Not a contract marriage (Bab 13)

Satu hari ini eunbi memilih berdiam diri di rumah, bukan tanpa alasan tapi sepertinya efek galau mempengaruhi rasa malas untuk beraktivitas seperti biasa. Datang bekerja ke coffe shop sepertinya akan percuma jika eunbi hanya akan merenung. Jadi disinilah dia sekarang, duduk di sofa yang ada di kamar tidur sambil memandang rintik hujan di luar sana. Sial! Percikan-percikan air yang membawa masuk aroma tanah yang basah semakin membuah hatinya sendu. Haruskah dia mengatakannya atau tidak? Bagaimana perasaan kyuhyun padanya? Apakah ini cinta yang bertepuk sebelah tangan atau bukan? Nyatanya sekarang pertanyaan-pertanyaan itu jauh lebih penting dari pada berapa pendapatannya hari ini? Apakah coffe shop milkinya ramai atau tidak?
Eunbi manarik kain tipis yang dia gunakan sebagai selimut sampai dada. Lalu dia mengambil ponsel yang sejak kemarin wallpaper nya sudah berganti menjadi wajah kyuhyun. Haruskah dia mengirimi kyuhyun pesan?
Buru-buru eunbi membuka kotak pesan.
‘apakah kau masih bekerja? ‘
“ah tidak! Bukankah sudah jelas kalau jam segini kyuhyun masih bekerja. Aku hanya akan terlihat bodoh” jawab eunbi sendiri seperti orang bodoh
‘ apakah kau hari ini pulang cepat? ‘
“apa-apaan aku ini. Dia pasti akan pulang seperti biasanya.”
“ya ampun apa yang harus aku lakukan? ”
Rasanya eunbi bukanlah anak kemarin sore tapi rasa cinta masih terlalu awam baginya. Eunbi memilih meletakkan ponselnya tanpa menghapus atau mengirim pesan itu.
” kenapa aku jadi seperti ini? ”
**

