat berbeda.

Yoojin menghampiri eunbi.

“duduklah” gadis itu membawa eunbi untuk duduk di bangkunya.

“jangan pikirkan tentang hal itu. Meskipun aku sempat terkejut karena kau ternyata anak orang kaya”

Eunbi hanya berfikir, kenapa yoojin masih menerimanya saat semua orang menganggapnya aneh karena melakukan hal ini.

“bukankah kita teman. Eunbi shi? ”

Eunbi mengangkat sebelah alisnya.  Sangat aneh mendengar panggilan itu dari yoojin.

Yoojin menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

” ah! Aku tidak tahu harus memanggilmu apa?”

***

Kyuhyun menutup matanya dengan kepala menengadah,  punggung pria itu bersandar pada sandaran kursi. Dia hanya pura-pura tidak peduli dengan semua perkataan orang. Nyatanya telinganya masih berfungsi dengan normal dan mendengar setiap kata yang membahas tentang dirinya dan eunbi.

Kyuhyun membuka matanya.

“ya ampun! Aku sangat terkjeut mendengar dia adalah anak dari hwang tae joo”

“apa kalian berfikir kalau ini sebuah lelucon? “

” ya, kalian benar. Aku tidak tahu bagaimana pemikiran gadis itu.  Apa dia sudah gila? “

” pantas saja cho kyuhyun mengencaninya. “

” ya,  kalaupun aku tahu aku juga akan mengencaninya.  Bukankah hal yang luar biasa bisa berkencan dengan gadis kaya seperti dia”

Kyuhyun langsung berbalik,  menatap semua orang dan membuat mereka yang asyik bergosip terdiam seketika.

Sialan!  Apa dia berfikir eunbi gadis gampangan?  Bahkan eunbi akan berfikir dua kali  untuk mengencani pria buncit sepertimu!

Kyuhyun memaki. Ya,  mulut mereka memang terkadang tidak bisa diatur. Dia bergosip bahkan tidak tahu tempat.

***

Eunbi berdiri menatap ke bawah, menatap anak-anak berseragam melakukan kegilaan mereka.  Bermain sepak bola,  basket,  bahkan melakukan kejar-kejaran yang entah apa yang sedang mereka ributkan.  Gadis itu menghela nafas begitu dalam.

“kau bisa membuat sekolah ini runtuh jika kau terus menghela nafas seperti itu. ”

Eunbi memutar tubuhnya, menatap pria yang sekarang mendekat ke arahnya.  Cho kyuhyun.

 

Kyuhyun tidak tahu kalau dia akan bertemu dengan eunbi disini.  Awalnya dia hanya ingin mencari ketenangam dan memilih menghindar dari para mulut seribu yang terus bergosip tanpa henti.

“itu mustahil” sungut eunbi.

“kau Kecewa? ” tanya kyuhyun penasaran.

” tidak.  Pada akhirnya ini semua harus terjadi,  tapi aku hanya tidak menyangka kalau semua itu terjadi seperti ini. ”

 

Kyuhyun diam.  Bagaimana kyuhyun bisa menghibur eunbi saat ini kalau hatinya juga sama bingungnya dengan eunbi.  Kyuhyun ingin terus eunbi berada disini, tapi itu tidak mungkin. Kyuhyun tahu itu.

” maafkan aku. Maaf karena aku membobongimu” eunbi berkata dengan kepala menunduk seperti sangat menyesal.

Kyuhyun mengangguk.

“kau punya alasan untuk itu.  Dan sebenarnya aku juga iri padamu karena kau punya keberanian sebesar ini demi mewujudkan impianmu, tidak sepertiku”

Eunbi hanya diam, ditengah rasa bersalahnya karena telah membohongi cho kyuhyun,  pria itu justru memberinya dukungan di tengah semua kekacauan ini. Eunbi tahu pria itu sedang terluka sama sepertinya atau mungkin jauh lebih terluka. Sekali lagi, dengan ini eunbi mengingatkan kyuhyun tentang sikap pengecutnya,  tentang beban akan impiannya.

 

Dalam diam itu, eunbi melihat kyuhyun melalui ekor matanya. Melihat dari samping wajah pria yang menatap lurus ke depan dengan rambut yang sedikit berantakan akibat terpaan angin.

Jika kyuhyun bisa mengendalikan semua emosinya dengan menganggap tidak terjadi apa-apa, dan memaafkan eunbi atas kesalahannya bahkan memberikan eunbi sebuah dukungan maka, bukankah eunbi juga harus bisa melakukan hal itu?

“mau melakukan sesuatu? ”

Kyuhyun memutar tubuhnya menghadap eunbi dengan kerutan di keningnya.

” perkenalkan.  Namaku hwang eunbi anak pengusaha hwang tae joo. Pewaris tunggal HG Group.”

Eunbi mengulurkan tangannya,  ingin menjabat kyuhyun. Tapi pria itu masih menyatukan kesua alisnya. Kemudian mendengus geli saat eunbi menggoyang-goyangkan tangannya minta segera dijabat.

Mau tidak mau akhirnya kyuhyun menjabat juga tangan eunbi membuat gadis itu tersenyum puas.  Bukankah, sebaiknya jika mereka memulai ini dari awal?  Tanpa kebohongan.

“senang berkenalan denganmu nona hwang.  Perkenalkan Namaku cho kyuhyun.  Jika kau melihat betapa luasnya sekolah ini maka aku adalah pewarisnya.  Dan jika kau tahu semua penghuni disini maka kau tahu akulah yang paling tampan. ”

Eunbi tertawa. Gila!  Sejak kapan kyuhyun menjadi senarsis ini. Jika dulu dia hanya memperkenalkan diri sebagai wali kelasnya dengan cara yang sangat formal maka siapa yang berdiri di depannya sekarang? Cho kyuhyun yang lain? Cho kyuhyun yang lebih mempesona dari biasanya?

 

Tawa mereka menyatu,  kyuhyun bahkan tidak sadar saat mengatakan perkenalan yang terdengar konyol itu. Dia tidak pernah melakukan perkenalan seperti ini,  biasanya dia akan memperkenalkan diri dengan cara yang elegan. Cara cho kyuhyun. Tapi seolah,  eunbi mampu menarik kyuhyun ke dalam kehidupan yang lebih berwarna dari sebelumnya.

Baiklah, semuanya akan dimulai dari awal lagi. Untuk kyuhyun dan eunbi, ini adalah awal bagi hubungan mereka.

***

Mungkin eunbi bisa memperbaiki hubungannya dengan kyuhyun karena pria itu memahaminya, tapi hal ini berbeda dengan na mi.  Sikap gadis itu berubah pada eunbi.

Eunbi tidak bisa menyalahkan na mi jika dia berubah seperti teman-temannya yang lain. Tapi eunbi harus membuat gadis itu mengerti.

“na mi.  Tunggu”

Eunbi semakin mempercepat jalannya,  berusaha menyusul na mi yang sudah masuk ke dalam kamar asrama. Gadis itu tidak menoleh apalagi menyahut.

“kau pasti marah padaku kan? Karena aku membohongimu” kata eunbi mencoba menarik perhatian na mi yang sibuk melepas jas seragamnya. Na mi masih bergeming membuat eunbi frustasi.  Dengan sekali gerakan eunbi menarik lengan na mi, memaksanya menghadap pada eunbi.

“lepaskan! ” na mi meneriaki eunbi, tapi tidak sedikitpun eunbi melonggarkan genggaman tangannya pada na mi.

” dengarkan aku dulu. ” eunbi memaksa. Dia tidak tahu kalau membuat na mi mengerti adalah sesuatu yang sulit.

” apa? Apa yang harus kau jelaskan? ” na mi menyentak tangan eunbi,  membuat cengkraman itu terlepas.

” aku tahu aku bersalah karena berbohong padamu, baiklah aku memang berbohong pada semua orang. Tapi aku punya alasan untuk itu”

“aku bahkan tidak tertarik mendengarnya”

“na mi! Apa kau akan sekeras kepala ini?!”

Mungkin eunbi ikut terbawa emosi, memberi pengertian pada gadis SMA yang keras kepala seperti na mi memang sangat sulit.

“eunbi ah!” na mi berteriak tidak terima.  Mereka sama-sama sedang emosi, dan berteriak semau mereka. Tidak terima jika lawan bicara mereka berada pada satu keyakinan yang salah tanpa mendengarkan pendapat lawan bicaranya.

Namun setelah itu na mi tersenyum mengejek.

“ah.  Aku lupa kalau aku tidak seharusnya memanggilmu seperti itu. ”

” mianhae eonni. Aku rasa pembicaraan kita sudah selesai”

“ck.  Kau memang pandai berbicara na mi”

“baiklah. Terserah padamu jika kau ingin tetap seperti ini. ”

Dan setelah itu pembicaraan mereka selesai sampai disini.

**

Mau tidak mau semua ini memang harus selesai, semua kegilaan ini. Dua hari lagi kim ahjushi akan menjemputnya, gadis itu sudah menceritakan semuanya pada kim ahjushi. Eunbi bahkan harus meninggalkan ini dengan kesalahapaman yang terjadi, dia tidak mampu membuat semua orang mengerti keadaannya. Ya, memang gadis itu tidak bisa memberitahukan alasannya pada semua orang bahkan kepada na mi maupun yoojin. Eunbi membiarkan na mi menjauhinya, tapi setidaknya ada yoojin yang masih berada di sampingnya.  Yoojin bahkan tidak menuntut penjelasan pada eunbi, entah apa yang ada dipikiran gadis itu.  Mungkin yoojin terlalu mempercayainya, pikir eunbi.

 

Eunbi berjalan dengan kepala menunduk melewati beberapa tanaman hijau dipinggir taman sekolah. Entah kenapa dia memilih tempat ini untuk menghindar dari kerumunan orang-orang, biasanya dia akan memilih atap sekolah. Eunbi terus berjalan hendak duduk di bangku di bawah pohon besar yang terlihat sangat rindang. Tapi langkahnya terhenti.

Sayup-sayup telinganya mendengar perbincangan beberapa orang dibalik pohon besar itu.  Eunbi tidak mau peduli, tapi saat namanya disebut tanpa sadar eunbi menajamkan telinganya.  Meskipun dia yakin ini adalah obrolan yang sama yang dilakukan oleh semua orang, membicarakan tentangnya, tentang kebohongan dan latar belakangnya. Telinganya sudah terlalu bosan mendengar itu.

“kau memang pintar yoojin”

Yoojin?

Apa orang itu mengatakan yoojin?  Eunbi bergelut dengan pikirannya dan semakin menajamkan telinganya. Ada berapa banyak yoojin disini?

“baiklah. Aku akan menepati janjiku. Kau bisa bergabung ke dalam gengku” suara itu kembali terdengar.

“wah.  Terimakasih hayoung ah.  Aku tidak akan mengecewakanmu. Bahkan kalau kau mau akan mencari hal lain untukmu”

Itu suara yoojin.

Eunbi yakin kalau gadis yang sedang berbicara dibalik pohon itu bukanlah yoojin yang lain, tapi yoojin teman sebangkunya.

Apa yang dilakukan gadis itu? Hayoung? Gadis itu berbicara pada hayoung?

“kau tidak perlu melakukan apa-apa lagi. Aku yakin dia akan segera pergi dari sini, lagi pula minho sudah tidak menghiraukannya lagi”

“dan sejujurnya aku juga takut mengingat dia adalah anak orang kaya” yoojin terkekeh. Ya, dia hanya berfikir bagaimana jadinya kalau dia mengkhianati orang kaya sekelas eunbi.  Dia akan dipenjara?, atau bahkan dibunuh?. Yoojin sendiri bahkan tidak sanggup memimpikannya. Lalu bagaimana gadis itu bisa berkhianat?

 

“ck! Kau bahkan bisa mengkhianatinya” hayoung berdecak tidak habis pikir. Gadis ini memang terlalu bodoh pikirnya. Hayoung bahkan tidak tahu apa yang ada dipikiran gadis itu sampai benar-benar ingin masuk ke dalam gengnya.  Dan well, setidaknya yoojin sangat membantunya, membawa informasi yang sangat penting padanya.  Dia ingat saat gadis itu berkali-kali datang padanya memelas ingin bergabung dalam geng nya. Baiklah siapa yang tidak  ingin bergabung dengan grup tenar seperti hayoung, apalagi bagi yoojin yang tergila-gila dengan popularitas.

“aku hanya mengungkapkan sebuah fakta” yoojin menjawab tidak peduli. Seolah ini hanya masalah sepele yang akan selesai dengan sendirinya tanpa menimbulkan efek.

“dan kau masih dekat dengannya” hayoung menyidir. Ya, setelah dia berhasil masuk dalam geng nya yoojin tetap saja tidak mau menjauh dari eunbi.

Tidak mau hayoung salah paham yoojin buru-buru menjelaskan.

“aku hanya tidak ingin dia curiga padaku, lagipula siapa tahu dia akan memberikanku beberapa barang mewah miliknya” yoojin mengkhayal. Bahkan saat seperti itu yoojin masih berfikir kalau dia bisa mendapat keuntungan dari dua orang, hayoung dan eunbi. Bisa bergabung dengan geng hayoung yang selama ini dia impikan dan tetap bersama eunbi untuk mendapatkan keuntungan yang lain.

 

Eunbi tercengang ditempatnya, pada saat ini dia berfikir kalau lebih baik ini hanya menjadi mimpi buruk belaka. Teman yang selama ini dia anggap menjadi teman sejatinya, nyatanya tidak pernah tulus padanya. Eunbi tidak tahu bagaimana orang bisa bermuka dua seperti itu, bagaimana dia bersikap seolah-olah tidak terjadi apa-apa.

Tapi ini bodoh.  Bodoh saat eunbi diam saja ditempatnya dan tidak memaki gadis yang telah mengkhianatinya.

Tanpa diperintah, dan melupakan rasa sedihnya eunbi langsung menghampiri yoojin dan menyentak tangannya,  membuat gadis itu terkejut. Hayoung juga, dia bahkan sampai melebarkan matanya saat eunbi tiba-tiba menampar yoojin.

PLAK

“apa yang kau lakukan?! ” yoojin memandang eunbi geram sambil memegangi pipinya yang terasa panas.

” kau yang kenapa?! Kau kan yang menyebarkan informasi tentangku?! ”

“itu-itu-“

Yoojin tergagap. Astaga! Apa eunbi sudah tahu pikirnya.  Buru-buru yoojin mendekati eunbi, memegang tangan gadis itu dan melupakan amarahnya karena tamparan eunbi. Tapi apa dia pikir eunbi bodoh. Gadis itu menyentak tangan yoojin membuat tangan itu terlepas dari eunbi.

“eonni.  Aku.  Aku tidak-” yoojin tersedak ludahnya sendiri,  dia seperti kehilangan beberapa kosa kata dalam otaknya sampai lupa bagaimana caranya berbicara.

“aku tidak tahu apa yang ada dipikiranmu.  Dan aku juga tidak tahu kalau kau selicik itu” eunbi menghardik.

Hayoung yang hanya menjadi penonton tidak mau ikut campur pada masalah seperti ini.  Baiklah,  bukan salahnya kan kalau yoojin mengkhianati eunbi dan memberikan informasi itu padanya?.

Yoojin terdiam, dia tidak bisa mengelak sekarang.

“apa kau berfikir aku bodoh? Yak yoojin ah. Aku tidak tahu kau seburuk ini.”.

Bukan karena yoojin yang telah menyebarkan kenyataan atas identitas eunbi, tapi eunbi lebih kecewa karena gadis itu tidak pernah tulus padanya.

“eonni. Aku minta maaf. ”

” untuk apa? Untuk kesalahanmu yang mana? Kau yang menyebarkan indetitasku bersama hayoung atau karena kau telah mengkhianatiku?”

Lagi-lagi yoojin hanya bungkam tidak bisa menjawab pertanyaan sesederhana itu.

“ck! Aku jadi berfikir kalau kau yang menyebarkan semua gosip tentangku selama ini.  Tentang fotoku dengan cho soesangnim. ”

” itu-itu aku-”

“jadi benar kau orangnya” eunbi mendengus kesal. Dia tidak tahu kalau dia bisa dibodohi oleh gadis ingusan seperti yoojin.

“jadi apa yang kau rencanakan lagi dengan nenek lampir ini? ” eunbi memandang hayoung remeh membuat gadis itu ikut geram.

” yak!  Apa yang kau katakan?! ” kali ini hayoung yang berteriak.

” kenapa? Kau tidak terima? ”

” yak. Eunbi shi. Tidak, nona eunbi. Aku tidak tahu apa yang terjadi sampai kau datang kesekolah ini.  Tapi, tolong jaga ucapanmu” setengah menyindir setengah memperingatkan. Hayoung menekan semua kalimatnya.

“apa kau sedang mengancamku hayoung shi? ”

” Aku bahkan tidak bermaksud melakukan itu, tapi akan lebih bagus kalau kau menyadarinya. Dan lagi pula aku tidak mau berurusan dengan orang kaya gila sepertimu”

Gila. Huh?! Bagus sekali gadis ini berbicara, batin eunbi. Jika beberapa hari orang-orang selalu membicarakan hal itu dibelakangnya,  maka kali ini eunbi mendengarnya langsung di depan mukanya. Bagus.  Bagus sekali hayoung.

 

“dan aku juga tidak mau berurusan dengan orang-orang tidak berguna seperti kalian. Dan biar kuberi saran, sebaiknya kau perbaiki otakmu itu sedikit hayoung shi. Setidaknya otakmu yang kecil itu bisa sedikit terisi”

Eunbi pergi, setelah melirik yoojin sebentar. Ah! Eunbi muak melihat gadis itu. Dan hayoung, gadis itu mati-matian merendam amarahnya.

“YAKK!! ” teriak hayoung frustasi. Secara tidak langsung eunbi telah mengatai hayoung kalau gadis itu terlalu tolol dan tidak memiliki otak. Baiklah, biar hayoung akui kalau dia selalu berada di urutan terakhir rangking sekolah, tapi kata-kata eunbi tadi benar-benar membuat harga dirinya jatuh ketanah.

**

Eunbi muak. Ternyata keputusannya ini adalah sebuah kesalahan. Dia tidak tahu kalau anak-anak SMA sekarang benar-benar mengerikan.  Sepertinya setelah ini eunbi harus berterima kasih pada ayahnya karena menyekolahkannya di sekolah para kolongmerat, setidaknya dia tidak berurusan dengan orang-orang seperti yoojin ataupun hayoung.  Ya, mungkin teman-temannya dulu hanya memikirkan tentang harta warisan dan kekayaan, tapi mereka tentu tidak pernah bertindak sejauh yoojin hanya untuk sebuah popularitas.

 

Eunbi berjalan malas munuju kamarnya, dari jarak 15 meter gadis itu melihat na mi berada di depannya. Eunbi tidak berniat mengejarnya atau mendekatinya. Harinya saat ini sangat buruk, dia tidak ingin menambah masalah dan membuat hatinya semakin kacau. Akhirnya eunbi memilih untuk pergi ke taman samping asrama. Ya,lebih baik eunbi memang menghindar dari na mi dan kembali setelah gadis itu tertidur.

 

Suara decitan ranting-ranting pohon yang berada di atasnya menjadi melodi tersendiri untuk eunbi. Dia masih saja berfikir apa yang harus dia lakukan. Sesekali dia mendesah frustasi. Ya,sepertinya dia salah membuat keputusan. Batinnya. Semuanya berjalan sangat jauh dari angan-angannya. Nyatanya sekarang, teman yang dia anggap tulus mampu melakukan hal yang tidak pernah eunbi sangka.

“Ah! Sudahlah. Aku tidak harus memikirkan tentang itu” putusnya.

Baiklah, memang eunbi harus melupakan tentang hal itu.

 

Ini sudah jam 10 dan eunbi belum juga terlihat, na mi tiba-tiba merasa khawatir. Bukankah terkahir kali eunbi tidak pulang ke asrama membuat sekolah heboh keesokan harinya?

“Untuk apa aku memikirkannya. Biarlah dia tidak pulang, bahkan tidak ada masalah kalau dia dikeluarkan dari sekolah.”

Na mi akhirnya memilih untuk menutup bukunya, berniat segera tidur. Tapi baru saja na mi berdiri, pintu kamarnya terbuka.

Eunbi menatap aneh na mi yang hanya berdiri mematung.

“Aku pikir kau sudah tidur”kata eunbi kemudian sambil meletakkan tasnya di atas ranjang.

“Aku baru akan tidur”

Na mi kemudian terdiam sejenak, ragu ingin melanjutkan kalimatnya.

“Eonni dari mana?” Akhirnya na mi bertanya juga. Setengah terkejut eunbi langsung berbalik, dan dia menjawab dengan ragu-ragu takut kalau telinganya salah mendengar.

“Aku hanya sedang memikirkan sesuatu”

Na mi mengangguk, tidak ingin mencampuri urusan eunbi kemudian lebih jauh.

“Mianhae” kata na mi tiba-tiba. Dan kali ini eunbi benar-benar terkejut.

“Aku mungkin sudah berlebihan karena marah padamu. Aku sudah memikirkannnya, aku tidak seharusnya marah padamu karena kau pasti punya alasan untuk itu.” Tanpa sadar gadis itu telah mengutarakan apa yang menganggu pikirannya.

“Aku marah karena-. Kau tahu aku sudah menganggap eonni sebagai teman sekaligus sahabatku, aku bahkan tidak pernah punya teman sebelumnya selain eonni. Sejak eonni memahami dan memaafkan ku untuk kesalahan yang telah aku perbuat, aku mulai merasa bahkan kau tidak hanya teman sekamar atau satu klasku tapi sahabatku.”

Na mi mengatakannya dengan menunduk, tidak berani menatap eunbi sedikitpun. Pelupuk matanya sudah penuhi cairan yang disebut air mata. Dan eunbi? Gadis itu menyeka air matanya kasar. Ya, dia sudah menahan tangis saat na mi mengatakan maaf. Lalu tanpa aba-aba eunbi langsung mendekati na mi dan memeluknya, membuat gadis yang mati-matian menahan tangis itu akhirnya menumpahkan air matanya.

“Aku marah karena aku takut aku akan kehilangan teman. Satu-satunya teman yang aku punya.”

“Tidak. Aku yang minta maaf padamu. Aku membuatmu kecewa. Tapi sekarang sungguh aku tidak punya niat untuk membohongimu”

Mereka sama-sama menangis dan meminta maaf. Satu hal yang eunbi harus syukuri malam ini, kalau na mi tidak pernah benar-benar membencinya. Kadang kita marah dan saling memaki seseorang bukan karena kita benar-benar membenci orang tersebut tapi karena kita menyayanginya. Itulah yang eunbi simpulkan dari na mi. Gadis itu marah hanya takut kalau eunbi akan pergi dan melupakannya. Eunbi adalah satu-satunya teman yang dia punya, satu-satunya orang yang dekat dengannya menjadi sahabat sekaligus kakak untuknya.

Setelah mereka saling mengutarakan kekeselan dan kekecewaan mereka, akhirnya mereka sama-sama berbaring di atas ranjang masing-masing menatap langit-langit kamar.

“Na mi ah kau tahu kalau yoojin mengkhianatiku? Ck! Anak itu. Dia bahkan yang menyebarkan fotoku dengan Cho soesangnim.”

“Apa?!” Na mi nyaris melompat dari tempatnya, gadis itu bahkan langsung duduk tegap menghadap eunbi. Ah! Secara otomatis eunbi menutup telinganya, baru kali ini dia mendengar teriakan na mi. Dan itu sungguh menyakitkan untuk telinganya.

“Ahh telingaku.” Kata eunbi sambil ikut duduk menghadap na mi.

“Jadi yoojin yang menyebarkan foto itu? Waktu eonni tidak pulang ke asrama malam itu aku memang menyuruh yoojin membantuku mencari eonni. Tapi dia bahkan tidak mengatakan apapun padaku selain, aku tidak menemukannya kita pulang saja” na mi menirukan perkataan yoojin waktu itu. Benar, setelah itu na mi hanya menurut dan ikut pulang.

“Tentu saja dia tidak mengatakan apapun. Dia kerjasama dengan Hayoung, menyebarkan berita itu.”

“Hayoung?!” Lagi-lagi na mi terkejut.

Eunbi mengangguk mengiyakan.

“Iya, dan kau tahu kalau yang menyebarkan berita tentang Cho Kyuhyun yang gay itu juga yoojin”

“Aku tidak menyangka kalau dia seperti itu. Tapi eonni.”

Eunbi mengangkat sebelah alisnya

“Apa?”

“Dengan adanya foto kau dan Cho soesangnim setidaknya berita tentang Cho soesangnim yang gay bisa terpatahkan” na mi tertawa geli

“Ck! Kenapa kalian mengatakan hal yang sama untuk menghibur ku”

“Siapa?”

“Heh?” Eunbi gelagapan sendiri, seperti sedang tertangkap basah apalagi saat melihat na mi yang menatapnya seperti sedang meminta penjelasan”

“Maksudmu aku dan Cho soesangnim?” Tebak na mi asal. Otak gadis ini memang pintar, eunbi bahkan hanya terdiam dengan pipi yang memerah dan hal itu membuat na mi lagi-lagi tersenyum geli.

“Jadi eonni benar-benar punya hubungan dengan Cho soesangnim” na mi mengambil kesimpulan sendiri. Tentu saja. Siapapun pasti akan mengatakan hal yang sama saat melihat eunbi tiba-tiba tersipu seperti itu. Eunbi hanya diam, tidak sanggup menjawab atau gadis itu bingung harus menjawab apa. Tentu saja dia bingung, bagaimana menjelaskan hubungannya dengan Kyuhyun saat ini mereka tidak saling terikat hubungan apapun tapi mereka sama-sama saling menyukai. Jadi eunbi harus menjawab apa? Ah! Kalian pasti juga bingung dengan keadaan ini.

“Sudahlah eonni bukankah kalian memang bisa menjalin sebuah hubungan karena kau hanya murid SMA gadungan” kata na mi lancang. Ya, setidaknya gadis dengan otak encer itu berfikir tidak akan ada lagi hubungan terlarang antara murid dan guru.

Eunbi hanya tersenyum kaku. Andaikan semudah itu, batin eunbi.

***

Ini hari terakhir eunbi berada di sekolah, rasanya dia sudah malas datang ke tempat ini. Kalau bukan karena na mi yang memaksanya datang maka dia tidak akan pergi. Gadis itu berhasil membujuk eunbi dengan mengatakan kalau ini adalah hari terakhir mereka menjadi teman satu kelas maka mereka harus melakukan hal yang menyenangkan. Tapi-

Eunbi mendengus kesal.

Baiklah, eunbi tidak harus kesal pada na mi karena gadis itu juga tidak tahu kalau hal ini akan terjadi. Tiba-tiba saja na mi dipanggil song soesangnim untuk membantunya di lab sekolah. Entah apa yang mereka lakukan di dalam sana. Ini sudah hampir setengah jam eunbi duduk di bangkunya, tidak memperdulikan jam makan siang yang hampir habis. Hanya sendirian di dalam kelas membuat eunbi bosan, dan akhirnya lebih memilih untuk manaruh kepalanya di atas meja.

Eunbi tiba-tiba tersentak dan langsung mengangkat kepalanya saat ada yang menepuk pundaknya. Awalnya dia kira itu adalah na mi tapi ternyata bukan.

“Apa yang kau lakukan disini sendirian?” Suara itu berhasil menyadarkan eunbi.

“Eh?aku? Aku hanya sedang menunggu na mi, song soesangnim sedang menyuruhnya melakukan sesuatu” jelas eunbi. Sebenarnya dia masih bingung kenapa Cho Kyuhyun tiba-tiba bisa ada disini. Bahkan sekarang pria itu mengambil duduk di bangku depan eunbi.

“Aku pikir kau bermusuhan dengan na mi”

“Ya. Tapi tidak lagi”

Kyuhyun mengangguk, dia tidak tahu apa yang terjadi dengan hubungan pertemanan di antara murid-muridnya disini termasuk hubungan antara na mi dan eunbi. Melihat mereka yang beberapa hari lalu tidak pernah terlihat bersama membuat Kyuhyun menyimpulkan kalau mereka sedang bertengkar. Ck! Kadang Kyuhyun bingung dengan hubungan pertemanan para wanita, mereka gampang sekali akrab dan dekat tapi mereka juga gampang sekali bertengkar dan menjauh, dan tidak butuh waktu yang lama untuk mereka bisa melupakan masalah yang terjadi.

“Kenapa tidak makan siang?”

“Hanya tidak ingin.” Jawab eunbi begitu singkat.

“Kau takut Mereka membicarakanmu?” Tebak Kyuhyun asal. Dan ya, eunbi tahu apa yang dimaksud Kyuhyun. Setiap hari dalam beberapa hari ini hanya satu perbicangan yang ada di sekolah ini. Eunbi. Semua orang bahkan rasanya belum bosan untuk membahas tentang beberapa kejadian yang beruntut tentang eunbi,seperti tidak ada habisnya.

Eunbi menggeleng tidak setuju

“Tidak. aku tidak takut. Aku hanya sedang mencoba untuk menghilangkan gosip itu. Saat aku berada di antara mereka, pasti mereka akan secara otomatis mengomentari setiap hal yang aku lakukan. Dan itu menyebalkan!”

“Kau tidak takut tapi pengecut”

“Apa?!” Eunbi membulatkan matanya membuat Kyuhyun sedikit terintimidasi.

“Kau bahkan tidak sanggup untuk menghadapi mereka”

“Sudah kubilang aku hanya ingin meredam semua ocehan tak berguna mereka” kata eunbi kesal. Pengecut? Yang benar saja?

“Terserah apa alasanmu. Tapi tetap saja kau tidak berani”

“Siapa bilang?”

“Aku. Justru dengan kau berani berdiri di depan mereka dan membungkam mulut mereka kurasa hal itu akan membuat mereka diam. Lagipula yang mereka bicarakan adalah sebuah kebenaran”

Eunbi terdiam, memikirkan perkataan Kyuhyun. Baiklah, memang tidak seharusnya eunbi sembunyi seperti ini. Walaupun eunbi tidak bermaksud menghindar tapi semua orang pasti akan berfikir kalau eunbi pengecut, seperti Kyuhyun. Dan kebenaran. Ya, mereka membicarakan sebuah kenyataan, lalu apa yang harus eunbi hindari?.

“Aku benarkan?” Tanya Kyuhyun kemudian membuyarkan pikiran eunbi.

“Ya, kurasa” akhirnya eunbi mengaku. Kyuhyun memang terlalu pandai untuk membuat eunbi mengaku kalah.

“Kalau begitu, ayo makan siang”

“Heh?” Belum sempat eunbi menolak maupun mengiyakan, Kyuhyun sudah menarik tangan eunbi membuat gadis itu berdiri dan akhirnya mengikuti juga langkah Kyuhyun.

Beberapa orang yang masih berada di kantin sekolah hanya menatap dua orang yang baru datang dengan saling bergandengan tangan itu. Oh, andai saja mereka tahu kalau Kyuhyun menarik tangan eunbi.

Kyuhyun mendudukkan eunbi di salah satu kursi.

“Tunggulah disini.”

Setelah itu Kyuhyun pergi, dan eunbi tersadar kalau dia berada ditempat yang tidak seharusnya. Bagaimana dia menjelaskan semua tatapan orang-orang disini, seperti sedang menghakiminya. Eunbi kembali menghela nafasnya saat dia ingat kata-kata kyuhyun.

Baiklah. Biarlah mereka mengatakan apapun yang dia mau. Lagipula ini hari terakhirku disini. Biarlah aku menikmatinya. Lagipula aku tidak sedang melakukan kejahatan dengan makan siang di kantin bersama Cho Kyuhyun. Bukankah aku bukan muridnya, jadi tidak masalah bukan?.

Eunbi memilih untuk membiarkan mereka membicarakan dirinya, bahkan sekarang eunbi tidak peduli kalau ada yang meneriaki eunbi di depan wajahnya.

Kyuhyun kembali,dan meletakkan nampan berisi dua piring makanan dan dua botol minuman di depan eunbi. Pria itu mengambil duduk di kursi depan eunbi, membuat mereka duduk berhadapan.

“Makanlah. Aku juga belum makan tadi, jadi kita bisa makan siang bersama”

Eunbi mengangguk.  Mengambil satu sendok makanan dan memasukkannya ke dalam mulut.

“Apa kau sudah tidak merasa terganggu dengan mereka?”

“Tidak. Kau benar kalau aku tidak seharusnya menjadi pengecut.”

Kyuhyun menarik ujung bibirnya senang, dia tidak tahu kenapa membuat gadis itu kembali ceria seperti sedang memenangkan undian lotre.

Menyadari Kyuhyun yang tersenyum membuat eunbi menautkan kedua alisnya.

“Kenapa? Apa ada yang lucu?” Eunbi bertanya seperti orang bodoh. Atau mungkin Kyuhyun yang bodoh karena eunbi tidak merasa ada yang lucu disini.

Kyuhyun menghentikan senyum bodohnya.

“Dasar murid tidak sopan. Kau bahkan tidak memanggilku soesangnim sekarang”

“Huh?! Yang benar saja. Untuk apa aku memanggilmu soesangnim. Kuingatkan, kalau aku bukan muridmu” eunbi berbicara seperti tidak ada orang lain yang mencuri dengar perbincangan mereka, melupakan kalau masih banyak orang yang memperhatikan mereka dari tadi.

“Baiklah kau tidak perlu memanggilku soesangnim, kau bisa memanggilku oppa kalau kau mau. Kurasa itu lebih baik.” Rupanya bukan hanya eunbi yang melupakan keadaan sekitar tapi juga Kyuhyun. Lihatlah bagaimana pria itu begitu percaya diri.

Oppa? Astaga, apa eunbi sudah gila memanggilnya oppa?

“Silahkan bermimpi”

 

Kurasa mereka benar-benar sedang berkencan.

Astaga, mereka bahkan tidak tahu tempat

Oh! Kenapa aku jadi iri dengan mereka

Aku baru melihat Cho soesangnim tersenyum seperti itu, dia sangat tampan

Sudah kubilang kalau Cho soesangnim itu tidak jahat, kau lihat bagaimana dia tersenyum tadi

Mereka terlihat sangat serasi saat seperti ini

Eunbi menghentikan makannya, tiba-tiba telinganya mendengar percakapan yang- ah! Entah itu pujian atau hinaan, eunbi tidak yakin.

“Kenapa?”

“Huh?” Eunbi mengedarkan bola matanya ke kiri dan kanan seperti sedang bingung.

“Kau tidak perlu mendengarkan mereka” kata Kyuhyun setelah melihat eunbi hanya kelabakan dan tidak menjawab.

Hoel!

Apa Kyuhyun juga mendengarkan orang-orang itu tadi? Baguslah, eunbi tampak bodoh sekarang.

“Apa? Aku tidak.” Eunbi membela diri.

“Ck! Rupanya kau suka sekali berbohong”

Eunbi menyemberutkan bibirnya. Suka katanya? Memangnya eunbi berbohong apa saja pada Cho Kyuhyun? Seperti setiap hari pria itu dibohongi eunbi saja.

 

Suara bel sudah terdengar beberapa menit yang lalu, tapi sepertinya eunbi dan Kyuhyun masih terlalu menikmati makan siangnya. Beginilah kalau mereka makan siang di jam-jam terakhir.

“Cepatkan habiskan makananmu dan kembali ke kelas”

Kyuhyun beranjak dari tempat duduknya hendak pergi. Tapi yang disuruh untuk cepat-cepat hanya bergeming.

“Kau tidak ingin kena hukuman bukan?” Kata Kyuhyun lagi

Eunbi menatap kyuhyun

“Mau ikut denganku”

****

Kyuhyun menatap aneh tempat di depannya.

“Kau yakin ingin kesini?”

Kyuhyun memastikan. Tempat bermain. Kyuhyun tidak yakin ini tempat yang cocok untuk mereka berdua.

Eunbi mengangguk mantap.

“Tentu saja” dari dulu eunbi ingin datang ke tempat ini, setidaknya dia ingin mencoba setiap permainan yang ada di sana, roller coaster, bungee jump, gyro spin dan beberapa permainan yang menegangkan. Ah! Eunbi juga ingin masuk ke dalam rumah hantu. Sepertinya itu menyenangkan. Ini adalah hari terakhir sebelum dia kembali menjadi Hwang eunbi seorang kolongmerat, jadi tidak masalah bukan kalau eunbi menikmati hari ini.

“Apa kau bercanda datang ketempat ini?”

“Tidak. Sudahlah ayo!” Eunbi menarik Kyuhyun sebelum pria itu yang menariknya pulang ke sekolah.

 

“ahhhhhhh”

“Ahhhhhhh”

Mereka sama-sama berteriak saat kereta itu meluncur begitu cepat sampai seperti menerbangkan mereka.

Ini sudah kedua kalinya mereka naik wahana ini, dan eunbi tampak sangat menikmatinya.

“Ayo naik lagi” kata eunbi. Dan sebelum gadis itu kembali duduk Kyuhyun sudah menariknya menjauh. Cukup untuk hal itu, batin Kyuhyun.

“Tidak.” Tolak Kyuhyun. Kalau Kyuhyun menuruti eunbi mungkin mereka akan tetap di sana sampai tempat ini tutup.

“Aku ingin naik lagi” eunbi merengek seperti anak kecil, tapi Kyuhyun tidak peduli. Memangnya tempat ini hanya punya roller coaster sampai mereka hanya akan berada di sana.

“Apa kau tidak ingin ke -”

“Wahhh ayo kita ke sana”

Belum sempat Kyuhyun menyelesaikan kalimatnya eunbi sudah menarik kyuhyun.

Astaga! Sepertinya eunbi jauh lebih kekanakan dari pada muridnya yang sesungguhnya. Ya ampun, gadis itu seperti sedang menemukan beberapa kilo gram emas di tempat ini.

Rumah hantu. Kyuhyun membaca tulisan di depannya.

“Kau yakin ingin masuk ke dalam?” Kyuhyun memastikan.

“Kenapa. Kau tidak takut kan?” Eunbi menggoda Kyuhyun.

“Tidak. Aku hanya tidak ingin nantinya kau menangis ketakutan di dalam”

“Omong kosong”

 

Suasana yang gelap membuat eunbi sedikit merinding. Dia tidak terlalu suka dengan kegelapan seperti ini. Seharusnya dia berfikir dulu sebelum masuk kesini, bagaimana bisa eunbi lupa kalau rumah hantu pasti gelap seperti ini.

Kyuhyun melirik eunbi melalui ekor matanya, gadis itu tampak tidak nyaman.

“Kenapa? kau takut?”

“Tidak” bohong eunbi

“Baiklah. Jalan”

“Duluan saja”

Kyuhyun melirik eunbi sebentar sebelum dia melangkah ke depan. Kyuhyun tahu kalau eunbi sedang takut sekarang. Tapi dia akan tetap pura-pura tidak tahu sebelum gadis itu mengatakannya sendiri. Sedikit bermain-main tidak apa-apa bukan?

Eunbi menatap ragu Kyuhyun yang sudah tiga langkah di depannya. Tangannya saling meremas satu sama lain. Andai saja dia mendengarkan Cho Kyuhyun tadi.

Ah! Aku bisa gila!

Eunbi berjalan mendekat pada Kyuhyun, tiba-tiba dia menarik tangan Kyuhyun membuat pria itu berbalik dengan kerutan di dahinya.

“Ada apa?”

“Kita-kita. Sebaiknya kita kembali saja” kata eunbi kemudian, membuat Kyuhyun tertawa begitu keras.

“Kenapa? Kau takut?” Kyuhyun menggoda

“Yasudah biar aku kembali sendiri saja” eunbi kesal. Untuk apa Kyuhyun bertanya seperti itu jika dia sudah tahu eunbi ketakutan sekarang.

Baru saja eunbi berbalik  hendak pergi,kali ini kyuhyun menahannya membuat eunbi tidak jadi pergi.

“Mana boleh begitu. Kita sudah di dalam, tidak boleh kembali”

Apa eunbi konyol, batin Kyuhyun. Mereka sudah di dalam sekarang jadi mana bisa mereka kembali.

Eunbi hanya diam dengan mata yang terus mengedar, sepertinya gadis itu sedang memikirkan kata-kata kyuhyun antara membenarkan itu dan juga memikirkan bagaimana caranya menghadapi rumah hantu ini, baru saja mereka masuk eunbi sudah merinding bagaimana dia bisa melangkah lebih  dalam lagi ke sana?

“Begini saja, kau bisa menutup matamu jika kau takut” Kyuhyun mencoba memberikan sebuah saran.

“Pegang tanganku”

Eunbi menatap ragu Kyuhyun.

“Kau tidak akan terjatuh saat kau menutup matamu nanti”

Kyuhyun menjelaskan, dia tidak ingin dikira mengambil kesempatan dalam kesempitan. Dan dia juga tidak ingin diteriaki eunbi sebagai pria brengsek lagi.

 

Akhirnya eunbi memegang juga tangan Kyuhyun, tidak. Bukan memegang tapi memeluk lengan Kyuhyun, sepertinya eunbi benar-benar takut.

Benar saja, eunbi hanya menutup matanya sambil mendengarkan instruksi dari Kyuhyun.

“Awas. Ada dua anak tangga di depan”

Kyuhyun memberitahu, diam-diam Kyuhyun tersenyum sambil terus memperhatikan eunbi dan jalan di depan bergantian.

“Ah!” Eunbi berteriak kaget, saat tiba-tiba ada suara yang sangat besar. Eunbi semakin mengeratkan pelukan tangannya pada Kyuhyun. Dia tidak peduli kalau tanpa sengaja dia mencekeram begitu kuat.

 

Eunbi perlahan membuka matanya saat Kyuhyun mengatakan kalau mereka sudah berada di luar.

“Syukurlah” eunbi mengelus dadanya lega.

“Oh maaf” lanjutnya

Buru-buru eunbi melepaskan tangannya dan menatap kyuhyun canggung. Ini pasti memalukan, batinnya. Dia yang mengajak Kyuhyun masuk ke dalam tapi dia seperti anak kecil di dalam.

“Tidak apa-apa. Kau sangat kuat memelukku tadi” lagi-lagi Kyuhyun menggoda dan mendapatkan tatapan membunuh dari eunbi.

“Kau puas menggodaku tuan Cho?”

Tanpa menunggu jawaban Kyuhyun, eunbi menghentakkan kakinya dan segera melangkah pergi.

***

Kyuhyun menghampiri eunbi yang duduk dengan wajah di tekuk.

Apa dia marah? Sepertinya aku sedikit keterlaluan tadi.

Suara decitan bangku taman menandakan dia sedang menerima sebuah beban. Eunbi tidak menoleh, dia tetap acuh.

“Kau benar-benar marah?” Kyuhyun bertanya meminta perhatian.

“Tidak.aku hanya kesal saja”

“Memangnya apa bedanya?”

“Beda”

Kyuhyun menghembuskan nafasnya, sepertinya dia harus mencari cara untuk membujuk eunbi.

“Tunggu disini. Aku akan pergi sebentar”

 

Eunbi mengedarkan pandangannya mencoba mencari keberadaan kyuhyun, tapi nihil.

“ah sudahlah” akhirnya eunbi memilih pergi,  dia sudah tidak tahan.  Dia ingin ke toilet.

 

Kyuhyun kebingungan mencari eunbi. Tangannya sibuk memegangi dua buah ice cream.

“kemana dia pergi? Bukankah aku sudah bilang untuk tetap disini? ”

Buru-buru kyuhyun memindahkan ice cream di tangan kanannya ke tangan sebelah kiri dan mengambil ponsel di saku celananya.

 

Eunbi sudah selesai  dengan urusannya,  dia berniat segera menghampiri  kyuhyun tapi dia mengurungkan niatnya. Eunbi berdiri mematung menatap punggung kyuhyun yang tengah sibuk menelepon.  Getaran ponselnya menyadarkan eunbi kalau pria itu tengah meneleponnya tapi eunbi mengabaikannya.  Entah kenapa saat ini dia hanya ingin menikmati pemandangan kyuhyun. Beberapa memori tentang pria itu tiba-tiba melintas di kepalanya.

Dengan perlaham eunbi mendekati kyuhyun.

Pria itu berjingkat kaget saat tiba-tiba ada yang memegang kemeja nya dari belakang.

“maafkan aku untuk semua kebohongan yang telah kulakukan, terima kasih karena kau selalu berada di sampingku tanpa aku sadari. Aku tahu pengakuan ini sudah pernah aku lakukan,  tapi sekali lagi aku ingin mengatakan padamu kalau aku benar-benar mencintaimu dan akan selalu seperti itu.  Aku berharap suatu saat kita bisa bertemu lagi,  dan saat hari itu tiba aku tidak akan lagi bersembunyi pada identitas orang lain. Aku ingin kau tetap mencintaiku sampai saat itu tiba. ”

“jangan berbalik” kata eunbi memerintah saat tahu kyuhyun akan berbalik.

Kyuhyun diam, dia tahu kalau orang yang berada di belakangnya itu adalah Eunbi,  gadis yang dari tadi dia khawatirkan . Perasaannya menjadi aneh mendengar setiap pengakuan yang eunbi lakukan.  Maaf, terima kasih dan aku mencintaimu.  Tiga kata itu mampu membuat hati kyuhyun bergetar.

“aku akan sangat malu jika kau berbalik” eunbi menjelaskan.  Sejujurnya eunbi tidak tahu kenapa dia tiba-tiba mengatakan hal ini bahkan dia sampai menangis.  Ya ampun! Apakah perpisahannya dengan kyuhyun akan menyedihkan seperti ini.

Kyuhyun berbalik juga, mengabaikan perintah eunbi.  Gadis itu tidak memberontak dia hanya menunduk seperti menahan laju air matanya agar tidak menetes, meredam suara tangisnya sebisa mungkin.

Dengan sebelah tangan memegangi ice cream dan sebelah tangan memegang ponsel, kyuhyun mencoba merengkuh eunbi dalam pelukannya.

Eunbi menyerah, dia menagis dalam pelukan kyuhyun.

“aku akan menunggu saat kita bertemu lagi, dan buat aku jatuh cinta lagi pada saat itu. ”

Eunbi membalas pelukan kyuhyun mencekeram kemeja pria itu sampai membuatnya sedikit kusut dan basah oleh air matanya.

Mungkin mereka memang bodoh,  atau mungkin kyuhyun yang bodoh karena membiarkan perasaan mereka yang jelas-jelas terbalaskan satu sama lain.  Membiarkan eunbi pergi sebentar lagi. Kyuhyun bahkan tidak tahu apa yang dia lakukan sekarang, tidak mencegah cintanya pergi.  Tapi ini keputusan mereka berdua kalau suatu saat mereka akan bertemu lagi tanpa ada kebohongam yang menjadi pembatas diantara rasa cinta itu.

TBC

AUTHOR’S NOTE: 18 again uda mendekati end ya, ditunggu part selanjutnya  🙂

sebelumnya author mau ngasih tau kalau untuk part selanjutnya kemungkinan bakal di password.

oke, bagi yang uda baca jangan lupa RCL 🙂 🙂

18 AGAIN [PART 9]

18 AGAIN PART 9

HAPPY READING 🙂

JANGAN LUPA TINGGALKAN KOMENTAR KALIAN DI PART INI 🙂

 

 

Eunbi merapatkan selimutnya,  menariknya sampai menutupi kepala.  Cahaya matahari yang berhasil masuk lewat celah jendela mengganggu tidur nyenyaknya.  Eunbi tidak ingin bangun, gadis itu terlalu menikmati ranjang yang terasa sangat nyaman, sama persis dengan ranjang di rumahnya. Ranjang dirumahnya? Eunbi membuka matanya tiba-tiba,  membuat rasa pening di kepalanya semakin berdenyut.  Samar-samar dia mendengar perbincangan dua orang pria.  Pria? Sejurus kemudian eunbi membuka selimut yang menutupi hampir seluruh tubuhnya. Dia langsung duduk tegap, dengan mata yang terus meneliti setiap inchi ruangan ini. Ini bukan kamarnya, dan ini juga bukan kamar asramanya. Lalu ini dimana?

Suara pintu tertutup yang disusul suara derap langkah yang mendekat membuat eunbi mengantisipasi sesuatu.

Kyuhyun berjingkat kaget saat matanya menangkap eunbi sudah duduk di atas tempat tidur dengan rambut berantakan khas orang baru tidur,  dan tatapan kebingungan. Kyuhyun mendekat dan meletakkan nampan yang berisi sarapan di atas nakas sebelah tempat tidur.  Eunbi hanya melihat apapun yang dilakukan kyuhyun tanpa berniat menanyakan apa yang sedang terjadi. Kesadaran dan kecerdasan otaknya belum sepenuhnya kembali.

Tapi dia dimana sekarang? Dengan  kyuhyun disebuah kamar hanya berdua?

Mata eunbi membulat dan menatap kyuhyun menghakimi. Pria itu berdiri di samping eunbi dengan kedua tangan yang dimasukkan ke dalam kantong celananya.  Sialan! Kenapa dia terlihat tampan pagi-pagi begini? Ya ampun! Eunbi bahkan sempat lupa bagaimana caranya bernafas sampai suara kyuhyun menyadarkannya.

“kau sudah bangun? “kyuhyun bertanya begitu lembut nyaris menghilangkan rasa kesal eunbi.

” aku dimana? Dan apa yang kau lakukan padaku? “eunbi bertanya seperti menjadikan  kyuhyun biang dari permasalahan ini.

Eunbi sibuk mengamati penampilannya,  melihat tubuhnya yang setengah tertutupi selimut. Dia akhirnya bernafas lega karena setidaknya dia masih memakai pakain saat ini. Tapi seragam sekolah? Kenapa seragam sekolah? Eunbi bingung sendiri. Perlahan dia mencoba mengingat apa yang terjadi kemarin. Lama dia sibuk dengan pikirannya dan kyuhyun sabar menanti gadis itu mengingat sedikit saja kejadian tadi malam. Tapi eunbi masih saja bungkam. Sepertinya, dia tidak mengingat apapun.  Batin kyuhyun.

“kau mabuk tadi malam. Apa kau tidak ingat? ” kyuhyun mencoba membantu eunbi mengingatnya. Ya,  dia tidak ingin disebut penjahat karena membawa eunbi ke hotel dan berakhir mendekam di penjara. Bukannya mengingatnya eunbi malah menatap kyuhyun menuntut penjelasan.

Mabuk? Aku mabuk?

Ah! Eunbi bisa gila memikirkannya.  Inilah hal yang selalu eunbi sesalkan kalau terlalu banyak minum,  dia bahkan tidak ingat apa yang terjadi.

Kyuhyun memutar bola matanya malas. Mulutnya akan berbusa jika menceritakan apa saja yang terjadi tadi malam. Menceritakan apa saja yang dikatakan gadis itu,  memakinya sebagai pria brengsek, dan kemudian menciumnya.

Tiba-tiba kyuhyun berdehem karena mengingat hal itu,  dia jadi gugup.

“makanlah sarapanmu dan itu obat untuk menghilangkan efek mabukmu”

Setelah itu kyuhyun menjauh dari eunbi,  duduk di sofa dan menarik koran dari atas meja. Dan eunbi,  gadis itu bahkan tidak mengingat apapun. Dia tidak tahu harus berterima kasih kepada kyuhyun karena membantunya atau memaki kyuhyun karena dia membuka matanya di tempat asing seperti ini. Yang dia ingat dia hanya sangat kesal dan langsung pergi dari sekolah dan berakhir di kedai itu pada malam hari. Ya,  mungkin kyuhyun benar kalau dia mabuk. Pikir eunbi.

Akhirnya eunbi memilih untuk memakan sarapan dan obatnya. Tapi matanya tetap mengamati kyuhyun yang tampak sangat mempesona dengan dandanan santai seperti ini, gerakannya membalik lembaran koran dengan kaki yang dia silangkan sungguh membuat eunbi hampir lupa untuk mengunyah makanannya.

Merasa diawasi,  kyuhyun menurunkan korannya.  Dan benar saja, matanya bertemu dengan mata eunbi yang langsung kelabakan, eunbi benar-benar sedang mengawasinya.

“habiskan makananmu! ” perintah kyuhyun yang hanya mendapat anggukan dari eunbi. Eunbi tidak berani mengangkat kepalanya karena malu. Ah! Kyuhyun baru saja memergokinya. Itu memalukan!

**

Setelah selesai dengan sarapannya kyuhyun langsung mengajak eunbi pulang.

Mata eunbi berkeliling mencoba memahami dimana dia berada. Hotel? Eunbi memekik dalam hati. Kyuhyun membawanya ke hotel? Dia berada satu kamar dengan kyuhyun semalam? Kamar hotel dalam keadaan mabuk? Astaga! Eunbi membekap mulutnya sendiri karena kesimpulan yang diciptakan oleh pemikirannya.

“ayo.  Aku akan mengantarmu”

Eunbi tersadar dari lamunanya dan segera menyusul langkah kyuhyun yang sudah menjauh darinya.

**

Eunbi berkali-kali melirik kyuhyun yang sedang sibuk menyetir.  Dia bingung harus bertanya atau tidak. Ah! Dia bingung harus bagaimana karena tidak mengingat apapun.  Baiklah setelah ini eunbi berjanji tidak akan minum-minum lagi.

“ada apa? ”

Sadar dengan sikap eunbi yang seperti ingin menanyakan sesuatu,  kyuhyun mulai membuka perbincangan.