Eunbi mengisi piring min soo dan kyuhyun, tapi tangan eunbi berhenti saat kakak iparnya itu tiba-tiba menyebut nama yang masih asing di telinganya.
“aku dengar dari naeun kalau minggu depan akan ada reuni sma mu?”
“oh. Aku baru dapat undangannya tadi pagi” jawab kyuhyun santai tidak memperdulikan eunbi yang setengah mati ingin bertanya siapa naeun itu.
“kakak masih berkomunikasi dengan naeun?”
Min soo mengangguk dan buru-buru menelan makanannya.
“aku masih sering bertukar pesan dengannya. kurasa taun ini dia akan datang ke acara reuni”
“dia pulang?” tanya kyuhyun setengah terkejut.
“ kurasa besok dia sudah sampai di korea”
Oke, eunbi bahkan tidak bisa mengambil kesimpulan apa-apa dari pembicaraan ini tentang siapa naeun itu. Dia harus bertanya pada kyuhyun sendiri nanti.
Setelah seorang gadis terang-terangan menawarkan diri menjadi istri kedua kyuhyun, dan sekarang jangan sampai jika naeun adalah kisah cinta kyuhyun yang belum selesai!
Eunbi akui jika dia sudah berharap banyak tentang pernikahan ini, terutama pada perasaannya. Dan jika mimpi buruk tentang kisah cinta yang belum selesai itu benar-benar terjadi, eunbi tidak tahu apa yang akan dia lakukan pada wanita itu. Kyuhyun pernah bilang jika pernikahan ini bukanlah pernikahan kontrak yang akan berakhir pada waktu tertentu dan eunbi akan memegang kata-kata kyuhyun itu.
***
Eunbi mondar-mandir gelisah di tengah ruangan kamarnya. Haruskah dia bertanya sekarang pada kyuhyun tentang siapa naeun itu? Tapi jika dia memang cinta pertama kyuhyun apa yang harus dia lakukan? Dia tidak ingin mendengar itu.
“tidak!”
“kau kenapa?”
Eunbi menoleh dan menengang karena kyuhyun sudah berdiri di belakangnya.
“apa ada yang menganggumu?” tanya kyuhyun lagi sambil menaiki tempat tidur tapi pandangannya masih menatap eunbi.
Eunbi menggeleng lemah.
“tidak ada.”
Eunbi masih memainkan ujung jari tangannya ragu saat kyuhyun sudah tenggelam bersama ponsel pintarnya, entah dia sedang mengecek beberapa laporan atau sedang asyik bermain game. Tapi bagaimana jika dia sedang sibuk bertukar pesan dengan naeun itu? Tiba-tiba pikiran dangkal itu merusak pikiran eunbi lagi.
“kyu?”
“hem..” kyuhyun hanya mengumam tanpa menoleh. Tapi dia tahu eunbi sudah naik ke ranjangnya karena gerakan eunbi menimbulkan sedikit suara berdecit.
“apa kau keberatan jika aku bertanya sesuatu?”
Kali ini kyuhyun menoleh. Sejak kapan eunbi punya basa-basi jika dia ingin bertanya sesuatu. Kyuhyun tahu betul jika gadis itu sekarang sedang sedikit khawatir dari gerakannya yang terus memainkan jari-jari tangannya sambil sesekali memilin ujung bajunya. Satu kebiasaan yang sudah sangat kyuhyun hapal entah sejak kapan.
“katakan saja”
Bukannya merasa tenang justru eunbi semakin merasa gelisah.
“tidak jadi. Besok saja.” putus eunbi, setelah itu dia berbaring memunggungi kyuhyun dan menarik selimutnya.
Saat eunbi memilih untuk diam dari pada bertanya maka hati kyuhyun akan semakin khawatir. Dia hanya pura-pura tidak paham dan membiarkan eunbi bertanya padanya sendiri. Kyuhyun pikir itu akan lebih baik jika dia memaksa eunbi berbicara.
Kyuhyun menatap punggung eunbi dalam diam. Gadis itu belum tertidur, kyuhyun tahu itu.
“reuni minggu depan.ikutlah denganku”
Eunbi menegang tanpa berniat berbalik. Dia tidak menyangka jika pembicaraan yang baru saja dia hindari akan dibahas kyuhyun lebih dulu.
“aku tak mungkin datang sendiri, semua orang tahu jika aku sudah menikah” lanjut kyuhyun.
Eunbi menghela nafasnya dan berbalik.
“kau tidak keberatan jika aku ikut?” tanya eunbi bodoh. Untuk apa dia menanyakan hal ini jika kyuhyun sendiri yang memintanya untuk ikut.
“kenapa aku harus keberatan?”
“ng…mungkin kau ingin menemui cinta pertamamu?”
“kau bicara apa?” kyuhyun tertawa di akhir kalimatnya. Pertanyaan bodoh apa itu?
Cinta pertama?
“aku hanya bertanya. Kau pasti punya kekasih di sma. Mungkin naeun?” kata eunbi hati-hati
Dan kali ini kyuhyun benar-benar terbahak.
“kenapa tertawa?”
Eunbi berdecak kesal.
“lalu apa kau juga punya kekasih di sma?” kyuhyun balik bertanya membuat eunbi sedikit tergagap.
“ke-kenapa kau jadi bertanya padaku”
“ahh jadi kau punya kekasih”
“tidak” jawab eunbi cepat.
Dan kyuhyun terdiam. Ada sedikit kesenangan karena eunbi menjawab tidak. Ya Tuhan perasaan apa ini.
Eunbi menggigit bibirnya. Kenapa tadi dia menjawab secepat itu? Seharusnya dia bilang saja kalau dia punya kekasih.
“aku juga tidak punya” kata kyuhyun tiba-tiba membuat mata eunbi membulat. Dia senang dan terkejut. Kyuhyun sedang berbohongkan sekarang? Atau dia benar-benar berkata jujur?
“dan naeun? Dia bukan kekasihku. Keluargaku dan dia bertetangga sebelum lima tahun lalu mereka kembali ke jepang.”
Tanpa sadar eunbi menarik sedikit ujung bibirnya. Tuhan memang baik. Disaat eunbi takut bertanya kyuhyun justru berbicara tanpa dia minta. Apakah ini yang namanya chemistry?
“kenapa tersenyum?”
“eh?”
Apa kyuhyun baru saja memergokinya tersenyum?
Kyuhyun tampak sedikit berfikir kemudian menatap eubi penuh selidik.
“kau tidak sedang cemburu dengan naeun kan?”
Shit!
Apa ekspresi eunbi sangat ketara.
“tidak! Kenapa aku harus cemburu?”eunbi mati-matian menolak.
“aku hanya bertanya kenapa jadi kau menganggap aku sedang cemburu?”
Kyuhyun mengangkat bahunya.
“kalaupun iya aku akan senang mendengarnya”
Deg.
Dan untuk kesekian kalinya rasanya jantung eunbi berhenti berdetak. Dia masih membisu saat kyuhyun sudah mematikan lampu dan siap untuk terjun ke alam mimpi. Eunbi masih memiringkan tubuhnya menghadap kyuhyun saat pria itu sudah memejamkan matanya.
Apakah kyuhyun tidak sadar seberapa besarnya efek kalimat itu untuk eunbi? Dia nyaris membunuh eunbi karena tidak bisa menguasai perasaannya.
***
Acara reuni kyuhyun berada di sebuah hotel di pinggir pantai milik salah seorang temannya. Eunbi sedikit tenang karena ternyata kyuhyun tidak punya mantan kekasih yang harus dia temui nanti, ya setidaknya itu kata kyuhyun kemarin. Tapi naeun? Jujur saja eunbi masih khawatir akan kehadiran gadis yang bahkan dia tidak tahu secantik apa dia dan seberapa pengaruhnya gadis bernama naeun itu dalam hidup kyuhyun. Apakah kisah cintanya yang belum mulai harus pupus karena adanya orang ketiga seperti drama-drama di televisi yang sering dia lihat? Secepat itukah orang ketiga itu datang?
Mobil itu berhenti tepat di depan pintu masuk hotel. Seorang pelayan sudah menghampiri kyuhyun dan eunbi sesaat mereka turun. Sebuah kamar sudah disiapkan untuk mereka. Sejauh ini eunbi masih belum tahu apakah teman-teman kyuhyun yang lain sudah tiba atau belum. Ya, acaranya memang akan dimulai nanti malam dan karena letak lokasi yang lumayan jauh dari pusat kota maka mereka punya kesempatan untuk menginap gratis di hotel ini. Seperti kyuhyun yang memilih untuk menginap dari pada berkendara di tengah malam, terlalu beresiko.
“tidak buruk ” batin eunbi. Harus dia akui kalau hotel ini setara bintang lima meskipun letaknya bukan di pusat kota.
Eunbi menyibak gorden yang menutupi jendela kaca besar yang ternyata menghadap ke arah pantai
” wow” gummanya tanpa sadar. Indah sekali! Dengan letak kamar yang mengahap langsung ke pantai seperti ini membuat dia bisa melihat matahari tenggelam. Sempurna!
“kau tidak ingin bersiap? ”
” iya sebentar lagi. Acaranya masih empat jam lagi dan aku masih bisa menikmati pemandangan langkah ini lima menit lagi” jawab eunbi tanpa menoleh tapi dia sadar kalau kyuhyun mulai berjalan mendekat ke arahnya, suara sepatunya semakin lama semakin terdengar jelas.
“bukankah ini pemandangan yang sempurna? ” tanya eunbi saat kyuhyun sudah berdiri di sampingnya dan menghadap lurus ke depan, ke hamparan laut yang disinari cahaya orange dari sang surya.
” hotel ini adalah hotel terbaik yang menawarkan pemandangan luar biasa di daerah ini ”
” kenapa kau tidak membangun hotel juga disini? Kurasa itu akan memberikan keuntungan yang besar untuk perusahaan ” usul eunbi asal. Sebenarnya bukan karena keuntungan perusahaan yang akan dia terima tapi karena dia bisa menikmati pemandangan ini sewaktu-waktu tanpa menyewa kamar hotel.
” mungkin akan aku pikirkan nanti”
Dan setelah itu mereka hanya sama-sama saling memandangi sinar jingga yang perlahan berubah menjadi hitam. Suara ombak yang berderu menjadi penyempurnaan. Semuanya terasa indah.
***
Kyuhyun merapikan sedikit jasnya dan beralih menatap eunbi yang masih sibuk mengacak-acak isi koper membuat barang-barang di dalamnya berserakan.
“kau sedang mencari apa? ”
” hiasan rambutku. Aku ingat aku sudah memasukkannya tapi sekarang tidak ada” jawab eunbi tanpa menoleh dan terus mengacak-acak isi koper.
“mungkin kau lupa membawanya”
“tidak. Aku ingat sudah memasukkannya”
Eunbi sudah menghabiskan hampir lima belas menit hanya untuk mencari barang yang entah pergi kemana.
“ikat saja seperti ini”
Kata kyuhyun tepat dibelakangnya, bahkan hembusan nafas pria itu saat berbicara dapat eunbi rasakan di tengkuknya. Sialan! Tindakan kyuhyun yang mengikat rambutnya membuat darah eunbi seolah mendidih. Sepertinya kyuhyun baru saja mengambil ikat rambut yang eunbi letakkan tadi di samping tidur. Dan sekarang Eunbi bahkan tidak sanggup hanya untuk berbicara apalagi berbalik.
“aku akan merapikannya sendiri” kata eunbi gugup lalu berdiri berjalan ke arah cermin.
***
Hampir semua orang sudah datang memenuhi ballroom hotel dan eunbi hanya berdoa kalau naeun bukanlah sosok yang sempurna melebihi dirinya, setidaknya dia berharap kalau naeun adalah gadis gedut dengan banyak jerawat di wajahnya sehingga kyuhyun tidak memandangnya.
Tapi
Hufff
Eunbi menghela nafasnya. Tapi penampilan bisa diubah bukan? . Gadis yang biasa saja bisa tampil sempurna hanya dengan sentuhan make up apalagi di dunia yang semakin gila ini.
Hufft
“kau bisa meruntuhkan gedung ini jika kau menghela nafas sekali lagi”
Itu suara kyuhyun, pria yang menggandeng tangan eunbi dan terlihat sempurna hanya karena setelan jas yang biasa dia kenakan.
“aku tidak akan meruntuhkan gedung ini hanya karena aku menghela nafas” sungut eunbi
“kau gugup? ”
” untuk apa? ”
Kyuhyun mengangkat bahunya.
” mungkin bertemu mantan kekasihku”
Sedetik kemudian eunbi berhenti membuat kyuhyun berbalik menghadapnya.
“kau bilang kau tidak punya mantan kekasih untuk aku temui di sma? ”
Wajah eunbi sangat serius. Sangat. Tapi kyuhyun ingin tertawa sekarang. Pria itu tersenyum.
” jadi benar kau gugup karena mantanku? ”
” tidak! ” kata eunbi cepat
” bagaimana bisa kau bilang aku gugup? ”
” ya, itu-”
“cho kyuhyun! ”
Kyuhyun tidak jadi melanjutkan kalimatnya karena teriakan namanya.
” lama tidak bertemu denganmu” kata pria yang baru saja melerai perdebatan mereka. Eunbi sedikit bersyukur karena dia tidak harus jadi bulan-bulanan kyuhyun.
Eunbi hanya melihat dan mendengarkan perbincangan kyuhyun dengan orang bernama kibum itu, ya kyuhyun tadi memanggil pria itu dengan nama itu. Pria jika bertemu sahabat lama ternyata juga bisa mengabaikan keadaan sekitar, eunbi rasa itu hanya berlaku pada wanita tapi ternyata tidak! Buktinya eunbi terabaikan sekarang. Mereka tidak peduli sampai ekor mata pria bernama kibum itu melihat bayangannya.
“dia istrimu? ” tanyanya pada kyuhyun.
” aku kira semua orang tahu kalau dia adalah istriku” jawab kyuhyun santai
“ya, tapi aku baru saja sampai di korea cho kyuhyun”
“halo. Perkenalkan namaku kibum sahabat kyuhyun”
“halo. Hwang eunbi.”
“cho eunbi” kyuhyun memotong.
Eunbi menoleh pada kyuhyun.
“bukankah kau sudah menikah denganku? ” jelas kyuhyun.
Eunbi mengedipkan beberapa kali matanya. Astaga! Kyuhyun memang pintar mempermainkan detak jantung eunbi.
” eyyy. Kalian ingin membuat aku cemburu?! ”
” maka segeralah menikah tuan kibum” kyuhyun menasehati yang terdengar seperti sebuah ejekan.
“mulutmu masih sama seperti dulu cho kyuhyun! ”
” baiklah aku tidak ingin berlama-lama diantara kalian membuatku ingin cepat menikah saja. Aku akan menyapa teman-teman yang lain”
“baiklah. Cepat pergi! ”
” nyonya cho sampai bertemu lagi. Kau bisa menanyakan padaku tentang masa lalu kyuhyun. Termasuk tentang naeun”
Oh baiklah, nama itu disebutkan. Eunbi rasa naeun bukan sekedar ‘teman’ untuk kyuhyun.
“ayo kita menemui teman-temanku”
Kyuhyun tidak tahu apakah perkataan kibum tentang naeun mempengaruhi eunbi. Tapi dari ekspresi gadis itu kyuhyun tahu kalau eunbi mulai tidak nyaman.
Perlahan eunbi mulai menyesuaikan dengan semua teman-teman kyuhyun. Dia sudah bisa ikut menimpali candaan yang dilemparkan padanya sampai. Sampai nama seseorang disebut.
“naeun kyu. ”
Eunbi ikut menoleh mengikuti kyuhyun.
Gadis dengan gaun hitam dan rambut tergerai berwarna coklat berjalan anggun ke arahnya.
‘jadi ini naeun’ batin eunbi
Sempurna. Hanya itu yang terbesit di dalam otaknya tentang naeun. Tinggi, putih, dan cantik siapa yang tidak akan bilang kalau naeun sempurna.
“halo semuanya”
Dan suaranya mendayu dengan indah.
“lama tidak bertemu. Kau terlihat semakin cantik” kata pria berkemeja biru itu
“bernahkah? Aku senang mendengarnya” kata naeun malu-malu
“ah naeun apa kau tidak ingin menyapa pahlawanmu ini” pria berkemeja biru itu menyenggol kyuhyun.
Ah! Jadi kyuhyun adalah pahlawan naeun selama sma. Pikir eunbi
“halo cho kyuhyun. Lama tidak bertemu”
“lama tidak bertemu naeun”
“aku rasa kau sudah mendengar kepulanganku dari kak minsoo”
“iya dia sudah bilang padaku”
Naeun mengangguk mengerti
“dia istrimu? ”
” ya dia istriku. Eunbi”
Antara perasaan senang dan jengkel bercampur jadi satu. Tapi eunbi terpaksa harus tetap mengumbar senyum.
“halo. Eunbi”
“senang berkenalan denganmu dan maaf karena aku tidak hadir di acara pernikahan kalian. Atau mungkin kyuhyun tidak ingin mengundangku”
Tidak mengundang? Jika eunbi ingin berpikiran dangkal maka dia akan berpikir kalau kyuhyun memang punya masa lalu yang indah dengan eunbi. Jelas saja. Mana ada seorang mantan kekasih yang mungkin masih dicintainya diundang ke pesta pernikahan yang bahkan tidak ingin dia lakukan. Ya perkataan kyuhyun kemarin kalau dia tidak punya hubungan apapun dengan naeun, eunbi tidak percaya lagi. Hampir semua teman kyuhyun tadi membahas naeun saat kyuhyun datang. Mulai kebiasaan mereka yang selalu pulang bersama sampai kyuhyun yang selalu menjadi pahlawan naeun. Apakah kalian berfikir ada pertemanan antara pria dan wanita yang terjalin sedekat itu tercipta tanpa adanya perasaan cinta? Mungkin salah satu dari mereka atau mungkin dua-duanya.
“kau masih di jepang”
“aku akan datang jika kau mengundang. Apa karena permasalahan yang dulu? Kau masih membenciku? ”
Akhirnya pembahasan ini muncul juga. Mungkin sekarang kyuhyun sudah tidak lagi marah saat dia mulai membahas masa lalu, tapi kyuhyun rasa waktu sekarang tidak tepat. Sangat tidak tepat!.
” kalian punya masalah? ” teman kyuhyun tadi bertanya seolah tidak percaya kalau kyuhyun dan naeun sempat terjadi permasalah. Dia hanya ingat kalau kyuhyun dan naeun terlihat bersama bahkan di hari-hari terkahir naeun di sekolah.
” sedikit” jawab naeun santai, tapi kyuhyun dia sudah terlihat sangat tidak nyaman.
“bisakah kita tidak membahas masa lalu lagi? ” katanya seperti memperingatkan
” kenapa? Aku senang jika kita bisa bernostalgia atau mengungkap rahasia yang belum terungkap dulu” kata teman pria kyuhyun tadi.
“ya kita tidak akan membahasnya. Karena kau sudah menikah bisakah kau memaafkanku? ”
Eunbi. Kyuhyun melirik eunbi. Gadis itu terlihat sangat tidak nyaman. Dan kyuhyun yakin kalau itu karena kehadiran naeun.
“aku sudah memaafkanmu. Dari dulu”
***
Tanpa sadar eunbi menjadi kesal.
Kyuhyun berbohong!
Dia kesal. Sangat. Eunbi juga khawatir. Khawatir jika kehadiran naeun bisa merubah segalanya, menjauhkan kyuhyun darinya, merusak rumah tangganya. Apa rumah tangganya harus berakhir sama dengan rumah tangga orang tuanya? Semakin dia memikirkan itu maka eunbi akan semakin marah! Apalagi setelah dia tahu kalau hotel tempatnya menginapa adalah hotel milik keluarga naeun. Double shit! Apa ini sebuah rencana jahat?! Agar naeun bisa lebih leluasa bertemu kyuhyun? Jika tahu seperti ini eunbi akan memilih pulang meskipun ini sudah hampir jam dua belas malam.
“eunbi”
Suara tenang kyuhyun membubarkan lamunan eunbi. Pria itu sudah menutup pintu kamar karena eunbi baru saja mendengar suara pintu berdetum.
Pura-pura tidak mendengar, eunbi mememilih melepas high heels dan beberapa perhiasan yang melekat di tubuhnya.
“aku ingin menjelaskan sesuatu. Kupikir kau salah paham tentang sesuatu”
Kyuhyun mencoba membuka perbincangan. Ada perasaan tak tenang karena belum memberitahu eunbi yang sesungguhnya. Jadi kyuhyun berbohong? Tidak! Bukan seperti itu. Biar kyuhyun jelaskan pada eunbi sekarang.
“sesuatu? Aku salah paham? ” eunbi berbalik dan bertanya seolah dia adalah wanita paling bodoh yang tidak mengerti kemana jalan bicara kyuhyun.
Kyuhyun melangkah lebih dekat dengan eunbi, menyisahkan jarak hanya satu meter saja.
” naeun”
Ck! Dalam hati eunbi berdecak. Naeun lagi. Lagi. Dan lagi. Harus sampai berapa kali eunbi mendengar nama itu malam ini? Tidak bisakah nama itu berhenti di sebut saat dia memilih untuk kembali ke kamar dan meninggalkan acara yang sekarang di isi dengan minum-minum itu? Kenapa naeun lagi?
“kau tidak perlu menjelaskan apapun karena itu tidak ada hubungannya denganku” setengah hati eunbi mengatakan itu. Dia ingin jika segala sesuatu yang berhubungan dengan kyuhyun juga berhubungan dengannya. Tapi sekarang eunbi sadar jija itu hanya angan-angan saja.
“aku tidak tenang jika kau masih salah paham”
“kenapa? Karena aku tampak sangat bodoh? Karena aku langsung percaya saat kau bilang dia bukan kekasihmu?”
“ck! Aku tidak tahu kenapa aku bisa sebodoh itu ” tambah eunbi.
Eunbi tampak menelan ludahnya karena tiba-tiba tenggorokkannya menjadi kering, menahan air mata.
” kau tidak perlu menjelaskan apapun. Aku tidak salah paham lagi” lanjutnya.
“apa kau benar tidak ingin mendengar penjelasanku? ”
Eunbi menggeleng.
Jika sekali lagi dia mendengar pujian untuk naeun maka eunbi tidak berjanji jika dia akan tetap tinggal disini.
” naeun bukan kekasihku atau siapapun untukku hanya teman. Dulu bahkan sekarang”
“aku sudah bilang aku tak ingin mendengar apapun. Apapun tentang naeun atau wanita lain”
“aku tidak berbohong”
“apa kau akan melanjutkan pembicaraan ini? ”
Tanpa menunggu jawaban kyuhyun, eunbi berbalik melewati kyuhyun hendak pergi tapi tiba-tiba tangannya tertahan. Eunbi tahu itu kyuhyun tapi dia enggan untuk berbalik dan menatap kyuhyun. Dia hanya mendengarkan kyuhyun.
“aku memang dekat dengan naeun sejak smp. Kita bersahabat. Tapi kau tahu tidak ada persahabatan antara wanita dan pria yang yang berjalan secara murni. Aku mencintainya. ”
Eunbi benar-benar menahan laju air matanya. Dan saat genggaman kyuhyun tak lagi seerat tadi eunbi melepaskannya. Dia pergi, tapi dilangkah ke tiga eunbi dia berhenti. Suara kyuhyun membuatnya berhenti.
” kupikir dia juga tapi aku salah. Dimalam sehari sebelum dia berangkat ke jepang. Aku berniat menyatakan cintanya padaku, aku terlalu percaya diri untuk datang ke rumahnya dan memintanya keluar”
Kyuhyun tersenyum kecut, mengulang kembali memori itu.
“aku bilang cinta padanya tapi hanya dalam hitungan detik dia langsung menolakku sebelum aku menyelesaikan kalimatku. Aku masih ingat kata-kata terakhir yang dia katakan padaku sebelum dia menutup pintu pagar rumahnya dan meninggalkan aku di luar. ‘aku tidak mencintaimu kyu, kau mungkin salah mengartikan hubungan ini. Aku senang kau menemaniku saat aku tidak mengenal siapapun disini, melindungiku saat semua orang menjahiliku. Kyu, aku mencintai orang lain. Aku mencintai kibum. Kuharap kau mendapatkan wanita yang lebih baik dariku’ hanya itu yang dia katakan, membiarkan diriku merutuki kebodohanku”
Kyuhyun menjeda kalimatnya, menelan ludahnya. Terdengar jika suaranya sedikit tercekat.
“dia mencintai sahabatku. Dan hari itu aku sadar kalau naeun berada di dekatku karena aku adalah orang pertama yang dia kenal di korea, dia menjadikanku tameng hanya untuk bertemu kibum. Aku jadi berfikir kenapa aku tidak menyadari jika dia selalu ingin pergi menonton dan mengajak kibum dari pada membiarkan aku dan dia pergi berdua. Aku memang bodoh”
Eunbi menghembuskan nafasnya. Kenapa dia harus mendengar betapa kyuhyun sangat mencintai naeun? Kenapa kyuhyun masih merasa sedih mengingat hal itu? Eunbi benci!
Eunbi berbalik
” jika kau mencintainya kenapa kau tidak mengejarnya? Dia ada disini. Dia kembali. Aku tidak akan menghalangimu”
“aku tidak lagi mencintainya sekarang”
Eunbi tersenyum seolah mengejek kyuhyun.
“kau baru saja akan menangis saat menceritakan masa lalu kalian”
“aku-”
“jika kau masih mencintainya pergi saja temui dia, aku tidak peduli”
“aku tidak tahu jika kejadian itu membuatku kehilangan kepercayaan diriku. Aku mungkin banyak mengatakan cinta pada orang lain, tapi aku tak pernah mengatakan dengan hatiku. Tapi saat aku ingin mengatakan dengan jelas perasaanku tiba-tiba aku kehilangan kepercayaan diriku”
“dia tidak akan tahu perasaanmu sebelum kau mengatakannya sekalipun dia akan menolakmu lagi kurasa itu akan mengurangi bebanmu”
“jadi aku harus mengatakannya? ”
” ehm” eunbi hanya mampu berdehem. Menyuruh kyuhyun mengatakannya pada naeun adalah hal paling bodoh yang dia katakan.
“aku mencintaimu”
“ehm. Katakan padanya kau masih mencintainya”
“aku sangat mencintaimu”
“hem”
“aku sangat mencintaimu cho eunbi”
“hem. Eh? Hah? ”
Eunbi menengadah menatap kyuhyun yang berdiri dua meter di depannya. Apa dia salah mendengar sesuatu?
” aku menemukan kepercayaan diriku. Aku mencintaimu”
Eunbi menelan ludahnya saat kyuhyun melangkah maju ke arahnya.
“apa aku akan menerima penolakan lagi? ”
Eunbi masih membisu sampai kyuhyun benar-benar berada di depannya hanya berjarak satu langkah.
” apa aku harus menunggu untuk mendapatkan jawabnnya? ”
” apa kau bertanya padaku? ”
Kyuhyun tersenyum.
” apa ada wanita lain disini? ”
” bukan. Tapi-”
“tapi? ” kyuhyun mengulangi pertanyaan eunbi.
” tapi, kau baru saja bercerita tentang naeun tentang rasa cintanya dirimu padanya, bahkan kau harus menahan air matamu untuk-”
“hahahaha”
Tawa kyuhyun pecah membuat eunbi mengerutkan keningnya.
“kau mengerjaiku? ”
Kyuhyun menyeka ujung matanya yang basah karena tertawa berlebihan.
” aku tahu kau sedang cemburu dengan naeun jadi aku hanya ingin menggodamu”
“jadi kau hanya pura-pura sedih?? ”
” yak! Cho kyuhyun! ”
Eunbi akan memukul lengan kyuhyun seperti apa yang sering dia lakukan tapi trik itu sudah dihapal kyuhyun membuat tangannya gampang diraih.
Eunbi tidak tahu kenapa dia sebodoh ini? Membiarkan dia hampir mati karena rasa cemburu dan marah yang melebur jadi satu.
“naeun tidak berpengaruh lagi untukku. Setelah dia menolakku, aku membencinya karena kurasa dia hanya memanfaatkanku saja. ”
” aku tak memiliki perasaan apapun lagi dengannya”
Eunbi melepas tangannya dari genggaman kyuhyun.
“aku tidak tahu jika hal seperti ini bisa menjadi lelucon untukmu”
“aku tak membuat lelucon. Dulu aku pernah mencintai naeun dan dia menolakku dan aku juga serius jika aku harus mengumpulkan rasa percaya diriku hanya untuk mengatakan aku mencintaimu”
Eunbi diam seolah dia kehabisan kata-kata.
“apa kau masih menganggap aku berpura-pura? ”
” aku mengatakan yang sebenarnya sekarang. Aku sangat mencintai istriku cho eunbi. Hatiku selalu meloncat saat berada di dekatnya, aku akan tersenyum walau hanya memandangi wajahnya yang tertidur di sampingku, aku merasa sangat senang saat tahu dia memarahi wanita yang ingin menjadi istri keduaku dan aku sangat senang saat dia menjadi sangat cemburu karena naeun”
“aku tidak cemburu! ”
” kau hampir menangis karena aku menceritakan kalau aku pernah menyukai naeun”
“yak! ”
” auw! ”
Kyuhyun meringis kesakitan karena cubitan eunbi di perutnya.
” aku tidak akan menangis ”
“aku bisa melihat matamu memerah dan suaramu bergetar”
“itu karena kau membohongi bodoh! ”
” jadi kau benar cemburu? ”
” tidak! ”
” kau cemburu hahaha” kyuhyun berlari menjauhi eunbi karena khawatir dia akan kena cubitan tak terduga lagi.
“aku sudah bilang tidak”
“kau masih marah”
“aku bilang aku tidak cemburu cho-”
“akh! ”
Eunbi terhuyung kedepan saat ingin mencubit kyuhyun. Pria itu malah menariknya membuat dia dan kyuhyun terjatuh di atas ranjang. Kyuhyun mungkin sengaja. Karena dalam posisi sedekat ini dengan kedua tangan yang di genggam erat kyuhyun membuat eunbi benar-benar tak bisa apa-apa.
“aku tak berbohong tentang perasaanku padamu. Aku sangat mencintaimu. Apa kau juga mencintaiku? ”
Kyuhyun menodong eunbi dengan pertanyaannya membuatnya sampai menahan nafas.
” apa kau tidak akan menjawabku? ”
” aku tidak akan membiarkanmu lepas sampai kau menjawabnya”
“kyu! ”
eunbi semakin kehilangan pergerakannya saat kaki kyuhyun mengikat tubuhnya.
” aku tidak akan melepaskanmu sebelum kau menjawabnya”
“lepaskan aku! Aku tidak bisa bergerak”
kyuhyun menggeleng
Cup
“lepaskan aku! ” eunbi berusaha menendang kaki kyuhyun. Dia pikir setelah eunbi mmeberikan kecupan maka kyuhyun akan sedikit melonggarkan gengamannya dan eunbi bisa terbebas tapi salah.
” kecupan bukan jawaban eunbi”
“aku sudah memberikan jawabanku” jawab eunbi hati-hati
“aku tak mendengar jawabanmu”
“itu” eunbi menunjuk bibir kyuhyun dengan gerakan kepalanya.
“apa? ”
” apa kau tidak bisa mengartikannya? ”
Kyuhyun menggeleng
” tidak selain kau ingin aku menciummu”
“yak! Cho kyu-emb”
Eunbi tersentak karena kyuhyun benar-benar menciummnya. Pelan dan lembut, ciuman ini benar-benar memabukkan sampai tanpa sadar eunbi juga ikut bermain. Selalu seperti ini, saat eunbi harus kalah dan ikut terlena ke dalam ciuman kyuhyun yang memabukkan.
” jadi kau juga mencintaiku? ” tanya kyuhyun lagi setelah dia melepaskan ciumannya.
Eunbi mengangguk
” katakan. Katakan kau juga mencintaiku”
Kyuhyun menarik dagu eunbi membuat dia menengadah menatap wajahnya.
“katakan” desak kyuhyun lagi
“aku mencintaimu suamiku”
Kyuhyun tersenyum dan menarik eunbi ke dalam pekukannya.
“jika tahu begini aku akan mengatakannya lebih awal”
“apa kau takut jika aku menolakmu? ”
Kyuhyun menggeleng
” aku bisa lebih bebas untuk menciummu”
“cho kyuhyun! ”
” aku bercanda”
Eunbi hanya berdecak. Dia benar-benar kehabisan kata-kata karena kyuhyun. Menjadikan perasaannya hari ini seperti roller coaster dan diaduk menjadi satu.
Tangan kyuhyun bermain di wajah eunbi, membelai wajahnya dengan sentuhan jari yang lembut.
“aku sangat bahagia hari ini”
“terima kasih”
“ehm” eunbi hanya bergumam
Jari kyuhyun berhenti di bibir eunbi, efek basah karena ciumannya tadi masih terlihat jelas. Kyuhyun ingin merasakannya lagi.
“apa aku boleh menciummu? ”
Eunbi mengangguk
Dan kyuhyun buru-buru menyambar bibir eunbi. Ciuman kali ini lebih menuntut dari sebelumnya. Kyuhyun seolah telah menantikan hari ini sejak lama. Pria itu sekarang berada di atas eunbi dengan bibir yang masih saling bertautan. Kyuhyun benar-benar menggila sampai tidak sadar kalau tangannya sudah bergerak lincah di punggung eunbi ingin melepas resleting gaunnya.
Eunbi menahan tangan kyuhyun membuat pria itu berhenti dan menatap eunbi memohon. Tanpa kalimat eunbi sudah tau apa yang ingin kyuhyun minta. Eunbi menatap dalam-dalam ke dalam manik mata kyuhyun dan ragu-ragu dia mengangguk.
Kyuhyun kembali mencium eunbi. Melepaskan kemejanya asal bahkan menariknya sampai kancing-kancing itu terlepas. Tangannya tanpa masalah langsung menarik turun resleting gaun eunbi.
Untuk malam ini, biarlah ini menjadi malam mereka tanpa siapapun yang tahu.