Eunbi menoleh kepada kyuhyun begitu cepat. Apa kyuhyun bisa membaca pikirannya? Kenapa dia bisa tahu kalau eunbi ingin bertanya?

” itu-itu. Kenapa soesangnim membawaku ke hotel? Tidak, maksudku kita tidak.  Aku-”

Eunbi bingung sendiri dengan pertanyaannya.  Ya ampun,  banyak sekali yang ingin eunbi tanyakan. Tapi dia seolah bingung harus memulai dari mana.

“jadi kau ingin aku membawamu ke asrama dan dihukum? Atau kau ingin aku membawamu ke rumahku? Dengan ayah dan ibuku di rumah? ”

” tidak”

Sahut eunbi cepat.  Tentu saja kyuhyun tidak mungkin membawanya ke asrama. Eunbi mungkin tidak hanya akan mendapat skors tapi langsung dikeluarkan dari sekolah. Dan pulang ke rumah kyuhyun?  Apa dia ingin digantung ayahnya karena pulang ke rumah pria dalam keadaan mabuk? Ah!  Kalau mengingat mereka berdua bermalam di hotel,  ayahnya juga pasti akan menggantungnya jika tahu.

“dan kau jangan khawatir. Aku hanya membaringkanmu di tempat tidur tanpa melakukan apapun.  Jika itu yang ingin kau tanyakan”

Eunbi terdiam.  Dia jadi malu sempat berfikir kalau kyuhyun mungkin melakukan hal yang tidak benar di tengah keadaannya yang seperti itu. Atau hanya eunbi saja yang berfikir terlalu jauh. Mana mungkin kyuhyun melakukan hal itu,  jika dia kemarin terang-terangan sudah menolak eunbi. Mengingat itu, lagi-lagi membuat hatinya sakit dan sedih. Kalau seperti ini dia ingin kembali mabuk dan melupakannya.

***

Eunbi memasukkan seragamnya ke dalam keranjang baju kotor setelah mengganti dengan seragam yang lain.

“ah.  Memangnya berapa banyak yang aku minum” eunbi mengeluh dengan bau seragamnya yang penuh dengan bau alkohol. Dia sudah tampak seperti pecandu saja kalau seperti ini.  Dan apakah kyuhyun mencium bau alkohol itu? Tentu saja.  Dia pasti menciumnya.  Pikir eunbi.  Sial! Image nya pasti sangat buruk di depan pria itu. Habis sudah harga dirinya. Dan eunbi seperti sudah tidak punya muka untuk menghadapi kyuhyun di sekolah.

Eunbi berjalan malas menuju ruang kelas. Tapi dia seperti sedang berada di tengah red carpet dengan dirinya sebagai pusat perhatian. Dia menangkap anak-anak yang jelas memandangnya dengan pandangan meremehkan seperti tidak suka.

Apakah aku masih bau alkohol?  Aku bahkan sudah mandi.

Eunbi membaui tubuhnya sendiri,  takut jika dia tidak membasuh tubuhnya dengan benar. Tapi dia tidak mencium apapun selain bau bunga mawar yang menyeruak dari tubuhnya. Lalu apa yang salah?

Eunbi berjalan tidak nyaman saat tatapan-tatapan itu tidak lepas darinya. Dia seperti sedang dihakimi.  Entah karena apa.

Tiba-tiba ada yang menyentuh lengannya saat eunbi masih memikirkan setiap kemungkinan yang bisa terjadi.

Na mi tiba-tiba menghampiri eunbi dan merangkul tangannya.  Ekspresi gadis itu seperti sedang khawatir dan panik.

“ada apa? ” tanya eunbi tidak mengerti.

” ikutlah denganku”

Eunbi hanya menurut, mengikuti na mi yang membawanya ke taman belakang sekolah. Ada begitu banyak hal yang sepertinya sedang eunbi lewatkan. Dia bahkan belum bisa mengingat apa yang terjadi kemarin dan sekarang seolah ada sesuatu yang besar telah terjadi. Tiba-tiba eunbi menjadi gugup dengan sesuatu yang belum dia ketahui.

“kau kemana saja tadi malam?.  Aku khawatir kepadamu ” tanya na mi setelah mereka sudah duduk di bangku taman.

” aku-aku hanya” eunbi bingung menjelaskan apa yang terjadi pada gadis ini.  Penjelasan seperti apa yang harus eunbi katakan. ‘aku sangat frustasi dan pergi minum’ itu bukanlah penjelasan yang tepat untuk anak sma bukan?

“sudahlah.  Jelaskan itu nanti.  Tapi ini.  Kau harus tahu”

Na mi menyerahkan ponselnya kepada eunbi, membuat eunbi untuk kesekian kalinya ingin berteriak ‘apa yang sedang terjadi’.

Tapi belum sempat dia bertanya,  matanya langsung membulat saat melihat apa yang ditunjukkan na mi padanya.  Eunbi berulang kali mengedipkan matanya berusaha meyakinkan kalau itu adalah sebuah ilusi. Tapi ini semua nyata. Tangannya tanpa sadar mengeser layar ponsel itu,  melihat foto lain yang ada disana.  Fotonya dengan kyuhyun. Ya ampun! Eunbi bahkan tidak tahu kapan itu terjadi.  Dan foto itu-foto saat dia dan kyuhyun berciuman.

“semua orang sudah tahu tentang itu.  Semuanya menyebar dengan cepat tadi pagi dan aku tidak yakin kalau para guru tidak mengetahuinya.  Bahkan ada yang menempel foto itu di mading sekolah” jelas na mi.  Gadis itu bahkan hampir menjatuhkan ponselnya tadi saat foto itu dikirim di group kelasnya.

Eunbi lemas. Dia tidak bisa memikirkan apapun. Kenapa seolah tidak ada yang mulus dalam kehidupannya sekarang.  Apa ini kesalahan karena kembali pada masa sma? Apa dia tidak bisa mewujudkan satu hal yang membahagiakan dengan mudah di sini? Semuanya terasa sulit.

Eunbi diam dan membuat na mi juga terdiam. Gadis itu bingung harus bagaimana. Menghibur eunbi? Mengatakan pada gadis itu kalau ini bukan masalah? Atau memakinya karena berkencan dengan gurunya?

“aku tahu kau punya alasan untuk ini” akhirnya na mi memilih tidak mencampuri urusan eunbi. Dia tidak akan menuntut penjelasan tentang apa yang sebenarnya terjadi.

***

Kyuhyun merobek semua foto itu kasar dihadapan semua murid yang terlihat ngeri dengan sikap kasar kyuhyun.  Pria itu merobek semua foto yang tertempel hampir di semua sudut sekolah dan membuangnya kasar masuk ke dalam tempat sampah. Semua murid memperhatikan dalam diam,  tidak ada yang berani berucap atau mendekat. Tapi mereka terus mengawasi kyuhyun dan membicarakannya setelah pria itu pergi.

Sialan! Siapa yang melakukan ini? Kalau aku tahu aku tidak akan melepaskannya!

Kyuhyun terus memaki dan merobek foto yang tertempel di mading.

Dia berbalik hendak pergi tapi kemudian dia tertahan. Tertahan oleh tatapan eunbi yang berdiri 5 meter di depannya. Kyuhyun tidak tahu tatapan seperti apa itu,  dia tidak bisa mendeskripsikannya. Tapi tatapan itu tidak seceriah biasanya.

Kyuhyun memutus kontak mata mereka.

“cepat masuk ke kelas kalian! ” perintah kyuhyun pada semua murid yang sedari tadi memerhatikannya,  bahkan semua orang melihat bagaiman kyuhyun dan eunbi saling menatap tadi.  Semua orang mencibir tapi pergi juga masuk ke dalam kelas.

**

Saat semua orang mulai membubarkan diri, eunbi tetap di tempatnya memperhatikan kyuhyun. Dan setelah mengumpulkan keberaniannya gadis itu menghampiri kyuhyun. Mengajaknya untuk bicara,  tapi tentu bukan disini. Bukan di lorong seperti ini, tempat yang bisa dilihat oleh siapapun.

Kyuhyun tidak tahu apa yang ingin eunbi katakan, tapi dia menurut.  Ya, memang mereka harus bicara. Pikirnya. Dan disinilah mereka, atap sekolah. Eunbi tidak yakin tempat ini aman,  tapi eunbi tidak akan membawa kyuhyun ke gudang tempat yang membuatnya sakit hati. Tidak.  Eunbi tidak mau mengingat kejadian itu. Tadi pagi,  dia sudah bertekad melupakan masalahnya dengan kyuhyun, mencoba melupakan kenangan yang pernah dia lalui bersama pria itu.  Tapi kenapa seolah Tuhan mengejeknya dengan membawa masalah seperti ini.  Membuatnya terlibat kembali dengan kyuhyun.

“soesangnim mianhae” eunbi tiba-tiba membungkuk meminta maaf. Entah minta maaf untuk apa, eunbi juga tidak yakin. Tapi dia tahu kalau semua itu gara-garanya.  Kalau saja dia tidak mabuk maka hal itu tidak terjadi, dan eunbi kembali kesal karena tidak mengingat tentang kejadian itu. Siapa yang mencium terlebih dahulu.  Kyuhyun atau eunbi? Tapi satu yang eunbi yakini bahwa kalau dia tidak keluar untuk minum maka hal ini tidak pernah terjadi.

“kau minta maaf untuk apa? Aku tahu bukan kau yang menyebarkannya. Kita sama-sama korban, jadi kau tidak perlu minta maaf”

Kyuhyun menjelaskan. Dia sedikit tidak mengerti dengan jalan pikiran eunbi.  Gadis itu meminta maaf untuk kesalahan yang tidak dia lakukan.  Kecuali eunbi sudah mengingat kalau eunbi lah yang menciumnya terlebih dulu.

“aku pasti sudah membuat soesangnim kesulitan karena foto itu”

Kyuhyun melipat tangannya di depan dada, dan melihat eunbi begitu tenang.  Seolah kyuhyun ingin menunjukkan bahwa itu bukan masalah untuknya. Rasa marah yang tadi sempat merasukinya tiba-tiba lenyap saat berhadapan dengan gadis ini. Tiba-tiba kyuhyun ingin memberikan eunbi sebuah ketenangan. Ingin rasanya dia berkata ‘kau tidak perlu khawatir. Biarkan mereka tahu tentang kita’. Ya, andai kyuhyun bisa mengatakan itu. Tapi kyuhyun bahkan tidak memberi eunbi sebuah hubungan yang jelas diantara mereka.

“jadi kau sudah ingat kalau kau menciumku terlebih dulu? ” kyuhyun menggoda membuat atmosfir yang tadi sempat serius berubah sedikit santai. Tapi tidak untuk eunbi,  gadis itu seperti baru saja mendapat sengatan dari beberapa juta volt listrik. Bahkan mulutnya sedikit terbuka dengan mata yang melebar.

Aku menciumnya?

Aku menciumnya?

Eunbi mengulang kalimat itu diotaknya.  Ini gila.  Pikirnya. Apa dia semabuk itu sampai mencium kyuhyun terlebih dahulu.

“ya. Dan aku cukup menikmati itu”

Oh astaga. Mulut pria ini.  Sejak kapan kyuhyun seperti ini.  Eunbi bahkan tidak bisa menelan ludahnya karena terkejut. Dia sedang membicarakan hal seperti itu dengan eunbi yang bahkan tidak tahu apa yang dilakukannya tadi malam.

“jadi jangan kau pikirkan masalah ini. Aku tahu lambat laun mereka akan melupakannya seperti gosip ku tentang penyuka sesama jenis. Well, dengan ini gosip itu terpatahkan”

Kyuhyun mencoba menenangkan. Bahkan dirinya tidak yakin apa yang baru saja dia lakukan. Menenangkan eunbi? Ck. Kyuhyun bahkan masih ingat kalau dia meminta eunbi untuk hidup seperti seorang guru dan murid.  Lalu bagaimana dia bisa bersikap seperti ini? Kadang memberi angin surga kadang neraka.

Eunbi bahkan sempat berfikir kalau pria yang berdiri di depannya bukanlah cho kyuhyun yang biasanya. Lalu siapa? Cho kyuhyun yang lain? Mustahil.

Hari ini kyuhyun hanya mengikuti hatinya saja. Dia terlalu tidak tega melihat eunbi yang menekuk wajahnya sedih. Cukup tadi malam kyuhyun melihat eunbi sangat hancur. Meskipun kyuhyun tidak bisa menghilangkan fakta kalau dia penyebabnya.

***

“siapa namanya? ” tuan hwang bertanya sambil memperhatikan setiap jepretan foto di atas mejanya.

” cho kyuhyun” jawab orang yang sepertinya anak buah tuan hwang yang diperintahkan untuk mematai-matai anaknya.

“cho kyuhyun? ” kim ahjushi yang berdiri di samping anak buah tuan hwang itu tiba-tiba menyela pembicaraan kedua orang ini. Dia tiba-tiba penasaran dengan hasil jepretan orang itu. Dia sedikit memajukan tubuhnya untuk melihat lebih jelas. Tapi belum sempat dia memperjelas pandangannya tuan hwang tiba-tiba bertanya, membuat kim ahjushi kembali memposisikan tubuhnya dengan benar.

“kau mengenalnya? ”

” itu-itu aku pernah bertemu dengannya saat di rumah sakit. Dia wali kelas nona”

Tuan hwang tampak berfikir, pantas saja dia tidak asing dengan pria ini.  Pikirnya. Beberapa kali tuan hwang sempat melihat gambar cho kyuhyun di setiap jepretan anak buahnya saat mematai-matai eunbi.

“jadi dia cukup dekat dengan putriku. Menemaninya saat eunbi mabuk ,  menciumnya,  membawanya ke hotel dan mengantarnya kembali ke sekolah” tuan hwang menggeram di setiap katanya.  Rasanya dia ingin mencekik orang itu saat ini juga. Jadi orang tua mana yang akan tetap berfikir poitif saat anak gadisnya dibawa pergi ke hotel dalam keadaan mabuk?  Bahkan tuan hwang tidak tahu kalau anaknya bisa meneguk minuman beralkohol itu sampai mabuk tidak karuan.

Kim ahjushi menengang. Ya ampun.  Dia takut sekali kalau tuan hwang akan memukulnya karena menjerumuskan eunbi seperti itu. Telinganya tidak salah dengar bukan kalau nona mudanya baru saja mabuk, berciuman dan pergi ke hotel bersama cho kyuhyun. Aish. Kim ahjushi pasti akan langsung memaki eunbi karena bertindak ceroboh.

Kalau saja tuan hwang tidak mendengarkan kim ahjushi maka dia akan langsug menyeret eunbi pulang. Tapi setelah dia merenungkannya apa yang dikatakan kim ahjushi benar juga. Kalau dia sesekali harus membiarkan eunbi menikmati hidupnya. Biarlah eunbi menikmati waktu yang kurang satu bulan ini tapi setelah itu hwang tae joo akan mengembalikan eunbi sebagai hwang eunbi anak hwang tae joo.

“cari tahu tentangnya” perintah tuan hwang pada anak buahnya yang sekarang mengangguk mengerti.

***

Ini hari kedua gosip itu beredar, dan belum juga mereda. Eunbi sudah siap dengan segala konsekuensinya.  Jika dia harus dikeluarkan, maka tak apa.  Mungkin inilah akhir dari 18 again nya. Semua orang membicarakannya secara terang-terangan,  menyindirnya didepan wajahnya. Gurunya bahkan teman-temannya. Belum ada panggilan dari kepala sekolah tentang kasus ini,  dan eunbi yakin itu karena kyuhyun.

Hanya yoojin dan na mi yang masih menemaninya,  duduk di samping gadis itu saat makan siang.  Min ho? Ck! . Laki-laki itu sekarang menjauh darinya. Dia lebih sibuk dengan Hayoung sekarang.  Baiklah,  sepertinya eunbi memang tidak perlu kecewa dengan yang satu itu.  Lagi pula dia hanya menganggap min ho teman satu kelasnya tidak lebih. Jadi eunbi tidak punya alasan untuk kesal pada laki-laki itu.

Eunbi mencoba mengalihkan pikirannya dengan mendengarkan setiap kata yang dijelaskan oleh guru di depan. Tapi dia gagal.

“eunbi ah.” yoojin menyenggol eunbi.  Ah. Rupanya sedari tadi eunbi sedang melamun.

“kenapa? ”

Yoojin melipat kedua tangannya dan menatap eunbi prihatin. Gadis ini bahkan tidak sadar kalau kelas sudah bubar beberapa menit yang lalu.

” kau ingin tetap disini atau makan siang? ”

” eh?” eunbi lalu mengedarkan matanya.  Benar, hampir semua murid sudah pergi dan eunbi bahkan tidak sadar kapan guru tadi memberi salam dan pergi.

“kau benar-benar melamun rupanya. Dan aku yakin kalau kau tidak mendengarkan pria brengsek tadi”

Pria brengsek?

” apa kau bilang? ”

” kau melamun”

Eunbi menggeleng.

“bukan- bukan. Kau bilang pria apa tadi? ”

” oh itu.  Pria brengsek” yoojin mengulang kalimatnya begitu fasih.

“kau tidak tahu apa yang dilalukan pria itu.  Dia memberi kita banyak tugas yang bah-”

Brak

Eunbi tiba-tiba berdiri dan berlari pergi, begitu tiba-tiba sampai membuat kursi yang di dudukinya nyaris terjengkal ke belakang.

“eunbi ah. Kau mau kemana? Eunbi ah? ” yoojin berteriak tapi yang dipanggil bahkan tidak menoleh sedikit pun.

” ada apa dengannya? ” yoojin dibuat bingung sendiri.

” dia bertingkah seperti sedang terjadi sesuatu yang besar seperti gempa bumi”

“atau jangan-jangan memang ada sesuatu yang besar? ”

**

Eunbi berjalan tidak sabar, dia ingin cepat bertemu dengan kyuhyun. Eunbi tampak marah. Sebenarnya dia baru saja mengingat apa yang terjadi saat dia mabuk.  Terima kasih pada yoojin yang membantunya mengingat.  Saat yoojin mengatakan ‘pria brengsek’ perlahan memori eunbi terbuka.  Baiklah dia bersalah karena memaki kyuhyun sebagai pria brengsek waktu itu.  Tapi bukan ini yang ingin eunbi bahas sekarang.

Langkah kakinya yang memburu terhenti saat matanya menangkap kyuhyun yang sedang berjalan ke arahnya.  Sepertinya pria itu baru saja selesai mengajar. Eunbi kembali merajut langkahnya.  Dan berhenti di hadapan kyuhyun.

Kyuhyun mengerutkan keningnya bingung, jalannya dihalangi oleh gadis yang berdiri satu meter di depannya.

“kau sudah tahu kan? “eunbi langsung menodong kyuhyun dengan pertanyaannya.  Bahkan eunbi tidak peduli jika ada anak yang mendengarnya mengingat mereka sedang berdiri di lorong sekolah.

” apa? ”

” tentang aku. Kau sudah tahukan? Kenapa? Kenapa kau diam saja? Aku-”

Sadar dengan apa yang eunbi maksud,  kyuhyun langsung menarik eunbi menjauh dari sedikit keramaian tanpa sempat eunbi menyelesaikan kalimatnya. Apa gadis ini bodoh? Ingin membongkar identitasnya disini?  Maki kyuhyun dalam hati.

Disinilah kyuhyun membawa eunbi,  gudang sekolah tempat biasa kyuhyun memainkan piano.

“lepaskan! ” eunbi menghempaskan begitu saja tangan kyuhyun yang memegang pergelangannya.

Kyuhyun hanya menghela nafasnya tidak berniat berbicara.

” kenapa kau diam saja? Kau sudah tahu kan? Kau hanya pura-pura tidak tahu selama ini?”

“iya aku sudah tahu. “jawab kyuhyun jelas. Dan jawaban itu membuat eunbi terdiam, dia ingat saat eunbi mabuk pria itu bilang kalau dia tidak terkejut dengan fakta kalau eunbi adalah anak hwang tae joo.  Tapi dalam hatinya dia tetap berharap kalau itu hanya sebuah halusinasinya saat mabuk.

“kenapa? Kenapa kau diam saja? ” tanya eunbi dengan suara yang tidak sekeras tadi.

” apa yang kau harapkan? Meneriakimu pembohong atau menyeretmu kembali pada ayahmu? ”

Ini bukan jawaban.  Kenapa kyuhuun sering menjawab pertanyaan eunbi dengan pilihan-pilihan seperti itu.  Membuat frustasi!.

” sejak kapan. Sejak kapan kau tahu? ”

Eunbi bahkan tidak menggunakan kata panggilan seperti soesangnim lagi kepada cho kyuhyun.

” saat kau masuk rumah sakit. Dan aku tanpa sengaja mendengar pembicaraanmu dengan orang yang kau akui sebagai ayah. Saat kalian berbicara dengan sebutan nona dan ahjushi. Dan saat kalian akhirnya mengatakan nama hwang tae joo. ”

” aku mencari tahu dan aku mendapati fakta kalau kau ternyata anak dari hwang tae joo,  pemilik perusahaan besar”

Eunbi lagi-lagi terdiam dengan jawaban kyuhyun. Dia sudah tahu sejak saat itu? tapi kenapa dia diam saja?

Saat mereka berdua sibuk dengan pikiran mereka masing-masing seorang gadis membekap mulutnya dengan kedua telapak tangannya.  Jantungnya masih terlalu terkejut dengan satu fakta baru yang dia dapatkan. Eunbi anak hwang tae joo? .  Baiklah mungkin ada beberapa nama dengan  nama itu, tapi dia yakin hanya satu hwang tae joo yang punya perusahaan besar. Dan dia harus mencari tahu untuk itu.

Eunbi tidak bisa berkata-kata.  Dia bahkan bingung dengan perasaannya .  Dia harus berterima kasih karena kyuhyun tidak membongkarnya atau memarahi kyuhyun karena dia pura-pura tidak tahu?. Tapi apa hak eunbi marah pada kyuhyun yang pura-pura tidak tahu ? Bukankah gadis itu sendiri yang menutupi identitasnya? Jadi bukankah hal bagus jika orang yang sudah tahu kebenaran itu tetap bungkam?

“kau kecewa padaku atau kau marah padaku? ”

” aku bahkan tidak yakin kenapa aku menutupi fakta ini. Aku hanya ingin mendengar alasanmu sebelum aku memutuskan apakah aku harus marah padamu, atau tidak. Tapi yang pasti aku tidak suka kebohongan”

” kau hanya ingin tahu alasanku? Itu kenapa kau tidak mengatakannya? ”

Eunbi menatap kyuhyun sendu. Dia harus menjelaskan ini dari mana?

” baiklah akan aku jelaskan. Mungkin aku gila.  Tapi inilah salah satu impianku merasakan masa SMA seindah mungkin, aku tidak punya kesempatan pada SMA dulu. Kau tahu hidup sebagai hwang eunbi anak hwang tae joo tidak membuatku memiliki banyak pilihan dalam hidup”

“aku hanya ingin merasakan sedikit kebebasan dan menjalankan kehidupan sesuai keinginanku.  Bukan ayah atau ibuku. ”

Akhirnya eunbi mengatakannya juga.  Impian terbesar dalam hidupnya. Dan eunbi tidak yakin kalau kyuhyun akan mengerti tentang ini.

Hanya sesederhana itu,  sangat sederhana alasan yang eunbi punya untuk memulai kehidupan SMA nya lagi.

” aku tidak tahu apakah keputusanku untuk pura-pura tidak tahu adalah benar atau salah sebelumnya. Tapi sekarang aku tahu, itu keputusan yang benar karena kau bisa terus menikmati impianmu”

“kau pasti membenciku karena aku membohongimu? ” eunbi menebak.

” aku sudah bilang sebelumnya kalau aku tidak suka kebohongan. “kyuhyun menegaskan kembali kata-katanya.

” lalu kenapa kau diam? ”

Ya, kenapa kyuhyun diam? Kenapa pria itu tidak bisa bersikap seperti biasanya saat tahu dirinya ditipu seperti ini?

” aku hanya takut kehilanganmu” kata kyuhyun tanpa sadar. Biarlah eunbi tahu isi hatinya hari ini. Kyuhyun sudah tidak yakin bisa menanggungnya sendiri.

“apa? ”

” aku mencintaimu.  Mencintaimu hwang eunbi,  aku tidak tahu sejak kapan perasaan ini mulai muncul tapi aku tahu kalau aku sangat takut kehilanganmu”

Lagi-lagi eunbi terdiam,  dia tidak bisa berkata-kata lagi.  Apakah itu tadi adalah pengakuan cinta kyuhyun?

” lalu kenapa kau menginginkan hubungan kita hanya sebatas guru dan murid?” eunbi tersenyum miris. Dia tidak tahu dia harus senang dengan kenyataan ini atau marah pada kyuhyun karena tidak memberinya kepastian.

” hubungan yang diawali dengan kebohongan tidaklah bagus. Aku hanya ingin mencintai seseorang dengan segala kenyataan dalam dirinya. ” kyuhyun menjelaskan.  Ya, itu memang benar.  Kepercayaan dan saling terbuka adalah awal dari hubungan yang baik,  tapi saat kebohongan menjadi bumbu didalamnya apakah hubungan yang disebut cinta itu akan tetap baik? Sadar atau tidak kepercayaan kyuhyun pada eunbi sedikit melemah.

” lalu bagaimana kalau aku mengatakan aku juga mencintaimu”

“aku sudah tahu”

Eunbi tercengang.  Kapan dia mengataknnya? Apa saat dia mabuk? Tidak.  Dia sudah ingat semuanya dan eunbi tidak ingat jika dia mengatakan hal itu. Lalu eunbi tersenyum mengejek.

“kau bahkan sudah tahu aku juga mencintaimu. Jadi,  apakah ada hal lain yang kau ketahui tentangku? ”

” kau tidak perlu mengatakannya karena aku selalu melihatnya dari tatapan matamu,  dari sikapmu, dari balasan yang kau berikan saat aku menciummu.

Heol!

Eunbi bahkan tidak sepandai itu dalam menganalisa.

“dan kau tetap menolakku”

Akhirnya eunbi menyimpulkan.  Tentu saja.  Itu kesimpulannya.

“aku ingin jatuh cinta pada dirimu yang sebenarnya . ”

Kalimat itu cukup membuat eunbi terkejut. Dia tidak tahu kalau kyuhyun memiliki sikap lembut seperti ini.  Eunbi sudah mengerti kenapa pria ini hanya diam dan pura-pura tidak tahu. Yang dia inginkan hanya sebuah kebanaran,  kebenaran yang keluar dari mulut eunbi sendiri tanpa ada yang disembunyikan lagi. Hwang eunbi seorang murid SMA dengan hwang eunbi pewaris HG group adalah sama,  tapi kyuhyun benar. Hubungan ini akan lebih indah dan lebih baik jika tidak ada kebohongan yang terselip.