TBC

Author’s note: hallo author kembali lagi. Apa ff ini semakin tidak jelas??? Yuk tulis pendapat kalian tentang ff ini 😊😊😊 jangan lupa like dan share ya 😊

I love you all ❤️❤️❤️

Advertisements

Diary #when we meet again

diary-new-2

Title : when we meet again

genre : series

author : oh honey

cast : cho kyuhyun – hwang eunbi

 

Apa kau pernah membayangkan saat secara tiba tiba cinta pertamamu kembali dan menawarkan sebuah cinta yang dulu pernah kau tawarkan?. Mungkin akan terasa sangat membahagiakan jika dia datang sebelum kau berhasil menghapus semua ingatan tentangnya. Tapi apa jadinya jika dia datang disaat kau sudah berhasil menghapus semua ingatan tentangnya? Apa kau akan tetap membiarkan dia kembali dan mengumbar semua ingatan masa lalu atau kau akan mengusirnya pergi dari hidupmu, selamanya?.

 

Takdir memang selalu membingungkan, layaknya gelombang air laut yang tidak pernah dapat diprediksi kedatangannya. Ada begitu banyak kemungkinan yang dapat terjadi dihidup ini yang tidak akan pernah kita tau akan seperti apa ending dari setiap kemungkinan itu.

 

Aku menatap dalam diam sungai han yang ada dihadapanku. Sungai itu terlihat sangat tenang berbanding terbalik dengan perasaanku saat ini yang terasa seperti dijungkir balikkan. mengingat kembali kejadian hari ini membuatku mendesah dalam dalam. Mungkin dulu aku sering berharap hal ini akan terjadi dikehidupanku namun saat ini aku sama sekali tidak ingin hal ini terjadi dikehidupanku. Bagiku semuanya sudah terlambat. Sangat terlambat.

 

Flashback on

Waktu memang berjalan sangat cepat, tak terasa saat ini aku sudah benar benar menjadi wanita dewasa. Sudah hampir satu tahun aku memutuskan kembali tinggal di seoul, bekerja di salah satu perusahaan menjadi aktifitas rutinku. Setiap hari aku akan bertemu orang baru dengan berbagai karakter, menyakinkan mereka akan sebuah proyek dan melakukan negosiasi. Bekerja menjadi staff marketing memang tidak mudah. Namun aku bahagia menjalani kegiatanku sekarang. Seperti ada kebahagiaan sendiri saat aku harus bertemu dengan orang baru setiap harinya.

 

Suara hak sepatuku yang beradu dengan lantai terdengar seperti irama music yang teratur. Aku terus menggiring langkah kakiku menuju sebuah meja yang terletak disudut restaurant. Dari tempatku berdiri aku dapat melihat seorang pria dengan kemeja warna biru dongker yang sedang membelakangiku. Dia adalah salah satu client yang harus aku temui hari ini.

Aku berusaha merapikan kemejaku yang sebenarnya masih terlihat sangat rapi sebelum akhirnya aku menyapa pria itu.

“maaf saya sedikit terlambat”

aku sedikit membungkukkan kepala sebagai tanda permintaan maafku. Bersamaan dengan kepalaku yang perlahan terangkat mata laki laki itu memandangku dengan tatapan yang tidak dapat diartikan. Saat kepalaku benar benar terangkat, mataku terkunci pada sosok laki laki yang masih menatapku itu, aku sama sekali tidak menyangka dengan apa yang ada dihadapanku saat ini, kesadaranku seolah tiba tiba menghilang karena ketidakpercayaanku. untuk beberapa detik padangan kami bertemu.

“kyuhyun” ucapku lirih, saat kesadaran kembali menghampiriku.

“hwang eunbi” balas kyuhyun, laki laki itu masih terlihat sangat terkejut dengan kehadiranku, sama seperti diriku. Sudah lama aku tidak bertemu dengannya dan aku tidak pernah menyangka Tuhan akan mempertemukanku kembali dengannya.

Perlahan kududukkan diriku disatu satunya kursi yang berada didepannya. Aku benar benar bingung, harus seperti apa aku berperilaku. Haruskah aku memperlakukannya sebagai teman lama yang tidak pernah bertemu atau hasruskah aku memperlakukannya sebagai cinta lama?

Kutatap wajah kyuhyun sekilas sebelum akhirnya kuputuskan untuk memperilakukannya sebagai seorang client dan tidak lebih dari itu.

“kyuhyun shi, aku adalah perwakilan dari Mercy Company yang akan menjelaskan sedikit tentang proyek yang ingin kita tawarkan”

Tenggorokanku terasa tercekat saat aku mengatakan kata demi kata yang keluar dari mulutku. Sangat sulit rasanya saat aku harus berpura pura mengabaikan keberadaan kyuhyun. Laki laki yang dulu pernah menjadi teman terbaikku bahkan menjadi cinta pertamaku.

“eunbi ah, bagaimana kabarmu?” Tanya kyuhyun lirih, dia masih saja menatapku dan mengabaikan semua perkataan yang keluar dari mulutku.

Aku sedikit memperbaiki posisi dudukku untuk menghilangkan rasa gugup yang menghampiri diriku, kubalas tatapannya.

“aku baik” kataku datar.

“kemana saja kau selama ini? kau tak pernah menghubungiku dan aku sama sekali tidak bisa menghubungimu, kau tinggal dimana selama ini?”

Kuhembuskan nafas beratku, rentetan pertanyaan yang kyuhyun lontarkan membuatku sedikit mengingat kejadian masa lalu. Dan aku benci itu.

“kyuhyun ah, aku disini untuk bekerja jadi bisakah kau menyimpan semua pertanyaanmu itu?”

Kyuhyun terlihat terkejut dengan ucapanku. Aku tau kalau aku saat ini terlihat sangat jahat. Tapi aku merasa tidak sanggup jika aku harus memperlakukannya sebagai teman lama apalagi cinta lama, terlalu mengejutkan untukku bertemu dengannya lagi dan aku sama sekali tidak siap untuk itu.

“eunbi ah, tidak bisakah kita…”

Ucapan kyuhyun menggantung diudara saat aku dengan lancang memotong pembicaraannya.

“kyuhyun ah, aku tidak ingin mencampurkan pekerjaan dengan kehidupan pribadi.  jadi tolong hargai keputusanku”

Kyuhyun menghembuskan nafas beratnya, aku tau dia kecewa dengan pilihanku yang memilih menjadi seorang pekerja professional dari pada menjadi teman lama yang sudah lama tidak pernah bertemu. Dan aku tau kalau ini bukanlah pilihan yang akan orang lain ambil saat mereka bertemu dengan teman lama. Mereka pasti akan memilih untuk mengesampingkan pekerjaan dan memilih untuk mengobrol tentang kehidupan masa lalu, atau bahkan kehidupan saat ini. bukannya aku tidak ingin melakukan semua itu hanya saja aku tidak ingin aku terjebak dalam bayang bayang kenangan masa lalu yang berusaha dengan setengah mati aku lupakan, aku tidak ingin bayang bayang itu menghantuiku lagi dan memporak porandakan kehidupanku saat ini yang sudah aku tata sedemikian rupa.

“baiklah kalau itu keinginanmu” sesal kyuhyun

Hampir setengah jam aku dan kyuhyun hanya membicarakan tentang pekerjaan. Dan selama itu kyuhyun terus saja memandangku tanpa henti membuatku sedikit risih dengan apa yang dilakukannya.

Kubereskan map yang ada dimeja, memasukkan beberapa benda kecil seperti note dan bolpoint kedalam tas selempang yang aku kenakan.

“kyuhyun shi, aku pamit dulu”

Ucapku saat aku selesai dengan urusan beres membereskan. Kugeser kursi yang aku duduki dan berdiri.

“eunbi ah, apa kau akan pergi begitu saja? ada banyak hal yang ingin aku katakan padamu”

“maaf kyuhyun, aku benar benar harus pergi sekarang ada pekerjaan lain yang harus aku selesaikan.”

Bohongku padanya. Kyuhyun adalah orang terakhir yang harus aku temui hari ini.

untuk kesekian kalinya kyuhyun menghembuskan nafas beratnya.

“baiklah kalau begitu, aku akan mengantarmu” kyuhyun menggeser kursinya dan berdiri dari duduknya.

“tidak perlu, aku bisa pergi sendiri”

“apa kau akan terus menolakku?”

Aku terdiam, tidak taukah dia kalau aku berusaha menghindarinya?

“bukan begitu, aku bisa pergi sendiri dan..”

Keseimbanganku hampir roboh saat kyuhyun dengan tiba tiba menarik tanganku dan melangkah pergi dari tempat kita berdiri. Dadaku bergemuruh hebat saat aku merasakan genggaman tangan kyuhyun. Genggaman yang dulu pernah aku impi impikan.

^-^

Langit sudah berubah menjadi gelap saat aku keluar dari kantor. Kueratkan tas selempang yang aku kenakan. Tangga demi tangga kuturuni dan sesampainya aku di pijakan tangga terakhir langkahku terhenti, mataku menangkap seorang laki laki yang sedang bersandar di mobil depannya. Laki laki itu adalah kyuhyun. aku tidak tau kenapa dia ada disitu tapi yang aku tau dia sedang melambaikan tangannya padaku saat ini.

apa dia sedang menungguku?

Aku masih berada diposisiku saat kyuhyun datang menghampiriku.

“kenapa kau kesini?” tanyaku sedikit terbata karena rasa gugup yang tiba tiba melanda. Ada apa dengan diriku, kenapa aku terus merasa gugup saat berada bersamanya?.

“aku datang menjemputmu”

“hem??” tanyaku dengan sedikit bergumam, bisa dipastikan kalau wajahku saat itu benar benar terlihat seperti orang terbodoh diseluruh dunia.

“untuk apa kau menjemputku? Aku bisa pulang sendiri” ucapku kemudian.

“karena aku merindukanmu, dan ada banyak hal yang ingin aku katakan”

Dadaku semakin bergemuruh saat indra pendengaranku menangkap kata “AKU MERINDUKANMU”. Walaupun aku tau kata itu tidak lebih untuk seorang teman tapi kata kata itu berefek besar bagi diriku.

‘ah sial, kenapa tubuhku memberikan respon ynga sangat berlebihan’

^-^

Sepanjang perjalanan yang aku lewati, aku hanya memandang keluar jendela tanpa bersuara sedikit pun. Suasana didalam mobil bersama kyuhyun terasa sangat canggung. Dari ekor mataku aku dapat menangkap berkali kali kyuhyun memandang kearahku.

“kau tinggal dimana selama ini?” suara kyuhyun memecahkan kesunyian.

Kyuhyun memandangku sekilas lalu kembali memandang lurus kearah jalan. Walaupun dia terlihat focus pada jalanan tapi dia memperhatikanku lewat ekor matanya.

Sedangkan aku tetap pada posisiku sebelumnya, memandang kearah luar jendela.

“aku tinggal di Gwangju” kataku datar dan lirih, entah kyuhyun dapat menangkap perkataanku atau tidak.

“kenapa kau pindah tanpa memberitahuku dan kenapa kau tak pernah menghubungiku?”

kali ini suara kyuhyun tak kalah datar dari suaraku.

“ada beberapa hal yang membuatku tidak bisa memberitahumu”

‘Dan semua itu karena mu’

“apa semua itu karena diriku?”

Aku sedikit berjingkat mendengar ucapan kyuhyun yang terdengar cukup lirih itu, kubalikkan posisiku menghadap kearahnya. Kutatap wajahnya yang berusaha focus pada jalan.

“anni”

Kembali kupalingkan wajahku kearah jendela, seolah pemandangan diluar lebih mengaksikkan dari pada berbincang dengan kyuhyun atau menatap kyuhyun.

“jika bukan karena diriku, kenapa kau tak pernah menghubungiku bahkan aku tak bisa menghubungi nomor handphonemu?”

Rentetan pertanyaan kyuhyun membuatku sedikit geram, aku sedang tidak dalam posisi ingin membahas semua yang telah terjadi, aku tidak ingin mengkorek kembali semua tentang masa laluku, termasuk masa laluku yang menyangkut tentang kyuhyun.

Kali ini kubalik posisiku menghadap kearahnya dan kutatap kyuhyun dalam dalam.

“bukankah aku sudah mengatakan kalau ada beberapa hal yang membuatku tidak bisa memberimu kabar” kataku sedikit geram.

“lalu ada apa dengan sikapmu? Kenapa kau bersikap seolah kau tak ingin bertemu denganku?”

‘aku memang tidak ingin bertemu denganmu, karena bertemu denganmu akan mengingatkanku dengan perasaanku padamu’

“hwang eunbi”

Suara kyuhyun menyadarkanku dari pikiranku sendiri tentang bayang-bayang masa lalu. Sepertinya kyuhyun sudah sedikit gerah menunggu jawaban dariku.

“tolong turunkan aku di gang depan, rumahku ada disekitar situ” kataku tanpa rasa bersalah

“aku tidak akan menurunkanmu sebelum kau menjawab pertanyaanku”

Mataku menatap tajam kearah kyuhyun, sedangkan kyuhyun terus memandang lurus kearah jalan.

“bukankah aku sudah menjawab semua pertanyaanmu”

“kau belum menjawab pertanyaanku yang terakhir, ada apa dengan sikapmu kenapa kau terlihat sangat berbeda?”

“bukankah setiap orang bisa berubah kapan saja, dan kenapa kau mempermasalahkan sikapku padamu? Kita bahkan tak pernah bertemu lagi sejak SMA lalu kenapa kau tiba tiba mempermasalahkan sikapku padamu?”

Rentetan rentetan kekesalan itu tiba tiba keluar dari mulutku tanpa bisa aku control. Aku tidak tau apa yang sampai membuatku begitu kesal pada kyuhyun saat ini dan aku juga tidak tau bagaimana perasaanku yang sebenarnya kali ini. semua terasa sangat membingungkan, aku butuh waktu untuk memikirkan setiap kejadian ini.

kenapa aku bertemu lagi dengan kyuhyun? kenapa terselip rasa bahagia saat aku bisa melihatnya lagi?. Dan kenapa aku harus merasa kesal dengan pertemuan ini?. semua pertanyaan pertanyaan itu berputar terus dikepalaku tanpa mendapatkan jawaban yang jelas.

 

Secepat kilat kyuhyun menepikan mobilnya, dia memutar posisinya menghadap kearahku. Untuk beberapa detik mataku dan kyuhyun bertemu sebelum aku memutus kontak mata itu. Aku tidak ingin tenggelam terlalu jauh dengan semua tatapan kyuhyun.

“maafkan aku jika dulu aku menyakitimu, aku sama sekali tidak berniat menyakitimu”

“kau tak perlu meminta maaf padaku, itu semua bukan salahmu. Aku sendirilah yang telah menyakiti perasaanku”

Kyuhyun memang tidak perlu meminta maaf dengan apa yang sudah terjadi padaku karena pada kenyataannya aku lah yang telah menyakiti perasaanku sendiri.

Aku terlalu tenggelam dalam rasa cintaku padanya sampai aku sulit menghapus semua bayang bayang tentangnya.

“jangan pernah merasa bersalah lagi dan aku harap kau tak akan terbebani dengan semua yang telah terjadi. Semuanya sudah berlalu. Lupakanlah semuanya. ” lanjutku

“jika kau ingin aku melupakan semuanya lalu kenapa kau menuliskan sebuah surat yang membuatku tidak bisa melupakanmu bahkan disaat aku tidur?”

Aku terdiam cukup lama, perkataan kyuhyun seperti sengatan listrik bagiku. Apa maksudnya tidak bisa melupakanku? Bolehkah aku berpikir kalau itu sebuah tanda kalau kyuhyun memiliki perasaan terhadapku? Anni, tentu saja TIDAK.

‘sadarlah hwang eunbi, apa yang kau pikirkan bukankah kau sudah berhenti berharap darinya dan bukankah dulu secara terang terangan kyuhyun mengatakan kalau dia tidak memiliki rasa itu’

“maafkan aku kalau surat itu terlalu memberatkanmu. Mulai saat ini kau bisa melupakan semua tentang surat itu, aku juga tidak keberatan jika kau juga melupakan tentangku. Anggap saja semua yang aku tulis dalam surat itu hanya sebuah curhatan anak remaja yang sama sekali tidak berarti apapun”

“shiroe, aku tidak ingin melupakanmu sampai kapanpun”

“terserah padamu”

“terima kasih atas tumpangannya”

Tanpa ingin berbasa basi lagi aku langsung mendorong pintu mobil dan keluar. Aku langsung memberhentikan taksi yang lewat dan masuk kedalamnya tanpa menghiraukan terikan kyuhyun yang meamnggil namaku.

“mianhae kyu” ucapku lirih, kutatap kyuhyun yang semakin menjauh dari balik kaca spion.

Aku benar benar merasa sangat bersalah padanya, tak seharusnya aku berperilaku seperti itu. Mengacuhkan kyuhyun dan seolah melupakan tentangnya.

Jika kalian bertanya kenapa aku bersikap berlebihan seperti itu, akupun tidak tau. Saat aku bertemu dengannya lagi ada begitu banyak yang aku rasakan. Aku merasa bahagia dan kesal dalam waktu bersamaan. Aku bahagia karena pada akhirnya aku dapat bertemu lagi dengannya, dan aku merasa kesal karena saat bertemu dengannya aku sadar kalau aku sangat MERINDUKANNYA, aku BENCI itu. Aku benci saat aku harus mengakui kalau aku merindukannya karena itu berarti aku belum sepenuhnya menghapus semua perasaanku padanya atau bahkan aku memang belum benar benar menghapusnya.

 

Taksi yang aku tumpangi membawaku pergi sampai pada sungai han. Aku memilih untuk duduk dipinggir sungai, menghirup udara segar sebanyak banyaknya, berharap ini dapat membuatku lebih rileks. Mataku menerawang jauh pada aliran air yang terlihat tenang didepanku.

Flashback off

^-^

Udara malam mulai menyentuh permukaan kulitku, saat aku berjalan keluar kantor. Kuhela nafasku, lagi dan lagi aku melihat kyuhyun bersandar di kap mobilnya bak seorang foto model yang sedang melakukan sesi photo.

Entah apa yang ada dipikiran kyuhyun, setiap hari saat aku keluar dari gedung tempatku bekerja kyuhyun selalu bersandar dimobilnya dan melambaikan tangannya kearahku.. persis seperti saat ini.

Aku mendengus malas dan berjalan kearahnya, sedangkan dia justru menampilkan senyum lebarnya. Seperti orang tidak berdosa. Pikirku.

“kenapa kau kesini lagi?” tanyaku ketus.

“bukankah aku sudah mengatakan kalau aku akan menjemputmu setiap hari?” jawab kyuhyun sambil menampilkan senyum tidak berdosanya.

“dan bukankah aku sudah mengatakan kalau kau tidak perlu menjemputku lagi?” balasku datar.

“kenapa aku tidak boleh menjemputmu?”

Aku memutar otak mencari jawaban yang tepat atas pertanyaan kyuhyun. kenapa aku tidak ingin dijemput kyuhyun? tentu saja itu karena aku tidak ingin berdekatan dengannya, setiap kali aku dekat dari jangkauannya kerja jantungku menjadi dua kali lebih cepat. Dan aku tidak ingin itu menjadi semakin parah. Aku tidak ingin menderita serangan jantung diusia semuda ini.

“tentu saja, karena aku ingin pulang sendiri”

“aku tidak ingin membiarkan kau pulang sendiri, aku tidak ingin terjadi sesuatu padamu”

Aku memicingkan kedua mataku ‘ apa- apaan dia ini, kenapa bersikap sangat protektif seperti ini. memangnya dia siapa?’

“kau jangan berlebihan, aku sudah terbiasa pulang sendiri jadi kau buang jauh semua pikiranmu itu”

“aku hanya mengkhawatirkanmu, sudah lah jangan bicara lagi. Ayo kita pulang”

Belum sempat aku membuka mulutku untuk membalas kata katanya. Kyuhyun sudah menarik tanganku dan mendorongku masuk kedalam mobilnya.

 

Seperti biasa suasana didalam mobil sangat sepi hanya ada beberapa obrolan yang kyuhyun buat.

“apa kau ingin makan dulu?”

Aku memalingkan wajahku yang semula menghadap ke jendela menjadi menghadap kearah kyuhyun, berusaha menimbang nimbang tawaran kyuhyun.  jujur aku sangat lapar karena aku melewatkan makan siangku tadi, tapi makan bersama kyuhyun..?

“tidak, aku ingin cepat pulang” kataku dengan nada ketus dan langsung memalingkan wajahku lagi.

Belum satu menit aku menolak tawaran kyuhyun tapi perutku dengan lancangnya berbunyi dan aku yakin kyuhyun mendengarnya. Ah sial. Dasar perut tidak tau diri.

“sepertinya kita harus makan dulu” kyuhyun tersenyum mengejek kearah perutku.

“tidak perlu, kita langsung pulang saja” kataku dengan berusaha menahan rasa malu yang sudah megusai diriku. Dalam hati aku merutuki diriku sendiri, kenapa perut ini harus berbunyi saat bersama kyuhyun, terlebih lagi saat aku berusaha mengabaikan ajakannya. Menyebalkan.

 

Tak butuh waktu lama bagi kyuhyun untuk membawaku kesebuah restaurant bergaya eropa. Perjuanganku untuk menolak tawaran kyuhyun terasa sangat sia sia karena bagaimanapun caraku menolaknya laki laki itu tetap membawaku kesini.

Perkataanku tempo hari tentang siapa saja bisa berubah kapan saja sepertinya terbukti pada diri kyuhyun. Kyuhyun telah berubah, berubah menjadi laki laki yang PEMAKSA.

“kau ingin pesan apa?” Tanya kyuhyun saat seorang pelayan menghampiri.

“sama saja denganmu”

Kyuhyun nampak serius meneliti setiap menu yang tertera pada daftar menu.

“kami pesan foie gras”

Pelayan perempuan itu kemudian menuliskan pesanan yang kyuhyun sebutkan dan berlalu pergi.

 

 

Tidak butuh waktu lama untuk menunggu makanan khas prancis yang dipesan kyuhyun sampai didepan mataku. Sebuah hati angsa yang dibuat pasta dan dicampur dengan saus khas prancis terlihat sangat menggiurkan, membuat perutku semakin merota rota untuk dikasih makan.

“selamat makan” kata kyuhyun.

Perlahan kupotong hati angsa itu dan memasukkannya kedalam mulutku. Rasanya benar benar meleleh dimulutku, hati angsa dan saus khas prancis itu seolah benar benar memanjakan lidahku. Apakah aku terlihat sangat norak?

“apa kau menyukainya?”

Aku mengangguk mengiyakan pertanyaan kyuhyun.

 

 

 

“terimakasih atas tumpangan dan juga makan malamnya”

Kataku pada kyuhyun saat kita sudah berada di depan gedung apartementku.

“apa aku hanya mendapat ucapan terima kasih saja?”

“mwo?” alisku saling bertautan, jadi apa yang harus aku ucapakan selain kata terima kasih?.

“apa kau tidak akan menawariku mampir keapartemenmu dan membuatkanku secangkir teh?”

Haruskah? Kataku dalam hati.

“emm… itu..”

Belum sempat aku menyelesaikan kata kataku, kyuhyun sudah menarikku memasuki gedung apartement. Benar benar laki laki yang tidak tau malu sekaligus pemaksa.

“ada dilantai berapa apartementmu?”

Tanya kyuhyun saat tanpa sadar aku dan dia sudah berada didalam lift.

“8”

Kyuhyun kemudian menekan angka delapan, dan tidak butuh waktu lama sampai lift itu berhenti di lantai 8.

 

 

“duduklah aku akan membuakanmu teh”

Kyuhyun hanya mengangguk lalu mendudukkan dirinya di satu satunya sofa yang ada di dalam kamar apartementku.

“minumlah, dan cepatlah pulang”

“apa kau mengusirku?”

“ini sudah sangat malam bagi seorang laki laki untuk bertamu pada  seorang gadis lajang seperti diriku.”

“jadi kau belum memiliki pasangan?” raut wajah kyuhyun terlihat sangat senang. Matanya bahkan terlihat sangat berbinar binar.

“apa kau sedang mengejekku?”

“anni, aku hanya ingin mengatakan kalau aku juga sedang sendiri”

“lalu?”

“tidak ada, aku hanya ingin mengatakannya”

Kyuhyun lalu meminun tehnya, bibirnya sedikit tertarik keatas sebelum menyesap habis tehnya.