Sekarang eunbi sadar kalau dia telah mengecewakan pria itu. Tapi Eunbi lega karena kyuhyun tidak membencinya,  satu fakta yang eunbi tahu kalau pria itu juga mencintainya.  Dan eunbi berjanji akan membuat cho kyuhyun jatuh cinta lagi kepada hwang eunbi tanpa adanya kebohongan lagi.

Seperti ada batu yang terangkat dari dadanya, ini sangat jauh lebih baik.  Batin kyuhyun.  Dengan mengatakan semuanya pada eunbi,  tentang perasaannya yang terus menekan dadanya,  tentang kebimbangannya dan menghapus semua kebohongan yang sudah tercipta diantara mereka membuat dia jauh lebih bisa menghadapi eunbi nantinya.  Dia tidak perlu lagi berpura-pura tidak tahu apapun atau memendam perasaannya.

TBC

AUTHOR’S NOTES: part 9 nya sampai disini dulu ya 🙂 terima kasih untuk kalian yang sudah membaca cerita ini, jangan lupa untuk meninggalkan jejak kalian setelah membaca. TERIMA KASIH 🙂

18 AGAIN [PART 8]

HAPPY READING 🙂 JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK KALIAN.

ATI-ATI TYPO

 

18 AGAIN PART 8

Eunbi sudah bersiap di hari sabtu kali ini. Dia bukan akan pergi dengan na mi ataupun yoojin. Gadis itu akan ikut teman-teman kelompok melukisnya mengunjungi choi soesangnim yang baru melahirkan. Tidak banyak yang ikut hanya sepuluh orang dari ekstra melukis dan tentunya kyuhyun. Mengingat nama itu, Eunbi semakin semangat dan  tidak peduli kalau harus menempuh jarak seoul dan gyeonggi.

Bus sudah melaju membelah padatnya jalanan di akhir pekan. Semua nampak sangat menikmati suasana seperti ini, ya anggap saja mereka sedang berlibur bersama.

Dalam ramainya suasana dalam bus eunbi justru fokus pada satu pusat kehidupannya. Cho kyuhyun. Eunbi sangat gatal untuk berdiri dan duduk di sampingnya. Menemaninya menikmati pemandangan pinggir jalan, mengobrolkan hal-hal yang tidak penting seperti biasanya. Ah! Itu terdengar menyenangkan.

Bus mini itu berhenti di depan gang pedesaan di daerah gyeonggi. Lahan persawahan, rumah bergaya tradisional yang berjejer rapi menjadi pemandangan yang jarang ditemui di seoul. Udara yang segar memasuki rongga hidung memompa ke paru-paru.

**

“Apa kalian akan langsung pulang setelah ini?” Tanya Choi soesangnim dan yang ditanya hanya tertawa.

“Mereka datang jauh-jauh kesini hanya untuk berlibur jadi bagaimana mereka bisa pulang secepat itu” kata cho kyuhyun menjelaskan membuat Choi soesangnim tersenyum geli. Mereka tetaplah anak SMA yang lebih suka bersenang-senang dari pada mengunjungi gurunya. Ya, memangnya siapa yang tidak suka berlibur.

“Satu malam saja. Itu tidak masalah” murid laki-laki yang duduk paling ujung menimpali.

“Baiklah. Ada penginapan di dekat sini kalian bisa menginap disitu. Karena aku tidak mau bayiku menangis tengah malam karena kalian membuat onar”

Semua murid tersenyum puas. Tidak masalah kalau mereka hanya menghabiskan waktu satu malam saja, itu sudah lebih dari cukup karena cho kyuhyun tidak akan membiarkan mereka membolos sekolah di hari senin.

 

Dan disinilah mereka akhirnya, di penginapan dengan rumah bergaya tradisional seperti bangunan-bangunan di sekitarnya. Mempunyai halaman yang luas yang siap untuk mereka jadikan tempat barbeque an menikmati indahnya malam minggu. Semua peralatan sudah siap, eunbi bahkan tidak tahu dari mana mereka mendapatkan bahan-bahan dan peralatan barbeque seperti itu. Kehangatan dan keakraban diantara mereka menjadi sebuah atmofsir yang begitu menyenangkan. Suara tawa dan ejekan yang mereka lakukan menjadi pelengkap kebersamaan. Malam ini ada satu lagi hal yang harus eunbi tuliskan di dalam buku diarynya. Hal yang indah yang dia dapat di ’18 again’ nya.

Aroma sedap yang menguar dari ikan yang dibakar, asap yang mengepul dari atas panggangan, dan aroma manis dari kecap menambah keseruan dalam setiap menit di malam ini.

 

Semua orang sudah menghabiskan ikan yang mereka panggang, tapi bukan berarti mereka berhenti membuat onar malam ini. Mereka sedang memainkan sebuah permain kartu. Oh! Eunbi tidak ahli dalam hal ini tapi dia akan mencobanya.

 

Polesan tepung menyambangi hampir disetiap wajah Eunbi. Dan ini perlahan menjadi menjengkelkan saat dia masih saja menjadi bulan-bulanan teman-temannya. Sudah dia katakan dia tidak ahli dalam hal itu.

“Sudah aku tidak mau main lagi” katanya menyerah.

 

Eunbi bangkit dari duduknya, dan dia baru menyadari kalau sejak tadi dia tidak melihat kyuhyun. Pria itu pasti bosan.

 

Kyuhyun duduk di teras menatap langit. Ada hal yang mengganggu pikirannya membuat dia membutuhkan angin segar untuk menjernihkannya.

 

Suara derap langkah yang mendekat membuat lantai kayu disekitar kyuhyun seolah bergetar. Pria itu menoleh.

 

Ragu-ragu eunbi mendekat dan akhirnya dia memberanikan diri untuk duduk di samping pria itu.

“Apakah aku menganggu cho soesangnim?” Tanyanya hati-hati

“Tidak”

Dan untuk beberapa detik tidak ada lagi pembicaraan yang tercipta. Keadaan ini sedikit canggung mengingat mereka telah melakukan hal bersama beberapa hari ini. Tapi kenapa? Nngg..mungkin mereka hanya belum menemukan topik yang tepat.

 

Bosan dengan keadaan ini, eunbi memutar otaknya mencari pembahasan.

“Soesangnim. Kau sangat menyukai piano?” Tanya Eunbi kemudian.

Kyuhyun tidak langsung menjawab, pria itu seperti sedang berfikir apakah dia harus menceritakannya atau tidak.

“iya” jawabnya singkat.

“permainanmu benar-benar bagus. Ah! Kenapa tidak menjadi pianis saja, kurasa soesangnim pasti akan menjadi pianis yang terkenal”

Kyuhyun tersenyum miris. Mendengar seseorang memuji ketrampilan pianonya membuat kyuhyun teringat kembali pada mimpi dan cita-citanya. Tapi sekarang, semua itu hanya masa lalunya,  kenangannya.  Mimpi yg sampai sekarang masih mengganggu tidur malamnya.  Nyatanya khayalan yang indah tentang menjadi seorang pianis harus kyuhyun pendam dalam tidur malamnya. Keadaan yang mengharuskan dia menjadi penerus dalam bisnis yang sama sekali tidak dia minati. Saat ayahnya menganggap bahwa ‘kau tidak akan punya masa depan dengan menjadi pianis’ kyuhyun ingin menentang itu semua, setidaknya kalau dia bisa dia ingin pergi dari rumah dan mewujudkan mimpinya. Tapi dia tidak punya keberanian seperti itu, memikirkan bagaimana nanti nasib ayah dan ibunya bagaimana nasib bisnis yang telah mati-matian di bangun oleh ayahnya.  Dia merasa sangat pengecut.  Hatinya memaki dirinya sendiri.

“apa aku sebagus itu? ”

Eunbi buru-buru mengangguk, dia yakin seratus persen dengan perkataannya tadi.

” apa soesangnim tidak punya cita-cita untuk itu? ”

Kyuhyun menghembuskan nafasnya.  Matanya menatap langit hitam khas malam hari dengan cahaya bintang yang menerangi. Dari samping eunbi hanya menatap kyuhyun,  menanti kyuhyun menjawab pertanyaannya. Gadis itu seperti sedang mencoba membaca pikiran kyuhyun meskipun nyatanya itu nihil.  Dia bukanlah gadis dengan indra keenam atau keturunan seorang peramal.  Akhirnya eunbi menyerah dan ikut memandang langit sama persis yang dilakukan kyuhyun. Eunbi tidak ingin memaksa kyuhyun bicara, meskipun dia tidak tahu apa yang salah dengan pertanyaannya.  Dia juga tidak tahu haruskah dia meminta maaf atau tidak.  Akhirnya eunbi memilih bungkam.

Lama kyuhyun sibuk dengan pikirannya, menimbang sesuatu.  Sesuatu yang kyuhyun tidak yakin haruskah dia bicarakan sekarang atau tidak. Akhirnya dia memilih berbicara, meskipun kyuhyun bahkan tidak tahu kenapa dia memilih bicara padahal biasanya dia malas untuk membahas hal ini. Suatu hal yang selalu kyuhyun coba untuk lupakan.

“dulu. Dulu aku punya keinginan untuk menjadi pianis.  Tapi keadaan begitu tidak memihakku. Kau tahu? Aku merasa sangat pengecut saat itu karena merelakan mimpiku begitu saja. ”

Eunbi tercengang.  Dia bahkan tidak tahu harus berkata apa lagi. Mungkin tadi dia hanya berfikir obrolan ini hanya akan menjadi obrolan basa basi belaka.  Tapi ternyata hal itu salah.  Eunbi seperti mencoba mengorek luka kyuhyun . Ini memang bukan luka karena patah hati tapi siapa yang bisa memahami luka karena merelakan sebuah mimpi? Jika patah hati bisa disembuhkan dengan datangnya orang baru,  maka siapa yang bisa menyembuhkan luka seperti kyuhyun? Merelakan mimpi yang sejak kecil diimpikannya tidak semudah itu. Samar-samar eunbi bisa memahami itu, meskipun tidak tahu pasti.

“disaat aku harus memilih antara keluarga atau mimpiku.  Disaat itulah aku merasa sangat lemah.  Aku bahkan tidak tahu jalan mana yang harus aku pilih.  Kanan atau kiri,  depan atau belakang.  Semua terasa abu-abu” lagi-lagi kyuhyun mengutarakan isi hatinya.

Mengatakan hal ini pada orang lain,  sudah tidak sesakit dulu.  Kyuhyun sudah mulai menerima keadaan ini, meskipun itu masih setengah.

Kyuhyun terkekeh.

“setidaknya aku tetap bisa bermain piano dengan menjadi guru seni”

Eunbi tahu tawa itu begitu dipaksakan, tawa yang hambar.

Tanpa sadar eunbi mengenggam tangan kyuhyun,  membuat pria yang tadi sibuk menghitung bintang menatap padanya. Eunbi tidak yakin kalau hal ini bisa menghibur kyuhyun atau setidaknya membuat pria itu sadar kalau dia tidak sendiri.  Ada orang lain yang masih peduli pada mimpinya.

“soesangnim.  Merelakan mimpi itu pasti sangat berat.  Dan aku yakin kau masih punya keinginan mewujudkannya suatu saat nanti.  bukankah tidak benar jika kita tidak berusaha mewujudkannya”

“aku tidak tahu sebesar apa mimpi itu.  Tapi aku yakin soesangnim pasti bisa mewujudkannya jika punya sedikit keberanian”

Keberanian? Hal itu yang mati-matian coba kyuhyun kumpulkan. Tapi seolah dia sudah lelah dan memilih menyerah dari pada mengumpulkan keberanian itu.

“kau sangat dewasa saat seperti ini.  Aku jadi berfikir kalau kau bukan anak SMA”

“heh?”

Eunbi tersentak sendiri.  Lalu dia tertawa canggung.

Andai aku bisa mengatakannya. Apakah sekarang kita masih berbicara seperti ini?  Akankah kau memahaminya cho kyuhyun?

“tapi eunbi ah.  Apa kau punya suatu hal yang ingin kau lakukan? ”

” maksudnya? ”

” sesuatu hal yang benar-benar ingin kau lakukan?  Seperti mimpi atau cita-cita”

“ng… Ada.  Sesuatu yang menurut orang gila”

“apa itu? ”

Eunbi menggeleng. Tidak. dia tidak akan bercerita sekarang.  Mungkin nanti saat waktunya sudah tepat, eunbi janji akan mengatakannya pada kyuhyun.

” itu rahasiaku” elaknya.

“ck.  Kau sudah tahu rahasiaku dan sekarang kau bilang ‘ini rahasiaku’? ”

Eunbi hanya tertawa melihat kyuhyun merajuk seperti anak kecil.

“memangnya rahasia cho soesangnim apa yang tidak aku ketahui ? Aku tahu semuanya, tentang kencan buta, tentang sifat jahatmu.  Tidak. yang itu bukan rahasia.  semua orang sudah tahu”

“APA? ” kyuhyun menggeram dengan mata membulat.  Bagus.  Sekarang muridnya ini berani mengejeknya.  Batinnya.

Eunbi hanya tertawa, kyuhyun terlihat lucu saat seperti ini,  setidaknya kyuhyun tidak sekaku biasanya.  Tatapan datar dengan raut wajah datar yang selama ini dia tunjukan berubah menjadi memiliki ekspresi di matanya.

Kyuhyun hanya terdiam. Tidak.  Dia hanya terlalu menikmati suara renyah tawa eunbi dengan mata melengkung seperi bulan sabit. Seolah semua itu sekarang adalah pusat dari pergerakkan bumi.

“eunbi ah” panggil kyuhyun membuat eunbi menghentikan tawanya.

“hem? ”

” aku hanya ingin mencari jawaban”

“ap-”

Kalimat eunbi menggantung saat tiba-tiba tengkuknya ditarik oleh kyuhyun.  Pikirannya masih kosong saat dia merasa bibirnya telah bertemu dengan bibir kyuhyun.  Seperti ada ledakan kecil-kecil dihatinya.  Perlahan eunbi mulai membalas setiap pergerakan kecil yang kyuhyun cipatakan di atas bibirnya.

Kuhyun tidak tahu apa yang sedang dia cari. Dia hanya melakukannya begitu saja. Tanpa berfikir panjang. Matanya terpejam bersama mata eunbi yang akhirnya ikut terpejam.  Mereka terlalu menikmati hal ini sampai lupa kalau status mereka sekarang adalah guru dan murid.

Kyuhyun melepaskan ciumannya pada bibir eunbi,  tapi tidak bergerak menjauh darinya.  Kening mereka berdua masih menyatu, deru nafas sama-sama menyapu wajah di depan mereka.  Tidak ada yang berniat menjauh. Seperti ada magnet diantara mereka.

Perlahan kelopak mata mereka terbuka. Pandangan mereka saling bertemu,  seperti sedang berbicara lewat tatapan mata itu.  Jika hal ini mungkin, maka itu lebih mudah bagi mereka untuk mengutarakan perasaan masing-masing. Orang bilang mata seseorang tidak pernah berbohong,  maka salah kah eunbi jika berfikir tatapan kyuhyun menyiratkan sesuatu yang sama dengannya?  Cinta.

Kyuhyun akhirnya menjauhkan dirinya dan menatap lurus ke depan, membuang muka dari eunbi. Entah karena malu atau karena hal lain.

“tidurlah ini sudah malam” katanya kemudian.

Eunbi hanya menelan salivanya dan sedikit menggigit bibir bawahnya.  Dia gugup. Tentu saja. Bahkan pipinya masih terasa hangat saat mengingat apa yang baru saja mereka lakukan.

“ehm” eunbi hanya bergumam sebelum Berdiri.

Tubuh itu sudah melangkah pergi,  dan kyuhyun tiba-tiba menoleh memandang punggung yang akan menghilang dari balik pintu.  Tatapannya syarat akan makna yang hanya kyuhyun yang tahu.

Kurasa aku sudah mendapatkan jawabannya.

**

Mata eunbi masih belum terpejam,  dia tidak ingin tidur sekarang walaupun semua orang sudah berada di dalam selimut mereka masing-masing. Sebenarnya, bukan karena eunbi yang tidak mengantuk tapi karena otaknya yang sangat kacau.  Detak jantungnya masih bekerja tidak normal. Eunbi juga merasa kalau dia sedikit demam.  Demam lokal karena hanya bagian wajahnya saja yang terasa terbakar.  Bibirnya melengkung saat memori tentang ciumannya dengan kyuhyun berulang kali berputar di otaknya.

Bukan hanya eunbi. Di sisi lain. Kyuhyun juga sama tidak tenangnya dengan eunbi.  Pria itu berusaha memejamkan matanya dan mencari posisi ternyaman untuk tidur,  tapi sepertinya semua itu sia-sia. Lagi-lagi dia teringat pada kejadian beberapa jam yang lalu.  Dia sudah mendapatkan satu jawaban dari pertanyaannya tapi kenapa itu tidak membuat kyuhyun puas.  Ada hal lain yang lebih besar yang ingin dia cari. Jika dia sudah tahu bagaimana perasaannya pada eunbi, dan tentang identitas eunbi yang sebenarnya.  Lalu apa yang harus kyuhyun lakukan sekarang?.

Ya,  kyuhyun sudah tahu kalau eunbi adalah anak kolongmerat yang sialnya menyamar menjadi anak SMA. Dan kesialan yang kedua saat hatinya mengakui bahwa dia telah jatuh hati pada gadis itu.  Dia tidak tahu harus senang atau tidak saat tahu fakta bahwa eunbi bukanlah muridnya yang sesungguhnya, seharusnya dengan fakta ini mereka bisa dengan bebas menjalin kasih.  Apalagi saat kyuhyun tahu eunbi juga mencintainya, terbukti gadis itu membalas ciumannya tadi. Tapi dengan kebohongan  yang masih belum kyuhyun pahami alasannya, akankah semuanya dapat berjalan dengan baik. Jika kalian tahu sifat kyuhyun, maka kalian akan tahu kalau kyuhyun tidak  suka dengan  yang namanya kebohongan. Gadis yang selama ini kyuhyun anggap tidak pandai berbohong nyatanya telah menyimpan sebuah rahasia yang besar. Sekali lagi kyuhyun bertanya pada dirinya sendiri.  Apa yang harus dia lakukan sekarang?

**

Senin ini sekolah tampak sedikit ramai dari biasanya.  Apakah ada gosip baru.  Pikir eunbi.

Semua murid tampak berkasak-kusuk sambil sedikit mengendap dan mengintip ruang kepala sekolah.

“yoojin ah.  Ada apa? ” tanya eunbi pada seseorang yang baru saja eunbi sentuh punggungnya. Murid yang sibuk mendekatkan telinganya pada daun pintu.

Yoojin berjingkat takut jika orang yang baru menepuknya adalah seorang guru. Yoojin membenarkan letak seragamnya yang sedikit berantakan.

“kau tidak tahu? ” gadis itu balik bertanya.

Eunbi mengangkat bahunya. Ayolah! Dia bukan ratu gosip seperti yoojin. Jadi bagaimana dia bisa tahu tentang keributan yang tercipta pagi-pagi begini di sekolah? .

Yoojin menarik eunbi sedikit menjauh dari anak-anak yang masih penasaran dengan apa yang terjadi di dalam.

“ada gosip yang mengatakan kalau sekolah kita akan dijadikan shooting iklan” kata yoojin penuh semangat.  Seperti sedang mendapat hadiah undian lotre atau memenangkan tiket konser para idol ternama.

“shooting? Iklan? ” kata eunbi membeo.

Yoojin memutar bola matanya malas.

” ayolah. Apa kau tidak senang dengan berita ini? ”

” bukan. Bukan begitu. Hanya saja aku masih merasa bingung”

“ini belum pasti, tapi tadi ada orang-orang datang.  Ada yang bilang kalau mereka adalah kru dari sebuah perusahaan iklan”

“ya. Kita tunggu saja. Berita selanjutnya. ”

Eunbi hanya menyimak perkataan yoojin. Ya, jika itu benar itu adalah hal yang membahagiakan. Bukankah sebuah prestasi jika sekolah kalian dijadikan shooting iklan atau tempat shooting drama?. Bagi semua orang pasti itu adalah hal yang menyenangkan.  Apalagi untuk anak SMA yang masih suka duduk di depan tv berjam-jam melihat adegan drama yang mengharu biru atau konser musik.

***

“appa.  Kenapa appa mengambil keputusan seperti ini? ” keluh kyuhyun.

Dia baru saja mendengar kalau ayahnya telah membuat sebuah kerjasama dengan salah satu perusahaan elektronik terbesar di korea. Shooting iklan katanya? Apa ayahnya tidak mempertimbangkan tentang efek dari hal ini?  Shooting iklan di sekolah?  Yang benar saja.

Perwakilan dari perusahaan iklan yang memproduksi iklan tersebut sudah keluar dari  ruangan tuan cho. Dan setelah itu kyuhyun langsung menerobos masuk kesini.  Dia tidak tahu kalau dia ketinggalan berita sebesar ini.  Biasanya ayahnya selalu membicarakan hal yang penting seperti ini padanya terlebih dahulu.

‘aku tidak sempat mengatakannya padamu karena mereka baru menghubungiku kemarin dan langsung ingin  tanda tangan kontrak’ itulah alasan tuan cho.

“tenanglah kyu.  Ini bukanlah hal yang besar.  Kita hanya menyediakan tempat untuk mereka.  Dan itu tidak lama.  Lagi pula ini juga sebagai ajang promosi bagi kita” jelas tuan cho

“tapi appa”

“jika yang kau takutkan tentang proses belajar mengajar.  Kau tidak perlu khawatir kita masih bisa menanganinya”

“appa tapi perusahaan itu-” kyuhyun berhenti tidak melanjutkan kalimatnya. Tidak.  Dia tidak mungkin mengatakan hal ini sekarang.

“HG Group.  Itu perusahaan besar. Kau tidak perlu khawatir”

“besok mereka akan meninjau lokasi yang pas untuk shooting iklannya”

***

Esok paginya.  Sekolah lebih heboh dari kemarin. Misteri yang kemarin masih belum terpecahkan terjawab hari ini.

“jadi ini adalah shooting iklan untuk ponsel terbaru keluaran HG Group” kata yoojin penuh semangat.

“APA??” eunbi nyaris berteriak.  Membuat yoojin yang tadi kegirangan terdiam seketika.

Eunbi sedang duduk di bangkunya saat tiba-tiba yoojin datang dengan membawa kabar yang bagus,  katanya.

Eunbi merasa kerja telinganya kurang bagus pagi ini. Dia baru saja mendengar kalau perusahaannya akan membuat iklan disini. Kenapa tiba-tiba seperti ini? Mungkinkah ini sebuah kebetulan? Kebetulan yang tidak mengenakkan. Tidak.  Eunbi harus mencari tahu tentang hal ini. Sejak kapan perusahaannya punya ide untuk melakukan pembuatan iklan di sekolah? Dan, dari banyaknya sekolah di korea selatan.  Kenapa mereka membuatnya disini?. Kim ahjushi. Ya, eunbi harus bertanya pada pria itu.

“apa kau tidak senang? ”

Eunbi tersadar dari pikirannya saat yoojin kembali berbicara. Gadis itu kemudian menggeleng dengan senyum terpaksanya. Rencananya akan berantakan kalau seperti ini. Tidak.  Eunbi akan mengatasi hal ini.

**

Eunbi berjalan mengendap, perlahan dia pergi ke atas gedung sekolah. Dia harus mencari tempat yang aman.

“ahjushi. Apa kau tahu apa yang sedang terjadi ? ” tanya eunbi segera saat sudah terdengar suara kim ahjushi menjawab teleponnya.

Kim ahjsuhi tidak langsung menjawab,  pria itu melirik sedikit orang yang duduk di depannya sebentar. Ya, sejak dia terciduk oleh tuan hwang maka tidak ada lagi rahasia yang disembunyikan olehnya. Tuan hwang bahkan sekarang sedang menanti apa yang putri kesayangannya itu akan katakan.

“tentang apa? ” tanya kim ahjushi pura-pura tidak tahu. Bagus. Jika dulu dia berbohong untuk membantu eunbi maka sekarang dia berbohong untuk membantu ayahnya.  Hwang tae joo. Sebenarnya hidup seperti apa yang sedang kim ahjushi perankan?  Menjadi kaki tangan siapa? Eunbi?  Atau ayahnya?

Terdengar helaan nafas dari ujung sana.  Mungkin eunbi sedang memaki dirinya sendiri karena merasa bodoh.  Tentu kim ahjushi tidak tahu apa-apa karrna eunbi belum mengatakan apa yang sedang terjadi di sekolah.

“perusahaan  appa akan melakukan shooting iklan disini.  Apa itu masuk akal? ”

” ah. Itu”

“itu? Ahjushi sudah tahu tentang itu? ”

Buru-buru kim ahjushi menepuk mulutnya sendiri.  Mungkin ini karena mulutnya sudah terbiasa berbohong pada tuan hwang tapi tidak kepada eunbi. Kim ahjushi meremang ditempatnya karna tatapan mengintimidasi dari tuan hwang.  Pria itu jelas mendengar perbincangan antara kim ahjushi dan putrinya karena tadi tuan hwang meminta untuk mengantifkan loud speaker nya.

“tidak. Tentu aku tidak tahu.  Tapi apa tadi? Shooting iklan? ”

” ehm”eunbi bergumam mengiyakan.

“aku tidak tahu apa yang sedang terjadi tapi aku akan mencari tahu nona. ”

” baiklah. Cepat kim ahjushi cari tahu. ”

Ponsel itu sudah tertutup.  Kim ahjushi menghembuskan nafasnya,  rasanya dia baru saja menelan sesuatu yang menyakiti tenggorokkannya.

” bagus. Kim seung hwan” kata tuan hwang memuji. Pria paruh baya itu lalu menyandarkan punggungnya pada sandaran kursi kebesarannya.

**

Eunbi menatap lukisannya kosong, dia tidak punya mood untuk melanjutkannya atau sekadar menorehkan garis hitam di sana.

“kenapa dia tidak membahas masalah itu?  Dia bahkan seperti sedang menghindar”

Eunbi berucap sendiri.  Setelah mereka pulang dari rumah choi soesangnim eunbi tidak terlibat perbincangan lagi dengan cho khuhyun. Apa mungkin karena dia malu? Batin eunbi.  Sebenarnya jika mengingat hal itu eunbi juga ingin menyembunyikan wajahnya sebentar. Ada bagusnya juga jika dia tidak bertemu dengan kyuhyun setidaknya eunbi bisa menyembunyikan rasa malunya, tapi itu tidak baik untuk hatinya. Dia merindukan pria itu walau mereka baru bertemu kemarin. Eunbi juga penasaran bagaimana reaksi pria itu setelah kejadian itu.