^-^

Seperti biasa aku akan berkutat dengan berbagai macam data yang cukup memusingkan kepala. Mataku dengan teliti melihat pada layar computer yang berada diatas meja kerjaku. Sesekali aku menyesap chocolate panasku yang masih mengepul.

“hwang eunbi, ada kiriman untukmu”

“untukku?” mataku beralih pada sosok tinggi chaeyon, salah satu temanku dikantor.

Chaeyon mengangguk mengiyakan, dan meletakkan sebuah buket bungan mawar pink besar.

“ini untukku?”

Tanyaku lagi, berusaha memastikan apa yang ada dihadapanku.

“iya, apa kau sedang berkencan dengan seseorang?. Ah dia romantic sekali. Kau membuatku sangat iri eunbi ah”

“anni, aku sedang tidak berkencan dengan siapapun”

“lalu ini dari siapa?” chayeon menunjuk bunga pink yang ada dihadapanku

“molla aku juga tidak tau, mungkin salah alamat” kataku cuek, aku sama sekali tidak bisa memikirkan satu namapun diotakku.

“mungkinkah?”

“mungkin”

“kyuhyun, cho kyuhyun. apa kau tidak mengenalnya?” kata chaeyon sambil memegang kartu pengirim yang ada di buket bunga itu. Mataku seolah melebar dua kali lipat.

“apa? Kyuhyun?”

Benarkah laki laki itu yang mengirimiku bunga ini?

“oh. Kau tidak mengenalnya?”

“aku mengenalnya”

“ah, pasti dia seseorang yang sedang dekat denganmu”

“aku rasa hubungan kita tidak seperti itu”

“lalu bunga ini?”

“entahlah aku juga tidak tau”

 

^-^

Untuk kesikan kalinya kyuhyun mengirimiku bunga, kali ini bunga baby breath dengan ukuran besar.

“kau mendapat kiriman bunga lagi?” Tanya chaeyon saat ia melintas disampingku.

“oh”

“wah, sepertinya dia tidak main main denganmu”

“maksudmu?”

“apa kau yakin kalian tidak memiliki hubungan yang special?”

^-^

“hwang eunbi”

Suara itu begitu familiar ditelingaku, kupanglingkan wajahku dan ternyata tebakanku benar, suara itu adalah suara kyuhyun. Aku tidak pernah bertemu kyuhyun  beberapa hari ini, hanya kiriman bunga yang aku terima darinya.

Kenapa dia datang lagi?. Batinku

Tapi baguslah, sudah sejak kemarin aku ingin melabraknya

 “apa kau suka bunganya? Aku tidak tau bunga mana yang kau sukai, jadi aku berinisiatif untuk mengirimkan bunga dengan jenis berbeda setiap harinya” ucap kuhyun pajang kali lebar dengan nada yang tanpa dosa, bahkan wajahnya menyiratkan kalau dia sangat bangga dengan ide memberiku bunga setiap harinya.

Ide yang sangat berliant cho kyuhyun karena kau berhasil membuatku seperti memiliki toko bunga pribadi.

“apa kau berniat membuat kamarku terlihat seperti toko bunga? Dan apa kau tau bunga lili yang kau kirimkan kemarin membuatku bersin bersin sepanjang hari”

Mengingat hari kemarin membuatku ingin menonyor kepala kyuhyun, bagaimana tidak sejak pagi aku harus bersin bersin tidak karuan sampai hidungku merah padam.

“maafkan aku. aku tidak tau kalau kau alergi dengan bunga lili”

“sudahlah, mulai sekarang berhentilah memberiku bunga setiap harinya. Apartementku sudah tidak memiliki sudut untuk menaruh bunga bungamu itu.”

“aku hanya ingin menunjukkan kalau aku sangat senang bertemu denganmu dan aku ingin kau selalu mengingatku disaat aku tidak bisa bertemu denganmu seperti kemarin”

“untuk apa? Kenapa aku harus selalu mengingatmu. Aku rasa hubungan kita tidak sabaik itu, dan sepertinya seorang teman tidak perlu mengirimkan bunga setiap harinya hanya agar dia selalu diingat”

Kata kata itu keluar begitu saja dari mulutku, aku sama sekali tidak bisa memahami perlakuan kyuhyun. bukannya aku tidak senang mendapatkan bunga setiap harinya, tentu saja aku senang apalagi aku adalah seorang wanita yang menggilai hal hal manis seperti itu. Hanya saja perlakuan kyuhyun itu membuatku menghayal kalau kyuhyun adalah kekasihku, dan aku tidak ingin itu. Aku tidak ingin lagi hidup dalam bayang bayang kyuhyun lagi.

Kyuhyun hanya diam dan menatapku sambil mendengarkan amukan tidak jelas yang aku lontarkan. Entah apa yang dia pikirkan sekarang, aku melihat guratan kekecewaan di wajahnya. Tapi biarlah aku tidak peduli itu.

“aku melakukan ini karena aku…”

Kata kata kyuhyun menggantung diudara setelah dengan lancangnya aku memotong perkataannya. aku tidak tau makluk apa yang sedang merasuki diriku sekarang , setiap kali aku melihat kyuhyun aku selalu ingin marah.

“sudahlah aku tidak ingin mendegar penjelasanmu. Mulai sekarang berhentilah mengirim bunga bunga itu dan jangan menemuiku lagi kecuali urusan bisnis.”

Ucapku dengan ketus, sedangkan kyuhyun hanya menatapkan penuh arti.

“bagaimana jika aku tidak menyetujui permintaanmu?”

Kyuhyun mengatakannya dengan sangat tenang nyaris tanpa ekspresi.

“aku tidak sedang dalam urusan untuk bernegosiasi denganmu. Cho kyuhyun”

“aku juga sedang tidak dalam urusan bernegosiasi denganmu hwang eunbi. Apapun yang terjadi aku tidak akan berhenti menemuimu”

Perkataan kyuhyun barusan membuatku berang, apa maksud laki laki ini. aku sama sekali tidak mengerti.

“apa hakmu? Aku rasa hubungan pertemanan kita sudah berakhir sejak lama. Jadi kau tidak memiliki hak apapun untuk bertemu denganku lagi kecuali untuk urusan pekerjaan”

“sebagai laki laki yang mencintaimu tentu aku punya hak untuk itu”

lagi lagi kyuhyun mengatakannya tanpa ekpresi, berbanding dengan diriku saat ini yang menganga tak percaya dengan apa yang barusan aku dengar.

“apa kau bilang?”

“aku mencintaimu hwang eunbi” kali ini ekspresi kyuhyun berubah menjadi sedikit serius.

Aku terdiam cukup lama, berusaha mencerna apa yang barusaja kyuhyun katakan.

Kyuhyun mencintaiku? Kata kata itu terus berputar dikepalaku, membuatku pening.

Sadarlah hwang eunbi, itu semua tidak mungkin terjadi.

“aku tidak tau kenapa kau mengatakan itu dan untuk apa? Apa kau sedang meledekku karena kisah kita dulu atau kau sedang mencoba mengelabuiku?”

“apapun yang ada dipikiranmu itu bisa aku pastikan kalau semuanya SALAH. Aku mengatakan ini karena sudah sejak lama aku menanti waktu seperti ini. mungkin ini akan terdengar sangat membosankan tapi aku benar benar menantikan kehadiranmu. Sejak kepergianmu aku sadar kalau ternyata aku telah jatuh hati pada teman baikku sendiri. Dan aku sadar kalau kau telah membawa hatiku pergi bersamamu. Aku tau ini sangat terlambat dan aku terlihat seperti tidak tau diri dengan mengatakan ini setelah apa yang terjadi. Tapi aku benar benar tidak bisa hidup tanpamu, bertahun tahun ini aku hanya menghabiskan waktuku untuk MENUNGGUMU. Aku tidak pernah berhubungan dengan wanita manapun. Karena aku yakin kalau kita akan dipertemukan kembali”

“seperti yang kau bilang kyu, ini sudah sangat terlambat. Aku tau menghabiskan waktu bertahun tahun untuk MENUNGGU seseorang tidaklah MUDAH, karena aku juga pernah berusaha untuk MENUNGGUMU tapi kau juga harus tau kalau menghabiskan waktu bertahun tahun untuk MELUPAKAN seseorang juga tidak MUDAH.”

Aku menarik nafas beratku sebelum aku melanjutkan kata kataku, entah untuk alasan apa dadaku terasa sesak saat mengetahui fakta kalau kyuhyun mencintaiku.

Ingin rasanya aku meneriaki kyuhyun dan memakinya

Kenapa dia begitu terlambat? kenapa baru sekarang dia mengataknnya?

“ Jadi aku tidak bisa menyia nyiakan waktuku yang telah aku habiskan untuk melupakanmu dengan kembali mencintaimu” kembali aku melanjutkan perkataanku.

“maaf kalau aku terlalu terlambat untuk memahami perasaanku dan aku tau kau masih mencintaiku sampai sekarang, jadi kau jangan berbohong padaku. matamu itu tidak bisa membohongiku”

Aku terperangah mendengar yang kyuhyun katakan aku masih mencintai kyuhyun?

“kau salah, sudah sejak lama aku menghapus perasaan itu dari hatiku”

“kau bohong, aku tidak melihat itu dari matamu”

“terserah kalau kau tidak percaya padaku aku tidak akan memaksamu untuk mempercayai perkataanku. Aku hanya punya satu permintaan, berhenti menemuiku lagi” ucapku tegas, aku sama sekali tidak peduli apakah kyuhyun percaya padaku atau tidak. Untuk saat ini aku hanya ingin kyuhyun pergi dari kehidupanku seperti sebelumnya.

Aku membalikkan badanku berniat untuk pergi dari hadapannya tapi belum sempat aku melangkahkan kakiku kyuhyun menarik tanganku membuatku mau tidak mau menghadap kearahnya, untuk sesaat padanganku dan kyuhyun bertemu.

“aku tidak akan melepaskanmu”

Kulepas genggaman tangan kyuhyun dengan menggunakan tanganku yang bebas, kemudian aku benar benar berlalu dari hadapannya. Sedangkan kyuhyun hanya menatapku. Mungkin dia masih syok dengan perilakuku atau entahlah aku tak tau.

^-^

Sebuah pesta dengan segala pernak pernik bernuansa biru electric tertata rapi di salah satu hotel berbintang lima, tidak banyak yang aku kenal, lebih tepatya TIDAK ADA yang aku kenal kecuali donghae. Laki laki yang saat ini sedang berjalan disampingku. Beberapa waktu yang lalu donghae memintaku untuk menemaninya datang ke pesta super mewah ini, sebenarnya aku tidak terlalu suka pesta terlebih aku tidak mengenal orang orang yang ada di sini tapi tentu saja aku tidak ingin mengecewakan laki laki paling baik setelah ayahku itu dengan menolak permintaannya. Dan beginilah akhirnya, aku mengekor disamping donghae tanpa aku tau mau kemana dia akan pergi melangkah.

Donghae menghentikan langkahnya pada kerumunanan laki laki berjas yang bisa aku pastikan kalau itu adalah teman kantor donghae.

“malam semuanya” sapa donghae pada mereka.

“hai donghae”

“siapa dia? Apa dia kekasihmu?”

Aku sidikit kaget dengan pertanyaan salah satu teman donghae sedangkan donghae hanya tersenyum tidak jelas.

“kenalkan dia eunbi”

“anyeong haseyo, hwang eunbi imnida”

“kau sangat cantik, pantas donghae memilihmu”

“terima kasih”

Aku tersenyum sedikit canggung, tidak ada kata kata yang terlintas di otakku selain kata ‘terima kasih’.

Mereka semua larut dalam percakapan antar sesama laki laki dan mengabaikan keberadaanku, seolah aku ini hanya nyamuk yang sedang terbang. Merasa bosan dengan keadaan ini, aku panglingkan pandanganku kesekeliling pesta mencari sesuatu yang mungkin lebih menarik dari pada obrolan kermununan para laki laki ini.

Mataku menjelajahi setiap ornament yang terpasang di setiap sudut ruangan seolah memastikan kalau tidak ada yang kurang dari pesta ini.