Aku ingin mencari jawaban

Tiba-tiba eunbi teringat kata-kata kyuhyun.

“jawaban? Jawaban apa yang dimaksud cho kyuhyun? ”

Eunbi tersadar dari pikirannya sendiri saat suara yang dia tunggu-tunggu menyambangi gendang telinganya.

Itu dia, cho kyuhyun.

Ini adalah hari terakhir kyuhyun di kelas melukis. Setelah choi soesangnim kembali,  maka dia tidak akan lagi mengajar di kelas ini.  Pria itu ingin fokus pada pekerjaannya, tapi berulang kali dia mencoba berulang kali pula dia gagal. Tatapan gadis yang duduk di depan sebuah kanvas besar seperti sedang menelanjanginya. Eunbi hanya diam menatap kyuhyun, hatinya bergetar tidak menentu tapi eunbi merasa sedikit kecewa karena pria itu tidak balas menatapnya. Cho kyuhyun hanya melirik sebentar, tidak ingin menatap gadis itu. Dia tidak menyesal karena telah mencium eunbi, tapi seolah ada yang masih mengganjal di dalam hati kyuhyun untuk menerima semua keadaan ini.

Eunbi menghela nafasnya karena tidak mendapat perhatian dari kyuhyun.

**

Dua hari ini eunbi merasa sangat terluka. Kyuhyun benar-benar menghindarinya. Bahkan pesan yang eunbi kirimkan tidak mendapat balasan. Tidak. Dia tidak boleh membiarkan ini berlanjut. Hari ini eunbi akan mencari penjelasan pada pria itu.  Eunbi juga wanita yang masih punya harga diri,  setelah cho kyuhyun menciumnya dia mengindar begitu saja. Pria itu bahkan masih bersikap baik sesaat kejadian itu,  menyuruh eunbi tidur.  Lalu,  apa yang terjadi selanjutnya sampai Eunbi diabaikan seperti ini? Baiklah.  Eunbi sudah tidak sabar lagi mendengar cho kyuhyun bicara.

Eunbi meletakkan pensilnya kasar diatas meja membuat yoojin yang duduk disebelahnya menoleh karena kaget.

“ada apa? ” tanya yoojin saat melihat eunbi menggeser tempat duduknya dan berdiri.

” aku keluar sebentar”

Yoojin mengangkat sebelah alisnya. Tidak biasanya eunbi meninggalkan kelas ditengah-tengah mengerjakan tugas. Mungkin dia sedang ingin ke toilet. Pikir yoojin.

Eunbi berjalan di lorong sekolah yang panjang, menengok setiap kelas.  dia tidak peduli kalau kyuhyun sedang mengajar.  Eunbi akan menyeret pria itu keluar. Tapi tidak ada.  Eunbi tidak melihat khuhyun berdiri di depan kelas. Mungkin dia ada di ruangannya. Pikir eunbi.

Nihil.  Kyuhyun juga tidak ada disini. Eunbi menggigit kuku-kuku jari tangannya memikirkan kira-kira dimana kyuhyun berada.

Apa dia tidak masuk?

Tidak mungkin. Ak melihat mobilnya tadi.

Eunbi terus berdialog dalam hati saat tiba-tiba dia memikirkan sesuatu.

 

Eunbi ragu membuka pintu di depannya.  Tapi dia yakin kyuhyun ada di dalam. Suara dentingan piano terdengar dari dalam,  dan eunbi yakin itu adalah kyuhyun.

Eunbi menarik nafasnya dalam-dalam sebelum membuka pintu itu lebar-lebar. Biarlah kyuhyun menghukumnya seperti waktu itu, dia tidak peduli.

Suara decitan pintu yang terbuka menghentikan kyuhyun dari permainannya. Matanya bertemu dengan mata eunbi, dia tidak berkedip saat eunbi perlahan mulai mendekat ke arahnya dengan tangan yang terus meremas ujung roknya.

Eunbi sudah berdiri di samping kyuhyun saat pria itu memutuskan kontak mata mereka.

“ada apa kau datang kemari? ” tanya kyuhyun datar.

” soesangnim. Cho soesangnim ada yang ingin aku tanyakan”

“apa? ”

” kau menghindariku? “tanya eunbi kemudian.

” tidak”

Eunbi berdecak tidak puas dengan jawaban kyuhyun. Baiklah.  Eunbi sedikit melupakan status diantara mereka.

“bohong.  Kau menghindariku. “kata eunbi tidak mau kalah.

Akhirnya kyuhyun menatap eunbi kembali karena perkataan gadis itu.

” kembalilah ke kelas.  Kau tidak boleh berkeliaran di jam pelajaran seperti ini” kyuhyun mencoba berdamai.  Atau dia hanya ingin keluar dari pembahasan ini?  Entahlah,  tapi untuk sekarang kyuhyun memang tidak ingin terlibat dengan eunbi.

Eunbi menyeringai tidak suka.  Saat seperti ini kyuhyun selalu mengandalkan posisinya. Menyebalkan!

“apa karena ciuman itu? ” tanya nya lagi.  Eunbi tidak akan keluar sebelum menemukan jawabannya.

Kyuhyun berdiri dan menghadap pada gadis itu.

” hwang eunbi. Kembali ke kelasmu! ” perintah kyuhyun tak terbantahkan, tapi eunbi juga bukan tipe orang yang akan menurut begitu saja bukan?

” tidak.  Tidak sebelum cho soesangnim menjawabku”

Kyuhyun memejamkan matanya sebentar sebelum kembali menatap eunbi.  Dia jelas sedang berusaha mengendalikan emosinya.

“apa yang harus aku jawab? ”

” soesangnim menghindariku karena ciuman itu.  Benarkan? ”

” tidak”

Lagi-lagi eunbi tersenyum mengejek.

“bohong. Soesangnim berbohong. Jika kau hanya ingin mempermainkanku kau sungguh luar biasa.  Membuatku seperti wanita murahan yang bisa kau cium seenaknya saja. Lalu apa setelah ini? kau akan meniduriku?! ”

” hentikan! ” kyuhyun ikut berteriak tidak suka. Apa dia sejahat itu?

” aku tidak mempermainkanmu” kata kyuhyun tegas. Menekan setaip hurufnya supaya eunbi jelas mendengar setiap katanya.  Mempermainkannya? Apa dia sudah gila? Bahkan kyuhyun tidak punya pikiran seperti itu sedikitpun. Tapi gadis itu berbicara begitu baik saat menjadikannya seperti orang jahat dan menyebut dirinya sendiri seperti wanita murahan.

“lalu apa?! ” eunbi masih bertanya dengan nada tinggi dan membuat kyuhyun seperti mati karena setiap kata yang gadis itu katakan.

” jangan menyebut dirimu murahan lagi” bukannya menjawab kyuhyun malah memperingatkan gadis itu,  seolah hatinya juga hancur saat eunbi mengatakan kalau dirinya murahan.

Mata eunbi sudah berkaca-kaca. Dia tidak tahu kenapa dia ingin menangis sekarang.

 

Beberapa detik mereka terdiam. Eunbi bahkan sudah kehabisan  kata-katanya karena kyuhyun tidak pernah menjawab setiap pertanyaannya.

Kyuhyun bingung harus bagaimana. Mata itu sudah akan menangis dan kyuhyun tidak tega. Eunbi mungkin merasa sangat buruk sekarang.

“eunbi ah” panggil kyuhyun begitu lembut.

“lupakan kejadian itu. Semua itu adalah salah. Kau muridku dan aku gurumu. Kita tidak seharusnya berada dalam hubungan seperti itu”

Eunbi terdiam, air matanya bahkan sudah lolos. Kalimat itu seperti tombak yang mematahkan hatinya. Dia hancur, hatinya sakit. Haruskah ini berakhir bahkan sebelum eunbi memulainya?

“lupakan itu” kata kyuhyun lagi.

Eunbi tidak menjawab.  Dia sibuk dengan pikiran dan kehancuran hatinya sendiri.

“kembalilah ke kelas” setelah mengatakan itu kyuhyun melangkah pergi, obrolan ini hanya akan saling menyakiti batin kyuhyun. Tapi langkahnya tertunda saat eunbi berbalik menatap punggung yang sudah akan meninggalkannya,  memanggil kyuhyun dengan suara bergetar.

“soesangnim. Apa cuma itu yang ingin kau katakan? Melupakannya? Lalu kenapa kau menciumku waktu itu? Mencari jawaban? Jawaban apa? ” eunbi bertanya tanpa jeda.  Dia ingat kata-kata kyuhyun sebelum menciumnya.

Kyuhyun mematung.

Jawaban atas perasaanku. Dan aku sekarang tahu jawabannya. Aku mencintaimu. Aku sangat mencintaimu hwang Eunbi.

Kyuhyun hanya menjawab dalam hatinya. Dan segera pergi,  merajut langkahnya kembali membiarkan eunbi berdiri seperti orang bodoh.

Punggung itu sudah tidak terlihat, tapi eunbi masih menatap kearah kepergian kyuhyun .

Tangannya menghapus air matanya dengan kasar.

“memangnya apa yang kau harapkan hwang eunbi? Dia yang juga mencintaimu? ”

Eunbi tersenyum miris.

**

Na mi berjalan mondar-mandir di dalam kamarnya, tangannya sibuk menghubungi eunbi.

” kemana dia? ” na mi hampir frustasi.  Dia bahkan sudah menghubungi eunbi dari dua jam yang lalu. Tapi tidak ada jawaban. Dia semakin khawatir karena jam sudah menunjukkan pukul sepuluh , eunbi menghilang sejak jam pulang sekolah tadi.

” mungkin yoojin tahu”

 

Disuatu kedai pinggir jalan, eunbi sibuk meneguk minuman yang disebut soju. Dia tidak tahu kalau rasanya patah hati sesakit ini. Eunbi tidak tahu kalau dia hampir gila karena memikirkannya. Pipinya sudah memerah karena terlalu banyak minum,  tapi dia belum puas. Dia belum puas sebelum dia benar-benar melupakan pria yang membuatnya hancur seperti ini. Tapi sial! Disaat kesadarannya sudah menipis eunbi masih saja mengingat nama itu.  Cho kyuhyun.

Eunbi meletakkan gelasnya kasar.

“cho kyuhyun. Kau memang pria brengsek”

“guru dan murid katanya? ”

” huh?! ”

” baiklah aku akan mengatakan semuanya. Kau bukan guruku cho kyuhyun”

Setengah sadar eunbi mengambil ponsel daru dalam kantong seragamnya.  Ya ampun!  Bahkan dia masih memakai seragam.

Terdengar suara nada tersambung membuat eunbi tidak sabar mendengar suara kyuhyun.

 

Kyuhun tercengang karena eunbi menghubunginya malam-malam begini. Keningnya mengkerut, ragu-ragu dia menggeser tombol hijau.

“hal-”

“yak!  Cho kyuhyun! ” belum sempat kyuhyun menyelesaikan kalimatnya, tiba-tiba wanita diseberang meneriakinya sampai kyuhyun harus menjauhkan ponselnya dari telinganya.

” kau. Sialan! Kau pria sialan! Kau menciumku. Kau menciumku” eunbi merancau tidak jelas.

“apa kau tidak menyukaiku? ”

Deg

Kyuhyun terdiam, lidahnya keluh.

” kenapa diam? Ah! Habis. Ahjumma satu botol lagi”

Kyuhyun mulai mengerti apa yang terjadi. Gadis itu mabuk. Sialan! Apa dia sudah gila?!

“kau dimana? “tanya kyuhyun menuntut

” aku? Aku dimana? ”

Shit! Kyuhyun mengumpat. Dia berlari menuruni tangga  setelah menyahut sweater dan kunci mobil di atas nakas kamarnya.

” cepat katakan kau dimana? ” tanya kyuhyun tidak sabar.  Pria itu terlihat sangat khawatir.

” aku-ini. Aku tidak tahu. ”

Sialan! Eunbi begitu bodoh saat dia sedang mabuk membuat kyuhyun menggeram di tempatnya.  Pria itu sudah melajukan mobilnya yang entah akan kemana.

” aku bisa melihat sekolahan dari sini”

“tunggu situ,  jangan kemana-mana. Mengerti?! ” setelah itu kyuhyun menutup ponselnya dan menginjak gas sangat dalam. Kyuhyun bahkan berulang kali menyalakan klakson mobilnya menyuruh orang yang ada di depannya segera menyingkir. Dan berulang kali kyuhyun harus mendengar umpatan dari pengendara yang lain karena mengendarai mobil dengan ugal-ugalan. Hey bung! Ini jalan umum. Sepertinya kyuhyun tidak peduli dengan kata-kata itu.

Kyuhyun buru-buru keluar dari mobilnya saat melihat gadis yang sibuk meneguk minuman langsung dari botolnya.

Eunbi menyangga kepalanya dengan sebelah tangan, kepalanya terasa sangat pusing.  Sebenarnya toleransinya pada alkohol tidak begitu bagus, jika biasanya dia hanya meneguk satu gelas wine maka kali ini dia hampir menghabiskan dua botol soju.  Pantas saja jika kepalanya terasa sangat pening.

Dia terlalu menikmati minuman itu,  saat tiba-tiba ada yang merebut botol minuman itu darinya. Eunbi menatap garang orang yang menjulang di depannya. Matanya sedikit mengernyit karena dia memang sudah tidak bisa fokus.

“cho kyuhyun” katanya setelah dia yakin pria yang berdiri di depannya adalah orang yang mengacaukan pikirannya.

“soesangnim berikan botol itu.  Aku ingin minum”

Bukannya memberikan kyuhyun malah meletakkan botol itu diatas meja dan menarik tangan eunbi,  menuntun gadis itu untuk berdiri.

Eunbi memberontak,  dia tidak ingin pulang dia masih ingin disini.

“lepaskan. Lepaskan tanganku” rancau eunbi, tapi sekuat apapun dia menolak eunbi tentu kalah dengan kekuatan kyuhyun apalagi dengan kesadaran yang nyaris hilang.  Buktinya eunbi sudah berdiri dengan kedua pundak yang dipegangi kyuhuun.

“kau gila? Apa yang kau lakukan disini? ”

” lepaskan.  Aku masih ingin minum”

“soesangnim aku ingin minum. ”

Kyuhyun menulikan telinganya.  Kalau saja tidak banyak orang disini kyuhyun mungkin sudah membungkam mulut itu dan menariknya segera pulang. Kyuhyun segera membawa eunbi keluar setelah menaruh beberapa lembar uang di atas meja.  Dia yakin gadis itu belum mambayar.

” soesangnim.  Lepaskan. Lepaskan. ” eunbi masih merancau.

” tidak. aku tidak mau pulang”

Eunbi menyentak tangan kyuhyun membuat dia terlepas dari pria itu. Entah dapat kekuatan dari mana sampai eunbi bisa melakukannya, buru-buru eunbi menjauh dari kyuhyun. Memberi jarak di antara mereka. Eunbi tidak ingin dipaksa pulang lagi.

“eunbi pulang! “kata kyuhyun memerintah. Pria itu mendekat pada eunbi tapi dia tidak jadi melakukannya saat eunbi tiba-tiba mengancamnya.

Eunbi mundur dan mengacungkan tangannya pada kyuhyun yang berdiri di depannya.

” jangan mendekat atau aku akan berteriak. Aku tidak mau pulang! “eunbi berteriak sampai membuat dia sesaat seperti pusat dari beberapa pasang mata.

” aku tidak mau pulang denganmu.  Kau jahat. Kau jahat cho kyuhyun”

Kyuhyun berniat mendekat lagi tapi tangan eunbi yang mengisyaratkan dirinya untuk tidak mendekat mengurungkan niat kyuhyun.

“kau jahat cho kyuhyun”

“huh? Cho kyuhyun? Apa aku salah memanggilmu? ”

Eunbi tiba-tiba membungkukkan tubuhnya 90 derajat.

” maafkan aku cho soesangnim”

Kyuhyun menghela nafasnya.  Gadis ini sudah tidak sadar,  dia sudah mabuk berat bahkan kyuhyun tidak tahu sudah berapa banyak yang gadis itu minum.

Kali ini kyuhyun tidak peduli dengan larangan eunbi,  kalaupun gadis ini akan berteriak biarlah.  Dia tidak peduli, memangnya siapa yang mau mendengarkan orang mabuk seperti dia. Kyuhyun langsung menarik tangan eunbi dan memyeretnya mendekati mobil kyuhyun yang terpakir di seberang jalan. Lagi-lagi eunbi memberontak dan menyentak tangan kyuhyun.

“aku tudak mau! Aku tidak mau pulang denganmu”

“kau pria jahat.  Aku tidak mau”

“eunbi ah.  Kau mabuk” kata kyuhyun mencoba mengingatkan.  Kenapa gadis ini sulit sekali diajak kerjasama,  batin kyuhyun.  Jelas-jelas dia sudah mabuk, apa dia ingin jadi korban pria-pria hidung belang diluar sana?

“tidak.  Aku tidak mabuk. Aku bahkan masih bisa melihatmu dengan jelas”

“kau jahat hiks hiks”

Tiba-tiba eunbi berjongkok dan menangis tidak karuan,  gadis itu menyembunyikan wajahnya di antara kedua lututnya.

Kyuhyun menggaruk pelipisnya, dia merasa pria yang benar-benar sialan sekarang.  Gadis itu berulang kali meneriakinya jahat, brengsek. Apa dia sejahat itu pada gadis ini? Lagi-lagi dia menanyakan hal yang sama pada dirinya sendiri.

Kyuhyun ikut berjongkok disamping eunbi,  tangannya mengelus punggung gadis itu membuat eunbi sekarang mengangkat kepalanya dan menatap kyuhyun dengan air mata yang sudah membasahi pipinya.

Mata mereka bertemu.  Kyuhyun bahkan tidak punya keberanian lagi untuk berucap. Dia tahu gadis ini seperti ini karenanya. Dan kyuhyun juga tidak tahu bagaimana membujuk eunbi sekarang.

“kenapa kau lakukan ini padaku? ” tanya eunbi lirih.

” aku mencintaimu”

Kyuhyun tercengang. Dua kalimat itu membuatnya seperti sesak nafas. Gadis ini juga mencintainya. Kyuhyun berteriak di dalam hati. Tapi rasa bersalahnya pada eunbi menutupi sedikit uforia itu.

“aku mencintaimu. Apa kau tahu itu? ”

Eunbi mengatakannya dengan mata berkaca-kaca. Dia akan menangis dan kyuhyun tahu itu.

” eunbi ah.  Kau-”

“tidak” eunbi menggeleng tidak mengijikan kyuhyun menjawab. Seolah gadis itu bisa menebak apa yang akan kyuhyun katakan, kalimat yang eunbi tidak ingin dengar.

“kau mau bilang kalau kau guruku dan aku muridmu? ” tebak eunbi asal.

” baiklah.  Biar aku beritahu sesuatu. Aku bukan muridmu dan kau bukan guruku”

Eunbi tiba-tiba tertawa seperti sedang membayangkan adegan yang lucu.

“kau tahu aku menyamar menjadi anak sma. Bahkan umurmu hanya beberapa tahun di atasku.  Jadi aku bukan muridmu. Apa kau terkejut? ”

” tidak” jawab kyuhyun tegas. Ya,  dia terkejut mengetahui fakta itu tapi tidak sekarang tapi beberapa hari yang lalu.

“ahh apa kau berfikir aku sedang membual? Baiklah-baiklah. Biar ku tunjukkan sesuatu”

Eunbi mengambil ponselnya dan membuka beberapa folder galeri sampai dia menemukan yang dia cari.

“lihatlah. Ini aku. Dan ini ayah dan ibuku .  Apa kau tahu mereka? Tepat.  Hwang tae joo dan aku putrinya hwang eunbi. Jadi apa kau percaya sekarang? ”

” kau mabuk .  Kita pulang” kyuhyun berniat mengajak eunbi berdiri tapi gadis itu masih keras kepala tidak mau pulang.

“aku belum selesai bicara” eunbi mengeluh.

“jadi sekarang apa kau mencintaiku? ” pertanyaan apa ini? Kyuhyun bahkan tidak menyiapkan jawaban untuk hal ini. Apa dia pikir perasaanya bisa berubah hanya karena kyuhyun mengetahui kebenaran atas semuanya?

“kenapa diam saja? Kau harus menjawabnya? ”

” jawab aku.  Apa kau tidak mencintaiku? ”

” ah! Aku punya cara agar aku mendapatkan jawabannya”

Tanpa aba-aba eunbi langsung mencium bibir kyuhyun, menggerakkannya perlahan sama persis apa yang dilakukan kyuhyun waktu itu.  Meskipun dia mabuk,  eunbi ingat jika cara ini dilakukan kyuhyun untuk mendapat sebuah jawaban dan eunbi akan mencobanya.

Kyuhyun terdiam, gerakan eunbi yang tiba-tiba membuat dia sejenak tidak bisa berfikir.  Terlalu terkejut.  Tapi setelah kesadarannya kembali,  kyuhyun mengikuti permainan eunbi di atas bibirnya.  Dia tahu ini salah,  karena eunbi dalam keadaan mabuk tapi kyuhyun seakan ingin menjawab pertanyaan eunbi dengan ciumannya. Meskipun kyuhyun tidak yakin gadis itu akan memahaminya.

 

Tanpa mereka sadari ada gadis yang memperhatikan mereka dari jauh, mengabadikan momen itu dalam jepretan kamera ponselnya. Gadis itu sempat tidak percaya dengan apa yang dia lihat, walaupun dia tidak bisa mendengar percakapan kedua orang itu tapi dengan kejadian barusan dia bisa menyimpulkan kalau ada hubungan antara eunbi dan kyuhyun. Dan dia sangat yakin dengan hal itu.

TBC

AUTHOR’S NOTE: hari ini author update dua part sekaligus ya. Dan sekali lagi author ingetin untuk KOMEN dan LIKE.

TERIMA KASIH 🙂 TUNGGU NEXT PART NYA YA 🙂

18 AGAIN [PART 7]

18 AGAIN PART 7

HAPPY READING 🙂 JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK KALIAN

 

 

Kim Ahjushi berlari terburu-buru masuk ke dalam rumah sakit, bahkan pria paruh baya itu masih memakai celana trainningnya dan sandal rumah miliknya. Setelah mendapat telepon dari kyuhyun bahwa nona mudanya dirawat di rumah sakit tanpa pikir panjang dia langsung menghentikan taxi dan pergi ke rumah sakit. Dia tidak peduli bagaimana penampilannya saat ini.

Secepat kilat Kim Ahjushi membuka pintu menciptakan suara yang sedikit memekakan telinga.

“apa yang terjadi? Kau baik-baik saja?” kim ahjushi langsung berlari mendekati Eunbi, memutar tubuh gadis itu ke kanan dan kiri takut jika ada luka yang belum diobati.

Kyuhyun maupun Eunbi hanya diam. Mereka masih sedikit terkejut dengan kedatangan kim ahjushi yang seperti orang kesetanan.

 

“aku baik-baik saja” kata Eunbi kemudian membuat tangan kim ahjushi yang memegangi lengan Eunbi terdiam.

 

“kau baik-baik saja?” tanya kim ahjushi memastikan.

Eunbi mengangguk.

“jangan khawatir aku baik-baik saja”

Kim ahjushi menghela nafasnya. Untung saja tidak terjadi apa-apa dengan nona mudanya. Kalau sampai hal ini didengar oleh bos besarnya maka- kim Ahjushi bahkan tidak sanggup meneruskan kalimat itu. Tapi kenapa bisa Eunbi masuk rumah sakit?

“apa yang terjadi? Kau ditabrak?” sialan sekali mulut kim ahjushi. Apa semua orang yang masuk rumah sakit adalah korban kecelakaan?.

 

“dia hanya keracunan. Anda jangan khawatir” itu bukan suara Eunbi. Tapi kyuhyun. Pria yang sekarang mendapat seluruh tatapan dari kedua orang yang berada di ruangan ini. Tatapan mengintimidasi dari kim ahjushi jauh lebih mendominasi, tentunya.

“kau siapa?”

“ah- perkenalkan saya cho kyuhyun. Wali kelas Eunbi, saya yang menelepon anda tadi”

Kim soesangnim hanya ber-oh ria. Dia tidak menyangka kalau wali kelas nona mudanya ini masih muda.

“terima kasih cho soesangnim”

“tidak-

 

BRAKK

 

Lagi-lagi kyuhyun tidak bisa melanjutkan kalimatnya karena suara yang begitu keras muncul dari arah pintu. Dan kali ini lebih keras dari pada saat kim ahjushi datang dan membuka pintu seperti hampir akan mencopotnya.

 

Minho datang. Laki-laki itu membuka begitu saja pintu yang untuk kedua kalinya harus merasakan penderitaan. Mendekati Eunbi tanpa memperdulikan kalau ada orang lain yang ada di dalam ruangan ini. Bahkan kim Ahjushi langsung bergeser saat tiba-tiba dia mendekap Eunbi dan memutar tubuh Eunbi ke kanan dan ke kiri sama persis seperti yang dilakukan kim ahjushi tadi.

“kau tidak apa-apa? Apa masih terasa sakit?”

“aku-“

“sudah-sudah jangan mengatakan apapun. Kau harus banyak istirahat”

“huh?”

Apa IQ anak ini sangat jongkok sampai berbicara saja dia plin plan. Dia baru saja menanyakan Eunbi bagaimana keadaannya dan sekarang dia bahkan tidak ingin di jawab.

“istirahatlah!”

**

Melihat minho terus saja berbicara membuat kyuhyun berdecak.

“ck! Berlebiha sekali!” Desisnya

Dia tidak habis pikir kenapa anak muda itu begitu khawatir.  Dia bahkan hampir akan menghancurkan daun pintu dan membuatnya menanggung kerugian. Memangnya siapa yang harus bertanggung jawab jika minho hanya anak SMA dan dia bersama gurunya disini?.

Kyuhyun terus saja memaki minho dalam hati dan melupakan satu hal. Hey!  Apa kyuhyun tidak sadar kalau dia bahkan jauh lebih khawatir dan panik dari pada minho tadi?

Jika minho baru akan menghancurkan daun pintu lalu bagaimana dengan kyuhyun? Pria itu bahkan tidak berfikir panjang saat mendobrak kamar eunbi. Membuat pintu itu terlihat sangat menyedihkan. Mengingat tentang itu, kyuhyun jadi berfikir bagaimana nasib na mi?  Apakah gadis itu harus tidur dengan pintu terbuka?  Dia tidur di dalam kamar atau lapangan sekolah? Menyedihkan. Tapi lupakan! Kembali pada minho. Ya ampun! Sepertinya kyuhyun harus memberikan satu peringatan untuk murid yang super sok ketampanan ini.  Ya, setidaknya itu menurut kyuhyun.  Dapat dipastikan kalau anak berseragam itu kabur dari kelas dan berlari kesini entah naik apa.  Kyuhyun tidak peduli apakah dia naik taxi ataupun elang terbang sekalipun.

Kyuhyun menyeringai dan-

“auwh.  Apa yang kau-”

Minho berbalik dan memegangi telinganya siap memaki orang yang baru saja menjewer telinganya.  Tapi kalimatnya hanya sampai ujung lidah saja karena nyatanya tatapan kyuhyun jauh lebih menakutkan dari pada tatapan ayahnya sekalipun.

“soesangnim aku-”

“auwh! ”

Lagi-lagi minho mengadu dan tidak bisa melanjutkan kalimatnya. Apakah gurunya ini berfikir kalau telinganya terbuat dari baja yang tidak dapat merasakan sakit? Atau ‘selagi kau berada di rumah sakit jadi kau bisa langsung berobat sekarang’  gila!  Dia guru atau mantan altit menjewer?

 

“yak! Ikut aku!”

Cho kyuhyun membawa murid laki-laki itu keluar dan tidak melepaskan tanggannya di telinga minho. Membuat dia terus saja merancau kesakitan. Kyuhyun terlalu bersemangat untuk segera menarik minho keluar dari ruangan yang hanya berukuran 4×5 meter itu.

 

Kim ahjushi hanya menggeleng dan berdecak. Sesaat dia seperti mendapat sebuah totonan sederhana. Totonan kekanakan.

“ck! Ada apa dengan mereka?” tanyanya pada diri sendiri. Bagaimana mereka berdua seolah tidak melihatnya? Pertama, laki-laki berseragam itu melewatinya begitu saja, menggesernya seenaknya seolah barang tak berguna dan kedua. Apa mereka mengabaikan keberadaan kim ahjushi sampai tidak sempat hanya untuk mengatakan ‘saya permisi dulu’ ?

 

Kim ahjushi mengambil duduk di kursi yang diduduki kyuhyun tadi.

“jadi pria mana yang nona suka?” tanyanya tanpa basa-basi.

 

Eunbi tersentak dari lamunannya saat pertanyaan itu keluar begitu saja dari mulut kim ahjushi. Eunbi bahkan seperti tersedak ludahnya sendiri.

Pria yang aku suka? Yang benar saja?

“ap-apa yang ahjushi katakan?” kata Eunbi terbata dan lagi-lagi membuat kim ahjushi menggelengkan kepalanya.

 

Ternyata  nona mudanya ini begitu mendalami perannya di SMA kedua ini. Dia tidak pernah berfikir sebelumnya kalau Eunbi akan mempunyai pria yang dia sukai di SMA ini.

 

Eunbi mengulang pertanyaan kim ahjushi di dalam hatinya ‘ pria yang dia sukai’. Tentu Eunbi tidak perlu berfikir lagi tentang siapa pria yang berhasil masuk menembus dinding hatinya. Cho kyuhyun. Tiba-tiba hatinya menghangat mengingat kembali bagaimana pria itu sangat khawatir dengan keadannya. Semburat merah mulai menghiasi pipinya, membuat kulit putih itu sedikit lebih berwarna. Dan orang mana yang tidak tahu kalau Eunbi sedang jatuh cinta. Bahkan kim ahjushi hanya mampu tersenyum dan berdecak di saat yang bersamaan. Eunbi nampak seperti gadis remaja sungguhan yang sedang kasmaran.

“baiklah. Tidak perlu menjawabnya. Karena aku tahu kalau nona memang menyukai salah satu dari mereka.”

Eunbi menghentikan senyuman bodohnya. Dan menatap kim ahjushi tidak suka.

“apa yang ahjushi katakan?” tanyanya tidak terima.

 

Ahjushi tentu tidak sebodoh itu untuk tidak melihat adanya cahaya di mata Eunbi yang disebut cinta. Entah gadis itu mengakuinya atau tidak, tapi bukankah kim ahjushi pernah muda? Melihat tingkah Eunbi yang salah tingkah kim ahjushi bisa menyimpulkan kalau dia memang benar-benar sedang jatuh cinta. Tapi entah kepada siapa. Baiklah. Biar itu menjadi urusan pribadi nona mudanya.

 

“jadi nona. Apa kau ingin aku dibunuh ayahmu?”

Kim ahjushi mengubah topik pembicaraan membuat Eunbi hanya menampilkan deretan giginya karena pertanyaan kim ahjushi. Dia tidak tahu kalau dia sebodoh itu sampai makan makanan basi.

“sepertinya aku harus mengirim salah satu koki di rumahmu ke sekolah”

“jangan berlebihan”

Apa ini masalah yang sangat besar sampai harus membawa koki ke sekolah? Berlebihan sekali!.

“aku bahkan tadi berfikir kalau besok aku tidak bisa melihat matahari terbit dengan bebas” keluh kim ahjushi lagi.

Eunbi terkekeh geli. Sudah lama tidak bertemu dengan kim ahjushi membuat Eunbi sedikit rindu mendengarkan celotehan pria paruh baya itu.

“Kurasa ahjushi harus memikirkan itu sebelum membantuku menjalankan ide gila ini” eunbi menggodanya. Ayolah. Dengan dia masuk rumah sakit itu tidak lebih buruk dari pada berbohong pada ayahnya.

“Benar. Kenapa aku begitu bodoh sampai membantu nona seperti ini”

Lagi-lagi eunbi terkekeh

“Itu karena kau menyayangiku”

“Apa yang nona pikirkan tentang beberapa kemungkinan yang akan terjadi. Aku yang akan segera pensiun, atau mungkin tuan hwang tae joo yang akan terkena serangan jantung karena melihat putrinya melakukan hal gila seperti ini?”

“Ahjussi jangan mengatakan hal itu. Kau tahu aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi.”

**

“dasar murid keras kepala”

Kyuhyun terus mengomel setelah berhasil mengusir choi minho. Laki-laki itu terlalu keras kepala. Kyuhyun bahkan mengancamnya akan menelepon orang tuanya hanya untuk mengirim dia kembali ke sekolah.

 

Tangan kyuhyun terhenti di knop pintu. Telinganya menangkap sebuah pembicaraan. Dan dia rasa itu adalah pembicaraan yang sedikit penting antara anak dan ayah. Kyuhyun tidak ingin menganggunya. Tapi-

Nona? Apa tuan kim baru saja memanggil eunbi nona?

Telinga kyuhyun masih sehat, dia tidak mungkin salah mendengar apalagi itu terdengar berkali-kali.

Mungkin itu panggilan sayangnya. Mungkin.

Tapi apa?

Hwang tae joo? Tuan?

Otak kyuhyun buntu. Dia tidak bisa memikirkan apapun sekarang ini. Dia hanya berfikir kalau ada sesuatu yang salah disini. Sesuatu yang belum kyuhyun ketahui.

**

Cho kyuhyun sudah pulang dari tadi sore dan kim ahjushi juga sudah pulang beberapa menit yang lalu. Ya, pria paruh baya itu pulang setelah eunbi memaksanya dengan berbagai cara.

‘aku akan tetap disini sampai nona sembuh’

‘aku tidak mau terjadi apa-apa dengan nona lagi’

Ah! Telinga Eunbi hampir bosan mendengar alasan kim ahjushi. Memangnya disini tidak ada dokter atau suster yang bisa membantunya?

 

Tapi keputusan itu sepertinya sedikit salah, Eunbi merasa sedikit menyesal karena bersikeras bisa sendiri di rumah sakit ini. Nyatanya sekarang eunbi merasa mati kebosanan karena meninggalkan ponselnya di asrama. Memangnya siapa yang akan mengingat ponselnya dalam keadaan seperti tadi siang. Mata eunbi menerawang jauh pada kejadian tadi siang saat kyuhyun datang menolongnya. Bahkan pria itu harus sampai mendobrak pintu kamarnya. Astaga apa cho kyuhyun sedang shooting drama. Dia seperti keturunan gangster saat dalam keadaan seperti itu.

Eunbi terkekeh geli karena pikirannya sendiri. Diam-diam eunbi mensyukuri keadaannya sekarang. Setidaknya dia bisa melihat sisi lain dari cho kyuhyun. Sisi lain yang mungkin belum pernah dilihat oleh orang lain. Dan lagi-lagi saat eunbi mengingat nama itu. CHO KYUHYUN. Kenapa pipinya selalu bersemu merah hanya dengan mengingat dan menyebut nama itu dalam hatinya. Bahkan sekarang eunbi menangkupkan kedua tangannya pada kedua pipinya yang terasa menghangat. Sesuatu yang sederhana memang bisa menjadi sangat istimewa saat sedang jatuh cinta. Dan sekarang Eunbi bisa merasakannya sendiri, perasaan yang selama ini hanya bisa dia bayangkan lewat tulisan-tulisan roman picisan.

**

Siang ini Eunbi sudah diperbolehkan pulang oleh dokter. Kim ahjsuhi mengantarnya kembali ke asrama. Sebenarnya dengan kejadian ini kim ahjushi sedikit khawatir meninggalkan Eunbi sendirian di asrama. Dan Eunbi tentu tetap keras kepala untuk melanjutkan ide gilanya.

Meskipun dia sudah kembali dari rumah sakti tapi Eunbi belum memutuskan untuk kembali bersekolah. Mungkin hari ini dia akan istirahat saja.

Satu jam

Dua jam

Eunbi masih bertahan dengan bermalas-malasan di atas tempat tidur sambil memainkan ponselnya. Tapi-

“Ah. Aku bosan”

Akhirnya kalimat itu meluncur juga dari mulut Eunbi. Kali ini otaknya berfikir hal apa lagi yang harus dia lakukan untuk mengusir kebosanannya. Tidur? Dia bahkan belum mengantuk sedikit pun? Membaca novel? Dia bahkan sudah membaca berlembar-lembar halaman novel online lewat ponselnya tadi. Bermain sosmed? Matanya bahkan sudah lelah memandangi benda persegi itu. Saat Eunbi sibuk dengan pikirannya terdengar suara pintu terbuka.

Na mi dengan balutan seragamnya mendekat ke arah Eunbi. Gadis itu tidak sabar melihat keadaan Eunbi. Dia bahkan langsung kesini saat jam makan siang dan menunda mengisi perutnya.

“Eunbi ah. Apa kau tidak apa-apa?” tanyanya khawatir.

Eunbi mendudukkan dirinya.

“aku tidak apa-apa. Kau tidak perlu khawatir” katanya mencoba menenangka na mi yang sekarang sudah duduk di tepi ranjang Eunbi.

“maaf aku tidak sempat datang ke rumah sakit atau menjemputmu”

Eunbi bahkan hanya satu hari di rumah sakit, kenapa gadis ini repot-repot memikirkan ingin menjenguk Eunbi. Bahkan Eunbi sama sekali tidak mempermasalahkan hal itu.

“tidak apa-apa. Lagi pula sudah ada yang menjemputku.”

Na mi mendekatkan wajahnya pada Eunbi membuat Eunbi sedikit memundurkan kepalanya secara otomatis. Ada apa dengan gadis ini? Pikirnya.

“Siapa?” Tanya na mi dengan wajah datarnya seperti biasa.

 

Eunbi mengerutkan keningnya. Dan seperti membaca apa yang ada dalam pikiran Eunbi na mi mengulangi pertanyaannya, menjadi lebih jelas.

“Siapa yang menjemputmu? Cho soesangngim?”

 

Eunbi menyatukan alisnya tidak mengerti tapi sedetik kemudian tawanya lepas begitu saja.

“hahaha kenapa kau bisa bertanya seperti itu.”

“Ahjushi- maksudku ayahku yang menjemputku”

Na mi bertanya seolah itu adalah hal yang sangat penting tapi ternyata gadis itu hanya bertanya siapa yang menjemput eunbi.

 

Na mi memperbaiki duduknya. Menatap mata gadis itu lekat-lekat membuat eunbi merasa sedang dihakimi. Dibalik kacamatanya itu na mi memiliki tatapan yang sangat mengerikan.

 

“Kau tidak tahu bagaimana paniknya cho soesangnim saat dia tahu kau sakit. Dia langsung saja berlari bahkan sebelum aku menyelesaikan kalimatku. Dia bahkan berteriak-teriak dan memaki semua orang untuk membukannya pintu mobil”

 

“Benarkah?”Hanya itu yang mampu eunbi katakan. Eunbi tahu kalau cho kyuhyun tahu keadaan Eunbi dari na mi, tapi dia tidak tahu kalau kyuhyun begitu panik sampai berteriak-teriak ataupun sampai memaki kecuali cho kyuhyun yang mendobrak pintu. Dia tahu kyuhyun memang mudah sekali marah, tapi apa yang salah sampai dia berteriak-teriak?.

 

Belum selesai Eunbi berfikir, lagi-lagi Eunbi terkejut dengan pertanyaan na mi.

“Kau tidak sedang menjalin hubungan dengannya kan?”

Mata eunbi membulat

“Ap-apa yang kau katakan?”

 

“Kau pasti juga akan menanyakan hal yang sama seperti itu saat melihat bagaimana cho soesangnim begitu panik. Aku bahkan tidak sempat memberikan kunci kamar padanya karena dia berlari sangat cepat”

 

Eunbi tersenyum geli.

Benarkah dia sangat panik sampai seperti itu?

“Dan dia harus mendobrak pintu” kata eunbi lirih tapi masih dapat di dengar oleh na mi.

“Ya, kalau tahu begitu aku tidak akan mengunci pintunya dan menyebabkan pintu kamar kita harus mendapat sedikit perbaikan”

 

Mereka sama-sama tertawa geli dengan sikap bodoh kyuhyun. Mungkin setelah ini mereka tidak akan mengunci kamar mereka. Ya, sudah menjadi kebiasaan kalau mereka akan mengunci pintu setiap kali mereka keluar. Itu tidak masalah karena mereka membawa kunci mereka masing-masing tapi kemarin na mi lupa kalau keadaan eunbi sedang tidak baik dan mungkin dia tidak bisa membuka kuncinya. Dan untuk masalah kyuhyun yang mendobrak pintu hal itu sama sekali tidak ada dalam pikiran na mi.

 

Tapi berbeda dengan na mi yang menyesal karena mengunci pintu, dalam hati eunbi malah bersyukur karena pintu itu terkunci. Lagi-lagi dia bersyukur pada keadaan yang sedikit tidak baik ini. Eunbi jadi berfikir kalau kyuhyun juga menaruh sedikit perhatian kepadanya. Mungkin Eunbi terlalu percaya diri, tapi biarlah. Hatinya ingin mempercayai pemikiran itu, pemikiran yang bahkan Eunbi tidak tahu kebenarannya.

**

Eunbi meletakkan tumpukan buku di atas meja cho kyuhyun. Gadis itu memaksa ketua kelasnya untuk bersedia dia bantu, membawakan tumpukan buku itu ke meja cho kyuhyun. Sebenarnya ada hal lain yang eunbi ingin lakukan.

 

Tangannya mengambil satu kotak kecil dari dalam kantong jasnya dan meletakkanya di tengah-tengah meja kyuhyun. Eunbi tidak tahu sejak kapan dia mulai menggilai cho kyuhyun sampai membuatnya terlihat seperti fans gila. Dan dia tidak peduli itu.

Bibirnya tersenyum meninggalkan ruang guru. Dia tampak sangat bodoh karena Eunbi terus saja tersenyum tanpa tahu apa yang sebenarnya lucu dan layak untuk ditertawakan. Tapi hatinya begitu bahagia dan menghangat secara bersamaan saat mengingat apa yang baru saja dia lakukan. Tanpa sadar hal itu menarik ujung-ujung bibirnya tanpa sadar.

 

Kyuhyun menyandarkan punggungnya di sandaran kursi empuknya sampai dia menyadari ada sesuatu di atas mejanya. Bungkusan coklat dengan note di dalamnya. Dia tidak menyadari hal itu pagi tadi. Atau mungkin barang itu baru diletakkan diatas mejanya. Pikirnya.

 

Kyuhyun memperbaiki duduknya menjadi lebih tegap dan mengambil bungkusan itu

‘Aku hanya ingin mengucapkan. Trima kasih cho soesangnim’

Begitulah isi note nya.

Rasanya dia kembali pada masa SMA saat dia sering mendapatkan hadiah-hadiah tak terduga dari seseorang. Coklat,bunga, kue, dan surat cinta. Bahkan kyuhyun tidak ingat siapa saja yang mengiriminya hal-hal seperti itu karena ada nama yang berbeda-beda setiap harinya. Tapi kenapa untuk hadiah kali ini kyuhyun merasa berbeda.

“coklat” gumamnya begitu pelan saat kyuhyun membuka penutup kotak itu. Sedikit tarikan ujung bibirnya menghiasi wajah tampannya. Kalau saja semua orang disini melihat cho kyuhyun tersenyum seperti itu maka mungkin tidak akan ada lagi  cho kyuhyun sang malaikat kegelapan. Dia tidak ingat kapan terakhir kali kyuhyun menerima hadiah dan tersenyum seperti ini. Seingatnya tidak pernah, bahkan saat dia mendapat hadiah mobil ataupun barang-barang bermerk di hari ulang tahunnya dia tidak pernah sebahagia ini. Bahagia ini sangat sulit untuk dia ucapkan, begitu sederhana tapi begitu hangat seakan ketulusan dari pemberi hadiah itu benar-benar masuk dalam coklat-coklat kecil berbentuk hati. Mereka sama-sama coklat yang sering kyuhyun terima dulu. Tidak ada yang istimewa darinya kecuali- entahlah kyuhyun tidak tahu itu.

**

“huft” eunbi menghembuskan nafasnya begitu lega sambil meletakkan tasnya di atas meja belajarnya dan segera berbaring di atas ranjang tanpa melepaskan lebih dulu seragam yang melekat pada tubuhnya. Hari ini dia benar-benar lelah, terlalu banyak tugas yang harus dia selesaikan. Sampai dia tidak sempat untuk menanyakan pada kyuhyun tentang coklat itu.

Ah! Aku bisa menyanyakannya sekarang

Buru-buru Eunbi merogoh kantongnya dan mengeluarkan benda berbentuk persegi itu.

Jarinya siap menari indah diatas barisan huruf yang berjejer rapi disana tapi dia bingung harus mengirimkan pesan seperti apa.

Apa cho soesangnim sudah menerima coklat dariku?

Apa cho soesangnim suka dengan coklatnya?

Aish! Kenapa hanya untuk menanyakan hal seperti itu saja otaknya harus berfikir sangat keras melampaui ujian matematika?

 

‘soesangnim terima kasih untuk yang kemarin. Dan kuharap kau menyukai hadiah dariku. Itu untuk ucapan terima kasih’

Akhirnya itulah yang diketikan Eunbi pada ponsel pintarnya.

Sama seperti yang sebelum-sebelumnya Eunbi begitu tidak sabar untuk melihat notifikasi pesan masuk pada ponselnya.

**

Kyuhyun sudah mengganti setelan kemejanya dengan kaos oblong putih, rambutnya tampak basah menandakan kalau dia habis mandi. Pantulan tubuh dan paras rupawannya di cermin tampak begitu sempurna, jarinya yang panjang begitu lihai menyisir rambut basahnya.

Suara nada pesan masuk dalam ponselnya menganggu sedikit aktivitas pria yang masih sibuk memandang wajahnya sendiri pada cermin dan berfikir ‘betapa sempurnanya wajah ini’. Aish! Pada saat-saat seperti ini tingkat kepercayaan diri kyuhyun naik dua kali lipat. Tapi siapa yang akan mengingkari hal itu? Semua orang tahu kalau cho kyuhyun adalah pria yang terlahir begitu sempurna. Seperti perpaduan antara wujud dewa yang terperangkap begitu apik dalam jiwa manusia.

Tampak malas tangannya mengambil ponsel yang tergeletak di atas nakas kamar tidurnya. Keningnya mengerut melihat nama yang mengiriminya pesan.

‘Eunbi’ batinnya.

‘ya. Terima kasih juga untuk coklatnya’

Beberapa detik kemudian terdengar suara pesan masuk.

‘apa kau suka rasa coklatnya?’

Rasa coklatnya?

Kyuhyun berfikir. Dia bahkan belum mencicipi bagaimana rasa coklat itu. Dia pahit atau manis?. Kyuhyun menyimpannya pada kulkas rumahnya takut jika coklat itu akan meleleh jika tidak segera disimpan disana. Dia sama sekali tidak berniat untuk menghabiskan coklat itu, rasanya sayang. Itu menurut kyuhyun. Tapi sejak kapan kyuhyun merasa sayang dengan coklat pemberian seseorang? Dulu. Dia akan senang hati jika temannya tiba-tiba makan coklat yang tergeletak di atas mejanya tanpa tahu siapa pengirimnya.

‘ya. Itu cukup enak’ bohongnya.

Kyuhyun tiba-tiba berlari keluar kamarnya, menuruni anak tangga dan melesat masuk ke dalam dapur sangat cepat sampai membuat nyonya cho yang duduk di depan tv berjingkat kaget. Apa ada gempa bumi? Atau apa ada badai di luar? Tapi kenapa aku tidak merasakan apapun? Batin nyonya cho.

Kyuhyun mengeser beberapa kotak dan botol yang ada di dalam kulkas. Dia ingat jika dia menaruh coklat itu dirak no.2, tapi dimana sekarang?

“kau cari apa?”

Kyuhyun tersentak. Dan buru-buru berbalik menatap nyonya cho yang berdiri di ambang pintu dapur.

Astaga!

Kyuhyun buru-buru menghampiri ibunya sampai membuat wanita paruh baya itu kebingungan.

“eomma! Kenapa kau makan coklatnya?!” kyuhyun bertanya nyaris berteriak di depan muka ibunya.

Sedetik nyonya cho hanya mematung, membiarkan kyuhyun merebut kotak coklat dari tangannya. Dia masih terlalu bingung dengan sikap kyuhyun yang marah hanya karena coklat yang ibunya makan.

“eomma bahkan memakan hampir setengahnya” omel kyuhyun lagi.

“kenapa eomma memakannya tanpa bertanya dulu padaku?”

 

Nyonya cho bersedekap dan menatap kyuhyun serius.

“kenapa menatapku seperti itu?” protes kyuhyun. Dia masih terlalu kesal karena wanita yang dipanggilnya ibu itu memakan coklat miliknya, dan sekarang menatap kyuhyun begitu intens seperti akan memutilasinya.

“kau kenapa?” tanya nyonya cho begitu bodoh dan menyentuh kening kyuhyun.

Pria itu menyingkirkan tangan nyonya cho dari keningnya.

Memangnya aku sedang sakit?

“eomma yang kenapa? Memakan coklat milikku?”

Nyonya cho berdecak.

“ck.ck.ck sejak kapan kau jadi marah saat aku makan coklat milikmu? Kau bahkan selalu membiarkan makanan itu membusuk di dalam kulkas”

Ya, itu dulu. Batin kyuhyun.

Dia memang tidak terlalu suka makanan yang manis seperti coklat, apalagi coklat yang tidak jelas dari mana datangnya.

“tapi ini beda” sentak kyuhyun

“apanya yang beda?”

Kyuhyun bergeming. Apanya yang beda? Tanyanya juga pada hatinya. Ah! Sepertinya dia memang sedikit berlebihan tadi. Untuk apa dia berlari dan marah hanya karena sekotak coklat ini?.

Kyuhyun memutar bola matanya. Dan berbalik membuka pintu kulkas. Meletakkan coklat itu kembali ke dalam sebelum menutup pintu kulkas.

“pokoknya. Mulai sekarang jangan pernah makan coklat milikku” katanya penuh penekanan dan peringatan pada nyonya cho yang masih betah berdiri memandangi kyuhyun. Setelah mengatakan itu kyuhyun menghentakkan kakinya dan pergi masuk ke dalam kamar.

 

Punggung kyuhyun sudah hilang, tapi nyonya cho masih tetap ditempatnya tadi tanpa bergerak. Kepalanya menggeleng-geleng.

“apa itu dari kekasihnya? Dia benar-benar sedang jatuh cinta rupanya.”

“ah, aku senang. Jadi aku tidak perlu lagi mengenalkannya pada anak temanku”

Nyonya cho terus berucap mengutarakan isi hatinya. Tidak apalah kyuhyun memarahinya karena memakan coklatnya, yang terpenting nyonya cho tahu satu hal kalau anaknya itu sedang jatuh cinta. Pikirnya.

Senyuman mengembang di wajahnya. Rasanya nyonya cho rela melihat kyuhyun marah-marah tidak jelas seperti tadi setiap hari. Itu begitu lucu. Ya, untuk cho kyuhyun yang selama ini tidak pernah menunjukkan emosinya untuk seorang wanita tiba-tiba menjadi sedikit sensitive karena coklat pemberian gadisnya dimakan ibunya.

 

Kyuhyun melempar dirinya di atas ranjang.

“aish! Kenapa aku berlebihan sekali?” runtuknya.

Kejadian tadi hanya sesuatu yang begitu tiba-tiba tanpa disadari olehnya. Dia tidak tahu kenapa tubuhnya begitu peka saat otaknya memikirkan tentang eunbi. Hwang Eunbi. Apa yang salah dengan dirinya? Batinnya.

Kyuhyun melipat tangannya di atas kepala menjadikannya bantal untuk dirinya sendiri. Pikiran dan hatinya sedang fokus memikirkan satu hal yang sampai sekarang belum dia temukan jawabannya. Perasaannya. Kyuhyun tidak pernah berfikir seserius ini menyangkut hatinya. Tapi perasaan yang akhir-akhir ini tidak menentu di dalam hatinya terus mengganggunya. Hwang Eunbi. Lagi-lagi nama itu. Ada begitu banyak hal yang otaknya pikirkan saat mengatakan nama itu. Seolah itu adalah nama yang begitu ajaib. Selain tentang perasaannya, ada satu hal yang mengganggu kyuhyun ‘percakapan Eunbi dengan orang yang kyuhyun kenal sebagai ayah Eunbi’.

Kyuhyun langsung duduk tegap diatas tempat tidurnya, meraih laptop di atas nakas sebelah kiri tempat tidurnya. Lalu dia berselancar di dunia maya untuk mencari sebuah informasi.

**

Kim ahjushi berdiri takut-takut melihat pintu di depannya akan terbuka. Sekarang dia berada di ruang kerja bos besarnya. Ya ampun! Dia masih tidak percaya kalau sekarang dia benar-benar berdiri disini. Tadi saat kim ahjushi pergi pagi-pagi untuk berolahraga tiba-tiba ada mobil yang berhenti di depannya dan mengatakan dia harus ikut karena ini adalah perintah bosnya. Hwang tae joo.

Keringat dingin mulai keluar dari pori-pori kulitnya. Bukan. Bukan karena kim ahjushi selesai berolah raga ataupun karena kepanasan. Dia sangat gugup dan takut. Entahlah perasaannya benar-benar campur aduk.

Ceklek.