Satu detik…,

dua detik…,

tiga detik…  mataku terkunci pada pandangan seseorang yang sedang menatapku tajam. Untuk beberapa detik pandanganku dengannya bertemu. Nampaknya Tuhan sedang memiliki suatu rencana atas diriku, niatku mencari sesuatu yang dapat mengusir kebosananku berbuntut sesuatu yang mengejutkan- sangat MENGEJUTKAN.

Bagaimana mungkin dia ada disini?

Laki laki yang belakangan sudah tidak prnah menampakan batang hidungnya dihadapanku lagi, kini sedang berdiri 5 meter dari hadapanku.

Kuedarkan pandanganku lagi mencari sesuatu yang jauh lebih menarik dari sebelumnya, beusaha untuk menghiraukan tatapan kyuhyun yang begitu tajam. Tapi aku sama sekali tidak bisa menemukan apa yang aku cari.

“donghae ya, aku mau pergi ketoilet dulu”  aku berbisik pada donghae, dan donghae hanya mengganggukkan kepalanya mengiyakan.

Cukup lama aku berada di dalam toilet, membenarkan beberapa riasan.

Selesai dengan kegiatanku, kulangkahkan kakiku keluar berniat untuk kembali kedalam pesta yang sebenarnya sama sekali tidak aku nikmati.

Satu langkah..

Dua langkah…

Secara tiba tiba seseorang menarik tanganku dan menyudutkanku pada sebuah dinding, hampir saja aku berteriak sebelum aku tahu siapa orang brengsek yang telah menarikku dengan tiba tiba itu.

“apa yang kau lakukan?” tanyaku penuh amarah, sedangkan orang yang aku ajak bicara hanya menatapku penuh amarah, sama sepertiku.

Ada apa dengannya? bukankah aku yang harusnya marah padanya?

“jadi ini alasanmu, menyuruhku pergi dari kehidupanmu?”

Kyuhyun masih saja menatapku, seolah dia ingin mengulitiku dengan tatapan membunuhnya. Jujur aku tidak tau apa yang telah aku lakukan sampai membuatnya terlihat sangat marah seperti ini.

“apa maksudmu?”

“kau jangan pura pura tidak mengerti maksudku hwang eunbi”

“aku memang tidak mengerti dengan apa yang kau bicarakan.” Kataku dengan nada yang sedikit tinggi.

“donghae- kau menyuruhku pergi karena donghae”

“apa maksudmu? Aku tidak mengerti”

“berhenti berlagak tidak tau hwang eunbi” kyuhyun berkata dengan hampir berteriak membuat sedikit terperanjat.

“aku benar benar tidak mengerti cho kyuhyun”

“baik akan aku buat kau mengerti, kau adalah orang yang hampir 5 tahun ini membuatku menunggu, aku bahkan berusaha sangat keras untuk menemukanmu dan setelah waktu yang telah aku habiskan hanya untuk menunggumu, sekarang kau mengusirku pergi darimu. Awalnya aku mengira itu semua karena kau terlalu sakit hati denganku tapi aku salah kau mengusirku karena orang lain. dan orang lain itu adalah donghae. aku tau aku tidak punya hak untuk melarangmu berhubungan dengan siapapun tapi tak bisakah kau memberiku satu kesempatan”

Kyuhyun masih saja menatapku sedangkan aku hanya terdiam.

Kulepas eratan tangan kyuhyun perlahan pada lenganku, perlahan air mataku menetes tanpa aku mau dan tanpa aku sadari. Semuanya terjadi begitu saja.

“kau sudah begitu terlambat kyuhyun”

Karena aku telah memutuskan untuk menerima donghae. Lanjutku dalam hati.

Hari dimana aku dan kyuhyun bertemu kembali setelah sekian lama adalah hari dimana aku memutuskan untuk menerima donghae. aku memang tidak berkata pada donghae kalau aku mencintainya tapi aku akan berusaha untuk mencintainya. Aku dan donghae pertama kali bertemu saat kita masih sama sama dibangku kuliah. Pertemanan yang awalnya biasa saja menjadi sesuatu yang tidak biasa. Aku dengannya menjadi sangat dekat layaknya seorang sahabat bahkan aku telah menceritakan semua yang aku alami pada donghae termasuk kisahku tentang kyuhyun. donghae tau semuanya bahkan donghae juga tau kalau aku belum bisa benar benar melupakan kyuhyun.

Persahabatanku dengan donghae tidak jauh beda dengan persahabatan kebanyakan orang tapi tanpa aku sadari persahaban itu sedikit berubah karena donghae menyimpan rasa padaku, sedangkan aku hanya menganggap dia tidak lebih dari seorang sahabat. Benar kata orang TIDAK ADA PERSAHABATAN ANTARA WANITA DAN PRIA. Seiring berjalannya waktu persahabatan itu akan berubah menjadi cinta entah saling mencintai atau hanya cinta sepihak. Berulang kali donghae mengatakan perasaannya padaku tapi selalu saja berujung penolakan yang keluar dari mulutku. Sampai pada hari itu, aku memutuskan untuk berusaha menerima donghae dalam hatiku bukan karena aku merasa kasian pada donghae atau karena aku mulai mencintai donghae. semua itu semata mata karena aku ingin berusaha membuka hatiku untuk orang lain. tapi Tuhan memiliki rencana yang jauh dari dugaanku. Pada hari itu juga Tuhan mepertemukanku pada kyuhyun lagi. Duniaku seolah terjungkil balik, aku tidak tau apa yang harus aku lakukan dan aku tidak tau keputusan mana yang tepat untukku.

Aku tidak tau apa maksud Tuhan tapi aku sangat mengutuk pertemuanku dengan kyuhyun itu karena semua itu membuatku meragu lagi untuk membuka hatiku untuk orang lain.

 “tapi kau masih mencintaiku, kenapa kau harus membohongi perasaanmu sendiri?”

“aku yang lebih tau tentang hatiku, bukan dirimu” kataku sedikit tegas, aku ingin berusaha mempertahankan keputusanku untuk membuka hatiku.

“tapi aku bisa melihatnya”

“kau salah, dan dengarkan aku baik baik agap saja kita memang tidak ditakdirkan untuk bersama. aku memang mencintaimu tapi itu dulu jauh sebelum kita bertemu lagi. Dan untuk masalahmu yang mencintaiku, aku yakin kau bisa melupakan rasa itu seiring bergulirnya waktu sama sepertiku.”

Kata kata yang keluar dari mulutku itu tidak hanya untuk kyuhyun tapi juga untukku. Aku berusaha menyakinkan diriku sendiri kalau Tuhan memang menginginkan aku dan kyuhyun bersama pasti Tuhan akan membuat aku dengannya bersama dengan jalan yang tidak pernah aku tau.

“jika memang waktu bisa membuatku lupa akan dirimu kenapa sampai detik ini aku belum bisa melupakanmu bahkan bayang bayangmu masih teringat jelas dipikiranku.”

“aku yakin waktu akan membantumu melupakanku”

Kuusap air mata yang sudah meleleh sejak tadi, kulangkahkan kakiku pergi meninggalkan kyuhyun sendiri yang masih menatapku.

pandanganku terasa kabur, efek dari sisa sisa air mata yang masih tertinggal dipelupuk mata. Sampai aku tidak menyadari kehadiran seorang laki laki yang berdiri sekitar satu meter dari hadapanku. Donghae, laki laki itu menatapku tanpa ekspresi. Melihat dari tatapannya aku yakin dia telah mendengar semua pembicaraanku dengan kyuhyun.

Donghae mungkin tau kalau aku memiliki cinta pertama bernama kyuhyun tapi dia tidak tau kalau aku telah bertemu lagi dengannya dan donghae tidak tau kalau kyuhyun yang aku maksud adalah kyuhyun teman satu kantornya. Ini adalah pesta khusus untuk para staff perusahaan, jadi bisa dipastikan kalau kyuhyun dan donghae adalah teman satu kantor. Hanya saja aku tidak tau apakah mereka saling mengenal atau tidak.

Aku terus melangkah kedepan dengan sedikit ragu menghiraukan tatapan dari kyuhyun dan juga tatapan dari donghae.

Oh tuhan selamatkan aku dari situasi ini, aku tidak ingin menyakiti siapapun tapi kenapa kau membuat aku seolah menyakiti mereka berdua.

Aku benar benar ingin keluar dari situasi ini, aku butuh waktu untuk memikirkan semuanya, sendiri.

Langkahku terhenti  dihadapan donghae. aku hanya diam tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Dia berbalik dan pergi begitu saja dan aku hanya mengekorinya dari belakang. Dan begitulah akhir dari malam panjang ini. aku telah menyakiti dua hati yang sebenarnya sama sekali tidak ingin aku sakiti.

======================tunggu next story nya=========================

author’s note : terima kasih udah baca ff ini, maaf kalau feel nya kurang dapet karena memang author buat ff ini kepotong potong terus, jadi ya begini lah hasilnya 😀

ditunggu comment dan like nya ya chingu, kamsahamida 🙂

Diary #Miss Him

diary-miss-him

Title : Diary #Misss Him

Author : Oh Honey

Lenght : series

Genre : Sad

Author’s Note : ini adalah series ketiga dari Diary. semoga suka dan jangan lupa comment. dan jangan lupa baca juga series sebelumnya biar tambah ngerti dengan alur ceritanya.

oke langsung aja, HAPPY READING ALL 🙂

Rindu. Satu kata yang sangat menyakitkan bagi sebagian orang, termasuk diriku. Tak pernah terbayangkan oleh diriku kalau merindukan seseorang akan terasa semenyakitkan ini, seolah nafasku direnggut paksa dan tak membiarkanku untuk hidup. aku tidak menyangka kalau rindu memiliki efek yang sangat besar bagi diriku, layaknya ledakan atom atom yang saling bertabrakan dan menimbulkan berbagai gelombang yang tak terdefinisikan.

 

Sudah 1 bulan aku dan appa pindah ke Gwangju kota yang sering aku kunjungi sewaktu aku kecil, karena nenekku memang tinggal disini. Di kota ini aku memiliki cukup banyak kenangan bersama oemma. Dan aku menemukan hobi baru disini yaitu MENGENANG sosok oemma lewat sudut sudut kota Gwangju. Menyenangkan rasanya saat aku dapat mengingat setiap momen momen indah bersama oemma. Ingin rasanya aku memutar waktu dan kembali ke masa masa dulu saat oemma masih ada disampingku, aku ingin menghabiskan lebih banyak waktu bersamanya, aku ingin mengukir lebih banyak kenangan bersama oemma. Mengingat semua itu membuatku sadar kalau aku telah melewatkan begitu banyak kesempatan bersama oemma. Kesempatan yang tidak akan pernah datang untuk kedua kalinya.

 

Langit malam ini terlihat begitu tenang, tak ada tetesan air hujan yang mencoba menerobos keluar, hanya terlihat beberapa bintang bintang kecil yang seolah mencoba menyemarakkan sepinya langit malam ini.

Pikiranku jauh melayang entah kemana saat aku menerawang keatas, mencoba memahami perasaan langit yang terlihat sangat sepi. Dalam hati aku bertanya. Apa kau sedang merindukkan seseorang? Seperti diriku?.

 

Lagi dan lagi aku menulis di buku diary berwarna biru kesayanganku. Sepertinya menulis dairy sudah menjadi kebiasaanku. Dan aku tidak ingin kebiasaanku ini hilang karena memang inilah satu satunya tempatku meluapkan semua rasa yang ada diriku. Aku tidak dapat bercerita ke seorang teman karena memang aku tidak memiliki teman yang bisa kuajak berbagi cerita, aku juga tidak dapat bercerita pada appa karena aku tidak ingin membebani pikirannya dengan PERASAAN TIDAK JELAS yang aku rasakan. Hanya inilah cara satu satunya yang bisa aku lakukan untuk meluapkan semua perasaanku. Menulis.

 

Mengenai rindu, aku tau satu fakta tentangnya sekarang, yaitu rindu itu menyakitkan dan menyiksa. Ada banyak hal yang aku rindukan sekarang, kehidupanku dulu di seoul, teman teman sekolahku, guru sekolahku, oemma dan yang paling menimbulkan goresan terdalam dihatiku, KYUHYUN. Yah, aku merindukannya. Sangat.

Ingin rasanya aku menangis setiap mengingat namanya, ingin rasanya aku berteriak didepannya dan mengatakan kalau aku SANGAT MERINDUKANNYA. Ingin rasanya aku memeluknya dan menggenggam tanganya. Aku ingin semua itu.