Pintu itu terbuka. Derap langkah pria paruh baya dengan setelah jas yang membuat tubuh menuanya tetap tampak gagah mulai mendekat. Dan semakin dekatnya langkah kaki itu membuat kim ahjushi juga semakin kesulitan hanya untuk menarik oksigen disekitarnya. Ini pertama kalinya dia begitu takut sampai akan mengompol di celana.

“selamat pagi. Kim seung hwan” pria itu lalu mengambil duduk di kursi kebesarannya.

Kim ahjushi hanya menunduk. Dia bahkan tidak berani hanya untuk mengangkat dagunya.

“se-selamat pa-pagi. Tuan” katanya gugup. Sangat gugup.

Hwang tae joo menyeringai. Dia tampak sangat menakutkan jika seperti ini.

“aku tidak tahu kalau kau sudah kembali dari amerika. Jadi sudah berapa lama kau ada di korea? Apa aku melewatkan suatu hal?”

Bukannya menjawab. Kim ahjushi malah berlutut.

“maafkan saya tuan. Sungguh maafkan saya. Saya hanya- hanya ingin membantu nona muda saja” akunya.

“memangnya apa yang kau lakukan? Membohonginku atau mendukung putriku untuk melakukan hal gila?”

Jelas pria ini sudah tahu apa saja yang telah terjadi. Memangnya apakah hwang tae joo begitu bodoh sampai dia melewatkan hal ini?.

“kumohon maafkan saya” kata kim ahjushi lagi. Dia bahkan sudah siap mengantarkan nyawanya sekarang.

“aku tidak tahu kalau kau punya keberanian untuk itu. Apa kau berfikir karena aku selalu baik padamu, maka aku akan memaafkanmu?!”

“tidak. Tuan bisa menghukumku. Tapi maafkan aku”

“ck! Jadi apa yang gadis itu tawarkan padamu sampai berani menentangku?”

“itu-itu- tidak ada tuan”

Obrolan yang sedikit menegangkan itu akhirnya membuat kim ahjushi mengatakan semuanya. Mengatakan pada tuan besarnya bahwa putrinya telah membohonginya, mengatakan alasan dan keinginan tak logis putrinya yang ingin kembali pada masa SMA nya. Ini adalah hal tergila yang pernah didengar oleh hwang tae joo. Apa yang putrinya cari sampai harus melakukan hal gila ini? Jika putrinya ingin memiliki pulau pribadi itu jauh lebih masuk akal dari pada sesuatu yang disebut ’18 again’. Rupanya menyekolahkan anaknya sampai ke amerika bukanlah pilihan yang tepat. Pikirnya.

====TBC===

AUTHOR’S NOTE: lanjut ke part 8 ya 🙂 tapi jangan lupa tinggalkan jejak di part 7 ini. terima kasih. 🙂 🙂

 

18 AGAIN [PART 6]

HAPPY READING

 

Kyuhyun berbaring di ranjang king size miliknya. Tapi bukan untuk bersantai. Astaga, bahkan dia tidak bisa bersantai karena sejak tadi dia terus mengutuk dirinya sendiri yang telah mencium Eunbi.

 

‘Hey cho kyuhyun apa yang kau lakukan? Dia itu muridmu. Kau tidak ingin masuk penjara karena dituduh sebagai seorang pedofil kan’

 

“ah aku bisa gila!” kyuhyun menarik kasar selimut putih miliknya hingga menutupi seluruh tubuhnya. Mungkin tadi kyuhyun hanya berpura-pura tenang dan tidak terjadi apa-apa. Tapi adakah yang tahu kalau sejak tadi sore pria itu sibuk menenangkan hati dan pikirannya. Jantungya yang tiba-tiba bekerja tidak normal, hatinya yang malah senang dengan hal tadi dan pikirannya yang terus mengutuknya karena melakukan hal gila.

 

Kyuhyun membuka selimutnya sebatas dada. Matanya menatap langit-langit kamarnya seperti sedang menerawang jauh ke sana.

“sebenarnya apa yang ada dipikiranku?”

 

Dia meraih ponselnya malas saat terdengar nada pesan masuk. Tapi sedetik kemudian dia berjingkat dan langsung duduk tegap.

**

Eunbi memegang kedua pipinya yang terasa hangat. Efek dari kejadian tadi sore masih terlalu membekas untuknya, hanya dengan membayangkannya saja bisa membuat letupan-letupan kecil pada hatinya yang berefek pada detak jantung dan rona merah di pipinya.

“Eunbi ah. Apa kau sedang sakit?”

Eunbi mendongak.

“aku?. Tidak” katanya tampak sangat bodoh.

 

Na mi hanya melihat Eunbi penuh kebingungan. Sejak tadi dia pulang Eunbi sudah berbaring dan berkali-kali memegang pipinya tanpa berkata apa-apa.

 

“kau memegangi pipimu terus.”

Eunbi mengaruk tengkuknya yang tidak gatal. Astaga. Pasti dia tadi terlihat sangat bodoh.

“tidak. Tidak. Aku baik-baik saja. Kau tidak perlu khawatir”

Na mi mengangkat bahu tidak peduli.

 

Kembali Eunbi sibuk dengan pikirannya dan ponsel pintarnya. Mengetik beberapa baris kata kemudian menghapusnya lagi. Seperti itu sejak 10 menit yang lalu.

 

“hah?!” eunbi membanting ponselnya dengan kasar saat jarinya tanpa sengaja menekan tombol send.

“yak. Yak apa yang baru saja aku lakukan?” makinya pada diri sendiri.

Dia kemudian mengotak atik ponselnya. Dan memejamkan matanya setelah itu, pesan itu sudah terkirim dan dia tidak bisa menarik pesan itu lagi. Jadi apa yang harus dia lakukan.

Apa dia harus kembali mengirimi pesan pada cho kyuhyun? ‘soesangnim maafkan aku, karena aku tidak sengaja mengirim pesan padamu’ dan itu akan membuat dia terlihat sangat bodoh. Atau mungkin dia bisa mematikan ponselnya. Ya, itu bukanlah ide yang buruk. Tapi tunggu- kyuhyun sedang mengetikkan sesuatu. Biar Eunbi ulangi KYUHYUN MENGETIKKAN SESUATU. Ya Tuhan jantungnya semakin tidak terkontrol.

**

‘terima kasih karena sudah menemaniku bermain tadi sore. Aku sangat menikmatinya’

Kyuhyun membaca pesan itu pelan-pelan. Bahkan dengan kapasitas otaknya yang lumayan bisa membuat dia terlalu lemot untuk cepat-cepat membalas pesan itu. Kyuhyun hanya berfikir kalau Eunbi mungkin akan menghindarinya, dan hubungan mereka akan terasa sangat canggung seperti saat dia mengantar Eunbi pulang tadi. Tapi apa barusan cho kyuhyun baru saja menerima pesan dari Eunbi?

 

Jarinya bergerak cepat setelah memikirkan satu baris kalimat, tapi kemudian dia buru-buru menghapusnya. Dia harus tetap terlihat keren dan tenang seperti biasanya bukan.

 

Send.

Akhirnya pesan itu terkirim. Dia mungkin sudah gila karena setelah pesan itu terkirim kyuhyun tidak sabar untuk segera menerima balasan dari pesan itu.

 

‘tidak masalah. Terima kasih juga karena sudah membantuku’

Eunbi melemaskan pegangan tangannya pada ponsel miliknya. Dia terlalu senang sampai tidak menyadari kalau sejak tadi dia tersenyum tidak jelas. Membuat na mi kembali berfikir kalau temannya dalam keadaan tidak baik-baik saja.

Dengan cepat dia membalas pesan itu, mungkin kyuhyun akan berfikir kalau Eunbi sudah sangat menunggu balasan pesan darinya tapi Eunbi tidak peduli itu. Biarlah dia berfikir seperti itu pada Eunbi.

 

“selamat malam cho soesangnim”

 

“selamat malam”

 

Kedua orang itu merebahkan tubuhnya pada ranjang mereka sambil memeluk ponsel mereka. Rasanya ranjang yang sudah mereka tiduri berkali-kali itu terasa lebih lembut seperti bantalan-bantalan bulu angsa yang di pesan khusus. Terlihat begitu bodoh dan kekanakan saat mereka merasa sangat bahagia hanya karena pesan yang entah dari mana terlihat romantis sampai membuat mereka sama-sama menyunggingkan senyuman. Tapi itu berbeda bagi mereka. Ini begitu sederhana dan sesuatu yang mereka rasakan sekarang tidak bisa mereka ungkapkan, hanya mereka yang tahu. Dan Tuhan. Tentu saja.

**

Beberapa hari telah berlalu, dan ini adalah hari terakhir masa skors Eunbi. Beberapa hari ini dia habiskan dengan melakukan beberapa hal. Membaca buku, berselancar di dunia maya, atau mengunjungi beberapa tempat. Sebenarnya Eunbi sedikit bingung dia sedang dalam masa hukuman atau masa liburan? Setidaknya dia tidak akan mendengar omelan dari orang tuanya karena mengetahui putrinya di skors dari sekolah. Astaga. Kalau hal itu benar-benar terjadi dia tidak akan tahu apa yang bisa ayahnya lakukan padanya. Mencekiknya atau segera mencoretnya dari daftar ahli waris. Tapi beruntung kalau ini hanya 18 again.

 

Eunbi menutup buku diarynya.  Dan meraih ponselnya saat nada pesan masuk terdengar.

‘masa skorsmu akan berakhir besok. Apa kau sudah siap untuk kembali ke sekolah?’

Itu pesan dari kyuhyun. Sejak saat eunbi mengirimi pesan pada kyuhyun entah siapa yang memulai membuat mereka selalu berkirim pesan. Meskipun kadang Eunbi hanya bertanya ‘apa yang dia harus lakukan hari ini untuk menjalani hukumannya’ dan kyuhyun yang akan membalas ‘belajarlah. Itu baik untukmu menghabiskan masa skorsmu’

Hanya pesan-pesan singkat seperti itu yang mereka lakukan.

 

‘sudah. Aku bahkan sudah mempersiapkan peralatan sekolahku untuk besok’  ini bahkan belum 10 detik saat pesan itu terkirim tapi Eunbi sangat tidak sabar menunggu balasan pesan dari kyuhyun.

 

‘bagus. Kuharap kau tidak melupakan dimana ruang kelasmu setelah liburan selama 2 minggu.’

Eunbi terkekeh geli. Sejak kapan kyuhyun memiliki sedikit humor. Ya, meskipun itu hanya sedikit tapi bukankah itu luar biasa jika itu kyuhyun.

 

‘liburan? Astaga bahkan aku sekarang sedang dalam masa hukuman. Bagaimana cho soesangnim menyebutnya liburan’

 

‘karena kau terlalu sering mengunjungi cafe dari pada perpustakaan’

‘ya ampun. Apa cho soesangnim mengikutiku? Aku tidak tahu kalau aku mempunyai pengemar.’

‘dan aku bukan pengemarmu nona’

 

Eunbi tidak pernah merasa terhibur dan sesenang ini berkirim pesan dengan seseorang.

**

Hari ini Eunbi bangun lebih awal dari biasanya, bahkan na mi sedikit merasa aneh karena Eunbi sudah siap dengan seragamnya saat dia baru saja membuka mata. Gadis itu hanya bilang ‘aku tidak mau terlambat datang ke sekolah’ pada na mi. Sudahlah, mungkin itu memang benar dan na mi tidak ingin memikirkan itu terlalu jauh.

 

Semuanya sudah siap, eunbi hanya tinggal mengikat tali sepatunya. Astaga. Tali sepatu lagi. Seharusnya dia membeli sepatu baru waktu dia skors, setidaknya dia tidak akan kesal karena mengikat tali sepatu terlalu sering.

 

Di tempat lain, lagi-lagi kyuhyun melempar kemejanya sembarangan di atas ranjang miliknya. Dia hampir menghabiskan setengah jam hanya untuk memilih satu setelan baju kerja. Mungkin nanti pembantunya akan bekerja ekstra untuk merapikan kamar kyuhyun. Memangnya ada apa dengan hari ini? Kalender yang dia lingkari pada hari ini, persiapan yang luar biasa. Kyuhyun sedang tidak akan pergi menemui presiden korea  selatan bukan? Bukan. Tentu saja. Hanya kyuhyun yang tahu bagaimana dia bisa serepot ini untuk menyambut Eunbi yang kembali ke sekolah lagi. Menyambut? Haruskah kyuhyun membawa bunga sebagai ucapan selamat?

 

Akhirnya kyuhyun turun terburu-buru melewati anak tangga seperti hampir akan melompatinya. Dengan persiapan yang luar biasa dia hampir terlambat, lihatlah bahkan ayahnya sudah tidak ada di meja makan, hanya ibunya dan dibantu pembantunya merapikan peralatan makan. Apa dia harus melewatkan sarapan?

 

“kau tidak sarapan dulu?” tanya nonya cho setelah melihat kyuhyun melintas begitu saja dihadapannya setelah meraih kunci mobil.

“aku sedang buru-buru”

 

“jelas saja kau terburu-buru jika kau terlalu lama memilih baju” cibir nyonya cho begitu pelan. Suaranya bahkan hanya terdengar oleh Shin Ahjumma yang berdiri di sampingnya.

“ahjumma. Apa kau berfikir kalau kyuhyun sudah punya kekasih?” tanya nyonya cho tiba-tiba dan bersemangat.

Shin Ahjumma yang ditanya hanya pura-pura berfikir sebelum menjawab

“mungkin. Tuan muda tidak pernah seperti ini”

“benarkah? Wah itu kemajuan yang sangat besar. Jadi aku tidak perlu lagi mengenalkannya dengan banyak wanita”

**

Eunbi duduk di bangkunya tanpa melakukan pekerjaan yang berarti, dia hanya berkali-kali mengecek tatanan rambutnya yang kali ini dia biarkan tergerai dengan jepit rambut kecil di sebelah kanan. Dia ingat pada hari pertama dia masuk sekolah disini keadaannya sangat kacau dan hari ini dia tidak akan membuat kesalahan sedikitpun pada penampilannya. Setelah puas dengan penampilannya eunbi memutar tubuhnya menghadap yoojin yang sedang sibuk membaca novel. Ya ampun ini seperti bukan yoojin yang biasanya. Mungkin selama Eunbi tidak masuk sekolah gadis itu mencari sedikit kesibukkan dengan membaca novel. Eunbi rasa itu lebih baik dari pada bergosip.

“kau mempunyai hobi baru? Membaca novel?” tanya Eunbi kemudian

Yoojin menggeleng dan tetap fokus pada bacaannya.

“lalu untuk apa kau membacanya?”

“aku hanya membacanya karena novel ini akan segera rilis menjadi film. Jadi aku tidak boleh terlihat bodoh saat murid-murid lain membicarakan hal ini. Hampir semua murid disini sudah membacanya. Kau tahu siapa yang bermain di film ini nanti?”

Ternyata Eunbi salah. Gadis ini tidak berubah. Bagaimana eunbi bisa berfikir kalau membaca menjadi hobi yoojin? Nyatanya gadis itu membaca buku ini hanya untuk sebuah perbincangan.

 

Sebagai jawaban dari pertanyaan yoojin tadi eunbi menggeleng.

Tiba-tiba yoojin menutup bukunya dan meletakkannya di atas meja hampir seperti menggebrak meja.

“SONG JONGKI” katanya nyaris berteriak. Untung saja gendang telinga eunbi sudah terbiasa dengan volume suara yoojin.

“aku benar-benar tidak sabar” lanjutnya sambil menyatukan kedua tangganya seperti memohon sesuatu.

 

Eunbi hanya mengangguk malas.

 

“kau tahu novel ini menceritakan gadis yang sangat polos tiba-tiba jatuh cinta pada tetangga barunya. Dia begitu bodoh memahami cinta sampai dia membuat list tentang tanda-tanda orang jatuh cinta.” Terang yoojin.

 

“list?”

Yoojin mengangguk

“jantung yang selalu berdebar saat kau bersamanya, tanpa sadar kau selalu mengingatnya dan tersenyum saat bersama, kau akan bersemu saat kau menatap wajahnya, mengingat setiap kejadian yang terjadi bersamanya, dan- kau tidak ingin membuat mulutku kering karena menceritakannya kan? Ya ampun. Dia menulis itu semua dalam berlembar-lembar kertas. Aku bisa gila kalau menceritakan semuanya.”

“baiklah lanjutkan saja”

**

Eunbi menyangga dagunya dengan tangan sebelah kanan, kyuhyun sekarang berdiri di depan kelas entah menjelaskan apa. Telinga Eunbi mendadak sedikit bermasalah karena otaknya dipenuhi dengan percakapannya dengan yoojin.

‘jantung yang berdetak kencang, pipi yang bersemu saat dihadapannya, selalu tersenyum bodoh‘

 

Apakah aku sedang jatuh cinta sekarang?

Dengan cho kyuhyun?

Haruskah aku mengakuinya?

 

AKU JATUH CINTA PADANYA

CHO KYUHYUN. AKU MENCINTAIMU !!!

 

Hatinya tiba-tiba menghangat karena pengakuan yang baru saja dia buat untuk dirinya sendiri. Sepertinya musim semi telah menghampiri hatinya membuat ribuan kupu-kupu berterbangan di dalam hatinya dan membuat dia menarik ujung bibirnya tanpa sadar.

 

Eunbi kembali pada dunia nyatanya saat senggolan di lengannya menariknya paksa dari pemikiran indahnya.

Mulut Eunbi membentuk kata ‘apa’ tanpa bersuara.

Yoojin menggeser satu lembar kertas yang sudah dibentuk hampir menyerupai bola, tanpa basa basi Eunbi segera membukanya.

 

‘aku senang melihatmu lagi. Ku tunggu kau untuk makan siang bersama.’

MINHO

Eunbi menatap minho yang sudah berbalik menatapnya. Laki-laki itu membentuk mulutnya membuat sebuah kalimat. ‘makan siang bersama. Aku menunggumu’ dan Eunbi hanya mampu tersenyum.

 

“sepertinya dia tidak sabar untuk mengajakmu makan bersama” ledek yoojin yang entah kapan sudah membaca kertas kusut itu. Jiwa penasarannya memang akan selalu meningkat setiap harinya.

**

Kyuhyun menggeram sendiri melihat kelakuan dua sejoli yang seolah tidak menghiraukan kehadirannya. Dunia memang terasa milik berdua saat orang saling jatuh cinta. Tapi apakah dia tidak punya waktu lain untuk saling menggoda? Astaga. Kenapa tiba-tiba udara di sekitar kyuhyun menjadi panas?.

 

Tanpa basa-basi kyuhyun melempar penghapus yang dia pegang tepat mengenai sasaran. CHOI MINHO.

“apa kau tidak punya waktu lain untuk mengobrol?” tanyanya penuh dengan ancaman.

“maaf soesangnim. Aku tidak akan mengulanginya lagi.” Sesalnya.

“jangan lakukan hal itu dikelasku tuan choi. Atau kau ingin aku menghukummu” kata kyuhyun mencoba menunjukkan kekuasaannya. Apa kyuhyun tampak seperti anak kecil dan tidak berwibawa seperti biasanya? Mungkin sebentar lagi imagenya akan berganti. Dari Cho Kyuhyun yang keren menjadi Cho kyuhyun yang kekanankan.

**

Deru mobil kyuhyun yang memasuki halaman membuat nyonya Cho langsung berdiri dari duduknya, dia tidak sabar untuk menanyakan sesuatu pada anak kesayangannya itu.

 

“cho kyuhyun. Kau sudah sampai?” kata nyonya cho tiba-tiba, membuat kyuhyun berjingkat kaget. Terkadang ibunya itu memang melakukan hal-hal yang tidak masuk diakal. Seperti menyambut kyuhyun di depan pintu seperti ini. Astaga. Kyuhyun merasa dia baru duduk di taman kanak-kanak.

 

“Eomma. Apa yang Eomma lakukan?” kyuhyun mengelus dadanya dan balik bertanya ke ibunya. Untung saja jantungnya ciptaan Tuhan kalau tidak mungkin- Ah! Kyuhyun tidak sanggup melanjutkannya.

 

“jadi apakah kau sudah punya kekasih? Kenapa tidak memperkenalkannya pada Eomma?” tanya nyonya Cho tidak sabar sambil mengekor dibelakang kyuhyun.

 

Kyuhyun berbalik dan menatap ibunya curiga. Terkadang kyuhyun juga tidak mengerti bagaimana jalan pikiran orang yang sudah melahirkannya itu. Kekasih? Apa ibunya baru saja menonton acara televisi dan menuntut kyuhyun untuk segera punya kekasih seperti beberapa hari yang lalu?

 

Nyonya cho mengendus bau kyuhyun.

“kau bahkan mengganti parfumu”

“Eomma!” kyuhyun memprotes. Dia tidak menyangka kalau ibunya begitu teliti.

“kenapa berteriak seperti itu? Aku kan hanya bertanya”

“aku tidak punya kekasih. Jadi jangan menanyakan hal yang tidak penting seperti itu lagi”

Setelah itu kyuhyun hilang dibalik pintu kamarnya.

“dia mengganti parfumnya, mempersiapkan penampilannya dengan berlebihan. Tapi dia bilang dia tidak punya kekasih?. Kadang disaat awal-awal hubungan memang suka malu-malu” nyonya cho menyimpulkan sendiri. Ya, ini lebih baik dari pada dia mendengar ‘kyuhyun itu adalah penyuka sesama jenis’. Kepalanya rasanya akan pecah mendengar itu.

**

“apa-apaan Eomma? Kekasih? Yang benar saja?” omel kyuhyun sambil melepaskan kancing-kancing kemejanya dengan tidak sabar. Lengkap sudah kekesalan hari ini. Pagi hari yang berantakan karena Eunbi dan sekarang bahkan Eommanya juga ikut menambah tingkat emosinya. Tapi, apa yang dilakukan Eunbi?

“Dasar anak SMA. Apa dia tidak punya waktu lain untuk mengobrol selain di dalam kelas? Memangnya sudah berapa lama mereka tidak bertemu?”

“choi minho. Sepertinya kau harus aku beri hukuman.”

 

Setelah kyuhyun selesai melepas kemejanya dengan mulut yang tidak bisa berhenti mengomel. Dia buru-buru masuk ke dalam kamar mandi, mungkin dengan mandi bisa menghilangkan sedikit kemarahan pada dirinya.

 

Air yang meluncur dari shower membasahi setiap inchi tubuhnya. Tangan kyuhyun menyisir rambut basahnya ke belakang. Kemudian dia terdiam dan berkacak pinggang.

“kenapa aku masih saja mengingatnya. Eunbi. Awas saja kalau aku bertemu dengannya. Tidak. Aku tidak mau bertemu dengannya.”

 

Memangnya apa yang terjadi sampai kyuhyun marah seperti ini? Mungkin saat kyuhyun sadar, dia akan tersenyum geli mengingat tingkahnya yang tidak lebih buruk dari anak SMA.

**

Kakinya bersila di atas tempat tidur dengan tanggan kanan yang dia gunakan untuk menyangga dagunya.

Eunbi mengamati ponselnya tidak sabar.

“ini bahkan sudah lima menit. Tapi dia belum juga membalas pesannya.”

Inilah ada waktu terlama untuk eunbi menunggu balasan pesan dari kyuhyun.

“memangnya apa yang dia lakukan sekarang?”

Lagi-lagi eunbi memberengut kesal.

**

Kyuhyun sudah berganti dengan pakaian rumahannya, celana hitam dan kaos putih polos. Dia berniat berbaring saat dia melihat ada pesan masuk di ponselnya.

 

‘soesangnim. Apa kau punya ide untuk lukisanku ?’

 

Kyuhyun tersenyum miring.

“kenapa dia tidak tanyakan saja pada Choi minho” kata kyuhyun pada ponselnya, seperti seakan-akan Eunbi akan mendengarnya.

Lama dia berfikir untuk membalas pesannya atau tidak tapi kemudian tangannya bergerak lincah di atas benda persegi itu.

 

Eunbi meraih ponselnya semangat saat terdengar nada bergetar.

Tapi kemudian bahunya melemas.

 

‘maaf aku sedang berkencan sekarang’

 

lagi-lagi Eunbi dibuat kesal, jika tadi dia kesal karena pesannya tidak juga dibalas tapi sekarang dia kesal karena balasan cho kyuhyun. Eunbi jadi berfikir kalau sebaiknya pria itu tidak membalas pesannya saja.

Apa katanya tadi? Berkencan? Cihh bahkan sekarang dia terang-terangan bilang berkencan setelah dia melukai banyak sekali wanita. Apa wanita sekarang jauh lebih cantik dari sebelumnya. Dasar. Pria. Aku juga cantik. Bahkan semua orang mengakui itu.

 

Dengan kesal akhirnya Eunbi kembali mengetikan sesuatu dan menekan tombol send pada ponselnya.

 

 

Kyuhyun tidak sabar menunggu balasan pesannya. Hatinya menerka-nerka apa yang akan gadis itu balas. Bahkan kyuhyun menggenggam ponselnya takut jika telinganya tidak bisa mendengar adanya pesan masuk. Baiklah. Cho kyuhyun memang sedikit berlebihan.

 

Kyuhyun berjingkat saat telapak tangannya merasakan sebuah getaran dari ponsel miliknya. Buru-buru dia  membuka pasword ponselnya.

“Sial! Kenapa salah terus” kyuhyun mengumpat.

Disaat seperti ini kenapa dia bahkan tidak bisa membuka pasword ponselnya sendiri dengan benar. Apa dia sangat terburu-buru sampai tangannya lupa pasword yang dia ciptakan sendiri?

 

‘baiklah. Semoga sukses. Aku harap soesangnim tidak mendapat satu gelas americano atau cafelatte di mukamu’

 

Kyuhyun melempar ponselnya ke atas ranjangnya.

 

“sialan! Beraninya dia membahas masalah itu lagi”

 

Disatu sisi, ditengah rasa kesalnya Eunbi menyunggingkan senyumnya. Dia cukup puas setelah membalas pesan kyuhyun. Bukankah sangat menyenangkan setelah membuat seorang cho kyuhyun tidak berkutik seperti sekarang. Eunbi berani bertaruh kalau sekarang gurunya itu sedang memakinya dan menyumpahinya akan menjitak dahinya lagi besok saat di sekolah. Tapi siapa yang peduli. Biarlah itu menjadi urusan Eunbi besok.

**

Ini sudah hampir 10 menit Eunbi berada di dalam kamar mandi. Memangnya apa yang sedang dia lakukan? Dia sudah tiga kali bolak-balik kesana, bahkan sekolah akan dimulai lima menit lagi.

 

“eunbi ah. Apa kau masih lama?” na mi berteriak diluar kamar mandi.

“kau duluan saja” jawab Eunbi lemah dari dalam.