Tapi kenyataan seolah menamparku cukup keras, menyadarkanku kalau semua itu tidak mungkin terjadi karena aku telah PERGI dari hidupnya. Sejenak aku berpikir apakah seharusnya aku tidak pergi?  Sehingga rindu ini tidak pernah ada?.

Aku benar benar merasa tersiksa dengan semua rindu ini, aku ingin menguburnya dalam dalam.

Aku hanya ingin MELUPAKANNYA tapi kenapa rindu ini selalu datang dan menganggu?

Kenapa rindu ini sangat menyiksaku? Kenapa aku sangat merindukannya? Kenapa semua tentang dirinya tak pernah mau pergi dari pikiranku. Bahkan saat aku tidur. Kenapa dia selalu muncul dimimpiku?. Kenapa dia selalu berhasil mengacaukan pikiranku?. Aku BENCI dengan semua rindu yang aku rasakan. Dapatkah aku membuang semua rindu ini?. atau dapatkah aku menghempaskan semua rindu ini bersama angin malam yang sedang bertiup?.

 

Flashback on

Sore itu aku pulang lebih awal dari biasanya, hari ini jadwal kuliahku tidak sepadat biasanya. Kulihat appa belum pulang, mungkin ia akan pulang 1 atau 2 jam lagi. Kulangkahkan kakiku menuju singasanaku. Kamar. Aku benar benar capek, tubuhku seperti diremuk. Kurebahkan tubuhku dikasur mencoba menenangkan setiap otot ditubuhku.

“eunbi ah..”

Aku merasa ada yang mengguncang guncangkan tubuhku. Mataku sedikit demi sedikit terbuka. Ah, rupanya aku ketiduran. batinku

“appa” ucapku lirih.

“kenapa kamu menangis?” Tanya appa dengan nada khawatir dan aku hanya tertegun mendengar pertanyaannya. Menangis? Aku menangis? Benarkah?

Kuusapakan jariku kedaerah mata dan benar AKU MENANGIS.

“anni appa, siapa yang menangis, aku sedang tidur” jawabku menyakinkan, aku tidak ingin appa khawatir dengan keadaanku.

“benarkah?”

Aku hanya mengangguk, menyakinkan.

“baiklah, tidurlah lagi”

Dan detik berikutnya appa mengusap kepalaku sambil tersenyum sebelum keluar dari kamarku. Lewat usapan lembut itu appa mencoba menguatkanku, mungkin appa memang tidak tau apa yang sebenarnya terjadi padaku tapi aku yakin appa merasakan ada sesuatu yang sedang menganggu pikiranku. Hanya saja ia tidak ingin menanyakannya padaku, appa memang selalu begitu. Selalu menungguku bercerita dari pada menanyakan apa yang sedang menganggu pikiranku.

Soal menangis. Aku sendiri tak tau kenapa aku tidur sambil menangis. Sampai beberapa detik setelah kesadaranku kembali sepenuhnya aku sadar apa yang membuatku menangis. Dan mengingat alasan itu membuatku ingin menangis lebih kencang. Secara tiba tiba air mataku menerembes keluar, dadaku terasa sangat sesak seolah ada ribuan batu didalamya, kusembunyikan wajahku dibalik batal agar appa tak mendengar tangisku. Aku mencoba meredam suara tangisku agar mendengarnya. Aku tak ingin ia mencemaskan diriku.

Entah apa yang aku pikirkan sebelum tidur sampai membuatku memimpikan sosok yang sangat aku rindukan selama 1 bulan terakhir ini. KYUHYUN. Laki laki itu seolah tidak membiarkan aku untuk hidup dengan tenang.

Berbagai pertanyaan secara spontan muncul dipikiranku. Bagaimana bisa aku menangis tanpa aku sadari? Kenapa efek kyuhyun begitu besar bagi diriku sampai membuat aku menangis setiap hari bahkan saat aku tidurpun aku menangis? Dan pertanyaan terakhir adalah pertanyaan yang sangat aku benci, sebegitu rindukah aku padanya sampai setiap apa yang aku lakukan tak pernah lepas darinya?

Ironis, mungkin itu kata yang tepat yang dapat menggambarkan keadaanku sekarang, aku memutuskan untuk pergi dari kyuhyun tapi aku tidak pernah bisa benar benar pergi darinya. Hari hariku tak pernah lepas darinya. Dibanding mengingat semua mata kuliah di kampus aku lebih sering mengingatnya. Dibanding memikirkan diriku aku lebih sering memikirkan tentangnya. Bahkan aku menangis dalam tidurku hanya karena aku bermimpi tentangnya.

Ada apa dengan diriku, kenapa aku benar benar tergila gila padanya?

 

Hari hari yang aku lewati selanjutnya tidak lebih baik dari hari sebelumnya, bahkan hari hariku lebih buruk. aku semakin merindukkannya sejalan dengan detik detik yang terus bertambah.

Dimalam minggu ini aku mengahabiskan waktuku bersama appa. Variety show menjadi pilihan aku dan appa untuk menghabiskan malam ini.

Disebuah sofa berwana putih aku mendudukkan diriku disamping appa, tak jarang gelak tawa appa terdengar ditelingaku. Aku senang appa bisa tertawa begitu lepas, setelah apa yang telah kita lewati berdua. Tapi entah kenapa pikiranku tiba tiba kosong, variety show yang sejak tadi menjadi fokusku sejenak hilang dari pikiranku.

“eunbi ah..”

Gunjangan appa menggembalikan kesadaranku.

“apa yang kau lamunkan?”

Aku mengerjapkan mataku berkali kali mencoba mencari kesadarnaku yang belum sepenuhnya kembali. Appa menatapku intens dan akupun juga menatapnya.

“tidak ada” jawabku bohong.  Harus aku akui aku terlalu sering melamun akhir akhir ini, bahkan saat makanpun terkadang pikiranku tiba tiba kosong.

“sejak kita pindah kesini, appa sering melihat kau melamun dan wajahmu terlihat murung. Apa kau tidak senang kita pindah kesini?”

Appa semakin memandangku intens, sepertinya aku sudah membuat appa sangat khawatir.

“anniyo appa,” aku menjeda kata kataku, berusaha mencari alasan apa yang harus aku ucapkan pada appa

“ aku hanya…aku hanya…” kata kataku tergantung diudara dan entah kenapa air mataku malah jatuh. Ini diluar kehendakku, aku sama sekali tidak ingin menangis sekarang tapi kenapa.. kenapa aku menangis.

“kenapa kau menangis?”

Raut wajah appa terlihat semakin khawatir, dia kemudian mengenggam tanganku.

“appa, aku merindukannya. Aku sangat merindukannya” ucapku lirih, sepertinya setiap organ tubuhku bekerja diluar kontrolku, aku tidak berniat mengatakan itu tapi entah kenapa kata kata itu yang justru keluar dari bibirku.

Dan detik berikutnya aku tidak bisa lagi mengontrol setiap tetes air mata yang keluar. Aku tidak bisa lagi menahan sesak didadaku. Aku menangis tersedu sedu, sampai dadaku terasa sangat sakit. Tegorokanku sakit dan mataku seolah menumpahkan semua air mata yang aku punya.

Sesekali kupukul dadaku dengan terisak mencoba meredam sakit ini

“appa, kenapa ini sangat menyakitkan?”

“kenapa aku sangat merindukannya?”

Ucapku dengan susah payah, karena tangis ini menyusahkanku untuk mengeluarkan satu katapun.

Mungkin appa tidak tau siapa sebenarnya yang aku rindukan, tapi appa seolah mengerti betul dengan apa yang aku rasakan. Dia membawaku kedalam pelukannya mencoba menenangkanku, dan dia juga ikut menangis bersamaku. Aku dapat mendengar isakannya perlahan dan itu semakin membuatku menangis tak karuan bahkan mataku terasa sangat panas dan suaraku sudah hilang entah kemana. Kueratkan pelukanku pada appa dan dapat aku rasakan appa juga mengeratkan pelukannya pada tubuhku.

Malam minggu yang seharusnya menyenangkan, menjadi sangat kelabu, sepertinya memang ini lah puncak kerinduanku, aku tidak bisa lagi menahannya.

**

Udara sore hari ini terasa lebih dingin dari biasanya, sepertinya musim dingin akan datang sebentar lagi. Ku eratkan mantel yang membalut tubuhku. Sesekali kulirik jam tangan kecil yang melingakr ditanganku.

“15 menit lagi” batinku. Saat ini aku sedang menunggu bus yang akan membawaku pulang.

Tanganku meraba raba kedalam tas selempang berwarna hitam milikku, mencoba mencari sebuah benda yang  aku rasa dapat menemaniku menunggu busku.

“ah ini dia” kataku pelan.

Ku colokkan headset berwana putih ke handphoneku. Kuputar sebuah lagu asal.

Perlahan dapat aku dengar music yang mengalun indah lewat handhoneku.

Satu lagu

Dua lagu

Dan lagu ketiga membuatku terdiam, pikiranku melayang entah kemana saat lirik demi lirik yang cukup dalam itu mengalun ditelingaku.

Maeil maeil neol saranghandago
Wichinyeon maeil maeil ni ireum buremyeon
Nae ape geudaega seo inneun
Sunganeul saenggakhae saenggakhae saenggakhar
Haru haru ni saenggake jam mot deureoyo
Haru haru geudaeppunijyo
Tteollyeooneun nae simjang sori deullyeoonayo
Saranghae saranghae saranghae

sigan jina dasi sewol jina
Uri hamkke handamyeon gyeote itdamyeo
Nan saenggakmanhaedo jakku nunmuli nayo

 

Trans : Hari demi hari, aku tak bisa tidur memikirkanmu
Hari demi hari, hanya kamu
Bisakah kamu mendengar suara hatiku yang bergetar?
Aku mencintaimu, aku mencintaimu, aku mencintaimu

Setelah waktu berlalu
Jika kita bersama, jika kamu disampingku
Hanya memikirkannya membuat aku menangis

 

I.O.I – I Love You, I Remember You (Ost Scarlet Heart Ryeo)

 

 

 

Lagu itu seolah menyindirku. Air mataku secara tiba tiba menerobos keluar. Kuusap air mata itu dengan jariku. Tapi sepertinya itu tidak menimbulkan efek, air mataku terus saja keluar seiring lirik yang terus mengalun tangisanku semakin menjadi, menimbulkan sebuah isakan yang sama sekali tidak aku inginkan. Aku tidak tau bagaimana reaksi orang disekitarku karena mataku kabur karena air mata.

“aggashi, kau tidak naik?”

“aggashi”

Aku dapat mendengar suara teriakan sopir bus itu, bus yang aku tunggu sejak 15 menit yang lalu. Tapi seperti terhipnotis aku hanya duduk ditempatku tanpa bergeser barang sejengkalpun. Sampai pada akhirnya bus itu berlalu dihadapanku, aku juga masih terdiam ditempatku dengan lelehan air mata yang membanjiri pelupukku. Pikiranku kosong saat itu aku tidak bisa memikirkan apa apa. Bayangan bayangan kyuhyun berputar dikepalaku bak sebuah rol film.

Flashback off

 

Sampai detik ini rindu ini terus menggerogoti diriku, semakin hari semakin aku merindukannya. Awalnya aku berpikir kalau cintaku pada kyuhyun akan hilang seiring jarak yang aku buat tapi ternyata aku salah jarak yang aku buat justru membuatku semakin mengingatnya dan semakin merindukkannya. Bahkan hanya dengan memikirkannya saja air mataku keluar dengan sendirinya. Lalu apa keputusan yang harus aku ambil saat meninggalkan dan menunggunya terasa seperti buah simalakama.

Mampukah aku terus bertahan diatas segala rindu ini?

Mampukah aku melupakannya?

Andai rindu ini mudah, mungkin setiap langkahku akan selalu merindukannya.

Andai rindu ini mudah, mungkin setiap nafasku juga akan selalu merindukannya.

Andai rindu ini tak pernah ada, mungkin aku tak sesakit ini.

===THE END===

NB : jangan lupa isi kolom komentar dibawah ya, komentar dari kalian sangat bermanfaat untuk author 🙂

kamsahamida 🙂 🙂