 

Hari ini sepertinya keadaan tubuhnya sedang dalam keadaan yang tidak baik. Dari tadi dia terus memuntahkan makanannya, bahkan keringat dingin mulai membanjiri dahinya. Ah! Rasanya dia akan pingsan, Eunbi merasa sudah tidak punya tenaga lagi. Dia tidak tahu apa yang terjadi padanya sejak bangun tadi pagi, kepalanya sudah terasa sangat pening.

 

Eunbi membuka pintu kamar mandi begitu pelan seperti tidak sanggup membuka pintu itu.Kamarnya sudah sepi, ya mungkin na mi sudah berangkat.

 

Baru saja dia akan mendekat ke tempat tidurnya tapi lagi-lagi perutnya bergejolak. Dengan tenaga yang sudah hampir habis Eunbi memutar tubuhnya dan langsung melesat ke dalam kamar mandi.

**

Na mi merasa khawatir karena eunbi belum juga datang,  bahkan ini sudah lewat pelajaran pertama. Gadis itu sudah berulang kali menghubungi eunbi dan mengirimi gadis itu pesan tapi tidak ada satupun yang mendapat jawaban membuat gadis itu semakin khawatir.

 

Mungkin eunbi sedang berada dalam masalah.

 

Na mi mengendap-endap keluar dari kelas. Ini pertama kalinya dia ingin membolos dari pelajaran. Dan tentu saja ini bukan karena dia lupa mengerjakana tugas atau menghindari pelajaran matematika yang memusingkan. Na mi hanya merasa kalau teman satu kamarnya itu tidak berada dalam keadaan yang baik-baik saja. Setidaknya na mi harus memastikannya dengan kepala matanya sekarang, mengingat dia meninggalkan Eunbi dalam keadaan yang tidak baik.

 

Persahabatan na mi dan eunbi memang dalam hubungan yang baik lagi dan kali ini na mi tidak ingin mengacaukan itu semua seperti kamarin. Setidaknya ini yang bisa dia lakukan untuk membalas kebaikan eunbi padanya. Bukankah sudah kewajibannya untuk melihat bagaimana kondisi gadis itu? Setidaknya sebagai teman yang baik na mi tidak boleh egois bukan?

Kakinya melangkah begitu pelan memastikan kalau alas sepatu miliknya yang menyentuh lantai tidak membuat suara sekecil apapun. Tapi-

 

“Na mi kau mau kemana?”

Na mi berbalik dan mendapati cho kyuhyun sudah berdiri di belakangnya. Disaat seperti ini kenapa kyuhyun berkeliaran dan mengacaukan rencananya untuk kabur.

 

Kyuhyun mendekati na mi, dia tahu ada sesuatu yang gadis itu sembunyikan darinya buktinya na mi tetap diam dan menunduk tidak menjawab kyuhyun. Melihat kejadian kemarin membuat kyuhyun sedikit manaruh curiga pada apapun yang dilakukan gadis itu. Siapa yang menyangka kalau gadis yamg terkenal pintar  bisa menyusun sebuah rencana jahat. Dan sekarang apa lagi yang akan dia lakukan? Berkeliaran di tengah jam pelajaran seperti ini?

 

“Soesangnim. Sebenarnya-”

Na mi menjeda kalimatnya sebentar menatap kyuhyun ragu. Dia tidak yakin kalau kyuhyun akan mempercayainya tapi dia akan mencoba.

“Sebenarnya. Aku hanya mengkhawatirkan eunbi. Dia tidak masuk sekolah hari ini dan tadi pagi aku meninggalkannya dalam keadaan yang tidak baik”

“Jadi aku ingin-”

Kalimat na mi terpotong saat kyuhyun tiba-tiba berucap dan menepuk pundaknya

“Masuklah ke kelas. Biar aku yang melihatnya”

 

Setelah itu kyuhyun benar-benar pergi meninggalkan na mi yang masih terlalu heran melihat kyuhyun yang begitu panik, bahkan pria itu sudah berlari begitu cepat menghilang dari lorong kelas.

“ada apa dengan cho soesangnim?” kata na mi heran.

**

Hentakan sepatu kerja kyuhyun beradu dengan lantai asrama menciptakan suara menggema disetiap lorong yang dia lalui. Entah apa yang ada di dalam pikirannya. Mendengar keadaan eunbi dari na mi membuatnya tiba-tiba khawatir. Dia bahkan tidak sadar kalau pergi begitu saja tanpa mendengarkan na mi lebih jauh. Seolah otaknya tidak bekerja, yang ada di dalam kepalanya hanya ‘bagaimana keadaan gadis itu’.

 

“sialan! Aku lupa bertanya dimana kamarnya” kyuhyun mengumpat. Lagi-lagi otak cerdasnya tidak berfungsi. Bagaimana dia bisa lupa bertanya pada na mi nomor kamarnya? Dia berlari seperti orang gila dan sekarang berhenti di tengah-tengah lorong yang diapit oleh deretan pintu di kanan dan kirinya melupakan satu hal penting. Jadi apa yang harus dia lakukan sekarang?

 

Ah!

Kyuhyun mengingat sesuatu.

Buru-buru dia mengambil ponselnya dari saku celananya, mencari satu nama dari puluhan kontak nama yang tersimpan dalam ponsel pintarnya.

 

“tolong kirimkan nomor kamar Eunbi. Hwang Eunbi. Cepat!” kata kyuhyun cepat setelah teleponnya diangkat oleh seseorang. Bahkan orang diseberang sana belum sempat mengucapkan salam, atau apapun yang biasa dia katakan.

“Hwang Eunbi?”

“iya. Hwang Eunbi. Cepat!”

Siapapun lawan bicara kyuhyun, pasti tahu kalau pria itu sekarang dalam keadaan kesal. Sialan! Lagi-lagi kyuhyun mengumpat. Dia terus menghitung detik menantikan orang yang dia telepon menjawab pertanyaannya.

 

“hwang Eunbi. Kamarnya no 209 tapi cho soe-“

TUT-

Sambungan telepon itu terputus. Kyuhyun sudah tidak peduli lagi apakah orang diseberang sana akan mengumpat atau memakinya.

 

Langkah kakinya yang besar dan mata yang begitu teliti melihat nomor disetiap pintu membuat kyuhyun tidak memikirkan hal lagi selain kamar Eunbi. Beruntung kyuhyun tahu nomor petugas asrama disini jadi dia tidak perlu kembali ke gedung sekolah dan meneriaki na mi karena tidak memberitahukan nomor kamarnya. Baiklah. Kyuhyun akui itu kesalahannya. Kesalahan terbodohnya.

 

Nafasnya masih terdengar sangat memburu. Jarak antara gedung sekolah dan gedung asrama ini lumayan jauh dan untuk pertama kalinya kyuhyun mengutuk ayahnya yang sudah membuat sekolahan seperti ini.

Perlahan kyuhyun mengetuk pintu kamar itu sampai ketukannya perlahan berubah menjadi sebuah desakan saat tidak ada jawaban sedikitpun dari dalam. Kyuhyun mengambil ponsel dari dalam kantongnya dan menekan nomor ponsel eunbi, tapi hanya terdengar suara operator yang menjawab. Kembali kyuhyun mengetuk pintu kali ini lebih menuntut dari sebelumnya. Haruskah dia mendobraknya? Masa bodoh dengan itu.

Satu kali

Dua kali

Tiga kali

BRAKKK

Pintu itu terbuka.

Kyuhyun melesat begitu saja masuk ke dalam kamar itu. Matanya mengedar dan-

 

“Eunbi!”

kyuhyun nyaris berteriak saat melihat gadis itu terbaring di depan kamar mandi. Ya ampun. Apa gadis itu sudah tidak punya kekuatan hanya untuk berjalan ke ranjangnya dan berbaring disana?

 

Sebenarnya eunbi masih dapat mendengar dering ponselnya yang berbunyi beberapa kali, ketukan pintu sampai pintu itu di dobrak. Tapi dia bahkan tidak sanggup hanya berdiri tulangnya seperti agar-agar yang tidak bisa menopang berat tubuhnya. Bahkan suaranya seperti tertahan di tenggorokan, dia tidak sanggup hanya untuk mengatakan ‘tolong aku’.

 

“Soesangnim” kata eunbi lirih, sangat lirih bahkan dia ragu kalau kyuhyun yang sudah berjongkok di sampingnya dapat mendengar panggilannya. Dia tidak pernah merasa sangat lemah seperti ini, bahkan dia sempat berfikir kalau dia akan benar-benar mati saat tidak ada orang yang datang kesini.

Kyuhyun membantu Eunbi untuk duduk, menyandar padanya. Ya, melihat bagaimana kulit putih pucat yang menghiasi wajahnya itu kyuhyun dapat memastikan kalau gadis itu dalam keadaan yang sangat tidak baik.

“Apa yang terjadi?” Kyuhyun meletakkan telapak tangannya pada dahi eunbi mengecek suhu tubuh gadis itu. Meskipun kyuhyun tidak yakin itu akan membantu.

“Soesangnim.Aku-” kalimat eunbi terhenti hanya sampai disitu saja karena setelah itu kesadarannya benar-benar hilang.

 

Kyuhyun menjadi panik sendiri. Berkali-kali dia menepuk-nepuk pipi Eunbi berharap dengan itu dia akan sadar.

“Yak bangunlah. Bangunlah hwang eunbi”

 

Ini akan percuma saja. Percuma saja karena kesadaran eunbi sudah hilang dan kyuhyun tidak akan bisa mengembalikan kesadaran Eunbi hanya dengan menepuk-nepuk pipi eunbi yang sudah pucat.

 

Kyuhyun meletakkan sebelah tangannya di bawah kepala eunbi dan sebelah tangannya lagi di belakang kaki eunbi.

**

Kyuhyun berjalan cepat dengan eunbi yang ada di gendongannya. Kyuhyun bahkan lupa kalau dia harus mengambil mobilnya yang terparkir di halaman sekolah untuk membawa Eunbi ke rumah sakit.

 

“Siapapun cepat buka pintu mobilnya!” kyuhyun berteriak sangat frustasi saat dia berjalan mendekat ke mobilnya.

“Brengsek! Siapapun cepat buka pintunya!” lagi-lagi kyuhyun berteriak kali ini lebih kencang dari sebelumnya. Bahkan membuat hampir semua murid dan guru yang ada di dalam kelas keluar karena teriakan dan umpatan kyuhyun. Kyuhyun mungkin sudah lupa kalau dia berada di lingkungan sekolah dan mengumpat seperti tadi. Dia bahkan tidak peduli kalau sebentar lagi dia akan mendapat teguran dari guru-guru yang lain. Memangnya siapa yang peduli.

 

Lee ahjussi satpam sekolah, berlari begitu terburu-buru mendekati kyuhyun. Pria itu nyaris melompat dari markasnya karena teriakan kyuhyun. Bahkan dia tidak sempat hanya untuk berfikir apa yang sebenarnya terjadi.

“kuncinya ada di kantong jasku” kata kyuhyun setelah lee ahjussi sudah berdiri di sampingnya. Kali ini kyuhyun tidak berteriak, dia jauh lebih tenang dari pada tadi.

Untung saja otak lee ahjussi tidak lemot seperti kyuhyun tadi, buru-buru dia mengambil kunci mobil kyuhyun dari dalam jasnya.

 

Pintu itu terbuka.

Kyuhyun buru-buru membaringkan eunbi di kursi kemudi, setelah itu kyuhyun segera masuk ke balik kemudi, menancap gas begitu saja tanpa memperdulikan  semua orang yang masih tercengang dengan kelakuan bar-bar kyuhyun. Tidak ada yang pernah melihat kyuhyun begitu panik seperti ini. Hey. Bagaimana orang yang biasanya datar bisa menunjukkan ekspresi seperti barusan?

Kepala semua orang masih dipenuhi dengan pikiran mereka sendiri bahkan setelah mobil kyuhyun sudah menghilang dari gedung sekolah. Mereka hanya bertanya pada dirinya sendiri ‘apa yang terjadi dengan cho kyuhyun?’

 

Untuk kedua kalinya na mi tercengang dengan sikap kyuhyun. Setelah dia tadi melihat kyuhyun berlari begitu saja meninggalkan dia dan sekarang, astaga! Dia seperti melihat shooting drama secara langsung. Ini gila! Biasanya na mi tidak peduli dengan keadaan sekitarnya, tidak mau mengerti bagaimana perasaan orang disekitarnya. Tapi untuk pertama kalinya, hatinya terbuka. Na mi dapat melihat kalau kyuhyun dan Eunbi tidak hanya terikat pada hubungan murid dan guru.

Bisakah itu terjadi?

Cho soesangnim dan Eunbi?

Tanyanya pada dirinya. Baiklah mungkin ini bukanlah urusannya. Dan dia tidak akan ikut campur dengan itu.

**

Pintu UGD itu sudah tertutup. Pria yang sekarang terduduk di kursi tunggu dengan nafas yang masih memburu seperti tadi masih tidak sadar bagaimana kepanikannya barusan, melesatkan mobilnya di jalan raya tanpa memperdulikan kalau dia bisa saja menabrak mobil lain karena menyalip dengan cara yang luar biasa, atau dikejar mobil polisi karena melajukan mobilnya di luar batas. Pikirannya hanya tertuju pada gadis yang masih berada di dalam dengan orang-orang berjas putih. Dan dia tidak peduli dengan yang lain.

 

Pintu itu terbuka, pria berjas putih yang disebut dokter mendekati kyuhyun.

“Anda tidak perlu khawatir. Dia hanya keracunan makanan saja. Beruntung dia segera di bawa ke rumah sakit karena dia kehilangan banyak cairan. Setelah ini dia akan segera di pindahkan ke ruang rawat biasa”

Bahu kyuhyun langsung melemas. Beruntung tidak terjadi apa-apa pada eunbi. Astaga. Kenapa beberapa menit yang lalu seperti menit-menit yang paling menegangkan dalam hidupnya?. Dan dia tidak pernah merasa sangat khawatir seperti tadi.

 

Kyuhyun memejamkan matanya sebentar.

Keracunan?  Bagaimana gadis itu bisa keracunan?

Setelah Eunbi sadar kyuhyun pasti akan menuntut penjelasan tentang ini semua padanya.

**

Kyuhyun duduk di kursi samping ranjang rumah sakit dengan sprei berwarna putih dan selimut bertuliskan nama rumah sakit. Tangannya bersedekap seperti sudah kebosanan. Menanti gadis yang baru saja membuat paginya begitu kerepotan, membuka matanya. Menurut dokter sebentar lagi Eunbi akan sadar tapi belum juga ada tanda-tanda kelompok mata yang dari tadi terpejam itu akan membuka matanya. Apakah dia sedang bermimpi indah sampai tidak rela untuk bangun? Pikir kyuhyun.

 

Terangnya lampu di langit-langit kamar seperti menusuk kornea matanya. Samar-samar Eunbi mendengar suara yang semakin lama semakin keras memanggil namanya. Tidak ada respon. Eunbi bahkan masih tidak bisa merespon panggilan yang jelas terdengar di telinganya karena fokusnya sekarang hanya membuat pandangannya menjadi lebih jelas. Semua terlihat buram. Masih. Tapi meskipun begitu, dia masih bisa menangkap pria yang tiba-tiba berdiri dari duduknya.

 

“Eunbi. Kau mendengarku?”

Eunbi menoleh setelah penglihatannya membaik.

Rupanya suara itu adalah milik cho kyuhyun.

“kau mendengarku? Apa perlu aku panggilkan dokter?” lagi-lagi kyuhyun bertanya. Ini adalah pertanyaan yang sama yang dia tanyakan selama tidak kurang dari lima detik. Astaga. Bahkan Eunbi belum juga menjawabnya.

 

Baru kyuhyun berbalik hendak memanggil dokter. Sepertinya Eunbi butuh pemeriksaan lebih lanjut karena belum juga menjawabnya. Ya, itu adalah pemikiran kyuhyun. Tapi tiba-tiba suara kecil yang masih terdengar begitu lemah menyambangi telinganya membuat kyuhyun berbalik dan mengurungkan niatnya untuk pergi.

“soesangnim”

“apa? Apa kau merasakan sesuatu?” lagi-lagi kyuhyun terserang virus panik. Entah ini sudah kepanikan keberapa selama pagi ini seperti dia tidak punya waktu hanya untuk menghirup nafas dengan tenang.

Hanya gelengan kepala yang mampu Eunbi lakukan. Tentu eunbi masih terlalu lemas dan malas untuk mengatakan sesuatu.

 

Eunbi masih mengingat semuanya, semua kejadian yang terjadi pagi ini. Mulai dia bangun tidur, merasa pusing dan harus bolak-balik ke kamar mandi sampai dia tidak punya tenaga hanya untuk bangun dan berdiri berjalan ke ranjangnya. Dan Eunbi juga mengingat memori terakhirnya sebelum semuanya benar-benar gelap. KYUHYUN.

 

Pria itu masih sibuk mendengarkan dokter yang baru saja memeriksa Eunbi. Ya. Akhirnya kyuhyun memanggil dokter juga meskipun Eunbi bilang bahwa keadaannya sudah baik-baik saja. Kecuali tenaganya yang masih terlalu lemah.

 

Kyuhyun menunduk hormat pada dokter setelah mengucapkan terima kasih. Dengan canggung kyuhyun duduk di kursi yang dia duduki tadi. Tidak ada yang berbicara. Eunbi diam dengan tatapan yang terus melihat ke arahnya. Demi Tuhan. Kyuhyun merasa terintimidasi oleh tatapan itu. Seperti tatapan yang menuntut penjelasan tentang semua yang sudah terjadi. Astaga. Bagaimana kyuhyun harus menjelaskannya? Menjelaskan bagaimana pria itu bisa langsung datang ke kamarnya, mendobrak pintu, dan langsung menggendong Eunbi membawanya ke rumah sakit. Ya ampun! Bahkan kyuhyun tidak sadar hal itu bisa dia lakukan. Dia tidak yakin apa yang ada dipikirannya saat itu. Dan sekarang dia sedikit malu dengan tindakan heroiknya. Hey! Seumur hidup dia tidak pernah menunjukkan emosi sampai seperti itu. Baiklah. Baiklah. Kyuhyun harus mencari alasan bukan untuk menjawab semua itu?. Kenapa dia bisa langsung datang ke kamar Eunbi dan menobrak pintu. Na mi. Bukankah dia bisa memakai na mi sebagai alasan? Dan masalah adegan saat kyuhyun membawa Eunbi ke rumah sakit. Ng…bukankah Eunbi tidak sadar?

 

Kyuhyun berdehem untuk membasahi tenggorokkannya.

“bagaimana keadaanmu?”

Sial! Basa basi seperti apa ini? Rutuk kyuhyun dalam hati

 

“baik”

Kyuhyun mengangguk.

“aku-na mi bilang kalau kau sedang dalam keadaan yang tidak baik-baik saja. Dia sangat khawatir, makanya aku datang untuk melihatmu” kyuhyun sedikit tertawa. Entah untuk apa, mungkin untuk menyembunyikan sedikit kebohongannya.

“na mi sangat khawatir sampai akan membolos pelajaran” kata kyuhyun lagi.

 

Eunbi hanya memperhatikan tanpa berniat untuk menyela. Memangnya apa yang harus dia sela? Dia memang penasaran bagaimana kyuhyun bisa tahu kalau dia sedang tidak baik-baik saja, tapi itu semua sudah terjawab bukan. Dan itu karena na mi. Meskipun sebenarnya hatinya sedikit kecewa. Bukankah akan lebih baik kalau kyuhyun memang datang karena dia khawatir pada Eunbi?

 

Memangnya apa yang aku harapkan.

 

Sepertinya cerita-cerita fiksi itu kembali membuat Eunbi menghayal. Memangnya bagaimana kyuhyun bisa tahu kalau tidak lewat na mi?

 

Eunbi menghela nafasnya.

“aku haus” katanya tiba-tiba membuat kyuhyun tadi sempat salah tingkah menanti jawaban Eunbi kaget.

Jawaban apa ini? Batinnya. Dia pikir Eunbi akan bilang.

‘ah.. kau bohong. Kau bahkan berkeringat sangat mengatakannya’ tapi beruntunglah karena Eunbi tidak sepandai kyuhyun untuk menganalisa kebohongan.

 

“huh? Ah- iya-iya”

Sepertinya kyuhyun harus men-service otaknya setelah pulang dari rumah sakit. Bahkan sekarang telinganya juga sedikit terganggu.

 

Kyuhyun membantu eunbi untuk bersandar pada bantal yang sudah dia letakkan bersandar pada kepala ranjang. Dengan telaten kyuhyun mengambil gelas itu kembali setelah Eunbi selesai dengan urusannya.

 

Dan setelah itu, kyuhyun hanya memutar bola matanya ke kanan dan ke kiri melihat hal yang menarik yang ada di ruangan ini. Mungkin hal itu bisa menjadi topik pembicaraan mereka selanjutnya, pikirnya.

 

“soesangnim. Terima kasih”

Kyuhyun berhenti mengedarkan matanya dan menoleh pada Eunbi.

“heh? Ah-kau tidak perlu berterima kasih”

Astaga! Sepertinya hari ini kyuhyun sang malaikat kegelapan berubah menjadi malaikat kebaikan. Bagaimana bisa dia mengatakan ‘tidak perlu berterima kasih’? Bahkan tadi dia sempat berfikir akan meneriaki Eunbi dan menuntut penjelasan tentang kejadian ‘keracunan ini’. Tapi kenapa sekarang rasanya otak dan mulutnya bahkan tidak bisa memikirkan apapun.

 

Eunbi tersenyum. Dan sialnya kenapa dia masih terlihat cantik dengan wajah yang masih memucat seperti itu? Hentikan!. Apa yang kau pikirkan cho kyuhyun.

 

“aku sudah menghubungi ayahmu”

“ayah?” seperti mendapat kekuatan tak terduga Eunbi nyaris berteriak sampai membuat kyuhyun akan terjungkal dari kursinya. Bagaimana orang yang tadi bahkan tidak bisa mengatakan satu baris kalimat sekarang berteriak begitu keras?

 

Ayah? Apa kyuhyun baru saja bilang kalau dia baru saja menghubungi ayahnya?

 

Kurasa aku benar-benar akan dibunuh kali ini

 

Kyuhyun hanya menatap heran, Eunbi yang baru saja berteriak di depan wajahnya. Mulut Eunbi bahkan sekarang sedikit menganga dengan mata yang membesar membuat kyuhyun semakin jelas melihat bayangannya sendiri dari mata itu.

“soesangnim. Baru saja menghubungi ayahku?” tanya Eunbi memastikan

“iya. Aku menghubungi nomor yang kau berikan padaku”

 

Nomor? Yang kuberikan padanya?

 

Tiba-tiba Eunbi menghela nafasnya. Bagaimana dia bisa lupa kalau dia tidak memberikan nomor ayahnya tapi nomor kim ahjushi. Mungkin ini efek dia pingsan tadi. Mungkin.

 

“kenapa kau sekaget itu saat aku mengatakan ayah?”

“tidak. Tidak. Aku hanya-hanya berfikir kalau dia pasti akan sangat khawatir” bagus hwang Eunbi. Semakin lama kau semakin pintar untuk mencari sebuah alasan.

 

Kyuhyun mengangguk mengiyakan. Ya, orang tua mana yang tidak khawatir saat mendengar anaknya masuk rumah sakit. Tapi sebagai seorang wali kelas kyuhyun harus memberitahukan itu pada ayahnya bukan?

 

“kata dokter kau keracunan. Memangnya apa yang kau makan?”

“heh? Keracunan?” eunbi mengulang kalimat kyuhyun. Dia bahkan tidak tahu kalau dia keracunan, dia pikir dia hanya masuk angin. Masuk angin sampai pingsan?.

 

Kyuhyun bersendekap dan menyandarkan punggungnya pada kursi.

“kau bahkan tidak sadar kau memakan makanan basi” sindir kyuhyun

 

Eunbi menyebikkan bibirnya. Dia tidak makan apa-apa kemarin kecuali roti. Roti yang dia temukan di dalam tas sekolahnya tanpa melihat tanggal kadarluarsanya. Apa dia begitu kelaparan sampai harus memakan makanan basi? Menyedihkan. Kenapa kehidupannya sekarang terlihat sangat menyedihkan?

 

“kau tidak ingin bunuh diri karena aku berkencan tadi malam bukan?”

“ap- APA?”

Oh ya ampun! Bahkan Eunbi masih mempunyai akal sehat. Bagaimana pria ini bisa berfikir seperti itu? Sepertinya tingkat kenarsisan kyuhyun naik kebeberapa level.

“bunuh diri dengan makan makanan busuk? Yang benar saja?”

Kyuhyun mengangkat bahunya.

“mungkin saja”

 

Mungkin saja, pantatnya! Apa tidak ada cara yang lebih elegan? Elegan untuk mati?

Sepertinya otak cerdas kyuhyun sudah hilang. Atau mungkin tertinggal di sekolah karena berlari tadi. Entahlah. Hanya Tuhan yang tahu.

 

Tiba-tiba Eunbi menyeringai. Sepertinya gadis itu sudah sembuh. Tenaga yang tadi dia rasa habis sudah terisi penuh bersamaan dengan tetesan cairan infus yang masuk ke dalam tubuhnya. Atau mungkin bukan karena cairan infus itu.

 

“apa soesangnim pikir aku akan cemburu karena kau bilang berkencan?”

“ap-APA?” kali ini kyuhyun yang nyaris berteriak.

“huh? Yang benar saja?” kata kyuhyun mencoba tenang. Kenapa Eunbi sering membuat kyuhyun mati dengan kalimatnya sendiri.

 

Gadis ini benar-benar licik.

 

“jadi apa kencannya sukses?”

“tentu saja” jawab kyuhyun cepat.

Eunbi terdiam. Apa kyuhyun benar-benar senang dengan kencannya tadi malam?

Dia semangat sekali.

“wanita itu cantik dan menyenangkan” lanjut kyuhyun.

Eunbi sudah malas menanggapi. Pembicaraan ini sudah tidak seru lagi baginya. Dan Eunbi berfikir kalau lebih baik dia pingsan lagi, jadi dia tidak perlu terlibat pembicaraan dengan kyuhyun tentang kencan itu.

 

“selamat kalau begitu” kata Eunbi malas.

 

Kyuhyun merasa ada yang salah. Dari nada Eunbi barusan, kyuhyun merasa dia baru saja melukainya dan membuat sebuah kesalahan.

“aku-“

 

Pintu yang terbuka sangat kasar, membuat kyuhyun tidak jadi melanjutkan kalimatnya. Pria paruh baya tiba-tiba masuk setelah membuka pintu nyaris seperti menabrak pintu itu.

TBC

AUTHOR’S NOTE: maaf untuk part yang ini agak lama, karena author akhir-akhir ini sedikit sibuk. Tapi semoga part ini tidak mengecewakan. TERIMA KASIH.

silahkan tinggalkan KOMEN ya setelah membaca 🙂